[FF] Between My Dream and My Love (Chapter 5)

Cover [FF] Between My Dream and My Love-Chapter 5-YoonWonitedKingdom

Tittle: Between My Dream and My Love (Chapter 5)

Type: Chapter / Part

Genre: Romance, Music, Comedy, Sad

Rating: General

Author: Choi Mutie OeziL (Twitter: @Muthy92Mutii)

Main Cast:

* Im Yoona (Girl’s Generation)

* Choi Siwon (Super Junior)

Other Cast:

* Super Generation Members

* Jang Geun Suk (Love Rain & You’re Beautiful), Etc

**

^^Annyeonghaseoo Yeoreobun~aahh…. Mianhae Author agak lama ngelanjutin chapter 5nya, karena ju2r akhir2 ini Author banyak praktek peradilan semu di Kampus..!! tpi gak terlalu lama2 amat kan? Hehe:*, gomapta buat Saengdeul, eonniedeul dan chingudeul yg udah ninggalin jejaknya di chapter sebelumnya.. n’ buat siders menjauhlah 100 kilometer dari blog ini, karena kalian udh gak nepatin janji buat RCL!! So.. buat all readers, usai mmbca nie ff jgn lupa RCLnya yeah???:D Ya udah happy reading…..:*^^

~~~

Kehidupan negeri Barat yang serba bebas dalam segala hal tak membuat seorang Im Yoona terjebak ke dalamnya. Walau hidup di sebuah Negara Eropa Barat yang berbatasan langsung dengan pegunungan alpen dan merupakan Negara tetangga dari mantan penguasa NAZI (Adolf Hitler) itu tak membuatnya berubah sedikit pun, ia masih saja selalu dihantui bayang-bayang tanah kelahiran tercintanya, teman-temannya dan orang yang masih dicintainya. Hidup di Negara itu membuatnya harus bisa fasih berbahasa Jerman, karena 80% bahasa resmi yang digunakan oleh Rakyat Swiss adalah bahasa Jerman, hanya dengan bahasa itulah ia dapat beradaptasi dengan baik dengan teman-teman baru yang semuanya berface bule dan kebarat-baratan, tak ada lagi sosok teman-teman yang bermata sipit, dan berkulit kuning langsat yang selalu menghibur dan menghiasi hari-harinya semenjak meninggalkan negeri para k-pop Idol itu.

“Eonnie.. ayo kita pergi main keluar bersama, Paula dan Mark telah menunggumu dibawah”, ajak Seohyun memecahkan lamunan sang Eonnie yang nampaknya tak bersemangat hari ini.

Yoona berdiri, kemudian tersenyum dan memegang pundak Seohyun sejenak.

“Kalian saja yang pergi, bilang pada mereka berdua Eonnie tak enak badan.. ne?”, bohongnya sambil berlalu dari hadapan Seohyun yang masih mematung bingung melihat tingkah aneh kakaknya.

“Dasar eonnie…. Dua tahun telah berlalu, namun kenapa kau masih belum bisa melupakan Siwon oppa..”, desahnya dengan nafas pasrah.

“Eomma sekarang telah sembuh dan tak lagi diselimuti bayangan Oppa, dan sekarang eonnie seperti orang bodoh… huh,, appa, eomma, kumohon jangan egois begini terus, tolong bebaskan eonnieku dari derita hatinya”, lanjutnya lagi sambil menatap Yoona yang telah berjalan menjauhinya.

Yoona hanya menatap punggung Seohyun yang telah berlalu dengan dwi bule tadi. Melihat mereka, ia kembali mengingat masa-masanya dulu ketika masih bersama Taeyeon, Tiffany, Jessica, Hyoyeon dan Yuri.

“Kalian sedang apa chingudeul?, bogoshippeo, jeongmal bogoshippeo…”, teriaknya pelan sembari kembali mengeluarkan aliran sungai mini dari kedua bola mata sipitnya.

“Yoong, kau kenapa Yoong?”, Tanya Tn. Im yang sedang berdiri tepat didepan kamar Yoona.

“Gwechanayo appa.. mataku terkena debu, jadi sakit dan akhirnya membuatku menangis”, jawabnya pura-pura menyembunyikan kesedihannya.

“Baiklah.. kalau begitu cepatlah turun, dia telah menunggumu dari tadi…”, jelas tn. Im kemudian meninggalkan kamar Yoona.

Rasa tak bersemangat kembali menimpa hati Yoona ketika melihat namja yang mempunyai type wajah yang sama dengannya (Ras Mongolia), ia hanya tersenyum paksa kala membalas senyuman manis dari sang namja yang sedang terpesona melihatnya. Akhirnya Yoona menghampirinya dan mengambil tempat duduk tepat dihadapannya.

“Yeppeuni.. aku lebih suka melihatmu dengan rambut panjang seperti ini ketimbang rambut pendekmu dulu..”, pujinya sok basa-basi, Yoona hanya menatap datar kearahnya.

“Oh yah.. maukah kau jalan-jalan bersamaku?”, pintanya penuh harap.

“Ne..”, angguk Yoona singkat.

Kemudian Yoona pun bergerak dan diikuti namja tadi, sedangkan eommanya hanya menatap kepergiannya dengan perasaan iba.

“Mianhae Yoong, gara-gara keegoisan eomma hingga kau menjadi tersiksa seperti ini…”, sesal eomma Yoona yang kini sedang merasa bersalah.

~~~

Enam orang namja tampan telah usai mengadakan latihan untuk konser mereka nanti malam. Sang leader pun memberikan beberapa aba-aba agar konser nanti bisa berjalan mulus sesuai dengan apa yang telah ditargetkan. Karena merasa telah cukup dengan agenda rapat para member hari ini, maka mereka pun mengambil tempat di ruang TV untuk merilekskan pikiran dan tubuh mereka.

“Yak! Maknae, kenapa terus mondar-mandir? itu menghalangiku menonton TV! Tahu tidak?”, tegur Heechul sebal ketika menatap Kyuhyun yang sedari tadi berkeliling tak jelas dihadapannya seolah sedang memikirkan sesuatu.

“Leeteuk Hyung, apa boleh aku meminta izin untuk tak tampil nanti malam?”, pintanya yang membuat semua member terlonjak kaget.

“Waeyoo?”, heran mereka berjamaah.

Kyuhyun pun berdiam diri sejenak dan kemudian mendekati Leeteuk yang sedang meneguk sekaleng minuman pepsi.

“Begini Hyung, sebenarnya aku mau mengunjungi Siwon hyung ke markas WAMILnya..”, jujurnya sambil berharap Leader hyung mau menuruti permintaannya.

“Yak! Tak bisa Cho Kyuhyun, bukannya tadi pagi kita baru saja menengoknya? Kenapa kau jadi terserang penyakit rindu begini padanya?”, protes Eunhyuk yang duduk disamping Heechul.

“Ne Kyu, bukankah tinggal 5 bulan lagi Siwon selesai Wamil, jadi kau juga nantinya akan puas bertemu dengan hyung kesayanganmu itu..”, tambah Yesung yang baru muncul dari dapur dorm.

Kyuhyun pun terlihat menimbang-nimbang saran hyungdeulnya itu dan kemudian menyetujuinya walau dengan terpaksa.

“Yak! Lee Donghae, bukannya kau sudah janji padaku akan menceritakan gadis cantik mantan member kita itu padaku..”, ujar Heeechul menuntut Donghae untuk menceritakan segala sesuatu tentang Yoona.

“Ne.. arasso hyung, akan kuceritakan nanti..”, balas Donghae setuju. Member lain yang melihatnya hanya terdiam mengerti.

jujur saja aku masih menyukaimu Yoona”, batin Donghae mengingat yeoja yang dulu pernah singgah dihatinya.

~~~

Daerah perbatasan dwi Negara bernama Korea Selatan dan Korea Utara hari ini seperti biasanya dipenuhi oleh sekelompok pasukan militer yang terdiri dari kaum namja sedang melakukan latihan perang bersama para tentara dari Negara berjulukan Paman Sam itu. Mereka dengan cekatan melempar bom, senjata biasa, maupun senjata api yang dilancarkan dari pasukan angkatan laut Korea Selatan yang saat ini sedang melakukan keharusan mereka untuk berwajib militer. Ditengah-tengah para namja tampan dan gagah berani itu terdapat seorang namja tinggi berbadan tegap dan berambut semi plontos (cepak) itu dengan lincah melancarkan serangan laut ke kapal perang milik Amerika bersama teman-teman seangkatan Wamilnya, dia adalah Choi Siwon yang merupakan salah satu dari tujuh member The Boys yang untuk sementara waktu sedang mengambil cuti dari karier keartisannya semata-mata untuk mengikuti salah satu tradisi dan kewajiban namjadeul sebagai pelindung Negara kedepan.

Hari sudah senja dan itu pertanda bahwa mereka harus mengakhiri latihan militer hari ini yang di pimpin oleh komandan militer angkatan laut tertinggi, Lee Sungyun.

“Siwon-ah… bagaimana latihanmu hari ini?”, Tanya komandan Lee menghampiri Siwon yang sedang membuka baju tentara yang tadinya ia pakai untuk latihan.

“Seperti yang kau lihat Hyung”, jawabnya tersenyum.

“Oh yah.. kau harus makan dengan baik Wonnie, aku takut jika ibumu tahu bisa-bisa beliau menuduhku yang buruk tak menjagamu dengan baik, apalagi bila melihat badanmu yang sudah turun 5kg ini..”, tutur komandan Lee khawatir melihat kondisi tubuh Siwon yang mulai kurus.

“Yak! Hyung, kau ini…. Tenanglah, jangan memasang tampang seperti itu… aku ini Deer yang kuat.. jadi kumohon perlakukan aku sama dengan teman-teman lainnya..”, canda Siwon sambil mengambil handuk di lemari pakaiannya.

“Mwoo.. rusa? Bukankah kau itu simba alias kuda kan, kenapa tiba-tiba kau merubah namamu secepat ini..”, heran sang komandan merasa aneh dengan ucapan adik sepupunya itu.

“Aniyo.. itu sebutan spesial orang terdekatku… mungkin aku terlalu merindukannya, makanya jadi seperti ini Hyung”, pungkas Siwon yang membuat orang dihadapannya mengangguk mengerti.

“Yah sudah hyung, aku mau mandi dulu, hari sudah sore..”, pamitnya berlalu dari hadapan sang komandan.

“ckckckc… huh.. dasar anak aneh..”, desah komandan Lee menatap punggung Siwon yang telah memasuki area kamar mandi.

Siwon hanya menatap nanar cermin kamar mandi itu sambil memijat-mijat kepalanya yang masih menanggung berbagai cerita indahnya bersama Yoona.

Yoong… apa kau masih merindukanku? Apa kau juga masih menjaga hati dan perasaanmu untukku? Apa kau sudah melupakanku dan semua cerita indah kita setelah dua tahun kepergianmu dari Negara ini? Kau tahu, aku selalu berharap suatu saat nanti kita akan bertemu dan disaat itu pula akan kukatakan bahwa kau adalah My Love, My Queen Yoong. Aku baru sadar kalau ternyata nama Im Yoonwon yang kau pakai itu adalah gabungan dari nama kita berdua.. aku juga baru tahu kalau semua isi hatimu yang yang kau tulis di diary itu semuanya untukku…”, gumam Siwon dalam hati sambil mengingat sesuatu yang tak bisa dilupakannya.

Flashback on..

Setelah beberapa hari kepergian Yoona ke Swiss, Siwon seperti orang yang paling merasa kehilangan di dunia ini. Ia terus memeluk semua benda yang pernah digunakan Yoona selama berstatus sebagai member termuda/maknae The Boys. Selimut, gantungan ponsel, boneka lumba-lumba, sepeda dan benda-benda lainnya yang bernah dipakai oleh yeoja yang sangat dicintainya itu, tapi sayang yeoja itu telah pergi sebelum ia mengungkapkan perasaannya yang sebenarnya pada yeoja itu.

One by one bagian lemari Yoona diperiksa Siwon dan.. brukkk……, terdengar sebuah benda kecil seperti buku tulis jatuh, namun bobotnya sedikit tebal dari buku tulis biasa. Segera ditatapnya benda bewarna biru langit yang dihiasi gambar dan beragam sticker hello kitty dan mickey mouse serta berukuran panjang 12 cm dan lebar sekitar 5 cm itu.

“Apa ini? Kekanak-kanakan sekali..”, batinnya.

“Mwo diary?”, herannya ketika menebak bahwa pemiliknya pasti Yoona, karena keberadaan benda itu tepatnya di lemari pakaian Yoona yang masih tertata rapi itu.

Segera dibacanya buku mini nan cantik seperti sang pemiliknya itu…

page 1: berisikan cantuman biodata si pemilik yang ditulis dengan menggunakan tinta berwarna pink..

^^Annyeong.. hei kau.. siapapun dirimu baik lawan maupun kawan yang menemukan buku ini harus dikembalikan pada pemilik sahnya dalam keadaan tidak cacat sedikitpun… oh yah perkenalkan nama lengkapku Im Yoona, nama kecilku Yoong, sedangkan nama panggilanku banyak sekali (Deer, Im Choding, YoonaABC, dan The beauty deer). Aku lahir di Seoul tanggal 30 Mei 1990, tinggi badan 168 cm, berat badan 47kg dan merupakan seorang mahasiswi  lulusan Seoul National University jurusan Acting and Teatrikal… dan anggota keluargaku terdiri dari Ayah bernama Im Minhoo yang ganteng dan berkharisma, ibu yang cantik dan anggun bernama Song Hyejin, oppa tercintaku bernama Im Hyunjoong dan adikku yang paling kusayangi Im Seohyun. Bagiku kami adalah the perfect family.. oh yah satu lagi, di diary ini kutulis isi hatiku hanya menggunakan tiga tinta berwarna. Bila kau menemukan tinta warna pink dan biru itu tandanya aku sedang menulisnya dalam keadaan bahagia, dan bila menemukan tinta hitam maka aku sedang menulisnya dalam keadaan bad mood dan bercucuran air mata…^^hehehe:*

page 2: oh yah.. nama teman-temanku banyak sekali, tapi yang paling akrab dan dekat denganku adalah Taeyeon nenek sihirku sayang, Jessica putri tidurku sayang, Tiffany eyesmileku sayang, Hyoyeon ratu ngeborku sayang dan tentu saja My twins Blackpearl Yuri… I Love You all chingudeul.. mmmuacchhh……:*

page 3 and next: sebenarnya halaman ini rahasia.. tapi tak akan jadi sebuah rahasia lagi bila ada orang kedua yang menemukan diaryku ini.. hei.. tahu tidak type cowok idamanku itu sangat sempurna, walaupun tak ada manusia didunia ini yang sempurna, tapi menurutku my prince Choi Siwonlah yang paling perfect diantara semua namja di planet ini..:* My Lovely Simba adalah yang paling sempurna di muka bumi ini…. (pada halaman ketiga ini, Yoona menulis semua biodata dan all about Siwon)..:*^^

Deg….!!! Tangan Siwon bergetar hebat, matanya memanas, hatinya tercabik.. ketika membaca lembar demi lembar semua isi hati yang dituliskan sekitar 90-an lembar oleh orang yang selama ini dicintainya… ia merasa menjadi orang yang paling tak berguna didunia ini telah mencampakkan dan membiarkan gadis yang mencintainya pergi jauh, entah kapan dia kembali… namun yang bisa dilakukannya hanya merenungi semua hal yang baru diketahuinya lewat diary itu. Ternyata Yoona sangat mencintainya, dan bahkan rasa cintanya ke Yoona pun tak dapat ia samai.

“Mianhae…. Jeongmal mianhae Yoongie… cepatlah kembali, saranghaeyo…”, lirihnya lembut saat memandang fotonya dan Yoona yang terpampang di layar wallpaper ponselnya.

Flashback off..

Air mata Siwon kembali jatuh tetes demi tetes, bahkan terjadi banjir air mata mengena pipi putihnya. Segera dihapusnya air mata itu dengan punggung tangan kirinya.

Cepatlah kembali Yoong…”, gumamnya pelan disela-sela kegiatan mandinya.

~~~

Seorang namja tampan hanya bisa menatap Yeoja dihadapannya dengan tatapan heran, bingung dan penuh kesal. Betapa tidak, makanan yang telah ia pesan untuk yeoja itu tak dinikmati sesendok pun dari yeoja bermarga Im itu.

“Yak! Makanlah.. kalau kau tidak makan bisa kelaparan..”, ajaknya sebelum kembali menyeruput orange juicenya.

“Aku masih kenyang..”, balas yeoja itu dengan tampang malas.

“Yak! Im Yoona, sampai kapan kau akan terus seperti ini, apa kau tidak bisa membuka sedikit saja pintu hatimu untukku..”, kesalnya dengan nada sedikit berteriak. Namun ia menurunkan volume suaranya karena mengingat di restoran ini bukan hanya dia dan Yoona sendiri, tapi juga banyak orang lain yang semuanya berface bule.

“Kajja kita pulang..”, ajak Yoona sembari menyambar tas hitam jinjingnya yang tadinya ia letakkan pada kursi kosong disampingnya.

Namja itu hanya menatap pasrah sambil mengikuti Yoona dari belakang. Mereka pun sampai didalam mobil yang tadinya diparkirkan ditempat parkir restoran termahal di kota Bern itu. Keheningan terjadi untuk beberapa saat, Yoona hanya memandang kosong keluar jendela mobil, sedangkan namja itu hanya menatapnya bingung.

“Lain kali jangan pernah mengajakku ke Lotte World atau taman fantasi lagi, jangan mengajakku untuk bermain berbagai games yang memacu adrenalin itu, karena… karena…”, ucapan Yoona terhenti karena guyuran air mata kembali menghambatnya untuk meneruskan ucapannya.

“karena apa Yoong?”, sambung pria itu cepat.

“Karena aku punya kenangan buruk tentang games itu..?”, lanjutnya lagi yang seketika orang disampingnya terkejut.

Apa semua kenangan burukmu itu ada hubungannya dengan namja itu Yoongie..?”, batin pria itu tak percaya.

“Kajja… jalankan mobilnya..”, kata Yoona mencoba tersenyum semanis mungkin. Pria itu hanya mengangguk paham dan kemudian menyalakan mesin mobil dan segera melaju dari area restoran.

Setiba dirumah, Yoona langsung berlari ke kamarnya tanpa menyahut teguran appa, eomma dan saengnya yang sedang makan siang dirumah.

“Yoong, makanlah dulu, eomma sedang siapkan sup rumput laut kesukaanmu Yoong..”, seru sang eomma dengan nada sedikit  berteriak.

“Geunsuk oppa, kajja.. kemarilah, makanlah bersama kami..”, pinta Seohyun pada pria yang sedang berdiri memandang Yoona.

“Jangan ambil dihati Sukkie, Yoona memang anaknya seperti itu..”, ucap Tn. Im mencoba membuat Geunsuk mengerti.

“Ne ahjussi, mianhae apa boleh aku bicara sebentar denganmu..?”, tawar Geunsuk hati-hati pada calon ayah mertuanya.

Setelah persetujuan Appa Yoona, mereka pun memilih berkeliling di luar rumah keluarga Im yang bergaya eropa itu, mereka berbincang banyak hal mengenai Yoona.

“Ahjussi, kurasa aku kembali ke Korea saja..”, ujar Geunsuk yang membuat pria paruh baya dihadapannya kaget.

“Mwo? Jangan seperti ini Sukkie, ahjussi telah berjanji pada mendiang orang tuamu untuk menjodohkanmu dengan salah satu putri ahjussi, jadi bertahanlah dulu.. selesai bertunangan dulu sambil menunggu kontrak investasi ahjussi disini berakhir dan kita akan kembali ke Korea ne..”, jelas Tn. Im membuat Geunsuk tak dapat berkutik lagi. Ia hanya menghela nafas panjang dan kembali tersenyum dihadapan tn. Im.

Yoona terduduk diranjang tidur berwarna ungu miliknya itu. Diambilnya ponsel samsung G400 biru mudanya itu dan kemudian mengetik sebuah pesan singkat untuk beberapa no tujuan yang telah terpampang jelas dilayar ponselnya.

To Many: (Kid Taeng; Sicca Barbie; Fany Eyesmile; Hyoyeon Fiona; Yul Blackpearl)

**Aku sudah hampir gila disini chingudeul, aku ingin pulang ke Korea saja, bogoshippeo kalian semua, ada banyak hal ingin kuceritakan pada kalian hiks..hiks..hiks..^^

Usai mengetik sms berkesan curhat itu ia langung menekan tombol send dan dengan cepat menenggelamkan kepalanya diatas boneka big panda miliknya dan selang beberapa menit kemudian ia terbawa kealam tidurnya.

“Eonnie… apakah kau didalam”, teriak Seohyun dari luar kamar, namun tak ada jawaban dari sang eonnie.

“Eonnie… kau bersabarlah, tak lama lagi kita akan kembali ke Korea setelah pertunanganmu dengan Geunsuk oppa..”, lirih Seohyun.

“Hyunnie, biarkan eonniemu menenangkan pikirannya dulu..”, saran Ny. Im menghampiri Seohyun dan menuntunnya pergi meninggalkan kamar sang putri sulung.

Sang eomma pun menceritakan asal-usul keluarga Geunsuk dan masalah perjodohannya dengan Yoona, ternyata Geunsuk adalah anak yatim piatu yang tinggal dengan paman dan bibinya di Korea dulu sebelum ia diajak Appa Yoona untuk menemaninya bekerja di Perusahaan Appa Yoona di Swiss. Dan lebih mengejutkan Seohyun adalah dirinya baru mengetahui kalau Geunsuk adalah teman semasa kecil mendiang oppanya dan telah diancang sejak kecil untuk dijodohkan dengan Yoona. Sang eomma juga mengatakan bahwa sebenarnya Geunsuk dan Yoona telah kenal sejak kecil, namun Yoona hanya menganggapnya sebagai oppa, tidak lebih dan tak punya perasaan apa-apa padanya. Seohyun pun mengerti dengan penjelasan sang eomma tercinta.

“Semua ini gara-gara eomma… Hyunnie, jikalau eomma tak sesedih dulu mungkin eonniemu tak mengorbankan perasaannya selama ini hanya untuk kebahagiaan eomma semata..”, sesal Ny. Im  sembari memeluk Seohyun.

“Eomma..”

“Jangan menyalahkan diri sendiri eomma, kita do’akan saja semoga Tuhan memberikan jalan yang terbaik buat Yoong eonnie ne..”, bujuk Seohyun menenangkan eommanya yang makin mengeluarkan air mata penyesalannya.

Sementara Yoona yang memandang adegan Seohyun dan eommanya hanya menatap sedih kala mendengar semua penuturan eommanya barusan, rupanya ia tadi tak bisa tidur dan memilih keluar kamar.

“Kau dan eonniemu tenang saja Hyunnie, eomma akan memohon pada Appa kalian untuk membatalkan perjodohan ini dan kita akan kembali ke Korea, eomma rasa semuanya harus sampai disini saja, eomma tak kuat lagi melihat eonniemu tak betah disini..”, ungkap Ny. Im dengan segenap keseriusannya.

Yoona terduduk lemas dilantai, lagi-lagi air mata itu keluar dari kedua sudut matanya.

Siwon oppa, kau sedang melakukan apa?, aku merindukanmu.. The Boys oppadeul bagaimana kabar kalian semua? Aku merindukan kalian semua..”, Yoona bergumam pelan seraya mencoba menghalau deras air matanya, namun sulit sekali untuk ia halau.

~~~

“Eomma, Appa, Jiwon!!”, Siwon terkejut dengan ketiga anggota familynya yang kini datang menengoknya di markas militer angkatan laut tempat ia latihan wamil.

“Apa ini??”, tanyanya ketika wanita paruh baya nan cantik dihadapannya menyodorkan sekotak tempat makanan untuk bekal makannya.

“Makanlah, itu semua eomma yang buatkan khusus untukmu Wonnie..”, jelas Ny. Choi tersenyum.

“Aigooo… eomma, aku disini juga makan eomma, jadi kau tak perlu khawatir…”, candanya sembari membuka kotak makanan tadi.

“Oppa.. kapan kau selesai wamil..??”, Tanya Jiwon sedih.

Siwon tersenyum, lalu berdiri menghampiri Jiwon dan memeluk adik satu-satunya itu. Sedangkan kedua orang tua mereka hanya tersenyum melihatnya.

“kau ini, apa kau sedang merindukan oppa? Sabarlah, kita akan main bersama lagi, tinggal 5 bulan lagi oppa akan lulus, setelah itu diberikan sertifikat agar bisa kembali ke pelukan kalian..”, jawaban Siwon membuat Jiwon tertawa kecil.

“Wonnie-ah, kenapa badanmu kurus seperti ini?”, Tanya Tn. Choi khawatir ketik melihat perubahan drastis tubuh putranya.

Siwon mengalihkan pandangan matanya ke sang ayah tercinta yang masih menunggu jawabannya.

“Gwechana Appa, ini bagian dari perjuangan. Bukankah appa dulu pernah begini juga?”, sela Siwon seraya memeluk sang Appa tersayang.

Tn.choi pun tersenyum mengerti. “Ne.. kau benar, memang inilah konsekuensi setiap namja yang mengikuti wamil”, tambah sang Appa yang membuat Jiwon dan Ny. Choi tertawa dibelakang kedua pangeran mereka.

Beberapa jam kemudian setelah pihak keluarga puas untuk menengok pangeran muda mereka, Akhirnya mereka harus pamit pulang, Siwon pun mengantar ketiga orang tercintanya itu sampai ke depan pintu markas dan masuk kembali setelah pihak keluarga meninggalkannya.

“Siwon-ssi, apakah aku boleh pinjam ponselmu sebentar.. aku mau menelepon ibuku dulu, ponselku mati..”, pinta salah satu temannya di lokasi wamil.

“Ne..”, angguk Siwon tersenyum sembari menyerahkan ponselnya kepada namja bermata sipit tadi.

Siwon berjalan ke area pantai di depan markas latihannya, ia kembali mengingat memorinya dulu ketika syuting CF di Jepang bersama Yoona dan member lain. Ia tersenyum kembali tatkala mengingat banyak kenangan indah dan lucu itu, namun sayang di balik sayang semua itu hanya tinggal kenangan. Maklum saja selepas kepergian Yoona ke Swiss, ia tak pernah lagi berkomunikasi dengannya baik melalui SMS, telepon ataupun lewat dunia maya. Yoona tak pernah memberi kabar, bahkan untuk bertemu lagi dengan teman-teman Yoona pun susah sekali mengingat jadwal mereka yang super padat. Ia baru menyadari bahwa mencintai seseorang itu sangat menyakitkan bila orang yang dicintai tak pernah lagi muncul dihadapan kita.

“Im Yoona, Im Yoona… kenapa kau selalu muncul dialam pikiranku ini..?”, Siwon berbicara sendiri di tepian pantai ketika mengingat Yoona.

“Yaa Tuhan… kumohon pada-Mu, jikalau Yoona adalah jodohku, maka suatu saat nanti pertemukanlah aku dengannya… sungguh aku tak bisa hidup tanpanya..”, lanjutnya sedih.

Sang surya telah menenggelamkan dirinya untuk siap beraktifitas lagi besok hari, dan itu tandanya hari sudah mulai malam. Namun Siwon belum juga beranjak dari posisi duduknya diatas pasir pantai yang berwarna putih itu. Sampai akhirnya seorang pria yang lebih tua beberapa tahun darinya melihatnya dan kemudian berjalan mendekatinya.

“Yak! Choi Siwon.. kau kenapa hah..?”, Tanya sang komandan yang tadinya penasaran melihat Siwon terduduk di Pantai dari dalam markas.

Siwon mengelus pelan dadanya karena kaget dengan seruan kakak sepupunya itu.

“Aisshh… hyung, kau ini.. membuatku jantungan!!”, protesnya pura-pura kesal.

Pria itu hanya tertawa geli melihat wajah Siwon yang tadinya kaget dengan kedatangannya.

“Makanya.. kalau ada masalah ceritakan padaku anak nakal… hahaha..”, ledeknya sambil menepuk pundak kanan Siwon.

“Hyung.. apa yang akan kau lakukan jika yeoja yang kau cintai pergi meninggalkanmu..?”, tanyanya jujur pada pria disampingnya.

“Ohh.. jadi inikah yang membuatmu selemas dan sekurus ini..? aigoo.. siapa yeoja itu yang sukses sekali membuat adik sepupuku yang paling tampan ini tersiksa..?”, balasnya masih diselingi tawa.

“Yak! Tuan Lee, aku serius jebalyo..”

“Baiklah..arasseo simba-ah..”

“Begini.. menurutku, kau harus mencegahnya pergi. Dan katakan padanya kau sangat mencintainya, tataplah matanya dan membuatnya percaya bahwa kau sangat tidak ingin kehilangan dirinya. Hyung yakin dengan begitu dia pasti tak akan meninggalkanmu..”, sarannya yang membuat Siwon tampak berfikir sejenak.

“Semuanya sudah terlambat hyung, karena dia sudah pergi dua tahun lalu, tiga bulan sebelum aku melapor untuk wamil.”, sesal Siwon pasrah.

Komandan Lee hanya tersenyum mengerti sembari kembali menepuk punggung Siwon.

“Bersabar dan berdoalah.. hyung yakin jika kalian berjodoh, maka dia pasti akan kembali padamu.. arra..?”, bujuknya untuk memberikan kekuatan pada Siwon.

“Ne.. hyung, gomawo..”, Siwon mengerti dengan ucapan hyung sepupunya itu.

Terpaan angin malam yang memberi sensasi dingin dan pecahan ombak didepan mereka berdua membuat kedua adik-kakak sepupu itu tak betah untuk lama di tepian pantai, akhirnya mereka putuskan untuk kembali kedalam markas.

~~~

Suasana kota Seoul dipagi hari ini seperti biasa, warganya tetap melakukan aktifitas mereka seperti biasa. Ada yang pergi ke kantor, ke Sekolah, ke Kampus, ke Pasar maupun melakukan kinerja lain mereka yang sudah menjadi rutinitas mereka setiap hari.

“Tuan.. itu produk pakaian terbaru kami, sering-seringlah datang kemari.. gomawo atas kunjunganmu hari ini..”, ucap seorang yeoja cantik ditemani dua sahabatnya untuk melayani para pembeli yang datang ke butiknya yang baru dibuka setahun lalu.

“Yak! Stephanie Hwang.. aku sudah lapar dari tadi, cepat siapkan makanan untuk aku dan Hyonnie..”, rengek Yuri sedikit manja ke Tiffany dan Hyoyeon.

“De.. tunggu sebentar.. aku akan menelepon langgananku untuk membawakan pizza untuk kalian berdua..”, kata Tiffany yang tak tahan melihat rengekan Yuri yang sudah menuntut untuk makan.

Namun beda halnya dengan Hyoyeon, ia seperti orang yang lagi galau hari ini, dan itu membuat YulFany menatapnya heran.

“Hyo.. waeyo..?”, Tanya Tiffany sambil menatap manik mata Hyoyeon.

“Aku merindukan Yoongie…!!”, jawab Hyoyeon mulai mengeluarkan jurus sedihnya. Mendengar alasan Hyoyeon, YulFany pun ikut bersedih.

“Hiks..hikss..hiks..”, suara tangisan ketiganya mulai memuncak, sampai-sampai kedua gadis yang baru datang hanya menatap aneh kearah mereka bertiga.

“Yak! Kwon Yuri, Stephanie Hwang dan Kim Hyoyeon.. kenapa menangis pagi-pagi begini..? Bagaimana jika ada pengunjung yang datang, bisa-bisa mereka kabur melihat sifat cengeng kalian itu..!!”, teriak Taeyeon yang sepertinya belum tahu alasan dibalik tangisan ketiga sahabatnya itu. Jessica yang berdiri disampingnya hanya menutup kedua gendang telinganya. Maklum suara Taeyeon sangat nyaring dan terkesan menakutkan ketika berteriak seperti tadi.

Akhirnya Taeyeon pun mengerti dengan penjelasan HyoYulFany, hingga membuat mereka semua menangis berjamaah. (#AuthorKagumSamaPersahabatanEonniedeulDenganYoonnie#).

“Sudahlah.. jangan menangis terus, kita telepon Yoongie saja..”, hibur Jessica mencoba membangunkan teman-temannya dari suasana sedih.

Semuanya mengangguk paham dan segera menelepon Yoona dengan memakai ponselnya Tiffany.

Yeobseo..”,

Yoongie..”

Sica, Taeng, Yul, Fany, Hyo…Bogoshippeo..”, sedih Yoona diseberang sana.

Kami juga Yoong, kapan kau kembali?, apa kau sudah tahu kalau Siwon oppa sedang wamil..?”, ujar Jessica masih mewakili lainnya untuk berbicara.

Mwoooooo?”, teriak Yoona tak percaya dan sangat terdengar jelas ditelinga kelima temannya.

Ne Yoong, Wonppa memilih ikut wamil tiga bulan kemudian usai keberangkatanmu ke Swiss..”, tutur Jessica dengan nada serius.

Yeobseo.. Yoong.. Yoong, apa kau masih bisa mendengarku..??”, seru Jessica karena tak mendengar tanggapan Yoona usai berbicara mengenai Siwon.

Jessica menutup sambungan teleponnya pasrah sambil menatap yang lainnya,

“Mungkin pulsamu sekarat Fany..?”, ujar Yuri asal.

“TTookkk…!!!”, Tiffany menggetok kepala Yuri.

“Yak! Sakit… Stephanie Hwang..!!”, erang Yuri kesakitan.

“Makanya jangan bicara sembarangan. Yoong pasti sedih makanya dia menutup teleponnya secara sepihak”, semprot Taeyeon hingga membuat Yuri terdiam.

“Semua ini karenamu Jung Soyeon, kau ini.. kalau bicara dengannya jangan ungkit tentang Siwon oppa.. dia pasti sedih disana..”, Taeyeon juga menatap kesal ke Jessica.

“Mianhae…”, Sesal Jessica meminta maaf pada yang lainnya.

Dan akhirnya mereka pun merenungi nasib sahabat mereka itu, namun aktifitas mereka terhenti ketika melihat beberapa orang gadis remaja sedang masuk ke Butik. Tiffany pun menyapa mereka dengan senyuman manis kala melayani calon pembelinya.

~~~

“Hyung…. stoooppp!!!”, teriak Kyuhyun ketika melihat Eunhyuk sedang mengayuh sepeda dijalanan kecil samping dorm mereka.

“Yak! Cho Kyuhyun, ada apa? Kenapa teriak seperti maling ketakutan..?”, geram Eunhyuk sambil mempercepat lajuan sepedanya ke hadapan Kyuhyun.

“Jangan pakai sepeda itu..!!”, kata Kyuhyun menunjuk sepeda berwarna pink itu.

“Kenapa memangnya..?”, Tanya Eunyuk dengan tampang sebal.

“Aniyo.. hanya saja sepeda itu milik Yoona, jadi jangan kau pakai sembarangan, Siwon Hyung menitipnya untukku.. katanya jangan ada yang menyentuhnya. Itu milik Yoona, jadi hanya Yoonalah yang bisa memakainya..”, jelas Kyuhyun yang kini membuat Eunhyuk segera turun dan menyerahkan sepeda itu kepada Kyuhyun.

“Ambillah…”, ketus Eunhyuk menyerahkan sepeda itu sebelum berlalu dari hadapan maknaenya itu.

Kyuhyun pun mengambil sepeda itu dan menaruhnya kembali ke tempat semula.

Mianhae Hyung, aku tak bermaksud menyuruhmu untuk tidak boleh menggunakan sepeda ini, hanya saja aku ingin menepati janjiku kepada Siwon hyung untuk menjaga setiap benda yang pernah dipakai Yoona dulu..”, batin Kyuhyun ketika berjalan kembali ke dalam dorm.

“Kenapa wajahmu jengkel begitu..?”, ledek Donghae ketika Eunhyuk terduduk dihadapannya.

Eunhyuk tak menanggapinya malah semakin menggerutu bisu ditempat duduknya.

“Yak! Kau kenapa? Apa tak ada orang yang mau berteman denganmu lagi? hingga membuat tampang wajahmu seperti singa laut..??”, tebak Yesung menambah-nambah perkataan Donghae tadi.

Eunhyuk menarik nafasnya sejenak dan kembali menatap geram kearah HaeSung.

“Jangan mencampuri urusanku!! kalian memang selalu meledekku, tak ada yang mengerti perasaanku, seandainya ada Yoona disini ia pasti membelaku dan ingin main denganku selagi kalian tak ada yang mau berlama-lama main denganku..”, ucap Eunhyuk sedih.

Mendengar ucapan Eunhyuk, Donghae pun mendekatinya dan memeluknya sambil menepuk kedua pundaknya. “aigo.. kau ini aneh sekali, siapa bilang hanya Yoona yang mengerti perasaanmu, kami juga mengerti kamu. Tadi itu aku dan Yesung hyung hanya bercanda!!”, bujuk Donghae.

“Tapi tetap saja kalian meledekku..”, balas Eunhyuk datar.

“Yak! Kalian bersiaplah dari sekarang, 3 jam lagi kita akan ke Bandara Incheon untuk siap-siap ke Indonesia..”, seru Leeteuk yang baru saja muncul di depan pintu dorm bersama Heechul.

“Ne.. kami mengerti..”, angguk semua member kompak.

Dan.. mereka pun segera bergegas ke kamar masing-masing untuk persiapan penyelenggaraan Tour World ke-3 mereka yang jadwalnya akan segera dilaksanakan di Jakarta, Indonesia.

~~~

Yoona menghampiri ayahnya yang sedang duduk sambil ditemani beberapa lembar Koran ditangannya. Ia mendekati sang ayah dan segera memeluk pria paruh baya itu dari belakang.

“Yoong”, seru Tn. Im ketika menengok kebelakang dan mendapati Yoona yang sedang memeluknya.

“Appa.. aku setuju dengan semuanya..”, ucap Yoona yang sontak membuat sang ayah kaget.

“Jadi maksudmu.. kau menyetujui perjodohan ini Yoong”, Tanya Tn. Im tak percaya dan Yoona pun mengangguk sebagai jawaban.

“Gomapta Yoong, kau memang anak Appa yang terbaik..”, Lega Tn. Im tersenyum.

“Baiklah.. aku mau jalan-jalan dulu dengan Geunsuk oppa, hari ini aku izin tak ke kantor saja..”, ucap Yoona.

“Ne.. silahkan Yoong, hati-hati..”, balas Tn. Im bersemangat.

Tn. Im hanya memandang kepergian Yoona dan Geunsuk yang telah perlahan menghilang dari pandangan matanya. Sementara Seohyun hanya berdiam diri ditempat sambil menelusuri Eonnienya dari kamarnya ketika sedang dituntun oleh calon kakak iparnya menuju mobil.

“Appa, eomma, kasihan Yoona eonnie.. aku tahu semua makna dibalik kebisuan eonnie selama ini. Ia hanya terpaksa melakukannya demi kalian, ia sebenarnya sangat menentang perjodohan ini, karena pria yang sebenarnya dicintainya bukan Geunsuk oppa, tapi Siwon oppa. Kenapa kau tidak menolaknya eonnie, ayolah.. kalau bisa kau tantang saja keputusan Appa. Melihatmu begini aku jadi tak tahan eonnie..”, ucap Seohyun dari balik tirai jendela kamarnya yang tadinya ia buka untuk mengintip kepergian Yoona dan Geunsuk.

“Hyunjoong oppa.. andai saja kau masih ada, mungkin beban yang dipikul Yoong eonnie jadi tak seberat ini, karena kau pasti membela Yoong eonnie didepan appa!!”, lanjut Seohyun mulai menangis.

Seohyun pun memutuskan menyiapkan dirinya untuk segera berangkat ke Kampus, karena teman-teman bulenya yang sekampus dengannya telah menunggu diruang tamu. Setelah siap, ia pun sarapan dan pamit dari Appa-Eommanya untuk segera berangkat ke Kampus.

“Pretty und Anna, tut mir leid hat sie lange warten mssen (Pretty dan Anna aku minta maaf telah membuat kalian lama menunggu)”, ucap Seohyun meminta maaf pada kedua teman bulenya dalam bahasa Jerman.

Kedua teman bulenya itu hanya tersenyum. “Kein problem, wir verstehen Seohyun (tak masalah, kami mengerti Seohyun)”, jawab keduanya sembari menggandeng tangan Seohyun, dan mereka pun segera bergegas meninggalkan Rumah YoonSeo.

Yoona dan Geunsuk sangat terlihat kelelahan setelah acara jalan-jalan mereka seharian, Yoona selalu bersikap manis didepan namja itu. Ia tak mau membuatnya sedih dan kecewa, walaupun sebenarnya dialah yang paling menderita selama ini.

Geunsuk menggenggam tangan Yoona tiba-tiba dan menatap manik matanya hingga membuat Yoona begitu risih. “Yoong, aku sangat bahagia punya calon istri sepertimu, hmm… aku sudah tak sabar lagi untuk melangsungkan pernikahan ini secepatnya..”, ujar Geunsuk serius.

Yoona kaget, “Huhh.. oppa, kau ini… sabarlah, sebentar lagi kita pulang ke Korea dan setelah itu kita akan segera melangsungkan pertunangan dulu, setelah itu barulah pikirkan pernikahan!!”, balas Yoona mencoba bersikap manis dihadapan namja bermarga Jang itu.

Siwon oppa, jika kau selesai wamil nanti, cepatlah cari yeoja yang bisa membuatmu tersenyum dan bahagia, kuharap kau selalu makan dan jagalah kondisi kesehatanmu dengan baik ditempat wamil ne”, batin Yoona dalam hati.

“Kajja oppa, mau kemana lagi..? aku akan menuruti semua perintahmu hari ini..”, kata Yoona hingga membuat Geunsuk heran dengan sikap manisnya akhir-akhir ini, ia tahu bahwa pasti ada sesuatu hingga membuat Yoona mau mendadak berubah seperti sekarang ini.

Yoona, apakah kau benar-benar menyukaiku? Ataukah ada hal lain yang kau sembunyikan dariku?”, batin Geunsuk dengan tatapan curiga sambil memandang Yoona yang sedang tersenyum padanya.

Dengan berat hati Yoona pun mengikuti semua acara kencannya dengan Geunsuk hari ini. Pergi ke Lotte world, ke Mall, pergi ke Restaurant maupun berbagai tempat kencan romantis para kaum muda-mudi di ibu kota Swiss itu.

~~~

Jiwon memasuki kamar Oppa tercintanya yang sedang mengikuti wajib militer, ia tersenyum melihat banyak pigura foto oppanya dan member The Boys lain dalam ukuran bingkai besar yang terpampang diberbagai sudut kamar oppanya yang rapi itu. Namun yang membuatnya terkejut adalah melihat salah satu member yang wajahnya sangat beda sekali dari member lain. Member itu adalah Yoona yang dulunya memakai nama Yoonwon ketika berstatus sebagai namja sekaligus maknae The Boys.

“Aigoo.. Yoonwon-ssi ini kenapa mirip sekali dengan gadis yang bernama Yoona itu?”, bingung Jiwon sembari mengingat-ngingat foto Yoona yang dulunya pernah ditunjukkan Siwon kepadanya.

“Aishh… nanti akan kutanyakan saja pada oppa sehabis wamil..”, lanjutnya lagi.

Jiwon turun diruang tamu, dan segera menghampiri eommanya yang sedang duduk di ruang keluarga untuk menemani appanya menonton berita pagi.

“Jiwon-ah… kenapa kau belum ke kantor juga?”, Tanya Tn. Choi yang melihat Jiwon belum juga mandi untuk siap-siap ke kantor.

“Ne appa, sebentar lagi aku akan pergi..!!”, jawab Jiwon cemberut.

“Ya sudah.. bersiaplah.. eomma akan menyuruh pak Kim untuk mengantarmu ke kantor..”, ujar Ny. Choi pada anak bungsunya itu. Dan Jiwon hanya mengangguk paham.

“Yeobo, ayolah bersiap, apa kau juga tak ke kantor?”, Tanya eomma Siwon pada suami tercintanya.

“Ne.. sedikit lagi yeoboo, aku masih mau melihat siaran langsung latihan Siwon dan teman-temannya kemarin diteluk Pyonghae..”, sahut Tn, choi yang nampak bersemangat untuk mengetahui proses latihan putranya yang berlangsung kemarin siang.

“Aku juga yeobo, aku rindu sekali padanya. pokoknya selesai dia wamil, kita memintanya untuk tinggal dirumah saja..”, seru Ny. Choi mulai sedih ketika melihat Siwon di Televisi.

Tn. Choi hanya tersenyum sambil membujuk ny. Choi untuk jangan berlebihan dalam merindukan Siwon, karena ia adalah seorang namja, jadi sudah sewajibnya melakukan kewajiban itu.

~~~

Hanya sehari melangsungkan konser di Indonesia, namun memori akan sambutan fans yang hangat khususnya The Boyschingu sangat membekas manis dihati para members ketika mereka kembali ke Korea, walaupun datang tanpa sosok Siwon namun hal itu tak membuat The Boys kekurangan spirit untuk tetap melangsungkan konser dengan baik dan lancar.

“Huh.. letihnya..!!”, keluh Yesung sambil menyuruh Eunhyuk untuk memijat kedua pundaknya, tapi Eunhyuk menolak dan hal itu membuat aura jengkel Yesung mulai kumat.

“Yang lain juga lelah.. bukan hanya kau saja Hyung..”, tambah Donghae yang masih tertidur di sofa hitam panjang di ruang tengah dorm mereka.

“Aigooo.. kalian ini, jangan mengeluh, seperti boyband lain yang baru terjun ke dunia k-pop saja”, sela Leeteuk yang mulai kesal dengan sikap manja anak-anak buahnya akhir-akhir ini.

“Sepertinya ada sesuatu yang hilang yah didorm ini..”, ucap Heechul yang membuat member lain meliriknya sejenak.

“Apaa..??”, Tanya Eunhyuk penasaran.

“hehe.. tidak, hanya saja ini kali pertamanya buatku  melakukan Tour World kita tanpa kehadiran Siwon”, pungkas Heechul.

“benar juga yah..”, sambung Kyuhyun yang sedang mengeringkan rambutnya.

“Kalau aku, jujur aku sangat ingin Yoonwon ada disini dengan kita..”, kata Donghae.

“Aku juga…”, tambah Eunhyuk.

Heechul menatap EunHae sekilas dan sepertinya akan mengatakan sesuatu. “Ternyata yang kau kau ceritakan padaku itu benar, Yoonwon menang unik dan menarik, walau hanya beberapa bulan mengganti posisiku namun dia bisa melakukannya dengan baik, buktinya kalian semua masih selalu mengingatnya..”, begitulah komentar Heechul tentang Yoona karena beberapa hari lalu dia dan Donghae membicarakan banyak hal mengenai yeoja yang memiliki senyuman indah itu, tapi sayangnya dia masih diluar negeri.

“Stopp!! Jangan membahas Yoonwon lagi, aku jadi semakin tak bisa melupakannya, kalau saja masih ada dia disini, dia pasti akan membuatkan kita semua makanan yang enak..”, teriak Leeteuk hingga membuat lima namdongsaengnya itu kaget bersamaan.

“Menurutku dia sangat cantik, bahkan yeoja paling cantik dan baik hati yang pernah kutemui, namun sayang dia tidak menyukaiku, tapi temankulah yang disukainya!!”, sambung Donghae yang terkesan sedang curhat kepada hyungdeul dan maknaenya itu.

“Ya sudah, lebih baik kita istrirahat saja dulu, sebentar malam kita diundang ke acara strong heart, jadi manfaatkan waktu istirahat ini dengan baik”, komando Leader Teukkie pada anak-anak buahnya.

~~~

^^POV of Siwon

Aku tak sabar lagi untuk menghadapi 4 bulan kemudian ketika usai wamil nanti. Aku sudah sangat merindukan keluargaku, The Boys, TOP family dan para fans The Boys yang selama ini telah mendukungku untuk melaksanakan wamil ini.

Yang kuinginkan hanya satu Tuhan, kuingin pada saat aku kembali nanti Yoonaku juga telah kembali ke Negara ini. Sungguh aku sangat merindukan semua hal yang ada padanya, senyumnya, tangisnya, tawanya, kelucuannya, semuanya ingin kulihat semenjak kurang lebih dua tahun lalu waktu kami masih bersama di The Boys. Tapi kenapa akhir-akhir ini perasaanku tak enak sekali kala mengingatnya? Apakah ini pertanda bahwa dia tak mencintaiku lagi? Ataukah dia begitu membenciku karena telah mempermainkan hatinya selama ini. Namun sungguh Yoong, semua itu tak benar karena aku sangat mencintaimu, aku akan selalu menunggumu untuk kembali nanti ke Korea.

“Siwon-ah.. ayo sekarang giliranmu..”, seru salah seorang temanku ketika sekarang giliranku untuk berenang cepat ke kapal perang milik Amerika yang jaraknya 500 meter dari pesisir pantai.

Teriknya matahari pada hari ini tak membuat semangatku pudar, bahkan semangatku semakin berkobar untuk segera menuntaskan latihan hari ini. Dengan berbagai benda berat yang diisi kedalam ranselku ini aku pun segera mengayuhkan tanganku secepat mungkin dengan gaya renang bebas yang sering kulakukan di rumah maupun di dorm. aku dengan sekuat tenaga dan kecepatan tinggi menggerakkan seluruh anggota tubuhku, terutama tangan dan kedua kakiku agar dengan cepat menuntunku untuk sampai di kapal Amerika itu.

“Selamat Wonnie, kaulah yang tercepat hari ini..”, puji Sungyun hyung ketika aku baru saja sampai diatas badan kapal berbendera AS ini.

“Jinjayoo?”, tanyaku tak percaya. Namun ia hanya mengangguk tanda bahwa apa yang ia katakan itu benar.

Aku segera memeluknya, Sungyun hyung memang sangat memperhatikanku sejak kecil, bahkan sekarang ini pun sama saja seperti dulu. Walau sudah menikah pun ia tetap menyayangiku dan Jiwon. Maklum Eommaku adalah adik kandung satu-satunya Appanya, pamanku sendiri.

Yoong, kaulah yang menjadi sumber penyemangatku Yoong selama mengikuti wamil ini, maka dari itu kumohon kembalilah secepatnya ke Korea, saranghae Yoongie..”, lirihku lembut dalam hati dan berharap apa yang kuinginkan ini secepatnya terkabul.

^^End POV of Siwon

~~~

“Eonnie..”, tegur Seohyun yang duduk disamping Yoona.

“Ne.. waeyeo saeng..?”, sahut Yoona tersenyum.

“Sebenarnya aku mau menanyakan ini darimu eon, tapi aku tak sempat..”, ujar Seohyun yang membuat Yoona heran.

“Bicaralah.. eonnie akan mendengarkannya!!”, kata Yoona setuju.

“Sebenarnya kau ini kenapa eonnie? Kenapa kau bodoh sekali ingin menerima perjodohan itu, kau kan bisa membantahnya eonnie, kalau kau tak mau biar aku saja yang melakukannya, hiks,,hiks..”, ucap Seohyun dengan nada tinggi, sepertinya ia juga merasakan penderitaan hati yang dialami eonnienya.

“Eonnie tak mencintainya Hyunnie, jadi kau tenang saja, eonnie akan tetap menikah dengan Geunsuk oppa..”, titah Yoona mencoba tegar dihadapan adiknya.

“Mwo? Tidak mencintai Siwon oppa maksudmu? Lalu kenapa kau selalu menangis karenanya eonnie? Kau bohong!! kau masih mencintainya dan bahkan tak bisa melupakannya sedetikpun! Aku tahu kau melakukan semua ini hanya karena beban moralmu terhadap Eomma dan Appa kan?”, emosi Seohyun mulai bangkit melihat eonnienya yang membohohongi dirinya sendiri.

“Baiklah.. sudah cukup kan? Kalau begitu kau keluar dulu dari kamar eonnie, eonnie mau istirahat dulu, sebentar saja kita lanjutkan pembicaraan ini..”, balas Yoona mengalihkan perkataan Seohyun. Ia pun menuntun Seohyun dengan lembut agar keluar dari kamarnya.

Clekkkkk!!! Suara knop pintu kamar Yoona menandakan bahwa ia telah menutup pintu kamarnya.

“Mianhae Hyunnie.. eonnie tak jujur padamu.. eonnie tak mau menambah beban pikiranmu seperti Hyunjoong oppa dulu. Tapi kau benar, eonnie sangat mencintai Siwon oppa, hanya Siwon oppa yang selalu ada dihati eonnie dan selamanya takkan pernah tergantikan oleh siapapun!!”, Yoona terduduk sambil memegang kedua lututnya setelah kepergian Seohyun dari kamarnya.

Ya Tuhan.. kumohon bantulah aku untuk melupakan Siwon oppa. Aku sangat mencintainya, namun disisi lain aku tak mau menyakiti perasaan kedua orang tuaku. Hyunjoong oppa, aku harus bagaimana? Seandainya kau masih disini aku ingin mengeluarkan semua bebanku ini padamu oppa.. tinggal tiga hari lagi aku akan bertunangan dengan orang yang tak kucintai.. eotthoke oppa..?”, Yoona terisak sambil berbicara frustasi pada dirinya sendiri, karena tak ada yang dapat dilakukannya kecuali menerima perjodohan itu dengan lapang dada. Baginya yang terpenting adalah kebahagiaan orang tuanya, hal itulah yang selalu menantangnya untuk menemukan solusi terbaik untuk masa depan cintanya.

***T-B-C***

**Hufftthh…. akhirnya selesai juga chapter 5nya…:*seperti biasa jgn lupa ninggalin jejak kalian yah readers??* Kalo mau love story YoonWon happy ending and Yoona eonnie gak jadi nikah sama Geunsuk oppa, makanya comment donk?!? (Admin Gee.. gomawo saeng udah publish nie ff.. cepat sembuh yah dear..)^^, SalamHangatYoonWonitedKingdom!!!

 

 

Tinggalkan komentar

95 Komentar

  1. sari

     /  Agustus 25, 2013

    menguras air mata dan bikin galau

    Balas
  2. Meskipun ada adegan galaunya
    tapi ada jg adegan lucunya
    terutama member The Boys
    hehehe………

    Balas
  3. Choi Han Ki

     /  Oktober 28, 2014

    Yaampun salut buat yoona walaupun hatinya sakit tapi dia tetep mau melakukan keinginan orang tua sebagai bakti seorang anak… Tapi kalo menyiksa diri sendiri gk boleh juga apalagi sampai memendamnya di dalam hati beban yg sedang di tanggung …

    Balas
  4. Jangan bilang nanti saat Yoong kembali ke Korea bertepatan juga Siwon selesai wamil? Dan saat itu status Yoong udah menjadi tunangan Geunsuk? NOWE!! *readersoktau* -_-
    Fighting ya eon ^^

    Balas
  5. Susi

     /  Mei 9, 2015

    Yoona di jodohin dengan geunsuk,
    Kenapa sih appa nya yoona ga bisa melihat kesedihan yoona malah ingin pertunangan yoona dan geunseuk…

    Yoona juga kenapa malahan memilih menerima perjodohan itu, dan mau melupakan siwon..😭

    Balas

United, Leave a Coment Here

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: