[FF] Electric Shock (Chapter 7)

ELECTRIC SHOCK…!!!

( EPISODE . 07 )

 

Warning!! : FF ini adalah hasil tulisan dan pemikiran Author UlanChoi  ( Twitter acc : @Lovelyulan) ini hanya sebuah cerita belaka, pemeran disini adalah Kpop Idol, cerita ini mengandung usur seperti Drama Korea, jika ada kesamaan cerita, itu hanya terinspirasi selebihnya murni pemikiran sendiri. Don’t COPAS! And Don’t Silent Readers!!

 

 

Judul                : Electric Shock…!!!

Type                 : Sequel FF / Part

Episode             : Ke tujuh

Author             : Ulanchoi Hyoyoon / Twitter : @Lovelyulan

Genre               : Romance,comedy,Drama

Ratting             : PG – 17  

Main Cast        :

–          Im YoonA SNSD  ~  Kim Yoon Ah

–          Choi Siwon SUJU  ~  Choi Siwon

–          Tiffany SNSD   ~  Tiffany Hwang

–          Gong Yoo  ~  Kang Gong Yoo

–          Krystal Jung F(x)  ~  Jung Soo Jung

–          Kim Hyoyeon SNSD  ~  Kim Hyo Yeon

Other Cast          :

–          Lee Hyuk Jae SUJU  ~  Lee Eunhyuk

–          Cho Kyuhyun SUJU  ~  Cho Kyuhyun

–          Kim Jong Woon SUJU  ~  Kim Yesung

–          Go Hara  Kara  ~  Goo Hara

–          Junsu 2PM  ~  Kim Junsu

–          Lee Hongki FT.Island  ~ Lee Hongki

Sound Track    :

–          Electric Shock by F(x)

–          Someday By Super Junior

–          SunFlower By SNSD

 

 

***  ELECTRICK SHOCK  ***

 

 

Akhirnya pemaran pemain Drama dan crew produksi drama sudah tiba di Gifu Jepang. Mereka turun dari Bus khusus yang membawa mereka dari Airport ke hotel bintang lima yang akan mereka singgahi selama berada di Gifu jepang untuk pengambilan rekaman episode terakhir drama tersebut.

YoonAh turun dari Bus sambil menyandang tasnya dibahu. Masalah koper ia dan Siwon itu sudah di urusi oleh tim perlengkapan produksi dan akan diantarkan ke kamar Hotel masing-masing.

“Kamar kau dan Harra Noona tepat berada di sebelah kamar aku dan Kyuhyun, jika kau butuh bantuanku, kau tinggal panggil aku saja.”

Tiba-tiba siwon berkata seperti itu saat turun dari bus dan ikut berjalan disamping YoonAh. YoonAh terkejut dan langsung menoleh ke Siwon yang sedang bermain dengan Ipodnya. YoonAh jadi mengerutkan keningnya, apa tadi ia salah dengar ya? Masa benar Siwon berbicara seperti tadi padanya?.

“Mian, tadi kau berbicara apa padaku?” Tanya YoonAh untuk meyakinkan pendengarannya sendiri.

Siwon tak juga menolehkan wajahnya ia masih berpura-pura fokus dengan Ipodnya. “Hem.. jadi kau tidak mendengarnya?”

“Dengar.. hanya saja aku sedikit tidak yakin dengan apa yang kudengar tadi.” Koreksi YoonAh.

“Jika kau butuh sesuatu panggil aku, kamarmu bersebelahan dengan kamarku!” ulang Siwon lalu, matanya yang tertutup kaca mata hitam sedikit mencuri pandang dengan cara melirik YoonAh diam-diam.

YoonAh menghentikan langkahnya dan siwon, ia  meletakan telapak tangan kanannya di kening siwon. “Suhu tubuhmu Normal… tapi kenapa kau berbicara aneh seperti itu?” Ledek YoonAh, menanggapi niat baik Siwon padanya.

“Aiishh!!” Siwon menepis lengan YoonAh dari keningnya. “Kau! memangnya apa salahnya aku menawarkan bantuan untuk mu?”

“Yaa… selama ini kan kau mulai bergantung kepadaku, jadi aneh saja jika tiba-tiba kau ingin menolongku. Hehhe, ini Lucu.. dan aku yakin, kau akan tetap menyusahkan ku Choi Siwon!” jelas YoonAh.

Kini Siwon benar-benar memandang YoonAh dengan tatapan tajam dibalik kaca mata hitamnya. “Yayaya.. Seterah kau saja!”

YoonAh tertawa kecil melihat tinggah Siwon yang menurutnya kekanak-kanakan itu.

“Kenapa tertawa?” sanggah Siwon tidak suka melihatnya.

“Hanya saja aku menangkap bahwa sikap kau mulai berubah terhadapku, apa karena tempo hari aku cerita tentang kehidupanku maka kau jadi seperti ini? Aku tidak butuh dikasihani. Jika ada orang yang mengkasihaniku, maka aku akan terlihat semakin lemah..jadi jangan bersikap seperti itu padaku.” Ucap YoonA sambil menatap Serius kepada Siwon.

Siwon terdiam. Dia jadi sedikit bingung, apakah sikap perhatian yang ia tunjukan ke YoonAh ini salah? Sehingga yoonah menjadi salah mengartikannya? Bukan ia bukan kasihan dengan gadis dihadapannya ini. Tapi sikapnya berubah kerena ia telah menyadari satu hal diperasaannya. Yaitu ternyata Siwon telah jatuh cinta terhadap gadis didepanya ini.

“Mianhae.. aku sungguh aku tidak bermaksud…”

“Sudahlah..” potong YoonAh. “AKu tidak ingin mempermasalahkannya lagi.” YoonAh pun melempar senyum kecil ke Siwon.

Siwon lagi-lagi terdiam. Senyum itu selain membuat hatinya bergejolak dan aliran darahnya mengalir lebih cepat, tapi senyum itu juga menunjukan sisi rapuh YoonAh yang selalu berusaha kuat dan tegar. Ingin rasanya siwon merengkuhnya kedalam pelukannya dan selalu melindunginya dari siapapun dan apapun yang menggangu gadis itu. Tapi sayangnya saat ini ia sendiri belum mampu melaksanakan keinginannya sendiri. Apa ego dalam dirinya masih terlalu besar untuk ini semua? Sehingga haruskah ia menundanya lagi?.

“Ayoo kita kekamar hotel, aku ingin istarahat sebentar. Kau juga perlu istirahat karena nanti malam juga sudah mulai shootingkan?” ajak YoonA. Dan ia sudah berjalan terlebih dahulu meninggalkan siwon.

Siwon dengan langkah cepat segera menyusul YoonAh yang sudah berjalan didepannya.

 

~***~

 

“Cuacanya sangat dingin ya?” ucap Lee Hongki yang muncul tiba-tiba dan ikut duduk disamping YoonAh yang sedang melamun di kursi pinggir kolam renang hotel. Mata YoonAh seperti Sedang memandangi Siwon dan Tiffany yang sedang beradu Akting Tapi tatapannya kosong. Sehingga begitu Hongki menyapanya ia sedikit terkejut.

“Oh.. oppa?” YoonAh pun tersenyum setelah mengetahui ternyata Hongki sudah ada disebelahnya.

“Ini untukmu!” Hongki mengulurkan segelas kopi hangat untuk YoonAh.

YoonAh mengambilnya dan menggengamnya dengan kedua telapak tanganya yang sudah hampir membeku. “Gomawo..!” ucap YoonAh singkat.

Hongki pun juga tersenyum kecil tapi pandangannya kearah air dikolam renang. “Aku perhatikan, kau akhir-akhir ini jadi sering melamun , apa kau ada masalah?”

YoonAh yang sedang meminum kopi hangatnya jadi segera menghentikannya dan menanggapi pertanyaan Hongki. “benarkah? Apa aku terlihat seperti itu? Padahal aku tidak ada masalah apapun. Percayalah.”

Hongki merubah pandangannya kini ia menatap gadis yang duduk di sampingnya. Wajah itu walau terlihat sangat cantik dan bersinar, tapi Hongki tetap merasa gadis itu menyembunyikan banyak hal yang ia tidak ketahui.

“Baguslah jika seperti itu. Aku hanya sedikit mencemaskanmu. He-em.. YoonAh jika kau ada masalah kau bisa ceritakan padaku kapan saja kau ingin.” Ungkap Hongki berusaha meyakinkan YoonAh bahwa ia juga peduli dengannya.

YoonAh menepuk bahu Hongki. “Terima kasih oppa, tapi aku benar-benar tidak ada yang ingin aku ceritakan.hehhe.” canda YoonAh.

“Oh..begitu, baiklah!!” Hongki memanggut-manggutkan kepalanya. “He-em.. kau ingin jalan-jalan malam di Gifu bersamaku?”

“Apa tidak apa-apa?” Tanya YoonAh sedikit ragu.

“Iya.. hanya sebentar tidak akan masalah, lagi pula mereka masih  sibuk shooting dan akan selesai tengah malam nanti. Sekarang baru pukul Sembilan malam.”

“Oh.. baiklah kalau begitu..!!” seru YoonAh.

Hongki berdiri dan YoonAh juga bangun dari duduknya, lalu mereka berjalan bersamaan meninggalkan tempat itu menuju pintu keluar hotel.

Tepat saat mereka keluar hotel mereka bertemu dengan Kyuhyun dan Harra serta para crew film yang ternyata baru saja mengambil rekaman khusus scene Kyuhyun di Drama tersebut. Kyuhyun serta merta langsung menghampiri YoonA dan Hongki yang berjalan bersamaan.

“Kalian mau kemana?” Tanya Kyuhyun tanpa basa-basi.

“Oppa..Kyuhyun ssi??” seru YoonAh dan Hongki bersamaan.

“Aku ingin kerluar sebentar bersama YoonAh.” Jelas Hongki.

“Iyaa.. Kau sudah selesai Shooting?” lanjut YoonAh.

“Jalan malam-malam hanya berdua? He-em.. apa aku boleh ikut Hyong?” Tanya Kyuhyun pada Hongki.

“he-em.. bagaimana ya? Apa kau tidak lelah?” dalam Hati Hongki ia berharap Kyuhyun tak akan mengikutinya yang hanya ingin berdua dengan YoonAh malam ini.

“Tidak.. justru aku sedang bosan dan ingin cari angin segar. Pasti seru kalau jalan bersama kalian malam ini?” sepertinya Kyuhyun mencoba merayu Hongki.

“Ya.. Sudah kau ikut saja. tapi, ajak Hara eonni ya? Masa aku wanita sendiri?”

Hongki mengkerutkan keningnya dan memanyunkan bibirnya. Rencananya ingin berduaan dengan YoonAh. Benar-benar jadi gagal total sebelum dimulai.

“Baiklah..” Jawab Hongki tak bersemangat.

YoonAh langsung tersenyum senang. “Harra eonni!!! Kajja!!!ayoo kita jalan-jalan bersama !” teriak YoonAh sambil menghampiri hara dan menggandeng lengannya.

“Benarkah? Kalian juga akan mengajakku? He-em memangnya kita akan kemana?” Tanya Hara.

“Belum tau mungkin akan mencari makanan hangat dipinggir jalan.” Sahut Hongki.

“Hah..sepertinya menarik. Ayoo aku ikut!!” Seru Hara gembira.

Dan alhasil Hongki berjalan bersama Kyuhyun yang sudah memulai bercerita tentang Game baru yang sedang ia mainkan. Dan hongki hanya menanggapinya dengan malas. Sedangkan pandanganya kadang teralihkan dengan YoonAh yang berjalan bersama Hara dan mereka juga sepertinya sedang asik bercerita entah cerita apa yang sedang mereka bahas.

 

~***~

 

YoonAh sedang sibuk mengemas pakaian dan perlengakapan siwon yang akan dibawa siang ini menuju lokasi Shooting berikutnya yang masih berada disekitar Gifu. Siwon masuk keruangan itu dan menghampiri YoonAh. Ia duduk di kursi sebelah YoonAh dan membiarkan YoonAh tetap melakukan perkerjaannya itu. Setelah YoonAh selesai ia langsung memulai pembicaraannya.

“Semalam kau kemana?”

YoonAh menoleh menatap Siwon.” Aku bersama, Kyuhyun, hongki oppa dan Hara eonni. Pergi mencari cemilan malam.” Jawab YoonAh.

“Hanya itu?” Tanya siwon, sudah seperti seorang kekasih yang mencurigai kekasihnya saja.

“he-em.. iya tapi semalam aku banyak nyemil..hehe.. Hongki oppa membelikan ku sepuluh takoyaki dan lima dorayaki juga teh hijau hangat.”

“Kau senang?”

“Iya.. Tentu! Kyuhyun oppa menghiburku dengan bernyanyi di tempat karaoke kecil. Hehhe,,hara eonni juga begitu!”

Siwon terdiam. Entah ia merasa tidak senang dengan cerita YoonAh atau ia cemburu? Yang jelas semalam saat ia selesai Shooting tapi YoonAh tidak ada disana, ia sangat mencemaskannya terlebih YoonAh pergi melupakan Handphonenya sehingga siwon tidak dapat menghubunginya dan menyuruhnya segera kembali saat itu juga.

“Lain kali jika kau pergi kemanapun bawalah ponselmu!”

“Ponsel? Ah..iya semalam aku meninggalkannya dikamar. Karena kami perginya mendadak jadi tidak sempat kekamar ambil ponsel.”

Siwon terdiam. Ia bingung harus bicara apalagi dengan YoonAh. Semenjak ia menyadari perasaannya sendiri yang ternyata memang menyukai YoonAh, ia jadi sedikit canggung jika sedang berhadapan YoonAh. Tidak seperti dulu lagi. Sekarang ia sedikit berhati-hati didepan YoonAh jika tidak jantungnya akan lompat dari dadanya.

Kyuhyun masuk kedalam ruang itu dan langsung berdiri dihadapan Siwon dan YoonAh. Dia mengeluarkan Instax miliknya dari saku mantel. Dan mengarahkan ke arah YoonAh yang sedang menatapnya.

~clik~

Tak lama selembar Polaroid keluar. Kyuhyun tersenyum sambil mengibas-ngibaskan Polaroid tersebut agar cepat kering.

“Lihat ini!!” sambil menunjukan hasil polaroidnya. “YoonA si gadis Korea yang paling cantik di Jepang!!”

Siwon yang masih duduk hanya diam melihat tingkah Kyuhyun. Ia merasa sedikit kesal dengan Kyuhyun yang diam-diam selalu mengambil start lebih awal. Dan ia jadi sedikit kesal pada dirinya sendiri yang tak mampu memuji YoonA secara langsung seperti yang dilakukan Kyuhyun.

“Ah…GaemGyu!! Berikan padaku! Aku belum siap di Foto.!”

“Tapi ini cantik..heheh aku akan simpan di dompet Ipadku!!”

YoonAh memanyunkan mulutnya.

“Ayoo kita keluar saja. kita berangkat!”

Nampaknya siwon cukup gerah melihat tingkah Kyuhyun.

“Heii.. Siwon-ah!! Lihat aku!!”

Siwon terpaksa menengok ke Kyuhyun dengan wajah malas dan masam.

~clik~

“Hahahha!! Aku berhasil mengambil photomu!! The Monster of The SKY!!” ledek Kyuhyun sambil menunjukan hasil polaroinya pada siwon.

YoonAh mengambilnya dan melihat wajah Siwon yang Nampak lucu karena sedang tidak mod. YoonAh tersenyum melihatnya. Tapi lama-kelamaan ia malah tertawa terbahak-bahak. Hasil photo siwon benar-benar  terlihat buruk.

“Hahahhaha..ini lucu sekali!! Wajah yang sangat natural.. bahkan dari kucing yang baru bangun tidur. Expresimu jauh lebih baik!! Ahhahah!!” YoonAh tidak dapat mengontrolnya.

Siwon terbelalak kaget melihat wajahnya di Polaroid itu.

“Heii.. kau!! Berikan itu padaku!!” siwon marah dan ingin mengambil photo itu dari YoonAh.

Sial saat ia ingin merebut photo tersebut justru YoonAh dengan lihai menyerahkannya pada Kyuhyun.

“Kau harus menyimpannya! Siapa tahu Musium rekor memerlukan ini!!”

“Hhahah.. jika ini aku tweet pasti fans kami akan terkejut!!”

YoonAh dan Kyuhyun nampaknya klop dalam urusan ini. Dan sukses membuat siwon sangat jengkel.

“Aku akan membunuhmu jika kau sampai melakukan itu!!” runtuk Siwon.

“Ayoo YoonAh kita lari.. dia akan mengamuk!!” Kyuhyun menarik tangan YoonAh dan mengajak YoonAh berlari meninggalkan Siwon.

YoonAh dan Kyuhyun tertawa puas karena sudah menjahili Siwon. Siwon tak tinggal diam ikut berlari mengejar dua manusia yang telah membuatnya jengkel.

“Heii.. berhenti kalian!!” teriak Siwon masih terus mengejar KyuHyun dan YoonAh yang Nampak senang diatas penderitaan Siwon.

 

~**~

 

Tiifany berdiri kaku disamping Siwon, tatapan matanya sangat sedih menatap kedepan dimana ia menyaksikan Kyuhyun yang sedang memainkan Biola diatas kursi roda. Siwon menepuk bahu Tiffany, Tiffany segera sadar dari lamunannya. Ia menatap Siwon dengan pandangan Sedih. Siwon malah membalasnya dengan senyuman ramah.

“Joo Hyun, hampiri dia. Selesaikanlah semua urusan kalian yang belum selesai. Aku tidak bisa membiarkanmu terus terbebani dengan kisah masa lalumu yang belum selesai. Dan keputusan ada ditanganmu.” Ucap Siwon terlihat sangat bijaksana.

Mata Tiffany berkaca-kaca mendengar penuturan Siwon yang berperan sebagai kekasihnya dalam adegan drama yang sedang ia perankan. “ Min woo oppa.. Aku tidak bisa melakukannya.” Ucap Tiffany terdengar rapuh.

“Aku Tahu kau mencintaiku. Tapi aku tidak bisa, jika orang yang aku cintai didalam hatinya masih menyimpan penyesalan dimasa lalunya. Lakukanlah!” jelas Siwon dan sedikit mendesak.

Tiffany meraih tangan Siwon dan menggengamnya. “Aku akan coba. Aku pasti bisa menyelesaikannya. Oppa, tolong percaya padaku!”

Siwon memanggutkan kepalanya lalu mencium kening Tiffany. Tiffany tersenyum sedih dan melepas tangan Siwon. Dan ia pun mulai berjalan pelan menghampiri Kyuhyun yang masih asik memainkan biolanya dengan nada yang sendu dan suara music yang sedang ia mainkanpun terdengar menyayat dihati.

Siwon terdiam memandang punggung tiffany yang semakin mejauh darinya. Ia tersenyum sedih lalu berbalik dan berjalan meninggalkan ruangan itu. Ia memberikan waktu untuk Tiffany menyelesaikan masa lalunya dengan pemain biola itu. Walau hatinya sakit tapi ia yakin Tiffany akan berakhir dengan dirinya bukan orang dimasa lalunya.

Tiffany menoleh kebelakang dan matanya sudah tidak menemukan Siwon disana. Ia mengepal tangannya yang Nampak keringat dingin. Ia membesarkan keberaniannya menghampiri Kyuhyun dan berdiri dihadapan Kyuhyun.

“Jae Soo oppa!!” panggil Tiifany.

Kyuhyun menoleh dan seketika memberhentikan permainan biolanya ketika mendengar suara itu. Kyuhyun manatap gadis didepannya. Tatapan yang sangat datar dan susah untuk diartikan. Tapi terlihat Kyuhyun menyunggingkan senyum kecil dari sudut bibirnya.

“Jae Soo oppa… aku datang..” ucap Tiffany lagi.

Kyuhyun meletakan biolanya dilantai begitu saja. dia juga memutar kursi rodanya memunggungi Tiffany. Rupanya ia tidak sanggup memandang langsung gadis itu. Gadis yang dulu pernah menjalin cinta dengannya selama tujuh tahun lalu saat kecelakaan yang tak diinginkan karena keegoisan kedua orang tua mereka berdua maka mereka terpaksa berpisah dan menjalani hidup masing-masing tanpa ada kabar satu sama lain. karena ternyata Kyuhyun pindah ke Jepang dan Tiffany tetap di seol. Hingga akhirnya tiffany bertemu pemuda tampan bernama Min Wo yang diperankan oleh Siwon. Dan mereka sama-sama jatuh cinta tapi ternyata selama lima tahun berpisah tiffany masih sering memikirkan keadaan Kyuhyun sehingga siwon memberikan kesempatan untuk Tiffany meyakinkan hatinya sebelum mereka menikah.

“Bagaimana kabarmu?” Tanya Kyuhyun masih tidak mau menatap Tiffany.

“Aku baik. Bagaimana dengan oppa?”

“Kau bisa melihatnya sendiri.” Jawab Kyuhyun dengan suara serak.

Air mata tiffany yang sejak tadi ia tahan akhirnya jatuh juga. Ia menangis. Lalu berlari mengampiri Kyuhyun dan berlutut dihadapan kyuhyun yang ternyata tengah menangis juga.

“Mianhae!! Mianhae oppa..Jeongmal Mianhae!!” isak Tiffany seperti memohon ampun pada Kyuhyun.

Kyuhyun masih kekeh untuk tidak menatap Tiffany. “Untuk apa kau datang menemuiku?”

“Aku hanya ingin melihat keadaanmu. Selama ini aku selalu dilarang appa untuk menemuimu. Sudah berbagai cara aku lakukan tapi sia-sia. Aku merindukanmu oppa!”

“ku kira kau sudah mati! Dan tak akan kembali!” cetus Kyuhyun.

“Oppa.. sepertinya kita memang tidak ditakdirkan untuk bersama. Aku ingat kata-katamu ‘jika kita benar-benar terpisah kau harus mencari pengganti yang terbaik’ aku sudah menemukannya oppa.”

Kini Kyuhyun seperti tersambar petir ia segera menolehkan wajahnya. Dan meraih wajah Tiffany dan ditatapnya dalam-dalam. Mereka sama-sama menangis. Kyuhyun mendekatakan bibirnya kearah tiffany sesuai dengan naskah scenario yang tadi ia sudah hapalkan. Ia semakain mendekatkan bibirnya ke bibir Tiffany, jakunnya naik turun. Tapi tiba-tiba…

~Brukkk..!!~~

“Auuhh..”

Kyuhyun melepas wajah tiffany dan mendorong tubuh Tiffany hingga jatuh terduduk.

“Aku tidak bisa melakukannya!!” teriak Kyuhyun kepada Sutradara yang Nampak  terkejut karena adegan-per adegan tadi sudah sangat bagus tapi tiba-tiba Kyuhyun mengacaukannya begitu saja.

“Cutt..!!!” teriak sang Sutradara.

Kameramen pu memberhentikan rekamanannya.

“Aiiggoo!!!” keluh Sutradara itu dengan frustasi.”Kau tidak bisa melakukan adegan kiss dengan Tiffany?” Tanya Sutradara itu pada Kyuhyun.

“Aku tidak bisa!! Maaf aku tidak bisa! Bisakan adegannya diganti dengan pelukan saja?” pinta kyuhyun.

Tiffany memandang sinis dan jijik dengan tingkah Kyuhyun yang seolah-olah alergi dengan dirinya. Dan terjadilah perdebatan kecil disana. Diatara sutradara dan para pemainnya.

 

“Kyuhyun tidak akan mau mencium bibir Tiffany!”

Ucapan Hara mengejutkan YoonA yang sedang duduk sendiri sambil sejak tadi memperhatikan jalannya shooting.

“Oh, memangnya kenapa? Inika hanya sebuah acting?” Tanya YoonA yang Nampak heran.

“Kyuhyun itu tidak menyukai Tiffany sejak awal. Baginya Tiffany hanya wanita manja dan rewel. Dan kegenitan terhadap Siwon. Dan mungkin dia ingin menepatinya ucapannya sendiri..”

“Ucapan apa maksudnya?” YoonA Nampak penasaran.

“Ia dia pernah bilang pada Siwon. Tak seharusnya Siwon melakukan adegan ciuman bersama Tiffany. Dan ia juga bilang kalau ia tidak akan pernah mencium gadis manapun terutama Tiffany.. ia hanya ingin berciuman dengan orang yang ia cintai.”

YoonAh memanggut-manggutkan kepalanya mengerti maksud ucapan Hara.”Aku sangat tidak menyangka, Kyuhyun ternyata punya pendirian seperti itu.”

“Hehehe.. iya! Walau keliahatannya ia Nampak sangat mengganggu dari luar tapi ia adalah orang dengan pribadi yang sangat hangat YoonA.”

YoonAh menaikkan sebelah alisnya. Ia menangkap maksud lain dari ucapan Hara tentang Kyuhyun. Hara seperti sedang mempromosikan Kyuhyun pada dirinya.

“Kau tahu tidak? Menurutku kalian Nampak cocok bersama.”

YoonAh membelalakan matanya. Dugaannya tepat, Hara eonni seperti ingin mendekatkan ia dengan Kyuhyun. Aneh sekali gelagatnya sejak tadi.

YoonAh hanya membalasnya dengan senyuman kecil. “Kyuhyun orang yang asik untuk menjadi teman bicara.” Jelas YoonA.

“Dan kau merasa nyaman bukan dengan Kyuhyun?”

“Eonni kau sedang membahas apa sih?” elak YoonAh terasa malas mendengarkan dan membahas dirinya dan Kyuhyun yang seolah-olah ingin dijodohkan dengan Kyuhyun.

Akhirnya YoonA bangun dari duduknya .”Aku ingin meminum teh, kau mau?” tawar YoonAh.

“Boleh.. ambilkan satu gelas untukku juga, ya? Kamsahamnida.”

“Ne”

YoonA pun berjalan meninggalkan Hara yang masih duduk tenang dibangku itu. YoonAh berjalan dengan perasaan aneh kenapa tiba-tiba Hara bisa seperti ingin menjodohkannya dengan Kyuhyun aneh sekali. Ketika YoonA sedang berjalan menuju ruang perlengkapan artis. Rasanya YoonA merasa ada yang memperhatinya sejak tadi. Dan YoonAh sedikit mencurigai ada yang sedang mengukutinya. Tapi ketika ia menoleh tidak ada siapapun. Dan itu tidak terlihat, tapi begitu ia memutar tubuh kearah lain, ia dapat melihat Siwon yang berjalan memunggunginya dengan santai. Tapi YoonAh seperti tidak tertarik untuk mencari tahu. Maka dari itu ia terus melanjutkan jalannya dan meninggalkan lokasi shooting untuk mengambil The hangat.

 

~***~

 

Kerena bus milik produksi film yang mereka tumpangi mengalami masalah maka, jalan satu-satunya pihak akomodasi film menyewakan mobil pribadi untuk para crew dan artis untuk bisa kembali ke Hotel. Kebetulan YoonA dan siwon mendapat jatah mobil BMW dan siwon meminta mobil itu tidak ditumpangi yang lainnya dia hanya ingin bersama assistennya saja. jadi mau tidak mau pihak akomodasi film menuruti kemauan bintang utama dramanya itu.

YoonA memasang sabuk pengamannya, menyalakan mesin mobil tersebut. Siwon yang duduk disebelahnya hanya menyandarkan kepala pada sandaran jok. Dan bertingkah seolah-olah ia usai melakukan kerja berat Seharian.

YoonA pun melajukan mobil tersebut mengikuti mobil-mobil crew film yang sudah jalan didepannya. Siwon diam-diam sibuk memperhatikan YoonA yang sangat terlihat serius sekali mengendalikan mobil ditengah jalan Gifu yang sedikit lenggang oleh kendaraan dimalam hari.

“Ahh..Aku lelah sekali! Shooting hari ini berat sekali. Udara sangat dingin. Dan aku harus berakting menangis. Air mataku jadi beku. Punggungku sakit.” Keluh Siwon seperti orang bodoh bicara pada dirinya sendiri, mencoba menarik perhatian YoonAh.

“Manja sekali kau ini!” hanya itu yang keluar dari mulut YoonAh.

Mata Siwon terbelalak, mulutnya terbuka lebar. Apa-apaan gadis itu, hanya itu saja yang diucapkannya? Dia tidak memberikan perhatian lebih untuk Siwon yang sudah mengeluh seperti itu.

“Aku bukan manja, ini sungguhan.. seharusnya seorang asisten bisa memijitkan artisnya jika ia sedang pegal-pegal seperti ini!”

“Mwo?” YoonAh berseru kaget dan menolehkan wajahnya menatap Siwon sekilas. Siwon langsung menebarkan senyum polohnya. Dan itu justru membuat YoonAh bergidik  geli jadinya.

“Kau kan sekamar dengan Kyuhyun.. dia sering berbain games pasti dia ahli dalam hal memijit!”

“Aiisshh!! Kau kira punngunggu adalah Keyboard?” cetus Siwon dan ia pun mencibir YoonA.

YoonAh hanya tertawa kecil.

Siwon terdiam. Lagi-lagi ketika ia melihat senyum, tawa dan kerlingan mata YoonAh entah kenapa hatinya berdebar-debar. Dan aliran darahnya mulai mengalir deras. Seperti saat ini. Dadanya mulai terasa sesak. Siwon tak mampu mengendalikan perasaannya. Dia masih terpaku dengan senyum YoonAh dihadapannya. Dan ia tidak dapat melakukan apapun saat ini. Bodoh sekali.

~Ciiittt…!!!~

Tiba-tiba YoonAh mengerem mendadak sampai mobilnya berhenti dengan paksa. Siwon yang sejak tadi melamun hampir saja kepalanya terbentur daskboard mobil untung saja ia mengenakan sabuk pengaman. Siwon mengalami Sport jantung dua kali jadinya.

“YoonAh!!! Apa yang kau lakukan? Kau ingin membunuhku!!!” omel Siwon tampa melihat kearah YoonAh dulu. “Kauu…” ucapan siwon terpotong ketika ia melihat YoonAh yang Nampak Shock. Dadanya naik turun dan napasnya tidak beraturan seperti orang yang baru saja lari maraton. Matanya serius menatap kedepan. Siwon pun mengikuti tatapan mata YoonAh. Yang dapat siwon tangkap hanya sebuah mobil dipinggir minimarket 24jam berwarna Hitam.

“Kau kenapa?” Tanya Siwon perlahan, sambil menyentuh bahu YoonAh.

YoonAh tak segerah menjawab. Begitu mobil hitam itu berjalan, YoonAh pun mulai melajukan mobilnya juga dan mengikuti mobil itu, tapi tiba-tiba mobil didepannya melaju dengan sangat kencang. Dan YoonAh yang siwon tidak mengerti kenapa harus mengikuti mobil itu, juga ikut menaikan kecepatan melaju mobilnya. Terus melaju dengan kecepatan tinggi agar ia tidak ketinggalan dengan mobil didepannya.

“Ya!! YoonAh!! Kau gila? Kau ingin membunuh aku! Aku tahu aku jahat padamu, tapi masa kau setega itu ingin membunuhku! Kita akan mati bersama jika seperti ini!” Siwon terus saja berteriak histeris dan memarahi YoonAh yang masih tidak mau mendengarkan ucapan Siwon. Ia masih focus dengan mobil didepan yang sedang ia buntuti.

“ku rasa kau salah jalan! Itu bukan mobil Crew film. Kembalilah!” ucap siwon Nampak sedikit takut, kenapa sikap YoonAh jadi menyeramkan seperti ini.

“Kau bisa tenang dan diam!!” seru YoonAh akhirnya. “Adikku ada didalam mobil itu! Aku melihatnya masuk kedalam mobil itu bersama dua orang lelaki!!” sekarang YoonAh malah menjerit histeris dalam menjelaskan pada Siwon. Dan ia tetep sambil melajukan mobilnya.

Tapi tiba-tiba mobil tidak dapat melaju dengan cepat dan berjalan perlahan. YoonAh Nampak panik ketika ia sudah menginjak gas sedalam mungkin tapi mobil tak juga melaju kencang dan kini mobil itu justru berhenti dan meskipun mati. YoonAh masih memandang kedepan dengan panik mobil hitam itu sudah jauh berada didepannya dan hilang saat ada tikungan. Dan tubuh YoonAh langsung terasa lemas. Ia telah kehilangan jejak adiknya.

“Aissh!! Kenapa dengan mobil ini!! Kenapa ia mati disaat penting seperti ini!!” omel YoonA sambil memukuli stir mobil tersebut.

Siwon melirik bagian depan mobil tersebut. Dan melihat disamping speedometer. Ternyata mobil ini telah kehabisan bensin. “Kita kehabisan bensin! Bagus sekali! Kita tersesat tidak tahu dimana ini dan kita kehabisan bensin!” ucap Siwon sambil menggeleng-gelengkan kepalanya frustasi. “Lagi pula untuk apa tadi kau mengikuti mobil itu! Kau hanya rindu dengan adikmu jadi kau berhalusinasi!”

YoonAh menatap miris ke bagan penampung bensin yang ternyata sudah melampaui batas merah, menandakan bensin benar-benar tak tersisa. YoonAh langsung terdiam. Wajahnya menjadi sedih seketika. pertama ia telah kehilangan jejak orang yang diayakininya adalah adiknya itu, kedua ia kehabisan bensin, kini ia resmi  tersesat dan ia juga dimarahi Siwon.

Siwon menghentikan aksi mengomelnya. Ketika ia melihat wajah sedih yang ditampakan YoonAh. YoonAh mebuka sabuk pengamannya. “Mianhae ini salahku! Aku akan mencari pertolongan.” Ucap YoonAh dengan lesuh dan segera membuka pintu mobil dan keluar dari dalam mobil.

Siwon terpaku. Hatinya terasa sakit melihat wajah YoonAh yang seperti itu. Ia melihat kedapan dan belakang. Jalan ini benar-benar sangat sepi. YoonAh tidak akan dapat menemukan bantuan jika seperti ini. Dan lagi mendadak salju mulai turun. Dan membuat suasana gelap dan sepi ditambah dingin sekarang. Siwon tak bisa diam melihat YoonAh yang sudah mulai berjalan jauh didepannya mencari orang disekitar. Akhirnya iapun ikut turun dari dalam mobil dan menghampiri YoonAh.

“Percuma! Kau tak akan mendapatkan bantuan dari siapapun! Ini sudah larut malam dan cuaca sangat dingin, tidak akan ada orang yang berkeliaran dijalan.” Ketika bicara seperti itu bahkan mulut siwon sampai keluar asap.

“aku akan mencarinya sendiri! Kau tunggu saja dimobil!” ucap YoonAh dengan keras kepalanya dan masih berjalan ditengah salju yang kian semakin turun dengan deras.

Siwon menghela napas beratnya dan segera berjalan dengan cepat menghampiri YoonAh dan menarik lengan gadis itu dengan sangat erat.

“Kau jangan melakukan hal bodoh lagi! Kita sudah tersesat dan tak dapat pulang! Kita hanya perlu menunggu di mobil sampai besok pagi!” teriak siwon sepertinya ia bukan marah hanya saja ia tidak dapat meluapkan rasa cemasnya kepada YoonAh dengan baik.

“Aku tidak bisa diam! Ini salahku! Buktinya kau memarahi dan berteriak seperti itu padaku!” balas YoonAh tak kalah menaikkan suaranya ditengah kesunyian diantara mereka.

“Sudahlah! Tak usah dibahas! Ini tidak akan terjadi jika kau tidak mengikuti mobil hitam itu!”

“Di mobil hitam itu ada Soojung! Aku lihat sendiri ia masuk kedalam mobil itu!! Aku yakin itu soojung!!” teriak YoonAh terasa benar-benar lelah dan frustasi. Ia mengalihkan tatapannya dari Siwon dan ia mulai menitikan air matanya. Entah kenapa ia merasa sangat sedih saat ia melihat adiknya, tapi ia tak dapat menemuinya dan kini ia dimarahi Siwon yang mengira kalau YoonAh sudah salah  bertindak karena telah mengikuti mobil itu.

Siwon terdiam tak mampu berkata-kata lagi ketika ia mendengar suara isakan tangis YoonAh. Lagi-lagi hatinya terasa sakit, kini ia harus melihat gadis yang ia sukai menangis dihadapannya dan kerena dia.

“Kau tidak mengerti, betapa penting Soo Jung untuk ku! Dia satu-satunya keluarga yang aku punya. Sudah sebulan ini aku terus mencarinya bersama Hyoyeon dan kekasihnya. Tapi tak ada hasil! Tadi aku yakin kalau orang itu soo Jung! Kau malah menganggapnya aku berhalusinasi! Aku.. aku merindukannya!! Aku mengkhawatirkannya!! Aku menyayanginya!!”  YoonAh terus saja meluapkan rasa emosi yang selama ini ia pendam  dihadapan siwon sambil terus menangis. Kerena selama ini ia selalu memendam amarah dan rasa sedihnya. Dan kini ia sudah tak dapat menampungnya lagi.

Siwon kini tahu betapa menderitanya gadis ini, selama ini, sejak hari  dimana mereka bertemu kembali di apertementnya, YoonAh hanya menampakkan  dirinya sebagai gadis pemarah, tegar dan tegas. Tapi nyatanya ia sangatlah rapuh, hanya saja ia terlalu pandai menahan dan menyembunyikannya dari siapun kelemahannya.

Siwon masih terpaku melihat punggung YoonAh yang naik turun dan isakannya yang sangat menyakitkan masih terdengar ditelingannya.

“Apa yang harus aku lakukan sekarang? Aku benar-benar sedih! Aku YoonBabo yang malangkan? Kau pasti senang melihat keadaanku seperti ini? Maafkan aku, kerena aku kau jadi susah! Aku memang hanya dapat menyusahkan orang lain saja!”

Siwon sudah tidak dapat mampu lagi melihat kerapuhan gadis ini dan melihat gadis ini terus mengeluh serta menangis tiada henti, Siwon juga tak mampu memanahan gejolak yang meluap-luap didalam dadanya, maka siwon meraih tubuh YoonAh masuk kedalam pelukannya. Siwon mendekap tubuh YoonAh dengan erat, seolah olah dengan cara itu ia mampu meberikan kekuatan untuk gadis yang ia sukai ini.

“Maafkan aku YoonAh maafkan aku!!” Siwon  berucap ditelinga YoonAh seperti bisikan.

Tubuh YoonAh bergetar didalam pelukan Siwon.dan ia masih terus menangis. Sedangkan salju makin turun dengan lebat dan suasana dingin mulai terasa pada kulit tubuh mereka yang padahal sudah memakai mantel.

“Aku tidak senang diatas penderitaanmu! Aku akan menjadi orang yang sangat bodoh jika aku seperti itu! Aku peduli denganmu! Aku sangat peduli! Aku pasti akan membantumu! Kau tenanglah, jangan menagis dan merasa takut seperti ini!” ucap Siwon berusaha menenangkan YoonAh yang masih saja menangis didalam pelukannya.

Siwon semakin mengeratkan pelukannya terhadap YoonAh. Ia berusaha untuk menghangatkan tubuh YoonAh didalam pelukannya dan berupaya memberikan kenyamanan untuk YoonAh. Siwon juga membelai rambut gadis itu dengan penuh rasa sayang. Dan bahkan ia juga mencium puncak kepala YoonAh. Dan YoonAh tidak menolaknya dan masih menangis didalam pelukan siwon, walau kini tangisannya sudah tak sehisteris seperti tadi.

 

~***~

 

“Gawat pak.. gawat!! Siwon dan asistennya ternyata tidak mengikuti kami dan mereka belum kembali ke hotel sudah satu jam!” teriak seorang tim film seperti kebakaran jeggot mengadu kepada tim penanggung jawab produksi film.

“Apa?? Kau bilang apa??” nampaknya lelaki berbadan besar itu sangat terkejut mendengar ucapan salah satu anak buahnya.

Keributan itu terjadi di lorong kamar hotel sehingga dapat didengar olah artis dan crew lainnya yang memang terdapat di satu lorong khusus itu. Dan mereka semua kompak keluar dari kamar masing-masing untuk megetahui apa yang sebenarnya telah terjadi. Apalagi mereka telah mendengar nama siwon disebut-sebut.

“Coba kau telepon handphone Siwon dan asistennya lagi!!”  teriak  lelaki berbadan besar itu lagi.

“Sudah pak! Tapi ponsel keduanya berada diluar area! Mungkin mereka kehilangan sinyal atau ponsel mereka lowbet, aku tidak tahu!!” jelas orang tim yang lain dengan perasaan panik juga.

“Jadi siwon belum kembali?” seru Tiffany tiba-tiba. “Kenapa kalian lalai sekali! Kenapa kalian baru menyadarinya sekarang! Kalian tahu asisten barunya itu sangat bodoh! Mereka bisa saja tersesat!!” omel tiffany dapa tim produksi yanga ada dihadapannya.

Lalu di sisi lain terliahat Nampak kecemasan diwajah Hongki, Hara, dan kyuhyun. Tapi kecemasan mereka berbeda. Mereka bertiga justru mencemaskan YoonAh buka mencemaskan Siwon seperti Tiffany dan para tim Film.

“Kalian harus coba mencarinya! Aku tidak mau siwon oppa kenapa-kenapa!!” jerit Tiffany merasa kesal. Mengetahui siwon tidak kembali kehotel bersama YoonAh.

Hongki dengan perasaan tidak sabar melihat Tiffanya yang hanya bisa marah-marah dan menyalahkan YoonAh atas kejadian itu langsung menerobos kerumuhan yang terjadi. “Aku akan mencari mereka!” ucap Hongki.

“Aku ikut Hyong!!” seru Kyuhyun.

“Tidak kalian tidak bisa pergi!” salah satu Tim lagi yang baru datang mencoba menahan mereka.

“Cuaca di luar sangat buruk. Badai salju telah terjadi dimana-mana! Kami baru saja mendapat himbauan untuk tetap berada di dalam ruangan!” jelas seorang Tim Wanita yang nampaknya usai berlari-lari. Karena napasnya tidak beraturan.

Tiifany, Hongki, Kyuhyun, Hara dan para crew produksi dan tim penanggung jawab Nampak semakin tidak tenang dan kalut.

“Semoga mereka berada di tempat aman! Mari kalian masuk semua dan istirahat. Kami akan meminta bantuan tim penyelamat dijepang untuk melacak keberadaan mereka. Dan yang lain coba terus menghubungi ponsel mereka.”

Tiffany Nampak makin tidak tenang. Ia benar-benar takut membayangkan hal terburuk terjadi pada Siwon dan lagi siwon sekarang sedang bersama YoonAh gadis yang sangat tidak ia senangi.

Hongki dan Kyuhyun sudah berkali-kali mengirimkan sms ke ponsel YoonA tapi tidak juga mendapatkan balasan tentang keberadaanya bersam Siwon sebenarnya dimana. Mereka sangat mencemaskannya.

Mungkin malam ini akan menjadi malam yang tidak tenang untuk meraka. Sebelum megetahui sendiri bagaimana kabar YoonAh dan siwon yang hilang secara mendadak.

 

~***~

 

“Liwake no!!Liwake no-yo!!”

Teriak siwon dengan bahasa Jepang yang sedikit ia sudah kuasai. Sambil mengketuk-ketuk daun pintu satu-satunya rumah yang ada paling dekat dari tempat mobil mereka terpakir dijalan karena kehabisan bensin tadi.

YoonAh mulai menggigil berdiri disamping Siwon. Sedangkan diluar angin sudah sangat berhebus kencang dan saju berterbangangan serta pohon-pohon rantingnya kian berderit. Membuat YoonAh jadi sedikit ketakuatan.

YoonAh menggandengeng lengan Siwon dengan sangat erat. Rambutnya sudah basah karena salju-salju yang jatuh dikepalanya tadi sudah mencair. Dan mukanya jadi sembab dan pucat karena terlalu lama menangis sejak tadi. “Apa kau yakin rumah ini ada penghuninya?” Tanya YoonAh ragu.

“Tidak ada salahnya kita mencoba! Kita tidak bisa terus berada di mobil. Sepertinya dimana-mana telah terjadi badai salju.” Jelas Siwon mencoba menenangkan YoonAh yang terlihat jelas Nampak ketakutan.

YoonAh hanya memanggutkan kepalanya mencoba menuruti kata-kata Siwon. Ia masih terus memeluk lengan siwon. Sampai akhirnya setelah siwon berkali-kali berteriak permisi dan mengketuk-ketuk pintu. Akhirnya pintu rumah itu terbuka. Dan nampaklah seorang kakek dan nenek. Yang Nampak bingung dengan kehadirian orang asing didepan rumanhya tengah malam seperti ini dan mereka dalam keadaan basah kuyup dan kedinginan.

“Ada apa kalian siapa?” ucap Nenek itu dengan bahasa jepang. YoonAh tercenga. Ia tidak mengerti apa yang nenek itu bicarakan padanya.

“ Sofu sobo,Bolehkah kami menumpang semalaman disini, mobil kami kehabisan bensin dan kami tersesat!” ucap Siwon dengan sususan bahasa jepang yang ia mampu. Dan berharap nenek dan kakek itu dapat mengerti.

Nenek itu menatap YoonAh yang Nampak kedinginan dan masih memeluk lengan siwon.

“Apa kalian suami istri?” Tanya si kakek memastikan.

Siwon terdiam sejenak. Ia melirik YoonAh yang nampaknya memang tidak mengerti apa yang sedang mereka bicarakan. Siwon terpaksa harus membohongi kedua orang tua ini. Kalau tidak, bisa jadi mereka tidak akan mendapat tumpangan yang aman.

“Iya.. Sofu! Kami adalah pengantin baru yang sedang berbulan madu di jepang!” ucap Siwon.

Si nenek langsung tersenyum ramah. “Benarkah? Sayang sekali malam madu kalian harus berantakan. Mari masuk! Cuaca sangat dingin diluar. Kami hanya punya satu kamar kosong lagi. Kalian bisa menumpang disini sementara.”

Siwon tersenyum senang. Pilihanya berbohong memang tepat dan lagi pula karena YoonAh tidak mengerti maka ia tidak perlu takut YoonAh akan mengamuk padanya. Karena siwon sudah mengaku-ngaku kalau mereka adalah sepasang suami istri yang baru menikah.

“ArigatoGozaimash!!!” seru siwon dan YoonA mengikuti ucapan siwon. Kalau sekedar ucapan terimakasih sih yoona mengerti.

Maka YoonA dan siwonpun masuk kedalam rumah dengan bangunan kental adat jepang itu yang masih terbuat dari kayu pinus. Mereka mengikuti nenek dan kakek yang menunjukan kamar kosong untuk mereka.

“Karena kalian suami istri maka, aku tidak melarang kalian untuk tinggal dalam satu kamar. Dan kalian bisa menikmati bulan madu kalian juga.” Ucap Si nenek lalu ia tertawa menggoda bersama si kakek. Siwon hanya membalasnya juga dengan tersenyum malu-malu.

Siwon menutup  pintu dorong kamar itu dan menyalakan lampunya. YoonAh masih berdiri bingung menatap Siwon.

“Kenapa?” Tanya Siwon.

“Tadi apa yang kalian bicarakan? Kenapa kakek nenek itu terlihat sangat senang sekali?” Tanya YoonAh rupanya ingin tahu.

“Hah? Dia bilang dia hanya punya satu kamar kosong. Dan ia senang karena kedatangan tamu dari korea yang cantik dan tampan seperti kita. Jadi ia memberikan tumpangan rumahnya untuk kita.” Bohong siwon dalam mengartikannya.

YoonAh mengerutkan keningnya. Masih tidak percaya apa benar nenek itu bilang seperti apa yang diucapkan siwon baru saja.

“Kenapa kau tidak percaya? Kau bisa mengeceknya di kamus bahasa jepang!”  keluh siwon memancing agar YoonAh tak perlu bertanya macam-macam lagi padanya. Karena dia tidak mungkin bilang kepada yoona kalau nenek itu tahunya mereka suami istri makanya dikasih tumpangan.

“Iya.. baguslah ternyata nenek dan kakek itu baik ya?” akhirnya YoonAh tidak memperpanjang lagi bertanya.

YoonAh duduk dilantai, kakinya ia lipat, kepalanya ia tundukan sampai mencium lutunya sendiri. Siwon menghampirinya dan duduk berhadapan dengan YoonAh.

“Apa kau kedinginan?” Tanya Siwon.

“He-em..” sahut YoonAh pelan.

“Mantelmu sudah basah. Lepas saja. jika terus dipakai akan semakin dingin.”

YoonAh menggelengkan kepalanya. Masih bertahan dalam posisinya yang menekuk wajah dilututnya.

“Sepertinya lantai ini tidak memakai ondol, jadi tidak hangat..kau tunggu sebentar!” Siwon berdiri dan menghampiri satu-satunya lemari kayu yang ada di sudut kamar itu. Siwon membukanya. Dan ternyata didalamnya ada satu kasur lipat, satu selimut dan satu bantal panjang.

Siwon  segerah menggelarnya. Dan merapikanya. Ia tersenyum dan segera menghampiri YoonAh lagi. Tapi ternyata YoonAh sudah meringkuk dilandai dan tubuhnya gemetaran hebat.

“YoonAh-ya!!” teriak siwon Nampak panic dan segera menghampiri YoonAh.

“Dingin..dingin sekali..di..di..dingin..huh..” hanya suara itu yang terdengar dari bibir yoona yang juga gemeteran.

Siwon memegang kening YoonAh yang sudah Nampak pucat, betapa kaget siwon ketika tangannya menyentuh kulit kening yoona yang sangat panah itu.

“Tubuhmu sangat panas. Kau demam!” ucap Siwon berusaha membantu YoonAh bangun untuk duduk.

Siwon segera membuka zipper mantel YoonAh dan melepas mantel yang sudah basah dan dingin itu dari tubuh yoonAh. YoonAh hanya diam dan membiarkan siwon melakukan apa saja. dia sudah kehabisan tenaga sepertinya. Kini Siwon mebuka  switter yang dikenakan YoonAh setelah mantel. Switter itu juga Nampak demak. Dan kini YoonAh hanya mengenakan  kaos putih polos yang masih kering serta celana jeans yang ia kenakan. Siwon Nampak sedikit ragu untuk membuka celana jeans YoonAh yang juga basah itu. Tapi jika tidak dilepas yoona tetap akan kedinginan. Akhirnya siwonpun memberanikan diri untuk membuka celana Yoonah. Ia membuka kancing celana itu dan membuka zipper cenala itu. Dan menarik turun celana YoonAh.

Ternyata YoonAh memakai celana  sport berwarna hitam ketak seatas lutut dan untungnya celana itu kering. Siwon bernapas legah. Dan melanjutkan menarik celana YoonAh yang Nampak sesak.

“Kau mau apa?” Tanya YoonAh dengan suara lemah menahan lengan Siwon.

“Diamlah, aku tidak akan melakukan apapun,aku hanya ingin menolongmu. Singkirkan tanganmu.”

YoonAh pun akhirnya menurut dan membiarkan siwon melepas celana jeans dari kakinya. Siwon segera mengangkat tubuh YoonAh dan ia rebahkan diatas kasur lipat. Dan ia juga menyelimuti tubuh YoonAh. Siwon berdiri dan melepas manelnya dan hanya mengenakan kaos lengan panjang berwarna putih serta celana boxer selutut hanya itu juga yang masih kering ditubuhnya. Ia segera berlari keluar kamar untuk mencari air hangat dan kompresan.

“Sobo.. istriku saki! Apa kau punya handuk dan air hangat?” Tanya siwon begitu ia keluar kamar dan menemui nenek yang ingin masuk kamar.

“Oh. Dia sakit? Iya-iya ada tunggu aku ambilkan!” nenek itu langsung jalan menuju dapur dan tak lama ia kembali membawa wadah air berukuran kecil sudah terisi air hangat dan handuk.

“Arigato!!” ucap Siwon dan langsung pergi masuk kedalam kamarnya lagi dan menghampiri YoonAh yang masih menggigil.

Siwon segera meletekan handuk basah yang hangat itu kekening YoonAh dan menghkompresnya. Setelah sepuluh menit ia mengulanginya lagi dan lagi sampai suhu tubuh YoonAh mengalami perubahan yang baik.

Satu jam pun berlalu.

“Kau  tidak tidur?” Tanya YoonAh mengagetkan siwon. Siwon menatapnya ternyata gadis itu masih memejamkan matanya.

“Iya aku akan tidur. Tapi setelah keadaan kau lebih baik.” Jawab siwon.

YoonAh menggeser tubuhnya kekanan. Dan memberi ruang pada kasur lipat yang ia tiduri. “Tidurlah. Kau pasti sangat kedinginan juga. Kau bilang tadi kau sangat elah, punggungmu sakit, istirahatlah.”

Siwon masih tidak percaya dengan apa yang ia dengar dari mulut YoonAh. andai saja YoonAh tidak membuka matanya pasti siwon sudah mengira bahwa gadis itu hanya mengigau dan bermimpi. Ternyata tidak yoona dalam keadaan sadar.

“Aku sudah tidak apa-apa, tidurlah!” tolak Siwon.

Tiba-tiba suara dentuman keras seperti pohon yang tumbang atau gumpalan salju yang jatuh, entahlah. Yang pasti suara itu membuat YoonAh terkejut dan berteriak ketakutan. Siwon segera menghampiri YoonAh yang Nampak ketakutan dan meringkuk dibalik selimut.

Siwon walau sedikit agak ragu akhirnya merebahkan dirinya berbaring di samping  tubuh YoonAh. “Kau aman sekarang, itu hanya suara angin.”

“Aku tidak dapat tidur jika tampa guling!” ucap YoonAh cepat dan segera memeluk siwon.

Siwon tersenyum mendengar ucapan dan prilaku yang yoona berikan kepadanya. YoonAh memeluknya. Dan itu membuat jantungnya berdebarkencang.

Siwon mengangkat kepala YoonA sedikit dan membiarkan kepala gadis itu berada diatas lengannya. Seperti bantal. Siwonpun tanpa sadar juga memiringkan tubuhnya dan memeluk tubuh YoonAh serta mencium kening yoonAh yang sudah tidak terlalu panas seperti tadi.

“Tidurlah.. aku akan menjagamu!” ucap Siwon penuh kelembutan.

YoonAh mengangkat wajahnya dan menatap Siwon yang juga tengah menatapnya. YoonAh tersenyum kecil lalu kembali menyembunyikan wajahnya pada dada siwon. Ia merasa sedikit malu. Kenapa ia bisa bertingkah manja dan butuh kehangatan dari siwon? Bukankah selama ini ia membenci siwon? Dia tidak tertarik dengan siwon! Ia justru mengangap dirinya menyukai ceo Gong yang menurutnya adalah tipe idealnya. Tapi tidak bisa dibohongi. Ada sisi aneh dalam tubuh YoonAh yang membuat dirinya tetap ingin bersama siwon dan melihat siwon serta menyentuh siwon. Makanya ia tidak pernah benar-benar marah terhadap siwon jika lelaki itu dulu sering mamarahinya dengan kata-kata kasar dan sering menjahilinya sewaktu SMP. Dan ia sempat berkata pada siwon kalau dirinya mempunyai penghangat tubuh sendiri. Tapi ternyata berada didalam pelukan Siwon seperti ini rasanya lebih hangat dan nyaman. Dan membuat hatinya berdebar tak karuan. Ini adalah sensasi yang tak pernah ia rasakan sebelumnya.

Siwon juga tersenyum-senyum tidak jelas. Ia jadi ingat soal ia berbohong pada si kakek nenek pemilik rumah kalau ia adalah sepasang suami istri yang sedang bulan madu. Tapi jika ia lihat keadaannya dan yoona yang tidur bersama dalam keadaan berpelukan seperti ini. Ia merasa benar-benar seperti pengantin baru yang masih sama-sama malu. Siwon benar-baner merasa senang tak terkira dapat memeluk dan mencium kening yoonah. ia tidak pernah menyangka kalau rasanya akan sangat indah dan meyenangkan hatinya. Dan rasanya ia tak ingin melepaskan yoona dan tak rela jika gadis ini disentuh oleh pria lain.

 

~***~

 

Berkat bantuan kakek pemilik rumah pagi ini siwon berhasil menemui pedagang bensin  dan membeli bensin untuk mobil sewaan milik crew produksi film. Karena hari sudah menunjukan pukul Sembilan pagi maka siwon dan YoonAh memutuskan untuk kembali ke hotel tempat seharusnya semalam mereka tidur. Berkata peta yang dibuatkan oleh kakek.  Siwon jadi mengerti jalan mana saja yang harus mereka lewati dari seni sampai nanti menuju hotel yang dimaksud.

YoonA membuka kaca jendelanya. Dan melambaikan tangan pada kakek nenek yang Nampak senang yang juga membalas melambaian tanganya. Siwon hanya tersenyum ramah dan mulai menjalankan mobilnya meninggalkan rumah si kakek nenek jepang itu yang hanya tinggal berdua karena anak-anaknya tingga di Tokyo. Dan ada juga yang tinggal di shanghai, china.

“Kakek nenek itu Nampak bahagia sekali ya? Mereka masih sangat mesrah dan serasi walau sudah setua itu!” cerita YoonA sambil menyandarkan kepalanya pada jok mobil. “Aku ingin suatu hari, jika aku menikah aku ngin menikah dengan orang yang mencintaiku apa adanya dan akan menjagaku sampai tua.”

Siwon tersenyum mendengar cerita YoonAh. lalu ia mencoba merayu YoonAh. “Kalau begitu menikahlah denganku! Maka kau akan mendapatkan itu!”

“Mwo?” seru YoonA terkejut dengan apa yang ia dengar dari mulut Siwon tadi. Tapi pipinya bersemu merah.

“Iya jika kau menikah denganku saja bagaimana?” Tanya siwon sekali lagi.

“kau bercanda!” ucap YoonA berusaha tertawa menutupi perasaan aneh yang ada dalam hatinya.

“Tidak! Bagaimana kalau ternyata selama ini aku menyukaimu? Mencintaimu?” Tanya Siwon tanpa menatap YoonAh dan masih focus menyetir mobil.

YoonAh terdiam. Ia menatap siwon yang disampingnya. Dia berusa mencari hal lelucon dalam diri siwon ternyata nihil. Nampaknya ucapan siwon tadi memang serius. Kalau siwon menyukainya dan menyayanginya. Dan tiba-tiba perasaan aneh serasa menggelitik hatinya.

“Apa kau sedang meyatakan cinta padaku?”

Siwon meloneh dan tersenyum nakal. Lalu tertawa terbahak-bahak.”Tidak! tentu saja tidak! Aku hanya bercanda” ucap Siwon. Tentu saja tidak, karena ia belum siap untuk itu.

“Ciihh!!” YoonAh pun mencibir Siwon. “Lagi pula jika tadi adalah sungguhan kau menyatakan cinta padaku! Aku kan menolakmu!”

“Kenapa?” Tanya siwon cepat ingin tahu.

“Aku kan belum pernah berpacaran maka. Aku ingin jika ada lelaki yang menyatakan cintanya padaku. Aku ingin yang romantis dan berkesan untuku!” jelas YoonAh.

“Apa? Tadi kau bilang apa? Jadi selama ini usiamu sudah 25tahun kau belum pernah berpacaran dengan siapapun? Yang benar saja? hahaha…!!” tawa siwon membahana. Dan itu membuat YoonAh jadi kesal.

“Kyaa!! Jangan mentertawaiku!! Akukan sibuk mencari uang!Lagi pula dulu seharusnya aku berpacaran dengan Yoonchun oppa yang tampan dan keren itu! Tapi semua moment romantic itu hancur karena si otak burung yang bodoh!” cetus YoonAh tidak sadar kembali mengungkit masa lalu mereka sewaktu SMP.

“Apa bagusnya lelaki seperti dia? Lagi pula dulu kau masih SMP tidak pantas pacaran!” elak Siwon Nampak kesal YoonAh yang ternyata masih mengingat Yoonchun.

“Bilang saja kau cemburu padakukan?” pancing YoonAh.

“Cemburu apanya?” tolak siwon. Dan wajahnya memerah.

“Huft…jika melihat Ceo Gong aku jadi ingat Yoonchun oppa. Dan aku pikir aku menyukai Ceo Gong.”

Siwon langsung menoleh dan terkejut mendengarnya.

“Tapi aku ini wanita yang terlalu sibuk mengurusi hidupku sendiri jadi aku tidak mengerti menunjukan rasa ketertarikanku kepada lawan jenis.” Cerita YoonAh.

Siwon terdiam. Tapi dalam hatinya ada yang sakit ketika yoonah bilang, kalau ia menyukai ceo gong. Ternyata kehawatiran dia terbukti pasti dari salah satu orang terdekatnya dikantor yang selalu menunjukan perhatian lebih pada YoonAh. pasti cepat atau lambat YoonAh akan menyukainya. Apakah ia sedikit telat?.

“Kau tidak boleh menyukainya!!” ucap Siwon seenaknya.

“Kenapa?” Tanya YoonAh dengan polosnya.

“Tidak boleh ya tidak boleh!!” Siwon malah makin jadi tidak jelas dengan ucapanya.

YoonAh tersenyum penuh makna dan ia membiarkan saja siwon uring-uringan dengan perasaanya terhadap dirinya. Siwon jadi tidak konsen mengemudi di otaknya penuh dengan rencana-rencana agar yoonah tidak meyukai ceo gong. Dan ia berpikir keras agar yoonah hanya boleh menjadi miliknya seorang.

 

~***~

 

Begitu mereka tiba di Lobi hotel ternyata semua crew dan pemain film sudah menunggu mereka disana. YoonA berjalan dibelakang tubuh Siwon, dan membiarkan Siwon melindunginya. Seorang penanggung jawab produksi berbadan besar menghampiri Siwon dan YoonA segera. Diwajahnya jelas menampakan kekhawatiran serta amarah yang terpendam.

“Kalian kemana semalam apa, kau baik-baik saja?”

Siwon memasang wajah enggannya. Seperti malas meladenin ucapan kepala penanggung jawab itu.

“Kau memberikan ku sebuah mobil yang kehabisan bensin!mobil itu mogok ditengah jalan, dan kalian tak mencariku?!!” ucap Siwon dengan nada suara kesar seperti marah.

Lelaki berbadan besar itu Nampak terkejut dengan jawaban Siwon. Segera saja ia memberi isyarat pada bawahannya untuk mendekat kepadanya.  Begitu lelaki berbadan kurus menghampirinya ia segera menyeretnya dengan kasar dan berbisik. “Semalam, kau tidak mengecek bensin mobil itu?”

Lelaki kurus itu Nampak sedang berpikir, lalu menggelengkan kepalanya dengan ragu. “Aku tidak tahu..”

Lelaki berbadan besar menatapnya dengan galak. “Kau ini!! Bodoh sekali! Seharusnya kau mengecek semua mobil itu! Sampai hal bensin saja kau tak tahu!!”

“Maafkan saya pak.. maafkan saya Tuan Siwon!!” ucap Lelaki kurus itu memelas.

“Ah.. sudahlah itu sudah berlalu. Aku hampir mati kedinginan dijalan semalam!!” ucap Siwon tetap bersikap angkuh dan membuat semua tim merasa bersalah pada dirinya.

“Sekali lagi maafkan atas kelalaian kerja kami! Kami mohon maaf Siwon ssi. Semalam kami bermaksud akan mencari anda tapi badai salju telah terjadi!!” ucap lelaki berbadan besar kini memohon ampun pada Siwon.

“Itu kalian tahu!! Untung saja akan dan Asistenku selamat dan tidak terbawa badai salju!!! Dan pastikan tentang ini tidak ketahuan media apapun!!” cetus Siwon dengan Sinis.

“Iya..Baik!!”

YoonAh hanya terdiam melihat Siwon sedang melakukan Akting dengan sangat baik.

“Yahh.. aku maafkan! Sudah bubar bukankah setelah ini ada pengambilan adegan terakhir?” ucap Siwon lalu segera berjalan meninggalkan kerumunan dan YoonAh lagi-lagi mengikutinya.

Tiffany yang baru bergabung Di Loby sudah berpakaian rapi sepertinya ia sudah siap untuk shooting. Langsung saja ia berlari menghampiri siwon dan memeluk Siwon. YoonAh terbelalak kaget melihat tingkah Tiffany. Yang serta-merta langsung memeluk Siwon dihadapannya.

“Oppa!! Kau kemana? Kau tidak kenapa-kenapa? Kau baik-baik sajakan?” Tanya Tiffany Nampak berlebihan mengkhawatirkan Siwon.

Siwon melepaskan Diri dari pelukan Tiffany. Dan menatap Tiffany. “AKu tidak apa-apa, aku baik-baik saja!”

Tiffany mengerutkan bibirnya. Dan bermuka sedih. “Aku semalaman tidak dapat tidur karena khawatir dengan oppa!!”

“Terimakasih sudah mengkhawatirkanku!” ucap Siwon. Datar.

Siwon menoleh kebelakang untuk melihat keadaan YoonAh tapi Siwon segera terkejut ternyata YoonAh sudah dikerumuni oleh pertanyaan yang sama oleh Kyuhyun, Hongki dan Hara yang Nampak berlebihan mengkhawatirkan keadaan YoonAh.

“Wajahmu Nampak pucat, apa kau demam?” Tanya Kyuhyun sambil memegang kening YoonAh. Siwon memanyunkan mulutnya tidak suka melihat Kyuhyun menyentuh-nyentuh YoonAh.

“Semalam kau dan Siwon tidur dimana? Semalam cuaca sangat dingin” kini giliran Hongki yang mengajukan pertanyaan pada YoonAh.

“Oh..YoonAh-ya!!kami semua sangat mencemaskanmu!!” seru Hara sambil memeluk YoonAh.

YoonAh Nampak kerepotan sendiri harus menjawab pertanyaan dari siapa deluan, mereka terlalu berisik dan terlihat panik.

“Aku tidak apa-apa, aku baik-baik saja. semalam aku bersama Siwon berada ditempat yang aman. Dia melindungiku.” Jelas YoonAh dengan suara pelan.

Langsung saja ketiga orang itu kini memutar pandangannya ke Siwon yang sedang memperhatikan mereka bersama Tiffany. Sepertinya Kyuhyun,Hara dan Hongki. Tidak percaya YoonAh aman dan siwon melindunginya semalam. Tahu sendirikan sikap siwon yang cepat pemarah dan tidak pernah mengenal situasi itu sudah sangat dihafal orang satu gedung management!.

“Kenapa kalian menatapku seperti itu?” Tanya Siwon dengan logat marah.

“Tuh kan.. pasti kau semalam juga dimarahi abis-abisan denganya kan?” bisik Hara.

YoonAh tersenyum menanggappinya. “Tidak..dia tidak memarahiku! Hanya mengomeliku!” seru YoonAh bercanda.

“Itu sama saja! biar nanti aku yang membalasnya!” Seru Kyuhyun seolah-olah akan menantang Siwon sekarang juga dihadapan YoonAh.

“YoonAh-ya!! Palli!! Kau harus menyiapkan perlengkapanku! Aku ingin mandi dulu!” seru Siwon sambil menarik jari telunjuknya kearah YoonAh.

YoonAh langsung keluar dari kerumunan tiga orang itu dan menghampiri Siwon. Tiffany menatap YoonAh dengan sangat tidak bersahabat. YoonAh menyadari itu. Tapi ia merasa tidak peduli dan tetap berjalan dibelakang Siwon.

“Mereka sangat mengganggu!” ucap Siwon.

“Ne?” Tanya YoonA.

“Seharusnya kau bilang tadi pada mereka bahwa kau semalam tidur bersamaku!”

“Mwo?!!” YoonA mencubit perut Siwon. “Awas saja kalau kau berani bilang itu kepada mereka! Kau akan mati ditanganku!” jerit YoonA .

“Ahh..AAaaa..aa..iya-iya!!” Siwon mulai merinti kesakitan karena cubitan YoonAh.

Hara,Tiffany, Kyuhyun, dan Hongki ternyata masih memperhatikan Siwon dan YoonAh. mereka Nampak heran melihat tingkah dua orang itu. Mereka memang tidak mendengar apa yang siwon dan YoonAh bicarakan sehingga YoonAh mencubit perut Siwon. Tapi yang mereka tangkap Siwon Nampak menikmati itu walau terlihat ia sedikit merinti kesakitan. Apa hanya dengan semalaman mereka bersama, semua hal sudah berubah?. Dan jika itu terjadi, tentu saja ini adalah kabar buruk buat Kyuhyun Hongki dan juga Tiffany. Tentu mereka tidak rela melihat kedekatan YoonAh dan Siwon.

 

~***~

 

Note : Hai-hai.. Part.7 na selesai  😀 gimana dengan cerita yang ku sajikan di part ini.. semoga menghibur dan moment YoonWon-nya kalian sukai 😀  ada yang nonton SMTOWNTOKYO3D  di Blitzmegaplex? Aku mau nonton 😀 hihihi!! Aku beli early bird tiket! Kali aja ada YoonWon moment. Kapan lagi coba liat YoonA didepan wajah kita, ya walau tetep aja tidak asli hehehe.. tapi cukup memuaskan sperti waktu nonton SS3-3D sebelum nonton SS4ina 😀  SAYA menikmati itu *jadiKANGENSIWONOPPA!!!* 🙂 jangan Lupa komentar atas ff ini apapun!! See you at part.8!! (Thank ya.. RestyGee udah selalu post FF aku 🙂 )

Tinggalkan komentar

138 Komentar

  1. aat yoonwon

     /  Juli 30, 2013

    Keren keren

    Balas
  2. Agatharia

     /  Agustus 11, 2013

    Aaaa mkn sosweeeeeeet loh mrka..moment wktu mobilnya mogok seru abiss..wkwkwk

    Balas
  3. Permana

     /  Agustus 15, 2013

    Huh smakin seru…next part

    Balas
  4. lala

     /  Agustus 18, 2013

    seneng bgt bca yoonwon mmntnyaa.. ^^

    Balas
  5. sari

     /  Agustus 25, 2013

    suka banget sama yoonwon momentnya
    bikin senyum2 gaje

    Balas
  6. Akhyla YoonWonited

     /  September 2, 2013

    Kyaaaaaaa…..!!!! So sweet … So sweet … So sweet bgt yoonwon moment nya 😀

    Balas
  7. Wah keren banget eon ceritanya, aku baru baca sekarang pas nyari2 ff yoonwon ketemu hehe gomawo thor

    Balas
  8. Wahhhh…akhirnya moment yg d tghu2 mncul jg, romansa Yoonwon…!!

    Kra2 kpn ya mrka jdian ??

    Balas
  9. yeona

     /  Maret 23, 2014

    Wowow jadi tambah penasaran nihh
    Lanjut onn

    Balas
  10. nina

     /  Mei 2, 2014

    siwon cemburu…mkin seruuuuuu…
    senyum” cndri pas bcnya….

    Balas
  11. Sepertinya ada perkembangan ni antara Yoonwon, wonppa benar2 di buat jatuh cinta sama Yoona. Sampai2 pikirannya tak karuan, hahaha………

    Balas
  12. Ciee,, Siwon oppa n’ Yoona eonni dah deket…
    Next!!!

    Balas
  13. Dwi Sivi Fatmawati

     /  Januari 8, 2015

    haha akhirnya muncul jga moment kyak begini, seneng bnget bacanya semoga sampek akhir beginj dan wonpa nyatain fintanya hehe

    Balas
  14. sdhifakhri

     /  Maret 23, 2015

    Senyum” sendiri baca ff ini, lucu dan so sweet bgt yoowonnya.

    Balas
  15. Zhahra

     /  April 6, 2015

    FF unni semakin hari semakin daebak aja…
    Waaah..yoonwon sweet banget ya…
    Iri deeeeh….

    Balas
  16. icha9407

     /  Agustus 10, 2015

    Waaaaa .. deg deg.an sndri wktu adegan yionwon tdur brg .. hahhaha .. Feel nya dpt thor .. daebakkkkk

    Balas
  17. ria

     /  Oktober 18, 2015

    Asyik nih,
    So sweet bgt
    Yoonwon udah mulai slg cinta

    Balas
  18. melani

     /  Desember 10, 2015

    Ah mereka so sweet bgt n lucu apalagi waktu siwon bohong ke nenek n kakek yg ngqsih tumpangan kalo mereka pengantin baru n sikap yoona yg manja sama siwon.. makin penasaran sama kelanjutan ceritanya.

    Balas

United, Leave a Coment Here

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: