[FF] Y Saranghae (Chapter 4 – Memories)

[FF] Y Saranghae (Chapter 4 – Memories)

Title : Y Saranghae – Memories

Type : Sequel

Author : Choi Hyun Mi/Twitter: @Nita_Rahayu22

Main Cast :

o          Choi Siwon (Super Junior)

o          Im Yoon Ah (SNSD)

o          Lee Donghae (Super Junior)

Other Cast :

o          Kwon Yuri (SNSD)

o          Cho Kyuhyun (Super Junior)

o          Etc……

Genre: Romance , Sad,

Rating : PG 15+

Backsound      : Memories By Super Junior

 

**

 

Dia datang di saat yang tidak tepat…….

 

Hati ku terluka. Tapi….

 

Aku harus pura-pura buta dan pura-pura tuli…

Author POV

Siwon duduk di kursi kerjanya, pandangan matanya sungguh tak bergairah. Padahal hari ini adalah hari pertama dia bekerja di perusahaan ayahnya sebagai seorang Presdir. Saat ini Siwon sedang berpikir ternyata begitu bencinya Yoona terhadapnya, sampai-sampai Yoona mengabaikannya.

“Seandainya waktu itu aku memberitahu kenapa aku pergi ke Jerman, mungkin kau tidak akan salah paham Yoona”

 

FlashBack….

Siwon duduk di ujung ranjang, di tangan kanannya terdapat sebuah photo wanita cantik yang sedang tersenyum manis ke arah kamera, matanya berbinar dan senyumannya yang cerah membuat Siwon semakin merindukan sosok wanita tersebut.Siwon mengalihkan pandangannya pada arloji yang melingkar di pergelangan tangan kirinya.

“Masih jam 9” gumam Siwon pelan.

Tak menunggu lama Siwon segera mengambil jaketnya yang tergeletak di atas kasur lalu menyambar kunci mobil yang terdapat di atas nakas.

Siwon menghentikan pacuan mobilnya tepat di depan gerbang sekolahnya SMA SM High School, dia keluar dari dalam mobil lalu memandang bangunan megah dan kokoh itu dengan tatapan sedih. Siwon kembali memakai kacamatanya lalu secara perlahan menggeser pintu gerbang yang memang kebetulan tidak terkunci itu.

Suasana sekolah sangat sepi, jelas karena ini masih jam pelajaran jadi Siwon bisa leluasa untuk berkeliling yang terakhir kalinya. Perlahan tapi pasti Siwon melangkahkan kakinya lebih dalam lagi memasuki sekolahnya itu, tapi langkahnya terhenti saat dia melintasi lapangan basket. Siwon menyadari bahwa kemarin adalah hari terakhir dia bermain basket dilapangan ini lagi, dan terakhir semua orang meneriaki namanya. Sebuah senyum kegetiran tertarik dari kedua sudut bibirnya, lalu kembali Siwon melangkahkan kakinya.

Kini Siwon berada di lantai 2 tempat kelas Yoona berada, dengan hati-hati Siwon mengintip dari luar jendela dan langsung tertuju pada sosok gadis yang duduk di jajaran ke empat sedang fokus memperhatikan guru yang sedang menjelaskan materi pelajaran.

Siwon terus memandangi Yoona sampai akhirnya Siwon menyadari bahwa Yoona melihat kearahnya, segera Siwon menegakkan tubuhnya dan berdiri di balik tembok, beberapa detik kemudian Siwon mencoba mengintip lagi dan dia merasa lega bahwa ternyata Yoona tidak menyadari keberadaannya.

Setelah merasa puas, Siwon kembali melangkahkan kakinya. Kini dia beranjak menuju lantai 3 dimana kelasnya berada.

**

“Mworago……” pekik Changmin begitu keras, sementara Siwon hanya menundukan kepalanya dalam-dalam.

“Kau jangan bercanda Siwon, ini tidak lucu” lanjut Changmin.

“Ini masalah serius, jadi mana mungkin aku bercanda” balas Siwon pelan.

“Tapi kenapa mendadak seperti ini?” ucap Changmin seakan tak mau kehilangan Siwon.

“Ayah, ayahku harus di rawat di Jerman dia koma” mata Siwon mulai berkaca-kaca.

“Dan ibuku, memaksa ku untuk melanjutkan sekolah disana” lanjut Siwon berat.

“Apa Yoona sudah tahu tentang kepergian mu ini?” tanya Changmin. Siwon langsung menolehkan kepalanya menatap Changmin.“Aku tidak mau dia tahu”

“Waeyo? Yoona berhak tahu, dia itu pacar mu. Jadi kau akan pergi tanpa bilang sepatah kata pun padanya?”

“Aku tidak mau ibu ku mencelakainya, jadi ku mohon Changmin rahasiakan kepergian ku ini dari Yoona. Ku mohon, aku tidak mau ibu ku sampai menyakitinya…” mohon Siwon pada sahabatnya ini.

Changmin menatap dalam mata Siwon yang sudah siap menumpahkan air mata.

“Kenapa harus seperti ini” ujar Changmin pelan lalu merangkul tubuh Siwon, tak bisa di bendung Changmin pun ikut menangis.

“Arraseo, ini yang kau mau aku tak akan bilang pada Yoona. Selamat jalan sahabat ku, semoga kau menjadi orang sukses, dan cepat kembalilah ke Korea. Aku ingin bermain basket lagi bersama mu, aku pasti akan merindukan. Selamat jalan sahabat ku”

Mendengarnya air mata Siwon tumpah sudah, tak bisa ia bayangkan jika Yoona tahu tentang ini mungkin Yoona juga akan sama menangis seperti Changmin yang tak rela dia pergi.

“Gomawo…gomawo…Changmin” balas Siwon dibareng dengan isakan tangisnya.

**

Siwon berdiri menatap loker yang bertuliskan “ Im Yoona” dengan tatapan sendu, lalu Siwon merogoh saku jaketnya untuk mengambil kunci loker Yoona. Siwon membuka loker Yoona, perlahan pintu loker berwarna merah itu pun terbuka dan langsung menampilkan beberapa photo Yoona serta dirinya yang sengaja Yoona pajang di balik pintu loker, Siwon hanya tersenyum melihatnya. Setelah itu dia mengalihkan pandangannya pada sebuah buku paket matematika, Siwon mengambil buku tersebut. Buku paket yang selalu Yoona bawa saat dia mengajarkan Yoona pelajaran matematika, Siwon menyadari dia tak akan pernah lagi mengajari Yoona pelajaran matematika lagi.

Setelah membuka halaman demi halaman buku tersebut, Siwon mengambil secarik kertas dan pulpen lalu mulai menuliskan sesuatu. Siwon menulis sebuah  kalimat singkat tapi mempunyai makna yang sangat dalam “Im Yoona aku mencintai mu”.

(Tulisan ini di temukan oleh Yoona, ada di chapter 2. Kalau yang mengikuti FF ini dari awal pasti tahu)

Setelah selesai menulis, Siwon menyelipkan kertas tersebut kedalam buku paket matematika milik Yoona lalu kembali menyimpan buku paket tersebut ke tempat semula.

“Yoona, maaf aku tak memberi tahu mu. Tapi, tak ada niat sedikit pun dalam hati ku untuk meninggalkan mu. Maaf, aku tak bisa menepati janji ku sendiri…..maaf. Tapi aku pasti akan kembali lagi Yoona…Yoona saranghae, Jeongmal saranghae”

Siwon pun menutup pintu loker Yoona dengan berat hati, lalu kembali melangkah kan kakinya. Kini Siwon tinggal menghitung hari untuk pergi ke Jerman, meninggalkan sekolahnya, meninggalkan tim basketnya, meninggalkan sahabat dekatnya dan meninggalkan sang kekasih tercinta Im Yoona.

End of FlashBack

**

“Sajangnim” suara seorang wanita sukses menyadarkan Siwon dari lamunan panjangnya.

“Ah de..” ucap Siwon lalu memandang seorang wanita yang sedang berdiri menghadapnya.

“Yoona-ssi” ucap Siwon pelan.

“Sajangnim anda di tunggu di ruang rapat” tutur Yoona, penuh hormat.

“Baiklah” Siwon merasa canggung dan tidak tahu harus bicara apa lagi, segera dia beranjak dari duduknya sambil membereskan berkas-berkasnya yang memang berantakan.

“Sajangnim biar saya saja yang membereskannya?”

Reflexs Siwon menghentikan aktifitasnya itu, Siwon menatap Yoona “Oh Tuhan harus seformal inikah?” batin Siwon.

“Baiklah, kalau begitu aku pergi dulu” tak menunggu lama Siwon pergi meninggalkan Yoona. Yoona menarik nafas lalu berjalan lebih dekat menuju meja Siwon.

“Bisakah aku menjalani semua ini” ucap Yoona pada dirinya sendiri lalu mulai membereskan berkas-berkas yang berantakan itu.

**

Jam makan siang pun tiba, semua karyawan Choi Sen Grup berbondong-bondong keluar gedung untuk makan siang di restoran terdekat, begitu pula dengan Yoona Yuri dan Kyuhyun yang lebih memilih makan siang di sebuah restoran yang tak jauh dari tempat mereka bekerja.

“Makanan datang…..” seru seorang pelayan berbadan sedikit gempal.

“Yak Shindong lama sekali kau ini, kau tidak tahu cacing-cacing di perut ku ini sudah terik-teriak minta makan.” Cerocos Kyuhyun pada pelayan tersebut yang ternyata adalah Shindong teman satu kelasnya dulu.

“Cih sikap mu ini dari dulu tidak pernah berubah” cibir Shindong lalu memeluk nampa yang sudah kosong.

“Shindong, mana Eunhyuk aku tak melihatnya?” tanya Yuri lalu menyeruput minumnya.

“Tuh” Shindong menunjuk seorang laki-laki bertubuh kurus yang tengah melayani tamu.

“Rajin sekali kerjanya” timpal Kyuhyun cuek, mendengarnya Shindong hanya mempautkan bibirnya.

“Annyeong, wah..wah…wah..makan besar nih sudah lama kalian disini” ujar Eunhyuk menghampiri meja Yoona, Yuri dan Kyuhyun.

“Kami baru saja datang” jawab Yoona lalu tersenyum pada Eunhyuk.

Eunhyuk mengangguk lalu menarik satu kursi di sebelah Kyuhyun “Ku dengar Presdir Park Sen Grup di ganti, apa itu benar?” tanya Eunhyuk yang langsung membuat Yoona Yuri dan Kyuhyun menghentikan makan mereka.

“Yak! Lee Hyuk Jae, kau itu benar benar tukang gosip” ucap Kyuhyun berusaha mengalihkan topik pembicaran, karena Kyuhyun menyadari ekspresi Yoona yang sudah berubah.

“Itu bukan gosip, aku dengar sendiri dari beberapa karyawan Park Sen Grup, iya kan Eunhyuk?” ucap Shindong ikut nimbrung.

“De, dan ku dengar Presdir barunya Choi Siwon” lanjut Eunhyuk yang langsung mendapat pelototan mata dari KyuRi.

“Eh….hehehheh…mianhae, aku tidak ada maksud untuk….” Eunhyuk menyadari dia telah keceplosan menyebut nama Choi Siwon di depan Yoona.

“Gwaenchanayo, kau tidak usah merasa bersalah seperti itu, itu memang kenyataan” ucap Yoona tersenyum meyakinkan.

“Lalu sekarang bagaimana hubungan kalian berdua?” tanya Shindong.

“Sekarang aku bukan siapa-siapa dia, dan sekarang dia adalah atasan ku jadi ku rasa semuanya sudah berakhir sejak dia pergi meninggalkan ku 7 tahun yang lalu” jawab Yoona pelan, lalu kembali meraih sumpitnya dan dengan cepat menyeruput pastanya. Melihatnya, KyuRi dan HyukDong merasa iba, karena melihat gurat kesedihan pada wajah temannya ini.

**

Setelah jam makan siang usai Yoona kembali keruangannya, dilihatnya sekeliling ruangan yang memang cukup besar itu tapi tak ada seseorang. Yoona tahu Siwon belum kembali, perlahan Yoona menutup pintu lalu berjalan menuju lemari untuk mengambil dokument yang harus ia kerjakan.

“Mana dokument itu” Yoona sibuk mencari dokument yang dia butuhkan tapi hasilnya nihil, dia tak mendapatkannya. “Kemarin aku meletakannya di sini, kenapa sekarang tak ada”

Yoona berkacak pinggang lalu menengadahkan kepalanya keatas “Di situ rupanya” bisik Yoona setelah menemukan dokument yang dicarinya ternyata berada di atas lemari.

Yoona berusaha meraih dokument tersebut tapi sayang tangannya tak dapat meraihnya…

“Ishh kenapa susah sekali” runtuk Yoona kesal. Dan untuk yang kedua kalinya Yoona berusaha mengambil dokument tersebut, kali ini Yoona berjinjit untuk meraihnya.

“Ahhh, siapa yang menyimpannya di atas lemari” kesal Yoona yang juga belum bisa meraih dokument itu. Yoona pun mencoba kembali mengambil dokument tersebut secara perlahan, menjinjitkan kakinya supaya dapat meraihnya. Tapi, tiba-tiba Yoona menghentikan laju tangannya saat sebuah tangan berhasil meraih dokument berwarna hitam itu. Yoona terdiam, seakan tahu siapa pemilik tangan kekar itu. perlahan Yoona mulai menurunkan tangannya, dan membalikan badannya, Yoona sedikit terkejut mendapati Siwon yang kini berada tepat di hadapannya, rasanya dia ingin mundur ke belakang tapi sayang dia tak bisa karena ada lemari yang menghalanginya.

“Tadi aku membacanya, dan aku lupa mengembalikannya ke tempat semula” Siwon menyerahkan dokument tersebut pada Yoona, tapi matanya tak ia lepaskan sedikit pun dari wajah Yoona.

“Kamsahamnida sajangnim” Yoona mengambil dokument tersebut.

“Sajangnim, aku harus bekerja”

Siwon sadar kini tak ada jarak sedikit pun antara mereka berdua, dengan berat Siwon mundur dua langkah kebelakang, Yoona langsung melangkahkan kakinya menuju meja kerjanya. Siwon hanya menatap Yoona, lalu dia pun juga berjalan menuju mejanya dan kembali melanjutkan pekerjaannya.

**

Seorang yeoja keluar dari pintu kedatangan luar negri, dia berjalan begitu santai sambil melihat-lihat keadaan bandara dengan mata indahnya yang tertutupi kacamata hitam besar. Sementara tangan kanannya menyeret sebuah koper berukuran sedang, dia tampak anggung di tambah penampilannya yang sangat modis membuatnya menjadi pusat perhatian banyak orang. Menyadari hal itu, dia hanya tersenyum ramah.

Kini wanita berambut sebahu itu sudah ada di depan bandara, dia berdiri sambil menunggu mobil jemputan yang belum kunjung datang.

“Haruskan aku hubungi dia” gumamnya sambil merogoh isi tasnya mengambil sesuatu yaitu

I-Phone keluran terbaru berwarna putih bersih. Dia menekan beberapa digit angka untuk menghubungi seseorang, sepertinya dia sudah sangat hapal dengan nomer tersebut maka tidak heran jari-jari letiknya begitu lincah menekan nomor ponsel orang tersebut.

“Nomor yang anda tuju sedang sibuk, silahkan tinggalkan pesan…”

Dia menghela nafas tanda kecewa sambil memandang layar I-Phonennya, “Jadi aku harus pulang naik taxi? Menyebalkan” gerutunya kesal, tak mau berdiam lebih lama gadis itu pun segera memberhentikan sebuah taxi berwarna kuning.

“Antarkan aku ke alamat ini?” gadis itu menyerahkan secarik kertas yang bertuliskan sebuah alamat yang akan dia datangi.

“De agaeshi”

Tak lama mobil taxi berwarna kuning itu pun meninggalkan halaman bandara internasional Incheon.

**

Siwon keluar dari ruang rapat bersama dengan beberapa investor, terlihat dia asyik berbincang-bincang seperti membicarakan sesutu yang sangat menarik. Yoona yang berjalan di belakang Siwon hanya diam tak bersuara sedikit pun.

“Baiklah, kalau begitu nanti saya atur jadwal pertemuannya dan terimakasih sudah berkunjung keperusahaan saya” ucap Siwon lalu menjabat tangan Tuang Kang.

“Arraseo, kalau begitu saya pamit dulu sampai jumpa nanti” Tuan Kang serta beberapa rekan kerjanya berjalan ke arah lobby meninggalkan Siwon dan Yoona yang berada di depan lift.

Yoona menekan tombol untuk membuka lift. Setelah lift terbuka, Yoona diam sejenak. Siwon yang menyadari diamnya Yoona adalah supaya dia masuk terlebih dahulu ke dalam lift, Siwon memandang Yoona sejenak tapi akhirnya dia melenggangkan kakinya masuk ke dalam lift tak lama Yoona pun mengikuti langkahnya.

Setelah masuk kedalam lift, Yoona menekan angka 7. Lift pun mulai turun ke tempat yang akan di tuju. Suasana lift terasa begitu canggung dan kaku, tak ada pembicaraan apa pun di antara kedua insan manusia ini. Keduanya tampak sibuk dengan pikiran masing-masing.

“Yoona-ssi….” panggil Siwon. Merasa di panggil dengan enggan Yoona pun menoleh pada Siwon yang berdri di sebelahnya.

“De sajangnim”

“Kita makan siang” lanjut Siwon yang langsung membuat Yoona tak percaya mendengarnya.

“De,tapi….”

“Hari ini kau banyak membantu ku jadi biarkan aku menteraktir mu makan siang” potong Siwon sebelum Yoona melanjutkan kalimatnya.

“Baiklah sajangnim” Yoona pasrah tak bisa menolak, karena bagaimana pun juga saat ini posisi Siwon adalah atasannya jadi apa boleh buat Yoona harus menerima ajakan makan siang ini.

**

Donghae memarkirkan mobilnya di basment gedung Choi Sen Grup, tak lama dia keluar sambil menenteng tas berukuran sedang. “Aku yakin Yoona pasti belum makan” gumam Donghae sambil mengangkat tas tersebut yang ternyata berisi kotak bekal makan siang yang telah ia buat khusus untuk Yoona. Donghae kembali melangkahkan kakinya sambil merogoh saku celananya.

“Sebaiknya ku hubungi dulu” Donghae menekan nomor ponsel Yoona berniat untuk menghubunginya.

“Wae? Kenapa tidak aktif?” Donghae bergumam heran menatap layar ponselnya sendiri.

“Yuri, ku hubungi saja dia…” akhirnya Donghae memutuskan untuk menghubungi salah satu teman Yoona yaitu Yuri..

“Ya Donghae Oppa ada apa….” jawab Yuri di sebrang sana.

“Yuri mianhae aku mengganggu pekerjaan mu, aku hanya ingin bertanya apa Yoona sedang bersama mu…” tanya Donghae to the point.

“Yoona?? Aniya Oppa, sepertinya dia makan siang duluan aku sekarang sedang di dalam lift bersama Kyuhyun” jawab Yuri..

“Ah begitu yah….arraseo, mianhae sudah merepotkan mu tapi kalau ada Yoona…..”

Kalimat Donghae menggangtung saat matanya melihat Yoona berjalan beriringan dengan seorang laki-laki menuju sebuah restoran.

“Oppa…..ada apa” suara Yuri terdengar, tapi sama sekali tak Donghae hiraukan dia terus melihat Yoona berjalan bersama laki-laki itu.

“Oppa…..gwanchanayo…Oppa…”

Tut………..tut…………

Donghae pun memutus sambungan secara sepihak “Siwon” bisik Donghae melihat namja yang sudah memasuki restoran bersama Yoona itu. Donghae masih diam di tempat semula, dia masih belum percaya dengan apa yang di lihatnya. Donghae menundukan kepalanya lalu melihat tas yang berisi kotak bekal makan siang yang tadinya untuk Yoona.

“Bodoh, seharusnya aku tak kemari” ucap Donghae lalu segera melangkahkan kakinya menuju basment.

**

Kini Siwon dan Yoona sedang melahap makan siang mereka, menu yang di pesan agak sedikit berat. Itu semua sengaja Siwon pesan mengingat pekerjaan mereka hari ini benar-benar sangat banyak dan harus membutuhkan tenaga yang ekstra.

Seperti biasa suasana yang terasa adalah canggung keduanya sama sekali tak bercakap-cakap atau sebagainya, hanya suara sendok dan garpu yang mewarnai makan siang mereka.

Siwon siap memasukan sendok berisi sup kedalam mulutnya tapi segera ia tahan saat melihat jari manis Yoona. “Cincin” ucap Siwon dalam hati lalu kembali meletakan sendoknya di atas piring. Siwon terus memperhatikan jari manis Yoona yang memang terdapat sebuah cincin putih. “Apakah ini tandanya kau sudah berpaling pada orang lain?” Siwon berucap dalam hati lalu mengalihkan pandangannya pada Yoona, Siwon menatapnya. Merasa ada yang aneh Yoona pun mengalihkan pandangannya…dan kembali untuk kesekian kalinya mata mereka bertemu, sorot mata Siwon seakan mengandung pertanyaan “Apa benar kau sudah berpaling dari ku”.

“Mianhae sajangnim, kenapa anda menatap ku seperti itu” ucap Yoona yang risih karena Siwon memandanginya..

“Yoona-ssi….tolong dengarkan penjelasan ku” ucap Siwon menatap mata Yoona.

“Mianhae sajangnim, aku ini sekretaris mu bukan kekasih mu” ucap Yoona begitu tajam terdengar. Yoona bangkit berdiri lalu sedikit membungkukan badannya pada Siwon.

“Aku sudah selesai makan siang terimakasih sajangnim, permisi” Yoona kembali berdiri tegap lalu sedetik kemudian pergi meninggalkan Siwon yang hanya bisa diam melihat kepergiannya.

“Aku sekretaris mu , bukan kekasih mu” Siwon mengulang ucapan Yoona. Dadanya kembali sesak dan matanya memanas mendengar kalimat singkat yang menyayat hatinya. Ternyata Yoona begitu amat membencinya, sampai-sampai dia mengatakan hal di luar dugaan Siwon.

**

Yoona menutup pintu wc lalu segera ia tumpahkan seluruh air matanya, air mata yang dari tadi terus di tahannya. Yoona kembali meluapakan emosinya dengan menangis.

“Kenapa..? kenapa? Kenapa sekarang kau baru muncul, kau tak tahu bagaimana sakitnya perasaan ku, kenapa semudah itu kau perlakukan ku…KENAPA?”

Yoona berteriak lalu jongkok dan menundukkan kepalanya, tangisnya semakin tak terbendung lagi.

**

Jam dinding sudah menunjukan pukul 21.00 KST tapi Siwon masih sibuk dengan pekerjaannya yang menumpuk, sesekali Siwon melirik kearah Yoona yang tak jauh dari meja kerjanya, Yoona juga sedang serius menyelesaikan pekerjaannya. Siwon hanya menatap Yoona sekilas lalu kembali fokus pada pekerjaannya.

“Yeoboseo”……

Siwon mengalihkan lagi pandangan pada Yoona, terlihat Yoona sedang mengangkat telpon dari seseorang.

“Oppa, dimana….”

“Oppa”….batin Siwon saat mendengar Yoona memanggil sang penelepon dengan sebutan “Oppa”

“Arraseo, sebentar lagi aku pulang Oppa tunggu saja di depan…”

Yoona memutus sambungan telpon itu lalu bangkit dari dduknya dan segera membereskan berkas-berkas yang berantakan. Siwon hanya bisa memperhatikan setiap gerak-gerik Yoona.

“Sajangnim pekerjaan ku sudah selesai, lagi pula jam lembur ku sampai pukul 9 malam, boleh saya pulang” izin Yoona pada Siwon, Siwon seperti menimbang-nimbang permintaan Yoona.

“Arraseo, lagi pula ini sudah malam aku juga sudah lelah” jawab Siwon lalu bangkit dari duduknya.

“Yoona-ssi” panggil Siwon yang membuat Yoona menghentikan langkahnya.

“Ku antar kau pulang” lanjut Siwon. Yoona langsung tertegun mendengarnya.

“Tidak usah merepotkan aku sudah di jemput” jawab Yoona menahan nafas karena merasa tak tahan dengan keadaan seperti ini.

“Baiklah” ucap Siwon. Tapi terdengar nada kecewa di dalamnya.

“Selamat malam sajangnim” ucap Yoona lalu segera memutar knop pintu dan meninggalkan Siwon di ruangan yang sepi dan dingin itu.

**

Yoona keluar dari gedung dia melihat-lihat halaman gedung yang memang sudah sepi itu…

“Yoona….” teriak seorang namja memanggil namanya. Yoona langsung tersenyum melihat laki-laki itu yang ternyata adalah Donghae. Yoona sedikit berlari kecil menghampiri Donghae yang sedang bersandar pada depan mobilnya.

“Oppa, mianhae lama menunggu” sesal Yoona lalu mengerucutkan bibirnya. Mendengarnya Donghae terkekeh geli.

“Kenapa Oppa malah tertawa” ucap Yoona heran.

“Kau ini seperti baru mengenal ku kemarin saja, aku sudah biasa menunggu lama” sindir Donghae yang langsung membuat Yoona kesal.

“Wajah kesal mu itu lucu sekali” ledek Donghae lalu menjulurkan lidahnya.

“Yak!!! Oppa…..” pekik Yoona…

Donghae langsung tergelak tawa melihat ekspresi Yoona yang lucu…

Tak jauh di sebrang,ternyata dari tadi Siwon menyaksikan semuanya. Hatinya begitu terbakar api cemburu dan matanya memandang tajam ke arah Donghae. Lama kelamaan Siwon merasa pemandangan yang ada di depannya membuatnya semakin sakit hati, Siwon pun melangkahkan kakinya tapi baru beberapa langkah seseorang memanggilnya.

“Siwon-ssi” mendengar suara itu Siwon langsung menghentikan langkah kakinya dan membalikan badanya pada orang yang memanggil namanya.

End of Author POV

 

Yoona POV

Donghae Oppa terus saja menertawakan aku, dari dulu tingkahnya tak pernah berubah sedikit pun aku hanya bisa diam dia mengejak ku seperti saat ini.

“Oppa, kajja kita pulang ini sudah malam” ajak ku lalu menggaet tangannya. Donghae Oppa langsung menghentikan tawanya lalu tersenyum mengiyakan.

“Kajja, ehhh…..tunggu dulu”

“Waeyo Oppa?” tanya ku heran.

“Siwon-ssi” Teriak Donghae Oppa, aku langsung mengalihkan pandangan ku dan ternyata benar Donghae Oppa memanggil Siwon.

“Siwon-ssi, kenapa Donghae Oppa bisa tahu Siwon?” batiku dalam hait memandang keduanya bergantian. Ku lihat Siwon melihat ke arah kami berdua.

“Kajja Yoong” tiba-tiba tangan Donghae Oppa menarik ku ke tempat dimana Siwon berdiri.

“Annyeong Siwon-ssi” seru Donghae Oppa saat kami berdua sudah berhadapan dengan Siwon yang memandang heran kami berdua lebih tepatnya kepada Donghae Oppa.

“A…a..annyeong” sapa Siwon terdengar ragu masih dengan raut wajahnya yang bingung.

“Donghae imnida, senang bisa bertemu dengan mu Siwon-ssi” rasanya seperti mimpi, Donghae Oppa menjulurkan tangannya pada Siwon, aku menatap bingung entah apa yang sebenarnya terjadi. Lalu ku lihat Siwon  yang sepertinya masih belum mengerti sama seperti diriku.

“De…” Siwon tersenyum kaku lalu meraih tangan Donghae Oppa untuk berjabat tangan…

“Tapi, maaf kau siapa? Aku tidak mengenal mu?”.

Donghae Oppa tersenyum kearahku lalu merangkul pundak ku “Aku Lee Donghae, sebenarnya pantas saja kau tidak mengenal ku. Karena ini memang pertama kalinya kita bertemu, tapi aku tahu nama mu karena kau Presdir baru di perusahaan ini, jadi aku tahu” jawab Donghae Oppa tapi Siwon hanya meresponnya dengan senyum tipis lalu beralih memandang ku.

“Apa dia teman mu Yoona-ssi?” Dada ku langsung sesak mendengarnya, mata ku panas seketika. Ingin rasanya aku pergi dari situasi ini tapi apa daya aku tak bisa lepas dari jerat dua laki-laki yang kini sedang memandang ku menunggu jawaban. Apa yang harus aku jawab, haruskan aku bilang Donghae Oppa ini teman ku? Lalu bagaimana dengan perasaannnya, atau aku harus jawab Donghae Oppa ini pacar ku, tapi bagaiaman jika Siwon mengetahuinya.

“Anio sajangnim, Donghae Oppa…adalah kekasih ku” jawab ku pelan.

End of Yoona POV

 

Author POV

“Anio sajangnim, Donghae Oppa…adalah kekasih ku” jawab Yoona pelan tapi begitu terdengar jelas bagi Siwon. Siwon terdiam setelah mendengar apa yang Yoona utarakan, dia terlalu kaget dan tak percaya dengan apa yang dikatakan gadis yang di cintanya itu.

“Jinjja?” tanya Siwon pelan memandang Yoona dengan mata yang sudah merah.

“De….sajangnim….” jawab Yoona pelan.

Seketika Siwon merasakan sakit di dadanya, sakit yang belum pernah ia rasakan sebelumnya. Sakit yang membuat dirinya sesak dan sulit bernapas, Siwon masih memandang Yoona yang menundukan kepalanya dengan tatapan miris. Sementara Dongahe memandang keduanya secara bergantian.

“Arraseo….” Siwon berdehem untuk menetralkan suaranya lalu kembali tersenyum lebar, jelas senyum ini untuk menyembunyikan kesedihannya.

“Donghae-ssi, Yoona-ssi. Kalau begitu aku pulang dulu, annyeong” tak menunggu persetujuan, Siwon segera masuk kedalam mobilnya dan segera tancap gas meninggalkan Yoona dan Donghae yang masih berdiam diri di tempat. Donghae memandang mobil Siwon yang semakin lama semakin menghilang dari pandangannya, lalu Donghae menoleh pada Yoona yang masih menundukkan kepalanya.

Sedetik kemudian Donghae tersenyum melihat Yoona. Namun, entah apa artinya.

**

Mobil sport Audi 6 yang Siwon kendarai melesat dijalanan malam kota Seoul yang tampak lengang. Siwon terlihat masih shock setelah mengetahui sebuah kebenaran yang membuatnya merasakan rasa sakit hati yang belum pernah ia rasakan. Tiba-tiba Siwon membanting stir ke kiri, dia menepikan mobilnya dipinggir jalan. Siwon diam sejenak lalu keluar dari mobilnya.

Siwon berdiri dan tangannya berpegangan pada pembatas jembatan. “Kenapa tidak ada bintang” ucap Siwon yang kini tengah memandang langit kota Seoul yang hitam pekat.

“Waeyo…waeyo…waeyo?” Siwon bergumam sendiri, krystal-krystal dimatanya siap terjun membasahi kedua pipinya.

“Apa ini hukuman bagi ku, karena telah meninggalkannya? Haruskan seperti ini” Siwon menundukkan kepalanya, dan tak bisa di tahan lagi perlahan buliran-buliran air matanya jatuh tak bisa ia bendung.

“Eomma kau telah merampas hidupku, kau telah menjauhkan ku dengan orang yang ku cintai..eomma sekarang dia bersama orang lain. Dia sudah melupakan ku eomma, apa yang harus kau lakukan”

Tumpah sudah air mata itu, air mata kekecewaan terhadap ibunya dan air mata kesedihan karena ibunya yang telah membuatnya hidup seperti ini menjauhkannya dari wanita yang di cintanya. Siwon menangis, inilah tangisan selama 7 tahun yang ia tahan. Sosok Siwon yang berwibawa berubah menjadi sosok Siwon rapuh, tak segagah saat ia duduk di meja yang bertuliskan “Presdir Choi” atau tak berwibawa saat berhadapan dengan karyawannya.

**

Yoona masuk kedalam kamarnya lalu menutup pintunya, dia bersandar di balik pintu. Kamarnya masih gelap, hanya ada lampu kecil yang menyala diatas nakas. Tiba-tiba Yoona berjongkok dan memeluk kedua kakinya, tubuhnya gematar dan matanya memandang lantai.

“Kenapa seperti ini, kenapa?” ujar Yoona pelan lalu di susul dengan air matanya yang sudah tumpah membasahi kedua pipinya.

“Ini terlalu sulit untuk ku jalani, kenapa dia kembali….kenapa dia kembali disaat aku bersama orang lain, kenapa tak dari dulu…kenapa”

Tak bisa di bendung, Yoona kembali menangis. Menangis meratapi kisah cintanya yang dulu sempat berhenti namun kini kembali bergulir karena Siwon telah kembali.

**

Donghae berdiri memandang kamar Yoona dari luar, ternyata setelah mengantar Yoona pulang Donghae tak langsung pulang. Udara dingin semakin terasa di tambah kini kota Seoul akan memasuki musim salju, angin bertiup sedikit kencang yang membuat dingin terasa menusuk tubuh. Tapi, Donghae masih berdiri memandang kamar Yoona yang gelap dari luar.

“Yoongie-yaa, aku harap kau baik-baik saja” bisik Donghae pelan. Donghae mengeratkan sweternya lalu masuk kedalam mobilnya, deru mesin mobil langsung terdengar memecah kesunyian malam, dan tak berapa lama mobil BMW hitam yang Donghae kendarai mulai menjauh dari depan rumah keluarga Jung.

**

Minggu pagi yang tidak terlalu cerah mewarnai langit kota Seoul, tapi cuaca yang tidak bersahabat ini tidak sama sekali mengurungkan niat bagi orang-orang yang ingin jalan-jalan menghabiskan waktu luanganya bersama keluarga tercinta. Meninggalkan sejenak rutinitasnya dan menghilangkan kepenatan selama 6 hari yang terus bekerja ataupun bersekolah. Hari minggu ini pun di gunakan bagi Donghae, Yoona dan Ny Lee untuk menghabiskan waktu bersama dengan memancing.

Ny Lee terlihat sibuk dengan ikan-ikan segar yang baru saja ia masukan kedalam panggangan.

“Ayo Yoona, tarik yang kuat…..ikannya pasti besar”

“Ahhh Oppa tapi susah bantu aku”

“Aishhh kau ini, sini biar aku saja”

“Ayo Oppa tarik yang kuat..ayo Opaa…..semangat….”

“Yak bantu aku ini susah Yoona…”

“Hahahha…dasar Oppa payah…..”

“Aishhh gadis ini….”

Ny Lee tersenyum bahagia melihat keceriaan Donghae dan Yoona, lalu kembali fokus pada pekerjaannya. Selang beberapa menit ikan yang di bakar pun sudah matang.

“Donghae-ahh Yoona-ahh, ayo makan, ikanya sudah matang” Ny Lee sedikit berteriak. Yang dipanggil pun langsung berlari menghampiri Ny Lee.

**

Yoona dan Donghae begitu lahap menyantap ikan bakar yang masih mengepul asap itu, Ny Lee hanya bisa tersenyum senang melihat putranya dan Yoona yang begitu menikmati makan mereka.

“Oppa….” seru Yoona tiba-tiba menahan tangan Donghae yang akan memasukan ikan kedalam mulutnya.

“Waeyo?” heran Donghae, Ny Lee juga heran menatap Yoona.

“Oppa jangan makan ikan” ucap Yoona, Dongahe mengerutkan kening mendengarnya.

“Kenapa aku tidak boleh makan ikan?” tanya Donghae bingung.

Yoona memandang keatas seperti mencari jawaban “Ahh….. masa ikan makan ikan”

Jawab Yoona dengan nada meledek, Donghae bengong mendengarnya sementara Ny Lee sudah tertawa lepas mendengar ejekan Yoona pada putranya itu.

Donghae langsung meletakan sumpitnya lalu melipat kedua tangannya didada dan memasang muka bete. “Oppa marah yah….uhhhh mianhae….” ejek Yoona lagi.

“Anio” jawab Donghae singkat, Yoona langsung tertawa lepas melihat ekspresi wajah Donghae yang terlihat kesal.

**

Setelah makan Donghae Yoona dan Ny Lee duduk-duduk santai sambil merasakan suasana  sepi serta dingin di tepi kolam.

“Donghae-ahh, Yoona-ssh” suara lembut Ny Lee menyadarkan Dongahe dan Yoona dari lamunan mereka.

“Ne Eomma?” tanya Donghae.

“Ada sesuatu yang ingin Eomma bicarakan pada kalian” lanjut Ny Lee. Donghae dan Yoona saling pandang satu sama lain.

“Bicarakan saja Eomma, jangan ragu?” ujar Yoona yang mendapat respon anggukan kepala dari Donghae.

“Kalian sudah 7 tahun pacaran, Eomma rasa itu sudah cukup bahkan terlalu cukup untuk sepasang kekasih yang sudah menjalin hubungan selama 7 tahun, jadi Eomma ingin kalian berdua segera meresmikan hubungan kalian”

Tutur Ny Lee penuh harap, mendengarnya Donghae malah terdiam.

“Menikah?” tanya Yoona yang mengerti apa maksud pembicaraan Ny Lee.

“De, menikah. Sudah 7 tahun kalian  pacaran, aku ingin segera menimang cucu” jawab Ny Lee lebih jelas, Yoona langsung diam di buatnya sementara Donghae memandang ibunya bingung.

“Donghae-ahh maukan mengambulkan permintaan ibu?” pinta Ny Lee pada putranya itu sedikit memelas.

“Eomma….aku belum siap” jawab Donghae. Yoona kaget mendengarnya dan langsung menolehkan kepalanya melihat Donghae terkejut.

“Apa maksudmu?” tanya Ny Lee.

“Eomma, meskipun aku dan Yoona sudah pacaran selama 7 tahun. Tapi, bukan berarti kita harus segera menikah. Bukannya aku tak mau mengambulkan permintaan Eomma, tapi coba Eomma lihat posisi Yoona dan aku. Yoona sekarang sedang menikmati pekerjaannya, dan aku. Aku juga sedang fokus pada melukis, aku ingin menjadi seorang pelukis seperti Appa Eomma, jadi ku mohon bersabarlah sebentar” Donhgae memegang kedua tangan ibunya sambil menatap dalam kedua bola mata sang ibu tercinta.

“Apa hanya itu alasannya?” tanya Ny Lee menatap dalam mata putranya itu.

“Eomma, ku mohon” pinta Dongahe penuh harap.

“Arrayo, Eomma mengerti. Tapi cepatlah kalian menikah, Eomma benar-benar ingin melihat kalian berdiri dialtar mengucapkan janji suci sehidup semati, dan hidup bahagia bersama anak-anak kalian yang lucu”

Yoona menundukan kepala mendengarnya, ia tak kuasa memandang Ny Lee yang sedang tersenyum membayangkan kehidupannya jika menikah bersama Donghae.

**

Dentingan jarum jam begitu terdengar di ruangan yang cukup luas itu, padahal di ruangan tersebut terdapat dua orang, namun mereka tengah sibuk dengan pekerjaan masing-masing. Kini jam sudah menunjukan pukul 20.15 KST, tapi kedua orang tersebut terlihat masih fokus pada pekerjaan mereka. Sementara di luar, salju mulai turun ke bumi Korea Selatan. Inilah pertanda bahwa musim dingin sudah hinggap di negara berjuluk Gingseng ini. Semua orang keluar rumah dan memilih berjalan-jalan sambil menikmati salju pertama yang turun di musim dingin. Meski udara di luar sangat dingin tapi tak menyurutkan sedikit pun niat orang-orang tersebut untuk menikmati turunnya salju pertama.

**

“Yoona-ssi, boleh ku antar pulang”. Tawar Siwon pada Yoona yang sedang membereskan berkas-berkas diatas meja. Yoona diam sejenak memikirkan ajakan Siwon ini.

“Tidak usah, saya bisa pulang sendiri” jawab Yoona lalu melangkahkan kakinya, tapi langkahnya terhenti saat Siwon kembali bersuara “Tolong kali ini jangan menolak ku”. Yoona diam mendengarnya, dia tidak tahu harus bilang apa lagi. Sampai akhirnya dia harus mengiyakan ajakan Siwon ini “Baiklah”. Siwon hanya tersenyum mendengarnya.

**

Siwon mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang, dia menyadari bahwa sekarang sedang turun salju jadi jalanan licin dan sangat berbahaya jika dia menjalankan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Suasana semakin dingin karena tidak ada pembicaraan sedikit pun diantara mereka berdua, Yoona memalingkan pandangannya pada jendela mobil tapi matanya begitu kosong seperti tidak memikirkan sesuatu hal. Sementara Siwon, sibuk melihat jalanan yang licin.

“Bagaimana kabar paman dan bibi?” tanya Siwon membuka pembicaraan, Yoona yang merasa diajak bicara segera menyadarinya.

“Kabar bibi baik” jawab Yoona datar begitu berbeda saat mereka berdua berada di lingkungan kantor.

“Lalu kabar paman?” tanya Siwon lagi.

“Paman sudah meninggal” Siwon terkejut mendengarnya, dan terlihat menyesal karena telah bertanya seperti itu.

“Mianhae aku tidak tahu, tapi kapan paman meninggalnya?” tanya Siwon penasaran.

“7 tahun yang lalu saat aku duduk dibangku kelas 2 SMA” jawab Yoona sedikit menekan ‘Kelas 2 SMA’.

“7 tahun yang lalu” bisik Siwon setelah mendengar jawaban Yoona.

“Yah 7 tahun yang lalu, 1 bulan kau pergi meningglkan ku dan di susul paman ku. Bukankah itu hebat, dalam kurun waktu yang berdekaan aku di tinggalkan 2 orang yang sangat berarti dalam hidup ku”

Siwon langsung mengerem mobilnya tiba-tiba setelah mendengar Yoona mengatakan “2 orang yang sangat berarti dalam hidup ku”. Siwon menolehkan kepalanya kearah Yoona.

“Yoona, tolong dengarkan penjelasan ku. Aku pergi tanpa memberi tahu mu karena aku tak mau membuatmu sedih dan aku tak mau ibu ku mencelakai mu, aku pergi ke Jerman karena pada saat itu ayah ku koma, dan aku harus melajutkan sekolah ku di sana. Yoona ku mohon, percayalah padaku aku benar-benar tak berniat sedikit pun untuk meninggalkan mu, ku mohon maafkan aku dan…….ku mohon kembalilah padaku. Aku mencintaimu Yoona, bahkan perasaan ku tak pernah berubah sedikit pun terhadap mu, dan selama 7 tahun aku pergi yang ada di pikiranku hanya kau, jadi kumohon Yoona kembalilah padaku, kita mulai semuanya dari awal, kita mulai kehidupan kita…”

“Maaf” satu kalimat itu adalah sebagai jawaban dari Yoona, yang membuat Siwon tak percaya mendengarnya.

“Aku tak bisa kembali padamu, aku tak bisa memulai semuanya bersama mu, dan aku tak bisa hidup bersama mu. Aku tak mau menyakiti perasaan Donghae Oppa, aku tak mau menghianatinya. Jadi ku mohon, jangan memintaku untuk kembali padamu, karena aku tak bisa. Bukannya sudah kubilang aku bukan Yoona yang dulu, yang bisa kau bujuk dan yang bisa kau tipu dengan janji-janji manis mu, aku lelah dan aku ingin menghapus nama mu di hati ku, tapi kenapa sekarang kau kembali disaat yang tidak tepat? Seharusnya kau kembali 7 tahu yang lalu saat aku membutukan pundak untuk bersandar, tapi mana? Kau kembali disaat sudah ada laki-laki lain yang mengisi hari-hari ku. Maaf Siwon aku tak seperti diri mu yang meninggalkan aku begitu saja” ucap Yoona panjang lebar dengan air mata yang terus jatuh membasahi kedua pipinya, Yoona membuka sabuk pengamannnya dan siap membuka pintu mobil.

“Apakah tak ada kesempatan untuk ku?” air mata Siwon jatuh saat mengatakan kalimat itu. begitu dengan Yoona yang kembali merasakan sesak di dadanya, serta air matanya yang juga terus jatuh membasahi kedua pipinya.

Yoona segera membuka pintu mobil Siwon dan berlari keluar meninggalkan Siwon yang menatap nanar kepergiannya, Yoona pergi tanpa menjawab pertanyaan Siwon.

**

Yoona berjalan perlahan di tengah salju yang terus turun, asap putih begitu banyak keluar dari mulutnya pertanda udara dingin yang begitu terasa. Yoona menghentikan langkahnya lalu berjongkok, kemudian Yoona menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya dan sedetik kemudian terdengar isakan tangis. Yoona menangis di tepi jalan, tak perduli dengan cibiran orang-orang yang melihatnya.

“Kenapa dia menangis…”

“Dasar anak muda jaman sekarang, ku jamin dia menangis karena putus dengan kekasihnya..”

“Aneh sekali dia menangis di tepi jalan”

Itulah beberapa omongan orang-orang yang melintasi Yoona, Yoona tahu semua orang pasti sedang mencibirnya tapi ia tak hiraukan sedikit pun.

Tak jauh di sebarang jalan, sepasang mata memandang Yoona dengan tatapan yang memancarkan kesedihan serta kekecewaan, dia tersenyum miris lalu menutup kaca mobilnya beberapa detik kemudian mobil BMW hitam yang di kendarai meninggalkan tempat tersebut.

End Of Author POV

 

Sameone POV

Ku langkahkan kakiku memasuki sebuah gedung yang bertuliskan “Choi’s Grup”, entah kenapa aku begitu bangga saat membaca marga “Choi” yah kelak marga inilah yang akan berada di depan nama ku.

“Aku ingin bertemu dengan Choi Siwon, ahh maksud ku Presdir Choi” tanya ku pada salah seorang karyawan yang ku temui di loby.

“Apa anda sudah membuat janji?” tanyanya yang membuat aku tersenyum tipis. Rupanya dia belum tahu kalau aku ini adalah kekasihnya Siwon. Pikir ku.

“Aku sudah menghubunginya” jawab ku, ku lihat dia tersenyum sambil menganggukkan kepalanya.

“Ruangan Choi sajangnim ada di sebelah sana Nona” tunjuknya pada sebuah pintu berwarna coklat. Aku langsung menarik senyum sambil melihat arah yang di tunjukkan karyawan tersebut.

“Arraseo, kalau begitu terimakasih” ucap ku, lalu ku bungkuk kan badanku.

Kini aku sudah berada di depan pintu yang bertulisan Choi Siwon Sajangnim. Sebelum aku mengetuk pintu, terlebih dahulu ku bayangkan reaksi Siwon saat melihatku tiba-tiba ada disini, yah aku memang tak memberitahu dia kalau aku menyusulnya ke Korea.

Ku rapikan penampilan ku terutama tataan rambutku, aku tak mau jika rambutku acak-acakan di depan Siwon. Setelah semuanya siap, secara perlahan ku ketuk pintu 3 kali.

“Masuklah” suara sahutan terdengar, tapi itu suara seorang wanita bukan suara Siwon.

Segera ku buang jauh-jauh pikiran yang tidak-tidak tentang Siwon, lalu perlahan tangan ku memutar knop pintu dan mata ku langsung menelusuri ruangan yang terlihat minimalis ini, aku yakin jika ruangan ini Siwonlah yang mendesainnya.

Ku langkahkan kaki ku lebih dalam lagi, tapi langkah ku langsung terhenti saat aku melihat seorang wanita tengah memandang ku dengan tatapan heran. Aku juga malah menatapnya heran, “Inikan ruangan Siwon, lalu siapa dia?” pikirku melihat wanita itu. Lalu ku lihat meja kerjanya dan terdapat papan nama “Sekretaris” gumam ku dalam hati. Lalu kembali ku alihkan pandangan ku padanya.

“Maaf Nona ini siapa?” tanyaku yang sudah benar-benar penasaran dengannya.

Dia berdiri dari duduknya lalu membungkuk memberi salam dan tersenyum “Yoona imnida..”

“Kau sekretaris Siwon Oppa?” tanya ku lagi untuk memastikan.

“Ne…” jawabnya singkat di susul dengan senyumannya, ku akui dia cantik apalagi saat tersenyum seperti ini.

“Maaf Nona ini siapa? Dan ada keperluan apa kemari?” tanyanya balik padaku, aku berpikir sejenak. “Jadi dia belum tahu siapa aku? Atau Siwon belum memberi tahunya” pikirku.

“Ahhh aku kekasih Siwon Oppa”

Jawab ku pasti lalu ku sunggingkan senyum padanya, dia terlihat terkejut mendengarnya, dan memandang ku seperti tak percaya.

“Ada apa Nona? Kenapa anda memandang ku seperti itu?” tanya ku yang merasa risih karena dia memandang ku seperti itu.

End of Someone POV

 

Author POV

“Ada apa Nona? Kenapa anda memandang ku seperti itu?”

“De, ahhh aniya…..aku hanya….”

Yoona tak dapat menjawab pertanyaan gadis yang tiba-tiba datang dan mengaku sebagai kekasih Siwon itu, entah kenapa hati Yoona merasa sakit mendengarnya dan matanya sudah terasa panas siap untuk mengeluarkan kembali air mata.

Sementara gadis tersebut semakin di buat bingung dengan perubahan sikap serta ekspresi yang di tunjukan Yoona.

 

 

 

To Be Countinued

Dari chapter ke chapter yang meninggalkan jejak berkurang -_-, tadinya aku gak mau lanjutin nih FF, rada kecewa soalnya responnya sedikit😦 tapi sesuai dengan aturan, *cie elahh…. jadi aku harus mentuntaskan FF ini sampai End…. (≪ author yang baik, contoh nih :p)

Bagi yang sudah meninggalkan jejak di semua chapternya aku ucapkan terimakasih, dan untuk ceritanya mungkin agak sedikit ribet yah? Tapi ini lah yang ada dalam pikiran ku, bagi yang suka terimakasih bagi yang tidak suka gak usah di baca aja..:D oke…heheheh

Hohoh…..jadi melow deh😀 RCL yah United…hahahah…..

Aku bakal lanjutin FF ini ko, khusus untuk pembaca setia FF ku. Tapi mungkin rada lama postingnya🙂 ..

Kalau nemu typo mianhae >.<

 

Kamsahamnida…..:)

Pos Sebelumnya
Tinggalkan komentar

145 Komentar

  1. ayu dian pratiwi

     /  Februari 18, 2014

    Aku baru baca part ini chingu. Part ablmnya blm

    Balas
  2. tia risjat

     /  Maret 10, 2014

    yeoja yang masih dirahasiakan identitasnya itu siapa?
    kuharap sica. jadi nantinya dia bisa bareng donghae dan yoonwon bisa bersatu dech. hihihi..
    kasian yoona, kasihan wonppa, kasian haeppa. aduh.. sini aku pelukin atu-atu (#ngarep!)😄

    Balas
  3. Dede

     /  Maret 16, 2014

    Kenapah ibunya siwon ingin mencelakai yoona klu siwon blng ke yoona?makin seru aj dan makin penasarn.itu perempuan ciapa sih beneran pacar siwon bukanyah?

    Balas
  4. yeona

     /  Maret 31, 2014

    Rumit bnget sih kisah cinta yoona onni.
    Donghae oppa kok gak menunjukan sifat marah sihh? Apa yang donghae oppa pikirkan?

    Balas
  5. ndashof

     /  April 1, 2014

    memang rumit prjlanan cinta YOONWON ini…
    keren…

    Balas
  6. rhiiyoonah

     /  Mei 4, 2014

    ITU siapa ??????

    Balas
  7. nina

     /  Mei 4, 2014

    yg ngaku sbgai tunangan siwon oppa t cp ya,,,,tiffany,jesicca atau stella kah….#sok tw aj ni gue# heheheh….
    lanjuutttttttt

    Balas
  8. any

     /  Mei 18, 2014

    Siapa yg g nyesek baca cerita kayak gini. Hadeuh… yoonwon momennya mana ini hikhikhik. Katanyw siwon cuma cinta sama yoona kenapa ini kekasihnya dateng?????

    Balas
  9. umu salaamah

     /  Juni 29, 2014

    Rumit ya -_-

    Balas
  10. Wah…siapa yah…wanita itu apa mungkin tifani?wah…lanjut

    Balas
  11. Sama-sama :v pletak :v

    Balas
  12. Dahlia GaemGyu

     /  Juli 31, 2014

    siapa sih wanita yg ngaku pacarnya siwon?

    Balas
  13. Mia

     /  Agustus 2, 2014

    Kasian sekali sma” tersiksa

    Balas
  14. anas irwandi

     /  Agustus 19, 2014

    siapa sih yogja itu apa mungiki sica jadi donghae oppa bisa jadian ama sica

    Balas
  15. Sari nauli

     /  September 4, 2014

    Lanjut thor!

    Balas
  16. Sari nauli

     /  September 4, 2014

    Keren thor!

    Balas
  17. Micka yoon A

     /  September 10, 2014

    Sepanjang chapter sad trus ;-(

    Balas
  18. marsiah

     /  Februari 28, 2015

    Kira2 siapa ya yg ngaku2 yonjacingu nya siwon oppa,yoona pasti cemburu tu ,ternyata siwon oppa uda cari penganti dirinya.

    Balas
  19. Huhh ksian yoona eonni, yg sbarya eon ada aku dsini*eak.kra² siapa ‘someone’ itu.mkin pnasaran.lajuttttttt

    Balas
  20. dipertemukan kembali disaat yg tidak tepat

    Balas
  21. wiwin

     /  Juli 2, 2015

    Sbenarnya yoona udah di lain hati gk zih.?

    Balas
  22. Racheoll Dm

     /  Juli 19, 2015

    Ampun,,, udah mellow makin mellow hahaha…. Poor buat hubungannya yoonwon yang tegar ya ngejalaninnya. Jodoh pasti bertemu…😀

    Balas
  23. Iiiihhh bener-bener membingungkan alur cinta mereka. Gadis itu siapa???

    Balas
  24. raratya19

     /  Oktober 20, 2015

    gadis itu siapa? apa itu wanita yang disetujui eomma siwon dan eomma siwon ga suka sama yoona makanya siwon dijauhin ke jerman?

    Balas
  25. Swari kartika

     /  Maret 30, 2016

    Tmbah complicated.. siapa tuh yg jd pacarnya wonppa tp kasian jd donghae oppa yh kyknya dy tulus bgt sma yoona oennie tp ttep aj aku maunya ttep yoonwon. Bersatu.

    Balas

United, Leave a Coment Here

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: