[FF] We are Family (Chapter 2)

Tittle: We are Family (Chapter 2)

Type: Chapter / Sequel (I Love You, Choi Songsaenim)

Genre: Romance, Family, Marriage Life

Rating: PG 15+

Author: Choi Mutie OeziL (Twitter acc: @Muthy92Mutii)

Main Cast:

*Choi Siwon (SuJu)

*Im Yoona (SNSD)

Other Cast:

*Super Generation Couple

*Choi’s Family

*Im’s Family

*Yoon Eunhye, Etc

>>>>>

 

^^Annyeong yeoreobun-ah…. Aku comeback lagi dengan new ff nie, hehe:P, masih ingat kan OS yg pernah kalian bca “I Love you, Choi Songsaenim”?, nah.. mumpung ada ide Author coba buat sequelnya niee… so, jangan bca kalo gak koment, jgn copas dan jgn bashing okey??? Skali lagi perlu Author tekankan bhwa ff ini 100 persen murni pemikiran dan imajinasi author Mutie sndri.. jdi moga kalian suka yah?? Yah udah tanpa banyak bacot lagi happy reading yeh, gomawo buat yg udh comment di chapter 1nya yeh?? Jgn lupa RCLnya….^*^

***

 

Ting tong… ting tong…!!! Suara bel rumah nampak bergema keras ditelinga seorang ibu muda nan cantik yang sedang bermain ria menemani kedua anaknya yang baru saja resmi berjalan tiga hari lalu. Kedua bayi berumur 10 bulan itu sudah bisa berjalan tegap seperti bayi pada umumnya yang baru merasakan sebuah tahapan perkembangan yang paling dinantikan bagi orang tua manapun di muka bumi ini yang memiliki bayi selucu, imut, dan selincah mereka.

“Kalian tunggu disini ne twins Choiku, eomma membuka pintu dulu..”, pinta Yoona pelan pada kedua bayi mungilnya yang sedang asyik dengan mainan masing-masing di ruang keluarga. Mereka berdua hanya tersenyum menanggapi pintaan sang eomma nan cantik itu.

Yoona pun segera berjalan ke ambang pintu, namun karena mengingat dirumah hanyalah ia dan anak-anaknya sendiri, karena Ahjumma dan Ahjussi Lee sedang pulang ke Paju, maka untuk berikhtiar ia mengecek dulu dilayar monitor akan siapakah yang datang. Dan senyumnya pun mengembang dari wajah cantiknya saat mengetahui kalau yang datang ternyata kakak iparnya Choi Hangeng dan sang Istri tercintanya Tiffany Hwang yang tak lain adalah sahabat terdekatnya dari zaman kuliah dulu.

“Annyeong Yoong…”, sapa HanFany couple ketika pintu telah dibuka untuk menyambut kedatangan mereka.

Yoona tersenyum menyambut mereka. “Annyeong Fany-ah, Han Oppa..”, balas Yoona girang sembari mempersilahkan pasangan pengantin baru itu masuk ke rumahnya.

“duduk dulu sebentar..”, pinta Yoona sembari berlari kearah dapur menyiapkan minuman dan snack buat kedua tamunya sekaligus keluarganya itu.

Yoona kembali lagi dengan dua gelas minuman teh gingseng dan beberapa snack yang baru diambilnya dari dalam kulkas.

“Yak! Im Yoona, mana kedua keponakan kami..?”, Tanya HanFany kompak menuntut keberadaan dwi Choi kecil yang tak mereka lihat sejak dari tadi.

“Ouwh.. hehe.. mereka disamping oppa, Fany-ah.. tunggu sebentar..”, jelasnya tertawa sembari berjalan ke tempat main si kembar.

Akhirnya Yoona sampai dihadapan kedua anaknya itu, dan segera mengajak mereka untuk menemui ahjumma dan ahjussi mereka. Tiffany dan Hangeng kaget bareng melihat kedua anak YoonWon yang baru berusia sepuluh bulan itu sudah bisa berjalan dengan baiknya walau tidak seperti orang dewasa.

“Omoona… kedua keponakanku sudah sebesar ini, ahjumma kaget sekali sayang melihat kalian sudah berubah sebesar ini setelah kembali dari Singapura..”, Puji Tiffany sembari membopong tubuh Wona.

“Yoona, kau hebat. Tak sia-sia kau korbankan waktu kuliah dan kerjamu hanya untuk menjaga, merawat dan mengajari mereka hingga selincah ini.. mereka benar-benar sepertimu rusa..”, lanjut Tiffany sembari mencoba mendudukkan Wona di sofa berwarna cokelat itu.

“Ne Yoona, kau memang adik iparku yang terbaik..”, tambah Hangeng memuji Yoona dan kedua anaknya dan tak ketinggalan membopong pula tubuh Siyoon.

“Gomawo Fany, Han oppa… semua ini bukan karena peranku saja. Tapi Siwon oppa juga. Kami sama-sama mengurus mereka, kalau Siwon oppa ke kampus, akulah yang menjaga mereka, kalau Siwon oppa dirumah, maka dialah yang menjaga mereka..”, tutur Yoona tertawa pelan.

“Begitukah? Baiklah, yeobo.. kau sudah dengar kan penjelasan Yoona tadi. Makanya cepat kita buatkan baby juga, supaya rumah kita juga ramai…”, umpan Hangeng seraya menatap nakal ke hadapan Tiffany.

“Yak! Oppa.. aku takut..”, respon Tiffany polos.

“Aigoo.. apa yang kau takuti? Kau tak perlu takut, kalau kau takut aku akan membuatmu supaya tak takut lagi. Kau lihat Yoona yang hamil muda dulu dan mempunyai anak kembar ini saja tidak takut dan malah sangat menikmati perannya sebagai ibu..”, tanggap Hangeng mencoba menetralisir sikap batin istrinya saat ini.

“aigooo… Stephanie Hwang! Kau ini dengan Jessica sama saja, huh… membuat Kedua oppaku stress dengan sikap manja kalian”, ledek Yoona sambil mengedipkan sebelah matanya ke hadapan Hangeng.

Akhirnya Tiffany pun menyerah dengan sikap bully-an yang diciptakan sahabat dan suaminya itu. “Ekhmm… Baiklah Mr. Choi Hangeng yang terhormat dan sahabatku yang sangat menyebalkan Im Yoona, akan kupertimbangkan saran kalian, okey??”, Tiffany pun membuka mulut dan sekali lagi mereka tertawa bersama melihat ekspresi wajah Tiffany yang sudah mulai kikuk tak berdaya.

“Yoong, hari ini biar aku saja yang menyuapi kedua keponakanku ini arasso? Dan kau oppa.. tugasmu memandikan mereka ne..”, seru Tiffany membagi tugas untuk merawat kedua anak Yoona hari ini.

“Wah benarkah? Kalau begitu kau dan Han oppa menjaga mereka saja, aku mau ke rumahku sebentar dulu, mau mengambil bunga yang baru dibelikan eomma sepulang dari Thailand kemarin. Bisakah oppa, Fany?”, pinta Yoona dengan memasang aegyonya ke hadapan HanFany couple yang sedang bercengkrama ria dengan dwi twinsnya.

“Ne.. Yoong, silahkan saja, aku malah bahagia sekali..”, Tiffany setuju dan malah sangat senang hingga membuat Hangeng tersenyum melihat istrinya yang sudah mulai tak takut dengan bayi lagi.

“Baiklah.. aku pergi..”, seru Yoona seraya mencium kedua pipi si kembar. Setelah itu ia bergegas melangkah meninggalkan empat orang manusia yang masih asyik bermain.

“Eo eom mma.., Ap paaaa…”, pekikan lembut keluar sudah dari kedua bayi kembar itu hingga membuat HanFany  kaget mendengar ucapan kedua keponakan mereka yang sedang menyebut kedua orang tuanya yang sekarang ini tak berada dirumah.

“Ya ampun… Choi Siwon, Im Yoona.. kalian benar-benar beruntung punya kedua anak kecil sepintar dan seaktif ini..”, puji Hangeng sembari berjalan menyiapkan susu botol untuk kedua keponakannya yang masih bermain bersama sang istri tercinta.

“Ayo sayang, kami bukan Appa dan Eomma kalian, tapi Ahjumma Fany dan Ahjussi Han ne..”, kata Tiffany seraya mengelus puncak kepala kedua bayi berbeda jenis kelamin itu.

~~~

 

Siwon tersenyum sumringah memandang bingkai foto keluarga kecilnya yang terdiri dari dirinya, istri, dan kedua malaikat kecil mereka. Tak henti-hentinya mengelus tiga orang manusia yang sangat disayangi dan dicintainya itu.

“Yoong, malam ini aku pulang telat lagi, hari ini ada latihan yang harus aku lakukan dengan para mahasiswaku untuk lomba bedah besok nanti..”, gumamnya pasrah.

“biar kutelepon saja…”, pikirnya sambil mengambil i-phone dari dalam saku kemeja birunya. Lama memanggil pada nomor bertuliskan ‘My Lovely Wife’ itu, namun orang ditelepon tak juga mengangkatnya. Dan tentu saja membuat Siwon sebal karena sang istri tercinta tak menjawab panggilan teleponnya yang sudah ia lakukan 20 kali itu.

“Aishh… kanapa tak diangkat yeobo-ah? Apakah sesibuk itu kau mengurus mereka berdua hingga tak mengangkat telepon dariku..”, umpat Siwon gemas. Ia ingin sekali menjahili istrinya bila dicueki seperti ini, namun sayang untuk sementara mereka tak berada disatu atap yang sama untuk sekarang ini.

“Ah.. biar kutelepon saja ke telepon rumah..”, idenya.

Yeobseo..”,

“Yeobo-ah..”

Yak! Choi Siwon ini aku jebal, Yoona sedang keluar jadi aku dan Fany yang menjaga si kembar..”, jawab orang diseberang sana yang tak lain adalah hyungnya sendiri.

Hangeng hyung? Yak! Kapan kau dan Fany kembali dari Singapura? Kenapa tak memberitahu kami?”, balas Siwon menuntut.

Akan aku jelaskan saeng, aku sedang menyuapi Siyoon makan siang..”, Jawab Hangeng.

Memangnya Yoona kemana hyung? Kenapa dia tak memberitahuku? Lalu apakah si kembar tak menangis ditinggal Eomma mereka?”, Tanya Siwon bertubi-tubi.

Dia sedang ke rumahnya, dia naik motor makanya tak menjawab teleponmu, mereka tidak menangis malah tertawa denganku dan Fany..”, Hangeng pun menjawab satu-persatu pertanyaan adik semata wayangnya itu.

Baiklah hyung, aku akan segera pulang sekarang..”, kata Siwon mengakhiri panggilan teleponnya.

Siwon berdecak kesal mencerna kata-kata Hangeng tadi, Yoona naik motor? Bukankah sudah berulang kali ia melarang istrinya itu untuk tidak mengendarai motor, namun kenapa Yoona masih saja bandel seperti zaman kuliah dulu. Tanpa berpikir panjang ia mengambil mentelnya, merapikan berkas-berkas kuliahnya, dan segera mengetik sebuah pesan singkat kepada para mahasiswanya agar sebentar latihan bedah diadakan dirumahnya saja jam 7 malam.

Sebentar kembali saja ke rumahku, aku tunggu jam 7 malam. Harus tepat waktu ne? aku ada urusan penting! Sampai jumpa^^’ seperti itulah isi pesan singkat yang telah ia send ke deratan nomor i-phone para mahasiswanya.

Akhirnya tanpa menunggu lama ia mengunci ruangannya dan segera bergegas meninggalkan area kampus nan mewah itu. Namun sesuatu hal terlintas di otaknya, ia pun memutuskan untuk menjemput istrinya itu ke rumah mertuanya sebelum pulang ke rumah. Segera ia lajukan pacuan mobilnya dan mobil itupun melaju seakan membelah jalan raya super luas di kota Seoul itu.

“Yoong., kau ini, awas kau!”, gumam Siwon mengkhawatirkan istrinya.

Beberapa lama berada didalam mobil dan hanya fokus pada lintas jalanan dan memegang lingkaran setir, akhirnya Siwon pun segera sampai dirumah mertuanya. Pintu rumah itu terbuka lebar, ditaman samping terlihat seorang wanita paruh baya nan cantik yang sedang memberikan makan seekor burung merpati disarangnya.

“Wonnie…”, sapa Ny. Im tersenyum mekar melihat kedatangan menantunya.

“Annyeong eommani.., apakah ada Yoona didalam?”, Tanya Siwon sopan seraya membungkukkan badannya pada ibu mertuanya. Kemudian tn. Im juga baru muncul bersama Yesung, Donghae, Jessica dan Yuri.

“Siwon oppa..”, pekik YulSic menyapa mantan dosen mereka.

“Wonnie…”, Yesung dan Donghae pun menyapa adik ipar mereka.

“ada apa menantu?”, Tanya Tn. Im yang heran melihat wajah Siwon yang penuh cemas.

“Oh… Wonnie… jangan khawatir seperti itu menantuku, tadi memang Yoona kesini mengambil bunga, namun setelah itu ia segera pulang..”, ujar ibu mertua.

“Oh ne eomma, appa, hyungdeul dan YulSic, mianhae.. aku hanya khawatir dengan Yoona, karena tadi Han hyung menelepon katanya Yoona datang kesini mengendarai motor.” Jelas Siwon mulai meredahkan tampang paniknya.

“Mwoya???,” kaget yang lainnya koor.

“Yak! Rusa kecil kita kenapa tak mendengar ucapan suaminya?.” Sesal HaeSung yang terkesan sedang mengomel adik yeoja tunggal mereka.

“Baiklah.. kalau begitu aku pulang dulu eomma, appa, hyungdeul, Sica, Yul..”, pamit Siwon sembari bergegas meninggalkan keluarga istrinya.

Sampai didalam mobil Siwon semakin menggerutu kesal karena tak mendapati Yoona, mungkin hal ini terlalu berlebihan, namun semua kekhawatiran ini semata ia lakukan karena ia begitu sangat mencintai istrinya itu, tak mau jika terjadi apa-apa padanya, termasuk mengendarai motor. mengingat banyak kecelakaan yang terjadi di Korea itu karena datangnya dari para pengguna kendaraan beroda dua.

“Yeobo-ah.. kau membuatku khawatir..”. Siwon menghela nafasnya sejenak dan setelah itu melanjutkan lagi untuk menstrater mobilnya.

Dalam perjalanan kerumah ia dikejutkan dengan mobil seorang yeoja yang tiba-tiba mogok. Segera ia turun dari mobil dan menghampiri yeoja itu.

“Ehmm.. mianhae Agasshi, apakah seseuatu terjadi pada mobilmu..??”, Tanya Siwon pada yeoja berkacamata cokelat itu, yeoja itu tak menjawabnya dan malah memandang Siwon selekat-lekatnya dari ujung kepala hingga ujung kaki.

Omona… bukankah namja tampan ini yang pernah kutabrak waktu di kampus itu kan’, batin yeoja itu dengan posisi masih memandang Siwon dari balik kacamatanya.

Siwon heran dan merasa risih dipandang seperti itu. “Eum.. maaf noona, apa anda tak apa-apa?”, Tanya Siwon mencoba mengalihkan perhatian yeoja yang menurutnya sangat aneh.

“Oh ye.. tak apa agasshi.. gomawo, tapi ini tak fatal, jadi kau teruskan saja perjalananmu..”, jawab Yeoja itu sembari masuk kembali ke dalam mobilnya.

Siwon hanya mengangguk. “Baiklah.. aku pergi..”, pamit Siwon sambil tersenyum kecil.

Selepas kepergian Siwon, yeoja itu terus tersenyum, namun ia merasa sangat rugi dalam pertemuan tak sengajanya dengan Siwon hari ini, kenapa Ia tak menanyakan nama Siwon dari tadi? Ia frustasi seraya mengacak rambut panjang pirangnya yang terurai.

“Ini pertemuanku yang kedua kali dengan si tampan itu, apakah ketiga kali bakal jodoh?”, ia bertanya sendiri pada dirinya diiringi senyum-senyum tak jelas.

“Semoga saja ketika minggu depan ketika surat tebusan mengajarku telah diterima dan aku mempunyai bidang yang sama dengannya maka akan kuselidiki dia lebih dalam, eh tunggu.. tapi bukankah dia orang yang sama dengan orang yang berada dalam biodata yang pernah kutemui di koridor kampus itu..”, ucapnya mengingat biodata Siwon yang pernah ia temukan tempo dulu.

“Nanti saja ah..”, katanya tersenyum.

~~~

“Gomawo Fany, Oppa.. telah menjaga mereka..”, ucap Yoona kepada pasangan HanFany.

“Ye.. nado Yoong, kami pergi…”, pamit HanFany sembari berlalu dari Rumah YoonWon.

Usai kepergian HanFany, Yoona pun segera menghampiri kedua buah hatinya yang sedang mencoret-coret tak jelas disebuah buku gambar mini diruangan bermain mereka. “Twins Choi Sayang, kemarilah..”, panggilnya pelan, mereka pun mengikuti bahasa tubuh eomma mereka. “Eo..mm..maa, Ap..pp..aa”, seru mereka berdua berbarengan, Yoona gemas sembari mencubit lembut pipi chubby mereka berdua.

“Aigoo, anak eomma-appa sekarang sudah bisa berjalan dan sudah mulai berbicara..”, puji Yoona sambil merangkak meniru gaya kedua anaknya.

Ting Tonggg………..!! Suara bel berbunyi lagi di rumah keluarga Choi. “Tunggu ya sayang, eomma membuka pintu dulu, mungkin saja Appa yang datang”, ujarnya pada kedua bayinya.

Clekk……, Pintu pun terbuka dan Yoona pun tersenyum menyambut orang yang dicinta. “Oppa… ani. Maksudku yeobo..”, sapa Yoona sembari memeluk suaminya. Namun aktifitas pelukan Yoona terhenti ketika Siwon mengangkat dagunya dan…. “Aouwww..”, Yoona mengerang sakit setelah Siwon usai menyentil jidatnya.

“Wae? Kenapa nakal sekali yeobo-ah? Sudah kukatakan kau tak usah naik motor, namun kenapa tak menghiraukannya, kan masih ada mobil yang baru.. kalau kau begini biar motormu aku taruh saja dirumah Seohyun dan Kyuhyun..”, omel Siwon pada istrinya.

“Yak! Choi Siwon, ayahanda dari Choi Shiyoon dan Choi Wonah.. kenapa kau menyentil jidatku? Wae? Sakit tahu?”, balas Yoona mengomel tindakan suaminya tadi.

“Siapa suruh kau nakal, kuharap jika Wona besar nanti dia tak menjadi yeoja nakal seperti Yoongku ini,”, titah Siwon.

“Aku juga. Semoga saja Siyoon besar nanti dia tak menjadi namja nakal seperti Simbaku yang paling menyebalkan dimuka bumi ini..”, ketus Yoona tanpa memandang wajah suami tersayang. “Sudahlah.. masuklah, aku akan menghukummu telah membuatku mengelilingi Seoul sehari hanya untuk mencarimu..”, pungkas Siwon seraya mencium pipi kanan istrinya secepat mungkin.

“Yaakkk!!!!”, geram Yoona tak terima dengan sikap Siwon yang saat ini terkesan sedang mengerjainya.

Yoona kembali mengikuti Siwon ke kamar mereka dan sudah mendapati Siwon yang sedang menidurkan kedua malaikat kecil mereka dikedua lengan kekarnya.

“Yak!! Bangun… cepat! Kubilang bangun..!!”, perintah Yoona tegas pada suaminya. Siwon mulai memikirkan akal bulusnya dan pada saat itu juga meletakkan kedua kepala Siyoon-Wona dibantal kepala kecil disampingnya dan segera berdiri menghampiri Yoona, ia langsung menutup pintu kamar menggunakan kakinya dan segera mengangkat tubuh Yoona ke tempat tidur. Yoona takut dan mencoba menghindar namun tubuh Siwon terlalu besar untuk ia tantang.

“Yak! Mau apa kau namja yadong??”, umpat Yoona mengamuk karena tangannya telah disekap oleh tangan kekar suaminya.

“Ouw..ouw.. jadi kau tak suka. Baiklah, kita mulai saja permainan ini..”, kata Siwon nakal.

“Yak! Choi Siwon, jangan berbuat hal aneh ini didepan mereka..”, pinta Yoona dengan nada memohon.

“Aku tak peduli.. lagipula apa kau tak lihat Ny. Choi? Mereka sudah tertidur..”, balas Siwon sembari menunjuk kedua bayinya yang telah tertidur lelap.

“Yak! Cepat sana mandi, setelah itu aku akan membuatkanmu makan malam..”, Yoona mencoba mengalihkan pembicaraan, namun hal itu tak membuat Siwon menyerah untuk meloloskan tubuh Yoona dari tahanannya. Yoona mencoba bangun namun dengan kilat Siwon menindih tubuhnya dan terjadilah ciuman ganas yang dimulai oleh Siwon, pertahanan Yoona runtuh sudah, ia pun dengan suka cita membalas isapan-isapan halus bibir suaminya yang telah mengelilingi permukaan bibirnya itu, sampai akhrinya Yoona tak sadar kalau Siwon telah mencium leher jenjangnya dan meninggalkan bekas merah pada leher indahnya.

“Aaahh… oppa.. sudahlah, hentikan, geli yeobo-aaahh..”, erang Yoona seperti merasakan kenikmatan tersendiri.

“Shireoo.. tak mau, bukankah kau harus melayaniku seperti mereka juga. Aku sangat cemburu yeobo, aku juga ingin seperti mereka berada seharian dirumah, bermain bersama, dan bermesraan seperti ini..”, bantah Siwon dan kembali lagi melumat bibir pink milik istrinya.

Namun seketika adegan romantis mereka terhenti dan kali ini bukan kedua malaikat kecil mereka yang menjadi pelakunya, namun karena suara bel rumah yang berbunyi.

“Yaakk! Dasar.. Choi Siwon otak yadong!” amuk Yoona sembari bangkit dari ranjang meninggalkan Siwon yang sedang tersenyum licik karena telah berhasil menghukum istrinya.

“Seperti inilah yang kumau yeobo-ah… aku tak mau kehilanganmu, makanya aku berbuat seperti itu, saranghae..”, gumamnya sembari mengambil handuk putih dilemari dan segera bergegas ke kamar mandi.

Yoona membuka pintu rumah dan dibuat kaget dengan kedatangan Hoobaedeulnya yang tak lain adalah anak-anak didik suaminya di Kampus.

“Annyeong….Yoona eonnie..”, sapa Amber, Sulli, Suzy, Luna dan yeojadeul lainnya.

“Annyeong…. Yoona noona..”, sapa namjadeul lainnya yakni Minho, Key, Taemin, Chansung, Wooyoung dan masih banyak lagi sekitar dua puluh orang.

“Annyeong juga. Yak! Untuk apa kalian kemari?”, sapa Yoona sambil bertanya.

“Hehehe.. kami disuruh kembali oleh dosen Choi..”, jawab mereka kompak seperti anak TK.

“Apa eonnie masih mengingat kami?”, Tanya Amber, Sulli, Luna dan Suzy. Yoona tersenyum bulus sembari mempersilahkan mereka duduk.

“Tentu saja ingat! Kalian ini kan hoobaedeulku yang paling gila dan pengacau sejagat kampus..”, timpal Yoona. Mereka semua hanya kaget mendengar perkataan Yoona tadi.

“Tunggu sebentar, dosen kalian sedang mandi, tunggu aku akan membuat kalian minuman dulu..”, pinta Yoona sembari berjalan meninggalkan mereka.

Mereka hanya diam sambil menelusuri setiap inci rumah YoonWon yang bergaya Negara eropa Timur itu, sampai akhirnya pandangan mata mereka terhenti melihat sebuat bingkai foto besar yang didalamya terdapat foto YoonWon dan kedua anak kembar mereka.

“Wah.. itu anak dosen Choi dan Yoona eonnie yah? Omona kyeopta!”, puji Sulli.

“Wah.. aku ingin bermain dengan anak-anaknya..”, sambung Amber, gadis tomboy yang duduk diantara Sulli dan Luna. Sementara Suzy dan yang lainnya pun berjalan melihat-lihat isi rumah YoonWon.

“Yak! Stopp! Mau kemana kalian? Kenapa lancang sekali mengambil foto kedua anakku..”, Yoona pura-pura memarahi anak-anak didik sang suami. “Ada apa ini..?”, tiba-tiba suara sang suami mengagetkan mereka semua. Mereka pun kembali meletakkan foto Siyoon dan wona ditempat semula

“Ya sudah, sini kita mulai saja kegiatan prakteknya..”,komando Siwon menyuruh para mahasiswanya untuk memasuki ruang laboratorium mini yang berhadapan langsung dengan ruang TV. Mereka pun mengikuti Siwon dan segera mengambil alat dan bahan yang diperlukan untuk praktek bedah mereka besok dalam rangka mengikuti lomba.

Yoona kembali ke kamarnya menemani kedua buah hatinya tidur, ia segera membopong kedua bayi sepuluh bulan itu menuju kedua box bayi mereka masing-masing.

“Hahaha.. ternyata mereka masih menyeganiku? Omona… kenapa bisa begitu? Padahal tadi itu aku hanya pura-pura memarahi mereka.” Ucap Yoona pelan seraya mengikat rambut panjang hitamnya.

“Huh.. ahjumma dan ahjussi pergi, jadi lebih baik sekarang aku siapkan pakaian Siwon oppa saja dulu untuk jadwal kampusnya besok..”, semangat Yoona sembari mengambil celana, kemeja dan dasi yang akan dipakai Siwon besok nanti, ia segera bergegas keluar kamar menuju ruangan setrika untuk menyeterika pakaian kerja suaminya.

Dreet..Dret..Dreett… bunyi ponselnya berdering dan itu menandakan sebuah panggilan dari oppanya, Yesung.

Yeobseo oppa”, jawab Yoona

Yak! Choi Rusa, kenapa lama sekali mengangkat teleponku?”, omel Yesung.

Mianhae, aku sedang mengurusi barang-barang suamiku oppa.. waegurae IM Joongwon oppa?, suaminya KWON Yuri..”, ledek Yoona menjahili oppa sulungnya.

Yak! Kau ingin dihukum…”, ancam Yesung.

Aku tidak takut, bbweee…”, cibir Yoona.

Terserahmu Im Yoona, pokonya besok malam oppa dan Yul kesitu, Donghae dan Sica juga, jadi kau harus dirumah ne.. kami semua kangen dengan si kembar..”, ucap Yesung menjelaskan maksud tujuan teleponnya.

Okey Boss! Siapp!”, angguk Yoona semangat.

Ya sudah, oppa tutup dulu.. salam buat Simbamu dan kecupan hangat buat kedua keponakanku… Sampai jumpa besok rusa..”, ledek Yesung mengakhiri kegiatan teleponnya.

“Dasar! Suami dan Istri sama saja..”, cibir Yoona dan kembali lagi ke kegiatan menyetrikanya.

 

Siwon telah usai mengadakan latihan praktek malam ini bersama anak-anak didiknya. Mereka semua telah pulang, Siwon pun melirik jam dinding diruang tamu dan tampaklah sang waktu dunia telah menunjukkan pukul 10 malam, tak terasa waktu prakteknya berjalan hanya 3 jam. Dan itu artinya semua mahasiswanya telah memahami praktek yang ia berikan. Bahkan durasi waktu prakteknya lebih cepat ketimbang yang dilakukannya beberapa hari lalu. Ia segera meninggalkan ruang praktek dan dilihatnya Yoona yang sedang tertidur di meja makan karena menunggunya, ia menghampiri istrinya itu dan segera menggendong tubuhnya ala bryde style menuju kamar mereka. Di letakkannya tubuh mungil sang istri ditempat tidur mereka nan luas itu dan segera ia kecupi rambut wangi sang istri tercinta. “Malam ini aku makan sendiri saja, kau pasti lelah… istirahatlah. gomawo yeobo-ah, kau memang yang terbaik bagiku dan kedua anak kita, selamanya. Takkan pernah tergantikan oleh siapapun juga. Aku jamin itu..”, gumam Siwon sembari melangkah ke box bayi Siyoon-Wona, dikecupnya lagi kepala mungil kedua bayi itu dan segera keluar menuruni anak tangga menuju ruang makan yang sudah tersedia berbagai makanan enak buatan istrinya. Mulai dari sup kaldu ayam, nasi, telur goreng, ikan bakar, dan beberapa potongan ayam goreng paprika serta kimchi special buatan istrinya lengkap dengan makanan pencuci mulut berupa apel, pisang, anggur dan jeruk yang telah siap sedia di meja makan.

Siwon tersenyum melihat bentuk telur goreng yang ditata Yoona menyerupai seulas senyum itu, ia membuatnya dengan olesan kecap manis dan dibuat berbentuk mata, hidung dan bibir. Dan akhirnya air mata Siwon jatuh kembali. Betapa beruntungnya dia mempunyai istri yang baik, cantik dan selalu memperhatikan ia dan kedua anaknya yang masih balita. Ia berjanji segenap lahir dan batinnya bahwa tak sedikitpun ia menyakiti hati istri terbaiknya itu.

“Gomawo yeobo-ah.. saranghae..”, gumamnya tersenyum sembari mencicipi beragam makanan menggoda selera dihadapannya.

Setelah makan ia bergegas mencuci kedua tangan dan menyikat gigi di kamar mandi dan buru-buru masuk kedalam kamar, ia menatap foto pernikahannya dan istri serta foto kedua bayinya yang tergantung di dinding kamar nan luas itu, lalu tersenyum dan kembali mendekati sang istri yang telah tertidur pulas itu. segera dinaikkannya selimut besar itu sebatas dada istrinya. Dan setelah itu tak lupa juga menghampiri kedua bayinya dan marapikan selimut mereka yang agak tercecer akibat gerakan tubuh mereka mungkin pada saat tidur, Siwon membuka lemari pakaiannya dan mengambil baju tidur, lagi-lagi ia dibuat terharu melihat pakaian kampusnya yang telah disiapkan Yoona. Akhirnya Siwon pun naik kembali ke tempat tidur dan menyelinap masuk ke dalam selimut besar yang duluan dipakai Yoona tadi, dan setelah itu ia membalikkan tubuh Yoona dan mengecup bibir istrinya itu sekilas serta memeluknya erat kedalam dekapannya seakan tak mau kehilangan istri tercinta. Dan mereka pun tertidur damai dan sepertinya sebentar nanti telah terbawa ke singgasana mimpi.

~~~

“Oppa.. ayo bangun! Yak! Cho Kyuhyun bangunlah…”, teriak Seohyun bergema diruang kamarnya ketika membangunkan pria berkulit putih susu itu. Orang yang dibangunkan pun tak menghiraukan malah semakin menaikkan selimutnya.

“Oh jadi benar kau tak mau bangun..”, ancam Seohyun dengan nada menakuti.

“Baiklah.. aku akan segera berangkat ke kantor sendiri saja dan…”, ucapan Seohyun terhenti ketika merasakan ponselnya bergetar dibalik bantal kepalanya. Segera ia raih ponsel berwarna putih itu dan segera menjawab panggilan teleponnya.

Yeobseo.. ye Siwon oppa..”, ternyata yang menelepon adalah Siwon.

Ye.. aku mengerti..”, jawab Seohyun dan segera mengakhiri proses teleponannya dengan suami dari sahabatnya sekaligus mantan dosennya semasa kuliah dulu.

Seohyun kaget terbelalak ketika melihat Kyuhyun yang sudah tak berada ditempat tidur. “Aishh.. kemana dia?” umpatnya sembari melangkah keluar kamar.

Ketika Seohyun ke dapur, betapa kegetnya dia mendapati suaminya yang telah menyiapkan sarapan pagi untuk keduanya. “Morning My Yeobo-ah..”, sapanya tersenyum dan segera menyeret Seohyun duduk di meja makan, setelah itu menuangkan segelas susu putih hangat didalam gelas istrinya dan menyodorkan beberapa lembar roti berselai cokelat kehadapan istrinya. Soehyun hanya terbengong melihat tingkah aneh suaminya itu.

“Yak! Oppa kau ini kenapa? Apa terjadi sesuatu?”, tanyanya masih tak percaya dengan sikap manis suaminya hari ini, karena tak biasanya Kyu bangun untuk menyiapkan sarapan, tapi dirinya. “Sudahlah yeobo-ah, makanlah.. mulai sekarang semua pekerjaan dapur setelah kita selesai pulang kantor biar aku saja yang menyelesaikannya ne..”, balas Kyuhyun semakin membuat Seohyun kacau.

“Yak! Kau belum menjawab pertanyaanku Cho Kyuhyun..”, cerocos Seohyun. Sedangkan si suami tercinta hanya tersenyum simpul.

“Ada yang ingin kutanyakan padamu..”, cetus Kyuhyun tiba-tiba, Seohyun masih memandang manik mata sang suami yang masih mengenakan pakaian tidur itu.

“Apa..?”, Tanya Seohyun singkat. “apa yang akan kau lakukan bila cintaku aku bagi kepada orang lain selainmu..?”, cakap Kyuhyun tanpa memandang wajah istrinya.

“Yak! Apa yang kau bicarakan? Maksudmu kau selingkuh dariku hah?”,ujar Seohyun dengan mata berkaca-kaca. “aku akan bunuh diri oppa..”, tambahnya seraya hendak berdiri meninggalkan ruang makannya.

“Tunggu!!”, Kyuhyun menahan lengan kiri Seohyun. “apa lagi?”, Tanya Seohyun sebal.

“Chukkae Nyonya Cho. Kau telah hamil 1 minggu, apa kau lupa siang kemarin saat kau pingsan dirumah sakit? Saat itu aku berbicara dengan dokter Song, dan ia katakan bahwa aku pingsan karena terlalu capek sebagai dampak orang yang telah berbadan dua, dan itu artinya kau telah mengandung 1 minggu..”, jelas Kyuhyun dengan nada bahagianya.

Seohyun pun menangis sudah mengeluarkan bebab air matanya yang tak bisa ia bendung lagi di kedua pelupuk matanya. “Jinjjayo oppa?”, tanyanya sembari memeluk tubuh suaminya.

“Ne.. yeobo, apa kau lupa perkataan Yoona waktu itu, jika kita sabar menanti hadirnya malaikat kecil kita maka yakinlah bahwa suatu saat nanti Tuhan akan memberikannya, jadi kesimpulannya Siyoon dan Wona akan segera punya dongsaeng..”. pungkas Kyuhyun mengeratkan pelukan istrinya.

“Gomawo oppa.. saranghae oppa..”, ucap Seohyun. “Nado my yeobo-ah..”, balas Kyuhyun.

“Oppa.. apa boleh aku meminta sesuatu..?”, Tanya Seohyun ketika mereka telah kembali ke kursi makan masing-masing.

“Apakah itu yeobo-ahh”, Tanya Kyuhyun penasaran.

“Bolehkah hari ini aku mengunjungi Yoona lagi? Aku kangen, sudah sebulan kita tak menjenguk si kembar, kemarin Yoong menelepon katanya si kembar sudah bisa jalan dan sudah mulai belajar berbicara, lagipula hari ini Yul, Fany dan Sica juga kerumah mereka bersama suami-suami mereka, jadi bagaimana kalau kita juga kesana, aku sudah kangen mereka, sekalian saja aka kuberitahu kabar gembira ini pada mereka..”, saran Seohyun sebelum meminum susu putih yang telah disediakan oleh suami tercinta.

“Ne… baiklah tuan putri. Pangeran siap mengantarmu kemana saja setelah kita pulang kerja nanti.”, angguk Kyuhyun dengan ciri khasnya hingga membuat yeoja bertampang polos itu tertawa lepas.

~~~

From: My Lovely Husband

aku akan segera pulang yeobo-ah, hari ini aku mengundang keluarga kita dan teman-temanmu ke rumah untuk membuat pesta kecil-kecilan, jadi aku akan meminta eommadeul untuk ke rumah membantumu menyiapkan makan malam ne.. Love You Honey’^_*))

Yoona tersenyum geli usai membaca pesan singkat dari suaminya itu, segera ia balas sms itu.

To: My Lovely Husband

De My King… Love You too Honey’*_^((

 

Yoona kembali menyuapi kedua bayinya yang sedang mengunyah bubur pisang buatannya, ia tersenyum melihat kedua anaknya sedang tertawa ria dihadapannya sembari seolah memamerkan deretan gigi seri mungil mereka yang baru mulai tumbuh itu, walau gigi mereka baru tumbuh dua biji, namun hal itu sangat membuat Yoona bahagia.

“Makanlah sayang, setelah ini dandan yang ganteng dan cantik ne.. sebentar Harabeojideul, Halmonideul, Ahjussideul dan ahjummadeul kesini.. jadi kalian jangan rewel ne chagi..”, Yoona menasehati kedua malaikat kecilnya yang selalu membuatnya tersenyum sepanjang hari.

“Ayo.. minum airnya sayangku..”, Yoona segera membantu kedua bayinya meneguk air putih hangat yang tadinya ia letakkan di meja makan si kembar. “Tadi appa telah memandikan kalian, namun ia lupa mendandani kalian, dasar menyebalkan..”, Yoona memanyunkan bibirnya seolah sekarang ini ia sedang berbicara dengan Siwon.

Tak selang berapa lama Ny. Im dan Ny. Choi pun datang sambil bergandengan tangan ketika memasuki rumah anak-anak mereka, seulas senyum terpancar dari wajah anggun keduanya.

“Annyeong Yoongie, mana kedua cucu kami..”, sapa eommadeul ketika sampai ke rumah tamu.

Yoona pun menoleh kedepan dan mendapati kedua eommanya yang sedang senyum ceria ke arahnya yang masih sibuk merutinitas kedua anaknya makan. “Eommadeul.. selamat datang, Twins Choi, kajja.. turun dari kursi kalian memberi salam pada halmonideul kalian..”, tuntun Yoona berbicara pada kedua anaknya, dan mereka pun melangkahkan kedua kaki mungil mereka ke tempat duduk kedua halmoni mereka. “Aigoo… lihatlah mereka, sudah besar sekali, sudah bisa berbicara dan berjalan, semua ini pasti karena peranmu Yoong..”, puji kedua wanita paruh baya itu seraya membopong tubuh kedua cucu mereka ke pangkuan mereka.

Yoona bahagia mendengar pujian kedua eommanya. “Ne eommadeul, semua bukan hanya karena peranku saja, tapi Siwon oppa juga. Kami membagi tugas, jika Siwon oppa libur dan tak ada jadwal kampus, maka dia yang bertugas membuatkan si Twins makanan, memandikan mereka, mendandani dan tentu saja menemani mereka bermain sambil belajar..”, urai Yoona sembari membuatkan teh hangat buat eomma dan eomma mertuanya.

Ny. Im dan Ny. Choi yang mendengarkan penjelasan Yoona hanya mengangguk paham. “Akhirnya kehidupan kalian indah dan bahagia juga, apalagi setelah mereka lahir, eommadeul begitu bahagia Yoong..”, papar eommadeul seraya mengecup puncak kepala kedua cucu tercinta mereka yang sedang berceloteh tak jelas di pangkuan kedua nenek mereka. “Ne eomma, aku juga berterima kasih karena telah diberikan Siwon oppa, Siyoon dan Wona, aku seperti wanita yang paling beruntung di dunia ini..”, tambah Yoona.

“Oh iya eommadeul, kemana Appadeul, oppadeul, Fany, Sica, dan Yul..”, Yoona balik bertanya dengan nada penasaran. “Oh itu, mereka masih dikantor, sedikit lagi baru datang. Ya sudah, kau jaga mereka saja, biar kami berdua yang membuatkan makanan dan kuenya..”, cetus Ny. Choi dan mendapat persetujuan dari Ny. Im. “Ne eommadeul, untuk sementara aku mengajak mereka main dulu, setelah itu menidurkan mereka dan setelah mereka tidur aku akan segera turun membantu eommadeul…”, balas Yoona seraya mengajak kedua anaknya untuk berjalan ke arahnya.

“Ne Yoong, kalau kau lelah kau istirahat saja bersama mereka. Eomma dan eommamu tak apa-apa melakukannya sendiri..”, jelas sang eomma mertua.

Mendengar perkataan eomma dan eomma mertua, Yoona pun menggandeng seraya menuntun kedua tangan anaknya agar berjalan bersama dengannya menuju ruang main mereka, Siyoon disebelah kanannya dan Wona disebelah kiri. Yoona sangat bersyukur punya dua orang ibu yang sangat baik dan perhatian padanya. dan ia berjanji bahwa ia akan menerapkan sikap teladan kedua eommanya itu pada anak-anaknya kelak.

Tak selang berapa lama Tn. Choi, Tn. Im, Yesung-Yuri, Jessica-Donghae, Hangeng-Tiffany, Kyuhyun-Seohyun pun tiba dirumah YoonWon. Terlihat mereka sedang sibuk membawa banyak sekali barang berupa makanan kecil, minuman kaleng dan beberapa jenis makanan dan minuman lain yang akan mereka gunakan untuk pesta nanti malam. Di rumah YoonWon kini orang yang ditunggu hanyalah Siwon. Jessica-Donghae, Yuri-Yesung dan Tiffany-Hangeng menyapa eommadeul mereka dan setelah itu beranjak ke lantai dua mengikuti SeoKyu yang sudah melangkah duluan. Saat bertemu Yoona dan kedua anaknya mereka terlihat sangat gembira bisa bertemu lagi dengan sahabat tercinta mereka, bahkan setiap pasangan berebutan untuk menggendong twins Choi yang telah tidur, sampai-sampai mereka semua dimarahi oleh Yoona, tentu saja akibat perdebatan mereka akhirnya si twins yang tadinya telah tertidur lelap pun bangun kembali. Namun kedua bayi mungil itu tak menangis malah tertawa lucu hingga membuat sekelompok orang dewasa yang berada diantara mereka sangat terlihat gemas menatap mereka.

“Yak! Im Yoona, tolong berikan tips yang ampuh buat menjaga anak-anak..”, seru Yuri tiba-tiba. Pasangan yang lain serta Yoona yang mendengarnya pun menatapnya koor. “Jadi maksudmu kau sudah hamil Yul..?”, Tanya Yoona yang sedang memberikan mainan buat kedua anaknya yang saat ini telah terduduk di kereta bayi mereka.

Yuri tersenyum sesaat. “Tebak saja sendiri..”, jawabnya seraya melirik sang suami, Yesung. “ahahahaha…”, Yoona meledakkan tawa aligatornya. Semuanya pun mengikuti Yoona tertawa.

“Apa maksudmu chagi-ya..??”, Tanya Yesung sambil mengelus lembut pipi kanan Yuri. “Sebenarnya aku telah hamil oppa, apa kau lupa kemarin aku baru saja diperiksa oleh dokter Song, dokter yang dulu pernah menangani Yoong juga..”, tanggapnya seraya memamerkan sikap manjanya kepada sang suami.

“Jinjjayoo..?”, mata Yesung berbinar-binar ketika mendengar ucapan istrinya tadi. “Ye oppaa..”, jawab Yuri dengan segenap keseriusannya dan seketika bediri mencium kedua keponakannya satu-persatu. “Gomawo yeobo-ah..”, puji Yesung dengan ekspresi bahagianya.

“Chukkae Yul, Yesung hyung, aku tak menyangka tak berapa lama lagi Siyoon dan Wona punya dongsaeng baru..”, seru Siwon yang baru sampai didepan pintu. Mereka semua kaget dengan kedatangannya. “Yak! Oppa, ternyata kau sudah dari tadi berdiri disitu..”, kata Yoona lalu menghampiri suaminya. Yang lain pun hanya tertawa pelan melihat adegan mesraan yang dipertontonkan oleh YoonWon dan Yulsung.

Mereka semua bercerita banyak mengenai kehidupan rumah tangga mereka, sampai keasyikan mereka lupa bahwa mereka masih ada tugas yang belum diselesaikan, apalagi kalau bukan membantu Ny. Im dan ny. Choi yang masih sibuk didapur bawah ditemani tn. Choi dan tn. Im yang sedang berbincang diruang tamu.

“Ekhmm.. sebenarnya ada yang ingin kami katakan juga pada kalian..”, ucap Kyuhyun sambil memegang tangan Seohyun. “Ada apa Seo, Kyu..?”, Tanya Jessica penasaran. SeoKyu masih memikirkan kata-kata selanjutnya. “Yak! Cho Kyuhyun dan Seo Joohyun, cepatlah..”, tuntut Tiffany tak sabar.

Akhirnya Seohyun pun memberanikan diri untuk bertutur. “Ani.. begini, sebenarnya.. sebenarnya..”, “Sebenarnya istriku yang paling polos dan lucu ini juga bernasib sama dengan Yul, mereka berdua sama-sama hamil..”, Kyuhyun pun melanjutkan ucapan sang istri yang tadinya terputus.

“Hahahaha..”, lagi-lagi mereka semua tertawa menanggapinya. “Aigooo, Seo, Kyu.. selamat kalau begitu, semoga kehamilanmu lancar sampai pada waktunya..”, ucap Yoona yang sedang bersandar dipundak Siwon.

“Ye.. gomawo Yoongie, tapi aku khawatir tak bisa bertemu kedua anakmu nanti jika usia kehamilanku sudah tua..”, Seohyun sedih. “Yak! Apa yang kau katakan. Mereka sudah besar, jadi tak masalah, lagipula masih ada aku dan Siwon oppa yang menjaga mereka..”, bujuk Yoona sembari memeluk Seohyun. Seohyun pun mengangguk mengerti.

Sekarang giliran HaeSica couple dan HanFany couple yang akan diintrogasi. “Yak! Kenapa kalian semua memandangi kami seperti itu.??”, Tanya Tiffany yang risih ditatap oleh YoonWon, YulSung dan SeoKyu.

“Ekhhmmm… waeyo..?”, lanjut Hangeng bertanya. “Hyung, kapan kalian punya kabar gembira juga pada kami…?”, akhirnya Siwon pun membuka mulut. Tiffany mencubit lengan Hangeng.

“Oh.. itu, masih dalam proses..”, jawab Hangeng cepat diikuti Fany dengan anggukan kepala.

“Oh begitukah..”, tambah Yoona dengan tatapan jahilnya. HanFany couple makin tak bisa berkata apa-apa.

Akhirnya Siwon pun mendekati HanFany. “Sudahla Hyung, Fany. Sabar saja, kalian pasti diberikan anak secepatnya. Yakinlah..”, nasehat Siwon dengan bijaknya.

“Sekarang giliran kalian..”, sindir Yoona sambil menunjuk HaeSica yang masih sibuk bermain dengan twins Choi. “Yak! Nenek Rusa. Apa maksudmu..?”, Tanya Donghae sebal pada adik yeojanya itu.

“jangan pura-pura tidak tahu oppa, cepat berikan aku keponakan. Dan kau Jessica, jangan membuat oppaku menunggu terlalu lama..”, Yoona makin menyindir HaeSica.

“Ne… Im Yoona, kau tenang saja, kami pasti punya anak secepatnya..”, ujar Donghae seyakin-yakinnya. Jessica juga mengikuti kata-katanya karena jujur tak ada kata-kata lain lagi yang akan mereka utarakan buat pasangan YoonWon, SeoKyu, YulSung dan HanFany.

“Baiklah, baiklah.. kami menyerah. Kali ini kau menang Im Yoona, awas kau..!!”, ancam Donghae demi menghilangkan kekikukannya.

“Dasar.. Im Choding menyebalkan!!”, kesal Jessica menjulurkan lidahnya dihadapan sahabat sekaligus adik iparnya itu.

“Ayo keponakan twinsku, dengan Hae ahjussi dan Sica ahjumma ke bawah saja menemani halmonideul didapur, jika kalian berdua terus disini bersama orang tua kalian dan para ahjumma dan ahjussi ini kalian berdua bisa ketularan keusilan dan kejahilan mereka..”, sindir HaeSica dan tanpa menunggu lama menggendong tubuh mungil si kembar keluar dari taman bermain mereka tanpa meminta izin dari kedua orang tua mereka dan yang lainnya.

“Hehehehehe……”, lagi-lagi YoonWon tertawa meledek mereka berdua.

~~~

Waktu pesta keluarga Im dan Choi pun tiba sudah. Si waktu telah menunjukkan pukul 8 malam waktu Korea selatan. Kedua bayi mungil yang digendong oleh paman dan bibi mereka Yesung dan Yuri telah mengenakan hanbook ukuran mini yang sesuai dengan postur tubuh mungil keduanya. Sementara eomma dan appa mereka telah siap dengan dress cantik dan kemeja plus celana seragam juga sudah terbaluti sempurna ditubuh kedua orang tua mereka. Malam ini mereka mengadakan pesta kecil di rumah YoonWon. Katanya, pesta ini merupakan ajang berkumpulnya keluarga mereka mengingat semuanya sibuk dengan rutinitas masing-masing jadi mereka berinisiatif untuk mengadakan pesta kekeluargaan ini.

Alunan musik klasik yang diciptakan oleh Seohyun dari balik badan piano dihadapannya disertai dengan suara merdu lagu ballad romantis yang dibawakan oleh sang Suami Kyuhyun pun bergema dengan indahnya diruangan keluarga YoonWon yang super megah itu. Terlihat Siwon kini telah berjongkok dihadapan Yoona, mengulurkan tangannya dengan isyarat agar sang bidadari tercinta mau memenuhi pintaannya untuk berdansa malam ini, dengan senang hati serta senyuman manis yang timbul dari wajah cantik nan ayunya pun menyetujui pintaan sang pangeran hati.

Kedua anak mereka yang masih ditimang oleh pasangan YulSung pun hanya terdiam mengerti seakan memberikan kesempatan untuk kedua orang tua mereka melakukan prosesi keromantisan mereka malam ini. Sementara pasangan yang lain serta kedua orang tua YoonWon pun hanya tersenyum seraya bertepuk tangan riang melihat adegan dansa romantis yang baru saja diperagakan oleh mereka.

“Kami harap kalian berdua bahagia bersama anak-anak kalian selamanya..”, ujar Tn. Choi. “Ne Wonnie, Yoongie.. ingat harus saling percaya. Kalian berdua masih sangat muda, jadi jangan sampai tergoda dengan hal-hal lain diluar sana..”. tambah Tn. Im.

“bukan hanya kalian saja, tapi Donghae-Jessica, Yuri-Yesung, Hangeng-Tiffany dan Kyuhyun-Seohyun juga. Kalian harus saling menyayangi, ingat jangan percaya siapapun kecuali istri dan suami kalian sendiri..”, Ny. Choi dan Ny Im pun turut menasehati anak-anak mereka.

Seohyun dan Kyuhyun yang mendengarnya pun sontak menangis seketika. Mungkin karena saking terharu dengan nasehat dari keempat orang paruh baya itu.

“Seo, Kyu..kenapa kalian menangis nak..?”, Tanya Ny. Im lembut.

Mereka berdua pun menjelaskan kalau mereka terharu karena mengingat mereka berdua sama-sama yatim piatu dan hanya tinggal bersama paman dan bibi masing-masing dulu ketika masih kuliah, jadi seperti merasakan sentuhan kasih-sayang dari eomma dan appa teman mereka sekarang ini layaknya orang tua sendiri. Akhirnya yang lainnya juga ikut menangis mendengar penjelasan SeoKyu couple.

“Sudahlah nak.. jangan menangis, masih ada kami semua yang akan selalu ada buat kalian..”, bujuk Tn. Choi mewakili yang lainnya. “Yee.. kamsahamnida Ahjussi, dan ahjumma…”, balas Seohyun sopan dan seketika berhambur ke pelukan dua wanita paruh baya yang duduk berdampingan itu.

YoonWon dan couple lainnya juga ikut terharu. Mereka bersyukur punya keluarga yang sangat sempurna.

“Eoo mm mmaaa”

“App…ppp aaaa”

Seruan Siyoon dan Wona pun mengakhiri drama sedih mereka semua. Kegemasan kembali muncul ketika melihat mereka yang sekarang ini telah digendong oleh kedua Harabeoji mereka.

Acara selanjutnya yaitu acara makan-makan. Keluarga YoonWon pun asyik bercerita ria, ada yang bercanda maupun berbicara dengan seriusnya.

“Wonnie.. lebih baik kau pindah saja ke kantor..”, papar Tn. Choi yang masih menggendong si bayi Wona. Siwon menoleh kesamping ayahnya. “Appa.. dengarkan aku., aku tak berminat dibidang bisnis, aku lebih menikmati pekerjaanku sebagai dosen saja, lagipula kan masih ada Han hyung kan..?”. balas Siwon dengan tutur kata santunnya. Yoona yang mendengarnya hanya diam. tn Choi hanya menghela nafas pasrah. “Geureo.. jika itu kehendakmu maka appa tak bisa mengungkitanya lagi, pintu perusahaan selalu terbuka lebar buatmu. Jadi jika kau berubah pikiran maka kau kembali saja ke perusahaan..”, balas Tn. Choi.

“Yee appa..”, jawab Siwon sambil menunduk.

Dan acara pesta kembali dilanjutkan oleh keluarga Choi dan Im.

~~~

Yeoja itu tersenyum rekah, dicerminnya tubuhnya memeriksa mode pakaian dan rambutnya.

“Sudah cantik..”

“Hari ini aku pertama kali bekerja, jam 8 pagi ini waktu mengajar perdanaku dikelas kedokteran semester VB, oh Tuhan.. hari ini juga hari pertamaku bertemu dengan pangeran Choi pujaanku..”, hiatusnya namun sesaat tersenyum kembali.

“Semoga saja dia belum menikah.. jika belum menikah maka semoga saja dia bisa jatuh cinta padaku. Kulihat dia penyayang dan sangat sabar, tidak seperti mantan-mantanku dulu..”

Setelah berbacot sendiri dikamarnya, ia segera bergegas ke dapur apartementnya dan mengambil sarapan pagi didalam kulkas dan segera dilahapnya. Setelah itu menyambar kunci mobilnya, mengunci kode pintu apartementnya dan segera bergegas ke parkiran mobil.

Dalam perjalanan ke kampus ia tak henti-hentinya memamerkan senyum manisnya. Hanya sekitar 15 menit, mobil BMW merah tua itu berhenti sudah dihalaman parkir kampus Chung Ahn University. Segera ia turun dari dalam mobil dan menyapa semua orang baik mahasiswa maupun para dosen universitas temahal di Seoul itu. Ia langsung mencari posisi ruangan kelas VB fakultas kedokteran.

Semua mahasiswa didalam kelas yang melihatnya pun kaget dengan kedatangannya. Mungkin karena baru melihat wajah asingnya? Atau mungkin karena dirinya terlalu cantik?. Mereka semua memberi salam kepada dosen baru itu.

“Perkenalkan nama saya Yoon Eunhye, umurku 28 tahun. Lulusan Cambridge University, Inggris. Aku harap kita bisa berteman dan saling menyukai satu-sama lain..”, sapanya menjelaskan identitas diri panjang lebar.

Mereka pun membalasnya dan tanpa menunggu lama Eunhye pun memulai materi kuliahnya hari ini. Ia sangat bersemangat hari ini, mungkin karena hari perdananya menjadi dosen ataukah ingin segera bertemu dengan namja pujaannya Choi Siwon. Lama mengajarkan materi kuliah hari ini akhirnya ia pun mengakhirirnya, dan para mahasiswa pun meninggalkan ruang kuliah. Matanya tertuju pada seorang mahasiswi

“Ahh… Baejin, kemari sebentar..”, pintanya pada seorang mahasiswi bernama Baejin itu.

“Ne.. aku.. ye, Dosen Yoon..”, angguknya. “Ah.. apakah kau mengenal Dosen Choi Siwon..?”, Tanya Eunhye tak sabar mendengar jawaban yeoja itu.

“Oh.. Dosen Choi si tampan itu, tentu saja kenal, siapa yang tak mengenalnya. Sudah tampan, baik, berkharisma, dan senyumannya bikin meleleh..”, jelas Baejin panjang lebar. Eunhye makin mengembangkan senyumannya kala mendengar penjelasan Baejin.

“Memangnya kenapa Dosen Yoon? Apakah kau jatuh hati juga padanya? kalau kau jatuh hati padanya sebaiknya menyerah saja..”, lanjut Baejin. Eunhye kaget mendengar kalimat kedua Baejin.

“Apa maksudmu Jung Baejin..?”, Eunhye bingung.

“Begini Dosen Yoon. Dosen Choi itu telah menikah 2 tahun lalu dengan Sunbae kami namanya Im Yoona, ia sangat cantik, mereka sudah dikaruniai dua orang anak kembar, jadi kami hanya bisa menjadi pengagum rahasianya. Dosen Choi sangat mencintai Yoona Sunbae, mereka benar-benar pasangan yang serasi, yang satu ganteng dan yang satu cantik. Apalagi kedua anaknya…”, ungkap Baejin panjang lebar dan segera meminta izin keluar meninggalkan Eunhye yang masih mematung jengkel mendengar ucapan salah satu mahasiswinya itu.

“Mwooyaa..?”

“Si tampan telah menikah? Punya istri yang cantik dan lulusan dari kampus ini juga? Punya anak kembar dan telah menikah dua tahun lalu..? arrrgghhh!!!!”, Eunhye tak bisa menerima kenyataan pahit ini. Ternyata selama ini dugaannya salah, bahkan sangat salah. Ia makin jengkel sampai-sampai memukul meja dihadapannya jengkel demi meluapkan emosinya.

“Aniyoo.. semua ini tak boleh terjadi padaku. Walaupun aku tak mengenal Dosen Choi, namun ia harus bertanggung jawab telah membuatku jatuh hati padanya. aku tak peduli ia telah menikah atau sudah punya anak duapun aku tak peduli…”, keserakahan Eunhye dan misinya makin menjadi-jadi. Baginya yang terpenting sekarang adalah bagaimana merebut Siwon. Hanya itu yang harus ia pikirkan demi mendapatkan Siwon.

 

##T B C##

Hai para readersku sayang..:) gmana chapter 2nya? Belum menegangkan kan? Oh iya buat yang kemarin nanya kedua anak YoonWon itu yeoja semua or namja semua yah? perlu author jelasin skli lagi, anak YoonWon yang namja itu Siyoon, jangan fokus pada nama yah? Aktor Yoon Siyoon (Bread, Love and Dream) aja namanya Siyoon kan? Hehehe.. kalo Wona itu yeoja. Jadi baby twinsnya YoonWon itu beda jenis kelamin. Okey?. Jangan lupa RCL ye?? Min Gee Gomawo banget babeh.. udah mau publish ffnya eonnie..^^J, Sampai jumpa in next chapter “We are Family” yang sangat menegangkan dan membangkitkan emosi kita!!:D, SalamUnited^^J

 

Iklan
Tinggalkan komentar

127 Komentar

  1. Anggun Yoonaddict SY

     /  Juli 29, 2014

    Kenapa sih yoon ehyun muncul, hah nyebelin

    Balas
  2. Hulda Audry

     /  Januari 6, 2015

    Ihhh emang lo siapa??? Siwon punya yoona dan choi twins…..next

    Balas
  3. Choi Han Ki

     /  Januari 22, 2015

    Wah eun hye ambisius banget ya mau milikin siwon… Walaupun dah di kasih tau kalo wonpa udah nikah tetep nekad

    Balas
  4. Lulu

     /  Februari 1, 2015

    Eunhye bikin kesel -.-

    Balas
  5. dedewjasmin

     /  Februari 7, 2015

    Bahagia bngt lihatnya…tp sepertinya akan ada pengacau nih…semoga dia tidak mengacau keluarga yoonwon….dsinih siwon agresip bngt yah???

    Balas
  6. Riri

     /  April 20, 2015

    Pengacau udah molai dateng .. gdjob Thor .. 🙂

    Balas
  7. melani

     /  Agustus 13, 2016

    Ternyata yeoja itu yoon eun hye.. kenapa setelah dia tau siwon udah nikah n punya anak dia tetep aja pengen sama siwon..

    Balas

United, Leave a Coment Here

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: