[OS] It’s Hurt

Annyeong nited J

Aku balik lagi dengan os, mian untuk BFIML agak molor >.< sebagai gantinya aku bawa os ini, mudah2an terhibur ne J

Mian jika ditemukan banyak typo J

Author                  : Echa/Choi Kyucha

Title                       : It’s Hurt

Main cast             : Choi Siwon, Im Yoon Ah, etc

Rating                   : PG 15

Type                      : OneShoot

Genre                   : Romance, Sad, Family

Summary             :

Penyesalan yang selalu datang dibelakang. Ketika sebuah kebahagian baru menghampiri, namun disaat itu juga kau harus kehilangannya…adilkah ini??

Yoona POV

Sebuah pernikahan, pernikahan yang sakral untuk menyatukan sepasang kekasih yang saling mencintai. Berjanji dihadapan tuhan untuk sehidup semati, saling mencintai,mengasihi, dan menyayangi.

Apa itu terjadi padaku?

Aku rasa tidak, pernikahan yang didasari oleh keinginan orang tua..dimana tak ada cinta didalamnya.

Apa aku bisa menjalani kehidupan baruku sebentar lagi ini?

Mungkin semua akan iri denganku..dapat menikah dengan seorang pria tampan yang diinginkan setiap wanita.

Tapi apakah pernikahan ini patut untuk di irikan? Sementara hatiku dan hatinya tak menyatu.

Tuhan, ku berdoa disetiap langkah yang kutuju untuk menemui kehidupan baruku, mengharapkan sebuah pernikahan yang didasari oleh kasih sayang meski kata cinta sepertinya terlalu jauh untuk diharapkan. Aku tak akan mengharapkan lebih untuk cinta, karena aku memahami posisinya.

Tuhan, semoga aku bisa menerimanya sebagai suamiku. Dan melakukan kewajibanku sebagai seorang istri.

[]

Uluran tangannya menyadarkanku bahwa kami telah berada di depan altar yang akan menyatukan kami sebagai sepasang suami istri.

Ia mengulurkan tangannya untuk menyambutku, appa mengulurkan tangannya yang menggenggam tanganku, menyatukan kami dalam genggaman.

“Aku serahkan putriku padamu” hampir lelehan bening menghiasi wajahku, ini mengharukan sekaligus menyesakkan

Kini aku dengannya telah menghadap kedepan, menghadap didepan tuhan yang akan menjadi saksi pernikahan yang suci ini.

“Choi Siwon bersediakah anda menerima Im Yoona sebagai istrimu dalam suka maupun duka, dalam sehat maupun sakit?” ujar pendeta berikrar.

“Ne aku bersedia” jawabnya terdengar datar

“Im Yoona bersediakah anda menerima Choi Siwon sebagai suamimu dalam suka maupun duka, dalam sehat maupun sakit?” ujar pendeta lagi

“—Ne aku bersedia” jawabku setelah terjadi jeda

[]

Kini kami telah berada disebuah rumah yang akan menjadi masa depan kami, hadiah dari keluarga kami. Kuikuti langkahnya memasuki sebuah kamar, yang kuyakini adalah kamar utama yang akan kami tempati. Kupandangi setiap sudut ruangan itu yang bernuansa crem dengan interior coklat.

“Tidurlah..” ujarnya akan meninggalkan kamar

“Tidurlah disini” ujarku, menghentikan langkahnya dan menatapku

Aku tertunduk “Aku tahu pernikahan ini bukan keinginan kita, tapi setidaknya kau tak perlu pindah kamar hanya untuk menghindariku”

Aku mendongakkan wajahku dan menatapnya, ia terdiam.

“Baiklah” ujarnya membaringkan tubuhnya ke ranjang dan memungguiku. Kehela nafas sesaat dan ikut berbaring disebelahnya.

[]

Sinar mentari pagi membangunkanku pada tidur lelapku, kududukan tubuhku dan menatap sosok yang kini berstatus sebagai suamiku. Ia masih terlelap damai, aku tersenyum kecil dan mulai beranjak.

Kulihat bahan-bahan makanan yang terdapat di kulkas, aku akan membuatkan sarapan untuk kami pagi ini. Kuharap ia mau memakannya.

Kini aku telah menata meja makan dengan sebaik mungkin, memasakan nasi goreng kimchi. Tak lama aku melihatnya berjalan menghampiriku yang terlihat lebih segar.

“Makanlah, aku sudah membuatkan nasi goreng kimchi. Kuharap kau menyukainya” ujarku

Ia mendudukan dirinya tepat pada kursi dihadapanku, kami makan dalam suasana hening. Ia masih mempertahankan sikapnya padaku, dan aku harus menerimanya.

“Emm lain kali buatkan saja waffle dan esspresso coffe” ujarnya begitu selesai memakan sarapannya

“Mianhae, aku tidak tahu. Mulai besok aku akan membuatkan waffle dan secangkir esspresso untukmu” ia hanya menganggukan kepala dan berlalu

Kupandangi punggungnya yang menjauh, menghela nafas sesaat dan mengembungkan pipiku “Huft..setidaknya ia memakan sarapan buatanku” aku tersenyum dan mulai merapikan piring-piring kotor ini dan membawanya pada washtafle.

[]

Kini tepat sebulan setelah ikrar janji suci kami di altar. Walaupun sikapnya masih dingin padaku tapi hubunganku dengannya baik-baik saja setidaknya tidak ada pertengkaran yang menghampiri kami, aku memakluminya dan tak memaksanya. Aku sadar pernikahan ini bukan keinginannya.

Aku sudah menyiapkan makan malam untuknya, dan menunggunya pulang kerja. Duduk di meja makan menanti kedatangannya, tersenyum puas akan hasil masakkanku.

Tak lama aku mendengar suara pintu terbuka, berarti ia telah kembali, kulangkahkan kakiku menghampirinya.

“Kau sudah pulang oppa” sapaku, ia menganggukkan kepalanya

“Bersihkanlah dirimu, aku menunggu di meja makan” lanjutku

“Kita tidak akan makan malam di rumah” ujarnya, aku menatap bingung padanya

“Eomma memintaku agar kita makan malam bersamanya” jelasnya dan aku mengangguk mengerti “Bersiaplah”

Aku segera melangkahkan kaki ke kamar dan merapikan diri untuk berkunjung ke rumah mertuaku, sedikit sedih karena makan malam yang telah aku siapkan menjadi terbuang sia-sia, namun aku memaklumi itu.

Kulangkahkan kakiku bersamanya memasuki rumah yang berdiri kokoh nan megah itu, dan melihat kedua orangtuanya dan Sulli yang menyambut kedatangan kami dengan senyuman.

“Kalian sudah datang, kajja aku sudah menyiapkan makanan yang banyak untuk anak dan menantuku” ujar eomma merangkulku menuju meja makan

Suasana hening di meja makan, appa dan eomma mertuaku, Sulli adik Siwon oppa dan tentu aku dan juga Siwon oppa menikmati makan malam dengan suasana tenang.

“Bagaimana kehidupan baru kalian?” Aku hanya diam, menunggu Siwon oppa yang akan mengatakannya

“Semua baik-baik saja” jawabnya

“Kami sudah menyiapkan paket bulan madu untuk kalian, anggap sebagai hadiah dari kami” ujar eomma antusias

“Bagaimana dengan perusahaan, aku tak bisa meninggalkannya” sanggah Siwon oppa

“Gwenchana Siwon-yang, appa akan menghandel pekerjaanmu” jawabnya “lusa kalian bisa pergi” ujar appa

Tepat pada akhir pekan, aku sedang memasukkan pakaianku dan Siwon oppa pada koper-koper kami”

Seperti yang telah dikatakan oleh appa dan eomma tentang rencana bulan madu kami, entahlah..apa ini bisa dikatakan bulan madu atau tidak? Hubunganku dengannya masih sama, tak ada yang berubah.

“Oppa, pakaianmu sudah aku masukkan ke koper” ujarku begitu melihatnya keluar dari kamar mandi

“Ohh gomawo” jawabnya singkat, aku tersenyum dan berlalu. Aku tahu ia akan mengganti bajunya..

[]

Bandara ini terlihat ramai akan orang-orang yang berlalu lalang, kini aku dan Siwon oppa telah berada dikeberangkatan luar negeri bersama keluarga kami yang mengantar.

“Jaga diri kalian disana”

“Siwon-yang titip putriku”

“Jaga istrimu Siwonnie”

“Oppa, aku titip oleh-oleh ne”

“Baiklah” Siwon oppa menjawab

“Oppa! Titipan oleh-olehku yang ini lohh” ujar Sulli sambil menirukan gerakkan tangannya didepan perutnya “Aku ingin keponakkan”

“Aisshh kau ini” aku tertunduk malu mendengarnya

“Kalau begitu kami pamit” ujar Siwon oppa. Aku memeluk eomma-ku, eomma mertuaku, dan Sulli

“Hati-hati dan jaga dirimu disana, kalau ingin pergi..ingat untuk selalu bersama Siwon” pesan eomma-ku

Aku tersenyum “Ne eomma”

[]

Kini aku dan Siwon oppa telah berada disebuah kamar hotel yang telah disiapkan untuk kami, kamar ini sungguh indah dan romantis. Aku sungguh menyukainya. Aku sepertinya akan betah berada disini walaupun kami hanya dua hari, mengingat Siwon oppa yang memiliki banyak pekerjaan di kantor.

Kutolehkan kepalaku melihat dirinya yang sedang berkutat dengan Ipad yang berada digenggamannya, kuberanikan diri untuk menghampirinya.

“Oppa..” panggilku ketika telah duduk dikursi samping dirinya

“Emm” ia hanya berdeham mendengar panggilanku

“Bisakah kita pergi jalan-jalan malam ini” pintaku walau sedikit ragu

Ia menolehkan kepalanya menatapku, aku membalas tatapannya meminta persetujuan darinya..ingin sekali menikmati liburan ini dengan berkeliling kota paris yang cantik dan romantis..tidak hanya berdiam diri di kamar hotel.

“Baiklah” jawabnya singkat

[]

Kini aku dengannya telah berada di sebuah festival yang kebetulan diadakan di kota tersebut, sungguh cantik..lampu-lampu menara eiffel yang terang semakin menambah cantik tempat tersebut.

Melelahkan mengelilingi tempat ini yang penuh dengan berbagai parade yang diadakan dan berbagai stand yang terdapat disetiap sudut. Jemarinya menggenggam jemariku erat, aku tersenyum merasakannya walauku tahu ia melakukan itu agar aku tak tersesat ditempat yang padat akan pengunjung itu. kami mendudukan diri pada sebuah bangku panjang bercat putih.

“Aku akan membelikan minum, kau tunggu disini” ia segera bangkit dan melangkah menjauh begitu selesai mengatakannya, aku tersenyum menatap punggungnya yang semakin menjauh.

Kuperhatikan sekelilingku, tempat ini sungguh ramai..berbagai makanan yang menggugah selera tersedia di setiap stand, belum ditambah pernak-pernik lucu dan unik yang memang ditujukan untuk menarik turis-turis yang berkunjung di negara yang terkenal romantis ini.

Kulirik jam tangan yang melingkar dipergelangan tanganku, sudah setangah jam aku menunggu namun aku belum melihat bayang Siwon oppa. Apa sejauh itukah membeli minuman?

Kuberanjak dari dudukku dan mulai melangkah, aku akan meneruskan mengelilingi festival ini, siapa tahu akan bertemu Siwon oppa dijalan. Kuikuti saja kemana langkah kakiku akan membawaku, semua indah disini, kupandang menara kebanggaan negera ini, sungguh eksotis dan memukau.

“Sudah jam 9 malam, aku harus segera menemukan Siwon oppa” gumamku dan melangkahkan kakiku lebih cepat, kutolehkan kepalaku ke kiri ke kanan dan kebelakang..berharap akan menemukan sosok pria yang memiliki tubuh tinggi tegap oleh retina mataku.

“Ahh itu oppa” riangku ketika melihatnya dan mulai melangkahkan kakiku lebih cepat

“Oppa! Bagaimana dengan yang ini” kuhentikan langkah kakiku begitu melihatnya, ia tersenyum begitu manis, aku tersenyum getir memandangnya dan memilih untuk membalikkan tubuhku dan menjauh.

Yoona POV END

Siwon POV

Genggamanku tak pernah lepas dari jemari wanita yang kini menyandang status istriku, kulihat raut wajahnya yang menunjukan lelah walau senyum masih menghiasi wajah cantiknya.

Kuakui, istriku memang cantik..semua orangpun akan sependapat dengan ucapanku ini. Aku memang masih acuh dan dingin padanya. Entahlah…Sebenarnya, aku belum menyetujui pernikahan ini. Aku masih trauma dengan yang namanya cinta.

Dimana disaat aku begitu mencintai seseorang, tapi dengan teganya ia berselingkuh dibelakangku. Yang membuatku tak habis pikir ia membela selingkuhannya itu ketika tertangkap basah olehku. Sejak saat itu aku benci dengan kata-kata cinta, semua hanya bulshit.

“Aku akan membelikan minum, kau tunggu disini” ujarku padanya dan segera berlalu  tanpa menunggu jawaban darinya. Kutelusuri setiap stand untuk mencari minuman untukku dan untukknya.

“Siwon oppa!!” seruan seseorang membuatku menolehkan kepalaku mencari dimana suara itu berasal, kulihat seorang wanita dengan senyuman khasnya menghampiriku

“Oppa, apa kabarmu? Apa yang kau lakukan disini?” tanyanya

“Ohh Fany-ah, kabarku baik, aku sedang liburan disini. Bagaimana kabarmu?”

“Kabarku baik oppa. Lama kita tak bertemu, kau semakin tampan saja”

Aku hanya tersenyum tak menimpali ucapannya

“Kau sendiri oppa? Ohh yaa aku sedang mencari pernak-pernik untuk kubawa ke Korea, disaat sedang ada festival seperti ini, langsung saja aku datang. Temani aku oppa?” pintanya tanpa memberikan kesempatan untukku untuk menjawab, ia segera menarikku “Kajja”

“Huaa cantik-cantikkan oppa” serunya begitu beerada disebuah stand yang menyediakan berbagai macam pernak-pernik, aku hanya diam.

“Sekarang kita kesana oppa” ia kembali menarikku menuju tempat yang diinginkannya, sepertinya tak ada gunanya aku menolak..pasti ia akan memaksaku

“Oppa! Bagaimana dengan yang ini”

Setelah berkeliling dan juga mendapatkan beberapa peper bag ia mengeluh padaku “Emm aku haus oppa”

‘Haus?’

‘Omo Yoona!’ kulihat jam tangan yang melingkar dipergelangan tanganku ‘Shit sudah sejam aku meninggalkannya. Ahh bodoh kau Choi Siwon, bisa-bisanya kau meninggalkan istrimu dan jalan dengan wanita lain’

“Mianhae Fany-ah, aku harus segera pergi” ujarku menyerahkan beberapa peper bag padanya

“Ehh waeyo oppa?”

“Aku sudah terlalu lama meninggalkan istriku, aku tak ingin sesuatu terjadi padanya” entah mengapa kalimat itu yang keluar dari bibirku.

“Istri?” gumamnya

“Annyeong”

“Chakamman, aku akan membantumu mencarinya” ia menghampiriku, aku tak peduli dan melangkah ketempat dimana aku meninggalkan Yoona.

Kuhentikan langkah kakiku begitu melihat sebuah bangku yang ditempati olehku dan Yoona tadi namun aku tak menemukan sosoknya

“Ohh God!” aku mengusap wajahku, mungkin terlihat jelas gurat kekhawatiran diwajahku

Ku tekan layar ponselku untuk menghubungi Yoona, nada sambung mulai terdengar namun tak kunjung diangkat “Shiittt”

Aku terus berkeliling mencari sosoknya, hampir sejam aku memutari tempat festival ini. Namun sosoknya tak juga aku temukan. Hawa dingin kini mulai terasa ditubuhku walau kini aku telah menggunakan mantel. Kutadahkan kepalaku menatap langit, butiran-butiran salju telah turun.

‘Ohh God! Salju akan turun. Dimana kau Yoong? Kau hanya memakai dress selutut dan sweater tipis’ gumamku

“Oppa..mungkin kita berjalan menuju hotel tempat menginapmu saja, siapa tahu ia pulang terlebih dahulu” benar, siapa tahu ia sudah kembali ke hotel

Segera kulangkahkan kakiku menuju hotel tempatku menginap, jaraknya tak terlalu jauh dari festival ini.

“Tenanglah oppa, lebih baik kau istirahat dulu, kau sudah mencarinya dari tadi” aku hanya diam, begitu tahu aku tak menemukannya selama perjalanan menuju hotel.

‘Apa Yoona baik-baik saja atau sesuatu yang buruk terjadi padanya?’

“Aawww” kubalikkan tubuhku yang sedang berjalan memasuki hotel bersama Tiffany begitu mendengar suara seseorang.

“Yoong!” seruku begitu melihat sosoknya yang telah menabrak seseorang yang meringis kesakitan tadi, ia telihat pucat, aku segera menghampirinya “Gwenchanayo?” tanyaku pada Yoona yang kini bersandar didekapanku.

“Sorry Miss, on my wife’s fault” ujarku pada seorang wanita yang tak sengaja ditabrak Yoona, ia sepertinya juga mengkhawatirkan keadaan Yoona yang terlihat pucat.

“Ohh no problem, your wife seems ill”

Setelah wanita itu berlalu, kembali kualihkan pandanganku pada sosok Yoona yang masih berada dalam dekapannya.

“Tubuhmu dingin sekali Yoong” aku segera mengangkatnya dengan bridal style dan membawanya menuju kamar kami

Kubaringkan tubuhnya pada ranjang dan menyelimutinya, tapi ia masih menggigil “Apa masih dingin?”

“Dingin oppa” segera kupeluk tubuhnya yang masih berbaring, mencoba menghalau rasa dingin yang ia rasakan dan memberikan kehangatan dari tubuhku, menghembuskan nafas hangatku pada tengkuknya dan mempertahankan posisi tetap seperti ini.

Kuangkat wajahku untuk melihat wajahnya yang masih diam tak bergeming dan masih mendekapnya, menelusuri wajah cantiknya bagaikan seorang dewi. Kelopak matanya bergerak perlahan dan mulai membuka mata indah itu. aku masih terdiam dan tetap memandang wajahnya menelusurinya dari kening, mata, pipi, hidung, dan beralih menuju bibirnya yang berwarna agak pucat namun tetap terasa manis. Terhipnotis..dan semakin mempersempit jarak antara kami, hingga dapat merasakan sesuatu yang lembut menyentuh permukaan bibirku, memejamkan mata dan mencoba untuk menikmatinya.

Memagutnya perlahan dengan lembut, tangannya mengalung indah dileherku, membalas apa yang kulakukan. Mencoba lebih memperdalamnya hingga ia tak segan membuka belahan bibirnya, menyambutku untuk memasukinya lebih. Turun pada leher jenjangnya, kembali menghembuskan nafas hangatku, mencium, dan menghisapnya..menimbulkan warna kemerahan pada permukaan kulit yang putih itu.

Menyerahkan pada keinginan untuk memiliki saat ini.

Siwon POV END

[]

Author POV

Pagi menyambut kota penuh cinta itu, mentari yang terbit dan burung yang berkicau dengan indah, dimana malam lalu salju turun membuat pagi itu begitu bersinar.

“Eemmm..” lenguhan dari sosok wanita yang baru terjaga dari tidurnya

‘Tubuhku terasa remuk dan lelah’ gumamnya

‘Eh apa ini, mengapa keras dan berbentuk’ gumamnya lagi meraba sesuatu dengan telapak tangannya

Segera dibuka mata indahnya itu dan memandang terkejut pada sesuatu yang berada dihadapannya ‘Omo!’ ia mengadahkan kepalanya dan mendapati seorang pria yang masih terlelap, ia juga menyadari ada sebuah tangan yang memeluk pinggangnya possesive dan seperti?

Ia kembali melihat dirinya, dan langsung membulatkan sempurna dikala ia melihat dirinya yang tak memakai sehelai benangpun dan hanya tertutupi oleh badcover.

‘Eottokhae?’

Ia singkirkan perlahan tangan yang masih memeluk tubuhnya itu dan mencoba bangkit dari ranjang, begitu ia mendudukan dirinya ia bisa melihat pakaian mereka yang sudah menghambur dilantai.

“Aku benar-benar telah melakukannya?”

Segera ia bangkit dan mengambil kimono yang berada tak jauh dari tempatnya kemudian segera berlalu menuju kamar mandi.

[]

Dipandang dirinya pada cermin, mencoba untuk mengingat kembali apa yang telah terjadi padanya. Kilasan dimana ia menunggu suaminya dan melihat sang suami bersama wanita lain. Dan…dimana ia hampir jatuh ketika menabrak seseorang hingga berada dalam dekapan Siwon.dan..dan….

“Huaaa eottokhae..?” gumamnya sambil menggigit bibirnya menghalau kepanikan yang ia rasakan

Dipandang dirinya lagi pada cermin tersebut lebih teliti dan dapat terlihat beberapa bercak kemerahan pada leher dan bahunya, ia tak berani untuk melihat bagian lainnya yang mungkin saja ada bercak seperti itu.

“Omona aku dan Siwon oppa benar-benar melakukannya?” ia kembali bertanya pada dirinya sendiri

[]

Seorang pria hanya bisa tersenyum kecil melihat tingkah sang istri yang begitu tak ingin memandangnya, ia sudah dapat menebak bahwa ia malu dengan apa yang terjadi pada mereka. Tapi ia hanya diam dan membiarkannya saja. Ia juga tak menyangka dapat melakukan suatu hubungan yang intim bersama istri yang selama ini selalu diacuhkannya.

Satu kata untuk menggambarkan istrinya kini ‘Begitu polos dan menggemaskan’

[]

Tepat sebulan setelah bulan madu mereka, kini keduanya telah kembali pada rutinitas sebelumnya. Membuatkan sarapan untuk sang suami. Diaduknya susunya yang biasa ia buat dipagi hari untuk dirinya.

Namun ia merasakan suatu dorongan yang membuatnya berlari menuju washtafle, merasakan mual yang tak pernah ia rasakan sebelumnya, ia merasa tak sedang sakit.

Siwon yang baru keluar dari kamar segera mempercepat langkahnya begitu mendengar suara yang berasal dari dapur. Dilihatnya sang istri yang membungkuk didepan washtafle dan memuntahkan isi perutnya.

“Gwenchana?” tanya Siwon sambil mengelus tengkuk sang istri

Yoona mengangkat wajahnya dan menatap Siwon “Gwenchanayo”

“Kau yakin? Aku antar kau ke rumah sakit”

“Tidak usah, aku tidak apa-apa”

Hueeekk…

Yoona kembali mengeluarkan isi perutnya, walaupun hanya saliva yang keluar.

“Sudahlah, aku tahu kau tidak enak badan. Kajja aku antar” Siwon segera menarik pergelangan tangan sang istri

[]

“Bagaimana dokter?”

Dokter itu tersenyum dan mengulurkan tangan pada Siwon, Siwon mengerutkan keningnya kemudian menerima jabat tangan dari dokter yang memeriksa keadaan Yoona

“Chukkahmanida istri anda sedang mengandung, usianya memasuki minggu pertama” Siwon membulatkan matanya sempurna mendengar penuturan dari dokter tersebut

“Mengandung?”

“Ne..”

Author POV END

[]

5 month later

Yoona POV

Menjadi seorang ibu, tak pernah terbayangkan dalam benakku sebelumnya..merasakan menjadi wanita seutuhnya ketika mengandung dan kelak melahirkannya.

Kuelus perutku yang mulai membuncit ini, merasakan kebahagaian hanya dengan menyentuhnya. Menantinya akan lahir kedunia ini dan menikmati semua anugerah tuhan.

Kau malaikatku..berkatmu Siwon oppa lebih memperhatikanku walau ia masih lebih banyak diam, setidaknya ia mulai peduli padaku.

Kuberharap kau menjadi anak yang berbakti, sayangi appa-mu walau ia jarang mempunyai waktu untuk kita.

“Annyeong eonnie” kutolehkan kepalaku begitu mendengar sebuah sapaan

“Ahh Sulli-ah”

“Wahh calon keponakkanku makin besar saja yaa..aku tak sabar melihatnya” ujarnya begitu melihat perutku, aku tersenyum mendengarnya

“Aku bawakan makanan untukmu, ibu hamil harus makan yang banyak” ujarnya dan berjalan menuju dapur rumahku, aku mengikutinya dari belakang

Ia menyajikan sebuah ttoebokki dihadapanku “Emm sepertinya enak” ujarku dan mulai menyicipinya

“Oppa masih di kantor?”

“Yaa..nanti sore juga akan pulang” jawabku dan ia mengangguk

“Eonnie bagaimana rasanya hamil, apa melelahkan?”

“Emm kalau ditanya melelahkan, itu pasti ya. Namun ada sebuah perasaan lain pada dirimu ketika menanti seorang buah hati yang akan lahir pada rahim sendiri, sebuah kebahagiaan yang tak akan dapat dilukiskan”

“Jinjja! Apa ketika aku hamil nanti, aku dapat merasakannya?” aku mengangguk pasti menjawab pertanyaannya itu

Yoona POV END

[]

Siwon POV

Kandungan Yoona sudah memasuki bulan kedelapan, sebentar lagi buah hati kami akan dilahirkan, Sebenarnya aku merasa berdosa dengannya. aku masih mempertahankan egoku dan masih mengacuhkannya walau sebenarnya tidak..aku peduli dengannya, namun rasanya sulit sekali untuk mengatakannya dan berbuat hal manis padanya. Rasa gengsi didalam diriku masih terlalu besar.

“Sajang-nim kita memiliki pertemuan dengan investor di daerah apgujeong”

“Baiklah, kita berangkat sekarang”

Skip time

Kulangkahkan kakiku keluar dari restaurant tempat pertemuanku, membawa langkahku untuk keluar dari sebuah pusat perbelanjaan ini bersama sekretarisku.

“Yoona..” gumamku begitu melihat sosoknya sedang berada disebuah pusat perlengkapan baby, ia terlihat sedang melihat-lihat pakaian-pakaian yang mungkin akan ia beli untuk anak kami.

Rona bahagia terpancar dari wajah cantiknya, namun saat itu juga aku melihat raut wajah sedihnya begitu melihat sepasang suami-istri yang juga tengah berada disana.

Aku tersenyum getir melihatnya, sejahat itukah diriku?

Membiarkannya pergi sendiri untuk memenuhi kebutuhan anak kami nanti,

Padahal ia usia kanduangannya sudah tua, tetapi ia mau berbelanja seorang diri tanpa ditemani olehku

Betapa bodohnya kau Choi Siwon, menyia-yiakan istri seperti dirinya…

Akuilah bahwa kau telah menerimanya sebagai bagian dari hidupmu,

Akuilah bahwa kau mulai mencintainya….

[]

“Aku pulang” seruku begitu memasuki rumah kami

Kulangkahkan kaki menuju tempat yang mungkin menjadi tampat favoritnya dan benar saja, aku melihatnya yang masih sibuk dengan peralatan memasaknya

“Ahh oppa kau sudah pulang” sapanya tersenyum manis padaku, aku tersenyum dan mengangguk

“Kau sedang membuat apa?” tanyaku mencoba untuk menjadi seorang suami yang baik untuknya

“Ahh aku membuat bulgogi”

Aku mengangguk “Ada yang bisa aku bantu?”

“Ahh aniyo, lebih baik oppa ganti baju dan bersihkan diri, setelah itu kita makan malam”

“Gwenchana, aku bisa walau hanya bantu-bantu sedikit” Kubuka toxedo hitamku dan menggulung sebatas lengan kemeja putih yang ku kenakan “Apa yang bisa aku lakukan?”

“Oppa serius?” tanyanya memastikan

“Tentu saja, kau meragukanku”

“Ahahaa aniya..” aku tersenyum memandang wajahnya yang tertawa lepas, tak pernah sekalipun aku melihat tawa bahagianya

Kini aku membantunya memilah-milah daging untuk makan malam kami, betapa bodohnya diriku tak melakukan ini dari dulu. Membangun keluarga kecil bersamanya.

‘Aku berjanji, akan selalu membahagiakanmu dan takkan pernah sekalipun keinginanku untuk menyakitimu’ janjiku dalam hati memandangnya yang terlihat serius itu, aku tersenyum dan melanjutkan pekerjaanku

[]

Terdengar suara pintu yang terbuka, aku menolehkan kepalaku melihatnya yang baru keluar dari kamar mandi, ia berjalan menghampiriku dan ikut duduk dan bersandar pada ranjang.

Ayolah Choi Siwon sekarang adalah waktunya yang tepat untuk mengatakannya.

“Yoong!” panggilku

Ia menoleh padaku “Ne oppa” jawabnya, aku masih terdiam memandang lurus kedepan

“Apa kau bahagia?”

Aku dapat menangkap raut bingung di wajahnya walau aku masih belum memandangnya.

“Apa kau bahagia menikah denganku?” ulangku

Ia terdiam, aku tersenyum miris “Kau pasti menyesal mempunyai suami sepertiku. Aku begitu mengacuhkanmu dan bersikap seolah-olah kau tak ada..tapi kau masih peduli dan tetap menjadi seorang istri yang baik untukku. Mengapa kau tak meninggalkanku saja? Mengapa kau begitu baik dan peduli padaku Yoong?

Kutolehkan kepalaku menatapnya, ia diam dan tertunduk..aku memandangnya dan menunggu jawaban darinya

“Karena kau suamiku” jawabnya sangat pelan, namun aku dapat menangkapnya

“Mianhae..jeongmal mianhae, mungkin kata itu sudah terlambat dan tak ada artinya. Aku bodoh baru menyadari kesalahanku ini. Aku tahu sulit bagimu untuk menerima maaf dariku, aku akan berusaha untuk menjadi suami yang baik setelah ini. Kau tahu akhir-akhir ini aku selalu memikirkanmu dan mengkhawatirkanmu, ku akui bahwa aku mulai mencintaimu. Bisakah kau memberiku kesempatan sekali lagi?”

Ia menatapku tak percaya, hingga buliran-buliran bening mengalir membentuk aliran sungai dipipinya. Kuulurkan tanganku, menyentuh wajahnya dan menghapus cairan bening itu dari pipi lembutnya.

“Bisakah?” ulangku menatapnya lembut

Ia tersenyum dalam tangisnya dan menganggukan kepala. Segera kurengkuh tubuhnya dalam dekapanku

“Gomawoyo” kukecup kepalanya sayang dan semakin mengeratkan pelukkanku, ia melingkarkan tangannya ditubuhku dan balas mengeratkan pelukkanku

“Saranghae..”

“Nado saranghaeyo…” pelukkannya semakin erat ditubuhku

Siwon POV END

[]

Author POV

Pagi yang indah seperti yang dialami sepasang suami-istri yang kini baru memulai kehidupan barunya, Siwon membelai sayang rambut Yoona yang masih terlelap dalam dekapannya

“Euhh…” lenguhan dari sang istri membuatnya tersenyum kecil menunggu istrinya itu membuka mata

Matanya mengerjap polos dan memandang sang suami yang tersenyum masih membelainya

“Morning” sapa Siwon

“Morning” Yoona kembali menyapa dengan senyuman manisnya

Siwon merunduk dan mendaratkan kecupan manis dibibir mungil istrinya, Yoona memandang terkejut dengan apa yang dilakukan Siwon. Siwon terkekeh melihat ekspresi Yoona, benar-benar menggemaskan.

“Ada yang salah?” ucapnya dengan senyum polos

“Aishh oppa..aku malu” Yoona menutup wajahnya dengan kedua tangannya yang masih berada dalam dekapan Siwon

“Wae? Bukankah itu wajar” Siwon masih menggoda istrinya itu

“Ahh terserah kau oppa, sudah aku mau bangun” Yoona mencoba bangkit dan Siwon segera mempereratkan pelukkannya. Tak mengijinkan istrinya itu untuk pergi

“Bukankah seperti ini lebih baik?” godanya lagi

“Oppa! Berhenti menggodaku” Yoona berseru dengan wajah yang telah memerah sempurna

Siwon tak perduli dan makin mempererat pelukkannya “Wahh bahkan detak jantungmu begitu terdengar berdetak cepat, begitu gugupkah”

“OPPA!!!!!”

[]

Kehidupan mereka benar-benar telah berubah, senyum kebahagian selalu terpancar dari keduanya. Hal yang sangat dinantikan oleh Yoona akhirnya terkabul, dimana sang suami menerima seutuhnya dirinya sebagai seorang istri.

“Bagaimana dengan yang ini Yeobo?” tanya Siwon menunjukan sebuah dress lucu yang ditunjukkannya

“Aishh oppa, kita akan memiliki bayi bukan seorang balita” ujar Yoona menghentikan aktivitasnya yang sedang memilih-milih pakaian untuk calon anak mereka. Mereka kini berada dipusat perbelanjaan untuk membeli keperluan disaat anak mereka telah lahir.

“Tidak masalah, ini akan dipakai nanti” Siwon masih mempertahankan sebuah dress berwarna biru yang terlihat lucu “Bagaimana?”

Yoona terkekeh geli melihat tingkah suaminya itu “Baiklah” ujarnya mengerucutkan bibirnya pura-pura kesal.

“Euhh neomu yeppo” Siwon mencubit kedua pipi Yoona gemas

“Oppa!”

Senyum bahagia terpancar dari keduanya yang masih terlihat memilih-milih sesuatu yang cocok untuk calon anak mereka kelak. Tanpa mereka sadari sebuah tatapan tak suka memandang kebersamaan mereka yang diliputi cinta.

“Kenapa kau memilih wanita itu untuk menjadi pendampingmu. Apa kau masih tak melihatku disini. Aku begitu sakit mendengar kau menyebutnya sebagai istrimu dan melihat kekhawatiranmu ketika ia menghilang. Lihat saja, kebahagiaan kalian tak akan lama lagi”

[]

Siwon melangkahkan kakinya dengan semangat memasuki pintu utama rumahnya tersebut, dikarenakan pekerjaannya yang tak padat ia memutuskan untuk pulang dan menghabiskan waktu bersama sang istri.

“Yeobo, aku pulang” sunyi, tak ada sapaan manis yang menyambutnya “Kemana dia?” gumamnya lebih memasuki rumahnya tersebut

Setelah memastikan bahwa istrinya tak ada dirumah, segera dikeluarkan ponselnya untuk menghubungi istrinya tersebut.

“Yeobseyo, kau dimana”

“Ahh yeobo. Aku sedang disupermarket membeli isi kulkas yang telah menipis”

“Mengapa tak menungguku saja, aku akan mengantarmu”

“Gwenchana, kau kan sedang sibuk”

“Ahh kau ini selalu keras kepala, aku sudah ada dirumah. Aku akan menjemputmu”

“Sudah dirumah? Tidak usah, sebentar lagi aku selesai. Lebih baik oppa istirahat sejenak”

“Benar tidak apa-apa?”

“Ne”

“Yasudah hati-hati, saranghae”

“Nado”

Sambunganpun terputus, dilangkahkan kakinya menaiki tangga dan memasuki kamarnya

Terlihat didepan sebuah mobil terparkir sempurna mengawasi sebuah rumah dari tadi dan seorang wanita yang sedang tersenyum licik, segera ia keluar dari mobilnya dan melangkah memasuki rumah tersebut.

Siwon sedang membaringkan tubuhnya pada ranjang dan memejamkan mata, memcoba merelakskan otot-ototnya yang terasa keram.

Cklek..

“Yeobo kau sudah kembali” ujarnya, namun tak ada sahutan..hanya terdengar langkah yang semakin mendekat.

Siwon tersenyum “Kau ingin bermain-main denganku euh?”

Sebuah jari menelusuri wajahnya dari kening, hidung, dan turun menuju bibirnya. Siwon yang merasa risih segera membuka matanya, dan detik itu juga matanya membulat sempurna ketika mengetahui siapa yang kini berada dihadapannya, sangat dekat.

“Ya! Apa yang kau lakukan disini” pekiknya dan segera bangkit

“Annyeong oppa, lama tak berjumpa” sapa wanita tersebut tersenyum

“Aku bertanya padamu, apa yang kau lakukan disini Tiffany!!” Siwon berseru keras

Yoona melangkah dengan pasti memasuki rumahnya “Yeobo, aku pulang” serunya, namun tak ada sahutan

Ia segera menuju dapur dan menaruh belanjaannya, dan segara melangkah menaiki tangga untuk menemui sang suami.

“Aku ingin menemuimu, bogoshipoyo” dan memeluk Siwon

Yoona segera menjatuhkan tas yang berada dalam genggamnya membuka pintu kamar dan melihat pemandangan yang membuatnya sesak.

“Yeobo” Siwon segera melepaskan pelukkan Tiffany dan berjalan menghampiri Yoona, Yoona meneteskan airmatanya dan berjalan mundur.

“Yeobo, semua tidak seperti yang kau lihat” Siwon berusaha menjelaskan, Yoona segera berbalik dan berlari, Siwon segera mengejar membiarkan Tiffany yang tersenyum penuh kemenangan.

“Yeobo, dengarkan penjelasanku” Yoona tak perduli dan segera menuruni tangga, airmata masih mengalir dikedua pipinya.

“AAAAAAAA”

“Yoong!” Siwon berseru terkejut begitu melihat sosok Yoona yang jatuh terguling di tangga. Ia segera berlari menuruni tangga dan menghampiri Yoona

“Yoong bertahanlah” ujarnya, ia begitu panik melihat keadaan istrinya

Yoona merintih memegangi perutnya walaupun pelipisnya pun mengeluarkan darah segar, Siwon melihat pada kaki Yoona dan mendapati selangkangannya yang sudah mengalir darah segar.

“Kumohon bertahanlah” ia segera mengangkat tubuh Yoona bridal style dan berlari menuju mobilnya untuk membawanya ke rumah sakit

“Keadaannya cukup kritis, ia termasuk kuat dapat masih bertahan” ujar dokter yang melihat keadaan Yoona

“Dok tolong selamatkan istri  dan anak saya” ujarnya

“Kami akan berusaha semampu kami”

“Yeobo bertahanlah” ujarnya menghampiri Yoona dan mengusap pelipisnya yang telah dipenuhi oleh peluh

“Oppa, jika aku tak ada..tolong rawat dan jaga anak kita dengan baik” Yoona memohon pada Siwon

“Apa yang kau bicarakan, kau akan tetap disini bersamaku dan membesarkan anak kita bersama-sama” Siwon tak sanggup melihat keadaan istrinya yang begitu kesakitan

“Tuan mohon tunggu diluar, kami akan segera melakukan tindakkan” seorang suster berbicara pada Siwon

“Bertahanlah..saranghae”

Yoona tersenyum dengan sisa tenaganya “Nado”

[]

Ia berdiri dengan cemas dan gelisah menanti kabar akan Yoona yang kini ditangani oleh dokter, ia merogoh saku celananya, mengambil ponsel untuk menghubungi anggota keluarganya. Tak lama anggota keluarganya dan keluarga Yoona datang

“Siwon-yang bagaimana ini bisa terjadi?”

“Ini semua salahku” Siwon menundukkan kepalanya menangis

“Memang ada apa?” Siwon pun menceritakan kronologi kejadian hingga membuat Yoona berada dimeja operasi

Semua terkejut mendengar cerita dari Siwon “Eottokhaeyo, aku tak ingin kehilangannya” Siwon menangkupakan kedua wajahnya dengan kedua tangannya

“Tenanglah, kita berdoa..Yoona wanita yang kuat, ia akan bertahan” Ny. Choi sang ibu memberikan dukungan pada putra sulungnya tersebut

Sudah dua jam ia dan keluarganya menunggu, namun pintu ruangan dimana masuknya Yoona belum juga terbuka, ia mengerang frustasi memukul dinding yang berada dihadapannya.

“Tenangkanlah dirimu” ujar sang ayah, Siwon menghela nafas sesaat dan pergi

“Oppa kau ingin kemana?” Siwon tak menjawab dan tetap melanjutkan langkahnya

“Biarkan Sulli-ah, oppa-mu butuh ketenangan”

Yang lain masih menunggu dengan cemas keadaan Yoona dan baby yang berada dikandungannya, Akhirnya pintu itu terbuka, memperlihat seorang dokter yang telah melakukan tugasnya. Semua langsung menghampiri dokter itu, ingin mengetahui keadaan salah satu keluarga mereka

“Bagaimana dok?” tanya ny. Choi dengan raut wajah yang cemas’

Seorang wanita menangis didalam mobilnya mengingat kejadian yang baru dilihatnya beberapa jam yang lalu. Tak pernah terbayangkan dalam benaknya untuk membunuh seseorang.

“Mianhae..mianhae…”

Semua menunggu sang dokter untuk menunggu jawaban atas anak, menantu mereka “Bagaimana dok?’ Ny. Im bertanya

“Bayi-nya selamat dan sehat” Terlihat ada secercah kebahagian dari mereka yang telah menunggu

“Bagaimana dengan menantu kami?” tanya tn. Choi

Sang dokter yang ditanya menghela nafas sesaat sebelum menjawab “Josonghamnida, kami sudah berusaha semampu kami..namun tuhan berkehendak lain, sang ibu tak dapat bertahan”

Ny. Im langsung terjatuh pingsan dan segera didekap oleh suaminya. Tangis kesedihan pun terdengar di koridor tersebut, menangisi seseorang yang mereka cintai dan sayangi.

Seorang wanita berjalan dikoridor rumah sakit dengan perasaan takut dan diliputi perasaan bersalah. Hingga ia melihat sebuah keluarga yang berada didepan sebuah pintu ruang operasi. Ia menguatkan hatinya untuk menghampiri

Sulli yang sedang menangis melihat seorang wanita yang menghampiri.

“Apa yang kau lakukan disini hahh, tidak puaskah kau sudah merebut kebahagiaan kami!!!!!!!” Sulli berseru menghampiri wanita tersebut.

“Mianhae..hiks mianhae” Tiffany menunduk

Ny . Choi berjalan menghampiri keduanya, tak disangka-sangka..sebuah tamparan terdengar dikoridor tersebut.

“Pembunuh!” terdapat penuh penekanan disetiap katanya “kau telah merebut kebahagiaan anak dan menantuku, kau membuat cucuku tak bisa merasakan kasih sayang dari ibunya. Aku takkan pernah memaafkanmu. Camkan itu!!”

“Yeobo sudahlah” tn. Choi menarik sang istri kedalam pelukkannya

“Yoona yeobo..Yoona, ia anak yang baik hiks..hiks….kenapa ini harus terjadi padanya? Semua karena dia!!” Ny. Choi menunjuk sosok Tiffany yang tertunduk menangis.

Author POV END

[]

Siwon POV

Tuhan..kau adalah pemilik semesta ini, disini aku berlutut dihadapanmu..memohon akan keselamatan istri dan calon anakku, hanya kaulah yang bisa membawa keajaiban untuk kami. Aku memohon agar memberikan waktu lebih panjang bagi kami untuk bersama.  Tak bisa terbayangkan apa yang terjadi pada diriku jika kau mengambilnya, semua memang milikmu tapi..ijinkan aku untuk menjaganya lebih lama. Amiin.

Sunyi, aku masih memejamkan mata dan berlutut…berharap tuhan akan memberikan belas kasihnya padaku.

Suara deringan ponsel disakuku memaksaku untuk membuka mata. Tertera nama adikku disana.

“Yeobseyo”

“Hikss..oppa…” aku terdiam, tak berani untuk bersuara kembali, takut..akan sesuatu hal buruk yang akan aku terima “Oppa, eonnie..Yoona eonnie sudah pergi hikss..ia tak dapat bertahan”

Buliran bening langsung mengalir di pipiku, rasa sesak di dada membuat deru nafasku memburu.

Secepat inikah kisah kita?

ARRRGGGGHHH!!!!!!!!!!!!!!!!!!

“KENAPA KAU PERGI MENINGGALKANKU!! BEGITU MARAHKAH KAU PADAKU!!!!!”

Nafasku naik turun, menopang tubuhku dengan kedua tanganku yang masih berlutut, isakkan tak bisa dihentikan dari bibirku.

“Kenapa kau pergi meninggalkanku Yoong, bagaimana denganku………” lirih..sungguh lirih

[]

Kau terbaring tak bernyawa, apa ini mimpi..mengapa begitu berat untuk menerima semua ini.

Langkahku begitu berat, menemuimu yang kini tertidur dengan damai dan tak akan pernah terbangun.

Grep…

“Hiks..hiks…kenapa kau pergi meninggalkanku yeobo, bukankah kita baru memulainya, mengapa kau hanya memberikan sedikit kesempatan untukku. Bagaimana denganku, aku membutuhkanmu”

Kupeluk tubuhmu semakin erat, merasakan dinginnya tubuhmu membuatku semakin sakit.

Bisakah waktu kembali berputar dan mengijinkanku untuk merubah semuanya.

“Saranghaeyo, cintamu akan selalu ku bawa bersamaku..separuh jiwaku adalah dirimu”

Kerenggangkan pelukkanku, wajah cantikmu tak pernah berkurang..bisakah nanti aku melihat wajah ini disetiap hariku?

Kuhembuskan nafas hangatku menerpa permukaan wajahmu, mencoba untuk menikmati ini hingga bibirku menyatu dengan bibirmu. Kupejamkan mataku diiringi dengan buliran bening yang kini membentuk aliran sungai kecil. Memagut bibirmu yang dingin tak sehangat dulu, sentuhan yang sangat menyakitkan untukku. Berbeda..dan tak terbalas…

Kusentuh pipi mulusmu, lembut seperti kapas..mengelusnya dengan lembur “Tidurlah…aku akan menemanimu”

Ku sandarkan kepalaku pada dadanya, menyesakkan..tak dapat lagi kudengar deru detak jantungmu yang bekerja abnormal ketika didekatku.

Siwon POV END

[]

“Siwon-yang, kau sudah memberikannya nama?”

Siwon tersenyum getir mendekap malaikat kecilnya, mengerjap dengan polos tanpa tahu sesuatu telah merenggut kebahagaiaannya.

Matanya indah bening seperti sang ibu, Yoona…

“Yoona..namanya Choi Yoona” Semua memandang sedih pada sosok Siwon yang masih memandang malaikat kecilnya itu.

‘Aku berjanji akan menjaga malaikat kecil kita hingga ia beranjak dewasa
Dan tetap mempertahankan statusmu sebagai istriku,
hingga ajal menjemputku untuk bersamamu…’

The End

Huuaa akhirnya selesai juga os sad story ini..

Hohohoo aku, sebenernya ga tega banget buat alur kayak gini, tapi dari kemarin emang pengen banget buat sesuatu yang menyesakkan karna sebuah ajal..

Terselesaikan juga, setelah kepotong sama jadwal uts kemaren..

Gimana? Mengharukankah?

Adakah yang menangis??

Kalau kurang dramatis mianhae..author masih abal dan belum terlalu berpengalaman…

Ditunggu RCL ne, be a good reader J

Iklan
Tinggalkan komentar

125 Komentar

  1. Aigoo…aku nangis malem malem…hua…kenapa harus Sad Ending???
    Sumpah! Nyesek banget bacanya, rasanya gak bisa napas nih…
    kasihan WonPa…
    hiks hiks hiks…
    kamarku jadi banyak tissue berserakan. Sumpah…feelnya dapet banget. :””(

    Balas
  2. Riissa Icca

     /  April 27, 2015

    Kirain bakal happy ending , tapi kenapa malah yoona nya pergi 😥
    Kasian Wonppa dan bayi nya 😥

    Balas
  3. Cha'chaicha

     /  Juli 25, 2015

    Huu sedih bgt, yoona eonni ga bsa bertahan, pdhl kebahagiaan mrka bru dimulai sbntr..

    Balas
  4. Nur Khayati

     /  Oktober 13, 2015

    Dramatis bgt ini, menyesakkan..;-(
    Y00na prgi di saat ia & Siw0n baru menjalani prnikahan secara wajar,,
    Sebel bgt sama Tiffany-perampas kebahagiaan.a Y00nW0n .,

    Balas

United, Leave a Coment Here

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: