[FF] Y Saranghae (Chapter 3 – I Found You)

Annyeong United J, aku balik lagi dengan bawa chapter 3 dari FF Y Saranghae ini. Oh yah kemarin banyak yang bilang serasa baca FF YoonHae, perlu aku luruskan ini bukan FF YoonHae, tapi ini FF YoonWon. Tapi jalan ceritanya aja seperti ini, dan kenapa dichapter kemarin aku gak datangin Siwon. Karena inilah alurnya xD, tapi sesuai janji Siwon bakal muncul disini.

Mungkin cukup sekian dari saya dan maaf kalau ceritanya makin gak nyambung, Happy Reading RCL yah…^^

[FF] Y Saranghae (Chapter 3 – I Found You)

Title : Y Saranghae – I Found You

Type : Sequel

Author : Choi Hyun Mi/Twitter: @Nita_Rahayu22

Main Cast :

  • Choi Siwon (Super Junior)
  • Im Yoon Ah (SNSD)
  • Lee Donghae (Super Junior)

Other Cast :

  • Kwon Yuri (SNSD)
  • Cho Kyuhyun (Super Junior)
  • Etc……

Genre: Romance , Sad,

Rating : PG 15+

Backsound      : I Found You by JYJ

 

 

“Coba letakan kepala mu di dadaku”!

“Untuk apa Oppa?”

“Letakan saja”

“Oppa jantung mu berdetak sangat cepat, kau tidak apa-apa?

“Aku tidak apa-apa”

“Lalu?”

“Jantung ku berdetak cepat, karena kau ada di sisiku, setiap aku dekat dengan mu, setiap aku memeluk mu, setiap aku mencium mu bahkan memandang mata indah mu, maka jantung ku akan berdetak sangat cepat, melihat malaikat cantik yang Tuhan anugrahkan untuk ku”

 

 

<>

Author POV

Seorang yeoja tengah duduk di sebuah kursi panjang yang terdapat dibawah pohon mapple.Terlihat dia sedang mendengarkan alunan music dari MP3 nya, yang sedang memainkan sebuah lagu kesukaannya.Mata indahnya terpejam mendengarkan alunan music yang membuat hatinya tenang.

Tiba-tiba 2 telapak tangan menutup kedua matanya yang terpejam. Yoona – yeoja tersebut tidak kaget malah dia menarik senyum tipis.

“Aku tahu ini Oppa, cepat lepaskan tangan mu” tutur Yoona lembut sembari melepaskan earphone dari kedua telingannya.

“Kenapa kau tahu kalau ini aku?”Tanya orang tersebut sembari melepaskan tangannya yang menutup mata Yoona.

“Karena orang yang selalu melakukan hal seperti ini adalah Oppa, jadi tentu aku tahu” jawab Yoona tersenyum pada orang yang dia panggil “Oppa”.

Yeoja chingu ku memang daebak” salut Donghae – namja tersebut.Lalu duduk disamping Yoona.

“Oppa apa kita jadi makan malam dirumah mu?”

“Tentu, ibuku sudah menunggu kita, kajja ini sudah sore” jawab Donghae lalu berdiri.

“Baiklah ayo Oppa” ujar Yoona setelah memasukan MP3nya kedalam tas. Donghae tersenyum lalu menggandeng tangan Yoona, dan keduanya pun pergi dari taman tersebut.

<>

7 tahun berlalu begitu cepat, bak roda yang menggelinding dijalan lurus, dan 7 tahun sudah Yoona dan Donghae menjadi sepasang kekasih.Yah, semenjak Donghae menyatakan cintanya pada waktu SMA, ternyata Yoona menerima cinta laki-laki bermarga Lee ini.Walaupun pada saat itu, Yoona masih tidak tahu bagaimana perasaannya pada Donghae.Namun, seiring dengan berjalannya waktu, perlahan tapi pasti cinta pun mulai tumbuh dihati Yoona. Dan selama 7 tahun pula, Siwon tak pernah menghubunginya sekalipun bahkan Yoona tak pernah mendapat kabar tentang Siwon selama 7 tahun ini

<>.

Dengan serius Yoona memotong wortel, saat ini dia sedang berada didapur bersama Ny Lee untuk menyiapkan makan malam.

“Kau pandai sekali memasak Yoona-ahh” puji Ny Lee yang sedang memotong bawang merah.Mendengar pujian itu Yoona hanya tersenyum menanggapinya.

“Tentu saja, Yoona kan calon istri ku, bukan begitu Yoona?”sahut Donghae yang entah kapan sudah berdiri di sebelah Yoona. Yoona sedikit terkejut mendengarnyatapi dia berusaha tersenyum pada Donghae.

“Kau itu percaya diri sekali Donghae, apa kau yakin Yoona mau menikah dengan mu?” tutur Ny Lee sedikit bercanda.Donghae mempautkan bibirnya lalu memeluk Yoona yang sontak membuat Yoona menghentikan aktifitasnya memotong wortel.

“Jangan dengarkan Eomma Yoona, kemarin Eomma bilang kalau Eomma ingin mempunyai menantu seperti diri mu” ujar Donghae lalu menjulurkan lidah kearah Ny Lee yang membuat ibunya itu terkekeh geli.Kembali Yoona terdiam dibuatnya, kini dapat Yoona rasakan pelukan Donghae yang semakin erat serta dagu Donghae yang menempel manja di bahunya.

<>

“Sudah kau siapakan semuanya”

“……………………………….”

“Baiklah terimakasih”

Tut…tut….tut…..

Sambungan pun terputus,  dia masukan ponsel warna hitamnya kedalam saku celana. Lalu kembali dia memandang sang surya dari jendela gedung yang mulai turun keperaduannya.

<>

Yoona masuk kedalam sebuah gedung megah yang bertuliskan Park Sen Grup. Dia terlihat menenteng tas kerjanya serta membawa tumpukan map ditangannya.

“Sepertinya kau sangat kesulitan, boleh kubantu?” tawar Kyuhyun yang tiba-tiba ada didepan Yoona membuat langkah Yoona terhenti.

“Aigo….kau itu benar-benar Evil, datang tiba-tiba mengagetkan ku saja” runtuk Yoona sebal.Kyuhyun hanya cengengesan sambil menggaruk-garuk belakang kepalanya yang tak gatal.

“Mianhae Yoong, sini mapnya biar aku yang bawa” tanpa persetujuan, Kyuhyun langsung merebut tumpukan map yang berada ditangan Yoona.

“Kajja rapatnya akan segera dimulai” lanjut Kyuhyun lalu berjalan mendahului Yoona.Yoona hanya bisa menghela napas melihat tingkah sahabatnya itu yang tak pernah berubah dari dulu.

“Dasar GaemGyu Evil” bisik Yoona pelan lalu berjalan dengan sedikit berlari untuk mengejar Kyuhyun yang sudah mulai menjauh.

<>

3 tahun sudah Yoona dan Kyuhyun bekerja diperusahaan yang sama yaitu Park Sen Grup yang bergerak dibidang kontruksi atau pembangunan. Tidak hanya mereka berdua yang bekerja diperusahaan ini, tapi Yuri juga bekerja diperusahaan yang terbilang cukup berpengaruh di Korea Selatan ini.

Setelah lulus kuliah, mereka bertiga melamar pekerjaan di perusahaan ini. Dengan melalui beberapa tahap penyaringan akhirnya ketiga sahabat dekat ini pun diterima dan menjadi karyawan di perusahaan Park Sen Grup ini. Dan 3 tahun sudah berlalu, kini mereka bertiga di tempatkan bekerja di bidangnya masing-masing. Yoona bertugas di bidang desain atau merancang gedung ataupun hotel yang akan dibangun oleh perusahaan Park Sen Grup ini. Yuri bertugas meninjau lokasi tempat yang akan didirikan gedung ataupun hotel. Sementara Kyuhyun, karena dia jago dalam matematika dan tentunya soal hitung menghitung maka dia di tempatkan bekerja di keuangan yaitu bertugas meninjau pemasukan dan pengeluaran yang nantinya akan dia laporkan pada Presdir perusahan ini.

<>

 

“Hai apa kalian sudah mendengar gosip yang tengah beredar saat ini?” seru Yuri tiba-tiba, Yoona dan Kyuhyun yang tengah sibuk dengan pekerjaannya menolehkan pandangan mereka pada Yuri yang ternyata sudah duduk manis didepan mereka.

“Gosip? Molla” sahut Kyuhyun cuek lalu kembali focus pada komputernya.

“Molla” ujar Yoona  mengangkat kedua bahunya.

“Ishhh kalian ini, sekali-kali bergaul kenapa masa kalian tidak tahu padahal berita ini yang paling menggemparkan sepanjang kita bekerja di perusahaan ini” tutur Yuri panjang lebar.Kembali untuk kedua kalinya KyuNa memandang Yuri heran.

“Menggemparkan?Apa perusahan ini akan di segel karena hutang? Setau ku keuangan selama setahun ini lancar-lancar saja, atau pembangunan hotel yang di pulau Jeju di batalkan?” tebak Kyuhyun asal bicara.

“Ishh kau ini…bukan begitu, tapi menurut kabar yang beredar bahwa ternyata Park Jung Soo sajangnim bukanlah pemilik dari perusahaan ini” ucap Yuri menjelaskan lalu melipat kedua tangan didada.KyuNa saling pandang heran, lalu kembali lagi menatap Yuri bingung.

“Kau itu bicara apa Yul, sudah jelas-jelas Park Jung Soo sajangnim adalah Presdir di perusahaan ini?” Tanya Yoona bingung.

“Ne, benar kata Yoona, dan dari nama perusahaannya saja sudah ketauan kalau perusahaan ini milik Park sajangnim, apa kau lupa nama perusahaan ini adalah PARK-SEN-GRUP KWON YURI” ujar Kyuhyun menekan kata Park Sen Grup.

“Yah aku tahu itu Kyuhyun, tapi apa kalian tahu ternyata pemilik perusahaan ini bukanlah Park sajangnim melainkan seseorang yang katanya sedang sakit keras dan sekarang dia sedang berada di luar negeri” tutur Yuri kembali menjelaskan.

“Lalu siapa pemilik asli dan Presdir perusahaan ini?”Tanya Yoona bingung.

“Molla,  tapi orang-orang bilang pemilik sekaligus Presdir dari perusahaan ini adalah mertua Park sajangnim, dan dia sedang sakit keras” jawab Yuri.

“Sakit keras, lalu apa posisi Park sajangnim akan segera digantikan oleh mertuanya itu?”Tanya Kyuhyun masih belum mengerti.

Yuri menggelengkan kepalanya sabagai jawaban “Dia sedang sakit keras CHO KYUHYUN mana mungkin dia jadi Presdir di perusahan sebesar ini” jawab Yuri kesal karena pertanyaan Kyuhyun.

“Lalu siapa yang akan menggantikan Park sajangnim?”Tanya Yoona lagi.

“Yang aku dengar dari orang-orang kalau Park sajangnim akan digantikan oleh adik iparnya yang merupakan putra tunggal dari pemilik perusahaan ini, tapi sekarang dia masih di luar negeri dan akan pulang secepatnya ke Korea” tutur Yuri yang membuat KyuNa meresponnya dengan “Ohhh” sambil mengangguk-anggukan kepala.

“Kenapa tidak menyerahkan dari dulu saja perusahaan ini pada putranya, kenapa harus kepada menantunya?” Tanya Kyuhyun. Tapi, Yuri malah geram mendengar pertanyaan itu.

“Ishhh dasar kau Evil mana aku tahu masalah itu, kau tanyakan saja sendiri pada pemilik perusaahn ini” ketus Yuri.

“Biasanya kan kau tahu semua hal Kwon Yuri, bukankah kau itu suka menguping pembicaraan orang lain” ejek Kyuhyun sambil mengulum senyum, Yuri menatap tajam Kyuhyun sementara Yoona hanya tersenyum melihat tingkah kedua sahabatnya ini.

End of Author POV ” tanpa persetujuan YoonYoona njutnya. RCL yah…ni, dia membalikan badannya dan menyandarkan tubuh pada dinding yang dingin.

<>

 

Yoona POV

Jam kerja sudah usai, dan seperti biasanya sebelum pulang kuputuskan untuk mampir dulu ke sungai han. Entah apayang membawaku untuk selalu datang ketempat ini, padahal tempat ini banyak menyimpan kenangan manis antara aku dan Siwon Oppa.

7 tahun sudah berlalu, dan selama itu pula aku menjalani hidup tanpa Siwon Oppa disisi ku. Entah kenapa selama 7 tahun ini aku merasa hidup di dunia mimpi dan aku merasa aku bukanlah aku yang sebenarnya, aku marasa hampa dan kesepian .Padahal selama 7 tahun ini, Donghae Oppa selalu menamani hari-hari ku.

Mungkin sudah tak sepantasnya aku memikirkan Siwon Oppa ataupun mencintainya. Aku yakin di Jerman sana dia sudah menemukan kehidupan bahagianya tanpa diriku. Lagipula sekarang disisi ku sudah ada Donghae Oppa, dia adalah pelindung ku selama ini, setiap aku berada didekatnya aku merasa sangat nyaman. Dia begitu tulus mencintai ku dan menyayangiku dengan segenap rasa cintanya, dan seingat ku selama 7 tahun ini Donghae Oppa tak pernah membuat ku menangis sedikit pun.

“Yah Im Yoona, waktu 7 tahun sudah cukup untuk mu jangan mengharapkan Siwon lagi tataplah masa depan mu dan lihatlah Donghae yang sedang membentangkan tangannya kepada mu dia siap memeluk mu, dia siap memberikan mu kebahagiaan, lupakan Siwon ini adalah yang terbaik”

Entah yang keberapa puluh kalinya buliran air mata ini kembali jatuh ke pipi ku, segera ku seka air mata ini, aku tidak mau menangis aku harus tegar, aku percaya ini adalah suratan takdir yang telah Tuhan berikan padaku.

End of Yoona POV

<>

 

Author POV

Donghae keluar dari sebuah toko bunga, terlihat dia membawa sebuket mawar merah yang menyegarkan mata.“Yoona pasti senang” gumam Donghae sambil membayangkan wajah Yoona yang tersenyum bahagia saat mendapat bunga mawar merah darinya.

Donghae membuka pintu mobilnya, lalu tak berapa lama mobil BMW hitam yang dikendarainya mulai menjauh dari toko bunga tersebut.

Tok….tokk…tokkk……

Donghae mengetuk pintu berwarna coklat itu untuk memanggil sang pemilik rumah.

“Donghae Oppa”sambut seorang remaja cantik saat sudah membuka pintu.

“Krystal, apa Yoona Eonni ada dirumah?” Tanya Donghae tersenyum pada remaja tersebut yang tak lain adalah Krystal.

“Yoona Eonni ada, ayo masuk Oppa” ajak Krystal lalu memberi jalan pada Donghae.

“Eonni…Eomma ada Donghae Oppa…” teriak Kystal sedikit kencang.Donghae hanya tersenyum tipis lalu duduk di sofa.

“Donghae-ahh kau rupanya, sudah lama menunggu yah?” seru Ny Jung yang keluar dari arah dapur.“Anio bi aku baru saja datang”jawab Donghae ramah.

Ny Jung mengerti lalu menolehkan kepalanya pada Krystal yang berdiri didekat Donghae “Krystal panggil Yoona Eonni dia sedang ada di halaman belakang” perintah Ny Jung, Krystal mengangguk mengerti lalu akan segera pergi tapi Donghae menahan kepergiaannya.

“Biar Oppa saja yang temui Yoona” pinta Donghae ramah, Krystal tersenyum mengerti “Baiklah Oppa”

Donghae bangkit dari duduknya lalu melangkahkan kakinya menuju halaman belakang.Donghae menarik senyum saat melihat Yoona tengah sibuk didepan layar laptop, Donghae kembali berjalan pelan kearah Yoona.Kini dia sudah berada di belakang Yoona. Donghae menyodorkan sebuket mawar merah yang dari tadi digenggamnya kepada Yoona, Yoona yang melihatnya tersenyum manis “Cantik sekali Oppa bunganya, gomawo” ucap Yoona lalu membalikan badanya ke belakang melihat Donghae.

“Sedang sibukah?”Tanya Donghae lalu menarik kursi dan duduk disamping Yoona.

“Ne Oppa pekerjaan ku sangat menumpuk, waeyo?”Tanya Yoona.

“Emmmm….anio, lanjutkan saja pekerjaan mu” tutur Donghae tersenyum tulus Yoona membalas senyuman Donghae lalu kembali focus pada pekerjaannya.

Donghae memperhatikan Yoona dengan seksama, menatap wajah kekasihnya ini dengan sebuah senyum.Namun, kali ini bukan senyum tulus yang tergambar di wajah tampannya.Melainkan, senyum kegetiran. Donghae segera menepis pikiran buruk yang tiba-tiba membayangi benaknya, Yoona menolehkan kepalanya kearah Donghae lalu menarik senyum, Donghae yang menyadari Yoona menatapnya juga ikut tersenyum manis.

<>

“Tanggal 2 semua pekerjaan anda sudah selesai, saya sudah siapkan tiket pesawat untuk anda, dan tanggal 3 pukul 10 pagi pesawat yang anda tumpangi lepas landas”

“…………….” Dia hanya diam sambil terus menatap lurus kedepan.

“Tuan, apa perlu saya kemasi barang-barang anda?” tanyanya hati-hati.

“Terimakasih tapi aku bisa sendiri, aku bukan anak SMA lagi” jawab nya sangat dingin tanpa menoleh sedikit pun.

“Baikalah tuan, permisi”

<>

Park Jung Soo yang merupakan Presdir dari perusahaan Park Sen Grup mengadakan rapat mendadak yang membuat semua karyawan bertanya-tanya, karyawan yang bekerja di bidangnya masing-masing mewakil kan teman-temannya untuk memasuki ruangan rapat, tak terkecuali dengan Yoona, Yuri dan Kyuhyun yang menjadi wakil dari bidang pekerjaan mereka.

Ruangan rapat yang cukup besar itu menjadi hening saat Presdir Park memasuki ruangan , segera semua orang yang berada diruangan tersebut berdiri lalu membungkuk memberi salam.

Sekarang suasananya menjadi hening, 21 orang yang ada di ruangan tersebut sibuk dengan pikirannya masing-masing, semuanya tampak kebingungan pasalnya rapat direksi sudah dilaksakan beberapa minggu lalu.

“Baiklah, karena semuanya sudah berkumpul maka akan ku mulai rapat hari ini” ujar Park Jung Soo tenang lalu tersenyum.

“Langsung saja aku akan ke inti permasalahannya, beberapa minggu kebelakang pasti kalian mendengar bahwa Presdir sekaligus pemilik dari perusahaan ini bukanlah aku melainkan ayah mertua ku, dan itu adalah fakta” ujar Park Jung Soo, sontak semua orang terkejut mendengar pernyataannya ini.

“7 tahun sudah aku menjadi Presdir di perusahaan ini, sebenarnya perusahaan ini bukanlah milik ku, perusahaan ini adalah milik ayah mertua ku, tapi karena beliau sedang sakit keras makannya aku yang menggantikan posisinya, dan sekarang posisiku sebagai seorang Presdir akan segera digantikan oleh adik iparku dia adalah putra tunggal dari ayah mertua ku, aku tahu kalian pasti sangat terkejut tapi inilah kenyataannya, dan Presdir baru kita akan datang besok lusa, dan untuk nama perusahaan mungkin akan segera diganti karena Presdir baru kita bukan bermarga Park”

Tutur Park Jung Soo panjang lebar, semua orang mengangguk mengerti.

“Aku ingin minta maaf jika selama aku menjadi Presdir aku selalu menyusahkan kalian atau memaksa kalian untuk kerja lembur, dan aku juga ingin mengucapkan terimakasih kepada semua karyawan yang sudah bekerja  keras sehingga perusahaan ini menjadi perusahaan yang terbaik di Korea, mungkin ini adalah hari terakhir ku di panggil “Sajangnim” tapi kalian tidak usah takut aku akan tetap bekerja disini tapi jabatan ku bukan sebagai Presdir, sekali lagi terima kasih atas pengabdian kalian selama 7 tahun bersama ku”

Park Jung Soo berdiri dari duduknya lalu membungkukan badannya sebagai ucapan terima kasih sontak semua orang yang berada di dalam ruangan rapat langsung berdiri dari duduknya sambil bertepuk tangan.

“Oh yah dan satu lagi, karena sekarang aku bukan Presdir jadi kalian boleh memanggil ku Lee Teuk sepertinya itu akan kedengaran lebih akrab” ujarnya yang langsung membuat semua orang tertawa mendengarnya.

Pertemuan singkat itu akhirnya berakhir semua orang sudah meninggalkan ruangan rapat.

<>

“Ayo kita makan siang, huhh aku lapar sekali” ujar Yuri sambil mengelus-ngelus perutnya yang terus berbunyi.

“Kira-kira siapa yah pengganti Park sajangnim?” ucap Kyuhyun sambil mengelus-ngelus dagunya dan terlihat memikirkan sesuatu.

“Jadi dari tadi kau memikirkan itu, ku kira kau sedang memikirkan Seohyun” celetuk Yoona yang berada di sebelah Yuri.

“Masa kau tidak penasaran Yoong siapa pengganti Park Sajangnim?” Tanya Kyuhyun

“Aku tidak penasaran, bagi ku yang terpenting adalah pengganti Park sajangnim harus bertanggung jawab dalam pekerjaannya, dia harus sama seperti Park Sajangnim, iyakan Yul?”Tanya Yoona menyenggol pundak Yuri.

“Ne betul apa kata Yoona, sudah ayo cepat aku sudah lapar..”Yuri menarik tangan KyuNa untuk berjalan sedikit cepat, tapi langkahnya terhenti saat Lee Teuk menghampirinya.

“Sa…sajangnim, ehh maksud ku Lee Teuk Oppa” ucap Yuri terbata.

“Kebetulan aku bertemu Yoona disini, Yoona ada hal yang ingin aku bicarakan dengan mu bisa kau ikut aku” ajak Lee Teuk.Yoona terlihat bingung lalu menatap Kyuhyun dan Yuri secara bergantian.

“Ini masalah pekerjaan Yoona” lanjut Lee Teuk.

“Ne baiklah, Yuri Kyuhyun kalian makan siang duluan yah, nanti aku menyusul” ucap Yoona.Yuri dan Kyuhyun mengangguk mengerti.

“Mari Yoona”

Yoona tersenyum lalu berjalan beriringan  dengan Lee Teuk, sementara Yuri dan Kyuhyun melihat kepergian mereka berdua penuh tanya.

“Sepertinya hal yang akan dibicarakan Lee Teuk Hyung sangat penting” gumam Kyuhyun sambil terus melihat Yoona dan Lee Teuk yang sudah memasuki lift.

“Kau benar Kyu, ada apa ya?” ujar Yuri tak kalah bingung.

“Yah, nanti kita tanyakan pada Yoona ayo kita makan Kyu” lanjut Yuri lalu melangkahkah kakinya meninggalkan Kyuhyun.

“Yuri tunggu aku, aishhh anak itu” gerutu Kyuhyun lalu berlari mengejar Yuri.

<>

“MWORAGO………?.”

Teriak Kyuhyun dan Yuri serempak.Yoona menganggukan kepalanya 2 kali sebagai jawaban.

“Kau tidak bercanda kan Yoong?” Tanya Kyuhyun tak percaya.

“Mana mungkin aku bercanda apalagi ini mengenai pekerjaan” jawab Yoona santai lalu menyeruput orange justnya.

“Jadi….benar kau akan menjadi skertarisPresdir baru kita?”Tanya Yuri memastikan.

“Ne, dan kalian tahu…aku benar-benar senang ternyata Lee Teuk Oppa mempercayaiku untuk menjadi skertaris Presdir baru kita, bukankah kalian juga begitu?”

“Chukkayo Yoong, eummm kau naik jabatan sekarang. Cepat sekali…” ucap Kyuhyun lalu mengerucutkan bibirnya.

“Aishhh Evil kau tidak suka kalau teman kita naik jabatan?” ketus Yuri santai.

“Yak, bukannya aku tidak suka tapi aku merasa masih tidak percaya kenapa Lee Teuk Hyung menjadikan Yoona skretaris Presdir baru di perusahaan ini, kau juga pasti berfikir begitu kan Yoong?”

Yoona memanggutkan kepalanya setuju, “Ne kau benar Kyu, aku juga bingung.Emm mungkin karena selama ini aku karyawan yang rajin dan pekerja keras makannya jabatan ku bisa cepat naik” ucap Yoona yang langsung mendapat cibiran dari kedua temannya itu.

<>

“Lee Donghae” teriak seseorang yang membuat langkah Donghae terhenti. Sontak Donghae membalikan badannya untuk melihat siapa yang memanggilnya.

Donghae menarik sebuah senyum tipis melihat seorang laki-laki tengah berlari kecil menghampirinya.

“Lee Sungmin, kau rupanya” seru Donghae pada orang tersebut yang tak lain adalah Sungmin, teman SMA nya.

“Ne, maaf aku terlambat tadi di kantor pekerjaan ku belum selesai” sesal Sungmin.

“Arraseo, lagi pula kau hanya terlambat beberapa menit” tutur Donghae lalu kembali melangkahkan kakinya.

“Donghae-ya, ini semua lukisan mu. Wow fantastic” puji Sungmin melihat jajaran lukisan yang tergantung di dinding.

Mendengaranya Donghae menjadi tersipu malu. “Kau terlalu memujiku Sungmin, aku masih pelukis amatiran ini semua tidak seberapa”

“Kau selalu saja merendahkan diri” cibir Sungmin yang fokus melihat-lihat lukisan karya Donghae.

“Dulu saat SMA kau tidak sehebat ini, tak ku sangka ternyata bakat mu sungguh luar biasa” puji Sungmin lagi sambil memperhatikan sebuah lukisan sunset.

Donghae berdiri dan mensejajarkannya dirinya dengan Sungmin “Ini semua berkat Yoona, dia yang telah membuatku bangkit dari trauma lukisan” jawab Donghae yang juga tengah melihat lukisan yang sama dengan Sungmin.

“Sepertinya Yoona adalah semangat hidup mu” sahut Sungmin tanpa menoleh pada Donghae.

“Ne, dia matahari yang menerangi hidup ku. Dia bagai sunset di sore hari yang begitu indah” jawab Donghae sambil membayangkan wajah kekasihnya itu.

“Lalu kapan kalian menikah?” tanya Sungmin menoleh pada Donghae.

“Kalian sudah 7 tahun pacaran, dan aku rasa itu sudah cukup” lanjut Sungmin.

Donghae diam mendengar pertanyaan dari sahabat dekatnya itu, entah kenapa sulit baginya untuk menjawab. “Aku…aku…masih belum yakin” jawab Donghae berat.

“Waeyo?” heran Sungmin.

“Maksudku, aku tidak mau terlalu terburu-buru. Lagi pula sekarang Yoona sedang menikmati pekerjaanya, aku juga sedang fokus pada karya-karya ku, jadi ku rasa belum saatnya memikirkan tentang pernikahan”

Jawab Donghae panjang lebar, Sungmin hanya meresponnya dengan anggukan kepala lalu kembali berjalan melihat-lihat lukisan Donghae yang lain.

“Sebenarnya bukan itu alasannya Sungmin” lirih Donghae pelan.

()

Semua karyawan Park Sen Grup sudah berjajar rapi dipintu kedatangan untuk menyambut sang Presdir baru.

“Ku dengar Presdir baru kita sangat tampan, dan masih muda” bisik salah seorang karyawan pada temannya.

“Jinjayo, apa dia setampan artis Korea?” seru temannya membulatkan mata takjub.

“Ne, selain itu ku dengar dia juga punya pesona tersendiri yang membuat semua wanita yang melihatnya langsung jatuh hati” lanjutnya lagi yang membuat teman-temannya memanggut-manggutkan kepala.

<>

“Yuri apa penampilan ku sudah rapi?” Tanya Yoona.

“Aigo Yoong, kau cantik sekali mentang-mentang mau menyambut Presdir baru kau tampil beda hari ini” sambut Kyuhyun sambil menghampiri Yoona dan Yuri yang saling berhadapan.

“Yak Evil, Yoona minta pendapat ku bukan pendapat mu” ketus Yuri sambil memajukan bibirnya.

“Aigo kau ini Yul, dari kemarin kau itu sensitif sekali pada ku.Apa kau sedang datang bulan” ujar Kyuhyun yang langsung mendapat tamparan di lengan atasnya.

“Yak, bicaramu ini tidak bisa di jaga sekali” runtuk Yuri menatap Kyuhyun tajam.

“Heheheheh….aku hanya bercanda Yul…” respon Kyuhyun lalu memamerkan deretan gigi putihnya.

Yuri kembali memajukan bibirnya lalu melihat Yoona yang dari tadi hanya geleng-geleng kepala menyaksikan adu mulut antara kedua temannya itu.

“Yah Yoona kau cantik sekali, benar apa kata Kyuhyun” ucap Yuri setelah melihat penampilan Yoona yang memang tampak sedikit berbeda dari biasanya.

Yoona tersenyum mendengarnya “Tentu saja, karena aku akan menyambut Presdir baru dan apa kalian lupa aku adalah skretaris Presdir baru kita”

“Yoona ku dengar Presdir baru kita masih muda dan katanya dia sangat tampan, hati-hati bisa-bisa dia menyukai mu atau kau malah menyukainya” ujar Yuri yang membuat Yoona terkekeh geli..

“Hahaha itu tidak mungkin Yul, lagipula aku sudah punya Donghae Oppa, bukan begitu kan Kyu?” Tanya Yoona meminta dukungan.

“Eh emmm aku tidak tahu, tapi benar apa kata Yuri kau harus hati-hati Yoong” jawab Kyuhyun yang langsung mendapat anggukan kepala dari Yuri. Yoona hanya bisa mengerucutkan bibirnya, lalu tak berapa lama seseorang mengetuk pintu ruang kerja mereka.

“Masuklah” sahut Yuri.

“Kalian bertiga ayo cepat turun ke bawah Presdir baru akan segera tiba” ucap Sooyoung setelah membuka pintu.

“Arraseo kami bertiga akan segera ke bawah” jawab Kyuhyun.

Sooyoung pun kembali menutup pintu setelah mendengar jawaban Kyuhyun.

“Kajja kita ke bawah” ajak Yoona dengan senyum merekah di bibirnya.

“Kajja” sambut Yuri dan Kyuhyun bersamaan.Mereka bertiga pun keluar dari ruangan kerja dan berjalan menuju lift.

<>

Yoona  Yuri dan Kyuhyun ikut berdiri bersama karyawan-karyawan lain yang sudah berjajar rapi di pintu kedatangan, Yoona berdiri di sebelah Sooyoung dan Kahi di jajaran kiri sementara Yuri dan Kyuhyun berdiri bersebelahan di jajaran kanan.

“Saat Presdir datang, sambut dia dengan ramah. Kalian semua mengertikan?” ujar Lee Teuk .semua karyawan menganggukkan kepala mengerti. Lee Teuk tersenyum lalu kembali ke barisan kanan.

Selang beberapa menit, mobil sport Audi A6 berhenti tepat di pintu utama gedung.Seorang laki-laki berpakaian rapi keluar dari dalam mobil dan berlari kecil untuk membuka pintu belakang mobil. Setelah pintu terbuka, terlihatlah sepatu berwarna hitam mengkilat yang menandakan bahwa dialah sang Presdir baru.

“Selamat datang Presdir” sambut Tuan Kim  lalu membungkukan badannya penuh hormat, orang yang dipanggil Presdir hanya tersenyum ramah lalu membungkukkan badannya juga.

“Presdir semua karyawan sudah menunggu anda, silahkan” lanjut Tuan Kim mempersilahkan orang tersebut lalu memberi jalan.Kembali dia hanya meresponnya dengan sebuah senyum ramah lalu melenggangkan kaki panjang memasuki gedung mewah tersebut dengan gagahnya.

“Presdir datang” ucap Lee Teuk pelan sontak semua karyawan membungkukkan badannya hormat menyambut sang pemimpin perusahaan baru mereka.

Dia terus berjalan dengan pandangan lurus kedepan serta badan tegapnya yang membuatnya tampak gagah melewati setiap karyawan yang berjajar memberinya hormat.

“Yoona, kau beruntung sekali bisa menjadi skretarisnya” bisik Sooyoung pelan, Yoona hanya meresponnya dengan senyuman.

Dia terus berjalan dengan gagahnya tapi tiba-tiba langkahnya terhenti saat mendengar seorang karyawan menyebut nama Yoona. Dia mundur satu langkah, lalu berbalik menatap seorang yeoja yang tengah membungkukan badannya.

Yoona kembali menatap lantai, tapi tiba-tiba dia melihat sepasang sepatu hitam yang tepat berada di hadapannya, dengan ragu Yoona mendongakan kepalanya untuk melihat wajah sang pemilik kaki panjang itu.

Deg……….

Dunia seakan berhenti bagi Yoona saat itu juga, dia merasakan seluruh darahnya membeku dan jantungnya seakan berhenti, mata beningnya menatap seseorang yang kini tepat berada di depannya, begitu jelas sehingga membuatnya susah untuk bernafas.

“Si…si…won O…op..oppa” ucap Yoona terbata. Memandang laki-laki berparas tampan itu kini tepat berada di hadapannya.

“Yoona” bisik nya pelan. Yang tak lain adalah Choi Siwon – laki-laki masa lalu Yoona.

Kini keduanya sama-sama terdiam, memandang tak percaya satu sama lain, jantung keduanya kembali berdegup kencang, mata keduanya sama-sama memancarkan perasaan yang mereka rasakan.

Selama 7 tahun mereka tak bertemu dan akhirnya Tuhan mempertemukan mereka dengan cara seperti ini.

**

Brakkk……….

Donghae terkejut saat mendengar sebuah benda jatuh dari atas nakasdekat tempat tidurnya, Donghae yang sedang sibuk melukis segera bangkit berdiri lalu berjalan menuju kamarnya.

Saat Donghae memasuki kamarnya, tiba-tiba langkahnya terhenti saat melihat sebuah pigura photo yang jatuh ke lantai yang menyebabkan kaca figura tersebut pecah berkeping-keping, Donghae kembali melangkah dan berjongkok untuk memungut pecahan kaca tersebut.

Donghae menggerakan tangan kanannya untuk meraih figura photo tersebut, dan terdapatlah photo seorang yeoja cantik yang sedang tersenyum kearah kamera menunjukan senyum cantiknya.

“Yoona….” Lirih Donghae menatap figura yang berisikan photo sang kekasih — Im Yoona.

“Apa yang terjadi?Kenapa perasaan ku tidak enak” gumam Donghae pelan lalu duduk di pinggir ranjang.

“Tidak…itu tidak mungkin….”

Segera Donghae menepis sesuatu yang ia takutkan selama ini tiba-tiba datang lagi menganggu pikirannya, Donghae menatap photo Yoona dengan raut wajah seolah takut kehilangan Yoona.

“Im Yoona, aku berharap ini hanya parasaan ku saja. Aku tahu, kau tidak akan melanggar janji mu sendiri” sekali lagi Donghae menyakinkan hari dan dirinya bahwa semuanya adalah perasannya saja.

__

Semua karyawan dibuat bingung melihat Presdir baru mereka – Choi Siwon yang tampak terkejut melihat Yoona, begitu pun sebaliknya. Mata mereka akhirnya kembali bertemu setelah sekian lama tak saling pandang. Mata Siwon memancarkan rasa rindu yang amat dalam serta rasa bersalah yang menumpuk didalam hatinya. Sementara, mata bening Yoona menatap Siwon dengan perasaan yang beragam, marah, sedih, kecewa dan tak percaya bahwa namja yang pernah mengisi relung hatinya sekaligus yang telah menorehkan luka dihatinya kini berada tepat dihadapannya.

Yoona menyadari bahwa kini semua mata tengah memandang kearahnya, Yoona segera menetralkan kembali suasana yang begitu tegang dan berusaha merubah mimik wajahnya agar semua orang tidak mencurigainya.

Akhirnya Yoona menarik sebuah senyum tipis pada Siwon lalu membungkuk memberi salam. “Annyeong hasmika sajangmin” ucap Yoona pelan yang membuat dada Siwon begitu sakit mendengarnya.

End of Author POV

 

Siwon POV

Aku berdiri di dekat jendela memandang mentari pagi yang menghangatkan negri kelahiranku ini, sudah 7 tahun aku tak kesini. Tapi tak ada satu pun yang berubah dari Korea Selatan, aku merindukan tanah kelahiran ku ini dan…..aku juga merindukannya. Aku sadar tak sepantasnya aku merindukannya, apalagi mengharapkannya untuk kembali padaku. Aku pernah menggoreskan luka dihatinya, pergi meninggalkannya tanpa sepatah kata pun. Dan sekarang aku kembali, namun tujuan utama ku kembali bukan untuk menemuinya tapi aku kembali untuk mengurus perusahaan ayahku yang selama ini di pegang oleh kakak iparku.

“Eomma kenapa harus cinta ku yang ku korbankan” lirih ku parau.

“Tuhan aku ingin kembali ke 7 tahun yang lalu”

Tok…tok..tok….

Suara ketukan pintu membuat aku tersadar dari lamunan ku, segera ku balikan badan ku “Masuklah”

Perlahan pintu pun terbuka dan munculah sosok yang saat ini ku pikirkan datang bersama kakak iparku Lee Teuk.

“Siwon, maaf mengganggu” seru Lee Teuk Hyung.

“Aniya, ada apa Hyung?”

“Sebagai Presdir kau pasti membutuhkan seorang sekretaris, dan Nona Im Yoona inilah yang akan menjadi sekretaris mu”

Deg…..yah Tuhan, apa yang sebenarnya terjadi kenapa harus seperti ini.

“Siwon gwenchana” ucap Lee Teuk Hyung menyadarkan ku.

“Ah ne, annyeomg Yoona-ssi” ucap ku terbata. Ku lihat dia tersenyum kearah ku lalu sedikit membungkukan badannya, ya Tuhan bisakah aku jalani semua ini. Ini semua akan begitu berat bagiku.

“Oh yah Yoona-ssi ini sudah 3 tahun bekerja di perusahaan ini, jadi dia sudah sedikit tahu seluk beluk perusaahan ini terutama untuk merancangan gedung. Yoona-ssi ini sangat ahli dalam hal mendesain” lanjut Lee Teuk Hyung aku hanya bisa tersenyum mendengarnya.

“Yoona-ssi untuk lebih memudahkan kau satu ruangan dengan Presdir, aku sengaja soalnya Siwon masih perlu banyak bantuan mu, tidak apa-apa kan?”

“Ne, tidak apa-apa”

“Arraseo, kalau begitu aku tinggal dulu, selamat bekerja Yoona-ssi dan Presdir baru” ucap Lee Teuk Hyung lalu beberapa detik kemudian pergi meninggalkan kami berdua.

Hening, itulah yang kini aku rasakan. Entah dari mana aku harus memulai pembicaraan rasanya untuk bertatap muka saja itu membuatku sakit, aku benar-benar berdosa pada Yoona.

“Sajangnim, jangan sungkan meminta bantuan saya”

Ucapnya tapi entah kenapa rasanya dadaku begitu sesak “Sajangnim” kenapa rasanya aku tak mau dia memanggil ku seperti itu, apa karena belum terbiasa.

End of Siwon POV

 

Yoona POV

“Sajangnim, jangan sungkan meminta bantuan saya”

Sungguh aku ingin menangis mengatakannya, kenapa harus jadi seperti ini. Aku benar-benar tak menyangka bahwa atasan ku adalah orang yang selama ini aku benci. Orang yang selama ini menghilang dari hidupku, dan sekarang dia kembali. Aku berusaha bersikap tenang dan pura-pura tak mengenalnya, meskipun sebenarnya aku ingin sekali menumpahkan semua kemarahan ku padanya.

“Yoona-ssi” panggilnya saat aku akan duduk di kursi kerjaku.

“Ne sajangnim”

“Bisa kita bicara?” lanjutnya menatap ku. Aku diam, masih belum mengerti maksudnya.

“Ikut aku” lanjutnya lalu melangkahkan kakinya keluar.

End of Yoona POV

 

Author POV

Siwon membawa Yoona ke lantai paling akhir di gedung tersebut, kini keduanya berada di atap gedung. Hanya berdiri sambil merasakan terpaan angin yang berhembus kencang.

“Bagaimana kabarmu?” Siwon membuka pembicaraan.

“Kabarku baik” jawab Yoona yang berdiri di sebelah Siwon.

“Lama tak bertemu” lanjut Yoona datar.

“Yah sangat lama, 7 tahun” balas Siwon, seketika mata Yoona memanas mendengarnya.

Yoona menarik nafas sejenak berusaha meredam amarahnya.

“Mianhae” sebuah kata yang berintonasi penyesalan terluncur pelan di bibir Siwon. Yoona menolehkan pandangannya pada Siwon yang berdiri di sebelahnya.

“Semudah itu kah kau katakan maaf” ucap Yoona yang di barengi dengan linangan air mata di pipinya, kini dia tak bisa mengontrol lagi. Meskipun Siwon adalah atasan.

“Aku tahu aku salah, tapi…..” Siwon tak melanjutkan perkataannya, dia melihat Yoona yang menatapnya dengan linangan air mata.

“Percayalah padaku Yoona, aku benar-benar tidak berniat sedikit pun untuk meninggalakan mu”

“Kau pikir aku apa, kau pikir aku boneka yang seenaknya kau perlakukan, pergi begitu saja meninggalkan ku, kau anggap aku apa hah….kau anggap aku patung…kau anggap aku apa…?”

Emosi Yoona benar-benar sudah tak terkendali lagi, dia berteriak meluapkan semua kemarahanya pada Siwon selama 7 tahun ini.

“Aku bisa jelaskan kenapa aku pergi meninggalkan mu Yoona, ku mohon dengar penjelasan ku” lirih Siwon.

“Aku tidak mau mendengarkan alasan mu, aku bukan Im Yoona yang dulu kau kenal, aku sudah berubah Siwon aku sudah berubah, dan anggaplah aku orang lain. Sekarang kita sudah punya kehidupan masing-masih, jadi hentikan sampai disini”

Yoona segera melangkah kan kakinya pergi meninggalkan Siwon. Siwon hanya bisa menatap nanar kepergian Yoona, hatinya begitu sakit ternyata memang benar luka yang dia torehkan di hati Yoona sangatlah dalam..

“Yoona Saranghae” Siwon berteriak, yang langsung membuat langkah Yoona terhenti. Kini Yoona mulai menangis lagi, sembari memegang dadanya yang kembali sakit.

“Yoona ku mohon dengarkan penjelaskan ku” lirih Siwonmenatap nanar punggung Yoonayang perlahan mulai tak jelas karena matanya yang terhalangi oleh air mata yang siap turun membasahi pipinya.

 

 

Dari kejauhan seorang namja tersenyum miris melihat dan mendengar secara langsung keadaan yang ada di depannya saat ini, dia membalikan badannya dan menyandarkan tubuhnya pada dinding yang dingin. Perlahan tangannya mulai meraba dadanya yang terasa sakit.

“Oh Tuhan, haruskan seperti ini” lirihnya pelan.

 

 

Next chapter……

“Menikah?”

“De, menikah. Sudah 7 tahun kalian  pacaran, aku ingin segera menimang cucu”

 

“Yoona-ssi, boleh ku antar pulang”

“Tidak usah, saya bisa pulang sendiri”

“Tolong kali ini jangan menolak ku”

 

“Donghae imnida, senang bisa bertemu dengan mu Siwon-ssi”

 

“Yoona imnida..” Yoona tersenyum lalu membungkuk memberi salam.

“Kau sekretaris Siwon Oppa?”

“Ne…”

“Ahhh aku kekasih Siwon Oppa, dan kami akan segera bertunangan”

 

To Be Countinued

Ahhhhh mian, kau ceritanya makin geje. Kekekek RCL yah…

Annyeong, sampai berjumpa di chapter selanjutnya.

 

 

 

 

Tinggalkan komentar

143 Komentar

  1. yoona fightingggg jangan mau nangis di depan siwon
    kan udh ada donghae

    Balas
  2. tia risjat

     /  Maret 10, 2014

    gimana nich? aku pengen yoonwon bareng, tapi donghae oppa sama siapa? kasian kalau dia hrus terluka lagi. tapi wonppa juga layak mendapatkan kesempatan kedua. aduh.. goncanganbatin tingkat tinggi nich!

    Balas
  3. Dede

     /  Maret 16, 2014

    Makin menarik aj ceritanya!!kenapah yoona sm siwon harus satu kantor?gmna reaksi donghae gimana yah klu tau siwon udh ketemu yoona?

    Balas
  4. yeona

     /  Maret 31, 2014

    Duhh,penasaran bnget
    Aku gak usah banyak komen ya
    Pokonya ceritanya asik bnget

    Balas
  5. ndashof

     /  April 1, 2014

    seru…

    Balas
  6. Rhiiyoonah

     /  Mei 4, 2014

    Oh oh oh…wonppa kmbli…lalu gmn hbgan yoonhae nanti..mkin seru n tmbh penasaran crta slnjt’a…eh tp cpa tuh pcar’a wonppa? Smga bkn tifany.

    Balas
  7. nina

     /  Mei 4, 2014

    mkin menarik,, mkn byk konfliknya….pnsrn sm klnjutannya..

    Balas
  8. any

     /  Mei 18, 2014

    Kok chapt. ini pendik y? Akhirnya siwon kembali. Apa yoona masih cinta y sama siwon kok donghae takut bener keilangan yoona.ah ya, untuk liat daftar chapt.nya dimana y?kok susah cari chapt. lanjutannya.

    Balas
  9. umu salaamah

     /  Juni 28, 2014

    seru banget !!!

    Balas
  10. Wah….kasihan banget yoona harus mncul lagi rasa sakitnya,penasaran nich…ma kelanjutannya!

    Balas
  11. Dahlia GaemGyu

     /  Juli 31, 2014

    wah siwon balik nieh
    jd penasaran

    Balas
  12. Mia

     /  Agustus 2, 2014

    Pastit sakit sekali tuh hati kedua” xa

    Balas
  13. anas irwandi

     /  Agustus 19, 2014

    wah…. siwon kembali bagaimana nasib yoona ya? mau liat chap selanjutnya

    Balas
  14. Micka yoon A

     /  September 10, 2014

    Hmm jd ikut skit hati jg ;-(

    Balas
  15. Aduhh,, yoona,, dengarkan dulu napa sih.. Wonppa nya.. Trus, masa sih wonppa mau bertunangan..

    Aku serius, nangis di chap ini.. Oh God,, knp bgtu byk masalah di antara mereka….

    Lanjut

    Balas
  16. Choi Han Ki

     /  Januari 24, 2015

    Wah ternyata yoona jadian juga sama donghae malah dah 7 tahun… Tapi sekarang tiba2 siwon muncul dan membuat hatinya bimbang lagi

    Balas
  17. marsiah

     /  Februari 27, 2015

    Siwon oppa gampang banget mengucap kan kata maaf dan saranghae setelah 7tahun pergi ningalin yoona gitu aja tanpa penjelasan.

    Balas
  18. Sedih bget smpah.apa yoonwon bsa bersatu?terus bgaimana sma donghae oppa?ksiankan dia klo ditinggal yoona eonni.7 thun bkan wktu sbentar.ahhh galauuuuuu

    Balas
  19. CLBK ya ceritanya :’)

    Balas
  20. wiwin

     /  Juli 2, 2015

    Oh no….ini problem…

    Balas
  21. KYAAAKKKK CHAPTER INI BENAR-BENAR MENGURAS EMOSIII!! Apalagi Next Chapternya. Hiiikkksss YoonA eonni mau nikah sama Donghae oppa? Terus pacarnya Siwon oppa siapa?

    Balas
  22. raratya19

     /  Oktober 20, 2015

    siwon kmbali, tapi yoona masih sama donghae, apakah yoona masih mncintai siwon? ku harap begitu

    Balas
  23. Swari kartika

     /  Maret 30, 2016

    Nah kan ketemu lagi stlh 7 tahun dgn kehidupan yg berbeda… yoona udh pnya donfhae oppa juga… trus wonppa gmn..

    Balas

United, Leave a Coment Here

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: