[FF] Pieces of My Love (Chapter 2)

PIECES OF MY LOVE

Author             : Syari ( Shandysyari@yahoo.co.id )

Genre              : Sad, family (padahal dalam ceritanya belum jadi sebuah keluarga)

Main cast         : Im Yoon ah   →  Yoona

Choi Siwon   →  Siwon

                         Lauren            →  Im Thie ara / Choi Thie ara ( anak yoonwon ) panggilannya ARA (gak tau nie author suka banget sama nama Tiara)

Cast lain          : SUPER GENERATION COUPLE ( Leethuk*Taeyon, Donghae*Jessica, Kyuhyun*Seohyun, Yesung*Yuri, Heechul*Tiffany, Enhyuk*Hyoyeon, Sungmin*Sunny, Reywook*Sooyoung )

Im Seolung ( Ayah Yoona )

Im Min Young aslinya Park min young ( Kakak Yoona )

Lee Min hoo ( suami min young )

Keluarga CHOI ( dari keluarha Choi siwon )

Park Nari ( Ajhuma yang menolong yoona )

Park Shindong ( suami Park nari )

Suzy ( teman yoona )

 

Siwon POV

Kelihatannya yoona sangat lelah, aku kasihan melihatnya jadi aku biarkan dia tidur. Mungkin dia terlalu lelah karena semalam.

‘akhhhhhhhh….apa yang aku pikirkan’, runtukku.

Lebih baik aku juga tidur.

 

 

2 bulan kemudian

 

Author POV

Suatu hari Min young marah sama Yoona karena Yoona tidak mengucapkan selamat ulang tahun pada Min young yang bertepatan tanggal 4 maret.

Yoona pulang dari kuliah, dan melihat unnie nya di sofa ruang tamu sedang membaca majalah.

“ ahhhhhhh lelah sekali, unnie bisakah unnie membuatkanku jus strawberry, aku haus,haus,haus, dan haus”.yang di ajak bicara tak bergeming sama sekali. Yoona terdiam sebentar, “kenapa unnie tak menjawab pertanyanku,apa dia marah dengan ku,tapi salah apa” ucap Yoona dala hati.

Yoona pun mendekati Min young dan bergelayut manja di tangan unnie nya itu. “ unnie, apa unnie marah padaku?? Kenapa unnie tak menjawab pertanyaanku?”

“….”. Min young masih diam

“Aishh unnie,kenapa masih diam,katakana apa salahku”,ucap yoona sambil memperlihatkan puppy eyes nya.

“hahhhhhhhh…..aku marah padamu,karena kau melupakan sesuatu yang penting dari hidupku”,kata Min young kesal

Yoona berfikir sejenak tapi tak kunjung terpikir di otaknya, karena tidak tahu akhirnya dia meyerah,” apa itu unnie???”

Min young yang kesal akhirnya memberitahunya,”yahh Im Yoon ah sekarang tanggal berapa,apa kau tak tahu ini tanggal berapa dan bulan apa!!!!!”

“ini tanggal 4,bulan april ,memangnya ada apa unnie???”,Tanya yoonna bingung

“akhhh!!!!!!!kau memang menyebalkan Yoona,hari ini hari ulang tahunku,kenapa kamu sampai lupa,padahal kau adikku sendiri,hahhhh”,Min young yang kesal langsung meninggalkan Yoona di ruang tamu sendirian.

“omo…..kenapa aku sampai lupa,Yoona babo”.runtukknya. yoona pun segera mengejar unnienya ke kamar.

“unnie…ma’afkan aku,mian aku lupa hari bersejarah dalam hidupmu,mian mian mian unnie,unnie mau kan mema’afkanku”mohon Yoona.

“ok, kali ini aku ma’afkan”

“gomawo unnie ku sayang”

“eitsssssss,tidak semudah itu”

“maksud unnie???”

“kenapa adikku babo sekali,mana kado untukku!”kata Min young sambil menjulurkan tangannya ke Yoona.

“Haishhh,aku kan lupa unnie,apa unnie lupa,sekarang siapa yang lupa”.

“hehehe,,iya iya,tapi setidaknya kau memberikan do’a untukku Yoong”

“ok,ok…..aku do’a kan semoga unnie ku panjang umur,diberikan kesehatan selalu,tambah cantik,tambah disayang Min hoo oppa,dan semoga di rumah ini cepet ada bayi”

“amin….mwo???bayi???bayi siapa young???tanya Min young mengerutkan dahi.

“tentu saja bayi unnie dan Min hoo Oppa, mana mungkin bayi ku,aku kan belum menikah”

“owgh…aku unnie kira bayimu,hehehehe…..gomawo yoong atas do’amu”, sambil memeluk Yoona

DEG!

Yoona tidak tahu kenapa akhir-akhir ini hatinya tidak enak

“sama-sama unnie,asalkan unnie bahagia”,sambil melepaskan pelukannya.”sekarang aku mandi,daaaaaa unnie”lanjutnya.

 

Yoona POV

“Hahhhh melelahkan sekali hari ini,kenapa aku bisa lupa hari ulang tahun unnie ku,padahal sebelum sebelumnya aku selalu ingat,dan orang yang pertama mengucapkan aku,kenapa kali ini aku bisa lupa,dasar Yoona babo,….akhhhh mungkin karena akhir akhir ini aku sibuk dengan kegiatan kuliahku”,keluhku dalam hati.

Aku pun berjalan menuju ke kamar mandi untuk membersihkan badanku,entah kenapa badanku akhir-akhir ini terasa lelah sekali.Tapi saat aku berjalan menuju kamar mandi,tanganku tidak sengaja menyenggol kalender kecil yang biasa aku letakkan di meja samping tempat tidur terjatuh,aku pun mengambilnya,saat aku mengambilnya aku melihat kalenderku bersih tanpa ada coretan pulpen,biasanya aku selalu melingkari tanggal dimana aku dating bulan setiap bulannya.Setelah itu aku menyadari bahwa aku sudah 2 bulan ini aku tidak dating bulan.

DEG!

Aku langsung mengingat kejadian 2 bulan yang lalu.Ya Tuhan semoga tidak terjadi.semoga aku baik-baik saja.”Im yoon ah semuanya akan baik-baik saja,tidak mungkin itu terjadi,kau hanya melakukannya sekali,jadi tenang saja itu tidak mungkin terjadi,ok”,ucapku untuk menenangkan hatiku ,dan segera ku singkirkan pikiran – pikiran buruk yang ada di otakku.

Author POV

Jam sudah menunjukkan jam 23.00 KST,tapi Yoona belum juga menutup matanya,pikiran melayang-layang entah kenapa.Rasa takut,resah,gelisah bercampur jadi satu di hatinya.

“ekhhhhhhhmmm….kenapa pikiran itu masih ada di otakku,pergilah pergilah pergilah dari otakku”,keluhnya sambil menutup matanya dengan guling.

Tapi percuma saja, hasilnya nihil.

“aaaaaaaaaaaaaaaahhhhhhhhhhhh………….”jeritnya.

“hahhh,lebih baik aku membuktikannya,tapi aku takut,ok Yoona kamu harus berani”,ucapnya dalam hati penuh semangat dan mengepalkan tangannya.

Yoona pergi ke apotek terdekat membeli alat untuk membuktikan semua pikiran yang ada di pikirannya.Tak berapa lama dia sampai di apotek.

“unnie,apakah disini menjual alat test kehamilan”,katanya sedikit berbisik kepada pelayan apotek tersebut.

“Iya,anda membutuhkan berapa?”

“maksud unnie?”Tanya Yoona karena heran,kenapa di Tanya “membutuhkan berapa”.
“maksud saya anda mau beli testpack berapa buah,biasanya ibu-ibu hamil membeli lebih dari 1 untuk membuktikan kepastiannya”,terang pelayan apotek.

“owghh…saya beli 2 saja unnie”

Tidak lama kemudian pelayan apotek membawa pesanan yoona.

“semuanya 8.000 won”, kata pelayan apotek.

“Ne,Khamsahamida unnie,ohh iya bagaimana cara mengetahui hamil tidaknya,bisakah unnie menjelaskannya?”

“apabila anda terbukti hamil,maka ada 2 garis merah di alat itu,dan itu di nyataka positif hamil”,terang sang pelayan.

“owgh begitu,sekali lagi terima kasih,annyeong”,pamit yoona sambil membungkukkan sedikit badannya.

Tidak membutuhkan waktu yang lama untuk yoona kembali ke rumah.

 

Yonna POV

“aku harus segera membuktikannya”kata yoona dalam hati.

Setelah sampai dikamar mandi aku langsung membuktikannya.setelah itu aku menunggu 10 menit.10 menit pun berjalan.aku mengambil testpack itu,aku sudah tidak sabar melihat hasilnya,tapi aku takut pada kenyataan apabila semua itu terjadi.

“ya Tuhan semoga semuanya baik-baik saja”,do’aku sebelum melihat hasilnya.

 Akan tetapi semua sia-sia,do’aku tidak terkabulkan,alat tersebut memperlihatnya 2 garis merah,dan itu artinya positif hamil.aku masih tidak percaya,semua itu tidak mungkin terjadi.aku pun mengambil testpack yang kedua untuk membuktikannya.setelah aku test lagi ternyata hasilnya sama.seketika badanku lemas, dan aku hanya bisa menangis.

“ya Tuhan apa salahku,hingga kau buat takdir ini,aku takut,Appa pasti akan marah besar,aku tak mungkin membunuhnya kan?sekarang hanya engkau yang bisa membantuku,hanya 1 permintaanku,semoga siwon oppa mau bertanggung jawab.”do’aku dalam tangis.

Lama aku menangis sampai akhirnya aku tertidur di lantai.

Author POV

Sang mentari sudah menampakkan cahayanya,di lain tempat sudah ada perempuan yang sudah rapi.perempuan itu yang tak lain adalah Im yoon ah.Dia memutuskan ke Rumah sakit untuk membuktikannya lagi.dia masih tidak percaya akan takdirnya ini.

Setelah sampai Rumah sakit, Yoona mengisi formulir rumah sakit untuk memeriksakan dirinya.Yoona yang sedang duduk diam di kursi duduk rumah sakit di kagetkan seorang suster yang memanggil namanya.

“Ny.Im yoon ah,,,sekarang giliran anda”,seru suster.

“aa aa ah….Ne”,jawab yoona ketakutan.

Setelah itu Yoona memasuki ruang periksa,yoona di periksa oleh Dr.Baek seuong jo.setelah di periksa Yoona duduk di kursi yang sudah di sediakan.

“bagaiman Dok keadaan saya?”,Tanya yoona panic

“anda tidak perlu kuatir nyonya,anda baik-baik saja” kata dr. singkat

“akhh ….berarti alatnya yang salah test”

“hmmm,,,apa yang anda bicarakan nyonya”Tanya dr. heran

“ohh,,ani bukan apa-apa dok”

“owh begitu,,,keadaan anda baik-baik saja,tetapi anda salah masuk ke tempat ini nyonya,seharusnya anda memeriksakannya ke dr. kandungan”.

“mwo,…??mksd dr. apa??

“selamat Nyonya,sebentar lagi anda akan menjadi seorang ibu,anda tengah hamil 2 bulan”,terang dr.

Terasa disambar petir berpuluh puluh kali.,ternyata testpack itu benar.Yoona hanya bisa diam menunduk.Dia tidak tahu apa yang harus dilakukannya.pikirannya kalut.sang dr.pun heran,akhirnya memanggil Yoona.

“Nyonya…apakah anda baik-baik saja”,seru sang dr.

Yoona yang tadinya diam pun kaget,”ahh Ne dr. aku baik-baik saja,gomawo atas pemeriksaannya,annyeong”.kata yoona pamit.

“ne sama-sama nyonya”

Yoona POV

Setelah keluar dari rumah sakit, aku bingung, apa yang harus aku lakukan???

“Apa aku harus bilang pada Appa? Appa pasti akan sangat marah mengetahui kondisiku hamil diluar nikah, aku tak ingin mengecewakan Appa.Apa aku harus menggugurkan kandungan ini, tapi itu tidak mungkin, ini anakku, aku tak mungkin membunuh anakku sendiri, ia tak salah.atau aku minta petanggung jawaban dari siwon oppa?aku bingung.” Pikiran itu berkecamuk dalam otakku.

Aku terus berjalan menelusuri jalanan, aku tidak tahu aku pergi kemana. Sampai akhirnya aku berhenti disebuah taman dekat sebuah komplek. Aku memilih duduk di kursi kayu yang di sediakn di taman tersebut. Aku terus diam berfikir tentang apa yang harus aku lakukan.aku bingung sampai akhirnya aku memutuskan untuk membicarakannya pada siwon oppa. Iya siwon oppa dia harus tahu dan bertanggung jawab.

Semenit kemudian aku mengirim sms ke siwon oppa.

To        : simbaku

“oppa mianhe mengganggu waktumu, apakah oppa bisa temui aku di taman komplek XXX sekarang”.

Setelah sekitar 30 menit aku menunggu, akhirnya siwon oppa datang.Siwon oppa pun menghampiriku.

“ada apa young kau menyuruhku kesini”, katanya sambil mengelus rambutku.

“oppa…”kataku lirih.

“emmm..Ne…..”

“ada yang harus aku bicarakan pada oppa”

“apa itu?”

“….” Aku terdiam, takut mengatakannya.

“yoong???apa yang ingin kau bicrakan,jangan membuatku penasaran,ayolah”

“oppa…?”

“Ne”

“a a a aku….”

“iya AKU kenapa???”

“ aku HAMIL…hiks hiks hiks hiks”,kataku yang tak bisa membendung air mataku.

“MWO????HAMIL???? kata siwon oppa yang berhasil membilatkan matanya sempurna karena tak percaya.”kau hamil?anak siapa yoong?” Lanjutnya.

Aku tak percaya dengan kata-kata terakhir siwon oppa, kenapa dia bertanya anak siapa. Apakah dia berfikir aku pernah melakukannya dengan banyak orang.aku sakit mendengar siwon oppa bertanya seperti itu.

“kenapa oppa Tanya seperti itu hah !!” kataku kesal.

“truz aku harus bertanya seperti apa yoong?? Apakah aku harus bertanya, apakah itu anakku yoong??itu tidak mungkin.”

“apanya yang tidak mungkin, ini memang anakmu oppa”

“hahhh tidak mungkin yoong, jangan bercanda”

“aku tidak bercanda oppa, apakah ada raut diwajahku untuk bercanda”

“tapi kita melakukannya hanya sekali yoong, itu tidak mungkin terjadi”

“tapi kenyataannya seperti ini oppa”

Aku dan siwon oppa terdiam,suasana menjadi hening. Tak berapa lama suasana berubah ketika siwon oppa berbicara lagi.

“gugurkan saja yoong”,katanya datar.

Hatiku bagaikan di tusuk ribuan jarum ketika siwon oppa mengatakan itu.

“apa yang oppa katakana?”

‘aku bilang gugurkan, apa kau sekarang tuli’

‘tidak oppa’

‘kenapa tidak, apa kau mau melahirkan tanpa seorang ayah, kalau itu mau mu terserah’

‘kenapa oppa berkata seperti itu’

‘memangnya kamu mengaharapkan apa yang aku katakana, apakah aku harus mengatakan ,kau tenang saja yoong aku akan bertanggung jawab dan segera menikahimu’

“…..”aku terdiam melihat penuturan siwon oppa.

‘aku tidak mungkin menikahimu yoong,aku masih muda,waktuku masih panjang,aku tak mau membuang waktu mudaku untuk mengurus anak istri,dan kalau sampai orang tuaku tahu masalah ini,aku bisa di buang dari keluargaku bahkan mati,aku tidak mau itu terjadi’, terang siwon oppa.

‘kau pun tahu itu kan oppa, salah satu dari semua itu pasti akan terjadi padaku, apakah oppa tidak memikirkanku dan anak yang sedang aku kandung,hahhh!’

‘sekarang pilihan ada di tanganmu yoong,dan aku….”

Siwon oppa tidak melanjutkan kata-katanya.’AKU apa oppa….?’

‘aku juga tidak yakin jika yang kau kandung itu anakku’

‘haaaaaaaaa??kenapa oppa mengatakan seperti itu, apakah oppa menganggapku memanfa’atkan oppa dan keluarga oppa yang kaya itu dengan jalan ini, memang benar aku dari keluarga miskin, tapi aku tak menyangka ternyata oppa memandangku serendah itu, itu tidak mungkin aku lakukan’,terangku panjang lebar dan menahan tangis.

‘di dunia ini tidak ada yang tidak mungkin’

Aku pergi meninggalkan siwon oppa,aku sakit hati dengan kata-katanya. Aku tidak percaya siwon oppa tega melakukannya padaku.

 

Siwon POV

‘Aku masih tidak percaya dengan pernyataan yoona barusan. Itu tidak mungkin terjadi, aku hanya melakukannya sekali,itu tidak mungkin,tidak mungkin,akhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh………….kenapa semuanya jadi seperti ini,atau mungkin saja yoona menjebakku,tapi yoona tidak seperti itu,tapi siapa tahu,di dunia ini tidak ada yang tidak mungkin,,yaaaa benar tidak ada yang tidak mungkin’, runtukku sendiri.setelah itu aku pun pergi meninggalkan taman itu.

 

Author POV

Telah jauh yoona menapaki jalan,tanpa dia sadari dia sudah sampai di sepan rumahya yang sederhana.yoona berjalan menuju pintu, belum sempat dia mengetuk pintu, pintu sudah terbuka, yang tak lain di buak oleh Min young.

“omo………. yoona,kau habis darimana, kau tidak lihat ini jam berapa, kau membuat kita khawatir”.kata min young dengan nada sedikit kers

‘chagi tidak usah marah-marah,tanyakan baik-baik pada yoona’timpal min ho yang tak lain kakak ipar dari yoona.

‘kau habis darimana yoong, kenapa jam 01.30 kau baru pulang, kau membuat unnie dan appamu khawatir’, kata min ho lembut.

Yang ditanya hanya diam menunduk menyembunyikan wajahkan.

‘yoona, apa kau tuli, kita semua bertanya padamu…’

Yoona pun mengangkat wajahnya menatap unnie nya.seketika min young kaget.

‘yoong apa yang terjadi padamu?’tanyanya khawatir karena melihat wajah yoona yang berantakan dan matanya sembab.

‘unnie….hiks hiks’panggilnya sambil menangis.

Setelah itu yoona menatap appa nya,yang dari tadi duduk dikursi menanti penjelasan dari anak bungsunya.

‘appa………’

‘…..’,appa yoona tetap diam karena masih kecewa terhadap sikap yoona.

‘appa ma’afkan anakmu ini, aku tidak bisa jadi anak yang baik untuk Appa, aku mengecewakan appa, mempermalukan appa, aku tidak bisa menjaga diriku sendiri,mian mianhe appa’, kata yoona sambil menangis sesegukan di lutut appanya.

Im seolung yang notabennya sangat menyayangi anak-anaknya pun luluh karena melihat yoona menagis seperti itu.

‘oke, kali ini appa ma’afkan kau pulang selarut ini,dan membuat kita khawatir, tapi lain kali jangan kau ulangi, kasihan unnie mu sangat menghawatirkanmu’

‘bukan itu yang aku maksud appa…hiks hiks hiks’

Semau yang ada disitu terkejut dengan perkataan yoona.

‘maksud kamu apa yoong’, Tanya min young

‘appa, unnie, oppa,,,,,aku…aku…”

‘ne chagi, AKU kenapa…’ kata appa yoona sambil mengelus rambut yoona.

‘aku,,,,aku,aku hamil’

‘mwoooooooooooooooo??????????’, serentak ketiganya.

‘mian appa,unnie, oppa, mian,aku tak….’

Belum sempat yoona melanjutkan kata-katanya,sebuah tamparan keras melayang di pipi mulus yoona.tamparan keras dari appa yoona.namun yoona tak merasakan sakit,yang ia rasakan hanyalah rasa sakit di hatinya, karena membuat kecewa keluarganya.

‘appa mian appa, mian mianhe appa, aku salah’ tangis yoona sambil bersujud dikaki appanya.

‘apa yang kau katakan yoong, janga bercanda itu tidak mungkin, kau belum menikah.’ Sahut min young dengan tangisnya.

‘siapa yang bertanggung jawab tentang ini yoong’, Tanya min hoo dengan hati-hati.

‘…….’ ,yoona tetap diam,ia tak mau mengatakannya,walaupun dikatakan semuanya akan sia-sia, siwon pun tidak mengharapkannya.

‘jawab’, bentak appa yoona.

Tapi yang diberi pertanyaan hanya bisa menangis.

‘ok kalau kau tidak mau menjawab, berarti kau tida tahu siapa ayahnya bukan, hahhhhh,,,,,,,,dasar anak kurang ajar,jangan pernah lagi kau menampakkan wajahmu dihadapanku, pergi dari rumah ini, aku sudah tidak punya anak yang bernama Im yoon ah, kemasi barang-barangmu dan angkat kaki dari rumah ini jangan pernah kembali,camkan itu’, marah appa yoona, appa yoona pun yang sudah tidak sanggup mengalami keadaan ini memilih pergi ke kamar untuk istirahat.

Min young dan Min hoo pun tidak bisa menolong. Semuanya sudah tahu sifat appa nya apabila sudah marah, terlebih lagi min young suda terlanjur kecewa pada yoona. Min ho pun tak bisa melakukan apa-apa karena dia orang baru di keluarga Im.

>>>

Jam menunjukkan pukul 02.00 KST, yoona pun berjalan perlahan-lahan tanpa mengetahui arah kemana, dia bingung harus pergi kemana. Dia tidak mempunyai saudara, sampai akhirnya dia berhenti di sebuah stasiun, kemudian dia membeli karcis dengan asal, karena dia tidak tahu harus pergi kemana lagi.

Tidak lama kemudian kereta berjalan dan berhenti pada tujuannya. Yoona tidak tahu itu di daerah mana, yoona hanya bisa berjalan terus. Pikirannya kosong, menatap hitamnya langit karena sekarang jam menunjukkan 03.45 dia berjalan terus. Secara tidak sengaja yoona menatap satu papan bertuliskan alamat tempat itu, yoona baru menyadari bahwa ia sekarang ada di Mokpo.karena lelah akhirnya yoona duduk di pinngir jalan, perutnya lapar karena dari pagi dia tidak makan apapun, hanya menangis yang yoona lakukan seharian ini. Karena lelah dan lapar akhirnya yoona tertidur.

Di saat fajar mulai menjelang sepasang ajhuma ajhusi berjalan membawa anting berisi bahas makanan yang cukup banyak. Mereka adalah pasangan suami istri keluarga Park, sang suami Park Shindong dan istrinya Park Nari. Mereka bekerja sebagai penjual makanan dikedai pinggir jalan yang mereka sewaa, tak berapa lama sang istri mengeluh kecapekan.

‘uhh…yeobo istirahat sebentar ya??aku capek?’.

‘hahhhhh,aku juga yeobo,duduklah’, titah sang suami.

Mereka duduk di pinggir jalanyang tak jauh dari tempat yoona duduk. Di saat Ny.park celingak celinguk memperhatikan keadaan sekitar,tidak sengaja matanya menangkap sosok manusia yang tergeletak di pinngir jalan yang ia kira mayat di buang.

‘omoo..yeobo ada mayat dibuang’, seru Ny. Nari kepada suaminya.

‘apa yang kau katakana yeobo, mana ada orang membuang mayat di temapt seperti ini’ , bantah tuan shindong.

‘kau tak percaya, ayo ikut aku’, ajak sang istri.

Ny. Park dan suaminya pun berjalan menuju tempat yangdi maksud.

‘ini lihat’, perintah Ny. Nari sambil menunjuk orang yang ia kira mayat.

‘omo,kenapa ada mayat disini’, kaget tuan Shin.’tapi kenapa kalau mayat membawa tas’, lanjut tuan shin yang melihat sekeliling.

Karena berisik , yoona pun mencoba bangun dari tidurnya untuk melihat darimana suara rebut tersebut.

‘omo dia bergerak yeobo’, seru nari.

‘berarti sia bukan mayat, dia hanya tidur’, terang Tuan shin.

Yoona yang sudah bangun pun heran, karena dia merasa dibicaran oleh 2 orang yang ada di hadapannya.

‘sebelumnya mianhe ajhuma ajhusi kalian sedang apa?’ Tanya yoona.

‘mwo….seharusnya kami yang bertanya kau sedang apa disini,dan kenapa kau tidur di pinggir jalan’, kata nari.

‘emh…..aku sedang…..’, yoona tidak tahu harus menjawab apa, karena dia juga tidak tahu apa yang harus dia lakukan.

‘yah…kenapa hanya diam kami bertanya padamu’, seru nari.

Seketika yoona menangis, karena tidak tahu apa yang harus dia lakukan. Dan 2 orang yang ada di hapannya pun heran. Tuan shin yang merasa kasihan pun akhirnya bertanya.

‘kenapa kamu menangis nak, apa kamu ada masalah,bicaralah mungkin kami bisa membantu’

‘ajhusi ajhuma, bisakah kalian membantuku mencari tempat tinggal yang dikontrakan, tapi yang murah, karena kau tidak punya uang banyak’

Setelah mendengar pernyataan yoona Ny. Nari langsung menatap suaminya, mengisyaratkan agar suaminya mengikutinya, yang dijawab anggukan dari suaminya.

‘kau tunggu disini sebentar’, perintah Ny.nari kepada yoona, yoona pun hanya bisa mengangguk.

Setelah sedikit menjauh dari yoona, Ny dan Tuan Park pun berbincang bincang.

‘yeobo aku punya usul,bagaimana kalau dia kita bawa ke rumah,kita kan tidak punya anak,kalau saja anak kita masih hidup , pasti sudah sebesar dia, lagipula kalu di lihat0lihat dia anak yang baik dan juga cantik.bagaimana?’ mohon nari kepada sang suami.

‘ok lah, akupun berfikir begitu yeobo’.

Setelah itu mereka menghampiri yoona.

‘ayo nak kita akan membantumu’, ajak nari yang disambut senyuman oleh yoona ,karena dia senang masih ada orang yang mau membantunya.

Sekotar 10 menit berjalan, mereka bertiga pun sampi di sebuah rumah. Ny nari pun membuka puntu rumah tersebut dan mengajak yoona masuk kedalam. Yoona yang bingung karena diperjalanan tidak ada yang mereka bicarakan pun memberanikan diri bertanya.

 

 

‘mian ajhuma ini rumah siapa”,Tanya yoona heran,karena selama perjalanan mereka bertiga hanya diam.

‘emh perkenalkan Park Nari imnida, dan ini Park shindong suamiku, lalu siapa namamu,. Tanya Nari.ajhuma .

‘Im yoona ah imnida’,jawab yoona menyebutkan namanya.

‘baiklah yoona, sekarang ajhuma akan jelaskan. Ini rumah kami, kamu boleh tinggal disini, karena dirumah ini hanya aku dan suamiku saja yang tinggal, kami tidak mempunyai anak, jadi kamu boleh tinggal disini, bagaimana apa kamu mau’, terang Nari ajhuma.

‘emhhhh….apakah tidak ada rumah kosong yang dikontrakan murah disekitar sini ajhuma’, Tanya yoona.

‘mungkin kalau kita mencari ada, kenapa kamu bertanya seperti itu, apa kamu tidak mau tinggal bersama kami?, jawan ajushi shin.

‘bu..bu..bukan begitu ajushi ajhuma, hanya saja. . . .’, kata-kata yoona terpotong.

‘hanya saja apa ..?’, Tanya ajhuma Nari.

Tinggalkan komentar

98 Komentar

  1. wonppa kau Keterlaluan!!!! tega sekali kau mengatakan itu semua ke yoong eonni,,,kasian bnget yoona eonni udh terusir dari rmah siwon gg mau tnggung jwab!! untung ada ny.park yg baik hati,,,

    Balas
  2. wonppa kau Keterlaluan!!!! tega sekali kau mengatakan itu semua ke yoong eonni,,,kasian bnget yoona eonni udh terusir dari rmah siwon gg mau tnggung jwab!! untung ada tn dan ny.park yg baik hati,,,

    Balas
  3. ko wonppa gitu sich ma yoona eoni
    kn ksihan yoona eonni….

    Balas
  4. Zahra Safa!

     /  Januari 16, 2014

    Aishhh.. wonppa!!! liat aj nnti, pasti nyari-nyari yoon-nni klo gaada_-“

    Balas
  5. any

     /  April 23, 2014

    Kasian yoona, kenapa siwon disini brengsek banget!!! masih tanya lagi itu anaknya siapa huh menyebalkan!!!

    Balas
  6. amalia an

     /  Desember 8, 2014

    Tegax…siwon m’anggap yoona mw menjebakx.bener2 tdk bertanggung jawab. Kasian yoong smpai diusir sma appax.
    Smga siwon nyesal.

    Balas
  7. Ya ampun kesian banget yoona harus menanggung semuax sendirian siwon ternyata jahat bgt sama yoona pe tega ngomong kyk gitu siwon gak berani tanggung jawab, yoona udah diusir dr rimah am appanya lesian kesian semoga yoona kuat buat ngejalani hidupx lanjut ya tor penasaran nih

    Balas
  8. Hulda Nited

     /  April 24, 2015

    Aku baca part ini mau cabik-cabik siwon…gampang banget dia bilang gitu ke yoona…next

    Balas

United, Leave a Coment Here

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: