[OS] Memories About You & Me

 

 

Title: Memories About You & Me

Author: Uchie (uchijefry90) /  twitter acc : @uchie90

Genre : Romance, Sad, atau tentuin sendiri

Length : OneShoot (OS)

Rating : PG – 15

Cast : Im Yoona , Choi Siwon , UEE , Joo Won , etc

Note: cerita ini hanya fiktif belaka, bila ada kesamaan cerita atau tokoh itu benar-benar tidak disengaja….

 

HI(lambai-lambai tangan)…. Penulis cerita gak mutu hadir lagi…. Kali ini bawa oneshoot lagi… Jeongmal gomawo buat yang udah baca+koment ff-ff abalku sebelumnya. Buat yang belum baca, silahkan cari sendiri diblog ini yaa#plak. Duh galau nih, kayaknya waktu buat nulis cerita bakalan berkurang, karena kesibukan T.T(padahal ide banyak)… Kenapa malah curhat gini diriku… Ok sebelumnya buat yang minta sequel atau versi honeymoon SAJANGNIM!! Pengen bikin tapi lagi2 alasan diatas menjadi hambatan, klu sempat Insyaallah dibikin deh…..

Ok langsung checkitout aja yaaa, typo? Mohon dimaafkan….

 

Happy reading ^^….

 

 

 

Memories About You & Me

 

Awal musim semi yang indah, bunga-bunga mulai bermekaran. Masih dapat terlihat sisa-sisa salju yang belum mengering. Tapi tidak menghambat hamparan rumput-rumput untuk memperlihatkan warna hijau cerah nya….

 

Dibawah sebuah pohon rindang sesosok gadis kecil sedang asyik mengukir namanya di sebuah batang pohon.  Senyuman indah terus menghiasi wajahnya. Tak berapa lama sang nenek pun memanggilnya untuk segera pulang kerumah.

 

Beberapa hari kemudian sang gadis kembali mendatangi pohon itu. Kini ia mengukir nama seseorang dibawah namanya dan memberi tanda sama dengan ( = ) diantara namanya dan nama seseorang yang ia tulis itu. Ia tersenyum manis dan perlahan mulai melangkahkan kaki meninggalkan pohon itu.

 

 

15 years later

 

Braakkk

 

“Aaww….” Suara rintih seorang gadis terdengar di lorong sebuah kampus bergengsi di kota seoul.

 

“Yaaak, kalau jalan lihat-lihat dong. Sudah pakai kaca mata seharusnya pandanganmu lebih baik. Ini malah tambah kabur.” Bentak seorang namja kepada sang gadis.

 

“Maafkan aku, aku tak sengaja.” Jawab sang gadis pelan. Namja itu pun cuma berlalu, tanpa menghiraukan jawaban si gadis. Si gadis memandangi punggung sang namja yang mulai menjauh dengan tatapan sendu.

 

“Yoong!!!” Pandangan sang gadis yang diketahui bernama Yoona itu pun teralihkan setelah mendengar seseorang memanggil namanya.

 

“Ya Uee, ada apa?” Tanya Yoona pada Uee, gadis yang memanggilnya.

 

“Yoong kau ditunggu diruang dosen, dosen kim memanggilmu.” Kata Uee, teman Yoona.

 

“Oh, ya… Terimakasih Uee.” Ujar Yoona. Yoona pun segera melangkahkan kakinya meninggalkan Uee. Tapi Uee buru-buru menahan tangan Yoona.

 

“Tunggu Yoong, kau tak lupa janji kita tadi kan?” Tanya Uee. Yoona hanya mengangguk dan kembali melangkahkan kakinya meninggalkan Uee. Uee menatap Yoona dalam, ingin sekali ia menjadi teman dekat gadis itu, tapi Yoona selalu bersikap menjaga jarak dengannya. Memang mereka berteman, tapi sebatas teman biasa.

 

 

••••

 

“Yoong, ayolah ikut denganku. Aku ingin kau ikut. Kau kan sudah janji….” Rengek Uee.

 

“Mianhe Uee, aku tak bisa. Ada makalah yang harus ku selesaikan, ku harap kau mengerti. Maaf karena ku tak menepati janji. Lagi pula kan ada namjachingumu yang menemani.” Jawab Yoona dengan nada menyesal.

Selalu ada saja alasan yoona untuk menolak ajakan Uee. Yoona sebenarnya tidak mau mengecewakan temannya itu, tapi karena sesuatu hal untuk sekarang ia terpaksa menolak ajakan Uee.

 

Uee yang mendengar alasan Yoona cuma bisa menghela nafas kecewa. Lagi-lagi ia gagal mengajak Yoona.

 

“Uee!! Sudah?? Ayo berangkat.” Tanya seorang namja tiba-tiba masuk ke kelas mereka. Tampaknya ia tidak sendiri, karena dipintu masuk kelas seorang namja lagi sedang menunggu dengan wajah datar terkesan dingin.

 

“Sudah Oppa, ayoo!!” Jawab Uee.

 

“Bye Yoong,” pamit Uee pada Yoona. Joowon, nama namjachingu Uee itu pun cuma membungkukkan badannya.

 

“Siwon oppa juga akan ikut?” Tanya Uee kepada Joowon sambil berjalan meninggalkan Yoona. Suara Uee masih terdengar jelas ditelinga Yoona. Ya namja yang berdiri dipintu kelas dengan wajah datar itu Siwon. Yoona hafal betul itu.

 

Yoona tahu Uee pasti kesal dengannya yang terus-menerus mengingkari janjinya. Tapi harus bagaimana lagi, Yoona tidak ingin hatinya sakit, ia tidak ingin lagi merasakan kepahitan itu karena berhadapan dengan orang itu.

 

••••

 

Yoona terduduk lesu didepan meja belajarnya. Matanya berkaca-kaca mengingat kejadian 5 tahun yang lalu.

 

 

Flashback

 

Yoona berlari riang setelah mengetahui seseorang yang ia tunggu-tunggu ternyata telah kembali. Dengan nafas yang masih terengah-engah ia membuka pintu pagar sebuah rumah dan menekan bel yang terdapat disamping pintu rumah. Tak selang beberapa menit pintu rumah terbuka. Seorang wanita paruh baya menyunggingkan senyumnya ke arah Yoona.

 

“Bibi, Siwon oppa sudah kembali?” Tanya Yoona langsung. Wanita yang ditanyai itupun cuma mengangguk, dan membuka lebar pintu mempersilahkan Yoona masuk.

 

“Kamu bisa langsung kekamarnya Yoona.” Ucap siwanita. Yoona sangat hafal dengan rumah itu. Sejak kecil ia sering main kesana. Tapi sejak 10 tahun yang lalu ia jadi jarang berkunjung.

 

Yoona mengetuk pintu dan membukanya. Ia melihat Siwon masih berbungkus selimut. Yoona meneliti wajah Siwon masih terlihat sama seperti 10 tahun yang lalu, pikirnya. Hanya perawakannya saja yang berubah menjadi lebih berumur.

 

“Tampan.” Ujar Yoona. Siwon yang mendengar suara seseorangpun langsung membuka matanya. Matanya membulat setelah melihat seorang gadis yang tidak ia kenal berada di hadapannya.

“Kau… Siapa kau??” Tanya siwon.

 

“Oppa!!” Tiba-tiba dari arah pintu seorang gadis memanggil siwon dengan wajah terkejut dan kecewa.

“Siapa gadis ini oppa? Aku tidak percaya baru sehari di seoul kau sudah berselingkuh.” Sang gadis langsung berlari meninggalkan Yoona dan Siwon. Yoona hanya menatap bingung kepergian sang gadis.

 

“Yak, kau siapa berani kekamarku. Bagaimana ini Hara pasti akan memutuskan ku. Ini semua gara-gara kau!!” Bentak Siwon.

 

Yoona hanya diam, mencerna tiap kata yang keluar dari mulut Siwon. Tanpa memberitahu siapa dirinya, Yoona langsung berdiri dan membungkukkan badannya dan pergi meninggalkan Siwon. Matanya mulai berkaca-kaca, bibi Min yang bertugas menjaga siwon pun menatap heran Yoona. Yoona segera tersadar dan mengatakan kepada bibi min jangan memberi tahu Siwon siapa dirinya. Bibi Min pun mengangguk setelah Yoona memaksanya.

 

Yoona keluar dari rumah Siwon, tangis yang sempat ditahannya pecah sudah. Sambil berjalan dengan gontai Yoona sadar ternyata Siwon tidak lagi mengingatnya. Siwon telah melupakannya.

 

Flashback end

 

 

“Untuk apa lagi aku menangisinya?” Ujar Yoona disela-sela tangis.

 

 

Flashback

 

“Apa aku boleh memanggilmu oppa?” Tanya seorang gadis kecil kepada bocah lelaki yang ada disampingnya.

 

“Tentu saja.” Jawab sang bocah

 

“Oppa apa kau ingin ku tunjukan sesuatu?”

 

“Apa??”

 

“Ayo ikut.” Ucap sang gadis kecil sambil menarik tangan sang bocah. Setelah sampai ditempat yang dituju, gadis kecil tadi menunjuk sebuah pohon.

 

“Kau mengukir namamu dipohon ini?”Tanya bocah lelaki. Sang gadis cuma mengangguk.

 

“Dan aku ingin mengukir namamu juga disini apa boleh?” Bocah lelaki tersebut cuma mengangguk sambil tertawa senang.

 

••••

 

“Oppa akan pergi? Kemana? Oppa akan meninggalkanku?”

 

“Aku pergi cuma sebentar, tunggulah aku. Aku pasti kembali.” Sang gadis kecil terus saja menangis. Bocah lelaki itupun memeluk sang gadis dan mengeluarkan sesuatu dari saku jaketnya.

 

“Simpanlah ini, sebagai tanda aku menyayangimu dan aku pasti akan kembali.” Ujar polos sang bocah. Sebuah cincin kecil yang terbuat dari kawat-kawat lunak telah berada ditangan sang gadis.

 

Flasback End

 

Yoona menggenggam kalung yang ia pakai dan menatap pilu cincin kawat yang menjadi mainan kalungnya tersebut. Linangan air matanya makin deras…

 

••••

 

“Kau tahu Joowon, teman sekelas Uee itulah yang menyebabkan aku putus dengan kekasihku 5 tahun yang lalu. Aku sangat membencinya.”Ucap Siwon.

 

“Teman Uee yang kemarin itu?, namanya Im ….” Belum sempat Joowon mengucapkan namanya, Siwon langsung menyela.

 

“Tidak usah kau sebutkan, aku tak ingin tahu. Melihat wajahnya saja membuatku muak, apalagi mengetahui namanya.” Jelas Siwon.

 

“Kau tidak boleh begitu, itu kan kejadian 5 tahun yang lalu. Masa kau masih mengingatnya.”Joowon mencoba menenangkan Siwon. Siwon hanya mengangkat kedua bahunya tanda tak peduli.

 

“Oppa!!Kau disini rupanya…”Suara cempreng Uee membuat kedua namja tadi menoleh ke arah Uee. Yoona berdiri disamping Uee dengan perasaan gelisah. Dapat dilihat manik mata Yoona sekilas melirik Siwon.

 

“Uee, aku duluan ya” pamit Yoona langsung berjalan cepat menjauhi Uee.

 

“Yoong!!” Panggil Uee. Tapi keburu Yoona menghilang diantara kerumunan mahasiswa lainnya.

 

“Kenapa dia Uee??”Tanya Joowon merasa aneh dengan sikap Yoona. Uee hanya menggangkat bahunya tanda tak tahu.

 

“Benarkan ku bilang dia wanita aneh dan aku tidak menyukainya.” Ucap Siwon. Uee yang mendengarnya langsung geram.

 

“Siwon-oppa, apa yang kau katakan. Kau menghina temanku? Kau tidak tahu apa-apa tentangnya. Bisa-bisanya menilainya orang seperti itu.” Marah Uee.

 

“Sudah lah Uee, jangan terlalu menanggapi ucapan orang ini. Dia memang reseh.” Joowon mencoba menenangkan Uee.

 

“Aku pergi.” Kata Siwon tiba-tiba takut Uee akan membentaknya lagi.

 

“Yak!! Kau mau lari yaa” teriak Uee tapi tak ditanggapi Siwon. Joowon cuma mengusap-usap punggung Uee berharap Uee akan tenang.

 

••••

 

Yoona berdiri dibawah pohon menikmati semilir angin musim semi yang terasa menyejukkan. Matanya menatap sendu nama yang terukir di batang pohon tempat ia berdiri. Namanya dan nama namja yang menjadi kenangan untuknya. Entah sejak kapan wajah mulusnya telah dialiri air mata, walau kaca mata nya menghalangi, tapi tetap saja tetesan itu terlihat jelas di wajahnya.

 

“Im Yoona = Choi Siwon.” Lirih yoona jari-jari lentiknya menyusuri tiap huruf dari kata-kata yang terukir di salah satu sisi pohon tersebut. 15 tahun yang lalu ia mengukir nama-nama itu. Nama dirinya dan seseorang yang begitu berarti baginya. Seseorang yang sangat berharga tapi telah melupakannya.

 

Dari kejauhan Uee melihat dengan tatapan sendu. Dia dapat melihat orang yang ia anggap sebagai sahabatnya itu sedang menangis. Dia bertekat ingin menjadi sahabat yang baik untuk Yoona ia ingin tahu semua tentang sahabatnya itu. Dan sejak tadi dia memang mengikuti Yoona kemana Yoona pergi.

 

Setelah ia melihat Yoona meninggalkan pohon tempat ia menangis tersebut, Uee pun berlahan mendekat ke arah pohon dan meneliti setiap sudut berusaha mencari sesuatu yang mungkin berhubungan dengan Yoona.

Matanya menangkap huruf-huruf yang terukir jelas di batang pohon.

 

“Im Yoona?? Sama dengan?? Choi Siwon??” Gumam Uee. Ia pun kembali memperjelas penglihatannya dan menyentuh ukiran huruf-huruf tersebut.

 

••••

 

Sinar mentari pagi mengusik mimpi indah Siwon. Perlahan matanya terbuka sempurna.

“Yoona…”Gumamnya. Sepertinya semalam ia memimpikan gadis itu lagi. Gadis yang memang selalu menghiasi malam-malamnya. Gadis kenangan masa kecilnya, gadis yang membuat hari-hari kecil nya dipenuhi kenangan indah. Senyum indah gadis yang sangat ia rindukan,  senyum yang walau sudah 15 tahun berlalu tapi tetap membekas jelas di hati dan pikirannya.

 

“Aku merindukanmu….” Lirih Siwon.

 

Drrrttt… Drrrttt…

Getaran handphone membuyarkan lamunan Siwon, segera ia raih handphonenya dan melihat nama yang tertera dilayar.

“Joowon??”

 

••••

 

“Yaak!!! Kau menelepon ku cuma ingin aku menemanimu berbelanja?? Kau kan punya Uee yang akan selalu menemanimu.” Kata siwon dengan wajah kesal. Ya, Joowon lah yang menelpon Siwon tadi pagi.

 

“Tenang dulu, kau kan tahu selera fashionku buruk, ku ingin kau memilihkan pakaian untukku. Uee? Mana dia tahu fashion laki-laki. Yang ia tahu cuma fashion untuk wanita.” Terang Joowon.

 

Tak berapa lama Uee yang ternyata juga membawa Yoona berjalan kearah mereka. Yoona yang tidak mengetahui kemana Uee membawanya hanya mengikutnya dari belakang. Yoona terkejut karena mengenali namja yang akan mereka datangi, Yoona akan menghindar tapi buru-buru tangan Uee menahannya dan menariknya makin mendekat ke arah namja-namja tadi.

 

“Oppa, sudah lama menunggu??”Tanya Uee masih menggenggam tangan Yoona.

 

“Uee, oh tidak baru saja aku sampai. Bagaimana? Kita langsung keliling saja??” Ajak Joowon langsung.Yoona masih terdiam ditempat, sedangkan Siwon hanya bersikap cuek.

 

“Oh, iya Yoong kau belum kenal kan namja yang berwajah dingin itu?” Tanya Uee sambil melirik Siwon. Siwon cuma menatap Uee dengan tatapan dingin.

 

“Perkenalkan Yoong, ia sepupuku Choi Siwon. Siwon-oppa ini sahabatku Im Yoona.” Dengan segenap keberanian yang ia miliki Yoona berusaha tenang dan mengulurkan tangannya untuk berkenalan dengan Siwon.

Siwon terhenyak mendengar nama yang di ucapkan Uee. Ia kenal bahkan sangat kenal dengan nama itu. Uluran tangan Yoona langsung ia raih berharap mata Yoona menatap matanya. Agar siwon yakin dengan dugaannya ini. Namun nihil Yoona tak jua menatap matanya sampai mereka melepaskan genggaman mereka.

 

“Ok, ayo kita jalan-jalan!!” Ucap Uee riang, masih menggandeng tangan Yoona. Para namja berada dibelakang mereka mengikuti kemana langkah kaki gadis-gadis ini tertuju.

 

Siwon masih berusaha menata pikiran dan hatinya. Ia masih bingung, dengan gadis yang ada didepannya ini. Apa dia tak salah dengar? Apa benar nama gadis yang didepannya ini Yoona??

 

Sekarang mereka sedang menikmati makan siang di sebuah restoran sea food sederhana. Yoona masih bersikap kaku bila berhadapan dengan Siwon. Siwon dari tadi selalu memandangi wajah Yoona, mencari persamaannya dengan seseorang yang ia kenal. Tapi sayang ia belum menemukannya.

 

Uee dan Joowon yang dari tadi asik makan hanya menikmati keheningan yang terjadi di antara kedua sahabat mereka itu.

 

“Joowon-oppa aku mau pesan makanan lagi kau mau menemaniku?”Tanya Uee.

 

“Aku saja yang menemanimu Uee.” sela Yoona tiba-tiba.

 

“Jangan aku saja, kau duduk saja disini teruskan makanmu.”Ujar Joowon sambil berdiri dan menggandeng tangan Uee.

 

Sekarang tinggal Yoona dan siwon, suasana semakin kaku. Yoona yang menyadarinya berusaha memikirkan apa yang bisa dia bahas untuk memecahkan kekakuan ini.

 

“Aku minta maaf, untuk kejadian 5 tahun lalu.” Ucap Yoona dengan suara yang agak gemetar.

 

“Aku telah merusak hubunganmu dengan kekasihmu waktu itu. Ku harap kau memaafkan ku dan melupakan semua. Dan anggap itu tidak pernah terjadi.”Lanjut Yoona.

 

Siwon tidak merespon ucapan Yoona. Ia hanya menatap dalam wajah gadis yang tertunduk di hadapannya ini. Yoona heran kenapa namja yang ada didepannya ini hanya diam pun mengangkat kepalanya dan seketika mata mereka pun bertemu, menatap mata satu sama lain.

 

Hening….

 

Yoona buru-buru membuang mukanya. Siwon pun tersadar.

“Aku memaafkanmu.” Jawab Siwon datar. Yoona pun tersenyum lega dan….

 

Degg….

 

Siwon terpaku melihat senyum itu, senyum yang mengingatkannya pada gadis teman kecilnya. Senyum yang tidak pernah ia jumpai lagi sejak 15 tahun yang lalu. Siwon segera meraih tangan Yoona, Yoona tersentak.

 

“Katakan!! Sebenarnya kau siapa? Kau mengenalku sebelumnya kan?” Tanya Siwon penuh harap. Yoona hanya diam, menyadari Siwon mungkin telah mengingatnya.

 

“Ayo katakan, kau mengenalku sebelumnya kan!!”Nada Siwon terdengar frustasi. Yoona menggeleng.

 

“Tidak, aku tidak mengenalmu.”Yoona merasa sesak dihatinya. Ia tidak kuat lagi, ia pun berdiri dan tanpa Yoona sadari Siwon melihat sebuah kalung yang di hiasi cincin kawat lusuh bertengger di leher Yoona. Yoona telah pergi meninggalkan Siwon sendiri. Siwon terlihat bergelut dengan pikirannya sendiri. Ia menatap kosong punggung Yoona yang mulai berjalan menjauh.

 

“Siwon-oppa kau kenapa?” Tanya Uee yang telah kembali bersama Joowon dengan makanan pesanannya.

 

“Yoona, kemana dia??” Tanya Uee lagi karena tak menemukan Yoona disana. Siwon tetap diam dengan pandangan yang sulit diartikan. Joowon dan Uee hanya saling tatap, tak tahu apa yang sebenarnya terjadi antara Siwon dan Yoona.

 

•••

 

Yoona yang telah sampai didepan pintu rumahnya terduduk lesu. Ia mengingat lagi apa yang ditanyakan Siwon padanya tadi.

 

“Ia telah mengingat ku…. Ia telah mengingat teman masa kecilnya….” Lirih yoona.

“Tidak… Dia tidak mengingat ku. Dia telah melupakanku. Aku harus kuat dan bersikap normal.”Tiba-tiba Yoona menggelengkan kepalanya berkata sendiri.

 

Sementara Siwon sedang berbaring di atas kasur nya dan mengingat lagi kejadian-kejadian yang ia alami dengan Yoona. Ketika ia menemukan gadis itu telah ada di kamarnya dan membuat ia putus dengan pacarnya.Pertemuan-pertemuannya dikampus yang tidak sengaja. Dan ia merutuki dirinya kenapa dirinya harus bersikap dingin dan membenci Yoona seperti itu.

 

Tiba-tiba Siwon sadar, 5 tahun lalu kenapa bisa Yoona ada dikamarnya? Bibi Min bilang waktu itu gadis yang masuk kekamarnya cuma salah alamat. Tapi bagaimana mungkin bibi Min memperbolehkan seseorang masuk kamarnya tanpa mengetahui asal-usul orang itu. Siwon merasa ada sesuatu yang bibi Min sembunyikan darinya. Siwon pun beranjak dari tempat tidurnya menuju lantai bawah rumah untuk mencari penjaga rumahnya itu.

 

••••

 

“Bibi apa berbohong padaku waktu itu? Apa bibi benar-benar tidak kenal dengan gadis yang masuk kekamarku tanpa izin waktu itu?”Tanya siwon bertubi-tubi. Bibi Min gugup, ia telah berjanji pada Yoona untuk tidak memberi tahu Siwon siapa dirinya pada saat itu. Tapi melihat Siwon yang sedikit marah itu, Bibi Min tidak mampu lagi berbohong. Cukup satu kali ia membohongi tuan mudanya ini.

 

“Maaf tuan muda, Bibi tidak bermaksud berbohong. Gadis itu lah yang menyuruh Bibi tidak memberitahu jati dirinya pada tuan. Ya, dia Im Yoona, gadis kecil yang sering tuan muda bawa kerumah untuk bermain 15 tahun yang lalu. Bibi tidak menyangka ia masih menunggu tuan selama tuan berada diluar negeri. Wajahnya sangat senang waktu itu, tapi entah kenapa keluar dari kamar tuan dia murung dan meminta Bibi merahasiakan jati dirinya.” Jelas Bibi Min panjang lebar.

 

Siwon mengusap wajahnya. Merasa bodoh karena tidak mengenali Yoona dari awal. Malah membuat Yoona menjauhinya selama ini. Sekarang apa yang harus ia lakukan? Ia takut kalau Yoona akan lebih menjauhinya apalagi sejak kejadian tadi siang. Apa yang harus ia perbuat?

 

••••

 

“Yoona…”Suara berat seorang namja membuat gadis yang dipanggil menghentikan langkahnya. Ia sangat mengenali suara itu. Namja tadi entah kapan telah berdiri dihadapan Yoona. Yoona tak sanggup menggangkat wajahnya, ia diam. Tiba-tiba tangan si namja merengkuh tubuh Yoona yang kurus itu kedalam pelukannya. Membuat Yoona membelalakan matanya.

 

“Aku merindukanmu….” Bisik siwon, namja yang memeluk Yoona. Mata Yoona berkaca-kaca, ia yakin sekarang siwon telah mengingatnya. Pelukan Siwon pun perlahan terlepas. Tangannya melepaskan kacamata yang selalu terpasang diwajah Yoona.

 

“Salahkan pada kacamata ini, kenapa menutupi wajah cantikmu itu sehingga aku tidak mengenalimu selama ini Deer.” Ucap Siwon diselingi senyuman.

 

“Kau keterlaluan sekali tidak mengenaliku, hatiku sakit. Padahal aku sangat merindukanmu saat itu.” Ucap Yoona terisak pelan.

 

“Mianhe… Yoong, aku benar-benar bodoh. Atau memang harusnya aku yang memakai kacamata ya? Agar aku bisa melihat dan mengingat wajah mu itu.” Canda Siwon. Yoona hanya memukul pelan dada Siwon. Mereka tertawa bersama dan kembali berpelukan melepas rindu yang selama ini tertahan.

 

“Deer… Kau masih menyimpan cincin yang ku berikan 15 tahun yang lalu kan?” Yoona menggangguk dan tangannya perlahan mengeluarkan kalungkan tersembunyi dibalik bajunya.

 

“Aku selalu membawanya kemanapun aku pergi, aku kan sudah berjanji menjaganya sampai kau kembali.” Jelas yoona sambil tersenyum senang. Siwon pun membalas senyuman yoona.

 

“Terimakasih sudah menungguku.”

 

Dari jauh Uee dan Joowon hanya tersenyum mendekati kedua sahabat mereka telah akur dan menyelesaikan masalah mereka.

 

 

Flashback

 

“Joowon-oppa, kau harus mengajak Siwon-oppa hari ini dan aku akan mengajak Yoona. Rencana ini harus berhasil. Aku yakin ada sesuatu diantara mereka walau aku tak tahu pasti apa. Tapi setidaknya mereka harus bicara bukan.”Ujar Uee pada Joowon diseberang telepon.

 

“Oke, baiklah my princess aku akan melakukannya untukmu…” Jawab Joowon genit.

 

“Bukan untuk ku tapi untuk sahabat-sahabat kita…..”

 

“Baiklah-baiklah….” Ujar Joowon pasrah.

 

Flashback end

 

 

Ehm…ehm…

Deheman Uee menghentikan senyuman Yoona yang sedari tadi bertengger di bibir tipisnya. Yoona menatap Uee bingung, kenapa sahabatnya itu tersenyum menggoda padanya.

 

“Uee, ada apa kau senyum-senyum seperti itu?”Tanya Yoona.

 

“Tidak, aku hanya bahagia melihat sahabatku ini tersenyum. Kau tahu, kau cantik Yoong dan akan lebih cantik lagi bila tersenyum seperti ini.” Ujar Uee tulus. Yoona meraih tangan Uee dan menggenggamnya.

 

“Terima kasih Uee, sudah menjadi teman yang baik untuk ku. Aku benar-benar berterima kasih.” Uee memeluk yoona dan mengelus punggung sahabatnya itu.

 

“Kau harus janji tidak boleh murung lagi dan selalu menceritakan apapun masalah mu padaku. Aku tidak mau senyuman ini menghilang dari wajahmu.” Yoona mengangguk. Ia merasa beruntung memiliki sahabat yang perhatian padanya walau dulu kadang ia selalu mengacuhkan Uee, tapi Uee tetap mau berteman dengannya.

 

“Oiya, kau jadian ya dengan Siwon-oppa??”Goda Uee. Yoona terhenyak tidak mengira Uee akan menanyakan hal itu padanya.

 

“Ah, aniyo… Aku hanya berteman dengannya.” Jawab Yoona gugup.

 

“Jeongmal??”Tanya Uee penuh selidik.

 

“Iya, dia sahabatku waktu kecil dan sekarang masih tetap begitu.” Jawab Yoona mantap walau hatinya memang mengharapkan lebih. Tapi baginya Siwon masih mengingatnya saja itu sudah menjadi anugerah terbesar baginya.

 

••••

 

Yoona dan Siwon sedang duduk dibebatuan yang berada di bawah pohon tempat kenangan mereka. Menikmati kebersamaan yang telah lama mereka inginkan.

 

“Oppa kau ingat dulu aku meminta izin untuk mengukir namamu dibawah namaku kan?” Yoona memecah keheningan.

 

“Tentu saja aku ingat, apa namaku sudah kau ukir?” Tanya Siwon. Yoona menggangguk penuh semangat dan meraih tangan siwon untuk mendekati batang pohon guna memperlihatkan ukiran yang dia buat 15 tahun yang lalu.

 

“Lihatlah….”

 

“Im Yoona = Choi Siwon?? Kenapa tidak Im Yoona love Choi Siwon??” Tanya siwon.

 

“Yak!! Oppa! Mana mungkin aku mengukir kata-kata itu. Dulukan aku masih kecil dan lagian kau itu kan temanku.”Jelas Yoona. Wajahnya telah memerah menahan malu.

 

Siwon tiba-tiba berlutut dan mengeluarkan sebuah kotak dari saku celananya. Siwon membuka kotak itu dan menyerahkan pada Yoona.

 

“Dulu kau memang temanku, tapi mulai sekarang maukah kau menjadi bagian dari hidupku? Maukah kau menikah denganku?” Tanya Siwon dengan senyum terbaiknya walau tidak dapat disembunyikan wajah harap yang terlihat jelas diwajahnya itu.

 

Yoona ternganga tak percaya dengan apa yang Siwon lakukan saat ini. Siwon melamarnya, benarkah? Air mata bahagia tak tertahankan lagi, tetes demi tetes air mata mulai membasahi wajahnya. Siwon bangkit dan menghapus air mata yoona dengan ibu jarinya.

 

“Yoong jangan menangis, kalau memang kau tidak mau bilang saja. Tapi kumohon jangan menangis.” Ujar Siwon. Yoona segera memeluk Siwon dan membenamkan wajahnya kedada Siwon. Yoona mengangguk.

 

“Aku mau oppa.”Lirih Yoona. Siwon tersenyum lega. Yoona telah menerima lamarannya. Selang beberapa menit berada dipelukan Siwon, Yoona melepas pelukannya dan menatap siwon dengan tatapan bingung.

 

“Oppa bukankah kita belum lulus? Bagaimana mungkin kita menikah?” Tanya Yoona polos. Siwon terkekeh geli.

 

“Aku memang melamarmu Yoong, tapi bukannya bermaksud menikahimu sekarang. Apa kau memang ingin menikah secepatnya denganku?” Goda Siwon.

 

“Ani… Aniyo…”Jawab yoona gugup. Wajahnya sudah seperti kepiting rebus. Siwon tak dapat menahan tawanya. Ia tertawa tebahak-bahak melihat tingkah laku Yoona yang dianggapnya sangat lucu.

 

“Oppaaaa!!!”

 

“Yoona saranghae…..” Ucap Siwon sambil mencuri ciuman dari bibir Yoona. Yoona terpaku sedangkan Siwon malah tersenyum penuh arti sambil perlahan berlari menjauh dari Yoona. Yoona yang sudah tersadar pun langsung berlari mengejar Siwon. Mereka berkejar-kejaran dengan hati yang dipenuhi perasaan sayang dan diiringi perasaan cinta yang mulai tumbuh diantara mereka….

 

 

END

 

 

 

Akhirnya selesai*lap keringet*……

Bagi yang nanya-nanya kenapa aku selalu bikin ff yang pendek?? karena aku gak berani buat cerita berchapter, takut gak selesai nantinya,…. Sekali lagi dimohon RCLnya ya., dan satu lagi aku 90lines terserah mau manggil apaan asal sopan dan plis jangan panggil aku author atau thor, gak enak didenger soalnya…. Sampai jumpa di cerita lainnya…(Thanks for saengku Gee) Annyeong…

Tinggalkan komentar

91 Komentar

  1. Daebak
    bkin sequelx eonni

    Balas

United, Leave a Coment Here

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: