[FF] I Believe in Love (Episode 1)

 [I Believe in Love: Episode 1]

Main Cast:

Choi Si Won

Im Yoon Ah

Kim Sang Bum

Kim So Eun

Kim Soo Hyun

Baek Su Ji

Genre: Romance, Friendship, Drama

Rating: G

A Story By Resty Meidalita Utami

♥♥♥

Hari itu di bandara Incheon terlihat begitu ramai dan sangat padat dengan kerumunan orang banyak yang sibuk dengan tujuan masing-masing. Di awal musim semi memang sepertinya menjadi ajang yang paling cocok untuk pergi berlibur. Kebanyakan orang memilih pulau Jeju, Nami, atau bahkan pergi ke luar negeri untuk tujuan liburan mereka,

Ditengah-tengah lalu lalang orang banyak, terlihat seorang wanita bertopi dengan kaos hitam polos dan celana jeans tengah mengumpat-umpat sendiri saat ia tengah berbicara dengan seseorang yang terhubung panggilan dari ponsel yang sedari tertempel dengan baik di telinga kanannya.

Wanita itu―Im Yoona sampai tak sadar bahwa sedari tadi ia mengeluarkan suara dengan nada yang cukup tinggi, orang-orang di sekitar yang daritadi memberikan tatapan heran padanya pun sampai tak ia sadari. Perhatiannya benar-benar tertuju penuh pada orang yang tengah bergulat dengannya disambungan telephone.

“Aku benar-benar sudah sampai. Jadwal penerbangan di percepat setengah jam  dan aku tak bisa mengabarimu karna tidak sempat. Saking terburu-burunya sebagian barangku ketinggalan…

…Bukan teledor, tapi aku benar-benar dikejar oleh waktu. Lebih baik ketinggalan satu koper barang daripada salah satu anggota keluarga ku menemukanku dan mereka memasaksa untuk kembali pulang…

…Yasudah aku akan tunggu kau di…. Aw!”.

Tak sengaja sikut Yoona bertabrakan dengan lengan orang disampingnya yang sepertinya juga tengah asyik bertelphone-an. Yoona menghentikan obrolannya sejenak hanya untuk memeriksa sikunya yang agak lecet karna terkena jam tangan pria itu.

“Oh maaf nona..”, sesal pria itu basa-basi.

Awalnya Yoona akan menyentak dan memarahinya, namun senyuman yang diberikan pria berkacamata hitam itu membuat Yoona tak tega untuk membentaknya. Akhirnya Yoona hanya tersenyum seadanya seakan mengatakan –tidak-apa-apa- kemudian melanjutkan kembali memasang ponsel ke telinganya.

“Kau kabari aku lagi jika sudah tiba, aku akan menunggumu di cafe dekat-dekat sini. Dari rumah aku benar-benar tidak sempat makan apa-apa…

…Ya, aku tunggu”.

Dengan satu hentakan Yoona memencet tombol reject dan kembali menyimpan ponselnya kedalam tas putih yang tergantung di pundaknya lalu beranjak meninggalkan bandara menuju restoran untuk mengganjal perut kosongnya.

Didalam sebuah cafe dengan dekorasi ruangan yang terlihat mewah dan elegant itu Yoona duduk tepat didekat jendela sehingga dapat dilihat dengan jelas dari luar dengan mata telanjang. Kali ini ia tak sendiri melainkan di temani seorang wanita dengan rambut diikat satu dan poni lurus yang menutupi jidatnya.

Kala itu Yoona sehabis menceritakan perjalanannya dimulai dari ia pergi diam-diam dari rumahnya di Jinan sampai akhirnya berhasil minggat ke Seoul tanpa di ketahui satu orang pun anggota keluarganya.

“Woah.. kau benar-benar nekat sekali”, Lee So Eun hampir tersedak mendengar penuturan Yoona, wanita ini adalah sahabat lama Yoona. Dulu mereka bersekolah di SMU yang sama, namun karna So Eun memutuskan untuk ikut bersama kakaknya pindah ke Seoul dan melanjutkan kuliah disana semenjak ibunya yang single parent meninggal dunia akibat kanker payudara, semenjak itu So Eun dan Yoona jadi jarang bertemu karna jarak yang memisahkan mereka.

“Ingat aku adalah strong Yoong”, timpal Yoona dengan bangganya.

Soeun tercekik tertawa, “Tapi tetap saja aku masih meragukanmu. Di Jinan hidupmu benar-benar terjamin, butuh apa-apa sudah langsung ada didepan mata. Sekarang kau harus benar-benar bekerja keras hanya untuk mendapatkan sesuap nasi. Apa benar kau sanggup melakukannya hah anak manja?”, tanya Soeun dengan nada meremehkan.

“Menyebalkan, lihat saja aku akan membutikannya padamu”, balas Yoona tak ingin kalah.

“Aku akan pegang janjimu”. Yoona hanya membalasnya dengan tatapan –aku-tak-takut-. Dan mereka kembali menikmati makanan yang sudah tersaji diatas meja. “Oh Yoong, masalah pekerjaan yang sudah kujanjikan padamu, besok kau datang saja ke alamat ini dan temui kakakku. Aku sudah berbicara padanya, dia bekerja sebagai General Manager disana”, Soeun menyodori secarik kertas dengan tulisan alamat lengkap perusahaan yang ia maksud dan Yoona meraihnya.

“Umm… baiklah. Sebelumnya terimakasih dan maaf telah merepotkanmu nona manis”, Yoona mencubit pipi Soeun dengan sebelah tangannya.

Soeun merengek saat cubitan Yoona mulai terasa sakit di pipinya. “Yak! Sudah lepaskan.. Appoyaaa..”.

“Oh ya, seharusnya aku tak boleh merusak wajah wanita yang sebentar lagi akan bertunangan ini”, dengan gerakan cepat Yoona segera melepaskan cubitannya.

“Ish…”, Soeun mendengus. “Ya, jika kau terus menyiksaku aku tak akan segan-segan untuk mengadu pada kekasihku”, ujarnya mencoba menakut-nakuti.

“Huuu… aku takut sekali”.

Gelak tawa pun semakin menyertai kebersamaan mereka.

♥♥♥

Seorang pria tengah asyik memainkan kamera nya memotret beberapa model di depan sana. Terlihat begitu lincah, setiap jepretan photo yang ia ambil pasti hasilnya sangat berseni. Choi Siwon—pria ini adalah seorang photografer profesional sebuah majalah style dan perusahaan pakaian fashion di Seoul, Korea Selatan. Ia memang sangat handal dalam hal fotografi, bahkan mungkin lebih dari itu. Bakat yang ia punya pula yang cukup mendukung.

Karna kepiawaiannya itulah kini Siwon sering mendapat job, bahkan sekarang sudah dua perusahaan majalah yang merekrutnya sebagai photografer tetap disana. Bertemu dengan model-model cantik dan bertubuh ideal dan sexy itu sudah hal yang sangat biasa. Tak jarang karna ketampanan Siwon, mereka selalu mendekatinya. Tak bisa dipungkiri memang, Siwon dengan tubuh atletisnya dan wajah yang tampan dengan mudahnya dapat meluluhkan hati setiap wanita yang melihatnya. Mungkin karna itu pula ia terkenal dengan sebutan playboy.

Pemotretan hari ini akhirnya sudah selesai. Siwon dengan kamera yang tak pernah lepas terlingkar di lehernya itu tengah memeriksa hasil jepretannya didepan laptop. Tak lama konsentrasinya langsung buyar seketika saat seseorang menepuk bahunya.

“Oppa”, sapanya manja.

Siwon mengalihkan pandangan kearahnya. Lalu senyuman tersinggung dibibirnya sambil memamerkan kedua lesung pipitnya. “Waegeurae?”.

“Aku boleh menemanimu?”, tawar wanita itu yang juga salah satu model yang ia photo tadi.

“Akan sangat bodoh jika aku menolak bidadari cantik sepertimu. Tentu saja sayang, ayo duduklah”, jawab Siwon begitu welcome seraya menepuk-nepuk kursi disampingnya.

Wanita itu tersenyum puas lalu duduk sambil melingkarkan tangannya dilengan Siwon. “Kau sedang melakukan apa?”.

“Apa lagi jika bukan memeriksa hasil jepretanku.. lihatlah, ku perhatikan hanya photo mu saja yang terlihat bagus”.

“Oppa bisa saja”, sang wanita tersenyum malu.

“Hey, aku mengatakan yang sebenarnya”, tiba-tiba Siwon mendekatkan wajahnya lalu membisiki wanita itu sesuatu. “Jika boleh jujur, model lain terlihat sangat payah. Tidak sepertimu”.

“Ah oppa”, wanita itu memukul kecil lengan Siwon. Wajahnya memerah dan tersenyum tersipu. Bukan dalam hal fotografi saja, tapi Siwon juga handal dalam hal merayu wanita.

Tak lama suara ponselnya berdering, ia langsung merogoh saku celananya.

“Cantik, aku menerima telephone dulu ya”, ijinnya. Sedangkan sang wanita hanya mengangguk mengiyakan.

Siwon berdiri dan berjalan menjauh kearah pintu keluar. Sebelum mengangkatnya ia melihat terlebih dahulu kearah layar, tertera nama Kim Soohyun disana.

“Ye, ada apa?”, tanyanya santai. Namun orang dijalur sana tiba-tiba berteriak.

“Choi Siwon, sebenarnya kau berada dimana sekarang?”, tanyanya dengan nada keras langsung menerjang gendang telinga Siwon.

Siwon mendengus pelan seraya menjauhkan ponsel dari telinganya. Beberapa detik kemudian kembali ia menempelkan ponselnya dengan benar dan berkata, “Ada apa kau Kim Soohyun? Benar-benar membuat telingaku hampir tuli saja”, gerutunya.

“Sore ini acara pertunangan Kimbum akan dimulai, satu jam yang lalu aku menunggumu seperti orang linglung disini, dan sampai sekarang kau tak datang juga. SEBENARNYA KAU ADA DIMANAAAA?”.

Lagi-lagi karna teriakan Soohyun, Siwon kembali menjauhkan ponsel dari telinganya.

Ia hela nafasnya untuk beberapa saat. “Kukatakan tadi aku masih ada pemotretan. Lagipula siapa suruh kau menungguku?”.

“Oh tuhan, anak ini benar-benar. YAK! CHOI SIWON! Sebelum kesabaranku habis cepat kau kesini‼!”.

Karna tak ingin terlalu lama mendengar ocehan Soohyun, Siwon pun mengalah. “Araso..araso.. aku pergi!”, ujarnya menyudahi dan mereject sambungan telephone dengan satu hentakan.

♥♥♥

Siwon keluar dari lobby kantor, sebuah perusahaan fashion bernama SPAO yang paling terkemuka di Korea Selatan. Buru-buru ia pakai jacket hitamnya dan berburu kunci mobil di saku celana, kemudian tanpa membuang waktu lagi ia berderap kearah mobilnya yang terparkir dihalaman.

Beberapa detik kemudian seorang gadis dengan rambut yang hampir tak rapi dengan tas hitam yang asal tergantung dilengannya dan amplop coklat tua ia peluk erat-erat, terlihat begitu terburu-buru memasuki gedung yang sama.

“Matilah aku sekarang”, gerutunya merapikan dahulu rambutnya dengan jari-jari tangan sebelum masuk. Ia lirik jam tangannya, “Aaah, sudah benar-benar telaaaat!”. Dengan cekatannya ia berlari kecil kearah gedung itu.

Sesaat masuk ia langsung menghampiri bagian resepsionist. Nafasnya masih tersenggal-senggal, ia menyenderkan dahulu tubuhnya di tembok.

“Annyeonghasimnikka agassi, ada yang bisa saya bantu?”, tanya sang penjaga resepsionist dengan tatapan agak heran.

“Hhh? De, aku ingin memberikan berkas lamaran kerja”, ujarnya seraya menyimpan berkas yang ia bawa keatas meja.

“Mm… agassi”, perlahan tangan sang pegawai menggeserkan berkas itu semakin menjauh. “Maaf, tapi perusahaan kami sedang tak membuka lowongan kerja, sepertinya anda salah alamat”.

“Mwo..mworago?? Tidak mungkin, perusahaan ini jelas-jelas tempat kakak temanku bekerja. Mana mungkin aku salah”.

“Untuk penerimaan lamaran kerja baru akan kembali dibuka lagi tahun depan, sekarang sudah tak bisa”, jelas sang resepsionist untuk kedua kalinya.

“Hajiman.. aku..”, Yoona terdiam sejenak seraya menggigit bawah bibirnya. Dan sedetik kemudian ia mencondongkan tubuh sambil berbisik, “Tolonglah diterima”, pinta Yoona semakin memelas.

Namun sang resepsionist masih bersikukuh, ia menggelengkan kepalanya dengan wajah menyesal. “Maafkan saya agassi, sudah tidak bisa”.

Yoona pun melengguh lemas, “Oh, baiklah”, ia berbalik dan berjalan menuju pintu keluar dengan sedikit gontai. Dengan pikiran yang sedikit kalur konsentrasinya menjadi terganggu, yang akhirnya ia bertubrukkan dengan seorang pria tinggi bertubuh tegap. “Aw..”.

“Kau tidak apa-apa nona?”, tanya pria itu dengan suara bass nya.

Yoona sedikit meringis seraya memegang lengannya, lalu mendongakkan kepala dan menatap kesal kearah pria itu. “Bisakah kau berjalan lebih hati-hati?”, sentaknya. Moodnya benar-benar sedang buruk sekarang.

Pria itu melipatkan kedua tangannya di dada sambil tertawa, “Nona, bukankah tadi kau sendiri yang tak memperhatikan jalan. Kenapa menyalahkanku”.

“Hoh, lucu sekali”, karna tidak ingin perkepanjangan Yoona pun pergi  melewati pria itu dan meninggalkannya begitu saja.

Seraya menatap kepergiannya, sang pria menoleh kebelakang sambil tertawa geli melihat Yoona yang berjalan keluar dengan bibir terus menggerutu dan wajah yang kusut.

Namun tiba-tiba saja langkahnya terhenti. Ia berdiam diri sejenak, mencoba mencerna-cerna pikirannya. Membalikkan kepalanya dan menatap pada lelaki tadi yang sekarang sedang bertegur sapa dengan beberapa pegawai lalu beberapa detik kemudian ia alihkan lagi kepalanya kedepan. Hal itu ia lakukan sampai tiga kali sampai akhirnya matanya terbelalak sempurna saat mengingat-ingat sesuatu. Ia teringat dengan foto yang Soeun tunjukkan kemarin.

“MINHO OPPA?”, Yoona yang sangat refleks berteriak itu langsung menjadi pusat perhatian. Aish, kenapa ia tak bisa mengontrol dirinya.

Lelaki yang 5 menit yang lalu di bentak oleh Yoona pun menolehkan wajahnya pada Yoona dengan alis terangkat.

Yoona benar-benar sudah dibuat malu sekarang. Ia menutupi wajahnya dengan amplop yang tadi ia bawa lalu berjalan kecil menghampiri orang yang ia panggil ‘Minho oppa’ tadi.

♥♥♥

Yoona masih kaget. Oh bukan, rasanya ia sudah hampir mati saja. Pria yang tadi ia bentak-bentak adalah kakak Seoun, ketua menejer di perusahaan fashion itu. Dasar Im Yoona bodoooh‼ ia mengutuk dirinya sendiri dalam hati. HE’S LEE MINHO. Oh GOD, bagaimana bisa ia tak mengenalinya.

“Agassi, kenapa hanya melamun”, Minho berdongak sambil menatap heran kearah Yoona yang masih berdiri bak orang bodoh. Yang diajak ngobrol masih diam tetap dalam posisinya yang sama. Sekali lagi Minho menyahutnya, “Nona, kau baik-baik saja?”.

Yoona terperanjat, wajahnya hampir pucat saking gugupnya. “De.. ah ternyata anda..”, ucapan Yoona terhenti sejenak, lalu sedetik kemudian menundukkan kepalanya dalam-dalam sambil berkata, “Maafkan saya untuk insiden tadi. Aku benar-benar tak tahu jika anda adalah…”.

“Hahaha..”.

Suara tawa Minho menghentikan ucapan Yoona, ia mengangkat kepalanya dan menatap heran kearah Minho.

“Tidak usah dipermasalahkan seperti itu. Sekarang kau duduklah dahulu”, perintahnya menunjuk kearah kursi didepannya.

Walau masih terasa kaku Yoona pun mengangguk sambil mendudukkan diri.

“Jadi kau adalah teman adikku?”, tanya Minho yang disusul oleh anggukan kepala dari Yoona. “Seoun bilang bakatmu dalam desain cukup bagus. Untuk lebih meyakinkan, kau bisa mengikuti test terlebih dahulu?”.

“Tentu saja tuan, aku akan melakukan yang terbaik. Kau bisa pegang kata-kataku”, ujarnya semangat.

Minho memegang dagunya, “Baiklah, ayo kita mulai kerjasamanya”, Minho mengulurkan tangannya.

Dan Yoona membalas, mereka berdua berjabat tangan.

Setelah test dilakukan ternyata cukup membuat Minho puas dengan hasil kerja Yoona. ia terlihat sangat terampil dan kreatif dalam mendesain hal apapun bentuknya. Hari itu juga Yoona dimintai untuk bekerja langsung dan mengerjakan sebagian pekerjaannya juga. Ini Minho anggap sebagai tambahan untuk test permulaan juga sebagai awal ia menjadi pegawai tetap disana. Dan Yoona tentu setuju.

Hari itu Minho bekerja hanya sampai setengah hari karna sore nanti adalah hari pertunangan adiknya, Soeun. Minho juga sedikit menyesalkan karna ia langsung memberikan Yoona banyak pekerjaan di awal bekerjanya membuat ia tak bisa datang ke acara pertunangan sahabatnya.

“Sungguh tidak apa-apa kwajangnim, saya yakin Soeun juga pasti akan mengerti”.

Minho mengangguk kecil menanggapinya.

“Tolong sampaikan ucapan selamat dari saya untuk adik anda”, ucap Yoona menambahkan sebelum Minho benar-benar pergi.

“Ya, akan saya sampaikan”.

♥♥♥

Tibalah acara pertunangan Kimbum dan Lee Soeun yang hanya dihadiri oleh beberapa saudara, teman dekat, dan kerabat saja. Walaupun tidak terlalu mewah namun acaranya lumayan menyenangkan dan berjalan dengan hikmat.

Saat itu Kimbum dan Soeun tengah menyapa para tamu undangan, sedangkan Siwon dan Soohyun terlihat tengah berdiri berdua seraya memegang gelas dengan cairan berwarna merah pekat yang tengah menikmati alunan gitar merdu dari Sungha Jung diatas panggung sana.

Tak lama terdengar suara cempreng menghampiri mereka. Dia adalah adik perempuan Kimbum, Suji namanya.

“Annyeong..”, sapanya sambil melingkarkan tangannya pada lengan Soohyun.

Dari awal sejak mendengar suara wanita ini Soohyun memang sudah merasa tak enak hati.

“Wah Suji, kau terlihat semakin cantik saja”, puji Siwon basa basi.

“Benarkah?”, Suji menutup mulut dengan telapak tangannya karna terkesima. “Tapi kenapa Soohyun oppa juga tidak memuji penampilanku”, ia memasang wajah cemberut menandakan wajah kecewanya.

“Kau cantik”, ucap Soohyun terdengar sangat terpaksa. Walaupun begitu tetap berhasil membuat senyum Suji mengembang dan wajahnya memerah semu.

Siwon benar-benar dibuat terkekeh geli melihat pemandangan didepannya. Si wanita benar-benar menggoda malam itu, namun sang pria malah membalasnya dengan sikap yang super duper dingin. Hahaha.. kapan Suji akan berhenti mengejar-ngejar Soohyun, dan kapan juga Soohyun sahabatnya yang sikapnya jauh lebih dingin dibandingkan es di kutub utara itu akan berubah sedikit lebih hangat lagi? Pikiran Siwon berputar-putar memikirkan tingkah kedua insan yang berbanding terbalik ini.

“Oppa, ayo kita pergi mengambil pancake”, ajak Suji menarik tangan Soohyun.

“Ah aku sedang tidak ingin memakan kue”, tolaknya berusaha sehalus mungkin.

“Kalau begitu mencari makanan yang lain saja”. Oke sepertinya Soohyun tak bisa melawan keinginan yang kukuh dari wanita manja ini. Mereka berjalan berlalu tanpa memikirkan nasib Siwon yang sudah mereka tinggalkan sendiri itu.

“Ya..ya.. baiklah.. aku ditinggal pergi”, gerutu Siwon lalu menyesap minumannya kembali.

Benar-benar tak membutuhkan waktu yang lama, di ujung sana terlihat ada seorang wanita bule dengan gaun merah tengah menatapnya seraya tersenyum begitu manis. Siwon membalas tersenyum lalu berjalan menghampirinya. ‘Haha apa aku bilang, wanita di dunia ini memang tidak akan pernah membuatku menganggur’.

♥♥♥

Sudah pukul 7 malam, namun masih terlihat kesibukkan di gedung SPAO. Dan sekarang Yoona sepertinya sudah bisa bersosialisasi dengan karyawan lain. mereka kelihatannya juga menyukai Yoona. Kali ini Yoona patut berterimakasih pada Soeun karna telah memberikan pekerjaan yang menyenangkan ini.

“Kau cukup beruntung, dalam sekali test langsung diterima dan di perbolehkan bekerja pada hari itu juga. Jika aku dulu, harus melalui beberapa seleksi dulu baru bisa di terima. Benar-benar merepotkan”, ujar Jung Ilwoo sambil duduk di atas meja, ia adalah karyawan di bagian editing.

Yoona hanya tersenyum sambil menunduk menanggapinya. ‘Sebenarnya bukan beruntung, tapi sepertinya karna Soeun yang memaksa kakaknya untuk menerimaku’, ucapnya dalam hati.

“Yoona-ssi, kau bilang kemarin kau baru pindah ke Seoul kan? Lalu kau tinggal dimana sekarang?”, tanya wanita yang duduk tepat disamping Yoona dengan rambut diikat satu bernama Song Jihyo.

Yoona berfikir sejenak sebelum menjawab, “Kemarin aku bermalam dihotel. Dan besok aku berniat akan mencari apartement. Apa kalian tahu tempat apartement yang tidak terlalu mahal di sekitar sini yang masih kosong?”.

“Aku tahu. Dari sini kita hanya perlu berjalan kaki sekitar 15 menit saja. Gedung apartementnya pun cukup strategis, percis di persimpangan jalan, dekat dengan supermarket, tempat sauna dan yang paling penting pemiliknya adalah kenalanku, jadi jika kau ingin pesan satu apartement bisa langsung ku hubungi temanku. Itu akan lebih terasa nyaman bukan?”. Ilwoo benar-benar menjelaskan sudut letak apartement yang dimaksud dengan sangat-sangat jelas. Sekalian promosi sepertinya.

“Benarkah? Aku tentu bersedia Ilwoo-ssi, apa kau bisa memberikan alamatnya agar besok aku bisa langsung pergi kesana?”, tanya Yoona dengan mata berbinar.

“Eiii… tak usah menunggu besok, hari ini pun aku mau mengantarmu langsung melihat-lihat kesana. Bagaimana?”.

“Jeongmal? Kau tak keberatan?”.

“Tentu saja tidak”, balas Ilwoo tersenyum, terlihat senang bisa membantu teman barunya itu.

“Ekheum…”, tak lama seorang wanita menghampiri ketiganya seraya melipatkan tangan didada. “Apa pantas kalian berkumpul tak jelas seperti ini di waktu jam kerja? Cepat kembali ke kursi kalian masing-masing dan bekerjalah dengan benar”, ujarnya menatap sinis.

Melihat Ilwoo dan Jihyo yang terlihat ketakutan pun Yoona ikut menundukkan kepalanya tanda menyesal dan mereka berjalan ke meja kerja mereka masing-masing.

“Jihyo-ssi, siapa wanita itu?”, bisik Yoona.

“Dia adalah Ketua Karyawan disini, seorang wanita titisan nenek sihir yang sangat menyeramkan”, Jihyo bergidik sambil menjelaskan.

Yoona hanya memanggutkan kepalanya sambil membentuk mulut nya seperti huruf ‘O’.

“Jadi anda yakin ingin mengambil yang ini saja agassi?”, tanya seorang pria 40 tahun-an, sepertinya ia adalah salah satu pekerja atau semacam manager lagi di gedung apartement itu. Ya kurang lebih orang yang selalu mengatur jual-beli hak milik apartement.

“Ya, tepat berhadapan dengan jalan raya. Interior nya aku benar-benar suka. Aku akan ambil yang ini”, ucap Yoona dengan nada pasti.

“Ya baiklah, karna masalah keuangan sudah selesai anda bisa langsung mengambil surat hak milik apartement ini”.

Yoona mengangguk seraya meraih berkas yang pria itu sodori. “Semoga anda betah tinggal disini nona, jika anda butuh orang untuk membersihkan ruangan ini anda bisa menghubungi saya”.

“Sepertinya aku akan membersihkan ruangan ini sendiri. Tapi terimakasih untuk tawarannya”.

Pria itu menganggukan sedikit kepalanya. “Kalau begitu saya tinggal dulu. Ilwoo-ya, cepatlah pergi untuk makan malam”, ia menepuk pundak Ilwoo.

“Ah ahjussi”, Ilwoo hanya mengangguk-garuk tengguknya seraya menatapi kepergian ayah temannya itu. “Yoona-ssi, wajahmu terlihat begitu kecapean. Lebih baik kau pulanglah dulu, sebelum besok benar-benar sudah pindah kesini”.

Yoona mengangguk paham. “Ya, kurasa juga lebih baik begitu”.

Mereka berdua pun keluar apartement. Tapi sebelum itu Yoona mengubah password pintu terlebih dahulu karna sekarang apartement ini memang sudah benar-benar menjadi miliknya.

Yoona dan Ilwoo berjalan beriringan menyusuri lorong-lorong gedung dengan sedikit penyinaran itu.

“Ilwoo-ssi”, panggil Yoona memulai pembicaraan.

Ilwoo menengok sambil mengangkat sebelah alisnya. “De? Waegeurae?”.

“Hari ini kau sudah membantuku, jadi kuputuskan malam ini untuk mentraktirmu makan… kau mau?”.

Detik itu juga Ilwoo langsung tersenyum, “Yah… mana mungkin aku menolak tawaran dari gadis cantik sepertimu”.

Yoona ikut tersenyum sambil menundukkan kepalanya, pria yang ada disampingnya ini memang sangat lucu.

PRANG~

Didalam kesunyian tiba-tiba terdengar suara aneh, seketika pandangan Yoona dan Ilwoo teralihkan kesumber suara. Lalu keduanya saling tatap karna heran.

“Hey, anybody there?”, terdengar seorang wanita setengah berteriak.

Yoona dan Ilwoo berjalan semakin mendekat. Dan sekarang mereka sudah bisa melihat dengan jelas siapa orang itu, seorang wanita bule yang tengah memapah pria dengan kemeja dan dasi yang sudah tak terpasang dengan baik dan mata yang teler―dengan susah payah. Sepertinya ia tengah mabuk berat.

“Please, i need your help”, seru wanita bule itu lagi yang semakin tak berdaya memapah tubuh pria itu yang tentu lebih berbobot di bandingkan dengannya.

“Omo, Siwon-ah?”, pekik Ilwoo saat baru sadar bahwa pria yang tengah mabuk itu adalah rekan kerjanya sendiri.

Yoona menatap bingung, “Kau mengenalnya?”.

“Can you two bring this guy to his apartement? I have to go now… Thankyou for your helf first. Good night”, tanpa basa basi wanita itu meninggalkan ketiganya seraya berlari kecil.

“Hah sial”, Ilwoo menatap wajah kusut Siwon yang sekarang sudah benar-benar berantakan. Ia pun melingkarkan lengan kiri Siwon ke pundaknya dan mencoba memapahnya. Untung Ilwoo masih ingat dimana letak apartement Siwon yang juga berada dalam satu gedung yang sama. Sementara itu Yoona hanya mengikuti mereka dari belakang.

‘704?’, Yoona menyipitkan matanya saat Ilwoo semakin mendekati apartement bernomor 704 itu. ‘Tunggu apartementku ada di ruang 705 kan?’, untuk meyakinkan Yoona kembali memeriksa berkas yang baru ia terima tadi. ‘Benar, jadi dia akan jadi tetanggaku. Wah kuharap dia adalah pria baik-baik, tapi jika melihatnya dalam keadaan seperti ini kurasa.. Euuunnggg..’, Yoona terus berkutat dalam hati

Tanpa menyadari bahwa sedari tadi Ilwoo tengah dibuat kesal karna saat menanyakan password pintu apartement nya pada Siwon, Siwon hanya mendengkur atau menjawab dengan kata-kata aneh dan tidak nyambung.

Siwon didudukkan di atas lantai dan Ilwoo membiarkan tubuhnya bersender di tembok dekat pintu. Lalu Ilwoo berjongkok berhadapan dengan Siwon terus berusaha agar Siwon mau memberitahu berapa password pintunya dan mereka bisa masuk kedalam.

“Choi Siwon, cepat katakan padaku berapa password pintunya. Jika tidak aku akan membiarkanmu tidur disini sampai pagi”, ujar Ilwoo yang mulai frustasi.

“Iya, kau terlihat sangat cantik sayang..nggg”, Siwon kembali mengatakan hal-hal yang aneh dan tentu itu membuat Ilwoo semakin kesal. Hari sudah benar-benar larut sekarang, sedangkan ia belum beristirahat sedikitpun setelah sepulang bekerja.

“Aish bocah ini..”, Ilwoo memegangi kepalanya. Menahan diri agar kepalanya tidak meledak karna sudah kehabisan kesabaran.

“Dia masih belum sadar ya”, Yoona menghampiri sambil ikut berjongkok. Ilwoo hanya menatap Siwon dengan sinis. “Sebenarnya pria ini siapa?”.

“Dia salah satu photografer di kantor kita, yang terkenal dengan kata-kata manisnya. Dia seorang playboy akut”.

“Sudah kuduga”, sekarang Yoona pun ikut memperhatikan Siwon yang masih tergeletak tak berdaya. “Tuan, tuan, bangunlah”, kali ini Yoona menepuk-nepuk punggungnya. Semoga ia berhasil. “Tuan tampan, kau bisa beritahu password pintu apartementmu?”, kali ini Yoona nekat berbisik ditelinga Siwon.

Siwon nyengir masih dengan mata telernya. Sepertinya ia mulai terangsang [?].

“Tuan, berapa password pintu apartementmu?”, sekali lagi Yoona bertanya.

“Tujuh enam kali”, ucap Siwon dengan nada serak.

“Ah ngigau apa lagi dia”, gerutu Ilwoo.

“Tunggu, bisa kau ulangi?”, Yoona sepertinya bisa menangkap sedikit apa yang dia katakan tadi. Mulai mendekati ke jawaban.

PLAK~

Tiba-tiba saja kedua tangan Siwon memegang wajah Yoona yang refleks membuat mata Yoona terbuka dengan lebar. Karna kedua tangan Siwon yang berada didua sisi pipi Yoona pun membuat bibir Yoona tertarik kedepan seperti bibir ikan yang memerlukan air untuk bernafas.

“Kubilang tujuh enam kali”, dan pussssshhh.. Siwon kembali tergeletak tak sadarkan diri.

Yoona masih terdiam kaku. Kemudian melepaskan kedua tangan Siwon yang tadi turun dari pipi ke pundaknya.

“Aku tahu passwordnya sekarang”, ucap Yoona datar.

Ilwoo menoleh seakan bertanya –berapa?-.

“777777”.

♥♥♥

Pagi itu Soeun sengaja datang ke SPAO office untuk menemui sahabatnya. Namun sepertinya ia kurang tepat memilih waktu, pada jam itu Yoona tengah mengikuti pengarahan awal dari pihak perusahaan dan sepertinya membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Sembari menunggu Soeun memutuskan untuk menemui kakaknya diruangannya.

“Oppa..”, panggil Soeun saat kepalanya ia condongkan keawang pintu yang sedikit terbuka. Seketika pandangan Minho teralihkan dan menghentikan aktifitasnya sejenak.

“Euh? Sedang apa kau kesini?”, tanya Minho mengerlingkan alis menatap heran dengan kedatangan adiknya yang tiba-tiba dan menurutnya tak biasa itu.

Diawang pintu sana Soeun hanya nyengir lalu melangkah masuk kedalam menghampiri kakak laki-lakinya itu. “Aku ingin menemui Yoona”, jelasnya sambil mendudukkan diri tepat bersebrangan dengan Minho.

Minho mendesah, ya.. alasan yang logis. Dengan cuek Minho kembali memeriksa berkas-berkas yang barusaja di laporkan oleh para bawahannya.

Merasa di acuhkan Soeun pun mencondongkan tubuhnya kedepan, menopang dagu dengan kedua tangan dan memandang Minho lekat. Minho balas menatap seakan bertanya –kenapa?-

“Oppa bagaimana temanku?”.

Minho hanya menatap Soeun dengan tatapan bingung. “Maksudmu Im Yoona?”. dengan sigap Soeun menganggukkan kepalanya tetap terdiam menanti jawaban. “Ya… dia cukup bisa di andalkan untuk perusahaan ini”.

Soeun mengerucutkan bibirnya. “Ish bukan itu maksudku”.

Lagi-lagi tatapan Minho terlihat bingung dan tidak mengerti akan kata-kata adiknya yang sepertinya tengah mengajak tebak-tebakkan dengannya. “Lalu apa?”.

“Oppa menurutmu dia cantik tidak?”.

Minho tak langsung menjawab, ia hanya mengangguk-anggukkan kepalanya. “Ya, dia.. lumayan cantik”.

“Kau tertarik padanya?”, kali ini Soeun semakin mencondongkan tubuhnya lagi membuat jarak antara wajah keduanya semakin berdekatan.

“Ya! Kenapa kau bertanya seperti itu? Sudahlah, berhenti menganggu. Kakakmu ini sedang bekerja”, Minho mendadak salting dan seakan tengah berdalih dan memgalihkan pembicaraan.

“Eiii… oppa‼ dengarkan aku dulu”, Soeun membenarkan posisi duduknya terlebih dahulu kemudian lanjut berkata, “Dia itu cantik, baik, berpendidikan, modis, dan berlatar belakang dari keluarga baik-baik. Oppa dia masih single loh.. tertarik padanya tidak?”.

“Hahaha…”, tawaan Minho membuat sekarang Soeun yang balik dibuat bingung. “Jadi kau berniat untuk menjodohkanku dengan temanmu hah adik usil?”, ia mengacak-acak gadis yang tengah cemberut padanya itu. “Ada-ada saja”.

“Aku membantu mencarikan kekasih untuk kakakku yang lama menjomblo apa salah? Salah sendiri sampai sekarang oppa masih tetap saja tak mempunyai kekasih. Oppa, menjadi orang serius itu memang boleh, tapi ada saatnya juga untuk kau bersenang-senang. Semua waktumu kau habiskan hanya bekerjaaaa saja, kalau begini terus mana ada wanita yang mau”.

“Wah pintar ya mentang-mentang sudah bertunangan kau sudah berani menasihatiku sekarang?”, Minho mencubit pipi tembem Soeun dengan gemas.

“Oppa”, Soeun merengek.

KLEKEEKK~

Terdengar seseorang membuka pintu. Keduanya mengalihkan pandangan kearah pintu dengan bersamaan sambil Minho menghentikan cubitan pada adiknya itu. Ternyata Yoona yang datang.

Saat Yoona masuk dan mendapati atasannya didalam ia langsung membungkukkan badannya dengan wajah sesal. “Kwajangnim, tadi Sekretaris Hong memberitahuku bahwa Soeun sedang menungguku disini. Kukira anda tak ada, maaf dengan lancang masuk kedalam ruangan anda tanpa permisi”.

“Tidak apa-apa. Bagaimana dengan trainee nya? Apa kau mendapatkan kesulitan?”.

“Sampai sekarang semuanya masih lancar-lancar saja kwajangnim”.

“Ah baguslah. Kalau begitu aku menghadap Presdir dahulu. kalian berdua yang santai saja mengobrol”, ia melangkah keluar dan lagi-lagi Yoona membungkukkan kepalanya.

Saat Minho sudah benar-benar keluar dari ruangannya, Yoona segera menghampiri Soeun.

“Soeunnie, aku tadi terlihat tidak sopan ya? Haaaah kebiasaanku memang, harusnya tadi ku ketuk pintu dulu”.

Soeun tertawa memperhatikan wajah Yoona yang mendadak panik. “Aish sudahlah. Lagipula kakakku juga tak mempermasalahkan itu. Oya, aku sudah mencarikanmu apartement. Tempatnya sangat berdekatan dengan rumahku”.

“Ah sepertinya aku belum memberitahumu”. Soeun mengerlingkan alisnya tak mengerti. “Sebenarnya aku sudah mendapatkan apartement sendiri, bahkan aku sudah menyewa mobil pengangkut barang untuk memindahkan semua barangku kesana”.

“Jinjja? Secepat itu? Darimana kau mendapatkan uang untuk membeli apartement?”, tanya Soeun sambil melebarkan matanya.

Yoona berdesis, “Kau kira aku kabur dari rumah hanya membawa diri dan pakaian saja? Tentu aku sudah mempersiapkan cukup uang untuk tempat tinggalku”.

“Wah, pintar juga ternyata”. Yoona hanya mencibir tak terima. “Lalu kapan kau akan mulai tinggal disana?”.

“Hari ini..”.

♥♥♥

Tiga pria tampan terlihat tengah duduk dikursi dengan meja yang melingkar dan disekelilingnya begitu penuh dengan pepohonan hijau. Tak ada aspal disana, yang ada hanya tanah yang di balut rumput yang membentang. Suasana seperti ini benar-benar ampuh untuk menenangkan hati.

“Siwon-ah, kemarin malam kau pergi kemana bersama wanita bule itu?”, tanya Soohyun kearah sahabatnya yang tengah membersihkan lensa kameranya.

“Euh?”, Siwon berdongak. “Entahlah, aku mabuk malam itu. Tahu-tahu saat terbangun aku sudah berada didalam apartementku”.

“Wanita itu yang mengantarkanmu?”, tanya Kimbum.

Siwon mengangkat pundaknya. “Kemungkinan besar.. Ya”.

“Ish, tak bisa membayangkan apa yang terjadi tadi malam antara kau dengan wanita itu. Biasanya wanita bule itu sangat ‘liar’ dan errr… menyeramkan sekali”, Kimbum meringis ngeri.

Seketika tawa Soohyun dan Siwon pecah.

“Jangan berpura-pura polos. Seperti kau tidak pernah melakukan itu saja”, ketus Soohyun.

“Walapun aku sudah lama berpacaran dengan Soeun tapi aku tetap menghormatinya. Karna aku tahu status dia masih pacar ku bukan istriku”.

“Dengarkan itu Kim Soohyun, kau jangan banyak mempermainkan wanita”, ujar Siwon.

“Apa? Bukankah diantara kita kau lah yang yang paling banyak mempunyai kekasih”, timpal Soohyun.

“Bukan kekasih, tapi mereka adalah mainanku.. hahaha”.

Kimbum dan Soohyun geleng-geleng mendengarnya.

“SOOHYUN OPPAAA…”, tak lama terdengar sebuah teriakan yang mengalihkan pandangan ketiganya.

Wanita berambut panjang dan masih memakai seragam SMA nya itu berlari menghampiri.

Melihat siapa yang datang Soohyun hanya menghela nafas malas sambil menunduk.

“Aish datang-datang bukannya menyapa kakakmu sendiri”, celoteh Kimbum. Namun Suji tak menghiraukannya dan malah fokus menatap pria yang seperti acuh dan enggan untuk menatapnya.

“Oppa, kita bertemu lagi”, sapa Suji dengan senyuman lebar.

Soohyun hanya balas tersenyum kecil seperti dibuat-buat.

“Kau ganti baju dulu sana lalu makan”, perintah Kimbum pada adiknya itu.

“Sebentar lagi lah oppa”, jawab Suji yang berubah malas jika sedang mengobrol dengan kakaknya sendiri. “Soohyun oppa, hari ini mau tidak mengantarkanku belanja?”.

Soohyun hanya diam dan berkutat dalam hati. ‘Gadis ini benar-benar senang sekali menggangguku’.

“Oppa, bagaimana?”.

“Sudahlah Soohyun, kau antar dia saja”, ucap Siwon sengaja semakin menyudutkan sahabatnya. Siwon tertawa puas dalam hati. “Eo? Sudah pukul 1, aku harus segera pergi ke kantor”, ia berdiri sambil mengantungkan tali kamera dilehernya.

“Aku juga ada acara. Suji-ah, maaf tak bisa mengantarmu. Lain kali saja ya”, ucap Soohyun beralasan.

Suji menunjukkan wajah kecewanya.

Sementara itu Siwon dan Soohyun berpamitan pulang meninggalkan kediaman Kimbum dan Suji.

♥♥♥

Siang itu Ilwoo dan Yoona barusaja menghabiskan makan siang bersama. Karna insiden semalam yang membuat Yoona tak jadi mentraktir Ilwoo makan akhirnya ia baru menepatinya sekarang.

Mereka berjalan beriringan untuk kembali keruangan masing-masing di lantai 9. Namun saat baru memasuki lift tiba-tiba seseorang menahannya.

“Tunggu sebentar”.

Pria itupun berhasil masuk sebelum pintu lift benar-benar tertutup.

“Siwon-ssi, kau sudah baikan?”, tanya Ilwoo pada pria itu dengan wajah sedikit sinis.

Siwon menoleh heran, tanpa disuruh Ilwoo melanjutkan kata-katanya. “Ah tidak lupakan saja”. Ilwoo berdalih jika Siwon memang benar-benar tak ingat akan kejadian semalam, kejadian yang sudah membuatnya kerepotan setengah mati akibat ulah rekan kerjanya itu.

Siwon hanya bersikap acuh dan tak mengubris apa maksud dari kata-kata Ilwoo barusan. Lalu pandangannya ia arahkan pada wanita yang sedaritadi hanya diam di sudut lift tepat disamping Ilwoo.

Siwon memutarkan kepalanya untuk menatap wanita itu lebih jelas. “Aku seperti baru melihatmu. Nuguya?”.

“Dia desainer baru di perusahaan kita”, jelas Ilwoo.

“Oh i see. Choi Siwon imnida. Aku Photografer disini”, ia mengulurkan tangannya.

Diawal Yoona terlihat ragu-ragu, namun akhirnya ia membalas jabatan tangan dari Siwon sambil menundukkan sedikit kepalanya. “Im Yoona”.

Cukup lama mereka berjabat tangan, Siwon terus mengenggam tangan kecil Yoona dan tak melepaskannya. Yang membuat Yoona semakin kikuk adalah, Siwon menatapnya sambil tersenyum genit dan tiba-tiba mengedipkan sebelah matanya.

‘Pria kelinci sial macam apa dia’, ujar Yoona dalam hati.

Dalam hitungan detik Ilwoo langsung menyambar tangan Siwon agar segera melepaskan jabatan tangannya.

TING~

Lift pun berhasil terbuka. “Aku pergi duluan. Sampai jumpa”, Siwon melambaikan tangannya dan lagi-lagi tersenyum pada Yoona.

Yoona melebarkan matanya sambil menarik lengan kemeja ilwoo. “Pria itu benar-benar menyeramkan”.

Ilwoo tertawa. “Kurasa kau akan jadi korban berikutnya”.

“Ish, enak saja. Jangan bicara sembarangan Ilwoo-ssi”.

Lagi-lagi Ilwoo dibuat tertawa.

♥♥♥

Selesainya bekerja, Yoona langsung membenahi isi apartementnya seorang diri. Baru pulang bekerja seharusnya ia istirahat dahulu memang, tapi jika tidak di benahi sekarang bagaimana bisa ia tidur dengan nyaman didalam rumah yang masih penuh debu. Awalnya ia akan membersihkan semua ruangan, tapi jika dipikir-pikir ia perlu pria untuk mengangkat barang-barang berat. Jadi untuk malam ini ia hanya akan membersihkan kamar utama saja. Untungnya besok adalah hari Minggu, jadi ia akan melanjutkan membersihkan rumahnya esok hari.

Tiga jam berlalu, akhirnya kamar sudah terbenahi dengan rapi. Mungkin hanya merapikan, tapi bagi Yoona ini adalah pekerjaan yang sangat berat. Satu hal, ia tak biasa melakukan pekerjaan rumah seperti ini.

Yoona melemparkan tubuhnya keatas tempat tidur berukuran queen size dengan seprai ungu dan bed cover berwarna senada. Nafasnya tersenggal-senggal tak beraturan, pori-pori kulitnya sudah mengeluarkan keringat.

LELAAAAAHHHH… ingin ia berteriak tapi dadanya terasa sesak dan bibirnya terlalu sulit untuk ia buka.

Setelah beristirahat untuk beberapa menit, sekarang giliran tubuhnya sendiri yang perlu ia bersihkan.

♥♥♥

Waktu menunjukkan pukul 10.00 waktu setempat, Siwon memasuki apartementnya dan langsung merebahkan diri di kursi sambil menyalakan televisi.

Ddrrrtttt… drrrtttt…

Siwon menoleh kearah ponselnya yang ia simpan diatas meja mulai bergetar menandakan sebuah pesan masuk. Segera ia ambil dan membukanya.

From: 98769xxx

Siwon oppa, kau sudah sampai kerumah? Apa yang sedang kau lakukan sekarang?

Membaca pesan barusan membuat senyum Siwon merekah, lucu sekali jika membayangkan saat ia menggoda model yang masih belia bernama Park Hara dilokasi pemotretan tadi siang.

To: 98769xxx

Barusaja sampai. Sekarang aku sedang tidur, tapi karna ada pesan dari mu aku terbangun kembali

Selalu ada saja ide bualan rayu nya walaupun dalam keadaan lelah seperti itu.

From: 9876xxx

Oh seharusnya aku tak menganggu waktu tidurmu. Maafkan aku oppa dan selamat tidur

Siwon tersenyum kecut sambil melemparkan ponselnya kesofa disampingnya lalu lanjut menyaksikan sebuah acara reality show ditelevisi sana sambil menopangkan kepala. “Mengganggu sekali. AH…”, Siwon berdiri sambil melepaskan kancing kemejanya. Seluruh badannya terasa lengket karna sudah pergi ke tiga studio dan melakukan pemotretan di tempat yang berbeda.

Ia memasuki kamar mandi saat sudah bertelanjang dada. Menggantungkan handuk lalu mulai menyalakan air hangat.

Tak jauh berbeda dengan Yoona, sekarang ia pun tengah berendam di bath tub nya yang sudah berbusa dengan wangi yang khas.

Selesainya mandi dan berganti pakaian dengan kaos biru dan hot pantsnya Yoona lanjut memasuki dapur untuk menghangatkan makanan cepat saji dari lemari es.

Sementara Siwon membuka kotak makanan yang sengaja ia beli sebelum pulang tadi untuk santapan makan malamnya.

Sekarang keduanya tengah menghabiskan makan malam mereka masing-masing di meja makan masing-masing pula.

Suasana yang hening hanya ditemani suara sendok dan garpu yang bertubrukan diatas piring sana.

Seusainya makan Yoona bergegas mencuci piring kotor itu, sedangkan Siwon tanpa bersusah payah langsung membuang alat makan plastik yang hanya untuk sekali pakai saja ketempat sampah.

Yoona berjalan membuka pintu kaca yang menghubungkan antara ruang santai dengan balkon. Ia sengaja karna ingin menghirup udara segar, setelah itu ia menidurkan tubuhnya diatas sofa yang berhadapan dengan TV. Tapi televisi ia sengaja tak di hidupkan, ia lebih nyaman untuk memandang pemandangan kerlap-kerlip kota tanpa suara dimalam hari. Sejuk sekali.

Baru menenangkan pikirannya sejenak tiba-tiba ketenangannya buyar seketika saat ponselnya berbunyi nyaring. Siapa yang menelphone malam-malam begini? Pikirnya kesal.

Dilain tempat Siwon mengambil kamera kesayangannya yang ia simpan dilemari khusus koleksi kameranya diruang tengah. Oke, kebiasaan nya saat tidak bisa tidur pasti akan bermain-main dahulu dengan benda berlensa itu.

Siwon berjalan menuju balkon lalu mengambil beberapa objek dari kota yang tidak pernah tidur itu. Kerlap-kerlip lampu dapat menggantikan langit yang pada saat itu terlihat mendung dan bintang-bintang yang menyembunyikan dirinya.

“Ah kwajangnim, ada apa anda memanggil saya?”.

Tak lama terdengar suara seorang wanita yang langsung mengalihkan pandangan Siwon. Wanita itu berjalan kearah balkonnya sambil asyik bertelphone-an sampai tak menyadari keberadaan Siwon.

“Ne, Minho oppa. Aku kebetulan belum tidur”.

[Siwon: Wanita ini? dia pegawai baru di kantor kan. Im Yoona]

“…Tidak, bahkan sama sekali tidak menganggu”.

[Siwon: (Memperhatikan Yoona sambil mengambil beberapa jepretan foto nya secara diam-diam tanpa Yoona sadari)]

“…Begitukah?.. baiklah besok sore sepertinya aku tidak ada acara”.

“…Baik kwajangnim, maksudku Minho oppa. Selamat malam”.

[Siwon: Dia sedang bertelefon-an bersama Lee Kwajangnim?]

Yoona mematikan sambungan panggilannya sambil memasukkan kembali ponselnya kedalam saku hoodienya. Saat kepalanya ia tengokkan kesamping Yoona langsung terdiam kaget sambil membulatkan mata,  ada seorang pria di balkon sebelah tengah memperhatikan dirinya.

Mereka saling menatap untuk beberapa saat.

#Behind The Scenes

[@ Incheon Airport]

Yoona: Eh tunggu topi ku mana? (mondar mandir saat masih diberi make-up oleh penata rias)

Sutradara: Cepat cepat mengambil posisi (teriak menggunakan toa)

Yoona: Eung? Topiku… eonnie? (menatap asistennya) (Yoona sedikit ruwet sendiri saat itu)

Siwon: (Melepas topinya dan memakaikannya pada kepala Yoona) Pakai yang ini saja.

Yoona: Gomawo (Membenarkan topi dan tersenyum).

Soeun: Oh Yoong, masalah pekerjaan yang sudah kujanjikan padamu, besok kau katang.. CUT! Ish aku salah lagi (menunduk sambil tertawa)

Yoona: (ikut tertawa)

(Soeun dan Kimbum bergandengan tangan sambil tersenyum ke kamera)

Kimbum: Ye annyeong (membungkuk), terimakasih sudah datang. Silahkan dinikmati hidangan yang sudah tersaji.. hahaha (menggaruk-garuk kepala) kenapa aku jadi seperti pelayan restoran. CUT!

Soeun: (Tertawa) Aku ingin membaca skrip nya lagi.

Siwon: Suji, kau terlihat semakin cantik saja

Suji: Benarkah? (Menggandeng lengan Soohyun). Umm….. (tertawa) aku lupa skenarionya. CUT!

Soohyun: Aigooooo (Mencubit pipi Suji)

(Ilwoo mengacak-acak rambut Siwon, menarik sedikit tali dasinya, dan membuat kusut kemejanya)

Illwoo: Coba kau teler

Siwon: Weeee… (Berjalan gontai dengan menunjukkan mata sesuai perintah Ilwoo)

Semua orang: (tertawa)

Sutradara: Ya oke semua stand by dan kembali ke posisi!

(Didalam lift)

Sutradara: Kau pegang tangannya sambil tatapanmu terus mengarah face to face pada Yoona.

Siwon: Seperti ini? (Memegang tangan Yoona dan menatapnya)

Sutradara: Ya, ditambah senyuman yang terlihat nakal

Siwon: (Menarik bibirnya)

Yoona: (Tertawa) Oppa, kau terlihat seperti joker

Sutradara: Oke tetap seperti itu. Rolling… action!

Sampai bertemu di Episode selanjutnya (^^,)

[A/N] Gimana episode perdananya? pada puas ga? apa terlalu panjang jadi bikin boring? :(((

perlu dilanjut gak? jangan lupa tinggalkan komentarnya.. ini buat yang masih pengen baca lanjutannya aja ya :p hehe

semoga FF ini bisa nemenin malam minggu kalian :***

Salam YoonWonited^^

Tinggalkan komentar

243 Komentar

  1. paris

     /  Desember 1, 2015

    Cerita nyaaaa seru, bikin penasaran, siwon oppa disini genit banget hahahha
    Mudah2an di part selanjutnya momen siwon yoona nyaaa makin banyak🙂

    Balas

United, Leave a Coment Here

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: