[FF] My Love (Chapter 5)

MY LOVE

PART 5.

AUTHOR:  ANNELIES .

GENRE: ROMANCE, FRIENDSHIP.

My love balik lagi… lama ya? Maaf ya.. prnya banyak banget! Ayo komen komen komen yang banyak.. *maksa#plak

Unlike?..

Don’t read..

Don’t bash..

Reader please coment.. make me better okay..?!

CAST: IM YOON AH.

           CHOI SIWON

           KWON YURI  as  KWON KRYSTAL

           MAX CHANGMIN  as  JUNG CHANGMIN.

            JUNG JESSICA.

           SEOHYUN.

           KYUHYUN

           TIFFANY HWANG    

          HEECHUL.

           TAEYEON, SUZY.

          KIM SOOHYUN.

          NY. CHOI.

MY LOVE.

Langit malam hanya ddapat menatap sendu sang gadis yang sedan melamun didalam mobil itu, matanya sembab bahkan bengkak, walaupun begitu ia tak dapat memejamkan mata dan mengistirahatkan dirinya. Kejadian itu, semua mengganggunya.

“yoona, apakah kau sudah makan?”tanya heechul untuk mencairkan suasana yang sedari tadi membeku.

“belum oppa, aku tak lapar..” yoona menoleh keheechul dan berusaha tersenyum.

“ayo makan, aku tak mau kau sakit.. kau pucat dan kurus sekali…” kata heechul sambil mencari rumah makan.

“aku tidak mau oppa..” rengek yoona

“harus yoona..” kekeuh heechul.

“oppa aku ingin makan dirumah..” yoona terus merengek.

“dirumah semua sudah tidur..” heechul tetap kekeuh.

“oppa…” yoona memohon sehingga hee sudah tak dapat melakukan apapun.

“baiklah sampai rumah kau harus makan..” heechul memajukan jari kelingkingnya lalu yoona menautkan jari kelingkinya ke jari kelingking heechul tanda janji.

“ne.. aku janji oppa..”

“seharusnya kau pulang 2 bulan lagi.. mengapa kau pulang sekarang?” hee menatap yoona saat berhenti ditrafic light.

“ah itu.. dia sudah sembuh oppa.. lagian apakah kau tak suka aku pulang??” yoona menyembunyikan semua dengan menatap selidik kepada hee, hee berpaling karena lampu sudah hijau.

“sejujurnya memang begitu..” ledek hee dg muka serius.

“oppa kau benar benar..” yoona memukul lengan hee, sambil bermuka cemberut.

“oke oke yoona…  hahaha.. sudah hentikan, aku sedang menyetir..” yoona hanya berhenti dan memanyunkan bibirnya. “kau lucu sekali.. rusa manapun bahkan tak ada yang dapat sepertimu.. hahaha.. bahkan rusa sinterklaus..” heechul tanpa dosa semakin meledek dongsaengnya.

“oppa kau benar benar…” yoona nampak kesal dengan ledekan heechul, heechul tetap tertawa dengan evilnya.

Heechul menghentikan tawanya perlahan, dan dia menatap yoona seperti sedang melamun memikirkan sesuatu.

“mengapa kau dadakan menyuruhku menjemputmu.. dan kemana lelaki bernama choi siwon itu mengapa aku tak melihatnya?” tanya heechul serius.

“hmm.. itu karena.. karena supir yang seharusnya menjemputku sakit..” yoona berbohong, ia tak ingin kelurganya mengetahui masalah tentangnya.

“lalu choi siwon?” heechul terus bertanya.

“oh.. dia, mmm.. seedang rapat dengan clientnya..” yoona berbohong lagi, dia sungguh mengutuk dirinya sendiri karena tidak dapat jujur.

“oh.. kau hebat sekali dapat menyembuhkan siwon.. bahkan dalam sejarah tak ada dokter yang dapat menyembuhkan penyakit HIV..” heechul terus mengajak ngobrol yoona.

“itu karena dia tidak terlambat.. sehingga hanya berberapa bagian dari tubuhnya saja yang sudah terkena efeknya, sebagian besar belum.. oppa aku tidur ya.. aku lelah.. hati hati ya menyetirnya..” yoona menepuk nepuk pundah heechul lalu terlelap.

‘benar benar ada yang tidak beres dengannya’ batin hee menatap yoona. ‘pucat sekali’.

MY LOVE.

“unnie…” seohyun berhamburan kepelukan yoona.

“hyunniee..” yoona memeluk adiknya sayang, dia membelairambut seohyun.

“kau kurus sekali unnie?” melepas pelukannya.

“ah tidak… hanya perasaanmu…” mereka tak sadar sedari tadi yang lain memandangi mereka berdua.

“unnie, oppa, suzy-ah..” yoona memandaang kesemua sahabatnya, mereka berpelukan bersama.

“sebaiknya kita semua istirahat dulu.. ini sudah larut yoona, past kau lelah istirahatlah.. besok kita bermain bersama…” ujar taeyeon dengan mata 5 watt nya.

“unnie, oppa, suzy ah, terimakasih kalian sudah berepot repot datang kemari.. terimakasih.. memang sebaiknya kita semua istirahat…” yoona tersenyum ramah pada orang orang yang ia sayangi itu.

“iya terkadang kau memang merepotkan…” ujar kyuhyun sambil menguap.

“heh kau evil.. sebelum sifat evil dan tidak sopan mu hilang aku tak akan merestui hubunganmu dg seohyun..” ujar yoona dengan galak yang dibuat buat.

“unnie..” seohyun merengek malu.

“ yak yak yak.. yoona ya..” kyuhyun memelas.

“halah kalian, yasudah.. aku suzy dan heechul pulang duluan ya… besok aku akan kembali.. anyeong..” ujar taeyeon lalu masuk mobil heechul.

“khamsakhamida unnie, oppa ,suzy ah hati hati…” ujar yoona.

Semua melambaikan tangan.

“hyunnie.. aku pulang duluya.. bye..” kyuhyun langsung mengendarai motornya dan berlalu.

“hadeh.. ayo masuk hyun…” yoona menggeleng geleng.

Dikamar…

“unnie.. matamu terlihat tak bersemangat dan sangat seperti orang sakit.. kau kenapa?” tanya seohyun saat mereka menjelang tidur.

“tidak.. unnie baik baik saja.. apakah kau merindukan unnie?” menghadap ke seohyun.

“uh.. unnie, mengapa masih kau tanyakan itu, tak taukah kau setiap malam aku takut tidur sendiri.. tentu aku merindukanmu unnie…” memegang tangan yoona.

“ bagaimana sekolahmu?… dan hmmm… kyuhyun mu itu sudakah kalian jadian..”yoona menggerling jahil.

“unnie ya… kami tidak jadian.. aku masih ingin fokus kepada sekolahku… unnie aku ingin menjadi yang terbaik… aku ingin menampilkan kemampuanku pada unnie tapi aku belum siap, aku lebih baik ditonton oleh 1000 orang dari pada oleh unnie..” ujar seohyun.

“memangnya kenapa??” yoona membelai rambut seohyun.

“aku malu… aku sebelumnya malu mengungkapkan ini, tapi kupikir memang perlu sebelum terlambat, aku pengaggummu unnie, aku mencintaimu aku akan turuti segala perintahmu… terimakasih unnie, saranghae..” seohyun memeluk yoona.

“nado.. nado saranghae, jadilah yang tebaik…” mereka kemudian terlelap.

My love.

Esoknya pagi pagi sekali yoona masihterlelap, sedangkan seohyun sudah terbangun, itu masih pukul 5 pagi dimusim dingin. Seohyun membersihkan dirinya lalu membuka cafe bergaya italy itu yang terletak disebelah rumahnya . Pukul 6 karyawan berdatangan dan seohyun sibuk mencatat laporan keuangan yang akan dipresentasikan siang nanti. Taeyeon pun datang, sang chef dari restoran itu.

“selamat pagi chef…” sapa karyawan dan koki koki, taeyeon hanya tersenyum lalu berganti pakaian dengan pakaian chef.

Dia menuju ruangan seohyun.

“hyunnie..” sapanya riang sambil loncat loncat masuk.

“eh anyonghaseyo unnie…” seohyun tetap memandan keberkas yang sedang ia otak atik itu.

“hyunnie… kau belum ceritakan soal perkembangan restoran ini pada yoona kan?” tanyanya didepan meja seohyun.

“tentu belum unn…” seohyun menatap ke taeyeon.

“restoran yang dulu hanya sebuah warung telah berubah menjadi sebuah restoran berbintang… aku sangat bersyukur…” taeyeon berkata sambil memandangi penghargaan2 yang diterima oleh restoran mereka.

“iya.. itu berkat kerja kerasmu eonnie…” seoyun tersenyum.

“karena kerja sama kita semua..”taeyeon bersiap keluar ruangan namun sebelum ia keluar.

“nanti malam kita adakan diner spesial..” ujar taeyeon diujung pintu, seohyun hanya tersenyum.

Sahabat itu telah berkeja keras untuk restoran itu. Memang itu sempat mendapat bantuan modal dari ibu siwon awal yoona merawat siwon tetapi lambat laun mereka dapat membayar lunas hutang itu. Seohyun dan suzy lah yang mengurus dalam hal keuangan. Taeyeon yang memang memiliki dasar chef menjadi chef utama, dia memenangkan berberapa penghargaan sebagai chef terbaik, ini membuat restoran mereka berkembang pesat. Kyuhyun dibagian HRD dan pemasokan barang. Sedangkan heechul sebagai pengambil keputusan pusat. Mereka masing masing memegang saham dengan jmlah yang sudah dibagi bagi.

My love.

“ais.. dimana anak itu katanya merindukanku…” yoona mendengus kesal karena adiknya menghilang sejak pagi dia pun menelpon adiknya.

“yak.. hyunie kau dimana?” tanya yoona to the point.

“hah restoran sebelah rumah, sdang apa kau.. aku ingin kita pergi kerestoran kita bukan kerestoran sebelah rumah..”

“oh ya baiklah aku kesana..”

Yoona meraih mantelnya. arlojinya sudah menunjukan pukul 8. Dia keluar rumah lalu memasuki sebuah restoran bergaya italian. Semuakaryawan berjejer dan membungkuk kepada yoona dan diujung ada seohyun dan taeyeon.

Yoona sangat canggung, lalu dia sampai pada taeyeon dan seohyun.

“hyunie.. sedang apa kau disini… dan unnie kau bekerja disini?” yoona benar benar sperti orang nodoh saat itu.

“ini restoranmu unnie.. restoran kita.. unnie masih ingat “the fastastics” ?” seohyun menjelaskan yoona terkaget.

“benarkah ini.. hyn.. jangan kau berbohong jangan bercanda!” yoona masih nampak tak percaya.

“tentu yoona, aku chefnya..” ujar taeyeon bangga.

Yoona nampak bergetar hampir saja ia terjatuh namun ditahan oleh seohyun.

“sebaiknya kita masuk unnie… semuanya mulai bekerja, bekerja dengan benar.. tingkatkan konsentrasi, selamat bekerja..” seoyun membunguk lalu masuk keruangan bersama 2 unnienya.

“beik sajangnim..” jawab semua pegawai.

“mengapa kalian tak ceritakan ini padaku?”yoona langsung bertanya sampai diruangan.

“maafkan kami unnie.. kami ingin memberi kejutan padamu..” seohyun tersenyum.

“kami tak akan diam sementara kau bekerja disana yoona… baiklah aku harus segera kedapur.. tamu sudah berdatangan..” taeyeon keluar ruangan.

“hyun, beri aku data restoran ini…” seohyun memberikan sebuah file kepada yoona.

Yoona membaca dan mempelajarinya dengan baik.

“lihat peningkatannya, hampr 7% perbulan.. bahkan pernah 10% bagaimana kau bisa lakukan ini…” seohyun lalu menoleh keyoona dari berkas berkas yang ia sedang kerjakan.

“dan lihat.. kepengurusannya, ini sngat lucu, tak satupun diambil dari orang luar dalam menejemennya… kalian hebat sekali..” yoona geleng geleng kepala.

“kami lakukan itu bersama unnie…”

“tidakah sekolah kalian terbengkalai…” yoona menatap seohyun.

“tidak.. bahkan aku, kyu oppa, dan suzy masih mendapat nilai diatas rata rata… heechul oppa pun begitu masih bisa berkerja dengan baik ditempatnya bekerja sekarang…” ujar seohyun.

“lalu dimana suzy dan kyuhyun oppa sekarang?? Mereka tak nampak tadi..” yoona bertanya terus.

“mereka sedang memesan kebutuhan musim dingin unn..”

Tiba tiba yoona bangkit.

“aku ingin berkeliling disini hyun…”

“peluaku temani unn..”

“tidak tidak lanjutkan saja pekerjaanmu..” seohyun hanya tersenyum.

Yoona keluar ruangan seohyun langsung terpampang jelas para pengunjung diatas balkon itu. Pelayan bolak balik kesana sini dia pun melihat suzy sedang mendekati para pengunjung. Yoona tersenyum melihat itu semua diapun menghampiri suzy.

“suzy ah..” yoona memegang pundak suzy.

“ah sajangnim..” suzy menunduk membeli hortmat bak keatasan.

“yak kau ini!! Jangan seperti itu..” yoona manyun melihat suzy.

“ah baik lah.. unnie..” suzy akhirnya mengalah.

“baiklah lanjutkan kerjamu.. aku ingin berkeliling..” yoona menepuk nepuk pundak asisten meneger itu.

Suzy hanya tersenyum melihat tingkah yoona seperti itu.

Yoona hendak menghampiri dapur, tapi keika ia mengintip dapur seperti tak ada tempat untuknya karena keadaan sangat sibuk, begitupun taeyeon bahkan tak menyadari kedatangan yoona.

Yoona menuju balkon belakang, dia menghirup dalam dalam udara seoul itu. Ia pejamkan matanya mencari kedamaian, dia menghembuskan pelan, aura kecantikannya sangat jelas terpancar dengan gaun putihnya, rambutnya yang kecoklatan tergerai indah, dia seputih salju yang sedang berjatuhan didepannya.

“permisii noona ada yang mencari anda..” kesendirian yoona dipecah oleh seorang pelayan.

“siapa dia?” tanya yoona memandang pelayan itu.

“jongsohamnida noona, saya tak memberitahu..” pelayan menunduk serendah rendahnya.

“baiklah antar aku padanya…”

Pelayan itu mengantar yoona kedalam, yoona diantar keruangan vip lantai 2. Saat ia masuk ruangan itu betapa terkejutnya ia yoona melihat eomma siwon sedan berdiri menantinya.

“kau boleh pergi….” kata yoona pada pelayan, pelayan memberi hormat lalu pergi.

Yoona melangkah memasuki ruangan itu mendekat pada eomma siwon.

“anyonghaseyo.. nyonya choi..” yoona membungkuk 90 derajat.

“anyonghaseyo dokter im.. mari duduk..” ny.choi menyilahkan yoona duduk.

Yoona pun duduk dihadapan ny. Choi.

“bagaimana kabarmu yoona ssi?” ny. Choi memulai pembicaraan.

“seperti yang anda lihat nyonya, tak kurang suatu apapun..” yoona menjawab dengan lugas sambil menatap dalam ny. Choi.

“kau terlihat lebih kurus… soal siwon jeonmal jongsohamnida dokter.. dia memang keras kepala dan kasar, tapi aku yakin dokter mengenalnya..” ny. Choi langsung ketopik pembicaraan.

Wajah yoona memerah, pandangannya kosong kearah ny. Choi. Malu, kesal, rasa bersalah, rasa cinta berkecambuk dihatinya bersamaan.

“maafkan aku, aku tahu ini sangat pribadi… aku kemari hanya mengucapkan terimakasih dan permohonan maafku untukmu dokter… kini siwon sudah segar kembali bahkan dia meminta untuk mengurus perusahaan yang berada diwashington.. dia sudah berangkat kemaren..” masih dengan ketegangan.

Yoona menatap ny. Choi tak percaya, matanya panas, tapi ia kendalikan emosinya ia tahu itu yang terbaik.

‘siwon, siwon… katakanlah siwon ini bukan akhir dari hubungan kita’ hatinya menjerit jerit kalimat itu.

“syukurlah nyonya saya bersenang mendengarnya…” yoona tersenyum.

“anda luar biasa noona im..” yoona tersenyum mendengar itu.

“apa rencana anda setelah ini?” nyonya im menanyakan pelayan pun datang membawa makanan.

“aku direkomendasikan untuk bekerjaa di salah satu rumah sakit diparis.. aku direkrut oleh mereka 2 minggu lagi aku berangkat..” yoona menerangkan.

“kau akan pergi setelah ini? Bisakah kau tetap tinggal dikorea.. kau bisa aku rekomendasikan di rumah sakit terbesar dikorea.. walaupun yang diparis lebih baik tapi jika kau disini kau dekat dengan keluargamu..” nyonya choi memohon pada yoona, yoona hanya tersenyum.

“dengan jujur nyonya, saya ingin memulai kehidupan baru saya.. saya tak ingin berlarut..” ny.choi mengerti apa yang yoona katakan.

“baiklah.. itu memang yang terbaik.. ayo makan restoran ini adalah restoran italy terbaik dikorea..” yoona hanya tersenyum lalu menyantap sarapan yang ditawarkan padanya.

Yoona mengantarkan ny.choi sampai pintu keluar restoran, dia hanya tersenyum dan melambai tangan melihat mobil itu mulai berlalu, yoonapun kembali kedalam restoran, seohyun menghampirinya.

“unnie unnie.. siapa dia?” tanya seohyun penasaran.

“dia ny.choi ibu siwon…” seohyun hanya membentuk huruf o dimulutnya.

“hyun ada yang ingin unnie bicarakan ayo keruanganmu..” yoonseo pun masuk keruangan.

“ada apa unnie?”

“sepertinya unnie harus meninggalkan korea 2 minggu lagi hyun..” yoona berkata serius dan memandang dalam mata adiknya.

“meninggalkan korea? Kenapa unnie?” seohyun cukup terkejut karena pernyataan itu.

“unnie ingin mencari pengalaman kerja hyun.. unnie direkrut oleh sebuah rumah sakit terkenal diparis…” yoona mengatakan dengan sangat hati hati.

“2 minggu lagi unnie…” seohyun sangat sedih.

“iya hyun.. tolong ijinkan unnie ya..” yoona memohon.

“aku akan selalu menizinkan unnie untuk kemajuan unnie.. aku izinkan unnie, tapi hadirlah keacara show case sekolah 10 hari lagi.. aku mohon unnie..” ujar seohyun.

“aku pasti akan hadir sayang..” yoona mengelus rambut seohyun pelan, seohyun pun memeluk unnienya itu.

“kau benar benar pendek un..” ujar seohyun.

“yak itu kau yang terlalu besar.. aku ini ideal..” bela yoona yang masih berpelukan.

“ideal apanya? Hanya seperti tulang dibungkus kulit..” seoyun terus mengejek.

“kau!! Evil!” yoona menjitak seohyun.

My love.

Ketiga wanita cantik itu sudah menduduki kursinya masing masing, didepan sebuah panggung yang cukup megang bersama 1 laki laki yang sedari tadi sibuk dengan ipadnya.

“seohyun mempersiapkan sema ini dengan sangat baik aku harap hasilnya memuaskan..” ujar suzy.

“dia berlath dengan keras hanya demi kau.. dia bilang tak mau malu dihadapanmu… dia sangat menghormatimu yoona” aku hanya tersenyum mendengar 2 ucapan kakak adik yang tingginya jauh berbeda (-_-).

Pertunjukanpun dimulai! Seohyun dan kyuhyun sebagai pembuka. Mereka melakukan sebuah tarian bertempo break dancee pada awal, dengan kesan sexynya mereka berhasil menunjukan kemampuan dance serta vokal mereka. Penampilan tu berakhir dengan ramainya suara tepukan. Yoona hanya tersenyum, matanya berair melihat adik kesayangannya tampil bak artis kelas dunia. Panampilan selanjutnya diisi oleh grup grup seperti grup tari dan grup vokal. Dipertengahan acara seohyun muncul dengan menyenyikan sebuah lagu melow ciptaannya sendiri.

“unnie, yoona unnie ini semua untukmu.. dengan segala hormatku aku mencintaimu..” ujar seohyun diakhir lagu. Tepuk tangan riuh, yoona tak dapat berkata apapun, adiknya sudah dewasa kini. Setetes air bening melinang dengan indah dipipi yoona. Yoona bertepuk tangan terharu senang.

Pertunjukan pun berakhir, perlahan studio menjadi sepi ditinggal para penonton kini hanya ada kru dan staf yang sedang membereskan. Siswa siswa pengisi a car pun sedang bersiap meninggalkan lokasi.

“hyun.. kau tau yoona pasti bangga padamu..” ujar kyuhyun ketika sedang menata isi tas.

“kuharap begitu oppa.. kajja kita pulang besok unnie berangkat..” sohyun lalu menggendong tasnya.

“berangkat??” kyuhyun mengerutkan dahinya.

“oh ya tuhan… yasudah pokoknya ayo kita pulang” seohyun lupa kalo kyuhyun belum diberi tahu.

“oh, ayo kajja…” kyuhyun menggaandeng seohyun, seohyun hanya tersenyum.

In home.

“kalian.. ayo cepat masuk kami sudah menunggu kalian dari tadi..” taeyeon melambai lambaikan tangan dari tempat duduknya mengisyaratkan agar seokyu mendekat. Seokyu pun mendekat.

“kemana yoona ?” tanya kyuhyun.

“sudah duduk saja dulu… dia sedang mengambilminuman didapur..” sahut heechul.

Seokyu duduk bersebelahan didepan suzy taeyeon, heecchl duduk diujung meja, sedangkan diujung meja lainnya kosong sepertinya untuk yoona.

“minuman sudah siap..” yoona datang membawa nampan berisi berbeapa cankir teh hangat.

“kalian sudah datang?” pertanyaannya tertuju untuk seokyu.

“iya unnie..” sahut seohyun tersenyum, yoona membagikan cangkir lalu duduk dikursinyaa.

“kalian tadi keren sekali, iya kan yoona?” heechul berteriak memuji seokyu.

“iya oppa.. kalian berlatih berberapa lama untu itu??” yoona nampak antusias.

“6 bulan unnie…” jawab seohyun.

“oo.. kalian keren sekali…” yoona memegang tangan seohyun.

“kau kyuhyun eror, kau juga sangat keren tadi..” yoona beralih pada kyuhyun.

“tentu aku lebih keren darimu.. nenek rusa..” yoona melotot mendengan kyuhyun.

“hyun.. besok carilah lelaki yang lebih sopan pada kakak mu ini nde?” ujar yoona.

“yak yoona!!” ujar kyuhyun. semua tertawa.

“unnie, oppa ayo kita makan aku sangat lapar..” rengek suzy.

“baiklah ha dul set.. berdoa mulai..” pimpin heechul, seluruh hening berdoa.

“selamat mekan!!” mereka serempak, lalu makan bersama.

“suzy ah.. aku dengar kau sudah mempunyai pacar?” tanya yoona disela sela makannya.

“ah unnie..” muka suzy memerah.

“iya benar dia sudah memiliki pacar, mahasiswa seni dari desa itu..” ledek taeyeon.

“siapa siapa?” giliran seohyun yang bertanya.

“siapa namanya suzy? Soo.. soohyun, aha kim soohyun?” ujar taeyeon,wajah suzy semakin memerah.

“unnie..”suzy mencubit lengan taeyeon.

“soohyun? Soohyun oppa?” pekik yoona.

“kau mengenalnya yoong?” tanya heechul.

“iya oppa dia temanku waktu didesa” yoona menjelaskan. “kau tepat suzy ah.. aku titip salam ya untuknya?” yoona berkedip jail. :banar benar ternyata dunia itu sempit ya..”

“oh baiklah unnie..” kata suzy akhirnya.

“ehm.. ada yang ingin aku sampaikan oppa unnie, suzy ah..” semua fokus ke yoona.

“besok aku akan pergi keparis… aku direkrut oleh sebuah rumah sakit disana..” semuanya melotot kecuali seohyun yang hanya mendengus.

“besok yoona kau gila?” pekik kyuhyun.

“iya besok..harusnya lusa tapi mereka menyuruhku pergi besok.. maafkan aku mendadak…” yoona berusaha tersenyum.

“ini sangat mendadak yoona…” heechul angkat bicara.

“oppa, maafkan aku… tolong dukung aku..” yoona memohon kepada heechul.

“yoona aku tahu ini demi karirmu, kami akan selalu mendukungmu..” taeyeon memegang tangan yoona.

“tak bisakah kau hanya tinggal diseoul..”kyuhyun angkat bicara.

Yoona menggeleng.

“ada sesuatu yang terjadi oppa, aku pikir aku harus benar benar berkonsentrasi kekarir ku.. aku harus sejenak meninggalkan seuol bahkan korea..” yoona menjelaskan ke yang lain.

“unnie kami akan merindukanmu..” suzy sudah berkaca kaca.

“walau kami taktahu apa yang terjadi, tapi kami tahu ketika kau belum mau cerita itu adalah yang terbaiki.. hanya jaga dirimu..” ujar taeyeon.

“terimakasih unnie.. aku akan merindukan kalian.. lagian kalau aku diparis sewaktu waktu kalian akan punya alasan berlbur diparis bukan?” yoona tersenyum ceria.

“tentu..” semua menjawab kecuali seohyun.

“aku pinta kalian juga jaga ddiri kalian..”

“jam berapa besok kau terbang?” tanya taeyeon.

“unnie, aku berangkat belum menentu… kalian tak perlu mengantarku ketika kalian baru membuka mata mungkin aku sudah sampai paris.. hanya seohyun yang akan mengantar aku,,,” ujar yoona.

“mengapa kami bisa bangun pagi?” tanya heechul.

“aku mohon oppa.. kita berpesta malam ini okay? Lupakan hal yang akan terjadi besok! Ayo.. kyu nyalakan music!!”

Malam ini semuanya larut dalam pesta, tak terkecuali. Mereka benar benar menikmati kebersamaan ini dan sejenak ingin melupakan apayang terjadi besok.

Yoona pov.

Aku kini sudah terduduk kursi pesawat. Ini jam 3 pagi, cuaca sangat dingin, warga korea masih enggan terbangun dan menjalani hidupnya untuk hari ini, mereka semua masih terlelap dalam mimpi. Begitupun para sahabatku, seo melambai lambaikan tangannya di balkon atas bandara tempat pengunjung melihat pesawat akan terbang. Aku melihat mu seo!! Aku melihatmu!!  Maafkan kakak mu ini dik maafkan. Air mataku menetes melihatnya seperti anak kecil melambai lambaikan tangan. Pesawat naik meninggi, makin meninggi, ia semakin hilang terhapus oleh jarak, seluruh seuol terlihat dari sini walaupun hanya lampu lampu pada gedung gedung pencakar langi, perlahan lahan menghilang jua ditelan kegelapan malam menjelang musim dingin.

‘Hah selamat tinggal korea,  selamat tinggal sahabatku dan adikku, selamat tinggal kenangan kenangan masalalu, selamat tinggal siwon dan dunianya! Selamat tinggal semua!! Tunggulah aku sahabat, aku akan datang esok saat diriku siap!! Dan untukmu siwon jagalah dirimu baik baik disana!! Lupakan aku sebagaimana aku melupakanmu jangan pernah memutuskan untuk mencintaiku jangan pernah!’ jerit ku dalam hati saat ku melihat jendela, aku akan membangun diriku sendiri menjadi sebuah pribadi yang akan membuat bangga sekaligus dapat menjatuhkan apa yang aku ingin jatuhkan.

Aku terlelap dalam tidurku, korea! Kau mendidiku selama ini! Musibah dan kesenangan kau berikan padaku! izinkanlah aku meninggalkanmu hanya sementara! Biar prancis jadi ibuku untuk sementara! Restui aku bumiku!! Tuhanku bisikan pada korea segala kerinduanku! Aku mencintaimu dan menghormatimu tuhanku! Jagalah korea dan segala isinya.

My love.

Yoona pov.

Aku menuruni kabin pesawat. Aku melangkah menuju kepulangan international, aku menyerahkan pasporku dan surat surat lain. Tak lupa mereka mengedarkan (?) sinar x ditubuhku, hasilnya tentunya nihil tak ada yang mereka temukan ditubuhku yang mereka anggap ‘illegal’, ya itu memang prosedur umum disebuah bandara international. Tiba tiba seorang wanita asia ya sesikit eropa, tapi lebih dominan asia menghampiriku.

“anyonghaseyo.. dokter im yoona ssi?” tanyanya dalam korea, aku cukup kaget walaupun wajahnya memang asiatis.

“ne.. anda siapa?” tanyaku dalam korea pula.

“anyonghaseyo, jung jessica imnida sayalah yang menjemput anda..” dia mengulurkan tangan, bukan memberi hormat layaknya dikorea.

“anyonghaseyo jessica ssi…” aku mengulurkan tanganku, aku belum sepenuhnya percaya padanya.

“oiya ini surat surat bukti saya adalah yang diutus menjemput anda..” da menunjukan sbuah surat keterangan atau kontrak kerjaku selama 3 tahun yang sudah bertanda tangan dirut tapi belum ada tanda tanganku disitu.

“baiklah… bisa anda tunjukan jalannnya?” aku bertanya dengan hati hati.

“itu tugas saya.. mari..” aku mengikuti kemana dia pergi dengan sebuah kereta pendorong koper, dia juga membantu mendorongnya.

“maafkan saya merepotkan anda..” ujarku saat berjalan bersamanya.

“ah tidak ini memang tugas saya..”dia tersenyum padaku, menghapus semua image dinginnya tadi.

“ini sudah malam.. maafkan saya saya tak dapat memilih jam penerbangan lebih awal..” sekalilagi aku meminta maaf.

“dikorea pasti sudah pagi ya? Aku merindukan korea sungguh.. kita dapat pulang bersama sewaktu waktu bukan?” jawabnya, kini kami menuju mobil.

“tentunya bisa..” kami memasukan barangku kebagasi lalu masuk mobil, dia yang menyetir.

“bolehkah saya bertanya profesi anda?” dengan sangat berhati hati aku menjawab.

“aku? Aku dokter anak….” dia menoleh padaku.

“kau nampak muda sekali.. berapa usiamu dokter?” dia mulai meninggalkan kata kata formal.

“saya? Saya 23 tahun..” dia langsung menoleh terkaget.

“benar benar 23? Aku saja sudah 26..” kembali fokus ke setirnya.

“saya senang bila dierbolehkan memanggil anda dengan unnie..” kataku ceria.

“baiklah.. yoona ya?” dia tersenyum. “baguskan yoona ya? Tapi ku mohon tinggalkan kata kata formal itu.. kita bersahabat mulai hari ini..”

Begitulah, awal perkenalanku dengannya. Awalnya dia terlihat sangat dingin dan berpribadian keras terutama saat dia terdiam. Tapi memang terkadang kita tidak bisa melihat seseorang dari sisi luarnya, dia wanita yang ramah. Jung jessica kini kaulah  sahabatku!!, kuperingatkan diriku sendiri ini bukan penilaian akhir, berhati hatilah yoona dengan apapun.

Setengah jam kami menempuh jalanan kota paris, kota ini seperti tak pernah tidur walau agak lengang karena cuaca sangat rendah disini, tapi tetap terlihat berberapa bukti kehidupan malamnya. Kami sampai disebuah gedung apartemen, sepertinya termasuk apartemen high class, aku dapat memastikannya hanya dengan melihat bangunan dari sisi luar.

“kita sudah sampai mari turun..” dia melepas safety beltnya.

“disini apartemenmu unnie?” kami selalu berbicara dalam korea.

“iya, juga apartemenmu..” dia tersenym lalu keluar mobil menuju bagasi.

Aku mengerutkan keningku, ya aku binging, akupun turun.

Dia membantuku menurunkan ketiga koperku, lalu dia menunjukan jalan menuju apartemanku katanya. Terletak dilantai 9 nomor 17 katanya.

“ini apartementmu… itu apartemenku..” dia menunjuk keruangan dengan pintu 18.

“dan ini kuncinya, jika perlu bantuan hubungi aku.. ini nomerku..” dia menyerahkan nomor telponnya.

“o iya, ini nomer prancismu aku sudah belikan.. kau simpan nomor koreamu..” aku tersenyummenerimanya.

“terimakasih unnie..” ujarku.

“baiklah, sudah masuk kau pasti lelah… besok kita akan berangkat jam 7 kau bisa?” tanyanya.

“tentu unnie, anyong..” aku masuk kedalam apartemenku dia hanya tersenyum.

Pintunya ada dua lapis (?), jika masuk pintu pertama lalu kita harus masuk pintu kedua, pintu pertama memakai kartu kunci pintu kedua memakai kode, sica unnie sudah menyerahkan kode padaku, mungkin alasan keamanan. Saat aku masuk pintu selanjutnya, aku cukup terpukau apartemen ini benar benar sangat mewah! Berapa sewanya ini!, mati kau yoona ini pasti sangat mahal! Tapi aku benar benar lelah sekarang, ada dua kamar, aku memilih satu kamar yang berwarna dasar coklat, aku penasaran dengan sebuah sejenis remot didinding saat aku memencet kata pink  semuanya berubah lampu lampunya berubah mnjadi pink, saat merah menjadi merah, waw canggih sekali, entahlah mungkin aku yang sedikit hehe ndeso. Kukembalikan pada keadaan semula, aku berganti piama lalu terbaring. Kumenoleh kesisi kananku, jendela yang cukup besar dilapisi korden trasparan memancarkan cahaya cahaya kota paris sesungguhnya, aku bangkit lagi untuk menutup korden coklat itu, lalu aku tertidur tanpa membereskan koperku dulu. selamat malam paris! Didiklah aku sebagaimana kau mendidik anak bangsamu!.

Aku bangun pagi pukul 5 waktu setempat, badanku terasa lengket sekali ditengah dinginnya suhu musim dingin. Aku menenggelamkan badanku ke baht tube berair hangat. Seteleh selesai membersihkan diri aku membereskan pakaianku dan lainnya.

“ommona jam 8..” aku terpekik melihat jam, benar saja aku membuka jendela ternyata matahari sudah muncul aku terlalu asik dari tadi berbenah.

‘ting tong ting tong’

“mati kau yoona pasti itu sica unnie..” aku membuka pintunya.

Dia tersenyum diambang pintu.

“mari masuk unn..” kami pun masuk.

“kau habis berbenah ya? Ganti pakaian mu kita akan segera berangkat..” ia menyuruhku saat ia sudah duduk disofa.

“baik unn..” aku lalu berganti dengan pakaian terbaikku, serta mantel, syal dan baju dokter ditasku.

“mari..” akupun menutup apartemenku kami pun berangkat ketempatku bekerja nanti.

Tak banyak percakapan ditengah perjalanan, hanya sibuk dengan pikiran masing. Kami membelah jalanan paris yang masih lengang itu. Kami berhenti disebuah gedung rumah sakit mewah sepertinya untuk kelas menengah keatas.

Kami pun turun, ya benar ini memang rumah sakit yang mewah sangat mewah!

“unn inikah tempatku bekerja nanti?” tanyaku ragu.

“lalu kau kira aku membawamu kemana?” dia balik bertanya sekaligus memberikan jawaban.

“rumah sakit ini mewah unnie, sangat mewah…” aku menghadap keseluk beluk rumah sakit lantai pertama.

“kau akan membua rumah sakit ini lebih mewah yoona..” dia tersenyum misterius, lalu memasuki lift aku hanya mengangkat alis dan mengikutinya.

“apa maksudmu dengan ucapaanmu tdi ‘kau akan membuat rumah sakit ni lebih mewah?’” aku bertanya didalam lift.

“ada dokter asia secantik engkau maka semua orang akan menganggap rumah sakit ini sebagai istana!!” dia terkikik sendiri, aku manyun.

“kau akan bertemu direktur utama dulu setelah itu kau dengar perintahnya dan laksanakan..” dia berkata saat kami keluar dari lift.

“hanya aku?” aku berhenti dan bertanya.

“iya.. kan kau pegawai barunya.. cepat pergilah keruangan itu…” dia mendorong akuagar bergegas.

“dengan pakaian seperti ini?” aku menunjuk pakaian ku.

“saat duduk dengannya lepaslah mantelmu.. cepat sana!” dia semakin mendorong dorongku.

“unnie.. doakan aku..” aku ragu akhirnya melangkah juga, kurasai pandangannya menusuk nusuk punggungku sambil tertawa.

Author pov.

Yoona mengetuk pintu bertuliskan ‘jung changmin’

“masuk..” orang yang didalam menjawab dengan bahasa inggris.

Yoona pun masuk, dia memberi hormat ala korea.

“good morning, iam im yoon ah, doctor from korea…” changmin tersenyum mendengarnya.

“oh.. doctor im.. iam changmin… please sit down..” changmin menyilahkan yoona duduk disofa, changmin yang tadi duduk dikursi kerjanya pun berpindah kesofa.

Yoona melepas mentelnya, terlihatlah ia menggunakan gaun panjang berwarna hijau, lalu terduduk.

“anda dokter dari korea itu? Kami menunggu anda sejak lama..” ujar changmin sambil mendekati mesin pembuat minum. “teh atau kopi dokter?” tanyanya dalam korea.

“terserah anda…” yoona tersenyum, changmin menyodorkan kopi kehadapan yoona.

“apa kesan pertama anda datang ke? Eumm paris?” changmin memulai seperti interview.

“sangat luar biasa tuan… kota ini sangat menajubkan… terutama pada suasana malamnya, penuh dengan cahaya bergemelip.. tapi tentunya itu hanya kesan pertama karena baru semalam saya berada disini..” yoona memulai dengan ramah.

“bagaimana dengan rumah sakit ini?” changmin bertanya lagi ntuk mengetahui pendalaman yoona.

“eumm.. yang perama kali terlintas adalah saya rasa harus bekerja extra.. bagaimana pun rumah sakit ini sangat besar dan mewah.. maafkan saya tuan baru itu yang saya dapatkan..” yoona menundukan wajahnya, changmin tersenyum.

“dari rentetan jawaban anda saya sudah mempunya pendapat tentang anda.. saya tidak salah.. pelajarilah seluk beluk rumah sakit ini anda akan bertempat dibagian penyakit dalam sesuai dengan jurusan anda.. ini berkasnya… dokter jung akan mengantar anda keruangan anda, dan tempat anda bekerja nanti.. ini pakaian seragam anda, pakailah besok  cucilah dahurlu…” changmin menyerahkan baju putih dokter kepada yoona.

“maaf tuan, apakah kau sodara dari jessica unnie? Mmm dokter jung?” yoona bertanya karena penasaran marga mereka sama.

Changmin terlihat gugup.

“tidak.. hanya kebetulan yoona ssi…” changmin tersenyum.

“oo. Maafkan tuan jika pertanyaan itu mengganggu…”

“tidak, tidak apa apa..”

“saya permisi tuan.. selamat pagi..” yoona undur diri, changmin hanya tersenyum melihatnya.

“wanita yang menarik…” gumam changmin setelah yoona meninggalkan ruangannya.

My love.

“bagaimana interviewnya yoona?” jessica berlari kecil kearah yoona.

“beliau sangat ramah… aku disuruh bekerja hari ini unn… aku disuruh meminta bantuanmu… tolong bantu aku unn..” jessica tersenyum lalu menimpal.

“baiklah… ayo ikuti aku…” yoona mengikuti jessica, lalu jessica meneruskan. “kau akan jadi kepala dibagian penyakit dalam..” jessica berseri seri yoona hannya melotot.

“hah kepala? Kau jangan main main unnie… aku itu dokter junior…” yoona membanta tak percaya.

“iya kau memang dokter junior… tapi siapa kalangan kesehatan yang tak tahu namamu… siswa dengan nilai kkn tertinggi diuniversitas no.1 didunia dalam 1 dekade?” jessica membacakan rentetan fakta dari yoona.

“mereka hanya mengetahuiku sebatas nama… wajahpun hanya segelintir yang tahu…” yoona merendah diri.

“jangan kau seperti itu… kau haus berikan yang terbaik…” ujar jessica.

Seluruh perawat dan dokter2 bidang penyakit dalam berkumpul pada ruangan rapat khusus mereka semuaa menanti yoona. Yoona pun memperkenalkan diri dan meminta bantuan dan bimbingan. Walaupun sebagian besar dokter2 dan perawat disitu adalah orang yang ‘berumur’ tetapi yoona tetap nampak dihormati dan disegani, yoona memang memiliki kharisma akan itu. Setelah itu yoona diantar oleh salah satu office boy yang berumur sekitar 55 tahun itu keruangannya yang beru, jessica harus kembali kepekerjaannya dibagian anak. Setelah mengantar yoona office boy itu undur diri dan yoona mulai membenahi barangnya, dimejanya sudah ada daftar pasien yang harus a pelajari.

Sesorang mengetuk pintu.

“siapa?” ujar yoona.

“asisten anda dokter…” jawab orang didepan sana. (baru kali ini ya dokter punya asisiten selain di praktikpribadi? Auah aku juga gatau namanya aja fiction :p)

“silahkan masuk…” akhirnya orang yang mengetuk pun masuk.

Masuklah seorang perawat tinggi berseragam celana panjang dan lengan pendek khas perawat disitu. Perawat disitu memang berpenampilan seperti itu, itu dinilai akan mempermudah kerja mereka.

Wanita jangkung yang dikucir kuda itu tersenyum manis lalu membungkuk.

“anyonghaseyo kwon krystal imnida…” dia memperkenalkan dirinya.

“kau bisa korea.. apakah kau orang korea?” yoona tersenyum.

“ne, saat saya kecil saya tinggal dikorea… saya yang akan menjadi asisten anda selama anda bekerja disini mohon bimbingannya…” krys tersenyum manis.

“sepertinya kita seumuran duduklah…” yoona menunjuk kursi didepannya, dan meninggalkan semua berkasnya.

“aku sepertinya pernah melihatmu??” yoona mngerutkan alisnya.

“benarkah? Maaf saya tidak ingat” timpal krys.

“ah entahlah.. saya seperti pernah melihat.. ah entahlah… berapa usiamu?” tanya yoona.

“24 dokter… dokter hebat sudah dapat menjadi dokter saat usia sangat muda…” krys menjawab masih dengan korea.

Yoona tersenyum, ia terus memperhatikan wajah krystal tapi ia masih bingung.

“sepertinya kita memiliki kemiripan dalam wajah ya?” yoona menimpali.

“sepertinya memang seperti itu dokter teman teman saya pun sependapat..” krys tersenyum, makin mengingatkan yoona pada sesuatu.

Yoona melotot saat mengingat sesuatu, siwon! Kwon! kwon yuri! Benarkah?

“dokter anda baik baik saja?” tanya krys melihat perubahan wajah yoona.

“bisa anda ceritakan sesuatu tentang… hmmm… pengalaman hidup anda?” yoona berusaha tenang.

“saya anak tunggal dari sebuah keluarga… kami bertempat tinggal dikorea namun karena sebuah kecelakaan saya lupa semuanya.. saya tak mengingat apapun… bahkan keluarga saya mereka tetap berusaha meyakinkan saya dan iu membuat saya kembali teringat walaupun…” ucapannya terpotong saat yoona meminta waktu untuk mengangkat telpon.

“yoona… ada kau sudah bertemu asisten barumu itu?” tanya jessica diseberang.

“sudah unnie.. sekarang kami sedang mengobrol…” jawab yoona.

“sudah waktunya makan siang… cepat kekafe!”

“baik unn…” yoona menutup telfonnya.

“maaf perawat kwon saya memotong… anda berhasil mengingat semua memori itu?” tanya yoona.

“ya syukurlah saya bisa…” mereka berdua tersenyum.

“mereka orang tua kandung anda? Hmm… maaf saya bertanya sangat pribadi maaf sekali…” yoona bertanya dengan hati hati.

“iya mereka orang tua kandung saya… mereka berhasil menunjukan semua akte dan foto2 kecil saya… tidak apa dokter..” krys menjawab dengan terus tersenyum.

“ya sudah pergilah untuk istirahat…” krystal pun meninggalkan ruangan yoona.

Yoona memandang punggun krystal itu, yoona tersenyum dia berhasil meyakinkan diri sendiri bahwa krystal bukan yuri karena faktanya cerita yang krystal sampaikan seperti penuh keyakinan, dan toh banyak yang bermarga kwon.

To be countinue.

Akhirnya selese part yang cukup melelahkan ini. Jujur kayaknya bertele tele banget dan mbosenin? Oia ini juga tuangan ide dari salah satu reader yang mirip2 idenya sama auhor. Tapi author benar benar menampung semua pendapat dan author saring bagus dan jeleknya. Terimakasih bagi yang partisipasi..

Semua!! Jangan lupa komen bantu saya menjadi lebih baik okay!

Tinggalkan komentar

53 Komentar

  1. KaRenYS4ever

     /  Desember 1, 2012

    Aigo…
    Msa kwon yurinya kmbali mncul?
    Trus ntar YoonA bkalan mnderita dong… Jngan dong…
    YoonA n Siwon pisah prg aja udah mau galau…
    Msa yuri tiba2 mau mncul?
    Next part scepatnya ya,
    Dtunggu…

    Gomawo^^

    Balas
  2. triyoona_im

     /  Desember 1, 2012

    kok ga ada yoonwon moment nya?

    next part jgn lama2 yah🙂

    Balas
  3. Jungie

     /  Desember 1, 2012

    Lanjut chingu…
    Makin penasaran ma hubungan Krystal ma Yuri…
    Kya’x Changmin mulai suka ma Yoong eonnie nih…
    Terus hubungan YoonWon entar gimana yah…
    Chingu lanjut yah ini bikin penasaran bgt…

    Balas
  4. Siwon di amerika, yoonanya di prancis! Yaah.. Kepisah deh..
    Asistennya yoona sepertinya mantan pacar siwon yg waktu itu diceritain sama oemmanya siwon..
    Omo! Sepertinya changmin akan menjadi pengganggu.. Dan kalau asisten yoona itu benar” yuri, trus siwon ketemu sama dia itu juga bisa jadh pengganggu..
    Yaudah, lnjut thor.. Jgn lama” ne..

    Balas
  5. nana

     /  Desember 1, 2012

    next part eonni..

    Balas
  6. yoonaddict

     /  Desember 1, 2012

    wuah daebak thor..
    Phy kok lma sih post.a,,
    hampir lpa ma crita.a..
    Ntu kwon krystal bkn kwon yuri ya?
    Trus masih pnsaran dgn jung changmin n jessica??
    Next part asap ya..

    Balas
  7. DaniaLoveJoongIn 'YoonWonitedWiRes'

     /  Desember 1, 2012

    lanjut.

    Balas
  8. yeonta

     /  Desember 1, 2012

    kapan moment yoonwon??? dah gak sabar ni….. lanjut ya….

    Balas
  9. next thorr… bnykin moment YoonWonnya….

    Balas
  10. KimcHi eQ

     /  Desember 2, 2012

    ❤ YoonWon❤

    Lanjutkan🙂

    Balas
  11. Yulisa

     /  Desember 2, 2012

    Hemm… Gak da yoonwon moment nyaa…

    Balas
  12. onedear

     /  Desember 3, 2012

    lanjut y thor

    Balas
  13. sekar kpk

     /  Desember 3, 2012

    ahhhh… siwon oppa…… pokoknya yoonwon harus bersatu

    Balas
  14. vints

     /  Desember 5, 2012

    .woah daebak lnjt lg thor jngan lma ya🙂

    Balas
  15. lanjut…🙂

    Balas
  16. Retno Yoonwonited and ELF (LoveYoonWon 4ever)

     /  Desember 26, 2012

    yah di chapter ini ga ada Yoonwon moment( -_-) next part banyakin yoonwon moment donk. Itu beneran apa gak jangan2 Krystal itu Yuri lagi ahh semoga kalau Wonppa tau itu Yuri tapi Wonppa sukanya ama Yoona sekian gitu aja ideku semoga bermanfaat ditunggu next chapter jangan lama” ea^^

    Balas
  17. Daebak thor,

    lanjutttttttt……

    Balas
  18. aat yoonwon

     /  Juli 30, 2013

    Gk da moment yoonwon ne

    Balas
  19. sari

     /  Agustus 23, 2013

    keren thor, tp sayang di chapter ini g ada yoonwon moment nya

    Balas
  20. Any

     /  Juli 2, 2014

    kok blm ada kejelasan tentang pasangan Yoonwon malah pisahan hikhikhikhikhik…

    Balas
  21. thor kenapa makin rumit ntr permasalahan nya . . Huuuuu . .😦 Yoonwon pisah lagi *saedih

    Balas
  22. Mia

     /  Juli 16, 2014

    Lanjut trus sampe’ yoonwon xa bnr” mexatu,lanjut trus sampe’ abiez

    Balas
  23. Choi Han Ki

     /  Desember 23, 2014

    Wah ternyata yoonwon tidak bersama malah memilih jalan mansing2 sdgn pergi meninggalkan korea… Semoga krys buka yuri lah kan kasihan nanti yoona kalo tau mantan siwon masih hidup

    Balas

United, Leave a Coment Here

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: