[FF] My Love (Chapter 4)

MY LOVE

PART 4

AUTHOR:  ANNELIES .

GENRE: ROMANCE, FRIENDSHIP.

Part 4 datang, maaf ya agak lama ngepostnya, jujur ini mungkin kesalahan author sendiri yg ga bisa bikin ff ini semaksimal mungkin… maaf ya… author emang baru kalo soal nulis cerita cerita kaya gini, author seringnya nulis berita majalah sekolah yg bahasanya baku dan sudah diedit pembinanya dulu..  okay ga usah banyak ngomong check its out!! Jangan lupa comentar ya..

Unlike?..

Don’t read..

Don’t bash..

Reader please coment.. make me better okay..?!

CAST: IM YOON AH.

           CHOI SIWON

           SEOHYUN.

           KYUHYUN

          KIM SOOHYUN.

           LEE DONGHAE         

           TIFFANY HWANG    

          HEECHUL.

           TAEYEON, SUZY.

          NY. CHOI.

Sooyoung, eunhyuk.

MY LOVE.

Author pov.

Setiap hari sekiranya itulah yg mereka lakukan, hubungan mereka semakin lama semakin dekat, walau sifat mereka berdua tidak berubah. Siwon ya masih seperti siwon yg dulu dingin dan susah diatur. Yoona pun masih sama.

“kau baik baik saja?” tanya siwon saat sarapan pada yoona.

“ah.. ne gwenchana.. cepat makan.” Yoona mengalihkan pembicaraan.

“jangan menyangkal lihat mukamu pucat sekali.. jika sakit dirumah sajalah dulu daripada kau ikut lalu merepotkanku.. klinik jauh dari sana..” siwon masih bersikap seolah siwon lebih mementingkan urusan pribadinya padahal dia sangat khawatir melihat yoona seperti itu.

“sudahlah siwon aku baik baik saja… kajja.. siwon aku menunggang kuda bersamamu ya?.. kau tahukan kudaku sakit?” siwon hanya mengangguk mengiyakan.

Mereka berangkat bersama, yoona menunggang kuda membonceng  siwon, sepanjang perjalanan ia sama sekali tak merasakan apapun, dia hanya berpegang erat pada pinggang siwon, entah pandangannya kabur dan ia seolah akan jatuh.

“hy noona im turunlah.. sudah sampai..” yoona yg saat itu kepalanya dg tidak sengaja bersandar di punggung siwon langsung tersadar.

“ah.. ne ne..” yoona pun turun dari kuda, tanpa bicara dia.

Saat turun dari kuda yoona tak dapat lagi mengendalikan keseimbangannya sontak ia tersungkur ditanah. Siwon yg sedang sibuk berusaha untuk turun darikuda pun langsung terjun menadah badan yoona.

“yoona ya.. kau kenapa?” siwon terus mengguncang guncang badan yoona, berharap yoona bangun.

“kau cepat siapka kereta..” siwon berkata kepada tukang kudanya.

“keretanya sedang dipakai untuk menjemput client dari rusia itukan?” jawab lelaki separuh baya itu.

“dan kau berdiri saja disitu tanpa berbuat apapun..??” lelaki itu langsung lari mencari sesuatu.

15 menit Siwon menunggu disitu dengan masih menadah yoona diatas pangkuannya.

“lelaki itu.. grrhh..” siwon langsung mengangkat yoona dan membawanya keatas kuda dg bridal style.

Siwon pulang kembali dengan berkuda an membawa yoona yg pinsan didepannya, entah dia berusaha sangat keras untuk kali ini. Dan akhirnya sampai juga didepan rumah.

“tuan muda.. ada apa dengan nona im” tanya bibi jang yg sedang menyapu halaman rumah.

“aku tak tahu bi.. tolong bantu aku turun bi.. susah sekali..” keringat terus bercucuran dari pelipih siwon.

Biibi jang pun segera memegangi kuda agar dapat turun dg mudah.

“bibi.. aku sudah menemukan tinta capnya terimakash ya bi..” tiba tiba soohyun keluar dari rumah.

“yoona.. kenapa dengannya?” soohyun langsung berlari menuju kuda.

“dia pinsan.. cepat bantu.. jangaan melihat saja terus..” tegur bibi pada soohyun.

“ah ne ne.. siwon berikan yoona padaku..” soohyun mengadahkan tangannya siap menggendung yoona.

‘siwon berikan yoona padaku’ batin siwon seperti tersulut mendengar penyataan dari soohyun, tapi bagaimana lagi dia memang membutuhkan bantuan soohyun.

Soohyun menggendong yoona dan segera membawa yoona kedalam diikuti bibi dari belakang, sedangkan siwon masih mematung diatas kuda. Dan dia sempat melamun tapi dia buru buru tersadar dan menaruh kudanya kekandang pinggir rumahnya.

“badannya panas tuan..” kata bibi saat siwon masuk soohyun pun masih berada disitu.

“dia sudah dikompres bukan bi.. sebaiknya ditinggalkan saja dulu supaya dia istirahat” siwon berkata lemas sambil menatap sayu kearah yoona, penampilannya sudah acak adul.

“soohyun ayo keluar dulu nak.. biar dia istirahat..”

“tapi bi..” siwon menatap tajam kearah soohyun.

“soohyun..”

“ah ne.. ne..”

Mereka bertiga keluar meninggalkan yoona sendiri yg sedang tertidur pulas. Sebenarnya itu hanya alibi siwon 15 menit kemudian siwon masuk kembali kekamar yoona.

“dokter bodoh bagaimana kau bisa merawatku kalau kau sakit.. bodoh..” siwon mendekati ranjang yoona dan menarik kursi meja rias yoona dan duduk.

Siwon memandang yoona yg tertidur pulas yang pakaiannya telah diganti oleh bibi tadi. Pulas benar bena pulas sangat cantik. Siwo merasa damai melihat yoona seperti itu.

“jangan pernah sakit lagi ya.. jujur aku khawatir..” tak sangaja siwon mengatakan itu dan tangannya sudah mengulur untuk menyibahan ranut yoona yg menutupi dahinya.

Siwon langsung tersadar dia menarik tangannya kembali dan langsung melihat keseklilingnya memastikan tidak ada orang. Dan sempurna mata elangnya tak menangkap wajah satu orang pun.

“huh hampir saja.. ka budoh siwon” siwon menyangga kepala dengan tangannya yg ia geletakan dimeja.

Dia menyentuh sesuatu buku merah muda tidah terlalu besar modelnya pun kelihatan kuno. Siwon mengambilnya ya benar ini memang sangat kuno bahkan kerrtasnya masih kertas kayu yg sedikit tebal itu.

“apa ini? Diary?” benar saja, pada halaman pertama ia lihat 2 gambar gadis yang sama, ya foto yoona ketika smp dan sma.

Im yoon ah, im yuna, itu satu itu aku yoona.

1.sma 2.smp.

“apapun yg terjadi tersenyumlan J”

Siwon tersenyum kecil membaca tulisan itu.

“gadis yg tidak bisa diam..” siwon terkikik sendiri.

Ya tuhan teruslah buat aku tersenyum walaupun itu terjadi, lancarkanlah semuanya. Jika memang kau kehandaki mereka berpisah tapi tolong tuhan jangan pisahkan aku dengan adiku seo joo hyun.

Tetap jagalah hati eomma tuhan, seperti kau menjaganya saat appa meninggal 4 th lalu, buatlah dia tersenyum terus, aku akan berusaha terus menjaganya apapun yg terjadi tapi bantu aku tuhan.

Siwon mulai terhanyut membacanya.

“bukankah ayah yoona menginggal saat yoona kelas 3 sd? Jadi ini terjadi saat yoona kelas 1 smp..” siwon bergumam sendiri dan membuka halaman selanjutnya.

Terimakasih tuhan, ini benar benar berjalan lancar dan kau tidak pisah kan aku dengan seo.. ayah biadab!! Bagaimana bisa dia sendiri tak menginginkan anak kandungnya.

Eomma kini daat tersenyum kembali tanpa kekangan lelakibejad itu. Jauhkan dia dari kehidupan kami tuhan dan jagalah kami, buatlah kami terus tersenyum dan bergandeng tangan, aku mencintai mereka tuhan, aku mencintaimu aku percaya padamu sepenuh hatiku.

Siwon melihat lihat isi diary itu, benar benar menjelaskan siapa sosok im yoon ah sebenarnya dan ada beberapa hal yg menurutnya konyol untuk ditulis didalam diary, tpi dia terpaku pada satu tulisan dibagian awal buku itu.

tuhan mengapa hari berubah menjadi gelap, mengapa kau renggut kebahagian yg baru seumur jagung ini. Kami berdua benar benar tak dapat beerhenti menangis satu pekan ini. Aku dan seohyun kehilangan ibu kami tuhan!!! Hidup kami gelap seketika karena kejadian naas itu. Maaf tuhan maaf aku tak bisa menjaganya dan aku takbisa untuk selalu tersenyum dengan apa yg terjadi, tapi kali ini aku benar benar lelah dan kehilangan arah jalan. Tuhan berilah kami kekuatan! Berilah aku kekuatan aku mencinta seohyun aku takkan pernah membiarkannya menangis bantuaku menjaganya tuhan. Buatlah eomma bahagia disisimu dengan sgala hormatku aku memohon padamu untuk memberikan tempat yg terbaik untuknya, aku mencintainya tuhan lebih dari apapun selain kau aku mencintainya dulu sekarang dan selamanya tanpa berakhir.

siwon merenungi kalimat yang baru ia baca, gadis seaktif itu ternyata mempunyai cerita yg sangat tak diinginkan setiap orang, siwon menutup diary itu tapi dia tiba tiba tertarik dengan bacaan yg yoona beripembatas buku, siwonpun membukanya kembali.

14 bulan aku disini dan 1 tahun sudah aku bersamanya aku hafal betul tanggal berapa ia datang kesini, keadaanya pun berangsur membaik, jujur aku senang didekatnya, aku bahagia dan jika dia memegang tanganku jantukku seakan ingin lompat dari tempatnya, oh tuhan memang ini gila!!! Tapi aku benar benar MENCINTAINYA, aku MENCINTAI CHOI SIWON. SARANGHAE OPPA. Aku sebenarnya ingin memanggilmu itu siwon oppa.. tapi itu mustahil kau hanya akan menertawakan aku bukan?. Tapi aku benar benar mencintaimu.

Tapi oppa biarlah ini menjadi persoalanku, aku berharap kau takan pernah tahu tentang ini. Jangan khawatir oppa aku tak akan meminta pertanggung jawaaban darimu karena perasaanku. Jangan pernah pikirkan ini oppa. Saranghae..

Im yoon ah

Dingin, seketika buku itu jatuh dari tangan kekar choi siwon, dia begitu kaget dengan apa yang baru ia baca, tulisan tangan berisikan perasaan cinta itu. Dengan gamblang gadis cantik yang sedang terbaring diranjang itu mencintainya? Memang siwon akui tersirat ketakutan dalam tulisan tadi, jelas jelas gadis itu menginginkan tidak ada yang mengetahui selain dia seorang.

Siwon terdiam beberapa saat, diambilnya buku diary yang membuatn jantungnya berdegup itu keposisi semula, dia menatap nanar gadis pucat didepannya itu. Dia sungguh ingin mengusap lembut wajah yoona dengan tangannya, namun ia tercegah ada perasaan mengganjal didadanya.

“heh.. gadis bodoh, jangan coba mencintaiku lagi.. dasar kau gadis bodoh..” diwon bergumam sendiri lalu keluar menuju kamarnya.

Siwon berbaring sambil memijat pelan keningnya.

“tidak yoona, tidak, kautidak boleh mencintaiku hidupmu masih panjang..” ucap siwon frustasi.

Yoona pov.

Aku terbangun, kepalaku pusing sekali kuperhatikan sekelilingku, oh ini kamarku tapi memangnya aku sedang apa disini sepertinya kejadian terakhir aku masih menunggang kuda menuju tempat kerja tapi mengapa sekarang aku disini.

Cahaya senja yang masuk melalui celah tirai menyadaranku aku masih memakai pakaian bekuda tiba tiba seseorang masuk taklain tak bukan adalah kang ahjjuma.

“noona, kau sudah sadar…” katanya tersenyum sambil membawa kompes dan obat.

“eh iya ahjjuma, memangnya ada apa denganku?” aku masih bingung dengan yang terjadi.

“noona pinsan saat ditempat kerja lalu tuan mengantarkan noona kemari..” terangnya sambil duduk ditepi ranjangku.

“oh.. entahlah, sekarang siwon dimana bi?” aku teringat pada siwon.

“bibi juga tidah tahu, ini sudah terlalu sore jika pulang dari tempat kerja..” bibi kang menggeleng.

“benar ini sudah setengah enam.. biarkan aku menjemputnya bi..” aku bangun mencoba berdiri tapi bibikang mencagahku.

“noona jangan, tuan menyuruh saya untuk menjaga noona, tuan tidak memperbolehkan noona keluar rumah karena kondisi noona, sudahlah noona ini saaya bawakan obat minumlah..” katanya menyerahkan segelas air dan obat.

“tapi bi, aku harus kesana, aku khawatir keadaannya.” Aku massih berusaha meluluhkan bibi kang.

“noona saya mohon.. tuan terlihat sangat tegang tadi, jangan dilawan nanti dia dapat meledak.. noona tenang saja tuan dapat menjaga dirinya dengan baik.”dia mendudukanku dianjang “minumlah..” lanjutnya tersenyum padaku aku pun meminumnya.

“khamsakhamida ahjjuma..” aku tersenyum selesai meminum obat.

“mandilah sekarang sebelum dingin, jangan sampai besok noona sakit dan melewatkan pertunjukan musim semi” ahjjuma menyeahkan anduk putih itu padaku.

“pertunjukan musim semi? Jeongmal? Ah arraso arraso bi aku mandi..” aku langsung menuju kemarmandi dan mandi.

Author pov.

“bagus jam segini lelaki itu belum pulang, apa dia tidak takut pengobatan yang selama ini dia lakukan percuma begitu saja? Choi siwon dimana kau?” yoona menggerutu, bagaimana tidak sekarang sudah pukul setengah 12 malam dan siwon belum pulang, bibi kang pun sudah pulang kerumahnya sejak jam 8 tadi, ditangannya memegang 2 hp sekaligus hitam dan putih, yang putih miliknya dan yang hitam milik choi siwon yg tidaak dibawa, tadi eomma siwon pun menelpon yoona terpaksa berbohong.

“oke choi siwon aku akan mencaimu”tekad yoona memakai sweeter mengantongi hpnya dan membawa sente besar serta tongkat baseball.

Dia membuka pintu dengan hati hati, menengok kanan kiri hanya ada lampu jalan setiap rumahnya, dia melangkah hati hati keluar pekarangan rumah cantik itu. Dia mengaahkan senter kesegala arah, sepi tidak ada oang dia mulai berjalan menjauh sekita 10 meter dari rumahnya sudah ia lalui.

“choi siwon.. dimana kau..” yoona mulai ketakutan, sudah cukup jauh dia melangkah, perhatiannya tertarik pada sebuah mobil yang barusan meninggalkan tempat jarang sekali ada orang yang mempunyai mobil disini kecuali wisatawan tapi ini bukan hari libur.

Tiba tiba seseoran berbadan cukup besar memeluknya dari belakang dan mukanya muncul di pundak sebelah kirinya.

“omona.. “ yoona sudah siap mengangkat tongkatnya siap memukul, tapi itu tercagah saat ia lihat dia adalah choi siwon yang sedang dicarinya dengan penampilan sangat berantakan.

“omona.. choi siwon kau darimana saja? Lepaskan pelukanmu sekarang.. kau bau alkohol..” yoona berontak. “ bau alkohol” yoona bergumam sendiri.

“im yoona sedang apa kau diluar, itu bahaya, baboya, yeoja baboya..” siwon bicara terus sambil menutup matanya.

“kau mabuk choi siwon..” yoona siap meledak.

“bukan hanya itu yoona, aku bersenang senang dengan para yeoja yeoja cantik yang sudah lama tak kutemui..” siwon senyum senyum sendiri dan mengendurkan pelukannya.

Yoona melepaskan pelukan siwon, siwon hampir saja terhuyung jatuh, tapi siwon berhasil bertahan dalam berdirinya. Wajah yoona merah seketika, lautan airmata membendung di kelopak matanya. Dia menaikan pandangannya pada wajah choi siwon.

“terserah kau, ayo kita pulang..” yoona menyangga badan siwon.

“yoona, dokter im kau lucu sekali..” siwon mengoceh ditengah perjalanan, “mengapa kau terlihat sedih dan patah hati ketika aku mengatakan dengan yeoja.. matamu berkaca kaca, kau sangat lucu haha..” tanpa sadar kata kata menyakitkan itu muncul dengan mengerikan. Yoona meremas kuat sweeternya menahan emosi. “peluk aku lebih erat dokter cantik” “hemm baiklah jika kau tidak mau aku yang akan memelukmu” siwon memeluk yoona lebih erat.

Sampai dirumah yoona merebahkan siwon di ranjang siwon. Melihat siwon yang bena benar tidak sadar memaksa yoona untuk melakukan tindakan lebih. Yoona mengganti  kemeja siwon yang tertumpah alkohol itu dengan kaos putih polos. Yoona mengambil kain dengan air hangat untuk membasuh wajah siwon yang sangat berantakan. Yoona membasuhnya dengan sangat lembut, ada perasaan pilu didadanya walaupn jujur dia tidak percaya yang dikatakan siwon, dia pikir itu efek alkohol.

‘aku kepalangan mencarinya tetapi apa dia ternyata…’ ‘dia mabuk bersama yeoja’ ‘ah tidak mungkin dia hanya terpengaruh alkohol’ ‘kalau memang ia dengan yeoja memang kenapa itu haknya yoona ya’ seperti itu kata kata yang berkecambuk dihati yoona, membuat ia semakin perih.

“heh, aku benar benar tidak tahu bagaimana caraku selanjutnya choi siwon..” yoona tesenym miris lalu beanjak meninggalkan tempat menuju kamarnya.

Tiba tiba siwon menarik tanyan yoona dengan tangan kirinya, lalu siwon bangun sempurna dan tangan kanannya meraih leher yoona yang tidak tertutp rambut karena dikucir. Sontak itu membuat yoona sangat terkejut, tiba tiba siwon menyium yoona dengan kasar, air mengalir dari mata lelaki tampan yang terpjam itu, siwon mencium yoona begitu kasar yoona memelototkan matanya, dengan cepat ia menyadari yang terjadi lalu mendorong siwon supaya mengakhiri ciumannya. Yoona yang masih terkejut mengatur nafas, siwon yang masih memejamkan mata lalu membukanya perlahan air mata itu mengalir dipipinya.

“siwon apa yang kau lakukan?” yoona terengah berusaha mengangkat wajahnya dan memandang siwon meminta jawaban, airmata sudah dipelupuk. “siwon?” ulang yoona.

“grhhh..” siwon menjambak rambutnya sendiri dengan kasar lalu melemparkan tangannya kebawah, dia pun duduk tertunduk penuh penyesalan. Ketakutan menjalar seppenuh tubuhnya, karena itu dia tak dapat menahan tangisnya.

“siwon kau kenapa? Ada apa? “ yoona memberanikan diri bertanya.

“kau masih bertanya setelah yang kau perbuat hah yoona?” siwon bangun dan menatap tajam yoona, mata merah emosi dan urat urat menonjol dikeningnya, suasana begitu menegangkan diantar 2 insan ini.

“kau diam yoona hah?. Bukankah itu yang kau inginkan dariku, aku sudah melakukannya untukmu jangan penah lakukan hal yang sama lagi padaku..” nada bicaa siwon bertambah. Membuat yoona semakin panik dan takut.

“apa maksud mu siwon?” tanya yoona dengan nada bergetar dan takut siwon semakin mendekat kerah yoona yoona sudah tak dapat mundur karena sudah terhimpit siwon.

Pryyaang… siwon membanting vas bunganya menjadi pecah dan tak berbentuk yoona berteriak takut sambil menutu kupingnya, yoona benar benar terisak kini.

“kau masih bertanya ‘apa maksudmu siwon?” hah?” nada siwon benar benar tinggi sekarang.

“aku memang benar benar tidaktahu siwon!!!” yoona akhirnya berteriak.

“lalu ini apa?” siwon membanting sebuah buku yang dia ambil dari laci, tepat pada halaman semestinya.

“diary ku, darimana kau dapatkan itu,” yoona berusaha mengambil tetapi dicegah oleh siwon, siwon duluan yang mengambil.

“iya ini diary mu..” siwon mengangkat diay itu didepan wajah yoona, sehingga yoona mengerti apa maksud siwon diambilnya buku diarynya dari siwon.

“kau salah paham.. siwon” yoona tetunduk tak dapat berbuat apa apa, hatinya hancu kini.

“aku berharap seperti itu yoona, tapi kau tidak bisa bohongi aku maupun dirimu sendiri, berhentilah yoona berhantilah mencintaiku..” nada siwon melemah tapi masih menekan yoona.

“tidak bisa siwon..” yoona tidak ada daya dia hanya mengatakan apa yang muncuul diotaknya.

“pergilah dari sini!!” siwon menunjuk kearah pntu.

“aku tidak bisa siwon..” lagi lagi yoona mengatakan itu.

Siwon membisu memandang yoona dengan tatapan tidak dapat diartikan dengan dandanan yang berantakan, dadanya naik tuun mengatur emosi. Karena tidak ada jawaban yoona memberanikan diri dan mengangkat wajahnya. Menatap siwon.

“aku mencintaimu siwon, iya aku mencintaimu, aku memang sangat bodoh bisa mencintaimu tanpa bisa membuat mu mencintaiku kembali. Tapi siwon ini perasaanku ini masalahku ini muliku, kau tak perlu bingung atau ikut campur dalam masalahku.aku takan meminta pertanggung jawaban apapun darimu, biar aku yang pusing mengatur bagaiman perasaanku, jangan pernah mengusirku sebelum tugasku selesai, ak berjanji takan muncul dalam hidupmu setelah ini selesai, takan pernah…” yoona kehabisan kata kata.

“kau bodoh..” siwon menaikan nada bicaranya. “ mencintai seseorang yang berpeyakit dan kau tahu betapa parah itu, kau bodoh yoona.”

(song snsd mistake)

“apakah kau benar benar tidak mengerti siwon? Semua itu murni dan bukan kehendakku sama sekali bukan.. aku bahkan sama sekali tidak menginginkan ini, tapi biarlah aku mencintaimu biarlah siwon!! Mungkin memang salahku tidak dapat membuatmu mengerti apa lagi membuatmu mencintaiku sama seperti aku mencintaimu.. tapi aku sudah tau itu resiko dan aku menyuruh kau bertanggung jawab.. tidak siwon.. tidaaaak!!” yoona berteriak ditengah isaknya lututnya gemetar masih dipaksa untuk berdiri yang sejujurnya berat untuk yoona.

“hanya lupakan aku… aku tidak bisa melihat kau menderita karena mencintaimu, pulanglah kesuol mulailah hidupmu yang lebih baik.. aku bukan lelaki baik baik, duniaku adalah wanita dan minuman keras..” siwon berkata lembut sambil meraih dagu yoona dan menelusuk jauh mata yoona.

“tidak bisa tugasku belus selesai…” yoona tak sangup menatap siwon ia pun memejamkan mata berbarengan dengan itu air matanya membasahi tangan siwon.

“aku tidak bisa sembuh dengan melihat keu menangis yoona..” siwon mencengkram lengan yoona.

“aku tak akan menangis siwon.. aku percaya kau lelaki baik, 1 tahun kita bersama siwon aku mengenalmu, meski tidak seluruh aku mengenalmu..” emosi yoona mulai mereda.

“aku sudah menyuruhmu melupakanku.. jangan salahkan aku bila kau terluka, hidupmu masih panjang..” siwon melepaskan tangannya dari lengan yoona dan tangan kirinya bersandar ditembok jarak yoona siwon sangat dekat (salah satu adegan love rain yg JGS nangis)

“aku takkan pernah menyalahkanmu.. begitupun hidupmu masih panjang..”

“tidak hidupku tak panjang lagi… aku tak mau seorang terluka karena diriku.. besok berberapa temanku datang dari seuol.. “ siwon teduduk di kasurnya.

“maka dari itu istirahatlah,  hari sudah begitu malam..” yoona menghapus air matanya, bersiap meninggalkan kamar. “selamat malam” yoona mengatakan itu dengan senyum yang miris.

“maafkan aku “ kata siwon lemah, yoona berbalik mengangguk dan tersenyum miris.

Siwon duduk mematung yang ia denga hanya terap langkah yoona melangkah kekamarnya yang berada dilantai 3.  Pandangan siwon kosong menatap pintu terakhir ia menatap yoona tadi. “maafkan aku yoona, tapi benar jika kau mencintaiku hidupmu tidak lebih dari kesiasiaan.. entah mengapa aku begitu tak menginginkan kau mencintaiku, tapi satu aku tak mau melihatmu terluka yoona ya..” siwon berkata lemah.

Yoona membasuh mukanya di wastafel kamar mandi, berharap barusan hanya mimpi, dia menatap kaca dan terlihat mata lebamnya, dia benar benar bingung dan merasa bersalah kepada siwon, dia mengerti apa yang siwon maksudkan.

Yoona keluar kamar mandi dia menuju ranjangnya, dia terduduk diranjangnya sambl melendeh dikepala dipan. Yoona menekuk lututnya. Dia menangis sejadijadi sekarang diremasnya buku diary kuning itu. Yoona benar benar tak dapat menahan rasa sedih didadanya, yoona beringsut menidurkan dirinya dai hari yang melelahkan ini “selamat tidur siwon, maafkan aku” ucap yoona ditengah isaknya.

>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>my love<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<

Author pov.

Sang surya sudah sedari tadi menembus tirai dan jendela kamar gadis manis itu. Dan sang gadis masih saja tertidur, walaupun hp didekatnya sudah berdeing dering dari tadi dia masih tak mau bangun, terlalu lelah dan matanya terasa berat sekali.

“engg..” erangnya mencari hp dikasur dg mata yang belum sanggup ia buka.

“siapa telfon pagi pagi seperti ini!” dia mengangkat walaupun belum tahu siapa yang menelpon masih dengan mata tertutup.

“yoboseyo?” malasnya.

“yoona ya.. ommona kau baru bangun aku sudah menelponmu dari tadi.. bahkan seohyun pun menyerah karna kau tak mengangkat telpon kami..” terdengar suara yang ia kenal, taeyeon.

“unnie.. aku lelah sekali ini masih pagi unnie..” yoona masih melas malasan.

“yoona ya.. ini sudah jam 10.00 bangun cepat..” sotak itu membuat yoona bangun dia terduduk di kasurnya.

“ommona aku kesiangan unnie…” yoona menyesali ketika sudah melihat jendela.

“ya itu tentu baboya!!” lalu melanjutkan “2 bulan lagi adikmu seohyun akan ikut serta dalam show case drama musikal..” terang taeyeon.

“jinjja yo?” jawab yoona sambil mengambil anduk.

“kau ini bukannya senang atau bagaimana..” omel taeyeon.

“arra ara, aku senang sekali, aku usahakan ke seuol.. mmm.. mana seohyun?” yoona sudah masuk kamarr mandi dan membasuk mukanya.

“haiss.. tentu sekolah.. bagaimana keadaanmu baik?” pertanyaan taeyeon membuat yoona mendadak terdiam “yoona ya?” ulang taeyeon.

“ah ne unnie.. aku baik.. bogoshipa aku meerindukan kalian..” manja yoona.

“ayo pulanglah sebentar keseuol.. sudah dulu ya ada pelanggan (cafe) bye..” taeyeon memutus telfonnya.

“bye..” yoona meletakan hpnya lalu berkaca. “bagashipa.. unnie, seohyun, oppa, suzy… jeongmal bogo shipa..” yoona tersenyum rindu.

Selesai mandi dia bergegas keluar kamar mengingat belum membuatkan sarapan untuk siwon saat dia keluar dia dapati siwon bersama dengan seorang yeoja sedang duduk berhadapan di sofa panjang berrwana putih itu.. dan chu~~ siwon menyium yeoja itu.. sontak yoona langsung bersembunyi dan menutup mulutnya. Dia sangat terkejut dengan yang terjadi dihadapanya, matanya pun melotot sempurna. Ia tahu siwo tak memiliki pacar ia tahu betul itu, lalu siapa yeoja itu? Apakah siwon lakukan dengan sengaja, yoona mengintip lagi dia lihat mereka sudah tidak berciuman yoona memberanikan melangkah.

“anyonghaseyo..” yooona menunduk memberi salam.

Keduanya pun menoleh, secepat kilat yeoja itu berdiri dan memberi salam balik “ah ne anyonghaseyo sooyoung imnida..” wanita tinggi itu memberi salam pada yoona, sekilas yoona memandang siwon, siwon membuang pandang dari yoona.

“ahne.. yoona imnida senang berkenalan denganmu..” yoona mengulurkan tangan untuk bejabat tangan dan sooyoung menerimanya dengan senyum lebar.

“aku permisi kebelakang… siwon ini obatmu hari ini.. jangan minum lagi obat lama.. aku permisi kebelakang..” yoona menyerahkan sebungkus obat kepada siwon lalu bergegas kebalakang.

Siwon pov.

Kedua temanku sooyoung dan eunhyuk sudah datang pagi tadi, sedangkan yoona sudah siang beginipun belum bangun. Sooyoung dan eunhyuk adalah kakak beradik, eunhyuk 1 tahun lebih tua tetapi mereka kini setingkat dalam kuliah dan kini mereka melakukan penelitian disini.

Saat aku dan sooyoung mengobrol di sofa biasa dan eunhyuk sedang dikamar mandi tiba tiba aku dengar suara menuruni tangga siapa lagi kalau bukan yoona?.

“oppa.. bagaimana dg ini..” tanya sooyoung menyodorkan lokasi penelitian.

“yeppo..” jawabku asal, saat aku tahu yoona sudah dekat segera kuraih leher sooyoung dan aku segera menciumnya, aku tahu yoona melihatnya tapi yoona langsung sembunyi aku tahu dia sangat kaget dan tersakiti maafkan aku yoona.

Begitupun dengan sooyoung dia nampak terkejut, aku dorong sooyoung supaya tidur dan tak kelihatan yoona, aku lepas ciumanku “ssstt.. yeojayang kuceritakan datang, dia melihat kita tadi..” terangku pada sooyoung.

“kau ingin aku berpura pura menjadi yeoja chingumu..shiro”

“tidak tidak.. kau diam saja aku yang akan meaksanakan.. hanya diam arraso.. kau maukan membantuku, aku akan bantu kau dalam penelitian ini..” bisisku.

“ah ne, arra arra..” sooyoung menjawab, dan kami pun kembali duduk.

Yoona melangkan mendekati kami lalu dia membungkuk memberi salam pada sooyoung.

“anyonghaseyo” sapanya.

“ah ne anyonghaseyo sooyoung imnida..” jawab sooyoung.

“ah nee yoona imnida.. senang berkenalan denganmu..” mereka berjabat tangan.

Yoona memandang kearrahku seketika aku membuang pandang darinya. Ommona aku tak sanggup.

“aku permisi kebelakang… siwon ini obatmu hari ini.. jangan minum lagi obat lama.. aku permisi kebelakang..” dia menyerahkan obat padaku, tersenyum pada sooyoung dan bergegas kebelakang, oh tuhan bagai mana ini masa aku harus seperti ini setiap hari.

Sooyoung menoleh kepadaku sambil mengangkat kedua bahunya lalu merebahhkan diri di sofa satunya.

Yoona pov.

Entah reaksi hatiku aneh, apa benar itu yeoja chingunya. Kalo benar bagaimana? Bagaimana aku menata perasaanku selanjutnya.. tidak tidak tidak yoona, kau pasti kuat kau tak akan lama berada disini, sebentar lagi dia sembuh dan kau bisa segera pergi dan meninggalkannya. Biarlah dia bahagia walaupun tanpamu kau pasti senang bukan kalau dia bahagia maka kuatkanllah dirimu.

Mataku panas memikirkan hal itu, aku terdiam didepan wastafel tiba tiba seseorang keluar dari kamar mandi akupun menoleh. Seorang yang menurutku asing berpakaian baju tidur.

“noona.. ah anyonghaseyo.. apakah aku mengagetkanmu? Eunhyuk imnida..” dia memperkenalkan dirinya dan menunduk.

“ah tidah.. yoona imnida..”aku membalasnya sesaat setelah meghilangkan pandangan anehku padanya.

“benarkah kau dokter dari siwon noona?” tanyanya seperti heran.

“ne, aku dokternya ada apa?” aku malah balik tanya.

“kau muda sekali.. apakah siwon tmau patuh kepadamu? Kau bahkan terlihat lebih muda darinya..” dia memandang aku dari ujung kaki sampai unjung kepala.

“tidak terlalu..” aku risih mendapat pandag seperti itu.

“dia anak yang susah diatur keras kepala dan sombong, bagaimana kau dapat bertahan selama ini?” tiba tiba siwon muncul dari pinu dapur.

“heh ikan asin, apa yang kau katakan barusan.. cepat ikut aku..” siwon mencengkeweng (?) krah baju lelaki itu bagian belakang dan menyeretnya keluar dapur.

Terdengar pertengkaran kecil diluar, lalu hilang begitu saja.

‘hanya lupakan aku… aku tidak bisa melihat kau menderita karena mencintaimu, pulanglah keseoul mulailah hidupmu yang lebih baik.. aku bukan lelaki baik baik, duniaku adalah wanita dan minuman keras..’ perkataan itu terngiang kembali, apakah siwon jujur? Wanita dan minuman keras? Apakah benar sepert itu.. penyakitnya apa karena itu?.. tidak bukan bukan karena itu!!! Choi ahjjuma pernah bercerita padaku.

Melupakannya? Mampukah diriku? Pergi meninggalkannya setelah ia sembuh.. betul itu cara terbaik.. jangan membuat dirimu dan siwon sakit hati lebh jauh lagi karenamu yoona.

Baiklah Kalau begitu siwon, aku akan pergi 6 minggu lagi… setidaknya virus itu sudah punah 90%, tidak berpengaruh terhadap hidupmu 3 tahun kedepan..

Author pov.

“wonnie wonnie.. sakit..” eunhyuk mencoba lepas dari siwon.

“kau ini kenapa sensitive sekali kalau bersangkutan dengan dokter itu.. kau suka ya dengan dokte itu?” eunhyuk berkicau setelah melepaskan diri dari siwon.

“apa kau bilang!! Tutup mulutmu..” siwon berusaha menahan emosi.

“yayaya.. jangan marah, eh ngomong2 dia cantik juga..” seketika siwon langsung melotot “eh iya iya.. ayo kita berenang..” eunhyuk ngacir ke kolam renang.

Yoona pov.

Aku lebih banyak melamun hari hari terakhir ini, sampai suatu ketika.

“kapan kau akan pulang?” pertanyaan itu meluncur dengan lacar dari mulut siwon ditengah tengah makan malam kita yang dingin sedinngin awal desember ini.

Aku menatap kearahnya.

“terhitung 5 minggu kedepan dari sekarang..” aku menjawabnya tak kalah dingin, salah satu yang kusesalkan.

Dia nampak tak percaya menatapku beberapa saat tanpa berkata, aku balas menatapnya.

“baguslah…” dia langsung meninggalkan tempat.

Aku menghela nafas lalu meletakan sendok yang kupakai ke piring, aku sungguh heran dengan sikapnya. Kubereskan semua peralatan makan k=lalu aku menuju kamarku, aku merebahkan diri dikasur kuambil hpku terpampang jelas fotoku dan seohyun, jika slite digeser disana ada foto sahabat2ku.

“tunggulah tak lama lagi aku kembali.. aku mencintai kalian..” setetes menetes dari pelupuk mataku aku terlelap.

Author pov.

Pagi itu yoona sudah bangun, dengan pakaian casualnya dan rambutnya yangdikucir dua, dia keluar kamar menuju dapur. Saat dia lewat didepan kamar siwon , ia lihat pintu sedikit terbuka lalu yoona pun mendekat. Tercium bau menyengat dari dalam kamar, yoona membuka pintu dia lihat siwon sedang tergeletak dengan banyak botol botol wine di meja itu. Yoona sangat terkejut.

“siwon!!” sontak yoona langsung berteriak.

Siwon yang nampaknya masih cukup sadar pun mengangkat wajahnya, menatap yoona sekejap lalu meletakan kepalanya lagi.

“apa yang kau lakukan..” terlihat jelas kemarahan diraut yoona, yoona menghampiri siwon, dia berusaha memindahkannya.

“jangan sentuh..” siwon mengibaskan tangannya saat yoona menyentuh tangannya.

“sudah cepat bangun..” muka yoona sudah sangat merah dia berusaha menggotong siwon.

“aku sudah bilang jangan sentuh..” siwon membentak lalu berdiri walau sempoyongan.

Yoona pun berdiri mereka berhadapan.

“tak perlu cara seperti ini untuk mengusirku CHOI SIWON!!!!… tak lama lagi aku akan pergi, aku akan pergi asal kau sembuh!! Dengar ASAL KAU SEMBUH..” yoona meledak, dia membentak siwon dengan sangat kasar yang pernah ia lakukan.

“hhh.. aku sudah bosan hidup, kenaa tak kau biarkan aku membunuh diriku sendiri jika kau tak mampu membunuh ku.. hah?” aroma alkohol tercium jelas dari mulut siwon.

“kau ini bagaimana, kau menginginkan aku pergi tapi kau juga yang mencegahku pergi.. apakah kau mau mempermainkanku siwon hah!! Kau pikir aku berada disini karena menyukaimu… salah besar.. aku berada disini sebagai bentuk tanggung jawab.. walaupun kita sama sama tau aku menyukaimu , tapi aku berusaha profesional, orang sepertimu pasti mengenal apa itu profesional bukan? Kau memang didik untuk itu.. TAPI KENAPA TAK KAU TERAPKAN PADA KEHIDUPAN SEHARI HARI!!!” yoona berkata panjang lebar penuh emosi.

“keluarkan im yoon ah, semua yang ingin kau katakan..” siwon menantang yoona.

“iya, aku tahu kau tak menyukaiku sedikitpun tidak.. apalagi mencintaiku.. aku tahu itu siwon,sangat.. tapi apakah kau tahu yang berada didepanmu ini juga manusia biasa.. apakah kau tahu itu siwon…oh, apa begitu lama menunggu waktu yang tinggal 1 minggu lagi, itu demimu siwon demi mu.. setelah itu aku akan menghilang selamanya dari hidupmu.. aku janji..” yoona terisak lalu berbalik hendak meninggalkan siwon.

“kau picik sekali.. dari siapa kau tahu aku tak mencintaimu, aku tidak menyukaimu? Dari siapa? Apakah kau pikir hanya aku yang terluka? Apakah kau pikir aku egois yoona? Pikirkanlah…” siwon berbicara itu membuat yoona terkejut, lututnya lemas.

“buka siwon, aku bukan memintamu mencintaiku hanya menghargaiku.. tak perlu kau berbohong..”

“aku begini bukan karena tak menghargaimu, tapi karena aku mencintaimu im yoon ah!! Dengar kau!!” yoona langsung berlari menuju kamarnya.

>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>><<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<

Part ini banyak nangis sama berantemnya, maaf ya part ini lama banget, karena tau tau bleng ga dapet ide sama sekali.. plus leptopnya agak rusak.. ditambah tugasnya yang kaya gunung itu.. maaf banget.. oiya komennya jangan lupa ya..

Kemaren kalo ga salah ada yang usul cerita, idenya bagus banget, tapi saya bingung sendiri nanti endingya mesti kayak gimana.. jadi ayo kita berteman.. ini email ku sekar.sone@yahoo.com , fb: sekar amanah. Ayo kita berteman, panggil aku annelies atau ann aja.. itu nama penaku, ayo kita berteman.. bye bye.. sampa jumpa.. J.

Tinggalkan komentar

85 Komentar

  1. Yulisa

     /  Oktober 23, 2012

    Huwwaa…
    Crita ny bkin galauuu… ><

    Balas
  2. Uuuu.. Sedih banget Unnie.. Kasihan Yoona Unniex..
    Ya ud ttp lanjut ya thor..

    Balas
  3. sari

     /  Oktober 24, 2012

    ceritanya sedih banget
    ditunggu part selanjutnya

    Balas
  4. KaRenYS4ever

     /  Oktober 24, 2012

    Keren…
    Aigo, yoonwon galau-galauan sendiri-sendiri pdhal shati koq, trus siwon mau smbuh masa yoona plng ke seoul n g kmbali lg, aish, pnasaran deh nih unn…
    Next partnya scpatnya ya unn,

    Gomawo^^

    Balas
  5. Awull

     /  Oktober 25, 2012

    haru ceritanya ..
    part selanjutnya jangan lama lama ya !!!

    Balas
  6. LoveYoonWon 4ever

     /  Oktober 26, 2012

    hadeuh part ini galau2an dech aq krn yoonwon brtngkr mlu. lnjut trz ya next part jgn lma” klo bleh kzih kritik gpp kan ad bxk typo mzihan tp gpp lah qw jg gtu kog kdang2 ad kta yg typo cman klo bza tdk ad tlong d edit ulang ya #plakkreadersninyocot bgtsih (ditimpuk lappy ma author hehe) gomawo ffxa tuw doank saran & kritikan dr aq smoga membangun ea author anne (^_^) J!!!

    Balas
  7. kezia

     /  Oktober 29, 2012

    Part ini sedih😦
    Tapi bagus kq thor..

    Balas
  8. haduhhh…
    Makin runyam aja ne conflik na….
    Ayo lanjut thor…..
    Penasaran bgt gmn ma yoonwon na..

    Balas
  9. haduhhh…
    Makin runyam aja ne conflik na….
    Ayo lanjut thor…..
    Penasaran bgt gmn ma yoonwon na…..
    Cepetan ya thor hehehe

    Balas
  10. yeonta

     /  Oktober 29, 2012

    konfliknya seru, aku suka…..
    tapi kasihan yoona mau diusir siwon….
    tolong happy ending ya…. plissss

    Balas
  11. Aigo.. Knapa jdi beginii??? Huuaaa!!! Yoong oennie sama wonppa bertengkar T.T
    Tapi senengnya yoong oennie suka sama wonppa dan sebaliknya😀
    Next chapter jgn lama” yaa thor, please….

    Balas
  12. KimcHi eQ

     /  November 2, 2012

    ❤ YoonWon❤

    Lanjutkan🙂

    Balas
  13. menyedihkan.. sangaaaat menyedihkan..
    baca’a bikin aku galau..

    next di tunggu

    Balas
  14. Febby

     /  November 6, 2012

    selanjutnya ditunggu

    Balas
  15. daebak thor…

    Balas
  16. ravikha

     /  Maret 5, 2013

    Hm tambah seru…
    Lanjutttt

    Balas
  17. sedih thor ceritanya, tpi daebak thor…………….

    lanjuttttt🙂

    Balas
  18. aat yoonwon

     /  Juli 28, 2013

    Galau galau galau

    Balas
  19. Yoon

     /  Maret 21, 2014

    Haa yoonanya ko merana😦 tp keren dehh

    Balas
  20. Mony

     /  Mei 3, 2014

    cuma mau koment kalau masih banyak penulisan yg salah…
    dan ada kata” yg sulit di mengerti…
    selebihnya bagus jha…

    sekian… ^^

    Balas
  21. Any

     /  Juli 2, 2014

    Akhirnya sama – sama cinta. hohoho…kalo siwon bisa sembuh berarti ada kemungkinan mereka bersama dong. siipsiipsiip😀

    Balas
  22. yaallah hati aku sakit bacanya , woonpa tolong jangan kasar sama yeoja , sakit woonpa , sakit *Hiksss😦 ;( #Ngegajee😀

    Balas
  23. Mia

     /  Juli 16, 2014

    Bner membuatku mau nangis

    Balas
  24. masih blm terlalu jelas sama ceritanya tapi overall udah keren kok

    Balas
  25. Choi Han Ki

     /  Desember 23, 2014

    Kenapa harus seperti itu sih yoonwon… Sama2 saling menyukain tapi terhalang oleh sesuatu

    Balas

United, Leave a Coment Here

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: