[FF] Wife for My Husband (Chapter 3)

Title : Wife for My Husband

 ffyoonwon-wifeformyhusband-poster

Author: kkezzgw / Kezia Gabriella Winoto

 

Facebook: http://www.facebook.com/keziagw

 

Twitter: https://twitter.com/#!/santasiwon

 

Cast:

  • Im Yoona (SNSD)
  • Choi Siwon (Super Junior)

Other Cast

  • Tiffany Hwang (SNSD)
  • Kim Kibum (Super Junior)
  • Krystal Jung ( fx)
  • Choi Minho ( SHINee)
  • Taeyeon & Leeteuk
  • Choi Sulli ( fx )
  • Kwon Yuri (SNSD)

Genre: Family, Sad, Tragedy, Romance

 

Length:  Chapter

 

Rated: PG-13

 

Note: Annyeong reader^^ akhirnya ini part bisa ke publish juga, mianhae, author itu author yang terllau lama dalam hal menulis, mungkin karena tugas sekolah author yang numpuk, jadi bener – bener gak ada waktu buat bikin FF T_T

 

 

Oh iya mungkin dalam waktu dekat, author bakal hiatus panhang, mengingati Ujian Nasional semakin deket aja^^ diusahaiin ini FF bisa selesai sebelum April (:

 

Kalo cerita makin gakjelas, jeongmal mianhae T_T

 

HAPPY READING^^

————————————————–

AUTHOR POV

Sulli menatap YoonBum dengan tatapan bingung, bagaimana tidak? Sekarang mereka sedang saling menatap dengan tatapan yang sulit diartikan, “Ehemm…” kata Sulli berdehem, tapi belum bisa membuat YoonBum tersadar.

“YAK! Kalian kenapa??” pekik Sulli yang membuat YoonBum tersadar dan langsung mengalihkan pandangannya karah berlawanan.

“Kalian saling kenal??” tanya Sulli.

“Ne/Ani” Kata YoonBum bersamaan tapi tidak sama, “Yang benar yang mana?” tanya Sulli bingung.

“Lupakanlah, Sulli, aku masuk duluan, annyeong…” kata Yoona langsung berlari ke dalam rumah, “Yoong! Yoong!” teriak Kibum memanggil Yoona yang terus berlari tak menghiraukannya.

“Ahjussi, apa kau mengenalnya? Darimana kalian saling kenal?” tanya Sulli bingung. Kibum mengalihkan pandangannya kea rah Sulli, “Sudahlah jangan dibahas lagi, ne? Dan juga jangan bilang pada Siwon oppa, arayo?” Sulli hanya menganggukkan kepalanya mengerti.

Yoona terus berlari menuju kamarnya yang ada di lantai atas, dia pun segera membanting pintu kamarnya dan menyandarkan tubuh rampingnya di balik pintu, lama kelamaan dia semakin turun dan turun hingga dia teruduk di lantai sambil menangis, “Kenapa aku harus bertemu dengannya, lagi?” kata Yoona dan menenggelamkan wajahnya di lutut.

“Kenapa dia harus kembali setelah meninggalkanku? Hiks…” kata Yoona lagi masih terisak. Yoona pun bangkit sambil mengusap air matanya, “Dia hanya masa lalumu, Yoona-ah..”

**

“Ahjussi, apa kau mengenalnya?” tanya Sulli curiga. Kibum gugup mendapat pertanyaan seperti itu, “Hmm…yak! Panggil aku oppa!” kata Kibum berusaha mengalihkan perhatian, “Kau lebih cocok dipanggil ahjussi, Kibum Oppa hha…” ledek Sulli pada kakak sepupunya ini.

Tiffany yang baru sampai rumah kaget melihat Kibum, “Kibum-ah…” sapa Tiffany yang membuat Kibum dan Sulli yang sedang duduk di sofa menoleh kearah Tiffany, “Fany-ah…annyeong..” sapa Kibum sambil menunjukkan senyum terbaiknya.

“Sepertinya aku harus naik..” kata Sulli lalu berdiri dan berjalan ke atas.

“Aaaa…sudah lama tak bertemu sejak terakhir kita bertemu di Amerika, ne?” kata Tiffany lalu memeluk Kibum ramah.

“Bagaimana kabarmu, Fany-ah?” tanya Kibum basa – basi. “Baik, bagaimana denganmu?” tanya Tiffany.

“Aku tentunya baik apalagi setelah bertemu denganmu 6 bulan yang lalu, hha…” canda Kibum yang membuat mereka tertawa renyah, “Kau sudah makan?” tanya Tiffany.

“Tentu saja sudah, tadi Sulli juga sudah memberiku secangkir teh ginseng..” kata Kibum menjelaskan.

Siwon yang tadi usai pergi bersama Tiffany baru masuk ke dalam rumah dan melihat Tiffany yang sedang asyik berbincang dengan saudara sepupunya, Choi Kibum.

“Bum-ah!” sapa Siwon senang, “Wonnie!”

Siwon pun menghampiri Kibum lalu menepok bahunya ramah, “Akhirnya kau kembali setelah 10 tahun ada di Amerika, hha…” katanya.

“Aku rindu negaraku..” kata Kibum tersenyum.

Siwon pura – pura mencari sesorang, “Belum mendapatkan jodoh?” ledek Siwon pada Kibum yang membuatnya tersenyum malu, “Kau ini, lihat saja sebentar lagi aku akan mendapatkannya…hha…”

“Kau ini, oh iya, akan tinggal dimana setelah ini?” tanya Siwon, “Mungkin aku akan menyewa kamar..” kata Kibum.

Siwon tersenyum lalu merangkul sepupunya itu, “Tinggal disini saja..” kata Siwon lagi, “Heuh? Disini? A……..”

Tiba – tiba pikiran akan sosok Yoona yang sepertinya tinggal disini, dia berfikir sekali lagi untuk menerima tawaran emas ini, jika dia menolaknya, tentu akan semakin membuatnya jauh dari Yoona, tapi jika dia menerimanya dia akan lebih dekat dengan Yoona….

“A……arayo, tapi setelah aku mendapatkan apartement yang nyaman, aku akan pindah…” kata Kibum yang tak mau harga dirinya turun juga.

“Nah, baguslah kalau begitu…aku akan menyuruh Hong ahjumma menyiapkan kamar untukmu, lebih baik sekarang kita mengobrol sebentar…” kata Siwon yang dijawab anggukan Kibum dan Tiffany.

**

“Yeobo, kita akan mengundang siapa saja dalam pernikahan Siwon dan Yoona?” tanya Minho pada Krystal yang sedang membaca majalah, “Kita tidak akan mengundang siapapun, hanya keluarga inti saja..”

“Kibum?” tanya Mihno pada Krystal yang membuatnya menoleh kearah suaminya itu, “Kibum kan di Amerika, apa kau lupa?” tanya Krystal pada Minho.

“Dia ada di Korea dan sekarang tinggal dirumah Siwon, Soojung….” Kata Minho, “MWO? RUMAH SIWON?” kaget Krystal.

“Artinya dia sudah tahu tentang semua ini?” Minho mengangguk.

“Kalau begitu undang saja dia…” kata Krystal, “Kau bilang hanya keluarga inti….”

“Tapi, kalau ada dia di Korea, apa salahnya mengajaknya?” kata Krystal ngotot.

“Yah, terserah kau saja yeobo..” kata Minho yang selalu pasrah pada istrinya.

Krystal menoleh lagi, “Yeobo, apa kau sudah menyiapkan semuanya untuk pernikahan Siwon dan Yoona?” tanya Krystal, Minho mengangguk, “Tentu saja, aku sudah menyuruh anak buahku menyiapkan semuanya, kau tenang saja, semua sudah siap, bahkan jika kau ingin mereka menikah sekarang, bisa..” canda Minho.

“Ahh…gomawo yeobo…” kata Krystal manja.

“Yeobo, awalnya aku ingin mereka menikah di Lang Tengah Beach, disana sangat indah….kapan – kapan kita kesana, ne?” kata Krystal manja layaknya pasangan baru.

Minho tertawa, “Ne, yeobo-ah, kita pasti akan kesana bersama, eotte?” Krystal mengangguk riang.

**

Keesokan paginya, seperti biasa, Yoona membantu Hong Ahjumma di dapur sambil bercanda, “Agasshi, kenapa kau selalu membantu ahjumma memasak? Ini sudah tugasku..” kata Hong Ahjumma.

Yoona menggeleng, “Aniyo, kalau aku bisa membantumu, kenapa tidak?” lagi dan lagi, Yoona selalu mengutarakan alasan yang membuat Hong ahjumma pasrah mendengarnya.

“Wahhh…kalian masak apa?” tanya Sulli semangat. Yoona menoleh kearah Sulli, “Soondubu Jiggae, kau suka kan?” kata Yoona, Sulli tersenyum senang, “Ahh kalau begitu aku tunggu di meja makan ya, Yoona, Ahjumma…” Yoona mengangguk dan Sulli keluar dari dapur.

Tak berapa lama, semua sudah berkumpul di ruang makan, Yoona dengan hati – hati membawa mangkuk – mangkuk besar itu menuju meja makan, “Kau masak apa Yoona?” tanya Tiffany, “Soondubu Jiggae, eonnie..” katanya lagi.

Kibum hanya diam mendengarnya dan terus menatap Yoona intens, ahh dia sangat rindu dengan sosok Yoona, “Selamat Menikmati..” kata Yoona riang lalu duduk di samping……Kibum.

Siwon, Tiffany, Sulli, Kibum, dan tentu saja Yoona mulai mengambil soup buatan Yoona itu, mereka mulai mencicipinya, “Eotte?” tanya Yoona khawatir.

Siwon pun mengangkat jempolnya reflex, “Ini sangat enak, gomawo..” kata Siwon REFLEX yang langsung ditatap Tiffany tak suka.

Yoona tersenyum semangat, “Syukurlah…”

Kibum mulai menyendokkan satu suap soup itu, dia terlalu gugup memakan masakan Yoona yang sangat dia rindukkan itu, “Yoona, rasanya masih sama seperti 10 tahun yang lalu.” Kata Kibum tersenyum ramah yang langsung ditatap bingung oleh Siwon Tiffany Sulli.

Yoona langsung memelototi Kibum seakan mengatakan ‘namja-bodoh-jangan-buka-rahasia-ini’ Kibum yang menyadarinya, “Aniya maksudku rasa soup ini masih sama saat aku memakannya 10 tahun yang lalu..” elak Kibum, tentunya bohong.

Mereka pun mengangguk mengerti dan langsung meneruskan makan mereka, sedangkan Yoona masih menatap sinis Kibum lalu meneruskan kembali makannya.

“Yeobo, jangan lupa makan ya di kantor…” kata Tiffany mengantar kepergian Siwon ke kantor keluarganya itu, “Tentu saja…aku pergi dulu…bye..”

Tiffany mengalihkan pandangannya kearah Sulli, “Jinri-ah, hati – hati, ne?”

Sulli cemberut, “Yah, Hwang Miyoung eonnie!” protes Sulli yang memang tidak suka di panggil Choi Jinri. Tiffany hanya tertawa , “Hha..mianhae, sudah sana berangkat.”

Di sisi lain, Yoona yang sedang mencuci piring dikagetkan dengan pelukkan Kibum di pinggangnya, “Kau merindukkanku?” tanya Kibum masih memeluk Yoona erat.

Yoona merasa risih diperlakukkan seperti itu oleh Kibum, “Yak! Lepaskan…” kata Yoona yang berhasil melepaskan pelukkannya, “Untuk apa kau kembali setelah kau menyakitiku, heuh?”

Kibum menghampiri Yoona, “Yoong, maafkan aku, ada alasan tersendiri kenapa aku meninggalkanmu..” kata Kibum memohon, Yoona menatap Kibum sebal, “Lupakan hubungan kita, hubungan itu sudah ku kubur sejak 10 tahun yang lalu.” Ketus Yoona yang membuat Kibum diam tak bergeming.

Yoona melepaskan sarung tangan karet dari tangannya dan meninggalkan Kibum yang masih terdiam di tempat.

**

Do It, Chu~ Remember Me…Hot Summer, oh Hot Hot Summer, NU A.B.O….

“Sulli! Hentikan music itu, aku pusing!” frustasi Siwon pada adiknya yang sedari tadi terus memutar lagu – lagu idolanya berulang kali, “Ih oppa, kau ini bawel sekali, lagu – lagu f(x) sangat enak kau tahu?”

”Setahuku f(x) itu rumus matematika..” ledek Siwon pada adiknya.

“Yah! Oppa! Aku membencimu!” pekik Sulli kesal.

“Kau kira aku tidak membencimu?” ketus Siwon tak mau kalah.

“Argh!!” kesal Sulli lalu membongkar tasnya, mencari sesuatu. “Omo, kenapa tak ada??” bingung Sulli sambil membongkar – bongkar tasnya, Siwon menoleh, “Wae?” tanyanya.

Sulli menoleh kearah Siwon dengan tatapan panic,”Coklatku tak ada…” kata Sulli sedih.

“Hanya coklat saja kau sudah seperti ini, dasar manja.” Cibir Siwon lalu kembali menatap jalan dan konsen menyetir.

Sulli cemberut lalu kembali mencari coklat itu, “Apa ini?”

Tiba – tiba Sulli melihat sebuah kotak makan kecil bergambar ‘Hello Kitty’ berwarna pink tergeletak di tasnya, perlahan Sulli membukanya, “yeppoda…” gumam Sulli kagum.

Di kotak makan itu terpampang berbagai jenis manisan bernutrisi yang membuat Sulli tersenyum kesenangan, dia melihat amplop berwarna putih di dalam tempat makan itu, dan dengan cepat dia mengambil, membuka, dan membacanya. Tertulis:

Annyeong, Sulli-ah. Tadi malam aku membuka tas sekolahmu, mianhae karena aku terlalu lancang, tapi bukan maksudku begitu. Dan tanpa sengaja aku melihatmu membawa coklat banyak sekali kesekolah. Hmm…menurutku itu tidak terlalu bagus untukmu, jadi aku menggantinya dengan manisan – manisan ini. Manisan ini sangat cocok untukmu, aku sengaja membuatkannya dengan takaran yang tidak seperti biasanya…Kuharap kau menyukainya, selamat menikmati, annyeong^^

Yoona

 

Sulli tersenyum membaca surat itu, “Ternyata Yoona yang memberikannya…” kata Sulli tersenyum senang.

“Dari siapa?” Tanya Siwon, “Yoona” kata Sulli. Siwon hanya diam mendengarnya.

Perlahan, Sulli memakan salah satu manisan yang diketahui berasa strawberry segar, yang dia yakini berasal dari buah strawberry asli, “Omo, kenapa manisan ini sangat enak? Aigoo…” kata Sulli terlena dengan manisan yang Yoona buat.

Sulli menoleh kearah Siwon yang masih konsen menyetir, “Mwoya?” kata Siwon yang melihat Sulli menyodorkan manisan yang Yoona buat kehadapan mulutnya.

“Makanlah, ini sangat enak, terlalu rugi jika kau tidak memakannya..” kata Sulli. Siwon tampak berfikir sejenak, dan akhirnya menerima suapan Sulli. Untuk kesekian kalinya, dia terlena dan mengakui kenikmatan masakan Yoona, “Eotte?” Tanya Sulli.

Siwon memberikan jempolnya, “Ini sangat enak…”

Sulli tersenyum, “Oppa, menurutmu, Yoona baik tidak?” Tanya Sulli pada Siwon.

Siwon yang ditanya mengelus tengkuknya grogi, ‘Hmm…molla.” Sulli tersenyum menggoda, “Aihh oppa, pipinya tidak usah memerah seperti itu…hha…” ledek Sulli.

“Yah! Kau!” gertak Siwon. Sulli tertawa puas, “Hahaha..jadi menurutmu Yoona baikkan?” Tanya Sulli sekali lagi.

“Terserah kau sajalah..” kata Siwon yang pasrah pada Sulli yang lagi – lagi mentertawakannya.

**

“Disuntik lagi dok?” lemas Yoona mendengar Mr. Im harus terus – terusan diberi obat, dokter

mendengarnya, matanya memanas, siap mengeluarkan cairan bening itu, dia menghapus air itu mengangguk lemah, “Jika Mr. Im tidak di beri obat itu, kerja jantungnya akan melemah 3 kali lipat dan bsa menyebabkan gagal jantung atau meninggal…”

Yoona hanya bias diam matanya lalu mengangguk, “Baiklah, dok…” kata Yoona pasrah.

Dokter itu mengangguk dan segera suster di sampingnya mengeluarkan sebuah suntikan yang cukup besar dan menusukkannya di lengan Mr. Im.

“Sudahlah Yoong, ini demi kebaikan Appamu, ne? Uljima, hmm??” Yuri berusaha menenangkan sahabat karibnya itu.

**

Di malam hari yang indah ini, dengan di temani jutaan bintang – bintang di langit, Yoona duduk di bangku taman sambil menatap bintang – bintang yang ada di atas sana, “Eomma….bagaimana kabarmu di sana? Aku sangat merindukkanmu….” Kata Yoona.

Ya, itulah kebiasaan Yoona setiap malam, selalu menatap bintang – bintang di langit dan berbicara dengan Mrs. Im yang sekarang sudah tenang di alamnya, “Eomma…kau tahu? Penyakit apa semakin parah…aku takut kehilangannya, cukup kau saja, aku tidak mau kehilangan keduanya…” kata Yoona sedih.

“Aku rela melakukan apapun asal Appa bisa sembuh, termasuk menerima tawaran ini…hiks…”

“Mianhae eomma, aku mengecewakan eomma, mungkin aku terlihat seperti wanita murahan yang hanya mementingkan uang, tapi tujuanku hanya untuk menyembuhkan Appa…hiks..hiks….” kata Yoona yang semakin deras menangis lirih.

“Aku sangat merindukkanmu, eomma..aku benar – benar merindukanmu, apa kau tidak? Hiks..”

Sedangkan, namja yang di balik pohon yang sedari tadi mendengar perkataan Yoona itu kaget bukan main, “Jadi….itu alasan Yoona ingin menikah dengan Siwon…..” katanya kaget.

“Yoong…” lirih Kibum memanggil Yoona yang membuat Yoona langsung berhenti menangis dan menoleh kebelakang, dia mendapati Kibum yang sedang menatapnya nanar, “Bum-ah, sedang apa kau?” tanya Yoona kaget. Apa dia mendengar semuanya?

Kibum langsung duduk di sebelah Yoona dan menatapnya, “Jujur padaku, Yoong. Kenapa kau menerima pernikahan ini?

‘…………….’

“Yoona?” Tanya Kibum sekali lagi.

“Apa kau mencintainya?”

Hening. Itulah yang terjadi saat Kibum menanyakan pertanyaan ‘mematikan’ itu pada Yoona, “Itu urusanku.” Ketus Yoona.

Perlahan Kibum meraih pergelangan tangan Yoona dan mengenggamnya, “Apa yang kau lakukan? Lepaskan!” gertak Yoona.

“Kembalilah padaku, Yoong…” kirih Kibum pada Yoona. Mendengar itu, Yoona langsung menatap Kiubm tajam, “Jangan mimpi, hubungan kita sudah berakhir sejak 10 tahun yang lalu..” kata Yoona lalu segera menepis tangan Kibum dan berlari masuk ke dalam rumah, “YOONG! YOONG!” teriak Kibum yang tidak ditangapi oleh Yoona.

**

3 hari lagi, Siwon dan Yoona resmi menjadi sepasang suami istri, dan hari ini sebelum besok mereka siap untuk berangkat ke Kaledonia, Krystal menyuruh Siwon dan Yoona untuk mencoba gaun pengantin mereka.

“Ah. Ara.”

Itulah kata – kata terakhir Siwon sebelum dia memutus sambungan teleponnya saat di telpon Krystal, walaupun Siwon sudah berpuluh – puluh kali berkata bahwa dia tak mencintai Yoona, tapi tetap saja Krystal memaksanya, “Yuri, mana gaun untukku?” Tanya Krystal yang sudah sampai di butik milik Yuri, “Ahh ne, chakkaman…” kata Yuri lalu berlalu meninggalkan keluarga Choi yang sengaja datang semua kesini untuk mencoba baju yang dipesan mereka.

Pintu pun terbuka dan datanglah Siwon lengkap dengan tuxedo hitamnya, “Ada apa?” ketusnya, “3 hari lagi kau akan menikah, jangan pura – pura lupa.” Siwon mendengus kesal dan duduk di samping Mr. Choi

Tak lama, Yuri datang bersama 2 karyawatinya, “Tuan, Nyonya Choi, ini baju yang kalian pesan,  silahkan dicoba dulu..” katanya sopan. Krystal, Taeyeon, dan Tiffany pun bangkit berdiri dan

“Eomma, dimana Yoona?” Tanya Taeyeon pada Krystal.

BRAKK~!

Pintu ruangan berkaca Yuri terbuka lebar menampakkan seorang yeoja manis dengan kunciran kuda dan pakaian seadanya sedang mengatur nafasnya di depan pintu, “A…annyeong..” sapanya saat nafasnya mulai normal.

“Darimana saja kau?” Tanya Tiffany ketus. Yoona menjawab seadanya, “Rumah sakit…”

Bak pangeran dari negeri dongeng, Siwon dengan tampannya berjalan mendekati keluarganya yang sedang menunggunya menggunakkan tuxedo berwarna putih untuk dia pakai saat menikah dengan Yoona, “Bagaimana?” Tanya Yuri sebagai desaigner pakaian Siwon&Yoona.

Semua menatap kagum, entah memang hasil karya Yuri selalu terlihat elegan atau Siwon yang memang tampan sehingga siapapun yang melihatnya sekarang pasti akan berpendapat sama dengan seluruh keluarganya, “Bagus sekali oppa! Sangat cocok dengan postur tubuhmu!~” komen Sulli.

“Ne, Yuri-sshi, ini sangat bagus…” kata Mrs.Choi tak mau kalah berkomentar. Yuri tersenyum puas mendengarnya, “Sekarang kita tunggu mempelai wanitanya…”

Tak lama, Yoona melangkah keluar dari ruang ganti dan berjalan mendekati keluarga Choi. Ketika Siwon adalah sang pangeran, Yoona adalah putrinya. Semua yang ada di sana terpesona melihat Yoona berpakaian seperti ini, termasuk Siwon yang hanya menatapnya dengan tatapan terpesona dan tak percaya, semua yang ada di sana diam sambil memperhatikkan Yoona yang membuat Yoona kikuk, “Apa……..sangat tak cocok denganku?” Tanya Yoona pelan – pelan pada keluarga Choi.

“Aniyo, Yoona-ah, ini sangat cocok denganmu, kau terlihat sangat anggun!” komen Sulli. “Ini sangat cocok denganmu, Siwon, bagaimana tanggapanmu?” Tanya Mrs. Choi yang membuat Tiffany menoleh kearah Siwon, “Eh..hmm…itu—ya lumayan..” kata Siwon yang dibalas tatapan tak suka dari Tiffany.

Setelah Siwon dan Yoona selesai mengganti pakaian, mereka bersiap pulang, Mrs. Choi tersenyum senang lalu bangkit berdiri dan mengulurkan tangannya pada Yuri, “Gomawo Yuri-sshi..” katanya dengan senyum ramahnya.

Yuri tersenyum ramah, “Tentu..” katanya.

“Oh iya…..Yuri-sshi, bisakah kau datang ke pernikahan Siwon-Yoona?” undang Mrs. Choi Krystal dengan ramah, Yuri tersenyum, “Tentu saja, akan saya bicarakan dengan nampyeonku…” kata Yuri. Senyuman tipis terpancar dari wajah manis Mrs. Choi, “Baiklah, ayo kita pulang, bersiap – siap untuk besok..”

**

Siwon dan Tiffany sedang ada di kamar mereka sambil membereskan pakaian yang akan mereka kenakan disana, mereka sibuk dengan urusan masing – masing, tak ada yang berbicara, terjadi keheningan di antara pasangan suami istri ini, “Yeobo..” akhirnya Siwon bisa memecahkan keheningan diantara mereka.

“Wae?” Tanya Tiffany sambil  memasukkan pakaiannya ke dalam koper berwarna pink, “Kau yakin….tentang ini?” Tanya Siwon untuk kesekian kalinya.

“Oppa, Kenapa kau menanyakan hal yang sama berulang – ulang?”

Siwon menghembuskan nafasnya dengan berat, “Aku hanya ingin memastikannya, kau yakin merelakanku dengan Yoona me…….”

“Aku sudah rela serela – relanya oppa…” Kata Tiffany memotong kata – kata Siwon yang dia yakini bisa membuatnya semakin sedih.

Siwon hanya diam mendengar perkataan Tiffany dan kembali melanjutkan aktifitasnya, tapi tak lama terdengar isakan tangis dari bibir mungil Tiffany, Siwon menoleh dan mendapati Tiffany yang sudah terduduk di bibir kasur sambil menangis, “Yeobo…..” Siwon menghampiri Tiffany dan memeluknya, tangisan Tiffany pun semakin deras, tubuhnya bergetar, mengeluarkan semua emosi yang dia tahan selama ini, “Siwon oppa, berjanjilah padaku kau takkan mencintai Yoona……hiks…” Kata Tiffany sambil menangis.

Siwon kaget mendengar perkataan Tiffany, dia diam, tampak berfikir sebentar apa yang harus dia jawab, “Ba..baiklah Fany” Kata Siwon, berat.

Siwon membelai rambut istrinya sayang, “Uljima, ne?”

Tiffany pun mengangguk singkat lalu memeluk Siwon erat yang langsung dibalas oleh Siwon.

Tanpa mereka sadari, sepasang bola mata indah sedang menatapnya dengan mata memerah yang siap mengeluarkan cairan krystal bening yang disebut air mata oleh orang – orang, “Sudah kuduga, Yoona, jangan pernah berharap padanya……” Kata Yoona yang akhirnya memejamkan matanya lirih lalu menjauh dari pintu kamar SiFany yang sedikit terbuka.

“Yoona……” Gumam Tiffany teringat sesuatu, “Yeobo, aku harus bertemu dengan Yoona” kata Tiffany lalu melepas pelukkannya, “Baiklah…” Kata Siwon lalu tersenyum.

Tiffany membalasnya lalu keluar dari kamar dan mencari – cari Yoona, “Dia dimana?” Gumam Tiffany bingung.

“Oh YoonA-ah!” Panggil Tiffany yang melihat Yoona keluar dari balkon, “Eonnie..”

“Kau mau kemana?” Yoona bingung, “Hmm..Ke rumah sakit menjenguk appa, eonnie..” katanya.

“Mau kuantar?” Yoona tersenyum, “Aku bisa ke rumah sakit sendiri eonnie, lebih baik kau istirahat bersama Siwon oppa….”

“Baiklah, aku tidur dulu, ne? Hati –hati Yoong, hari ini cuaca sangat dingin..” katanya mengingatkan Yoona, “Ne, gomawo eonnie..”

“Aneh sekali, kemarin dia jutek padaku, tapi kenapa tadi jadi baik seperti itu? Aneh.” Bingung Yoona lalu menuruni tangga.

**

Bau obat sudah tercium di dalam ruangan besar tempat Mr. Im dirawat, sampai sekarang keadaanya masih belum pulih bahkan semakin memburuk, YoonFany pun melangkah ke arah tempat tidur Mr. Im.

“Appa, annyeong, bagaimana kabarmu?” Kata Yoona sambil mengelus telapak tangan dingin appanya.

Yoona menghembuskan nafasnya gugup, “Appa, ada yang ingin kubicarakan padamu selama ini….”

“Appa, aku akan menikah dengan suami Tiffany eonnie…” Katanya lirih, “Aku harap Appa memaafkanku, ini semua kulakukan untuk menyembuhkanmu, appa cepatlah sembuh…….aku sangat merindukkanmu……hiks…”

Tuan Im, walaupun dia tidak membuka mata ataupun menjawab pernyataan Yoona, tapi dia menitikkan air mata tanpa sepenglihatan Yoona, dia mendengar semua yang dikatakan putrinya itu.

“Yak, kau itu mau pergi atau pindah rumah?” Ketus Siwon melihat adiknya membawa begitu banyak koper dan perlengkapannya, “Ish Oppa ini cerewet sekali…” Balas Sulli tak kalah ketus.

“Karena aku yang memasukkanya ke dalam mobil kau tahu!” Ketus Siwon. Sulli hanya cemberut dan mencibir oppanya. Siwon dan Kibum sedang membantu Pak Kim memasukkan barang – barang mereka ke dalam bagasi.

Yoona sedikit keberatan membawa kopernya, “Aish, kenapa koper ini berat sekali…” Gerutu Yoona sambil mengangkat kopernya.

Siwon tanpa sengaja melihat Yoona yang sedang keberatan membawa kopernya, ada rasa iba dalam dirinya, lalu dia dengan agak cepat langsung menghampiri Yoona, “Berikkan padaku” kata Siwon ketus lalu langsung menarik koper yang ada dalam genggaman Yoona, refles Yoona pun menahan tangan Siwon, “Gwaenchana oppa, aku bisa membawanya sendiri..” tolak Yoona halus sambil berusaha merebut kopernya.

“Mana mungkin aku membiarkan seorang wanita kesusahan sedangkan aku bisa membantunya?” kata Siwon tapi Yoona masih mengelak, “Aniyo oppa, aku bisa membawanya sendiri..”

Siwon mendelik kesal, “Mana mungkin aku membiarkan calon istriku kesusahan…” ketusnya lalu langsung pergi meninggalkan Yoona yang kaget mendengar perkataan Siwon, “Calon istri…………..”

“Yoona!” teriak Yuri melihat Yoona yang datang bersama rombongannya, “Yul, kau sudah sampai?” Tanya Yoona saat dia sudah berhadapan dengan sahabatnya itu, “Yak, Im Yoona, kalau aku belum sampai mana mungkin aku disini sekarang…” protes Yuri yang membuat Yoona tertawa.

Kibum yang melihat Yuri langsung tersenyum, “Hai Yul!” sapanya, Yuri yang sudah tahu Kibum sudah kembali ke Korea & kesal padanya karena masalah Yoona hanya tersenyum tipis menjawab sapaan Kibum.

“Ayo kita berangkat,..” kata Tuan Choi, mereka pun mengangguk mengerti lalu masuk ke dalam pesawat.

Posisi duduk mereka: Siwon-Tiffany, Yoona-Yuri, Mr-Mrs.Choi, Leeteuk-Taeyeon, Sulli-Kibum.

Tak ada yang berbicara diantara pasangan suami-istri ini, sudah 2 jam mereka terbang tapi tak ada 1 pun yang memulai pembicaraan, sibuk dengan urusan dan pemikiran mereka sendiri, Tiffany yang berkutat dengan majalah fashion wanita dan Siwon yang asyik memainkan iPadnya.  Walaupun matanya menghadap majalah, tapi pikirannya tidak tenang, Tiffany terus memikirkan apa yang akan terjadi setalah Siwon-Yoona menikah, apa lagi tentang anak, dia tampak gelisah walau dia menahannya. Sedangkan Siwon, dia jua memikirkan masalah ini, dia benar-benar belum bisa menerima Yoona dalam hidupnya.

Begitu pun YoonYul yang sedari tadi hanya diam, tak seperti biasanya, jika mereka bertemu, mungkin pesawat ini akan hancur karena ulah mereka. Yoona yang sedang merenung menghadap jendela dan Yuri yang sedang memainkan iPadnya melihat – lihat trend fashion dunia. Yoona juga sedang memikirkan hal yang sama, dia masih bimbang antara menikah atau tidak dengan suami Tiffany Hwang itu, Yuri yang mengerti kondisi Yoona pun memilih diam.

Tak terasa, sudah 5 jam mereka terbang, dan saatnya telah tiba, pilot pun mengumumkan bahwa mereka telah sampai.

Perlahan, seluruh penumpang yang disana membuka matanya, perjalanan yang cukup lama membuat rasa kantuk tak dapat terelakkan, “OMO! KITA SAMPAI!” pekik Sulli langsung menghadap jendela.

Laut yang terlihat indah berwarna biru jernih, pulau – pulau kecil yang menghiasi, daratan berwarna hijau dikelilingi pulau – pulau kecil membuat semua yang akan mendatangi pulau ini akan berkata hal yang sama , “Menakjubkan..”

“Selamat Datang di EunHee Hotel, ada yang bisa kami bantu?” Tanya receptionist yang bisa berbahasa Korea ‘cukup lancar’ itu.

EunHee Hotel adalah salah satu hotel ternama disana, tak dapat dipungkiri bahwa desain hotelnya yang berkonsep ‘rumah diatas air’ dan dikelilingi pantai membuat siapa pun tertarik untuk menginap disana.

“Bisa berikan kami 6 kamar yang sudah dipesan oleh Tuan Choi Minho?” Tanya Leeteuk pada receptionist disana. Receptionist itu mengecheck daftar nama di computer, “Ne, ini kunci kamarnya, Tuan..” kata receptionist itu.

Leeteuk hanya tersenyum menanggapinya dan menghampiri keluarganya yang sedang duduk di lobby hotel yang sangat besar dan mewah itu, “Kajja, ini kunci kamar kalian..” kata Leeteuk lalu memberikan kunci – kunci itu pada keluarganya.

“Sulli-ah, jam berapa sekarang?” Tanya Kibum menyikut lengan Sulli, “Itu ada jam hotel!’ kata Sulli ketus yang sedang asik membaca novel.

“Pukul 06.00 P.M” gumam Kibum.

Dibantu dengan beberapa pelayan di hotel itu, keluarga Choi masuk ke dalam kamar masing – masing, Kibum sedari tadi tak berhenti mencuri – curi pandang kearah Yoona yang hanya diam sambil menatap ke lantai, mengikuti langkahnya.

@307 Room

Yoona masuk ke dalam kamar hotelnya yang bisa dibilang luas bahkan sangat luas jika ditempati untuk satu orang, dengan warna berdominan pink dan putih, kamar itu terlihat sangat anggun dan elegan ditambah dengan perabotan yang dipastikkan berharga tinggi.

Tapi itu semua tidak begitu menarik perhatian Yoona, dia masuk lalu meletakkan barang – barangnya di lemari pakaian di dekat ranjang, memebersekan semua barang – barangnya lalu dia mengambil pakaiannya dan bergegas masuk ke dalam kamar mandi, tentunya untuk menyegarkan tubuhnya.

Sekitar setengah jam, Yoona akhirnya mengakhiri aktifitasnya di dalam sana lalu keluar dengan lilitan handuk di kepalanya dan dengan dibalut kimono berwarna pink soft, dia mengganti pakaiannya dengan kaos putih polos dan celana pendek berwarna itam, lalu Yoona duduk di meja rias dan mengoleskan sedikit pelembab dan lip gloss berwarna natural, “Selesai..!” katanya sambil tersenyum.

Yoona melihat sekeliling kamarnya, walaupun tinggal seharian disini tidak merasakan bosan, tapi dia tetap membutuhkan hiburan, apalagi ini di luar negeri, hal ini tak pernah dia rasakan sebelumnya, “Sebaiknya aku keluar dan berjalan – jalan di sekitar pantai..” Yoona pun mengambil hoodie berwarna merahnya, mengambil sepatu ketsnya dan keluar kamarnya.

@308 Room

Siwon dan Tiffany masuk ke dalam kamar mereka yang bernuansa merah marron, suasana hening terjadi diantara mereka, entahlah, tidak biasanya mereka seperti ini, biasanya dimanapun mereka berada, mereka pasti akan selalu mengumbar keakraban dan keromantisan mereka, “Oppa mandi dulu saja, aku mau membereskan barang – barang kita dulu..” kata Tiffany seraya bangkit dari sofan dan berlalu meninggalkan Siwon yang tadi duduk bersamanya.

Siwon menghembuskan nafasnya berat dan iktu bangkit berdiri untuk mandi, “Oppa sudah selesai mandi?” Tanya Tiffany yang melihat Siwon yang sudah keluar dari kamar mandi, SIwon hanya mengangguk, “Arayo, sekarang giliranku..” katanya lalu bangkit dari depan meja rias.

“Yeobo, apa kita jadi jalan – jalan nanti?” Tanya Tiffany pada Siwon, “Tentu saja..” kata Siwon lalu tersenyum pada istrinya.

Tiffany pun balas tersenyum dan langsung masuk ke dalam kamar mandi sedangkan Siwon kembali melanjutkan aktifitasnya, yaitu memainkan iPad.

**

Semilir angin malam di pantai itu  mempermainkan rambut seorang yeoja yang tengah berjalan – jalan sambil memainkan ombak laut yang datang menghampirinya perlahan. Pandangannya menembus batas kaki laut. Pikirannya terbang jauh. Jauh sekali. Meninggalkan segala kepenatan hidupnya, Menuju suatu dunia pribadi dimana hanya ada dirinya sendiri. Ya, hanya dirinya. Pikirannya tanpa henti memikirkan pernikahan ini, pernikahan yang datang tanpa rasa cinta, bahkan sebelumnya mereka tidak saling mengenal. Sudah sekitar 30 menit dia berkeliling di sekitar pantai.

Yoona menolehkan pandangannya kearah belakang, dia tersneyum simpul saat mengetahui dirinya semakin jauh meninggalkan hotel, “Hei, kau mau kemana!?” teriak seorang namja yang membuat Yoona kaget dan menoleh kebelakang.

“Sedang apa kau disini?” ketus Yoona  setelah melihat Kibum yang sudah berada di sampingnya, “Kau tahu ini sudah malam? Tidak baik yeoja sepertimu berada di luar padahal disini sudah sangat gelap dan sepi..” kata Kibum mengingatkan Yoona.

Yoona tersenyum meremehkan, “Jangan menasihatiku, aku membutuhkannya 10 tahun yang lalu…” ketus Yoona lalu berjalan melewati Kibum.

Kibum menahan tangan Yoona, “Yoona, kembalilah padaku sebelum terlambat..”

Yoona menepis genggaman tangan Kibum, tapi Kibum kembali meraihnya dan malah menggengamnya semakin erat, “Lepaskan!” gertak Yoona.

“Aku tahu kau masih mencintaiku kan?” lirih Kibum pada Yoona yang sudah siap meluncurkan air matanya, “Itu dulu, sekarang tidak!” katanya ketus sambil menepis tangan Kibum.

Siwon dan Tiffany berjalan mengelilingi pantai berdua sambil bergandengan tangan, seperti menikmati hari – hari dimana mereka baru menjadi pasangan pengantin baru, mereka terus berjalan sampai keluar hotel, terpesona akan pantai di Kaledonia walaupun sudah malam…

“Menjauhlah dariku!” gertak Yoona sambil menangis di hadapan Kibum yang membuat SiFany yang tak sengaja melihat mereka langsung menghentikan langkah dan menatap bingung kearah mereka, “Yoona…jangan seperti ini…” lirih Kibum.

SiFany saling menatap bingung lalu meneriaki mereka, “HEI! KALIAN KENAPA?” teriak Siwon yang membuat YoonBum kaget dan menoleh kearah mereka, Yoona yang kaget langsung menghapus air matanya dan menatap Kibum seakan mengatakan cepat-lakukan-sesuatu-agar-mereka-tidak curiga, Kibum yang mengerti langsung diam berfikir.

Tiba – tiba, Kibum mengangkat Yoona ala bridal style yang membuat Yoona kaget, “Yak! Apa yang kau lakukan? Turunkan aku!” pekik Yoona pelan, “Beraktinglah seperti aku tidak sengaja menjatuhkanmu dan membuat kakimu terkilir..” Yoona langsung diam mendengarnya. Ini hanya acting, Oke.

Kibum pura – pura berlari kearah SiFany, Siwon menatap cemas kearah Yoona, “Yoona kenapa?”

“Kakinya terkilir, aku tak sengaja, lalu dia menangis, jadi aku harus membawanya sekarang, mianhae Siwon..” kata Kibum berpura – pura cemas lalu berlari kearah hotel.

“Kuharap Yoona tidak terjadi apa – apa, bagaimana kalau dia ada apa – apa?” gumam Siwon kecil yang masih terdengar oleh Tiffany, “Jadi kau mengkhawatirkannya?” ketus Tiffany, “A….a…ani..” elak Siwon cepat.

Tiffany berdecak kesal mendengarnya.

**

Hari H pernikahan Siwon dan Yoona pun tiba, semua orang sibuk menyiapkan pernikahan yang terbilang cukup mewah itu, hanya beberapa orang yang hadir dalam gereja itu, mengingat pernikahan ini benar – benar tertutup dan hanya orang – orang yang terpacayalah yang diundang.

Yuri sudah berkutat untuk menyiapkan Yoona sejak subuh, dan Yoona? Tentu saja sekarang dia sedang di make up dan mempersiapkan diri. Yuri yang sedarit adi memperhatikkan Yoona hanya bisa diam dan ikut bersedih dengan keadaan Yoona sekarang, Yoona hanya diam dan pasrah dengan semua hal yang di berikannya padanya hari ini. Wajahnya menampakkan ekspresi dtar dan terlihat murung, tak ada senyum yang ditmapilkan sedari tadi. Sekali lagi Yuri hanya diam melihatnya dan meneruskan pekerjaanya.

Siwon POV

Apa – apaan ini? Hari ini aku harus menikah dengan yeoja yang sama sekali tak kucintai, aku harus bangun lebih awal hanya untuk pernikahan konyol ini. Apa Eomma tidak memikirkan perasaan Tiffany yang pasti sangat terpuruk?

“Tuan, bisa kau lebih tenang sedikit?” kata asisten appa yang menegurku karena aku berusaha mengelak setiap ingin di dandani, “Sudahlah, pak Lee, aku sedang tidak mood untuk melakukan apapun hari ini!” ketusku yang membuatnya diam lalu menggeleng – gelengkan kepalanya dan meneruskan memainkan ponselnya.

Bosan. Malas. Menyebalkan. Itulah yang dirasakan olehku sekarang, Oh Tuhan, apakah benar inilah takdirku? Aku tidak mencintainya sama sekali, bagaimana aku bisa menikahinya?

End of Siwon POV

Tiffany POV

Oh Tuhan……aku belum siap, batinku belum siap menerima kenyataan pahit ini, melihat laki – laki yang kucintai, laki – laki yang menyandang status menjadi suamiku, laki – laki yang sangat kucintai akan menikah dengan wanita lain. Sekalipun wanita itu pilihanku sendiri, rasa sakit hati dan terpuruk tak bisa kuhindari.

Membayangkan bibir suamiku menyentuh bibir yeoja itu, lidahnya bermain di seluruh tubuh  yeoja itu, dan akan menyetubuhinya, itu sangatlah berat.

Apa ini tak bisa dihindari?

Kulihat jam dindin di kamar hotel, 08.00, artinya 1 jam lagi, Siwon resmi ‘terbelah 2’, dia tidak hanya milikku, tapi milik Yoona, tapi aku yakin, hatinya hanya milikku sepenuhnya, sekarang dan selamanya.

Kulirik ponselku yang tergeletak disampingku lalu meraihnya, mengetik sederet angka lalu mengirim sebuah pesan singkat.

“Kau dimana?”

SEND.

Beberapa saat kemudian, sebuah pesan singkat masuk ke dalam ponsel Tiffany…

“Tentu saja di ruang make up, ada apa eonnie?”

Tiffany lalu membalasnya..

“Boleh aku menemuimu sebentar?”

SEND.

“Tentu saja….”

Ketika membacanya, Aku langsung berlari keluar dengan perlahan karena aku sudah mengenakan gaun, lalu menghampiri ruang make up yang kebetulan dekat dengan kamarku…

“Yoona-ah!” panggilku yang membuat orang yang dipanggil menoleh, “Eonnie, ada apa?”

Aku langsung duduk di kursi samping tempat dia sedang dirias, “Yoona…ada yang ingin kubicarakan padamu…”

“Apa itu?” Tanya Yoona padaku. Aku langsung menghembuskan nafasku, berusaha memberanikan diri untuk mengatakannya, “Jangan merebut Siwon dariku, ne?”

Raut muka Yoona yang tadi terenyum ramah langsung berubah menjadi sedih dan muram, ada apa dengannya? Atau jangan jangan…………………………………………………………..ani. Dia tidak mungkin menyukai Siwon.

“Yoona?” panggilku padanya yang sekarang malah menunduk. Perlahan Yoona menaikkan kembali kepalanya“Ne eonnie…” katanya sambil tersenyum tegar. Hei, kenapa dia?

“Sebenarnya ada ! hal lagi yang ingin kuminta darimu, Yoong…”

“Katakan saja eon, aku tidak apa – apa….”

“Bisakah kau tidak melakukan kiss di depanku?” kataku jujur padanya. Yoona kaget mendengarnya, dia seakan mengerti dengan maksudku.

“Jadi di depan altar nanti, kami tidak…..melakukannya?” Tanya Yoona yang langsung dijawab anggukan kepala olehku.

Sekali lagi dia tersenyum kearahku, senyum getir menurutku, “Arayo eon, aku akan melakukan semuanya” kata Yoona.

Aku tersenyum mendengarnya. Setidaknya mereka tidak melakukan kiss di depanku..

End of Tiffany POV

Yoona POV

“Jangan merebut Siwon dariku, ne?” Baiklah aku akan melakukannya, lagipula aku tidak mungkin bisa merebut Siwon oppa darinya, karena selamanya hatinya hanya untuk Tiffany.

Jam menunjukkan pukul 09.50 waktu setempat, artinya sebentar lagi aku resmi menjadi istri kedua seorang Choi Siwon, jujur saja aku benar  – benar gugup sekarang, menunggu Yuri memanggilku untuk pergi ke tempat pemberkatan kami, “Yoona, sudah waktunya…” kata Yuri yang tiba – tiba datang.

DEG~

Gugup. Sangat – sangat gugup bahkan. Perlahan aku bangun dari kursi rias di ruangan itu dan mebghampiri Yuri, “Yuri-ya…” panggilku.

“Jangan nervous, aku tahu kau sangat nerveous kan sekarang? Haha, aku sudah mengalaminya..” kata Yuri menenangkanku  yang terlihat nervous.

End of Yoona POVi

Tepat pukul 10.00 waktu setempat, acara pernikahan Siwon-Yoona pun dimulai. Alunan music pernikahan mulai terdengar, indah. Siwon yang didampinngi Kibum berdiri di depan altar menunggu  sang mempelai wanita datang. SiBum sama – sama diam dan sibuk dalam pemikirannya masing – masing.

“Tiffany, mianhaeyo, aku melakukan ini untuk masa depan kita, sayang. Saranghae..” kata Siwon dalam hati.

“Yoona, jeongmal saranghae. Aku tahu pernikahan ini hanya sementara, setelah kau bercerai dari Siwon, kita akan hidup bahagia, Yoong………..saranghae..” kata Kibum dalam hati.

“MEMPELAI WANITA DATANG!” teriak seseorang yang langsung membuat semua yang ada di ruangan menoleh kearah belakang, perlahan pintu pun terbuka dan munculah sosok wanita anggun muncul di balik pintu dengan mengenakan gaun pengantinnya.

Siwon tiba – tiba merasa aneh dengan hatinya, saat melihat Yoona berpakaian seperti itu, dia merasa sedikit nervous, “Yak, aku ini kenapa?” gerutu Swon yang grogi sendiri melihat Yoona.

Semakin lama langkah Yoona semakin mendekat, Siwon grogi, Kibum dan Tiffany merasa semakin cemas dengan keadaan ini. Yoona berjalan digandeng oleh Leeteuk, mewakilkan appa Yoona yang tentu saja tidak bisa hadir.

Yoona dan Leeteuk sekarang sudah berada di hadapan Siwon. Tangan Yoona diserahkan oleh Leeteuk ke dalam genggaman Siwon, “Aku serahkan Yoona padamu..”

DEG~

Mendengar itu, jantung Siwon dan Yoona serasa ingin lompat dari tempatnya.

Yoona POV

Omo….semakin dekat, semakin dekat….semakin dekat…astaga, aku benar – benar nervous sekarang, kuharap mukaku tidak memerah. Sampai akhirnya aku dan Leeteuk oppa yang menggantikan posisi appa beridir di hadapannya.

Leeteuk oppa menyerahkan tanganku ke dalam genggaman tangan Siwon oppa, “Aku serahkan Yoona padamu”

Astaga, mendengarnya saja rasanya jantungku sudah siap keluar dari tempatnya, aku tak berani menatap Siwon oppa yang mungkin sedang menatapku sekarang. Kurasakan tangannya meraih tanganku lalu menggandengku sampai naik ke altar dan berhadapan dengan pendeta yang akan meresmikan ‘pernikahan’ ini.

“Saudara Choi Siwon, apakah anda bersedia menerima Saudari Im Yoona sebagai istri anda dalam keadaan senang ataupun sedih?”

Siwon melirikku yang sedang menunduk sekilas lalu menghembuskan nafasnya dengan berat, “Ya….saya…bersedia..” katanya pelan. Aku semakin gugup dibuatnya.

“Dan Saudari Im Yoona apakah anda bersedia menerima Saudara Choi Siwon sebagai suami anda dalam keadaan sehat ataupun sakit?”

Kepalaku langsung kuangkat dan melihat pendeta itu. Kulirik Siwon oppa yang sedang memperhatikanku lalu aku melirik kebelakang sekilas untuk memastikan Tiffany eonnie. Tiffany tersenyum meyakinkan padaku, aku kembali menatap pendeta itu lalu menunduk kembali, “Ya…saya bersedia….” Kataku sangat pelan. Siwon hanya berdecak mendengarnya.

Krystal tersenyum lega, akhirnya Siwon dan Yoona menikah. Dia tidak sabar menanti cucu dari rahim Yoona, senyuman tipis keluar dari bibirnya.

“Sekarang kalian resmi menjadi sepasang suami istri. Silahkan kalian berciuman…” kata pendeta itu yang membuatku kaget sedangkan Siwon hanya berdecak malas. Kami pun berhadapan, aku yakin mukaku memerah menahan malu, sedangkan Siwon hanya menatapku datar.

“Bisakah kau tidak melakukan kiss di depanku?”

Tiba – tiba kata – kata Tiffany eonnie mengingatkanku,mataku langsung mencari posisinya yang ternyata berada di baris kedua sebelah kanan, dia terus memperhatikanku, memperhatikanku apa yang akan kulakukan. Tenang saja eonnie, aku akan menyanggupinya.

“Oppa, kita tidak perlu melaku….hmftt..” kata – kataku terpotong oleh bibir Siwon yang sudah menempel di bibirku. Aku kaget sambil membulatkan mata ketika Siwon oppa menciumku dan menggerakkan bibirnya, melumat bibirku. Cukup lama Siwon oppa mencium bibirku, para hadirin bertepuk tangan turut senang dengan ‘kebahagiaan’ kami.

Perlahan Siwon melepaskan ciumannya dan membuang muka dariku. Aku menyentuh bibirku perlahan dan menampilkan wajah kaget..

Ciuman pertamaku…………………………………………………………….…………………

End of Yoona POV

Tiffany membanting ponselnya ke lantai kamar hotelnya dengan kesal, dia benar – benar cemburu dengan Yoona yang telah dicium suaminya, benar – benar panas ketika melihatnya langsung, “AAHHH IM  YOONA! KAU…! AHH!” katanya kesal dan frustasi.

Di sisi lain, Kibum yang juga panas melihat ciuman YoonWon pun mengeluarkan emosianya dengan mendendangi semua barang yang ada di kamarnya, melempar kesembarang arah semua barang – barang yang ada di depannya. “KENAPA MEREKA HARUS MENIKAH? AH!” teriaknya frustasi sambil meninju tembok.

**

Setelah pemberkatan itu, Siwon dan Yoona tak lama kembali ke kamar hotel yang tentunya sudah di pesan khusus untuk mereka berdua, bukan kamar yang kemarin Yooona atau Siwon tempati, tapi kamar khusus yang disiapkan hotel untuk pasangan – pasangan yang berbulan madu.

Nuansa tenang dan romantic sudah terasa ketika ‘pasangan’ itu masuk ke dalam kamar mereka. Siwon dan Yoona masuk ke dalam kamar mereka masih mengenakan baju pengantin, tidak ada yang mulai bersuara bahkan hanya untuk basa basi, Yoona duduk di bibir kasur yang sudar di taburi bunga mawar membentuk hati sedangkan Siwon duduk di sofa di hadapan kasur.

HENING. HENING. DAN HENING.

Itulah suasana yang terasa, “Ketika aku mandi, segeralah mengganti pakaianmu…” kata Siwon akhirnya mulai bersuara sambil berjalan kearah kamar mandi.

“Ahh kenapa jadi begini?’ lirih Yoona sambil bangkit berdiri dan mengganti pakaian.

Yoona yang sudah selesai berganti pakaian bingung harus melakukan apa lagi, sambil menunggu gilirannya untuk mandi, dia memutuskan untuk tiduran di tempat tidur sambil membaca majalah. Mungkin karena rasa lelah yang tak tertahankan, Yoona pun terlelap.

Sekitar 30 menit kemudian, Siwon baru selesai mandi. Dia hanya mengenakkan handuk yang dililitkan di pingganya, memperlihatkan dada bidangnya yang sexy. Tak senagaj, dia melihat Yoona yang sedang tidur terlelap. Saat itu dia cuek, dia hanya memikirkan dirinya yang juga ingin beristirahat. Tanpa berfikir dia langsung berjalan kearah kasur dan naik diatasnya.

“Hah, hanya ada satu selimut..” pekik Siwon sebal lalu segera mengambil bantal yang ada di kasur, ketika dia ingin mengambil guling yang tepat berada di depan Yoona, disaat itu juga Yoona membalikkan badannya.

Mata Siwon langsung kaget sendiri ketika menatap wajah polos Yoona yang tertidur, Yoona terlihat sangat polos dan cantik ketika itu, Siwon terus memandangi wajah Yoona lalu tanpa sengaja matanya menuju kearah dada Yoona, lagi-lagi dia kaget melihat sesuatu yang menonjol dibalik baju Yoona yang ketat dan termasuk kecil, sehingga dada Yoona terlihat sedikit. Siwon menelan salivanya, mengontrol nafsunya sendiri, ditatapnya lagi Yoona yang tanpa sadar memajukkan bibirnya seperti ingin dicium, Siwon tiba – tiba terfikir oleh ciuman mereka di depan altar tadi, rasanya dia ingin merasakannya lagi. Perlahan dengan reflex SIwon mendekatkan wajahnya kearah wajah Yoona, hembusan nafasnya semakin terasa di wajah Yoona.

Ketika wajahnya sudah semakin dekat, Yoona menggeliat tersadar dari tidurnya, Siwon yang menyadarinya langsung buru – buru menghindar tapi terlambat saat matanya bertemu dengan mata Yoona. Mereka terdiam dalam posisi seperti orang yang ingin berciuman, apalagi dengan keadaan Siwon bertelanjang dada.  Mereka sama – sama grogi, tak tahu harus berbuat apa, “Aku hanya ingin mengambil guling yang ada di depanmu..” kata Siwon cepat lalu menarik guling itu dari hadapan Yoona, mengambil bantalnya juga lalu buru – buru turun dari kasur dan meletakkan semuanya itu keatas sofa.

“Cepatlah mandi dan istrirahat, nanti malam ada makan malam bersama…” kata Siwon cepat lalu buru – buru memakai pakaiannya.

“Apa benar yang baru saja dia katakan? Tapi kenapa jarak kita sangat dekat?” kata Yoona dalam hati dengan bingung, “Aish, apa yang kau pikirkan, Im Yoona? Dia tak mungkin melakukan itu padamu…” kata Yoona menepis pemikirannya lalu sgheera berjalan ke kamar mandi.

Sedangkan Siwon yang melihat Yoona sudah masuk ke dalam kamar mandi langsung menghembuskan nafasnya lega dan membanting tubuhnbya diatas sofa, “Hampir saja…” katanya lega.

**

Malamnya, keluarga Choi mengadakan makan malam untuk merayakan pernikahan YoonWon. Mereka mengadakan pesta kecil yang ada di hotel tersebut, tentunya hanya keluarga besar mereka……

TINGTONG~ TINGTONG~ TIONGTONG~

“Eunghh…” lenguh Siwon yang baru terbangun dari tidur lelapnya, “Nuguseyo…argh menganggu saja…” katanya kesal lalu bangkit dari tidurnya.

TINGTONG~ TIONGTONG~

“Ya tunggu sebentar..” kata Siwon malas lalu segera membukakan pintu kamarnya, ternyata pleayan hotel, “Mianhae Tuan, saya hanya ingin mengantar ini…” kata pelayan itu sopan.

Siwon bingung melihat kotak yang dibawa pelayan itu, “Dari siapa?” tanyanya bingung.

“Nyonya Choi Taeyeon, tuan..” kata pelayan itu lagi. Siwon mengerti, itu pasti baju pesta untuk Yoona, “Oh ara, gomawoyo..” kata Siwon yang hanya dijwab bungkukan badan pelayan itu.

Siwon menutup pintu lalu berjalan masuk ke dalam kamarnya yang luas itu, dia melihat Yoona yang masih tertidur lelap, dia tak enak untuk membangunkannya, tapi jam sudah menunjukan pukul 06.00 P.M, dan acara makan malam mereka dimulai 08.00 P.M, ya dia tahu masih ada 2 jam, tapi dia ingat kalau mereka beruda sama – sama membutuhkan waktu yang sangat lama hanya untuk mandi, akhirnya Siwon pun berani mendekat Yoona dan membangunkannya.

“Hei bangunlah sudah jam 6, 2 jam lagi kita ada makan malam dan kita belum bersiap..’” kata Siwon dengan ekspresi datar dan suara sedikit keras hingga membuat Yoona tersadar, “Hmmm oppa…” katanya masih setengah sadar.

“Bangunlah dan bersiap-siap…” kata Siwon lalu pergi meninggalkan Yoona, dia lalu berbalik lagi dan memberikkan kotak itu ke hadapan Yoona, “Dari Taeyeon Noona untuk kau pakai, kau mandi duluan saja sana…” katanya.

Yoona sudah selesai mandi, Siwon yang sedang membaca Koran langsung berjalan masuk ke dalam kamar mandi. Sebelum memakai pakaian itu, Yoona merias dirinya terlebih dahulu..

“Ahh selesai, sekarang aku tinggal pakai baju itu..” kata Yoona lalu mengambil kotaknya.

Baju pesta yang simple namun mewah dan glamour terpampang di hadapannya. Berwarna ungu tua dengan model dada rendah tanpa tali, Yoona membulatkan matanya melihat pakaian yang akan dia pakai nanti, “MWO? AKU HARUS MEMAKAINYA?” pekik Yoona kaget melihat pakaian yang ada di hadapannya.

Yoona mengembungkan mulutnya kesal lalu segera mengganti pakaiannya dengan baju pesta yang menurutnya benar – benar bukan seleranya, Yoona memakai sepatu high heels dengan warna senada lalu berkaca di kaca besar yang ada di ruangan itu, kaca besar itu menghadap kea rah kamar mandi dan orang yang berkaca akan memunggungi kamar mandi.

Yoona dengan iseng memutar – mutar tubuh rampingnya tepat saat Siwon keluar dari kamar mandi, Siwon tanpa sengaja melihat kearah Yoona yang sedang berputar – putar sambil tersenyum di depan kaca..

DEG~

Perasaan aneh itu kembali muncul dalam hati Siwon matanya seperti terhipnotis menatap Yoona, Yoona yang sedang berputar – putar tak sengaja menangkap bayangan Siwon yang sedang memperhatikannya, lalu dia menoleh kearah Siwon. Mata mereka kembali bertemu, Yoona buru – buru menoleh ke kaca lagi, “Aku sudah siap oppa…”

“Ara, kajja…” kata Siwon bingung lalu keluar dari kamar mereka diikuti Yoona dibelakang.

**

“Ahh akhirnya mereka datang..” kata Leeteuk melihat Siwon dan Yoona yang datang bersama tapi terpisah dengan jarak berjauhan, “Mereka kan pengantin baru, Jungsoo, wajar kalau lama” kata Krystal Choi yang ditatap sinis oleh Tiffany, sedangkan Siwon hanya berdecak sebal.

“Sini Yoona, duduk disamping eonnie…” kata Taeyeon ramah mempersilahkan Yoona duduk di sampingnya, sedangkan Siwon memilih duduk disamping Yoona, atau lebih tepatnya Tiffany.

Tak lama makanan pun datang, mulai dari pasta – pasta, makanan khas Korea, dan tentunya makanan khas Kaledonia disajikan diatas meja panjang itu, “Tuan, kapan dessertnya akan dihidangkan?” Tanya pelayan itu pada Tuan Choi, “Setelah kami menghabiskan ini, terlihat lebih baik…” kata Tuan Choi. Pelayan itu tersenyum lalu membungkuk meninggalkan keluarga Choi.

Mereka melahap makanan mereka dengan santai dan hening, sama – sama menikmati makanan yang lezat itu dengan tenang, Krystal melirik kearah Siwon dan Yoona yang juga sedang melahap makanan mereka, terlintas dipikirannya akan sesuatu yang dia yakini bisa membuat Tiffany cemburu, “Siwon, Yoona…” panggilnya.

Mereka menoleh secara bersamaan, “Setiap pasangan yang sudah menikah, pasti mengingkan waktu untuk berdua, benarkan?” Tanya Krystal memancing – mancing.

Siwon menyadari arah pembicaraan eommanya itu, ekspresinya yang tadi tenang menjadi dingin seketika, “Maksud eomma apa?” tanyanya sinis, pura – pura tak tahu.

Krystal hanya tersenyum, “Bulan madu………..bukankah aku sudah memberitahumu sebelum kalian menikah?”

“Sudah kuduga, eomma akan membahas ini..” kata Tiffany dalam hati.

“Tidak usah repot – repot eomma, kami tidak akan pergi bulan madu, benarkan Yoona?” Yoona mengangguk mengiyakan pertanyaan Siwon.

Krystal menggeleng, “Aniyo, eomma sudah menyiapkan semuanya, mulai dari tiket pesawat, hotel, dan semua keperluan kalian berdua disana, Paris.” Kata Nyonya Choi itu.

“Mwoya? Bahkan aku yang menikah saja tidak mau menyiapkan ini, tapi kenapa eomma dan appa sangat antusias?” cibir Siwon dengan nada se-ketus mungkin pada kedua orangtuanya.

“Lalu bagaimana dengan perusahaan? Aku tidak mungkin pergi hanya untuk urusan yang tidak penting..” elak Siwon masih berusaha menghindari bulan madunya.

“Kau tenang saja, Wonnie. Appa sudah memberikkanmu cuti selama 5 hari untuk berbulan madu bersama Yoona…” kaa Tuan Choi tersenyum ramah, atau lebih tepatnya tersenyum bodoh menurut Siwon.

“Benar Wonnie, untuk sementara aku akan menggantikanmu di perusahaan, kau tenang saja..” kata Leeteuk ikut – ikutan, “Hah…kenapa Appa dan Hyung terlihat bodoh sekali” kata Siwon dalam hati.

“Lalu bagaimana dengan Tiffany? Boleh aku membawanya?” Tanya Siwon yang langsung membuat muka Tiffany sumringah, Krystal yang melihatnya benar – benar tidak sukadan langsung menepisnya, “Tentu saja tidak!” ketus Krystal.

Kibum yang sedari tadi diam sekarang angkat bicara, “Lalu bagaimana denganku? Aku tak mungkin kan tinggal dirumah Siwon kalau tak ada orangnya…” kata Kibum yang terlihat membantu Siwon untuk tidak pergi.

“Benar! Bagaimana dengan Kibum?”

“Kami sudah membicarakan tentang ini, dan kami memutuskan untuk sementara, Tiffany dan Kibum akan menginap di rumahku, jadi kau tenang saja, simba..” kata Taeyeon yang ikut – ikutan menunjukkan kebodohannya.

Krystal tersenyum penuh kemenangan, “Bagaimana Wonnie? Kau masih mau mengelak?” Tanya Nyonya Choi yang membuat Siwon semakin sebal dengan eommanya sendiri, hah.

“Arayo, ara, aku kalah. Jam berapa kami akan berangkat besok?” Tanya Siwon pasrah.

“03.00 P.M”

Siwon mengangguk pasrah, “Baiklah…”

Seluruh keluarga mereka tersenyum senang, sedangkan Siwon, Yoona, Kibum, dan Tiffany menunjukkan wajah masam.

**

Siwon dan Yoona masuk ke dalam mereka setelah makan malam itu, seperti biasa keheningan selkalu menyelimuti mereka kala mereka sedang berdua, “Kau ganti baju di toilet saja, aku disini..” kata Siwon, Yoona hanya menurut, dia mengambil pakaiannya dan menuju kamar mandi.

Siwon duduk di sofa kamarnya sambil membenamkan wajahnya dikedua telapak tangannya, mengacak – ngacak rambutnya furstasi, “Hah kenapa jadi begini?!”

Yoona bersandar di balik pintu kamar mandi, pikirannya terus melayang membayangkan selama 5 hari akan berdua dengan Siwon, suami kontraknya. “Aku harus bagaimana?”

Tiffany merebahkan dirinya kasar diatas kasur berukuran king size itu, dia memejamkan matanya berusaha melupakan kejadian yang baru dia dengar tadi, “5 hari di Paris, berduaan…..”

Kibum yang baru masuk ke dalam kamarnya langsung menendang sofa di kamarnya dengan keras, “Apa – apaan itu? Bulan madu 5 hari di Paris? ARGH!” katanya emosi sambil menonjok tembok.

**

Keesokan harinya, Siwon dan Yoona berkemas – kemas barang untuk pergi ke Paris, berdua. Siwon membereskan di sisi kiri, dan Yoona di sebelah kanan, tidak usah heran lagi, mereka sudah hampir 1 jam sama – sama membereskan barang, tapi tak ada yang beruara satupun, hanya terdengar detikkan jam, bunyi – bunyi suara barang yang mereka kemas, dan masih banyak lagi, setelah 2 jam mereka menyiapkan semua keperluan mereka, mereka keluar bersama dari kamar untuk Check Out.

Kelurga Choi sudah berada di bandara, mengantar kepergian YoonWon ke Paris, sedangkan mereka memutuskan untuk tetap di Kaledonia sampai lusa.

“Hati – hati ya disana!” kata Taeyeon tersenyum.

“Jangan lupa bawa oleh – oleh!” kata Sulli.

“Jaga Yoona baik – baik!” kata Kibum.

“Yoong! Bawakan aku parfum khas Paris, ne!” pesan Yuri.

“Jangan lupa membawa calon cucuku, ya?” kata Krysal tersenyum senang.

Siwon dan Yoona hanya tersenyum menanggapinya lalu melambaikan tangan kearah keluarga mereka, “Selamat berbulan madu!”

TO BE CONTINUE

NEXT CHAPTER: NC+21^^

So buat reader2 yang gak RCL di part ini, jangan harap author kasih passwordnya, ne?😀

Oh iya, author juga lagi bikin 1 OS, itu NC+21, bulan depan bakal di publish di koreannc. Kenapa author mau bikin itu FF? Kalian coba piluh category ‘Yoona’ disana, pasti rata2 YoonHae-__- yang YoonWon cumin 2 ato 3 FF gitu author lupa, itupun udah lama banget-,- So, author minta bantuannya, setelah itu FF rilis, kalian bantu RCL ya^^ :*

No bacod again, see you soon, bye (:

 

Tinggalkan komentar

761 Komentar

  1. sahwa purem

     /  Agustus 3, 2016

    cerita nya seru bgtz, tpi kasihan jga jdi yoonaa, ohya chp 4 pke’ pw, gmn cra dptn pw nya, bagi donnkk….

    Balas
  2. makin gak sabar nunggu next chapternya ^_^

    Balas
  3. Ditasiwonest'clouds

     /  September 20, 2016

    ahh akhirnya mereka menikah meskipun oppa gk suka sama eonni pasti nanti suka. Oh ya di chap 2 coment ku gak bisa dipost q campur dadi satu sama ini ya

    Balas

United, Leave a Coment Here

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: