[FF] The Phylogenik

The Phylogenik.

(part 1)

Cast:

Choi siwon.

Im yoon A.

Shim changmin.

Choi sulli.

Yunho.

Kim taeyeon.

Cho kyuhyun.

Kwon yuri.

Jung jessica.

Krystal.

Lee donghae

Leeteuk

Tiffany hwang.

The childern.

Author : annelies (line 99).

Heloo semua… saya kemballi dengan ff aneh… Yak author ff satu itu aja belom selese…. iya nih author lagi tes terus jadi maklumi ya… haha ini aja curi curi nulis padahal lagi tes rsbi… eh malah curhat udah deh baca dan komen ya… maaf ya kalau judulnya ga nyambung lagi bleng… mohon dukungannya untuk ff my love dan the phylogenik.

The phylogenik.

Siwon pov.

Aku hanya terpaku terdiam disudut ruangan kelas melihat sang dewi itu tertawa dengan lepasnya. Entah apa yang sedang ia bicarakan dengan kawannya sica dan yuri. Ya 3 gadis itu pemilik kecantikan luar biasa dan dengan kepandaian yang tidak dapat diremehkan. Seluruh mata lelaki memandang kearah mereka ketika mereka berjalan bersama maupun sendirian. Hanya berjalan!! Banyak mata yang berkedip pada mereka menarik perhatian tetapi mereka hanya tertawa geli menerrtawakan keanehan lelaki lelaki yang kusebut dengan phylogenik. kata itu aku peroleh dari suatu buku roman sejarah. 2 orang lelaki datang menghampiri ketiganya lee donghae dan leeteuk, mereka kekasih jessica dan yuri. Tentu bukan mereka yang kusebut dengan dewi, tapi aduhai itu satunya anggota termuda diantara mereka. Ya im yoon a pemilik kecantikan tiada tandingan aku yakin seluruh dewi dikhayangan pun malu tersipu melihat ada yang mengalahkan kecantikan mereka. Entah apa yang kulakukan sedari tadi kelima orang itu sudah menghilang dari kekuasaan penglihatanku aku hanya mendengus, mereka mungkin kekantin.

Seorang yang tidak kuharapkan datang kemejaku, sangat tak kuharapkan.

“hy siwon ssi…” katanya sambil duduk dimejaku, roknya yang sangat pendek itu membuatku risi.

Aku tak menjawab atau pergi.

Ia turun dari meja dan ia lalu mencondongkan badannya padaku menompang kepalanya dengan tangan.

“hy siwon ssi… sombong sekali kau…” hah jangan berpikir ia menyukaiku.

“pergilah tiffany ssi…” aku mengusirnya denngan cukup tegas.

“baiklah aku akan pergi tapi kerjakan ini ya anak manis…” sudah kuduga ia melemparkan buku mtknya padaku.

“hhh… tak akan..” aku melempar bukunya lagi sengaja ku lempar pada dadanya, aku sangat risi dan jijik melihat kancingnya terbuka 3.

“kau berani melakukan ini siwon sii?” dia kembali mencondongkan tubuh seperti tadi.

“kau tahu yang duduk disana itu?” menunjuk kekursi yoona yang kosong. “aku akan membuatnya menangis…” ancaman lagi ancaman lagi aku tak takut otak udang, anak manja yang jatuh miskin.

“silahkan…” aku penuh menantang padanya.

“aku akan permalukanmu sekarang juga!” dia mengancam dengan cara lain.

“mau apa menciumku? menuduhku melakukan tindakan asusila? Tanpa bukti? Lihat kau benda itu?” aku menunjuk pada kamera pengawas. “itu akan jadi mulutku…” yak dia terbungkam dengan sukses.

“baiklah kau minta yang pertama…” ia pergi dengan perasaandongkol.

Mau apa dia? Dia toh sudah jatuh miskin dan tak dapat menyuruh orang untuk mengerjai yoona? Mengerjai sendiri? Tak mungkin yoona terlindungi oleh sahabat sahabatnya dan yaa… cho kyuhyun kekasihnya.

Hari itu tetap kulalui sebagaimana diriku setiap hari tanpa mengindahkan ucapan tiffany pagi tadi. Aku lah aku seorang lelaki paling pendiam dikelas yang secara diam diam mengidolakan seorang dewi yang bagaikan berlian im yoon a.

Aku pulang disambut oleh adikku choi sulli.

“oppa, menurutmu apa acara yang cocok untuk esok?” tanyanya sambil mengajakku duduk disofa sampingnya.

“acara apa?” kataku sambil membaringkan kepala di senderan sofa.

“yak.. oppa lusa hari anak nasional apa oppa lupa?” ya aku baru teringat hari ini aku sangat penat dengan 3 jam pelajaran fisika.

“yayaya.. kau saja yang mengurus… aku rindu appa eomma sulliah…” aku mencopot kacamataku dan memijat keningku.

“bukan kau saja oppa akupun begitu… aku merindukan london uh london…” katanya sambil melihat foto liburan musim panas kami dilondon tahun lalu.

“tapi sepertinya ada yang aneh denganmu…” katanya melanjutkan, perasaanku sudah tak enak. “apa gara gara wanita bernama im.. im yuna itu?” dia merayuku dengan evil stylenya.

“anniyo… sudahlah jangan bicara begitu…” aku mencoba mengilah.

“oppa sebaiknya kau tunjukan siapa dirimu sebenarnya jangan mengasing… jangan telalu jadi pendiam dan kejarlah dia!!” serunya menggurui.

“kau pikir aku pendiam karena kemauan ku pribadi? Aku sudah dari sananya pendiam…” aku membela diri.

“kau dapat berubah..” katanya semakin menggurui.

“tidak…”

“bisa…”

“tidak… jam berapa acaranya lusa?” tanyaku.

“jam 3 sore…” katanya.

“baiklah adikku yang jelek aku ganti dulu.. cepat siapkan cemilan ya…” aku mencubit pipinya kurasai ia mendengus kasar karena itu.

Ya kami sejak kecil tinggal di london namun orang tua kami asli korea, kami pun dikorea baru 6 bulan. Saat di london kedua orang tua kami tetap mengajarkan bahasa korea. Aku bersekolah disebuah sma international satu sma dengannya, aku duduk di kelas 3 dia di kelas 2. Kata orang tua kami, kammi harus belajar mengenal tanah kelahiran nenek moyang kami dan belajar hidup sederhana, aku dan sullu hanya tinggal disebuah rumah sederhana didekat sekolah sungguh berbeda dengan kondisi kami dilondon yang serba mewah.

Esoknya…

Aku berjalan dilorong sekolahan, sudah mulai banyak anak yang datang mereka hanya memandangku sekilas. Aku duduk dikursi tempat aku biasa duduk. Kurasai hari ini ada yang berbeda dengan dewi berlianku itu. Dia nampak murung tak seperti biasanya padahal sica dan yuri berusaha membuatnya tersenyum, tapi ia hanya tersenyum tak berdaya. Ayolah dewiku tertawalah sayang… apa kau tak tahu aku menderita karena kau seperti itu. Tersenyumlah sayang…

Siangnya terjadi sebuah kejadian yang semakin membuatku heran… saat aku sedang berjalan akan membuang sampah tiba tiba seseorang menabrakku, dia menunduk dan menabrak dadaku.

“gwanchana…” tanyaku sambil memegang lengannya, dia masih menunduk.

“mianeheyo…gwenchanayo…” dia menyeka air matanya dan membungkuk memberi hormat saat itulah aku tahu dia yoona dewiku!! Dia menangis!! Lalu dia berlari kedalam kelas dibelakangnya sahabat sahabatnya mengejar.

Aku segera masuk kelas, dia dirubung sahabat sahabatnya, tidak dengan kekasihnya!!. Ada apa ini? Aku duduk dibangkuku dan berpikir mencoba menelaah yang terjadi. Dan aku tak tahu. Aku hanya dapat memandanginya dari sudut kelas, ada apa dengannya?.

“hy kau tahu kenapa yoona seperti itu?” teman yang duduk disebelahku rupanya akan mulai menggosipkan yoona, aku pura pura tak dengar dan membaca buku lagian toh aku tak tahu duduk  perkaanya.

“karena foto mesra tiffany dan kyuhyun itu… dan saat yoona, yuri dan jessica ketaman mereka mendapati tiffany dan kyuhyun sedang berciuman… bayangkan saja betapa sakitnya, awalnya yoona tak percaya dg foto itu tapi setelah adegan itu barangkali yoona berpikir tak ada yang pantas dpertahankan….” ujar teman depannya.

Astaga tiffany membuktikan ucapannya!!. Sudah tak kupedulikan perasaanku, tamatlah kau tiffany tamatlah kau!!!… dan juga kau namja bodoh cho kyuhyun tamatlah kalian. Tiffany hwang mulai besok sekolah ini bukan tempatmu lagi!!! Saat itu juga segera kukumpulkan bukti kejahatan wanita itu. Entah bagaimana aku selalu mecatat tanggal dan tempat dimana tiffany melakukan kejahatan terutama pda yoona.sepulang sekolah aku minta izin untuk dapat membuka file dari kamera pengawas. Sekitar 12 cd aku bawa pulang atas izin keamanan sekolah yang kebetulan pernah bekerja pada orang tuaku dulu.

Sampai larut malam aku tonton semua cd itu dan mencut bagian tiffany, berhasil!! Memalukan sekali jika kalian tau!!! Mencontek mencuri bahkan mengambil soal tes pun ia lakukan, astaga tiffany eye smilemu menipu! Selesai semua pengumpulan bukti, kumasukan itu pada sebuah amplop dan akan kusuruh seseorang mengantarnya besok sebagai surat.

Aku dapat tertidur dengan tenang kini, yoona kau tak pernah tau aku siapa. Mungkin nama pun kau tak tahu, tapi biarlah aku akan melindungimu tanpa kau tahu siapa aku. Dewiku tidurlah!!.

Pagi itu berjalan seperti biasa, akupun biasa. Yoona walau terlihat murung tapi lebih baik dari kemarin. Menurut gosip yang temen sebelah bicarakan yoona dan cho kyuhyun sudah putus. Bagus yoona dia tak pantas untukmu. Sedangkan dengan tiffany… dia di drop out dari sekolah, itu menjadi trend topic sekolah. Tak ada menarik perhatian baik dariku maupun dari yoona, apa peduli kami?

Hari itu kami dipulangkan lebih awal karena guru harus menghadiri perayaan hari anak nasional. Dipanti asuhan yang biasa aku dan sulli kunjungi pun mungkin sedang bersiap. Bea dengan mereka beda pula denganku aku malah bermain basket dihalaman sekolah memang tak ada yang melarang jika ada yang bertanya jawab saja sedang ekskul. Aku terus melempar bola pada ring tanpa lelah tanpa peduli apapun mungkin sekadar pelampiasan pada masalah yang terjadi masalah pada pribadiku sendiri…

Aku terduduk lelah ditengah lapangan, bola ku biarkan menggelinding ketepi lapangan… aku bangkit dan segera menuju tasku. Kuraih botol minuman didalamnya dan kuteguk seisinya cepat cepat kumenuju ke loker untuk mengganti bajuku.

Bug… aku menabrak seseorang karena aku tak memperhatikan jalan, tak ayal buku yang dipegangnya jatuh seluruhnya.

“jongso hamnida… “ kataku sambil membantunya membereskan.

“siwon ssi?” tanyanya, matanya yang besar itu memandangku dalam segera kuketahui ia yoona.

“ne…” kataku kembali membereskan bukunya diapun begitu.

“kau belum pulang?” tanyanya saat kami berdiri.

“basket…” kataku singkat dan sedikit dingin, oh god ini karena aku gugup.

Ia tersenyum padaku.

“ya sudah aku duluan…” katanya sambil berlalu.

Itu percakapan pertama kami! Dan berjalan sesingkat itu.

Aku segera menuju loker aku berganti baju dan membereskan barang barangku. Saat aku membereskan barang barangku yoona datang.

“ada yang tertinggal…” ujarnya saat aku mlihatnya, aku hanya mengangguk.

Kudengar sepertinya ia mendengus kesal, saat kulihat dia bersiap akan mmbuang hampir semua dari isi lokernya ke tong sampah. Dan menaruh buku yang ia bawa tadi ke loker.

“tunggu…” ujarku, aku meruntuki diriku dalam hal ini.

Dia menoleh, kegiatannya tercegah.

“wae?” tanyanya, aku menggaruk kepalaku.

“bisakah itu jangan dibuang…” aku menunjuk ke benda yang ia pegang.

“ini?” tanyanya, aku mengangguk. “untuk apa?” dia mengerutkan dahinya bingung.

“kau boleh membuang barang yang tidak pantas… tapi pasti banyak yang mau menerimanya… hmm berikan padaku kalau kau mengijinkan…” mati kan aku lidahku berbelit belit.

“aku takan izinkan sebelum kau mengatakan untuk apa?” dia tersenyum jail, anak ini memang mudah bergaul.

“untuk… untuk anak anak di panti hari ini kami mengadakan perayaan kecil keciilan…” aku tak dapat mengelak.

Dia semakin mengerutkan dahinya.

“ayo kita pisahkan yang pantas dengan yang tidak…” dia meletakan semuanya dilantai.

Barang itu adalah sejenis surat rayuan pada yoona yang tentunya dari phylogenik penggemarnya, aku yakin ini karena pesta dansa ulang tahun yuri nanti malam. Dan past disetiap surat itu terdapat coklat,bunga atau pernak pernik.

Kami memisahkannya, surat2 gombal ia buang seluruhnya. Hasilnya lumayan banyak. Ia tersenyum padaku diluar kendaliku aku membalas senyumnya.

“khamsakhamida  yoona ssi…” ujarku.

“gwenchana.. bolehkah aku ikut ke panti itu?” dia bertanya dalam nadanya yang sangat tulus.

“hah?” aku kaget. “kalau kau suka kau bisa ikut…” aku berusaha seramah mungkin, aku tersenyum dia pun membalasnya.

Kami berjalan beriringan, dilorong sekolah.

“jam berapa acaranya?” dia memecah keheningan.

“jam 3… ini baru jam 11… kau bisa pulang dulu untuk mempersiapkan diri dan berganti baju…” ujarku, aku berusaha membuatnya nyaman, aih kau siwon kau lah phylogenik aduhai siwon! Kau raja dari pada phylogenik.

“anii… aku ikut kerumahmu saja… setelah itu kita langsung ke panti bagaimanakita bantu persiapan disana?” ujarnya semangat 45 matannya berbinar ini yang aku suka darinya, semangatnya!

“kau sudah bawa baju?” tanyaku memastikan.

“sudah niatnya tadi aku dan sica akan ke mall bersama eh dia malah kencan apeslah aku…” aku hanya tersenyum melihat ia mendengus kesal.

“o ya siwon ssi… kita menuju rumahmu naik apa?” dia bertanya bersemangat, anak kecil sekali.

“jalan kaki…” menjawabku enteng.

“jalan kaki?” dia memicingkan matanya, mati kau siwon!.

“kau tak apakan? Rumahku tak jauh…”  kataku sambl menunjuk nunjuk dengan tangan.

Dia tiba tiba tertwa, entah karena apa.

“kau lucu sekali… wajahmu begitu khawatir…” dia meledakan tawanya sepanjang lorong sekolahan, aku hanya menunduk memerah.

“tentu aku tak apa siwon ssi…” lalu dia berhenti tertawa, mungkin merasakan aku tak enak.

Entah ada apa dengan nasib ku hari ini.. saat kami sampai didepan sekolah saat kami akan menuju halaman sekolah. Hujan turun dengan derasnya… kami langsung berlindung, rambut kami sedikit basah karena tadi kami di tengah halaman sekolah.

“yoona ssi gwenchana?” tanyaku sambil menoleh padanya.

“gwenchana…” ia tersenyum pelan.

“aku tak bawa payung…” nihil hasilnya saat aku mengubek ubek tas mencari payung.

“tak apa… siwon ayo kita kerumahmu segera..” dia mengajak berhujan hujanan.

“jangan nanti kau bisa sakit yoona ssi…” aku terang2an mengatakan rasa khawatirku.

“tak akan aku sering melakukannya bersama…. ya itu masa lalu… ayolah siwon ssi…” aku tahu itu pasti kyuhyun, tapi tak ada niat mengkorek lukanya lebih dalam.

Jaketpun aku tak bawa, terpaksa aku melepas seragamku, aku hanya menggunakan kaos dalam.

“ini untuk melindungimu… ayoo..” aku membuat bajuku it sebagai payung aku rangkul dia dan mengajaknya berlari dibawah baju yang kupegangi, satpam hanya mengulum senyum.

Kami berlari secepat kami bisa… bagaimanapun usaha ku melindunginya ia tetap basah. Ia memegang pinggangku baru kusadari itu, mungkin agar ia tak terpisah dariku. Kami berteduh dipinggir toko sebentar karena ngos ngosan.

“gwenchana yoona ssi?” tanyaku lagi kurasai tubuhnya mulai menggigil, kupegang erat lengannya.

“khamsakhamida siwon ssi… gwenchana, tolong peluk aku, ini sangat dingin…” suaranya semakin menggigil.

Ku usap rambut coklatnya, bibrnya mengggil pucat, segera kubawa ia dalam pelukanku kurasai dadanya berdegup cepat sebagaimana dadaku.

“sebaiknya kau pulang…” ujarku.

“tak siwon ssi… aku hanya butuh penghangat… maka aku akan sembuh ayo kita jalan lagi, itu sangat menyenangkan…” ia tersenyum lemah. Aku hanya menghembuskan nafas pasrah.

“naik kepunggungku..” aku berjongkok didepannya.

“tidak ayo kita lari sama sama…” ujarnya, rasa cintaku semakin menggebu.

“tidak siwon ssi ayo berdiri…” akupun berdiri, selalu tak berhasil melawan maunya, kami berlari bersama. Seragamku sudah basah kuyup kami berlari bergandengan. Sampailah didepan rumah.

Sulli langsung keluar saat kuketuk pintu.

“oppa… ada aa denganmu mengapa hujan2nan?” suli langsung mencecar, ia tersada disitu ada yoona. “yoona sunbaenim?” pertanyaan itu tertuju padaku, yoona hanya tersenym, dan aku mengangguk pasrah.

Sulli langsung tersenyum cerah.

“sunbaenim ayoo masuk… oppa gantilah capat sana sebelum sakit…” dia tersenyum evil merayu padaku dasar anak ini!.

Kami masuk rumah dan melepas sepati basah kami.

Aku berbisik pada sulli.

“sulliah.. tunjukan dia kamarmu jangan berbuat jail!!!” nadaku mengancam sekaligus meminta tolong.

“baiklahh oppa…” jawabnya,yoona hanya tersenyum melihat ku sepertinya mengancam sulli mungkin ia dengar.

“yoona ssi.. sulli akan menunjukan tempat dimana ka berganti baju… baiklah aku kekamarku… sulli ah ingat yang aku ucupkan…” aku menunjuk nunju pada suli dan suli hanya memberi hormat ala militer.

Aku bukan hanya mengganti bajuku tapi aku sekalian mandi, menghilangkan gatalku karena basket tadi. Aku keluar dengan kemeja putih yang terdapat garis ungu pada bagian kancing dijahit dan jelana jeans biru tak lupa kacamataku. Aku keringkan rambutku dan buru buru keluar aku takut sulli berbuat jail pada yoona.

Kulihat sulli sedang membaca majalah difofa.

“mana yoona?” tanyaku to the point.

“dia mandi… katanya sekalian…” sulli menutup majalahnya.

Aku menghembuskan nafas tenang.

“bagaimana bisa kau membawanya kemari padahal kau tak akrab dengannya???” tanyanya, pertanyaan paling ingin aku hindari, karena akupun tak tahu jawabannya.

“molla kejadiannya sangat cepat…” aku menggeleng.

“kau menembaknya?!” tanyanya tak tahu sopan santun.

Tak aku memukul kepalanya.

“oppa!!!”ia mendengus kesal.

“kau ini ngawur sekali…. tidak aku tidak menembaknya…” aku melendeh pada sofa.

“lalu mengajaknya kencan?” selidiknya, dasar anak ini memang terlahir dengan bakat jail yang luar biasa.

“tidak juga…” sahutku.

Tin tin… terdengar klakson mobil.

“itu pasti krystal… oppa coklat panasnya didapur ditremos jangan dituang jika belum mau diminum… aku pamit ke panti duluan oppa… ingat oppa harus datang…” ia meraih payung, lalu berlari.

Aku berdiri dan berseru.

“aku akan kepanti bersama yoona…” dia berbalik tersenyum  dan menunjukan jempolnya, aku membalas senyumnya.

Aku masuk kembali kerumah saat mobil itu berlalu. Aku menyiapkan remos berisi coklat panas itu dan cangkir lalu kuletakan dimeja tamu. Kusiapkan juga makan siang bubur ayam.

“siwon ssi…” seseorang berdiri dihadapanku saat sedang membuat bubur didapur dia yoona, mengenakan jeans biru tua panjang dengan baju ungu selengan dengan rambut setengah kering namun sudah tertata rapi dia tersenyum, hy kau phylogenik siwon tersadarlah.

“bisa ku bantu…” dia melihat kepanci.

“semua sudah siap… tinggal menuangkannya…” aku menuangkan pada 2 mangkok dan menaburi bumbu2 diatasnya, dia hanya menonton.

“biar aku yang membawa keluar…” ujarnya aku membiarkannya, aku membawa air putih 2 gelas.

Kami duduk disofa.

“kau pandai memasak siwon ssi?” tanyanya sambil menyiapkan sendok dan garpu.

“hanya sekedar yang pernah sulli ajarkan padaku…” aku tersipu, bangga menggebu gebu dalam dadaku.

“dia anak yang ceria…” dia menoleh dan tersenym padaku aku membalas senyumannnya.

“sangat ceria dan hiperaktif… yoona ssi kau baik baik saja…” aku masih menghawatirkannya.

“aku sudah baikan aku hanya… hmm merasa terlalu dingin tadi.. maafkan jika merepotkanmu” aku menggeleng.

Kami makan bersama, dan tertawa dan meminum coklat panas bersama, ia tak henti henti memuji hasil masakanku.

“siwon ssi… kau kan yang mengirim video yang membuatkan tiffany diDO?” tanyanya tiba tiba, kurasai air mukaku berubah ia mengetahui semua itu.

“tak apa… aku pun tahu hari sebelumnya tiffany mengancammu karena kau tak menuruti perintahnya…” dadaku sesak mendengar ak takut ia marah.

“maaf, kau boleh marah karena kau putus dengan kyuhyun disebabkan olehku..”  aku pasrah dengan segala yang ia katakan nantinya.

“tak ada aku marah padamu… aku tahu itu bukan salahmu… sudah tak usah merasa bersalah… lagian sebelumnya mereka berdua memang sudah memiliki hubungan gelap tapi aku menunggu ini agar tertangkap basah…” ia tersenyum ,belum dapat menghapus rasa bersalahku.

“yak siwon… jangan membuatku menyesal mengatakannya…” dia meledekku akupun tersenyum.

“yoona ssi apakah kau tak melakukan persiapan untuk pesta yuri nanti malam?” tanyaku mengalihkan pembicaraan.

“entah aku bingung… kau hadir??” ia menghentikan makannya.

“tidak…” jawabku.

“seluruh anak kelas diundang… datanglah bersamaku…” katanya enteng sambil terus memakan buburnya.

Aku berhenti dari aktifitas makanku dan menoleh padanya, ia balas menoleh.

“iya.. maukah kau?? Kau harus hadir nanti yuri akan sedih jika ada yang tak datang…” ia berkata dengan entengnya.

“aku mohon siwon…”  ia memohon dengan mulut penuh makanan.

“baiklah…acaranya pukul berapa?” lagi dan lagi tak dapat mengelak.

“pukul 8….aku sudah siapkan jas untukmu… ayo cepat habiskan makanmu kita akan kepanti bukan??” tanyanya semangat.

Segera kami bereskan alat makan dan lalu kami memakai mantel masing masing dan kami berangkat.

“kau tak apakan naik bis?” tanyaku padanya saat kami dihalte.

“tak apa… kau begitu mengkhawatirkanku sejak tadi, tenang aku baik baik saja…”  dia menepuk nepuk pundakku, aku hanya tersenyum  menyadari wajahku memerah.

Kami pun menaki bis, kami duduk bersebelahan ia disebelah jendela.

“kau tak sependiam dan sedingin yang kukira…” iya memulai percakapan didalam bis. ahai aku tersipu!!

“memang kadang seperti itu… diluar dugaan kita…” ujarku tanpa menoleh padanya.

“koreamu sedikit dikulum seperti kebanyakan orang eropa…” ujarnya tanpa menoleh juga.

“aku memang kelahiran inggris… apa kau tak tahu?” aku maklumi itu banyak yang memang tak tahu, aku tidak sengaja menyembunyikannya.

“aku tak tahu… yang kutahu kau pindahan dari luar tapi ku tak tahu jika kau dari inggris…” dan percakapan terhenti sampai disitu, sampai bis berhenti di halte terakhir.

Kami berjalan beriringan kepanti asuhan.

Terlihat kesibukan sulli dkk sedang menyiapkan sejenis garden party.

“oppa….” ujar sulli girang, seluruh kawannya menengok kearahku.

“siwon ah siapa yang kau bawa itu?”  tanya yunho salah satu temanku.

“oh ini? Dia temanku… yoona ssi perkenalkan dirimu..” aku tahu semuanya takan berhenti meledekku sampai disini, yoona hanya tersenyum.

“ne… anyonghaseyo im yoon ah imnida, aku teman sekelas siwon, pangggil saja aku yoona…” yoona memberi hormat dan tersenyum, matikau siwon yunho hyungmasih berkedip kedip jail padaku.

“calon yeoja chingu…” ujar yunho hyung seperti bergumam sendiri tapi ku tahu itu sindiran, aku dan yoona hanya mendelik yang lain tertawa.

“baiklah ayo kita bekerja sebelum anak anak selese sekolah… yoona ssi kau bisa kemari dan bantu aku…” ujar taeyeon noona kakak sepupuku.

Kami pun segera menyiapkan semuanya, anak2 panti masih bersekolah jumlah anak disini 30 anak dengan 5 pengasuh tetap jika jumlah seluruh pengasuh 6 yg tidak tetap adalah aku mungkin ditambah yoona, mungkin. Dengan 3 pembantu rumah tangga.

“haloo semua…” biasa ya biasa suara dengan oktaf yang sangat tinggi itu mengagetkan kami semua siapa lagi kalau bukan changmin.

“kau hentikan teriakanmu itu kau tahu berisik tidak!!” yunho hyung memarahi changmin changmin hanya mengangkat alisnya jail.

“ahai kita punya anggota baru rupanya…” katanya tertuju pada yoona yang sedang menyiapkan minuman yoona hanya tersenyum, changmin ya!!!. Aku sungguh takut yoona tak nyaman.

“changmin ah…” yuhno mendengus kesal.

“ne anyonghaseyo yoona imnida…” yoona memperkenalkan diri.

“ah anyonghaseyo shim changmin imnida…” syukurlah changmin tak macam macam.

“aku teman sekelas siwon…” jelas yoona.

“siwon hyung kau beruntung mempunyai teman secantik dia… jujur yoona ssi kau sangat cantik..” ujar changmin, awas kau ya changmin akan kubuat kau jadi lemper nanti. Aku hanya tersenyum mengancam padanya yoona hanya geleng2 kepala, mungkin ia pikir changmin sangat aneh. Merasa bahaya datang changmin dengan segera menghindar dan membatu yunho hyung.

Satu persatu anak anak datang, sulli dan krystal membimbing mereka untuk ganti baju dan lalu membantu persiapan. Aku suka ini ketika semua saling membantu saling membutuhkan saling bersama aku suka ini dan dewiku itu!! Dia sangat ramah ia perkenalkan dirinya pada anak anak dan kelihatannya anak anak pun menyukainya.

Acarapun dimulai tepat pukul tiga, kami berkumpul dihalaman belakang. Seluruhnya duduk dikarpet hijau dibawah pohon. Yunho hyung membuka acara selaku kepala pengurus panti bukan suatu acara resmi memang tapi yunho hyung tak henti hentinya memberi nasehat, lalu dilanjutkan taeyeon noona.

“kalian tahu kalian adalah ujung tombak masa depan negeri kita tercinta ini… jadilah yang terbaik untuk generasi kalian dan generasi sesudah kalian… tetap saing membantu jaga kebersamaan… ingatlah pada sesama… jangan jadikan ujung tombak negeri kita menjadi ujung tombak yang tumpul…” ucapan taeyeon unnie akuyakin dapat membesetkan semangat didada masing masing anak.

“kapan aku bisa tampil…” dasar evil changmin!.

“baiklah…” aku yunho dan changmin pun tampil membawakan sebuah lagu, aku memegang gitar, changmin khusus pada vokal yunho hyung memegang alat kicikan (?).

Yoona, sulli dan krystal duduk diantara anak anak, mereka bertepuk mengikuti irama musik. Kurasai yoona tersenyum padaku aku balas tersenyum padanya kurasai pipinya dan pipiku memerah. Acara pun berlanjut kami menyiapkan makanan. Kami tertawa bersama saat makan, yoona menolak untuk makan karena tadi kami sudah makan dirumah.

“siwon ssi sudah pukul 6…” bisik yoona padaku.

Baiklah, kami pun minta diri untuk pamit. Sulli memandang kearahku jail, mulus kami pun pergi dari panti itu. Kami pulang kembali kerumahku, aku masih belum mengerti ia menyuruhku seperti itu.

“akan kusuruh supir mengantarkan baju dan mobil…” katanya saat berkutik dengan hp di bis.

Saat kami sampai dirumahku benar saja mobilnya sudah terparkir didepan rumah.

“siwon ssi pakailah jas ini…” yoona tersenyum sambil menyerahkan sebuah jas berwarna putih dengan payet emas dibagian dada kiri.

Aku tak menjawab apapun hanya tersenyum, memang lebih banyak dia yang bicara dibanding aku dan aku suka itu.

“kau tak suka?” tanyanya mungkin karena tak mendapat jawaban.

“ah tidak, aku suka…” baru kusadari sepertinya awalnya ia sediakan ini untuk kyuhyun tapi tak kubahas aku takut ia kembali teringat. Ia tersenyum senang.

“kau tak kesalon untuk make up dan sebagainya?” tanyaku akhirnya.

“tidak aku akan mencoba make up sendiri… ya sudah aku siap siap dahuluya…” dia memasuki kamar sulli jujur aku sempat meragukan kemamupuan make upnya.

Aku masuk dan membersihkan diriku. Ku pandangi diriku didepan cermin, aduhai siwon ah apa yang terjadi padamu hari ini? Keberuntungan memang sedang berpihak kepadaku benarkah?. Seluruh rasa berkecambuk didadaku… rasa cintaku yang tentu semakin berkobar, rasa bimbang dan rasa takut yang belum dapat kujelaskan pada kalian mengapa…

Kupakai jas yang yoona persiapkan yang sebenarnya untuk kyuhyun ini, kuoatut gambarku dicermin kulepas kaca mataku. Untuk pertama kalinya dalam hidupku aku menata rambutku dan sedikit menggunakan bedak pada wajah. Jas ini pas hanya saja kurang panjang di bagian tangan tapi itu tak menjadi masalah karena aku tak mengancing jasnya.

‘sudah jam 07.30…’ gumamku aku pun keluar kamar.

Aku keluar belum ada sosok dewi yang kukagumiitu tapi tiba tiba aku mendengar.

“siwon ssi…” ahai suara manis itu.

Aku menoleh, benar dia yoona tidak diragukan lagi. Dia memakai gaun emas panjang dari kain satin yang tipis, gaun itu berlengan hanya sebatas lengan, sekilas ia seperti dewi yunani modern version. Gaunnya sungguh sopan tanpa meninggalkan kesan sexy dan rapingnya.

Ia tersenyum ramah, aku belum dapat bertanggapan apapun.

“siwon ssi???” dia menyadarkanku segeralah aku tersadar.

“ah ne,kajja… kau sudah selesai?” dia hanya mengangguk mengiyakan.

“kau bisa menyetir mobil?” tanyanya padaku, aku balas mengangguk dia memberikan kucinnya kepadaku, dan kami pun berangkat.

Hampir tak ada percakapan didalam mobil, seperti biasa dia yang membuka.

“aku sudah paksa yuri untuk tidak neko neko merayakan ulang tahunya… tapi lihatlah dia tak mendengarkanku, asal kau tahu konsep disana adalah seperti pesta dansa jaman inggris kunokau mengertikan??” katanya kesal, ya aku sangat mengerti yuri memang tipe anak fashionable dan setiap yang dikenakan adalah barang mewah.

“memang ini sangat ribet, tapi mungkin karena ini perayaan ke 17nya… tapi kenapa kau tak suka?? Apakah kau tak suka pakai gaun?” tanyaku akhirnya, walaupun masih gugup tapi aku usahakan untuk memperpanjang percakapan.

“tepat aku tak suka itu.. maaf apa aku menyinggung budaya bangsamu?” ia bertanya dengan hati hati, aku tersenyum menoleh kepadanya.

“tidak sama sekali tidak…  aku pribadipun tak suka seperti ini sedikit berlebihan…” ia tersenyum tenang, suasana makin encer.

Kami pun sampai disebuah gedung besar yang sudah dipenuhi oleh mobil. Hatiku berdegup kencang, darahku mengalir 2 kali lipat cepatnya, aku sedikttakut dengan tanggapan anak anak. Ah persetan!!! Kenapa kau mempedulikan itu siwon??? Tak usah pikirkan mereka mereka, bersenang senanglah!. Akupun turun, lalu membukakan intu untuk yoona dia tersenyum lalu keluar.

“bolehah aku menggandeng tanganmu??” bisiknya, janttungku tenanglah kau ditempatmu, aku mengangguk kecil.

Ia melingkakan tangannya ditanganku, kamipun berjalan masuk. Banyak ah bahkan banyak sekali yang memandangi kami dengan tatapan aneh, yoona hanya berjalan biasa saja. Tapi aku, secara tidak langsung aku merasakan makian banyak lelaki yang mungkin hampir semua menginginkan yoona menjadi pasangannya tapi malah aku sikutu buku. Tak siwon, kau tak boleh takut dan menciut berbahagia dan berbanggalah karena itu, aku berjalan tegap, kuraih telapak yoona dan gugenggam erat kurasai ia membalas genggamanku.

Kami menghampiri para sahabatnya yang melambai lambaikan tangannya, mereka semua disana tapi yuri belum keluar.

“yoona ya…” jessica girang menyambut yoona.

Aku hanya tersenyum kaku ke mereka.

“siwon ssi berbahagialah kau malam ini… yoona memilihmu…” donghae membuka percakapan, mencoba lebih akrab, aku tersenyum kalem.

“siwon ssi ayolah, jangan terlalu pendiam bermainlah dengan kami, kami akan menerimamu… bersikaplah seolah kamiini sahabatmu yang diingggris…” leeteuk mengajak bercanda.

“benarkah aku boleh menjadi teman kalian aku sangat senang…” akhirnya aku angkat bicara.

“kau sahabat kami mulai malam ini…” donghae menepuk nepuk bahuku.

“okay untuk sahabat baru kita… ayo kita cheers…” jessica mengambilkan 2 gelas lemon ketanganku dan yoona,kami cheers bersama, yoona tersenyum lepas aku bahagia karena ini setidaknya jika aku dekat dengan kehidupan yoona aku dapat menjaganya.

“unnie yuri unnie belum eluar kapan ia keluar?” tanya yoona sambl melihat kedalam.

“aku juga tak tahu… dia melarangku masuk, dasar yul…” jawab jessica. Setelah kuperhatikan banyak wanita disini yoonalah yang paling sederhada dalam berdandan, yang lain dengan pakaian yang lebih ketat dan pendek pendek menjijikan, gaun jessica adalah yang terbaik selain yoona. Tapi yoonalah yang paling mempesona, dasar phylogenik!

Seseorang berjas hitam menghampiri kami dengan santainya.

“anyonghaseyo yoona ssi…” sapanya sambil meraih tangan yoona dan lalu menciumnya seperti adat eropa tapi itu terlalu lama, yoona menarik paksa tangannya ia bergidik jijik.

“manis sekali kasih… maukah kau nanti menjadi pasangan dansaku?” tanyanya kurang ajar, kami ber4 memandangi pria bernama kyuhyun ini jijik.

“kyuhyun ssi… hentikan, jangan dekati aku lagi, pergi!!!” yoona menggenggam erat tanganku, jelas meminta pertolongan, baiklah yoona tenang kau disisiku.

“lelaki ini… hah bagaimana bisa kau berpaling dariku lalu ke lelaki cupu seperti ini…” kyuhyun  mendorong dadaku, kucegah tangannya.

“bersikaplah sedikit jantan tuan cho… kau yang melukainya kau juga yang akan menjilat ludahmu itu, lebih baik anda jangan mengganggu…” aku pun tak menyangka akan mengatakan ini, kyuhyun tetap terlihat santai.

“silahkan tuan cho ditempat lain masih banyak tempat… dengan berat saya katakan disini tak ada tempat untuk tuan…”  saat aku baru selese becara ia tersenyum kecut.

“baiklah choi siwon, kau sudah siap untuk menjaga yoona jagalah ia dengan baik… memang tak ada tempat untukku lagi disini… jegalah ia dengan baik…” ia menepuk nepuk pundakku, jujur aku merasaa terkejut, ia lalu berpaling pada yoona.

“yoona ya jaga dirimu dengan baik… sekali saja berdansa denganku walau tanpa musik… sekali saja…” ia mengulurkan tangannya pada yoona, mata yoona berkaca kaca, lalu yoona pun menerima uluran tanga kyuhyun.

Mereka berdansa dengan sederhana, dengan bodohnya aku,jessica,leeteuk dan donghae hanya menjadi penonton. Kedengar yoona berbisik pada kyuhyun.

“apa yang akan kau lakukan?” saat itu donghae mencoba mengalihkan perhatianku dengan mengajakngobrol, tapi diam diam aku menguping mereka.

Kyuhyun menjawab tapi aku tak dapat mendengarnya karena sangat lirih dan suara disitu cukup ramai.

Mereka mengakhiri dansa mereka, kyuhyun mencium tangan yoona. Yoona terlihat rapuh kini, wajahnya pucat matanya berkaca kaca. Kyuhyun mencium tangan yoona jauh lebih lama dari tadi, selesai kyuhyun mencium tangan yoona yoona memeluk kyuhyun.

“kyuhyun ah.. berbahagialah…” yoona meneteskan air mata walau tak terisak.

Kyuhyun melepaskan pelukan, ia memberikan tangan yoona padaku dengan lembut. Ia tersenyum entah bagaimana denganku.

“jaga dan dampingi dia siwon… aku percaya padamu… aku permisi, leeteuk, donghae, sica, siwon dan yoona… aku permisi…” kyuhyun hilang dari pandangan, yoona menatap miris.

“dia pribadi yang baik… ayo marilah kita bersenang senang, siwon ah yoona ah… ayo..” jessica mencoba tersenyum ceria, yoona pun akhirnya menghapus sedihnya aku masih belum dapat tersenyum,.

Tiba tiba sebuah musik mengalun, seorang wanita dengan anggunnya memasuki ruangan, ia berdiri didepan seluruh undangan, semua menatap takjub kecuali aku sang phylogenik sejati. Yoona menggenggam tanganku erat ia berbisik.

“yuri unnie sangat cantik ya oppa…” dia memanggilku oppa tapi aku tak bergeming, aku masih gusar dengan kyuhyun tadi.

“oppa, salahkah aku memanggil demikian?” bisik yoona lagi.

“tidak yoona tidak salah…” aku menoleh padanya dan tersenyum sekenanya. Didepan mc mulai membuka acaranya.

“kau tak perlu gusar dengan kejadian barusan… tak ada yang perlu kau khawatirkan oppa… dia mempercaiku kepadamu…” setelah berbisik ia melepaskan genggamannya lalu melingarkan tangannya ditanganku.

Aku mencoba untuk tenang, malam ini kau harus bahagia siwon dengan yoona dan sahabat barumu. Aku mencoba membuat lelucon.

“aku sungguh berpikir bagaimana nanti aku berdansa…” aku mencoba dengan muka paling bingung, dia terpingkal pingkal tertawa, sudah tak memperhatikan temannya didepan.

“oppa, kau sangat lucu… masalah terbesarnya adalah aku juga tak pandai dalam berdansa…” akhirnya ia berhenti tertawa, senyumnya kini bebas, akupun tenang.

“au sangat berterimakash kepada ke 5 sahabatku yang mungkin sudah bertambah menjadi 6… aku sangat berterimakasih pada kalian, kalian semua menyenangkan… aku ingin berdansa dengan kalian semua…” setidaknya itu yang dapat kudengar dari yuri, yoona menarikku maju ke depan.

Sesi pemotongan kue tiba, tak banyak yang ingin aku ceritakan karena hal ini umum terjadi diacara ulang tahun manapun.

“siwon ah, berdansalah dengan yoona, musik akan segera dinyalakan…” yuri berkedip jail padaku, memang kami sudah mulai akrab aku hanya menanggapinya dengan…

“aku pikir leeteuk hyung juga sedang  gugup…” ujarku, leeteuk hyung lalu melotot padaku, ah begitu cepat kami akrab, dan aku berbahagia.

Sesi dansa datang, leeteuk hyung bersama yuri, donghae bersama sica, dan aku ekhem bersama yoona. Kami sudah berhadap hadapan, musik sudah dimulai. Kuulurkan tanganku yoona pun menerimanya, kubimbing tangannya untuk memegang dadaku. Aku malu pasti ia kini tahu betapa cepat jantungku berdetak. Kupegang pinggangnya, kami mulai menggikuti alunan musik, ia memandangku lekat, tulus sangat tulus.

“kau gugup oppa?” dia bertanya dengan lembut.

“bagaimana tidak gugup…” ujarku, dia tertawa terkikik.

Jantungku berdegup dengan sangat kencang, mataku berkunang kunang. Aku tetap berusaha menjaga keseimbanganku, tapi kurasakan dadaku sakit yang teramat sakit nafasku sesak. Segera ku akhiri dansa ini.

“ada apa oppa?” ia bertanya saat aku mengakhiri dansa.

“tidak, tidak apa apa tunggulah sebentar…” aku langsung berlalu menuju kamar mandi.

Sampai kamar mandi sakit didadaku menjadi jadi, segera kuambil obat di kantong jasku tak peduli berapa, kuteguk tanpa air. Cairan merah mengalir dengan dramatisnya dari saluran pernapasanku, kubiarkan tanpa kucegah, biasanya setelah ini obat bius akan bekerja dan sakit ini akan hilang untuk sementara. Aku terduduk didepan wastafel menahan sakit yang biasa terjadi, namun kali ini sungguh tak tepat.

“oppa…” suara yang kukenal dan kusayangi itu terdengr, derup langkahnya pun terdengar.

To be continue.

Kya kya kya..selese ff gaje, jelek dan banyak typo ini semoga menghibur. Jangan lupa komen ya…. ingat itu jangan lupa… maafkan kalau jelek… ini author yang sama dg yang nulis ff my love ‘annelies’. see you in next chapter. Komen jangan lupa kalau ga komen author sentil!!!

Tinggalkan komentar

49 Komentar

  1. aduh.. lanjut thorr,, penasaran!!

    Balas
  2. viola96

     /  Desember 2, 2012

    lnjut thor,,,, tpi jngan lma2 ea,,^^

    Balas
  3. jangan sampai wonppa sakit

    Balas
  4. nychoicy

     /  Desember 2, 2012

    omo, siwon oppa knpa??
    jgn blng klo siwon oppa mngdap pnykit srius.
    Andwaeee..!!

    Kren thor crtany, next part dtggu scptny y!

    Balas
  5. KimcHi eQ

     /  Desember 2, 2012

    ❤ YoonWon❤

    Lanjutkan🙂

    Balas
  6. Huah…,siwon oppa knapa,dtunggu lnjutanya thor

    Balas
  7. Princess Seonmeul Elf

     /  Desember 2, 2012

    Kyu knp tuh koq tb2 nyerah??
    Siwon oppa juga napa tuh,aduh ky’a pny penyakit parah ne!!
    aduh jgn smp sad ending y!!
    #plakkk
    cerita’a keren nie !!
    lanjutttt

    Balas
  8. kana

     /  Desember 3, 2012

    Ap siwon skt??
    Ditunggu klnjtnx

    Balas
  9. ayoo lanjut,.. ayoo lanjut…
    dan waktu tbc pun tak tepat…

    apakah itu yoona ?

    Balas
  10. yume407

     /  Desember 3, 2012

    huuwwee jgn2 nanti sad ending??? lanjut

    Balas
  11. sekar kpk

     /  Desember 3, 2012

    siwon oppa punya penyakit??? jangan dong…. satukan yoonwon ya. dan jangan bikin tiffanya ganggu hubungan yoonwon

    Balas
  12. onedear

     /  Desember 3, 2012

    lanjuuut thor pleasee

    Balas
  13. Yoona eonni sdah memanggil dgn sebutan oppa, sweet banget…
    siwon oppa knapa???
    lanjutkan!!!

    Balas
  14. yulisa

     /  Desember 10, 2012

    o.ooww…
    pa yg kn trjdi next??……..

    Balas
  15. Retno Yoonwonited and ELF (LoveYoonWon 4ever)

     /  Desember 15, 2012

    Bagus bagus nih thor lanjut yah seru banget siwon oppa sakit apa?? update soon

    Balas
  16. rostina fince manalu

     /  Desember 16, 2012

    siwon oppa knapa ??
    sakit ??
    ffnya kere eon ^^

    Balas
  17. aat yoonwon

     /  Juli 30, 2013

    Keren lanjutkan thor tapi siwon oppa ckit pa y?

    Balas
  18. sari

     /  Agustus 23, 2013

    siwon oppa knp?? lanjuuuuuuut…..

    Balas
  19. Loh kok gni sh, lg romantis2nya. Lnjut ya q penasaran banget

    Balas

United, Leave a Coment Here

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: