[FF] Electric Shock (Chapter 6)

ELECTRIC SHOCK…!!!

( EPISODE . 06 )

Warning!! : FF ini adalah hasil tulisan dan pemikiran Author UlanChoi  ( Twitter acc : @Lovelyulan) ini hanya sebuah cerita belaka, pemeran disini adalah Kpop Idol, cerita ini mengandung usur seperti Drama Korea, jika ada kesamaan cerita, itu hanya terinspirasi selebihnya murni pemikiran sendiri. Don’t COPAS! And Don’t Silent Readers!!

 

 

Judul                : Electric Shock…!!!

Type                 : Sequel FF / Part

Episode             : Ke Enam

Author             : Ulanchoi Hyoyoon / Twitter : @Lovelyulan

Genre               : Romance,comedy,Drama

Ratting             : PG – 17   

Main Cast        :

–                                                                           Im YoonA SNSD  ~  Kim Yoon Ah

–                                                                           Choi Siwon SUJU  ~  Choi Siwon

–                                                                           Tiffany SNSD   ~  Tiffany Hwang

–                                                                           Gong Yoo  ~  Kang Gong Yoo

–                                                                           Krystal Jung F(x)  ~  Jung Soo Jung

–                                                                           Kim Hyoyeon SNSD  ~  Kim Hyo Yeon

Other Cast          :

–                                                                           Lee Hyuk Jae SUJU  ~  Lee Eunhyuk

–                                                                           Cho Kyuhyun SUJU  ~  Cho Kyuhyun

–                                                                           Kim Jong Woon SUJU  ~  Kim Yesung

–                                                                           Go Hara  Kara  ~  Goo Hara

–                                                                           Junsu 2PM  ~  Kim Junsu

–                                                                           Lee Hongki FT.Island  ~ Lee Hongki

Sound Track    :

–                                                                           Electric Shock by F(x)

–                                                                           Someday By Super Junior

–                                                                           SunFlower By SNSD

 

 

***  ELECTRICK SHOCK  ***

 

“sebenarnya aku sudah lama ingin menanyakan ini..” ucap Siwon.

“Bertanya apa?”

“Sebenarnya kau tinggal dimana? Aku pernah ke apertementmu dan mereka bilang kau tidak tinggal disana.”

“Uhukk—uhuuukk..” YoonAh langsung tersendak saat mendengar ucapan Siwon. Dan buru-buru meminum air dihadapannya.

“Kau sedang membohongikukan. Apa saja yang kau sembunyikan dariku?” Siwon terus mengintrogasi YoonAh. Ia pikir ini memang saat yang tepat untuk memaksa YoonAh jujur tentang dirinya.

YoonAh terdiam dan tidak melanjutkan makannya lagi. Ia mendadak merasa kenyang sekarang. Ia mencoba menatap mata siwon. Ternyata siwon sedang menatapnya dengan serius. YoonAh terdiam dan terus berpikir keras. Apa yang harus ia katakan? Apa ia harus berbicara jujur sekarang? Ia memang belum siap tapi jika ia harus berbohong lagi, maka makin sulit untuknya nanti.

“Heemm.. Aku sebenarnya..kedua orang tuaku sudah meninggal!” ujar YoonAh cepat.

Siwon menatap kaget ke YoonAh, Apa yang tadi baru ia dengar dari mulut YoonAh?. Dan mereka kini saling terdiam. Dan YoonAh masih berpikir apakah ia perlu melanjutkan perkataannya lagi?. Dan membiarkan Siwon juga perlu mengetahui sebenarnya keadaannya. Tapi sebenarnya jika siwon tidak tahu atau tidak, seharusnya itu bukan masalah buatnya. Tapi entah kenapa hati memperintahkannya untuk memberitahu Siwon. Dan Siapa tahu siwon akan menolongnya. YoonAh memandang Siwon yang masih memandangnya. Dan YoonAh memutuskan akan jujur dan menceritakan semuanya. Masalah siwon akan menganggapnya apa, itu masalah belakangan.

“Lima tahun lalu orang tuaku meninggal dalam kecelakaan saat akan pulang dari pulau Jeju,” cerita YoonAh, ia berusaha untuk tidak sedih saat harus mengingat masa lima tahun lalu.

Siwon hanya terdiam tidak bersuara ia hanya menjadi pendengar dalam cerita YoonAh. Walau dia sedikit terkejut mendengarnya.

“Aku berbohong, aku tidak tinggal di Apertement itu, aku tinggal disebuah rumah kontrakan yang kecil didalam gang tertutup dan tapi karena ada masalah aku sekarang tinggal bersama sahabatku Hyoyeon, sampai aku mendapatkan sewa rumah yang murah dan sampai adikku ketemu.”

“Adikmu?” potong Siwon.

“Iya aku mempunyai adik yang usianya beda tujuh tahun dariku. Dia kabur entah kemana, aku benar-benar frustasi akhir-akhir ini, aku berjanji pada orang tuaku akan selalu menjaganya dan melakukan yang terbaik untuknya, tapi aku gagal.” YoonAh tersenyum sedih. Dan Siwon dapat merasakan kesedihan apa yang sedang dirasakan YoonAh saat ini.

“Kau sudah tau sekarang gimana hidupku? Kau boleh mentertawainya sekarang! Aku telah berbohong seolah-olah aku baik-baik saja dan orang tuaku masih ada. Kau boleh mentertawainya, setidaknya hidupmu lebih baik dari pada hidupku.”

Usai berbicara seperti itu YoonAh menundukan kepalanya dan tidak berani menatap Siwon saat ini juga. Lalu Terdengar suara kursi yang digeser, yoona berpikiran siwon beranjak dari tempatnya dan meninggalkannya tapi nyatanya YoonAh sangat terkejut ketika tiba-tiba Siwon menghampirinya menunduk dan meraih tubuh YoonAh kedalam dekapannya, memeluk tubuh YoonAh dengan sangat erat.

“Siwon ssi apa yang kau lakukan?” Tanya YoonAh ditengah dirinya yang masih didalam pelukan Siwon.

“Dulu saat aku bercerita tentang masa laluku kau memberikanku kehangatan  dengan pelukan seperti ini kan? Jadi sekarang karena kau juga telah berani cerita jujur padaku, aku akan membalasnya dengan hal yang sama.”

Mata YoonAh berkaca-kaca ia jadi terharu dengan sikap yang ditunjukan siwon kepadanya. Sebelumnya YoonAh tindakan siwon ini jauh dari apa yang YoonAh bayangkan. YoonAh pun akhirnya membalas pelukan Siwon, meletakan kepalanya diatas bahu siwon dan mengeratkan tangannya di punggung siwon. Siwon mengangkat tangan kanannya dan beralih membelai kepala YoonAh.

“Setelah ini kau jangan pernah berubah dari sikapmu yang dulu, aku tidak suka kau yang selalu murung, karena kau membantuku maka aku akan membantumu juga mencari adikmu itu!” ucap Siwon.

YoonAh melepas pelukannya. Dan memandang wajah siwon yang Nampak tenang dan serius. Ia tersenyum pada Siwon dan siwon juga membalas senyumannya.

“Tapi kau tidak boleh menindasku lagi!” seru YoonAh.

“Mwo? Kapan aku menindasmu?” Tanya Siwon.

“Hampir setiap hari!!”

“Tapi kau juga selalu membalas menindasku!” cibir Siwon.

“Tuh..kan kau selalu seperti itu!!” umpat YoonAh dengan kesal.

“Biarkan!!! Aku memang seperti ini!” ucap Siwon mulai tak mau kalah.

“Ahh..ayo-ayo kita pulang saja!” YoonAh bangun dari tempat duduknya dan beranjak ingin keluar dari restoran.

“Lalu Ramyunnya bagaimana?” Siwon menunjuk dua mangkuk ramyun diatas meja yang masih terisi setengah ramyun bekas mereka makan.

YoonAh memandang Ramyun itu dengan enggan. “Aku sudah kenyang, ayoo Pulang saja!”

“Mobilnya bagaimana?”Tanya Siwon.

YoonAh menolek dan menepuk keningnya sendiri. Bagaimana ia bisa sampai lupa kalau tadi ia dan Siwon kabur untuk menghindari para bodyguard Ceo Gong yang mencari mereka. Dan tentu pasti mobil Siwon sudah di geret paksa oleh mereka.

“Kau masih punya uangkan?” Tanya YoonAh.

“iya.. lalu?”

“Aishh..!!” YoonA menarik mantel Siwon dengan Sebel. “Ayoo kita pulang naik taksi saja!” lalu ia membawa Siwon keluar dari restoran ramyun tersebut dan menunggu taksi yang akan melintas.

“Setelah mengantarkan kau ke Apertement, aku langsung pulang. Aku ini menumpang dirumah Hyoyeon, aku tidak enak jika sampai pulang terlalu malam.” Ucap YoonAh saat taksi kosong belum juga ada yang melintas dihadapan mereka.

“Oh..iya aku mengerti!” jawab Siwon pelan.

Siwon memandangi YoonAh yang berdiri disampingnya. Rambut sebahu YoonAh yang tergerai melambai-lambai karena tertiup angin, bahkan rambut itu sapai menutupi setengah wajah YoonAh. Siwon menelan ludahnya sendiri melihat pemandangan yang disajikan YoonAh, ia benar-benar merasa sudah terbius oleh YoonAh. Ia merasa YoonAh bak seorang bidadari yang turun dari negeri dongeng, cantik dan bersinar. Siwon tersenyum-senyum sendiri saat muncul di bayangngannya YoonAh sedang tersenyum menggodanya, YoonAh yang sedang tersenyum nakal sambil memainkan anak rambutnya.

Sedangkan keadaan yang sebenarnya YoonAh sedang menatap siwon dengan pandangan aneh. Bukan seperti apa yang siwon bayangkan saat ini.

“Kya!!!” YoonA menoyol kening Siwon dan menyadarkan lamunan Siwon yang bukan-bukan.

“Aisshh!!” keluh Siwon. “Apa yang kau lakukan?” omelnya pada YoonAh.

“Mwo? Seharusnya aku yang bertanya seperti itu padamu!” YoonAh meringis kesal. “apa yang kau lakukan memandang wajah orang lain dengan tatapan aneh dan menjijikan seperti tadi huh?” cecar YoonAh.

“Apa? Memangnya aku memandang siapa dan bagaimana?” elak Siwon dan wajahnya langsung memerah karena ketahuan YoonAh dia memandang yoonAh dan bersikap aneh padanya.

“Ah..sudahlah, aku malas membahasnya!” YoonAh lantas membuang mukanya dan menghadap kelain arah. Sambil tanganya ia lipat didada.

Siwon melirik YoonAh yang sudah tak menghiraukannya lagi. Siwon mengelus dadanya sendiri. Kali ini dia selamat. YoonAh benar-benar tidak menaruh curiga apa-apalagi padanya.

 

~***~

 

Pagi ini YoonAh dan siwon sudah duduk berhadapan dengan Ceo Gong diruangannya. Terlihat dengan jelas wajah YoonAh yang sedikit tegang duduk disamping Siwon karena harus berhadapan dengan Ceo Gong, lalu sedangkan Siwon ia malah duduk tenang,  mengangkat sebelah kakinya dengan seenaknya. Ceo Gong memandangi YoonAh dan Siwon dengan saksama secara bergantian. Lalu ia berdiri dari tempat duduknya dan menghela napas sejenak.

“Lagi-lagi kau membuat rekor Choi Siwon!!” ucap Ceo Gong sambil menatap tajam kesiwon.

Siwon mengangkat kepalanya dan membalas menatap Ceo Gong. “Benarkah? Woow Fantastic!!” lalu ia tersenyum menantang Ceo Gong.

“Kau  memang keras kepala!” keluh ceo gong. “Kupikir dengan aku mencarikan Assisten pengganti untukmu dengan seorang wanita muda yang cantik dan penuh semangat seperti YoonAh itu akan berpengaruh merubah sikapmu yang aneh ini. Nyatanya kemarin kalian malah sekokongkol tidak memberiku kabar bahwa kau tidak datang ke lokasi Shooting!”

YoonAh mengangkat kepalanya memandang Ceo Gong dengan perasaan ragu-ragu “Mianhae… Jeongmal Minhae!! Ini salahku, kemarin aku tidak dapat menahan siwon dan malah mengikuti kemauan siwon. Aku mengaku lalai dalam perkerjaanku.” ucap YoonAh seraya memohon pada Ceo Gong.

Siwon dan Gong Yoon secara bersamaan menoleh menatap YoonAh yang kembali menundukan kepalanya.

“Bagus jika kau mengakui apa kesalahanmu. Sekali lagi kau lalai, aku pasti akan memecatmu YoonAh ssi!” tandas Ceo gong berupaya bersikap tegas pada karyawannya.

“Kau tidak akan dapat memecatnya!” potong siwon. “Untuk kali ini juga,  aku mengaku kemarin adalah kesalahanku juga, aku yang memaksa dia mengikuti kemauanku, karena kemarin aku yang membawa mobil.”

Kini YoonAh dan Ceo Gong  yang menatap Siwon.”Aneh sekali, biasanya kau akan menjadikan ini sebagai alasan yang bagus untuk menyiksa batin assistenmu dan lalu memecatnya.” Sindir Ceo Gong.

“Ah..kau ini selalu menilaiku dalam serba salah ya!” ketus siwon seperti sedang memarahi Ceo Gong. “Baik-baik mulai sekarang aku tidak akan kabur dari jadwal!” ucap Siwon akhirnya.

Ceo Gong terdiam sejenak mendengar ucapan Siwon tadi.

“He-em bagus kalau begitu! Aku anggap masalah yang kemarin sudah selesai. Dan kau boleh keluar dari ruanganku, aku ada perlu sebentar dengan YoonAh.”

“Jangan lama-lama, satu jam lagi aku ada shooting!” pesan siwon, sambil menatap Sinis ke ceo gong. Ceo gong hanya membalasnya dengan senyuman khas dirinya. Yang semakin membuat Siwon gusar.

Siwon menatap Ke YoonAh, YoonAh malah balas menatapnya sambil menaikan kedua alisnya. Siwonpun mencibir dan segera berjalan keluar ruangan itu. Dan hilang saat ia menutup pintu itu.

“Kemarin memangnya kalian kemana?” Tanya Ceo Gong kali ini dengan suara yang lembut, tidak seperti tadi.

YoonAh mencoba untuk memberanikan diri memandang Ceo Gong yang sedang berhadapan dengannya, Hatinya langsung begetar dan aliran darahnya seakan naik begitu saja menimbulkan pipinya jadi bersemu merah.

“Dia mengajakku ke pinggir sungai Han dan he-em kemarin oppa sampai mengirimkan anak buah oppa untuk mencari kami ya?” Tanya YoonAh.

Gong berjalan dan duduk di bangku yang tadi siwon duduki disebelah YoonAh. “Iya.. kalian benar-benar membuatku khawatir setengah mati kemarin. Saat aku sedang melaksanakan rapat dengan pemilik produk yang akan berkerjasama  dengan kang management, tiba-tiba aku mendapat laporan dari production film bahwa Siwon mengsms-nya dan bilang tidak dapat datang kelokasi shooting dengan alasan yang tidak jelas, padahal Persiapan shooting kemarin sudah matang…

Aku langsung panik, mekera bisa saja melaporkan kemedia tentang kelalaian siwon, atau menuntut ganti rugi kontrak. Maka itu aku langsung menboca menghubungi kalian, tapi nihil handphone kalian non aktif. Maka aku tidak dapat berbuat apa-apa lagi selain mengirimkan anak buahku untuk mencari kalian. Tapi mereka hanya membawa pulang mobil Van perusahaan yang terpakir di pinggir jalan sungai han” Cerita Ceo Gong.

YoonAh tersenyum kecil . “Maaf aku tidak kepikiran kalau itu akan dapat berakibat fatal nantinya.”

“He-em tidak apa-apa, aku mengerti.” Ceo Gong bersikap ramah lagi pada YoonAh, bahkan ia sampai membelai bahu YoonAh agar YoonAh tidak terus-terusan merasa bersalah terhadap kejadian kemarin.

“He-em satu lagi, sepertinya kau mulai berhasil merubah sikap Siwon.” Ucap Goo Yoo.

YoonAh mendangakkan kepalanya menatap Ceo Gong “Ah?Jinja? aku rasa dia masih sama… bagaimana kau bisa menilai seperti itu oppa?”

“Dia tidak pernah mengakui kesalahannya sebelumnya dan membela orang lain seperti tadi.”

“Benarkah?” YoonAh Nampak tidak percaya dengan ucapan Ceo Gong.

“Benar, Ah.. sepertinya ia sudah mulai beradaptasi dengan baik denganmu. Dari awal aku mamang sudah yakin kau akan mampu merubahnya menjadi pribadi yang baik”

“Tapi aku sendiri malah yang jadi tidak yakin.”

“Kau ini!” Ceo Gong menyentil pelan  kening YoonAh.”Ayoo lakukan semampumu! Tiga hari lagi tepat satu bulan kau berkerja disini. Aku akan mengadakan perayaan atas keberhasilanmu selama sebulan menjadi assiten pribadi choi Siwon dengan baik!” seru Ceo Gong sambil bertepuk tangan gembira.

“Ah..perayaan macam apa? Ada-ada saja.” YoonAh tersenyum malu, wajahnya makin merah merona.

“Ya perayaan kecil-kecilan saja.. hahaha, ini  peristiwa langkah YoonAh!” seru Ceo Gong dengan bersemangat.

YoonAh menatap Aneh melihat Ceo Gong yang Nampak gembira dengan ini. Bahkan pria dewasa itu sampai menari-nari didepan YoonAh, tapi YoonAh senang sekali bisa membuat Ceo Gong bahagia seperti ini. Tiba-tiba Ceo Gong menarik tangan YoonAh untuk menari bersamanya. Wajah YoonAh memerah saat Ceo gong menyentuh pinggangnya dan tersenyum didepan mukanya. YoonAh jadi malu diperlakukan seperti  ini, berdiri sedekat ini dengan ceo gong.

“Berdansalah denganku!” ucap Ceo Gong.

“Aku tidak bisa..hehe..” Sahut YoonAh malu-malu.

Tapi Ceo Gong tetap saja membimbing tangan dan langkah kaki YoonAh untuk mengikuti gerakan tubunyanya.

“Oppa!! Apa yang sedang kau lakukan!!” jerit Tiifany yang tiba-tiba sudah berdiri didepan pintu. Ia menatap Tajam kearah Ceo Gong dan YoonAh yang dalam posisi seperti berdansa ala tango tadi. Ia tidak mengerti apa yang sedang dilakukan Gong Yoo dengan YoonAh.

Gong Yoo langsung melepas tangannya dari pinggang YoonAh dan YoonAh langsung menjauh dari hadapan gong Yoo. Tiffany berjalan dengan langkah kasar mendekati mereka dan berdiri diantara mereka. Ia memandangi wajah Ceo Gong dan YoonAh bergantian.

“Kalian sedang apa?” Tanya Tiffany lagi.

“Aku? Hemme.. aku hanya mengajari YoonAh sedikit ilmu dansa yang sangat ku kuasai. Memangnya kenapa?” Tanya Ceo Gong dan mukanya sedikit memerah karena malu telah terpergok tiffany dalam keadaan seperti tadi.

Tiffany melirik kearah YoonAh dengan tatapan tajam seperti ingin mencengkram YoonAh. Lalu buru-buru ia alihkan lagi pandangannya ke Ceo Gong. Dia bergelayutan dilengan Ceo Gong. Dan mulai bersikap manja pada ceo Gong.

“Oppa, tolong batalkan iklan shampoo itu ya? Aku tidak mau menjadi iklan shampoo yang belum terkenal itu!” ucap Tiffany seperti  merengek. Dan Ceo Gong membalasnya dengan senyuman dan membelai kepala Tiffany.

“Kenapa? Itu bagus produk mereka akan laku dipasaran karena kau yang membintanginya. Dan kau akan mendapat untungnya!” ucap CEO Gong mencoba merayu Tiffany.

YoonAh memandang sendu melihat Tiffany bersama Gong Yoo, dia merasa bodoh sudah terlalu senang dan malu diperlakukan seperti tadi pada Ceo Gong, sepertinya Ceo Gong memang bersikap baik dan manis terhadap semua karyawan dan artis asuhannya. Tapi kenapa diperasaan yoona ada sedikit keegoisan dan mengharapkan perlakuan ceo gong tadi seharusnya hanya untuk dia. Tidak untuk orang lain apalagi Tiffany.

YoonAh meraih tas bahunya dan memakai kembali mantelnya yang tadi sempat ia lepas saat masuk keruangan ini bersama siwon.

“Pak aku ijin keluar, sepertinya Siwon telah menungguku terlalu lama.” Ucap YoonAh memotong aksi manja-manjaan Tiffany  bersama Gong Yoo.

“Oh.. baiklah, hati-hati dijalan!” balas Ceo Gong juga melambaikan tangan kanannya.

YoonAh menudukan kepalanya dan berjalan keluar dengan lesuh. Ia merasa energinya seperti terserap seketika. Saat ia sudah mulai terbang dengan perlakuan ceo gong ia malah dijatuhkan dengan keras seperti tadi.

YoonAh bersandar pada Dinding. Dia menepuk-nepuk pipinya sendiri. “Sadarlah Im Yoon Ah!! Apa kau jatuh Cinta dengan Ceo Gong dari pertama bertemu? Kau gila! Dia atasanmu dia lelaki yang terlalu sempurna untuk itik buruk rupa sepertimu!!sadarlah!!” YoonAh mencoba menyadarkan dirinya sendiri dan perasaannya sendiri yang sudah lancang menyukai Ceo Gong. Makanya ia selalu menganggap siwon biasa-biasa saja jika dibandingkan dengan ceo gong yang mempunyai nilai plus dimatanya sejak pertama kali bertemu.

“Apa yang sedang kau lakukan disini?”

Siwon yang tiba-tiba sudah berdiri disampingnya mengejutkan YoonAh, sampai sampai YoonAh terloncat kaget.

“eommeoo!! Kau mengagetkanku saja!!” omel YoonAh.

“Habisnya kau lama sekali, memangnya Gong Yoo Hyog bicara apa saja padamu?” Tanya Siwon rupanya  ingin tahu.

“Bukan apa-apa. Kau tidak perlu tahu!” ucap YoonAh lalu berjalan meninggalkan Siwon.

“Ya!! Kau selalu merahasiakan apapun yang kalian bicaran berdua dari ku!” omel siwon dan menyamai langkahnya disamping YoonAh.

“Memang ini nyatanya bukan urusanmu dan kau tidak berhak tau!” tandas YoonAh.

Siwon memicingkan matanya memandang galak ke YoonAh. “Oh..baikalah kalau begitu!!” Siwon meraih wajah YoonAh dan mencubit kedua belah pipi YoonAh dengan gemas. Lalu setelah berhasil membully YoonAh ia lantas kabur berlari meninggalkan YoonAh yang meringis kesal, merasakan pipinya mulai  panas karena cubitan siwon.

“Kya!! Otak Burung!!! Awass kau!!! Akan aku balas!!!” teriak YoonAh dan segera berlari mengejar Siwon yang sudah jauh darinya.

~Brrukk…!!!~~

“Auh..” YoonAh merintih kesakitan saat itu juga. Bahunya tidak sengaja menabrak lengan seseorang yang berjalan berlawanan arah darinya. Tepat saat orang itu keluar dari ruangan yang YoonAh lewati.

“Oh..YoonAh, Mianhae.. kau tidak apa-apa?”

YoonAh mengangkat wajahnya dan menatap orang yang memiliki suara itu, ternyata dia adalah Lee Hongki.

“Aku tidak apa-apa…”

“Maaf aku tidak sengaja aku tidak lihat saat keluar ruangan malah menabrak kau.” Lee Hongki masih saja terus meminta maaf pada YoonAh dan memastikan keadaan YoonAh akan baik-baik saja.

“Iya.. Oppa aku juga salah, aku tadi sedang berlari-lari. Sehingga tidak tahu akan menabrakmu.”

Lee Hongki tersenyum. Matanya teduh memandang YoonAh dihadapannya.

“Memangnya kau mau kemana?terburu-buru sekali?”

“Aku kan menuju lokasi Shooting siwon.” Jawab YoonAh singkat.

Tepat saat itu Siwon menghentikan langkah kakinya dan menoleh kebelakang, tapi ternyata YoonAh sudah tidak mengejarnya , Terlihat dengan matanya YoonAh malah sedang berbicara dengan Lee Hongki. Jelas pemandangan itu membuat Siwon tidak suka. Dan ia memutuskan untuk menghampiri YoonAh dan membawanya pergi dari Lee hongki.

“Ini untukmu!” Hongki mengeluarkan Sebatang coklat dari dalam tasnya.

“Coklat untukku? Gomawo!” YoonAh mengabil coklat itu dengan senang hati. “Ini kan bukan White Day, tapi oppa memberikanku coklat seperti ini!”

“Apakah perlu menunggu white day? Kalau begitu nanti di bulan Februari tahun depan kau harus menjadi couple ku!” ucap Hongki seraya tersenyum menggoda YoonAh.

“Mwo? Hahhaa..”

Tepat saat YoonAh sedang mentertawai ucapan Hongki, Siwon datang dan menggengam tangan kananya. Matanya memicing galak memandang Hongki dengan pandangan tidak bersahabat juga.

“Ayo kita pergi! Aku hampir telat!” ucap Siwon tapi matanya tetap menatap Hongki.

Hongki Hanya terdiam dan juga menatap Siwon, hanya saja pandangan yang hongki berikan begitu datar sehingga sulit untuk diartikan.

“Iya..iya!! bawel sekali!!” Keluh YoonAh. “ Oppa! Aku pergi deluan ya? Annyeong Tto poepkessumnida!!” ucap YoonAh berpamitan pada Hongki.

Hongki segera memandang YoonAh dan tersenyum padanya. “Ne..Annyeonghi Kashipshio!”

Siwon lantas langsung menyeret YoonAh dari sana. Dan meninggalkan Hongki yang masih berdiri di tempatnya sedang memandang kepergian YoonAh yang ditarik paksa oleh Siwon. Tangan Hongki mengepal dengan keras. Matanya kini memicing tajam memandang tubuh siwon dari belakang yang sudah semakin jauh jaraknya dari dia.

“Aku akan membahagiakan YoonAh! Dia tidak pantas berkerja di samping orang sepertimu!” tandas Hongki seperti telah mengibarkan bendera perperangan terhdapa Siwon.

 

~***~

 

“Chagiya!!!”  Teriak Hyoyeon sambil melambaikan tangan kanannya dari kursi tempat ia duduk disudut Coffe shop, tepat saat ia melihat Eunhyuk kekasihnya masuk kedalam Coffe shop tersebut.

Eunhyuk balas melambaikan tangan dan segera menghampiri Hyoyeon dan mencium Kening Hyoyeon. “Mianhae, aku telat, dan membuatmu menunggu terlalu lama.” Eunhyuk membuka mantelnya dan menarik kursi lalu duduk berhadapan dengan Hyoyeon.

“Anio.. aku juga baru tiba sepuluh menit lalu.” Ucap Hyoyeon. Dia tersenyum senang dapat betatapan dengan kekasihnya lagi setelah lima hari ini ia tidak bertemu kekasihnya itu, karena sama-sama sibuk dalam perkerjaan masing-masing.

“Cuaca diluar sangat dingin, padahal salju baru turun dua hari lalu, kau aku pesankan coklat hangat juga  ya? Agar tubuhmu hangat.”

Eunhyuk kini memandangi wajah Hyoyeon lekat-lekat. Lalu memanggutkan Kepalanya memberi tanda ia setuju dengan usul Kekasihnya itu. Hyoyeon langsung memberikan tanda pada pelayan yang sedang mundar-mandir. Satu pelayan wanita menghampirinya dan Hyoyeon memesankan dua hot cokelat untuk mereka berdua.

“Naega Jeongmal Beogeoshippo!!” Ucap Eunhyuk tak lupat pandanganya menatap Hyoyeon.

“Ye?” Wajah Hyoyeon langsung bersemu merah mendengar ucapan Eunhyuk. “Aku juga sangat merindukanmu!”

“Kalau begitu berikan aku sebuah ciuman romantis sekarang!” Goda Eunhyuk.

“Mwo? Ini tempat umum oppa! Aku tidak mau!!” Hyoyeon membuang mukanya menatap kaca jendela besar dihadapannya dan melihat jalanan luar dari situ.

“Ah..aku tahu! Aku hanya bercanda.. ayolah lihat aku lagi.. kau tidak boleh menyia-nyiakan kekasihmu yang tampan ini.” Eunhyuk masih saja menggoda Hyoyeon sambil mencolek-colek lengan Hyoyeon.

“Oppa!! Kau sungguh menyebalkan!” akhirnya Hyoyeon menyerah dan tertawa malu sambil menggengam tangan Eunhyuk dan kembali memandangi Wajah eunhyuk.

Tak lama pesanan merekapun datang dan disajikan diatas meja mereka.

“YoonAh masih tinggal bersamamu?” Tanya Eunhyuk setelah ia meminum sedikit cokelat hangatnya.

“Tentu, dia belum mendapatkan rumah sewa yang murah. Aku jadi sangat khawatir dan kasihan dengannya… Dulu dia sangat ceria dan bersinar, tapi semenjak orang tuanya meninggal, aku merasa kecerian YoonAh yang sekarang adalah Topeng, dan sinar dalam dirinya juga seakan-akan kian meredup…

…Apalagi semenjak empat hari lalu Soo Jung ketahuan membuat kesalahan besar dan melarikan diri dari YoonAh. Aku tahu Dia benar-benar sedih, Setiap kali dia melamun atau memandangi foto soojung diponselnya tatapannya sangat sendu dan murung. Tapi dia tidak menangis dihadapanku oppa. Dia terlalu pandai untuk memendam ini semua…

…Aku sebagai sahabatnya merasa sangat bersalah tidak dapat membantu banyak selain mengizinkan dia tinggal dirumahku sampai kapanpun dia butuh. Sedangkan aku juga sudah mencoba melacak keberadaan Soo Jung tapi nihil oppa.”

Eunhyuk terdiam mendengar curahan panjang kekasihnya itu.

“Kau sudah melakukan yang benar. Kau sudah selalu berada di sampingnya saat ia susah seperti ini, siapa tahu itu cukup membantu beban yang sedang YoonAh pikul, dan mungkin ia hanya bersikap seperti itu ia hanya tak mau terlihat lemah dihadapan sahabatnya sendiri.” Komentar eunhyuk.

Hyoyeon memanggut-manggutkan kepala, ada benarnya juga apa yang baru saja diucapkan eunhyuk. Hyoyeon mengambil cangkirnya dan memimum cokelat panasnya.

“He-em ..Semalam Siwon menemuiku..”

“Mwo?” seru Hyoyeon terkejut. “Untuk apa dia menemuimu?”

“Ya untuk menanyakan informasi tentang YoonAh.”

“Dan kau memberitahunya?”

“Iya.. sedikit, hanya bagian-bagian yang aku tahu pasti saja.”

“tolong oppa Ceritakan detail padaku…” pinta Hyoyeon sambil menatap serius ke Eunhyuk.

 

Flashback..!!

 

Eunhyuk baru saja menyelesaikan perkerjaannya. Diruangan kerjanya ia hanya sendirian, rekan kerjanya sudah pulang sejak jam lima sore tadi. Sedangkan ia dapat jatah lembur hari ini. Eunhyuk melihat Cassio black hadiah ulang tahunnya dari Hyoyeon tahun lalu. yang melingkar dipergelangan tangan kirinya. Jam sudah menunjukan pukul sepuluh malam kurang lima belas menit. Itu sudah waktunya ia pulang dan beruntung perkerjaanya pun sudah selesai semua.

Eunhyuk memasukan handphonenya dan notebooknya kedalam tas punggung miliknya. Setelah  semuanya beres dia memakai tas punggungnya dan bermaksud keluar ruangan dan segera pulang kerumahnya. Tapi betapa terkejut Eunhyuk ketika ia membuka pintu ruang kerjanya sudah berdiri tegap siwon yang memakai mantel berwarna cokelat.

“Hah? Siwon ssi? Apa yang sedang kau lakukan disini?” Tanya Eunhyuk heran.

Siwon menggaruk-garuk tengkuknya. Dia Nampak sedikit grogi dan ragu. Tapi akhirnya ia membuka suara juga. “He-em.. aku ingin menanyakan sesuatu..”

Eunhyuk menaikan sebelah alisnya. “Menanyakan tentang apa?”

“Tentang YoonAh.” Jawab Siwon cepat.

“YoonAh-ya?” ulang Eunhyuk ingin memastikan pendengarannya saja.

Siwon memanggutkan kepalanya. Eunhyuk tersenyum kecil. “Ah.. baiklah, aku menjawab dengan apa yang aku ketahui saja ya?”

“Iya..”

“Mari kita bicara didalam saja sambil duduk.” Ajak eunhyuk kembali masuk kedalam ruangan itu dan duduk di sofa yang memang tersedia untuk tamu yang datang.

 “Hari ini aku baru tahu kalau YoonAh sudah tidak punya orang tua sejak lima tahun lalu, dan ia tinggal di rumah kontrakan bersama adik satu-satunya, lalu sekarang dia tinggal dirumah sahabatnya yaitu kekasihmu karena sebuah masalah.” Tutur Siwon.

Eunhyuk memanggut-manggutkan kepalanya membenarkan semua ucapan Siwon tadi.”He-em jadi kau tadi kabur shooting bersama YoonAh hanya untuk mendapatkan informasi  ini darinya?” Tanya Eunhyuk.

Mata Siwon langsung terbelalak kaget. “Bagaimana kau bisa tahu?”

“Yaah.. aku inikan salah satu staff disini. Jadi aku tahu segala informasi tentangmu dengan sangat cepat!” cetus Eunhyuk.

“Ah..iya benar juga. Tapi bisakah kau ceritakan yang sebenarnya lebih detail? Ku mohon.. aku sungguh ingin mengetahuinya.”

“Tapi kau harus janji tidak akan menyebarluaskan masalah ini?” tuntut Eunhyuk.

“Iya..kau pikir aku orang yang macam itu apa?”

“Aku tidak tahu, tapi siapa tahu kau memang orang seperti itu?”

Siwon terdiam dan memadang Eunhyuk dengan tatapan tidak Suka.

Menyadari hal itu lantas Eunhyuk langsung mengerti , dan segera bercerita sedikit soal YoonAh pada Siwon.

“Iya, orang tuanya meninggal lima tahun lalu dalam kecelakaan yang penyebab kecelakaanya masih belum diketahui kepastiaannya. Lalu entah dari mana awalnya perusahaan milik ayah yoonah terlilit banyak hutang dengan perusahaan lain dan bank. Lalu rumah mereka berserta isinya disita. Mereka hanya membawa sedikit pakaian.saat itu Hyoyeon kehilangan kontak dengan YoonAh yang menghilang begitu saja. di kampus kami jarang bertemu…

sampai akhirnya hyoyeon menemui YoonAh dan menanyai bagaimana keadaanya, setelah kami mengetahui kalau dia dan adiknya tingga di rumah sewa yang sangat kecil dan tidak layak huni Lalu aku dan Hyoyeon berupaya  menolong menawarkan tempat tinggal untuknya. Tapi ia terus menolaknya. Dia terus mengikuti egonya sendiri. Dia setiap hari berkerja keras untuk mencari uang. Dia tetap kuliah disiang hari dan sekaligus membiayai sekolah adiknya. Dia berkerja sebagai turis gaet setiap weekend di istana dengan kemampuan bahasa inggrisnya yang cukup baik, lalu setiap pagi menjadi pengantar susu dari rumah ke rumah. Sorenya dia berkerja di rumah makan seafood dan malamnya dia menjaga pom bensin…

Bahkan dia pernah sampai jatuh sakit karena terlalu lelah dan cuaca juga sedang tidak bagus kala itu. Kekasihku terus menangis melihat keadaanya saat itu. Dan dari kejadian itulah kami tahu ternyata hubungan dia dengan adiknya tidak baik. Soo jung gadis itu tidak khawatir sama sekali dengan keadaan sang kakak yang jatuh sakit karena berkerja keras untuk menghidupkan dan menyenangkannya. Tapi gadis kecil itu tidak pernah datang kerumah sakit menjenguk kakaknya. Terpaksa keadaannya belum begitu baik tapi ia tetap ingin pulang dan menjaga adiknya dirumah…

Tapi yang aku kagum dia akhirnya berhasil menjadi sarjana design modern dengan menyandang 30 mahasiswa dengan lulusan terbaik. Dia juga dapat tawaran beasiswa di paris tapi bodohnya dia menolaknya dan membuang kesempatan emas itu yang mungki jika dulu ia menerimanya dia bisa saja sukses sekarang. Tapi yang ia pikirkan hanya satu yaitu kebahagian adiknya…

Empat hari lalu, dia mendapati kenyataan bahwa adiknya ternyata mencari uang sendiri untuk kesenangannya sendiri dengan menjadi model di majalah pria dewasa, dan ibu-ibu tetangganya mengetahui saat mendapati foto sexy soo Jung ada di halaman majalah itu, lalu bersama ibu pemilik rumah akhirnya Mereka diusir dari situ secara tidak terhormat. Dan saat diperjalanan tanpa tujuan Soo Jung melarikan diri dan meninggalkan YoonAh sendiri. Kini ia tinggal bersama kekasihku. Dan dia selalu berusaha tegar  seolah-olah ia baik-baik saja.”

Eunhyuk akhirnya mengakhiri cerita panjangnya tentang kehidupan YoonAh. Dia memandang wajah lawan bicaranya yaitu Siwon. Eunhyuk melihat wajah Shock bercampur sedih ada pada exspresi wajah dan tatapan matanya itu.

“Seberat dan serumit itukah?” hanya itu komentar yang keluar dari mulut Siwon.Siwon menudukan kepalanya menutup wajahnya dengan telapak tangah yang tertumpuh pada lututnya.

“Aku sengaja mengirim surat lamaran ketika Ceo Gong bilang ia butuh assisten baru untukmu, aku bersama Hyoyeon mengirim data YoonAh ke Ceo Gong tanpa sepengetahuannya. Aku dan Hyoyeon sengaja ingin memberhentikan ia dari semua pekerjaan beratnya itu yang hanya mendapat upah kecil, berbeda jauh jika ia menjadi assistenmu!

 Lalu saat Ceo Gong bilang dia dan kau ternyata satu SMP yang sama, Ceo Gong langsung tertarik untuk menginterview dia tanpa melihat data yang lainnya. Dan aku juga tahu dari Hyoyeon kalau hubungan kalian saat di SMP sangat tidak baik. Dan itu menjadi beban pikiran aku dan Hyoyeon. Tapi ternyata Ceo Gong telah menerimanya menjadi Assitenmu. Apa selama ini kau melakukannya dengan baik?”

Siwon terdiam tidak menjawab pertanyaan Eunhyuk.

“Iya aku tahu kau hampir setiap hari bertengkar dengannya!” tandas Eunhyuk.

Siwon mengangkat kepalanya dan berdiri dari posisi duduknya. “Terima kasih atas informasi yang kau berikan padaku. Aku pergi dulu..”

Lalu Siwon jalan menuju pintu dan keluar dari ruangan itu. Eunhyuk masih terdiam ditempatnya memandang heran kepergian Siwon dengan sikapnya yang aneh itu.

 

FLASHBACK END

 

“Ada apa dengannya ingin mengetahui itu semua?” Tanya Hyoyeon begitu Eunhyuk selesai bercerita.

“Entahlah aku juga tidak mengerti. Tapi yang pasti aku sangat yakin kalau Siwon sudah menyukai YoonAh dia jatuh cinta pada YoonAh! Mana mungkin kalau dia tidak punya rasa terhadap YoonAh, ia ingin tahu lebih tentang hidup YoonAh?”

“Mwoya?? Ahh.. ini benar-benar akan menjadi rumit!” Hyoyeon memasang wajah frustasinya.

“Maksudmu?” Tanya Eunhyuk tidak mengerti.

“YoonAh.. dia menyukai Ceo Gong!”

“Mwo??!” kini giliran Eunhyuk yang berseru kaget. “Bagaimana kau bisa tahu?”

“Aku tidak sengaja membaca buku catatannya, dan bahkan ia menempel  foto selca dia bersama Ceo Gong saat sedang makan bersama. Entah itu kapan aku tidak tahu.” Cerita Hyoyeon.

“Cinta segitigakah? Ya Tuhan aku hanya berharap YoonAh hanya akan mendapatkan dan menjadi milik orang yang baik dan tepat untuknya dan selalu membuat hidupnya bahagia.” Ucap Eunhyuk seperti berdoa.

“Iya aku juga berharap sama oppa!” sambung Hyoyeon.

Lalu mereka bertatapan dengan wajah bingung. Eunhyuk meraih tangan Hyoyeon dan menggenggamnya. Dan menciuminya.

“Kita bisa seperti ini, itu karena bantuan YoonAh. Maka kita harus membantunya juga chagiya!”

Hyoyeon memanggutkan kepalanya setujuh dengan ucapan Eunhyuk. Hyoyeon tersenyum ke Eunhyuk dan Eunhyuk juga melempar senyum ke Hyoyeon  dan mereka cukup mengerti dengan situasi ini sekarang.

 

~***~

 

Jam Sudah menunjukan pukul 23.25 KTS. Ketika YoonAh melihat jam digital pada ponselnya. Setelah itu dia memasukan ponselnya kedalam tas. YoonAh bersandar pada dinding Lift yang sedang melaju keatas membawa ia bersama siwon menuju Apertement Siwon. Sediki-sedikit ia memegangi perutnya. Dia merasa perutnya mulai tidak beres dan bermasalah. Bahkan wajahnya sampai meringis menahan sakit pada perutnya.

Siwon yang juga bersadar pada dinding Lift sedang menatap YoonAh yang terlihat sedang menahan sakit. Tapi ia enggan untuk bertanya keadaan YoonAh.

Tak lama akhirnya pintu Lift terbuka, Siwon keluar dari dalamnya dan diikuti YoonAh dari belakang. Siwon berjalan pelan didepan, sedangkan YoonAh mengikutinya dari belakang, YoonAh masih memegangi perutnya yang kian terasa sakit dan perih, sangat menyiksa dirinya. Keringat dinginpun sudah mulai keluar dari keningnya sebesar butir-butir beras. Ia mencengkeram kuat-kuat mantel yang ia kenakan untuk menahan sakit yang ia rasa, tapi hal itu tidak berpengaruh sama sekali. Dia benar-benar merasa sakit diperutnya sudah tidak terkendali. Hingga akhirnya tubuhnya merosok jatuh kelantai  sambil memegangi perutnya dan merintih kesakitan.

“Auuhh..perutku.. auuhh…sakit sekali!!” rintih YoonAh sambil terus menahan sakit yang ia rasa.

Siwon menoleh dan terkejut melihat YoonAh yang telengkut dilantai sedang menahan sakit diperutnya. Siwon segera mendekat menghampirinya.

“Apa yang terjadi kau baik-baik saja?” Tanya Siwon sangat khawatir melihat kondisi YoonAh saat ini  di depannya. Ia takut YoonAh akan drop dan jatuh sakit.

“Perutku sakit…aahhh..” jawab YoonAh dan ia masih saja merintih kesakitan.

Siwon Nampak bingung dengan apa yang harus ia lakukan terhadap YoonAh. Tapi akhirnya setelah sedikit berpikir Siwon meraih Tubuh YoonAh dan mengangkat Tubuh YoonAh, menggendongnya membawa Tubuh YoonAh yang ia gendong masuk kedalam Apertementnya. Tangan YoonAh melingkar di leher Siwon ketika mendadak Siwon menggendongnya. Karena perutnya masih sakit maka ia tidak sempat berpikiran yang aneh-aneh tentang sikap siwon saat ini. YoonAh mengumpatkan wajahnya yang menahan sakit didada Siwon dan bahkan sesekali ia mempentukkan kepalanya kedada Siwon ketika perutnya benar terasa sakit.

Siwon membawa YoonAh masuk kedalam kamarnya dan merebahkan Tubuh YoonAh diatas kasurnya. Lalu menyelimutinya. YoonAh memiringkan tubuhnya melipat kakinya dan masih saja kesakitan pada perutnya.

Siwon mendekatkan dirinya pada tubuh YoonAh. “Apa yang harus aku lakukan, sebenarnya kau sakit apa? Apa aku harus memanggil dokter?” Tanya Siwon khawatir.

“Ti..ti..dak usahhh..” jawab YoonAh.

“Tapi kau Nampak tersiksa dengan ini. Aku telepon dokter pribadiku saja. mungkin dia bisa menangani penyakitmu ini.” Ucap Siwon lalu mulai mencari nomor dokter yang ia maksud pada kontak diponselnya.

“Ja..Jaa…ngan!!” YoonAh menghentikan kegiatan Siwon ia sudah terduduk disamping Siwon dan menggenggam tangan Siwon.

“Awass.. !! kau jangan sok kuat seperti itu!” omel Siwon dan berusaha melepaskan tangan YoonAh dari tangannya. Ia masih ingin melakukan penggilan kedokter pribadinya.

YoonAh segera saja menjambak rambut Siwon sambil merengek. Hal itu sukses membuat Siwon melempar ponselnya kekasur dan merintih kesakitan karena anak rambutnya ditarik oleh YoonAh. “Kyaa..Ahhhh..Auhh..Apa yang kau lakukan?!”

“Perutku hanya sakit tidak perlu dipanggilkan dokter Bodoh!!” rengek YoonAh masih terus menarik rambut siwon untuk menahan sakit di perutnya.

Siwon menggenggam kedua tangan YoonAh berusaha melepaskan tangan itu dari rambutnya. “Tau kau tak seharusnya membubuti rambutku, ini sakit sekali!”

“Ahh..perutku lebih sakit tau!!” lagi-lagi tidak sengaja ia menjambak menarik rambut Siwon dengan kasar.

“Aaaaarrrgghhh….!!!” Dan siwonpun berteriak melengking seiring rasa sakit yang ia dapati dikepalanya.

YoonAh dengan perasaan keget dengan apa yang baru saja ia lakukan, segera melepas tanganya  dan wajahnya langsung memelas. “Oh..Mian..Mianhae!!” ucap YoonAh sedikit ketakutan, takut siwon akan membalasnya, membalas menjambak rambutnya juga.

Siwon menolehkan wajahnya menatap galak ke YoonAh yang Nampak ketakutan.”Kau..!!” Siwon mendekatkan tubuhnya ke YoonAh  sambil membuat gerakan tangan seperti ingin mencabik-cabik YoonAh.

Dengan buru-buru YoonAh menidurkan dirinya lagi dikasur dan menutupi dirinya dengan selimut sampai ke kepala. “Auhh..auhh.. perutku, perutku sakit sekali…” Rintih YoonAh.

Siwon tersenyum geli melihat tingkah YoonAh. “Lalu jika kau melarangku menelpon Dokter, sekarang apa yang harus aku lakukan?” Tanya Siwon.

YoonAh membuka Sedikit selimutnya dan mengintip Siwon, memastikan kalau lelaki itu sudah tidak marah karena hal tadi. “Heemm..ambilkan aku segelas air hangat saja!” perintah YoonAh dengan hati-hati.

“Hanya itu?”

“Ne..”

Maka Siwon pun segera beranjak dari kamarnya ingin mengambilkan segelas air hangat untuk YoonAh.

Tak lama siwon kembali lagi masuk sambil membawakan segelas air hangat. “Ini, minumlah!” perintah Siwon sambil membantu tubuh YoonAh duduk di kasur.

YoonAh mengambil gelasnya dan meminus setengah air tersebut. “Gomawo..” ucapnya lalu melanjutkan minum lagi sampai gelas itu kosong. Dan ia serahkan lagi gelas itu pada Siwon.

Siwon meletakan gelas itu diatas meja lampu samping tempat tidur. “Apa sudah agak baikan?”

YoonAh masih memegangi perutnya dan wajahnya masih sedikit merintih. Ia memanggutkan kepalanya. “Iya.. ah, mungkin jika ditidurkan sebentar akan sembuh. Ah.. penyakit ini benar-benar muncul disaat tidak tepat. Maaf merepotkanmu.”

“Memangnya sebenarnya ini penyakit apa?” Tanya siwon sambil memandang Wajah YoonAh yang sudah berkeringat dan sedkit pucat karena menahan sakit yang ia rasakan.

YoonAh menggigit bibir bawahnya. Ia sedikit ragu menjawab pertanyaan Siwon ini.”He—emm.. ini hanya keluhan wanita disaat datang bulan.”

“Mwo?? Datang bulan? Apa hubungannya dengan sakit perut seperti itu?” Siwon Nampak heran dan tidak mengerti.

“Ah,, kau ini pria, tidak akan mengerti jika wanita sedang datang bulan selalu mengalami keluhan datang bulan seperti nyeri perut, bokok, pegal-pegal, steres dan lain-lain.” ucap YoonAh mencoba menjelaskan.

“Benarkah?? Kenapa wanita kasihan sekali setiap bulan seperti itu?”

“Iya makanya kau harus menghargai wanita!!”

“Apa hubungan dengan menghargai?”

“Ya!! Ya.. kau harus menghargai karena wanita sudah mengalami kesulitannya sendiri setiap bulan, jadi kau tidak perlu menambah kesulitan mereka lagi. Terutama aku!” jelas YoonAh.

Siwon memandangi wajah YoonAh lekat-lekat sambil memanggut-mangkutkan kepalanya. YoonAh menjadi risih jadinya karena siwon menatapnya terlalu dekat jarak mukanya dengan muka Siwon. Tapi untungnya Siwon segerah berdiri dari tempatnya dan beranjak kemeja riasnya. Mengambil beberapa lembar tissue kotak, dan kembali lagi duduk berhadapan dengan YoonAh.

Siwon mendekatkan tangannya yang memegang tissue kewajah YoonAh. Ia mengelapkan peluh keringat YoonAh yang ada di kening dan dibagian wajah lainnya. Dia mengelapnya dengan sangat lembut dan hati-hati ketika menyentuk  kening yoonaAh.

YoonAh terdiam dengan perlakuan Siwon terhadapnya. Ia hanya merasakan setiap sentuhan tisu dari tangan Siwon menyentuh permukaan wajahnya itu terasa begitu lembut, Sehingga ia tidak dapat menolak perlakuan Siwon saat ini.

Siwon menghentikan tangannya yang sedang mengelap keringat pada pipi kanan YoonAh, entah kenapa matanya tiba-tiba tertuju pada bibir YoonAh yang kecil dan tipis serta berwarna pink. Lagi-lagi Jangtungnya berdegub kencang, aliran darahnya seakan mengalir cepat sehingga membuat perasaan aneh didalam tubuhnya. Siwon mencondongkan tubuhnya kedepan, mengambil  jarak lebih dekat kehadapan YoonAh. Bibirnya sudah berjalan mengarah mendekat bibir YoonAh yang masih ia tatap.

YoonAh membelalakan matanya ketika menyadari adas sesuatu yang aneh yang akan siwon lakukan terdapnya. Kenapa Siwon sedekat ini kepadanya? Jarak diantara wajahnya dengan wajah siwon terlalu dekat. YoonAh berpikir keras. Tentang sikap ini. Sebelumnya ia pernah melihat kejadian seperti ini,iya dia pernah melihatnya di lokasi Shooting ketika Siwon melakukan adegan ciuman bersama Tiffany lawan mainnya. Dan percis perlahan-lahan seperti ini lalu, dia akan menciumnya.

“Ahhh…Tidakk!!!” teriak YoonAh mengagetkan Siwon.

Siwon segera menjauhkan wajahnya dari wajah YoonAh. Mukanya memerah ia benar-benar malu, dia tidak dapat mengkontrol hasratnya terhadap YoonAh saat ini. Siwon meletakan tisu yang ia pegang tadi diatas kasur begitu saja. dia benar-benar menjadi salah tingkah sekarang. YoonAh masih menatapnya dengan aneh.

“Kenapa kau ..hemm, berteriak?” Tanya Siwon untuk mencairkan suasana canggung yang telah ia ciptakan.

YoonAh jadi terlihat sedikit canggung juga. “Hemm..ku kira kau akan menyentil dahiku!” ucap YoonAh Berbohong.

Siwon tersenyum malu. “Ahahha.. kau benar aku ingin menyentilnya!” ucap Siwon juga berbohong. Lalu telunjuknya menunjuk dahi YoonAh.

Siwon berdiri dari duduknya. Dan bersiap untuk berjalan keluar kamar. “Tidurlah, untuk mala mini kau tidur disini saja, nanti aku yang akan kabarkan Hyoyeon, bahkan kau bersamaku.”

“Lalu jika aku tidur disini, kau tidur dimana?” Tanya YoonAh jadi tidak enak hati. Siwon telah mengijinkannya tidur di  kasur pribadinya.

“Aku akan tidur di Sofa ruang TV.”

“Kenapa harus disofa? Aku jadi tidak enak terhadapmu.”

Siwon memicingkan matanya dengan kerlingan nakal. “Hemm.. sebenarnya aku ingin tidur di kasurku bersama mu. Tapi apa kau mengijinkannya?” goda Siwon.

“Mwo??” Mata YoonAh terbelalak lebar. “Tidak!! Silakan kau tidur disofa, perutku masih sakit dan aku mengantuk. Selamat malam!” tandas YoonAh dan segera merebahkan tubuhnya keatas kasur serta menutupi dirinya dengan selimut.

Siwon lagi-lagi dibuatnya tersenyum dengan tingkah YoonAh. Dan lagi-lagi juga jantung serta perasaannya sungguh bergejolak jika seperti ini. “Baiklah.. selamat malam, tidur yang nyenyak dan semoga lekas sembuh!” seru Siwon. Tapi tak mendapat jawaban dari YoonAh. Maka ia dengan segera menyalakan lampu tidur diatas meja dan mematikan lampu utama kamar. Lalu keluar dan menutup pintunya.

Siwon membanting tubuhnya diatas Sofa. Ia senyum-senyum sendiri sambil memainkan bantal sofa. Ia benar-benar sedang kasmaran sepertinya. Dia benar-benar senang hari ini. Dia benar-benar sudah kesetrum cinta YoonAh. Dan hanya YoonAh yang telah membuatnya seperti ini. Rasanya ia ingin cepat pagi dan menjadi yang pertama melihat YoonAh bangun tidur esok hari. Untungnya ia segera sadar bahwa ia harus mengabari ini Ke Hyoyeon. Bisa saja wanita itu belum tidur karena cemas menunggu YoonAh belum pulang. Maka dengan segera Siwon bangkit lagi dan meraih tas YoonAh yang tadi ia letakan diatas meja. Mengambil ponsel YoonAh dan menghubungi Hyoyeon.

 

~***~

 

YoonAh mengucek-ngucek matanya yang sedikit masih mengantuk tapi ia tetap harus bangun dari tidurnya yang nyenyak. Ia merapikan kembali tempat tidur Siwon yang semalam ia tiduri. Dia bernapas legah. Untungnya ia tidak tembus tidur malam ini. Setelah selesai merapikan tempat tidur Siwon. YoonAh beranjak keluar dari Kamar tersebut.

Tepat ketika YoonAh membuka pintu kamar, tercium baru  harum masakan. YoonAh terdiam sejenak. Ia memikir sebentar. Apakah Siwon sedang memasak utuknya?. Maka YoonAh berjalan kedapur untuk memastikannya sendiri. Dan benar saja ketika ia sampai didapur ia melihat siwon dengan memakai celemek berdiri didekat kompor sedang mengaduk-ngaduk sesuatu diadalam panci kecil.

“Apa yang sedang kau lakukan?” Tanya YoonAh sambil mendongakkan kepalanya mengintip isi dipanci tersebut.  Ternyata siwon membuatkannya bubur jamur dan wortel.

Siwon terperanjat ketika Tiba-tiba YoonAh sudah berdiri disampingnya. Ia segera mematikan kompor gasnya karena buburnya sudah jadi.

“Apa tidurmu nyanyak? Dan perutmu sudah tidak sakit?” Tanya Siwon sambil memandang lekat-lekat wajah YoonAh yang belum cuci muka habis bangun tidur.

“Hemm..lumayan!” hanya itu yang YoonAh jawab.

Siwon mencibirnya. “Duduklah disana!” siwon menunjuk meja makan. “Aku sudah membuatkan sarapan bubur untukmu!”

“Memangnya kau bisa memasak?” Tanya YoonAh tidak yakin.

“Lalu ini apa?” Tanya Siwon sambil menujukan hasil masakannya.

YoonAh tersenyum dan segera berjalan kemeja makan. Sedangkan siwon sedang menuangkan buburnya dari panci ke mangkok. Setelah selesai ia membawakannya untuk YoonAh berserta segelas air putih. Ia meletaknya semua dihadapan YoonAh.

“Silakan makan!” ucap Siwon.

YoonAh mengambil sendoknya. Ia menyendok buburnya lalu meniupnya sebentar karena buburnya masih sangat panas. Dan setelah hangat kuku. YoonAh memasukan sesendok bubur kedalam mulutnya. Dan menelannya. Siwon masih menunggu komentar YoonAh tentang masakannya. Tapi tiba-tiba wajah YoonAh berubah menyerengit dan buru-buru meminum air mineral.

“Kenapa?” Tanya Siwon.

“kau masak bubur atau apa?” Tanya YoonAh.

“memangnya kenapa? Tanya siwon tidak mengerti.

YoonAh menyendokan lagi sedendok bubur itu lalu meniupnya lagi. “Ayoo buka mulutmu!” perintah YoonAh pada Siwon.

Siwon Nampak sedikit ragu. Tapi akhirnya membuka mulutnya juga. Dengan cepat YoonAh mengarahkan sesendok bubur itu masuk kedalam mulut Siwon. Dan exspresi wajah siwon sama dengan YoonAh tadi. Dan ia juga buru-buru meminum air milik YoonA secara tidak sengaja.

“Bagaimana?” Tanya YoonAh gantian.

Siwon malah cengengesan tidak jelas sambil menggaruk-garuk tengkuknya yang tidak gatal. “Hehehe.. bubur ini sangat asin.” Ucap Siwon.

“Benar.. sangat asin! Ini bukan bubur jamur tapi bubur garam! Kau makan saja sendiri!” ucap YoonAh lalu mengarahkan  mangkok bubur ke hadapan siwon.

Siwon cemberut menampilkan wajah kecewanya. “Aku memang tidak bisa memasak. Tapi ku pikir membuat bubur itu mudah. Makanya aku membuatkan untukmu. Tapi malah gagal begini.”

YoonAh jadi merasa tidak enak hati juga kalau seperti ini. Lalu ia mencoba menghibur Siwon. “He-emm iya wajarlah. Ya sudah bubur itu aku akan ganti dengan sop macaroni saja, kau mau?”

Siwon dengan cepat memanggutkan kepalanya.

“Ayoo kita masak bersama. Aku akan mengajarkanmu masak. Kau lihat ini kau terlalu besar memotong wortel dan jamurnya. Dan kau juga mengupasnya tidak bersih!” ucap YoonAh sambil menunjuk-nunjuk yang ia maksud pada magkok bubur tersebut.

“Iya..iya.. ayoo ajarkan aku cara masak yang benar!” Ucap Siwon bersemangat lalu memakaikan YoonAh celemek Yang lainnya.

YoonAh menatap Siwon aneh sekali lagi. YoonAh merasa ada yang berubah dari siwon sejak kemarin. Siwon selalu menunjukan hal-hal yang jauh berbeda dari sebelum-sebelumnya terhadap dirinya. Tapi YoonAh berusaha untuk tidak mau memikirkan apa maksud dari sikap Siwon terhadapnya. Hanya saja ia tidak pernah menolak apapun perubahan sikap Siwon yang ditunjukan padanya. Aneh sekali.

 

~***~

 

Dua Hari kemudian…

 

YoonAh sedang duduk dikursi bandara bersama Siwon di Gimpo Airport. Hari ini mereka akan melakukan perjalanan menuju Jepang tepatnya di Shirakawa,Gifu. Tujuan mereka kesana karena Siwon dan para pemain drama yang ia lakonin harus melakukan shooting dua episode terakhir disana.

“Kau sudah membawa baju yang benar-benar membuat tubuhmu hangat?” Tanya Siwon.

YoonAh menoleh. “Iya tapi hanya bawa dua. Aku hanya punya itu.” Ucap YoonAh.

Siwon masih memandangi YoonAh. “Disana sangat dingin cuacanya. Apalagi sekarang bulan desember desa itu pasti penuh dengan salju yang dingin.”

“Iya aku tahu. Tapi kau tenang saja aku ini tahan cuaca dingin kok. Aku punya penghangat tubuh didalam tubuhku sendiri.”

“Heemm.. mana ada yang seperti itu?” ledek Siwon.

YoonAh hanya tertawa menanggapinya.

Tiba-tiba Kyuhyun yang memakai mantel Hitam dan topi hitam ikut duduk disamping YoonAh sehingga membuat posisi YoonAh ada diantara Siwon dan Kyuhyun.

“Annyeong,Aleumdaun Yeoja??” sapa Kyuhyun pada YoonAh saja. dia juga memberikan YoonAh sepesial senyuman darinya.

“Oh..Annyeong Siwon-ah!!” kini Kyuhyun baru menyapa siwon.

Siwon yang melihatnya bergidik geli dan kesal melihat tingkah Kyuhyun.

“Annyeong GaemGyu?” balas YoonAh.

“Ahh…Kyeomi!!!” seru Kyuhyun secara berlebihan.

“Sedang apa kau disini?” Tanya Siwon memotong aksi Kyuhyun.

“Aku?” Tanya Kyuhyun dengan polosnya. Siwon hanya menatapnya dengan galak. “Hehhehe..Aku akan ikut kalian ke Gifu jepang!!” seru Kyuhyun dengan gembira.

“Mwo??Jinja?” Seru Siwon dan YoonAh bersamaan.

“Yaa.. kenapa kalian Nampak terkejut sekali?” keluh Kyuhyun. “Aku akan muncul di episode 16 dalam drama ini, sebagai seorang pemain biola dan penyanyi dari korea yang pindah kejepang dan aku juga ternyata yang menjadi orang dimasa lalunya Tiffany.hahhha, peran pertama di sebuah drama yang sangat bagus kan?”

“Kenapa aku bisa tidak tahu?” Tanya Siwon heran.

“Tadinya sih Yesung hyong, tapi karena yesung hyong tidak pandai berakting jadi aku yang menggantikannya. Lagi pula aku sengaja tidak mengizinkan ini diketahui public.. hahha, biar ini menjadi kejutan!!”

“Wahh..GaemGyu hebat!!!” seru YoonAh memuji Kyuhyun.

“Ahh..Gomawo!!jeongmal Gomawo!!” Kyuhyun langsung memeluk tubuh YoonAh dan membuat YoonAh sedikit sulit bernapas karena mereka sama-sama mengenakan mantel yang tebal.

Siwon lagi-lagi tersulut cemburu melihat tingkah kyuhyun ke YoonAh yang terlalu over.

“Kenapa Kyuhyun ssi ada disini?”

Suara Tiffany mengejutkan Kyuhyun sehingga ia segera menoleh ke sumber suara tapi belum melepas pelukan pada YoonAh. Kyuhyun Nampak tersenyum tidak senang melihat sudah ada Tiffany yang berdiri dihadapannya bersama Hongki dan Hara Assisten mereka.

Kyuhyun akhirnya melepaskan YoonAh dari pelukannya. Lalu beralih menatap Tiffany yang berdiri berhadapan dengannya.”Waeyo? apa yang salah memangnya? Aku akan  berperan di episode terakhir drama ini!”

“Mwoya!!!” seru Tiffany Nampak tidak percaya. “Tidak mungkin kenapa bisa kau ikut juga?” sepertinya Tiffany tidak suka dengan kehadiran Kyuhyun yang memang juga tidak suka dengan Tiffany.

“Teriakanmu itu membuat telingaku sakit!” omel Kyuhyun. “Aku ini adalah pemeran special dalam drama ini! Dan aku yang akan menaikan ratting drama ini lebih baik lagi!”

“Ciihh..Sombong sekali kau!” cibir Tiffany menanggapi ucapan Kyuhyun.

Tapi ia segera beralih ke Siwon dan mecoba duduk disamping siwon yang padahal kursi itu hanya muat untuk tiga orang. Tapi tiffany tetap memaksa ingin duduk disamping siwon. Sehingga membuat tubuh YoonAh sedikit terhimpit dengan tubuh dua lelaki yang memang sudah menghimpitnya sejak tadi.

“Oppa!! Apa kau sebelumnya sudah tahu kalau Kyuhyun juga akan main di drama kita?” Tanya Tiffany dengan nada bicara yang manja.

“Iya aku sudah tau.” Jawab siwon dengan enggan.

“Kenapa oppa tidak memberitahuku? Lalu peran dia sebagai siapa dan apa?” Tanya lagi Tiffany.

“Kau akan terkejut jika mengetahui apa perannya di drama ini!” ucap Siwon, dia pun bangun dari  posisi duduknya.

Tepat saat Siwon berdiri, mata YoonAh bertemu dengan tatapan mata Tiffany. Tiffany memicingkan matanya ke YoonAh. Berupaya membuat YoonAh akan takut padanya. Tapi nyatanya YoonAh malah membuang mukanya dan ikut berdiri dari duduknya dan berdiri disebelah Siwon. Mata tiffany terbelalak lebar dengan sikap YoonAh yang seolah mengajaknya perang.

“Ini pakai ini!” Siwon mengeluarkan penutup telinga milik YoonAh yang tempo hari ia kabur ke sungai han. Ternyata penutup telinga itu tertinggal di Apertement siwon.

“Kenapa bisa ada dikau?” Tanya YoonAh heran.

“Ketinggalan.” Jawab siwon singkat.

“Ouh..begitu!” lalu YoonAh memakainya sendiri dikepalanya seperti memakai headphone. Dan itu membuatnya jadi terlihat semakin imut dan cantik.

Hongki sejak tadi tidak luput pandangannya memperhatikan YoonAh diam-diam. Ia tersenyum tersipu ketika melihat YoonAh memakai penutup telinga itu. Rasanya ingin sekali ia mencium pipi YoonAh yang berwana kemerahan itu karena cuaca yang sangat dingin pagi ini.

YoonAh mengangkat pandangannya dan tatapannya jadi bertemu dengan Lee Hongki yang sedang tersenyum memandangnya. YoonAh yang menyadari itupun  membalas tersenyum pada Hongki, bermaksud ramah padanya. Tapi tidak ada yang mulai mengeluarkan suara diantara mereka. Khususnya hongki, ia sedikit malu kalau harus menyapa yoonah seperti biasanya Karena disini sedang ramai.

Siwon lagi-lagi yang harus menangkap dan melihat adegan tersebut. Dimana tatapan Hongki ke YoonAh yang begitu berbeda dan tersimpan makna dibalik tatapan dan senyumannya yang memuakkan bagi siwon. Ingin rasanya Siwon meninju wajah Hongki yang sudah berani terang-terangan kalau ia menyukai YoonAh! Tidak bisa dibiarkan. YoonAh hanya miliknya. Pikir siwon dalam hatinya.

“Apa sudah siap semuanya kita akan segera berangkat!!” seru salah satu staff produksi yang Nampak kerepotan sendiri mengumpulkan  para pemain dan para orang-orang dibalik layar.

“Koper tolong dikumpulkan pada staff perlangkapan kang sang Jun di samping pintu khusus  sebelum pemeriksaan tiket dan passport!” ucap sttaf tersebut lagi.

“Ne..” seru semua orang yang bersangkutan di ingatkan.

YoonAh dengan segera mendorong-dorong koper miliknya dan siwon dengan sangat kerepotan. Menuju pintu yang dimaksud bersama para asisten artis yang lainnya.

Tiba-tiba Hongki sudah berada disamping YoonAh, menajajarkan langkahnya dengan langkah kaki YoonAh dan Hongki juga mengambil koper kecil milik YoonAh serta membantunya menarik koper itu. YoonAh menatap Hongki dengan pandangan bingung.

“Biar aku saja yang membawanya!” ucap Hongki seraya tersenyum ramah pada YoonAh.

“Kamsahamnida!” ucap YoonAh dan balas memberi senyum pada Hongki.

“Kau sudah pernah ke jepang sebelumnya?” Tanya Hongki memulai pembicaraannya pada YoonAh. Berhubung dia sedang berdua saja dengan YoonAh.

“Sudah, tapi saat aku berusia delapan tahun..hehhe..sudah lama sekali, itupun aku pergi ke Tokyo. Hah, pasti sudah banyak yang berubah dari Jepang” ungkap YoonAh. Wajahnya jadi sedikit tersenyum kecil karena jadi ingat kejadian dimasa ia kecil.

“Oh..iya sudah lama sekali..” komentar Hongki. “Hemm.. kau percaya tidak kalau Ayahku orang jepang?”

“Ahh..Jinjja??” ucap YoonAh sedikit menjerit mendengarnya.

“Iya.. tapi sayangnya dia sudah bercerai dengan ibuku. Sekarang aku tinggal dengan ibu dan appa baru. Tapi hubunganku dengannya masih sangat baik. Jika setiba di jepang kita ada waktu, aku akan mengajakmu mengunjunginya kau mau?”

“Ahh..begitu ya..” ucap YoonAh sambil manggut-manggut. “Iya..aku mau..”

“Kenapa Lama sekali?”  ucap Siwon dan Kyuhyun bersamaan. Memotong pembicaraan YoonAh dan Hongki

YoonAh menatap bergantian ke Siwon dan Kyuhyun yang tiba-tiba muncul dari arah yang berlawanan.

Hongki Nampak diam melihat kyuhyun dan Siwon yang menghampiri YoonAh dan membuat jarak antara dia dan YoonAh. Siwon menarik koper miliknya dari tangan YoonAh dan Kyuhyun menarik koper YoonAh dari tangan Hongki, lalu tangan lain mereka yang tidak menenteng apapun sama-sama  menggandeng tangan YoonAh dan menyeret YoonAh kepintu VIP  kepergian  Yang memang sudah di khususkan untuk semua yang bersangkutan dalam drama ini. Hongki ditinggalkan begitu saja setelah YoonAh dibawa pergi oleh Siwon dan Kyuhyun.

“Di pesawat Kau duduk denganku ya? Aku ingin mengajarkan kau bermain games!” ucap Kyuhyun.

“Tidak..dia ini adalah Asistenku, maka dia harus selalu berada disampingku!” tandas Siwon menolak ucapan Kyuhyun.

“Jangan selalu menggunakan kata Asisten sebagai alasan!” sela Kyuhyun.

“Nyata memang seperti itu! Sekarang lepaskan tangan YoonAh dari tanganmu!”

“Tidak akan! Kau saja yang melakukannya!” cetus Kyuhyun rupanya tidak mau kalah.

“Apa kau bilang?” tantang Siwon lagi.

“STOP!!!!” teriak YoonAh yang sejak tadi digandeng tangannya oleh dua orang yang memperebutkan dirinya secara terang-terangan tapi dengan sikap yang sangat kekanak-kanakan sekali. Dan perdebatan mereka juga membuat telinga YoonAh sakit mendengarnya.

Siwon dan Kyuhyun kompak menatap YoonAh bersamaan. Wajah YoonAh Nampak sangat kesal.

“Aku putuskan! Aku tidak mau dipesawat duduk dekat kalian!!! Aku akan duduk bersama Harra eonni!!” ucap YoonAh dengan sangat lantang dan berharap dua lelaki ini mengerti. “Dan sekarang lepaskan tangan kalian dari tanganku!” perintah YoonAh.

Terpaksa Siwon dan Kyuhyun segera melepas tangan mereka. Dan dengan cepat YoonAh berlari meninggalkan mereka yang masih tercenga kaget dan menyusul Go harra lalu meminta agar ia selama dipesawat selalu bersama Hara saja tidak mau dengan yang lain terutama dua lelaki labil tadi. Maksudnya Siwon dan Kyuhyun. Kalau sebelum berangkat kejepang saja keadaan sudah sekacau ini apalagi nanti saat di jepang. Apa yang akan terjadi?.

 

~***~

 

***To Be Continue***

 

 

Note:  Tidak terasa FF sequel ini sudah mencapai part.6 Tidak terlalu lama menunggunyakan? 1minggu sekali saya kirim ke yang punya Blog untuk mengpostnya.,:) tapi agak kecewa di part.5 kemarin komentarnya tak seantusias part-part sebelumnya..:( apa ceritanya sedikit membosankan? Atau banyak Silent reader? I don’t Know.. jadi mohon minta pendapatnya ya dikomentarnya kali ini. Hehhe soalnya saya sempat berpikiran akan mengikuti jejak Autor lain yaitu memprotect FF saya ini hehhe *Sadis* biar Silent Readersnya pada KEPO 😀 udeh deh sekian “NOTE” dari saya.. semoga FF ini menghibur dan tidak mengkecewakan pembaca dan Yoowonited INDO!!! ^_^ See You in the next part…!!!

Iklan
Pos Sebelumnya
Tinggalkan komentar

137 Komentar

  1. aat yoonwon

     /  Juli 30, 2013

    Apa yang bakal terjadi di jepang?

    Balas
  2. Di awal semept menggalau tapi di akhir lucu baca tingkahnya wonppa sama kyuhyun oppa…kekekeke…
    .lanjut…

    Balas
  3. Agatharia

     /  Agustus 11, 2013

    Siwon udh mulai terang2an suka sm yoona..mreka tuh sosweeetttt ihhh >< seruuu pkoknya..

    Balas
  4. Permana

     /  Agustus 15, 2013

    Wah!!mju truz siwon…jngan mw klah ma yg lain..

    Balas
  5. lala

     /  Agustus 18, 2013

    lucuu..

    Balas
  6. sari

     /  Agustus 23, 2013

    ceritanya keren 🙂
    lucu bgt siwon oppa ma kyu oppa kyak ank kecil
    yoona jd bahan rebutan

    Balas
  7. Akhyla YoonWonited

     /  September 2, 2013

    Hahaha.. Chapter ini agak” lucu 😀 ,, siwon udh ada rasa ma yoona ! Lah yoona nya kpn ??

    Balas
  8. Raya

     /  Oktober 16, 2013

    Wahhh bagus ni min
    En mungkin aq komen nyaa Gɑ̤̈ d setiap part deh soalnya on d hp lama hehehehehe

    Balas
  9. Hahhahaha…WonKyu bner2 bkin Yoona kssal…!!

    Kpan ya yoonwon jdian ?? knp Yoona g’ pka bged sih sm prasaan Siwon ??

    Balas
  10. yeona

     /  Maret 23, 2014

    Hhaha lucu deh
    Ntar yoona onni suka kan sama siwon oppa?

    Balas
  11. nina

     /  Mei 2, 2014

    hahahaha…yoona jd bhn rebutan……lucu bgt…..bc lgi ah

    Balas
  12. Benar2 seru ni ceritanya, wonppa mulai cemburu ni sama Hong Ki. Wah… Bakal ada persaingan hebat ne, author emang daebak ya inspirasinya benar2 luar biasa
    tapi authornya baik bgt apalagi Capter2 nya gk di proteksi

    Balas
  13. Waah,, Yoona eonni jadi rebutan 3 orang…
    Seru,, seru…
    Lanjut!!!

    Balas
  14. Dwi Sivi Fatmawati

     /  Januari 8, 2015

    haduh cinta yg sulit banget ya bkan cinta segitiga aja deh kalo gini ceritanya hehe

    Balas
  15. sdhifakhri

     /  Maret 23, 2015

    Seru bgt , Siwon cemburu sama hongki dan kyuhyun , haha.

    Balas
  16. Zhahra

     /  April 6, 2015

    Waaah…makin ribet aja ya….
    Mereka ngerebutin yoona unni semua…
    Tpi tetep yoona unni hanya milik wonpa seorang

    Balas
  17. ria

     /  Oktober 18, 2015

    Yoona knp g nyadar sih lw siwon suka pada’a,..

    Balas

United, Leave a Coment Here

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: