[FF] Beautiful Fairy In My Life (Chapter 2)

Annyeong YoonWonited J

Author                  : Echa/Choi Kyucha

Title                       : Beautiful Fairy In My Life [Chapter 2]

Main cast             : Choi Siwon, Im Yoon Ah, etc

Rating                   : PG 15

Type                      : Sequel

Genre                   : Romance, Fantasy

Summary             :

Ketika kau berada bersamaku, kau hanyalah seorang pengganggu namun ketika kau pergi…Pada akhirnya aku harus mengakui, bahwa aku merindukanmu.

[]

Kehidupan seorang Choi Siwon benar-benar berubah setelah kedatangan sosok Yoona yang merubah semua hidupnya. Sosok Yoona yang bawel dan polos bener-benar menguji kesabaran seorang Choi Siwon. Contohnya kemarin bagaimana ia harus benar-benar bersabar menanggapi semua pertanyaan Yoona, ia benar-benar seperti anak umur 5 tahun yang begitu aktif bertanya semua yang ia lihat.

Kegemaran Yoona adalah mengganggu Siwon, ya itu yang Siwon simpulkan. Bagaimana keras kepalanya Yoona jika sudah menanyakan sesuatu jika tidak mendapat jawaban, ia akan selalu mengganggunya. Yoona sekarang juga sudah berani menemui Siwon dalam wujud peri, dan jika Yoona bertanya ini itu, Siwon tak akan menjawab pertanyaannya, mengingat ia berada dilingkungan kantor yang tak memungkinkannya menjawab pertanyaan Yoona. Semua itu lama-lama membuat Siwon merasa jengah.

Siwon terlihat sibuk di ruangannya, ia sedang mempelajari berkas-berkas yang akan ia gunakan untuk meeting.

“Oppa” sebuah pekikan terdengar, Siwon mendongak dan mendapati sosok yeoja dengan sayap putih dipunggungnya

“Kau sedang apa?” tanyanya menghampiri Siwon

“Apa itu klausa oppa? Mengapa ada langsung dan terbalik?” Yoona bertanya lagi begitu melihat tulisan yang berada di salah satu lembaran yang berada di meja Siwon

“Tolong jangan menggangguku dulu Yoona-ya” jawab Siwon

“Aku tak akan mengganggu oppa”

Suara ketukan pintu dan sekertaris Siwon yang menghampirinya itu mengalihkan perhatian keduanya.

“Ini beberapa berkas yang juga akan digunakan pada meeting ini sajang-nim”

Siwon menerima berkas itu dan memeriksa isi dari map yang dibawa sang sekertaris.

“Likuiditas, aktivasi, leverage, economic value margin” gumam Yoona mengeja tabel-tabel yang berada di lembaran kertas dalam map yang berada dalam genggaman Siwon “itu semua apa oppa?”

Siwon tak menggubris ucapan Yoona, ia masih serius pada bacaannya itu.

“Ya oppa” Yoona merengek karena tak mendapat respon, Siwon menghela nafas namun tetap diam.

“Oppa, apa maksud dari kata-kata itu” rengeknya “Aku ingin tahu!!” lanjutnya

“Bisakah kau diam!!!” Siwon membentak, membuat Yoona terlonjak kaget begitu pun dengan sekertarisnya yang masih berada di ruangannya itu.

“Josonghamnida sajang-nim, tapi saya tak berbicara sama sekali” Yuri sang sekertaris menjawab, karena ia merasa tak mengeluarkan suara apapun dan mengamati sang atasan yang sedang memeriksa berkas yang ia bawa.

Siwon merutuk dalam hati atas apa yang telah ia lakukan, ia lupa bahwa di ruangan itu masih ada Yuri. Ia merasa bodoh karena membentak tiba-tiba, hanya karena perinya yang merengek. Perinya?

“Ohh mian Yuri-ssi, mungkin karena aku sedang stress saja. Kau bisa keluar”

Yuri menganggukan kepada dan berlalu dari ruangan atasannya tersebut.

Tak lama Siwon bangkit dari duduknya dan berlalu keluar, tak memperdulikan Yoona yang berada disana. Kini ia telah berada di ruang meeting bersama Yuri dan beberapa client.

Sementara Yoona yang berada di ruangan Siwon merasa bosan karena ditinggalkan “Kemana Siwon oppa?” gumamnya mengembungkan pipinya itu

“Jadi untuk meningkatkan gross profit margin kita harus melakukan efisiensi pada sale, karena tak mungkin kita akan meningkatkan pada net profit margin yang terdapat tax expense dan interest expense” –maafyaamatakuliahkujadiikutankesini—

Siwon masih menyimak dengan serius apa yang dibicarakan oleh kepala keuangan perusahaannya tersebut.

“Oppa!” seruan seseorang disampingnya benar-benar membuatnya hampir terlonjak, ia melirik dan mendapati Yoona yang tersenyum manis padanya “Oppa kau meninggalkanku sendiri, aku bosan” Yoona melangkah menghampiri Siwon.

Siwon berusaha tenang dan menghiraukan Yoona, karena dirinya yang berada di ruangan meeting.

“Oppa, kau mengacuhkanku lagi” Yoona masih terus merengek tak memperdulikan raut wajah Siwon yang tak nyaman.

“Itu saja yang saya sarankan”

“Ya saya setuju, bagaimana menurut anda tuan muda Choi” yang ditanya masih terdiam karena suara celotehan Yoona yang benar-benar mengganggunya, sang sekertaris yang mengetahui situasi itu segera berbisik pada atasannya itu

“Sajang-nim anda diminta memberikan pendapat atas presentasi ini” bisik Yuri

Siwon yang tersadar terlihat kaget dan gugup “Ahh ye aku setuju dengan ini” jawabnya “Baiklah meeting selesai, terimakasih” lanjutnya dan segera melangkah pergi diikuti Yuri dan tentunya Yoona.

“Oppa” seru Yoona begitu Siwon telah sampai diruangannya “Oppa, waeyo?” tanyanya yang melihat Siwon memandang kota seoul dari sudut ruangannya yang terdapat kaca besar.

“Yoona-ya bisa tinggalkan aku, kau pulanglah” ujar Siwon tanpa menoleh pada sosok Yoona yang hanya bisa dilihat olehnya.

“Waeyo?” namun Siwon tak menjawab, Yoona mengedikan kedua bahunya dan kemudian menghilang meninggalkan Siwon. Siwon menghela nafas begitu Yoona telah pergi.

[]

Waktu sudah menunjukan pukul 11.30 KST dan terlihat Siwon yang baru memasuki apartementnya tersebut, langkahnya terhenti begitu melihat sosok Yoona dalam wujud manusia yang tertidur di sofa.

Siwon menghela nafas begitu melihatnya, dilangkahkan kakinya menghampiri Yoona. Ia pandangi wajah cantik itu, ia akui Yoona memang benar-benar cantik, lebih cantik pada khayalannya akan sosok bidadari pada waktu ia masih kanak-kanak. Ia membungkukan tubuhnya dan mulai mengangkat tubuh itu, melangkah memasuki sebuah kamar yang tepat berada pada sebelah kamarnya. Ditidurkannya sosok peri itu dan menyelimutinya, dan lagi-lagi menghela nafas sambil melonggarkan dasinya kemudian melangkah keluar dari kamar itu.

[]

“Oppa ireona,  bukankah kau harus ke kantor” seru Yoona pada Siwon yang masih bermalas-malasan di ranjangnya

Siwon masih diam tak menanggapi seruan Yoona, ia sudah merasa jenuh dan terganggu, mungkin diawal ia merasa biasa saja namun semakin hari semua benar-benar mengganggu dan menimbulkan masalah. Hidupnya yang begitu tentram tak ada yang mengganggu berubah dalam seketika.

Siwon menemukan Yoona yang sedang tersenyum menatapnya. Ia langsung beranjak duduk untuk mengumpulkan kesadarannya setelah itu berlalu menuju kamar mandi, tak ada satu patah katapun terucap dari bibirnya. Yoona mengedikkan bahunya melihat tingkah Siwon, ia melangkah keluar kamar untuk membuatkan sarapan.

Yoona sudah duduk manis dimeja makan menunggu Siwon yang masih berada didalam kamar. Tak lama ia mendengar suara pintu terbuka dan disana terlihat Siwon yang sudah rapi dengan toxedo hitamnya. Siwon berjalan menuju meja makan, Yoona menyambutnya dengan senyuman.

Setelah sarapan Yoona mengantar Siwon sampai depan pintu apartement, Yoona masih menunjukan senyum manisnya pada Siwon “Selamat bekerja, oppa” Siwon hanya menganggukan kepala dan berlalu. Yoona memandang kepergian Siwon yang telah menghilang begitu masuk kedalam elevator.

“Ada apa dengannya, mengapa hanya diam daritadi” gumam Yoona dan kembali menutup pintu

Yoona duduk di sofa dan menyalakan televisi mencari program yang menurutnya menarik. Setelah cukup lama ia mendengar suara pintu apartement yang kembali terbuka.

“Ahh Yoona kau sendiri” sapa seseorang yang memasuki apartement Siwon tersebut

“Ne”

“Pasti oppa kembali sibuk di kantor” gumam orang itu “Ahh lebih baik kau pergi bersamaku saja, mumpung jadwal kuliahku sedang kosong” lanjutnya, menarik tangan Yoona.

Yoona hanya mengikuti saja begitu adik dari Choi Siwon mengajaknya untuk pergi, Yoona kini telah berada didalam mobil Sooyoung.

“Apa sering Siwon oppa mengacuhkanmu?” tanya Sooyoung masih memandang jalan

“Molla, kemarin-kemarin ia begitu perhatian tapi sejak kemarin, ia berbeda” jawab Yoona apa adanya

“Ohh mungkin ia sedang banyak pekerjaan, kau harus pengertian dengannya ok” ujar Sooyoung menoleh pada Yoona, Yoona tersenyum menanggapinya

“Kita kesini lagi” ujar Yoona begitu keluar dari mobil

“Kesini lagi?” ujar Sooyoung bingung

“Ahh maksudku waktu itu Siwon oppa pernah mengajakku kesini” jelas Yoona

“Ohh jinjja! Memang kalian beli apa?” tanya Sooyoung berjalan beriringan bersama Yoona

“Emm makan siang, Siwon oppa juga membelikanku dompet” jawab Yoona diringi senyumannya

“Wahh benarkah?” ujar Sooyoung antusias, Yoona mengangguk “Emm kalau begitu sekarang giliranku, bagaimana kalau kita belanja dan makan siang. Aku sudah lama ingin menghabiskan waktu bersama dengan calon kakak iparku..yah kau tahu sendiri bagaimana Siwon oppa” Yoona hanya memandang bingung

“Kajja” Sooyoung langsung menarik tangan Yoona, mereka sekarang berada dideretan pakaian khusus wanita.

Sooyoung terlihat sibuk memilih pakaian entah untuk siapa, Yoona yang melihatnya hanya menemani sambil sesekali melihat dress-dress yang terpajang.

“Ahh Yoona coba kau pakai ini” ujar Sooyoung menunjuk salah satu dress pada Yoona, Yoona menerimanya dengan bingung “Sudah cepat sana coba” Sooyoung mendorong tubuh Yoona untuk mencoba dress yang dipilihkannya.

Sambil menunggu Yoona yang mencoba dress-nya, Sooyoung juga ikut memilih pakaian yang menurutnya menarik. Tak lama Yoona keluar dengan dress yang dipilihkan Sooyoung

“Soo, bagaimana?” tanya Yoona menghampiri Sooyoung, Sooyoung menoleh dan memandang Yoona dari ujung kaki sampai ujung kepala

“So perfect” ujar Sooyoung antusias “Ahh kau begitu cantik, tak salah oppaku memilihmu” lanjutnya tersenyum riang.

[]

Siwon terlihat sibuk dikantornya, tumpukkan berkas-berkas dihadapannya menyita semua perhatiannya, dilirik jam tangannya yang sudah menunjukan pukul 16.00 KST. Ia berpikir sebentar lalu merapikan berkas-berkas itu, beranjak dari kursinya dan menyambar toxedo yang tersampir di sandaran kursi dan melangkah meninggalkan ruangannya.

Siwon berjalan gontai dikoridor apartementnya, begitu ia sampai didepan pintu segera ia menekan deretan angka yang berada di intercome untuk memasuki apartementnya itu. apartement itu terlihat sunyi tak ada tanda-tanda penghuni berada di apartement itu.

“Kemana dia?” gumam Siwon karena tak melihat sosok Yoona yang biasa menyambutnya, Siwon melangkahkan kakinya memasuki kamarnya, dibuka toxedo dan melepas dasinya, menggulung kemejanya sebatas siku dan berlalu memasuki kamar mandi.

Siwon mendudukkan dirinya di sofa, dilirik jam dinding yang berada diruang itu, sudah menunjukan pukul 19.00 KST namun Yoona belum menunjukan keberadaannya.

“Aishhh kemana anak itu?” omelnya sendiri

Sementara dilain tempat Yoona sedang menikmati makan malam bersama Sooyoung sambil diselingi canda tawa, mereka terlihat akrab seperti bertemu kembali dengan teman lama.

“Omo Soo, jam berapa sekarang?” seru Yoona

“Emm setengah delapan, waeyo?”

“Aku rasa oppa sudah pulang, pasti ia akan marah” panik Yoona

“Aishh kau kan pergi denganku” namun Yoona terlihat masih panik “Ahh baiklah—kajja kita pulang” ujar Sooyoung

Yoona segera keluar dari mobil begitu sampai di lobby apartement “Gomawoyo untuk hari ini dan juga ini” ujar Yoona sambil menunjuk tiga paper bag ditangannya

“Gwenchana, aku pulang dulu ne. Jika Siwon oppa marah kau bilang padaku” ujar Sooyoung, Yoona menganggukan kepala “Annyeong” pamit Sooyoung melambaikan tangan dan melajukan mobilnya. Yoona tersenyum dan melambai melihat kepergian Sooyoung.

Yoona tersenyum riang dan berbalik memasuki lobby apartement. Senyum terpancar diwajah cantiknya.

Yoona membuka pintu apartement, ditutup kembali pintu apartement itu dan berbalik, ia hampir terlonjak melihat Siwon yang berada dihadapannya, melipat kedua tangannya di dada bidangnya.

“Darimana saja kau?” tanya Siwon mengintrogasi

“Aku pergi dengan Sooyoung” jawab Yoona

“Kau tahu ini jam berapa?”

“Emm jam setengah 9” jawab Yoona

“Aku mengijinkan kau tinggal disini bukan untuk semaumu keluar masuk apartement ini”

“Mianhae” ujar Yoona menundukan kepalanya “Tapi aku pergi dengan adikmu—“

“Jangan berlindung dibalik nama Sooyoung”  potong Siwon, Yoona hanya diam menunduk

Siwon memejamkan mata dan mengambil nafas dalam “Yoona-ya” panggilnya, Yoona mengangkat wajahnya menatap Siwon

“Yoona-ya—“ Siwon sesaat memejamkan matanya “Sebaiknya kau mencari orang yang tepat untuk bersamamu di bumi—selain aku” lanjutnya

Yoona terkejut mendengar permintaan Siwon “Waeyo, oppa?”

“Aku sudah lelah Yoona-ya. Kau mengikutiku kemanapun, menggangguku, dan datang dengan mudahnya memasuki kehidupanku. Dan apa kau tahu, aku begitu terganggu, kehidupanku berjalan normal-normal saja sebelum kehadiranmu. Kau bukanlah seorang peri, tapi kau pengganggu”

Siwon meluapkan semua yang mengganjal dipikirannya pada Yoona. Sementara Yoona hanya diam, namun Siwon dapat menangkap tatapan terluka Yoona yang ditunjukan padanya. Yoona menitikan airmata dan tetap memandang Siwon. Siwon mengalihkan pandangannya, menghindari tatapan terluka Yoona yang ditunjukan padanya.

“Baiklah” Yoona hanya mengucapkan itu pada Siwon, Siwon memandang Yoona kembali. Yoona menghapus jejak airmata yang mengalir di pipinya “Annyeong” dan Yoona benar-benar menghilang dari pandangannya, Siwon memandang tempat menghilangnya Yoona. Ada rasa sesak dan penyesalan dalam hatinya.

“Bukankah ini yang keinginanku? Tapi mengapa begitu sakit” gumamnya dan melangkah memasuki kamarnya

[]

Siwon POV

Hari-hariku tanpa Yoona, sangat berbeda…..Padahal belum lama Yoona tinggal bersamaku tapi mengapa begitu terasa kehilangan.

Setelah melakukan rutinitas yang biasa aku lakukan, segera kulangkahkan kaki menuju kamar. Semua terasa hampa….

Tak ada lagi suara lembut yang membangunkanku dipagi hari

Tak ada lagi yang menemaniku sarapan

Tak ada lagi yang mengantar kepergianku ke kantor

Tak ada lagi yang menggangguku ketika di kantor

Tak ada lagi senyuman hangat yang menyapaku ketika pulang

Dan tak ada lagi celotehan riangnya menanyakan sesuatu yang belum ia ketahui

Kujalani hari-hariku seperti sebelumnya, terasa berbeda. Kehadiran Yoona telah berpengaruh besar dalam hidupku.

Ketika kau berada bersamaku, kau hanyalah seorang pengganggu namun ketika kau pergi…Pada akhirnya aku harus mengakui, bahwa aku merindukanmu.

[]

Kupandangi sarapanku pagi ini, sangat tak berselera. Bahkan sekarang aku sering terkena insomnia karena tak mendengar suara indahnya.

“Oppa” kudongakkan kepalaku ketika mendengar seruan yang sangat ku kenal, ya dia adikku

“ Kemana Yoona?”

Aku terdiam mendengar pertanyaannya, kuambil nafas berat dan menunduk

“Apa terjadi sesuatu?” tanyanya dan duduk dihadapanku

“Soo—Yoona pergi” ujarku pelan memandangnya

“MWO! Apa kau bertengkar dengannya?”

“Ya bisa dibilang seperti itu”

“Memang apa yang terjadi?” tanyanya lebih lanjut

Aku terdiam, tak mungkin aku menceritakan tentang Yoona padanya.

“Oppa—kau harus menemuinya dan meminta maaf” ujar Sooyoung

“Aku tak tahu ia dimana” ujarku lesu

“Aishh ini semua salahmu, sudahku katakan ubahlah sedikit sikap dingin dan ego-mu”

“Aku menyesal” jawabku

“Aku tak tahu harus membantu bagaimana. Kau selesaikan sendiri masalahmu oppa” ujarnya “Kalau begitu aku pergi” lanjutnya dan beranjak berlalu.

Kuputusan untuk segera berangkat ke kantor tapi setibanya di kantor, aku hanya terdiam di ruanganku tanpa melakukan apapun. Setiap ruanganku terbuka tanpa sadar aku menyebut nama Yoona.

Terdengar keributan yang terjadi didepan ruanganku, aku mengerutkan keningku menatap pintu yang masih tertutup. Pintu itu terbuka dan memperlihatkan dua wanita yang sedang berdebat.

“Anda tak bisa masuk sembarangan ahgasii, sajangnim sedang tak bisa diganggu” ujar sekertarisku

“Ahh diamlah kau” “Annyeong oppa” sapanya riang berjalan kearahku

Aku menarik nafas lebih melihat sosok dirinya, untuk apa ia datang lagi. Bukankah dia sudah menyerah?

“Apa yang kau lakukan disini” tanyaku datar beranjak dari kursiku

“Aishh kau masih saja dingin oppa, tapi tak apa..aku suka itu” jawabnya diiringi senyuman yang membuatku muak

“Yuri-ssi kau bisa kembali ke ruanganmu” ujarku pada sekertarisku

“Ne sajangnim” setelah sekertarisku berlalu, aku kembali menatap wanita yang berada dihadapanku ini

“Mau apa datang kesini?”

“Oppa, aku ini merindukanmu. Kau jahat sekali” ujarnya dan mengaitkan tangannya di lenganku

Kuhempaskan tangannya dan menatapnya tajam “Lebih baik kau pulang, jangan buang-buang waktumu untuk hal yang tak berguna” ujarku

“Oppa lihat saja, pasti aku akan bisa mendapatkanmu” ancamnya dan berlalu

Siwon POV END

[]

Author POV

Siwon memijit keningnya, disaat ia memikirkan keberadaan Yoona, sekarang masalah lama yang ia pikir sudah selesai, datang kembali. Pekerjaannya di kantor pun jadi terbengkalai, Ia putuskan untuk pulang sebelum semua menjadi lebih bodoh karena rasa rindunya pada Yoona.

“Haaahhh…”

Siwon melajukan mobilnya dalam kecepatan sedang, pikirannya sedang tertuju pada seseorang yang dirindukannya akhir-akhir ini. Ia ingin menemui Yoona namun ia tak tahu harus menemukannya dimana.

Ia masih melamun ketika mengendari mobilnya itu, pikirannya sekarang sedang terpecah, hingga semua terjadi begitu cepat, ketika berada dipersimpangan jalan terdapat mobil yang berlawanan arah dengannya. Siwon langsung membanting stir ke kiri menghindari tabrakan tersebut, namun sudah terlambat.

Siwon mengangkat kepalanya yang terhantam stir mobil, disandarkan kepalanya disandaran kursi, ia bisa merasakan darah mengalir dari keningnya. Semua terasa begitu berat, matanya pun terasa sangat berat dan terlihat buram namun ia menangkap cahaya yang menyilaukan berada tak jauh dari hadapannya, ia tahu cahaya apa itu, sudah tak asing lagi ia melihat itu.

“Yoona—“ gumamnya dan semua terasa gelap.

[]

Siwon mulai mengerjap-ngerjapkan matanya, dilihat sekelilingnya ia berada disebuah kamar yang bernuansa putih dan indra penciumannya pun langsung bereaksi mencium bau obat-obatan. Disentuh kepalanya yang sekarang terdapat perban dan tangannya yang terdapat selang infus.

“Aauuu” gumamnya mencoba mendudukan diri

“Ya oppa, mengapa memaksakan diri” seru seseorang menghampirinya dan membantu Siwon yang mencoba untuk duduk

“Apa kau baik-baik saja oppa?”

“Kau membuatku khawatir”

Siwon hanya diam memandang seseorang yang sekarang berada dihadapannya tersebut.

“Yoona”

“Ne oppa” jawab seseorang tersebut yang ternyata adalah Yoona, wanita yang akhir-akhir ini membuatnya gila “Ahh kau membuatku khawatir oppa, aku sempat bingung bagaimana menolongmu sampai ada orang-orang yang membawamu kesini. Aku ubah saja diriku menjadi manusia dan mengaku sebagai keluargamu setelah seseorang yang memakai jas putih bertanya” celotehnya menceritakan kejadian setelah Siwon kecelakaan.

Siwon tersenyum dan menarik tubuh Yoona kedalam dekapannya, menaruh dagunya pada bahu Yoona dan memeluknya begitu erat.

“Oppa—“

“Biarkan seperti ini—jangan membantah” ujar Siwon dengan mata terpejam, dan Yoona pun lebih memilih diam walau terlihat bingung.

Cukup lama mereka dalam posisi seperti itu, Siwon masih terpejam meluapkan rasa rindunya untuk peri cantik yang berada dalam dekapannya saat ini. Mereka tak menyadari bahwa sepasang mata sedang melihat moment mereka dengan senyuman.

“Jangan pergi, tetaplah disisiku” pinta Siwon masih terpejam

“Emm” Yoona hanya menjawab dengan dehaman tak mengerti, Siwon tersenyum  tak menjawab, hingga ia membuka mata dan melepaskan pelukkannya. Dipandanginya wajah cantik Yoona dan wajah polos itu. Siwon tersenyum.

“Jangan pergi lagi. Maafkan aku” Yoona tersenyum mendengar penuturan Siwon

“Aku sudah memaafkanmu oppa” jawab Yoona dengan senyuman manisnya

Siwon memandang Yoona sendu, Yoona masih menunjukan senyumannya pada Siwon. Siwon tersenyum dan membawa Yoona bersandar pada dada bidangnya.

“Oppa” protes Yoona

“Jangan membantah” ujar Siwon, Yoona mengembungkan pipinya dan tetap bersandar pada dada bidang Siwon

“Kenapa kau sekarang menjadi seorang yang pemaksa” gerutu Yoona masih bersandar pada dada bidang Siwon “Omo!” lanjutnya berseru masih dalam pelukkan Siwon

“Wae?” Siwon memandang wajah Yoona

“Oppa!! Jantungmu berdetak cepat sekali” ujar Yoona, Siwon terdiam mendengar penuturan Yoona “Apa karena kecelakaan jantung oppa terkena masalah?” tanyanya dan memaksa melepas dekapan Siwon

‘Aigo…mengapa yeoja ini begitu polos, akan sangat berbahaya jika ia berada di bumi sendiri’ gumamnya menatap Yoona

“Oppa! Oppa!!” seru Yoona mengibas-ibaskan tangannya di depan wajah Siwon “Kenapa melamun?” Siwon tak menjawab, ia hanya tersenyum kecil

“Aigo..aigo…pasangan ini sungguh membuat iri” seruan seseorang membuat keduanya mengalihkan pandangan

“Sooyoung-ah” seru Yoona bangkit dari duduknya di tempat tidur rawat itu

“Ahh Yoona bogoshipoyo” Sooyoung memeluk singkat Yoona

“Nado”

“Oppa, gwenchana?”

“Gwenchana—kau bisa lihat sendiri” jawab Siwon dengan senyuman terbaiknya

“Daebak!” seru Sooyoung menepuk kedua tangannya

“Wae?” Siwon memandang heran pada adiknya itu, termasuk Yoona

“Aku tak pernah menemukan senyum semanis itu” Sooyoung menggoda Siwon

“Aisshhh—kau mau menggodaku”

“Yoona-ya, aku rasa kau harus selalu berada disisinya. Aku tak ingin senyum itu hilang” Sooyoung masih senang menggoda kakaknya itu “Lagipula…ada masalah apa hingga membuatmu pergi?”

“Itu karena—“ Yoona terhenti begitu melihat tatapan Siwon menatap tajam padanya “Ahh karena aku pergi tak bilang-bilang, dan pulang malam” jawab Yoona asal

“Babbo!” Sooyoung langsung memukul kepala kakaknya itu “Yoona pergi denganku, kau itu terlalu posessive” lanjut Sooyoung

Siwon hanya meringis, karena kepalanya yang masih sakit akibat benturan. Yoona yang melihat rintihan Siwon menghampirinya dan mengusap lembut kepala Siwon yang telah menjadi sasaran tangan Sooyoung. Siwon tersenyum melihat perhatian Yoona.

“Gwenchana oppa?” Siwon tersenyum, memberitahukannya bahwa ia baik-baik saja

“Soo harusnya kau tak memukul Siwon oppa, diakan sedang sakit” ujar Yoona, Siwon menyeringai menatap Sooyoung karena mendapat pembelaan

“Aishh kenapa aku jadi dimarahi, ahh baiklah-baiklah..sepasang kekasih yang sedang kasmaran memang menganggap semua yang berada disekitarnya itu salah”

“Kau memang salah babbo! Kau memukul kepalaku yang memang terluka” Siwon menyahut

“Ck..baiklah-baiklah aku yang salah”

[]

Siwon tiga hari ia berada di rumah sakit, sebenarnya ia bosan hanya tidur dan diam tak melakukan apapun. Tapi karena keadaan ia pun pasrah, ditambah Yoona yang menghilang entah kemana sejak ia bangun pagi, mungkin ia pulang ke apartement.

“Annyeong oppa”

“Ohh Soo kau kesini” ujar Siwon mendudukan diri melihat adiknya memasuki kamar rawatnya itu

Sooyoung mengangguk dan melangkah menghampiri tempat tidur itu “Yoona sedang merapikan apartementmu karena nanti siang kau akan keluar, ia tak mau dibantu dan menyuruhku menyerahkan ini” jelas Sooyoung menaruh sebuah paper bag di meja samping tempat tidur yang mungkin berisi makanan.

Siwon hanya menganggukan kepala, dan meraih paper bag tersebut, didalamnya terdapat kotak bekal. Siwon membukanya dan terdapat makanan kesukaannya yang sudah tak ia makan beberapa hari ini.

“Wahh wafle..” seru Sooyoung melihat isi dari kotak bekal tersebut, Siwon tersenyum dan mulai menikmati sarapannya “Kau tak ingin membaginya denganku?”

“Aniy” jawab Siwon singkat

“Ck! Dasar pelit” Sooyoung meletakkan ponselnya di  meja dan berlalu memasuki kamar mandi

Siwon tak mempedulikannya dan tetap memakan wafle buatan Yoona, tak lama ponsel yang berada diatas meja itu berdering, Siwon menoleh..sebenarnya ia tak terlalu tertarik dengan siapa seseorang yang mengirim pesan kepada adiknya itu, ia lebih tertarik pada wallpaper ponsel tersebut. Disana terlihat dua yeoja yang sangat ia kenal.

“Kapan mereka melakukan selca?” gumamnya masih memandang ponsel itu

“Apa yang kau lihat oppa?” Siwon segera menoleh begitu melihat Sooyoung yang telah keluar dari toilet

“Kapan kau melakukan selca dengan Yoona?” tanya Siwon memperlihatkan ponsel adiknya itu

“Ohh itu..sewaktu kami pergi bersama, sungguh menyenangkan jalan bersamanya” jawab Sooyoung sambil tersenyum “Wae?”

Siwon menggelengkan kepala masih memandang ponsel itu, ia berpikir..’Aku yang lebih mengenal Yoona lebih dulu tak pernah melakukan selca dengannya’

To Be Continued

Masii kurang panjang kahh…maaf yaahh saya ga bisa buat ff chapter terlalu panjang, mungkin kalau dalam bentuk os aku bisa..

Adakah yang menanti ff ini..

Yg udh menghubungi aku minta kelanjutan ff ini, ini aku persembahkan untuk kalian..

Mian lama >.<

Don’t Be Silent Readers!!!!

Tinggalkan komentar

135 Komentar

  1. Anah sanggy sonelf

     /  Agustus 18, 2014

    Akhirnya Wonppa kalau dia membutuhkn yoona. Wonppa iri ma sooyoung.
    Bagus eon

    Balas
  2. Anah sanggy sonelf

     /  Agustus 18, 2014

    Akhirnya Wonppa menyadari kalau dia membutuhkn yoona. Wonppa iri ma sooyoung.
    Bagus eon

    Balas
  3. Ahh…kirain yoona ga bakal blk lg…tp setelah dipikir2 pst blk kn yoona jg cast utamany,heee…pabo!!bgs bgt thor…

    Balas
  4. Bgs thor krain bnrn ga blk yoona,saat kt kehilangn kt br menyadari sbrp pntng seseorang yg mencintai kt…thankyou thor bnr bny makna ff chap nie..

    Balas
  5. Akhirnya….siwon sadar klo dia butuh petinya yaitu yoona…

    Balas
  6. Choi Han Ki

     /  Maret 17, 2015

    Siwon udah nyuruh yoona pergi tapi kangen juga kan malah sekarang yoona gk boleh pergi dari sisinyaa🙂

    Balas
  7. Cha'chaicha

     /  Maret 25, 2015

    Siapa tu yeoja yg bikin keributan, yw sweet bgt…

    Balas
  8. Wah…akhirnya WonPa butuh Yoong Eonni juga…ikutan nyesek waktu WonPa nyuruh Yoong Eonni pergi😦 WonPa iri tuh sama Sooyoung kkk

    Balas
  9. sdhifakhri

     /  Mei 10, 2015

    Yoonwon kembali bersatu, setelah lama terpisah, haha😀 ciyee siwon yg jantungnya berdetak kncang ktka meluk yoona, ciyee, yoona juga perhatian bgt sma siwon😀

    Balas
  10. Seru ff nya.ringan ga menguras emosi

    Balas
  11. ya ampun yoonwon sweet banget cie yang mulai falling in love next thor~

    Balas
  12. alya

     /  September 6, 2015

    apa siwon udah mulai sjka sma yoona ya?

    Balas
  13. hahaha ciyeee Siwon oppa udah ada rasa ke yoona eonni. mana ngiri lagi sooyoung & yoona selfie bareng.

    Balas
  14. Tuh kan siwon oppa jd suka sama yoona wkwkw smoga klian dtkdirkan brsama yah ^^

    Balas
  1. Beautiful Fairy In My Life | YoonG-fanfic

United, Leave a Coment Here

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: