[3S] One Love (Chapter 2)

[3S] One Love

 

Annyeong….part ke-2 udah jadi nihh,,para readers silakan nikmati ffku…hehehe

cukup nguras pikiran juga nih ffnya, ditambah lagi tugas kuliah yang udah mulai padet (hadeuuh)…tapi semoga kerja kerasku ini ngga sia2 n semua readers seneng sama ffku iniJ

ok guys… happy reading chingudeul…

 

PART 2

Author : Alfiah a.k.a Choi Ji Hyun

Genre : Romance, sad, tentukan sendiri…

Main cast : Choi Siwon (SuJu), Im Yoon Ah (SNSD)

Other cast : Choi Ki Ho as Appa Siwon, Ny. Choi as Eomma Siwon, Yuri as sahabat Yoona & sepupu Siwon, Donghae as teman Siwon (cameo), Yesung as sekeretaris Kim, Im Sang Woo (appa Yoona), etc.

 

 

(Siwon pov)

“Jika aku menjalani hidup sekali lagi, Jika aku lahir kembali lagi dan lagi

Aku tidak bisa hidup tanpamu

Kau satu2nya selalu, Kau satu2nya yang aku cinta

Aku…ya karena aku sangat bahagia jika bersamamu” {It has to be you-Yesung}

 

AUTHOR POV

“Ani..aniyo, aku hanya penasaran saja dengannya. Ada sesuatu yang harus aku pastikan”  jawab Siwon.

“Hmm…baiklah kalau kau tidak mau mengaku. Begini, Yoona itu lahir dan dibesarkan di Jinan. Saat kecil ia bersekolah di Jinan elementary school, dia hanya memiliki seorang adik kecil yang sekarang bersekolah di Jungha elementary school. Sehari2 ia bekerja paruh waktu untuk mencukupi kebutuhan keluarganya karena ibunya sudah meninggal sejak adiknya lahir. Ahh…ia pernah bercerita sebelum Yoona bertemu denganku dulu ia punya sahabat kecil yang selalu menemaninya bermain dia juga teman satu sekolahnya, dia bilang bahwa sahabatnya itu mungkin keturunan dewa karena ia selalu menolongnya saat Yoona sedang sedih dan selalu membawa keceriaan di hidupnya. Namun setelah lulus dari Jinan elementary school mereka terpaksa harus berpisah karena sahabat Yoona harus pindah dari Jinan. Dan terkadang dia selalu melamun memikirkan sahabat kecilnya itu” Jawab Yuri panjang lebar

Siwon terdiam mencoba mencerna semua penjelasan dari Yuri,

‘Deg…benarkah dia orangnya? Benarkah dia yang selama ini aku cari?’ gumam Siwon. Siwon terus bertanya2 dalam hati, ia semakin penasaran siapa Yoona sebenarnya. ‘Tidak, belum tentu dia. Aku harus memastikannya sendiri’ ia mencoba meyakinkan dirinya.

Yuri yang sedari tadi melihat Siwon bingung akan sikapnya yang terus melamun. Dia melambai2kan tangannya ke wajah Siwon.

“Oppa…kau tidak apa2?” Tanya Yuri heran.

“Ahh..ne, aku tidak apa2” Siwon tersadar dari lamunannya.

“Baiklah, aku pulang sekarang. Terimakasih atas penjelasannya” ujar Siwon lalu bangun dari duduknya dan berjalan keluar kamar Yuri. Yuri terus melihat Siwon sampai ia menghilang.

“Ada apa dengannya, aneh sekali” ungkapnya.

~~~

Dalam perjalanan pulang Siwon terus saja memikirkan Yoona, dia semakin penasaran dengan Yoona.

Kemudian saat dia melewati sebuah danau ia melihat seorang yeoja yang sedang duduk sendirian di pinggir danau. Siwonpun menghentikan laju mobilnya dan keluar menuju tempat dimana Yoona berada. Ia berjalan mendekat dan duduk disamping Yoona.

“Oppa! mengapa kau bisa disini?” kaget Yoona melihat Siwon yang telah duduk disampingnya. Ia tidak menyadari kedatangan Siwon.

“Kau sendiri, apa yang lakukan disini? Sendirian menatap danau?” jawab Siwon lalu menoleh, wajahnya sedikit menyunggingkan senyum indahnya.

“Ahh…aniyo, aku hanya merindukan suasana danau ini. Jadi aku datang kemari” ungkap Yoona sambil memandangi indahnya pemandangan yang disuguhkan danau itu. ‘Sungguh indah dan menentramkan’ batin Yoona.

Mereka saling terdiam lama, menikmati setiap hembusan angin yang menerpa mereka dengan lembut.

“Kau tahu oppa, tempat ini memiliki banyak kenangan indah untukku” kata Yoona memecah keheningan.

“Jinjjayo?” tanya Siwon penasaran.

“Ne…di tempat inilah aku pertama kalinya bertemu dengan sahabat kecilku, dia adalah malaikat bagiku. Kami sering menghabiskan banyak waktu disini, sampai akhirnya ia pindah ke Seoul” Yoona menunduk, terlihat seburat kesedihan di wajahnya mengingat kejadian yang dulu.

“Yoong, kau baik2 saja?” Tanya Siwon sambil memegangi pundak Yoona

“Ne…gwaenchanhayo,” jawab Yoona menahan kesedihannya, ia mencoba untuk kembali tersenyum.

“Waktu kecil aku tidak memiliki teman sama sekali, sampai ia datang menghiburku dan sejak saat itu kami menjadi sahabat baik. Kami sangat dekat, bahkan orang yang tidak tahu mengira bahwa kami adalah kakak-beradik. Aku sangat merindukan orang itu, tapi sayangnya aku lupa nama dan wajahnya seperti apa, yang kuingat hanya nama panggilannya saja. Aku selalu memanggilnya Oppa baik hati dan ia selalu memanggilku gadis kecil” ungkap Yoona.

‘Tunggu, apa dia bilang? Hey, gadis itu juga selalu memanggilku dengan sebutan itu. Bagaimana ini bisa sangat mirip’ gumam Siwon tak percaya.

“Andai saja waktu bisa terulang kembali mungkin aku tak akan membiarkan dia meninggalkanku sendiri seperti ini” ujar Yoona, kini ia mulai meneteskan air matanya.

“Mmm…apakah kau punya kenang2an darinya? Misal kalung atau gantungan kunci. Barangkali aku bisa membantumu” Tanya Siwon

“Ahh ada, tunggu sebentar” Yoona lalu mengambil sesuatu dari dalam sakunya.

“Ini…benda terakhir yang ia berikan kepadaku sebelum pergi. Dulu aku sempat memakainya, tapi karena takut rusak dan hilang akhirnya aku terus menyimpannya dan kebetulan hari ini aku membawanya” Yoona memberikan sebuah kalung berliontin bintang kepada Siwon. Siwon menerimanya dengan wajah yang tak percaya.

‘Kalung ini….’ batin Siwon.

“Hanya ini satu2nya kenangan darinya, dia juga memiliki satu pasang lagi. Dia bilang jika aku memiliki banyak masalah aku cukup memandangi kalung ini dan mengingatnya saja, maka semuanya akan kembali normal” ungkap Yoona.

 

Flashback

“Oppa…jangan pergi. Aku takut jika kau meninggalkanku pergi aku akan kesepian. Oppa baik hati, tetaplah disini” rengek Yoona kecil pada seorang namja.

“Gadis kecil, mianhe oppa harus pergi. Oppa tidak bisa melarang kehendak appa, kau jangan menangis ne?” jawabnya lalu menghapus air mata di pipi Yoona.

“Hajiman oppa, kau sudah berjanji tak akan meninggalkan aku” Yoona terus terisak tidak rela jika namja itu pergi.

“Sudahlah gadis kecil jangan menangis lagi, kau jelek jika menangis” hibur namja itu.

“Ahh aku punya sesuatu untukmu. Ini” namja itu memberikan sebuah kalung berliontin bintang pada Yoona.

“Kau sangat menyukai bintang bukan? Ini kenang2an dariku, jika kau memiliki banyak masalah kau cukup memandangi kalung ini dan mengingatku saja, maka semuanya akan kembali normal”

“Oppa…” rengek Yoona lagi.

“Ssstt…sudah jangan bersedih. Lihatlah aku juga punya satu, jadi jika aku merindukanmu aku akan menatap kalung ini dan memberikan semangat untukmu. Arasseo?”

“Oppa baik hati…aku pasti akan sangat merindukanmu” Yoona kemudian memeluk namja itu. Dia membendung tangisannya didalam pelukan namja itu. Kemudian merekapun melepaskan pelukannya.

“Sudah ya…oppa pergi. Selamat tinggal gadis kecil” iapun pergi dari hadapan Yoona.

“Oppa….” Yoona hanya bisa menatap kepergian namja itu dengan nanar.

Flashback end

 

“Mmm Yoong, sepertinya aku harus pergi. Mian tidak bisa menemanimu lebih lama, sampai jumpa” Siwon segera berdiri dan berjalan cepat menuju mobilnya, seketika mobilnya melaju pergi meninggalkan Yoona.

“Ada apa dengannya?” Tanya Yoona penasaran, dia menatap Siwon heran lalu menatap sedih kalung bintang di tangannya.

~~~

 

SIWON POV

Sesampainya di apartemen aku langsung berlari menuju kamarku. Aku mengobrak-abrik seluruh lemari dan meja, mencari sesuatu yang mungkin terselip didalamnya. Setengah jam aku mencari akhirnya kudapati benda itu ‘Ahh…Ini dia!’

Aku terduduk di samping lemari. Aku terus memandangi benda itu, kalung dengan liontin bintang. Lama kelamaan air mataku mulai menetes.

“Yoona, jadi selama ini kau yang kucari. Kau gadis kecil itu” ungkapku disela2 tangisanku.

Aku tidak percaya semua ini bisa terjadi. Kenanganku bersama Yoona 10 tahun silam berputar kembali dipikiranku. Senyumannya, tangisannya, dan semua perilakunya.

“Kau tahu Yoong, akupun begitu merindukanmu. Tuhan memang baik karena kembali mempertemukanku denganmu”

“Rumah itu! Benar itu rumah milik keluarga Yoona, dulu aku selalu bermain di rumahnya. Pantas saja waktu itu aku merasa tidak asing. Gadis kecil, neomu bogoshippo…” ujarku, kembali aku meneteskan air mataku. Terlintas dipikiranku untuk menelepon Yoona, tapi bagaimana aku menghubunginya sedangkan aku tidak menyimpan nomornya? ‘Ahh Yuri!’ aku langsung mengambil ponselku dan segera menghubungi Yuri. Setelah cukup lama menunggu akhirnya dia menjawab panggilanku.

“Ahh Yul, apa kau punya nomor telepon Yoona?”

“Ne, bisakah kau memberitahuku? Ada sesuatu yang ingin kubicarakan dengannya”

“Tunggu sebentar…Ne, 010-2699-xxxx” aku menulis nomor Yoona pada secarik kertas.

“Kalau begitu gomawo atas bantuanmu. Ne, sampai jumpa” kututup sambungan teleponku lalu segera menekan beberapa nomor untuk menghubungi Yoona. Saat akan menekan tombol panggil tiba2 saja aku ragu untuk menghubunginya,

“Haruskah aku melakukan ini sekarang?” gumamku pada diri sendiri.

“Aiisshh…mengapa aku jadi bingung seperti ini?” kataku lagi

‘Yoona, mianhe aku telah membuatmu menjadi seperti itu. Aku memang payah karena tak bisa melindungimu’ batinku lalu kembali menatap kalung bintang dengan tatapan sendu. Kembali pikiranku melayang dalam memori 10 tahun silam.

~~~

 

@Siwon’s office room

Hari ini aku sibuk mengecek hasil penjualan store bulan ini yang ada dalam notebook milikku, sesekali mataku tak lepas dari iphoneku yang tergeletak tidak jauh dari notebook, aku bimbang kapan aku harus menghubunginya.

“Aiissh…Siwon pabo, kenapa kau jadi seperti ini. Baiklah, aku haru menghubunginya sekarang” ujarku

Dengan memantapkan diri kuberanikan menghubungi Yoona, terdengar nada tunggu hingga sang pemilik mengangkat panggilanku.

Tuutt…tuutt…klik,,

“Yeoboseyo” terdengar suara Yoona di seberang sana.

“Yoona? Apakah benar ini Im Yoona?” tanyaku.

“Ne, ini Im Yoona. Mianhe, kau siapa?”

“Syukurlah. Ini aku Siwon oppa” lega rasanya teleponku tidak salah sambung, hehehe…

“Ahh..oppa, wae?”

“Mmm…begini, sabtu besok kau ada acara tidak? Ahh..aniyo, tolong kosongkan ne? bisakan?” tanyaku memohon.

“Besok kebetulan aku libur. Memangnya kenapa oppa memintaku mengosongkan jadwalku?” Tanyanya penasaran.

“Bukan apa2, baiklah besok pagi kau berdandan yang cantik ne? aku akan mengajakmu pergi. Pukul 9 pagi aku akan menjemputmu di rumah” ujarku, sepertinya dia masih bingung dengan ucapanku karena dia hanya diam tak menanggapi ucapanku.

“Yoona, kau masih disana kan?”

“Ahh ne oppa, aku disini. Mmm…baiklah, pukul 9 pagi” jawab Yoona pasti.

“Baiklah, sampai jumpa besok Yoong. Selamat malam” ujarku sebelum menutup sambungan telepon.

‘Yes! Berhasil…’ batinku. Senang sekali rasanya, tidak sabar aku menunggu besok. Upss, hampir saja aku lupa dengan pekerjaanku sekarang karena saking tidak sabarnya menunggu besok.

~~~

 

AUTHOR POV

Jam baru saja menunjukkan pukul 8 pagi, tapi Siwon ataupun Yoona sudah sibuk mencari-cari pakaian yang pas yang akan mereka kenakan saat pergi berdua nanti.

“Hari ini aku harus memakai baju apa yah? Yang ini, bukan. Yang ini, ahh tidak cocok. Aiisshh yang mana yah?” Tanya Yoona bingung.

“Yul, bantu aku mencari pakaian. Palli!” ternyata di kamarnya Yoona di temani Yuri yang memang sengaja datang untuk membantu Yoona memilih baju.

Di tempat lain Siwon tak kalah bingungnya,

“Aiisshh…apa yang harus aku kenakan untuk pergi dengan Yoona?” dia terus mengobrak-abrik lemarinya mencari setelan kemeja yang pas untuk ia kenakan nanti. (aduuhh segitu ribetnya yah mereka…hehehe)

“Tidak terlalu buruk” ujar Siwon menatap bayangan dirinya di cermin.

Setelah semua persiapan selesai, Siwon segera berlari menuju mobilnya.

“Tuan muda, anda mau pergi kemana?” Tanya sekretaris Kim yang berada di depan apartemen.

“Ahh…aku ada urusan penting. Hari ini tolong kau yang menggantikanku ne?” ujar Siwon dan berlalu pergi.

“Tapi bagaimana dengan rapatnya…” terlambat, Siwon sudah keburu masuk kedalam mobilnya, beberapa detik kemudian mobilnya melaju meninggalkan apartemen.

Akhirnya Siwon sampai di depan rumah Yoona. Ia turun lalu berjalan menuju pintu, tak lupa ia merapikan kemejanya.

Tok…tok…tok…

Beberapa detik kemudian pintupun terbuka dan terlihat seorang yeoja cantik mengenakan dress berwarna putih.

“Annyeong haseyo oppa…” ucap Yoona tersenyum. Siwon memperhatikan Yoona dari atas sampai bawah.
‘Kau masih terlihat sama, manis dan cantik’ batin Siwon. “Kau cantik, sangat cantik” puji Siwon.

“Ahh..oppa, kau terlalu memuji. Tapi gomawo” jawab Yoona tersipu malu.

“Wah wah…baru bertemu saja sudah seperti itu. Yoona, lihatlah pipimu merah” ujar Yuri yang datang dari belakang.

“Ya, kau ini menyebalkan sekali” bisik Yoona pada Yuri, Siwon hanya tersenyum malu menanggapi ucapan sepupu jeleknya itu.

“Baiklah, kajja kita pergi! Yul, aku pinjam Yoona yah?” Siwon lalu menarik tangan Yoona mengajaknya pergi. Yoona sempat kaget dan malu karena Siwon menggenggap tanganya erat, namun ia mencoba tetap tenang dihadapan Siwon.

“Hati-hati di jalan…nikmati kencan kalian yah, hehe…” ujar Yuri tersenyum jahil.

Siwon membukakan pintu mobil untuk Yoona, lalu ia segera berlari dan duduk didepan kemudi. Mobilpun melaju pergi.

~~~

 

Mereka berdua berjalan2 di pusat kota, berbagai toko menjual berbagai pernak-pernik, mulai dari aksesoris, parfum, pakaian, sepatu, makanan dan masih banyak lagi. Setiap toko mereka masuki tapi tidak semua toko yang barangnya mereka beli, hanya sekedar melihat2 atau berselca bersama.

“Ahaha…oppa, kau lucu sekali memakai itu” ujar Yoona sambil tertawa melihat Siwon memakai topeng badut, melihat Yoona yang begitu gembira Siwon semakin bergaya menjadi-jadi membuat Yoona tertawa terbahak2.

“Hahaha…oppa sudahlah hentikan, perutku sakit karena terlalu banyak tertawa. Baiklah2, aku akui kau memang ahlinya bergaya lucu” Ucap Yoona sambil memengangi perutnya

“Haha…kau ini, baru seperti ini saja sudah tertawa lebar. Ayo, kita ke tempat lainnya lagi” balas Siwon.

Merekapun melanjutkan perjalanan mereka menyusuri pusat kota. Setelah lelah berjalan2 di pusat kota, Siwon mengajak Yoona ke suatu tempat.

“Oppa, mengapa kau membawaku kemari?” Tanya Yoona yang tahu bahwa Siwon mengajaknya ke taman bermain.

“Sudah lama aku tidak pergi kemari. Aku ingin merasakan lagi bagaimana serunya bermain2 disini” ungkap Siwon.

“Ahh…ayo kita naik itu, pasti menyenangkan. Kajja” ajak Siwon lalu meraih tangan Yoona, Yoona hanya tersenyum2 sendiri melihat tingkah laku Siwon yang sedikit kekanak-kanakan.

Mereka terus menaiki berbagai permainan yang ada di taman bermain itu, Siwon dan Yoona saling melempar tawa dan senyum. Walau wahananya tidak banyak seperti di Seoul, tapi mereka sangat menikmati semua permainannya. Tak lupa juga mereka berhenti sejenak untuk mengisi perut mereka yang lapar karena lelah bermain. Haripun semakin sore, namun mereka tetap asyik berada di taman bermain itu.

“Yoona, ayo kita naik itu” tunjuk Siwon pada salah satu wahana yang cukup terkenal, bianglala.

“Itu? Boleh…” jawab Yoona tersenyum, merekapun segera naik ke bianglala.

Bianglala ini diputar cukup pelan, sehingga membuat orang2 yang ada didalamnya semakin menikmati suasana sore termasuk Yoona dan Siwon. Mereka duduk berhadapan satu sama lain.

“Indah sekali…” ujar Yoona menatap langit sore. “Kau benar, sangat Indah.” balas Siwon, tapi yang dilihat Siwon bukanlah langit sore melainkan wajah cantik Yoona yang diterpa cahaya senja. Mereka terdiam menikmati pemandangan yang disajikan di depan mereka, sampai Yoona angkat bicara.

“Ahh oppa, apa kau pernah mendengar mitos tentang bianglala ini?” tanya Yoona memecah keheningan.

“Belum pernah, memangnya mitos tentang apa?” kata Siwon penasaran

“Katanya jika kita menaiki bianglala ini saat matahari terbenam dan dapat mencapai puncak, maka doa yang kita panjatkan akan terwujud” ucap Yoona semangat.

“Jinjjayo?”

“Ne. ahh, aku ingin mengucapkan permintaanku” Yoona lalu segera bersiap memanjatkan doa, Siwonpun melakukan hal yang sama.

“Apa yang kau minta?” tanya Siwon setelah mereka selesai.

“Aku meminta kebahagiaan untukku dan keluargaku. Mmm…oppa, apa yang kau minta?” tanya Yoona balik.

“Benarkah kau ingin mengetahui apa yang kuminta?” tanya Siwon, Yoona mengangguk sebagai tanda ia ingin tahu.

“Baiklah…aku, hanya berharap semoga gadis yang sekarang bersamaku akan menyukaiku. Itu saja” jawab Siwon tenang. Yoona tersentak mendengar ucapan Siwon barusan. Siwon menatap lekat manik mata Yoona dan meraih tangannya,

“Yoona, bolehkah aku meminta satu ruang kosong di hatimu untuk ku isi dengan kasih sayangku? Saranghae Im Yoona…” Yoona diam menatap Siwon mencoba mencerna kembali kata2 yang diungkapkan Siwon barusan. Ia tidak menyangka Siwon mengatakannya sekarang.

“Aku tahu bagimu mungkin ini terlalu cepat, tapi menurutku kau bukan orang asing. Entah kenapa saat pertama kali melihatmu aku merasa dekat denganmu”

‘Mianhe gadis kecil, aku belum bisa berkata jujur padamu’ gumam Siwon dalam hati.

“Mianhe oppa, aku tidak bisa…” jawaban Yoona terdengar menggantung, raut wajah Siwon seketika berubah menjadi lesu.

“Mianhe, aku tidak bisa menolakmu. Aku juga tak mengerti apa yang terjadi denganku, tapi…nado saranghae oppa” jawab Yoona sekali lagi. Sedetik kemudian cairan bening menetes di pipinya, Yoona menangis bahagia. Siwonpun tersenyum mendengar penuturan Yoona dan mengenggam tangan Yoona erat.

Lama-kelamaan wajah Siwon mulai mendekat tangannya memegang pipi Yoona, Yoona mengerti maksudnya kemudian iapun memejamkan matanya dan Siwonpun berhasil mendaratkan bibirnya tepat di bibir merah Yoona. Siwon mengulum bibir Yoona dengan lembut, Yoonapum membalas ciuman Siwon dan tangannya meraih kerah baju Siwon. Merekapun berciuman di dalam bianglala saat mentari mulai kembali ke peraduannya.

~~~

“Oppa, terimakasih untuk hari ini. Aku sangat senang” ujar Yoona saat mereka sampai di depan rumahnya.

“Ne, aku juga. Baiklah jaga dirimu, aku pulang” ucap Siwon membelai rambut Yoona dan tak lupa mengecup dahi yoona sayang. Yoona sempat kaget atas kecupan yang diberi Siwon.

“Hati-hati oppa,” ujar Yoona setelah Siwon melepaskan kecupannya.

“Sampai jumpa…” Siwonpun melangkah pergi menuju mobilnya, Yoona tersenyum sambil melambaikan tangannya kearah Siwon.

“Kyaaaa……….” Teriak Yoona senang ketika sudah sampai di kamarnya, dia tersenyum2 tidak jelas mengingat kejadian2 hari ini.

~~~

 

Sesampainya di apartemen Siwon langsung mandi dan mengganti pakaiannya, setelah selesai ia merebahkan tubuhnya di atas kasur sambil mengecek Iphonenya. Dilihatnya kumpulan foto yang tadi ia ambil saat berada di taman ria bersama Yoona. Dia terus memandangi foto2 itu sambil wajahnya selalu menyunggikan senyuman.

Hari-hari penuh keceriaan dan cinta dirasakan oleh kedua sejoli yang sedang kasmaran itu, Yoona dan Siwon. Hampir setiap hari Siwon selalu mejemput Yoona, entah berjalan2, mengantarnya pergi kerja atau sekedar mengajaknya makan siang. Yoona sangat senang ia merasa kembali mendapatkan kehangatan dari sahabat kecilnya yang dulu, sedikit demi sedikit Yoona bisa melupakan kenangan sedihnya. Siwon terus saja memanjakan Yoona sama ketika ia memanjakan Yoona kecil, sampai2 pekerjaan Siwon di kantor sedikit terganggu dikarenakan Siwon sering absen. Hal ini membuat Choi Ki Ho, appa Siwon semakin marah mendengar kelakuan anaknya.

Suatu hari saat ia pulang dari rumah Yoona, ia mengecek Iphonenya dan melihat banyak sekali panggilan tak terjawab dari appanya.

“Mwo? Appa? Ada apa appa meneleponku banyak sekali” kaget Siwon. Kemudian ia segera menghubungi appanya.

“Yeoboseyo” jawab Appa Siwon di seberang sana.

“Appa, ada apa tadi menghubungiku?” Tanya Siwon

“Ya! Siwon! Dari mana kau seharian ini? Benarkah kau tidak masuk ke kantor?” Tanya Appa Siwon dengan nada sedikit marah

“Ne appa, hari ini aku ada urusan penting jadi aku tidak bisa pergi ke kantor, mianhe appa”

“Urusan penting apa selain pekerjaan kantor hah?! Sekarang kau jadi sering absen dan tidak pernah mengikuti rapat di kantor. Kau tahu, appa mengirimu kesana agar kau belajar bisnis bukannya bermain2 mengerti!” bentak Appa Siwon.

“Arasseo, aku tahu apa. Mianhe atas kebodohanku, jeongmal mianhe” jawab Siwon mengalah.

“Awas jika kau mengulanginya lagi, appa tidak segan2 mengirimu keluar negeri untuk belajar disana! Cepat selesaikan pekerjaanmu dan jangan bertindak bodoh lagi!”

Klik, teleponpun ditutup secara sepihak oleh appa Siwon. Siwon frustasi mendengar ancaman dari appanya yang memang galak dan tegas, dia bingung apa yang harus ia lakukan nanti. Lalu dia menghubungi Yuri untuk menceritakan keresahannya itu.

~~~

 

SIWON POV

Hari ini aku berniat mengajak Yoona makan siang diluar, lalu aku segera menjemput Yoona yang sekarang berada di butik tempat kerjanya. Sesampainya di depan gedung, aku berdiri menunggu Yoona berharap ia akan keluar karena ini sudah waktunya makan siang. Lama ku menunggu lalu kuambil iphoneku yang kusimpan di kantong celanaku dan segera menekan beberapa tombol untuk menghubunginya.

“Yeoboseyo…” terdengar suara Yoona dari seberang sana

“Chagi-ah, kau sedang apa?” tanyaku

“Oppa…aku sedang merapikan beberapa pakaian yang akan dijual nanti. Waeyo?”

“Kau sudah makan siang belum? Aku lapar” ujarku manja

“Ohh…apa ini sudah waktunya makan siang?” tanyanya polos

“Paboya Yoona, apa yang kau lakukan sejak tadi sampai waktu makan siangpun kau lupakan?” tanyaku sedikit kesal, wanitaku ini memang menggemaskan J

“Hehe…mianhe oppa. sebentar lagi ne? masih ada beberapa pekerjaan yang harus aku selesaikan” ughh..sibuk sekali dia…

“Andwe! Kau harus keluar sekarang, aku menunggumu di depan” jawabku lalu segera kumatikan sambungan teleponku. Dapat kulihat dari jendela tempat kerjanya dia terkaget dengan ucapanku lalu dia segera menengok keluar jendela mengecek apakah yang tadi kukatakan benar atau aku hanya bercanda. ‘Hahaha…kena kau!’ batinku

Akupun melambaikan tangan kearahnya, sepertinya dia terlihat sedikit kaget+kesal. Tak lama kemudian kulihat dia keluar dengan tergesa2 sambil menenteng tas kecilnya. ‘hahaha…dia benar2 marah’ gumamku.

“Oppa! kenapa kau selalu mengejutkanku dengan menjemputku tiba2? Aku kan sudah bilang tunggu aku menghubungimu baru kau boleh menjemputku” kesal Yoona,

“Habisnya kau lama sekali menghubungiku, jika aku tak menjemputmu duluan bisa2 aku bisa mati karena merindukanmu. Nah, sebagai gantinya kau harus menerima hukuman dariku” ucapku tersenyum jahil.

“Mwo? Hukuman?” tanyanya dengan nada takut. Sedetik kemudian aku mencium pipinya mesra. Dia terlihat kaget lalu samar2 kulihat dia tersenyum.

“Ya, kenapa kau tersenyum? Kau senangkan aku disini?” ledekku,

“Iihh…oppa ini percaya diri sekali. Sudahlah, kajja kita makan aku juga sudah lapar” ujarnya mencoba menutupi rasa bahagianya. ‘dasar Im Yoona…’

“Baiklah tuan putri, silahkan masuk…” jawabku lalu membuka pintu mobil untuknya. Dia hanya tersipu malu mendengar perkataanku. Kamipun segera melaju pergi meninggalkan butik tempat kerja Yoona.

 

@caffe

“Bagaimana pekerjaanmu hari ini Yoong?” jawabku membuka pembicaraan

“Mm…cukup menyenangkan. Sepulang ini aku harus melanjutkan kembali beberapa pekerjaanku di butik, setelah itu aku harus mengantar pesanan kue dari toko roti lalu sorenya aku mengambil beberapa boneka untuk kujahit malam harinya” ujarnya dengan memasang wajah berpikirnya itu.

“Wah wah…ternyata kau sibuk sekali hari ini. Apakah tidak ada waktu luang untuk kita berdua?”

“Oppa ini manja sekali, kemarin kan kita sudah berjalan2 mengapa kau meminta lagi? Apa kemarin kau kurang puas setelah menculikku dari toko roti hahh?” jawabnya sedikit kesal.

“Hahaha…baiklah baiklah, aku menyerah. Kau menang” ujarku mengalah. Diapun tersenyum puas melihatku mengalah, aku juga ikut tersenyum melihatnya menampakkan wajah bahagianya.

‘Oh Tuhan, apakah aku bisa melihat senyuman indahnya lagi? Kumohon tetaplah jaga keceriaannya meski nanti aku tak berada disisinya lagi’ batinku disela2 tawa kami

~~~

 

YOONA POV

Hari ini, aku dibantu Yuri menjahit mata boneka di kamarku. Ini adalah salah satu kerja part-timeku untuk memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga. Tiba2 Yuri bertanya padaku,

“Yoong, bagaimana hubunganmu dengan Siwon oppa?” tanyanya,

“Hubungan kami baik2 saja, wae?” jawabku, aku masih fokus menjahit mata boneka.

“Syukurlah jika tidak ada apa2” kemudian ia kembali menjahit mata bonekanya.

“Mmm Yoong, boleh aku mengatakan sesuatu?” tanyanya lagi, ‘kenapa dia? Sepertinya ada sesuatu yang ia sembunyikan’ batinku.

“Ada apa Yul, katakan saja” jawabku.

“Begini, jika suatu saat terjadi sesuatu antara hubunganmu dengan Siwon kumohon kau tabah yah menjalaninya. Aku tidak mau kau kembali menjadi Yoona yang pendiam dan murung.” aku berhenti menjahit, aku kaget mendengar penuturannya barusan. ‘ada apa ini, kenapa perasaanku jadi tidak enak?’ batinku lagi.

“Yul, apa sebenarnya yang ingin kau katakan. Mengapa kau sepertinya menyembunyikan sesuatu dariku?” tanyaku penasaran.

“Ahh…tidak apa2, hanya itu. Cepat lanjutkan menjahitnya!” ujarnya lalu kembali menjahit, aku bingung atas sikapnya kali ini. Aku memandanginya sebentar, lalu kembali kulanjutkan pekerjaanku.

‘Ah…mudah2an firasatku tidak benar’ gumamku.

~~~

AUTHOR POV

“Yoona, apa kau hari ini ada waktu?” Tanya Siwon di seberang sana.

“Ada, memangnya kenapa oppa?”

“Bisakah kau pergi ke danau tempat kita biasa bertemu? aku menunggumu disana”

“Danau? Baiklah aku akan segera kesana, tunggu aku oppa” jawab Yoona bersemangat. Lalu ia segera bersiap2.

Sesampaianya disana ia melihat Siwon sedang berdiri memaka kemeja biru muda menatap senja. (anggep aja latarnya sore). Dia lalu menghampiri Siwon dan memeluknya dari belakang.

“Ada apa oppa memintaku datang kemari?” tanya Yoona, tangannya masih melingkar di pinggang Siwon.

“Ahh…kau sudah datang Yoong” Siwon membalikkan badannya dan menatap Yoona.

“Wae oppa? kenapa kau memandangiku seperti itu?” heran Yoona karena Siwon memandanginya lekat sekali.

“Yoong, jika suatu saat oppa tidak bisa menemanimu dan berada disisimu lagi, apakah kau masih mau mencintaiku lagi?” tanya Siwon membelai rambut Yoona sayang.

“Oppa, kenapa kau berkata seperti itu. Aku pasti akan selalu mencintaimu oppa, selama ini oppa selalu berada disisiku dan selamanya akan seperti ini, iya kan?” jawab Yoona manja.

“Ne, aku akan selalu berada disini” Siwon tersenyum, namun dibalik senyumnya terlihat ada sesuatu yang ia sembunyikan.

Kemudian mereka duduk dengan posisi Yoona menyandarkan kepalanya dipundak Siwon. Siwon terus menggenggam tangan Yoona. Saling terdiam menikmati suasana danau sore yang indah.

“Yoong, dulu kau pernah mengatakan bahwa di tempat ini pertama kalinya kau bertemu dengan Oppa baik hatimu bukan? Dan sampai sekarang kau tidak pernah bertemu lagi dengannya.” tanya Siwon.

“Ne oppa, kenapa tiba2 kau menanyakan hal itu?” tanya Yoona menatap Siwon.

“Sekarang kau bisa bertemu lagi dengan Oppa baik hatimu 10 tahun lalu” ujar Siwon seolah tak menanggapi pertanyaan Yoona.

“Mwo? Jinjjayo oppa? dimana dia, dimana dia sekarang? Aku ingin bertemu dengannya oppa” Yoona langsung bersemangat mendengar penuturan Siwon, matanya mulai mencari2.

“Dia ana disini, sekarang dia ada didepanmu” jawab Siwon menatap Yoona. Yoona kaget dan sedikit heran maksud dari perkataan Siwon.

“Mak..maksud oppa, Oppa baik hatiku itu…” ucap Yoona gantung, tangannya menunjuk ke arah Siwon.

“Ne, akulah orangnya. Akulah yang selama 10 tahun ini kau rindukan” Siwon lalu mengambil kalung bintang di dalam sakunya dan menyerahkannya ke Yoona yang masih kaget. Yoona menatap kalung itu dan perlahan air matanya mulai menetes.

“Ja..jadi selama ini, orang yang selalu menemaniku adalah Oppa baik hatiku sekaligus orang yang kucintai?” tanya Yoona menatap Siwon, pipinya sudah dipenuhi air mata.

“Selama ini aku berusaha untuk menemani dan membuatmu bahagia. Berusaha untuk selalu ada disisimu sama seperti yang kulakukan saat kita kecil dulu. Salahku tak pernah sekalipun berusaha untuk memberitahumu tentang jati diriku dan kebenaran ini, mianhe Yoong” jelas Siwon. Yoona terus meneteskan air matanya sambil tangannya menggenggam kalung bintang.

“Tapi…mulai sekarang, aku tidak bisa selalu berada disisimu lagi. Mianhe, jeongmal mianhe” ujar Siwon dengan nada bersalah.

“Mwo? Maksud oppa apa? Apa yang oppa bicarakan kenapa oppa tak bisa berada disisiku lagi?” Yoona kaget dengan apa yang Siwon katakan.

“Yoong, sebenarnya aku adalah putra tunggal sekaligus pewaris Hyundai’s group. Aku datang ke Jinan karena appa mengirimku untuk belajar bisnis, namun disini aku hanya bermain2 dan tak belajar dengan benar oleh karena itu aku dipanggil lagi oleh appaku untuk belajar bisnis di Amerika. Dan besok adalah hari keberangkatanku” jelas Siwon panjang lebar, tentu saja hal ini membuat tangis Yoona semakin pecah.

‘Mianhe Yoong aku tidak berani berkata jujur padamu, bahwa aku di kirim ke Amerika karena appa tak menyetujui hubungan kita. Jeongmal mianhe…’ gumam Siwon menyesal.

 

SIWON POV

Flashback

“Appa…jebalyo, jangan kirim aku kesana. Biarkan aku di Jinan, aku berjanji aku akan belajar dengan benar” pintaku.

“Andwe! Appa sudah memberikanmu kesempatan berkali2 tapi kau tetap saja bertindak bodoh, dan hebatnya lagi kudengar kau masih berhubungan dengan Im Yoona gadis rendahan itu? Cepat putuskan dia dan segera berangkat ke Amerika, appa sudah pesankan tiket dan mendaftarkanmu di Universitas disana” tegas appa,

“Hajiman appa…aku tidak bisa” ujarku penuh harap.

“Andwe! Lusa kau harus berangkat di temani sekretaris Kim, kalau kau tidak berangkat gadis itu akan berada dalam masalah besar, arasseo?!” bentak appa, lalu ia menutup sambungan teleponnya secara sepihak. Aku benar2 frustasi dengan keadaan seperti ini, bagaimana bisa appa mengirimku kesana tanpa dibicarakan dulu denganku?

“Lusa aku berangkat? Aiissh…eottokhae?” ujarku sambil mengacak2 rambutku. ‘Yoona, bagaimana dengannya?’ batinku.

Flashback end.

 

AUTHOR POV

“Kenapa oppa harus meninggalkanku jika selama ini oppa memberiku harapan? Waeyo, waeyo oppa?” ujar Yoona sambil memukul2 dada Siwon dengan lemah.

“Mianhe Yoona, jeongmal mianhe” Siwon mencoba menenangkan Yoona dan memeluknya dengan hangat, hanya itu yang bisa ia lakukan sekarang.

“Ini salahku karena selalu membuatmu menangis, salahku juga harus pergi meninggalkanmu seperti ini, mianhe…” lalu ia melepaskan pelukannya dan mengusap air mata Yoona dengan kedua tangannya. “Ku mohon, lupakanlah aku” ucapnya lagi.

“Mulai sekarang kau harus hidup dengan lebih baik, kembalilah ceria seperti Yoona yang dulu kukenal. Lupakanlah aku, seorang laki2 bodoh yang beraninya mencintaimu dan telah membuatmu menangis. Cukup kau jalani hidupmu tanpaku maka akupun akan bahagia” ucap Siwon, ada rasa berat di hatinya harus meninggalkan orang yang dicintainya untuk kedua kalinya. Kemudian Siwon berdiri dan perlahan meninggalkan Yoona,

“Aku pergi, selamat tinggal Yoong…” Yoona terus menatap kepergian Siwon dan berkali2 memanggil namanya berharap Siwon kembali dalam pelukannya. Siwon terus saja berjalan menghampiri sekretaris Kim yang sedari tadi sudah menunggunya, wajahnya terlihat sangat sedih dan muram walau air mata tidak mengalir di pipinya.

“Oppa…oppa…jangan pergi oppa…” teriak Yoona di tengah isak tangisnya, Yuri yang sedari tadi tak sengaja melihat kejadian itu langsung menghampiri Yoona dan memegangi bahunya, “Yoong…” panggil Yuri,

“Yuri? dia pergi. Dia pergi meninggalkanku sendiri, dia pergi dari sisiku selamanya. Aku harus bagaimana? Aku harus bagaimana Yuri?” teriak Yoona frustasi.

“Tenanglah Yoong, kau harus tenang”

“Yuri, cepat susul dia. Katakan bahwa aku tidak bisa hidup tanpanya, cepat Yul. Katakan padanya aku sangat mencintainya, palli!” ujar Yoona memohon.

“Sssttt…kau harus tenangkan dirimu Yoong, semuanya akan baik2 saja. Sudah ya, jangan menangis lagi” Yuri memeluk Yoona dan menepuk2 punggungnya mencoba menenangkan sahabatnya itu.

“Katakan Yuri, katakan aku masih membutuhkannya…hiks…hiks…” ujar Yoona di sela2 tangisannya. Badannya semakin lemah dan diapun jatuh terduduk, Yuri menopang badan Yoona dan terus mencoba menenangkan sahabatnya itu.

~~~TBC~~~

Gimana nih pendapatnya readers? Cukup memuaskankah atau masih perlu banyak perbaikan nih??

Buat saengku, admin Gee…makasih banyak yaahh :* hehehe

Mau tau part selanjutnya? Yuks…isi komentarnya J

Tinggalkan komentar

155 Komentar

  1. Ai juariah

     /  Oktober 21, 2015

    Kasihan amat ma yoona yg selalu dikasih harapan trus disaat yoona sdang bahagia dia harus dihempaskan dr harapan cintanya….oh…kasihan bgt lanjut….

    Balas
  2. desy amanaf

     /  November 1, 2015

    huaahh keren banget
    kasian yoona digituin

    Balas
  3. Nhiina

     /  November 15, 2015

    Tadinya udah sneng karna yoonwon udah jadian .
    tapi, skarang jadi sedih karna daddy won mau ninggalin mommy yoong😥
    ais ! knpa choi haraboji tega skali memisahkan yoonwon😥
    ya , mudah²an mreka bisa bersatu kmbali .
    .
    ceritanya semakin bagus

    Balas
  4. Yonggie jgn gitu ngomongnya brrti kmu trlalu brharap sama siwon oppa,dan untuk siwon oppa jujur aku kecewa dgnmu😥

    Balas

United, Leave a Coment Here

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: