[FF] We are Family (Chapter 1)

Cover [FF] We are Family-YoonWon-Chapter-1Tittle: We are Family (Chapter 1)

Type: Chapter / Sequel (I Love You, Choi Songsaenim)

Genre: Romance, Family, Marriage Life

Rating: PG 15+

Author: Choi Mutie OeziL (Twitter: @Muthy92Mutii)

Main Cast:

*Choi Siwon (SuJu)

*Im Yoona (SNSD)

Other Cast:

*Super Generation Couple

*Choi’s Family

*Im’s Family

*Yoon Eunhye, Etc

>>>>>

 

^^Annyeong yeoreobun-ah…. Aku comeback lagi dengan new ff nie, hehe:P, masih ingat kan OS yg pernah kalian bca “I Love you, Choi Songsaenim”?, nah.. mumpung ada ide Author coba buat sequelnya niee… so, jangan bca kalo gak koment, jgn copas dan jgn bashing okey??? Skali lagi perlu Author tekankan bhwa ff ini 100 persen murni pemikiran dan imajinasi author Mutie sndri.. jdi moga kalian suka yah?? Yah udah tanpa banyak bacot lagi happy reading yeh?? Jgn lupa RCLnya….^*^

***

 

‘Kepercayaan, kejujuran serta sikap saling memahami dan mengerti akan kekurangan dan kelebihan masing-masing pasangan merupakan modal vital dalam membangun sebuah rumah tangga yang harmonis bila beberapa pondasi diatas dapat ditanamkan dengan baik dalam kehidupan keluarga kecil kita. Jangan pernah percaya apa kata orang lain, karena mereka memang benar-benar tidak tahu segala sesuatu tentang keluarga kecil kita’ (Siwon’s Motto)._.

Seulas senyum terpancar dari wajah tampannya, melihat ketiga manusia yang sedang tertidur pulas dihadapannya seakan membuat segala macam kepenatannya hari ini hilang begitu saja. Segeralah ia lepaskan sepatu kerjanya dan segera bergabung dengan ketiga harta berharganya yang masih membaringkan tubuh mereka diatas permadani cokelat bermotif bunga-bunga itu.

Namun Seperti terikat ikatan batin dengan sang appa, kedua bayi kembar mungil ini langsung secara bersamaan terbangun ketika merasakan kedatangan appa mereka yang baru saja pulang memberikan kuliah hari ini. Siwon tersenyum gemas melihat celotehan kedua bayi kembarnya yang masih berumur delapan bulan itu, mereka tersenyum paham dengan bahasa tubuh appa mereka yang seolah mengajak mereka untuk tidak ribut karena melihat sang eomma yang masih tertidur pulas.

“Sssttt…!!”, kodenya pada Siyoon dam Wona yang sedang merangkak kedepannya. Kemudian ia membopong tubuh mungil keduanya dan segera membawa mereka keluar kamar.

“Rupanya eomma kalian tak menyadari kedatangan appa hingga tak sempat bangun sedikitpun..”, Siwon pura-pura berbicara kesal pada kedua bayi lucu itu, seakan mengerti dengan ucapan Siwon, mereka hanya tertawa kecil hingga membuat Siwon semakin giat untuk berniat bermain bersama mereka.

Dua puluh menit kemudian Yoona baru saja terbangun dari tidur singkatnya, walau masih dalam posisi berbaring ia pun meraba-raba keberadaan Siyoon dan Wona yang tadinya tidur disamping kiri-kanan tubuhnya.

Yoona bingung dan mulai panik melihat kedua malaikat kecilnya tak berada disampingnya. “Omona.. My Little Twins Choi.. kemana kalian?”, paniknya sambil berdiri mencari keberadaan Siyoon dan Wona. Seluruh isi kamar berukuran sangat besar itu sudah ia kelilingi, namun hasilnya nihil, dan tentu saja membuat ia sangat takut jika ada sesuatu yang terjadi pada anak-anaknya.

Yoona segera menghampiri ahjumma Lee yang sedang sibuk menyiapkan makan malam di dapur. “Ahjumma.. mianhae, apakah kau tak melihat Siyoon dan Wona merangkak kesini?”, Tanya Yoona dengan tampang paniknya. Namun ahjumma Lee tak menjawabnya malah tertawa hingga membuat Yoona tambah bingung.

“Nyonya muda, jangan khawatir seperti itu, tadi aku melihat tuan muda sedang menggendong mereka berdua ke taman bermain dilantai dua..”, jawab ahjumma Lee sambil menunjuk area lantai dua.

“Choi Siwon!!!!”, gerutu Yoona kesal seraya meninggalkan ahjumma yang masih tertawa pelan melihat tingkah panik Yoona tadi.

Yoona hanya berkacak pinggang melihat Siwon yang sedang asyik bermain bersama kedua anak kembar mereka dilantai dua. Dimana yang salah satu ruangannya dikhususkan untuk tempat bermain si kembar. Saat Yoona sampai rupanya Siwon juga belum menyadari keberadaan Yoona dari tadi, karena posisinya yang masih berbaring sambil meletakkan kedua tubuh bayi kembarnya diatas perutnya.

“Yak! Dosen Choi, kau benar-benar menyebalkan..”, teriak Yoona hingga membuat Siwon kaget dan segera menurunkan tubuh si kembar dari atas perutnya.

“Aigoo… twins Choi, cobalah perhatikan wajah eomma kalian, galak sekali. Padahal sebenarnya ia tadi tertidur karena menunggu appa kan? Kalau bukan begitu lalu kenapa ia tak menidurkan kalian di box bayi dan malah tidur bersamanya di permadani itu?”, sindir Siwon yang masih memeluk Wona digendongannya karena Siyoon telah merangkak ke hadapan Yoona.

“Oppa, kau membuatku hampir gila, kukira si kembar merangkak kemana lagi? Rupanya disini bersamamu? Huh.. benar-benar membuatku hampir gila!!”, ucap Yoona mulai meredahkan kepanikannya tadi sambil mengambil Siyoon yang sudah ada dihadapannya.

“Aigoo.. Ny. Choi kenapa marah-marah padaku huh?”, ucap Siwon sambil merapatkan tubuhnya dihadapan Yoona hingga membuat Yoona kikuk ditempat.

“Yak! Jangan menggodaku Dosen Choi, cepat kita bawa mereka ke kamar dan menidurkan mereka kembali. Setelah itu aku akan menyiapkan makan malammu.. arasseo?”, perintah Yoona dengan nada sedikit tegas, setelah itu ia  berjalan dahulu diikuti Siwon menuju kamar mereka.

 

POV of Siwon

Tak ada yang dapat membuatku bahagia seperti sekarang ini Tuhan, sungguh aku sangat berterima kasih kepada-Mu telah memberiku dua malaikat kecil ini yang selalu mengisi hari-hari pernikahanku dengan istri tercinta. Kumohon Tuhan jadikan kami keluarga yang bahagia dan tetap seperti ini selamanya hingga maut-Mu datang menjemput kami.

Malam ini aku dengan istriku selesai menidurkan kedua bayi kembar kami, Choi Shi-Yoon dan Choi Won-Ah. Aku sangat bahagia dan tersenyum melihat Yoongku yang dengan sabar dan penuh kasih sayang menyusui satu persatu bayi kembar kami hingga mereka tidur dan setelah itu ia pun menuntunku keluar kamar dan menyiapkan makan malam untukku, tidak kusangka Yoona tak hanya cantik wajahnya saja, namun juga cantik hatinya. Dan semua ini baru aku tahu setelah kami melewati masa-masa sulit diawal pernikahan kami dulu, senyuman manisnya mengiringi setiap makanan yang ia berikan padaku, ia memang tak sedikitpun mengurangi rasa tanggungjawabnya untuk melayaniku walau sekarang ini kami telah dianugerahi kedua twins kami yang begitu lucu dan menggemaskan. Jujur dari awal aku sangat takut jika Yoona pasti akan mengurangi rasa sayangnya padaku jika Siyoon dan Wona lahir, tapi ternyata semua dugaanku itu salah.

“Yoong..”, seruku padanya yang saat ini hanya memandangku ketika sedang menikmati makanan.

“Ne yeobo..”, balasnya dengan senyuman indah nan tulusnya yang selalu membuatku merindukannya dan membuatku tak ingin berlama-lama ketika berada di kampus saat memberikan kuliah.

“Apakah kau belum berfikir untuk bekerja?”, tanyaku sambil menggeser posisi dudukku disampingnya. Ia tersenyum kembali dan sepertinya akan berkata sesuatu.

“Yeobo… kau ini, untuk saat ini aku belum kepikiran akan hal itu, bagiku hal terpenting dalam kehidupanku sekarang ini adalah kalian bertiga. Aku sudah berjanji dihadapan Tuhan dan kau bahwa aku akan memberikan seluruh perhatianku untuk saat ini hanya kepada kedua malaikat kecil kita dan kau. Hanya itu, aku tak mau membiarkan mereka dirawat oleh orang lain. aku ingin menjaga mereka hingga besar nanti tiga atau empat tahun usia mereka, setelah itu baru aku bekerja..”, jawabnya tulus yang membuatku tak dapat lagi bertanya lebih jauh mengenai masalah pekerjaannya.

“Ne yeobo. Gomawo.. you’re the best wife for me and the best mom for my twins baby Choi yeobo-ah…”, pujiku pada sosok wanita muda yang paling kucintai ini. Aku berjanji Yoong, akan selalu mencintaimu dan takkan menyakitimu, demi ikrar cinta kita dulu.

Seusai makan aku dan istri ini kembali ke kamar, sampai disana kami menge-check kedua malaikat kami yang nampaknya sangat tertidur pulas di box bayi mereka masing-masing. Sedangkan aku dan Yoona langsung mengganti pakaian kami dengan pakaian tidur dan kami pun memilih tidur, tapi tunggu dulu… ada sesuatu yang rupanya ia lupa memberikannya padaku. Segera ku sentuh kedua pipinya dengan punggung tanganku dan hal itu rupanya sukses membuatnya terbangun.

“Oppa…”, rengeknya manja sambil memasang tampang malu-malu yang selalu membuatku makin mencintainya. Aku hanya tersenyum jahil menanggapinya, akhirnya kuputuskan untuk kembali menggodanya.

“Yak! Choi Yoona, apa kau lupa hutangmu belum kau bayar malam ini padaku..?”, tanyaku pura-pura kesal, ia hanya menatap kosong ke hadapanku.

“Hutang apa oppa?”, tanyanya lagi dengan tampang polosnya. Aduh.. apakah kau akan tetap seperti ini yeobo-ah, kau lucu sekali… kau sudah menjadi seorang istri sekaligus ibu dari kedua anak kita, namun kepolosanmu tak hilang sedikitpun.

“aisshhh.. kau ini benar-benar..”, timpalku pura-pura marah. Ia mencubit hidungku sekilas dan yang membuatku kaget adalah ia langsung mencium bibirku lembut sekali walau hanya beberapa detik.

“Aku tahu oppa, kau pasti menginginkan kiss dariku kan..?”, tebaknya sambil tertawa meledek dihadapanku, aku tak menjawabnya malah kembali menciumnya dan mendekap erat tubuhnya, aku makin memperdalam ciumanku dengan istri tercintaku ini. Namun sayang adegan romantis kami tak bertahan lama karena suara tangis kedua malaikat kecil kami membuat kami harus mengakhirinya.

“Aduh… kenapa selalu begini, kalian berdua memang tak mau melihat appa bahagia sedikit saja dengan eomma kalian..”, gerutuku dan segera bergegas mengikuti Yoona dan membujuk kedua bayi kami agar tertidur kembali.

End POV of Siwon

***

Besok paginya seperti biasa Yoona selalu bangun jam 06.00 untuk menyiapkan segala kebutuhan Siwon untuk memberikan kuliah di kampus nanti. Dengan cekatan ia menyiapkan sarapan pagi dibantu ahjumma Lee, setelah itu ia menyiapkan bubur khusus bayi untuk kedua anaknya dan segera menyimpannya di lemari khusus penghangat makanan, setelah itu ia pun bergegas ke kamar membangunkan Siwon, ia tahu Siwon pasti kelelahan karena kemarin waktu pulang dari kampus sudah jam 8 malam, jadi ia pasti penat sekali. Ia tersenyum manis memandang kedua malaikat kecilnya yang masih tertidur pulas itu, setelah itu ia beranjak ke ranjang membangunkan Siwon.

“Yeobo-ah.. bangunlah, apakah kau tak memberikan kuliah hari ini…”, bisik Yoona mesra dikuping kanan Suami tercinta yang masih tertidur dilapisi selimut tebal.

“Baiklah.. kalau kau tak mau bangun maka jatah morning kissmu pagi ini tak akan kuberikan..”, lanjut Yoona berbisik menakut-nakuti suaminya yang masih enggan untuk membuka kedua bola matanya.

Namun belum sempat Yoona berdiri dari atas ranjang Siwon sudah menarik tangannya dan ia pun ambruk diatas tubuh Siwon.

“Siapa bilang aku tak mendapat jatah kissku dari istri secantikmu Ny. Choi…?”, ucap Siwon kembali mendekatkan wajahnya dihadapan Yoona.

“Yak!!!!!”, teriak Yoona.

“Dasar evil.. cepat lepaskan aku oppa, kalau kau begini terus kapan kau berangkat ke kampus..?”, protes Yoona masih dengan ekspresi wajahnya yang gugup.

“Shireo.. tidak mau..!!”, tolak Siwon dengan tatapan nakal, Yoona menarik nafasnya sejenak dan langsung menanduk jidat Siwon pelan dan tentu saja membuat Siwon kesal, setelah melancarkan aksinya Yoona pun memilih kabur dari hadapan Siwon.

“Baiklah Choi Yoona, kita lihat saja, aku akan menghukummu sebentar nanti..”, gumam Siwon tersenyum jahil menatap punggung Yoona yang telah berlalu dari hadapannya.

Akhirnya Siwon pun bangun sambil merenggangkan otot-otot kekarnya, segera ia bergegas ke box bayi kedua anaknya dan langsung tersenyum senang melihat wajah tak berdosa mereka yang masih terlelap itu, ia pun menenggelamkan wajahnya kedalam masing-masing box bayi untuk mencium anak-anaknya. Setelah puas dengan kedua anaknya, ia pun bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan diri demi persiapan jadwal materi kuliahnya hari ini.

Sementara Yoona sedang menyiapkan tas dan perlengkapan praktek Siwon, maklum ia adalah mantan mahasiswi suaminya sendiri jadi ia tahu betul alat-alat apa saja yang dibutuhkan oleh suaminya ketika sampai di kampus nanti. Setengah jam kemudian Siwon turun dari lantai dua dan Yoona segera menghampirinya.

“Yeobo, ayolah..”, ujar Siwon menuntut Yoona untuk merapikan kemeja dan dasinya, Yoona tersenyum dan melakukan perintah sang suami tersayang dengan senang hati.

Sehabis merapikan semua kebutuhan Siwon, Yoona pun melayani suaminya sarapan pagi seperti biasanya.

“Ayo.. habiskan makanannya oppa..!!”, kata Yoona sambil menunjuk menu sarapan pagi yang sedang disantap dengan nikmatnya oleh suaminya.

“Pasti yeobo-ah..”, balas Siwon masih dengan posisi mengunyah.

“Selesai..”, ucap Siwon seusai menghabiskan sarapannya.

“Tunggu oppa..!!”, seru Yoona yang membuat Siwon heran.

“Waeyo yeobo-ah..?”, Tanya Siwon sambil melihat Yoona yang sedang menyiapkan sesuatu untuknya.

“Apa ini..?”, Tanya Siwon yang melihat Yoona menyodorkannya sekotak makanan siang dan sebotol air.

“Untukmu oppa, tentu saja itu adalah makanan yang kubuat sendiri dan minumannya juga..”, jelas Yoona yang membuat Siwon tak dapat lagi menyembunyikan rasa harunya melihat Yoona yang begitu memperhatikannya.

“Thanks for all my love..”, balas Siwon sambil membawa Yoona kedalam dekapan hangatnya.

“Ya sudah.. kajja… berangkatlah, nanti kau terlambat!”, ucap Yoona melepaskan pelukan Suaminya. Siwon mengangguk mengerti dan segera mencium puncak kepala Yoona sebelum beranjak dari ambang pintu utama rumah mereka.

“Bye.. yeobo-ah..”, pamit Siwon berlalu dan Yoona hanya membalasnya dengan anggukan kepala.

***

Hari ini Seohyun dan Kyuhyun memutuskan untuk main ke rumah YoonWon, karena mereka juga sudah sangat merindukan kedua keponakan kembar mereka. Padahal baru beberapa hari lalu mereka mengunjungi Yoona dan Siwon, namun karena merasa tak puas waktu itu mereka pun memutuskan ke rumah Yoona setelah pulang kerja dari rumah sakit.

“Oppa… apakah mainannya si kembar sudah kau letakkan di bagasi..?”, Tanya Seohyun ketika ia dan suaminya itu sampai didalam mobil.

“Ne.. semuanya sudah siap tuan putri..”, jawab Kyuhyun sambil menyalakan mesin mobilnya.

“Cepat oppa, aku sudah tidak sabar ingin melihat kedua anak sahabatku..”, pinta Seohyun dengan nada sedikit tak sabar.

Kyuhyun hanya tersenyum mengerti, ia tahu betul istrinya pasti sangat ingin secepatnya punya anak, tapi sayang dua bulan pernikahan mereka Seohyun pun belum ada tanda-tanda kehamilan. Hanya dengan menempuh waktu perjalanan sekitar dua puluh menit mereka pun sampai di rumah YoonWon, Seohyun pun menghampiri pelayan rumah Yoona yang sedang membersihkan taman rumah yang serba hijau itu.

“Annyeonghaseo ahjussi Lee.. mianhae, apakah ada Yoona didalam?”, Tanya Seohyun yang tak sabar ingin secepatnya menemui Yoona dan kedua anak twinsnya.

“Ne… silahkan masuk Seohyun-ssi, nyonya muda sedang menyuapi si kembar makan.”, jawab ahjussi Lee dengan senyuman sopannya.

“Oppa.. kajja.. cepatlah. Kita masuk..!!”, teriak Seohyun pada suaminya yang sedang mengangkat barang-barang yang nantinya akan diperuntukkan pada kedua anak YoonWon.

“Yoooong….!!”, teriak Seohyun ketika berdiri diambang pintu dan melihat Yoona yang sedang menyuapi kedua anaknya. Yoona menoleh kebelakang dan langsung menampakkan senyum manisnya kepada salah satu sahabat dekatnya itu.

“Hyunnie.. Kyunnie.. masuklah…”, sambut Yoona gembira pada kedua sahabatnya yang baru saja resmi menikah dua bulan lalu itu.

“Aigoo… keponakan twinsku sekarang sudah besar..”, puji Seohyun sambil mencubit pipi Siyoon dan Wona hingga membuat kedua bayi mungil itu hampir menangis.

“Yak! Seo Joohyun.. jangan cubit yang kuat, nanti mereka menangis..”, protes Yoona pura-pura memarahi Seohyun.

“Yak! Siapa suruh kau punya bayi kembar selucu mereka ini..”, ucap Seohyun sembari mengambil Siyoon yang sedang duduk di kereta bayinya. Sedangkan Wona pun digendong oleh Kyuhyun.

“Hehe.. makanya cepatlah punya anak SeoKyu, supaya Siyoon dan Wona juga punya adik kecil..”, ledek Yoona hingga membuat SeoKyu mati kutu.

“Ekhmm…..Yak! Im Yoona.. kau tenang saja, secepatnya akan kami bawa anak kami kesini..!!”, jawab Kyuhyun lantang, mendengar penuturan suaminya Seohyun pun menginjak kaki kiri Kyuhyun sebagai kode kalau ia belum siap untuk mempunyai anak.

“Yak! Sakit yeobo-ah…”, erang Kyuhyun menahan rasa sakit yang dibuat oleh istrinya sendiri.

“Makanya, jangan lancang Cho Kyuhyun!!”, semprot Seohyun dengan ekspresi malu-malunya. Yoona yang melihatnya hanya gelang-gelang kepala melihat pertengkaran kecil yang menimpa kedua sahabatnya yang menurutnya belum bisa menghapus sifat kekanak-kanakan mereka dari zaman kuliah dulu.

“Yoong, apa boleh aku membawa pulang Siyoon-Wona ke rumah kami..?”, pinta Seohyun sambil memamerkan aegyonya dihadapan Yoona agar Yoona mau menuruti kemauannya.

“Hahahaha…”, Yoona hanya tertawa tanpa menanggapi ucapan Seohyun tadi.

“Aku serius Im Choding!!”, kesal Seohyun cemberut, Kyuhyun hanya kikuk sambil mengelus punggung Wona yang ada dalam timangannya.

“Hyunnie.. dengarkan aku, mianhae.. aku tak bisa melakukannya, karena mereka masih menyusui, lagipula Siwon oppa pasti tak mengizinkannya karena mereka masih kecil, belum juga genap setahun chingu..”, penjelasan Yoona membuat Seohyun hanya mengangguk mengerti.

“Aku yakin, dalam waktu dekat kalian pasti segera dianugerahi malaikat kecil, anak itu titipan, jadi jika Tuhan belum memberikannya maka kita hanya bisa bersabar menunggu kehadiran mereka ne..?”, Yoona pun mebujuk Seohyun dengan kata-kata bijaknya.

“Ne… Yoong, aku tak menyangka kau sudah sedewasa ini, padahal Yoona yang dulu tak mungkin menuturkan kata-kata sehebat tadi pada istriku ini..”, sambung Kyuhyun hingga membuat mereka bertiga tertawa kecil diantara Siyoon dan Wona yang telah tertidur dipangkuan SeoKyu.

“Yoong.. mereka sudah tidur..!!”, kata Seohyun yang kaget melihat si kembar yang telah tertidur lelap. Akhirnya Yoona pun menutun SeoKyu berjalan menuju taman bermain anak-anaknya yang berada dilantai dua.

“Tidurkan saja mereka diranjang mini itu..”, seru Yoona sambil menunjuk ranjang kecil berukuran 1,50 meter itu pada SeoKyu couple. Dan mereka pun menidurkan kedua anak YoonWon sambil bercerita pelan diruangan khusus bayi itu.

“Jadi kau dan dosen Choi, ani.. maksudku Siwon oppa menyiapkan taman bermain sebesar ini hanya untuk si kembar..?”, Tanya Seohyun setelah mendengar penuturan Yoona mengenai asal-usul ruangan bermain khusus anak-anaknya yang dihiasi dengan berbagai macam bentuk permainan dan aneka warna-warni yang disukai anak-anak yang masih balita.

“Ne.. disebelah sana juga ada kamar Siyoon dan Wona yang telah kami siapkan, namun setelah mereka memasuki usia empat tahun baru bisa menempati kamar itu”, jelas Yoona menunjuk dua buah kamar anak yang bercat biru langit dan pink milik kedua anaknya ketika sudah besar nanti.

“Oh.. begitu rupanya..”, SeoKyu pun mengerti dengan penjelasan Yoona tadi.

Beberapa jam kemudian usai memandikan kedua anak Yoona, SeoKyu pun meminta pamit untuk pulang karena hari sudah sore.

“Gomawo, kalian berdua sudah datang mengunjungiku dan anak-anak, dan juga sudah memandikan mereka. Ku doakan semoga kalian secepatnya diberikan momongan..!!”, ujar Yoona ketika mengantar SeoKyu kedepan pintu utama rumahnya.

“Ne Yoong, sama-sama, kami pergi.. nanti kami datang lagi, jangan lupa sampaikan salam dan kedatangan kami pada Siwon hyung..”, ucap Kyuhyun sambil merangkul pundak kiri Seohyun. Yoona mengangguk paham dan melambaikan tangannya pada pasangan SeoKyu yang telah meng-on mesin mobil mereka, dan ia kembali masuk kedalam rumah menemani kedua anaknya yang sedang melatih berjalan.

**

“Oppa…!!”, seru Yuri pada Yesung yang sedang sibuk didepan layar monitor laptopnya.

“Ne yeobo.. waeyoo..?”, Tanya Yesung sembari menge-off laptopnya karena melihat wajah Yuri yang sedang memasang wajah cemberutnya.

“Yak! Im Jongwoon, apakah kita akan terus berada di Gangnam seperti ini, aku sudah selesai mengajari anak-anak gangnam menari ballet bulan ini kan? Kau juga sudah diperbolehkan pulang ke Seoul oleh eomma dan appa, jadi lebih baik kita pulang saja, aku sudah rindu sekali dengan Siyoon dan Wona…”, ungkap Yuri menuntut suaminya agar mereka segera balik ke Seoul.

“Ne.. yeobo-ah.. oppa juga sudah merindukan si twins, jadi besok kita kembali saja dulu ke Seoul”, balas Yesung yang sontak membuat Yuri tersenyum sambil memeluknya karena telah memenuhi permintaannya.

“Ne.. gomawo yeobo-ah, oh yah kapan Sicca dan Donghae oppa balik dari Amerika..?”, Yuri bertanya lagi mengenai HaeSica couple yang masih berada di luar negeri tiga bulan yang lalu.

“Molla Yul, mungkin minggu depan setelah Hae bertemu dengan investor dari California itu…”, jawab Yesung hingga membuat Yuri tersenyum mengerti.

“Baiklah boss, sekarang aku akan membuatkanmu makan malam yeobo-ah..”, ucap Yuri dengan nada merayu, Yesung hanya mengangguk setuju.

“Hmm.. aku kangen sekali dengan Yoong, Fany, Sica dan Hyunnie…”, gumam Yuri sambil membuka pintu kulkas untuk mengambil bahan-bahan makanan yang akan ia masak untuk suami tercintanya, oppa dari sahabatnya Yoona.

***

Proses kuliah hari ini telah selesai, dan Siwon pun segera menghadap rektor untuk melapor kegiatan kuliahnya hari ini. Setelah selesai bertemu dengan rektor ia pun memutuskan untuk segera pulang, namun dalam perjalanan menuju mobil ia bertabrakan dengan seorang wanita cantik hingga membuat barang-barang yang dibawa wanita itu terjatuh ke lantai.

“Mianhae..”, ujar Siwon meminta maaf pada wanita itu sembari membantunya merapikan buku-buku dan beberapa filenya yang tadinya terjatuh. Wanita itu mendongakkan wajahnya dihadapan Siwon sebelum sesaat kemudian kembali tersenyum.

“Tidak apa-apa, aku juga salah.. berjalan tadi tak melihat”, jawabnya seraya berdiri. Siwon hanya kembali tersenyum menanggapinya.

Namun ketika Siwon mau pergi wanita itu menahan pergelangan tangannya. “Mianhae agasshi, aku mau tanya, kira-kira ruangan rektor sebelah mana yah?”, Tanya wanita itu hingga membuat Siwon membalikkan tubuhnya.

“Oh… dari sini, agasshi lurus saja, kemudian ada dua eskalator disitu tapi pilih eskalator yang sebelah kiri, sesudah itu sampai dilantai 3 dan belok kanan, disitu agasshi akan melihat tulisan ruangan khusus rektor dan masuk saja kedalam..”, Siwon pun memberikan petunjuk pada wanita itu yang membuat wanita itu terdiam sambil memperhatikan setiap ucapan dari dosen termuda yang di klaim mahasiswa di kampus sebagai dosen tertampan itu.

“gomawo atas petunjuk anda agasshi, sampai jumpa..”, ucap wanita itu dan kemudian berjalan mengikuti petunjuk yang diberikan oleh Siwon tadi.

Siwon berjalan menelusuri setiap sudut kampus Chung Ahn University itu, tak henti-hentinya memamerkan senyuman khas plus lesung pipitnya yang selalu membuat setiap mahasiswanya khususnya kaum hawa terbius dengan setiap ulasan senyum yang ia pamerkan.

“Dosen Choi tetap tampan walaupun sudah menikah dengan Yoona sunbae, tapi ia masih sama seperti dulu..”

“Aku tetap menyukaimu Dosen Choi..”

“makin tampan saja..”

“Aku rela dijadikan yang kedua..”

“Saranghae Choi Songsaenim..

“Aku gila karenamu dosen Choi, jadilah suamiku..”

Seperti itulah komentar para yeoja tentang dosen mereka, Choi Siwon. Sedangkan orang yang dipuji pun hanya gelang-gelang kepala melihatnya sambil masuk ke dalam mobil dan segera berlalu dari yeojadeul yang sangat mengagumi sosoknya itu.

“Huh… dasar gadis-gadis aneh, masih saja seperti itu dari zaman istriku, Jessica, Tiffany, Yuri dan Seohyun pun mereka tetap saja menyukaiku, padahal kan diluar sana masih banyak orang yang lebih tampan dariku..”, gumam Siwon dengan nada merendah diri.

“Lebih baik Pulang saja, aku sudah tak sabar ingin bertemu istri dan kedua anakku..”, lanjutnya lagi sambil fokus menyetir.

***

Seorang wanita paruh baya nan cantik tak henti-hentinya menatap album foto keluarganya yang masih terletak dikedua telapak tangannya. Sang suami yang melihat tingkah anehnya pun mendekatinya yang sedang terduduk di ruangan santai milik keluarga Im itu.

“Yeobo-ah, kau kenapa? Apakah kau merindukan Yoong dan si kembar, jika kau merindukan mereka kita berkunjung saja ke rumah mereka..”, imbuh Tn. Im membujuk istrinya yang sementara menyeka air matanya itu.

“Ne yeobo, ayo kita pergi ke rumah mereka saja..”, tutur Ny. Im dengan nada agak memohon.

“Ne.. tapi besok saja yeobo-ah, ini sudah jam 9 malam, lagipula kedua cucu kita pasti sudah tidur..”, bujuk Tn. Im pelan.

“Baiklah…”, balas Ny. Im dengan nafas pasrah.

Ny. Im pun terdiam sudah, namun senyumannya kembali bangkit setelah melihat kedatangan Siwon, Yoona dan kedua anak kembar mereka, yang rupanya tadi sedang mengamati adegan sedih sang eomma tercinta.

“appa.. eomma..”, girang Yoona sambil berjalan mendekati eomma dan appanya.

“Yoong, menantuku..”, sambut Tn dan Ny. Im kompak dan langung melangkah cepat ke hadapan YoonWon dan segera tak henti-hentinya mencium kedua cucu mereka yang sudah sangat mereka rindukan.

Malam sudah larut, namun Tn. Im, Ny. Im, Siwon dan Yoona masih melanjutkan acara kerinduan mereka. Padahal beberapa hari yang lalu orang tua Yoona baru saja mengunjungi mereka di rumah, YoonWon pun untuk sementara pamit dari hadapan kedua orang tua untuk menidurkan si kembar tepatnya di kamar Yoona yang sudah tidak lagi ditempatinya semenjak menikah, namun kamar itu masih saja terlihat rapi seperti dulu.

“Yoong, Siwon-ah.. malam ini kalian menginap saja disini ne..?”, mohon eomma Yoona ketika YoonWon kembali dihadapan mereka.

“tt..aa..ppii..”, ucap Yoona terputus ketika Siwon menyenggol lengannya.

“Yak! Tapi besok kau kan harus ke kampus pagi-pagi..”, bisik Yoona ke telinga Siwon. Sedangkan eomma dan appa Yoona hanya melirik mereka dengan tatapan heran.

“Yak! Kalian kenapa manatap kami seperti itu? Apa ada yang salah dengan ucapan kami..?”, curiga Tn. Im menatap anak dan menantunya itu. Melihat wajah memohon kedua orang tua dihadapan mereka seperti itu membuat YoonWon hanya pasrah menuruti kemauan mereka dan harus tidur malam ini di rumah keluarga Yoona.

“Ne abeoji, kami setuju untuk tidur disini malam ini..”, akhirnya Siwon pun membuka mulut mewakili Yoona yang masih tertunduk.

“Yak! Im Yoona, ani.. maksud eomma Choi Yoona, apakah kau tidak setuju menginap sehari saja dirumah kami, dasar gadis pelit!!”, cibir eomma Yoona dengan nada sinis untuk berpura-pura memarahi anak yeoja satu-satunya itu.

“Eoommaa..!!”, lirih Yoona sambil berdiri memeluk sang eomma tersayang.

“Yak! Kau ini, eomma hanya bercanda..!!”, bujuk Ny. Im lembut seraya mengelus rambut Yoona. Yoona pun melepas adegan rindunya dengan sang eomma tercinta. Sedangkan Siwon dan Tn, Im yang melihatnya hanya tersenyum paham.

Besok paginya YoonWon meminta pamit untuk pulang, karena mengingat jadwal kuliah Siwon hari ini sangatlah padat, jadi mau tak mau mereka harus kembali ke rumah impian mereka yang merupakan hadiah pernikahan dari keluarga kedua belah pihak. Sebelum pulang, eomma dan appa Yoona seperti biasa tak henti-hentinya mencium dan memeluk kedua anak YoonWon dalam gendongan mereka dan mengantar mereka sampai kedalam mobil sembari menyerahkan mereka kedalam mobil YoonWon. Setelah itu YoonWon pun berlalu dari halaman rumah keluarga Im.

“Oppa.. ayo cepat.. sudah jam berapa sekarang?”, titah Yoona dalam on the way pulang ke rumah.

“Ne.. Yoong, tak usah khawatir seperti itu, hari ini aku tak ada jadwal kuliah..”, jawab Siwon yang membuat Yoona bingung, karena setahunya hari ini Siwon pasti akan ke kampus memberikan kuliah.

“Maksudmu libur..?”, Tanya Yoona masih dengan tatapan heran, Siwon hanya mengangguk sebagai jawaban.

“Dasar.. menyebalkan kau Simba!!”, sinis Yoona.

“Yak! Twins Choi.. lihat eomma kalian, pura-pura memarahi appa lagi, padahal dia sangat senang bila melihat appa libur kan?”, sindir Siwon yang membuat Yoona tak lagi berkomentar. Sedangkan si kembar yang mendengarnya hanya tertawa pelan dalam keranjang bayi mereka yang disiapkan khusus didalam mobil setiap kali YoonWon dan baby twins mereka mau bepergian keluar.

“Terserah kau saja..!!”, jawab Yoona sambil menjulurkan lidahnya ke hadapan Siwon.

“Teruslah meledekku Choi Yoona, akan kubalas kau, aku akan menciummu satu jam lamanya. Lihat saja..!!”, balas Siwon dengan nada menantang. Yoona tidak takut malah semakin menjahili suaminya yang masih fokus menyetir itu.

“Bbwweeeeeeee!!!!”, Yoona makin menjahili Siwon hingga membuat Siwon tersenyum licik sembari memikirkan akal bulusnya untuk mengerjai Yoona dirumah nanti.

“Yak!! Stoooppp!!!”, teriakan Yoona tiba-tiba membuat Siwon kaget dan tiba-tiba mengerem mobilnya sementara.

“Wae? Ada apa yeobo, kenapa teriak-teriak..??”, Tanya Siwon frustasi melihat tingkah aneh istrinya sekarang ini.

Ternyata yang membuat Yoona berteriak histeris adalah karena melihat kedai kecil tempat pedagang kue pedas yang tadinya mereka lewati.

“Mwoo?? Kau mau makan kue pedas? Tidak! Tidak boleh!”, tolak Siwon yang kali ini tak tergoda dengan tingkah imut Yoona yang sedang bereaksi disampingnya.

“Yak! Dasar pelitt!!”, cibir Yoona memasang tampang sebal ke samping kaca spion.

“Mianhae yeobo-ah.. bukannya aku tak mau. Hanya saja kau kan menyusui Siyoon dan Wona, jadi kau tidak boleh makan yang pedas-pedas, kasihan mereka, dan itu juga akan berdampak negatif  pada pencernaan mereka nanti! Dan kau tahu berat badan mereka bisa turun nanti jika kau makan yang pedas-pedas..”, rayu Siwon dengan nada lembut, dan tentu saja membuat Yoona langsung luluh seketika dan tak membantah apa kata suaminya lagi.

“Ne.. arasseo.. kalau begitu pulang saja ke rumah!!”, seru Yoona, dan Siwon pun mengikuti permintaannya.

Sedangkan kedua bayi mungil itu hanya tertawa renyah seakan mengerti dengan pertengkaran kecil yang dilakoni kedua orang tua mereka. Mereka hanya mengeluarkan suara lucu khas bayi pada umumnya sambil mengisap ibu jari mereka. Sedangkan Siwon hanya tersenyum meledek melihat tingkah istrinya yang masih berceloteh jengkel di belakangnya.

***

Pesawat Korean airlines yang beberapa menit lalu baru saja  landing di Bandar Udara Internasional Incheon. Dari segelintir orang yang sedang menarik koper dan barang-barang bawaan mereka itu terlihat seorang namja tampan sedang digandeng oleh yeoja berkulit putih, bermata sipit dan berambut blonde itu. Yah.. mereka adalah couple suami-istri Im Donghae dan Jessica Jung. Mereka baru saja turun dari pesawat yang tadinya mereka tumpangi dari perjalanan California, AS menuju Incheon, Korea Selatan.

Mereka tersenyum lepas melihat seorang supir pribadi yang sepertinya sudah menunggu kedatangan mereka sedari tadi.

“Ahjussi Park..”, seru Donghae ketika melihat lelaki paruh baya yang telah bekerja pada appanya sebagai supir pribadi selama 20 tahun itu, ia pun memeluk ahjussi sebagai tanda rasa hormat.

“Annyeong ahjussi..”, sapa Jessica santun pada ahjussi Park.

Ahjussi Park membalas sapaan HaeSica couple dengan senyuman santunnya, setelah itu ia pun menuntun mereka segera bergegas menuju mobil yang telah ia siapkan untuk menyambut putra kedua majikannya itu. Setelah tiba dalam mobil mereka pun meninggalkan Airport area dan bercerita banyak didalam mobil.

“Dua hari yang lalu Tn. Muda Siwon, nona kecil Yoong, dan si kembar menginap dirumah..”, seru ahjussi Lee yang masih fokus menyetir. Jessica dan Donghae tersenyum senang mendengarnya.

“Jinjayoo?? Oppa.. ayolah sebentar setelah bertemu dengan appa dan eomma kita main ke rumah Yoong saja, aku kangen dengan kedua keponakanku..”, rengek Jessica sedikit manja ke suaminya.

“Aisshh.. kau ini sama saja dengan Yuri, kalian selalu saja merindukan Yoona dan anak-anaknya, dan kalian mengabaikan aku dan Yesung hyung..”, balas Donghae pura-pura kesal.

“Yak! Im Donghae, mereka itu kan adik dan keponakan-keponakanmu jebal!!”, cerocos Jessica sebal dengan ucapan suaminya tadi.

“Ne jebal.. tenanglah.. sebenarnya aku juga merindukan mereka, sudah lama aku tak menjahili nenek rusaku, jadi aku ingin menjahilinya nanti..”, ucap Donghae sambil mengacak Poni milik istrinya. Dan mereka pun kembali bercerita disela-sela perjalanan menuju rumah.

***

“Choi Siwon, lulusan Harvard, USA??”

“Umurnya baru 26 tahun?”

“Berarti aku lebih tua 2 tahun darinya?”

“Dia sangat tampan dan menarik.!!”

“Boleh juga untuk targetku selanjutnya, sepertinya aku bisa membuatnya jatuh hati padaku”

“Selain kaya, berkharisma, mandiri, dia juga tampan sekali, aku yakin dia pasti bertekuk lutut padaku, tak masalah dengan umur, yang penting bagaimana caranya supaya aku bisa mendapatkannya..!!”

Gumam wanita itu tersenyum licik sambil melihat biodata Siwon yang sedang ia baca diruangan kerjanya.

 

####*TBC*####

Wohai… gimana Readers chapter perdananya? Bagus gak? Mianhae buat pict twins babynya YoonWon author gak dapet pict yg bagus, kecuali yg itu (Buat yg punya ank dlm pict itu, Author minta izin pnjemin face mereka buat mendeskripsikan face ank2nya YoonWon dlm ff ini), hehehe…:P. jadi jgn lupa RCLnya yeh?? Hehe.. *maksa*, special buat Saengku “Gee”.. gomawo babeh… udh mau nge-post ff jelek milik eonniemu ini.. kekeke…:D, Bye Bye Nited.. sampai ketemu nnti di next chapter ff “We are Family”(*_^)!!

 

 

 

Tinggalkan komentar

152 Komentar

  1. melani

     /  Agustus 13, 2016

    Penasaran sama siapa yeoja yg nyari tau ttg siwon.. jangan sampe dia ngancurin rumah tangganya yoonwon yg lagi bahagia”nya..

    Balas

United, Leave a Coment Here

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: