[OS] Not Be Change

NOT BE CHANGE

Main Cast        : Choi Siwon Im Yoona

Support Cast   : SNSD member

Disclaimer       : Siwon punya Yoona. Yoona punya Siwon. Siwon Yoona punya Tuhan, orangtua mereka, ELF, Sone and YOONWONITED. Ini FF murni buatan saya NO PLAGIAT!

Summary         : Penyesalan memang selalu datang di belakang. Tapi jika itu takdir, maka akan berubah. Namun semua akan sama jika memang ada perasaan yang bisa menyatukan. Semua sama dan akan selalu segaris dengan garis kehidupan.

 

STARRING BY

Choi Siwon and Im Yoona

 

“Siwon oppaa.. kamsahamnida” ujar Tiffany seraya memeluk erat tubuh namja di hadapannya.

Rasanya seluruh saraf tubuhku seperti berhenti sesaat ketika aku bisa dengan jelas melihat pemandangan di hadapanku ini. Apa salahku? Aku yang tak pernah bisa mendekap  namja itu. Namja yang sejak dulu aku impikan tapi berusaha kutolak mentah-mentah hingga aku kini menyesal dengan keputusanku saat itu. Aku terlalu takut menghadapi masa depan, takut dengan segala kemungkinan yang bisa saja bertolakbelakang dengan yang kufikirkan, aku juga begitu takut dengan pemikiran orang lain terhadapku nantinya.

Tapi apa sekarang aku menyesal? Menyesal, tentu tak ada gunanya lagi. Dia sudah begitu jauh dariku. Bahkan, sangat jauh… sekalipun aku ingin melihat wajah rupawan miliknya tetap saja aku hanya bisa menatap punggung tegapnya dari belakang.

“Cheonma Fany-ahh.. Aku harus segera pulang member Suju yang lain sudah menungguku.” Ucap namja itu sambil menepuk punggung Fany pelan. Jujur saja itu membuatku iri.

“Semuanya aku duluan. Annyeong..” dia beralih menatap semua orang-orang yang berada di belakangnya yang sedari tadi luput dari perhatiannya  karena sibuk dengan eonnieku, dan orang-orang yang luput dari penglihatannya itu juga termasuk aku. Aku tersenyum manis saat dia mengarahkan pandangannya ke belakang meskipun aku juga tidak tahu pasti dia menatapku atau tidak.

“Hati-hati Siwon oppa..” aku bisa mendengar suara beberapa orang yang berada di sekitarku memberinya pesan. Dia menundukkan kepalanya dan melambaikan tangannya pada kami. Akupun hanya bisa menampakkan senyum getir di hadapannya. Seandainya, dia tak melakukan hal tadi yang membuatku begitu iri dihadapannya karena perlakuannya dengan eonniku sendiri aku pasti akan membalasnya dengan senyuman hangat. Tapi hatiku sudah terlanjur sakit tadi…

“Yoong.. kkaja! Kita juga harus siap-siap sebentar lagi kita juga harus ke bandara” suara Yuri eonnie menyadarkanku pada lamuananku tadi. Aku baru sadar aku sudah terlampau lama berdiri disini. Aku sudah harus berangkat dan bersiap-siap kembali ke Korea.

~~~

@SNSD dorm

Dengan langkah terseok aku berjalan menuju kamarku. Aku sudah sangat lelah karena perjalanan tadi. Badanku terasa pegal sekali, ingin rasanya segera merebahkan diri di ranjang dan cepat mimpi indah.

“Yoong.. cuci tangan dan kakimu baru kau tidur” perintah Taeyeon eonnie.

“Ne eonnie arraseo…” dengan begitu enggan aku masuk ke kamar mandi untuk melaksanakan perintah Taeyeon eonni mencuci kaki dan tanganku. Setelah selesai aku segera menghempaskan tubuhku ke ranjang. Aku yakin semua member juga sudah melakukan hal yang sama berbaring di tempat tidur, kecuali Yuri eonnie yang memang setelah kepulangannya dari Indonesia begitu sampai di bandara Incheon dia langsung kembali ke rumah orangtuanya. Katanya ada pertemuan keluarga esok pagi “lebih baik aku pulang ke rumah sekarang” itu ujarnya.

Begitu aku menutup mataku, aku justru tak dapat tidur aku terus memikirkan kejadian tadi. Apakah aku kuat jika selalu disuguhi pemandangan seperti itu?

Awalnya aku memang bahagia sekali dapat melakukan interaksi di atas panggung dengannya. Melihat dia tersenyum dan bercanda denganku adalah sesuatu yang sangat aku idamkan. Tapi setelah momen itu berakhir semua kembali seperti dulu. Aku yang sendiri menyimpan semua rasa yang selalu bergejolak dalam dadaku. Sampai kapan? .. huh aku sendiri juga tak tahu.

Meskipun aku menangis keras dia juga belum tentu tahu keadaanku yang selalu mengharapkannya. Aku akui aku memang terlalu munafik menjadi seorang manusia. Tapi itulah.. aku bisa menjadi manusia yang lebih kuat karenanya.

Aku mengusap air mataku dengan kasar. Untuk apa aku hanya berdiam diri di sini sementara seluruh pikiranku hanya tertuju pada namja itu. Aku bodoh sekali bukan! Aku menyambar mantelku yang sudah tergantung rapi di sudut ruangan. Aku memakainya dan mengeratkan syal di leherku. Masa bodoh dengan wajahku sekarang, lagipula aku juga nanti akan menutupinya dengan masker sedangkan rambutku aku juga akan menutupinya dengan topi. Terkadang aku juga merasa menyesal menjadi seorang selebritis aku tak bisa dengan normalnya pergi keluar. Hahaha.. aku rindu dan aku juga ingin sekali menjadi seorang warga biasa walau hanya sehari saja.

Aku keluar dari kamarku dan membuka perlahan kamar-kamar eonnie dan saengku aku bisa melihat mereka sudah terlelap. Lebih baik aku mengirimi pesan saja nanti. Yang terakhir aku memasuki kamar Fany eonnie.

“Eonnie.. kau tahu? aku iri padamu. Kau begitu cantik saat tertidur kau begitu anggun dengan semua perilakumu. Kau begitu dekat dengannya.. itu menyakitkanku eonnie. Tapi aku tak pernah bisa dan tak akan pernah mungkin membencimu. Kau tetap eonniku yang terbaik!”

Aku tersenyum pelan dan menutup pintu dengan pelan juga. Aku menghela nafas sebentar dan berusaha menguatkan hatiku.

~~~

Kakiku ternyata menuntunku ke tempat ini. Tempat yang mungkin akan bisa menenangkan hati dan jiwaku. Aku berada di rumah Tuhan, di sebuah gereja yang terletak tak jauh dari dorm tempatku tinggal. Hah.. terakhir aku kesini 2 minggu yang lalu. Aku terlalu sibuk dengan kesibukanku yang menyita waktu.

Aku memilih salah satu bangku jemaat yang berada di depan. Aku melepas kacamata yang aku kenakan dan juga topi yang sedari tadi tak pernah kulepaskan sejak aku keluar dorm. Aku terduduk di salah satu bangku aku menopang badanku dengan lututku dan menautkan jari-jemariku bersiap untuk berdoa. Aku menutup kedua mataku dan dengan khusyuk berdoa di depan Tuhan. Semoga Dia dapat mendengar suara hatiku.

“Tuhan terima kasih telah memperbolehkan aku datang ke rumahmu. Tuhan berkatilah seluruh keluargaku terutama kedua orangtuaku dan eonniku. Jagalah mereka agar selalu kau beri kebahagiaan dan perlindungan. Terima kasih kau telah menjagaku selama ini Tuhan dari memberikanku semuanya tanpa ada kekurangan. Berkahilah seluruh umatmu Tuhan. Tuhan… kau tahu? Aku sangat berterimakasih kau telah mempertemukan aku dengan namja itu. Bertemu dengannya adalah sebuah kebahagiaan terbesarku. Aku tak bisa menyimpan perasaan ini lebih lama lagi Tuhan. Tuhan… tunjukanlah jika memang dia bukan orang yang tepat untukku secepatnya…”

Entah mengapa saat aku memanjatkan kalimat terakhir itu, hatiku justru semakin sakit. Aku bisa merasakan airmata turun dari kelopak mataku dan membasahi kedua pipiku. Kubiarkan seluruh airmataku mengaliri kedua pipiku.

Aku berusaha mengontrol perasaaanku saat ini. Aku membuka mataku perlahan, aku tertegun sesaat. Tuhan.. mengapa? Mengapa?

~~~

Tuhan….. Inikah??

Aku tak menyangka! Sungguh tak percaya!! aku bisa melihat seorang namja tengah terduduk di sampingku sambil memanjatkan doa. Dia menutup matanya tapi aku masih bisa melihat wajahnya yang tak pernah berubah. Tetap dialah yang sempurna dan istimewa di mataku. Choi Siwon oppa…??

Disaat aku mengamatinya aku terhenyak kaget saat dia menghembuskan nafasnya aku takut kalau dia tahu aku tengah mengamatinya. Aku langsung kembali ke posisiku semula saat aku memanjatkan doaku tadi.

“Tuhan.. “ aku sejenak mengatur nafasku. Aku masih terkejut dengan apa yang aku lihat tadi. Sosok itu.. kenapa saat aku berusaha mencari jawaban tentang perasaanku ini kau membawanya Tuhan? Aku sungguh tak mengerti akan jalan yang kau tunjukkan padaku. Tuhan.. kumohon jangan biarkan perasaan dan hatiku sakit lagi setelah ini. Haruskah aku terus bertahan?

Aku kembali membuka mataku. Pipiku terasa basah oleh airmata yang mengalir dari mataku. Aku menghadap lurus ke depan sebelum kutolehkan wajahku ke sampingku. Aku bisa melihat dengan jelas wajah tampannya yang tengah menatapku dengan senyuman manisnya. Aku membalas senyumannya dengan sedikit kaku.

“Oppa… kenapa kau?”

“Ck.. Kau terkejut?” aku hanya menganggukkan kepalaku. Dia bahkan bisa bersikap biasa saja saat berbincang denganku. Lain denganku yang harus senantiasa mengatur detak jantungku yang tak karuan.

“Aisshh…” orang itu Choi Siwon, dia justru mengacak-acak rambutku. Hal yang paling kuinginkan jika bertemu dengan orang yang kucintai.

“Kau berdoa terlalu khusyuk Yoong sampai kau bahkan meneteskan air mata. Hanya ingin menyapamu tak bisa, jika kau ada masalah katakan saja padaku. Aku janji akan merahasiakannya pada siapapun.” Ucapnya sambil membentuk V-sign pada jari nya. Bagaimana aku bisa mengatakannya padamu? Masalahku justru ada padamu. Aku yang merasa sangat tak berguna untuk hidupmu sampai kau tak pernah menatapku.

Aku tersenyum tipis padanya “Oppa… aku sudah mengatakan semuanya pada Tuhan dan aku merasa lebih baik sekarang. Lagipula aku tak yakin bisa membaginya denganmu, masalahku justru karenamu oppa.”

Dia menyipitkan matanya, mungkin dia terkejut dengan pernyataanku tadi “Keurae.. karena kau, kau berdiri disampingku membuat ibadahku terganggu.”

“Ohh keuraesseo?” ucap Siwon oppa dengan nada menyesal. Aku mengangguk pasti sejurus kemudian aku tersenyum padanya.

“Hahaha.. aniyoo.. Kau tentu tak menggangguku oppa.” ucapku sambil tersenyum lebar padanya.

“Ckk.. kau ini.. aku sudah merasa sangat bersalah padamu.” Dan akhirnya kami bis tertawa bersama-sama sesuatu hal yang memang aku impikan saat bersama dengan sosoknya. Tersenyum bersama.. sungguh indah

~~~

Sepulang dari gereja kami memutuskan untuk berjalan-jalan bersama. hah.. lucu sekali memang ini baru pertama kalinya aku merasa hari ini begitu sangat menyenangkan. Kuharap hari ini akan berlangsung sangat lama. Sepanjang jalanpun kami hanya mengisi dengan tawa dan canda.

“Yoong-ahh terkadang ada sesuatu yang layak diungkapkan dan terkadang ada sesuatu yang harus dirahasiakan..”

Aku memandang ke arah Siwon oppa dan tersenyum pahit.

“Kau menyindirku oppa?”

“Seperti itukah yang kau fikirkan?” tanya Siwon oppa balik.

“De.. keuramyeon. Untuk apa oppa berkata begitu jika bukan ingin menyindirku?” ujarku sambil mempoutkan bibirku dan menundukkan kepalaku.

“Aisshhh.. anak ini…” ucapnya sambil mengacak rambutku untuk kesekian kalinya hari ini.

Siwon oppa kembali memasukkan kedua tangannya ke dalam saku mantel yang ia gunakan. Udara di jalanan ini memang sedikit dingin oleh angin musim gugur.

“Yoong-ahh sesuatu yang dirahasiakan pasti karena sebuah alasan yang tak bisa dikemukakan. Hanya bisa menyimpan dan membawa rahasia itu ke suatu sudut terdalam dalam hati manusia. Tak semua mengerti jika orang dapat terluka dan bahagia karena sebuah rahasia. Dan aku juga punya rahasia itu dan kadang aku juga merasa terluka dan bahagia karena rahasia itu.”

Rasanya nafasku sangat sesak saat mendengar semua yang telah Siwon oppa katakan. Aku merasa semua yang dikatakannya ada dalam diriku.

“Lihatlah. Pasti aku benar kan?” Aku cukup terkejut. Sejak tadi aku hanya terdiam memperhatikan  namja ini dan dia kini beralih menatapku. Aku segera memalingkan wajahku dan pura-pura menatap ke jalanan.

“Molla.” ucapku dengan begitu pelan.

“Aishh.. bagaimana kau akan cepat dewasa jika kau sama sekali tak memahami dirimu.” Ucapnya sambil mengacak-acak rambutku. Dan aku tentu saja sangat menikmati sentuhannya. Aku terdiam dan menatap wajahnya yang rupawan. Dia mengalihkan pandangannya dariku. Aku pun segera mengalihkan pandanganku agar bisa mengatur detak jantungku yang memburu saat melihatnya.

Tanganku kulurkan ke depan mencoba meraba dedaunan yang jatuh di musim gugur. Aku menatap ke atas dan aku bisa melihat ranting pohon yang tak lagi lebat. Aku mirip dengan daun yang berguguran itu, tak ada yang istimewa dengan perasaanku yang akhirnya akan membuat aku terbuang dari rasa itu. Tepat, satu helai daun jatuh di atas tanganku.

“Yoona-ssi kau pernah membayangkan bahwa sebenarnya perasaanku padamu tak pernah hilang sejak kau menolakku waktu itu.”

Sungguh , apakah ini mimpi? Atau hanya akukah yang salah mendengar perkataan tadi? Aku, seluruh tubuhku rasanya seperti membeku dan kaku.  Aku berdiri mematung ditempatku suasana di sekitarku tak kupedulikan lagi. Aku hanya merasa bahwa hanya aku yang ada di dunia ini. Seperti ada ribuan kembang api yang menyala dan meledak di dadaku sehingga aku tak bisa bernafas dengan normal. Terlalu sesak..

“Kau terkejut?” pertanyaan dari Siwon oppa membuatku tersadar dari duniaku. Aku berusaha dengan keras untuk menoleh ke arahnya.

“De..?” tanyaku balik. Aku mencoba untuk menetralisir perasaanku.

“Kau tahu itu Yoona-ssii. Mianhae atas perasaanku ini padamu. Namun, inilah aku dengan rasa cintaku. Saranghae..”

Ahh… aku ingin pingsan saat dia mengucap kata itu. Kata yang pernah dulu ia ucapkan dan aku berusaha mengingkarinya. Jawabanku yang membuat aku terpuruk dalam penyesalan. Aku masih saja berdiri di tempatku.

“Jangan terlalu memikirkan perasaanku ini. Aku tak akan memaksamu membalas perasaanku atau mencoba untuk membuatmu berada disisiku. Kau bisa bersikap biasa saja terhadapku.”

Jika aku bisa memilih, aku akan menjawab nado saranghaeyo oppa. Tapi, aku tak bisa! Aku sendiripun bingung dengan kenyataan yang mungkin akan terjadi yang akan datang jika aku sampai mengucapkan kata itu.

Siwon oppa melangkahkan kakinya melewatiku yang berdiri dengan bingungnya. Aku menyusulnya dan berjalan di sampingnya. Tak ada pembicaraan yang lain saat aku berusaha menyetarakan langkah kakinya. Kami sama-sama terdiam dan sibuk dengan pikiran kami masing-masing.

Rasanya angin musim gugur membuat udara lebih dingin, tapi lain dari perasaaanku yang kini lebih hangat. Lebih hangat karena ternyata perasaanku dapat terbalaskan meskipun aku tak bisa mengungkapkan.

Kami sampai di depan bangunan dorm ku. Siwon oppa masih berada si sampingku dan menatap ke bangunan yang akan memisahkan kita untuk sementara waktu.

“Kau sudah sampai. Masuklah. Oppa akan melihatmu masuk baru oppa akan pergi.” ucapnya.

Sedikit raut kekecawaan menyelimutiku kini. Itu berarti waktuku dengan pria ini tak lama lagi. Entah kapan kita bisa bertemu lagi, kesibukan dan jadwal syuting pasti akan sangat padat esok hari. Aku menoleh ke arahnya.

“De. Aku akan masuk. Annyeong..” ucapku sambil berusaha menarik sudut bibirku. Aku masih tak rela untuk pergi dari hadapa pria di depanku ini. Namun, dengan terpaksa aku harus melangkah masuk ke dalam dorm.

Entah mengapa perasaanku menjadi semakin kalut saat aku mulai beranjak pergi dari hadapan pria tadi. Hatiku seperti ingin kembali ke tempat itu, aku ingin sekali memalingkan kepalaku ke belakang tapi satu hatiku berkata jangan lakukan. Aku memejamkan mataku mencoba lebih memahami apa yang aku kini rasakan.

“Oppa….” aku berbalik dan berlari ke arah pria itu, Choi Siwon. Dia masih di sana dan memandangku dengan pandangan bertanya. Dengan sekuat tenaga aku harus menahan air mataku agar tak sampai tumpah sebelum aku sampai ke hadapannya.

Aku sampai. Dan dia kini menampakkan senyumnya yang sungguh sangat menawan. Senyum yang selalu membuat jantungku bergemuruh dan memburu.  Akupun ikut tersenyum padanya. Dan aku menghembuskan nafasku dengan perlahan.

“Aku tak tahu memulainya darimana oppa. Selama ini aku berusaha keras untuk mengingkarinya, mengingkari perasaanku ini. Aku selalu takut, dan tak berani menghadapi kenyataan. Terkadang aku juga merasa terlalu bodoh karena aku yang menyesali rasa itu. Tapi, aku rasa aku pun punya perasaan yang sama denganmu oppa” ucapku dengan penuh hati-hati. Dan aku tersenyum tipis, aku sungguh malu harus mengakuinya.

Aku menunggu reaksi apa yang akan Siwon oppa tunjukkan. Tapi, dia tetap sama, sama seperti aku kembali kehadapannya tadi.

“Aku terlalu egois karena aku takut saat kita bisa bersama. Karena keadaan kita akan berpisah. Sesungguhnya yang aku takutkan adalah kehilanganmu.” Ucapku lagi. Dia nampak terdiam.

“Aku tahu semuanya. Semua terlihat jelas. Akupun sama denganmu, aku baru menyadarinya saat kau menolakku waktu itu. kau benar! Fans pasti akan kecewa dengan kita bukan?” ucapnya sambil tersenyum diakhir ucapannya.

Kami sama-sama terdiam. Sekarang aku benar-benar menatap kedua bola mata indahnya, kami bertatapan satu sama lain. Tapi aku juga harus menjaga perasaanku yang seperti meluap-luap.

“Oppa. Geumapseumnida.” Ucapku dan akupun tersenyum manis padanya.

“Nado” jawabnya sambil tersenyum lebar.

“Kau pergilah dulu. Aku akan melihatmu.” Ucapku.

Siwon oppa tersenyum padaku.” Annyeong” ucapnya sambil melambaikan tangannya. Dan dia beranjak dari tempatnya.

“Oppa..” aku menahan tangannya “Nado saranghae..” ucapku. Semburat merah kini menghiasi wajahku.

“Gumawo..” ucapnya dan kembali menampakkan senyuman manisnya. Dia merengkuhku dalam pelukannya. Aku yakin, ini pelukan cinta. Berbeda dengan seperti biasanya. Dan aku kini tak akan merasa iri terhadap Tiffany eonnie atau yeoja lainnya. Aku bahkan lebih beruntung dari mereka.

Kami melepaskan pelukan kami dan tersenyum . “Ahh Jinja..” aku mengibaskan tanganku didepan wajahku karena wajahku terasa panas karena malu dan bahagia.

“Wajahmu memerah. Sebegitu kuatkah efek ketampananku?” ucap Siwon oppa. Aku memukul lengan kekarnya pelan. “Wae??”  ucapku.

“Aku akan pergi. Selepas aku pergi cepat masuklah udara begitu dingin di luar.” Ucapnya sambil mengelus bahuku pelan.

“De.. arraseo..” ucapku. dia kembali melambaikan tangannya sambil berjalan mundur. Aku tersenyum lebar padanya. Aku berdiri sampai dia benar-benar jauh dan menghilang dari pandanganku.

Semua sudah sesuai dengan jalan dan takdirnya. Seperti aku dan Siwon oppa. Kami punya perasaan yang sama. Tapi, demi fans, sahabat, dan keluarga kami akan setia menunggu. Semuanya akan seperti dulu sebelum kami mengucap kata Saranghae itu. Semua sama Im Yoona dan Choi Siwon yang canggung dan kaku jika bersama.

Tapi perasaan ini tak akan berubah. Karena Choi Siwon akan selamanya memiliki tempat khusus di hati Im Yoona begitupun sebaliknya. Tak akan berubah dan tetap sama selamanya. Itulah rasa cinta yang kita punya.

END

~~~

Selesai juga yah. Gimana gaje? Aku balik lagi nih dengan OS terbaru. Makasih buat segenap penduduk Yoonwonited Kingdom yang bersedia berbagi komenannya. Makasih buat Resty saengku yang berkenan mengepost ini FF. YOONWON is REAL

Iklan
Tinggalkan komentar

80 Komentar

  1. avicennasone

     /  Desember 29, 2012

    Daebakk beut

    Balas
  2. Nelsa

     /  Desember 29, 2012

    maaf ya baru bisa comment skrng, dr kmren2 ga bisa coment…
    sadap dah critanya.. !! (y)

    Balas
  3. Berasa kayak nyata 🙂

    Balas
  4. Semoga yg difanfic ini jadi kenyataan AMIN !!!!!!! , yg SESUJU angkat badan 😄

    Balas
  5. bee

     /  Desember 30, 2012

    keeeeceee bgt thorr

    Balas
  6. Yulisa

     /  Desember 30, 2012

    Aaawwwhhh….
    Soo sweett bngeeett…

    Balas
  7. Retno Yoonwonited and ELF (LoveYoonWon 4ever)

     /  Januari 4, 2013

    Keren thor tapi yang bikin ff ini author siapa? ada yang tahu gak?? readers author yang tau bales komen aku ne? Gomawo ffnya^^

    Balas
  8. kezia

     /  Januari 6, 2013

    So sweet ><

    Balas
  9. aat yoonwon

     /  Agustus 1, 2013

    Butuh sequel

    Balas
  10. sari

     /  Agustus 26, 2013

    keren thor, sequel dong

    Balas
  11. Daebak thor..
    Sayang yah G̲̮̲̅͡åк̲̮̲̅͡ jadian..lanjut thor..bikin yoonwon sampai jadian ÐƠ̴̴͡.̮Ơ̴̴͡ñƘ.. Gomawo

    Balas
  12. Kuharap itu semua bisa menjadi kenyataan. Yoonwon harus bersatu!!!

    Balas
  13. ayu dian pratiwi

     /  Maret 2, 2014

    Ckup romantis and mengharukan momentnya

    Balas
  14. Rosiie

     /  Maret 29, 2014

    Jadi, hubungan mereka gantung gitu?

    Balas
  15. Kim Eun Kyo

     /  Maret 29, 2014

    Ahhh thorrr kasian yoonwon nya

    Balas
  16. Aigoo mengharukan tp sweet jg.

    Balas
  17. Kisah cinta yang rumit . . .
    Apa kenyataan yg dialami Yoonwon serumit itu jga ya ??
    Bener-bener brhrap knyataanx kya di-FF ini. Amin . . . .

    Balas
  18. Keren.. semoga aslinya mereka kyk gitu 🙂

    Balas
  19. melani

     /  Juli 26, 2016

    Kenapa yoonwon gak jadian aja kan sama” saling cinta trus mereka kan bisa pacaran diam”.. ditunggu cerita” yg lainnya..

    Balas

United, Leave a Coment Here

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: