[FF] Sister’s of Mirror (Chapter 10/END)

SISTER’S OF MIRROR Part.10 (END)

 

 

Judul                : Sister’s of Mirror

Type                 : Sequel ( Part. 10 / END )

Author             : Ulanchoi Hyoyoon / Twitter : @Lovelyulan

Genre               : Romance,Tragedy,Action,Sad,ect

Ratting             : PG – 17                                                               

Main Cast        : Yoona SNSD, Siwon SUJU, Sulli F(X), Yunho Tvxq

Other Cast       : Kangin, Minho SHINee, Taeyeon,SooyoungEct

 

 

 

“Yunho-ssi…!!! Yunho-ssi! Keluar kau aku sudah tiba!” Siwon berteriak-teriak didepan rumah Yunho dan terus memencet bel rumah Yunho dengan tidak sabar.

Tak lama akhirnya Yunho keluar dari dalam rumahnya dan membukakan pintu gerbangnya, Yunho menatap sinis Siwon yang sudah memakai dobok (seragam Taekwondo) serta dengan Geup hitam yang diikat dipinggangnya. Dirinya juga sama sudah sudah memakai Dobok dan Geup berwarna hitam juga, sesuai intruksi siwon tadi ditelepon sebelum ia datang kerumah Yunho.

“Kenapa kau tiba-tiba menelponku dan dan menagih janji kita untuk bertarung?” Tanya Yunho. Begitu ia dan siwon masuk kedalam ruang latihan taekwondo miliknya yang biasa yunho gunakan untuk mengajari murid-murid Taekwondonya.

“Apakah kau masih menyukai YoonA?” Siwon tidak menjawab malah balik bertanya.

Yunho menaikan sebelah alisnya dan menjawab. “Tentu aku masih sangat menyukainya.”

Brukkk….

Satu tendangan dari Siwon melayang tepat di wajah Yunho. Membuat Yunho terhempas kebelakang karena belum punya persiapan kalau Siwon akan menendangnya. Yunho langsung tertegun tidak mengerti dengan permainan Siwon.

“Kau Menyayanginya dan mencintainya?” Tanya siwon lagi.

“Tentu aku sangat menyayangi dan mencintainya.”

Brukk…

Satu tendangan lagi kini melayang  mengenai pipi kanan Yunho. Dan membuat yunho jatuh terduduk. Serta pipinya memerah dan bibirnya mengeluarkan cairan darah.

“Apa maksudmu?!!” marah Yunho yang tidak mengerti kenapa tiba-tiba siwon jadi seperti ini. Ia kembali bangun dan berdiri menantang Siwon.

“Lepaskan YoonA.. dan lupakan semua perasaanmu terhadapnya!” ucap siwon terdengar berteriak

Yunho memicicingkan matanya tidak terima Siwon seenaknya mengatur-atur tentang perasaannya terhadap YoonA.

“Apa Hak mu?” Tanya Yunho.

“Aku dan YoonA saling mencintai. Dan kami telah berpacaran.” Jawab siwon sambil memandang datar wajah Yunho yang nampaknya tidak percaya dengan ucapan Siwon.

Brruukk..

Kali ini satu tendangan dari Yunho yang melayang tepat dipipi kiri Siwon dan membuat siwon tersungkur jatuh kelantai karena saking kerasnya tendangan Yunho, bahkan pinggir bibirnya mulai mengelurkan cairan darah.

Siwon meringis kesakitan. Sedangkan Yunho Nampak seperti kesetanan menatap marah kewajah Siwon yang masih terduduk dilantai.

“Kau bilang apa? Kalian berpacaran?” Tanya Yunho

Siwon bangun dan berdiri berhadapan dengan Yunho. “Iya.. makanya kumohon jangan ganggu YoonA. dan jangan perlu menjaganya lagi karena aku yang akan menjaganya sekarang dan sampai kapanpun.” Jawab siwon tegas.

Yunho terdiam. Yunho benar-benar tidak percaya, cinta pertamanya cinta masa kecilnya bahkan ia rela menunggu dua belas tahun untuk mengungkapkan perasaannya dan ingin mendapatkan YoonA menjadi miliknya. Tapi belum semua rencananya berjalan mulus, kini sudah ada seorang pria yang datang padanya dan bilang bahwa ia harus melepaskan YoonA. dan YoonA bahkan sudah mencintai orang lain. Ia merasa dirinya bodoh. Ia merasa menyesal yang sangat teramat.

Napas Yunho memburu, ia menatap siwon sinis. Dan tanpa aba-aba ia berteriak dan mulai menendangi Siwon bertubi-tubi tanpa ampun sedikitpun. Anehnya siwon tidak membalasnya dan membiarkan Yunho menghajarnya sesuka hatinya. Sampai akhirnya Yunho lelah sendiri dan siwon telah jatuh tersungkur dilantai dengan bercucuran darah dan wajah lebab dimana-mana.

“Aaaarrrrggghhh!!!!!!” Teriak Yunho frustasi. Rasanya walaupun ia menghambisi siwon  itu percuma. Karena memang dugaannya benar akhir-akhir ini yoona berubah dan bahkan terasa menghilang dari dirinya.

“Dia sekarang tinggal bersamaku. Jika kau ada yang akan kau katakana aku mengizinkan kau bertemu dengannya besok.” Ucap siwon disela dirinya yang masih terkapar dilantai.

Yunho duduk dilantai tepat disamping Siwon. “Bagaimana kau bisa mengambil hatinya? Sedangkan aku yang lebih dulu kenal dengannya dan menyayanginya?” Tanya Yunho tanpa memandang wajah siwon.

Siwon yang merasa semua tubuhnya sakit berusaha untuk bangun dan duduk di samping Yunho.

“Aku sama denganmu menunggu  bertahun-tahun untuk menyatakan ini. Walau cerita pertemuan kita dengan YoonA berbeda tentunya. Dan aku juga tidak menyangka kalau YoonA juga menyukaiku.” Jawab siwon.

“Tapi kenapa harus kau?” Tanya Yunho, suara terdengar berat.

“Apa kau tahu dulu YoonA pernah menyukai mu juga?” Tanya siwon.

Yunho terdiam tak menjawab. Karena dia tidak tahu soal itu.

“Apakah kau tahu betapa sedih dan terpukulnya Dia  saat sahabat sejak kecilnya orang yang ia cintainya itu pergi meninggalkannya kejepang begitu saja. Tanpa memberi pesan apapun?” ucap siwon.

Yunho lagi-lagi terdiam pikirannya melayang-layang saat kejadian tiga belas tahun yang lalu saat ia dan Yoona berdiri dipinggir sawah dan mengatakan akan pergi kejepang.

“Apa kau tahu, saat itu YoonA sangat mengharapkan kau tidak jadi pergi, atau setidaknya kau bilang perasaanmu padanya dan menyuruhnya tetap menunggu? Dan apakah kau tahu setiap hari ia selalu menangis merindukanmu? Dan apa kau tahu selanjutnya hidupnya sangat amat menderita? Ia tidak punya siapa-siapa untuk berbagi cerita. Dan dia selalu berharap kau segera kembali atau setidaknya memberinya kabar!” cerita siwon panjang lebar.

Yunho masih terpaku mendengarkan perkataan siwon, matanya mulai berkaca-kaca hatinya benar-benar sakit. Selama ini ia telalu fokus untuk menjaga dan mendapatkan yoona tapi ia tidak pernah mimikirkan perasaannya yoona. dan itu adalah moment kehilangan yang lebih parah dari sebelum-sebelumnya.

“Sampai akhirnya aku bertemu dengannya di Amerika sebagai pribadi yang lain dari dirinya. Dan aku jatuh cinta pada pandangan pertama dengannya. Tapi tiba-tiba ia menghilang begitu saja dari hidupku. Aku seperti orang gila yang selalu meracau dan mencari dimana dirinya berada. Dan sampai akhirnya kami bertemu kembali. Aku benar-benar gila! Aku melupakan tentang perjodohanku dan fokus untuk mendapatkan hatinya. Dan sekarang aku mendapatkan hatinya, dan ku harap kau mengerti.”

“Apa kau yakin bisa membahagiakannya?” Tanya Yunho, akhirnya mengeluarkan suaranya lagi.

“Aku sangat yakin!” jawab siwon tegas.

Yunho memutar tubuhnya menatap mata siwon. Dan disitulah ia benar-benar menemukan keseriusan dari ucapan siwon. Dan dari situ juga ia sadar ia telah kalah telak dari Siwon. Dan ia harus belajar merelakan YoonA bahagia ditangan orang lain yang mencintainya dan ia cintai.

“Pulanglah! Jaga dia dan bahagiakan hidupnya! Kalau kau sampai berani membuatnya senangis, aku tidak segan-segan membunuhmu! Dan merebutnya kembali!” ucap Yunho tegas.

Siwon tersenyum kecil dan menepuk –nepuk bahu Yunho. “Gomawo, kau sudah percaya padaku. Kau tidak perlu cemas.”

Siwon berdiri dan berjalan keluar dari ruangan Yunho menuju mobilnya yang terpakir diluar dan  ingin rasanya segera ia pulang dan memeluk YoonA untuk menyampaikan kabar baik, bahwa satu masalah telah terselesaikan.

Yunho menatap sedih punggung siwon yang berjalan meninggalkannya sendiri. Setalah siwon benar-benar keluar dengan kemenangannya. Yunho menangis. Ia benar-benar tidak kepikiran bahkan akan seperti ini jadinya. Ia benar-benar merasa telah menyia-nyiakan banyak waktu untuk kesalahan-kesalahan yang ia tidak sadari. Sehingga membuat orang yang ia cintai bahkan sama pernah mencintainya pergi begitu saja.

 

~***~

 

“Ah..  kenapa ini harus terjadi? Dulu aku selalu takut kalau Siwon oppa tidak menyukaiku tapi sekarang aku tau dia memang tidak pernah menyukaiku..hahahha..” Sulli yang sudah mabuk terus saja meracau tidak jelas. Sambil tertawa ditengah tangisnya.

Sulli menuangkan Soju lagi kedalam gelasnya. Dan siap meminumnya lagi, tapi minho segera merebutnya dan membuangnya.

“Ahhh..aku perlu itu berikan padaku! Anak jelek!!!” Sulli berteriak-teriak pada Minho sambil menggebrak-gebarak meja pemilik kedai dipinggir jalan itu. dan sukes  menarik perhatian dari pengunjung lain dikedai.

“Sudah cukup Sulli-ah. Ini semua tidak akan menyelesaikan masalahmu. Lagi pula kau dan Siwon hyung belum terikatkan apapun. Seharusnya kau tidak perlu berlebihan seperti ini.” Marah Minho.

“Berlebihan apa?? Aku dan Siwon oppa akan menikah! Dasar pabo!!” Sulli memukuli kepala Minho dengan tas tangannya.

“Yaa!! Dasar bocah ini! Ayo pulang ini sudah larut malam.” Minho menarik paksa lengan Sulli agar bagun dari duduknya.

“Tidak mau.. tidak mau!! Pokoknya tidak mau tinggalkan aku sendirian!” Sulli berontak dan berteriak-teriak. Tapi Minho masih saja terus menyeret Sulli keluar dari kedai itu.

“Ajjuma.. uangnya aku letakan dimeja!” teriak minho memberitahu ajjuma pemilik kedai.

“Ahh..Lepaskan aku!bocah pabo,tengik..bawel!!!” teriak Sulli yang diseret-minho dijalan.

Sulli benar-benar kesal dengan Minho yang menyeretnya tanpa perasaan. Ia menendangkan kakinya ke kaki Minho agar minho menghentikan langkahnya.

“Kau ini aku sedang sedih. Kenapa kau memperlakukan aku seperti anjing?” ucap sulli dan semakin menangis.

Minho akhirnya menghentikan langkah kakinya dan berbalik badan menatap Sulli.

“Mianhae!!” ucap Minho. Lalu ia membimbing Sulli untuk duduk di bangku pinggir trotoar.

“Kenapa Siwon oppa, Bisa mencintai Yoona eonni?” Tanya Sulli disela tangisnya.

“Karena kau jelek!” jawab Minho bercanda.

“AHHH…benarkah? Huuaahhh!!!” sulli semakin menjadi- jadi menangisnya.

“Hei-hei bukan seperti itu!” Minho panik menyuruh sulli agar menghentikan tangisnya segera. Karena orang-orang yang lewat disekitar mereka mulai menatap Minho dengan tatapan aneh.

“Hei..sudah jangan menangis, nanti kau tambah jelek. Kalau kau terus mengis. Bukan hanya siwon saja yang tak menyukaimu tapi semua namja akan takut dan tidak menyukaimu” ancam Minho menakut-nakuti Sulli.

“Benarkah? Huuaaahhh..!!” teriak sulli dan kembali menangis.

“Aduuhh sudah. Aku bilang hentikan tangisan mu itu.” Minho Nampak frustasi meladeni adik tirinya ini.

“Lalu aku harus bagaimana oppa?” Tanya Sulli, sambil memanyunkan bibirnya.

“Lupakan Siwon Hyung! Dia memang tidak cocok untukmu. Dia terlalu dewasa dan kau terlalu kekanak-kanakan. Lagi pula dikorea masih banyak namja. Kau bisa berpacaran dengan mereka.” Ucap Minho.

“Memangnya semudah itu?” Tanya sulli sambil menatap Minho.

“Tentu. Sudah relakan saja. Mungkn Nuna yang bernama YoonA itu sudah tidak ada pria lain yang menyukainya selain Siwon hyung.” Hibur Minho.

“Hahahah.. benar memang tidak ada pria lain yang menyukai YoonA eonni, dia itu galak. Seperti serigala. Hauunngg!!” sulli tertawa dan menunjukan sikap serigala yang akan mencakar mangsanya ke Minho.

“Hahaha.. Itu bukan sikap serigala tapi sikap kucing kampung!” ledek Minho, sambil menoyol kepala Sulli yang memang masih belum sepenuhnya sadar dari mabuknya.

“ahahhahhaha…  pabo!!” sulli tidak marah malah tertawa. Tapi tiba-tiba “Hueekkk…”

Sulli memuntahkan isi perutnya tepat dipangkuan minho, dicelana minho. Dan itu membuat Minho kesal dibuatnya.

“Yaa!!! Sulli-ah! Bocah Pabo!!” omel Minho sambil berdiri berusaha membersikan muntahan sulli dicelananya.

“Keterlaluan sekali kau, aku sudah setia menemanimu tapi ini balasanmu? Dasar gadis pabo!!” Minho terus meracau mengomeli sulli.

Tapi mingo baru menyadari sesuatu, sedari tadi ia mengomel tapi sulli tidak menjawab apapun. Minho menganngkat kepalanya dan menatap sulli, yang ternyata telah tertidur di kursi taman. Minho menghela napas, mengubur semua amarahnya. Ia mendekat kesulli dan memandangi wajah polos sulli yang tertidur.

“Dasar kau ini! Kalau kau bukan adikku mungkin aku sudah mencium bibirmu yang bawel itu!” ucap Minho lalu terkekeh. Mentertawai pikirannya sendiri yang konyol itu.

Minho mengangkat tubuh sulli dan menggendongnya dipunggung, membawanya untuk segera kembali kerumah.

“Lupakanlah dia.dan jangan menangisinya lagi. Sulli Fighthing!!” seru minho disela ia terus berjalan sambil menggendong sulli.

 

~***~

 

Cahaya Matahari pagi masuk menyelinap dari celah-celah kaca candela yang tidak tertutup gorden sidikit. Dan kilauannya mengganggu YoonA yang sedang tertidur pulas. Ia mengerjapkan matanya perlahan-lahan. Dan menyadari ternyata hari sudah pagi. Yoona ingin mengulet seperti biasanya setiap dia bangun tidur. Tapi rasanya tubuhnya berat seperti ada yang nenahannya.

YoonA memegangi perutnya dan betapa terjutnya ia ternyata ada lengan seseorang yang memeluknya melingkarkan tangannya di perutnya. YoonA menoleh kebelakang posisi tidurnya dan lagi-lagi dibuat terkejut begitu melihat siwon disisinya wajahnya menempel dipunggung Yoona. layaknya anak kecil yang takut kehilangan ibunya saat tidur. Yoona tersenyum sambil berusaha melepaskan pelukan tangan siwon.

“Aneh sekali kenapa dia bisa tidur disini?” ucap YoonA.

Akhirnya tangan siwon berhasil dilepaskan dari tubuhnya. Ia memutar balik tubuhnya berhadapan siwon.

“Hahhh!!!” pekit yoona karena sangat terkejut melihat wajah siwon yang babak belur.

“Ya.. Tuhan!! Siwon oppa!!! Siwon oppa.. kau kenapa?” Yoona segera duduk dikasur dan menepuk-nepuk lengan siwon khawatir dengan kondisi siwon.

“Ahh.. jangan seperti itu. tubuhku sakit semua chagi-ah..” entah lagi mengigau atau apa. Siwon mengeluh kesakitan tapi matanya meram.

“Mianhae.. aku tidak sengaja.” Yoona meminta maaf dan meringis mengeri melihat lebam-lebam diwajah siwon.

“Kau kenapa? Kenapa wajahmu seperti itu? bangunlah.” Yoona terus berbicara karena saking khawatirnya terhadap siwon.

“Aku semalam dihajar…” jawab siwon masih belum mau membuka matanya yang terasa berat.

“Dihajar? Sama siapa? Apakah dengan penjahat yang kau tangani?” Tanya YoonA seberti petasan, karena saking khawatirnya ia kepada Siwon.

“Kenapa kau berisik sekali? Aku ngantuk… biarkan aku tidur sebentar lagi.” Keluh siwon sambil menutupi wajahnya dengan bantal.

“Ahh..oppa..bagaimana aku bisa tenang kalau keadaanmu saja seperti ini.” YoonA memanyunkan bibirnya dan menarik-narik kaos yang dikenakan siwon.

“Baiklah-baiklah..” siwon bangkit dari tidurnya dan menarik YoonA kedalam pelukkannya. “Kau mau tahu siapa orang yang membuat aku babak belur seperti ini? Dan membuat wajah tampan ku jadi kacau?” Tanya siwon.

“Memangnya siapa?” Tanya YoonA dengan polosnya.

“Oppamu yang satu lagi, selain aku..” jawab siwon membuat teka-teki.

YoonA terdiam memikirkan orang yang dimaksud siwon. “Hahhh!! Benarkah Yunho oppa yang melakukan ini? Kenapa bisa?ini pasti ulahmu iyakan? Apa yunho oppa juga babak belur seperti ini?” Lagi-lagi yoona memasang pertanyaan tanpa jeda.

Siwon melepas pelukakannya. “Keterlaluan sekali gadis ini, kenapa sekarang kau mengkhawatrkannya?” rupanya siwon cemburu atas ucapan yoona.

“Habisnya aku melihatmu seperti ini, jadi aku berpikir seperti itu?” keluh yoona.

“Dia baik-baik saja. Aku hanya menendang wajahnya dua kali dan lengannya sekali. Tapi dia malah menendangku berkali-kali sampai seperti ini keterlaluan sekali. Nanti kalau kau bertemu dengannya tolong marahi dia ya.. pukuli dia sampai menangis.”

Yoona mendelik mendengar ucapan siwon. “aku tidak mengerti, kenapa kalian bisa berkelahi?”

“Kau tidak perlu tahu banyak, yang penting satu masalah sudah terselesaikan.” Jawab siwon santai lalu kembali menindurkan dirinya dikasur.

“Kenapa tidur lagi?”

“Tubuhku rasanya remuk sekali.”

“Apa perlu ke dokter? Aku takut kau kenapa-kenapa.”

“Tidak perlu, cukup kau  saja yang merawatku, nanti juga sembuh.”

Yoona tersenyum mendengar ucapan siwon. “Cihh..dasar kau ini!” YoonA berdiri dari kasur dan menatap Siwon yang tiduran mempunggunginya.

“Oppa.. tunggu sebentar ya aku akan mengobatimu.” Ucap yoonA lalu berjalan keluar kamar meningggalkan siwon. Dan masalah kaki yoona yang semalam terkilir sepertinya sudah tidak masalah.

Tak lama Yoona kembali lagi kekamar membawakan telur ayam, dan salep anti memar. Yoona duduk diatas kasur, ia meletakan pelan-pelan telur rebus itu di pipi siwon yang lebam. Dan menjalankan telur itu pelan-pelan melintasi setiap permukaan wajah siwon yang membiru. Siwon tak henti-hentinya memandangi wajah yoona selagi yoona dengan telaten mengobatinya.

“Dulu waktu aku kecil, aku pernah kejedut  pintu dan kepalaku memar, lalu ibuku melakukan hal ini kepadaku, dan bengkat-bengkaknya menghilang.” Cerita yoona masih terus mengelus-elus wajah siwon dengan telur.

Siwon tidak berbicara apapun hanya memandangi yoona dengan perasaan penuh cinta.

“Kenapa terus memandangiku? Akukan   belum mandi?” Tanya Yoona yang kelamaan merasa risih siwon memandanginya.

“Tidak mandi kau juga tetap cantik. Apakah ibumu cantik, sehingga ia punya anak seperti mu?”

Yoona menyudahi mengitari telur diwajah siwon, sekarang ia mengolesi permukaan kulit yang biru-biru dengan salep.

“Ibuku itu sangat cantik, lebih cantik dari aku. Ibuku itu sangat lembut penuh kasih sayang. Aku yakin didunia ini tidak ada orang yang sesabar ibuku. Dia tidak pernah memarahiku semasa hidupnya. Dan ia selalu setia kepada ayahku. Benar-benar pembuat harmonis kelurga. Tapi…”

“Tapi apa?” sambar siwon tidak sabaran.

“Tapi dia sudah tidak ada. Dan kelurgaku berantakan. Itu menyedihkan sekali.” Jawab YoonA lesuh.

“Heeii.. jangan sedih, sebentar lagikan kita akan membangun keluarga baru dan aku jamin kelurga kecil kita nanti harus bahagia. Kau mau kan?” hibur siwon.

“He-em..” angguk yoona.

“Ahh… chagi-ah.. aku sangat bahagia… aku sangat mencintaimu.” Siwon kembali meraih tubuh yoona dalam dekapannya. Dan memeluknya dengan erat.

“Dreettt….Dreettt” tiba-tiba suara getaran ponsel yoona terdengar dari atas meja rias.

Yoona melepas pelukan siwon dan segera beranjak menghampiri meja tersebut dan mengambil ponselnya dan membaca satu pesan baru yang masuk.

“Dari siapa?” Tanya siwon.

“He-em.. dari Yunho oppa, ia ingin bertemu denganku sekarang di pinggir sungai Han.” Jawab YoonA jujur.

“Temuilah, aku akan mengantar dan menunggumu, he-em.. lalu kembalikan Handphone pemberiannya itu kepadanya. Dan bilang kalau dia ingin menghubungimu melalui nomor ponselku saja.” Sahut siwon.

Yoona hanya memanggutkan kepalanya mengerti dan tidak mau membantah perkataan siwon, toh juga ini untuk kebaikan mereka.

 

~***~

 

“Oppa? Apa kau sudah lama menungguku?” Tanya yoona begitu ia sampai disungai Han dan menghampiri Yunho yang berdiri di dekat situ.

Yunho memandangi wajah yoona dengan sendu. “Iya… sudah lama sekali, lama sekali aku menuggumu.” Ucap Yunho dalam artian lain dari kata ‘lama menunggu’.

“Mianhae.. tadi saat kau menelpon aku belum mandi, jadi harus mandi dulu, untung siwon oppa mengantarku  kesini.”

Yunho terdiam sesaat. “Jadi kau kesini bersama dirinya?” Tanya Yunho.

“Iya… dia menunggu diparkiran.” Jawab yoona.

Lalu mereka sama-sama terdiam. Entah kenapa tiba-tiba suasana menjadi sangat canggung seperti ini. Aneh sekali. Yoona memperhatikan wajah yunho yang ternyata benar tidak apa-apa hanya ada luka lebam sedikit di pipi kanannya.

“Ehheemm.. “ yunho berdeham menghilangkan sedikit kecanggungan yang tercipta.

“Yoona-ah..” panggil Yunho.

“Ne..”

“Apa sekarang kau bahagia? Apa sekarang kau telah menemukan pengeranmu?” Tanya Yunho.

Yoona tersenyum kecil dan memandang jauh kearah air sungai yang Nampak tenang. “Aku merasa sedikit bahagia, dan iya aku sudah menemukan pengeranku.” Jawab yoona. “Dulu oppa ingat tidak setiap aku mengajak oppa bermain putri salju, oppa selalu menjadi pangerannya? Lucu ya? Aku masih ingat saat itu oppa memanggilku ‘My Princess’ dan aku memanggil oppa ‘My prince’ dan dulu setiap aku berkata  ‘aku ingin suatu saat mempunyai pangeran sungguhan yang mencintaiku dan aku mencintainya lalu kami hidup bahagia selamanya’ tapi saat itu juga oppa selalu mengejekku mengataiku bahwa aku konyol dan selalu bermimpi berlebihan.” Cerita yoona mengenang masalalu.

“Kau tau tidak saat itu aku bahagia sekali menjadi pangeran dari putri Yoona? makanya aku selalu mengejekmu yang selalu ingin mencari pangeran, itu karena aku berharap kelak tetap akulah yang akan menjadi pangeran dihidupmu.” Ucap Yunho.

Lalu mereka berdua kembali terdiam cukup lama.

“Oppa..ini aku kembalikan” YoonA  menyodorkan ponsel yang dulu Yunho belikan untuknya.

“Kenapa? Apa siwon itu yang menyuruhmu?” tebak Yunho.

Yoona tersenyum “ tidak.. tapi memang aku sudah tidak membutuhkannya, lebih baik kau simpan saja.”

“Lalu, jika sewaktu-waktu aku membutuhkanmu bagaimana?”

“SMS saja Siwon oppa. “

“Keterlaluan..” keluh Yunho tidak terima.

“YoonA.. aku menyayangimu!!” ucap Yunho tiba-tiba.

“Aku juga mengayangi oppa! Bagiku oppa adalah kakak yang selalu menjagaku dengan baik.” Ucap yoona dengan artian lain.

“Jika kau bahagia, maka aku akan ikut bahagia.”

“Kamsahamnida.”

“Boleh aku meminta satu permintaan?” Tanya Yunho.

“Waeyo?”

“Bisakah kau memelukku? Aku takut jika kau benar akan menikah denganya aku tidak bisa memelukmu lagi dengan bebas.” Ucap Yunho.

Yoona tersenyum lalu maju selangkah lebih dekat ke Yunho dan segera memeluk tubuh Yunho dan menaruh kepalanya dipundak Yunho.

“Oppa harus segera menemukan wanita yang baik dan akan selalu ada untuk oppa. Dan oppa juga harus bahagia. Areasso?”

“Ne.. Areasso!”

Lalu mereka melepas pelukan mereka. “Oppa, aku izin pamit.”

“Iya silakan.”

Yoona berjalan pelan meninggalkan Yunho, lalu ia memabalik tubuhnya dan mellihat yunho masih memandanginya. Yoona tersenyum dan melambaikan tanganya dan berteriak “Gomawo oppa!! Sampai ketemu lagi!!!”

Yunho tak membalas dengan kata-kata apapun hanya balas tersenyum dan membalas melambaikan tangan. Sampai akhirnya yoona menghilang dari penglihatannya dan meninggalkannya sendiri.

 

“Pak Yunho!!” dari sisi lain seorang gadis berlari tergesah-gesah menghampiri yunho. Yunho tersenyum melihat Sooyoung sekretarisnya yang selalu setia dan menuruti omonganya.

“Hushh..hush..ahh.. aku..ahh..ak..aku  harap..hush.. datang tepat waktu.” Ucap Sooyoung dengan napas tersenggal-senggal. Karena berlari-lari untuk sampai ketempat yang yunho sudah janjikan padanya.

Jadi ceritanya. Sesudah ia menelpon yoona untuk bertemu dipinggir sungai han, ia juga menelpon sooyoung untuk menemuinya  ditempat yang sama tadi dengan waktu yang berbeda, tapi ia tidak menyangka sooyoung benar-benar datang tepat waktu sesuai ucapannya.

“Terimakasih..” ucap Yunho sambil terus memandangi Sooyoung.

“Terimakasih untuk apa?” Tanya Sooyoung yang nampaknya sudah tidak ngos-ngosan lagi.

“Terima kasih karena sudah empat tahun ini kau menjadi sekretarisku yang sangat pekerja keras dan tepat waktu.” Ucap Yunho.

“Itukan memang sudah kewajibanku sebagai bawahanmu.pak” jawab sooyoung  malu-malu karena dipuji oleh Yunho.

“Oh..ini aku punyamukan?” Tanya Yunho sambil mengelurkan note book kecil berwarna pink dari saku jasnya.

Sooyoung terngaga, karena terkejut , ternyata buku catatan pribadinya yang ia kira hilang dua hari yang lalu ada di Yunho. Bagaimana ia tidak terkejut, karena didalam situ ia selalu menuliskan tentang perasaannya terhadap yunho, dan kemungkinan besar pasti Yunho telah membacanya, soalnya ia tau kalau itu milik sooyoung.

“Ke..ke..na..pa itu bi..sa..ad..ada di bapak?” Tanya Sooyoung terba-bata kerena grogi.

“Aku tidak tahu. Kau meninggalkannya dimobilku saat kita selesai mencari kado untuk temanku.” Jawab yunho.

Sooyoung mengambil note booknya buru-buru dan menyimpannya di dalam tasnya. “Terimakasih, bapak telah menyimpannya, tapi bapak tidak membacanyakan?” Tanya Sooyoung.

“Tidak, untuk apa aku membacanya?” jawab Yunho.

“Syukurlah.. bapak mamang tidak seharusnya membaca itu, karena itu hanya catatan-catatan tidak penting.” Jawab Sooyoung.

“Apa?? Jadi menurutmu aku ini tidak penting?” Tanya Yunho tiba-tiba.

“Mwo??” Sooyoung terkejut. “Maksud bapak?”

“Kau bilang catatan itu tidak penting, sedangkan hampir semua isi catatan itu tentang aku. Berarti aku tidak penting?huh?”

“Hahh!!” Sooyoung terkejut telapak tangannya menutup mulutnya yang termangap lebar. “Tuh..kan bapak membacanya!” rengek sooyoung, mukanya langsung memerah seperti kepiting rebus.

“Sejak kapan kau menyukaiku diam-diam?” Tanya Yunho sambil berjalan meninggalkan sooyoung yang masih shock karena yunho telah mengetahui perasaannya.

“Itu.he-em.. bukan apa-apa..lupakanlah.” jawab sooyoung begitu ia berhasil menyamai langkahnya dengan Yunho.

“Hahaha. Apakah para gadis selalu seperti itu, suka memendam perasaannya sendiri dan bahkan rela dan diam saja saat ia tersakiti?” Tanya yunho tanpa memandang sooyoung.

Sooyoung tidak menjawab hanya menunduk malu, dan ingin rasanya ia segera kabur dari hadapan Yunho.

“Sooyoung-ah.. terimakasih karena telah mencintaiku!” ucap Yunho.

Sooyoung menghentikan langkahnya. Matanya memanas dan tanpa terasa ia menangis saat itu juga. “Mianhae.. aku sangat lancang. Maafkan aku kerena telah mencintai bapak. Jika perasaanku ini sangat mengganggu, maka pecatlah aku pak. Aku terima. “ ucap Sooyoung sambil menangis.

Yunho tersenyum melihat tingkah Sooyoung yang seperti itu. ia berjalan menghampiri Sooyoung dan memeluk Sooyoung.

“Tenanglah aku tidak akan setega itu.” ucap Yunho.

Sooyoung tertegun dibuatnya dia sekarang tidak mampu berkata-kata lagi. Entah apa ini perasaan yang sedang ia rasakan. Rasanya ia bahagia sekali. Dipeluk seperti ini oleh Yunho. Orang yang sudah tiga tahun ini menempati hati dan pikirannya.

“Ya tuhan.. apakah ini titik terang tentang hubunganku dengannya? Apakah sebentar lagi kau akan menjawab setiap doa-doaku?” ucap sooyoung dalam hati. Lalu tangannya balas memeluk yunho dan kembali menangis dipelukan Yunho.

 

~***~

 

BESOKAN HARINYA…

YoonA dan siwon sudah berdiri didepan pintu rumah kediaman kelurga Kim, Nampak ketegangan terlihat jelas dibawah Yoona. siwon terlihat tenang berdiri disampingnya.

“Ayo kita masuk..” ajak siwon lalu menuntun lengan Yoona.

“Aku belum siap!”  Jawab yoona, wajahnya berubah cemas.

“Kau tidak perlu takut aku akan selalu disampingmu” ucap siwon lalu membimbing Yoona masuk kerumah keluarga kim.

Sesampainya dipintu utama rumah tersebut. Tepat saat itu Taeyeon yang membuka pintu untuk mereka. Yoona langsung shock melihat wajah Taeyeon sedekat ini. Tiba-tiba saja tubuhnya gemetar hebat. Rasa traumanya muncul tiba-tiba.

“YoonA.. kau tidak apa-apa?” Tanya Siwon khawatir.

Taeyeon memandangi Yoona dengan khawatir.lalu ia maju selangkah dan meraih tubuh yoona dan memeluknya. “Asataga.. ini benarkah YoonA? Ini benar kau? aku sangat merindukanmu!” ucap Taeyeon. Lalu ia menangis.

YoonA juga ikut menangis. Ternyata ia juga sangat merindukan Taeyeon ibu tirinya. Lalu taeyeon membibing yoona masuk kedalam rumahnya. Taeyeon menoleh kearah siwon dan berkata. “Duduklah, aku sudah tau maksud kedatangan kalian. Suamiku sedang menjeput Minho sebentar lagi pulang. Aku ingin bicara sebentar dengan yoona bisakan?”

Siwon tersenyum dan memanggutkan kepalanya. “Silakan.”

Taeyeon mengajak Yoona masuk kedalam kamar tamu yang berada dilantai dua. Ia menyuruh yoona duduk diatas kasur dan memberinya segelas air putih. Dan yoona meminumnya sedikit.

“Bagaimana kabarmu dan appamu?” Tanya Taeyeon.

Yoona terdiam sesaat. Lalu menjawab. “Appa sudah tidak ada. Ia meninggal enam tahun lalu.”

Mulut taeyeon terbuka lebar, menandakan betapa terkejutnya dirinya. “Benarkah?” Tanya taeyeon lemah.

Yoona hanya memanggutkan kepalanya.

Taeyeon menunduk lemah.lalu ia mulai bercerita. “Aku tahu, pasti kau datang kesini selain meminta restu hubungan kau dan Siwon. Kau juga memang ingin bertemu denganku kan? kau pasti ingin mengetahu keganjilan-keganjilan dimasa lalu?” Tanya Taeyeon.

“Benar. Maka ceritakanlah padaku, semuanya tanpa ada yang tersisa dan tak ada kebohongan satupun.”

“Baiklah..” Taeyeon mengambil napas lalu menghembuskannya perlahan dan mulai bercerita.

“Aku, park Jung soo dan Kim Seohyun adalah teman sekelas waktu SMA. Kami bertiga berteman baik. Hingga akhirnya aku jatuh cinta pada Jung soo dan Jung soo juga mencintaiku. Kami berdua berpacaran tanpa sepengetahuan Seohyun. Dan ternyata Seohyun juga mencintai Jungsoo. Kami terlibat cinta segitiga yang amat sulit. Tiba saat kami semua lulus SMA  dua tahun kemudian jungsoo berniat melamarku. Tapi orang tuanya tidak setujuh, karena aku adalah gadis dari keluarga miskin. Orang tuanya ternyata menjodohkan jungsoo dengan Seohyun. Dia sempat menolaknya tapi begitu kami mengetahui kalau Seohyun sakit, ia mempunyai kelainan jantung sejak kecil. Maka aku merelakan Jungsoo untuk menikah dengan Seohyun. Aku ingin seohyun bahagia dan tetap hidup. Dan jungsoo pun menikah dengan seohyun demi aku. Lalu saat itu aku pindah dan mencari kehidupan baru tiga tahun kemudian aku bertemu kembali dengan jungsoo diacara reoni sma. Dan ternyata aku dan dia sama-sama masih saling menyukai. Hingga akhirnya setiap pulang kerja Jungsoo selalu berselingkuh denganku. Dan kecelakan itu terjadi. Aku tidur dengan jungsoo dan hamil. Kim Sulli adalah anak aku dan Jungsoo. Dia tetap bertanggung jawab atas perbuatannya tanpa sepengetahuan seohyun lagi-lagi kami merahasiakan pernikahan kami.

Aku selalu merasa menyesal telah menyuruh dia menikah dengan ibumu. Karena lama-kelamaan aku dan Sulli terlantarkan oleh jungsoo. Dia hanya menjenguk aku dan sulli seminggu sekali. Tidak setiap hari seperti dulu. Alasanya seohyun sering sakit-sakitan ia tidak bisa meninggalkan seohyun. Hampir tiap malam aku menangisi nasibku yang malang itu.

Sampai tiba dimana hari kematian Seohyun. Dua hari sebelum kematian seohyun aku  telah bertemu dengannya dan memohon ampun padanya. Dia hanya diam. Dan dia berkata ‘Kelak jika aku tidak ada kau harus menjadi satu-satu istri dari jungsoo dan tolong jaga anakku’ itu aku selalu ingat, dan saat kematian Seohyun aku benar-benar terpukul ingin rasanya aku mati juga. Aku benar-benar menyesal.. lalu aku tahu persis saat kehadiranku dirumahmu aku bagaikan orang jahat dan asing dimatamu. Aku sangat takut, setiap aku melihat wajahmu terlalu terlihat wajah seohyun saat tersenyum diwajahmu.

Lalu pertengkaran hebat aku dan jungsoo pun terjadi. Aku tau saat itu kau mengupingkan? Aku marah besar padanya. Ternyata selama ini ia berkerja dengan mafia. Kau tau mafia dari amerika telah menipunya mentah-mentah dan membangkrutkan semua sahamnya dan mengambil apapun yang ia punya! Aku marah kenapa ia bisa sebodoh itu? lalu dengan enaknya aku diajak untuk tinggal diamerika dengan kalian. Aku menolaknya dan kabur agar dia segera sadar. Tapi saat aku bertemu dengannya ia tak juga sadar ia masih ingin ikut kedalam kehidupan gelapa itu. terpaksa. Aku memohon-mohon kepada temanku untuk berpura-pura menjadi suamiku. Kim kangin bukan suamiku saat itu dia adalah temanku. Tapi akhirnya kami menikah juga. yang kebetulan  dia sudah tidak punya istri. Dan saat aku pergi meninggalkan kalian aku benar-benar menyesal tidak membawamu pergi juga. Lalu saat aku kembali kesitu untuk mengambilmu. Kalian sudah tidak ada. Dan aku menangis sejadi-jadinya dan menyesalinya.

Saat surat terror itu terus berdatangan aku tahu pasti itu dari kau atau kim jungsoo. Tapi setelah aku tahu ternyata pengirimnya kau ,aku sangat legah kau masih hidup. Dan sudah kembali kekorea.”

Cerita Taeyeon panjang lebar. Yoona Nampak shock mendengar Fakta yang ada ternyata seperti itu. ternyata Taeyeon tidak sepenuhnya bersalah. Ini bisa dibilang kesalah mereka bertiga. Dan terutama ayahnya sendiri penyebab besar kesalahan itu. sehingga menghancurkan hidupnya sendiri.

Yoona benar-benar merasa dadanya sesak. Dan iapun kembali menangis. “Hiks.. ku kira kau benar-benar jahat padaku. Kau tau selama dia amerika aku sangat tersiksa. Aku dilatih keras menjadi anak buah mafia. Aku dipukuli. Dimarahi dan rasanya aku ingin cepat mati. Tapi karena ayah, aku bertahan. Hampir tiap melakukan kejahatan aku selalu menangis setelah aku aman sendirian. Aku benar-benar takut saat itu. tidak ada yang menolongku satupun mereka semua sama.”

Taeyeon menarik tubuh Yoona kedalam pelukakannya dan mereka menangis bersama.

Blukk!!
tiba-tiba pintu kamar tebuka disana ada Sulli yang berdiri dalam keadaan sudah menangis. Ternyata dia telah mendengar semua pembicaraan taeyeon dan Yoona dari balik pintu kamar. Lalu Sulli berlari menghampiri Taeyeon dan sulli lalu memeluknya dengan erat. Mereka bertiga berpelukan dan saling berbagi kesedihan dan haru bersama.

“Mianhae eonni!!” ucap sulli sambil mempererat pelukakannya ke punggung yoona.

“Aku akan membatalkan pertunanganku dengan Siwon oppa. Aku belum cukup umur untuk menikah, dan siwon oppa tidak mencintaiku. Jadi aku ingin kau bahagia, aku akan senang jika eonniku bahagia,”

Yooan membalik tubuhnya dan meraih sulli kepelukannya. Dan membelai sayang rambut sulli.

“Gomawo..gomawo!!” ucap YoonA.

Dan sekarang tiga masalah sudah terselesaikan. Sepertinya banyak cahaya cerah menunggu hidup baru Yoona. Yunho sudah merelakannya, sulli juga sudah merelakan siwon, lalu tekateki yang belum terjawab dimasa lalu telah terbuka. Dan rasanya tali-tali yang mengikat membebaninya telah berkurang.

 

~***~

Sebulan kemuadian…

 

YoonA, siwon dan ibunya sedang berada disebuh butik khusus gaun penantin dengan brand ternama dunia. Tujuan mereka kesana adalah untuk mencari gaun pengantin dan stelan jas untuk hari pernikahan Siwon dan YoonA yang akan dilaksanakan dua minggu lagi.

“Apakah ini calon Istri anakmu yang tampan ini?” Tanya seorang disainer muda bernama  Yuri.

“Iya.. dia cantik bukan?” Tanya ibu siwon membanggakan YoonA.

Disainer tersebut tersenyum renyah sambil memandangi YoonA dan Siwon bergantian. “mereka terlihat sangat serasi. Yang satu tampan dan yang satu lagi cantik.”

Yoona dan Siwon hanya membalas pujian tersebut dengan senyuman. “Siapa yang akan diukur deluan?”

“yang perempuan saja..” jawab ibu siwon.

“Oh,, baiklah..kau ingin gaun model apa?” Tanya yuri.

“Aku? He-em.. aku ingin gaun penantin bentuk panjang, lalu lengan sesiku dan sederhana saja..” ucap yoona.

“Sederhana? He-em.. bagaimana kalau aku bikinkan yang paling sesuai dengamu, tenang saja, gaunt u akan tetap sederhana tapi terlihat anggun dan cantik seperti dirimu.bagaimana?” usuL Yuri member saran.

“He-em baiklah.. aku percaya pasti designanmu akan sempurna. Dan bagus.” Jawab yoona setujuh.

Lalu yuri mulia mengukuri tinggi badan Yoona dengan pita ukur dan mengkur bagian lain agar nanti pakaiannya pas dikenankan yoona.

“Sudah selesai sekarang, calon pengantin prianya.”

Siwon maju kedepan bergantian dengan Yoona yang sudah selesai diukur.

“Wah..tubuhmu tegap dan tinggi ya? Aku jadi sulit mengukurnya..hehheh.” canda Yuri.

“Naik saja kekursi..hehehe.” balas siwon juga dengan candaan.

Lalu yuri mulai mengukur tubuh siwon . “Aku akan membuat model yang serasi dengan gaun wanitanya ya? Warnanya hitam putih., bagaimana?”

“Aku setujuh.” Jawab siwon singkat.

“Baiklah. Sepeluh hari aku jamin ini akan selesai. Jadi datang lagi sepuluh hari kedepan ya?” pesan Yuri.

“Baiklah.. aku harap rancanganmu tidak mengkecewakan.” Jawab Siwon.

Lalu mereka bertiga keluar dari butik tersebut dan melanjutkan perjalanan mereka.

“Apa perlu membeli cincin pernikahannya sekarang?” Tanya ibu siwon.

“Tidak usah eomma, aku akan membelikannya sendiri. Biar itu jadi sebuah kejutan. Kalau dia tahu dan dia yang memilih itu tidak menarik.” Jawab siwon.

“Oh..baiklah kau atur saja. Eomma  selalu setujuh asalkan baik untuk kalian.”

Siwon dan yoona tersenyum saling tatap menatap lalu mereka bersamaan memeluk ibu siwon dari belakang.

“Kau eomma yang terbaik!!” ucap siwon lalu mencium pipi kanan ibunya.

“Aku senang bisa kenal dan akan mempunyai ibu mertua sepertimu!” puji yoona lalu ikut mencium pipi kiri ibu siwon. Ibu siwon tersenyum bahagia diperlakukan seperti itu.

“Oh..iya Yoona..” ucap ibu siwon.

“Ne?”

“Nanti siapa yang akan menjadi saksi dan pendampingmu?” Tanya ibu siwon.

Yoona terdiam sejenak. Dan ia berpikir sejenak. Benar juga. Penantin wanitakan biasanya selalu di saksikan dan didampingi oleh ayahnya. Tapi ia sendiri sudah tidak punya ayah. Lalu siapa walinya. Tapi ia tersenyum setelah terlintas dipikirannya. Siapa yang cocok untuk menjadi walinya.

“Ajjussi!” ucap yoona tiba-tiba.

“Ne..ajjussi?” Tanya ibu siwon.

“Iya ajjussi yang selama aku diseoul menampungku dan merawatku. Dia belum tahu sama sekali masalah ini. Aku ingin ia yang menjadi  waliku. Bolehkan?” Tanya Yoona.

“Tentu saja. Diakan keluarag baik-baik. Nanti setelah pulang dari sini lebih baik kau pergi mengunjunginya bersama siwon. Sekarang kita kesupermarket membelikan mereka bingkisan.”

“Iya.. gomawo..” ucap Yoona gembira.

 

~***~

 

“Ajjuma…ajjussi..!!” Yoona berteriak-teriak masuk kedalam kedai milik mereka siwon mengekori dibelakang yoona  sambil menenteng dua buah semangka.

Ajjuma yang sedang merapikan dapur terkejut mendengar suara yoona memanggilnya. Maka segera ia hentikan aktifitasnya dan menghampiri yoona dan siwon.

“Ajjumma!!! Aku rindu kau!” seru yoona lalu berlari memeluk Ajjuma.

“Astaga kemana saja kau? aku juga merindukan kau!” ucap ajjuma sambil membelai sayang punggung yoona.

“Aku tidak kemana-mana aku hanya sibuk memperbaiki nasibku.” Jawab yoona.

“Benarkah? Apa semua masalah telah selesai. Tentang ibu dan adik tirimu?”

“Iya semua sudah selesai, oh, iya apa ajjusi ada dirumah?” Tanya yoona.

“Ada ia sedang istirahat didalam rumah. Temuilah, aku akan menutup kedai sebentar, nanti menyusul.”

“Biar aku bantu, yoona kau temulai ajjusi terlebih dahulu.” Ucap siwon yang daritadi hanya menonton pertemuan yoona dan orang tua angkatnya.

“Baiklah.,,” jawab yoona lalu pergi menuju bangunan rumah bibi dan paman.

 

“Jadi kalian akan menikah dua minggu lagi?” Tanya paman terkejut mendengar ucapan yoona yang mengatakan  bahwa ia dan siwon akan segerah menikah dua minggu lagi.

“iya.. dan aku minta Ajjusi yang akan mendampingi  aku menggantikan posisi Appa.” Jawab yoona.

“Ah.. benarkah? Aku benar-benar terharu. Anakku tidak ada tapi aku masih bisa menikahi seorang yang sudahku anggap seperti anak sendiri.” Seru paman dalam rasa haru.

“Ah.. Ajjusi..!!” Yoona pun memeluk ajjusi . “Gomawo.. aku selama ini telah merepotkanmu ajjussi dan kau dengan tulus membantuku.”

Siwon dan bibi tersenyum haru melihat yoona dan paman seperti itu. mereka terlihat seperti anak dan ayah sungguhan.

“He-em Yoona siwon ini sudah larut malam, apa kau mau tidur disini? Kamarmu sudah dua bulan ini kosong.” Ucap bibi.

“Iya kami memang berniat akan menginap. Tidak merepotkan?” Tanya siwon.

“Tentu tidak. Silakan kalian tidur. Tapi ingat kalian ini belum menikah jadi jangan melakukan kegiatan suami istri.” Pesan bibi sambil tersenyum menggoda siwon dan Yoona.

“Ah.. bibi tentu kami tidak seperti itu.” elak yoona sambil tersenyum malu, tapi siwon malah ikut tersenyum menggodanya.

“Sudahlah.. aku mengantuk. Aku mau tidur saja. “ Yoona akhirnya menyundahi acara orang-orang yang menggodanya.

“Lihatlah bibi. Dia mengajakku untuk tidur. Dia itu benar-benar sangat menggoda aku.” Ucap siwon meledek yoona. yang sudah masuk kekamar.

“Siwon oppa!! Jangan bicara macam-macam.!!” Teriak yoona dari dalam kamar.

Siwon,paman dan bibi tertawa kecil dengan tingkah yoona.

“Baiklah.. bibi paman selamat tidur.” Ucap siwon lalu menyusul yoona masuk kedalam kamar.

Siwon masuk kedalam kamar dan melihat yoona sudah tiduran di kasur yang digelar dilantai tubuhnya ia tutupi dengan selimut tebal. Siwon membuka kemejanya dan  celana jeansnya, ia hanya memakai kaos oblong berwana putih dan celana boxer warna hitam bergambar angry bird.

“Yoona-ah!!” panggil siwon dengan suara manja.

Yoona tak menjawab dan berpura-pura tidur.

Siwon tersenyum licik. Dan menghampiri Yoona. lalu ikut berbaring disamping yoona dan memeluk yoona.

“Chagi-ah!!” bisik siwon membuat tengguk yoona merinding geli.

“Oppa..aku sedang tidur jangan berisik.” Ucap yoona matanya masih meram dan tidak mau membalikan badan menatap siwon.

“Mana ada orang tidur dapat berbicara aneh sekali!” cibir siwon.

“Heyy.. ayolah, kita main-main sebentar. Aku belum mengantuk.” Siwon terus saja menggoda yoona dan mengganggu yoona.

Yoona akhirnya membuka matanya dan membalikan posisi tidurnya menghadap siwon. “Apa?” Tanya yoona dengan wajah malas.

“Hihi.. aku merasa kita lagi malam pertama seperti di drama goong saja.” Ucap siwon terkekeh.

“Apanya seperti didrama? Kau mau idungmu aku sentil?” Tanya yoona.

“Sentil saja kalau berani, huh?” tantang siwon.

Yoona mengeluarkan tangannya dari dalam selimut dan menyentil hidup siwon tiba-tiba.

“Aaauuhh..” rintih siwon.

“Hahahha…hahha..” Yoona tertawa penuh kemenangan telah mengerjai siwon.

“Aku akan membalasnya!” ejek siwon. Lalu menelusup masuk kedalam selimut yang menutupi tubuh yoona.

Tak lama ia kembali menongolkan kepalanya dengan wajah memerah. Dan memunggungi yoona.

“Kenapa kau?” Tanya yoona.

“Astaga YoonA! Kenapa kau hanya memakai tanktop dan hotpants seperti itu?” ucap siwon tanpa menolah.

Lalu yoona segera sadar atas ucapan siwon. Dan memasukan kepalanya kedalam selimut. Dan mengutuki dirinya sendiri yang bodoh. Kalau ia lupa telah mengganti pakainya dengan pakaian biasa ia pakai tidur saat disini. Karena cuaca sedang panas maka memang pakai ini yang cocok ia kenakan saat tidur. Tapi tentu tidak saat tidur bersama siwon.

“Ahhh..PABO!!!PABO!!!” Yoona memukuli  kepalanya sendiri karena malu. Siwon telah terang terangan melihat sedikit tubuhnya.

“Hei..hei.. kenapa kau memukuli kepala burungmu itu?” ejek siwon.

“Argghh!!!” yoona makin berteriak-teriak frustasi.

“Heii..diam!!” seru siwon. Sambil membekap mulut Yoona. agar bibi dan paman tidak mendengar dan tidak curiga pada mereka.

“He-eem..hemm..” yoona masih terus berusa teriak. Siwon melepaskna tangannya dari mulut YoonA.

“Kau tidak melihat apapunkan dari tubuhku?” Tanya yoona khawatir.

Siwon melongo tidak percaya dengan pertanyaan yoona. “Inginnya sih melihat lebih.” Canda siwon.” Tapi aku hanya melihat kaki jenjangmu dan leher panjangmu serta ketiakmu!”

“Mwo??” pekik yoona.

“Aiishh,, kau ini!” siwon menjitak pelan kepala yoona. “Aku inikan calon suamimu. Dan tentu aku akan ingin melihat yang lebih dari itu. kau ini bagaimana?”

Yoona tersenyum malu. Dan menutup wajahnya dengan selimut.

“Yahh.. ayolah, aku masih belum mangantuk.” Siwon menarik-narik selimut yoona.

“Aku sudah mengantuk, mau tidur!” yoona mencengkram selimutnya kuat kuat.

“Ah..tidak asik ya sudah. Tidur sana!” siwon menghentikan menarik selimut yoona dan bersikap marah pada yoona dan posisi tidurnya memunggungi yoona.

Yoona membuka selimut yang menutupi wajahnya. Dan melirik siwon yang memunggunginya.

“Siwon oppa??” panggil yoona.

Siwon tidak menjawab.

“Chagi-ah… kau sudah tidur?” Tanya yoona.

Siwon juga tidak merespon.

Yoona mendekatkan dirinya kesiwon, lalu memeluk tubuh siwon dari belakang seperti guling. Siwon membuka matanya tersenyum puas mendapati yoona yang memeluknya. Tapi lama-kelamaan ia merasa mengantuk juga. Ia memutar balik tubuhnya menghadap yoona tangannya memegangi tangan yoona yang memeluk pinggangnya, lalu ia juga memeluk yoona. Dan mereka terlelap bersama dalam rasa kantuk yang telah menghampiri.

 

~***~

 

Yoona berlutut ditanah kering meletakan bunga mawar putih kesukaan ibunya diatas pusara makam ibunya. Lalu ia meletakan dua botol soju didekat mawar itu dan juga foto sang ayah diletakan di samping foto ibunya yang sudah mulai kusam diatas pusara. Siwon yang berdiri disamping yoona setia menunggu yoona menyelesaikan ritualnya menjenguk ibunya.

“Omma, apa kabar? Maaf aku baru datang mengunjungimu.. apa kau sudah bertemu dengan appa yang berengsek itu?” yoona mulai berbicara pada foto seohyun, ibunya. Seakan foto itu hidup dan mendengarkan ucapannya. “Ku harap kau memukul kepala appa. Tapi jangan marah pada appa ya?” lanjut Yoona.

Lalu dia terdiam sesaat.

Yoona tersenyum sambil memandangi foto ayah dan ibunya. “Appa.. eomma.. sebentar lagi aku akan menikah. Apakah aku sudah boleh menikah? Aku akan menikah dengan Siwon oppa.. dia ada disini, kau melihatnya? Dia memang biasa-biasa saja, tapi aku mencintainya dan dia juga mencintaiku.” Ucap yoona.

Siwon yang mendengar ucapan yoona tentang dirinya yang biasa-biasa saja langsung mencibir yoona tanpa yoona ketahui.

“Appa, eomma.. aku sudah bertemu dengan Taeyeon eomma dan Sulli-ah..sekarang hubungan kami juga sudah membaik. Dan segala misteri masa lalu juga sudah terungkap. Appa, eomma… izinkan aku bahagia. Selama ini hidup putrimu ini sangat menderita. Apakah kalian bahagia juga disana? Kalian tahu.. cinta kalian adalah cinta sejati. Tapi kalian tidak menyadarinya..” ucap yoona. tanpa terasa ternyata air matanya sudah mengintip keluar dari kelopak matanya.

Siwon ikut berlutut disamping yoona  memegangi pundak yoona dan berkata. “Paman bibi, kenalkan aku siwon.. aku adalah orang yang mencintai puti anda dengan tulus apa adanya. Apakah aku tampan? Hehehe.. maaf au memang selalu narsis. Paman, bibi izinkan aku membawa yoona kedalam kebahagian yang baru. Restui pernikahan kami nanti.”

Yoona memalingkan wajahnya kewajah siwon dan ia tersenyum melihat wajah siwon yang Nampak serius sekali sambil memandangi foto kedua orang tua yoona.

“Ayoo kita pulang…” ajak yoona sambil berdiri.

Siwon ikut berdiri, untuk terakhir kalinya sebelum mereka meninggalkan makam itu mereka memandangi makam itu dengan saksama dan akhirnya mereka pergi bersama meninggalkan makam itu.

 

~***~

 

Hari ini pun tiba. Hari  yang sangat ditunggu-tunggu oleh yoona dan siwon. Hari ini adalah hari pernikahan untuk yoona dan siwon dilaksanakan. Pernikahan mereka dilaksanakan di Taman namsan dekat namsan tower, tema pernikahan mereka ada pesta kebon penuh dengan warna putih hijau dan mpink dari warna bunga-bunga hiasan disekitar taman.

Sulli berlari-lari  mengenakan gaun berwarna putih selutut bersama minho mengikuti dibelakangnya yang mengenakan taxedo hitam, ditangan sulii ia menggenggam kamera SLR. Ia tersenyum begitu melihat pintu yang ingin ia tuju sudah didepan mata. Dengan perlahan Sulli membuka pintu tersebut.

“Astaga eonni!! Ini kau?” Ucap sulli terkejut begitu ia masuk kedalam ruangan tersebut, ia melihat Yoona yang sudah memakai  gaun pengantin dan make—up natural yang mempercantik dirinya.

“Apa ini pantas untukku?” Tanya yoona sambil berkali-kali bercermin.

“Ini sangat cantik dikenakan olehmu eonni!” ucap Sulli dengan yakin. “Dari dulu eonniku memang cantik tapi sekarang kau lebih cantik lagi.” Puji sulli.

Tiba-tiba pintu ruangan terbuka lagi. Ternyata itu Taeyeon yang mau melihat yoona juga.

“Apa sudah siap?” Tanya taeyeon menghampiri Yoona.

Yoona memanggutkan kepala.

“Ahh..mari kita foto..” seru Sulli puny aide. “Minho oppa tolong fotokan kami ya.. yang bagus!” sulli menyerahkan kamera slr na ke minho.

“Iya..baiklah..” ucap minho males-malesan. Tapi mau juga untuk memfotokan mereka.

Sulli, yoona dan taeyeon berdiri bersampingan dan menebar senyum bahagia mereka.

“Siap ya.. Hana.. tul.. sett..” ucap Minho lalu mengambil gambarnya.

“Sudah?” Tanya sulli menghampiri minho untuk melihat gambar pada kamera itu. “Wahh.. bagus, kita bertiga sangat cantik..hihihi.”

“Kau cantiknya ketiga difoto itu!” cetus minho.

“Apa maksudmu,hah?” omel Sull.

“Kau jelek..!!” ledek Minho lalu ia berjalan keluar meninggalkan sulli.

“Ya!!! Kim Minho!!! Awas ya kau!!!” ancam sulli sambil menunjukan tinjunya pada minho yang terus berjalan tidak peduli.

“Kalian ini.. sudah, ini adalah hari bahagia untuk Yoona. maka kita juga harus bahagia.” Ucap taeyeon menasehati Sulli.

“Iya..mianhae..”

“Ayoo yoona kita keluar siwon sudah menunggumu di altar.” Taeyeon menuntun lengan yoona untuk mengajaknya keluar.

“Eomma…bolehkah aku memanggilmu dengan sebutan eomma lagi?” Tanya yoona menghentikan langkah mereka.

Taeyeon tersenyum dan memanggutkan kepala. Yoona langsung menghabur memeluk taeyeon

Sulli hanya memandang ibu dan kakaknya dalam haru.

“Sudah-sudah, nanti bisa-bisa aku akan menangis melihat adegan ini.” Ucap suli lalu memisah pelukan yoona dan taeyeon.

Tangan kanan yoona diampit lengan taeyeon dan tangan kirinya diampit oleh sulli. Mereka menuntun yoona menuju tempat acara.

Taeyeon dan sulli menyerahkan yoona pada paman yang selama ini merawat yoona. dia akan menjadi wali yoona. paman menggait tangan yoona. menuju altar.

Yoona berjalan dikarpet merah panjang yang akan membawanya ke dampingan siwon yang telah menunggunya diatas altar bersama pastur yang akan menikahi mereka. Yoona menjajahkan matanya. Ia melihat bibi tersenyum padanya, lalu ia melihat kangin dan minho yang juga member senyum tulus padanya. Lalu taeyeon dan sulli yang juga tersenyum bahagia untuk yoona. dan disana juga ada yunho yang duduk dengan seorang gadis cantik berperawakan tinggi melambaikan tangan dan tersnyum. Dan ketika sebentar lagi yoona akan sampai altar tiba-tiba ia melihat Amber ikut duduk diantara tamu undangan. Ia melihat Amber memberikan  dua jempolnya kepada yoona dan tersenyum. Ingin rasanya saat itu ia berlari memeluk amber yang sudah lama tak ia lihat. Tapi begitu ia melihat kearah lain berdiri ayah dan ibunya sambil melambaikan tangan mereka dan member senyum terbaik mereka. Dan terdengar suara ibunya yang member semangat untuknya ‘Yoona-ah.. selamat menempuh hidup baru, semoga kau bahagia.”

Mata Yoona sampai berkaca-kaca rasanya ia benar-benar sangat bahagia kali ini semua orang yang ia sayangi berkumpul disini untuk menyaksikan pernikahan dia dan siwon. Sampai –sampai yoona tidak sadar bahwa ia sudah tiba di depan altar dan siwon telah mengulurkan tangan kanannya untuk membimbing yoona naik keatas altar.

“Ayoo nak..” ucap paman.

Yoona tersenyum lalu menatap wajah siwon. Ia menyerahkan tangannya kepada siwon. Dan siwon menggaitnya untuk naik keatas altas bersama menghadap pastur.

“Apakah kalian sudah siap lahir dan batin?” Tanya sang pastur.

“Iya kami sudah siap lahir dan batin.” Jawab yoona dan siwon mantap.

Lalu mereka mengambil janji suci untuk selamanya atas nama tuhan memalui pastur dan disaksikan ratusan tamu undangan. Dan secara resmi mereka telah sah menikah dan telah terjalin ikatan suci.

“Saranghae!!” ucap siwon sambil memegang tangan yoona dan memasukan cincin kejari yoona.

“nado saranghae..” jawab yoona dan juga memasukan cincin kejari manis siwon.

Lalu siwon menarik tubuh yoona dan mencium bibir yoona dengan sangat lembut. dan semua tamu bertepuk tangan bahagia melihat betapa romantic dan bahagianya pasangan didepan altar tersebut.

 

Di dunia ini hidup seperti halnya sebuah puzzle… dimana hidup bentuknya sudah ditentukan oleh takdir. Dan hidup juga bagaikan serpihan puzzle yang menjadi teka-teki. Disaat puzzle itu di hancurkan maka akan ada yang hilang, akan ada yang sedih dan aka nada yang bingung. Tapi sesungguhnya kita harus segera menyelesaikan puzzle-puzzle tersebut agar kita tahu akan jadi seperti apa nantinya. Dan pasti jika puzzle itu telah selesai pasti akan ada kebahagian yang siap menanti. Dan itulah takdir. Sesuangguhnya kita bisa merubah takdir asal kita mau bangkit dari ketepurukan hidup kita.

 

 

^_^~HAPPY ENDING~~ ^_^

 

Note : Anyeong *lambai-lambai tangan* akhirnya setelah melewati kisah Yoonwon yang berbelit belit di part-part sebelumnya, cerita ini pun tamat juga :”) terimakasih untuk reader yang sudah setia mengikuti FF ini dari part.1 sampai part 10 / ending ini. Dan maaf ff kemarin tercipta banyak typo😀 soalnya aku buru-buru ketiknya dan gak editing lagi, abis udah sibuk sendiri ngurusin SMTown.. dan maafkan ulanChoi, yang tak bisa melihat YoonWon moment dengan mata kepala sendiri dan malah melihat yoona dengan shipper yang lain dan siwon juga dengan shipper yang lain T_T dengan mataku sendiri—‘’ semoga FF ini endingnya bisa diterima ya dan menghibur kalian… heemm niatnya aku mau bikin edisi khusus honeymoon nya yoonwon.. tapi gimana ya??wkwkwk.. :Daku ga bisa bikin ff NC!! –“ jadi gimana nih.. mau bikin edisi honeymoon-nya atau tidak?? Kasih saran dan komentarnya ya… oh,iya jangan lupa baca ff oneshotku yang diterbitin bareng ff ini ya..!!! ^_^ Yg mau berteman dengan aku dan cerita-cerita seru soal suju,snsd, shinee dan khususnya siwonyoona bisa follow aku di @lovelyulan kamsahamnida!!! Bye-bye!!

Tinggalkan komentar

169 Komentar

  1. Azrila

     /  Maret 7, 2015

    Bgus banget keren thor,,,

    Balas
  2. sdhifakhri

     /  Maret 21, 2015

    Happy ending! Terharu bgt sama endingnya, jadi keinget sama amber, appa dan eomma nya yoona. Selamat yoonwon! Selamat menempuh hidup baru, semoga bahagia:)

    Balas
  3. Yeay… Happy Ending🙂 Terharu bacanya Thor😥 Oh… Ternyata gitu toh perjalanan masa lalunya Keluarganya Yoona… ^0^ Bagus Thor!😉

    Balas
  4. Zhahra

     /  Mei 11, 2015

    Huuuuuuuuaaaaah, setelah melalui jalan yang sangaaaaaaat berliku liku akhirnya yoonwon bersatu dalam ikatan pernikahan
    bahagia karna semua masalah sudah di selesaikan dengan baik
    dan gag ada lgi yang tersakiti
    semoga klian akan selalu bahagia selamanya
    sampai maut memisahkan

    Balas
  5. Akhirnya happy ending🙂

    Balas
  6. paris

     /  November 18, 2015

    Akhirnyaaaa siwon sama yoona nikah juga🙂 semoga mereka selalu bahagia.. dan semoga ini menjdi awal dari kebhgiaan mereka bersama anak2 mereka kelak yeeee happy end

    Balas
  7. Sarah aulia

     /  April 18, 2016

    Waw…keren eoni…
    Mewek aku bacanya…banyak* bikin FF yoonwonnya ya eoni…
    Hhehe:D:D

    Balas

United, Leave a Coment Here

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: