[2S] SAJANGNIM!! Before Story 1

 

 

Title: SAJANGNIM!! Before Story I

Author: Uchie (uchijefry90) / @uchie90 (follow yaa)

Genre : Romance, Humor (??)

Length : TwoShoot (2S)

Rating : PG – 13

Cast :  Im Yoona , Choi Siwon , Tiffany Hwang , Im EunHye , Park Yoochun etc

 

Hai… Penulis FF gaje hadir lagi nih#gak ada yang nanya T_T… Terima kasih banyak buat yang udah RCL ff “More Hurt” dan “Sajangnim!!”….  Kali ini aku sengaja buat cerita “Sajangnim!!”before story nya… Aku bikin jadi 2 bagian,… ok tanpa banyak kata langsung aja ya happy reading….

 

 

SAJANGNIM!! Before Story Bagian 1

 

Seorang gadis dengan langkah percaya diri memasuki salah satu pintu gedung pencakar langit yang ada di kota Seoul. Mengenakan blazer warna krem dipadu rok hitam selutut, rambut bergelombang dibiarkan terurai. Dapat dipastikan dia salah satu pegawai di gedung pencakar langit tersebut.

 

Yoona, biasa dia disapa menyunggingkan senyumnya kepada siapapun yang berpapasan dengannya saat melewati lobby. Kini, yoona telah berdiri didepan lift menunggu terbukanya pintu lift yang biasa ia gunakan untuk membawanya kelantai tempat ia melakukan pekerjaan sehari-hari.

 

Yoona mengarahkan pandangannya kekiri saat dirasa seseorang tiba-tiba berdiri disampingnya. Seolah tak percaya dengan hal yang ada didepannya, yoona hanya terus menatap dengan pandangan aneh orang yang ada dihadapannya ini. Dirasa mendapat tatapan yang tidak biasa dari yoona, Tiffany, sahabat sekaligus rekan satu kantor yoona langsung mencubit lengan yoona guna menyadarkan sang sahabat.

 

“Aww!!! Kenapa kau mencubitku fany!! Appo” ringis yoona setelah merasakan rasa sakit dilengannya.

 

“Kau yang kenapa…terbengong-bengong aneh melihatku. Ada apa memangnya, apa ada yang salah diwajahku?” Tanya fany sambil merogoh isi tas nya seperti mencari sesuatu. Yoona, masih terdiam memperhatikan kelakuan fany.

 

“Yaakk, kenapa kau tak menjawab” teriak fany sambil mengeluarkan sebuah cermin dan mulai mematut wajahnya. Yoona yang kaget dibentak fany pun akhirnya mengeluarkan suaranya.

 

“Fany, sejak kapan kau berdandan menor seperti ini? Kemarin kurasa kau masih baik-baik saja. Apa kau salah makan tadi malam?” Tanya yoona yang langsung mendapat tatapan mengerikan dari fany.

Fany yang baru akan mencecar yoona dengan jawabannya pun akhirnya mengurungkan niatnya setelah mendengar bunyi pertanda pintu lift akan terbuka.

 

“Nanti saja ku ceritakan saat makan siang, lebih baik kita masuk dulu. Kau tak mau terlambat kan?” ujar fany. Yoona pun cuma menggangguk tanda setuju. Merekapun berjalan bersama memasuki lift dan akhirnya berpisah menuju ketempat kerja masing-masing. Mereka memang satu perusahaan tapi berbeda bidang pekerjanya. Yoona dibagian accounting, sedangkan fany dibagian perencanaan.

 

»

 

“Mwoo? Kau berdandan seperti ini cuma untuk menyambut atasan barumu? Kau terlalu berlebihan fany. Seberapa tampan memangnya atasan baru mu itu??” Ujar yoona malas. Memang sudah biasa bagi yoona menghadapi sifat genit sang sahabat tapi ini sudah keterlaluan. Biasanya fany, sahabatnya itu cuma akan menggoda dengan eye smilenya. Tanpa harus bersusah-susah berdandan seperti inipun sang pria pasti akan bertekuk lutut padanya. Tapi sekarang, dia sampai harus berdandan tebal seperti itu.

 

“Kau lihat saja nanti, dia sangat tampan. Aku belum pernah melihat namja setampan dia. Senyumannya, bikin hati ini meleleh….” Ujar fany sambil menerawang membayangkan wajah sang bos. Yoona yang mendengarnya cuma bisa bergidik ngeri melihatnya. Kalau sudah seperti ini dia tahu, sahabatnya itu akan melakukan apapun untuk mendapatkan targetnya(?).

 

“Yaakk,!!! fany kapan kau akan memakan makananmu!! Dari tadi cuma berkhayal tak jelas. Jam makan akan segera berakhir,” yoona berusaha untuk menyadarkan fany yang masih saja asyik membayangkan wajah bosnya.

 

“Aku sudah kenyang hanya dengan membayangkan wajahnya, kalau kau mau silahkan makan saja” jawab fany tanpa menoleh pada makanannya ataupun yoona. Yoona yang sangat suka makan itupun tidak menyia-nyiakan tawaran fany, tanpa pikir panjang langsung saja ia melahap semua makanan yang ada dihadapannya takut nanti fany berubah pikiran.

 

»

 

Keesokan harinya, yoona yang baru saja memasuki ruang kerja dikejutkan dengan tatapan aneh para teman kerjanya. Fany, yang juga berdiri diantara mereka juga menatap nya dengan pandangan yang tak biasa. Yoona yang risih dengan tatapan itu langsung berlalu sambil menyeret fany kearah lain menjauh dari teman-temannya.

 

“Fany, ada apa ini, kenapa semua menatapku dengan pandangan aneh seperti itu. Kau juga kenapa jadi ikut-ikutan. Apa aku melakukan kesalahan? Atau ada yang salah dengan pakaianku?” Cerocos yoona sambil melihat pakaiannya mencari-cari mana tahu ada sesuatu pada pakaiannya yang menyebabkan dia jadi tontonan aneh. Yang ditanya hanya menghela nafas, bersiap memberi jawaban.

 

“Yoong, kita semua akan dirolling…huaaaaaa…, bagaimana ini….!!! Kesempatan ku untuk mendekati bos akan hilang.” Keluh fany. Yoona yang tidak mengerti dengan yang fany bicarakan ini cuma bisa menatapnya dengan bingung. Dia tidak mengerti apa hubungannya mereka semua dirolling dengan dirinya.

 

“Tiffany hwang, aku tidak bertanya tentang dirimu, tapi tentang diriku. Ku mohon jelaskan sekarang, sebelum aku kehabisan kesabaran mendengar rengekanmu yang tidak penting itu.” Fany pun tersadar telah membuat yoona geram. Ia tahu apa yang dibicarakannya tidak ada hubungannya dengan apa yang yoona tanyakan.

 

“Oke, oke jangan marah dulu Im Yoona. Aku akan memberitahumu sesuatu yang sangat penting. Tapi sebelumnya aku ingin bertanya apa kau mengenal namja bernama Choi Siwon?”

 

“Choi siwon?? Nugu ya? Aku merasa tidak punya teman bernama choi siwon. Memang kenapa?” Tanya yoona balik.

 

“Yoona, bos baru ku itu bernama choi siwon. Dan mulai hari ini akan menjadi bos mu.” Jelas fany.

 

“Oo, Jadi cuma gara-gara aku akan jadi bawahan bos tampanmu itu, aku jadi sasaran tatapan aneh mereka? Tidak dapat dipercaya!!”

 

“Bukan itu masalahnya” sela fany tiba-tiba.

 

“Lalu?”

 

“Kau tau, dia sendiri yang meminta kepada kepala HRD untuk menjadikanmu sebagai bawahannya.”

 

“Mwo?? Jeongmal?” Yoona yang telah mengetahui alasan dari tatapan-tatapan teman kerjanya itupun menjadi bertanya-tanya. Ada apa dengan bos fany, eh bukan mantan bos fany itu. Yoona merasa mereka tidak saling mengenal. Walaupun dia belum bertemu langsung dengan bos barunya itu, tapi dia yakin tidak pernah mengenal orang yang bernama Choi siwon.

 

»»

 

Tok tok….

Bunyi ketukan pintu membuat seorang namja menghentikan kegiatannya dan menatap ke arah pintu yang mulai terbuka. Dapat dilihat seorang yeoja melangkah masuk dan langsung menuju kedepan meja dimana sang namja sedang berada.

 

Entah apa yang tengah dirasakan namja tersebut. Tapi yang jelas sekarang dia merasakan getaran di hatinya. Getaran yang belum pernah ia rasakan sebelumnya. Tatapan mata indah, lekuk wajah yang sempurna, kulit putih itu semua sudah biasa untuknya. Tapi entah kenapa untuk yeoja yang ada dihadapannya ini terasa berbeda.

 

“Maaf sajangnim, apa anda memanggil saya?” Tanya yeoja yang ada didepan nya itu. Siwon pun tersadar dan mulai bersikap biasa.

 

“Anda Im yoona??” Siwon pun mulai bertanya.

 

“Ya, saya Im yoona” jawab yoona terkesan tegas. Dalam hati yoona menggerutu, apa sebenarnya yang membuat fany tergila-gila dengan mantan bos nya ini. Tampan ya, tapi di luar sana banyak yang lebih tampan dari bos nya ini.

 

“Baiklah Yoona-ssi, kau pasti bertanya-tanya kenapa aku sampai memilihmu menjadi bawahanku. Aku memanggilmu kesini untuk menjelaskannya kepadamu, supaya tidak terjadi kesalahpahaman diantara kita dan pegawai yang lain.” Ujar siwon memulai penjelasannya. Yoona yang dari tadi diam pun mulai menunjukan ketertarikkannya terhadap apa yang akan disampaikan sang bos. Karena inilah yang dia harapkan, penjelasan kenapa ia yang dipilih.

 

“Anda tidak mau duduk dulu? Saya rasa penjelasan yang akan saya berikan sedikit memakan waktu anda. Saya tidak ingin di cap atasan yang kejam, membuat bawahannya menderita varises karena terlalu lama berdiri.”

Ucapan siwon sontak membuat yoona menahan rasa kesal dihatinya. ‘Memangnya aku ibu-ibu hamil yang mudah terserang varises?’ Batin yoona. Yoona mendudukkan dirinya dikursi, bersiap mendengarkan penjelasan sang bos.

 

»»

 

“Apa-apaan ini..!!! Dia memilihku hanya karena aku tahan banting? Alasan macam apa itu…!!!” Kesal yoona yang baru saja kembali ke meja kerjanya setelah keluar dari ruangan bos barunya.

 

FlashBack

 

“Begini yoona-ssi, anda tau kan kalau saya kepala perencanaan yang baru diperusahaan ini.”

Yoona hanya menggangguk, menunggu kata-kata selanjutnya dari siwon.

“Jadi saya memerlukan seseorang yang tegas dan pintar. Atasan anda sebelumnya yaitu tuan Park pernah memceritakan kepada saya kalau dia mempunyai bawahan yang cerdas dan bisa diandalkan, yaitu anda yoona-ssi.”

 

Yoona yang mendengar pujian dari atasan barunya itupun cuma bisa tersenyum bangga. Ternyata karena kinerjanya lah ia dipilih.

 

“Tidak cuma itu saja yang membuatku tertarik, tapi tuan park juga mengatakan kalau anda adalah pegawai yang kuat, mental baja dan tahan banting, itulah point utama saya memilih anda” lanjut siwon.

 

Yoona yang tadinya sangat senang berasa di atas angin karena pujian siwon, tiba-tiba merasa terhempas setelah mendengar kalimat terakhir yang siwon ucapkan.

 

FlashBack End

 

“Bagaimana yoong…??” Fany tiba-tiba sudah berada dihadapan yoona dan mengejutkan yoona dengan suara cemprengnya.

 

“Fany-aahh, bisakah kau tidak muncul tiba-tiba…!!”Teriak yoona pada fany, sambil berlalu dari hadapan fany.

 

“Yak…yaak… Yoong kau mau kemana heiii!!” Panggil fany. Yoona hanya mengibaskan tangannya tanpa menoleh kebelakang.

“Ada apa dengannya??”Gumam fany bingung.

 

»»

 

Udara dingin yang terasa menusuk, tidak menghentikan langkah gontai yoona menyusuri jalan menuju apartementnya. Ia memikirkan apa dosa yang telah ia perbuat sehingga diberi atasan resek seperti itu. Ya, tadi siang yoona menjadi sasaran kemarahan bos nya. Entah kenapa tiba-tiba saja untuk kedua kalinya dia dipanggil ke ruangan bosnya itu.

 

FlashBack

 

“Yoona-ssi, bukankah sudah saya katakan kalau grafik perencanaan pemasaran ini harus selesai, tapi apa ini!!! Anda ingin dikeluarkan dari perusahaan ini ahhh!!!”

 

“Tapi…..”

 

“Anda berani menyela ucapan saya??!! Jangan coba-coba untuk menyela ucapan saya kalau anda masih ingin bekerja disini esok hari.” Lanjut siwon.

 

“Sekarang bawa lagi grafik perencanaan ini, buatkan yang baru. Saya tidak mau tahu, sebelum jam kantor berakhir grafik perencanaan yang baru sudah harus ada di meja saya.” Perintah siwon. Yoona pun mengambil kertas-kertas itu dan kemudian beranjak keluar dari ruangan siwon setelah sebelumnya membungkukkan badannya tanda permisi.

 

FlashBack End

 

 

“Hari pertama saja sudah begini, gimana besok-besok….lagian itu kan kerjanya si Fany, kenapa jadi aku yang dimarahi… Mau menjelaskan malah tambah dimarahi..” Rutuk yoona.

 

Sekarang yoona telah berada didepan pintu apartement nya. Menekan beberapa angka dan otomatis si pintu langsung terbuka. Yoona memanggil-manggil eonninya, berharap sang eonni sudah pulang. Tapi nihil tidak ada sahutan dari dalam. Yoona pun membuka dan melemparkan jaketnya kesembarang arah, meletakkan tasnya diatas meja dan mulai menghempaskan tubuh kurusnya keatas sofa yang berada diruang tamu. Merenggangkan kaki dan tangannya seperti tidak pernah berbaring berhari-hari. Berharap tubuh dan fikirannya ini sedikit relaks setelah di hadang dengan berbagai pekerjaan dikantornya tadi.

 

Selang beberapa menit, terdengar bunyi pintu apartement terbuka. Eunhye, eonni yoona yang ternyata sudah pulang dengan membawa sang tunangan bersamanya. Yoona yang sudah mendengar bunyi pintu terbuka, tidak menghiraukannya malah terus tidur tanpa tahu ternyata sang eonni tidak sendiri.

 

“Eonni kenapa baru pulang” tanya yoona masih dengan mata tertutup. Eunhye yang ditanya cuma cekikikan mencoba menahan tawanya, melihat saengnya itu tidur dengan posisi yang sangat lucu. Disampingnya Yoochun, tunangan eunhye juga sedang berusaha menahan tawa. Yoona yang mendengar sesuatu yang aneh membuka matanya dan langsung terduduk setelah mengetahui ternyata eonninya tidak sendiri tapi dia juga membawa tunangannya.

 

Tawa yoochun dan eunhye tak tertahan lagi, setelah melihat yoona yang malu ditambah penampilannya yang acak-acakan akibat berbaring disofa tadi. Yoona langsung ngacir menuju kamarnya, setelah sebelumnya menyambar tas dan jaket yang tergeletak tak jelas diruang tamu meninggalkan dua orang yang masih saja tertawa tanpa henti.

 

»»

 

“Eonni..!!! Kenapa tidak memberi tahuku kalau yoochun-oppa akan datang. Aku sangat malu tadi…” Rengek yoona. Mengetahui yoochun telah meninggalkan apartement mereka, yoona langsung keluar dari kamarnya dan langsung memarahi sang eonni.

 

“Mana aku tahu kau sedang berbaring di sofa dengan posisi seperti itu, kenapa tidak langsung kekamar saja tadi” bela eunhye.

 

“Eonni bagaimana ini, kalau sampai yoochun oppa menceritakan hal tadi kepada  jiyong-oppa, pasti dia akan menganggap aku ini wanita yang acak-acakan, huwwaaaa eonniiii…” Rengek yoona lagi.

 

“Kau ini kan sudah ku bilang jangan berharap lagi pada si jiyong itu, dia itu sudah punya tunangan, kau kan tahu.” Yoona diam tak menjawab. Eunhye yang menyadari kediaman yoona langsung memeluk yoona.

 

“Jangan murung begitu saengku, pasti diluar sana ada seseorang yang sedang menunggumu untuk dijadikan pasangan. Bukankah setiap orang sudah ditetapkan pasangannya masing-masing oleh Tuhan?” Ujar eunhye mencoba menghibur yoona.

 

“Tapi aku sangat menyukai jiyong-oppa eonni,” ujar yoona murung. “Sudahlah, kau pasti dapat yang lebih baik” lanjut eunhye sambil menjitak kening lebar yoona, sambil lari menuju kamarnya.

 

“Yaaaakkk!! Eonniii!!!!”

 

Yoona sedang merenungi apa yang baru saja dikatakan eonninya. Ia merasa eonni nya memang benar, untuk apa dia terus-terusan berharap kepada cinta pertamanya itu yang jelas-jelas telah bertunangan dengan orang lain.

Karenanya juga yoona selalu menolak namja yang ingin dekat dengannya. Padahal namja-namja tersebut tidak kalah tampan dari jiyong. ‘Ayo yoona lupakan dia, kau pasti bisa menemukan yang lebih baik. Yoona fighting!!’ Gumam yoona dengan penuh semangat.

 

»»

 

Sudah hampir 2 minggu yoona bekerja dengan siwon. Dan selama itu juga ia selalu menjadi sasaran kemarahan siwon. Pernah suatu ketika yoona dimarahi hanya karena hyoyeon rekan kerja yoona tidak sengaja menukar laporan mereka. Yoona yang akan menjelaskanpun, cuma bisa menundukkan kepalanya takut menatap siwon yang wajahnya sangat menakutkan kalau sedang marah.

 

Dan ada satu lagi yang benar-benar membuat yoona tidak habis pikir. 3 hari yang lalu, siwon memarahinya hanya karena ia sedang berbicara dengan yesung, rekan kerjanya yang lain. Alasannya, bos nya itu tidak mau ada seorangpun bawahannya mengobrol pada saat jam kerja. Padahal yoona dan yesung sedang membahas tentang pekerjaan mereka, bukannya mengobrol tidak jelas. Benar-benar aneh!!

 

“Fanyyyy…. Aku tidak tahan lagi,!!!” Teriak yoona tiba-tiba kepada fany yang sedang meminum jus didepannya. Hampir saja ia menyemburkan jus yang ada dimulutnya, kalau saja tidak cepat-cepat fany membungkam mulutnya dengan tangannya dapat dipastikan wajah yoona yang akan menjadi korban.

 

“Yak, yoona!! Bisakah kau tidak mengagetkan ku?” Ujar fany.

 

“Fany, haruskah aku mengundurkan diri dari perusahaan ini? Namja itu selalu memarahiku, aku tak tahan lagi.” Rengek yoona pada fany. Ya hanya fany yang tahu penderitaan yoona selama bekerja dengan siwon. Fany lah tempat curhat yoona selama ini. Karena cerita yoona juga ia jadi ilfil dan tidak lagi tertarik pada mantan bos nya itu.

 

“Yoong kau harus kuat, masa cuma di marahi saja semangatmu jadi ciut. Mana yoona yang kukenal kuat dan punya nyali yang besar??” Ucap fany menyemangati yoona.

 

“Tapi ini sudah keterlaluan, masa tadi aku dimarahi hanya karena permisi kekamar mandi saat rapat, dia bilang aku mengganggu konsentrasinya pada rapat tadi.” Curhat yoona pada fany. Fany hanya geleng-geleng kepala dibuatnya. Tidak habis pikir kenapa atasan yoona ini begitu pemarah padanya. Padahal dengan bawahannya yang lain dia tidak pernah terlihat marah. Ini sangat aneh bukan?

Terlintas sebuah ide dikepala fany dan ia langsung menarik kepala yoona agar mendekat padanya lalu mulai membisikkan sesuatu.

 

“Mwoo?? Buat apa aku melakukan hal itu?” Kata yoona dengan nada bingung.

 

“Ayolah yoong, aku hanya ingin memastikan sesuatu. Dengan ini kita akan tahu sebab kenapa hanya kau yang jadi sasaran bos mu itu, bagaimana?” Jelas fany.

 

“Tapi apa hubungannya dengan rencana kita ini?” Tanya yoona lagi.

 

“Sudahlah besok aku akan memberitahumu, yang penting kau harus melakukannya dengan baik besok sesuai dengan yang ku katakan.” Perintah fany sambil berdiri pergi meninggalkan yoona.

 

“Jangan lupa, lakukan dengan sebaik-baiknya ok.” Ujar fany sebelum menghilang dibalik pintu. Yoona hanya bisa pasrah menerima saran fany, walaupun tanda tanya besar masih bergelayut dipikirannya.

 

»»

 

“Eonni, bolehkah aku meminta tolong sesuatu?” Tanya yoona kepada eunhye ketika mereka sedang duduk santai diruang tamu sambil nonton tv.

“Memangnya kau mau minta tolong apa?” Tanya eunhye tanpa melepas pandangannya dari tv.

 

“Besok pagi aku pinjam tunanganmu ya, untuk mengantarkan ku kekantor, please eonni…” Mohon yoona. Eunhye langsung menatap sang adik dengan wajah penasaran.

“Untuk apa? Biasanya kan kau berangkat sendiri, kenapa tiba-tiba minta antar. Emm, baik lah besok kami akan mengantarkanmu.” Ujar eunhye.

 

“Eonni, bukan begitu maksudku. Aku ingin besok hanya yoochun oppa yang mengantarku, eonni tidak usah ikut, berangkat sendiri saja ya. Please eonni.” Rengek yoona lagi.

 

“Mwo ya?? Kau ingin merebut tunanganku ya!!??” Seketika eunhye naik darah mendengar perkataan yoona. Yoona yang mengetahui eonninya itu sedang marah langsung menjelaskan tujuannya meminjam yoochun besok pagi.

 

“Oh, begitu. Tapi kenapa harus begitu? Apa hubungannya dengan atasanmu?” Tanya eunhye setelah yoona menjelaskan rencana fany kepada eonninya.

 

“Itulah yang ku bingungkan eonni, kita liat saja hasilnya besok. Aku percaya pada fany, tidak mungkin kan dia mengerjaiku.” Jelas yoona.

 

“Baiklah, tapi cuma untuk besok pagi ya, dan jangan coba-coba menggoda tunangan ku.” Ancam eunhye.

 

“Yak, untuk apa aku menggoda tunangan orang, diluar sana masih banyak yang lebih tampan yang tergila-gila padaku.” Ucap yoona penuh percaya diri.

 

“Tapi tidak ada satupun yang berani mendekatimu, karena kau galak.” Sela eunhye sambil berlari menuju kamarnya, takut yoona akan menghabisinya.

 

“Eonniiiii!!!!”

 

»»

 

Ke esok paginya sesuai rencana yoochun akan mengantar yoona ke kantor tanpa eunhye. Yoochun yang biasanya menjemput eunhye untuk sama-sama berangkat kekantor, kini harus mengantar yoona. Sebenarnya dia tidak mau tapi setelah dijelaskan maksud dan tujuan yoona, akhirnya dia mau juga bekerja sama.

 

Kini mobil yoochun telah berhenti didepan gedung tempat kerja yoona. Yoochun pun tanpa segan-segan membukakan pintu mobil untuk yoona. Yoona dengan ekspresi ceria itupun keluar dari mobil dan mengucapkan terima kasih kepada calon kakak iparnya itu. Ternyata adegan tersebut disaksikan oleh atasan yoona yang tak lain adalah siwon.

 

Siwon tampak memperhatikan interaksi bawahannya tersebut dengan namja yang tidak ia kenal itu. Ada rasa cemburu kini bergelayut dihatinya setelah melihat yoona diantar namja lain. Wajahnya mengeras, tangannya pun mengepal.

Fany sesuai dengan rencana yang ia buat, sejak pagi tadi telah berada didepan gedung menunggu yoona. Dan juga akhirnya menyaksikan dengan jelas mantan atasannya siwon memperhatikan yoona. Dengan melihat ekspresi wajah siwon fany pun yakin apa yang dia duga sebelumnya ternyata benar.

 

Yoona berjalan santai menuju pintu masuk perusahaannya, dia tidak menyadari siwon yang berdiri tak jauh darinya. Fany yang telah yakin dengan yang dia lihat tadipun langsung menyusul yoona berusaha menyamai langkah kakinya dengan yoona.

 

“Yoong, kau harus ikut aku sekarang.” Tiba-tiba ujar fany sambil merangkul yoona menuju tempat yang lebih sepi. Setelah dirasa mendapat tempat yang tepat akhirnya fanypun menghentikan langkahnya dan berusaha mengatur nafasnya yang tersengal-sengal akibat berlari sambil menyeret yoona.

 

“Wae fany? Aku sudah melakukan semua yang kau katakan kemarin. Jadi jelaskan sekarang padaku apa sebenarnya maksud dari rencanamu itu?” Tanya yoona tak sabar.

 

“Baiklah temanku, aku akan menjelaskannya padamu. Tapi kau janji tidak akan melakukan apapun dan akan tetap bersikap profesional kan setelah mengetahui fakta yang akan ku sampaikan ini? Janji?” Pinta fany pada yoona. Yoona hanya mengangguk yakin.

 

“Sepertinya bosmu choi siwon menyukaimu” ujar fany to the point.

 

“Mwo?? Kau gila ya, bagaimana mungkin dia menyukai ku. Aku rasa malah sebaliknya.”

 

“Yoona waktu yoochun-oppa mengantarmu tadi aku melihat choi sajangnim memperhatikanmu dari jauh. Wajahnya mengisyaratkan kalau ia cemburu serta tangannya itu mengepal sambil terus memperhatikan kalian berdua. Jadi apa itu artinya. Kalau dia tidak menyukaimu tidak mungkin dia bersikap seperti itu kan?” Jelas fany panjang lebar. Yoona mencoba mencerna apa yang di ucapkan fany.

 

“Jadi kau menyuruh ku supaya diantar yoochun-oppa pagi ini hanya ingin membuktikan hal ini? Jadi kau sudah menduga sebelumnya ya?”

 

“Ya begitulah, jadi bagaimana?”

 

“Aku masih belum percaya, kita lihat saja nanti. Tapi sebelumnya aku berterimakasih padamu, karena dengan begitu aku jadi merasa agak lega. Setidaknya bos ku itu tidak membenciku.” Ujar yoona sambil tersenyum.

 

»»

 

“Im yoona!! Saya tidak meminta laporan bulan ini tapi laporan bulan lalu. Anda punya telinga kan?” Bentak siwon. Yoona hanya diam tak menjawab.

 

“Saya bertanya pada anda nona Im yoona, ayo jawab!!!”

 

“Maaf sajangnim, tapi yang saya dengar anda meminta laporan bulan ini sajangnim, bukan laporan bulan lalu. Saya mendengar dengan jelas tadi” bela yoona masih dengan wajah tertunduk.

 

“Nyatanya saya membutuhkan laporan bulan lalu. Jadi siapa yang salah ahh?? Anda ternyata tidak sehebat yang tuan park ceritakan.” Sindir siwon yang sukses membuat mata yoona berkaca-kaca. Hatinya sudah tidak bisa lagi mentoleril sikap kasar atasannya itu. Dia pun meminta permisi dan berlalu dari hadapan siwon. Panggilan siwonpun dia acuhkan.

 

Yoona berlari menuju meja kerjanya, segera dia sambar tas kerjanya berniat pergi menenangkan diri. Tak ia pedulikan tatapan tanya dari rekan-rekan kerjanya. Fany yang tidak sengaja berpapasan dengan yoona di koridor, hanya memandang yoona heran. Dia berniat menyapa tapi keburu yoona menghilang dari pandangannya.

 

Sekarang yoona duduk menyendiri di pinggir sungai Han. Itulah tempat favoritnya. Dikala merasa bahagia ataupun sedih, tempat ini tetap jadi pilihan yoona berbagi perasaan. Harga dirinya terasa diinjak-injak, selama ini ia telah bersabar dengan mental baja nya itu. Tapi saat ini ia merasa bos nya itu sangat kejam. Yoona berpikir lebih baik dia mengundurkan diri saja, ia meyakinkan dirinya kalau itu yang terbaik. Besok ia akan menyerahkan surat resign nya.

 

 

~Tbc~

 

Gimana?? Gak mutu, banyak typo dan ancur banget yaa…T_T

Walau gitu masih diharapkan komentnya bagi yang udah baca. Tanpa kalian sadari Koment2 kalian semua membuat yang nulis ff jadi semangat loh…. Aku 90lines ya jadi manggilnya boleh nama aku (uci), chingu, saeng, eonni, kakak, adek terserah tp jgn thor gak enak didengar soalnya, hihihihi….

Sampai ketemu di bagian akhirnya yaaa….^^

 

 

Pos Sebelumnya
Tinggalkan komentar

128 Komentar

  1. haduhh siwon oppa keras sekali sama yoon eonni…
    kalau suka katakan saja aa biar tak sperti ini…
    kasian o yoo a eonni dimarahi terus menerus…
    dan gimana caranya untuk menyatakan cintanya… kalau nanti eonni benci…

    Balas
  2. Kren seru bget eonni
    jadi takut nech sma wonpa galak bget jdi atasan…?
    Kacian yoongie dimarahen trus…

    Balas
  3. selvy

     /  Juli 5, 2015

    ish suka tpi mlah brsikap arogant, sajangnim babo
    mna ada cw yg bkal than ishhh

    Balas
  4. Ikashiddiqah

     /  September 15, 2015

    WAAAh ternyata ni asal muasalnya siwon jadi boss nya yoona? Asik n seru kayanya cerita mrk. Gmna bsa yoona nrima siwon jd suaminya. Aku izin baca next chapter yaaa

    Balas
  5. Kasihann yoona dimarahin melulu ,siwon oppa galak amat sih yaampun yoona kyknya mau mengundurkn diri ya??emang enak siwon oppa

    Balas
  6. Wahh wonppa suka yaa amaa yoongie,, tapi kenapaa malah bentak bentak muluu

    Balas
  7. diah fibri

     /  Januari 29, 2016

    siwon marah2 trs sm yoona untuk menutupi rasa sukanya sm yoona ….. NEXT ….

    Balas
  8. shartika91

     /  Februari 21, 2016

    Klo suka am cwek jngan glak itu dong,,, bsa” blom ap” cwekx udh lari. Jngan kya wonpa tuh suka am yoona tp galakx sadiZ abis, sampai” yoona berhenti krja.

    Balas

United, Leave a Coment Here

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: