[OS] Please! Be a Mother for My Son

Tittle: Please! Be a Mother for My Son

Type: One Shoot

Genre: Romance, Family, Sad, Friendship

Rating: PG 15+

Author: Choi Mutie OeziL (Twitter: @Muthy92Mutii)

Main Cast:

* Choi Siwon (Super Junior)

* Im Yoona (Girl’s Generation)

Other Cast:

* Tiffany (Girl’s Generation)

* Yuri (Girl’s Generation)

* Yesung (Super Junior)

* Kyuhyun (Super Junior)

* Seohyun (Girl’s Generation)

* Ok Taecyeon (2pM), Etc

**

Author Notes: Annyeong united kingdom… Author Mutie nongol lagi nie bawa OS.. hehe:P*… jadi harapan Author setelah mmbca ff ini jgn lupa comment, comment and comment!!! Trus satu lagi yaitu sgla sesuatu dalam ff ini hanya bersifat fiktif belaka, jadi kalo ada hal2 yg readers kurang suka abaikan aja, namanya juga cerita fiktif!! Yah udah SELAMAT MEMBACA semoga kalian suka…:*^^

**

 

Kehidupan seorang Choi Siwon benar-benar berubah 360 derajat setelah menikah dengan sahabatnya yaitu Tiffany Hwang, seorang yeoja berdarah Korea-Amerika yang kini menetap di Korea bersama Ayahnya setelah ibunya meninggal. Awalnya Siwon dan Tiffany merupakan sahabat dekat karena mereka satu kampus, namun bukan hanya mereka berdua saja yang bersahabat, namun ada seorang yeoja juga yaitu Im Yoona yang juga merupakan teman karib mereka selain Kyuhyun, Seohyun dan Taecyeon. Tapi persahabatan itu tak bertahan lama karena Yoona lebih memilih memutuskan persahabatannya dengan Siwon dan Tiffany setelah mengetahui mereka berdua telah menikah, dan lebih menyakitkan lagi Tiffany hamil duluan sebelum menikah dengan Siwon, dan sejak saat itulah Yoona menghilang entah kemana dari kehidupan Tiffany dan Siwon. Lima tahun telah berlalu namun Yoona tak pernah menampakkan batang hidungnya lagi dihadapan teman-temannya itu, semua itu dilakukannya karena ia sangat sakit hati melihat namja yang dicintainya yaitu Choi Siwon menikah dengan wanita lain yang tak lain merupakan salah seorang sahabat karibnya sendiri, padahal saat itu Yoona dan Siwon baru saja meresmikan hubungan kasih mereka, namun karena satu dan lain hal membuat Siwon berpaling darinya.

“Wonnie.. apakah kau tidak ingin menikah lagi?, kasihan semakin hari eomma makin tua, jadi kau harus mencari seorang ibu untuk Miyoung..”, kata seorang wanita paruh baya nan cantik pada putra semata wayangnya itu. Namun pria itu hanya menatap ibunya sambil tersenyum lalu beberapa saat kemudian mendekatkan posisi duduknya agar dekat dengan sang eomma tercinta.

“Eomma, dengarkan aku.. kita hidup hanya satu kali, jadi menikah pun juga hanya sekali saja”, jawabnya yang seketika membuat eommanya hanya menghela nafas pasrah.

Fany.. aku harus bagaimana sekarang? Andai kau dan Hangeng hyung tak pergi secepat ini mungkin kita semua takkan menderita batin seperti ini’, gumamnya dalam hati sambil mengelus puncak kepala seorang gadis kecil berumur 4 tahun yang sedari tadi tidur di pangkuannya.

Setelah berbincang-bincang dengan eommanya yang kini telah pergi meninggalkannya dari kamar putri kecilnya, kini Siwon pun terus menatap foto Tiffany yang kini sedang terpampang di dinding kamar bercat pink milik si putri kecil.

Fany-ah.. kau tenang saja, tenanglah di alam sana. Aku janji aku akan menganggap Miyoung seperti anakku sendiri, karena bagaimana pun ia juga adalah darah daging sepupuku juga..”, lirihnya sambil menatap foto Tiffany yang sedang mengekspresikan eyesmilenya.

**

@ Seoul Children High School

“Baiklah anak-anakku sekalian, hari ini aku akan memperkenalkan guru baru kalian. Ia sangat baik dan cantik, jadi aku harap kalian menyukainya..”, ucap sang kepala sekolah bermarga Jung itu kepada  30-an anak-anak didiknya yang berumur 4-5 tahun bertampang menggemaskan dan imut-imut itu.

“Annyeonghaseo anak-anak, Im Yoona songsaenim imnida, aku harap kita bisa menjadi teman..”, sapanya seraya memperkenalkan diri, dan… anak-anak kecil itu pun membalasnya dengan suara-suara lucu yang membuat Yoona dan kepala sekolah tertawa renyah.

Setelah memperkenalkan dirinya Yoona pun membaca daftar hadir anak-anak didik barunya di sebuah sekolah pendidikan anak usia dini itu satu persatu dan pada saat membaca seorang anak didiknya yang bermarga Choi langsung membuatnya kembali mengingat masa-masa lalunya yang membuatnya pilu hingga kini. Namun ia tak mau terus mengingat hal itu, ia harus bersikap professional. Dua jam waktu mengajar perdananya pun usai, dan saatnya anak-anak kecil itu pulang.

“Ahjumma, ayo kita pulang”, ucap bocah perempuan kecil yang kini membuat Yoona mencubit pipinya gemas.

“Ne sayang, tunggu sedikit lagi, pasti Yesung appa akan menjemputmu”, balasnya yang kini membuat keponakannya itu tersenyum mengerti.

Tak lama kemudian Yoona dan keponakannya itu berjalan kearah tempat parkiran mobil yang berada disamping taman sekolah itu. Dan mereka tersenyum ketika melihat sebuah mobil BMW sedan berwarna putih memberikan klakson kearah kursi kayu putih panjang yang diduduki Yoona dan gadis kecil itu.

“Appaaaaa…”, pekik si gadis kecil berkepang dua itu ketika melihat appanya menghampirinya dan ahjummanya.

“Yak! Kim Yeri, kau ini kenapa teriak-teriak? Appa kan sudah didepanmu sekarang chagi”, gemas Yesung sambil mengacak rambut putri kecilnya itu.

“Yoong, bagaimana hari pertamamu mengajar disini?”, tanyanya kepada sang adik ipar yang sedang tesenyum ke arahnya ketika melihat tingkah lucu keponakannya tadi.

“Semuanya lancar oppa, aku suka sekali, mereka semua lucu sekali. Aku harap aku bisa bertahan disini selamanya”, jawab Yoona sembari tertawa dihadapan Yesung.

“Baiklah.. kalau begitu kajja… kita pulang bersama, di rumah eonniemu sudah masak makanan yang enak untuk kita”, tambah Yesung.

“Ani… oppa dan Yeri duluan saja, aku masih harus berbicara dengan kepala sekolah”, katanya sambil mendudukkan Yeri di samping Yesung yang sudah siap untuk mengemudikan mobilnya.

“Baiklah… oppa dan Yeri duluan ne”, ucap Yesung sebelum berlalu.

Selepas kepergian Yesung dan Yeri, ia pun memutuskan untuk mendekati seorang anak kecil berambut pendek sebahu yang sepertinya sedang menunggu seseorang.

“Miyoung..”, sapa Yoona kepada Miyoung yang kelihatannya sudah akrab dengannya walau baru satu hari mengajar di sekolah khusus anak-anak usia dini termahal di Seoul itu.

“Guru Im”, balasnya tersenyum.

“Kenapa Miyoung belum pulang sayang?”, tanyanya sambil berjongkok dihadapan yeoja kecil itu.

“Miyoung sedang menunggu appa.. eh.. itu appa Guru Im”, sambungnya sembari teriak yang membuat Yoona sedikit kaget, namun saat Yoona mau membalikkan tubuhnya terdengar sebuah panggilan masuk melintasi layar ponselnya.

Yeobseo..”, jawabnya sambil berjalan memunggungi Miyoung yang masih berdiri menunggu seorang namja yang sudah hampir keluar dari mobilnya.

Yak! Im Yoona.. kenapa kau belum datang ke rumahku?, cepat kesini aku dan Kyuhyun oppa menunggumu”, teriak lawan bicaranya diseberang sana yang membuat Yoona menjauhkan sedikit ponselnya dari telinganya ketika mendengar suara monster itu.

Aishh… kau ini, tak usah teriak Hyunnie, aku ini tidak tuli!”, gerutunya sambil memanyunkan bibirnya.

Aku tidak mau tahu, pokoknya sebentar malam kau harus ke rumahku, kita BBQ-an bersama arasso?”, ucapnya sambil memutuskan sambungan teleponnya dengan Yoona yang membuat aura jengkel Yoona nampak lagi.

“Dasar Seororo menyebalkan, lima tahun berlalu kau masih menyimpan teriakan mautmu itu”, kesal Yoona sambil berbalik melihat Miyoung, namun nihil karena sepertinya Miyoung telah di jemput oleh orang tadi.

“Sepertinya Miyoung sudah pulang”, gumammnya pelan sambil masuk lagi ke area sekolah elit itu.

“Yooong…”, teriak seorang namja sambil mengeluarkan sedikit kepalanya untuk membuat Yoona menoleh ke sumber suara.

“Taecyeon oppa… ada apa?’’, Tanya Yoona menghampiri Taecyeon yang masih berada di mobil

“Aku..aku mau menjemputmu..”, jawabnya gugup.

“Yak! Kau ini, aku kira ada apa..”, kata Yoona sambil menunjukkan tampang kesalnya.

“Jangan begitu Yoong, kau baru kembali dari Australia sebulan yang lalu, tapi tak pernah memberitahuku, untungnya ada SeoKyu couple yang memberitahuku.. kalau tidak aku tak bisa melihat wajah cantik mantan primadona nomor satu kita di kampus dulu”, Gombal Taecyeon yang membuat Yoona menatap bosan ke arahnya.

“Oh yah.. apa kau sudah tahu tentang Tiffany..”, ujar Taecyeon yang tiba-tiba membuat Yoona terkejut.

“untuk apa aku tahu, dia kan telah bahagia dengan Siwon oppa..”, semprot Yoona lembut.

“Yak! Im Yoona, kau harus tahu bahwa Tiffany telah meninggal, meninggal karena bunuh diri”, bisik Taecyeon ke telinga Yoona.

“Mwoooooo”, teriak Yoona tak percaya dengan apa yang diucapkan Taecyeon barusan.

Mendengar apa yang diucapkan oleh sahabatnya itu, sungguh membuat Yoona sedih ketika mengetahui keadaan Tiffany yang meninggal pasca melahirkan putrinya. Yoona juga baru mengetahui kalau Tiffany telah meninggal kurang lebih lima tahun yang lalu.

**

@ Choi’s Family Home

Terlihat seorang pria sedang mengajari anak yeojanya yang cantik itu untuk melatihnya menggambar dengan baik, sesekali mereka bercanda satu sama lain yang membuat sang halmoni yang sedang melirik mereka tertawa lepas melihat tingkah lucu anak dan cucunya.

“Siwonnie… kau memang sabar. Eomma yakin tak semua lelaki di dunia ini baik sepertimu, kau rela mengorbankan cintamu demi menutupi aib sahabatmu dan sepupumu serta membesarkan anak mereka dengan baik”, gumam Ny. Choi yang sepertinya sedikit lagi akan mengeluarkan air matanya.

“Yeobo.. kemarilah..”, panggil Tn. Choi.

“Ne yeobo.. aku segera kesitu..”, sahutnya sambil berlalu dari ruang belajar cucunya.

Sementara kedua manusia yang tadinya asyik bermain pun nampaknya telah lelah, akhirnya Siwon pun memutuskan untuk membujuk Miyoung supaya mau tidur siang bersamanya walau pun ia masih memakai pakaian kantor, belum juga membuka sepatunya. Siwon pun melebarkan lengan kekarnya untuk meletakkan kepala mungil putrinya itu diatasnya.

Ku mohon Tuhan, jika Yoona bukanlah jodohku maka bantulah aku untuk menghapus semua memori indahnya ketika bersamaku untuk selamanya. Namun jika dia adalah jodohku maka bantulah aku untuk bertemu dengannya dan berikan aku kesempatan untuk mengatakan bahwa aku sangat mencintainya dari dulu hingga sekarang ini, dan bantulah aku meluluhkan hatinya agar dia mau kembali padaku, menikah denganku dan menjadi ibu untuk putriku Choi Miyoung… Fany, aku butuh bantuanmu walau kita sekarang berada di dua dunia yang berbeda…’, gumam Siwon pelan sambil memeluk erat Miyoung yang telah terlelap disampingnya.

**

Malam ini tepat pukul 8.00 waktu Korea Selatan Yoona memutuskan untuk ke rumah Seohyun demi melakukan nostalgia bersama teman-teman karibnya itu.

“Annyeonghaesseo chingudeul..”, sapa Yoona ketika masuk kedalam rumah SoeKyu couple. Mendengar ada orang yang datang ke rumah mereka membuat Seohyun, Kyuhyun dan Taecyeon pun menoleh disertai senyuman manis yang terpancar dari wajah ketiganya.

“Yoooongie…”, pekik Seohyun langsung berlari ke pelukan Yoona.

“Bogoshippeo”

“Nado Bogoshippeo Hyunnie…”, balas Yoona melepaskan rasa rindunya pada teman yeojanya yang hampir 5 tahun lalu tak pernah bertemu.

“Yak! Im Yoona, kau ini.. kenapa waktu ke Ausrtalia tak memberitahu kami?’’, Tanya Kyuhyun pura-pura kesal.

“Mianhae Kyu, waktu itu aku benar-benar sedih dan kesal makanya tak sempat memberitahu kalian”, jelasnya.

“Baiklah.. kami juga sudah tahu semuanya Yoong..”, tambah Kyuhyun mengerti.

Akhirnya acara malam ini pun berlangsung dengan penuh kegembiraan antara Yoona, pasangan suami istri SeoKyu dan Taecyeon. Mereka mengadakan pesta kecil-kecilan ini dengan ditemani pesta BBQ-an dan beberapa minuman kecil yang memang sengaja disediakan SeoKyu untuk menyambut kedatangan Yoona. Dua jam berlalu sudah, dan mereka rasa mereka harus mengakhiri pesta malam ini.

“Yoong..”, ucap Seohyun pelan ketika mereka berdua sedang membersihkan piring-piring kotor yang tadi mereka gunakan untuk acara persahabatan mereka.

“Ne,waeyo Hyunnie..”, Tanya Yoona heran.

“Ikutlah aku Yoong, aku rasa sudah saatnya kau tahu akan hal ini..”, kata Seohyun yang membuat Yoona menatap manik matanya heran.

“Wae Hyunnie..”, bingung Yoona ketika mengikuti langkah kaki Seohyun ke kamarnya.

“Masuklah.. kenapa kau terus berdiri seperti orang mengong Yoong?’’, kesal wanita berwajah ayu itu sambil menyeret Yoona masuk kedalam kamarnya.

“Tunggu sebentar…”, pinta Seohyun sambil membuka laci lemari besarnya dan mengambil sebuah amplop berwarna biru mudah yang dihiasi pita putih berbentuk kupu-kupu.

“Buka dan bacalah..”, perintah Seohyun sambil menyerahkan amplop tadi untuk Yoona, dan Yoona pun menerimanya dengan ekspresi yang masih sangat bingung.

Seusai menerima amplop itu Yoona pun segera membuka dan membaca isinya yang sepertinya berupa sebuah surat.

Seoul, 1 Agustus 2007

To: My Bestchingu Yoong’deer

^^Annyeong Yoong.. apa kabar? semoga pada saat kau membaca suratku ini kau dalam keadaan sehat dan masih selalu tersenyum seperti dulu. Yoong, kau tahu surat ini kutulis setelah aku selesai melahirkan putri pertamaku, hasil buah cintaku dengan Hangeng oppa… kau tahu sejak kepergianmu Siwon oppa sangat kesepian, kau ini… kenapa tidak memberikan kesempatan padanya? jadi kumohon Yoong, jangan salahkan Siwon oppa Yoong, akulah yang salah.. aku memang serakah Yoong, aku sudah mengambil sepupunya (Hangeng oppa) dan malah mengambil Siwon oppa lagi… kau tahu aku sangat menderita Yoong, pada saat aku mengetahui bahwa aku telah mengandung 3 bulan tepatnya sebulan sebelum kita ujian akhir sarjana aku pun meminta Hangeng oppa untuk menikahiku, namun sayang dalam perjalanan ke Gereja suci ia mengalami kecelakaan tragis, dan saat itu Siwon oppa tak tega melihatku bersedih dan ia pun memutuskan untuk menikahiku demi menutupi aibku dan Hangeng oppa..* Surat ini aku titipkan buat Seohyun, dan aku memintanya untuk memberikannya padamu ketika kau kembali ke Korea nanti.. Yoong mianhae, jeongmal mianhaeyo aku telah membuatmu sakit hati.. aku tahu gara-gara aku hubunganmu dan Siwon oppa hancur berantakan, tapi aku tak mau kau menganggapku sebagai seorang sahabat yang berhati setan. Jadi satu permintaanku padamu Yoong, kembalilah kepada Siwon oppa.. kumohon kembalilah padanya, dia tak salah Yoong. Kalian ditakdirkan untuk satu sama lain dan harus hidup bahagia… jikalau kau sudah menikah dengannya maka jagalah putriku Yoong, dan sayangilah dia sama seperti anakmu sendiri,, kau mau kan melakukannya untukku? Gomawo Yoong, telah membaca isi suratku ini, aku telah memilih jalan yang salah untuk mengakhiri hidupku.. asalkan kau dan Siwon oppa bahagia… aku sayang padamu Yoong, kau dan Seohyun selalu ada dihatiku sampai kapanpun.. selamanya…^^

~Salam persahabatan kita yang manis..^^

By: Stephanie Hwang (Your bestchingu):*

 

Deg…………… jantung Yoona berpacu hebat setelah membaca surat dari orang yang selama ini membuatnya menderita. Yah orang itu adalah Tiffany, sahabat karibnya sendiri. Ia ingin sekali menangis sekencang-kencangnya saat mengetahui semua hal yang selama ini menjadi misteri kesedihan dalam hidupnya.

“Hyunnie.. kalian jahat sekali, mengapa tak memberitahuku keadaan Tiffany yang sebenarnya?”, sesal Yoona pada Seohyun.

“Hiks…hiks… mianhae Yoong, sebenarnya aku mau memberitahumu, tapi Siwon oppa memintaku untuk tidak melakukannya”, jelas Seohyun sambil memeluk Yoona dan keduanya pun menangis histeris di kamar SeoKyu.

“Dasar… simba jahat!!!”, teriak Yoona makin mengeluarkan air matanya.

Sedangkan dua orang pria yang mengintip mereka hanya bisa menghelah nafas pasrah tatklala melihat adegan kesedihan yang dilakoni YoonSeo.

“Biarkan mereka begitu, ayo kita ke lantai bawah saja”, Kyuhyun pun mengajak Taecyeon untuk meninggalkan YoonSeo yang masih berpelukan sambil menangis.

**

Seorang wanita cantik yang sedang membuka pintu rumah untuk adiknya itu begitu terlihat bingung ketika membukakan pintu untuk sang adik dan ia masih saja menelusuri setiap lekukan wajah sang adik yang menurutnya sangat aneh malam ini.

“Yoong..kau kenapa saeng?”, tanyanya lembut. Namun sang adik tak membalasnya malah semakin menangis dan ia pun langsung memeluk sang adik untuk menenangkannya.

“Eonnie…”, lirihnya yang tak mampu berkata apapun selain menyebut eonnienya.

“Yak! Kau ini kenapa? Apa terjadi sesuatu? Ataukah ini karena Siwon?’’, terkanya sambil mengelus lembut punggung adiknya itu.

“Aniyo eonnie, aku..aku..”, seperti ada yang mengganjal dengan mulutnya sehingga Yoona tak mampu lagi untuk meneruskan ucapannya ke eonnienya yang masih memasang wajah penasaran padanya.

“Tenang Yoong, jika kau belum bisa menceritakannya maka tenangkan dulu pikiranmu, pergilah ganti bajumu dan eonnie akan menyiapkan makan malam untukmu, setelah itu kau bisa menceritakan semuanya”, bujuk Yuri lembut.

“Gomawo eon, kau memang yang terbaik, setelah eomma dan appa meninggal kau memang selalu memperhatikanku dengan baik..”, balasnya sebelum meninggalkan eonnienya di ruang tamu.

Besok paginya Yoona, Yuri, Yesung, dan Yeri pun sudah siap untuk sarapan di meja sarapan keluarga kecil mereka. Disana Yeri yang sedang disuapi makanan oleh Yuri, sedangkan Yoona yang masih membolak-balikkan sendok dan tak sedikit pun menyentuh makanannya, sedangkan Yesung masih menikmati hidangannya yang disajikan oleh istrinya, Yuri.

“Yoebo.. tolonglah”, suara manja Yesung menyuruh Yuri untuk merapikan dasi dan jas kerjanya.

“Ne oppa, kau ini..”, kata Yuri menghampiri suaminya dan menyiapkan keperluan suaminya itu sebelum berangkat ke kantor.

“Baiklah aku pergi yeobo… annyeong”, ucap Yesung sambil mengecup kilat jidat Yuri.

“Yak! Appa, jangan mencium eomma terus”, protes Yeri melihat adegan orang tuanya. Sedangkan sang appa hanya tersenyum nakal sembari berlalu dari hadapan mereka.

“Baiklah Yeri-ah, kajja dengan ahjumma berangkat”, ujar Yoona sambil menggandeng tangan Yeri meninggalkan Yuri sendiri di rumah.

“Yak! Im Yoona, Kim Yeri, kalian melupakanku..”, teriak Yuri kesal pada adik dan anaknya itu.

“Bye.. bye eonnie..”, pamit Yoona sambil mengeluarkan jurus jahilnya.

“Dasar Im Choding, Yeri-ah kau bisa ketularan kejahilan Ahjumma Yoong anakku..”, gerutu Yuri menatap YoonYeri yang telah menghilang dari hadapannya.

**

“Annyeong guru Im, annyeong Yeri-ssi..”, sapa seorang gadis kecil nan cantik ketika turun dari mobil ayahnya.

“Annyeong Miyo..”,  balasan Yoona terhenti ketika melihat namja yang sedang berdiri dihadapannya yang saat ini sedang menggandeng tangan putrinya.

“Choi SsSiwon…”, tekannya ketika mengucapkan nama orang yang dicintainya.

“Yoong..”, lirih namja itu lembut.

“Yeri, Miyoung, kalian berdua masuk duluan sayang, nanti ahjumma aka menyusul ne..”, pintanya pada kedua bocah cantik itu, dan mereka pun mengerti kemudian berlari masuk ke halaman sekolah sembari bergandengan tangan.

“Apa kabar setelah 5 tahun ini tak bertemu…?”, Tanya Siwon basa-basi. Yoona makin mendekatkan langkahnya ke tempat berdirinya Siwon.

“Kau jahat Choi Siwon, kau jahat.. kenapa tak memberitahuku tentang Fany yang sebenarnya? Wae?”, marahnya yang tak sadar air mata itu kembali membasahi pipi mulusnya kala berhadapan dengan namja yang masih sangat ia cintai.

“Kau juga jahat Yoong, kau pergi tak memberitahu kami semua..”, balas Siwon sambil menatap manik mata Yoona.

“Jadi… Miyoung adalah anak Fany, oh Tuhan,, kenapa aku baru mengetahuinya?”, sesal Yoona tanpa menatap Siwon sedikit pun.

“Yoong, maafkan aku Yoong, aku bisa menjelaskan semuanya, ikutlah denganku”, ucap Siwon sambul menarik tangan Yoona ke parkiran mobil.

“Yak! Choi Siwon, kita mau kemana? Jangan bertindak gila, aku mau mengajar anak-anak itu..”, ketus Yoona namun Siwon tak peduli dengan ucapannya.

“Ku mohon diamlah”, pintanya lembut yang langsung membuat Yoona mati kutu.

“Yak! Kenapa membawaku ke pantai?”, teriak Yoona ketika melihat Siuwon memberhentikan mobilnya dekat pantai setempat.

Siwon pun turun dan segera membukakan pintu mobil untuk Yoona.

“Kajja..”, Siwon pun menuntun Yoona keluar dari mobil.

“Yak! Lepaskan, apa ini caramu hingga membuat Fany bunuh diri,? Dasar pengecut!”, sindir Yoona yang membuat Siwon melepaskan genggaman tangannya.

“Jangan menyalahkanku sepenuhnya Im Yoona, kau kira selama ini aku tak menderita dengan semua kisah kita ini? Kau kira aku tak merindukanmu saat kau pergi meninggalkanku, aku tak pernah mencintai Tiffany, aku hanya ingin menyelamatkannya makanya aku berbuat seperti itu. Aku melakukannya untuk Hangeng hyung juga yang saat itu telah wafat..”, penjelasan Siwon mampu membuat Yoona tak lagi berkutik.

Yoona menghelas nafasnya sejenak, dan kemudian balik menatap Siwon yang sudah hampir menangis.

“Baiklah, kalau begitu, kau harus mencari ibu yang baik untuk Miyoung, agar Tiffany juga tenang dialam sana”, kata Yoona yang membuat Siwon kaget.

“Tidak.. aku tak akan pernah menikah dengan orang lain, kecuali denganmu Yoong”, bantah Siwon tegas.

“Ani.. mianhae aku tidak bisa, perasaanku padamu sudah berubah..”, gertak Yoona.

“Jinjayo?”, Tanya Siwon serius. Yoona tak menjawab malah mengambil tasnya di dalam mobil dan hendak pergi meninggalkan Siwon.

“Saranghae… kajima..kajima..”, kalimat Siwon membuat Yoona menghentikan langkah kakinya.

“Apakah kau tega melihat Miyoung menderita? Kau tega menyiksa Tiffany di alam sana,? jika kau tega melakukannya maka aku tak akan memaafkanmu..”, perkataan Siwon selanjutnya membuat Yoona tak bisa berkutik. Siwon pun mendekati tubuh Yoona, dan membalikkannya agar berhadapan dengannya.

Yoona belum sanggup untuk menatap wajah Siwon, ia masih tertunduk dalam isak tangisnya. Beberapa detik kemudian Siwon mengangkat dagu Yoona dan kemudian memandangnya lekat.

“Tataplah aku Yoong, please see my eyes..”, pinta Siwon antusias.

“Siwon oppa.. kumohon jangan membuatku mencintaimu lagi, kumohon jangan menatapku seperti itu lagi”. Ucap Yoona gugup.

“Saranghae, jeongmal saranghae”, Siwon pun mengeluarkan kalimat romantisnya sambil memeluk Yoona.

“Nado.. saranghae oppa…”, Yoona pun luluh dan membalas pernyataan cinta dari Siwon.

Dan…..Siwon pun sedikit demi sedikit mendekatkan wajahnya ke wajah Yoona, dan Yoona pun pasrah dengan apa yang selanjutnya akan terjadi, Siwon pun mulai mencium hangat bibir mungil Yoona, melumatnya dengan lembut, ciuman ini benar-benar membuat Yoona nyaman. Mereka terus berciuman sekitar lima menit dan kemudian mereka harus mengakhirinya ketika Yoona sadar akan sesuatu.

“Yak! Choi Siwon, menyebalkan. gara-gara kau aku tak mengajar hari ini..”, protes Yoona hingga membuat Siwon tertawa kecil.

“Sekarang kau harus mengantarku kembali ke sekolah…”, perintah Yoona sembari masuk ke dalam mobil.

“Ne.. arasso my princess Yoong”, balas Siwon ketika sampai dalam mobil. Mereka pun meninggalkan kawasan pantai agar Yoona segera kembali ke Sekolah.

“Gomawo, aku masuk dulu..”, ucap Yoona, namun sebelum ia keluar Siwon menarik tubuhnya sampai tepat di hadapan wajah Siwon.

“Yak! Choi Siwon, mau apa lagi? dasar evil yadong..”, teriak Yoona sambil menggigit hidung mancung Siwon dan cepat memilih untuk kabur dari namja tampan itu.

“Awas kau Yoong, aku akan menghukummu telah menggigit hidungku ini”, gerutu Siwon sambil bercermin untuk memeriksa hidungnya yang merah akibat gigitan Yoona tadi.

Sampai di kelas Yoona pun melanjutkan aktivitas pengajarannya dengan baik.

“Baiklah anak-anak, aku akan memberikan kalian waktu lima menit untuk menulis biodata orang tua kalian. tulis nama eomma dan appa saja yah? Dan apa yang kalian mau dari orang tua kalian ne..”, titah Yoona tersenyum pada anak-anak kecil yang menggemaskan dihadapannya.

Namun ia kaget melihat Miyoung yang sepertinya hanya diam tanpa menulis apa-apa, ia pun berinisiatif untuk mendekati gadis kecil berambut lurus hitam sebahu dan berponi itu.

“Miyoung-ah.. waeyo sayang?”, tanyanya sambil berjongkok dihadapan Miyoung. Anak itu tak menjawabnya dan malah menangis hingga membuat kelas heboh.

“Guru Im, Miyoung kenapa?”, Tanya siswa-siswa lain ketika melihat Miyoung menangis.

“Ani, kajja.. lanjutkan tugas kalian sampai guru Im kembali ne..”, jelasnya sambil menggendong tubuh mungil Miyoung keluar kelas, akhirnya Yoona dan Miyoung sampai dibawah pohon pinus kecil yang terdapat sebuah kursi kayu kecil hingga mereka pun memilih duduk disitu.

“Miyoung.. kau kenapa menangis sayang…?”, Tanya Yoona sambil memeluk Miyoung lembut.

“Aku merindukan eommaku.. kata Siwon Appa, halmoni dan harabeoji padaku eomma sedang pergi jauh, tapi kenapa lama sekali dan tak pernah pulang ke rumah…?”, jawab Miyoung dengan tampang polosnya.

“Miyoung.. tenanglah sayang, eommamu telah pergi jauh sekali, tapi Miyoung tenang saja, tak usah sedih, ada ahjumma disini yang akan menemani Miyoung ne..”, bujuk Yoona dan kembali memeluk Miyoung erat.

“Ne ahjumma..”, balas Miyoung memeluk Yoona.

‘Fany-ah… jika kau ada disini, kau pasti bangga memiliki putri yang baik, lincah dan cerdas sepeti Miyoungmu ini. Dia benar-benar mirip denganmu Fany.. mata yang sama, hidung yang sama, bibir dan semuanya yang ada padamu diwarisi oleh Miyoung..’, batin Yoona seraya menatap foto Tiffany yang masih ia simpan di ponselnya, dan ia kembali memeluk Miyoung.

“Miyoung, kajja,, masuk kembali.. ahjumma akan mengakhiri pelajaran hari ini, dan setelah itu ahjumma akan mengantarmu pulang ne..”, kata Yoona pada Miyoung.

Miyoung pun mengangguk mengerti dan mereka pun kembali ke kelas, beberapa menit kemudian Yoona mengakhiri kelasnya hari ini, dan anak-anak didiknya pun pulang. ada yang dijemput oleh orang tua mereka maupun supir pribadi.

“ekhmm… Yeri-ah, Yeri tidak marah kan kalau Yeri dan ahjumma mengantar Miyoung pulang?”, ucap Yoona yang masih fokus menyetir.

Namun saat Yoona balik ternyata Yeri telah tertidur bersama Miyoung dikursi belakang, kemudian ia memberhentikan mobil sementara dan memperbaiki posisi tidur kedua anak itu agar mereka tidak terbentur ketika ia menyetir nanti.

“Annyeong ahjumma…”, sapa Yoona ketika sampai di rumah Siwon.

“Annyeong, Guru Im…”, balas Ny. Choi tersenyum.

Yoona pun membopong tubuh mungil Miyoung dan berjalan ke arah kamarnya atas petunjuk Ny. Choi. Setelah itu Yoona pun pamit pulang.

“apa tak menunggu Siwon pulang dulu..”, seru Ny. Choi.

“gomawo ahjumma, tapi lain kali saja, keponakanku ada didalam mobil. Jadi kuantar pulang dulu..”. tolak Yoona santun.

“Baiklah.. hati-hati..”, ucap N. Choi lembut. Setelah itu Yoona pun berlalu dari kamar Miyoung.

**

Di sebuah lokasi pemakaman terlihat seorang wanita, seorang namja, dan seorang yeoja kecil sedang memanjatkan doa mereka dengan khidmat. Doa itu mereka suguhkan untuk sang pemilik nisan bernama Stephanie Hwang, disitu jugalah Yoona berbicara banyak dengan mendiang temannya, mulai dari awal perkenalan mereka sampai bisa menjadi seakrab dahulu sebelum kesalahpahaman terjadi diantara mereka yang menyebabkan Yoona pergi dan Tiffany mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri.

Fany-ah, hari ini aku Yoong dan putri kita berkunjung ke rumahmu, semoga kau bahagia di alam sana. Kami akan selalu merindukanmu..”, ucap Siwon memegang nisan Tiffany.

“Ne Fany-ah, kau tahu tidak putrimu sekarang sudah tumbuh besar dan cantik sekali sepertimu, dia juga memiliki eyesmile yang sama sepertimu, aku minta maaf Fany sudah menuduhmu yang salah, aku janji Fany aku akan menjaga Siwon oppa dan Miyoung untukmu..”, lirih Yoona lembut dan mencoba tersenyum ketika berbicara dengan makam Tiffany.

Baiklah Fany-ah, kami pamit dulu, lain waktu kami akan mengunjungimu lagi, kami sayang padamu Fany-ah…”, pamit Siwon sebelum meninggalkan tempat peristirahatan terakhir istrinya itu.

Eomma, kami pergi.. aku sayang padamu.. kita pasti bertemu disurga nanti..”, tambah Miyoung dengan nada bicaranya yang polos.

“Oppa, kau yang mengajarinya?”, Tanya Yoona ketika mereka telah berlalu dari lokasi pemakaman.

“tidak, dia sendiri yang berkata seperti itu..”, jawab Siwon tersenyum sambil menyandarkan kepala Miyoung di bahu kanan kekarnya.

Yoona pun mengerti dan mereka pun pulang ke rumah Siwon. Disana YoonWon menidurkan Miyoung yang tadinya telah tertidur, setelah itu Siwon pun mengantarkan Yoona untuk pulang ke rumah.

“annyeong Yuri nuna, Yesung hyung..”, sapa Siwon santun pada calon kakak-kakak iparnya.

“Masuklah Siwon..”, ucap Yuri lembut mempersilahkan Siwon masuk. Akhirnya Siwon pun masuk dan duduk diruang tamu dan diikuti oleh Yoona dari belakang.

“Ekhm… jadi kapan kalian akan segera menikah?”, Tanya Yuri dengan tatapan introgasi.

“Ahjumma, Yeri dibelikan boneka baru oleh appa..”, Yeri yang baru datang dengan Yesung pun memperlihatkan boneka big beruang putihnya pada ahjummanya.

“Wah.. bagus sekali sayang..”, tambah Yoona yang membuat Yeri senyum.

“Oh yah Yeri.. kenalkan ini Siwon ahjussi, teman ahjumma”, kata Yoona mengalihkan perhatian Yeri yang masih sibuk dengan boneka barunya.

“Wah.. tampan sekali, kalau Yeri sudah besar nanti Yeri ingin punya pacar seperti Siwon ahjussi”, semprot Yeri yang membuat ke empat orang dewasa disampingnya membulatkan mata mereka berjamaah.

“Yak! Kim Yeri, siapa yang mengajarimu seperti itu, kau itu anak ingusan 4 tahun, tahu apa tentang cinta nak?”, gemas Yuri sambil mencubit pipi anaknya itu. Sedangkan Yesung, Siwon dan Yoona hanya tertawa terbahak-bahak melihat tingkah lucu gadis kecil itu.

**

Yoona begitu terharu saat melihat kekompakkan Taecyeon, dan SeoKyu couple yang baru saja usai menyiapkan pesta untuknya dan Siwon, kini mereka hanya tinggal menunggu Siwon datang.

“Gomawo, atas semuanya..”, kata Yoona tersenyum.

“Cie.. oh yah rusa cengeng, kapan kalian akan menikah?”, canda Kyuhyun dengan nada evilnya.

“hehe, secepatnya…”, semangat Yoona pun pecah ketika menanggapi perkataan Kyuhyun barusan.

“Eh.. tunggu ada telepon dari ibunya Siwon oppa..”, dengan cepat Yoona mengangkat telepon dari eomma Siwon.

Yeobseo ahjumma, ada apa..”, sahutnya.

Siwon kecelakaan Yoona, dia sedang dibawah ke Seoul Family Hospital..”, suara parau ibu Siwon diseberang sana membuat Yoona menjatuhkan ponselnya.

“Siwon oppa kecelakaan chingudeul…”, ucap Yoona terisak sambil berlari keluar rumah SeoKyu.

“Yoong, tunggu…”, SeoKyu dan Taecyeon pun mengejar Yoona dan mengikuti laju mobilnya.

Setelah sampai dirumah sakit, Yoona segera mencari keberadaan Siwon. Matanya pun bertabrakan dengan eomma, appa dan anak Siwon yang masih duduk sambil menangis pelan diruang tunggu dekat ruang VIP tempat Siwon di rawat.

“Yoona..”, lirih Ny. Choi tatkala Yoona menghampirinya, segeralah Yoona memeluk wanita paruh baya nan cantik itu untuk menguatkannya.

“Mianhae, ahjussi Choi, tolong berikan Miyoung padaku…”, pinta Yoona, kemudian appa Siwon menyerahkan cucunya pada sosok wanita cantik dihadapannya.

“Gomawo Guru Im, sudah mau datang menjenguk putraku..”, suara lembut Tn. Choi membuat Yoona makin terisak.

Dokter pun keluar dari ruang rawat Siwon, pihak keuarga pun menghampirinya dan segera menanyakan perkembangan kondisi Siwon.

“Tn. Choi dan istri, maaf..kami sudah berusaha semampu kami namun benturan di kepalanya sangat kuat jadi membuat dia harus mengalami masa komanya”. Jelas dokter Song.

“Mwo? Tidak dokter, tolong selamatkan putraku..”, pinta Ny. Choi sambil mengguncang tubuh dokter Song yang menangani putranya.

Tiga bulan berlalu Siwon pun belum juga sadar dari komanya, namun Yoona masih terus dengan setia menjaganya di rumah sakit. Bahkan Yoonalah yang paling banyak menghabiskan waktunya di rumah sakit, mengingat eomma Siwon tidak bisa berlama-lama di rumah sakit karena harus mengurus Miyoung, sedangkan Tn. Choi harus mengurus perusahaan. Jadi mereka hanya datang menjenguk sampai sore, sedangkan Yoona terus menjaga Siwon tanpa mengenal waktu sedikit pun.

“Oppa… kumohon bangunlah. Apakah kau tak kasihan dengan putri kecilmu”, Yoona mengajak Siwon berbicara, namun sayang Siwon tak menanggapinya, karena keadaannya sekarang ini seperti orang setengah mati. Yoona hanya memandang pilu dirinya yang saat ini hanya di infus dan juga bernafas dengan menggunakan alat bantu pernapasan medis yang telah disediakan, serta kepalanya yang diperban akibat benturan hebat yang mendiami kepalanya pasca kecelakaan 3 bulan lalu.

Yoona dengan khidmat memanjatkan doa serta membaca ayat-ayat injil favorit Siwon dengan tujuan agar Tuhan bisa memberikan keajaiban kepada orang yang dicintainya.

Ya Tuhan, kumohon sembuhkan namjaku ini, aku tak bisa hidup tanpanya Tuhan, kumohon berikan keajaiban untuknya agar dia bisa sembuh dan kembali merawat anaknya”, doa Yoona dalam hati, tak terasa ia kembali mengeluarkan titik-titik air matanya.

Kumohon Tuhan, jangan ambil Siwon oppa dariku, Tiffany sudah pergi meninggalkan kami semua, jadi jangan ambil Siwon oppa lagi…”, lanjutnya sambil menghapus air matanya dengan menggunakan punggung tangannya yang masih bergetar.

Sampai akhirnya sebuah suara mengagetkannya dari lamunan kesedihannya.

“Mianhae nona Im, apa boleh anda keluar sebentar, aku mau memeriksa Tn. Choi dulu..”, pinta sang dokter.

“Oh.. ne dokter, silahkan”, sahutnya seraya berdiri meninggalkan ruang rawat Siwon.

Sejam sudah berlalu, namun tanda-tanda dokter keluar dari ruangan belum juga dilihat oleh Yoona. Ia hanya terduduk lemas sambil menunggu kabar selanjutnya.

“Yoong… gwechana? Apa sudah ada kabar baik dari dokter?”, Tanya Yesung dan Yuri yang baru datang.

“Gwechana eonnie, oppa, tapi kasihan Siwon oppa, dia belum sadar juga..”, jawabnya disertai tangis kecil yang kini membuat Yuri memeluknya.

“Tenanglah Yoong, Siwon pasti baik-baik saja..”, bujuk Yuri menguatkan adik satu-satunya itu.

Beberapa saat kemudian dokter pun keluar dengan menampakkan ekspresi yang masih belum bisa ditebak oleh Yoona, Yuri dan Yesung.

“nona Im, selamat.. Tuhan menjawab do’amu, tuan Choi Siwon kini telah melewati masa komanya dan sudah tersadar, kajja, masuk kedalam.. dia ingin bertemu denganmu”, ujar dokter yang membuat wajah Yoona bangkit dari kesedihannya.

“Jinjayo dokter..? Gomawo atas semuanya..”, syukur Yoona tak bisa menyembunyikan rasa harunya.

“Eonnie.. tolong hubungi pihak kelurganya Siwon oppa dulu”, pintanya pada Yuri. Dan sang kakak pun mengangguk paham.

Dengan cepat ia berjalan kearah ruangan Siwon, dan membuka knop pintu kamar rawatnya. Dan dilihatnya Siwon yang sedang membuka matanya dan mencoba tersenyum ketika melihat Yoona yang telah berdiri dihadapannya.

“Yoong, kemarilah…”, serunya walau masih dengan nada suara lemas. Yoona mengangguk paham dan berjalan mendekat.

“oppa… syukurlah, kau sudah sembuh, aku benar-benar  bersyukur oppa…”, Yoona tak dapat lagi menyembunyikan senyum bahagianya ketika melihat orang yang dicinta telah sadar kembali.

“Ne.. gomawo, semua ini berkat kau, aku mendengar semuanya ketika kau dengan tulus mengirimkan doa padaku”, titah Siwon sambil menatap manik mata Yoona lekat.

“Oppaaa”, lirih Yoona sambil memeluk Siwon.

“Yak! Kalian ini, sembunyikan dulu kemesraan kalian”, teriak SeoKyu dan Taecyeon kompak, nampaknya mereka baru datang. YoonWon yang mendengarnya hanya tertawa pelan.

“Wonnie, bagaimana keadaanmu..? kami khawatir sekali”, tanya Taecyeon sambil duduk di samping ranjang Siwon.

“aku begini karena My deer ini, aku tak tahu kalau tak ada my Deer mungkin aku tak sembuh secepat ini”,

“Yak! Oppa, kau ini, bicara apa?”, sambung Yoona setelah mendengar jawaban Siwon.

Kemudian tak selang berapa lama, Eomma-appa Siwon dan putrinya pun datang menjenguk keadaannya setelah mendapat kabar dari Yuri. Mereka pun menyambut sembuhnya Siwon dengan penuh suka cita dan rasa syukur yang tak bisa digambarkan lagi dengan kata-kata.

**

Seiring berjalannya waktu, Siwon pun telah pulih dan sehat kembali, ia pun kembali melaksanakan aktivitasnya seperti hari-hari biasa pra kecelakaan beberapa bulan lalu.

“oppa, kau dapat salam dari istrinya Taecyeon oppa..”, ucap Yoona ketika makan malam bersama Siwon di restoran Jepang terkenal di kota Seoul.

“Benarkah? Dasar menyebalkan, setelah menikah ia tak pernah lagi berkumpul bersama kita…”, kesal Siwon ketika berbicara mengenai sahabat mereka Taecyeon.

“Yoong, tunggu sebentar…”, pinta Siwon sambil mengambil sesuatu dari saku jasnya.

“Apa ini oppa?”, Tanya Yoona bingung ketika melihat Siwon memperlihatkan cincin couple mereka.

Kemudian ia berjongkok didapan Yoona, dan mengatakan kalimat indah yang selama ini dinantikan oleh gadis di depannya.

“Maukah kau menikah denganku?, dan menjadi ibu bagi Miyoung dan anak-anakku kelak”, ungkap Siwon serius sambil mencium telapak tangan Yoona.

“Ne oppa.. aku mau, saranghae…”, balas Yoona tersenyum.

“Nado saranghae my chagiya, jangan pernah tinggalkan aku lagi, temani aku terus hingga maut memisahkan kita chagiya..”, sambung Siwon penuh haru, dan mereka pun berpelukan mesra.

Hari pernikahan yang begitu sakral pun tiba, Yoona yang sangat telihat cantik dengan balutan gaun pengantin putih sederhana. Sedangkan Siwon memakai  tuxedo putih dan celana berwarna seragam sederhana pula, namun tak mengurangi ketampanannya. Karena appa Yoona telah meninggal maka yang mengantarkannya ke altar pernikahan adalah Yesung, sang kakak ipar.

“Eonnie, oppa, aku gugup”, ucap Yoona khawatir.

“Tenanglah Yoong, kau pasti bisa, eonnie yakin jika kau menatap wajah tampan Siwon, maka rasa gugupmu akan hilang..”, tutur Yuri menenangkan hati adiknya.

“Ayolah Yoong, semua tamu undangan telah menunggu mempelai wanita..”, akhirnya Yoona pun dituntun oleh Yesung menuju altar pernikahan, diikuti Yuri dan anaknya dari belakang.

Siwon yang memandang Yoona dari kejauhan hanya tersenyum tipis melihat Yoona yang begitu cantik dan anggun kala memakai gaun pengantinnya.

“Baiklah karena pengantin wanita sudah tiba maka aku akan segera membacakan ikrar pernikahan kalian dihadapan Tuhan”, ungkap sang pastor.

Tuan Choi Siwon, apakah dihadapan Tuhan kau berjanji untuk setia, menjaga dan melindungi istrimu Im Yoona baik dalam keadaan duka maupun suka?”, Tanya sang pastor.

Ne.. aku berjanji”, jawab Siwon lantang.

selanjutnya nona Im Yoona, apakah dihadapan Tuhan kau berjanji untuk setia, menjaga dan melindungi suamimu Choi Siwon dalam keadaan duka maupun suka?”, lanjut sang pastor.

Ne.. aku berjanji”, jawab Yoona sama lantangnya dengan Siwon.

“Baiklah.. kalian sekarang resmi menjadi pasangan suami istri yang sah. Silahkan berciuman”, tuntun sang pastor.

Selanjutnya Siwon mengedipkan sebelah matanya seolah berkata kau sudah siap? Yoona pun menanggapinya dengan anggukan kepala.

Dan… Siwon pun mencium bibir Yoona lembut walau hanya beberapa detik namun hal itu mampu membuat para tamu undangan histeris kala menyaksikannya.

Miyoung, sang gadis kecil yang berada di pangkuan halmoninya hanya menatap Appanya sambil tersenyum ketika melihat sang appa dan Gurunya resmi menjadi sepasang suami istri. Namun pandangan matanya terhenti pada sosok wanita yang sedang lewat di antara kerumunan orang yang sedang berjabat tangan dengan sang appa dan eomma barunya itu. Wanita itu tak lain  adalah bayangan sang eomma, Tiffany yang lewat kemudian mengancungkan kedua jempolnya di depan anaknya seakan memberi isyarat kalau impian ibunya untuk menjadikan Yoona sebagai ibu baru sang anak telah terwujud.

“Eoommaaa…”, gumamnya pelan, namun wanita itu hanya tersenyum sekilas sebelum menghilang dari hadapan Miyoung.

**

Setelah beberapa bulan menikah, kebahagiaan YoonWon makin bertambah tatkala mengetahui bahwa Yoona sekarang telah mengandung 1 bulan.

“Gomawo yeobo, telah memberiku anak, walau ia belum lahir namun aku sangat bahagia”, ucap Siwon saat mereka sedang duduk ditempat tidur mereka.

“Ne Yeobo-ah, aku janji akan selalu ada buatmu dan anak-anak kita nanti, aku juga akan menganggap Miyoung seperti anakku sendiri, aku akan menganggapnya seperti seorang anak yang lahir dari rahimku sendiri. Ini janjiku untuk Fany..”, ungkap Yoona yang kini membuat Siwon terharu, dan kemudian menyandarkan kepalanya di dada bidang Siwon.

‘Fany-ah.. aku telah mengabulkan permintaanmu, kau tak usah gelisah di alam sana mengenai Miyoung, aku berjanji sekuat jiwa dan ragaku, demi kau dan Siwon oppa.. aku akan selalu menjaga, merawat dan melindungi Miyoung seperti anakku sendiri.. aku akan selalu merindukanmu.. aku juga menyayangimu… selamanya…’!!!

 

~~THE END~~

^^Gimana readers? Mianhae Cuma OS doang… Oh yah? Ff Between my dream and my love chapter 5nya udah Author siapin setengahnya, sisanya masih dalam proses, tenang aja pasti dijamin selesai kok… so, jangan lupa tinggalin jejak kalian di ff ini yeah? Gomawo:*(:J, (Admin Gee, gak tahu lagi dech dear, kalimat apa yg mesti Author gunakan untuk bilang Gomawo, jeongmal Gomawo atas supportnya udah mau publish ff jelekku ini, pelukan hangat untukmu Saeng, Author do’akan moga makin sukses sebagai penulis ff professional kedepannya..):J^^

 

 

Tinggalkan komentar

112 Komentar

  1. weny

     /  Juli 8, 2013

    bagus ceritanya

    Balas
  2. aat yoonwon

     /  Juli 30, 2013

    Ceritanya bagus

    Balas
  3. sari

     /  Agustus 23, 2013

    aku suka ceritanya, ceritanya keren

    Balas
  4. Chika Choi

     /  September 19, 2013

    wah keren,aq kra i2 anakx wonppa.trnyta bkan.

    Balas
  5. WaaaHhh happy ending cheke..
    Eonnie squel ÐƠ̴̴͡.̮Ơ̴̴͡ñƘ..
    Di tunggu karya2 author hwating

    Balas
  6. wah daebak ! Happy ending ya , walaupun aku gk ngerti alur ceritanya tapi tetep bgs kok . Daebak buat authornya 😀

    Balas
  7. tia risjat

     /  Januari 19, 2014

    kasian fany. dia pasti mengalami tekanan batin antara rasa sedih dan bersalah makanya sampe mengakhiri hidupnya..

    Balas
  8. ayu dian pratiwi

     /  Februari 26, 2014

    Akhir yg indah

    Balas
  9. Keyyennn …
    Tp kasian Miyoung

    Balas
  10. any

     /  Mei 12, 2014

    Baca ff ini kayak orang lagi lari keburu2. Kurang gregetnya. Awalnya udah bagus bikin kita agak kebawa sakit hati yoona tapi saat seohyun nyerahin surat dr tiffany hilang sudah gregetnya. Pengungkapan kunci masalah terlalu biasa2 aja. Maaf sebelumnya y thor. Semoga ff selanjutnya makin bagus lagi.

    Balas
  11. Awalnya aku juga salah paham sama Siwon Tiffany xD
    Akhirnya mereka bakal punya anak juga :))

    Balas
  12. Sebenernya sih bagus dan keren. Cuma disingkat jadi rada gimna sh..coz tetep ajib kok

    Balas
  13. yeeey akhirnya setelah 5 th pisah akhirnya mereka ketemu juga..emng kalo jodoh kagak kemana…seneng dech klo liat yoonwon happy ending gini…

    Balas
  14. choi han ki

     /  Oktober 10, 2014

    Aku kira wonpa bener2 tega ninggalin yoona tapi ternyata dia punya alasan yg kuat untuk itu… Seneng mereka bisa bersatu walaupun siwon sempat koma 3 bulan 🙂

    Balas
  15. Anggun YoonAddict SY

     /  Oktober 10, 2014

    Bagus thor
    Smpek nagis 😥

    Balas
  16. mia rachma

     /  Januari 8, 2015

    bagussss bgt eon…. ngena dihati.

    Balas
  17. utycoyumy

     /  April 29, 2015

    yeay akhirnya yoonwon bersatu. pas baca bagian awal sempet salah paham kirain tigffany tega rebut siwon dari yoona tapi untunglah semua itu dilakukan cuma demi kebaikan.. pokoknya keren!

    Balas
  18. aq kira saat siwon oppa tabrakan akhirnya akan sad ending.. ternyata happy ending

    Balas
  19. Nur khayati

     /  Mei 30, 2015

    Y00na baik bgt ,.,

    Balas
  20. terharu aku bacanya
    ternyata perjalanan cinta YW bnyk di penuhi kesalah pahaman ya, tpi pda akhirnya mereka bahagia jg

    Balas
  21. Keren n terharu bgt waktu bacanya..

    Balas
  22. huft kirain sad ending egk taunya happy ending aduhhh keren banget crtanya apalagi eonnie yoona langsung prcya sma kata2 oppa siwon 🙂
    untuk author fighting yh sukses selalu

    Balas

United, Leave a Coment Here

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: