[FF] Between My Dream and My Love (Chapter 6)

Tittle: Between My Dream and My Love (Chapter 6)

Type: Chapter / Part

Genre: Romance, Music, Sad, Comedy

Rating: General

Author: Choi Mutie OeziL (Twitter acc: @Muthy92Mutii)

Main Cast:

* Choi Siwon (Super Junior)

* Im YoonA (Girl’s Generation)

Other Cast:

* Super Generation Members

* Jang Geun Suk (Love Rain & You’re Beautiful), Etc

~~~

Author Notes: Annyeong yeoreobun-ahh.. kembali lagi dengan FF yang suka banget membuat all readers galau,, hehehe..:D. Sebelumnya Gomawo buat yang udah comment di chapter sebelumnya^^, jangan lupa RCLnya di chapter 6 ini yeh?? HAPPY READING…^^J

 

~~~

Siang ini Keluarga Im telah menunggu jam keberangkatan mereka di Ruang tunggu Zuricshe Internationalisch Airport, Switzerland (Bandara Internasional Zurich, Swiss). Tiga puluh menit lagi pesawat Swiss AirLines Tujuan Swiss menuju Incheon, Korea Selatan akan mengudara. Terlihat banyak calon penumpang pesawat udara sedang sibuk dengan kegiatan masing-masing. Ada yang bermain laptop, i-pad, i-phone maupun bercengkrama dengan kerabat masing-masing. Namun hal itu tidak berlaku bagi gadis cantik yang memakai blazzer cokelat dan jeans hitam panjang disertai kacamata hitam dan berambut agak kepirang-pirangan yang saat ini telah duduk disamping adiknya yang juga memakai setelan blazzer yang sama dengannya.

Matanya masih terlihat lebam, namun ia tak henti-hentinya untuk mencoba bersikap semanis mungkin dihadapan keluarganya dan calon tunangannya. Tak ada yang tahu mengenai kabut tebal yang menyelimuti langit hatinya. Hanya dirinyalah dan Tuhan yang tahu.

Adiknya mencoba mengajaknya bicara, karena sejak tadi ia melihat wajah eonnienya itu seperti orang bodoh. “Eonnie…”, serunya. Yoona langsung menoleh kesamping dan ikut membalas seruan adiknya itu dengan seulas senyum. “Waeyo Seoo??”, tanyanya mengerutkan dahinya.

“sebentar lagi kita sudah sampai di Korea, huh.. senangnya eonn..”. katanya mencoba membuka topik pembicaraan dengan sang eonnie. Sementara disamping mereka terdapat eomma, appa dan seorang namja tinggi nan tampan yang masih sibuk dengan pikiran masing-masing.

“hmmm.. eonnie juga kangen sekali dengan rumah..”, angguk Yoona. “Lalu bagaimana dengan Siwon oppa..?”, lanjut Seohyun pura-pura ceplos bicara. Seketika Yoona pun kaget mendengar nama sang pujaan hati.

“Yak! Im Seohyun, tolong jangan ungkit namja itu lagi..”, ketus Yoona walau jauh dilubuk hatinya yang paling dalam ia begitu merindukan namja itu. Sudah 2 tahun 3 bulan mereka berpisah, dan tentu saja banyak sekali hal yang tak mereka lalui bersama. Yoona hijrah ke Swiss, dan Siwon mengikuti Wajib Militer.

Seohyun pun tak membicarakan tentang Siwon lagi. Baginya hal itu hanya akan menambah kepiluan hati sang kakak semata. “Arrayoo.. mian eonnie, aku janji tak akan mengungkitnya lagi..”, tambah Seohyun sembari berbicara mengenai teman-temannya di Swiss kepada Yoona.

Yoona pun dibuat tertawa geli mendengar ucapan Seohyun yang katanya selama di Swiss telah ditaksir oleh banyak namja bule, namun ia tak menerima satupun cinta para namja itu. Baginya karier lebih penting. Ia baru saja lulus Kuliah dari University Of Berness. Dan mendapat predikat IP 3, 90 dalam jurusan Manajemen Bisnis dan Keuangan.

Setelah mendengar perintah dari pihak bandara untuk segera masuk ke pesawat udara, keluarga Im pun bergegas melangkah ke dalam pesawat. Dan mereka pun disambut ceria oleh para pramugari dalam pesawat itu. Mereka mengambil tempat duduk sesuai dengan nomot urut ticket yang telah mereka booking sebelumnya ketika masih di Bern.

Yoona duduk berdampingan dengan Geunsuk, sedangkan adik, eomma dan appanya duduk bertiga tepat dihadapan kursi duduknya dan Geunsuk.

“Ekhhmm.. kau senang kembali ke Korea lagi..”, ujar Geunsuk sambil merangkul pundak Yoona. Sesaat perasaan risih pun kembali menghantuinya. “De.. tentu saja, siapa juga yang tak senang pulang jika pulang ke tanah air tercinta..”, jawab Yoona seperti sebuah ketusan halus.

Geunsuk mengangguk paham, namun ia merasa jawaban Yoona membuatnya sedih.

“Waeyo oppa..?”, Yoona bertanya kembali sembari menurunkan tangan kanan Geunsuk yang tadinya hinggap di pundaknya.

“Ahh..aniyoo, aku juga senang kembali ke Korea, supaya kita juga bisa secepatnya melangsungkan pertunangan ini, bukankah permintaanmu juga untuk melangsungkannya di Korea..??”, titah Geunsuk yang seketika membuat wajah riang Yoona tenggelam kembali. Tak ada kata yang keluar dari yeoja cantik itu dan hanya anggukan kepala sebagai isyaratnya.

Pesawat Swiss Airlines pun take off sudah dari Zurich Airport, dan semua orang dalam pesawat pun diam, tak ada satupun yang berbacot ataupun cerewet sekalipun, mengingat mereka harus melewati perjalanan udara selama kurang lebih 9 jam menuju negeri Gingseng itu.

Siwon oppa…’, batin Yoona yang masih menatap langit disampingnya.

~~~

“Ekkhhhmmmm…….”, Kyuhyun berdehem panjang ketika sampai dihadapan Siwon. “Ada apa..?”, Tanya Siwon tak bersemangat. “Kau ini kenapa hyung..? sudah seminggu lulus dari wamil, dapat predikat prajurit terbaik pula, namun seperti orang bodoh..”, cerocos Kyuhyun mengomeli Hyung kesayangannya.

“Yak! Kau kenapa berkata seperti itu, aku hanya kangen dengan teman-temanku sewaktu wamil..”, jawab Siwon sambil mengotak-atik i-padnya. “Im Yoona..”, seru Kyuhyun. Siwon terlonjak kaget mendengar nama itu, nama yang selalu ia nanti dan ia tunggu. Namun sayang takdir berkata lain, realitanya sang pemilik nama tak pernah lagi muncul dihadapannya. Air matanya kembali jatuh dilantai Dorm mereka yang baru mereka tempati itu, tidak seperti di dorm lama, di dorm baru rommatenya adalah Maknae Kyu.

“Hyung, jangan membuatku bingung hyung, please?”, pinta Kyuhyun yang sepertinya khawatir dengan sikap Siwon akhir-akhir ini. “apa dia akan kembali..?”, Siwon bertanya dengan sedihnya.

“Hyung…”, lirih Kyuhyun pasrah, jika saja ia tahu nomor telepon Yoona maka ia akan memberitahu Yoona tentang keadaan Siwon sekarang ini. Jika tidak seperti itu teman-teman dekatnya mungkin, namun sama saja mereka tak pernah bertemu dengan teman-teman Yoona lagi semenjak Yoona ke Swiss, terakhir kali mereka bertemu pada saat prosesi pemakaman mendiang oppa Yoona.

“Sudahlah.. aku jangan memikirkannya. Aku ini kuat! Aku yakin Yoona akan kembali lagi padaku, aku ingin menggendongnya, membuatnya tersenyum, memeluknya dan menciumnya lagi seperti dulu..”, entah apa yang telah merasuki akal dan hati Siwon hingga ia mampu melontarkan kata seperti itu ke maknaenya.

Aktifitas curhat mereka pun jeda sesaat setelah kedatangan Eunhyuk yang menyuruh mereka untuk segera turun ke ruang makan. “Cepatlah turun. Kami semua menunggu kalian..”, papar Eunhyuk dan kemudian berlalu. “Kajja hyung..”, ajak Kyu merangkul pundak hyungnya. “Okey..”, semangat Siwon kembali berkobar.

WonKyu sampai sudah di meja makan. Disana telah duduk member The Boys yang lain yakni Leeteuk, Heechul, Yesung, Eunhyuk dan Donghae. Mereka semua menyambut kedatangan WonKyu dengan senyum manis. “Wonnie,, sini duduk disampingku..”, ajak Heechul seraya mempersilahkan Siwon duduk di sampingnya. Siwon pun mengikuti ajakan Heechul.

“Jadi begini, kita semua telah usai Wamil, hanya maknae saja yang belum..”, kata Leeteuk yang masih fokus meniup tehnya yang masih panas. “Ne Teukkie Hyung, aku tahu..”, balas Kyuhyun sebal dengan sindiran hyung tertuanya.

“Jangan takut, kau pasti bisa melakukannya dengan baik, semua member The Boys itu hebat..”, Heechul meyakinkan Kyu dengan kalimatnya. Kyu hanya mengangguk sebagai setuju.

“Yah sudah, cepatlah makan, setelah itu kita latihan lagi, arasseo?!.”, komando Teukkie Hyung yang telah habis menyantap sarapan paginya. “Siapp boosss!!”, koor mereka semua, kecuali Siwon yang terlihat masih memikirkan sesuatu. Donghae hanya menatapnya curiga.

“Siwonniee…”, panggil Donghae. Kali ini Siwon tak menoleh padanya malah langsung berdiri dari meja makan. “Yak! Mau kemana kau Choi Siwon..”, teriak Yesung hingga membuat Eunhyuk disampingnya menutup kedua gendang telinganya.

“Aduh.. telingaku nanti tuli hyung..”, protes Eunhyuk sebal dengan sikap Yesung barusan.

“Dasar anehh!!”, cibir Heechul. “Sudahlah, biarkan dia seperti itu..”, usul Donghae yang sepertinya bisa membaca sikap Siwon tadi. “Aku akan mengikutinya, kalian tenang saja..”, ucap Donghae sambil berlari menyusul Siwon yang sepertinya telah keluar dari kawasan Dorm. Donghae melihat Siwon yang telah berlalu dengan mobil pribadinya. Ia segera mengikutinya. Dengan kecepatan diatas diatas rata-rata.

~~~

 

Sementara dalam perjalanan Siwon masih tetap fokus pada jalanan dihadapannya. Ternyata ia memacu lajuan mobilnya ke kawasan tempat tinggal penduduk di kompleks perumahan elit Gongchae. Tak jauh dari situ, Donghae juga telah memakirkan mobilnya, namun ia hanya duduk didalam mobil. Ia terus menelusuri setiap gerak-gerik Siwon dan betapa kagetnya dia melihat Siwon yang sedang memasuki taman depan rumah Yoona yang serba hijau itu.

Siwon disambut oleh satpam Yoona dengan ramah, Siwon juga tak kalah membalasnya seramah pula. “Annyeong paman Jung, masih ingat aku..”, sapa Siwon pada satpam berambut plontos itu. Ia terlihat mengingat-ngingat wajah Siwon dan ia pun memeluk namja pemilik lesung pipit itu.

“ada apa kemari Siwon-ssi.??.”, Tanya paman Jung sambil mengajak Siwon masuk ke rumah Yoona yang masih tertata rapi itu. Siwon hanya menjawab kalau ia hanya ingin mengembalikan diary dan gantungan ponsel Yoona yang ditinggalinya dulu. Dan paman Jung pun mengerti dengan maksud kedatangannya.

Siwon masih menelusuri setiap lekukan rumah mewah itu, ternyata ia baru sadar kalau Yoona adalah orang kaya, bahkan sama dengannya. Ia makin yakin kalau Yoona dulu menyamar bukan karena uang, namun karena cinta Yoona padanya. ia juga terharu memandang foto keluarga Yoona yang sepertinya telah dibuat beberapa tahun lalu, di foto itu juga Yoona dan Seohyun masih memakai seragam SMU, sementara oppanya Im Hyunjoong yang telah wafat masih memakai pakaian almamater kampus Universitas Nasional Seoul.

“Eumm, paman.. apa boleh aku bertanya seuatu..??”, Tanya Siwon hati-hati. “Ne, Tanya saja..”, setuju paman Jung.

“Kapan Yoona, paman, bibi dan Seohyun kembali..?”, tanyanya to the point. Paman Jung tertawa mendengarnya. “Apakah kau belum tahu? Hari ini Nona kecil Yoona,Nona kecil Seohyun dan Tuan-Nyonya kembali dari Swiss…”, jelas paman Jung.

Deg…. Deg!!! Jantung Siwon berdetak kembali mendengarnya sampai-sampai ia mencubit kulit telapak tangannya agar memastikan kalau yang ia dengar bukan buaian mimpi semata, melainkan kenyataan yang akan membuatnya bahagia.

“Jinjjayoo..??”, Tanyanya lagi memastikan. Dan paman Jung hanya mengangguk yakin.

“Sebentar nanti Mereka tiba di Bandara dan mungkin beberapa jam lagi akan sampai kemari, sopir Kim telah menjemput mereka”, tambah paman Jung. “Baiklah.. kalau begitu aku tunggu saja, sekalian aku kembalikan ini padanya..”, kata Siwon sembari menunjuk diary dan Gantungan ponsel lumba-lumba milik Yoona yang telah ia simpan dengan baik sejak dua tahun berlalu.

“Apa Siwon-ssi telah tahu tentang nona kecil Yoong juga..?”, ucap paman Jung. Siwon heran dengan ucapan pria 40-an tahun itu. “hmm.. apakah itu paman?”, tanyanya penasaran.

“Nona kecil Yoong akan bertunangan dengan namja pilihan orang tuanya..”, jelas paman Jung yang reflex membuat Siwon kaget bukan main. “Mwoo? Maksud paman dia akan bertunangan? Dengan siapakah itu..?”, Tanya Siwon dengan perasaannya yang mulai tak berdaya.

“Kalau tidak salah nama calon tunangannya itu Jang Geunsuk..!!”, jawab paman Jung.

Siwon tak mau mendengar hal selanjutnya lagi. Hanya air mata yang keluar membasahi kedua pipinya. Yah.. kenyataan pahit kembali dialaminya, bahkan ia  tinggalkan begitu saja kedua benda berharga milik Yoona itu diatas meja ruang tamu. Tak ada lagi yang bisa ia harapkan dan ia pertahankan dari seorang gadis yang begitu sangat dicintainya itu.

Apakah semua ini karma? Ataukah cobaan dahsyat yang menimpa kisah cintanya dengan Yoona?.

‘Kau jahat Im Yoona? Kenapa kau menghukumku dengan cara seperti ini? Wae? Kau yang membuka pintu cinta ini Yoona, dan kau sendirilah yang harus menutupnya kembali. Kau sendiri yang membakar api cinta ini dan kau sendirilah yang harus memadamkannya. Apakah kau masih marah padaku? Jika kau mau balas dendam maka tusuklah aku pakai belatimu, jangan pakai pisau cintamu yang sangat menembus semua daging hatiku ini, sakit sekali..’, batin seorang Choi Siwon menangis sudah. Ia pun segera meninggalkan rumah gadis tercintanya itu, tanpa pamit pun dari para penjaga rumah Yoona.

Donghae kaget dengan sikap Siwon yang keluar dengan perasaan menangis, bahkan teleponnya pun Siwon tak mengangkatnya sedikitpun.

“Kau kenapa Siwonnie..?”

“jika kau seperti ini terus bagaimana kau bisa mendapatkan Yoona?, berjuanglah.. dia pasti kembali padamu..”, gumam Donghae yang terkesan telah merelakan Yoona untuk sahabatnya.

Siwon kembali melajukan Mobilnya sekencang-kencangnya. Tak peduli dengan himbauan dijalanan yang mengatur agar para pengguna lalu lintas tak boleh mengebut seperti yang ia lakukan sekarang ini. Ponselnya terus bergetar menandakan banyak sekali panggilan tak terjawab dan banyak sms yang masih ia hiraukan. Tak satupun yang ia balas ataupun segera mengangkat telepon itu.

“Yak! kau dimana?”, dari Eunhyuk.

“Hei! Kembalilah Choi Siwon, kita ada latihan di gedung TOP..”,dari Leeteuk.

“Cepat balik..”, dari Yesung.

“Yak! Choi Siwon…!!”,dari Heechul.

“Apa sesuatu terjadi padamu hyung.?”, dari Kyuhyun.

“Oppa, kau dimana kenapa tak angkat teleponku..?”,dari Jiwon

“Wonnie, selesai Konser ke rumah dulu, ada hal penting yang ingin eomma dan appa bicarakan denganmu..”, dari Appa.

“Kalau kau terlambat bagaimana kita mau mengatur formasi dance yang bagus..”, dari Leeteuk.

Itulah sekian banyak pesan singkat yang masuk dilayar ponselnya, sayangnya tak satupun yang ia balas. Pokoknya sekarang ini pikiran Siwon bercampur jadi satu. Antara bahagia karena Yoona telah kembali ke Korea, Sedih mendengar berita tunangan Yoona, patah hati, maupun sms dari teman-teman segroup dan keluarganya yang sangat mengkhawatirkannya.

Rupanya sekarang ini ia telah mengistirahatkan mobilnya di tepian pantai. Siwon sangat menyukai pantai, karena hanya dengan dipantai hatinya bisa tenang menikmati pecahan dan gulungan ombak maupun banyak memori indahnya dulu dengan Yoona juga terjadi di Pantai.

Aku membencimu Yoong..”,

“Kenapa kau lakukan ini padaku..”

“Bukankah semua yang kau lakukan dulu hanya untukku..”,

“Kau bilang hanya aku yang bisa meluluhkan hatimu dan membuatmu tersenyum..”

“Tapi kenapa endingnya seperti ini..”, “Tolong jelaskan padaku Yoong..”,

Siwon berbicara frustasi pada dirinya sendiri dibawah pohon kelapa di pantai Joongdao. Hanya lagu-lagu kenangannya dengan Yoona yang ia dengar serta suara terpaan angin yang sedikit membuat rasa kalutnya berkurang.

Sekarang ini yang ada dipikirannya hanya Yoona, Yoona dan sekali lagi Yoona. Segala hal tentang gadis itu terus mondar-mandir diotaknya. Senyumnya, tawanya, tangisannya, marahnya dan sebagainya. Tak satupun yang bisa Siwon hapus tentang sosok gadis itu dari naluri hatinya.

Hari semakin senja, namun ia masih tak mau beranjak dari tepian pantai. Bahkan ia berbaring diatas gundukan pasir putih itu.

Siwon oppa..”

“Siwon Hyung..”, kedua kalimat itu merupakan ciri khas seorang Yoona ketika memanggil namanya. Yang satunya ketika jadi ImYoonwon dan satunya lagi ketika jadi Im Yoona.

Yang menjadi impian Siwon ketika kembali dari Wamil hanya satu, yakni bertemu dengan Yoona dan disaat mereka bertemu Siwon berharap Yoona mau memeluknya dan mereka sama-sama melepaskan masa kerinduan mereka, tapi sayang dibalik sayang semua itu hanya mimpi dan khayalan semata. Yoona bukan yang dulu lagi, dia telah mempunyai seseorang yang nantinya hidup bersama dengannya dan akan diikatkan oleh ikatan yang sangat sakral yakni pernikahan. Kesimpulannya semua itu sangat menyakitkan bagi namja tampan itu, Siwon.

~~~

Yoona dan keluarga besarnya telah tiba dirumah, tadi Di Bandara Incheon macet dan beberapa insiden terjadi, jadi mereka sampai di rumah jam 7 malam. Senyum mereka mengembang dengan sendirinya saat masuk ke istana mereka yang amat mereka rindukan setelah berpisah dengan rumah itu semenjak dua tahun lalu. Yoona dan Seohyun segera berlari memeluk semua penjaga rumah mereka yang sudah mereka anggap layaknya paman sendiri.

“Ahjussi.. aku merindukanmu..”, girang YoonSeo sembari memeluk satu-persatu ahjussideul mereka.

“Kami juga nona kecil..”, mereka pun sangat senang bisa serumah lagi dengan anak-anak majikan mereka. Maklum di rumah mereka dari koki sampai satpam semuanya laki-laki dan tak ada pelayan perempuan.

Dan kerinduan mereka sudah mereka lampiaskan dengan para penjaga rumah mereka. Baik Tn. Im dan Ny. Im maupun YoonSeo. Yoona berjalan menelusuri setiap inci rumahnya yang sangat ia rindukan ketika berada di Negara eropa barat itu, melihat semua kenangan mereka waktu mendiang oppanya masih hidup.

Oppa.. kami telah kembali. Aku, Seo, Appa dan Eomma…’, batin Yoona seraya memeluk bingkai foto Hyunjoong yang masih terpampang jelas diruang keluarganya.

Ketika kembali diruang tamu ia dibuat kaget dengan keberadaan dua benda yang sudah tak asing lagi baginya. Ia pun menghampiri paman Jung yang sedang membereskan barang-barang bawaan mereka yang masih tertinggal dibagasi. ia masih memegang kedua benda itu, gantungan ponsel dan buku diarynya.

“Paman..”, serunya. Sang paman pun menoleh kedepan. “siapa yang membawakan ini kemari, dan sejak kapan kedua benda ini disini..?”, Tanya Yoona tanpa basa-basi sembari menunjuk kedua barang miliknya itu dihadapan paman Jung.

Paman Jung menghentikan aktifitasnya dan segera mendekati Yoona. “Oh itu baru saja dibawa oleh temannya nona kecil waktu dulu di asrama The Boys..”, jawab paman Jung yang merasa aneh dengan tingkah Yoona sekarang ini. “Bagaimana ciri-cirinya dan siapa namanya.?”, Yoona balik bertanya.

“Dia tinggi, tampan, punya lesung pipit dan namanya kalau tidak salah Siwon..”, jelas paman Jung.

Deg…Deg..!! jantung Yoona seakan mau copot usai mendengar penjelasan pamannya itu, dan lagi-lagi air matanya jatuh hingga membuat paman Jung tambah bingung dengan sikapnya.

“Kemana dia paman..?”, Tanya Yoona yang nampaknya sudah menangis lebat. “Dia sudah pulang nona..”, paman Jung pun memeluk Yoona untuk menenangkannya.

“Kalau begitu aku pergi paman, kalau eomma dan appa bertanya jawab saja aku sedang ke rumah Taeyeon.. oke..?”, kata Yoona dan tanpa tunggu lama ia segera berlari meninggalkan kawasan rumahnya.

Saat ia mau keluar gerbang Geunsuk menghadangnya. “Yak! Kau kenapa?”, Tanya Geunsuk menahan lengan kiri Yoona. “Tolong lepaskan tanganku..”, pintanya lembut walau masih dalam keadaan terisak.

“Shireo.. tak bisa Im Yoona. Aku calon suamimu, jadi aku berhak tahu dimana kau pergi dan untuk apa..”, tantang Geunsuk dengan nada berteriak.

“Mwoo? Calon suami? Sejak kapan kita tunangan? Tunangan saja belum..”, balas Yoona mulai meninggikan volume suaranya. Dan Geunsuk pun diam sudah. “Tapi….”, “Tapi apa? apakah kau juga akan terus mengurusiku seperti ayahku..?”, sambung Yoona yang sudah tak tahan.

“Tapi ini sudah malam, kau mau kemana? Jika tadi di bandara tidak macet maka aku bisa membiarkanmu pergi jika kita sampai dirumah masih siang.”, tambah Geunsuk.

“Aku tak peduli, tolong kali ini biarkan aku pergi, aku selalu mengikuti kemauanmu dan appa. Jadi tolong sekali ini saja biarkan aku pergi..”, jawab Yoona mulai menangis kencang. Geunsuk pun menyerah dan mulai melepaskan tangan Yoona yang tadinya ia genggam.

Sedangkan Seohyun yang melihat pertengkaran eonnie dan calon oppa iparnya hanya tersenyum menang melihat eonnienya yang sudah mulai membantah keegeoisan Geunsuk dan appa mereka.

“Semangat eonnie, seperti inilah yang aku mau darimu..”, ujar Seohyun riang dari balik tirai jendela ruang tamu mereka.

Geunsuk pun masuk kembali ke rumah calon mertuanya. Sementara Yoona telah menumpangi taxi yang tadinya ia berhentikan didepan rumahnya.

“Paman. Tolong antarkan aku ke dorm The Boys..”, pinta Yoona dengan suara parau yang masih sangat kentara.

“Mwoo? Dorm The Boys yang mana? Aku tak tahu,, katanya mereka telah pindah dorm agasshi..”, ucap sang sopir taxi. Yoona kaget mendengarnya. ‘pindah dorm? Pindah dorm kemana oppadeul..’, batinnya disela-sela isakannya.

“Baiklah.. aku turun disini saja..”, Yoona turun dari taxi dan menyerahkan beberapa lembar uang Won untuk membayar ongkos taxinya tadi.

Setelah itu ia pun berlari sekencang-kencangnya menyusuri setiap jalanan menuju dorm The Boys yang lama. Ia yakin mereka pasti belum pindah dorm atau mungkin sopir taxi tadi yang salah. Ia menghentikan aktifitas berlarinya dan berjalan pelan memasuki kawasan Dorm yang banyak sekali menyimpan kenangan indah untuknya.

Ia terkejut melihat Dorm itu sepi, apakah ia salah alamat? Ataukah ia lupa dimana letak dorm The Boys yang tak pernah ia lihat lagi sejak dua tahun lalu?. “Maaf eonnie. Apakah ada yang bisa saya bantu..?”, Tanya seorang gadis berseragam SMP pada Yoona. Yoona menghentikan aktifitas menangisnya. “Ah.. mian saeng, apakah ini dorm THE BOYS?”, tanyanya langsung.

“Oh yeh..tapi mereka sudah pindah beberapa hari yang lalu. Waeyo eonnie?”, jawab gadis remaja itu.

“Aniyo.. eonnie mau meminta tanda tangan pada memberdeulnya..”, alasan Yoona dan mulai meninggalkan gadis itu.

Yoona berjalan kembali dan terduduk di halte bus dekat dorm lama The Boys. Ia menangis tersedu-sedu, bagaimana ia bisa bertemu dengan orang yang dicintainya jika seperti ini.

“Apakah paman Jung mengatakan sesuatu padamu oppa. Kenapa kau tak menungguku? Biar aku saja yang menjelaskannya.”, gumam Yoona.

Yoona pun tampak berfikir sejenak dan segera menghubungi sebuah nomor ponsel yang masih sangat dihafalnya. Lama memanggil orang yang ditelepon pun mengangkatnya.

“Yeobseo..”,

“De..”, jawab sang lawan bicara.

“Aku Yoona..”,

“Mwoo? Kau tak bercanda kan? Dimana kau? Kapan kembali dari Swiss?”, tanyanya bertubi-tubi.

“Cepatlah oppa, akan kujelaskan semuanya nanti, aku di halte bus dekat dorm lama..”,

“Baiklah.. tunggu disitu Yoona. Oppa segera kesitu..?”, angguknya.

Yoona menunggu kedatangan orang yang ia hubungi tadi. Setiap bus yang singgah dihadapannya dan satupun yang ia tumpangi. Ia terus menangis, hanya menangis menjadi aktifitasnya kala menunggu orang yang diteleponnya tadi.

“Yoona..”, panggil namja itu dengan suara lembutnya. Yoona pun menoleh ke inti suara dan melihat namja itu memandangnya dengan senyuman indahnya.

“Donghae oppa, aku merindukanmu. Merindukan kalian semua..”, ucap Yoona dan langsung memeluk Donghae dan meluapkan semua kepiluan hatinya di namja itu.

Donghae sangat senang bisa betemu kembali dengan Yoona. Ia tak henti-hentinya mengelus puncak kepala gadis itu, sejujurnya ia masih sangat mencintainya. Namun ia sadar sampai kapanpun Yoona pasti tak akan pernah bisa membalas perasaannya, jadi ia memundurkan diri saja dari pada ia nantinya juga akan dikalahkan oleh Siwon, teman terbaiknya sendiri yang amat dicintai gadis dihadapannya sekarang ini.

“aku baru saja kembali oppa.. beberapa jam yang lalu…”, jelas Yoona sembari duduk berdampingan dengan namja pemilik nama Lengkap Lee Donghae itu di Halte Bus.

“Jinjja..?”, Tanya Donghae tak percaya. “Dee..”, angguk Yoona.

“Bagaimana kabarmu ketika di Swiss, rambutmu juga sudah panjang dan kau makin feminim saja.”, puja Donghae demi menghibur mantan maknaenya itu.

“Oppa…”, Yoona mulai menampakkan keceriaannya.

“Lalu bagaimana dengan Siwon..?”, Tanya Donghae yang membuat aktifitas tawa Yoona terhenti. Yoona memegang kedua pergelangan tangan Donghae.

“Sebenarnya aku ingin sekali membencinya, dan ingin sekali melupakannya. Tapi entah mengapa aku tak bisa, bahkan sedetikpun tak bisa. Dulu waktu di dorm dia selalu membentakku, selalu sewenang-wenang padaku, dia selalu menghardikku, selalu berteriak padaku, dan seenaknya saja padaku. Begitulah dia, namun disisi lain dia selalu membuatku menangis dan kerenanya juga aku bahagia bisa mencintainya. Aku ingin menyerah, namun ungkapan perasaannya waktu itu membuat semangatku untuk selalu menunggunya bangkit kembali. Dan mungkin kami tak akan pernah bersatu, kenapa badai datang menghadang cintaku dan cintanya oppa? Padahal perasaan kami telah menyatu. Sebelum ke Swiss aku selalu bingung yang mana harus kupilih antara mimpiku dan cintaku, namun karena keluargaku aku korbankan semuanya. Semua itu karena Siwon oppa. Aku sangat mencintainya. Bahkan setiap air mata yang jatuh ini hanya untuknya..”, ungkap Yoona curhat kepada Donghae dan ia hanya diam mendengar curahan hati Yoona.

Yang ada dibenak Donghae adalah, sebesar itukah cinta Yoona untuk Siwon? Bahkan cintanya ke Yoona pun tak sebesar itu. Dan hal itu semakin membuatnya yakin kalau ia tak pantas untuk Yoona dan ada baiknya ia menyerah saja dari sekarang.

“Oppa..”, seru Yoona menyadarkan lamunan Donghae. “Ne Yoona-ah..”, balas Donghae dengan senyum manis.

“Apa bisa aku bertemu dengan Siwon oppa untuk yang terakhir kalinya?”, pinta Yoona yang sontak membuat Donghae heran dengan ucapannya.

“Yak! Apa maksudmu gadis cantik..?”, Tanya Donghae lembut. “Aniyo.. aku hanya ingin melihat dan memeluknya untuk terakhir kali..”, jelas Yoona.

“Apa maksudmu Yoona-ah..?”, Tanya Donghae yang kali ini dibuat makin penasaran.

“Aku akan segera menikah oppa..”, “Mworagoo??”, kejut Donghae tak percaya mendengar kata menikah dari Yoona. “Ne.. selama di Swiss aku dijodohkan dengan namja pilihan orang tuaku..”, kata Yoona.

“Yak! Kenapa harus seperti ini Yoona-ah? Kau dan Siwon saling mencintai bukan? Kalau begitu pertahankan cinta kalian. Dan batalkan pernikahanmu..”, Donghae sepertinya tak terima dengan penuturan mantan maknaenya itu.

“Yoona..”, lirih Donghae. Yoona masih memandang jalan raya dihadapan mereka berdua.

“Ye oppa..”, jawab Yoona pelan. “Semangat!! Perjuangkan cintamu dengan Siwon..!!”, lanjut Donghae. Yoona hanya terkekeh mendengar semangat Donghae tadi.

“Jadi bagaimana oppa? Apa aku bisa bertemu dengan Siwon oppa..”, tagih Yoona.

Donghae menuntun tangan Yoona untuk berdiri. “Ne.. tentu saja. Aku akan mengantarkanmu..”, angguk Donghae dan segera menuntun Yoona memasuki mobilnya. Yoona hanya mengikuti semua prosedur Donghae.

Dalam perjalanan mereka tertawa bersama mengingat masa-masa dulu mereka ketika masih bersama di The Boys. “Yoona-ahh..”, seru Donghae yang masih fokus menyetir.

“Ne oppa, Waeyo..?”, Tanya Yoona. “Ada seseorang juga yang ingin bertemu denganmu..”, jelas Donghae.

“Jinjjayo? Nuguya?”, Tanya Yoona tak sabar. “Hehehe.. Heechul hyung mau bertemu denganmu, dia bilang dia ingin berterima kasih padamu telah menggantikan posisinya waktu itu”, jawab Donghae.

“Ohh.. tentu saja aku mau..”, balas Yoona girang. “Gomawoo..”, lanjut Donghae berterima kasih karena Yoona bersedia nantinya mau menemui Heechul.

“Baiklah.. sudah sampai…”, ujar Donghae sambil menghentikan lajuan mobilnya disebuah Bar.

“Yak! Oppa, kenapa kita kesini?”, heran Yoona. “Nantinya juga kau akan tahu dengan sendirinya, masuklah kedalam..”, tuntun Donghae.

“Tapi aku takut oppa!!”, Yoona khawatir. “Gwenchana.. masuklah.. palli..”, Donghae kembali menyemangati Yoona.

Yoona hanya mengangguk setuju. Dan setelah Yoona masuk kedalam Bar, Donghae pun meninggalkan Yoona sendirian dan segera berlalu dari Bar itu.

Yoona terkejut melihat orang sangat dinantinya yang sedang duduk ditemani beberapa botol soju dihadapannya. Air mata Yoona kembali menitik dan jatuh sudah melihat namja tercintanya itu.

Dengan segenap keberanian yang telah ia kumpulkan matang-matang, ia mendekati Siwon.

“Oppa…”, lirihnya sedih sambil duduk disamping Siwon.

Orang yang disapa pun mendongakkan kepalanya dan mendapati gadis tercintanya itu, walau masih mabuk namun ia masih mengenal persis wajah dan gerak-gerik gadis itu.

“Kkaauu…”, ucap Siwon terkejut dengan kedatangan Yoona. “Oppaaa..”, jawab Yoona tak bisa melanjutkan kata-katanya lagi.

Siwon kembali menuangkan minuman soju pada gelas kecil dihadapannya dan Yoona mencegahnya. “Cukup oppa! Jangan minum lagi, kumohon!!”, pinta Yoona mulai menangis.

Siwon memandangnya lekat. “Siapa kau..?? berani-beraninya mengaturku..”, bantah Siwon masih dalam keadaan mabuk.

“Ne.. aku memang bukan siapa-siapamu oppa, tapi kumohon jangan begini, kenapa kau berubah jadi begini..”, sesal Yoona sambil menjauhkan tiga botol soju dari hadapan Siwon.

Yoona tak tahan lagi jika seperti ini terus, ia tahu jika terus memandang namja ini makan kesedihannya terus berlanjut. “Baiklah.. jika kau tak mau berhenti maka aku akan meninggalkanmu untuk selamanya Choi Siwon..”, ujar Yoona menakut-nakuti Siwon. Yoona hendak berdiri namun Siwon menarik tangannya dan Yoona pun terduduk dihadapan Siwon kembali. Perlahan Siwon mendekatkan wajahnya dan wajah keduanya pun semakin dekat.

Siwon memiringkan sedikit kepalanya dan segera mencium bibir merah mudah Yoona begitu lembutnya. Yoona terhanyut oleh kehangatan bibir yang Siwon berikan, sampai ia tak sadar kalau ia telah mempunyai calon suami.

Adegan mereka terus berlanjut, Siwon makin menarik punggung dan kepala Yoona kedepan agar ia lebih leluasa memperdalam ciuman mereka.

“Mmcchhh..mmmcchhh….”, suara desahan keduanya terdengar sudah ditelinga masing-masing, namun mereka masih saja melanjutkan simbol kerinduan mereka yang sudah mereka pendam selama dua tahun lebih itu.

Mereka pun mengakhiri ciuman hot itu, dan Siwon pun memeluk Yoona dan tak sadar kalau ia telah menangis di pundak Yoona. Ia menangis di pundak gadis itu sambil mencium pundaknya seperti tak mau kehilangan Yoona untuk selamanya.

Siwon kembali ke posisi semula, ia memegang kedua pipi Yoona dan mengamati setiap inci wajah cantik nan ayu itu. “Kau mirip sekali dengan orang yang kucintai, matamu, bibirmu, alismu, jidatmu, hidungmu dan semuanya mirip dengan orang yang kucintai..”, jelas Siwon satu persatu.

“Oppa, ini aku oppa.. jangan bicara lagi oppa, aku semakin tak bisa melupakanmu..”, lirih Yoona sambil memeluk Siwon.

Hangat sekali… ini ciumanku yang ketiga kalinya dengan Siwon oppa, namun ciuman kali ini sangat lembut dan hangat. Sangat beda sekali dengan ciuman kami tempo dulu. Apakah ketika aku menikah dengan Geunsuk oppa dia bisa membuatku senyaman dan sehangat ini..’, batin Yoona masih dalam pelukan Siwon.

“jangan pergi.. jangan tinggalkan aku lagi, saranghae Im Yoona…”, penggalan kalimat yang keluar dari mulut Siwon serasa sangat tulus dan sungguh-sungguh ditelinga Yoona.

“Nado oppa, saranghaeyo..”, balas Yoona tersenyum sambil meletakkan kepala Siwon di pundak kanannya.

Malam pun kian larut, namun keduanya masih tak beranjak sedikitpun dari tempat hiburan malam itu. Semua orang telah pulang, dan kini hanyalah YoonWon yang masih disitu.

Siwon tertidur sudah dan tak sadarkan diri dipundak Yoona, Yoona hanya tersenyum bisa bersama dengan Siwon lagi seperti ini, namun ada sesuatu yang membuat rasa bahagianya saat ini serasa tak sempurna. Karena ia nantinya juga akan tetap menikah dengan namja yang tak ia cintai itu.

“Aku akan menemanimu hingga pagi nanti oppa. Tidurlah.. aku akan menjagamu..”, gumam Yoona sembari meletakkan kepala Siwon diatas meja dan ia pun ikut menyandarkan kepalanya dipunggung Siwon.

Tuhan.. jangan membuat semua ini berakhir dengan begitu saja. Aku ingin seperti ini terus dengan Siwon oppa, aku sangat mencintainya Tuhan. Tolong satukan kami’, batin Yoona berdoa dan perlahan-lahan matanya mulai tertutup diatas punggung Siwon.

Malam ini pun menjadi malam pertama mereka bertemu pasca perpisahan mereka dua tahun lamanya.

~~~

Sang fajar telah terbit kembali, namun kedua anak manusia ini masih tertidur begitu pulasnya. Sampai-sampai pegawai Bar itu menatap mereka dengan tatapan heran.

“mianhae Agasss-si. Ayo bangun. Sudah siang!!”, sapa petugas Bar membangunkan YoonWon.

Yoona pun bangun dan segera melirik jam tangannya. “Omona.. sudah jam 8..”, pekiknya sambil melirik Siwon yang masih tidur pulas itu. Ia tak mau membangunkannya dan ia pun berinisiatif untuk meninggalkan Siwon.

“aku pergi oppa, terima kasih telah mencintaiku.. semoga kau bahagia mendapatkan penggantiku…”, gumam Yoona mulai sedih dan segera melangkahkan kakinya meninggalkan Bar itu.

Tak berapa lama kepergian Yoona, member The Boys yang lain pun datang menjemput Siwon. Mereka ialah Leeteuk, Kyuhyun dan Donghae.

“Hyung, bangun Hyung!!”, ucap Kyuhyun sambil mengguncang tubuh Siwon.

“Yak! Choi Siwon, bangunlah jebal, jangan seperti ini terus, aisshhh… benar-benar membuatku gila..”, omel Leeteuk membangunkan salah satu namdongsaengnya itu.

Bosan dengan omelan member lain, Siwon pun bangun dan segera mencari-cari sesuatu.

“Mana Yoona hyung, Kyunnie dan Hae-ah..?”, Tanya Siwon pada ketiga namja tampan dihadapannya. “Yak! Choi Siwon, kau pasti mabuk, mana Yoona? Dia tak ada, dia kan di Swiss..”, sanggah sang leader. “Tidak Hyung.. tadi malam dia bersamaku disini..”, Siwon memastikan kalau ia sadar dengan kejadian tadi malam.

“Benar hyung!!”, sambung Donghae hingga membuat mereka semua kaget.

“App.. ppa.. mm.. maksudmu hyung? Yoonwon, ani maksudku Yoona telah kembali ke Korea?”, Tanya Kyuhyun terbata-bata.

“Benarkah begitu Hae..?”, sambung Leeteuk bertanya. “Ne, benar.. tadi malam aku yang mangantarnya kesini..”, seperti itulah penjelasan Donghae.

Siwon makin bingung dengan pernyataan Donghae barusan.

“Jadi kau yang mengantarkan Yoona kesini?”, Tanya Siwon lagi. Donghae hanya mengangguk sebagai jawaban.

“Sudahlah, sebelum ada awak media yang datang kemari, kita bicarakan saja hal ini di dorm nanti..”, imbuh sang leader Teukkie.

Mereka pun segera meninggalkan Bar. Namun ternyata ada seseorang yang membuntuti mereka. Yah, orang itu adalah Yoona, rupanya ia tadi bersembuyi disebuah sudut jalan untuk membuntuti Siwon dan yang lainnya.

“Leeteuk oppa, Kyu oppa, oppadeul.. aku merindukan kalian semua. Tolong jaga Siwon oppa untukku..”, gumam Yoona sambil menghapus air matanya.

Yoona pun segera menumpangi taxi agar kembali ke rumahnya.

~~~

“Jadi kemana eonniemu Seo? Kau jangan membela eonniemu, ada apa sebenarnya?”, Tanya tn. Im mengintrogasi Seohyun. “Eumm.. kan sudah kujawab appa, eonnie ke rumah Taeyeon eonnie..”, jawab Seohyun meyakinkan appanya.

“Tidak. Kau pasti bohong..”, sangkal Tn. Im curiga kearah Seohyun.

“Yeobo-ah.. sudahlah, jangan bertanya terus pada Seo, kasihan!!”, bela sang eomma.

Tak berapa lama Yoona pun masuk ke rumah. tn Im yang melihat kedatangan Yoona pun geram dan jengkel sekali. “Yak! Im Yoona, dari mana saja kau semalam?”, Tanya Tn. Im dengan ketusnya.

“Dari rumah Taeng..”. jawab Yoona singkat sembari masuk ke kamarnya. “Yak! Gadis tengik, appa belum selesai bicara! Dengarkan dulu..”, Tn. Im semakin marah dengan sikap cuek Yoona yang terkesan kurang ajar.

“Sudahlah yeobo-ah..”, bujuk Ny. Im sambil memegang pundak suaminya.

Seohyun pun hanya tersenyum senang melihat perkembangan eonnienya yang sudah bisa membantah appanya. “Bagus eonnie.. beginilah yang sangat kusuka darimu…”, gumam Seohyun sembari berjalan kearah kamar eonnienya.

“Eonnie, apakah kau didalam?”, seru Seohyun dari luar kamar. “Nee seangi-ah..”, balas Yoona dari dalam dan segera membukakan knop pintu kamarnya.

“Yak! Apakah kau yang mengirim sms kepada Taeng eonnie kalau eonnie ke rumahnya..?”, tanya Yoona. Adiknya itu hanya tersenyum sebagai tanda kalau hal itu benar.

“Gomawo saeng, kau yang terbaik..”, lega Yoona seraya memeluk sang adik tersayang.

“Eomma…”, kaget Yoona dengan kedatangan sang eomma.

“Yoong, kata appa kau bersiaplah, sedikit lagi Geunsuk akan menjemputmu untuk pergi mengambil pesanan gaun pengantinmu..”, jelas sang eomma.

“Mwoyaaa??”, koor YoonSeo terkejut.

“De. Kata appa kau tak usah bertunangan lagi, langsung saja menikah..”, titah sang eommanya dengan nafas pasrah.

“Yak! Eomma, ada apa ini? Bukankah sesuai perjanjian kita bertunangan dulu? Tapi kenapa berubah lagi? Aku tak suka diatur seperti ini eomma. Aku bukan anak kecil lagi..”. Yoona Nampak gerah dan marah dengan keputusan sepihak ayahnya yang katanya mau menikahkannya secepatnya dengan namja yang sama sekali tak dicintainya.

Siwon oppa, bantulah aku menggagalkan rencana appaku ini.. kumohon oppa’, batin Yoona sembari memandang punggung eommanya yang telah berlalu.

 

 

##TBC##

 

Whuaaaa……..** hela nafasnya author panjang-panjang dulu..:D Gmana dgn chapter ini? Masih galaukah? Hehehe..:P sengaja memang Author buatnya seperti ini.. jangan lupa komentnya yeh? Chapter selanjutnya akan lebih menguras emosi para readers semua. Soo jgn lupa comment, comment and commentnya ne? arasseoo..??. Gomawo buat My Saeng Gee udh post nie ff yg super galau..^^J. Sampai ketemu di chapter 7..^^!! Bye.. Bye UnitedJ

 

 

 

Pos Sebelumnya
Tinggalkan komentar

90 Komentar

  1. Nelsa

     /  Desember 30, 2012

    whooooaaa…. ngos ngosan bacanya.. hahah😀
    tetep dtuggu next chapternya, jgn lma lama ya ????😀

    Balas
  2. Angel

     /  Desember 31, 2012

    daebak storinya, sngguh mmbuat driku trhru unniee

    Balas
  3. dian

     /  Desember 31, 2012

    keren thor…..
    salam knal…..

    Balas
  4. Mayarita

     /  Desember 31, 2012

    hiks…hiks…ksian buanget YoonWonnya eoni#pngen teriakk

    Balas
  5. zahrani

     /  Desember 31, 2012

    sedih sgt nih FF;(

    Balas
  6. ery futriana

     /  Desember 31, 2012

    appanya yoona zhat bngt sich? gatega apa ma yoona? ayolah siwon bntu yoona, smga happy ending yah author…

    Balas
  7. Ksian wonppa…
    Iya wonppa,,ayo,,gagalkan pertunangan yoona & geunsuk…
    He…
    Next part jangan lama2 chingu…🙂

    Balas
  8. Yulisa

     /  Desember 31, 2012

    Ooohh tiiddaakk…
    Yoonnie ayoo brusha,, seonni q jg mndukung mu…
    Wonppa yg sbaarr y…

    Balas
  9. NikitA

     /  Januari 1, 2013

    Next thor..
    Pnsaran bnget ney..
    Ok? Fighting!

    Balas
  10. E_sparkyu

     /  Januari 1, 2013

    sumpah q ikut nyesek
    yoona unnie teruslah bersikap cuek q mendukungmu
    n kembalilah pda siwon oppa
    ok lanjjjuuuttt

    Balas
  11. Tha tHa

     /  Januari 3, 2013

    keren eonnie. . . di tunggu part 7 ne? komawo…

    Balas
  12. kana

     /  Januari 3, 2013

    Cingu knp jd bgni???
    Jgn ampe yoong n geun suk married smg siwon menggagalkan pernikahan yoona dan membwax prg
    Next chapx update soon

    Balas
  13. Retno Yoonwonited and ELF (LoveYoonWon 4ever)

     /  Januari 5, 2013

    Keren unn tapi masih galau juga ToT Ayo Wonppa Yoongie batalkan pernikahan ini Gue gak setuju Yoongie ma Geunsuk ga cocok hehe karna aku YoonWonited❤ YoonWon. Ketinggalan banyak ff disini deh gara-gara males baca dan asyik twitteran hehe Gomawo ffnya

    Balas
  14. Park Mira

     /  Januari 5, 2013

    Part 6 ini membuatku galau thorr…,,,

    Balas
  15. melati

     /  Januari 5, 2013

    Lanjut eonni,,^^

    Balas
  16. Choi_YoonWonForever

     /  Januari 6, 2013

    Wahhh daebak Thor… Semoga YoonWon bisa segera bersatu..

    Balas
  17. kezia

     /  Januari 6, 2013

    Semakin seruu…
    Jgn lama” y thor..
    Gomawo🙂

    Balas
  18. Nielam

     /  Januari 15, 2013

    Keren eonni.. ^^
    di tunggu part” selanjutnye yeaa.. ^^_><

    Balas
  19. Elma

     /  Januari 16, 2013

    Daebakk banget…
    lanjutin dong thorr…

    Balas
  20. VynnaELF

     /  Januari 19, 2013

    Next…
    Pnasaran bgt..

    Balas
  21. Kim Lily

     /  Februari 1, 2013

    Huwaaah..yg ini menguras emosi cingu,.aq lanjt bc lg penasaran

    Balas
  22. aat yoonwon

     /  Agustus 1, 2013

    Ya napa tuan I’m kyk gtu ayo wonppa bantu yoong eonni

    Balas
  23. Sundari

     /  Agustus 6, 2013

    Hi thor i’m new reader🙂 lanjut thor… Siwon oppa selamatkan yoona oenni,please T-T

    Balas
  24. sari

     /  Agustus 26, 2013

    kasian bgt yoona
    ayo wonppa bantu yoona eonni

    Balas
  25. Nyesekkk… Lanjuttt

    Balas
  26. ayu dian pratiwi

     /  Maret 2, 2014

    Baru baca ni ff. Jadi blm trlalu ngerti jln ceritanya

    Balas
  27. Cinta Yoonwon benar2 di buat rumit ya, kapan Yoonwon bersatunya

    Balas
  28. Choi Han Ki

     /  Oktober 28, 2014

    Gk nyangka ternyata appa yoona egois juga mau nya sendiri… Selalu memaksa ya walaupun sama anaknya sendiri… Tapi kan kasihan yoona eonnie

    Balas
  29. Untuk sekali ini saja, bersikaplah egois Yoong!🙂 .
    Sedihhh liat Yoonwon pisahhh :((

    Balas
  30. Susi

     /  Mei 9, 2015

    Suka banget ama seo dia sayang banget sama yoona dan hanya dia yang bisa mengerti keadaan dan perasaan yoona..🙂

    Apa-apaan sih appa nya yoona ko gitu,
    Katanya yoona mau di tunangin tapi ko langsung mau di nikahin sih,
    Semoga aja yoona kabur sama siwon biar tau rasa tuh si geunsuk dan appa yoona.. 😠

    Balas

United, Leave a Coment Here

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: