[3S] Hello Baby (My Dad with Your Mom are Mate) 3/END

[Hello Baby: My Dad with Your Mom are Mate]

Episode 3/END

restygee storyline

***

“Appa, nanti kita berbelanja bersama ya.. besok Lauren harus memakai gaun seperti putri kerajaan yang paling bagus”, ujar Lauren di jalur lain membuat Siwon tersenyum menanggapi gelagat anaknya yang begitu semangat untuk acara kelulusannya besok.

“Aratagu tuan putri, pengawal siap menuruti perintah anda”, jawab Siwon sambil tak hentinya tersenyum. Beberapa saat kemudian terdengar suara ketukan dari balik pintu ruangannya. “Chagi, appa harus kembali bekerja. Telephone nya di tutup dulu ya….. Ne, belajar yang giat putriku…”.

“Masuklah!”, teriak Siwon setelah mematikan sambungan telephone nya bersama Lauren. Sedetik kemudian seseorang membukakan pintu. “Yoona-ssi? Waegeurae?”, tanyanya ketika melihat Yoona sedikit ragu-ragu untuk masuk kedalam.

Saat itu wajah Yoona terlihat begitu berbeda dari biasanya, ia masih terdiam seraya menatap keluar ruangan.

“Ada apa?”, tanya Siwon mengerutkan keningnya samar sambil berdiri.

“Ada yang ingin bertemu denganmu”, jawab Yoona akhirnya membuka mulut. “Agassi, anda masuk saja”, ujar Yoona mempersilahkan.

Mata Siwon terus mengamati ambang pintu, sampai akhirnya seorang wanita yang tak asing baginya datang memasuki ruangan Siwon sambil tersenyum.

DEG~

Siwon terdiam sesaat. “Kau?”.

“Apa kabar?”, ucap wanita itu sambil mengembangkan senyuman manis di bibir merahnya.

Tanpa disadari Yoona terus memperhatikan perbincangan keduanya, membuat Siwon menjadi risih. “Yoona-ssi, bisa kau tinggalkan kami?”, pinta Siwon dengan susah payah.

Yoona baru tersadar, ia mendongakkan kepalanya menatap kedua orang didepannya secara bergantian. “Ah tentu. Aku.. pamit pergi karna harus menyelesaikan beberapa pekerjaan… annyeong…”, Yoona membungkukkan kepalanya.

Namun saat hendak melangkah, “Agassi..”, panggil wanita itu menahannya. Sekali lagi Yoona menoleh kearahnya dengan tanda tanya besar. “Terimakasih..”.

Yoona hanya menjawab dengan senyuman lalu kembali melangkah lebih cepat.

“Oh sungguh Im Yoona bodoh. Seharusnya setelah kau mengantarkan wanita itu kau segera pergi bukannya malah diam disana..”, gerutu Yoona memaki dirinya sendiri sambil mengibas-ngibaskan tangannya mencoba mendinginkan suasana hatinya yang tengah kepanasan itu.

“Yoong..”, panggil seseorang membuat Yoona memalingkan wajahnya kearah suara. Wanita itu―Kwon Yuri berjalan menghampiri. “Siapa wanita tadi?”, bisiknya melingkarkan tangan pada lengan Yoona sambil matanya mengintai ruangan Siwon.

“Mana aku tahu”, sinis Yoona sambil melangkahkan kaki namun lagi-lagi Yuri menahannya.

“Tunggu, ada apa dengan wajahmu? Kenapa begitu kacau sekali”, Yuri terus memperhatikan Yoona sampai membuatnya gugup. “Eeeiii… aku mengerti…”.

“Mengerti apa?”, sentak Yoona dengan wajah memerah.

Yuri tertawa, “Jangan berpura-pura. Kau bisa membohongi semua orang tapi tidak untukku”.

“Jinjjayo? Jeongmal? Geurae?”, Yoona mendelikkan matanya dan kali ini berhasil kabur.

“Bilang saja jika cemburu”, teriak Yuri yang hanya bisa menatap kepergian Yoona yang semakin menjauh.

“Cemburu? Hey yang benar saja aku cemburu”, gerutu Yoona menggeleng-gelengkan kepalanya.

Istirahat makan siang pun tiba. Eunhyuk, Siwon, Donghae, Yuri, Yoona dan Sooyoung pergi ke cafetaria bersama. Seperti biasa Donghae dan Eunhyuk selalu membuat kerusuhan, celotehan keduanya membuat suasana menjadi hangat dan mengundang tawa. Biasanya Siwon juga ikut bergabung, namun nampaknya hari ini ia sedang tak mood. Untuk tertawa saja tak selepas seperti biasanya.

Dan Yoona sepertinya mempunyai hobi baru sekarang, mencuri-curi pandang pada Siwon -_-. Dikepalanya berisi dengan beribu pertanyaan, namun rasa gengsinya  jauh lebih besar daripada rasa penasarannya. Yoona pun hanya bisa diam.

Tak lama terdengar suara ponsel, Donghae sang pemilik langsung merogoh saku kemejanya.

“Sooyoung-ssi, dokumen yang ku kerjakan tadi sudah kau berikan pada kwajangnim kan?”, tanya Donghae sesaat membuka pesan dari atasannya.

Sooyoung menyeruput lemon tea nya sebelum menjawab. “Dokumen tadi bukankah ku titipkan pada Eunhyuk?”.

“Uhuk..uhukk..”, Eunhyuk yang tersendak menepuk-nepuk dadanya. “Apa? Tadi kan kau ambil lagi, bukankah kau bilang akan memberikannya pada kwajangnim sekalian dengan milikmu?”.

Sooyoung menelan ludah, “Ah iya benar”, ia menggaruk-garuk tengkuknya sambil tersenyum tak enak pada Donghae.

“Aish kau! Masih ingat disimpan dimana?”, tanya Donghae mulai kesal.

“Aku tak yakin”.

Donghae menghela nafasnya kemudian berdiri, “Ayo cari sekarang!”.

Sooyoung berdongak masih diam ditempat, “Donghae-ssi, aku belum selesai makan”.

“Oh Tuhan, dokumen itu jauh lebih berharga dibandingkan cacing-cacing diperutmu. Kajjaaa”, Donghae menarik tangan Sooyoung dengan paksa, sementara Sooyoung hanya bisa menghela pasrah.

“Ada-ada saja”, celetuk Eunhyuk lalu melanjutkan makan siangnya.

Tak ada Donghae dan Sooyoung malah membuat suasana menjadi hening. Yuri dan Eunhyuk saling pandang, mereka beralih menatap Yoona dan Siwon secara bergantian, detik berikutnya mata mereka bertemu kembali dan kali ini seraya tersenyum menyeringai, sepertinya keduanya telah merencanakan sesuatu.

“Ah, perutku sakit sekali. Aku ke toilet sebentar”, ucap Eunhyuk dengan wajah sok-sok-an tengah kebelet pipis meminta ijin lalu pergi berlalu.

Disaat Yoona dan Siwon masih asyik sendiri-sendiri menghabiskan makan siangnya Yuri malah menggigit bibir bawahnya seraya berfikir mencari-cari alasan.

“Hmm..hmm…”, Yuri berdehem memancing pandangan Siwon dan Yoona. “Kurasa aku masih lapar, aku ingin memesan makanan lagi ya..”, Yuri berdiri dan tanpa basa basi lagi segera meninggalkan keduanya.

Yoona dan Siwon menatap heran kearah Yuri dan sedetik kemudian mata mereka bertemu. Cukup lama mereka saling bertatapan dalam diam. Sampai akhirnya Siwon memecahkan keheningan itu.

“Kenapa?”.

Yoona menunduk sambil menggeleng, “Aniya..”.

Siwon mengangkat alisnya dan kembali melanjutkan makan. Namun pandangan Yoona tak ia alihkan sedikitpun dari Siwon, matanya menyipit perlahan dan tubuhnya ia condongkan sedikit demi sedikit mendekat pada Siwon.

“Ada yang aneh denganmu”, ucap Yoona tiba-tiba membuat Siwon menghentikan aktifitasnya sejenak seraya menoleh pada Yoona dengan tanda tanya besar dikepalanya. “Sedaritadi kau terlihat tak seperti biasanya, seperti sedang memikirkan sesuatu”.

“Kau memperhatikanku?”, ketus Siwon yang berhasil membuat wajah Yoona berubah memerah padam.

‘Oh bagus, apa yang sudah ku katakan barusan >o< hyaaaa mau kemanakan harga dirimu..’, Yoona mencoba menelan pelan-pelan rasa malunya dengan susah payah kemudian bertimpal, “Siapa yang memperhatikanmu”. Dengan hitungan detik ia memasukkan makanan kedalam mulutnya sampai mengembung.

Terjadi keheningan sesaat..

Sementara ditempat yang tak jauh, Eunhyuk dan Yuri ternyata sedari tadi memata-matai keduanya dari balik tiang yang berukuran cukup besar sehingga mampu menyembunyikan tubuh mereka dari pantauan Siwon maupun Yoona.

“Aish sudah kukira dari awal, si janda itu memang menyukai Siwon.. Kuperhatikan daritadi sorot matanya terus menuju kearah Siwon, kau menyadari itu juga kan”, gerutu Eunhyuk menyikut pelan lengan Yuri.

Yuri mengangguk seraya menghela nafas dan memeluk tiang itu sambil cemberut. “Ya, tapi dia terlalu keras kepala dan bergengsi besar. Tiap ku sindir-sindir tentang hal ini ia pasti akan menyangkalnya cepat dan tak akan mengaku”.

“Hh.. wanita jaman sekarang, selalu bersikap sok jual mahal padahal nyatanya ia juga mau”, ketus Eunhyuk yang langsung saja mendapatkan tatapan bak laser yang menyengat mata dengan tajam dari Yuri.

“Sebelum aku melakukan hal yang tak mengenakan sebaiknya kau jangan memancing-mancing amarahku”, ucap Yuri tampak serius.

“Huaaaa.. sepertinya sekarang kau juga ketularan sikap garangnya si Sooyoung ya?”.

Sekali lagi Yuri memberikan tatapan menyeramkan yang dengan seketika dapat membuat mulut Eunhyuk tertutup rapat.

Kembali dengan aksi awal mereka, kelihatannya masih tak ada perubahan. Siwon dan Yoona masih saling berhadap-hadapan dan tak membicarakan apapun. Membosankan sekali kelihatannya.

“Eunhyuk-ssi, menurutmu kita melakukan ini apa tak terlalu kekanak-kanakkan? Sudah ya, aku ingin kembali keruanganku saja”, ucap Yuri sambil membalikkan badan.

Namun tiba-tiba saja Eunhyuk menarik lengan Yuri dengan kuat, saking kuatnya wajah Yuri sampai terbentur ke tiang.

“Aw… EUNHYUK-SSI, apa yang kau lakukan?”, geram Yuri memegang jidatnya yang mulai terlihat merah padam.

“Lihatlah lihatlah… mereka kelihatannya akan pergi.. oh tuhan… benar, benar… mereka keluar.. lihatlah!!”, Eunhyuk begitu heboh, percis  seperti ibu-ibu saja -_-

“Aku tak buta, kau tak usah berteriak-teriak seperti itu.. oh ya ampun”, Yuri mencibir dan kembali matanya ia arahkan pada Siwon yang tengah menarik-narik tangan Yoona seperti sedang membujuknya dan membawanya keluar cafetaria. “Kemana ia akan membawa Yoona?”, ucap Yuri dengan wajah sedikit cemas.

“Waw.. cool man”, Eunhyuk mengeluarkan smirk nya dan tertawa puas.

“Semoga Siwon tak akan melakukan hal yang aneh-aneh pada Yoona”, dengan gaya yang begitu dramatis Yuri memegang dadanya sambil menyipitkan mata penuh kekhawatiran akan keselamatan jiwa dan raga sahabatnya itu [?]. *bahasa author kelewat lebay*

***

“Choi Siwon, apa yang kau lakukan?”, ronta Yoona sambil mencoba melepaskan genggaman tangan Siwon.

Siwon membuka pintu mobil, “Sebaiknya kau masuk kedalam dulu”, Siwon mendorong tubuh Yoona agar segera masuk kedalam mobilnya. Dengan tenaga yang tidak sepadan dengan Siwon―Yoona pun tak dapat melakukan hal apapun lagi selain menuruti perintahnya.

“Siwon-ssi, cepat katakan kita akan kemana?”, tanya Yoona saat Siwon masih sibuk memasang sabuk pengamannya.

Mesin mobil pun dinyalakan, “Kita membeli baju untuk Lauren dan Leo”.

“Mwo? Ya! Siwon-ssi, bahkan sekarang belum waktunya kita untuk pulang. Jika kwajangnim sampai tahu kita akan mati di omeli olehnya”.

“Oh sungguh, aku benar-benar stress sekarang. Percayalah kita tak akan sampai dipecat karna ini”, timpal Siwon.

“Kau”, Yoona yang mulai kalah berdebat hanya bisa menggerutu tak jelas. “Lagipula stress kenapa? Tadi pagi ku lihat kau bahkan terlihat gila, disaat orang-orang tengah sibuk kau malah menari-nari tak jelas”.

“Masalah kostum, kau akan membelikan baju seperti apa untuk Leo?”. Siwon tiba-tiba mengalihkan pembicaraan. “Sedaritadi Lauren menelphone ku ingin segera dibelikan baju untuk kelulusan nanti, aku tak ingin menundanya, lagipula tinggal menghitung hari saja bukan”.

Yoona hanya terdiam, menanggapi sikap Siwon yang begitu labil hari ini. Benar-benar aneh.

Beberapa saat kemudian merekapun tiba disebuah toko pakaian khusus anak-anak.

Cukup lama mereka berada disana, namun bukannya memilihkan baju untuk Lauren, Siwon malah sibuk memilih kostum dibagian pakaian anak laki-laki.

Satu yang membuat Yoona kesal sedaritadi, Siwon selalu saja memilihkan kostum yang aneh -_-. Dimulai dari jubah vampire, kostum doraemon, sampai kostum popeye yang pastinya akan kebesaran untuk tubuh Leo.

“Siwon-sii, bisakah kau sedikit serius sekarang.. waktuku tidak banyak, jika kau ingin membelikan baju untuk Lauren cepatlah cari bukannya malah melakukan hal yang tak jelas seperti ini”, Yoona hampir kehabisan kesabaran sekarang.

“Kau carikan baju untuk Lauren saja ya, bukankah selera kalian sama. Aku takut Lauren tak menyukai pakaiannya jika aku yang pilihkan”.

“Ya baiklah-baiklah, kau benar-benar merepotkan!”, Yoona menggerutu hebat seraya berlalu.

Siwon tersenyum menyeringai, “Nanti akan aku traktir kau makan”, teriaknya.

“Tidak usah!”.

Sekali lagi Siwon tertawa menanggapi sikap pemarah Yoona.

Sepasang baju pun sudah dipilih. Dan untungnya pakaian itu sangat cocok di tubuh Leo dan Lauren. Kostum kerajaan yang Yoona pilih

Leo sudah terlihat seperti putra mahkota saja, dan Lauren percis seperti putri dengan gaun berwarna softpink nya.

Siwon dan Yoona tak bisa menahan tawa saat keduanya terus berteriak-teriak kegirangan saat mencoba kostum masing-masing.

Akhirnya hari kelulusan pun tiba, pagi itu bus dari sekolah tiba menjemput para siswa kesetiap rumah. Sedangkan para orangtua murid akan datang menyusul, karena anak-anak perlu latihan terlebih dahulu sebelum pementasan dilakukan pada pukul 3 sore nanti.

Sementara itu didalam kamarnya Yoona terlihat gusar, gugup, dan asdfghjkl. Sudah beberapa kali ia mengganti dress nya, namun selalu saja merasa ada yang kurang. Kenapa rasanya ia begitu ingin terlihat sangat sempurna hari ini? Maksudnya, ia sangat ingin terlihat sempurna didepan Siwon, Choi Siwon? Perasaan seperti inilah yang selalu membuat Yoona gila, setengah jam lagi lelaki itu akan datang.

Pilihan terakhirpun tertuju pada dress merah yang baru saja ia beli beberapa waktu lalu yang belum sempat ia pakai. Terlihat bagus, gumam Yoona saat bercermin sambil senyum-senyum.

Tak lama bel rumahnya berdenting, “Dia sudah datang?”, matanya langsung membulat sempurna. Oh sebentar-sebentar, Yoona memutar-mutarkan tubuhnya mencari-cari dompetnya yang mendadak hilang. Ada dibawah tempat tidur, ia segera berjongkok dan memasukkan sedikit kepalanya ke kolong tempat tidur dan mencoba meraih dompet yang berwarna senada dengan dress nya yang ia pakai sekarang dengan susah payah.

Saat sudah berhasil meraih dompetnya dan baru akan berdiri tiba-tiba kepalanya membentur penyngga tempat tidur. “Aw!”, ia memegang kepala belakangnya yang berdenyut.

Bel tak berhenti berbunyi, “IYA..IYA.. TUNGGU SEBENTAR”, teriak Yoona seraya keluar kamar.

Namun beberapa detik kemudian ia kembali masuk kedalam kamarnya, ternyata hanya untuk melepaskan ikatan rambut yang tadinya mengucir satu rambut hitamnya -_- (ribet bener…). Sekarang ia biarkan rambutnya tergerai panjang. Lagi-lagi karna suara bel rumahnya ia buru-buru berlari keluar kamar.

“kenapa lama sekali membuka pintu nya, tak tahu kah aku begitu kedinginan berada disini”, gerutu Siwon saat Yoona membuka pintu dan keluar dari rumahnya. Cuaca saat itu memang sangat dingin

“Maafkan aku, tadi harus mencari mantelku dulu”, Yoona berbohong mencari-cari alasan.

“Yasudahlah”, Siwon berbalik dan berjalan menuju mobilnya. Sedangkan Yoona mengikuti dari belakang.

Sesampainya ditempat acara Siwon keluar lebih dulu dari mobilnya, karna Yoona perlu membuka mantel coklatnya terlebih dahulu. disaat sudah terhimpit oleh waktu Yoona masih sempat-sempatnya berkaca dan merapikan rambutnya.

Toktoktok~

Terlihat Siwon yang mengetuk kaca mobil, sepertinya ia menyuruh Yoona untuk segera keluar.

“Iya tunggu sebentar”, ia mamasukkan kembali cermin kecilnya kedalam tas dan membuka pintu.

“Uuu..”, Siwon begitu terkesima melihat Yoona dengan dress merah yang memperlihatkan lutut dan pundak kanannya yang putih mulus.

“Tak usah menatapku seperti itu”, Yoona memukul lengan Siwon dengan tas kecilnya, pura-pura marah, karna sebenarnya ia tengah menutupi rasa malunya.

“Sexy”. Tatapan Siwon kali ini terlalu nakal, Yoona benar-benar dibuat risih sekarang. Sepertinya ia salah memilih gaun.

“Ah terserah, aku memang janda sexy”, ketus Yoona sambil berjalan mendahului.

Siwon terkekeh lalu berjalan mengikuti. Sekarang mereka sudah berjalan beriringan. Para orangtua murid lain juga mulai berdatangan memasuki aula tempat acara pementasan dilakukan.

“Ya”, Siwon menyikut pelan lengan Yoona untuk mengalihkan pandangannya.

Yoona menoleh seakan berkata –apa?-

Siwon menekuk lengan kirinya. Mengisyaratkan agar Yoona menggandeng tangannya.

“Kenapa harus? Lagipula kau bukan suamiku”, timpal Yoona dengan ketus.

“Anggap saja aku juga suamimu”, Siwon meraih tangan kanan Yoona agar melingkarkan tangannya dilengan Siwon.

DEG!

Oke, aliran darah Yoona kembali naik sehingga membuat wajahnya sudah memerah sekarang. Yoona terdiam membisu, ingin rasanya ia berlari menjauh dari pria ini sekarang, namun lututnya terlalu lemas untuk berlari.

Dan sekarang kenapa Siwon malah terus memandangnya, jarak wajah keduanya terlalu dekat sekarang. Yoona berteriak didalam hati. Yoona memejamkan mata, ia yakin sebentar lagi akan ada sesuatu yang menempel dibibirnya.

1..2..3..

“Aw”, tiba-tiba Yoona menjerit saat seseorang menarik rambutnya. “Yak, kenapa kau menjambak rambutku?”.

“Bukan menjambak, ada semut dirambutmu”, jawab Siwon sambil melangkahkan kaki.

Sedangkan Yoona masih diam ditempat. “lagi-lagi kau mempermalukan dirimu sendiri Im Yoona!!”.

 

Setibanya para orangtua murid di tempat acara mereka langsung di sambut dengan penampilan paduan suara dari semua murid kelas B. Wajah-wajah polos dari mereka membuat para penonton dibuat gemas. Terlebih dengan Siwon, ia begitu bangga saat melihat putrinya berdiri dijajaran paling depan dan terlihat begitu bersemangat bernyanyi. Sedangkan Yoona dibuat geli saat melihat putranya malah saling senggol-menyenggol bersama teman-temannya yang lain. Walau kelihatan amburadul, namun tetaplah dimaklumi, mereka hanyalah anak kecil, justru moment seperti inilah yang menambah kesan menarik.

Tak berhenti disana, para siswa menunjukkan bakat mereka masing-masing diatas pentas. Ada yang menampilkan keahlian beladiri seperti taekwondo dan karate. Dalam bidang seni pun banyak, seperti Lauren contohnya, ia menyanyikan lagu Diamond dengan kostum yang Yoona beli beberapa waktu lalu, ia memang benar-benar seperti seorang putri malam itu.

Dan Leo, ternyata diam-diam ia cukup pandai dalam berakting. Malam itu ia bermain theater dan berlakon sebagai pangeran, tokoh utamanya. Yoona sendiri pun baru menyadari hal itu, apa mungkin suatu hari nanti Leo akan menjadi aktor terkenal? Who knows? xD

Setelah acara pementasan berakhir para siswa kelas B yang sebentar lagi akan meninggalkan sekolah ini dan berlanjut bersekolah ke tingkat yang lebih tinggi itu di wisuda, layaknya seorang mahasiswa saja, haha. Dan tentunya ada sesi photo bersama orangtua murid.

Kali ini giliran Lauren dan Siwon yang akan di foto. Siwon menuntun Lauren menuju tempat pemotretan, namun Lauren menahan sejenak tarikan tangan dari appanya itu. Siwon menunduk dan menatap Lauren heran.

“Appa, Lauren ingin berfoto ditemani Yoona ahjumma”.

“Ingin berfoto dengan Yoona ahjumma? Tidak dengan appa?”, tanya Siwon. Yoona yang mendengarnya hanya diam sambil berkerut kening.

Lauren menggeleng cepat, “Aniyo appa. Lauren ingin berfoto bersama appa dan Yoona ahjumma”.

“Mwoya? Kita bertiga?”, tanya Siwon memastikan.

“Ye appa”.

Siwon dan Yoona saling bertatapan. Sedetik kemudian tangan Lauren sudah menarik-narik lengan Yoona. “Ayo ahjumma”.

Yoona masih diam ditempat. Tiba-tiba Leo berujar, “Lauren, jangan membawa pergi eomma ku”, kali ini Leo pun ikut-ikutan menarik lengan Yoona yang lainnya.

“Aku kan hanya ingin berfoto dengan eomma mu saja, tidak akan membawa pergi”.

“Tidak boleh, dia bukan eomma mu. Dia eomma ku”.

Disanalah mereka terus adu mulut, Lauren tetap bersikukuh ingin berfoto bersama Yoona sedangkan Leo tetap tak mengijinkan. Yoona dan Siwon pun mencoba untuk melerai. Bahkan karna terlalu lamanya mereka berdebat sang fotografer jadi dibuat pusing sendiri. Beginilah jika harus berurusan dengan anak kecil, perlu kesabaran ekstra.

“Leo, hanya satu kali jepretan saja sayang”, ucap Yoona.

“Nanti ahjussi juga akan berfoto dengan Leo dan Yoona eomma. Kita berfoto secara bergantian saja ya.. bagaimana? Boleh kan?”, bujuk Siwon sambil mengedipkan sebelah matanya.

“Baiklah”, akhirnya… sepertinya Leo cukup takluk oleh Siwon. “Tapi harus aku yang duluan..”.

“Shireooo… aku dulu”, rengek Lauren.

“Sweety, biarkan Leo yang mendapat giliran lebih dulu ya. Nanti dia akan melarang kita untuk berfoto bersama eomma nya lagi”, bisik Siwon pada putrinya itu.

“Araso”, ujar Lauren lemas. Oke, sepertinya Siwon memang pantas diberi gelar sang penakluk anak kecil -_-

Leo meloncat tanda kepuasan seraya tertawa. Ketiganya segera mengambil posisi untuk dishoot. Siwon dan Yoona berada di masing-masing sisi sementara Leo berada di tengahnya.

Seraya menunggu Lauren duduk dikursi dengan wajah cemberut, sepertinya ia masih kesal akan sikap egois Leo. Tak lama matanya langsung mengarah pada seorang wanita yang sepertinya tengah kebingungan mencari seseorang. Lauren membulatkan matanya, ia berlari keluar dari studio pemotretan dan menghampiri wanita itu.

“Oke selesai, selanjutnya”, ucap sang fotografer.

“Lauren-ah?”, Yoona kaget saat menyadari bahwa Lauren sudah tak berada disana.

“Kemana dia?”, Siwon dengan wajah cemas nya segera keluar dan mencari-cari putrinya, begitupun dengan Yoona.

Tak lama terdengar sebuah teriakan, “APPA!”.

Siwon mengalihkan pandangannya kesumber suara. Diujung sana Lauren sedang di rangkul oleh seorang wanita, kedua nya tersenyum kearah Siwon, sementara Siwon masih berdiri mematung dengan wajah datar.

‘Wanita itu?’, gumam Yoona saat melihat wanita itu mulai berjalan menghampiri Siwon bersama Lauren.

“Appa, eomma datang”, ucap Lauren dengan senyum lebar begitu terpancar dari wajah cerahnya.

‘Eomma? Jadi wanita ini mantan istri Siwon?’, lagi-lagi Yoona berkutat didalam hatinya.

“Maaf aku datang terlambat”, ucap wanita itu.

“Tidak apa-apa, kau sudah datang pun aku sudah sangat berterimakasih”, jawab Siwon seadanya.

“Tak perlu melebih-lebihkan”.

Merasa tak ingin mengganggu dengan berat hati Yoona pun pergi meninggalkan ketiganya seraya menuntun tangan Leo. “Eomma, wanita itu siapa?”, tanya Leo, sepertinya ia penasaran.

“Dia eomma Lauren”, jawab Yoona dengan nada sedikit serak.

“Ahjumma itu sangat cantik”.

Tiba-tiba saja dada Yoona terasa sesak, jantungnya berdetak cepat, ia memegang dadanya erat-erat. Kenapa ia harus menerima kenyataan seperti ini.

Saat sesi foto, Siwon terus saja menampakkan wajah tanpa ekspresi. Sekalinya ia tersenyum, itupun terlihat sangat dibuat-buat, seperti ada sesuatu yang menjanggal didalam hatinya. Lain lagi dengan Lauren dan wanita itu, mereka tersenyum sangat manis, benar-benar terlihat sangat mirip.

Karna acara sudah selesai Yoona pun memutuskan untuk pulang tanpa berpamitan pada Siwon, padahal tadinya mereka akan pulang bersama. Namun yang benar saja, sekarang sudah ada wanita itu, apa mungkin Yoona masih harus tetap bergabung bersama mereka, itu sangat tidak mungkin.

“Eomma, Leo mengantuk”, lengguh Leo saat keduanya sudah berada didalam taksi.

“Ya, tidurlah”, Yoona menggendong Leo kedalam pangkuannya lalu membiarkan nya tertidur disana. Baru beberapa menit Leo sudah tertidur sangat pulas, sepertinya ia sangat kelelahan.

Yoona mengecup puncak kepala putranya sayang dan menyenderkan kepalanya disana sambil menghela nafas.

***

Keesokkan harinya saat berada di kantor, Yoona yang baru saja mengambil kopi di mesi kopi dan berbalik  tiba-tiba saja jadi terhentak kaget saat melihat Siwon sudah berdiri dihadapannya.

“Oh tuhan, kau! Hampir saja kopi ku tumpah”, gerutu Yoona mengusap dadanya.

“Kenapa semalam kau pulang tak memberitahuku dulu?”, tanya Siwon dengan tatapan mengintrogasi.

“Euh? Kenapa harus aku laporan dulu padamu? Lagipula malam itu aku dan Leo terlalu lelah, jadi kami memutuskan untuk pulang lebih awal”, jelas Yoona lalu berjalan melewati Siwon dengan cuek.

“Jangan berbohong”, ujar Siwon.

Yoona menghentikan langkahnya dan berbalik, “Siapa yang berbohong?”, tanyanya nyolot.

Siwon yang barusaja menyesap kopi langsung tertawa dengan mulut tertutup. “Jika memang benar tidak kenapa wajahmu tegang seperti itu?”.

“Apa?”, releks Yoona memegang wajahnya. “Siapa yang tegang?”.

“Hahaha… dengan seperti itu wajah tegangnya semakin kelihatan Yoona-ssi”, tawa Siwon pecah dan semakin memojoki Yoona.

Yoona menghentak-hentakkan kakinya, “Terserah kau saja!”.

Lagi-lagi Siwon dibuat terkekeh, kadang-kadang sikap Yoona memang seperti anak kecil.

***

Yoona tengah duduk santai disofa ruang tengah sambil membaca sebuah majalah, tiba-tiba Leo berlari menghampirinya. “Eomma..eommaa.. lihatlah”, Leo menunjukkan sebuah foto, foto sewaktu hari kelulusan kemarin.

Yoona hanya tersenyum simpul, jujurnya ada rasa bahagia didalam hatinya. Akhirnya ia punya foto kebersamaan bersama laki-laki itu. Namun jauh didalam lubuk hatinya yang paling dalam masih ada rasa kekesalan dan sakit hati. Mungkin ini yang orang katakan sebagai cinta bertepuk sebelah tangan.

Namun Yoona pun tak bisa memungkirinya, wajar Siwon tak membalas rasa yang sepertinya cinta mulai tumbuh dihati Yoona untuknya, nyatanya Siwon tak pernah tahu itu dan Yoona tak pernah ingin menunjukkannya. Ia terlalu malu, sebenarnya rasa ego dan gengsinyalah yang telah menyiksa dirinya sendiri.

“Eomma, diantara appa dan Siwon ahjussi lebih tampan siapa?”, tanya Leo.

“Tentu saja jauh lebih tampan appamu sayang”, jawab Yoona dengan lantang.

“benarkah?”, tanya leo memastikan.

Dan Yoona tentu mengangguk dengan pasti, “Jika appa tidak tampan berarti eomma tidak akan pernah mempunyai anak yang sangat tampan seperti Leo”.

Leo tertawa geli mendengarnya.

“Appa itu seorang yang sangat sempurna. Bukan hanya tampan, tapi dia juga sangat baik hati, bertatak rama yang sopan, pintar, dan semua sifat yang baik ada pada diri appa mu”, Yoona mengatakan ini seraya membayangkan sikap Siwon yang bertolak belakang. Pria ganjen yang menyebalkan dan tidak berwibawa sama sekali.

“Leo jadi ingin bertemu dengan appa”.

Yoona mengelus pipi tembem Leo seraya tersenyum, “Mungkin Tuhan akan mempertemukan kalian di surga”.

TINGTONG~

Tak lama bel rumah berbunyi yang membuat pandangan mereka teralih secara bersamaan. “Tunggu sebentar, eomma membuka pintu dulu”. Sementara Leo mengangguk paham.

“Choi Siwon? Lauren? Ada apa kalian datang kesini?”.

Mendengar pekikkan ibunya itu, Leo yang tengah asyik menonton film keroro di televisi langsung mengarahkan pandangannya keawang pintu kemudian berlari menghampiri Yoona.

“Kami hanya ingin datang berkunjung saja”, jawab Siwon sambil melepas sepatunya dan mengambil sandal yang entah milik siapa dengan seenaknya sambil menuntun Lauren.

“Ahjussi”, teriak Leo.

“Hello jagoan”, balas Siwon.

“Ahjussi, remote mobil mainan ku rusak”.

“Jinjja? Dimana sekarang? biar ahjussi yang perbaiki”.

“Ada dikamarku”, Leo menarik tangan Siwon dan menyeretnya kearah kamarnya.

“Lauren-ah, ayo masuk”, ucap Yoona mempersilahkan.

Dan mereka berjalan beriringan menuju ruang tengah.

“Lauren ingin minum tidak?”, tawar Yoona. namun Lauren hanya diam sambil menggelengkan kepalanya. “Umm baiklah.. jika ingin camilan ambil saja diatas meja, ne?”.

Lagi-lagi Lauren tak mengatakan apapun dan hanya menganggukkan kepalanya.

Yoona merasa ada yang beda dengan Lauren hari ini, kenapa anak ini tiba-tiba jadi pendiam seperti ini?

“Lauren, ayo kita ke kamar Leo”, ajak Yoona menarik tangannya.

YoonWon biarkan Leo dan Lauren bermain bersama, walaupun Leo dan Lauren nyatanya malah sibuk dengan mainan sendiri-sendiri.

“Siwon-ssi, lauren terlihat aneh hari ini.. dia terlihat sangat murung, apa terjadi sesuatu? Kau bertengkar dengannya?”.

Siwon menggeleng, “Tidak, kami baik-baik saja. Mungkin mood nya sedang tidak baik, dia memang sering seperti ini, tak usah dipikirkan”.

Yoona membentuk mulutnya menjadi hurup ‘O’. “Lalu kenapa kau datang kesini hah?”.

“Sepertinya malam ini aku akan menginap lagi disini”.

“Mwoya? Jangan berbual, kau kira rumahku adalah tempat penginapan yang bisa kau kunjungi kapan saja? Tidak bisa, dengan kejadian waktu itu saja sudah sangat cukup untukku”, dengan sigap Yoona menolak permintaan Siwon.

Siwon menghela nafas dengan berat, “Yasudahlah, tapi bolehkan jika aku titip Lauren untuk malam ini saja?”.

Yoona dibuat semakin bingung, sepertinya bukan Lauren saja yang terlihat aneh hari ini, namun Siwon juga. “Sebenarnya apa yang terjadi pada kalian? Dan memangnya ada masalah dengan rumahmu sampai Lauren mesti dititipkan disini? Kenapa tidak kerumah Eunhyuk, Donghae, ataupun pergi kehotel saja?”.

“Lauren tak mungkin mau, disini kan ada kau dan Leo. Ia akan lebih merasa nyaman”.

“La..lalu kau akan tidur dimana?”, sepertinya Yoona tak dapat menyembunyikan rasa khawatirnya.

Siwon tersenyum, “Aku akan menginap diapartement nya Eunhyuk”.

Yoona hanya diam, ada rasa penyesalan didalam hatinya, kenapa tadi dia melarang Siwon untuk menginap disini? Dasar bodoh, ia mengutuk dirinya sendiri didalam hati.

Tiba-tiba Yoona terengah kaget saat tangannya digenggam oleh Siwon. “Aku pergi sekarang dan tolong jaga Lauren, benar-benar minta maaf karena selalu merepotkan mu. Aku berjanji besok pagi akan menjemputnya”.

Jujurnya Yoona ingin melarang dan berkata, ‘kau tidur saja disini’, namun bibirnya terasa kaku untuk mengatakannya. Ia hanya mengangguk pelan, membiarkan Siwon yang mulai pergi meninggalkan rumahnya.

Pagi harinya benar saja Siwon datang kembali berniat menjemput Lauren. Namun Yoona melarangnya, lagipula bukankah hari ini mereka harus datang ke kantor pagi? Biasanya ini tak akan bermasalah karna Lauren pergi kesekolah, namun minggu-minggu sekarang sekolah masih diliburkan jadi disaat Siwon bekerja kemana ia akan menitipkan Lauren?

“Aku akan membawanya ke kantor”, jawab Siwon. Yoona terbelalak, mana boleh ia membawa anaknya ke kantor.

“Biarkan saja Lauren berada disini, lagipula aku sudah menyuruh adikku untuk menjaga mereka (red Leo-Lauren)”.

Namun Siwon tetap menolak usulan Yoona, Siwon benar-benar membawa Lauren ke kantor. Untungnya atasan mereka mengerti akan situasi, jadi dia memperbolehkan asalkan pekerjaan Siwon tak terganggu.

Kala itu Siwon tengah berada didalam ruangannya, memeriksa beberapa dokumen yang perlu ia tanda tangan. Sementara putrinya asyik sendiri bersama boneka barbie nya di kursi yang berada di tengah-tengah ruangan.

Tak lama iPhone Siwon bergetar, ia hentikan aktifitasnya sejenak dan membuka pesan yang baru saja masuk.”…”

Entah dari siapa pesan itu namun seusai membacanya raut wajah Siwon begitu tegang, ia tatap Lauren kemudian berdiri dan berjalan menghampirinya.

“Chagi, ayo ikut appa”, ujarnya menarik tangan lauren.

Lauren menatap bingung, “Kita akan kemana appa?”.

***

“Oh itu salah Eunhyuk-ssi, jika ingin menyatukan dua warna yang berbeda kau harus menyelaraskannya, jika semua warna cerah seperti ini kesannya jadi kurang bagus”, komentar Yoona sambil memperhatikan pekerjaan Eunhyuk di laptop nya.

“Tidak bisa begitu, ini sudah sangat bagus menurutku”, timpal Eunhyuk membela hasil karyanya.

“Yoona-ssi”, tiba-tiba seseorang datang. Keduanya langsung mengalihkan pandangan, ternyata Siwon. “Kau jaga Lauren dulu, aku ingin menemui seseorang”. Sebelum Yoona menjawab ‘Ya’ Siwon malah sudah pergi begitu saja. Terlihat terburu-buru sekali, memangnya ia akan bertemu siapa.

“Lauren, kemarilah”, Yoona berjongkok dan merentangkan tangannya. Lauren berjalan menghampiri kemudian meraih tangan Yoona.

“Annyeong Lauren”, sapa Eunhyuk mencubit pipi Lauren dengan gemas.

Lauren hanya menunduk seperti ingin menjauhkan tangan Eunhyuk dari pipinya lalu mendekat pada Yoona.

Yoona tertawa, “Eunhyuk-ssi, sepertinya Lauren takut padamu”.

“Masa takut pada pria tampan sepertiku”.

“Lauren, Eunhyuk ahjussi tampan tidak?”, tanya Yoona yang dijawab oleh gelengan kepala dari lauren dengan polosnya. Yoona tertawa puas, sementara Eunhyuk memanyunkan bibirnya.

“Rame sekali”, Donghae mencondongkan kepalanya keawang pintu.

“Hey kalian ku cari-cari ternyata ada disini”, kali ini Yuri pun ikut datang menghampiri. “Oh tuhan Yoong, bahkan sekarang kau sudah akrab dengan calon anakmu [?]”.

“Apa? Kau jangan berkata ngawur”.

Donghae, Eunhyuk dan Yuri tertawa. Lagi-lagi mereka berhasil membuat Yoona tak bisa berkutik.

“Sudah kukatakan disini tidak ada Lauren, sebaiknya kau pulang karna seberapa lamanya kau berada disini tetap tak akan mengubah keadaan. Aku berjanji tidak akan menyerahkan putriku padamu”, terdengar teriakan Siwon yang membuat keempatnya kaget, mengenal akan pemilik suara itu Lauren segera berlari keluar ruangan yang tentu diikuti yang lain.

Ternyata disana Siwon tengah berdebat dengan seorang wanita yang sudah bisa Yoona pastikan bahwa wanita itu adalah mantan istri Siwon.

“Putrimu katamu? Lauren juga putriku, kau jangan egois seperti itu, aku adalah ibunya dan aku juga masih memiliki hak asuh terhadapnya”.

“Kemana saja kau selama ini, bertahun-tahun baru muncul sekarang dan tiba-tiba ingin membawa pergi Lauren? Kau jangan gila dan melakukan semuanya semaumu tanpa memikirkan perasaan oranglain. Sekarang cukup bagiku, aku lelah mengalah terus. Aku merasa sudah seperti pria yang lemah dihadapanmu”.

“Appa..eomma..”.

Menyaksikan pertengkaran kedua orangtuanya cukup membuat Lauren sangat shock. Suara tangisannya membuat dua orang itu mengalihkan pandangan mereka. Ada rasa bersalah, mereka sudah seperti orang tua yang gagal.

“Lauren-yang”, sang ibu berjalan dengan pelan menghampiri Lauren yang berdiri  bersampingan dengan Yoona.

Namun dengan langkah kaki yang jauh lebih cepat Siwon segera mendahului. “Lauren, ikut dengan appa”.

Mungkin karna masih shock, Lauren menggelengkan kepalanya tanda tak mau sambil terus menangis.

“Kalau begitu Lauren ikut dengan eomma saja”, wanita itu mencoba merebut Lauren secara paksa. Dan itu malah membuat tangis Lauren semakin pecah. Orang-orang kantor sudah mengerumuni mereka.

“Stella Kim!”, diluar kendali Siwon tiba-tiba menampar pipi wanita itu. Terlihat dengan jelas wajahnya yang sudah memerah karna kekesalan yang sudah memuncak.

Stella menatap wajah Siwon tak percaya, matanya mulai berkaca-kaca. “Tega sekarang kau sudah berani menamparku”.

Siwon mengangkat tangannya, kenapa bisa ia melakukan hal yang seharusnya tak ia lakukan.

Stella menangis, ia pergi meninggalkan tempat itu dengan tangan kosong, lagi-lagi ia tak berhasil membawa Lauren bersamanya.

Siwon menghela nafas sambil berkacak pinggang, beberapa detik kemudian kakinya menendang kaki meja yang berada disampingnya dengan cukup keras. Sementara orang-orang disekelilingnya masih memperhatikannya dalam diam. Tentu ini kejadian yang sangat langka, mereka menyaksikan langsung pertengkaran antara dua orangtua yang tengah memperebutkan hak asuh akan anak mereka.

Sampai saat itu Lauren masih menangis, Siwon menarik tangan Lauren dan ingin menggendongnya, namun bukannya tangisannya reda malah semakin keras. Lauren masih ketakutan, apalagi bagusaja menyaksikan sang ayah berteriak-teriak.

Ada rasa khawatir diwajah Yoona, sepertinya ia perlu menenangkan Lauren.

“Siwon-ssi, tolong berikan lauren padaku”.

Siwon diam terlebih dahulu, namun anggukan kepala dan wajah yang meyakinkan dari Yoona membuatnya mau menyerahkan Lauren ke pangkuannya. Saat itu juga Lauren memeluk leher Yoona dengan begitu erat dan tangan yang bergetar. Yoona mengelus-elus punggungnya, berharap ia akan lebih sedikit tenang.

“Siwonnie, lebih baik kau bawa dia pulang”, usul Donghae.

***

Siwon, Lauren dan Yoona kini sudah berada di apartement Siwon. Saat diperjalanan tadi Lauren sudah tertidur begitu lelap di pangkuan Yoona, ia menggendong Lauren ke kamarnya dan merebahkan tubuh mungilnya di tempat tidur yang dilapisi bad cover berwarna ungu muda.

Selesainya Yoona berjalan keluar dan menutupi pintu kamar dengan sangat pelan agar tidak mengusik tidur Lauren. Ia balikkan tubuhnya, terlihat Siwon yang tengah duduk di sofa ruang tengah sambil menopang kepalanya dengan kedua tangannya. Tatapannya terlalu kosong, terlihat dengan jelas bahwa ia tengah memikul banyak masalah sekarang.

Langkah demi langkah Yoona mulai mendekat pada Siwon, ia duduk berhadapan dengannya kemudian memulai pembicaraan.

“Sebenarnya kau dan wanita itu ada masalah apa?”.

Siwon menghela nafasnya dengan berat, memijit-mijit kecil pelipisnya sebelum menjawab. “Aku benar-benar gagal”.

Yoona hanya terdiam mendengar penuturan Siwon barusan, sebenarnya sedikit tidak mengerti dengan maksud perkataannya.

“Aku seorang kepala rumah tangga yang gagal untuk membangun keluarga yang utuh dan harmonis”, lagi-lagi ia beragumen sendiri tanpa beralih pada Yoona. “Diawal pernikahan, pertengkaran sudah seperti rutinitas kami setiap hari. Kami berdua terlalu banyak kesamaan, keras kepala dan selalu tak ingin mengalah. Itulah sebabnya kami memutuskan untuk bercerai dua tahun yang lalu. awalnya hak asuh atas Lauren jatuh pada dia (mantan istri Siwon), namun pada waktu yang bersamaan perusahaan dari Taiwan merekrutnya untuk bekerja disana selama satu tahun. Akhirnya ia menyerahkan Lauren padaku.  Jujur, setelah kami bercerai ada rasa kehilangan, sulit untuk melepaskannya. Apalagi yang paling membuatku sakit adalah saat dia memberitahuku bahwa ia akan…. Menikah lagi dengan oranglain. Hatiku benar-benar terpukul, ia adalah satu-satunya wanita yang ku cintai”. Suara Siwon semakin terdengar serak dan pelan, mungkin ia tengah menahan-nahan agar tak menangis dengan mati-matian.

Yoona menatap dengan mata nanar, ada rasa iba terhadap kisah hidup Siwon, namun ia juga sepertinya tengah merasakan sebuah jarum runcing tengah menusuk-nusuk hatinya. Dia masih mencintai wanita itu? Choi Siwon ternyata masih sangat mencintai mantan istrinya?

“Itu sebabnya mengapa aku membawa Lauren ke rumah mu kemarin, dan aku sama sekali tidak ingin meninggalkan anak itu sedetik saja, aku takut tiba-tiba mantan istriku membawanya pergi. Aku sudah terlalu banyak mengalah padanya, saat ia memintaku untuk menyerahkan Lauren padanya aku benar-benar tidak bisa. Sudah cukup ia meninggalkanku, aku tidak ingin ia juga membawa pergi putriku, buah hatiku yang paling berharga yang ku punya sekarang”.

“Hkss…”.

Siwon mendelangahkan kepalanya saat mendengar suara isak tangis. “Hey, kenapa kau menangis?”, tanyanya pada Yoona yang kini tengah mencoba menghapus air matanya.

“Tidak. Aku ke kamar kecil dulu”, tanpa basa basi Yoona berjalan kearah kamar mandi.

Siwon terdiam menatap punggungnya, “Ternyata wanita itu bisa menangis juga”.

“Im Yoona, kau menangis karna sakit hati oleh pria macam dia? Kau benar-benar pecundang, tak seharusnya kau mencintai pria yang mencintai wanita lain”, didepan cermin Yoona terus menggerutu mengutuk dirinya sendiri sambil menghapus air matanya dengan tishu. Bahkan beberapa kali ia membasuh wajahnya, matanya benar-benar sudah memerah sekarang. “Kenapa sulit sekali agar berhenti menangis”.

Lama ia berada disana, dengan susah payah agar wajahnya seperti sedia kala. Tapi terlalu susah, nyatanya sekarang kedua matanya sudah berbintit dan bengkak. Dengan perasaan masa bodoh Yoona pun keluar dari kamar mandi dan bergegas akan langsung pulang setelah ini.

“Choi Siwon-ssi, aku…”, Yoona menghentikan ucapannya saat melihat Siwon sudah tertidur begitu pulas diatas sofa dengan damai. Ia berjalan perlahan menghampiri. Kenapa dalam keadaan tidur pun ia malah terlihat sangat tampan, ucap Yoona dalam hati. Yoona tak bisa memungkiri bahwa ia memang selalu merasa tenang saat melihatnya. Yoona duduk diatas meja kayu yang berdekatan dengan sofa, menatap Siwon yang tengah tertidur disana.

“Choi Siwon-ssi, maksudku Siwon-ah… aku…”, dengan keberanian yang ia kumpulkan habis-habisan Yoona meraih tangan Siwon dan digenggamnya dengan erat. “Sepertinya aku mempunyai rasa yang tak pantas dan tak seharusnya kumiliki, namun aku…. Aku menyukaimu…”. Walau dengan nada yang sangat pelan namun dikeadaan malam yang sunyi ini suara serangga kecil sekalipun bahkan dapat terdengar.

Perlahan Yoona melepaskan genggaman tangannya kemudian berujar kembali. “Selamat tidur dan mimpi indahlah. Yakinkan bahwa kau bisa membuat hidupmu jauh lebih baik”.

Yoona hendak berdiri dan memakai syal merahnya terlebih dahulu.

“Jadi kau menyukaiku?”.

DEG!

Bagaikan tertimpa paus besar, leher Yoona terasa tercekik sekarang. Matanya terbuka lebar dan tubuhnya masih tak bisa ia gerakkan sedikitpun. Ia belum tidur? Jadi dia mendengarkan semua perkataannya tadi?

“Kau sudah bangun ternyata, mimpi apa? Siapa yang menyukaimu?”, dengan senyuman yang diliputi kecemasan lutut Yoona memang terasa sangat lemas sekarang.

“Sedari tadi aku belum tidur”, ucap Siwon dingin masih dalam posisi tertidur.

Yoona membuang pandangan dari Siwon sambil menutup matanya dan memekik didalam hati. Apa yang harus ia lakukan. Sepertinya Yoona sudah kehabisan akal, ia pututskan untuk kabur dari apartement Siwon.

Tapi kenapa sekarang tiba-tiba ia…..??????

NOOOO
‘Siwon menindih tubuhkuuuuuuuu???’.

Dengan gerakan cepat Siwon menarik tangan Yoona sampai membuatnya terjatuh kearah sofa, Siwon menindihnya dan sekarang memburu bibir Yoona.

Yoona benar-benar kaget, apa yang sebenarnya laki-laki ini lakukan? Ia mencengkram pundak Siwon dengan mata masih terbuka. Sepertinya pria ini tengah mempermainkannya.

Dengan susah payah Yoona mencoba menjauhi tubuh kekar Siwon, namun sepertinya itu hanya buang-buang tenaganya saja. Akhirnya Yoona pun menggerak-gerakkan kepalanya kekanan dan kekiri, namun tetap saja Siwon mengikuti arah kepalanya tetap memburu bibir merahnya.

 

“Hhh… Choi Ssss Wonhhh….”, Yoona sudah merasa dadanya sesak, Siwon benar-benar liar. Ia mengemut bibir Yoona dengan cepat. Tak ada pilihan lain, Yoona pun mencubit leher dan pundak Siwon dengan sekuat tenaga. Ia berhasil, Siwon menghentikan aktifitasnya.

“Apa kau gila? Kenapa kau menci….”, ternyata Siwon masih tak kapok. Ia melumat bibir Yoona lagi, kali ini sambil menahan kedua tangan Yoona sehingga kali ini ia dibuat tak bisa bergerak lagi.

Yoona tak tahu lagi harus berbuat apa, ia benar-benar merasa sangat ketakutan. ‘Setelah mengingat mantan istrinya lagi apa ia harus melampiaskannya padaku?’, ucap Yoona dalam hati. Matanya mulai menitikkan air mata membuat ia segukgukkan. Siwon yang menyadari itupun langsung menghentikan ciumannya dan menatap Yoona yang kini tengah memejamkan matanya.

Siwon menyeka air mata itu pelan, dengan memberanikan diri Yoona membuka matanya dengan perlahan. Mereka saling menatap dalam diam.

Beberapa detik kemudian Siwon akhirnya membuka mulut memecahkan keheningan itu. “Kau menyukaiku?”, lagi-lagi pertanyaan yang sama yang Siwon lontarkan.

Yoona menelan ludahnya sesaat, “Ya, beberapa menit yang lalu aku menyukaimu, namun sekarang sepertinya aku akan mengubah pirikanku terhadapmu setelah apa yang kau lakukan padaku barusan. Aku memang menyukaimu tapi jangan melakukan hal seenakmu dan menganggapku seperti sebuah barang yang mudah diambil dan dibuang sesukamu”, Yoona terisak kembali.

Mereka tak mengubah posisi mereka sedikitpun.

“Apa kau akan menyerah begitu saja? Kau yakin tak ingin mendapat balasan cinta dari orang yang kau suka.. apa kau yakin sudah siap menerima kenyataan jika orang yang kau sukai di miliki oleh orang lain…. Im Yoona, rebut hatinya, lakukan sebisamu agar bisa mencuri cintanya.. buat dia berlutut di hadapanmu sampai ia tak akan bisa membuangmu karna selalu ingin memilikimu seutuhnya”. Ucap Siwon dengan suara yang terlalu lembut.

Yoona menatap bola mata Siwon, ia melihat ketulusan di mata pria itu.

Tak disangka tiba-tiba Yoona menarik kedua pipi Siwon dan langsung menyambar bibirnya. Kejadian itu terlalu cepat, membuat Siwon sendiri agak kaget dibuatnya. Dan lambat laun Siwon pun membalas pautan bibirnya tak kalah lembut namun sangat merangsang itu. Bibir Yoona terasa sangat hangat dan manis, bahkan sepertinya Siwon tak akan rela untuk menghentikannya. Saat bersama perempuan ini Siwon benar-benar bisa melupakan semua masalah yang menimpanya sekarang. Yoona sepertinya telah berhasil mengalihkan dan merebut hati Siwon. Yoona menarik leher Siwon agar mereka bisa semakin memperdalam ciuman mereka, sementara Siwon sibuk melakukan ekplorasinya sendiri.

Dan Yoona kelihatannya sangat menikmati, saat ciuman Siwon sudah turun ke leher jengjangnya dan sekarang mulai mendekati bagian dadanya pun Yoona sama sekali tak marah, berontak atau menangis seperti tadi.

***

Leo dan Lauren tengah duduk manis, tatapan mereka terarahkan pada orangtua masing-masing dengan tatapan bingung. Siwon dan Yoona terlihat gugup dan serba salah.

“Kau yang mengatakan pada mereka”, ucap Siwon menyenggol lengan Yoona.

“Ah tidak kau saja yang jelaskan”, timpal Yoona menolak.

“Eomma, ada apa?”, tanya Leo menyikapi sikap aneh dua orang dewasa itu.

“Ekheum”, Siwon mengambil nafas terlebih dahulu sementara Yoona hanya menyerahkan semuanya pada Siwon. Siwon berjongkok untuk menyamai tinggi badan kedua anak itu, “Begini… Leo-ya, Lauren-ah, kalian mau kah mempunyai keluarga yang lengkap?”.

Kata-kata Siwon barusan terlalu berbelit-belit, tentu saja anak yang masih duduk di kursi sekolah dasar itu terdiam karna tak mengerti.

Yoona menyenggol lengan Siwon, mengisyaratkannya agar berbicara dan menjelaskannya lebih baik lagi.

“Lauren-yang.. maukah mempunyai ibu yang selalu menemani Lauren saat dirumah, membangunkan Lauren saat pagi, membuatkan sarapan untuk kita, menceritakan dongeng sebelum tidur, dan menemani Lauren pergi shopping?”, tanya Siwon mengarah pada putrinya yang disusul oleh anggukan kepala dari gadis kecil berkepang satu itu.

Kini giliran Yoona yang memusatkan pandangannya pada putra semata wayangnya itu. “Leo iri tidakmelihat teman-teman Leo yang masih mempunyai appa? Menghabiskan waktu bersama saat libur sekolah, bermain sepak bola bersama, ditemani mengerjakan PR dan menemani main game”.

“Tentu saja sangat iri”, jawab Leo dengan polosnya.

“Kalau tiba-tiba Leo mempunyai appa baru dan Lauren mempunyai ibu baru bagaimana?”, ujar Siwon makin menuju kesasaran.

Leo dan Lauren saling bertatapan, kemudian mengarahkan pandangan mereka kembali pada Siwon dan Yoona dengan bergantian.

“Jika Yoona eomma menjadi eomma Lauren dan Siwon appa menjadi appa Leo bagaimana?”, tanya Yoona tepat sasaran.

“Siwon appa dan Yoona eomma ingin menikah, boleh tidak?”, pinta Siwon memohon dengan wajah memelas.

Leo dan Lauren tertawa. Siwon terlihat seperti anak kecil saat itu.

“Jika Yoona eomma dan Siwon appa sudah menikah kita berempat akan tinggal serumah, pergi menghabiskan liburan musim panas bersama dan melakukan semuanya berempat. Itu sangat menyenangkan sekali bukan?”, Siwon semakin mengeluarkan jurusnya untuk membujuk kedua anak itu.

“Baiklah”, jawab Leo hanya mengangguk-anggukkan kepala nya nampak serius.

“Aku juga setuju appa menikah dengan Yoona ahjumma”, kini Lauren pun menyahut.

“Benarkah? Kalian berdua setuju?”, tanya Yoona antusias. Dan lagi-lagi kedua anak itu hanya menganggukkan kepala mereka.

“kalau begitu mulai sekarang Lauren tidak boleh memanggil Yoona ahjumma lagi, tapi eomma. Dan Leo panggil aku appa”, ucap Siwon.

“APPA/EOMMA”, Lauren dan Leo langsung mengikuti perintah Siwon dengan serempak.

Moment seperti ini bahkan terlalu mengharukan untuk mereka berdua. Kebahagian yang sungguh tidak terkira.

Yoona mengecup kening Lauren, sementara Siwon memeluk jagoan barunya itu.

Disaat ia masih dalam pelukan calon ayahnya itu Leo berujar, “Eomma dan Siwon appa akan menikah, kalau begitu Leo juga ingin menikah dengan Lauren”, ucapnya dengan ketus. Tentu saja anak ini masih tidak mengerti apa arti ‘menikah’ yang sebenarnya.

Segera Siwon dan Yoona saling menatap kaget. Kemudian keduanya langsung mengarahkan pandangan mereka pada Leo lalu berteriak, “TIDAK BOLEHHH…”.

Epilog

“Selamat, dengan ini saya katakan kalian sudah sah menjadi suami istri. Tuan Choi Siwon, anda boleh menciumnya”, ucap sang pastur mempersilahkan.

Siwon dan Yoona mengubah posisi mereka saling menghadap dan menatap orang tercinta masing-masing. Ada rasa tidak percaya bahwa mereka sudah resmi menjadi pasangan suami istri sekarang. Siwon mendekatkan wajahnya kearah Yoona dan mengecut lembut bibir merah itu.

Semua para tamu undangan mulai bergerumuh memberikan tepuk tangan selamat dan ikut bersuka cita. Namun Minho dan Soojung malah sibuk menutupi mata Leo dan Lauren saat Siwon masih mencium bibir Yoona.

“Oh Tidak kalian jangan melihatnya”, pekik Soojung saat Leo mulai berontak dan tak bisa diam. Haha

“Eomma, Lauren sudah menyuruh appa dan Leo untuk segera makan, tapi mereka tidak mendengarkanku”, ujar anak itu sambil memanyunkan bibirnya sebal menghampiri Yoona yang tengah menyiapkan makan malam untuk keluarga kecil mereka didapur.

Yoona yang tengah membersihkan piring langsung menghentikan aktifitasnya, ia hela nafasnya mencoba lebih sabar. “Yasudah, Lauren tunggu dulu disini, biar eomma yang panggil mereka”.

Lauren mengangguk dan duduk dengan manis di kursi meja makan, sedangkan Yoona berjalan memasuki kamar Leo. Sesaat membukakan pintu ia langsung di sambut oleh pemandangan Siwon dan Leo yang tengah bermain PS sambil tiduran ditempat tidur. Seketika amarah Yoona memuncak, ia berkacak pinggang lalu berteriak, “APA PERLU AKU MEMBUANG PLAY STATION NYA AGAR KALIAN BERHENTI BERMAIN DAN PERGI UNTUK MAKAN MALAM?”.

Siwon dan Leo terlonjak kaget, bagaimana tidak suara Yoona terdengar begitu nyaring tadi. Mereka berhenti bermain dan melepaskan stick game dari tangan mereka.

“Cepatlah”, Yoona keluar dari kamar.

Siwon dan leo saling bertatapan, kemudian mereka saling mengeluarkan smirk masing-masing. Ternyata keduanya malah lanjut bermain lagi -_- (oh yaampun anak sama bapak sama aja badungnya)

Namun beberapa detik kemudian seseorang membuka pintu kembali dan kini sambil melemparkan sapu kedalam kamar. Lagi-lagi keduanya terlonjak kaget, sudah bisa dipastikan yang melemparkan sapu adalah Yoona. kali ini mereka langsung berdiri dan benar-benar meninggalkan kamar.

“Araso yeobeo”.

“Ne, eomma”.

Ujar keduanya mulai ketakutan.

“Ooaaaaa…oooaaa…”, terdengar suara tangis bayi, bayi yang baru saja lahir ke dunia. Suasana berubah menjadi mengharukan.

“Selamat, putra anda lahir dengan normal”, ucap sang perawat sambil menyodori bayi kecil itu kepada ibunya yang masih tertidur tak berdaya. Namun saat melihat wajah anaknya, senyum sang ibu merekah dan lupa akan rasa sakit nya yang masih terasa jelas.

Yoona mengecup kening bayi mungil nan lucu itu. Siwon, Leo dan Lauren berada di samping mengelilingi Yoona sambil memperhatikan dengan sangat seksama bayi kecil itu.

“Adik bayinya tampan sekali”, ucap Lauren.

“Tentu saja, appanya kan juga tampan”, balas Siwon.

“Aku juga tampan”, timpal Leo tak ingin kalah.

“Iya, tiga pria eomma semuanya sangat tampan”, ujar Yoona mencoba menengahi.

“Tapi tetap saja Leo yang paling tampan”.

“Salah besar, yang benar itu appa nya yang jauh lebih tampan”, sepertinya Siwon senang sekali menggoda putranya itu.

“APPAAAAAA…”, Leo mengepalkan tangannya siap meninju Siwon.

***The End***

Iklan
Tinggalkan komentar

210 Komentar

  1. happy ending 🙂

    Balas
  2. Yoona choi

     /  April 23, 2014

    Kereeenn…

    Balas
  3. perfect family semoga itu terjadi amin

    Balas
  4. Kyaa romantis, sosweet banget

    Balas
  5. Rachel

     /  Juni 23, 2014

    Waah.. keluarga yg bahagia 🙂
    Kereen thor (y) fighting buat karya” selanjutnya ! 😉

    Balas
  6. keren,tapi sayang ada nc nya :3 errr

    Balas
  7. wah akhir.nya mereka jadi keluarga yang bahagia tapi nama anak.nya siapa ya ??
    ff ini bagus thorr ..

    Balas
  8. rinabere

     /  Juli 15, 2014

    wau keren gokil lg
    sebnarnys trrlalu pendek

    Balas
  9. mutiaraananda

     /  Agustus 26, 2014

    Aaaaaaa sweet bgt

    Balas
  10. ulfa

     /  Agustus 26, 2014

    Mau dibaca berkali2…tetap seruuu, ga bikin bosan.. Ketawa sendiri..merinding sendiri..

    Balas
  11. Hahaha……… Lucu yg lihat tingkah mereka dan akhirnya keluarga mereka jadi lengkap semuanya

    Balas
  12. Cha'chaicha

     /  September 1, 2014

    Haha ada” ja kluarga ni, hah snangnya happy ending..

    Balas
  13. im yoo ra

     /  September 14, 2014

    Aaahhhhh….. aku suka banget ama ini ff. Apalagi happy ending… 🙂

    Balas
  14. Hemm.so sweet.bener2 keluarga unik .

    Daebbak pokonnya

    Balas
  15. Shatia

     /  Oktober 6, 2014

    Suka banget sama endingnya,,bikin gemes dan senyum” sendiri,,bikin melelehkan hati,,Mereka berempat memang cocok jadi satu keluarga..ditambah lagi dengan kehadiran anggota keluarga baru 🙂
    Kisah Yoona-Siwon niy menginspirasiku bahwa jangan pernah menyerah jika kita kehilangan cinta dan tetap berjuang untuk mendapatkan cinta yang akan datang..rasa saling menyayangi, menghormati dan menghargai akan makin melengkapi rasa cinta itu..

    Balas
  16. ayhu

     /  November 9, 2014

    Keluarga yg bahagia.

    Balas
  17. ziyah sone

     /  November 23, 2014

    hahaha . . ngkak bca.a ps yoona bwa spu’ gk bisa byanging pnik.a leo sma siwon!!!

    Balas
  18. lanie

     /  November 27, 2014

    aq bca ff ini udah smpai 10x mungkin ya..
    tapi gx bkin bosen..
    ayo thor bkin ff yg simple,lucu,,pokoknya gx berat bwt dibca ditunggu selalu,,

    Balas
  19. mila

     /  Desember 19, 2014

    Keluarga yg ciamik, semoga jd kenyataan yoonwon…..

    Balas
  20. tiffany

     /  Desember 21, 2014

    Hahahahaha…keluarga kecil yg manis….

    Balas
  21. ysed

     /  Januari 18, 2015

    Lucu dan happy ending. Oohh so sweet keluarga yg bahagia 🙂

    Balas
  22. Atri

     /  Februari 14, 2015

    Wah akhirnya jd keluarga kecil yg bahagia deh ditambah baby baru…
    Congrats buat YoonWon couple deh👏👏👏

    Balas
  23. marsiah

     /  Februari 25, 2015

    Waaah akhir nya yoonwon menikah dan hidup bahagia apa lagi yoonwon di karuniain anak laki2 dari pernikahan mereka.keluarga sempurna dengan tiga anak.

    Balas
  24. Choi Han Ki

     /  Maret 24, 2015

    Keluarga yg bahagia.. Lucu liat tingkah mereka ber4… Tapi adik bayinya blm di kasih nama 🙂

    Balas
  25. sdhifakhri

     /  Mei 10, 2015

    Yoonwon menikah dan udah punya anak. Jadi sekarang anaknya 3 dong, 2 putra dan 1 putri, kalo bisa tambah lgi ya anaknya, biar jadi 4 😀

    Balas
  26. Aaahhh….ff nya bnar2 keren bnget…… Lucu jga liat siwon sama leo.,, anak sama ayah sama aja…. Yoona bsa kna drah tinggi klw setiap hri sprti itu…

    Balas
  27. jessica sonelf

     /  Agustus 9, 2015

    Hahahah siwon seneng bgt jailin leo 😄
    Perfect family bgt deh yoonwon +lauren+leo apalagi ditambah dedek bayi mereka aaaaa so sweet 🙂 ❤

    Ayoo dong admin gee kapan comeback nihh meramaikan ywk yg skrg sepi bgt huhuhu ditunggu yaaaa fighting 😀 *colek i believe in love wkwkwk

    Balas
  28. Akhirnya mereka bersatu jadi seneng kalo baca cerita yg akhirnya bahagia..

    Balas
  29. paris

     /  November 10, 2015

    Akhirnyaaa mereka hidup bahagia juga, kirain siwon nyaa mau balikan lagi sama mntan istrinyaaaa 😦
    Tapi akhirnyaa yoonwon nikah juga dan berakhir happy end

    Balas
  1. Hello Baby (My Mom With Your Dad are Mate) | YoonG-fanfic

United, Leave a Coment Here

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: