[2S] SAJANGNIM!! Before Story bagian 2 (END)

 

 

Tittle : SAJANGNIM!! Before Story bagian 2 (END)

Author: Uchie (uchijefry90) / @uchie90 (follow yaa)

Genre : Romance, Humor (??)

Length : TwoShoot (2S)

Rating : PG 13

Cast :  Im Yoona , Choi Siwon , Tiffany Hwang , Im EunHye , Park Yoochun etc

 

 

Hai aku hadir lagi dengan bagian akhir dari cerita Before Storynya SAJANGNIM!! Buat yang udah RCL yang bagian pertama makasih banyak yaaa.  O iya, bila ada kesamaan cerita itu tidak disengaja, karena semua ff yang aku bikin murni hasil pemikiran dan imajinasiku. Ok langsung aja yaa, happy reading….

 

 

SAJANGNIM!! Before Story bagian 2 (End)

 

Siwon yang baru datang pagi itu, memikirkan alasan apa lagi yang akan dia berikan untuk memanggil yoona. Sudah menjadi kebiasan baginya setiap pagi untuk menyuruh yoona keruangannya, hanya sekedar melihat rupa sang gadis. Dia tahu kalau dia mempunyai perasaan kepada gadis itu, tapi dia terlalu gengsi untuk menunjukkannya. Malah ia terkesan childish.  Memarahi orang yang disukai karena kesalahan-kesalahan kecil untuk menutupi rasa suka, bukankah itu sikap kekanak-kanankan??

 

Setelah mendapat alasan yang dirasa tepat, siwon pun bersiap mengangkat gagang telepon di depannya, tapi seketika tangannya terhenti setelah mendapati diatas mejanya sebuah surat dengan amplop berwarna putih polos. Dengan rasa penasaran dia pun  merobek amplop tersebut dan mengeluarkan sehelai kertas dan mulai membacanya. Setelah mengetahui isi dari amplop tersebut ia pun terduduk dan mengusap wajahnya dengan telapak tangan.

 

“Kau, benar-benar bodoh choi siwon.” Rutuknya.

 

Tiba-tiba terlintas sebuah nama di kelapa siwon. Siwon pun buru-buru meraih gagang telepon dan langsung menekan beberapa nomor.

Tak berapa lama ketukan pintu terdengar dari luar. Orang yang menurut siwon tepat untuk menanyakan semua hal tentang yoona telah berada dihadapannya. Tiffany, sekarang sudah duduk didepan siwon. Raut wajah fany terlihat sedikit jutek. Yoona telah memberitahunya, kalau ia akan resign dari tempat kerjanya hari ini. Itu membuat fany kesal dengan orang yang ada dihadapannya ini. Dan ia pikir mantan bosnya ini pasti memanggilnya karena yoona.

 

“Fany-ssi, ada beberapa hal yang ingin saya tanyakan pada anda mengenai yoona.” Tepat sekali pikir fany. Fany masih diam menunggu kata-kata selanjutnya yang akan keluar dari mulut siwon.

 

“Anda pasti tahu alasan yoona resign kan? Tolong ceritakan yang anda ketahui.”Tanya siwon langsung.

“Bukankah yoona telah menuliskan alasannya di surat pengunduran dirinya sajangnim?” Tanya fany balik. Fany jadi lebih yakin kalau siwon benar-benar menyukai yoona.

 

“Tapi bagaimana mungkin ia keluar hanya karena ingin mencari suasana kerja baru. Kalau memang itu yang dia inginkan, dia bisa mengatakannya kepada saya langsung. Dan akan saya pindahkan dia ke cabang perusahaan didaerah lain. Anda pasti tahu alasan lainnya kan fany-ssi” fany pun bergidik ngeri setelah mendengar pertanyaan menyudutkan siwon kepadanya. Tiba-tiba sebuah idepun muncul dikepala fany, ia ingin melakukan sesuatu untuk sahabatnya itu.

 

»»

 

Siwon tampak terburu-buru sedikit berlari menuju lift. Dengan tidak sabar dia menekan-nekan tombol lift. Pintu lift pun terbuka, segera ia berhambur masuk kedalam dan menekan angka menuju lantai dasar ketempat mobilnya diparkir. Ya setelah fany memberitahu sesuatu tentang yoona, siwon langsung meninggalkan fany begitu saja. Harus cepat, itu lah pikirnya saat ini.

 

Didalam mobil siwon merutuki dirinya sendiri,  sambil terus fokus melihat kedepan. Seharusnya dari dulu ia menyadarinya perasaannya ini. Seharusnya perasaannya ini dia sampaikan kepada yoona. Dia sadar mungkin ini akan terlambat tapi dia harus tetap berusaha.

 

Mobil siwon telah terparkir sempurna didepan apartement yoona. Dia keluar dari mobil sambil memantapkan hatinya bersiap menyatakan perasaannya dan akan menerima apapun nanti hasilnya. Ia tahu kesempatannya kini benar-benar tipis, tapi setidaknya perasaannya ini tersampaikan.

 

Setelah memastikan nomor apartement yang diberikan fany sama dengan nomor yang ada dihadapannya, siwon menekan bel berharap orang yang dicari ada di dalam. Selang beberapa menit pintupun terbuka. Siwon yang melihat orang yang membukakan pintu itu yoona, langsung memeluk yoona erat. Yoona kaget bukan main, mendapati secara tiba-tiba dipeluk oleh atasannya itu.

 

“Sajangnim!!” Kaget yoona. Siwon masih memeluk yoona erat.

“Tolong lepaskan saya, sajangnim!!” ujar yoona sambil mencoba melepas pelukan siwon.

 

“Aku mohon tetap lah seperti ini sebentar.” Yoona hanya diam dan mencoba menikmati pelukan sang bos. Tiba-tiba ia merasakan detak jantungnya abnormal, aliran darah di nadinya bergerak cepat. Sangat sulit diartikan , tapi pelukan sang bos terasa nyaman baginya.

Setelah dirasa cukup, siwon melonggarkan pelukannya. Dapat dilihat wajah yoona yang merona karena mendapat pelukan tiba-tiba dari siwon.

 

“Yoona, aku menyukaimu.” ucap siwon sambil menatap manik mata yoona.

 

“Nde??”

 

“Ku mohon jangan bertunangan dengan orang lain,” lanjut siwon.

 

“Tunangan??” Tanya yoona dengan wajah bingung.

 

Belum sempat yoona bertanya, pintu apartemen terbuka. Eunhye bersama dengan yoochun yang datang menatap heran namja yang bersama yoona ini. Yoona yang merasa mendapat tatapan tanya dari eonninya langsung memperkenalkan siwon.

 

“Eh, eonni kau sudah pulang. Kenalkan ini atasanku dikantor , choi siwon.”

 

“Sajangnim, ini eonniku Im eunhye.” Tanpa pikir panjang siwon segera meraih tangan eunhye dan menggenggamnya. Eunhye terkejut mendapat perlakuan tiba-tiba siwon.

 

“Noona, ku mohon biarkan yoona bersama saya, saya janji akan membahagiakannya. Saya tidak akan sanggup melihatnya bertunangan dengan orang lain.” Mohon siwon. Eunhye tercengang dengan apa yang di ucapkan siwon, yoona pun tidak kalah bingung.

 

“Bertunangan?? Nugu?? Yoong, apa kau akan bertunangan?” Tanya eunhye beralih menatap yoona.

 

“Mana mungkin aku bertunangan eonni, pacar saja aku tak punya.”Jawab yoona masih dengan wajah bingung. Tatapan mata mereka semua kini tertuju pada siwon. Berharap ada penjelasan dari apa yang di katakannya barusan.

 

“Jadi yoona tidak akan bertunangan? Bukankah pria yang disamping noona ini calon tunangan yoona?” Tanya siwon sambil melirik yoochun. Seketika tawa yoona, eunhye dan yoochun pun pecah. Siwon yang sadar hanya dapat menundukkan wajahnya menahan malu atas semua yang ia katakan tadi.

 

“Siwon-ssi dengar baik-baik, lelaki yang berada di sampingku ini adalah tunanganku, bukan tunangannya yoona.” Jelas eunhye masih dengan tawanya.

 

»»

 

Setelah kejadian memalukan didepan pintu tadi, mereka berempat kini duduk di ruang tamu. Siwon masih saja menundukkan wajahnya. Eunhye merasa aneh dengan sikap siwon. Bukankah dia sudah terang-terangan bilang menyukai adiknya itu, tapi kenapa siwon jadi terlihat tak karuan begini.

 

“Siwon-ssi, kenapa wajahmu murung begitu? Apa karena belum ada jawaban dari saengku ini?” Yoona yang menjadi bahan penbicaraan hanya diam sambil terus menatap siwon.

 

“Maafkan sikap saya noona, dan saya juga mohon maaf kepada tunangan noona…..”

 

“Park Yoochun, panggil aku hyung. Ok!” Yoochun memperkenalkan diri.

 

“Ya, saya mohon maaf hyung sudah menduga yang tidak-tidak tentangmu.” Lanjut siwon.

 

“Sudahlah, kau kan memang tidak mengetahui hubungan ku dengan yoona seperti apa. Jadi wajar kalau kau berfikir begitu.” Yoochun menenangkan siwon.

 

“Tapi siwon, dari mana kau dapat informasi bohong itu??” Tanya eunhye penasaran. Siwonpun menceritakan bagaimana ia telah dibohongi fany.

 

 

FlashBack

 

“Sajangnim, sebetulnya yoona akan bertunangan besok dan tidak lama lagi ia akan menikah. Ia menceritakan kalau ia tidak mencintai calon tunangannya itu, tapi eonninya memaksanya. Karena selama ini tidak ada seorang namjapun yang mau dengannya. Dan sekarang ada namja yang mau menikahi yoona. Yoona tidak dapat berbuat apa-apa, selain menuruti keinginan eonninya.” Bohong fany.

 

“Benarkah?” Tanya siwon tidak percaya.

 

“Iya sajangnim, kalau anda tidak percaya anda bisa bertanya langsung pada yoona. Sekarang dia sedang berada di apartement nya.”

 

“Ok, dimana alamatnya…”

 

FlashBack End

 

 

“Dasar tiffany hwang!! Awas saja dia nanti!!” Yoona yang tadi diam mendengarkan cerita siwonpun mulai bersuara.

 

“Tapi aku harus berterimakasih padanya , karenanya lah aku ada disini dan berani mengutarakan perasaanku padamu. Jadi bagaimana yoong jawabanmu?”Siwon menatap yoona dalam. Yoona yang ditatap tajam seperti itu jadi salah tingkah, dia tak tahu harus menjawab apa. Eunhye dan yoochun cuma tersenyum melihat pasangan yang sedang kasmaran didepan mata mereka ini.

 

“Sajangnim tidak sedang bercanda kan? Anda selama ini selalu membentak dan memarahi saya. Saya masih belum bisa mempercayai ucapan anda.” Jawab yoona pelan, takut atasannya ini marah. Siwon tampak tak percaya dengan jawaban yang keluar dari mulut yoona. Ia merasa keberaniannya mengutarakan perasaan tidak dihargai.

 

“Baiklah, kalau begitu aku terima jawabanmu.”Terdengar sedikit kecewa.

“Aku minta maaf karena telah memperlakukan mu dengan buruk selama ini dikantor, tapi aku harap kamu masih mau bekerja denganku seperti biasa. Besok aku tunggu di kantor. Surat pengunduran diri itu ku anggap tidak pernah ada.” Siwon pun langsung pamit kepada semua orang yang ada disana.

 

Yoona merasa tak enak hati, karena berani menolak bos nya itu. Semalaman ia memikirkan kejadian yang terjadi hari ini. Siwon yang tiba-tiba datang memeluknya dan menyatakan cinta padanya. ‘Semua kejadian yang begitu tiba-tiba, mana mungkin aku langsung percaya??’Batin yoona.

Tapi tetap saja ada perasaan senang merasuk ke kalbunya. Perasaan nyaman dipeluk sang bos masih hangat terasa olehnya. Aroma tubuh namja itu masih lekat di indra penciumannya. Tanpa sadar yoona merasakan getaran dihatinya, membuat jantungnya berdetak lebih cepat. Apalagi mengingat lagi kata-kata suka yang keluar dari mulut atasannya tadi, semakin membuat yoona tak bisa mengontrol detak jantungnya itu. ‘Apa aku mulai menyukainya?’

 

»»

 

Yoona memutuskan untuk tetap bekerja, sesuai yang diminta siwon. Pagi ini yoona telah bersiap-siap pergi kekantornya. Eunhye yang melihat yoona telah rapi itupun tersenyum penuh arti.

 

“Jadi kau menerima tawaran siwon?” Goda eunhye.

“Yak, eonni jangan menggodaku begitu. Aku hanya berusaha profesional. Karena dia telah meminta maaf jadi lebih baik aku kembali bekerja saja. Daripada cari kerja lagi, akan sangat sulit kan eonni.” Jawab yoona gengsi.

 

“Ok, baiklah sekarang makan dulu sarapanmu baru kita berangkat. Mau ku antar?”

 

“Tak usah eonniku yang cantik….” Jawab yoona sambil memasang aegyonya.

 

Setelah selesai sarapan yoona langsung berangkat menuju kantornya. Sebelum memasuki pintu masuk utama gedung, sebuah suara menghentikan langkah yoona.

 

“Yoong!”Teriak fany sambil berlari ke arah yoona. Yoona yang mengetahui siapa yang memanggilnya langsung memperlihatkan wajah marah kepada sahabatnya itu. Fany memasang tampang tak bersalah pada yoona. Mereka berjalan beriringan masuk lobby.

 

“Yoong, jadi kau masuk kerja lagi? Bagaimana kemarin?? Apa ada sesuatu yang menarik terjadi?” Tanya fany bertubi-tubi. Yoona menghela nafasnya bersiap memarahi sahabatnya ini.

“Yaakk!! Fany, untuk apa kau berbohong kepada bos ku itu aahh? Karena ulahmu kemarin terjadi hal yang sangat memalukan tahu!!”Marah yoona.

 

“Oh ya?? Apa itu yoong? Ayo ceritakan…” Rengek fany masih dengan wajah polosnya.

 

“Tidak akan!!”

 

“Yoong, ayolah….”

 

»»

 

 

“Oh yaa??? Beruntung sekali dirimu yoong…, kau harus berterima kasih padaku.” Ucap fany setelah mendengar cerita detail kejadian kemarin dari yoona.

 

“Aku malah lebih ingin menghajarmu tahu!!” Cibir yoona.

 

“Jadi bagaimana hari pertamamu bekerja dengan orang yang menyukaimu?” Goda fany. Yoona terdiam, hari ini dia belum melihat atasannya itu. Dari kabar yang ia dapat, atasannya itu sedang mengambil cuti 3 hari.

 

“Molla, dia sedang cuti.” Jawab yoona. Fany yang mendengar jawaban yoona bernada sedih itupun cuma ber oh ria. Ia mengerti pasti yoona berfikir atasannya mengambil cuti karena dirinya.

 

Setelah 3 hari berlalu akhirnya siwonpun kembali ke kantor. Sekarang yoona sedang berdiri kikuk dihadapan siwon. Ada perasaan rindu yang menyeruak dihatinya. Siwon yang meminta yoona menjelaskan apa saja pekerjaan yang menumpuk selama cutipun menyadari sikap tak biasa yoona.

 

“Yoona-ssi bisakah anda bersikap profesional?” Tanya siwon tajam. Yoona terhenyak mendengar kata-kata siwon, dan langsung mengutuk dirinya.

 

“Ne, sajangnim.” Jawab yoona. Yoona pun langsung merinci pekerjaan-pekerjaan yang bisa ia handel selama siwon cuti, dan yang tidak bisa ia handel karena harus siwon sendiri yang mengerjakannya. Siwon mendengarnya dengan seksama, walau jantungnya sudah berdetak tak karuan didekat yoona. Rasa kesal dan kecewa ditolak masih membekas dihatinya. Yoonapun sama saja, menahan gejolak hati yang tak ia tahu sejak kapan ia rasa. Entah kapan suasana tak nyaman ini akan berakhir.

 

»»

 

Sebulan sudah sejak kejadian itu, yoona dan siwon masih tetap seperti biasa. Sama-sama profesional dalam bekerja walau sambil setengah mati menahan perasaan masing-masing. Yoona pun masih sering kena sasaran kemarahan siwon, ya walaupun siwon menyukainya tapi itu tidak menjadi halangan untuk siwon bersikap seenaknya. Yoona pun sekarang lebih sabar, dan mencoba bersikap tegar menghadapi bos nya yang labil itu.

 

Fany yang telah mengetahui perasaan yoona cuma bisa melihat dari jauh. Dia tidak bisa membantu kalau kedua orang itu sama-sama keras kepala.

 

Siwon sebenarnya sudah tahu dari fany kalau yoona menyukainya. Tapi rasa kesal ditolak masih saja membuat siwon enggan menanyakan jawaban yoona untuk kedua kalinya. Yoona pun begitu, setelah fany memberi saran untuk menyatakan perasaanya duluan, yoona hanya berkata “bagaimana mungkin seorang gadis yang menyatakan cinta duluan?”. Fany seperti kehabisan ide untuk menyatukan pasangan ini. Dari awal dia telah ikut andil dalam hubungan dua orang keras kepala ini, tapi lihat!! usahanya sia-sia. Sekarang ia pasrah, terserah apapun yang akan terjadi nantinya ia tak mau lagi membantu.

 

Hari ini seperti biasa, siwon memanggil yoona untuk membicarakan tentang proposal perencanaan yang akan mereka bahas pada rapat nanti siang. Yoona yang sedang fokus menjelaskan pada siwon itupun terkejut saat mendapati seorang yeoja masuk tanpa permisi dan berdiri dihadapannya dan siwon.

 

“Oppa!!” Panggil si gadis kepada siwon dengan nada mesra. Siwon yang merasa mengenal suara itupun langsung memalingkan wajahnya ke arah yeoja itu. Yeoja itupun berjalan menuju kursi siwon dan menggeser tubuh yoona ke samping, dan berdiri diantara siwon dan yoona. Pelukan mesra pun ia berikan kepada siwon, membuat hati yoona benar-benar panas. Yoona belum berniat untuk keluar dari ruangan siwon, namun setelah mendapat tatapan ‘bisakah anda keluar’ dari si wanita tadi yoona pun permisi untuk keluar dari ruangan tersebut. Siwon yang menyadari perubahan raut wajah yoona hanya mengulas sebuah senyum.

 

»»

 

Malam harinya apartement yoona kedatangan tamu yang tidak diduga. Tuan dan nyonya Im, orang tua yoona tiba-tiba tanpa pemberitahuan mengunjungi kedua anaknya. Orang tua yoona memang tidak tinggal dengan yoona karena mereka memilih menetap di Jeju menikmati masa tua. Sedangkan eunhye dan yoona tinggal di seoul karena pekerjaan mereka.

 

“Mwoo?? Appa, kenapa tiba-tiba? Appa kan tahu aku sedang menikmati pekerjaanku. Eonni saja suruh menikah duluan.” ucap yoona sambil menahan airmatanya. Sebenarnya yoona tidak pernah menolak keinginan sang appa, tapi ini kan tentang perasaan bagaimana mungkin yoona menerima begitu saja setelah ia tahu kalau ia mencintai orang lain.

 

“Mana mungkin aku menikah dengannya appa, bahkan aku belum mengenalnya,”lanjut yoona masih berharap appa nya luluh.

 

“Tidak bisa yoong, appa sudah janji padanya. Dia mengatakan pada appa kalau ia mencintai mu. Appa yakin kamu akan bahagia dengannya. Dia telah membawa orang tuanya bertemu dengan appa dan eomma. Intinya, kami sudah sepakat.”Jelas tuan Im panjang lebar.

 

Seketika tangis yang dari tadi ditahan yoona pecah sudah. Ia tak tahu lagi harus bagaimana. Nyonya Im hanya menatap risau sang putri, lain halnya dengan eunhye. Entah kenapa ia hanya diam, tak ada respon apapun. Tapi dalam hati terus berharap kalau ini yang terbaik bagi adiknya.

 

Setelah diberitahu kalau pernikahannya akan dilangsungkan satu bulan lagi, yoona seperti kehilangan semangat hidup. Ia memang masih tetap profesional dalam bekerja tapi diluar itu ia seperti orang lain, tidak lagi penuh semangat. Fany yang melihatnya pun ikut prihatin. Fany sudah mencoba berbicara dengan siwon dengan mengatakan yoona akan menikah, tapi siwon malah terlihat tak peduli. Berbanding terbalik dengan kejadian sebelumnya.

 

Yoona makin merasa hancur setelah mengetahui kalau wanita yang sempat mengganggu pembicaraannya dengan siwon beberapa hari yang lalu itu sekarang rutin mengunjungi siwon. Kini ia merasa siwon sudah tidak mencintainya lagi. Jadi ia pikir untuk apa ia mempertahankan perasaan sepihak ini.

 

“Fany, sepertinya aku akan menerima perjodohan itu? Tidak ada alasan lagi untuk ku menolaknya. Namja yang ku cintai tidak mencintai ku lagi.” Lirih yoona sambil menahan sesak didadanya. Fany hanya terdiam sedih, tidak dapat berkata apa-apa. Ia ikut merasakan betapa menderitanya sahabatnya saat ini.

 

“Yoong, kau harus kuat. Kalau memang kau merasa choi siwon bukan jodohmu, kau harus mulai membuka hatimu untuk namja lain. Bukankah kau bilang calon tunanganmu itu mencintaimu? Berfikirlah positif, mungkin semua yang dikatakan appamu benar.” Fany mencoba memberi saran pada yoona.

 

Yoona merasa apa yang dikatakan fany memang benar. Tidak ada salahnya menuruti perkataan appanya. Toh tidak mungkin kan appanya menikahkannya dengan orang yang tidak baik. Tinggal sekarang bagaimana yoona belajar mencintai namja yang akan menjadi suaminya itu.

 

»»

 

Yoona berjalan lesu menuju kamar setelah baru pulang dari kantornya. Jam didinding menunjukkan pukul 12.00, hari ini yoona pulang terlambat karena harus lembur menemani siwon menyelesaikan laporan untuk rapat besok. Ia terlihat sangat lelah, bukan karena banyaknya pekerjaan dikantor, tapi lelah hati karena tadi yoona kembali menjadi saksi aksi mesra-mesraan siwon dan wanita yang dikira yoona adalah kekasih siwon. Yoona mencoba menghindar dengan meminta izin kepada siwon mengerjakan laporan itu diruangannya saja, tapi siwon menahannya. Siwon ingin mereka mengerjakannya berdua supaya cepat selesai, katanya.

 

Tak terasa wajah yoona sudah dialiri air mata. Mengingat kebersamaan siwon dengan yeoja yang ia pikir kekasih siwon. Yoona sadar, makin ia ingin melupakan perasaannya ini, malah rasa itu tertancap makin dalam.

 

‘Aku harus benar-benar melupakannya,’ gumam yoona. Segera ia raih handphone yang ada di atas meja riasnya menekan beberapa nomor, tak peduli apa orang itu terganggu dengan teleponnya atau tidak. Setelah beberapa kali mencoba menelepon, akhirnya telepon yoona dijawab….

 

“Appa aku menerima berjodohan itu….”

 

“……”

 

“Tidak perlu bertunangan appa, langsung menikah saja”

 

“……”

 

“Nde, terserah apa lebih cepat lebih baik, tapi aku punya satu permintaan. Aku ingin bertemu pada saat upacara pernikahan saja.”Pinta yoona sambil terisak.

 

“……”

 

“Terima kasih appa, aku menyayangimu” ucap yoona mengakhiri teleponnya. Tangis yoona pecah, hatinya terasa sesak. Ia harap ini yang terbaik. Sebelum ia bertemu calon suaminya, akan lebih baik melupakan perasaannya pada siwon dahulu dan itu pasti butuh waktu. Yoona yakin pada hari pernikahannya nanti, perasaan cintanya ini benar-benar berakhir untuk namja itu. Malam ini yoona tak henti-hentinya menangis, ia melampiaskan semua rasa sedihnya untuk terakhir kalinya. Berharap esok tidak ada lagi tangis untuk seorang choi siwon, berharap esok hanya senyum yang akan menghiasi wajahnya. Semoga…..

 

»»

 

Ke esokan harinya yoona mengundurkan diri dari perusahaannya dengan alasan akan menikah. Siwon pun menerima alasan tersebut. Dan sekarang yoona tinggal dengan orang tuanya di Jeju. Tentu saja sambil menenangkan diri. Orang tuanya sangat senang, karena dengan begitu mereka masih bisa menghabiskan waktu bersama-sama sebelum yoona menikah.

 

Orang tua yoona sibuk mempersiapkan pesta pernikahan yoona dengan namja yang belum pernah ia lihat itu. Beberapa hari yang lalu yoona telah bertemu dengan calon mertuanya, dan sambutannya cukup hangat. Yoona merasa sedikit lega, setidaknya calon mertuanya ini sangat baik. Ia pikir pasti calon suaminya juga orang yang baik.

 

Yoona sedang termenung di depan jendela kamarnya. Ia tidak menyadari kalau eommanya sedang memperhatikannya. Dengan pelan eomma yoona mendekat ke arah putrinya tersebut dan dengan lembut mengelus rambut ikal sang putri.

 

“Eomma….”Suara yoona terdengar lirih. Ny. Im dapat merasakan kalau putrinya ini sedang dirundung lara.

 

“Ada apa nak? Kenapa wajahmu murung begitu. Apa karena perjodohan ini?”Tanya ny.Im

 

“Eomma…. Apa keputusan ku ini benar? Aku tahu appa pasti memberikan yang terbaik untukku, tapi hatiku masih milik namja itu eomma. Aku masih sangat mencintainya eomma….” Seketika itu yoona menangis dipelukan sang eomma

 

“Chagi… Kalau memang kau mempunyai orang yang kau cintai kenapa tidak memperkenalkan pada appamu? Sekarang eomma akan menyampaikan pada appamu kalau kau sudah punya orang yang dicintai. Dan meminta appamu membatalkan pernikahan ini, bagaimana?” Kata ny. Im sambil melepas pelukannya.

 

“Tidak eomma, jangan…. Orang yang kucintai sudah memiliki kekasih. Aku tak ingin mengganggunya. Lebih baik begini, aku akan berusaha melupakannya…..” Ny Im kembali memeluk putrinya itu berusaha memberi kekuatan agar sang putri tetap tegar.

 

“Baiklah kalau menurutmu itu yang terbaik untukmu….”

 

 

~Wedding day~

 

Sebuah gereja telah disulap dengan dekorasi cantik berwarna biru dan putih. Bangku-bangku gereja telah dipenuhi para tamu. Tidak banyak memang karena hanya keluarga, beberapa rekan bisnis dan sahabat terdekat saja yang diundang.

 

Yoona sedang mematut dirinya dicermin. “Cantik,”guman yoona. Seharusnya hari ini hari paling membahagiakan bagi yoona, tapi malah sebaliknya. Sampai saat ini ia masih merasakan sesak didadanya bila mengingat nama choi siwon. Dia masih saja mengeluarkan air mata bila mengingat pengakuan cinta namja itu. Ya yoona masih sangat mencintai namja yang bernama choi siwon.

 

“Yoong, kau sudah siap” tiffany, sahabatnya menghentikan lamunan gadis itu. Hanya fany yang yoona undang ke acara pernikahannya ini. Dan ia meminta fany untuk tidak menceritakannya pada siapapun.

 

“Fany, apa keputusanku ini benar?”

 

“Yoona!!! Kau tidak berniat lari dari pernikahan mu ini kan?” Bentak fany. Ia marah karena pikiran yoona yang plin-plan.

 

“Tidak, kau benar aku harus menikah. Dengan begitu aku pasti bisa melupakannya.” Ujar yoona sambil tersenyum pilu. Fany jadi lega, setidaknya yoona masih bisa berpikiran jernih. Dan tidak melakukan hal-hal gila di hari pentingnya ini.

 

“Yoona, kau sudah siap nak?” Eomma yoona berjalan mendekati yoona diikuti appa yoona serta sang eonni, eunhye.

 

“Ya eomma.” Jawab yoona.

 

“Saengku, huaaaa…. Aku pasti akan sangat merindukan kebersamaan kita….”Rengek eunhye sambil memeluk saengnya itu.

 

“Sudah lah eonni, kita masih bisa melakukannyanya bersama-sama. Kau merengek seperti aku akan pergi jauh saja.” Jawab yoona sambil tersenyum pahit.

 

“Apa putri apa ini sudah siap?” Giliran tn.Im yang bertanya.

 

“Nde, appa. Aku siap.” Jawab yoona mantap.

 

»»

 

Didepan pintu masuk gereja tn. Im menggandeng tangan putrinya berjalan pelan menuju altar pernikahan. Disana telah berdiri tegap seorang namja tampan memakai tuxedo berwarna putih serasi dengan gaun yang dipakai yoona. Yoona berjalan masih dengan wajah menunduk, tidak siap melihat kedepan dimana calon suaminya berdiri menunggunya. Dia merutuki dirinya sendiri yang masih saja membayangkan wajah siwon di hari pernikahannya ini.

 

Akhirnya yoona sampai didepan altar, tn. Im menyerahkan jemari tangan yoona kepada namja yang akan menjadi suami putrinya itu, sambil mengucapkan beberapa kalimat kepada calon suami anaknya itu. Sebelum yoona mengangkat kepalanya, mata yoona menangkap sosok gadis yang begitu ia kenal. Gadis itu tersenyum manis padanya. Langsung saja yoona menatap ke arah calon suaminya….

 

Degg…..

 

Seketika itu juga air mata yoona tak terbendung lagi. Ia tak percaya dengan sosok namja yang ada didepannya ini, namja yang telah membuatnya jatuh cinta. Namja yang telah membuatnya menangis beberapa bulan ini. Namja yang sangat ia cintai, telah berdiri tersenyum manis didepannya. Choi siwon, namja yang yoona cintai ternyata adalah calon suaminya. Yoona tidak dapat berkata-kata, lidahnya terasa kelu untuk mengeluarkan suara. Sang pasturpun memulai acara pemberkatan, setelah diberi tanda oleh siwon.

 

Setelah acara pemberkatan selesai tiba saatnya siwon melakukan ritual wajib usai pemberkatan yaitu mencium sang pengantin wanita. Dengan perlahan siwon mendekatkan wajahnya kearah yoona, dan mulai mengecup singkat bibir mungil itu. Ciuman pertama antara siwon dan yoona. Rasa bahagia tergambar jelas dari wajah sepasang pengantin baru ini.

 

Appa dan eomma siwon terlihat lega dan sekaligus bahagia melihat putri mereka kini telah menikah dengan orang yang ia cintai. Eunhye yang berdampingan dengan yoochun pun juga terlihat bahagia.

 

“Oppa, kapan kau akan menikahiku” tanya eunhye pada yoochun.

 

“Secepatnya chagi…” Jawab yoochun. Mereka berdua pun saling melempar senyum.

 

Fany, yang dari tadi menyaksikan pernikahan sahabatnya itu kini tak dapat menahan air mata bahagianya. Sahabatnya telah menikah dengan orang yang sangat ia cintai. Fany yang larut bersama kebahagiaan sahabatnya itu tiba-tiba dikejutkan dengan saputangan yang telah berada ditangannya.

 

“Hapus air matamu dengan sapu tangan itu, kau terlihat jelek kalau sampai makeup mu itu luntur.” Suara seorang namja mengagetkan fany.

 

“Nickhun-oppa!!”

 

»»

 

 

Kini yoona dan siwon berada dimobil yang akan membawa mereka kerumah yang akan mereka tinggali. Siwon berada di bangku kemudi, yoona duduk disampingnya. Yoona masih saja memandang lekat namja yang ada disampingnya ini. Ia masih belum percaya kalau ia telah menikah dengan mantan bos nya itu.

 

“Kenapa kau memandang ku terus dari tadi yoong? Apa aku terlihat sangat tampan?”Goda siwon.

 

“Sajangnim, ini bukan mimpi kan? Aku menikah denganmu? Ini benar kan?” Tanya yoona bertubi-tubi.

 

“Tentu saja ini benar yoong, kau menikah dengan ku hari ini dan resmi menjadi milikku.” Jelas siwon. Yoona yang mendengarnya tak dapat menyembunyikan rasa malunya, wajahnya kini telah merona merah akibat perkataan siwon barusan.

 

“Tapi kenapa bisa sajangnim?”Tanya yoona lagi.

 

“Kau ingat 2 bulan yang lalu aku sempat cuti 3 hari?” Yoona mengangguk.

 

“Waktu itu aku pergi mengunjungi orang tuamu ke Jeju. Aku meminta orang tuamu untuk memberikan aku izin untuk menjadikanmu istriku sekaligus membantuku menjalankan rencana pernikahan ini.” Jelas siwon.

 

“Jadi semua sudah kau rencanakan? Tentang wanita itu bagaimana? Tidak mungkinkan dia tak ada hubungan denganmu?” Tanya yoona lagi.

 

“Itu balasan karena kau telah menolak ku. Jangan cemburu, dia itu adik sepupuku sulli. Kau kan juga melihatnya hadir tadi,” jelas siwon.

 

“Dan mengenai pernikahan tanpa saling mengenal itupun sudah ada dalam rencanaku, tapi tak kusangka kau sendiri yang memintanya, heheheh.” Kekeh siwon.

 

“Dasar!! Keterlaluan!! Kau tahu sesak sekali rasanya waktu kau bersikap acuh padaku, dan ketika aku tahu kau bersama wanita lain hatiku sakit. Dasar!! Aku membencimu!!” Kata yoona sambil memukul-mukul lengan siwon.

 

“Yakk, kau mau kita mati sebelum berbulan madu aahh?” Seketika yoona pun berhenti memukul siwon. Siwonpun tersenyum geli melihat pipi yoona yang memerah.

 

“Sajangnim berhentilah tersenyum seperti itu!!”Teriak yoona.

 

“Kau masih memanggilku begitu yoong? Mulai sekarang panggil aku oppa atau Yeobo?mungkin itu lebih baik.” Pinta siwon

 

“Nde,?? baiklah o…op..oppa….” Siwon pun tersenyum senang.

 

“Oh iya yoong, kau masih mau bekerja kan?”

 

“Nde??”

 

“kau masih mau bekerja denganku kan? Sepertinya aku masih memerlukan dirimu untuk mendampingiku dalam bekerja. Aku memerlukan kekuatan dan mental bajamu menghadapi kemarahan ku.” Lanjut siwon tanpa tahu yoona sudah menatap tajam dirinya.

 

“Yaaakk, oppaaaa!!”

 

 

END

 

 

Huaaaa… Akhirnya end juga… Gimana? Makin ancur yaa??makin gaje?? Kecepetan??Endnya gak memuaskan?? Yah cuma segitu kemampuan diriku… Tapi tetap dimohon RCLnya ya… Komentar, kritik+saran yang panjang justru membuat aku lebih terpacu utk lbh baik lagi kedepannya…..makasi sebelumnya…. Sampai ketemu di ff berikutnya…annyeong…

Pos Berikutnya
Tinggalkan komentar

130 Komentar

  1. mia rachma

     /  Januari 9, 2015

    ahhhhhhh ternyata siwon so sweet bgt…… mau dehhhh jadi pegawainyaaa. hahaha

    Balas
  2. wiranti

     /  Februari 23, 2015

    Cieee siwon ga sabar banget sama yoong , di tolak malah langsug ke orang tua nya yoong ngelamar ? Langsung nikah lagi ? Hhahahaha.

    Balas
  3. ahahahhahahaha
    tak kirain yoona eonni akan menikah dengan orang lain, ternyata….
    aigoo tak bisa ditebak…

    Balas
  4. So sweet
    kren kren kren eon

    Balas
  5. Ikashiddiqah

     /  September 15, 2015

    Huaaaaa eonni ini bagus ceritanya. Yoona pasrah ma calon suaminya eh malah di kasih yg dia mau. Suka bgt ternyta siwon udh ngerencanain smua.
    👍👌👏

    Balas
  6. Wkwkwk lucu ya mereka berdua sama2 memiliki kepribadian yg unik chukkae buat kalian brdua^^

    Balas
  7. Woaahh kereen tetnyata wonppa yaa yang jadi pengantin laki lakinya hihiii,, wonppa so sweet bangett

    Balas
  8. diah fibri

     /  Januari 30, 2016

    ceritanya lucu , suka bgt akhirnya happy ending …. lanjut baca sequelnya …..

    Balas
  9. shartika91

     /  Februari 21, 2016

    Haaaaa wonpa aktignya keren,,,,,, sampai” yoona nangis mulu djodohin am pria yg G dikenal. Tau”x wonpa

    Balas

United, Leave a Coment Here

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: