[FF] I Believe in Love (Chapter 2)

ibil

Main Cast:

Choi Si Won

Im Yoon Ah

Kim Sang Bum

Kim So Eun

Kim Soo Hyun

Baek Su Ji

Genre: Romance, Friendship, Drama

Rating: G

A Story By Resty Meidalita Utami

I Believe in Love Cast Hold Initial Script Reading

Press Conference

Prolog/Trailer

Episode 1

[I Believe in Love: Episode 2]

Yoona berjalan membuka pintu kaca yang menghubungkan antara ruang santai dengan balkon. Ia sengaja karna ingin menghirup udara segar, setelah itu ia menidurkan tubuhnya diatas sofa yang berhadapan dengan TV. Tapi televisi ia sengaja tak di hidupkan, ia lebih nyaman untuk memandang pemandangan kerlap-kerlip kota tanpa suara dimalam hari. Sejuk sekali, pikirnya sambil memejamkan mata.

Baru menenangkan pikirannya sejenak tiba-tiba ketenangannya buyar seketika saat ponselnya berbunyi nyaring. Siapa yang menelphone malam-malam begini? runtuknya dalam hati kesal.

“De, yeobeoseyo?”, Yoona mengangkat panggilan itu seraya berjalan kearah balkonnya.

“Im Yoona? ini aku Lee Minho”, jawab si penelefon di jalur lain.

“Ah kwajangnim, ada apa anda memanggil saya?”, Yoona yang awalnya terlihat malas untuk menjawab panggilannya langsung berubah sigap saat tahu  bahwa orang itu adalah atasannya.

“Tak usah memanggilku seformal itu,  panggil saja aku, Oppa. Kau seumuran dengan adikku bukan?”,  tanya Minho mencoba mencairkan suasana. Sementara Yoona hanya tersenyum kecil.

Snapshot - 238

“Kau sedang apa? Apa jangan-jangan kau sudah tidur?”.

“Aniyo Minho oppa. Aku kebetulan belum tidur”.

“Apa aku mengganggumu?”.

“Tidak, bahkan sama sekali tidak menganggu”.

“Umm.. begini, besok sore apa bisa kita bertemu? Ada yang ingin kubicarakan … umm.. masalah proyek baru, ya.. itu.. aku ingin membicarakan soal itu”, suara Minho terdengar sangat gugup, buktinya suaranya terputus-putus.

“Begitukah?.. baiklah besok sore sepertinya aku tidak ada acara”.

“Geurae? Ah baiklah, kutunggu pukul 4pm di resto CJtum”.

“Baik Kwajangnim, maksudku Minho oppa. Selamat malam”.

Yoona menutup telepon dan menatap layar ponselnya sesaat, masih belum percaya kenapa bisa Minho meneleponnya tiba-tiba. Ah sudahlah, ia kembali memasukkan ponsel kedalam saku hoodie nya.

Saat pandangannya mulai kabur, ia menangkap seorang pria berkaos putih dengan logo ‘S’ milik superman berukuran sedang di dada dan terlihat sebuah kamera tergantung di leher nya tengah menatap Yoona.

‘Serasa tak asing?…. omo???’, Yoona memekik dalam hati saat baru sadar bahwa pria itu adalah Choi Siwon. ‘Apa sudah lama ia berada disana?’, ia semakin di buat salah tingkah.

Siwon terus menatapnya, tak ada pilihan lain, Yoona pun balas menatapnya dan mencoba memasang wajah setenang mungkin.

“Euh.. annyeong..”, Yoona membungkukkan kepalanya gugup. Satu hal yang baru ia ingat, tetangganya adalah pria pemabuk yang ia temui kemarin malam, pria genit yang menggenggam tangannya saat berada di lift tadi siang dan pria yang menjadi rekan kerjanya di kantor.

“Yoona-ssi? Sekarang kau yang menempati apartement itu?”, tanya Siwon dengan wajah tak percaya. Yoona hanya mengangguk-anggukkan kepala sambil tersenyum sebagai tanda menjawab ‘Ya’. “Wah tidak disangka dalam sehari aku bertemu denganmu dua kali. Pertama kau menjadi rekan kerja baruku dan sekarang kau juga menjadi tetangga baruku”.

Yoona hanya balas tersenyum seadanya, “Iya, kebetulan sekali”.

“Kau belum tidur?”.

‘Kelihatannyaaaaa??’, Yoona berdesis dalam hati. “Belum Siwon-ssi”, jawabnya bersikap seramah mungkin.

“Tidak baik untuk wanita sudah larut begini belum tidur”.

“Ya, sekarang juga aku sudah akan tidur. Selamat malam”, saat Yoona hendak berbalik Siwon menahannya.

“Mm.. Jamkamman”.

Yoona menghentikan langkahnya dan kembali menatap Siwon. “Ada apa?”.

“Jika kau memang belum mengantuk lebih baik mengobrol saja denganku disini”.

‘Katanya tak baik jika seorang wanita belum tidur pada jam-jam yang sudah larut seperti ini’. Yoona menguap dengan dibuat-buat lalu berkata, “Sekarang aku sudah sangat mengantuk jadi aku akan tidur sekarang saja”.

Terlihat sedikit kekecewaan diwajah Siwon. “Yasudah, kalau begitu have a sweet dream”.

Yoona tersenyum kikuk, “De, selamat malam”. Dengan cepat Yoona masuk kedalam dan segera menggeser pintu kacanya agar tertutup dengan benar.

Siwon terkekeh lalu kembali bermain bersama kameranya.

♥♥♥

Keesokkan paginya Siwon terlihat mondar mandir sendiri di atas balkon. Kepalanya beberapa kali ia tengokkan kearah jendela di sebelahnya. “Apa dia masih tidur?”, Siwon menganggaruk-garukkan tengkuknya sambil mendesah. Tapi Siwon yakin orang didalam sana sudah terjaga, buktinya gorden jendela sudah terbuka.

Otak Siwon bermain hebat memikirkan bagaimana caranya ia dapat masuk kedalam apartement itu dan Siwon bisa bertemu dengan Yoona lagi.

“Aish kenapa pikiranku mendadak jadi buntu begini”, dengan frustasi ia mendudukkan diri di kursi santai sambil mengotak-atik ponselnya.

Beberapa saat kemudian gerakan tangannya terhenti, sedangkan bibirnya langsung tertarik memamerkan gigi putih dan lesung pipitnya. Sepertinya ia sudah mendapatkan ide bagus.

“Ayo Im Yoona, kumpulkan semua tenagamu”. Pagi-pagi seperti ini keringat Yoona sudah terkuras, disaat orang-orang sedang menghabiskan waktu weekend mereka―Yoona malah harus bersih-bersih dan membenahi apartement barunya. Sebenarnya seluruh badan Yoona sudah sangat terasa pegal, inginnya merelekskan tubuh diatas tempat tidur. Bagaimana tidak kemarin malam sepulang bekerja ia langsung membersihkan kamarnya sementara setelah beristirahat hanya 3 jam saja ia harus langsung kembali menyelesaikan pekerjaannya lagi.

Niat untuk bersantai-santai sepertinya harus ia urungkan dahulu.

Saat tengah mengangkat sebuah kardus berisikan buku-buku koleksi dan kumpulan rancangan bajunya untuk dirapikan di lemari tiba-tiba saja terdengar suara bel. Yoona menghentikan aktifitasnya dahulu sambil mengerutkan kening. “Siapa yang datang?”.

Yoona pun menyimpan kardus tadi diatas kursi terlebih dahulu sementara ia beranjak untuk membuka pintu.

Saat knop pintu baru saja dibuka ia langsung mendapat sapaan dari orang dibalik pintu sana.

Snapshot - 268

“Selamat pagi tetangga baru”.

 Snapshot - 269

Snapshot - 279

“Ah Siwon-ssi”, Yoona mengatur nafasnya terlebih dahulu sambil memegang dada karna kaget. masalahnya sekarang ia sedang berpenampilan sangat amburadul. Rambutnya ia ikat asal, wajahnya terlihat kucel karna keringat, dan bajunya sudah kotor dan bau karna debu. “Mau apa kau datang kemari?”, tanya Yoona sambil menutup setengah wajahnya dengan masker berwarna pink.

“Kau sedang beres-beres ya?”, tanya Siwon celingukkan memutarkan matanya untuk melihat-lihat keadaaan apartement Yoona yang memang cukup berantakkan.

“Ya, aku masih harus membereskan barang-barang”, jawab Yoona sekenanya.

Mereka hanya terdiam dan beberapa detik kemudian Siwon berkata, “Kau akan membiarkan ku berdiri disini dan tidak dipersilahkan untuk masuk kedalam?”.

Yoona mendongakkan kepalanya agar bisa menatap wajah Siwon yang memang lebih tinggi darinya. “Siwon-ssi, bukannya aku tidak mau tapi lihat saja keadaan rumahku, masih penuh debu dan berantakkan. Lebih baik kau datang berkunjung lain kali saja”.

“Jangan begitu. Ijinkan aku masuk ya”, Siwon langsung nyelonong masuk sambil membawa sebuah kotak yang sedari tadi ia jingjing. “Aku membawakanmu kue tiramitsu”.

tumblr_lwpaonW4iM1qcgtawo2_500

“Siwon-ssi, tidak usah repot-re…”, dengan gerakan cepat Siwon menutup mulut Yoona dengan telunjuknya. Seketika mata Yoona langsung melebar karna kaget.

“Anggap saja kue ini sebagai tanda penyambutan untuk tetangga baru”.

“Ah.. terserah kau saja dan.. terimakasih”. Yoona berubah sangat gugup saat itu, kepalanya terus ia tundukkan dalam-dalam. Bukan karna apa-apa, tapi daritadi Siwon terus menatapnya dengan senyuman menyeramkan.

 tumblr_lz27p8Vahl1qfa6gko9_500

‘Tuhan, jangan biarkan dia melakukan sesuatu padaku’, jerit Yoona dalam hati. Karena menurut analisa, jika ada kesempatan, seorang playboy itu bisa saja nekat mengajak atau memaksa seorang wanita untuk melakukan ‘(dalam tanda kutip)’ bahkan kepada wanita yang baru ia kenal. Dan sekarang Yoona baru sadar bahwa didalam apartementnya hanya ada mereka berdua sekarang.

Pikirannya berputar dan langsung membayangkan hal yang bukan-bukan…

Siwon berjalan mendekatinya sambil mulai membuka kancing kemejanya, sedangkan Yoona sangat panik sambil berjalan mundur sampai akhirnya sekarang langkahan kakinya terhenti karna punggungnya sudah menempel di tembok.

“Siwon-ssi, apa yang kau lakukan?”.

Siwon tak menjawab dan hanya mengeluarkan smirk nya lalu berhasil mengunci tubuh Yoona. “Give me your body, baby..”, bisik Siwon tepat ditelinga Yoona.

“ANDWAE!”. Yoona menjerit. Pada saat itu juga Siwon yang tengah melipatkan lengan kemeja panjangnya menjadi terheran-heran.

“Yoona-ssi, kau kenapa?”.

Yoona melotot, untung saja tadi itu hanya halusinasinya. Segera ia putarkan pandangannya kearah Siwon yang masih memasang wajah bingung.

Yoona menggeleng-gelengkan kepalanya dengan bodoh, “Tidak Siwon-ssi, tidak ada apa-apa”.

Ya.. walaupun kurang meyakinkan tapi Siwon tak ambil pusing dan tidak memperpanjangnya. “Yoona-ssi, aku ingin membantumu membersihkan rumahmu ya”.

Dengan sigap Yoona menolaknya. “Tidak usah.. aku bisa melakukannya sendiri”.

“Eii.. jangan begitu. Sekuat-kuatnya wanita pasti tidak akan bisa mengangkat barang-barang seperti itu”, Siwon menunjuk sebuah lemari besar, televisi, dan kursi yang masih belum tertata dengan benar.

“Um… memang benar. Tapi aku tidak enak denganmu, lebih baik aku menyuruh orang lain saja untuk melakukan semua ini”.

“tenang saja, aku sama sekali tidak keberatan”, Siwon berjalan mundur sambil tebar pesona sampai tidak menyadari bahwa dibelakangnya sekarang ada sebuah guci.

PRANG~

O.o

Ambruklah sudah…

Kini guci indah itu sudah berubah menjadi puing-puing kecil yang sudah tidak berharga lagi. Yoona membelalakkan matanya sempurna, begitupun dengan Siwon. Suasana hening sesaat.

“Yoona-ssi, maaafkan aku..”, ucap Siwon dengan wajah menyesal.

Yoona mencoba meredam amarahnya, ia tersenyum memaksakan sambil berkata, “Tidak apa-apa”.

Siwon bernafas lega, senyumannya merekah kembali. “Aku akan membersihkannya”, ia berjalan mengambil sapu yang berada tak jauh darinya. “Tenang saja, aku pasti akan membersihkan semuanya..”, selama memungut pecahan kaca Siwon terus mendelangah kearah Yoona. Sapu ia gerakkan-gerakkan dengan asal sampai akhirnya ujung dari batang sapu menghantam sebuah gelas yang berada diatas meja. Alhasil air didalamnya pun tumpah dan mengenai….buku yang berisikan desain-desain baju karya Yoona.

“O’ow…”.

“Jika kau hanya ingin membuat ulah lebih baik jangan datang lagi kerumahku”, dengan sekuat tenaga Yoona mendorong tubuh Siwon agar segera keluar dari apartementnya.

“Aku hanya berniat ingin membantumu, lagipula aku kan tidak sengaja”, timpal Siwon membela diri.

Kesabaran Yoona sudah habis, tanpa mengubris apa yang dikatakan Siwon ia membanting pintu dengan sangat keras. Sementara Siwon masih terdiam didepan pintu mencoba mengambil nafas.

Pintu terbuka kembali, Yoona mengembalikan kue tiramitsu yang Siwon bawakan tadi.

“Ini enak sekali loh”, bujuk Siwon mencoba mengubah pikiran Yoona.

“Aku tidak peduli”, jawab Yoona sambil menyimpan kotak kue itu keatas telapak tangan Siwon lalu tanpa basa basi lagi kembali menutup pintu dengan keras.

Siwon yang masih berdiri di depan pintu―beberapa detik kemudian tiba-tiba ia tertawa, “Lucu sekali wanita itu”.

Ia berbalik dan berjalan sambil bersiul. Kejadian tadi sepertinya tak membuatnya menyesal sedikitpun, ia masih terlihat enjoy-enjoy saja.

Tiba-tiba ia berpapasan dengan seorang wanita berambut coklat―mengenakan rok pendek diatas lutut yang memamerkan paha mulusnya.

“Wow.. sexy”, mata Siwon benar-benar jelalatan menatap wanita itu -_-.

Siwon berdiri dihadapan wanita itu untuk menghentikan langkahnya sambil telapak tangan kanannya ia senderkan ke tembok. Wanita itu terheran-heran, tatapannya seakan berkata –apa-yang-akan-kau-lakukan?-

“For you”, Siwon menyodori kotak kue tadi.

Wanita itu semakin dibuat bingung, “Naega?”, tanyanya untuk memastikan.

Siwon mengangguk, “Ya, untukmu cantik”, dengan nakal Siwon membelai rambut wanita itu lalu beberapa detik kemudian ia meninggalkan wanita itu yang sekarang tengah menunduk malu, wajahnya memerah dan kemudian ia berteriak, “Terimakasih”.

Tanpa berbalik Siwon hanya mengangkat tangannya sambil membentuk tanda O.K. semakin membuat wanita itu di buat gereget. “Omonaaa… dia keren sekali”.

♥♥♥

“Oppa, kau yakin tidak akan ikut bersama kami?”, tanya Soeun pada kakak laki-lakinya itu.

Sang kakak hanya mendesah sambil menghadap pada Soeun, “Tidak. Aku sibuk. Kalian berdua saja yang pergi”.

“Ish, kau yakin tidak akan menyesal?”, lagi-lagi pertanyaan Soeun membuat Minho dibuat gemas oleh sikap adiknya itu.

“Kimbum-ah, lebih baik kau cepat bawa pergi gadis ini. Benar-benar membuatku pusing saja”.

Kimbum tertawa menanggapi sikap kedua adik berkakak ini. “Ya, baiklah. Ayo Soeun, kajja”, Kimbum menggenggam tangan Soeun.

“Hah yasudahlah kita pergi berdua saja. Lagipula nanti juga akan kena batunya jika merasa menyesal di akhir”, kini Soeun yang balik menarik tangan Kimbum untuk segera meninggalkan Minho di ruangan kerja nya.

“Aish gadis cerewet”.

Siang itu Yoona tengah bersantai-santai di dalam apartementnya yang sudah terbenahi dengan rapi sekarang. Yoona menikmati mie instan nya sambil menonton drama di televisi.

TINGTONG~

Terdengar suara bell rumahnya, ia menyimpan mangkuk mie nya terlebih dahulu lalu beranjak membuka pintu.

“Soeunnie?”, pekik Yoona saat melihat Soeun dan Kimbum sudah berdiri dibalik pintu. Segera Yoona mempersilahkan mereka berdua untuk masuk kedalam.

“Kenapa kau tidak memberitahuku dulu jika akan berkunjung?”, tanya Yoona saat ia tengah membuatkan minum untuk mereka.

“Ah.. apa perlu bilang dulu ya”, ketus Soeun tak ambil pusing.

Yoona datang ke ruang tamu sambil membawa nampan, “Silahkan diminum Kimbum-ssi”.

Kimbum tersenyum, “Ya, terimakasih”.

Setelah meletakkan dua gelas minuman diatas meja Yoona segera mengambil tempat duduk di samping Soeun.

“Apartementmu lumayan luas, kapan-kapan aku ingin menginap disini”, ucap Soeun sambil memutarkan pandangannya melihat-lihat keadaan rumah Yoona.

“Eoh.. sering-seringlah datang, kau tahu aku tak biasa tinggal di rumah sendiri”.

Sedaritadi Yoona dan Soeun terus bercerita berdua, sampai-sampai tak menyadari bahwa mereka telah membuat Kimbum menjadi angin conge yang terus mereka acuhkan. Tiba-tiba Kimbum berdehem, membuat pandangan keduanya teralihkan padanya.

“Aku permisi keluar dulu”.

“Eo? Kau akan pergi kemana Kimbum-ssi?”, tanya Yoona mendelangah kearah Kimbum yang sudah berdiri.

“Ingin menemui seseorang, kebetulan apartement temanku berdekatan denganmu”, jelasnya.

Yoona mengangguk paham, sementara Soeun hanya berkata, “Jangan lama-lama”.

“Ara”, singkat Kimbum lalu bergegas keluar.

Kini tinggal Soeun dan Yoona yang berada didalam, sepertinya membuat mereka lebih leluasa lagi untuk mengobrol semakin frontal tanpa takut terdengar orang lain.

“Yoong, apartementmu tepat bersebelahan dengan sahabat kekasihku”, ucap Soeun dengan wajah serius.

“Jangan bilang pria yang tinggal di apartement nomor 704?”.

“Absolutely YES!”.

Wajah Yoona terkejut seketika, “Not Kidding”.

“I’m so seriously”, ucap Soeun semakin meyakinkan. “Namanya Choi Siwon kan?”.

Yoona mengangguk. “Kau tahu tidak, pagi-pagi dia sudah membuat onar didalam rumahku”, Yoona langsung mengadu semuanya pada sahabatnya itu insiden tadi pagi dari A sampai Z.

“Haha walaupun begitu dia orang yang sangat baik, selama aku mengenalnya kurasa ia tak terlalu menyebalkan seperti yang kau ceritakan. Buktinya dia membela-bela membelikanmu kue. Yah, kenapa kau kembalikan lagi?”.

“Apa perlu aku menjawab alasannya? Sudah jelas-jelas aku sangat kesal padanya”, gerutu Yoona memanyunkan bibir.

Soeun tertawa, “Dia bekerja di SPAO juga Yoong”,

“Aku sudah tahu”, jawab Yoona dengan malas. “Kenapa dunia ini terasa sempit sekali? Pertama aku menjadi rekan kerjanya dan sekarang kami pun tetangga-an”.

“Haha.. apalagi desainer dan photografer itu pasti akan sering bekerja sama, kalian berdua akan semakin sering bertemu nanti”.

“itulah yang ku sesalkan”, ucap Yoona menghela nafasnya berat. Tak bisa membayangkan bagaimana jadinya nanti.

“Oya, tadinya aku akan mengajak Minho oppa juga kesini. Tapi dia bilang sibuk… ya, alasannya sih sibuk”.

“Nanti sore kami akan bertemu”, ucap Yoona yang sontak membuat mata Soeun terbelalak dengan sempurna.

“Mworago? Kenapa bisa? Ada angin apa? Kapan ia mengajakmu bertemu?”, tanya Soeun dengan beruntun.

“Tadi malam dia menelpon-ku. Katanya ada urusan pekerjaan, aku juga masih belum tahu. Memangnya kenapa? kau terlihat sangat kaget seperti itu”, tanya balik Yoona yang terheran-heran akan sikap aneh sahabatnya.

Detik itu juga Soeun langsung tertawa, “Aigo jadi diam—diam pria itu telah mendekatimu lebih cepat”.

Yoona mengernyitkan dahinya, “maksudmu?”.

“Tidak.. tidak.. lupakan saja”, ucap Soeun masih menyisakan tawa nya.

Yoona berdengus, “Ish.. berkata apa sih”.

♥♥♥

Kimbum memencet bell apartement Siwon berulang kali, tapi nyatanya sang pemilik rumah tak kunjung jua membukakan pintu. “Huh, kemana anak itu?”, tangan Kimbum merogoh saku celananya untuk mengambil ponsel.

Tangannya bergerak lincah untuk mencari number Siwon di kontaknya lalu segera menempelkan ponsel di telinganya.

Beberapa saat menunggu orang di sebrang sana akhirnya mengangkat panggilannya…

“Yeobeoseyo? Siwon-ah? Kau dimana?”.

“Aku sedang di jalan menuju Yeonshinae. Mworagoyo?”.

“Aish, ku kira kau sedang ada dirumah”.

“Memangnya kenapa?”.

“Aku sudah berada di depan apartementmu sekarang”.

“Tumben sekali. Kau sengaja ingin menemuiku?”.

“Tidak, hanya kebetulan aku mengantar Soeun mengunjungi temannya. Yasudahlah jika begitu, ku tutup teleponnya…. Annyeong”.

Kimbum menghela nafas lalu berbalik menuju apartement Yoona kembali.

♥♥♥

Sore itu Yoona sudah berada didalam sebuah cafe seorang diri. Sedaritadi ia memainkan kukunya sambil menunduk. Sebenarnya ia risih, bagaimana tidak sekarang ia harus memakai dress dengan model yang cukup ketat sehingga membentuk tubuh idealnya. Ini semua karna perintah sahabatnya Soeun, setelah tahu bahwa sore ini Yoona akan bertemu dengan Minho―Soeun dengan semangatnya langsung menyuruh Yoona untuk memakai baju itu.

“Ish menyebalkan”, Yoona menurunkan rok nya beberapa kali. Tapi sesering apapun ia melakukannya tetap saja membuat rok nya terlihat sangat minim.

Beberapa saat kemudian seorang pria bertubuh tinggi dengan setelan resmi nya berjalan menghampiri. Yoona yang sudah sadar akan kedatangan orang itu langsung dibuat sangat gugup. Didalam hati seperti tengah berteriak –EOTTEOKKAE?-.

Dengan gerakan cepat Yoona segera berdiri lalu menundukkan kepalanya. Bagaimana pun pria yang ada dihadapanya ini adalah atasannya di perusahaan. “Annyeonghasimnikka kwajangnim”.

Minho tersenyum melihat Yoona, ia sangat manis, ucapnya dalam hati. “Sudah kukatakan diluar kantor kau tak usah bersikap seresmi itu padaku”.

Yoona tertunduk malu, “Ah de. Silahkan duduk”, ucapnya yang sepertinya malah semakin dibuat gugup.

Mereka berduapun duduk saling bersebrangan. Setelah memesan beberapa makanan mereka saling mengobrol kecil sambil menikmati hidangan yang ada. Hanya sedikit mereka membicarakan soal pekerjaan, selebihnya mereka malah mengobrol diluar itu.

Sepertinya Minho semakin tertarik pada Yoona. saking terlalu asyik berbincang bersama, mereka sampai tak menyadari bahwa waktu berjalan begitu cepat.

Dengan terpaksa keduanya pun harus segera mengakhiri acara makan bersama mereka, mungkin bisa dibilang kencan? Ya bisa jadi.

Minho pun mengantarkan Yoona pulang ke apartementnya. Sekarang mobil Minho sudah terhenti di parkiran gedung itu.

“Kau beristirahatlah yang cukup agar besok fit kembali untuk bekerja”, pesan Minho saat ia baru saja keluar dari mobilnya. Yoona hanya mengangguk karna merasa serba salah untuk menjawab. “Kalau begitu selamat malam”.

“Ne, terimakasih sudah mengantarkanku. Hati-hati saat menyetir”, balas Yoona menundukkan kepalanya

Sebelum benar-benar masuk kedalam apartementnya Yoona melambaikan tangan nya dahulu mengantarkan kepergian Minho yang mulai berlalu dari hadapannya.

Di malam hari, Siwon berjalan menyusuri jalanan sambil menggenggam sebuah softdrink di tangannya. Mengenakan celana jeans selutut dan hoodies berwarna abu-abu, sepertinya ia baru saja berolah raga berkeliling di sekitar gedung apartemetnya.

“Ne, terimakasih sudah mengantarkanku. Hati-hati saat menyetir”.

Suara itu membuat langkah Siwon terhenti dan mengalihkan pandangannya kearah sumber suara. Terlihat Yoona yang sedang berbincang dengan seorang pria.

 real097

 Snapshot - 274

Perlahan Siwon mulai melangkahkan kaki untuk mendekat, beberapa detik yang lalu mobil hitam itu sudah mulai menjauh. Dan kini tinggal Yoona yang masih berdiri sambil melambaikan tangannya.

Yoona menghela nafas, lalu berbalik untuk bergegas menuju apartementnya. Namun ia langsung terlonjak kaget saat melihat Siwon yang sudah berada disampingnya sambil melipat tangan didada. “Oh Tuhan, apa yang kau lakukan disini?”, pekiknya sambil mengelus dadanya.

“Aku hanya sedang jalan-jalan saja”, jawab Siwon dengan wajah tanpa dosa. “Kau darimana?”, lanjutnya sambil menatap Yoona dari atas sampai bawah.

Tentu saja hal itu membuat Yoona menjadi risih, kembali tangannya menurun-nurunkan rok pendeknya. “Menghadiri undangan teman”, singkat Yoona sambil menghindari tatapan dari Siwon.

“Umm… tadi diantar siapa?”.

“Temanku”.

“Bukan pacar?”.

“Aku tidak punya pacar”.

“Benarkah? Aku tidak percaya”, ucap Siwon sambil memegang dagunya.

Kali ini Yoona berbalik sambil menatap geram kearah Siwon, “Kenapa kau senang sekali mencampuri urusan oranglain”, Yoona melangkah ke lobby gedung dan Siwon mengikuti dan mencoba menyamakan langkahnya dengan Yoona.

“Aku bukannya ingin mencampuri urusan oranglain, hanya saja aku dan kau kan baru kenal, jadi harus sering berinteraksi agar semakin akrab, bukan?”. namun Yoona tetap tak menghiraukannya.

Mereka memasuki lift bersama dan dengan cepat Yoona menekan tombol bernomor 10.

“Ya baiklah jika kau tak mau memberitahuku kau baru pergi bersama siapa, tapi jika boleh ku bilang―kau cantik sekali dengan pakaian itu”, ujar Siwon sambil tersenyum.

Yoona menyibakkan rambutnya frustasi. “Ah sudahlah jangan membicarakan soal pakaianku sekarang”, geramnya kesal. ‘Lee Soeun, semua gara-gara dirimu’, runtuk Yoona dalam hati.

“Kenapa? aku mengatakan benar.. kau sangat cantik”.

Lift pun terbuka, Yoona yang keluar lebih dulu sementara Siwon menyusul kemudian.

“Terimakasih atas pujiannya, tapi ngomong-ngomong aku wanita keberapa yang kau katakan cantik hari ini”, tanya Yoona sambil menghentikan langkahnya dan menghadap Siwon.

“Nde?”, Siwon tertawa mendengar pertanyaan Yoona barusan.

“Apa yang ku katakan sangat lucu?”, tanya Yoona melipatkan tangannya di dada.

“Ya, kau bahkan lebih lucu dari yang ku bayangkan”, jawab Siwon semakin dibuat terkekeh.

Yoona mengembungkan mulutnya lalu berbalik dan berjalan dengan kaki yang sedikit ia hentak-hentakkan.  “Menyebalkan sekali”.

Siwon terkekeh sambil menggeleng-gelengkan kepala. Rasanya sungguh asyik menggoda wanita satu ini.

♥♥♥

Yoona duduk diatas meja makan sambil menghabiskan sarapannya. Ia terlihat sangat tak bersemangat pagi ini. Badannya lesu, wajahnya pucat dan setiap gerakan tangannya untuk mengangkat roti sudah seperti tidak ada tenaga lagi.

Yoona baru merasakan kerasnya hidup, padahal semua ini baru saja dimulai, tak bisa terbayangkan bagaimana jadinya ia untuk beberapa hari kedepan.

Tapi sudahlah, berhenti mengeluh. Toh ini memang sudah menjadi keputusannya. Berani berbuat, berani bertanggung jawab.

Setidaknya dengan sedikit merenung seperti ini bisa mengembalikan semangatnya lagi.

Ia mengakhiri sarapannya dan bergegas mengambil tas untuk berangkat bekerja. Sembari berjalan menuju pintu keluar bibirnya sibuk menyeruput susu kotak sambil memakai sepatu hak nya. Setelah memastikan pintu sudah terkunci ia berjalan dengan langkah yang santai menyusuri lorong-lorong gedung.

Di waktu yang bersamaan seorang pria baru saja membuka pintu. Matanya langsung menangkap keberadaan Yoona yang baru saja melewati apatementnya. Senyuman nakal mengembang dibibirnya, ia menutup pintu lalu mengikuti langkah gadis yang berada didepannya itu sambil memasukkan kedua tangan kedalam saku celana jeans nya. Choi Siwon―ya.. siapa lagi jika bukan pria nakal ini.

Lama Siwon mengekori langkahnya. Sampai akhirnya saat sudah berada di lobby gedung, Yoona merasa ada derap kaki di belakang membuatnya menghentikan langkah dan memutarkan kepala.

“Oh bagus”, gerutu Yoona sangat pelan saat ia sudah kembali menatap kedepan berpura-pura tak melihat dan kali ini semakin mempercepat langkahnya.

“Yoona-ssi”.

Yoona menghentikan langkahnya memekik dalam hati sambil memejamkan mata. Sudah terlambat, siaaaaalll.

Yoona berbalik sambil menarik bibirnya dengan susah payah. “Ah Siwon-ssi”.

“Akan pergi ke kantor juga ya?”, tanya Siwon sambil berjalan semakin mendekat.

“Seperti yang kau lihat sendiri”, ketus Yoona sedikit sinis kali ini.

“Berangkat bersama saja”, Siwon mengeluarkan killer smile nya sambil mengedipkan mata.

“Tidak usah”.

Jawab Yoona seraya mulai melanjutkan melangkah lagi, dan Siwon terus mengikuti.

“Wae?”.

“Aku takut kekasihmu marah”.

“Aku tidak punya kekasih”.

“Benarkah? Aku tidak percaya”, Yoona kembali mengulangi perkataan Siwon semalam. Bahkan gayanya pun ia peragakan―memegang dagunya.

Hal itu membuat Siwon tertawa, sedangkan Yoona memalingkan wajahnya kesal.

“Hey, aku serius”.

Sekarang mereka sudah berada di luar gedung.

“Aku juga serius”, tolak Yoona menimpalnya dengan gaya sejutek mungkin.

Siwon masih terkekeh memperhatikan tingkah Yoona yang semakin mempercepat langkahnya seolah ingin cepat-cepat terhindar dari Siwon.

Mata Siwon masih tak terlepas dari gadis yang kini sudah berdiri di halte bus, menunggu kedatangan kendaraan besar itu untuk segera mengantarkannya ke tempat tujuan.

Siwon menatap kunci mobil yang sedari tadi sudah berada dalam genggamannya, kemudian ia masukkan kedalam saku celananya dan berjalan kearah halte bus itu seraya tersenyum penuh arti. Oh tunggu, sepertinya ia akan melakukan sesuatu.

Bersama kerumunan orang-orang yang sama-sama tengah mengunggu kedatangan bus, Yoona berdiri dengan tenang sambil memegang tali tas yang tergantung di pundak kanannya sambil sesekali menoleh pada jam tangannya, memastikan bahwa ia tak akan sampai telat datang ke kantor.

Beberapa menit kemudian bus yang ditunggu pun tiba, kaki jengjangnya mulai melangkah saat pintu bus itu sudah terbuka secara otomatis. Bus terlihat sudah cukup penuh, untungnya masih ada satu kursi yang kosong. Segera ia berjalan mendekati tempat itu takut-takut didahului orang.

Baru saja ia akan mendudukkan diri, tiba-tiba ada seseorang yang dengan kilatnya langsung merebut kursinya. Kejadian itu benar-benar cepat, membuat keseimbangan Yoona mulai hilang. Ditambah saat bus mulai berjalan―keseimbangannya benar-benar sudah tak bisa terkendali sekarang. Tubuhnya terhempas tepat ke pangkuan pria yang merebut kursinya tadi.

Yoona tercekik, sungguh ia benar-benar kaget. Mulutnya berteriak kecil.

Kini Yoona memejamkan mata sambil mencoba mengatur nafasnya. Ia masih hidup kan? Oh sungguh, untung saja ia tak terjatuh ke bawah.

“Kau baik-baik saja….. Yoona-ssi?”.

Mendengar suara itu sangat refleks membuat mata Yoona terbuka lebar. Ia baru sadar jika ia tengah duduk di atas pangkuan Siwon. Choi Siwon? Kenapa dia ada disini?

Yoona semakin dibuat bingung, parahnya sekarang tangannya tengah terlingkar di leher pria itu. Entah ia memang belum sadar benar, Yoona masih terdiam dalam posisinya lalu mengerjapkan mata.

Sedetik kemudian..

“YAK!”. Yoona berdiri sambil menampar pipi Siwon. Kini mereka berdua telah menjadi pusat perhatian para penumpang. Awalnya Siwon akan berteriak untuk membela diri, dan Yoona  pun inginnya berlanjut memarahi Siwon, namun sepertinya harus mereka urungkan dahulu. Karna yang harus mereka lalukan sekarang adalah memperbaiki keadaan agar tidak membuat orang-orang berpikiran yang bukan-bukan.

“Nona, apa yang pria itu lakukan pada anda?”, tanya seorang pria tua yang sepertinya sedikit penasaran dengan apa yang terjadi sebenarnya. Begitupun penumpang yang lain. kini semua pandangan benar-benar tengah menjurus kearah mereka berdua.

“Eoh?”, Yoona hanya molongo, tak tahu harus menjawab apa.

Tak ingin membuat suasana semakin kacau Siwon pun buka mulut. “Aniyo.. kami hanya sedang bercanda. Ayo chagi kau duduk lagi”, ujarnya seraya menarik tangan Yoona.

“Chagiii??”, pekik Yoona memasang wajah bingung kearah Siwon, percis sebuah bisikkan.

“Ahaha… tidak apa-apa. Kami hanya sedang bermain-main saja”, Siwon tersenyum kearah semua orang sementara tangannya menarik tangan Yoona dengan sekuat tenaga sehingga Yoona sudah duduk kembali keatas pangkuannya.

“Ternyata mereka sepasang kekasih”.

“Oh tuhan, ada-ada saja tingkah anak muda jaman sekarang”.

Para ibu-ibu berceloteh dan mereka kembali ke aktifitas masing-masing. Siwon berhasil mengalihkan perhatian mereka.

Sementara itu Yoona yang sudah kelewat kesal segera mencubit kecil paha Siwon benar-benar kencang. Siwon melotot sambil mengembungkan mulutnya menahan rasa sakit. Tenaga wanita ini memang benar-benar kuat. Dengan susah payah Siwon menjauhkan tangan Yoona dari pahanya.

“Pria gila, ini kursiku. Cepat kau pindah, atau aku akan berteriak bahwa kau sedang berbuat macam-macam padaku”, ancam Yoona pelan sambil menekankan setiap kata-katanya menandakkan bahwa ia memang serius.

“Kau ingin aku di pukuli oleh orang-orang itu”, balas Siwon menatap orang-orang sekitar. Yang membuat ia sedikit ngeri adalah di belakang mereka ada seorang pria bertubuh besar. Tak bisa dibayangkan bagaimana jadinya wajah Siwon jika ia mendapatkan satu pukulan saja dari orang itu.

“Aku tak peduli bahkan aku lebih senang melihatmu babak belur”, timpal Yoona dengan ketus. “Baiklah, jika sampai pada hitungan ketiga kau tidak pindah juga aku akan benar-benar berteriak. Hana… dul… set….”.

“AAAAAAAA~”, teriak Yoona sambil berdiri. Oh bukan, bukan Yoona saja.. namun Siwon pun ikut berteriak.

Pandangan semua orang teralihkan kembali pada mereka berdua.

“Ada apa lagi?”, teriak seorang bapak-bapak dari kursi paling belakang sana.

Siwon tersenyum gelagapan sambil berdiri. “Tidak apa-apa, kami sedang melatih suara..”.

“Micheosso”, Yoona tak memperdulikan dan merebut tempat duduknya kembali. Ia benar-benar muak, ia memalingkan wajah kearah jendela.

Sementara Siwon menundukkan kepalanya meminta maaf pada semua penumpang sambil memegang besi agar bisa menjaga keseimbangannya saat berdiri.

♥♥♥

Minho memparkirkan mobil audi hitamnya di parkiran kantor khusus para pegawai. Setelah melepas sabuk pengamannya ia meraih tas kerjanya lalu membuka pintu untuk keluar. Sambil berjalan memasuki gedung ia merapikan tuxedo nya terlebih dahulu. Minho memang tipe orang yang sangat memperhatikan penampilannya.

Saat baru memasuki lobby kantor dan mendapatkan sapaan hangat dari para bawahannya dengan tak sengaja mata Minho menangkap Yoona yang masih berada di luar tengah berjalan menuju kedalam bersama Choi Siwon. Ya tentu Minho kenal benar pria itu.

Ia berdiri di tempat masih memperhatikan Yoona.

“Kau ada di ruang apa?”.

“Aku tidak akan memberitahu”.

“Hey, kau akan bekerja untuk ku nanti”.

“Aku tak peduli”.

Sepanjang jalan Siwon dan Yoona terus bercerita. Sampai akhirnya Yoona membungkukkan kepalanya saat menyadari keberadaan Minho.

“Annyeonghasimnikka Kwajangnim”, sapa Yoona. Sedangkan Siwon seperti sulit untuk menurunkan badannya sedikit saja, tapi bagaimana pun Minho juga atasannya.

Minho tersenyum sangat manis, beda saat pandangannya ia arahkan pada Siwon. “Choi Siwon-ssi, tumben sekali kau tidak datang terlambat hari ini”, ujarnya dengan nada sedikit meremehkan.

“Tentu saja Kwajangnim Lee, sebagai anak emas nya Presdir mana mungkin aku datang telat terus-terusan. Lagipula hari ini ada meeting penting soal project baru perusahaan, bukan?”, Siwon menimpal.

Itulah Siwon, sikapnya yang suka sedikit kurang ajar dan bersikap semena-mena terhadap atasan membuat Minho tak suka padanya. “Kau ikut meeting?”, tanya Minho sedikit tidak percaya. Yang ia tahu hanya para petinggi saja yang akan ikut.

“Sure, ada yang salah kah, Kwa-jang-nim-Lee?”, ucap Siwon seakan tahu pikiran Minho.

Lagi-lagi Minho menatap tak suka. Agar tak semakin memanas Minho pun beralih pada Yoona yang sedari tadi memperhatikan perbincangan keduanya. “Im Yoona-ssi, bisa kau ke ruanganku dahulu?”.

“Algeseumnida Kwajangnim”. Yoona pun berlari kecil mendekat kearah Minho dan mereka berjalan beriringan menuju lift untuk kelantai atas.

Siwon menatap punggung mereka yang semakin hilang dari tatapannya, lalu menarik sebelah bibirnya membentuk sebuah smirk dan berbalik kearah lain.

♥♥♥

“Oke…. Ya, bagus sekali… yepputaaa…”, dengan cekatan Siwon memainkan kamera nya saat tengah memotret model bertubuh tinggi didepan sana. Blitz blitz kamera terus menyertai setiap gerakan yang di lakukan model profesional itu.

Choi Siwon―disaat seperti ini ia akan terlihat sangat berbeda. Wajah seriusnya tak akan keluar jika bukan sedang memotret seperti sekarang ini.

“Oke selesai. Kau sudah bekerja keras”, ucap Siwon menyudahi aktifitasnya.

Sang model membungkukkan kepalanya lalu tersenyumdan berkata keraha Siwon, “Oppa, kita bertemu lagi nanti”, ucapnya manis dan ia kembali ke tempat rias di temani sang asisten.

Siwon tersenyum sesaat lalu menghela nafas panjang masih dengan kamera yang belum terlepas dari tangannya. “Gwangsoo-ah, model selanjutnya mana?”.

“Mollaso, aku dan yang lain sedang mencoba menghubunginya”, jawab Gwangsoo terlihat gusar.

“Oh ayolah, kita sudah tak ada waktu lagi untuk menunggu”, Siwon mendesah. Ia memang paling tak suka jika sudah ada model dengan adat jeleknya ini. Datang terlambat dan semaunya padahal sudah di tetapkan sesuai jadwal.

Gwangsoo mengabaikan keluhan Siwon, ia yang sibuk menunggu panggilannya di angkat oleh menejer sang model menutup mulutnya dengan telunjuk jarinya mengisyaratkan agar Siwon diam dahulu.

“Hhh.. shit”, Siwon melangkahkan kakinya menuju ruang kostum lalu merebahkan diri di kursi panjang yang berada didalam ruangan itu.

Prak.. prak.. prak..

Siwon mengalihkan pandangan saat terdengar suara sepatu high heels yang menggema. Itu Yoona, ia tengah membawa setumpukkan pakaian sampai menutupi wajahnya sendiri membuat ia sedikit kesulitan untuk berjalan.

Siwon yang melihatnya segera berjalan menghampiri. “Membawa banyak pakaian seperti ini kenapa tidak minta di bantu oleh yang lain”, ujarnya yang sontak sana membuat Yoona menghentikan langkahnya dan sedikit tersedak. Hal itu hampir saja membuat Yoona terjatuh. “Oh ya Tuhan. Sini, biar aku yang membawanya”. Ia merebut setumpukan pakaian itu dari dekapan Yoona.

“Kemana aku harus menyimpannya?”, tanya Siwon lagi.

“Kedalam gudang”, jawab Yoona dengan suara sedikit serak.

Siwon pun berjalan menuju gudang yang sejujurnya tak pernah ia datangi sekalipun, sementara Yoona mengikuti dari belakang.

Setelah menyimpan semua pakaian itu sesuai dengan perintah Yoona, Siwon pun bertanya. “Pakaian-pakaian ini akan kau apakan?”.

“Tidak. Tidak akan ku apa-apakan.. Sudahlah, lebih baik kita keluar saja”, entah kenapa Yoona sedikit salah tingkah saat itu. Ia mendorong tubuh Siwon agar segera keluar dari gudang. Setelah berhasil keluar buru-buru ia menutup pintu dan menguncinya kembali.

Siwon menatap aneh, namun Yoona segera mengalihkan perhatiannya. “Aku harus kembali bekerja”. Ia mempercepat langkah untuk menjauh. Namun gagal saat Siwon menarik tangan untuk menahannya. Yoona menoleh kebelakang dengan tatapan bingung.

Seakan tahu apa yang ada dipikiran Yoona, Siwon pun berujar, “Nanti pulang bersama ya”.

Yoona terdiam sejenak untuk berpikir. Tak ada alasan untuk menolak sepertinya. Yoona hanya menangguk kecil tanpa membuka suara.

Siwon mengerti arti dari anggukan kepala Yoona tadi, senyuman langsung merekah dari bibirnya.

Saat itu Minho sedang mengawasi keadaan kantor, memastikan dan memantau para bawahannya. Saat menyadari keberadaan Minho tentu para karyawan yang melihatnya langsung berdiri tegap dan membungkukkan kepala mereka sebagai tanda hormat. Seperti biasa Minho dengan ramahnya akan membalas sapaan mereka dengan senyuman.

“Teruskanlah pekerjaan kalian”, ucapnya lalu kembali melangkah.

Bibirnya tersenyum saat melihat seorang wanita yang hanya terhalangi oleh kaca tembus pandang. Ia semakin berjalan mendekat kearah sana.

“Yoona-ssi”, panggil Minho yang langsung saja membuat pandangan wanita itu teralihkan padanya.

“Ah kwajangnim”, ucap Yoona setengah kaget sambil membungkukkan kepala.

Mereka saling terdiam sesaat, apalagi saat mata Minho dan Siwon bertemu. Mereka saling memberikan tatapan yang sinis satu sama lain.

“Apa yang sedang kalian lakukan disini?”.

Tanya Minho terlihat berbeda saat sebelum ia melihat Siwon.

“Euuu.. kwajangnim, kami hanya…”.

Siwon memotong ucapan Yoona, “Kami berdua sedang pendekatan, apa Anda berniat ingin mengganggu kami Kwajangnim?”.

“Siwon-ssi”, gertak Yoona tak terima seraya memukul lengannya.

Sedangkan yang menerima pukulan hanya tersenyum nakal dan menggelitiki leher Yoona membuat wanita itu bergidik geli lalu memukul lengannya lagi. Sepertinya Siwon sengaja ingin membuat Minho panas melihat moment antara mereka.

“Ekheum..”, Minho berdehem menghentikan candaan keduanya. Suasana berubah tegang sekarang.

‘Ayolah, apa yang terjadi dengan kedua pria ini?’, gumam Yoona dalam hati yang semakin dibuat risih saja.

“Yoona-ssi, kemarilah”, panggil Stella Kim tiba-tiba menghentikan ketegangan. Wajahnya begitu jutek memandangi Siwon, Yoona dan Minho secara bergantian. Orang yang ia tatap pasti akan ketakutan juga seperti hal nya Yoona yang tanpa basa basi langsung berlari kearahnya.

“Nde, Agassi?”.

Sementara itu kedua pria yang masih berdiri ditempat langsung berjalan berlawanan arah saling menjauhkan diri.

♥♥♥

Gadis berambut pirang masih mengenakan seragam sekolahnya tengah berjalan menyusuri jalanan kota seorang diri seraya meruntuk sendiri. Kim Suji―ia masih kesal karna kakaknya, Kimbum yang tak jadi menjemputnya hari ini. Alhasil ia pun harus pulang sendirian.

Sebelum pulang dengan memakai bus umum, ia memutuskan untuk membeli snack di minimarket yang ia lewati.

Wajahnya benar-benar lesu, terlihat jelas jika ia sangat terlihat badmood hari ini. Bukan hanya karna kakaknya, namun banyak sekali kejadian-kejadian menyebalkan disekolah yang membuatnya jengkel setengah mati. Buku tugas Bahasa miliknya tertinggal, guru Oh benar-benar tak memberinya sedikit keringanan. Suji dihukum berjongkok didepan kelas sambil mengangkat kedua tangannya selama waktu KBM berakhir sampai istirahat makan siang. Bukan itu saja, disaat tengah makan siang tiba-tiba seorang adik kelas tak sengaja menambarnya dan membuat minuman yang ia bawa menumpahi baju serajam Suji.

Suji menggenggam sangat erat soft drink yang baru saja ia beli lalu kembali melanjutkan berjalan dengan langkah yang sedikit ia hentak-hentakkan mengingat-ingat kejadian tadi.

Sampai akhirnya ia menghentikan langkahnya saat melihat seorang pria baru masuk kedalam sebuah restoran makanan khas Jepang bersama seorang wanita. Suji memicingkan mata untuk memastikan bahwa yang ia lihat memang orang yang ia kenal.

Beberapa detik kemudian ia berlari menuju restoran tersebut. Awalnya Suji hanya melihat dari luar saja, tapi mulutnya langsung mengembung dan memerah, didalam sana Soohyun tengah makan bersama wanita lain.

‘Siapa wanita itu?’, pikirannya bertanya-tanya.

Tanpa banyak berdiam ia pun nyelonong masuk.

“Soohyun oppa!”, panggil Suji terlihat sangat kekanak-kanakkan.

Mendengar panggilan barusan tentu saja membuat Soohyun kaget. Ia bersama wanita yang duduk bersebrangan dengannya langsung mengalihkan pandangan pada Suji yang kini tengah berjalan semakin mendekat kearah mereka berdua.

“Apa yang sedang kau lakukan disini?”, tanya Soohyun.

“Oppa, siapa wanita ini?”, tanya Suji menunjuk langsung wanita itu, benar-benar frontal.

Wanita itu hanya terdiam dan memandang Soohyun seakan meminta penjelasan. Kenapa ada seorang anak SMA yang tiba-tiba datang menimbrungi mereka berdua dan langsung marah-marah seperti itu.

Soohyun segera berdiri lalu menarik tangan Suji.

“Apa yang kau lakukan disini? Sekarang sudah sore, seharusnya kau segera pulang. Orangtuamu pasti akan khawatir”, bisik Soohyun.

“Oppa, kenapa kau jalan bersama wanita lain?”, Suji berteriak membuat semua pandangan teralihkan pada mereka.

“Oh ya ampun”, Soohyun mendesah pelan. Hidupnya akan berubah tak tenang setiap Suji datang. “Kau pulang ya”.

“Shireo”, ucap Suji menangkat bahunya.

Soohyun memejamkan mata menghilangkan frustasi.

“Kecuali jika oppa yang antarkan. Aku tidak berani pulang sendiri”.

“Tidak bisa, aku sedang bersama temanku. Kami akan mengerjakan tugas bersama”.

“Mengerjakan tugas didalam restoran seperti ini? Jangan berbohong padaku”.

Telinga Soohyun semakin panas, tak ada pilihan lain. sekali-kali ia harus sedikit tegas pada Suji. “Kami hanya memesan makanan saja, setelah itu kami akan pergi”.

Soohyun kembali mendekat pada wanita yang bersamanya tadi.

“Jina-ssi, kita pergi sekarang”, ucapnya langsung menarik keluar Jina tanpa menghiraukan rontaan tak mengeri dari Jina dan teriakan Suji yang terus saja memanggil-manggil namanya.

♥♥♥

Waktu telah menunjukkan pukul 9 malam, sudah waktunya untuk pulang. Sebelum meninggalkan kantor Yoona membereskan semua berkas-berkas miliknya yang berada diatas meja juga memasukkan kembali barang-barang yang perlu dibawa ke rumah ke dalam tas.

‘Huh rasanya tulang punggungku akan retak saja’, Yoona menggantungkan tas nya seraya memukul-mukul kecil pundaknya dengan tangan yang sengaja ia kempalkan. Rasa lelah begitu tergambar jelas di wajahnya. Ia melangkah dengan lemas menyusuri lorong-lorong gedung.

Suasana cukup sepi, karyawan lain seperti nya sudah pulang lebih dulu. ya―di awal bekerja Yoona memang selalu mendapatkan banyak pekerjaan, hal itu membuatnya selalu pulang lebih telat dibanding yang lain. Untuk saat ini rancangan-rancangan pakaian yang ia desain selalu mendapatkan respon yang positif. Ya, walaupun kadang kali keteledoran nya sering kala membuat ia harus merangcangnya dari awal lagi karna atasannya, Nona Stella sang General Desainer yang perfectionist. Kesalahan sedikit saja selalu diperbesar.

Yoona mendesah sambil membenarkan tali tasnya. Daritadi ia berjalan lemas, rasanya sudah tak ada kekuatan lagi yang tersisa.  Konsentrasinya buyar, jalanan dihadapannya tak ia perhatikan. Hasilnya ia bertubrukan dengan sesuatu. Yoona memegang hidung mancungnya yang baru saja menabrak dada pria tegap didepannya itu.

“Aish Choi Siwon”, desah Yoona setelah tahu orang tersebut.

“Uh.. begitu berantakannya orang ini”, Siwon mengacak-acak rambut Yoona sambil menyipitkan mata. “Ayo kita pulang”.

Yoona hanya terdiam sambil menyamakan langkahnya dengan Siwon menuju pintu keluar.

“Oh bagus”, ucap Siwon menghela nafasnya sambil berhenti melangkah. Yoona menatap bingung kearahnya.

“Waegeurae?”.

Ternyata lagi-lagi mereka bertemu dengan Minho, ia baru saja keluar dari lift dan sama-sama bergegas akan pulang.

Itu yang membuat Siwon semakin kesal, kenapa hari ini ia harus selalu bertemu dengan rival bubuyutannya itu.

“Kwajangnim Lee”, seperti yang selalu Yoona lakukan saat bertemu dengan atasannya itu, menyapanya dengan hangat.

“Yoona-ssi, bisa kita bicara dulu?”.

Yoona berpikir sejenak, dan beberapa detik kemudian ia menjawab, “Arasoyo Kwajangnim”.

Minho berjalan keluar melewati lobby lebih dulu, sedangkan Yoona membisiki Siwon sesuatu dahulu, “Tunggu sebentar”, kemudian langsung berlari mengikuti langkah Minho.

Lagi-lagi Siwon menghela nafasnya dengan berlebihan.

“Malam ini kau ke rumahku dulu ya, ada beberapa dokumen yang harus kau ambil untuk rapat besok”, ucap Minho.

“Hajiman, apa tidak bisa besok saja? Sekarang sudah sangat malam Kwajangnim”.

“Umm.. ani. Besok aku akan datang ke kantor sedikit telat, sementara pukul 8 meeting sudah akan dimulai. Kau tenang saja, lagipula aku tidak akan membiarkanmu pulang sendirian”.

Yoona menggigit bawah bibirnya, merasa dilema disaat tadi ia sudah berjanji akan pulang bersama Siwon. Dan sekarang sangat tidak mungkin jika ia menolak permintaan dari Minho.

Walaupun susah keluar dari mulutnya akhirnya ia pun memutuskan untuk mengiyakan perintah Minho. Lagipula ini juga menyangkut pekerjaannya sendiri.

Siwon melipatkan kedua tangannya, merasa sangat kesal menunggu Yoona yang tak kunjung usai berbicara dengan Minho. “Apa yang sedang mereka bicarakan sebenarnya?”.

Ternyata sedaritadi ia terus memantau gerak-gerik keduanya dari kejauhan.

Namun yang membuat Siwon kaget adalah disaat Yoona masuk kedalam mobil Minho. Apa ia tak salah lihat, bukankah tadi ia menyuruh Siwon untuk menunggunya sebentar kemudian setelah itu mereka pulang bersama? Kenapa sekarang Yoona malah masuk kedalam mobil Minho.

Drrttt.. drrrttt…

Ponsel Siwon bergetar, ternyata Yoona yang mengirimi pesan untuknya.

From: Im Yoona

Siwon-ssi, sepertinya aku tak bisa pulang bersama denganmu. Kwajangnim menyuruhku untuk mengambil berkas-berkas keperluan meeting besok kerumahnya. Aku yakin kau pasti berani pulang sendiri kan? :p hihi. Hati-hati di jalan ya~

poor_siwon

Kecewa, sepertinya itu yang Siwon rasakan sekarang. Matanya terus memandangi mobil hitam yang lambat laun mulai menjauh darinya.

triangle

#Behind The Scenes

castle

Yoona: (menguap) Aku sudah sangat mengantuk jadi aku akan tidur sekarang saja

Siwon: Yasudah, kalau begitu have a sweet dream.

Yoona: (tersenyum kikuk) De, selamat malam (berlari kemudian menggeser pintu kaca dengan terburu-buru. Kakinya terjepit dan ia berteriak) Oh ya ampun, sakit sekali. (terkapar dilantai sambil tertawa dan memegang kakinya)

CUT!

Siwon: (berlari keujung balkon sambil mencondongkan sedikit tubuhnya) Gwaenchana?

Yoona: Appo. (tertawa lagi/para kru mulai menghampirinya)

Siwon: (terdiam khawatir).

Siwon: (berjalan diiringi smirk nakal sambil membuka kancing kemejanya)

Yoona: (berjalan mundur karna Siwon terus mendekatinya/sudah tertahan di tembok/kemudian tertawa) Oppa kau terlalu menakutkan… hahaha… (menutup wajah Siwon dengan tangannya)

Siwon: Apa yang salah? (ikut tertawa)

CUT!

Yoona: Jika kau hanya ingin membuat ulah lebih baik jangan datang lagi kerumahku (mendorong tubuh Siwon sampai keluar ruangan)

Siwon: Aku hanya berniat ingin membantumu, lagipula aku kan tidak sengaja.

Yoona: (membanting pintu dengan keras)

Siwon: (Berdiri dibalik pintu sambil mengelus dadanya)

Yoona: (membuka pintu kembali dan terdiam) Eung… setelah ini apa yang aku lakukan? (terlihat linglung sambil menahan tawa)

Siwon: (tertawa)

CUT!

Sutradara: Mengembalikan kue tiramitsu. Kenapa kau tak membawa kuenya.

Yoona: Oh iya, aku lupa. Mianhae (membungkukkan badan sambil menutupi wajahnya menahan malu)

Yoona: Jika kau hanya ingin membuat ulah lebih baik jangan datang lagi kerumahku (mendorong tubuh Siwon sampai keluar ruangan)

Siwon: Aku hanya berniat ingin membantumu, lagipula aku kan tidak sengaja.

Yoona: (membanting pintu dengan keras)

Siwon: (Berdiri dibalik pintu sambil mengelus dadanya)

Yoona: (membuka pintu kembali lalu menyerahkan sebuah kotak tiramitsu kearah Siwon)

Siwon: Ini enak sekali loh

Yoona: Aku tidak peduli (membanting pintu lagi)

Siwon: Aawww

Yoona: (membuka pintu) Waegeurae? Terkena hidungmu oppa? Ah mianhae….

Siwon: (molotot sambil memegang hidung yang mulai sedikit memerah) Kau menutup pintu sangat keras Im Yoona

(Semuanya tertawa melihat ekspresi Siwon)

Yoona: Hhha Mianhae.. (memegang lengan Siwon sambil loncat-loncat merasa tak enak)

Minho: Apa yang sedang kalian lakukan disini?

Yoona: Euuu.. kwajangnim, kami hanya…

Siwon: Kami berdua sedang pendekatan, apa Anda ingin berniat ingin mem…. Awawawawaaaa….

CUT!

Semua orang: (tertawa)

Siwon: Hahaha… ada apa dengan lidahku? Wek wek… (memegang lidahnya) gatal sekali

Minho: Kau jorok sekali

(Siwon dan Minho saling bertatapan)

Siwon: (mengedipkan mata) Oh tunggu mataku perih.

CUT!

Siwon: Lihatlah, matanya terlalu tajam sampai menyakiti mataku.

Minho: (tertawa sambil menarik leher Siwon dengan lengannya) sialan kau

Wonho: (tertawa)

Siwon: (mendahului duduk di kursi bus)

Yoona: Hah (berteriak/melingkarkan tangannya di leher Siwon dan duduk dipangkuannya)

Siwon: Kau baik-baik saja?

Yoona: (melotot/kemudian berdiri sambil menampar pipi Siwon dengan gerakan tangan yang lemas)

CUT!

(Semua orang tertawa)

Siwon: Tamparan macam apa tadi itu? (meninggalkan sisa-sisa tawanya)

Yoona: Hihihi… aku takut memukulmu terlalu keras (bersembunyi ke pundak Siwon)

(Yoona duduk di pangkuan Siwon)

Siwon: Kau baik-baik saja?

Yoona: (melotot/menampar pipi Siwon dan berdiri/kehilangan keseimbangan karna bus tiba-tiba mengerem secara mendadak) Ouwww..

(Siwon menahan tangan Yoona dibantu yang lain)

CUT!

Sutradara: mengendarainya yang pelan saja (berkata pada supir)

Soohyun, Siwon, Kimbum, Soeun, Yoona, Suji: Jangan lupa untuk membaca Fanfiction: I Believe in Love Episode selanjutnyaaaa….

Siwon: Terus kunjungi YoonWonited Kingdom

All: ANNYEONG…^^ (melambaikan tangan mereka)

 *********

HAH! *menghela nafas sekencang-kencangnya* [?]

akhirnya kelar juga..

sumpah ini panjang banget banget

boring ga sih? sabar ya, diakhir nanti akan semakin menegangkan loh, suerr *bisa aja ngebujuknya*

haha, setelah saya terbebas dari kejamnya tugas sekolah [?] dan penderitaan selama sakit akhirnya sekarang bisa juga teriak.. “I’M FREE NOW” xD haha jujur berasa kek tahanan yang baru keluar dari penjara selama bertahun-tahun..

saran, dan kritiknya sangat ditunggu loh.. pada ga kangen apa ama saya..?? (gak ada enggak)😥

huuuu.. yasudah lah, sampai bertemu di episode selanjutnya ya.. :*** bye LovelyNited *wive

Tinggalkan komentar

207 Komentar

  1. azzie

     /  November 9, 2013

    aku suka ada gambarnya
    tp klo bisa gambarnya nyambung sama ceritanya thor
    hehehe
    ada beberapa gambar yg gak nyambung sama penggambaran ceritanya *maaf lancang* ^^v

    Balas
  2. nysha

     /  November 30, 2013

    Hahahah bayangin minho ma siwon oppa rebutan yoona :p xixixiix
    Bagus bgt ff ni : ) gomawo

    Balas
  3. tia risjat

     /  Desember 5, 2013

    dasar pria penggoda, dlm situasi terdesak jg te2p bisa aja ngelesnya. ha3

    Balas
  4. 0330

     /  Desember 30, 2013

    Lucuuu lucuu seruu seruuu… baru kali ini ff yang ada bts nya. Ples promote langsung dari para pemainnyaa ^^
    Ditunggu kelanjutannya ~~^^

    Balas
  5. aza

     /  Januari 8, 2014

    AHHHH…. seru^ banget🙂
    lanjut deh…..

    Balas
  6. OMO!!
    Bagus bgt…
    Moment yoonwon lucu bgt bkin ngakak sendiri…
    Apalagi yg di bus,bner2 bkin ngakak…

    Balas
  7. Hahhah makin seru ceritanya Eon..lucu banget waktu bca behind scenenya..kyk drama aja hahha

    Balas
  8. indah sari

     /  Januari 24, 2014

    Lanjut thor
    Penasaran knpa siwon oppa dan minho bsa. Jdi rival ???

    Balas
  9. astaga!!!udah mulai terjadi konflik cinta segitiga.tambah seru aja,i like it.ditunggu kelanjutanya..!!oke🙂

    Balas
  10. nina

     /  Maret 23, 2014

    hahah,,,mkn seru aj ni jln crtany,ad2 aj tingkah siwon oppa tuk dktin yoona…lanjut

    Balas
  11. ceritanya mkin kerenn,, smpah daebak bnget..

    Balas
  12. Relly

     /  April 4, 2014

    Makin seru aja nich ff… apalagi ada Behind The Scenes… betul2 berasa nonton drama…

    Balas
  13. Any

     /  Mei 23, 2014

    Lucu banget. Seperti drama beneran. Apalagi pas baca BTCnya.hihihihi

    Balas
  14. aku suka thor, tapi ini terinspirasi juga ya dari drama man from another star?:/ aku jadinya kurang suka😦 mianhae, yah walaupun hanya beberapa scene aja sih tapi pengaruhnya besar banget *menurutku* #plak eh maap banyakan bacot yaa?😦 allover aku suka, cuma ya itu tadi:/

    Balas
  15. minho itu rival yg tak mudah di kalah kan oppa. Jadi berusaha lebih keraslah,..

    Balas
  16. Ai juariah

     /  Desember 3, 2014

    Duh…bkalan jd cinta segitiga nich…wah…klo menurutku siwon sbenarnya suka dan car sm yoona beda dg wanita lainnya cm dia blum sadar az…

    Balas
  17. iyin WiChuRi

     /  Desember 8, 2014

    Duh.. Kshn siwon oppa..
    Ayo oppa siwon rebut yoona.

    Hahaha..

    Balas
  18. iyin WiChuRi

     /  Desember 8, 2014

    Duh.. Kshn siwon oppa..
    Ayo siwon rebut yoona.

    Hahaha..

    Balas
  19. Cha Wang

     /  Desember 9, 2014

    uwowoooooooooo … daebakk daebakkk … keren sekali Eonnie ff ny .. next chapter 3

    Balas
  20. ayufebry

     /  Januari 3, 2015

    Udh mlai ada cinta yg brsemi nich

    Balas
  21. Rumini

     /  Maret 21, 2015

    Seru… kusuka… fighting siwon oppa…

    Balas
  22. Choi Riri

     /  April 17, 2015

    Kasian siwon oppa😦

    Balas
  23. Nur khayati

     /  Mei 13, 2015

    Kyaa, banyak Y00nW0n m0ment.a,, dr mulai d bus-kant0r, tp kasian Siw0n udah nungguin Y00na. Tp Y00na suruh pulang bareng Minh0.
    BTS.a lucu bgt, apalagi waktu Y00na nampar Siw0n tp kayak gk punya tenaga,-_-

    Balas
  24. Yahh siwon oppa dtinggalin kasian dehh,kayanya Ã∂ª cinta segitiga nih

    Balas
  25. Sgt keren thor.ga kepanjangan kok, justru kami para reader puas bcnya.dan ada btsnya jg, seperti nonton drama beneran

    Balas
  26. alya

     /  September 7, 2015

    bru kli ini baca siwon jadi play boy tapi seru bannget ceritax

    Balas
  27. paris

     /  Desember 1, 2015

    Siwon oppa usaha banget deketin yoona hahhaha
    Lee Minho kayanyaa suka deh sama Yoona, lalu apa hubungan siwon sama lee minho, keliatan nyaa mereka musuhan, sama sama sinis kalau ketemu

    Balas

United, Leave a Coment Here

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: