[3S] One Love

[3S] One Love

 

Annyeong…aku balik lagi bawa FF baru nih…mudah2an para readers ngga kecewa sama FF yang aku buat kali ini. Dan aku mohon banget buat semua yang udah baca FFku ini tolong kasih comment kalian yahh…(mohon with eye puppy,,hehe). Ngga lupa juga aku ucapin makasih buat admin Gee,,gamshamnida… J

Oke segitu aja pembukaannya yah…happy reading chingudeul…

 

 

 

PART 1

Author : Alfiah a.k.a Choi Ji Hyun

Genre : Romance, sad, tentukan sendiri…

Main cast : Choi Siwon (SuJu), Im Yoon Ah (SNSD)

Other cast : Choi Ki Ho as Appa Siwon, Ny. Choi as Eomma Siwon, Yuri as sahabat Yoona & sepupu Siwon, Donghae as teman Siwon (cameo), Yesung as sekeretaris Kim, Im Sang Woo (appa Yoona), etc.

 

 

(Siwon pov)

“Kau membuatku gila, aku tidak bisa tidur karena ini.

Aku sangat gelisah, aku telah jatuh ke dalam dirimu.

Ohh…ini gila, tapi rasanya ini baik2 saja.

Sayang, memikirkanmu membuatku terjaga sepanjang malam” {You drive me (crazy)-Britney S.}

 

AUTHOR POV

Mentari yang terik di kota Seoul menandakan cuaca siang itu terlihat sangat cerah.

Terlihat beberapa namja yang sedang asyik bermain mobil sport di arena tersebut. Salah satunya adalah Siwon, anak tunggal dari pemilik Departement store terbesar di Korea yaitu Hyundai Dept. Store yg merupakan salah satu usaha dari Hyundai’s group.

“Yuhuu…kau tahu, ini menyenangkan sekali. Ha ha ha” teriak Siwon senang pada Donghae temannya yang duduk bersebelahan dengannya di mobil, dengan posisi Siwon yang menyetir.

“Ya! Kumohon hentikan mobil ini, aku sudah tidak kuat lagi” pinta Donghae dengan wajahnya yang sudah pucat. (bisa dibayangin ngga kalo Donghae oppa mukanya pucat?? Hehe)

“Tidak, aku tidak akan berhenti. Ini sangat menyenangkan.” teriak Siwon tanpa menoleh, masih fokus menyetir.

“Ayolah…kumohon hentikan. Kita sudahi saja.” Pinta Donghae lagi, kali ini tangannya memegang pundak sebelah kanan Siwon.

“Aiisshh…kau ini. Baiklah, baiklah, Kita berhenti.” Kali ini Siwon mengalah lalu ia segera memperlambat laju mobilnya dan menepi.

“Hahh…akhirnya monster ini berhenti juga. Kau tahu aku hampir mati ketakutan tadi.” Ujar Donghae lega.

Pletakk

“Ya! Apa kau bilang? Monster? Ini mobil sport keren, keluaran terbaru. Dasar kau ini baru ku ajak melaju di tingkat sedang saja kau sudah kewalahan seperti ini. Dasar namja payah” jawab Siwon menatap Donghae sambil menahan tawanya.

“Aiisshh…kau ini selalu saja memukul kepalaku. Kepalaku ini sangat berharga, dengan kepala ini aku banyak membuat para yeoja bertekuk lutut padaku.” Teriak Donghae kesal sambil mengelus-elus kepalanya.

“Dan apa? Kau mengatai aku payah? Bukankah kau yang payah? Wajah tampan dan harta berlimpah tapi tetap saja sampai sekarang kau belum mempunyai yeojachingu.” ujar Donghae sambil menertawai Siwon.

“Mwo? Mengapa kau ini selalu saja membahas hal itu. Aku kan sudah pernah mengatakannya kalau aku tidak suka dengan hal2 yang tidak penting seperti itu. Setiap hari harus menghubunginya sekedar menanyakan kabarnya atau berkencan di taman ria, berjalan2 berdua dan lain2. Iihh…menjijikan” ucap Siwon sambil bergidik geli.

“Ha ha ha…dasar kau pandai mencari alasan. Sudahlah aku bisa gila jika terus bersamamu. Aku pulang. Sampai jumpa besok” jawab Donghae lalu membuka pintu mobil dan keluar pergi meninggalkan Siwon sendirian.

“Cihh…terserah apa yang kau katakan, aku tidak peduli!” teriak Siwon lalu ia pun segera keluar dan pulang kerumahnya.

~~~

 

SIWON POV

Sesampainya di rumah aku langsung menuju kamarku di lantai dua untuk mengistirahatkan badanku, namun saat baru sampai di depan tangga tidak sengaja aku mendengar percakapan appa dan eomma di ruang tengah, lalu aku memutuskan untuk menguping mereka.

“Yeobo, sudah lama sekali aku tidak mengunjungi store pertama kita yang ada di Jinan. Aku ingin mengecek perkembangan disana sekaligus menikmati keindahan Jinan yang sudah lama tidak kurasakan lagi, tapi pekerjaan di Seoul membuatku selalu saja tidak bisa mengunjunginya.” Keluh appa pada eommaku.

“Aku tahu suamiku, aku juga ingin pergi ke Jinan sekedar mengunjungi makan ibuku. Aku sudah rindu dengan suasana kampung halamanku.” Jawab eommaku yang tak kalah sedihnya.

‘Hmm…sepertinya ini kesempatan bagus untukku pergi keluar rumah. Aku bosan tinggal sendiri disini, mungkin dengan ke Jinan aku bisa berlibur disana’ gumamku pada diri sendiri. Akupun menghampiri kedua orangtuaku dan duduk berhadapan dengan mereka.

“Sepertinya appa dan eomma sedang berbicara serius. Kalian sedang membicarakan apa?” tanyaku pura2 tidak tahu.

“Ahh…Siwon. Begini nak, appa dan eommamu ingin sekali pergi ke Jinan untuk berkunjung ke store kita disana tapi kami tidak sempat kesana karena pekerjaan kami yang menumpuk di Seoul” jawab eomma menatapku.

‘tepat seperti dugaanku. Baiklah, sekarang waktunya’ gumamku.

“Ahh jadi seperti itu. Appa, eomma, bagaimana kalau aku saja yang pergi ke Jinan. Kelak aku lah yang akan menggantikan appa dan eomma mengurus Hyundai’s group. Kalau aku yang pergi aku bisa belajar bisnis disana, jadi saat aku sudah memimpin Hyundai’s group aku bisa menjadi CEO yang baik” ujarku mencoba meyakinkan mereka berdua. ‘mudah2an mereka percaya dengan ucapanku’ gumamku lagi.

Terjadi keheningan sesaat, appa dan eomma saling bertatap seperti menimbang2 permintaan yang aku ajukan. Lalu appa mulai angkat bicara,

“Baiklah, appa akan menuruti permintaanmu. Tapi kau harus ingat disana kau akan belajar bisnis bukan untuk bermain2 seperti yang kau lakukan selama ini” tegas appa.

“Tentu saja appa, aku akan berusaha untuk menjadi yang terbaik. Appa tenang saja disana aku tidak akan melakukan hal2 yang tidak penting” ucapku meyakinkan lagi.

“Appa pegang ucapanmu, mulai besok kau bisa pergi. Disana kau akan ditemani sekretaris Kim, dia salah satu orang kepercayaan appa. Kau dapat dengan mudah belajar bisnis dengannya.”

“Ne appa, sekarang aku akan bersiap2 untuk besok. Appa, eomma terimakasih sudah mengabulkan permintaanku.” Akupun berdiri bersiap meninggalkan mereka.

“Jangan lupa ingat janjimu nak” ucap eommaku, aku hanya tersenyum menanggapinya lalu aku segera pergi meninggalkan mereka.

~~~

 

Hari keberangkatankupun tiba, aku segera keluar dari kamar dan berjalan keluar. Disana aku sudah disambut oleh appa, sekretaris Kim, dan beberapa orang yang kupikir itu adalah bodyguard yang appa siapkan untukku.

‘hahh…selalu saja seperti ini’ runtukku dalam hati.

“Appa, apakah aku juga harus membawa mereka? bukankah appa bilang aku hanya pergi berdua dengan sekretaris Kim?” keluhku marah.

“Appa tidak mengatakan kau hanya pergi dengan sekretaris Kim. Appa hanya bilang kau bisa belajar bisnis dengannya” kata appaku.

“Tapi appa, aku hanya pergi ke Jinan untuk belajar bisnis. Appa tidak perlu menempatkan orang2 ini untuk mengawasiku kan?” ujarku mencoba mengelak, aku benar2 kesal sekarang.

“Dengarkan appa nak, meskipun kau hanya belajar bisnis disana, tapi itu membutuhkan waktu yang tidak sedikit. Kau anak satu2nya appa, appa tidak mau ada hal yang tidak diinginkan terjadi padamu.” Ucap appaku sambil kedua tangannya memegangi pundakku, seolah2 mencoba meyakikanku untuk menurut.

“Presdir hanya mengkhawatirkan keselamatan anda tuan muda, wajar sebagai orang tua beliau ingin melindungi anaknya” kata sekretaris Kim ikut meyakinkanku.

‘Hahh…apa lagi ini. Kenapa dia juga ikut2an menceramahiku? Aiisshh…sudahlah, apa boleh buat. Aku mengelakpun tidak ada gunanya. Bisa2 aku tidak diizinkan untuk pergi’ Gumamku dalam hati. aku menatap ayahku mencoba menahan kekesalan yang sudah memuncak.

“Baiklah, arasseo appa.” Akupun segera masuk ke mobil diikuti sekretaris Kim. Para bodyguard tadi berada dalam mobil yang berbeda denganku, kami pergi memakai dua mobil pribadi milik appaku. Mobilpun melaju meninggalkan rumah menuju Jinan.

~~~

 

Sudah beberapa hari aku di Jinan, setiap hari harus pergi ke kantor dan belajar bisnis bersama sekretaris Kim yang menyebalkan.

‘aarrgghh….aku benar2 bosan, lebih bosan ketimbang berada di Seoul. Untuk keluar sekedar jalan2 saja tidak boleh’ keluhku sambil mengacak-acak rambutku.

“Aku harus pergi sekarang. Ya, aku harus kabur. Bisa mati aku jika terus2an seperti ini” ujarku pada diri sendiri.

Sekarang aku berada di kamarku, aku sedang bersiap2 untuk pergi ke kantor. Seperti biasanya sekretaris Kim menungguku di depan pintu apartemen. Kemudian aku dan dia segera berjalan ke mobil, tidak membutuhkan waktu lama mobilpun melaju diikuti beberapa bodyguard yang mengawasiku 24 jam penuh!

Di tengah jalan aku pura2 haus dan ingin membeli minuman di pinggir jalan. Akupun meminta sekretaris Kim membelikannya untukku. Aku melihat situasi sekitar, kulihat mobil bodyguardku cukup jauh terparkir. Ya, aku meminta appa agar para bodyguard itu tidak terlalu dekat denganku karena takut akan menimbulkan banyak kecurigaan.

‘Aman!’ gumamku dalam hati.

“Ahjussi, bisakah kau mengambilkan tasku didalam bagasi? Aku ingin mengambil sesuatu” ucapku pada supir.

“Ne tuan muda, tunggu sebentar” dia pun segera keluar dan berlari kecil menuju bagasi. ‘Sekarang waktunya’ selagi dia sibuk mengambil tas diam2 aku membuka pintu mobil dan segera berlari kabur.

 

AUTHOR POV

“Tuan muda, ini tasnya. Loh…tuan muda kemana? Tuan muda, tuan muda. Anda dimana?” supir Siwon bertanya2 mencari majikannya. Lalu datanglah sekretaris Kim membawa minuman yang diminta Siwon.

“Ini tuan muda minumannya. Ya! kemana dia?” heran sekretaris Kim.

“Ahjussi, tuan muda dimana?” Tanya sekretaris Kim pada supirnya.

“Saya tidak tahu tuan, tadi saat saya mengambilkan tas untuk tuan muda di bagasi tiba2 dia menghilang begitu saja. Maafkan atas kecerobohan saya. Saya patut dihukum” ujar pak supir memohon ampun.

“Tidak ahjussi, kau tidak bersalah. Aiisshh…anak itu selalu saja kabur” kesal sekretaris Kim. Ia lalu menelepon salah satu bodyguard dan meminta mereka mencari Siwon. Dia benar2 terlihat kesal sekaligus khawatir.

~~~

 

SIWON POV

Hosh hosh hosh…aku terus berlari menyusuri jalan yang tidak aku ketahui kemana arahnya.

“Hahh…sepertinya aku sudah berlari cukup jauh” ujarku lelah.

“Itu tuan muda, cepat tangkap dia!”

‘Tunggu, aku mengenali suara itu’ lalu kutengokkan kepalaku kebelakang. ‘Oh Tuhan, itu sekretaris Kim. Aku harus cepat pergi’ akupun segera berlari sekencang2nya demi menghindari pengejaran mereka.  aku terus berlari sepanjang jalan dan menyusuri gang2 kecil berusaha untuk tidak tertangkap mereka.

‘Bisa gagal rencanaku jika aku menyerah sekarang’ gumamku. Aku terus berlari sampai tiba2 aku menabrak seseorang.

Bruukk…

“Awww…” teriak orang itu. Dia terjatuh saat menabrakku. Aku pikir dia seorang yeoja karena ukuran tubuhnya lebih kecil dibandingkan aku.

“Mianhe…apa kau tidak apa2? Biar kubantu kau berdiri” lalu aku mengulurkan tanganku diapun segera menyambutnya dan mencoba untuk berdiri.

“Mianhe…kau tidak apa2?” tanyaku sekali lagi. Kutatap wajahnya, ‘Oh tuhan, lihatlah wajahnya. Dia begitu cantik dan manis’ pikirku.

“Ne, aku tidak apa2 hanya sedikit pusing.” Jawabnya sambil tangannya masih memegangi kepalanya.

Deg…’hey, apa yang terjadi denganku? Mengapa aku merasa jantungku berdetak lebih cepat dari biasanya hanya karena mendengar suaranya? Tidak, ini tidak mungkin!’ gumamku menyakinkan diri.

“Ohh…syu syukurlah kalau begitu” jawabku sedikit gugup, entah kenapa aku jadi seperti ini.

“Ya! Lain kali kalau berjalan lihat2, ini jalan sempit tahu. Beruntunglah kau aku masih berbaik hati memaafkanmu!” tiba2 ia membentakku.

“Kenapa kau jadi membentakku, aku kan sudah meminta maaf padamu. Lagi pula tadi aku tidak sengaja menabrakmu” balasku mencoba membenarkan diri. Dia sepertinya masih terlihat kesal.

“Aiisshh….kemana tuan muda, cepat sekali ia larinya”

Terdengar suara seorang ahjussi tidak jauh dari tempat kami berdiri.

‘Andwe! itu mereka. Apa yang harus kulakukan sekarang? Mereka semakin dekat’ gumamku dalam hati. Tanpa pikir panjang aku langsung memeluk yeoja yang kutabrak tadi.

“Kumohon bantu aku, tolong jangan bergerak sebentar saja” bisikku tepat ditelinganya, tanganku masih melingkar di pinggangnya dan aku menenggelamkan kepalaku dipundaknya. Sepertinya dia kaget dengan sikapku ini tapi aku tak mau ambil pusing. Aku merasakan mereka tepat dibelakangku, namun mereka tidak menyadari keberadaanku didekatnya. Aku terus memeluk yeoja itu menunggu sampai mereka berlalu pergi.

‘Aisshh…mengapa mereka lama sekali? Cepatlah pergi!’ gumamku dalam hati.

Lalu kudengar langkah kaki mereka mulai menjauh. Segera saja aku melepaskan pelukanku.

“Mianhe…tadi aku sedang dikejar2 oleh segerombolan orang tidak penting. Tadi…aku tidak mempunyai pilihan lain selain memelukmu, sekali lagi…mianhe sudah membuatmu kaget” ucapku mencoba menjelaskan. Kulihat pipinya sedikit memerah, sepertinya dia malu.

‘Paboya Siwon! Kenapa kau tadi memeluknya? Aiishh…’ gumamku.

“Ehh..aniyo, tidak apa2” jawabnya dengan kepala tertunduk.

“Oia…aku belum memperkenalkan diri. Namaku Choi Siwon, siapa namamu?” Aku mencoba mengganti topik pembicaraan lalu aku mengulurkan tanganku.

“Aku…Im Yoona, senang berkenalan denganmu” jawabnya menyambut tanganku, kulihat wajahnya sedikit tersenyum.

“Baiklah kalau begitu. Aku pergi dulu, gomawo atas bantuanmu. Aku pasti akan membalasnya” kataku lalu berjalan pergi. Aku melambaikan tangan padanya sebagai tanda sampai jumpa.

 

YOONA POV

Aku menatap kepergian namja itu, ‘Sepertinya aku pernah bertemu dengannya, wajahnya tidak asing’ aku bertanya2 dalam hati.

‘Choi-Si-won, sepertinya aku pernah mendengar nama itu. Tapi kapan?’ aku coba mengingat nama itu, tapi tetap saja aku tak bisa mengingatnya.

“Omona…aku lupa harus mengantar surat ini ke ahjumma Jung. Paboya Yoona, aku harus cepat pergi!” aku segera berlari pergi takut kalau2 ahjumma Jung marah padaku.

 

AUTHOR POV

@Siwon’s home in Seoul

“Mwo? Anak itu kabur lagi? Segera temukan dia dan hubungi aku jika dia sudah kembali! Cepat!” bentak appa Siwon, dia di telepon sekretaris Kim bahwa anaknya kabur lagi.

“Benar2 keterlaluan anak itu! Dari dulu sikapnya tidak pernah berubah!”

Terlihat dari raut wajahnya dia benar2 marah. Dia terus mondar-mandir tak tenang setelah mendengar berita tadi.

Kemudian istrinya datang menghampiri appa Siwon membawa secangkir teh. Lalu dia duduk dan meletakkan teh untuk suaminya di atas meja.

“Sudahlah yeobo, tenangkan dirimu. Anak itu memang seperti itu, sebentar lagi dia pasti mengabari kita dan kembali” eomma Siwon  mencoba menenangkan suaminya yang tengah gelisah.

Appa Siwonpun duduk dan meminum tehnya, dia masih terlihat gusar.

“Anak itu benar2 kurang ajar! Ini salahmu juga karena dulu kau terlalu memanjakannya”

“Tenanglah…semuanya akan baik2 saja, percayalah padaku” ucap eomma Siwon sambil mengelus-elus lengan suaminya.

~~~

 

Hari ini Yuri-sahabat Yoona mengajaknya pergi untuk berjalan2 membeli beberapa pernak-pernik. Saat Yoona sedang berjalan tidak sengaja ia melihat poster iklan yang ada dipinggir jalan, dalam poster itu terpampang wajah seorang namja yang sedang memakai kemeja putih berjas hitam. Yoona tidak menyadari bahwa itu adalah iklan dari Hyundai’s group.

 

YOONA POV

“Bukankah dia namja yang waktu itu? Choi Siwon yang kemarin?” ucapku pada diri sendiri.

Aku mematung melihat poster itu, ‘Benar, sepertinya aku pernah melihat dia sebelum pertemuan itu, wajahnya tidak asing. Tapi dimana?’ aku bertanya2 dalam hati

“Ya! Yoong, sedang apa kau disitu? Cepat kemari!” teriak Yuri memanggilku, sebelum ku terhanyut dengan iklan itu keburu aku dipanggil Yuri dan segera menyusulnya yang sudah berjalan cukup jauh.

“Ne, tunggu aku” kini aku berjalan disampingnya lalu merangkul tangannya.

“Kau ini, apa yang lihat barusan?” Tanya Yuri padaku.

“Ahh…aniyo, bukan apa2” jawabku mencoba menyembunyikan rasa penasaran yang tadi sempat kurasakan.

 

AUTHOR POV

Merekapun berjalan melihat2 berbagai pernak-pernik yang terpajang disetiap toko,

“Yoongie, tunggu sebentar yah. Aku kesana dulu, kau disini saja jangan kemana2 aku segera kembali, arasseo?” sepertinya Yuri sudah menemukan barang yang ia cari di toko sebelah.

“Ahh..ne” jawab Yoona tanpa menoleh, dia masih serius melihat2.

Saat Yoona sedang melihat2 tiba2 saja ada seseorang yang memanggilnya.

“Yoona-ssi!” Yoona menoleh ke sumber suara, ternyata itu Siwon.

“Siwon-ssi? Apa yang lakukan disini?” tanyanya heran. ‘Aisshh…mengapa aku harus bertemu namja itu disini?’ gumam Yoona kesal.

“Aniyo, aku hanya berjalan2 disekitar sini lalu aku melihatmu. Kau sendiri, apa yang kau lakukan?” Tanya Siwon.

“Aku sedang menunggu temanku membeli barang” jawab Yoona tanpa melihatnya.

Tiba2 Yoona melihat sebuah hiasan lampu berbentuk bintang berwarna biru, lalu ia ambil dan memperhatikannya dengan seksama. ‘Sungguh indah’ gumamnya dalam hati.

 

SIWON POV

Aku yang sedari tadi memperhatikan Yoona heran melihat sikapnya yang senyum2 sendiri melihat benda yang ia pegang.

“Kau suka bintang?” tanyaku padaknya.

Diapun menoleh dan menatapku “Ah..ne, aku sangat menyukainya. Ini sangat indah”

“Jinjjayo?” tanyaku balik.

“Kau tahu Siwon-ssi, bagiku bintang itu adalah keajaiban. Hanya dengan melihatnya segala kerisauan yang ada dalam hatiku hilang begitu saja” ucapnya sambil matanya tak lepas memandangi hiasan lampu itu penuh kagum.

Deg…’tunggu? Sepertinya aku pernah mendengar kata2 ini?’ tanyaku dalam hati.

 

Flashback

“Ya! Malam2 begini apa yang kau lakukan disini?” tanyaku pada seorang yeoja kecil, usianya sekitar 11-12tahun. Dia sedang melihat langit malam yang bertabur bintang.

“Oppa…kemarilah” jawabnya memintaku duduk, lalu akupun duduk disampingnya.

“Lihatlah, indah bukan?” tanyanya sambil menunjuk ke langit.

“Ne, indah sekali” jawabku kagum.

“Kau tahu oppa, bagiku bintang itu adalah keajaiban. Hanya dengan melihatnya segala kerisauan yang ada dalam hatiku hilang begitu saja”

Flashback end.

 

‘Siapa kau sebenarnya? Mengapa kau mengingatkanku pada yeoja kecil itu?’ aku bertanya2 dalam hati, mataku tak lepas melihat Yoona yang sedari tadi masih memegang hiasan itu.

“Siapa kau sebenarnya” tanyaku.

“Ahh…Siwon-ssi, apa kau mengatakan sesuatu?” dia menoleh.

“Ani..Aniyo, bukan apa2” jawabku tersenyum aneh.

Lalu tiba2 datang seseorang memanggil Yoona. “Yoongie…” panggil yeoja itu.

‘Yuri? Apa yang ia lakukan disini’ tanyaku dalam hati.

Yoona berbalik menghampiri Yuri “Ahh…Yuri, apa kau sudah menemukan barang yang kau cari?” tanyanya.

‘Tunggu, jadi mereka sudah saling kenal?’ batinku menatap Yoona dan Yuri secara bergantian.

“Ahh…Oppa, apa yang kau lakukan disini? Bukankah seharusnya kau…” tanyanya menatapku, aku langsung memberi isyarat agar dia tak melanjutkan perkataannya. Diapun segera diam mengerti apa yang kumaksud.

“Seharusnya kau apa Yul? Apa yang terjadi pada kalian berdua? Yuri, kau mengenal Siwon-ssi?” Tanya Yoona heran mentap kami berdua bergantian. Aku langsung menurunkan tanganku melihat Yoona yang menatapku heran. Aku pura2 sedang bersiul.

“Aniyo, bukan apa2, hehe…Ne, dia…teman lamaku, iya teman lama. Tapi kami tidak terlalu dekat” jawab Yuri bohong. ‘Bagus Yul, sebaiknya Yoona tidak perlu tahu’ gumamku sendiri.

“Jinjja?” Yoona semakin penasaran atas ucapan Yuri yang terbata2.

“Ah…Yoong, bagaimana kalau kita berjalan2 kesana?” Tanya Yuri mencoba mengalihkan pembicaraan.

“Ne…kajja!”

“Siwon-ssi…kau mau ikut bersama kami?”

‘Siwon-sii? Ahh…aku mengerti, bagus Yul, teruslah berakting seolah kau tidak dekat denganku’ gumamku. Yuri mengajakku pergi bersama, ini adalah kesempatanku untuk mengetahui Yoona lebih dalam.

“Eh…ne” aku menghampiri mereka berdua dan berjalan beriringan.

Kami sampai di sebuah toko aksesoris. Mereka berdua terus melihat2, aku hanya mengamati mereka dari belakang. Lalu saat Yoona mulai sedikit menjauh aku langsung menarik tangan Yuri kebelakang.

“Ya oppa! Apa yang kau lakukan?” tanyanya kaget.

“Ssstt…jangan berteriak” ucapku berbisik.

“Sebaiknya kau pulang saja. Biar aku yang menemani Yoona. Kau pulanglah” pintaku.

“Memangnya kenapa? Ahh…arasseo. Baiklah aku pamit ke Yoona dulu” jawabnya sambil tersenyum jahil. Lalu ia segera menghampiri Yoona.

 

YURI POV

“Yoong, sepertinya aku harus pergi. Tadi eommaku menelepon katanya dia butuh bantuanku” ujarku berbohong.

“Ahh…jinjja? Kalau begitu kita pulang saja, kajja!”

“Andwe..andwe…” jawabku menolak, dia menatapku heran.

“Ahh…ani, maksudku kau disini saja bersama Siwon-ssi. Bukankah kau ingin membeli beberapa aksesoris untuk adikmu?” tanyaku mencoba meyakinkannya. Dia berpikir sejenak,

“Kau benar Yul, baiklah. Cepatlah kau pulang, temui eommamu” jawabnya, ‘yes!’ gumamku dalam hati.

“Ne… aku pulang yah, annyeong…” akupun pergi dari hadapannya. Lalu aku menghampiri Siwon.

“Sekarang waktunya, cepatlah kau datangi dia” ujarku, dia hanya tersenyum.

“Gomawo…” akupun berlalu keluar.

 

SIWON POV

Setelah Yuri pergi aku menghampiri Yoona yang masih asyik mencari pernak-pernik. Aku terus memperhatikan tingkahnya, entah kenapa terkadang aku tersenyum tidak jelas melihatnya begitu. ‘Siwon…apa yang terjadi denganmu?’ batinku.

Kulihat dia terlihat canggung jika kami berdiri berdekatan, ku kerjai saja dia sekalian. Saat dia mencoba berdiri menjauh aku terus saja mencoba berdiri sejajar dengannya, berkali-kali dia menghindar tapi aku tetap mengikutinya.

‘Ha ha ha, sepertinya dia sedikit kesal dengan sikapku’ gumamku.

“Ya! Apa yang kau lakukan mengapa kau selalu bergeser dan menghindariku?” tanyaku.

“A…ani, siapa yang mencoba menghindar! A…aku hanya ingin melakukan itu saja. Memangnya tidak boleh?” ucapnya terbata2.

“Ha ha ha…hanya saja kau terlihat aneh, apa kau malu berdiri disampingku?” godaku,

“A…aniyo, untuk apa aku malu berdiri disampingmu. Kau itu terlalu percaya diri menilai orang. Sudahlah aku ingin pulang saja” ujarnya mencoba mengelak,

“Tunggu!” kataku, dia pun berhenti berjalan.

“Ayo, kuantar kau dengan mobilku” ujarku lalu segera menggenggam tangannya dan membawanya keluar, Yoona masih terheran2 akan sikapku. Aku hanya tersenyum dan tanganku masih menggenggamnya.

Sepanjang jalan kami terus terdiam, dia hanya menjawab jika aku menanyakan kemana arah rumahnya. Sesampainya di depan rumah Yoona, aku langsung turun dan membukakan pintu untuknya. Dia hanya tersenyum malu.

“Terimakasih sudah mengantarku pulang” ucapnya ramah.

“Sama2, lagipula rumahku searah dengan rumahmu” jawabku. Kami saling terdiam sibuk dengan pikiran masing2.

“Baiklah, aku pamit pulang. Sampai jumpa” kataku memecah keheningan.

“Ahh…ne, sekali lagi terimakasih atas tumpangannya”

“Ne, aku pergi” lalu ku segera berjalan menuju mobil dan segera menyalakan mesin mobilku. Beberapa detik kemudian mobilpun melaju pergi.

Dalam perjalanan pulang aku terus mengingat2 rumah Yoona, entah kenapa lagi2 aku merasa tidak asing dengan tempat itu. ‘Sepertinya dulu aku pernah kesana, rumah itu…tidak asing bagiku’ gumamku bertanya2 dalam hati. ‘Ah…mungkin itu hanya perasaanku saja’ yakinku.

 

Malam harinya aku terus memikirkan Yoona, entah kenapa sejak pertemuan kami tadi siang tidak henti2nya aku memikirkannya dan memikirkan gadis kecil yang dulu pernah kukenal.

“Benarkah kau gadis itu? Mengapa kau begitu mirip dengannya? Cara bicaramu, tatapan matamu, mirip sekali dengan gadis kecil itu. Yoona-ssi, siapa kau sebenarnya? Aiissh…kau benar2 membuatku gila” aku terus bertanya2 sendiri.

~~~

 

AUTHOR POV

Pagi ini, Siwon sedang bersiap2 pergi ke kantor. Setelah beberapa hari ia dibujuk oleh sekretaris Kim akhirnya dia mau mengurus kembali pekerjaannya di Jinan.

“Tidak ada salahnya juga aku belajar bisnis, lagi pula selama ini aku sudah terlalu banyak bersenang2” ungkapnya pada diri sendiri. (oppa insyaf nih ceritanya..hehe)

Setelah beberapa menit perjalanan akhirnya ia sampai di store milik keluarganya, memang bangunannya cukup kecil tapi tetap terkesan mewah dan menarik. Siwon dan sekretaris Kim diajak berkeliling oleh beberapa staff yang ada di store miliknya, melihat2 bagaimana sejauh ini perkembangannya. Namun tiba2 ponsel miliknya berdering, ternyata itu panggilan dari appanya.

“Sebentar, kalian duluan saja. Sekretaris Kim, tolong lanjutkan pemantauannya” titahnya pada sekretaris Kim. Merekapun melanjutkan berkeliling tanpa ditemani Siwon.

“Yeoboseyo…” jawabnya setelah mengangkat panggilan tersebut.

“Ne appa, sekarang aku sedang memantaunya.”

“Tenang saja, appa tidak perlu khawatir. Aku tidak akan kabur lagi, aku berjanji akan belajar dengan baik disini. Appa urus pekerjaan di Seoul saja”

“Ne..arasseo appa,” jawabnya lalu mematikan panggilan tersebut dan menyimpan ponselnya di saku celananya.

Setelah mematikan panggilan tiba2 matanya menangkap seorang yeoja yang kemarin ia temui, di adalah Yoona, dia baru saja keluar dari store milik Siwon. Segera saja Siwon menghampiri Yoona.

“Yoona-ssi!” panggil Siwon, yang dipanggilpun menoleh.

“Ahh Siwon-ssi, waeyo?” Tanya Yoona balik.

“Kita bertemu lagi. Aniyo, sedang apa kau disini? Apa kau bekerja di Hyundai’s dept. store ini?”

“Ne, aku bekerja part-time di salah satu store sebagai pelayan toko. Kau sendiri apa yang kau lakukan? Apa kau juga bekerja disini?” Tanya Yoona penasaran, yang ditanya malah bingung harus menjawab apa.

“Ahh aniyo, tadi aku hanya berjalan2 disekitar sini saja” jawabnya berbohong. Sepertinya Siwon ingin menyembunyikan identitasnya sebagai anak dari pemilik dari Hyundai’s group. Yoona hanya mengangguk paham.

“Yoona-ssi, apa kau sudah makan siang? Bagaimana kalau kita makan disekitar sini, aku tahu tempat yang enak”

“Eh…kebetulan aku memang belum makan, hajiman…” jawab Yoona ragu.

“Ayolah Yoona-ssi, kau akan kutraktir. Ini sebagai balas jasaku karena tempo hari kau telah menolongku” bujuk Siwon.

Yoona berpikir sejenak lalu berkata “Baiklah aku mau. Kita akan makan dimana?”

“Disana saja, kajja kita pergi” tunjuk Siwon ke tempat yang ia maksud, merekapun melangkah pergi meninggalkan Hyundai’s dept. store.

~~~

 

@caffe

Setelah sampai disebuah caffe mereka segera memesan makanan. Dan tak lama makananpun datang,

“Bagaimana? Enak tidak makanannya?” Tanya Siwon

“Ne, neomu mashita. Kau pandai memilih tempat Siwon-ssi.” jawab Yoona, kini mulutnya tengah dipenuhi berbagai macam makanan.

“Panggil saja aku oppa, kau terlihat lebih muda dariku” ujar Siwon,

Yoona kaget dan langsung menelan semua makanan yang ada di mulutnya “Ehh..ne, oppa” Yoona terlihat sedikit ragu memanggilnya oppa.

“Bagus!” jawab Siwon lalu melanjutkan makannya.

Siwon yang sedari tadi diam kini tertawa melihat cara makan Yoona yang memang shikshin itu. Yoona yang merasa risih dilihat seperti itu langsung membentak Siwon.

“Ya! Mengapa kau menertawaiku? Cepat habiskan makananmu, kalau sudah dingin tidak enak lagi dimakan” ujar Yoona, mulutnya masih mengunyah makanan.

“Ternyata kau punya selera makan yang besar yah? Dasar rakus” jawab Siwon tertawa geli.

“Ahh sudahlah kau jangan banyak berkomentar, cepat makan!” merekapun kembali melanjutkan makan sampai semua makanannya habis.

~~~

“Terimakasih atas makanannya hari ini,” ucap Yoona.

“Aniyo…itu bukan apa2” jawab Siwon sambil menggaruk2 kepalanya yang tidak terasa gatal.

Saat mereka keluar dari caffe tiba2 Yoona jatuh terpeleset, langsung saja Siwon menopang tubuh Yoona agar tidak jatuh, tangannya melingkar di pinggang Yoona. Mereka saling bertatap satu sama lain, kini jarak mereka sangat dekat. Samar2 terdengar degup jantung mereka yang berdetak cepat. Cukup lama mereka dalam posisi itu sampai Yoona tersadar dan segera berdiri kembali kemudian Siwon melepaskan pegangannya.

“Ahh…gomawo…” ujar Yoona kikuk.

“Aniyo, itu bukan apa2” jawab Siwon, mereka tidak berani saling menatap karena kejadian tadi.

“Kalau begitu aku pulang dulu, sekali lagi terimakasih untuk hari ini oppa” ucap Yoona terbata2.

“Ehh…ne, aku juga harus pergi sekarang. Sampai jumpa” Merekapun pergi ke arah yang berlawanan. Siwon terus saja mengacak2 rambutnya dan Yoona terus memukul kecil kepalanya seolah2 menyesali apa yang ia lakukan tadi.

~~~

 

@Yuri’s room

“Yul…sedang apa kau? Sibuk tidak?” Tanya Siwon begitu masuk ke kamar Yuri.

“Ya oppa! mengapa kau tidak mengetuk pintu terlebih dahulu. Untung saja aku tidak terkena serangan jantung mendengar suaramu yang keras itu” kesal Yuri sambil mengelus2 dadanya.

“Ha ha ha…sudahlah, bukankah ini sudah biasa. Saat di Seoul kau juga sering masuk ke kamarku tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu, iya kan?” balas Siwon. Yuri terlihat kesal lalu duduk di pinggir tempat tidur, Siwon mengikuti Yuri duduk di pinggir tempat tidur.

“Ada apa oppa kemari?” Tanya Yuri to the poin.

“Ahh…aniyo, hanya ingin melihat perkembangan sepupu jelekku yang sudah lama tidak kutemui” ujar Siwon sambil mencubit kedua pipi Yuri.

“Aiisshh…oppa, sakit tahu. Kau ini tidak pernah berubah. Selalu saja memanggilku dengan sebutan sepupu jelek” ucap Yuri marah sambil mengelus2 pipinya.

“Ha ha ha…ternyata kau masih jelek seperti dulu” ejek Siwon, Yuri mengembungkan pipinya tanda bahwa ia kesal. Siwon hanya tertawa melihat Yuri bertingkah seperti itu.

“Mmm…Yul, sejak kapan kau dekat dengan Yoona?” inilah pertanyaan Siwon yang dari tadi ia tahan.

“Yoongie? Ohh…aku sudah berteman sejak SMP. Karena kami selalu main bersama jadi kami bersahabat sampai sekarang. Memangnya kenapa oppa?” Tanya Yuri penasaran.

“Bisa kau ceritakan Yoona itu seperti apa? Latar belakang kehidupannya bagaimana?” tanya Siwon penuh semangat.

“Jarang sekali kau menanyakan hal itu untuk seorang yeoja. Jangan2 oppa benar menyukainya yah?” ujar Yuri jahil. Siwon malah gelagapan dilempari pertanyaan seperti itu.

“Ani..aniyo, aku hanya penasaran saja dengannya. Ada sesuatu yang harus aku pastikan”  jawab Siwon.

“Hmm…baiklah kalau kau tidak mau mengaku. Begini, Yoona itu lahir dan dibesarkan di Jinan. Saat kecil ia bersekolah di Jinan elementary school, dia hanya memiliki seorang adik kecil yang sekarang bersekolah di Jungha elementary school. Sehari2 ia bekerja paruh waktu untuk mencukupi kebutuhan keluarganya karena ibunya sudah meninggal sejak adiknya lahir. Ahh…ia pernah bercerita sebelum Yoona bertemu denganku dulu ia punya sahabat kecil yang selalu menemaninya bermain dia juga teman satu sekolahnya, dia bilang bahwa sahabatnya itu mungkin keturunan dewa karena ia selalu menolongnya saat Yoona sedang sedih dan selalu membawa keceriaan di hidupnya. Namun setelah lulus dari Jinan elementary school mereka terpaksa harus berpisah karena sahabat Yoona harus pindah dari Jinan. Dan terkadang dia selalu melamun memikirkan sahabat kecilnya itu.” Jawab Yuri panjang lebar

Siwon terdiam mencoba mencerna semua penjelasan dari Yuri,

‘Deg…benarkah dia orangnya? Benarkah dia yang selama ini aku cari?’ gumam Siwon. Siwon terus bertanya2 dalam hati, ia semakin penasaran siapa Yoona sebenarnya.

~~~TBC~~~

 

Gimana part awalnya? Seru ngga? Mian yah kalo kurang memuaskan…hehe

Oia, alamat tweetku udah tak ganti, yg baru namanya @alfiah_12. Barangkali ada yang minat silahkan follow akuheheJ

Mau tau part selanjutnya? Yuks…isi komentarnya

Tinggalkan komentar

164 Komentar

  1. Siwon oppa lucu banget maen kabur kaburan segala😀 tapi seru,🙂 aku yakin deh yoona itu gadis kecil nya🙂

    Tapi yoona pelayan toko! Nah loh gimana kalo nanti dia gak direstuin sma appanya siwon?

    Balas
  2. Cha'chaicha

     /  April 19, 2015

    Wah udah mulai jatuh cinta aja nih yw, hihi

    Balas
  3. ternyata yoona unnie dan siwon oppa sudah kenal dari kecil…

    Balas
  4. Zhahra

     /  Mei 17, 2015

    Annyeong author
    mungkin aku bukan readers baru kali yaaah, karna dlu aku pernah baca yang ini unn, trus seingatnya aku, aku belum coment waktu itu, karna lgi Gaptek..he…he…he…mianhe ya author
    tpi sekarang gag bakalan lgi hbis baca langsung kabur kok unn
    aku bakalan ninggalin jejak karna author dah baik buat FF yoonwon gitu
    jdi…izin baca ya unn, walaupun telat…:D

    Balas
  5. Seru eon critax
    lucu bget ma tingkahx wonpa maen kabur-kaburan aja
    terus ternyata eh ternyata wonpa ma yoona eonni itu sahabat waktu kecil
    bikin penasaran nech cerita selanjutx

    Balas
  6. Racheoll Dm

     /  Juni 27, 2015

    Bagus ff nya, yoona ternyata udah ada hubungan sama siwon sejak kecil, sangat menarik..!!

    Balas
  7. Jd mereka dah kenal dr kecil tapi kenapa pd gak inget satu sama lain, moga aja mereka akhirnya bersatu..

    Balas
  8. Ai juariah

     /  Oktober 21, 2015

    Duh…ternyata yoonwon punya kisah diwaktu kecil yg tdak disadari oleh yoona.lanjut……

    Balas
  9. desy amanaf

     /  November 1, 2015

    hai aku desy… reader baru nih salam kenal yaa
    ceritanya seru, keren n’ ngena feelnya apalagi kalo yoonwon
    ceritanya udah pernah kenal waktu kecil tapi pada nggak inget satu sama lain
    keren nih pasti lanjutannya

    Balas
  10. Nhiina

     /  November 15, 2015

    Critanya bagus .
    .
    .
    mungkin mommy yoong dan daddy won sahabatan waktu kecil .
    semoga saja mreka bisa mengingatx dengan cepat .
    .
    seperti mereka udah saling jatuh cinta . .

    Balas
  11. Siwon badung yahh wkkw ooh dia nyari yoona smpai eommanya marah2 gtu hmm.. Siwon udh mnydri kalo yoona tmn kecilnya gmn yoona yaa?

    Balas
  12. sityaak

     /  Mei 14, 2016

    Wah ceritanya bagus bgt .jd baper baca nya

    Balas

United, Leave a Coment Here

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: