[FF] Y Saranghae (Chapter 5 – Only One)

[FF] Y Saranghae (Chapter 5 – Only One)

Title : Y Saranghae – Only One

Type : Sequel

Author : Choi Hyun Mi/Twitter: @Nita_Rahayu22

Main Cast :

o          Choi Siwon (Super Junior)

o          Im Yoon Ah (SNSD)

o          Lee Donghae (Super Junior)

Other Cast :

o          Kwon Yuri (SNSD)

o          Cho Kyuhyun (Super Junior)

o          Etc……

Genre: Romance , Sad,

Rating : PG 15+

Backsound      : Only One By BoA

 

**

Cintaku untuk mu, dan untuknya…..

Tapi….

Hati ku hanya satu, dan hanya untuknya…….

 

Dua wanita yang berada di ruangan Siwon tersebut masih saling pandang satu sama lain, mereka sibuk berkutat dengan pikiran dan opini masing-masing, wanita berambut ikal dan sedikit pirang itu menyipitkan matanya menatap Yoona karena ekspresi Yoona yang berubah seketika saat dia menyebutkan jika dia adalah kekasih dari Choi Siwon..

“Kau……”

Clek….

Suara seseorang membuka pintu membuat kedua wanita itu mengalihkan perhatian mereka pada sumber suara, dan keduanya langsung terperanjat kaget saat seorang namja jangkung muncul dari balik pintu.

“Siwon” bisik Yoona melihat namja itu yang kini terlihat kaget mungkin kaget karena melihat wanita yang bersama dengan dirinya.

“Oppa….” riang wanita itu lalu berlari kecil menghampiri Siwon yang masih berdiri terpaku, wanita tersebut langsung berhambur memeluk Siwon.

“Oppa, kau kemana saja…..” ucapnya manja, sambil menunjukan ekspresi seperti anak kecil yang ditinggalkan ayahnya.

“S….sica….kau, kenapa kau disini?” tanya Siwon sedikit ragu. Wanita yang dipanggil Sica itu langsung melepaskan pelukannya lalu menatap Siwon kesal.

“Tentu saja menyusul mu, kenapa? Tidak boleh?” tanya Jessica balik namun sedikit mengintrogasi Siwon.

“Aniya, maksud ku seharusnya kau hubungi aku dulu mungkin aku akan menjemput mu di bandara”

“Telpon mu saja sibuk, bagaimana aku bisa menghubungi mu” runtuk Jessica sebal lalu melipatkan kedua tangannya di dada.

Mereka terus bercakap-cakap, sementara sepasang mata dari tadi melihat kearah mereka berdua, Yoona yang menyadari suasana menjadi tak enak segera izin keluar.

“Sajangnim, aku permisi keluar” tanpa menunggu persetujuan Siwon, Yoona langsung pergi meninggalkan mereka berdua.

“Dia sekretaris mu Oppa?” tanya Jessica setelah Yoona lenyap dari pandangannya.

“Ne” jawab Siwon singkat.

“Owh, pantas saja…Oppa ayo kita makan siang, aku lapar oke?” tangan Jessica langsung bergelayut manja pada lengan Siwon membuat Siwon harus sedikit menampilkan senyum pada gadis ini.

“Oke…” balas Siwon mengiykan ajakan kekasihnya ini.

**

Yoona berdiri dihadapan cermin menatap dirinya yang tampak tak bersemangat, binar matanya menunjukan sebuah rasa sakit dan keputuasaan. Yoona membasuh wajahnya dengan air yang mengalir mungkin untuk sedikit menenangkan pikirannya.

“Tuhan, kenapa jadi serumit ini” batin Yoona menatap dirinya dalam cermin.

**

Donghae terlihat serius dengan kanvas serta peralatan melukis lainnya, paras tampannya tersenyum membayangkan sosok wanita yang kini sedang ia lukis. Tanpa melihat objek lukisannya secara langsung tak membuat Donghae kesusahan untuk melukis sang pujaan hati, jelas karena wajah nya sudah terpatri dalam hati serta pikiran Donghae.

Tiba-tiba kuas yang berada di tangan Donghae jatuh kelantai, Donghae sedikit mengerang memegang kepalanya yang terasa berat sekaligus pusing.

“Ahh kenapa ini” erang Donghae sambil berdiri dari duduknya.

Donghae kembali duduk namun kali ini disofa, menyandarkan tubuhnya pada sofa lalu memejamkan matanya mencoba meredam pusingnya.

“Ahh sepertinya aku harus membeli obat sakit kepala” ucap Donghae lalu menyambar kunci mobil yang memang berada di atas meja.

**

Yoona Kyuhyun dan Yuri berjalan beriringan di loby kantor, seperti biasa mereka bertiga akan pergi untuk makan siang bersama.

“Ku dengar dari karyawan lain ada wanita asing yang mencari Choi Siwon, siapa dia Yoong?” tanya Yuri yang di tujukan pada Yoona.

“Iya, yang ku dengar juga begitu. Siapa dia?” Kyuhyun menimpali.

“Kekasihnya” jawab Yoona singkat namun cukup membuat YulKyu menghentikan langkah kaki mereka.

“Maksud mu Yoong?”

“Kekasih, kekasih Choi Siwon?”

Yoona menghentikan langkah kakinya, dia menghela nafas sesaat sebelum menjawab pertanyaan kedua sahabatnya itu.

“Ne, dia kekasihnya” jawab Yoona lalu meninggalkan kedua temannya itu. Mendengar jawaban itu YulKyu saling melempar pandang.

“Yul, aku rasa ini semakin sulit apa kau juga merasa seperti itu?” tanya Kyuhyun sambil melihat Yoona yang semakin lama semakin tak terlihat.

“Ne, aku juga merasa seperti itu, kisah cinta tak sampai dan sekarang mereka di pertemukan lagi tapi sudah bersama orang lain” jawab Yuri iba.

“Kita harus tetap berada di belakang Yoona” ujar Kyuhyun mantap yang langsung mendapat anggukan kepala Yuri.

**

Yoona masuk kedalam ruangannya dan langsung mendapati Siwon yang tengah berdiri di dekat jendela memandang kota Seoul di siang hari. Yoona diam sejenak menatap punggung namja itu lalu melangkahkan kakinya menuju meja kerjanya.

“Yoona-ssi” panggil Siwon yang ternyata menyadari keberadaan Yoona.

Yoona yang semula akan duduk menghentikan niatnya itu “De sajangnim”

“Kita berangkat sekarang” ujar Siwon namun masih belum menghadap Yoona.

“Kemana?” tanya Yoona bingung.

“Aku inginke lokasi tempat pembangunan Hotel baru kita” tutur Siwon lebih jelas.

“Haruskan aku ikut?” tanya Yoona ragu.

“Tentu, siapkan keperluan ku kita berangkat sekarang, aku tunggu di mobil” Siwon membalikan badannya lalu menyambar toxedonya yang tergantung dan meninggalkan Yoona yang menatap kepergiaannya. Yoona menghela nafas sesaat lalu mulai melaksanakan apa yang Siwon perintahkan.

**

Kini Siwon dan Yoona sudah sampai di lokasi tempat pembangunan hotel, Yoona terlihat menenteng beberapa tumpukan map sementara Siwon berjalan di depannya, kedatangan mereka langsung disambut oleh manager Jung.

“Sajangnim akhirnya anda datang juga?” sambut manager Jung ramah.

“Mianhae aku sedikit telat” sesal Siwon namun manager Jung malah terkekeh mendengarnya.

“Tidak apa-apa, mari kita lihat-lihat pembangunan hotel ini” manager Jung memberi jalan pada Siwon, Siwon hanya bisa tersenyum lalu keduanya berjalan beriringan. Sementara Yoona hanya bisa mengikuti kemana pun Siwon pergi.

**

Jessica masuk kedalam rumah yang di desain bergaya Eropa itu dengan anggunnya, melenggangkan kaki indahnya sambil melihat-lihat rumah tersebut yang memang cukup besar dan mewah itu.

“Sica…” panggil seorang wanita paruh baya, namun penampilannya tampak begitu modis dan elegan.

“Ahjumma” Sica bergumam pelan melihat wanita itu yang tengah berjalan ketempatnya berdiri.

“Kapan kau datang?” tanya wanita itu tersenyum hangat pada Jessica.

“Baru saja ahjumma” jawab Jessica yang juga tersenyum.

“Mana Siwon? Kau tak bersamanya?’ tanyanya lagi.

“Siwon sedang sibuk ahjumma, jadi hari ini dia tidak bisa bersama ku” jawab Jessica pada wanita tersebut yang tak lain adalah Ny Choi, ibunda Choi Siwon.

“Ohh arraseo, kau sudah makan….ahjumma sudah memasak makanan kesukaan mu?” ajak Ny Choi sambil merangkul Jessica dan berjalan menuju arah dapur.

“Jinjja? Kebetulan sekali aku sangat lapar bi, boleh aku makan?” ucap Jessica mamasang muka manja. Melihat ekspresi Jessica yang seperti ini membuat Ny Choi gemas melihatnya.

“Kau memang menggemaskan, mari kita makan bersama bibi juga belum makan” Mendengar ucapan yang di lontarkan Ny Choi Jessica hanya bisa tersenyum menanggapinya.

**

Malam kembali menjelang, di iringi dengan salju yang mulai turun menghiasi Kota Seoul, udara dingin juga mulai kembali terasa, disertai dengan angin yang sedikit berhembus. Siwon dan Yoona kini tengah berada di mobil, tugas mereka untuk hari ini telah selesai.

Siwon mengendari Audi 6 kesayangannya dengan kecepatan sedang, mengingat jalanan yang licin akibat salju yang terus turun. Tak ada pembicaraan diantara keduanya, Siwon sibuk melihat jalanan yang licin sementara Yoona sibuk melihat salju yang berjatuhan dari langit yang mengenai kaca jendela mobil.

Tiba-tiba mobil Siwon berhenti mendadak membuat Siwon juga heran di buatnya.

“Kenapa ini” Siwon bergumam bingung sambil melepaskan sabuk pengamannya, sementara Yoona belum sadar jika mobil sudah berhenti.

Siwon menstater mobilnya berusaha untuk menghidupkannya tapi sayang tetap tak bisa.

“Ahhh, kenapa bisa mogok” ucap Siwon sedikit kesal, Yoona yang mendengar Siwon menggerutu mengalihkan pandangannya “Ada apa?”

Siwon menatap Yoona “Mobil ku mogok, kita pulang naik taxi saja”

Dengan terpaksa akhirnya mereka berdua harus keluar dari mobil, dan sekarang mereka berada di tepi jalan. Siwon berusaha memberhentikan taxi, tapi sayang dari tadi tak ada taxi yang mau berhenti. Mungkin karena sekarang sudah malam, ditambah salju semakin lama semakin lebat berjatuhan.

“Bagaimana ini” ucap Siwon sedikit cemas mengingat cuaca yang semakin malam semakin dingin, di tambah perjalanan mereka masih jauh.

“Kita naik bis saja, biasanya tidak akan ada taxi yang berhenti saat salju seperti ini” Seru Yoona, Siwon diam sejenak memikirkan ajakan Yoona ini. Lalu mengangguk mengiyakan.

 

Siwon dan Yoona berjalan bersebelahan menuju terminal bis yang memang cukup jauh dari tempat mereka tadi, meraka berjalan di tengah-tengah salju. Dingin, itulah yang terasa di tambah tak ada percakapan di antara mereka semakin menambah suasana dingin.

“Sejak kapan kau dan dia pacaran?’ Siwon bersuara memecahkan keheningan. Merasa di ajak bicara Yoona pun menjawabnya.

“Sejak kau pergi” jawab Yoona tapi terlihat menahan dingin.

“Secepat itukah kau melupakan ku?’ tanya Siwon lagi.

“Lalu untuk apa aku mengharapkan seseorang yang pergi bergiu saja, lalu tak tentu akan kembali” jawab Yoona lagi yang kembali membuat Siwon semakain merasa bersalah.

“Kau bahagia bersamanya?”

“Tentu, aku sangat bahagia bersamanya” jawab Yoona setelah jeda cukup lama.

 

Kembali suasana hening, tak ada pembicaraan di antara mereka lagi. Kini yang terdengar hanya deru nafas mereka yang menahan dingin. Siwon menghentikan langkah kakinya, lalu membuka tuxedonya, sementara Yoona asyik dengan pikirannya dan terus berjalan meninggalkan Siwon.

“Yoona” panggil Siwon pada gadis yang berjalan di depannya, merasa dipanggil Yoona pun membalikan badannya.

Yoona berdiri menatap Siwon yang juga sedang menatapnya, perlahan Siwon berjalan ke arah Yoona hingga akhirnya mereka berdua berhadapa dengan jarak yang tidak terlalu jauh. Siwon menatap beningnya mata gadis bermarga Im itu, lalu perlahan mulai memakaikan tuxedonya pada Yoona.

“Aku yakin kau kedinginan” Siwon tersenyum pada Yoona lalu melepaskan tangannya dari pundak Yoona dan berlalu pergi. Yoona membalikan badannya menatap Siwon yang kini hanya memakai kemeja putihnya.

“Aku tidak kedinginnan” kata Yoona namun terlihat genangan air mata di pelupuk matanya yang sepertinya siap turun.

“Aku tidak mau kau sakit, pakailah itu. Aku tidak apa-apa” ucap Siwon lalu kembali melangkahkan kakinya.

Yoona tak bersuara lagi, dia hanya bisa menatap punggung Siwon dengan perasaan bersalah.

**

Siwon pulang ke rumahnya, wajahnya sedikit kusut menandakan betapa lelahnya dia. Siwon berjalan semakin dalam menuju rumahnya, tapi segera ia hentikan langkah kakinya saat melihat Jessica dan ibunya yang sedang menonton Tv di ruangan keluarga. Siwon menghela nafas melihat keduanya, lalu kembali melangkahkan kakinya untuk menaiki tangga tapi sayang sang ibunda sudah memanggilnya membuat Siwon dengan terpaksa harus menghampiri keduanya.

Siwon duduk di salah satu sofa, lalu menyandarkan tubuh lelahnya itu.

“Ada apa Eomma?” ucap Siwon dengan suara seraknya.

“Kau kemana saja, Sica sudah dari tadi menunggu mu?” tanya Ny Choi mengintrogasi anaknya itu.

“Hari ini aku sibuk, jadi tak ada waktu untuk bersama Jessica” jawab Siwon sekenanya tanpa  memperdulikan perasaan gadis yang duduk di sebelahnya.

“Ahjumma, aku mengerti pekerjaan Siwon sangatlah banyak. Jadi ahjumma tidak usah marah pada Siwon,mungkin lain kali Siwon bisa meluangkan waktunya untuk ku” bela Jessica tapi tak ada respon apapun dari Siwon.

“Baiklah, mumpung kau ada disini maka akan ku beritahu sekarang”

Siwon menatap Jessica seakan bertanya “Ada apa”

“Begini, Eomma dan kedua orang tua Jessica sudah sepakat jika pertunangan kalian akan dilaksanakan minggu ini” mendengar penuturan ini Siwon langsung menatap ibunya tak percaya seolah-olah tak terima dengan keputusan sepihak ini.

“Eomma, kenapa Eomma mengambil keputusan sendiri? Kenapa Eomma tidak bilang dulu pada ku?”

“Choi Siwon putra ku, kau tidak usah protes lagi Jessica sudah menyetujuinya, benarkan sica?” Jessica langsung  menganggukan kepala sambil tersenyum. “Ne, kedua orang tua kita sudah setuju Oppa, jadi pertunangan kita di majukan minggu depan, bagaimana?”

Untuk kesekian kalinya Siwon menghela nafas tanda pasrah sekaligus kesal, “Terserah, kalian yang mengatur hidup ku” Siwon bangkit dari duduknya.

Ny Choi hanya tersenyum melihat sikap putranya ini sementara Jessica terliht heran.

**

Pagi-pagi sekali Siwon sudah berada di kantor, biasanya ia tak pernah seperti ini. Tapi, mengingat saat ini dia sedang tak mood dengan ibunya maka ia putuskan untuk datang lebih awal ke kantor. Siwon berdiri tegap di dekat jendela melihat kota Seoul dari lantai 7, tiba-tiba pandangannya teralihkan pada mobil MBW hitam yang baru memasuki halaman kantor, selang beberapa detik kemudian seorang laki-laki yang pernah Siwon jumpai keluar dari dalam mobil lalu membukakan pintu mobil sepertinya untuk seseorang, selang berapa detik keluarlah seorang wanita dari dalam mobil itu.

Wanita itu tersenyum pada laki-laki itu begitu pula sebaliknya, melihat pemandangan yang ada didepannya membuat mood Siwon hari ini benar-benar semakin buruk, Siwon mengepalkan kedua tangannya sambil menatap tajam kedua orang yang sedang asyik di bawah sana.

“Seharusnya aku yang melakukan itu padanya….”bisik Siwon terdengar tajam.

**

Yoona baru saja keluar dari wc tiba-tiba sebuah tangan kekar menarik tangannya, dan memaksanya untuk pergi.

“Apa yang kau lakukan lepaskan aku” erang Yoona.

“Aku akan melepaskan mu, tapi ikut aku dulu” ucapnya dingin.

“Choi Siwon….” bentak Yoona yang membuat Siwon menghentikan langkah kakinya, karyawan yang berada di sekitar mereka melihat mereka heran.

“Yul, lihatlah mereka bertengkar” ujar Kyuhyun terlihat cemas.

“Ketakutan kita akhirnya terjawab sudah” balas Yuri tak kalah khawatir.

 

Siwon memandang Yoona tajam, sementara Yoona berusaha melepaskan tangan Siwon yang memegang tangannya kuat.

“Lepaskan aku” erang Yoona lagi, tapi Siwon tak menggubrisnya malah dia kembali berjalan membawa Yoona keluar dari gedung itu.

Semua karyawan yang menyaksikan semuanya hanya bisa melongo heran, sementara Yuri dan Kyuhyun malah terlihat cemas melihat Yoona yang sedikit di perlakukan Siwon dengan kasar.

**

Siwon dan Yoona berdiri bersebelahan, ternyata Siwon membawa Yoona ke tepi sungai Han tempat favorit mereka waktu SMA dulu. Sudah sekitar 15 menit mereka disini, tapi masih belum ada pembicaraan diantara mereka, sampai akhirnya Siwon bersuara.

“Ini adalah permohonan terakhir ku, ku mohon berikan aku satu kesempatan lagi, kembali lah pada ku Yoona”

“Tidak, tak ada kesempatan untuk mu” jawab Yoona serak.

“Im Yoona…”

“Kenapa kau begitu mencintai ku?” tanya Yoona.

“Karena……karena aku…” Siwon terbata, tak tahu harus jawab apa atasan pertanyaan Yoona.

“Kau tak bisa menjawabkan? Jadi sudahlah aku tak mau berurusan lagi dengan mu hubungan kita sudah berakhir sejak kau meninggalkan ku, jadi ku mohon lupakan aku, cari pengganti ku” Yoona pergi meninggalkan Siwon.

“Minggu depan aku bertunangan, tolong aku, aku tak mencintainya…”

Deg..

Seketika Yoona menghentikan langkah kakinya, tiba-tiba dia merasakan kakinya sangat lemas bahkan ia tak sanggup untuk menopang tubuhnya sendiri. Perlahan air mata Yoona melelah tak kala Siwon mengatakan hal yang cukup membuat hatinya kembali sakit.

Tiba-tiba sebuah tangan memeluknya dari belakang, membuat Yoona semakin tak berdaya dibuatnya.

“Biarkan seperti ini, aku merindukan ini. Aku tahu ini dosa, karena kita punya pasangan masing-masing tapi ku mohon biarkan seperti ini”

Siwon semaking mengeratkan pelukannya, sementara Yoona tak dapat berkutik sedikit pun. Siwon melepaskan pelukannya, lalu membalikan tubuh Yoona menghadapnya. Kini keduanya berhadapan, menatap binar mata masing-masing. Siwon menatap lekat Yoona dan mempersempit jarak diantara keduanya, semakin sempit hingga dapat mempertemukan bibir mereka. Yoona menutup kedua matanya setelah bibirnya menempel sempurna di bibir Siwon, entah apa yang terjadi diantara keduanya. Mungkin inilah luapan kerinduan, atau ini hanya godaan sementara.

Siwon sedikit menggerakan bibirnya, mencoba merasakan manisnya bibir sang wanita yang sangat ia cintai. Ciuman yang terasa kaku tapi memberi kesan basah itu harus Yoona akhirnya, Yoona seperti tersadar telah melakukan perbuatan yang sangat berdosa.

“Tidak, jangan lakukan lagi…ku mohon jangan lakukan ini lagi…..aku tidak mau menyakiti perasaannya” Yoona berlari sambil menyeka air matanya. Sementara Siwon hanya bisa menatap sendu kepergian Yoona.

**

Yoona berjalan gontai menuju rumahnya, dirinya kini di selimuti rasa bersalah atas kejadian yang baru saja menimpanya. Kejadian yang tak seharusnya ia lakukan, Yoona menghentikan langkah kakinya saat melihat seorang namja yang amat sangat ia kenal sedang bersandar di depan mobil hitamnya, sesekali namja itu melihat arloji yang melingkar di tangan kirinya.

Yoona menghampirinya perlahan, sampai akhirnya namja tersebut menyadari keberadaan Yoona.

“Yoona….” dia tersenyum pada sang kekasih, lalu menghampirinya.

“Yoona, gwaenchanayo” Donghae –namja tersebut terlihat cemas melihat keadaan Yoona yang tak seperti biasanya.

“Aku tidak apa-apa Oppa?” jawab Yoona pelan lalu tersenyum tipis. Donghae belum puas mendengar jawaban Yoona, dan akan bersuara lagi namun Yoona malah memelukanya membuat Dongahe jadi bingung.

“A…ada apa Yoona?’

“Oppa…..” ucap Yoona pelan.

“Ne….”

“Mianhae, jeongmal mianhae…mianhae Oppa”

Donghae tertegun sejenak lalu kembali bersuara “Untuk apa?”

“Anio, aku hanya merasa bersalah saja pada mu” Yoona mengusap air matanya mencoba menyembunyikannya dari Donghae.

“Arraseo…..” Donghae tersenyum lalu membalas pelukan Yoona.

**

Kedua tangan Siwon perlahan terlepas dari stir mobil, matanya memerah dan dadanya kembali sesak melihat apa yang ada di depannya saat ini.

“Aku belum bisa  merelakan mu dengannya Yoona” bisik Siwon.

**

Setelah Donghae pergi Yoona masuk kedalam rumah lalu menjatuhkan tubuhnya di atas ranjang, hari ini bisa di bilang hari yang paling melelahkan bagi dirinya. Yoona menatap langit-langit kamarnya dengan tatapan kosong.

Yoona mengambil sesuatu dari balik bantalnya, sebuah benda yang mungkin memberikan kenangan bagi dirinya. Sebuah kalung pemberian Siwon yang berliontin inisial nama mereka.

“Seharusnya aku membuang benda ini, tapi kenapa aku malah menyimpannya selama ini. Tuhan, kenapa aku jadi terjebak seperti ini, ada apa dengan perasaan ku, kenapa semuanya bisa seperti ini” Yoona menutup kedua matanya, lalu kembali air matanya meleleh untuk kesekian kalinya.

**

Kembali ke rutinitas seperti biasanya Yoona di sibukan dengan pekerjaannya yang cukup banyak, meskipun sekarang sudah jam makan siang namun Yoona masih berkutat pada lembar kerja excelnya.

Deringan telpon menyadarkannya, tak melihat siapa yang memanggilnya Yoona langsung menekan tombol hijau.

“Yeoboseo….?”

“……………”

“Aku masih dikantor, waeyo Oppa?”

“………………..”

“Arraseo, kalau begitu aku ke bawah sekarang”

Klik sambungan pun terputus, Yoona segera mematikan komputernya lalu beranjak berdiri dari duduknya.

“Mau kemana?” cegah Siwon saat Yoona akan pergi.

“Sudah waktunya makan siang sajangnim, aku pergi dulu”

Yoona langsung pergi meninggalkan Siwon, sementara Siwon hanya bisa menghela nafas berat. Tak lama pintu kembali terbuka dan muculah Jessica dari balik pintu.

“Sica ada apa?”

Jessica berjalan menghampiri Siwon sambil tersenyum senang “Ayo kita makan siang Oppa?” ajak Jessica, Siwon menatap Jessica sesaat sampai akhirnya Siwon menyetujui ajakan gadis bermarga Jung ini.

**

Yoona terlihat tak berselera untuk menyantap makan siangnya kali ini, dari tadi dia hanya mengaduk-ngaduk nasinya tanpa ia makan secuil pun.

“Kau tidak makan?” seru Donghae yang ternyata dari tadi memperhatikan Yoona.

“Oh, aku….aku makan Oppa” jawab Yoona gugup lalu menyuapkan sesendok nasi ke dalam mulutnya,

“Yoong, lusa ada pameran lukisan kau mau ikut tidak?” tanya Donghae setelah menelan pastanya.

“Pameran lukisan, sepertinya menarik tapi aku tidak janji datang soalnya aku takut sibuk” jawab Yoona, Donghae hanya mengangguk mengerti lalu kembali suasana menjadi hening.

“Permisi boleh kami ikut duduk disini”

Mendengar suara itu Yoona dan Donghae segera mengalihkan perhatian mereka ke sumber suara, dan terdapatlah Jessica dan Siwon.

**

Kini mereka berempat berada dalam satu meja, suasana di restaurant ini memang cukup ramai sehingga tak ada meja kosong lagi, maka Jessica dan Siwon memutuskan untuk makan di meja Yoona Donghae.

“Maaf aku mengganggu maka siang kalian berdua, habisnya disini tidak ada meja kosong, tidak apa-apa kan?” kata Jessica memecakan keheningan.

“Tidak apa-apa Nona, kami tidak keberatan” jawab Yoona menganggapi.

“Emmm Yoona-ssi apa “Oppa” ini, namja chingu mu?” tanya Jessica sambil melirik Donghae yang duduk di sebelahnya.

“De, Nona” jawab Yoona singkat.

“Annyeong aku Jessica Jung, aku kekasihnya Siwon Oppa?” Jessica mmperkenalkan dirinya pada Donghae.

“Annyeong, aku Lee Donghae…” kata Donghae memperkenalkan diri.

“Kalian tampak serasi sekali” seru Jessica, mendengar ucapan itu terlontar dari bibir Jessica membuat Yoona dan Donghae tersenyum kaku.

Tiba-tiba Siwon bangkit dari duduknya membuat Donghae Jessica dan Yoona kaget.

“Oppa kau mau kemana?’ Jessica menatap Siwon bingung.

“Yoona-ssi cepet kembali bekerja, setelah ini kita ada rapat” tiba-tiba Siwon menarik tangan kiri Yoona untuk berdiri sontak Donghae memegang tangan kanan Yoona menahannya pergi.

Kini suasana sedikit tegang membuat Yoona bingung apa yang harus ia lakukan,Yoona menatap Siwon lalu menatap Donghae.

“Jangan dulu pergi, tunggu sebentar” Donghae mengambil sesuatu dari dalam tasnya, lalu memberikannya pada Yoona.

“Bekal makan siang, ini khusus ku buatkan untuk mu. Jadi makanlah, dan Siwon-ssi jika kau lapar kau juga boleh makan bersama Yoona” Donghae tersenyum lalu melepaskan tangannya yang memegang tangan Yoona, Siwon diam seribu bahasa dia tak menyangka jika Donghae akan bersikap seperti ini, tadinya Siwon berpikir Donghae akan marah padanya dan tidak mengijinkan Yoona pergi bersamanya, tapi ternyata dugaan Siwon salah besar.

**

“Yoona-ssi” seseorang memanggil Yoona, sontak Yoona menolehkan kepalanya kebelakang.

Yoona sedikit terkejut saat melihat ternyata Jessica yang memanggilnya..

“Nona…..”

Jessica tersenyum lalu berjalan menghampiri Yoona “Bisa kita bicara sebentar?” tanya Jessica setelah berhadapan dengan Yoona.

Yoona terlihat menimbang-nimbang ajakan ini lalu beberapa detik kemudian tersenyum mengiyakan.

**

“Ini coffe untuk mu” Jessica menyerahkan coffe pada Yoona, Yoona menerimanya dan menyesap coffe itu sedikit. Sekarang mereka berdua berada di sebuah taman yang tak jauh dari kantor tempat Yoona bekerja.

“Nona, katanya ada yang ingin kau bicarakan. Apa itu?” Yoona membuka pembicaraan.

“Ahh begini, aku sebenarnya ingin lebih mengenal mu saja, habisnya aku tidak punya teman di Seoul, berhubung kau sekretaris Siwon Oppa jadi ku rasa kita bisa berteman” ujar Jessica lalu menyeap coffenya.

“Ahh begitu yah…..”

“Emm Yoona bagaimana rasanya jadi sekretaris Siwon Oppa?” tanya Jessica lagi.

“Begitulah, aku tidak tahu rasanya seperti apa?”

“Waeyo?”

“Mungkin saja sama seperti sekretaris lainnya tak ada bedanya”

“Owh begitu yah, oh yah boleh minta nomor ponsel mu sepertinya aku akan butuh bantuan mu”

Mendengar Jessica mengatakan hal itu membuat Yoona heran. “Nomor ponsel ku?” tanya Yoona meyakinkan.

“Ini ponsel ku” Jessica menyerahkan ponselnya, Yoona yang masih terlihat ragu akhirnya mengambil ponsel Jessica dan menulis nomor ponselnya.

**

Siwon melangkahkan kakinya satu persatu menaiki tangga, suasana rumah ini terasa sepi tak ada satu pelayan rumah pun yang berkeliaran.

“Choi Siwon” panggil seseorang saat Siwon sudah berada di tengah-tengah tangga, Siwon tahu siapa yang memanggilnya, tapi dia tak menoleh malah menghentikan langkah kakinya

“Ada apa lagi?” ucap Siwon sinis.

“Mulai besok kau jangan terlalu sibuk, sebentar lagi pertunangan mu. Jadi siapkan dirimu” ujar nya berintonasi tegas.

“Belum cukupkah? Belum cukup apa yang Eomma lakukan selama ini pada ku” tanya Siwon menahan emosinya.

“Ka purta ku, dan aku adalah ibu mu jadi turuti apa kata ku” tegas Ny Choi menaikan volume suaranya.

“Ibu? Apa kau bilang? Ibu? Pantaskah kau dipanggil ibu, sementara sikap mu tidak menunjukan bahwa kau adalah seorang ibu” perlahan suara Siwon serak menahan air matanya yang siap keluar, Ny Choi mengepalkan kedua tangannya menahan amarah pada putranya ini.

“Choi Siwon” bentak Ny Choi prustasi.

“Cukup, aku tak mau bertengkar dengan mu Ibu” ucap Siwon memberi penekanan pada kata ibu, lalu kembali melangkahkan kakinya.

Taeyeon yang menyaksikan perdebatan antara ibunya dan adik laki-lakinya itu, tak tahan lagi dan segera menghampiri Ny Choi yang sekarang sudah duduk di sofa.

“Eomma, sebenarnya apa mau mu? Kenapa kau terus bertindak seperti ini” cecar Taeyeon membela adiknya, Siwon.

Samar-samar Ny Choi mengerutkan keningnya “Ada apa dengan mu? Kenapa kau jadi membela adik mu?”

“Eomma, Siwon sekarang sudah dewasa tak sepantasnya Eomma terus mengatur kehidupannya, apa Eomma belum puas sudah menjauhkan Siwon dari Yoona, apa itu belum cukup” teriak Taeyeon geram melihat sikap ibunya yang sudah keterlaluan.

Ny Choi tersenyum kecut “Rupanya sekarang kedua anak ku sudah pandai membantah ku, semua ini karena gadis miskin itu”

“Eomma”….pekik Taeyeon semakin kesal.

“Sebaiknya kau urus saja rumah tangga mu itu, rumah tangga yang sudah 8 tahun tak mempunyai keturunan”

Mendengar ucapan itu hati Taeyeon bagai di sayat-sayat, begitu sakit sehingga Taeyeon tak kuasa lagi menahan air matanya.

“Eomma…..” lirih Taeyeon.

“Wae? Benarkan sudah 8 tahun kau menikah dengan Park Jung Soo tapi sampai sekarang pun kau tak mempunyai keturunan darinya, itu semua salah mu Taeyeon seharusnya kau dengar aku, jangan menikah dengan laki-laki itu, seharusnya kau menikah dengan Kangin bukan  dengan dia”

Ny Choi berdiri lalu pergi meninggalkan Taeyeon yang terlihat rapuh, kini Taeyeon tak kuasa menahan dirinya lagi, Taeyeon menjatuhkan dirinya di atas sofa lalu sedetik kemudian terdengar isakan tangis dari bibirnya.

“Noona….” tiba-tiba sebuh tangan merangkul pundaknya, perlahan Taeyeon membalikan kepalanya kebelakang dan kembali air matanya jatuh bercucuran.

“Siwon….apa yang harus aku lakukan…apa yang harus aku lakukan” Taeyeon tertunduk, tangisnya semakin menjadi, melihat sang kakak yang terlihat rapuh Siwon seger duduk di samping Taeyeon lalu merangkulnya.

“Noona….” Siwon tertahan dia terlalu bigung harus bagaimana lagi menenangkan kakaknya ini. Sementara Taeyeon semakin menangis berada dalam dekapan Siwon.

 

**

Hari pertunangan Siwon dan Jessica pun tiba, semua tamu undangannya sudah mulai berdatangan termasuk Yoona yang datang bersama dengan Donghae, karena memang Donghae pun di undang Siwon untuk datang.

Ny Choi selaku tuan rumah menyambut para tamu undangan yang dominan adalah orang-oarang kaya, tapi saat Ny Choi melihat seorang wanita yang berjalan beriringan dengan seorang pria yang tak asing baginya segera Ny Choi menghampiri wanita itu.

“Kau, sedang apa kau di sini?” tanya Ny Choi tak suka dengan kehadiran wanita itu di pesta pertunangan putranya.

Yoona, wanita itu hanya bisa diam saat ditanya.

“Kami di undang Siwon-ssi untuk datang ke pesta pertunangannya” jawab Donghae yang dari tadi berada di sebelah Yoona.

“Siwon?” tanya Ny Choi tak percaya.

“Ye, Siwon-ssi” jawab Donghae pasti

Ny Choi kembali mengalihkan perhatiannya pada Yoona, memandang Yoona dari ujung kaki hingga ujung kepala “Dasar tak tahu diri, gadis miskin” celetuk Ny Choi yang mampu membuat mata Yoona panas mendengar hinaan itu. Yoona menatap punggung Ny Choi yang memang sudah berlalu dari hadapannya.

**

Acara yang paling di tunggu-tunggu pun akhirnya datang juga, Siwon berjalan dengan gagahnya menuruni tangga satu persatu sementara Jessica juga tampil sangat cantik yang membuat tamu undangan menatap takjub ke arahnya.

Siwon dan Jessica berdiri bersebelahan, tak lama seorang wanita menyerahkan kotak kecil berwarna merah. Siwon membuka kotak merah tersebut dan terdapatlah sepasang cincin putih bermata mutiara yang sangat indah di lihat.

“Siwon, cepat masukan cincin itu di jari manis Sica” Ny Choi tersenyum pada putranya itu, sementara Siwon tahu jika senyum itu adalah senyum ancaman. Dengan ragu Siwon mengambil cincin itu dari tempatnya, lalu mengangkat tangan kiri Jessica.

Siwon diam sejenak sebelum memasukan cincin itu, ada keraguan dalam hatinya untuk memasukan cincin itu pada jari manis Jessica. Akhirnya, dengan berat hati Siwon mendekatkan cincin itu pada jari manis Jessica.

Tapi  sayang, cincin itu malah terlepas dari tangan Siwon, menggelinding hingga akhirnya cincin putih itu berhenti tepat di depan seorang yeoja.

Semua tamu undangan termasuk Siwon, diam melihatnya. Kini suasana tiba-tiba berubah menjadi sangat sunyi, orang-orang yang tadinya riuh kini membisu menyaksikan sebuah peristiwa yang cukup mengagetkan.

Jessica menatap Siwon dan Yoona bergantian seakan bertanya “Ada apa ini” begitu pula dengan Donghae yang berdiri disamping Yoona, menatap sang kekasih dengan tatapan sulit diartikan. Sementara Siwon terlihat tak percaya dengan apa yang terjadi, sama hal nya dengan Siwon, Yoona juga terlihat kaget dengan apa yang sekarang ini sedang terjadi, Yoona mengalihkan pandangannya ke bawah menatap cincin berlian putih itu yang tepat berada di depannya.

 

To Be Countinued

 

Setelah cukup lama menghilang aku come back lagi…..*horeeeeeee

Mianhae, kemarin aku lagi sibuk banget jadi FF ku terbengkalai gini,ToT..

 

Oke RCL ya Nited……#Bow…

 

Iklan
Tinggalkan komentar

144 Komentar

  1. sari

     /  Agustus 25, 2013

    itu artinya jodoh..kasian yoona nya

    Balas
  2. tia risjat

     /  Maret 10, 2014

    wonppa pasti menahan kuat keinginannya untuk masukin cincin itu di jarinya yoona. aigo.. gemes banget!!!
    jadi selama ini kehidupannya diatur sama eommanya ya? aduh.. nyonya choi itu ya! tega banget sama wonppa dan taeyeon.
    eh.. haeppa kayanya sakit dech. sesuatu yang berhubungan dengan otak kah? soalnya dia bersikap baik sama siwon yang udah ‘narik’ paksa yoona. apa karena dia nyadar kalo hidupnya ga lama lagi?

    Balas
  3. Dede

     /  Maret 16, 2014

    Adu kasian yoona dikit” nangis aj bikin sesak napas yg baca.ibunya siwon jahat banget.apa yg akan terjadi ya setelah cicinnya jatoh?

    Balas
  4. yeona

     /  Maret 31, 2014

    Tuh, dari situ aja udah tau bahwa siwon oppa itu takdinya yoona onni.
    Tapi kenapa ommanya siwon oppa jahat bnget sih?

    Balas
  5. Ndashof

     /  April 1, 2014

    Makin seru aja ni FF 😀
    Penasaran gmana kelanjutannya…:-/

    Balas
  6. nina

     /  Mei 4, 2014

    trnyata jessica orgny,,,,,knp ny choi jht bgt sm yoona…
    smg aj pertunangannya batal…kekeke

    Balas
  7. Rhiiyoonah

     /  Mei 4, 2014

    Ohh…trnyta jessica org’a…
    It ny.choi jhat ama yoona yaa,jd sbel sya…
    Omo…cincin tunangan’a jtuh d dpn yoona…brarti cincin’a tw siapa yg shrus’a di pkein cincin it oleh wonppa…hehe

    Balas
  8. any

     /  Mei 18, 2014

    Bahkan cicinnyapun memilih sang pemilik sebenarnya??heheheh

    Balas
  9. umu salaamah

     /  Juni 29, 2014

    Next chapter 😉

    Balas
  10. Wah…benar2 jodoh…nich…aku salah ku kira tifani yg akan jd tunangan siwon tp jesika,ah…bnar2 bkin pnasaran.

    Balas
  11. Apa perlu gue injek tuh Ny.Choi :v :3

    Balas
  12. Dahlia GaemGyu

     /  Juli 31, 2014

    ternyata tiffany,, ny.choi tu ya ngajakin tawuran, minta di jotos ya?

    Balas
  13. Dahlia GaemGyu

     /  Juli 31, 2014

    ternyata jessica,, ny.choi tu ya ngajakin tawuran, minta di jotos ya?

    Balas
  14. Mia

     /  Agustus 2, 2014

    Semakin tegang aja nich

    Balas
  15. anas irwandi

     /  Agustus 19, 2014

    jadi yogja itu sica wah berati donghae oppa sama sica bisa jadian dong yee……yee…….yee

    Balas
  16. marsiah

     /  Februari 28, 2015

    Eoma nya siwon oppa ko sombong banget dan tegabanget maksa kehidupan anak2nya sesuai ke inginan nya.

    Balas
  17. Emang bner jdoh gakmna.bahkan cincin aja tau kmna dia mau msuk.daebakkk.seruuuuuuuuuuu

    Balas
  18. ternyata yeoje (?) adalah Sica *hmpir dismua ff yg sdh aku baca smuanya pasti yg mnjadi pghalang hub. Yoonwon pasti Jesica. Emng mereka jga cocok ya???

    Balas
  19. Susi

     /  Mei 12, 2015

    Ibunya siwon ko jahat banget sih, dia udah memisahkan yoona dan siwon dan dia juga ga segan buat mengatakan hal yang kaya segitu nyakitin nya ke taeyeon padahal kan mereka anaknya dia ko jadi dia bisa beraikap seperti itu ke anak-anak nya sendiri..😠

    Ahhh jodoh itu ga bakalan kemana semoga akhirnya nanti siwon bisa membuat yoona kembali padanya, dan semoga yoona juga mau menerima siwon kembali, yaah walaupun jika mereka bersama nanti pasti akan menghancurkan hati dan perasaan dari pasangan mereka masing-maaing..

    Balas
  20. wiwin

     /  Juli 2, 2015

    Owh nmanya joddoh..gk akan kmana atau kesasar tu cincin…

    Balas
  21. Huwaaa emaknya Siwon oppa sadis banget!! Bahkan lebih sadis dari macan hahaha.
    Gagal sih gagal acara pertunangannya..

    Balas
  22. raratya19

     /  Oktober 20, 2015

    aku rasa donghae ngidap penyakit sesuatu, kelihatan dari sikapnya yang terlihat “pasrah” melihat yoonwon, dan jessica, semoga dia ga macam2 ke yoona

    Balas
  23. Swari kartika

     /  Maret 31, 2016

    Jatuh ke tangan yg seharusnya…
    Complicated bgt makin kesini yoona nya jg msih ada rasa ke wonppa.. aigo ibunya wonppa galak yah…. jahaaat..

    Balas

United, Leave a Coment Here

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: