[OS] My Diary

[OS] My Diary

Title : My Diary

Type : Oneshoot

Author :

Twitter: @Nita_Rahayu22

FB: Nittaa Rahayu Minoz

Main Cast : Choi Siwon, Im Yoona

Genre: Romance , Sad, Tragedy

Rating : PG 15+

 

Derap langkah kaki terdengar di sebuah lorong rumah sakit, bau obat-obatan menjadi ciri khas yang selalu menyengat hidung, suasana ramai tapi terkesan dingin menjadi gambaran rumah sakit ini.

Seorang lak-laki berpakaian rapi berdiri di sebuah pintu ruang perawatan, dia diam sejenak sebelum masuk kedalam ruang perawatan VIP tersebut. Perlahan tanganya mulai membuka pintu, dia melangkahkan kakinya masuk kedalam dan menutup pintu secara perlahan. Setelah menutup pintu ia malah diam menatap sendu apa yang di lihatnya saat ini, entah apa yang sedang berada dalam pikiran namja tampan ini yang pasti sekarang raut wajahnya menunjukan raut bersalah serta sedih.

“Siwonie”

Suara itu membuatnya terperanjat dari lamunan singkatnya, segera ia sadar lalu menatap seoarang wanita paruh baya yang menatapnya heran.

“Bibi” sapanya.

“Kenapa kau diam disana, sini kemari”

Siwon—namja tersebut segera melangkahkan kakinya menghampiri wanita yang dia panggil bibi itu.

“Apa kau sudah makan siang?”

Siwon tersenyum lalu menganggukan kepalanya.

“Apa bibi juga sudah makan siang?” tanya Siwon balik.

“Belum” jawabnya menggeleng lemah lalu kembali melihat seorang gadis yang tertidur di atas ranjang perawatan.

“Kalau begitu bibi makan dulu, biar aku yang menjaga Yoona” pinta Siwon lalu merangkul pundak sang bibi.

“Baiklah, tolong jaga Yoona” bibi beranjak dari duduknya sambil meraih tasnya, Siwon hanya tersenyum menjawabnya.

Selang beberapa menit wanita paruh baya itu pun meninggalkan ruang perawatan dan kini hanya menyisakan Siwon dan seorang gadis yang masih tidur dengan damai. Siwon duduk di kursi yang tadi di duduki oleh wanita paruh baya tadi, lalu dia meraih tangan gadis tersebut.

“Yoona-ahh ireona……” ucap Siwon namun terkesan berbisik.

“Yoona-ahh mianhae, karena aku tak dapat menjaga mu selama ini. Tapi aku janji mulai sekarang aku akan selalu berada di samping mu, menemani mu dan menjaga mu. Maka dari itu kau harus sembuh, arraseo” Siwon mengecup punggung tangan gadis itu yang di ketahui bernama Yoona. Siwon kembali menatap wajah pucat Yoona yang sedang tidur lelap, lalu Siwon memicingkan matanya karena dia melihat sesuatu yang tergeletak diatas nakas. Karena penasaran Siwon mengambil barang tersebut.

“Diary” ucap Siwon setelah mengetahui bahwa ternyata itu adalah diary.

“Apa ini milik Yoona?”

Tanpa Siwon sadari, tangannya mulai membuka diary tersebut dan dia membacanya.

 

30 Mei 2011

Saengil chukkae hamnida……..

Saengil chukkae hamnida………….

Saengil chukkae uri Yoona……

Saenggil chukkae hamnida……..

Hari ini adalah hari yang ku tunggu-tunggu, dimana tepat hari ini aku menginjak usia 22 tahun. Tepuk tangan menjadi pengiring untuk ku meniup lilin yang berangka 22 yang menandakan usia ku saat ini. Tak dapat ku sembunyikan rona bahagia yang terpancar dari wajah ku.

“Selamat ulang tahun sayang…..” Ibuku mengucapkan selamat padaku lalu merangkul ku masuk kedalam pelukannya.

“Gomawo Eomma….” ujar ku dengan mata yang berkaca-kaca karena sangat terharu.

“Yoona-ahh ayo potong kuenya…..” seru ayah ku, aku langsung tersenyum mengiyakan dan segera mengambil pisau untuk memotong kue tart yang di hias sangat cantik itu.

“Potongan pertama untuk……..Eomma….” ucapku lalu ku serahkan potongan kue pertama pada ibu ku tercinta. Lalu potongan kue kedua ku berikan pada ayah ku.

“Selamat ulang tahun sayang semoga kau panjang umur dan selalu di berikan kesehatan…..” ucap ayahku tersenyum hangat dan lembut.

“Ne Appa, gomawo….”

“Yoona-ahh ini hadiah untuk mu dari Eomma”mata ku langsung berbinar pada kado yang di bungkus dengan balutan kertas pink, segera aku mengambilnya.

“Appa juga punya hadiah untuk mu, ini ambilah” seru ayah, juga memberikan kado ulang tahun untuk ku. Karena tak sabar segera ku buka kedua kado tersebut.

“Whaaa kalung? Cantik sekali Eomma.”

“Kau suka?”

Aku menatap ibu ku lalu ku anggukan kepala ku cepat-cepat menjawab pertanyaannya. “Eomma gomawo” tak bisa ku sembunyikan kebahagian dalam diri ini, dan kembali ku peluk ibu ku untuk kesekian kalinya.

“Ayo sekarang buka kado dari Appa”

“Ahh iya aku buka sekarang ayah”

Ku simpan kalung pemberian dari ibu di atas meja lalu membuka kado pemberian dari ayah. Mata ku langsung berbinar menatap sebuah benda yang terdapat di dalamnya.

“Jam tangan?” tanya ku pada Ayah.

“Ye, karena kau suka lupa waktu jadi ayah memberikan mu jam tangan, kau suka?”

Aku tersenyum mendengar jawaban yang di ucapkan ayah, ayah memang paling mengerti aku.

“Appa, gomawo, aku mencintai mu” ucapku terharu.

“Nado saranghaeyo chagiya” balas ayah, lalu dapat ku rasakan tangan hangatnya membelai rambut ku sayang.

 

Masih dalam suasana ulang tahun ku, kini aku duduk di bangku taman merasakan angin sore yang berhembus menyentuh permukaan wajah ku. Aku bersyukur karena dapat merayakan ulang tahun ku yang ke 22 tahun bersama dengan kedua orang tua ku, tapi entah kenapa aku masih merasa ada yang kurang.

Siwon Oppa…..

Yah…Siwon Oppa……….aku meridukannya, tapi sekarang dia sedang berada di Amerika bersekolah di negara adidaya itu. 10 tahun tak berjumpa, rasanya aku sangat-sangat merindukannya. Tapi sepertinya rasa rinduku akan segeraterobati karena kemarin Siwon Oppa bilang dia akan segera pulang dan menemui ku….

Aku akan menunggu mu Oppa..

 

31 Mei 2011

Pagi yang sangat indah, saat bangun aku di sambut dengan sinar matahari yang masuk melalui celah-celah jendela kamar ku. Aku segera bergegas turun dari ranjang untuk memulai hari ini, pusing….tiba-tiba kepala ku pusing. Langkah ku terhenti dan aku segera duduk kembali di atas ranjang, ku pejamkan mata ini berusaha meredam sakit yang begitu dahsyat menyerang kepala ku ini. Perlahan ku buka mata ini dan mencoba melihat sekeliling kamarku, masih sama kepalaku masih terasa berat, semua benda yang ku lihat tiba-tiba mempunyai bayangan.

“Ya Tuhan ada apa ini…….”

“Yoona-ahh…Yonna-ahh ayo kita sarapan sayang”

Sayup-sayup ku dengar suara ibu memanggil ku, aku masih memegang kepala ku yang masih terasa sangat berat dan pening ini.

“Ne Eomma” jawab ku lemah, lalu perlahan aku mulai turun dari ranjang dan berjalan gontai memasuki kamar mandi untuk membersihkan badanku.

 

1 Juni 2011

Dear Diary, hari ini aku benar-benar sangat bahagia. Siwon Oppa pulang, dia pulang…..horeeeee aku sangat senang. 10 tahun tak bertemu rasanya tak ada yang berubah darinya, dia masih sama seperti dulu, masih tampan, baik, dan menyayangi ku. Siwon Oppa juga memberikan hadiah ulang tahun untuk ku. Kau tahu apa hadiahnya, yah Rilakkuma. Boneka favorit ku dan ukurannya sangat besar sehingga bisa ku jadikan bantal ataupun guling.

Siwon Oppa bilang, dia sengaja membawa boneka sebesar itu dari Amerika hanya untuk ku, khusus untuk ku. Betapa baik hatinya dia, sifat dan sikapanya tak pernah berubah. Tapi satu yang membuatku sebal, dia masih memanggil ku Deer, oh aku benci panggilan itu. Memang aku seperti rusa apa? Bukankah aku lebih cantik dari pada rusa?

Yah biar adil ku panggil saja dia Simba….kekekek simba….simba jelek…..:p .

Siwon Oppa memang kakak terbaik ku, meskipun kita bukan saudara kandung tapi aku benar-benar menyayanginya. Karena memang sejak dari dulu bahkan sejak kita masih duduk di taman kanak-kanak hubungan kita memamg sudah dekat, bagaimana mau tidak dekat toh rumah kita bertetangga dan kedua orang tua kita sangat akrab.

Pokoknya hari ini aku benar-benar senang, Siwon Oppa datang dan memberi ku hadiah boneka rillakuma. Gomawo Oppa, aku menyayangi mu…..Simba jelek kekekekekek…………

 

4 Juni 2011

2 hari tak menulis diary rasanya hari-hari ku hampa, tentu saja karena selama dua hari ini aku sibuk bermain bersama Siwon Oppa. Bermain? Yah bermain mengunjungi tempat-tempat masa kecil kita dulu, sungguh menyenangkan. Siwon Oppa meluangkan waktunya hanya untuk ku khusus untuk ku….ahh sepertinya tak dapat ku tuliskan semuanya, karena terlalu panjang bila ku tulis dalam buku ini…..

By…..by…good night my diary…..

 

6 Juni 2011

Saat mengambil ball point untuk menulis, tangan ku bergetar. Rasanya aku tak kuasa menulis sesuatu yang baru saja ku alami. Aku menulis ini disaat keadaan yang kacau, dimana air mata ku bercucuran membasahi kertas sehingga tulisannya sedikit pudar. Tapi, hati ku yang mendorong aku untuk menulis apa yang baru saja ku alami.

Pagi tadi aku pergi kerumah sakit, beniat untuk memeriksa kesehatan ku. Karena beberapa waktu kebelakang aku selalu merasakan pusing di kepalaku, serta kadang-kadang aku mengalami mimisan. Awalnya aku berpikir aku hanya terlalu lelah dengan pekerjaan ku, tapi ternyata dugaan ku salah. Dokter Lee yang memeriksa keadaan ku mengatakan bahwa aku mengidap penyakit……

 

Leukimia……………

 

Sungguh aku tak percaya, dengan apa yang di ucapkannya…dia pasti bohong…tapi setelah ku lihat hasil pemeriksaan benar aku mengidap penyakit leukimia stadium awal…..

DokterLee bilang penyakit ini sangat susah untuk di sembuhkan, cara satu-satunya adalah melakukan kemo terapi, aku menyetujui saran Dokter Lee dan minggu depan aku mulai melakukan kemo terapi, tapi aku berjanji tak akan memberitahu tentang penyakit ku ini pada siapa pun termasuk kedua orang tua ku dan Siwon Oppa.

 

13 Juni 2011

Hampir satu minggu aku tak menulis diary, satu minggu ini aku sibuk mempersiapkan diri untuk menjalani kemo terapi, dan sekarang aku menulis diary ini di taman rumah sakit, hanya sendiri. Tadi aku baru menyelesaikan kemo terapi untuk perama kalinya.

“Sungguh sakit, sangat sakit….bahkan aku sempat berpikir apakah aku akan meninggalpada saat aku menjalani komo terapi tadi? Tapi ternyata Tuhan masih memberiku kesempatan untuk hidup, aku masih bisa melihat dunia yang indah ini dan hidup bersama dengan orang-orang yang ku cintai.

Tuhan terima kasih untuk hari ini, karena aku masih di beri kesempatan untuk hidup.

Sekarang aku harus segera pulang dan berganti pakaian, aku tidak ingin kedua orang tua ku curiga karena  hari ini aku pergi telalu lama dari rumah.

 

15 Juni 2011

Hari ini aku baru sampai di rumah pukul 8 malam, lelah dan lesu menyerang tubuh ku tapi bagaimanapun juga aku bahagia karena seharian aku jalan-jalan bersama Siwon Oppa, kami pergi ke bioskop, menonton drama musikal, bermain di time zone, pergi bersepeda dan terakhir kami berdua pergi kepantai. Melelahkan, tapi aku sangat senang karena rasa lelah ku tergantikan oleh canda tawa dan kebahagiaan hari ini bersama dengan Siwon Oppa.

Yah Tuhan, aku lupa besok paman Choi dan bibi Choi mengajak aku memancing aku tidur sekarang, good night my diary have a nice dream muachhhhhhhhhhh….

 

16 Juni 2011

Ahhh senang sekali aku hari ini, tadi aku, Siwon Oppa, ayah, ibu, paman Choi, dan bibi Choi memancing bersama, diary tahu siapa yang paling banyak mendapatkan ikan. Yah siapa lagi kalau bukan aku kekekekek……aku paling banyak mendapatkan ikan bahkan Siwon Oppa pun kalah, whhha Deer Daebak, uhhh aku bt Siwon Oppa bilang begitu pada ku…dasar simba jelek…:p

Sejenak aku melupakan penyakit ku, ahhh kenapa aku harus pikirkan toh aku sudah berusaha melakukan kemo terapi meskipun itu belum tentu berhasil.

Yah😦 eomma memanggil ku padahal masih banyak yang ingin ku tulis, yah sudah aku tutup dulu, besok ku lanjutkan by diary…..

 

 

30 Juni 2011

Annyeong my diary lama aku tak menulis di sini, jeongmal mianhae kemarin aku sangat sibuk dengan pekerjaan ku yang selalu menumpuk. Sehingga tak ada waktu untuk ku menulis semua kegiatan ku di sini, tapi sekarang aku sedang istirahat jadi aku punya waku kosong untuk menulis cerita ku yang kemarin ku alami.

Sejak aku melakukan terapi pada waktu itu aku tak pernah melakukannya lagi, bukannya aku tak mau sembuh tapi aku tak tahan karena aku merasa melakukan terapi sangat menyakit kan bahkan taruhanya adalah nyawa, maka ku putuskan untuk menghentikan terapi, di tambah dengan kedua orang tuaku yang curiga karena aku selalu pergi kerumah sakit hampir setiap hari, Siwon Oppa juga curiga karena pada saat itu dia pernah menemukan obat-obat ku yang menumpuk, untung saja aku bisa berkilah sehingga Siwon Oppa percaya kalau itu bukan obat apa-apa.

Dear diary, hari ini aku pergi kerumah sakit untuk kesekian kalinya. Karena obat ku sudah habis. Aku kembali memeriksa kondisi tubuhku berharap penyakit ku sedikit berkurang. Tapi ternyata dugaan ku salah lagi, Dokter Lee bilang leukimia ku naik menjadi stadium 2. Kau tahu bagaimana perasaan ku saat mendengar kenyataan itu. Tubuh ku lemas, dada ku sasak dan aku menangis.

Dear diary, Dokter Lee juga bilang jika usia ku tidak lebih dari satu bulan lagi? Satu bulan? Sekarang tanggal 30 juni berarti tanggal 30 juli aku akan meninggal? Tangisan ku semakin jadi itu berarti tandanya aku harus meninggalkan dunia ini dan meninggalkan orang-orang yang ku cintai.

Dear diary, rambut sekarang sudah mulai rontok, dulu rambut ku sangat tebal sekarang tipis karena setiap hari terus rontok dan berjatuhan disana sini. Bahkan sekarang aku tak berani mengikat rambut ku, tak bisa ku bayangkan jika ku ikat rambut ku mungkin rambutku akan botak sebagian.

Diary, aku menangis, sekarang aku menangis. Beginikah jalan hidup ku, dan apakah aku akan segera pergi meninggalkan ibu, ayah, dan Siwon Oppa, aku tak mau berpisah dari mereka bertiga,,,,diary maaf aku menangis dan meneteskan air mata ku di buku ini.

Jika memang benar hidup ku kurang dari satu bulan lagi maka aku sudah mempersiapakan 10 hal yang ingin ku lakukan sebelum aku pergi.

 

 

 

 

 

1 Juli 2011

10    hal yang ingin ku lakukan sebelum aku meninggal

  1. 1.      Potong Rambut…..

Hari ini aku pergi kesalon di temani Seohyun, aku memotong rambut ku. Dulu rambut ku panjang sekarang pendek, aku sengaja memotong rambutku. Alasan pertama karena rambut ku terus rontok, alasan kedua karena aku ingin melakukan sesuatu yang berbeda karena selama ini aku tak pernah memiliki rambut pendek.

Siwon Oppa terkejut melihat rambut pendek ku, mungkin dia agak sedikit bt melihat ku dengan rambut pendek ini. Tapi bukan Im Yoona namanya jika tak  bisa membuat Siwon Oppa kembali tersenyum, yah Siwon Oppa tertawa dan tersenyum lagi pada ku.

 

  1. 2.      Pergi Ke Shauna…….

Setelah memotong rambut, aku mengajak Siwon Oppa ke shauna, tadinya Siwon Oppa menolak ajakan ku ini. Tapi karena aku terus merengek, jadinya aku berhasil membujuk Siwon Oppa. Kami menghabiskan waktu di shauna dengan bercanda, tiduran bersama pengunjung lainnya, bermain ular tangga dan…..masih banyak lagi, pokoknya hari ini aku benar-benar puas karena 2 dari 10 hal yang ingin ku lakukan sudah terlaksana.

 

4 Juli 2011

10    hal yang ingin ku lakukan sebelum aku meninggal

  1. 3.      Mengunjungi Panti Asuhan………

Hal ke tiga yang ku lakukan adalah mengunjungi panti asuhan, panti asuhan ini sebenarnya tempat bermain ku dulu bersama Siwon Oppa. Letak pasti asuhan ini tidak terlalu jauh dari rumah ku, makannya waktu kecil aku selalu bermain disini karena di lingkungan ku tak ada teman sebaya. Diary, tadi Siwon Oppa memegang tangan ku dia juga tersenyum pada ku, aku sungguh senang tapi entah kenapa jantung ku berdebar –debar. Aku tidak tahu apa yang terjadi dengan ku, yang pasti tadi aku salah tingkah di tambah tadi Siwon Oppa menggoda ku… uhh Simba jelek, dia membuat ku salah tingkah….kekekkeekekk….

 

  1. 4.      Mengunjungi Panti Jompo………..

Setelah selasai mengunjugi panti asuhan aku mengajak Siwon Oppa mengunjungi sebuah panti jompo yang berada di kawasan Seoul, berdekatan dengan rumah sakit. Sebenarnya sudah lama aku ingin kemari tapi baru sekarang aku bisa datang dan kebetulanlah aku memasukan kunjungan ini kedalam 10 hal yang ingin ku lakuan sebelum aku meninggal.

Tadi saat di panti jompo Siwon Oppa membuat lelucon yang menggemaskan , aku juga heran dari mana dia bisa melawak padahal di lihat dari tampangnya dia tidak cocok menjadi pelawak kekekekek.

Yang jelas hari ini aku sangat puas karena 4 dari 10 hal telah aku lakukan, berarti tinggal 6 hal lagi…

Diary hari ini aku lelah, di tambah kepala ku kembali pusing, sampai disini dulu yah aku mau minum obat dan tidur semoga besok kita bisa bertemu lagi…

Annyeong….

 

11 Juli 2011

10 hal yang ingin ku lakukan sebelum aku meninggal

  1. 5.      Pergi Berlibur Ke Pulau Jeju

Kyaaaa akhirnya hal yang ke 5 ini bisa terkabul, diary selama beberapa hari ini aku tak menulis kerana aku menghabiskan waktu berlibur di pulau Jeju. Bersama ayah, ibu, paman Choi, bibi Choi, dan tentu my Simba Siwon Oppa:p aku benar-benar senang, sekarang aku menulis ini dengan senyum yang mengembangdi wajah ku….banyak hal yang ku lakukan selama aku berada di pulau Jeju. Diantaranya, menghabiskan waktu bersama dengan Siwon Oppa. Kami pergi kepantai, jalan-jalan di pusat perbelanjaan, makan-makan, dan yang paling membuat ku senang adalah….Siwon Oppa menyatakan cintanyapada ku..Omana…..aku benar-benar syok, bahkan aku malu harus menulis di sini……hehee…………..

Tapi diary aku belum menjawab pertanyaan Siwon Oppa…..aku terlalugugup jadi aku langsung lari ke hotel pada waktu itu, unhhh mianhae Siwon Oppa tapi aku benar-benar malu….lagi pula aku tidak tahu bagaimana perasaan ku pada Siwon Oppa, sulit untuk ku jabarkan…..

Diary ada Siwon Oppa, sepertinya dia ingin menjemput ku hari ini kami akan pergi ke Namsan Tower, whaaa kami akan bermain lagi. Sudah dulu yah….hihihihi……

 

15    Juli 2011

 

10 hal yang ingin ku lakukan sebelum aku meninggal

 

  1. 6.      Pergi ke Lotte Word Bersama Siwon Oppa

Dear diary…….

Hari ini aku pulang malam, karena seharian aku menghabiskan waktu ku bersama dengan Siwon Oppa di Lotte Word, disana kami hampir menaiki semua wanaha bahkan yang menantang adrenalin sekali pun. Diary, tadi saat di Lotte Word Siwon Oppa sangat memperhatikan ku, di mulai dia selalu memegang tangan ku, membelikan ku ice cream, memesankan makan siang untuk ku, membelikan boneka favorit ku dan masih banyak lagi….

 

Diary tadi saat kami naik biang lala, Siwon Oppa kembali mengutarakan perasaannya pada ku. Tapi kali ini aku menjawabnya, dan aku menolaknya….-_-😦

Aku tak mau hubungan ini menjadi di luar batas, sejak kecil aku sudah menganggap Siwon Oppa sebagai kakak kandung ku, masa sekarang aku harus menjadi yeoja chingunya. Itu tidak mungkinkan? Bagaimana nanti dengan Ayah dan ibu jika mengetahui bahwa aku dan Siwon Oppa pacaran??? Uhhh tak dapat ku bayangkan…….

 

Diary, hari ini aku sudah mentuntaskan 6 hal berarti tinggal 4 hal lagi, sungguh tak terasa waktu berjalan begitu cepat berarti itu tandanya sebentar lagi aku akan segera pergi meninggalkan ayah, ibu dan Siwon Oppa.

 

Dear diary….

Hari ini adalah hari terakhir ku mengunjungi Lotte Word bersama Siwon Oppa….sungguh kunjungan terakhir yang takakan ku lupakan…..

 

Diary kepala ku kembali pusing, hidung ku juga mulai mimisan…..

Aigooo aku lupa aku belum minum obat, yah sudah mungkin hanya ini yang bisa aku tulis…..

Good night my diary have a nice dream…….semoga besok kita bisa bertemu lagi….

 

17    Juli 2011

10 hal yang ingin ku lakukan sebelum aku meninggal

  1. 7.      Pergi Ke Taman Bunga Bersama Ayah dan Ibu

Diary hari ini hari minggu, dan sekarang aku sedang berada di taman bunga bersama ayah dan ibu….;) aku menulis ini di bawah pohon yang rindang, sementara ayah dan ibu sedang menyiapkan makan siang…..

 

Dear diary, inilah hal ke 7 yang sedang aku lakukan yaitu pergi ke taman bunga bersama ayah dan ibu. Sebenarnya sudah lama sekali aku tak kemari, makannya aku memasukan hal ini kedalam 10 hal yang ingin ku lakukan sebelum aku meninggal.

 

Dear diary, ini adalah terakhir kalinya aku tempat ini…karena setelah ini aku pasti akan pergi, diary lihatlah ayah dan ibu sedang tertawa entah apa yang mereka bicarakan. Senyum mereka, tawa mereka pasti akan sangat ku rindukan.

Appa….Eomma…..ini terakhir kalinya aku kemari bersama kalian, kelak aku akan pergi ke tempat yang lebih indah, tapi berjanjilah kalian berdua akan tetap seperti sekarang ini, tersenyum dan tertawa bahagia meskipun suatu hari nanti aku pergi meninggalkan kalian.

 

Ayah, ibu aku mencintai kalian…

 

Diary ibu sudah memanggil ku sepertinya makanan sudah siap, aku sudah lapar katanya hari ini ibu memasak makanan kesukaan ku…..sudah dulu yah….:)

 

 

 

18    Juli 2011

 

10    hal yang ingin ku lakukan sebelum aku meninggal

  1. 8.      Berkencan dengan Siwon Oppa

Diary apa aku sudah cantik???………kyaaaaa aku sungguh senang sekarang aku akan pergi berkencan dengan Siwon Oppa? Kencan? Yah sebenarnya hari ini aku akan mengajak Siwon Oppa ke pantai? Yah pantai…….tadinya hari ini Siwon Oppa tak bisa karena ada rapat penting di kantor, tapi aku merengek padanya. Yah wajarlah aku merengek karena aku ingin berkencang satu kali saja dengannya? Diary, ku yakin kisah ku hari ini akan sangat menyenangkan jadi sampai disini dulu yah, aku mau pilih baju dulu..kekek bagaimana pun juga aku mau tampil cantik di depan simba Oppa kekekek…

Annyeong sampai jumpa nanti malam.

 

Annyeong diary aku mau bercerita tentang kisah ku hari ini, diary jujur saja hari ini aku sangat bahagia, aku dan Siwon Oppa pergi kepantai kami menikmati semilir angin yang menyejukkan, melihat ombak yang menari-nari dan melihat langit biru yang sangat indah….

 

Diary tadi Siwon Oppa memeluk ku, dia memeluk ku. Pelukannya begitu hangat bahkan sampai sekarang pun aku merasa masih berada dalam pelukannya, diary tapi aku sedih karena aku sadar ini tak akan terulang lagi. Sekarang tanggal 18 Juli mungkin sebentar lagi aku meninggal? Diary….bisakah aku minta pada Tuhan agar aku di beri kesempatan untuk hidup lebih lama, setidaknya aku ingin hidup lebih lama bersama Siwon Oppa….

 

Diary…jantung ku berdetak cepat saat bersama Siwon Oppa, dan aku benar-benar merasa tenang. Tapi aku sadar hubungan kami harusnya sebatas kakak-adik tidak boleh lebih.

 

Diary…hidung ku kembali mimisan, bahkan sekarang darahnya keluar banyak….diary kepalaku pusing…

 

Diary apa aku akan meninggal sekarang…diary pandangan mata ku jadi kabur……..diary aku…………………………………….

 

Clek….

Siwon tersadar dan segera menghapus air matanya, dia segera menyimpan diary Yoona ke tempat semula padahal belum semuanya ia baca.

“Dokter Lee” seru Siwon melihat seorang dokter yang masuk kedalam ruangan.

“Rupanya ada kau, aku ingin memeriksa keadaan Yoona” ujar Dokter Lee sambil mempersiapkan alat-alat pemeriksaan.

“Dokter apa masih ada kesempatan bagi Yoona?”

Dokter Lee diam mendengar pertanyaan itu, lalu memandang Yoona yang masih terbaring.

“Hanya 10%” jawab Dokter Lee terdengar sedih

“Dokter……”

“Siwon, aku sudah berusaha semaksimal mungkin Yoona juga sudah menjalini terapi jadi kita berdoa saja” ujar Dokter Lee berusaha menguatkan Siwon.

”Baiklah Dokter” jawab Siwon lalu tertunduk.

 

Waktu baru menunjukan pukul 8.30 pagi, tapi Siwon sudah berada di rumah sakit seperti biasa menjenguk Yoona. Siwon membuka pintu ruang perawatan Yoona, namun sepi tak ada satu orang pun di ruangan ini. Siwon kembali menutup pintu dan bergegas melangkahkan kakinya menuju sebuah ruangan. Kini Siwon berada di depan sebuah ruangan yang bertuliskan kemoterapi Siwon tahu jika saat ini Yoona sedang melakukan terapi, Siwon berniat masuk kedalm namun segera ia urungkan niatnya itu dan lebih memilih duduk di bangku tunggu.

3 jam menunggu akhirnya pintu itu pun terbuka dan munculah Dokter Lee di ikuti Yoona yang duduk di kursi roda dan Ny Im yang mendorongnya.

“Oppa” seru Yoona ketika melihat Siwon. Siwon langsung bangkit dari duduknya dan membalas senyuman Yoona.

“Apa Oppa sudah lama disini?”

“Anio, aku baru saja datang” bohong Siwon lalu berjongkok di depan Yoona.

“Apa hari ini Oppa tidak kerja?” tanya Yoona menatap bola mata Siwon.

“Aku kerja?’

“Kerja, lalu kenapa Oppa berada di rumah sakit?” Yoona bingung mendengar jawaban Siwon.

“Yah bekerja merawat rusa jelek” jawab Siwon lalu menjulurkan lidanya pada Yoona.

“Ih Oppa” cibir Yoona tak suka dengan panggilan itu.

**

Yoona sedang asyik dengan pulpen serta diarynya, wajanya tampak berseri-seri seperti sedang bahagia.

“Aku masuk rumah sakit tanggal 18 dan sekarang tanggal 29?” Yoona bergumam lalu sedetik kemudian wajahnya yang semula tampak berseri-seri kini memancarkan aura kesedihan.

“Yoona-ahh kau sudah siap melakukan terapi hari ini?” seru Ny Im menghampiri purti satu-satunya itu.

“Eomma hari ini aku mau pulang boleh yah?” pinta Yoona.

“Anio, kau harus lakukan terapi Yoona?”

“Eomma, aku bosan terus berada di rumah sakit. Lagi pula besok juga bisa melakukan terapi?”

Ny Im terlihat menimbang-nimbang permintaan anaknya ini, “Tapi Yoona”

“Eommma, jebal………….” sanggah Yoona dengan wajah memohon.

“Baiklah, kita pulang hari ini” jawab Ny Im pasrah yang membuat senyum Yoona kembali bersinar.

**

Siwon masuk kedalam kamar Yoona dan mendapati Yoona tengah duduk di kursi belajarnya.

“Sedang apa?’ tanya Siwon mengagetkan Yoona, Yoona langsung menutup diarynya dan menatap Siwon kaget.

“Kenapa kau terkejut?” tanya Siwon aneh.

Dengan cepat Yoona menggelengkan kepalanya sebagai jawaban.

“Ada apa kau memanggil ku kemari?” tanya Siwon lalu duduk di ujung ranjang.

“Oppa apa kau mau pergi ke gereja bersama ku?” tanya Yoona hati-hati. Mendengar pertanyaan Yoona, Siwon tersenyum simpul.

“Tentu saja aku mau?” Tapi bibi bilang hari ini kau tidak melakukan terapi? Kenapa?”

Yoona bangkit dari duduknya lalu duduk disamping Siwon “Oppa terapi itu menyakitkan, jadi hari ini aku tidak melakukan terapi karena aku sudah bosan” jawab Yoona lalu melipat kedua tanannya di dada.

“Hai, aku mau sembuh tidak?”

“Oppa, ayolah besok saja aku terapinya sekarang kita pergi ke gereja, yah?” bujuk Yoona sambil memegang lengan Siwon sedikit manja. Siwon memandang wajah Yoona sesaat.

“Tapi wajahmu pucat kau yakin baik-baik saja?” tanya Siwon khawatir.

“Aku baik-baik saja Oppa, lihatlah” Yoona berdiri dari duduknya sambil menepuk-nepuk pipinya untuk menyakinkan Siwon.

“Baiklah ayo kita pergi”

**

Kini Siwon dan Yoona sudah berada di sebuah gereja yang tak jauh dari rumah mereka, mereka berdiri bersebelahan. Keadaan gereja sangatlah sepi, hanya ada mereka berdua yang berdoa disini.

“Sekarang kita mulai berdoa” ucap Siwon memandang Yoona yang berdiri di sebelahnya, Yoona tersenyum lalu menganggukkan kepalanya

Siwon perlahan memejamkan matanya dan mulai berdoa dalam hatinya.

“Tuhan saat ini aku berdiri memanjatkan doa pada-MU, Tuhan ku mohon berikanlah kesempatan hidup pada gadis yang sekarang berdiri di samping ku….Tuhan ku mohon pada-MU jangan ambil dia sekarang karena aku belum sempat membahagiakannya…aku belum sempat menjaganya. Tuhan, aku mencintainya aku ingin selalu bersamanya dan aku ingin menjadi bagian dalam hidupnya, ku mohon padu-MU berikanlah keajaiban mu pada Yoona………

Siwon perlahan membuka matanya dan membalikan kepalanya melihat Yoona yang ternyata sedang memandangnya.”Sudah selesai?” tanya Siwon. Yoona menganggukan kepalanya lalu kembali duduk. Siwon tersenyum lalu mengikuti Yoona duduk.

 

“Doa mu khusu sekali kau meminta apa pada Tuhan” tanya Yoona tanpa menatap Siwon.

“Hidup bersama mu lebih lama lagi?” jawab Siwon, tapi tak menatap Yoona.

Kini keduanya sama-sama diam dalam lamunan masing-masing memandang kedepan serta pikiran mereka melayang entah kemana.

“Oppa” panggil Yoona pelan.

“Ne”

“Boleh aku bersandar di bahu mu?”

“Tentu saja”

Yoona sedikit menggeser duduknya supaya lebih dekat dengan Siwon. PerlahanYoona menjatuhkan kepalanya sampai pada akhirnya tertidur di bahu Siwon.

“Oppa..” panggil Yoona lagi namun Siwon hanya menjawabnya dengan gumaman.

“Apa Oppa ingat, dulu disinilah pertama kali kita bertemu?”

“Yah aku masih ingat”

“Waktu itu dimalam natal aku tersesat tak tahu jalan pulang, karena aku merupakan orang baru di daerah ini, di tambah malam itu salju turun sangat lebat. Aku menangis ketakutan, di tambah cuaca dingin dan aku tak memakai jaket ataupun sweter, pada saat itu aku terus berjalan sampai pada akhirnya aku masuk ke gereja ini untuk berteduh. Tapi tiba-tiba kau datang menghampiri ku, kau bertanya siapa nama ku dan dimana rumah ku, bukannya menjawab aku malah menangis ketakutan. Sampai akhirnya kau terlihat panik dan malah menarik tangan ku memasuki gereja ini. Lalu kau memberi ku kado natal dan kau juga bilang kalau kado itu dari santerklas, setelah tangis ku reda kau menuntun tangan ku untuk berdoa bersama. Dan sejak saat itulah kita menjadi kenal bahkan sangat akrab sampai sekarang..

Siwon mendengarkan cerita Yoona tapi masih tetap lurus memandang kedepan, mata Siwon mulai berair dan siap menumpahkan air matanya.

“Oppa”

“Emmmmm”

Seandainya nanti aku menikah, aku ingin menikah disini. Apa Oppa juga sama dengan ku?”

“Yah, aku juga ingin menikah disini” jawab Siwon parau dan perlahan air matanya mulai turun membasahi kedua pipinya.

“Oppa…..terimakasih karena kau sudah menjadi kakak terbaik untuk ku, aku benar-benar senang bisa mengenal mu, kebaikan mu tak akan pernah ku lupakan, dan sampai kapan pun juga kau akan tetap menjadi kakak terbaik ku”

“Yah kakak, hanya kakak” ucap Siwon lalu buliran-buliran air matanya jatuh setelah dia mengucapkan itu.

“Oppa, berjanjilah kelak kau akan hidup bahagia bersama dengan wanita yang kau cintai. Menikah dan mempunyai banyak anak yang sangat lucu-lucu….aku ingin kau menikah dan hidup bahagia bersama istri mu nanti.

“Aku ingin mengucapkan terimakasih karena selama 29 hari ini kau menamani hari-hari ku, Oppa pertama kali kita bertemu disini mungkin kita juga akan berpisah disini. Tapi jika aku pergi ku mohon kau jangan menangis, karena aku pasti akan sangat sedih jika melihat mu menangis. Tenanglah Oppa, aku pergi ke tempat yang lebih indah kau usah khawatir, adik mu ini akan baik-baik saja dan tolong jaga Eomma dan Appa, kerena jika aku pergi tak ada yang menjaga mereka. Oppa aku hanya mempercayai mu untuk menjaga kedua orang tua ku, berjanjilah kau akan menjaga mereka berdua.

Siwon masih diam tak merespon apa yang Yoona katakan panjang lebar dari tadi, dia tetap diam dan memandang kedepan tapi air matanya terus bercucuran semakin deras.

“Oppa, teriamakasih untuk hari ini karena kau mau menemani ku berdoa di gereja ini, sekarang aku benar-benar sudah lelah aku lelah Oppa. Boleh aku tidur sekarang….

Oppa….aku…………….menc…menyayangi mu sebagai seorang kakak”

Perlahan Yoona mulai menutup kedua matanya, seketika air matanya jatuh.

Siwon masih diam tak bergeming dan air matanya tak dapat ia tahan, Siwon terus menangis.

Beberapa menit kemudian, Siwon tersadar dan membalikan kepalanya melihat Yoona yang tidur di bahu sebelah kanannya.

“Yoona, ireona…Yoona….” Siwon sedikit mengguncang-guncang tubuh Yoona untuk membangunkannya. Namun gadis pemilik marga Im ini juga tak bergeming sedikit pun…

“Yoona….” Siwon tertahan diam memandang wajah Yoona yang terlihat pucat lalu tangannya mulai menyentuh pipi Yoona.

“Yoona…..”

Kembali air mata Siwon turun, Siwon menyadari bahwa kini Yoona sudah pergi meninggalkannya.

“Yoonaku mohon buka mata mu, Yoona………………” Siwon memeluk Yoona yang kini sudah tak bernyawa itu kedalam dekapannya….

**

Suasana duka sangat terasa, Ny Im tak henti-hentinya terus menangis sambil menabur bunga di atas makam sang putri tercinta  yang telah tiada, tak jauh berbeda Tn Im juga sama-sama terpukul dengan kepergian purti satu-satunya ini, rekan-rekan kerja Yoona serta teman-teman Yoona saat masih sekolah dulu juga ikut berduka atas kepergian sang kawan terdekat yang sangat di sayangi. Sementara Siwon menatap sedih pusara yang berada di depannya saat ini, kini tak ada air mata yang menghiasi wajah tampannya yang ada hanya aura kesedihan yang mendalam serta kehilangan yang tergambar jelas di paras tampannya.

**

Siwon membuka pintu kamar Yoona, terlihat jalas dekorasi kamar yang cantik seperti paras si empunya. Siwon berjalan dan menelusuri kamar sederhana ini dengan tatapan sedih, matanya menelusuri setiap sudut kamar ini tanpa terlewati sedikit pun. Siwon duduk di pinggir ranjang dan mengambil boneka rillakuma berukuran besar pemberiannya pada saat Yoona ulang tahun 1 bulan yang lalu, Siwon memandang boneka itu sedih dan tiba-tiba bayangan Yoona kembali melintas dalam pikirannya. Siwon kembali sadar dan memalingkan kepalanya, tapi tiba-tiba matanya menangkap sebuah buku yang pernah ia baca beberapa hari yang lalu.

“Diary” ucap Siwon menyebut buku tersebut lalu tak pikir panjang Siwon mengambilnya. Siwon membuka lembar demi lembar diary milik Yoona itu dan dia baru menyadari bahwa kemarin belum selesai membaca diary milik Yoona ini,Siwon pun membuka halaman berikutnya dan mulai membaca kelanjutannya.

 

29    Juli 2011

 

10 hal yang ingin ku lakukan sebelum aku meninggal

  1. 9.      Pergi Ke Gereja Bersama Siwon Oppa

Dear diary…….

Hari ini aku meminta pulang pada Eomma….yahkarena aku bosan terus berada di rumah sakit. Di tambah hari ini aku akan melakukan kemo terapi lagi, uhhh aku benar-benar lelah. Tapi untungnya Eomma bisa ku bujuk dan sekarang aku sudah pulang. Sekarang aku menulis ini di dalam kamar kesayanganku di temani dengan boneka pemberian dari Siwon Oppa…kekekekee…..

Dear diary…….

Besok pagi adalah tanggal 30 Juli dan besok aku akan mengajak Siwon Oppa untuk pergi ke gereja, inilah hal ke 9 yang ingin ku lakukan. Ku harap Siwon Oppa mau meluangkan waktunya untuk pergi bersama ku, aku tahu dia pasti sangat sibuk tapi aku tidak mau tahu Siwon Oppa harus mau ku ajak ke gereja. Karena mungkin besoklah terakhir kalinya aku beribadah bersama dengannya.

Dear diary……

Dokter Lee pernah bilang kalau usikau tidak kurang dari 1 bulan lagi. Berarti itu artinya besok aku akan meninggal? Kenapa waktu cepat sekali bergulir bisakah di perlambat lagi aku ingin hidup lebih lama bersama dengan ayah ibu dan Siwon Oppa.

Hampir ke 10 hal bisa aku lakukan, dan besok aku juga yakin kalau Siwon Oppa mau pergi ke gereja bersama ku, dan hal ke 10 yang ingin aku lakukan sebelum aku meninggal adalah………………………….Menikah dengan Siwon Oppa..

Aku tahu ini keinginan yang sangat konyol dan sangat bodoh? Sudah tahu aku akan segera meninggal masih saja menginginkan hal sebodoh ini.

Dear diary……sebenarnya aku sangat mencintai Siwon Oppa, bahkan aku tak mau berpisah dengannya………saat itu Siwon Oppa pernah mengatakan kalau dia mencintai ku tapi aku menolak cintanya? Aku tahu aku begitu kejam karena menyakiti perasaannya, tapi…aku sengaja melakukansemua ini karena aku tahu kalau aku akan pergi meninggalkannya, diary aku tak mau memberikan harapan kosong pada Siwon Oppa, jadi sebaiknya ku sembunyikan saja perasaan ku ini.

Dear diary….. maaf aku menangis, lihatlah air mata ku sampai mengenai kertas ini tulisannya sedikit pudar karena terkenai air mata ku… tapi aku benar-benar sedih mungkin sekarang aku tinggal menghitung jam sebelum aku pergi, diary….terima kasih sudah menjadi teman curhat ku selama ini…..

Diary…….. tolong sampai kan pada Siwon Oppa kalau aku juga mencintainya,….dan tolong sampaikan bahwa sebenarnya cinta pertama dan terakhir ku bukanlah Kyuhyun Oppa melainkan Siwon Oppa..

Diary……ini sudah malam kepalaku pusing lagi, aku jugaterus menangis kalau begitu aku tidur dulu besok aku harus tampil ceria dan menyembunyikan sakit ku ini dihadapan Siwon Oppa…..

 

 

Jika aku di beri pilihan, aku ingin memilih hidup lebih lama supaya aku bisa hidup bersama dengan orang-orang yang ku cintai, tapi mungkin Tuhan lebih menyayangi ku makanya aku harus pergi lebih cepat..

Ayah……..perhatian mu, kasih sayang mu dan cinta mu adalah kebahagian untuk ku, hiduplah bahagia meskipun nanti aku tak bersama mu.

 

Ibu…….pengorbanan mu, cinta mu, kasih sayang mu, pelukan mu, belaian mu itu semua adalah anugerah bagi diri ku, jika aku pergi tetap tersenyumlah seperti ibu tersenyum lembut pada ku, dan jangan bersedih karena aku akan tetap berada di samping mu meskipun raga ku tak ada.

 

Siwon Oppa……….perhatian mu, pelukan hangat mu, kecupan mu di kening ku, kasih sayang mu dan cintamu adalah candu bagi ku…….Oppa meskipun aku pergi tetaplah selalu ceria, aku pergi karena Tuhan menyayangi ku, bukankah begitu Oppa? Oppa aku pasti merindukan mu, merindukan perhatian mu, merindukan sifat baik mu, merindukan canda tawa mu, merindukan senyuman mu,  merindukan genggaman tangan mu dan merindukan hangatnya pelukannya….Oppa aku mencintai mu, bukan cinta adik kepada kakaknya melainkan cinta seorang wanita dewasa kepada seorang pria.

Dan sekarang saatnya ku ucapkan selamat tinggal

 

Ayah……………

 

Ibu……………

 

Siwon Oppa………..

 

Aku mencintai kalian…………  selamat tinggal……………

 

Im Yoona

 

**

Nado saranghae Yoona……nado saranghaeyo Im Yoona…..

Air mata Siwon kembali jatuh membaca tulisan terakhir yang Yoona tulis di buku hariannya,  Siwon baru menyadari bahwa Yoona ternyata juga mencintainya, Siwon menutup buku harian Yoona itu dan beralih pada nakas mengambil photo Yoona

“Yoona, meskipun kau sudah pergi tapi aku akan tetap mencintai mu, saranghae Im Yoona”

Siwon memeluk buku harian serta photo Yoona dan kembali menangis menumpahkan kesedihannya, air mata bahagia karena ternyata Yoona juga mencintainya dan air mata sedih karena Yoona telah pergi selamanya.

 

THE END

 

Gimana OS ku ini? geje kan? Ini aku buat disela-sela tugas yang menumpuk dan lagi buat ke tiga ff ku…mian kalau geje, jujur ini pertama kalinya aku buat ff yoonwon yang sad ending gini. Jujur sebenarnya aku gak rela soalnya YoonWon gak bersatu ToT…-_-

Nited RCL yah ….#Bow…..

 

 

Tinggalkan komentar

90 Komentar

  1. KaRenYS4ever

     /  Desember 1, 2012

    Sad…
    Hiks, nangis nih…
    Next ff…

    Gomawo^^

    Balas
  2. yoora

     /  Desember 1, 2012

    so sad.. sangat menyedihkan

    Balas
  3. triyoona_im

     /  Desember 1, 2012

    nyesek u.u

    Balas
  4. Rima Asri R

     /  Desember 2, 2012

    huwaa nangis kejer…eonnie feelnya dapet banget…good job eon…

    Balas
  5. fatmala

     /  Desember 2, 2012

    hwaaaaaaaaa sedih banget ceritanya thor :”(

    Balas
  6. Yoongdeer

     /  Desember 7, 2012

    Cant help……aaah i’m crying T.T

    Balas
  7. rostina fince manalu

     /  Desember 14, 2012

    keren eon OSnya ^^

    Balas
  8. Huft..air mataku masih berlinang..nice ff thor!~! tp lain kali happy ending donk! tp sad ending gpp koq asal bisa buat air mata keluar..hehe..

    Balas
  9. Huffttt-____-“, tisu ama tisu. Hadehhh, sad ending pula. Banjir dah nih, rumah saya.
    Daebakk lah!! Sumpahh, gak nyangka, saya nangis ampe idung saya meler. OMAIGAT!!
    Daebak lahh..

    Balas
  10. Kim Lily

     /  Februari 15, 2013

    Mewek bacanyaa

    Balas
  11. deka

     /  Juni 18, 2013

    aish parah baca ini lagi tambah nangisnya😥 untung gada org *celingakcelinguk..
    author buat lagi ya yg buanyak moment yoonwonnya biar berasa real gtu hehe gomawo🙂

    Balas
  12. Menyedihkan,tpi aneh masak meninggalnya sma kayak yg dokter lee katakan biasanyakan nggak…

    Balas
  13. yah kenapa Sad Ending!?? bikin Sequel yaa *maksa* ditunggu FFnya^^

    Balas
  14. icha

     /  Juli 13, 2013

    Ya ampun thor !! Nyesek baca ff nya .. Knapa harus sad ending ?? Tapi keren thor ^^v😀

    Balas
  15. aat yoonwon

     /  Juli 30, 2013

    Sad ending

    Balas
  16. sari

     /  Agustus 23, 2013

    sangat menyedihkan, so sad ending

    Balas
  17. ole

     /  September 9, 2013

    Bagus ceritanya. Tapi sedih,, bener2 sedih !!!
    Yoonwon nya ga bisa bersatu.
    Ditunggu karya2 yang lainnya thor🙂

    Balas
  18. Cutefluffy93

     /  November 9, 2013

    sgt mnydihkn …

    Balas
  19. Anita harahap

     /  Desember 29, 2013

    Hhiks hiks hiks..
    ;(;(,
    gk tw mw ngomong apa..
    Sedih…

    Balas
  20. Erny

     /  Februari 4, 2014

    Huaaa nyesek !! Sedih bgt;(smpe nangis bacanya;(;( sumpah,benar2 menguras air mata saeng;(
    haha

    Balas
  21. Huaaaa ksian siwon oppa di tinggal sendiri

    Balas
  22. ayu dian pratiwi

     /  Maret 10, 2014

    Endibg nya sad

    Balas
  23. Sad Ending, gw mewek nih😦

    Balas
  24. –”
    Aiss.. Sangking suka sma title nya jdi lngsung baca ..jdinya lupa liat genre klo trnyata ini sad ending ..😥

    Balas
  25. –”
    Aiss.. Sangking suka sma title nya jdi lngsung baca ..jdinya lupa liat genre klo trnyata ini sad ending ..😥
    Gomawo yaa eon..

    Balas
  26. jessica sonelf

     /  Mei 3, 2014

    sedihhh bangeettt…
    astaghfirullah, aku nangis lohh bacanya😦

    Balas
  27. im yoo ra

     /  Mei 9, 2014

    Hwaaaa eonni tanggung jawab kamarku banjir oleh air mata krna bca ff ini. knpa buat yang sad ending?
    Hiks…hiks…hiks…TT.TT

    Balas
  28. any

     /  Mei 14, 2014

    Malem2 baca ff ini berderai air mataku. Biarpun sad end n bikin nyesek tapi ceritanya bagus banget. Apalagi pas baca permohonan siwon digereja trus baca sisa dairy yoona hadeuh nangis sampe hidungku mampet. Good thor… tapi jgn hooby bikin yg sad end ya, bikin yg berderai air mata g papa tapi jgn sad end. Cukup ini aja. Nyesek yg baca…hehehe

    Balas
  29. Daebak… biar pun sad end tetap keren…
    Semoga meluncurkan ff yg keren selalu.

    Balas
  30. Omo kenapa ff sedih2 trus yaah
    jadi ikutan nangis juga
    ddduuuhh wonpa jgan nangis lagi yaah

    Balas

United, Leave a Coment Here

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: