[FF] Y Saranghae (Chapter 2)

Annyeong United….kyaa aku comeback nih aku bawa chapter 2.

Oh yah kemarin banyak yang tanya kenapa harus Donghae yang main di ff ini. Terus, kenapa Siwon ninggalin Yoona dan kenapa ff ini sedih dan bikin galau united. Aku jawab yah united.

Kenapa aku pake cast Donghae di ff ini? Karena aku merasa Donghae lah yang paling cocok untuk memerankan karakter di ff ini, gak tahu kenapa aku sreknya ke Donghae gak ke Kibum, Kyuhyun atau yang lainnya. Kedua, kenapa Siwon ninggalin Yoona? jawabannya nanti juga akan terjawab, dan pertanyaan yang paling banyak masuk ke inbox ku adalah kenapa ceritanya sedih terus bikin galau?

Jawabannya, yah inilah yang ada dalam pikiran ku, aku ingin menyuguhkan sesuatu yang sedikit berbeda dari ff-ff ku sebelumnya, mungkin agak sedikit galau atau nyesek gitu bacanya. Tapi apa boleh buat, cerita di ff ini memang gini.

Bagi yang tidak suka Yoonhae, aku memaklumi. Lagian aku juga gak suka ma Yoonhae, tapi sebagai author tugas ku adalah menyuguhkan ff kepada readers sekalian.

Oke deh, itu beberapa pertanyaan yang sudah aku jawab. Bagi yang ingin bertanya monggo sms aja ke nomer ku, oh yah saran-saran dari united semua aku sangat menerimanya, dan lagi di pertimbangkan.

Happy Reading United RCL yoh….

 

[FF] Y Saranghae (Chapter 2 – Hate U Love U)

Title : Y Saranghae

Type : Sequel

Author : Choi Hyun Mi/Twitter: @Nita_Rahayu22

Main Cast :

  • Choi Siwon (Super Junior)
  • Im Yoon Ah (SNSD)
  • Lee Donghae (Super Junior)

Other Cast :

  • Kwon Yuri (SNSD)
  • Cho Kyuhyun (Super Junior)
  • Etc……

Genre: Romance , Sad, School

Rating : PG 15+

Jika aku peri, akan ku ubah semua yang ada di bumi ini menjadi apa yang ku inginkan.

Jika aku bersayap, aku akan terbang jauh mengelilingi dunia yang indah ini dan mencari tempat yang tenang untuk kehidupan ku.

Jika aku punya mesin waktu, aku akan kembali pada saat aku tersenyum bersama mu, dan

Jika aku punya cermin ajaib, aku ingin melihat seperti apa masa depan ku tanpa diri mu.

 

Y Saranghae

 

Im Yoona berdiri di tengah-tengah lapangan basket, tatapan matanya begitu sendu dan kosong menatap bayangan dirinya yang hitam.

“Ayo kejar aku….ayo rebut bola dari ku Yoona”

Suara itu masih terdengar jelas ditelinga Im Yoona, suara seorang namja yang di cintainya saat sedang mendribble bola basket. Yoona menarik nafas berat berusaha menahan buliran air matanya yang siap turun membasahi kedua pipinya.

“Aku membenci mu Choi Siwon, aku membenci mu”

Kata-kata penuh kebenciaan itu akhirnya meluncur dari bibir mungilnya, Yoona mengepalkan kedua tangannya geram saat mengingat janji-janji manis yang terlontar dari bibir laki-laki bernama Choi Siwon.

Yoona memutar badannya lalu kembali melangkahkan kakinya gontai, tanpa dia sadari sepasang mata dari tadi terus memperhatikannya. “Haruskan aku bilang pada Yoona yang sebenarnya?” gumam Changmin terlihat bimbang.

~~

Donghae menuntun tangan ibunya untuk keluar dari bis “Hati-hati bu…” Ny Lee hanya tersenyum melihat putra kesayangannya ini begitu melindunginya.

“Donghae-ahh, apa kau lapar?” tanya Ny Lee ketika sudah duduk di halte bis untuk beristirahat sejenak.

Donghae menganggukan kepalanya “Ne Eomma, aku lapar bagaimana kalau kita makan dulu”

“Arraseo, kajja kita cari tempat makan” Donghae tersenyum lalu ikut berdiri. “Kajja Eomma” ajak Donghae sambil merangkul pundak ibunya. Ny Lee tersenyum lalu mereka berdua pun melangkahkan kaki untuk mencari tempat makan.

~~

Yoona sama sekali tak memperhatikan guru yang sedang menjelaskan materi pelajaran matematika, dia sibuk dengan pikirannya sambil menatap keluar melalui jendela yang ada di sampingnya. Tak hanya Yoona yang tak memperhatikan guru yang sedang bercuap-cuap ria di depan kelas, tapi hampir semua murid yang ada di kelas tersebut tidak memperhatikannya. Jelas, ini sudah pukul 2 siang di tambah cuaca yang begitu panas di luar sehingga menyebabkan semua murid hampir menenggelamkan kepala mereka di atas tas untuk tertidur.

Ding….Dong…..Ding…….Dong…………

Bel meraung seakan membuat konsentrasi yang sudah tak fokus semakin membuyar karena suara itu, semua murid segera memasukan buku-buku yang tadi menjadi alas kepala mereka ke dalam tas dan segera mengemasi buku-bukunya agar tidak tertinggal. Namun Yoona masih asik dengan lamunannya sendiri, seakan bunyi bel yang meraung keras di tambah kegaduhan kelasnya tak membuyarkan sedikit pun lamunannya.

“Anak-anak, kerjakan tugas halaman 113 sampai dengan 120 dan minggu depan segera kumpulkan mengerti” tegas BoA Songsaengnim yang membuat semua murid menghela nafas berat.

“Yah tugas lagi-tugas lagi, apa guru itu tidak bosan terus memberi kita tugas” gerutu Eunhyuk mencibir BoA Songsaengnim yang sudah meninggalkan kelas.

“Kalau kau tidak mau ada tugas sebaiknya jangan sekolah saja” sahut Kyuhyun yang sedang bermain game dengan PSP kesayangannya.

“Cihhh diam kau evil, aku tahu kau itu jago matematika tapi kau tidak usah menyombongkan diri mu segala” cibir Eunhyuk. Namun Kyuhyun hanya tersenyum acuh lalu bangkit dari duduknya “Terserah kau sajalah monkey” ketus Kyuhyun lalu berjalan ke bangku Yoona.

“Awas kau evil” Eunhyuk akan menarik tas Kyuhyun tapi segera tangannya di tahan Shindong.

“Yak…kalau kau menghajarnya nanti dia tidak akan memberimu contekan pabo….” Ketus Shindong lalu menarik Eunhyuk untuk duduk kembali.

“Arraseo, kajja kita pulang…aku lapar” Eunhyuk menghentakkan kakinya kesal lalu keluar dari kelas, tak lama Shindong pun mengikuti langkahnya.

~~

“Yoong, ayo kita pulang” ajak Kyuhyun setelah sampai di depan bangku Yoona. Yuri yang duduk di sebelah Yoona memberi kode dengan matanya. “Waeyo?” tanya Kyuhyun bingung.

Yuri menghela nafas berat lalu bangkit dari duduknya dan menarik tangan Kyuhyun “Jangan ganggu Yoona dulu, arraseo” Kyuhyun semakin tak mengerti dengan apa yang di ucapkan Yuri “Kau itu bicara apa sih, memangnya Yoona kenapa?”

“Aishhh dasar evil apa kau tidak tahu Yoona itu………” Yuri tak melanjutkan kata-katanya saat melihat Yoona yang melintasi mereka berdua.

“Yoona kenapa?” gumam Kyuhyun melihat Yoona yang keluar dari kelas.

“Dia masih bersedih, aku rindu Yoona yang dulu” ujar Yuri lalu menekuk wajahnya.

“Apa ini ada hubungannya dengan Siwon?” tanya Kyuhyun lalu mengalihkan perhatiaanya pada gadis yang kini tengah menundukkan kepalanya. Yuri menganggukkan kepalanya pelan “Ne, ayo Kyu kita pulang” Yuri melangkahkan kakinya terlebih dahulu untuk keluar kelas, Kyuhyun mengangkat kedua bahunya bingung lalu mengikuti langkah Yuri.

~~

“Makannya pelan-pelan, nanti kau tersedak” ucap Ny Lee lembut melihat Donghae makan dengan rakusnya.

“Aku lapar Eomma” jawab Donghae dengan mulutnya yang penuh dengan nasi.

“Kau ini, tapi pelan-pelan makannya seperti di kejar hantu saja” Ny Lee terkikik geli dengan penuturannya.

“Kalau begitu suapi aku Eomma” Donghae menyerahkan sendok yang di pegangnya kepada Ny Lee.

“Kau itu sudah SMA masih saja mau di suapi Eomma mu ini”

“Kalau Eomma tidak mau aku tersedak maka suapi aku” pinta Donghae manja. Ny Lee tersenyum memandang putra kesayangannya ini “Arraseo, sekarang buka mulut mu” perintah Ny Lee dengan segera Donghae membuka mulutnya lebar-bebar. Kali ini Donghae menguyah nasi dengan perlahan, Ny Lee tersenyum melihat Donghae yang sepertinya sudah mulai bangkit dari kesedihannya.

“Eomma” ucap Donghae. Ny Lee langsung terbangun dari lamunan singkatnya.

“Ne, waeyo Donghae-ah?”

“Nanti disini aku sekolah dimana Eomma?” tanya Donghae sambil menguyah makanannya.

“Eummmm, Eomma akan pilihkan sekolah terbaik yang ada di Seoul. Jadi persiapkanlah dirimu” jawab Ny Lee lalu kembali menyuapkan nasi ke dalam mulut Donghae.

“Tidak usah sekolah yang bagus-bagus Eomma, yang biasa saja lagi pula semua sekolah juga sama” ucap Donghae. Ny Lee menggelengkan kepalanya lemah “Eomma akan pilihkan sekolah yang terbaik untuk mu” tutur Ny Lee singkat. Donghae tak bersuara lagi dia hanya tersenyum lalu menganggukkan kepalanya setuju.

~~

Yoona berdiri di tepi sungai han, mata indahnya memandang genangan air sungai han yang damai dan sedikit berkilauan karena tersinari matahari. Entah apa yang sedang ada di pikiran gadis bernarga Im ini, wajahnya seakan tak menunjukkan reaksi apapun dan tatapan matanya begitu kosong.

“Menikahlah dengan ku”

“Menikahlah dengan ku Im Yoona”

“Aku tidak pernah berbohong, aku benar-benar tulus mencintai mu dan aku benar-benar ingin menikahi mu jika kelak kita sudah keluar sekolah”

Tiba-tiba kata-kata itu kembali terngiang-ngiang di telinga Yoona, kata-kata manis yang pernah Siwon ucapkan padanya. Yoona memalingkan pandangannya pada tempat dimana saat Siwon mengatakan itu padanya. Seulas senyum acuh kini terpancar dari wajah cantiknya.

“Dasar pembohong” ucapnya pelan sambil mengepalkan kedua tangannya.

“Pembohong…” ucapnya lagi kini matanya sudah mulai memerah.

“KAU PEMBOHONG CHOI SIWON, AKU MEMBENCI MU AKU MEMBENCI MU CHOI SIWON” jerit Yoona keras. Kini buliran air matanya sudah mulai jatuh membasahi kedua pipinya. Yoona tak kuasa lagi menopang tubuhnya sendiri dia duduk di tanah sambil terus menangis.

“Berani-beraninya kau katakan janji yang tak bisa kau tepati, seharusnya kau bilang kalau kau akan pergi. Betapa bodohnya aku, mempercayai semua ucapan mu, aku membenci mu Choi Siwon, aku sangat membenci mu” tangis Yoona semakin menjadi. Air mata yang selama beberapa hari di tahannya akhirnya tumpah sudah tak bisa ia kendalikan.

~~

Donghae dan Ny Lee berjalan di halaman sebuah rumah yang terlihat sederhana, “Ini rumah siapa?” pertanyaan itu yang dari tadi terus berputar-putar di kepala Donghae.

“Donghae-ah ayo kita masuk” Ny Lee manarik tangan Donghae lembut. Tapi Donghae segera menahan tangan ibunya.

“Waeyo?” heran Ny Lee.

“Eomma, ini rumah siapa?” tanya Donghae menatap ibunya penuh tanya.

Ny Lee tersenyum “Tentu saja ini rumah kita. Ayo masuk” kembali Ny Lee menarik tangan Donghae pelan. Donghae masih belum mengerti apa yang ibunya katakan.

Pintu utama rumah pun di buka oleh Ny Lee, sontak mata Donghae segera menyapu setiap sudut rumah tersebut. Tapi, mata Donghae menangkap sebuah lukisan yang tergantung di dinding. Dengan ragu Dongahe berjalan ke arah lukisan itu tergantung “Eomma, bukankah ini lukisan Appa?” tanya Donghae tanpa mengalihkan perhatiannya pada lukisan tersebut.

“Ne, ini lukisan karya ayah mu. Lihatlah, ayah mu pandai sekali bukan” puji Ne Lee yang ternyata sudah berada di samping Donghae.

“Ne Eomma, Appa memang berbakat” jawab Donghae pelan. Tapi sebenarnya ada sesuatu yang mengganjal pada diri Donghae, sehingga setelah melihat lukisan tersebut. Dongahe berusaha menepis pikiran buruk yang mulai kembali menghantui kepalanya.

“Eomma aku istirahat dulu yah, aku lelah” ucap Donghae pelan lalu berjalan menuju sebuah kamar yang tak jauh dari tempat lukisan itu di pajang.

“Rupanya kau masih trauma Donghae” gumam Ny Lee pelan melihat Donghae yang mulai memasuki kamar.

~~

Yoona mengemasi barang-barang yang pernah Siwon berikan padanya, mulai dari handuk, sepatu, boneka, buku, tas, photo Choi Siwon dan lain sebagainya. Yoona memasukkan barang-barang tersebut ke dalam sebuah kotak berukuran sedang. Yoona juga menghapus semua photo-photo kebersamaannya bersama Choi Siwon yang ada di dalam ponselnya, serta melepaskan gantungan ponsel pemberiaan Siwon.

Yoona meraba lehernya, masih terdapat kalung yang Siwon berikan padanya. Segera Yoona membukannya, lalu menatap kalung yang berliontinkan hati serta tulisan “Y Love S* itu dengan tatapan penuh kebenciaan. Setelah memandangi cukup lama, Yoona  melempar kalung tersebut ke dalam kotak sedikit kasar. Yoona menarik nafas sejenak lalu menutup kotak tersebut dan menaruhnya di atas lemari.

Sekarang kamarnya yang sederhana dan kecil itu sudah tak menyisakan barang-barang yang pernah Siwon berikan padanya, yang ada hanya sebuah figura yang di isi oleh photo dirinya bersama kedua orang tuanya pada saat usianya 8 tahun, serta sebuah photo kecil yang merupakan photo dirinya bersama dengan Kyuhyun dan Yuri sahabat terdekatnya.

Yoona menjatuhkan tubuhnya ke atas kasur, pandangan matanya menatap lampu kamar yang terlihat redup “Akan ku mulai semuanya dari awal, tanpa mu Choi Siwon” gumamnya. Lalu secara perlahan mata indahnya mulai menutup.

~~

Donghae tengah bersiap untuk berangkat ke sekolah barunya, ini adalah hari pertamanya untuk memulai kembali aktivitasnya sebagai seorang pelajar. Dia tersenyum tipis menghadap cermin sambil melihat penampilannya yang terlihat asing, jelas karena seragam ini baru ia kenakan.

Donghae menghela nafas, lalu kali ini dia tersenyum lebar. Setelah itu dia mengambil name tage yang bertuliskan “Lee Donghae” lalu segera mengenakannya di dada. Setelah itu dia mengambil tas berwarna hitamnya lalu berjalan keluar kamar.

“Donghae-ah ayo sarapan dulu sayang” ujar Ny Lee yang sedang menghidangkan makanan kesukaan Donghae.

Donghae terlihat menimbang-nimbang ajakan ibunya, lalu menghela nafas “Eomma, aku sudah terlambat…” ucap Donghae ragu. Karena takut membuat ibunya kecewa.

Ny Lee tersenyum lembut lalu mengambil kotak bekal makanan yang sudah ia sediakan “Arraseo, ambilah ini. Habiskan yah, awas kalau tidak habis Eomma tidak akan memberi mu makan” Dongahe tersenyum mendengar penuturan ibunya ini lalu segera mengambil kotak bekal tersebut.

“Ne Eomma, gomawo. Kalau begitu aku pergi dulu” Dongah mencium kening Ny Lee lama.

“Hati-hati di jalan, ingat ini sekolah baru mu jangan bikin onar”

“Sipp….aku pergi dulu Eomma annyeong…”

~~

Yoona, Yuri dan Kyuhyun berjalan di jalan setapak. Mereka bertiga sedang berjalan menuju sekolah, dari tadi tak ada sepatah kata pun yang keluar dari bibir Yoona, gadis ini hanya melamun entah apa yang sedang ada dalam pikirannya. Yuri dan Kyuhyun dari tadi berbisik-bisik seperti sedang membicarakan sesuatu yang berhubungan dengan Yoona.

“Kau yakin ini akan berhasil?’ tanya Yuri sangat pelan sehingga hanya Kyuhyunlah yang dapat mendengarnya.

“Serahkan semuanya padaku Yul, rencana ku pasti akan berhasil” balas Kyuhyun tak kalah pelan.

Sementara Yoona terus berjalan di depan tanpa menghiraukan kedua sahabatnya di belakang.

“Yoong tunggu, jalan mu cepat sekali” ucap Kyuhyun sambil memegang bahu Yoona, Yoona menghentikan langkah kakinya dan menoleh pada Kyuhyun dan Yuri yang terlihat sedang mengatur nafas.

“Waeyo?” tanya Yoona datar.

“Eumm…sepulang sekolah nanti bagaimana kalau kita jalan-jalan yah…yah…” pinta Kyuhyun sedikit merengek.

“Iya Yoong, kita kan sudah lama tidak jalan bersama” sahut Yuri menimpali. Yoona terlihat menimbang-nimbang permintaan kedua sahabatnya ini.

“Baiklah” jawab Yoona singkat lalu kembali melangkahkan kakinya meninggalkan kedua sahabatnya itu.

“Rencana mu harus berhasil Kyu” gumam Yuri yang langsung mendapat anggukan semangat dari Kyuhyun.

“Harus, kajja kita kejar Yoona”

“Yoong tunggu kami……………”

Kyuhyun dan Yuri berlari mengejar Yoona yang sudah jauh meninggalkan mereka berdua.

~~

“Annyeonghaseyo na neun Lee Donghae imnida bhanggapseumnida ghamsahamnida”

Donghae memperkenalkan dirinya di depan teman-teman barunya, kini Donghae telah resmi menjadi murid baru di SMA SM High School, sekolah barunya.

“Ini teman baru kalian namanya Lee Donghae, dia pindahan dari Mokpo” lanjut Kim songsaengnim sambil memegang lengan Donghae.

“Ohhhhhh” respon semua murid sambil terus memperhatikan Donghae.

“Baiklah, Donghae duduklah disana” ujar Kim songsaengnim menunjuk kursi kosong di jajaran tengah. Donghae mengangguk sopan lalu melangkahkan kakinya untuk duduk di kursi tersebut.

“Annyeong….” sapa teman sebangku Donghae saat Donghae sudah duduk.

“Annyeong…” balas Donghae sedikit malu-malu.

“Na neun Lee Sungmin Imnida  bhanggapseumnida chingu”

Sungmin mengulurkan tangannya memperkenalkan diri pada Donghae. Dengan senang hati Donghae menyambut uluran tangan Sungmin.

“Semoga kita bisa menjadi teman yang baik Lee Donghae” lanjut Sungmin menunjukkan senyum persahabatannya.

“Ne, semoga kita menjadi teman yang baik” balas Donghae dengan senyum terbaiknya.

“Baiklah anak-anak sekarang buka halaman 109 kita akan belajar tentang sejarah berdirinya Negara Korea Selatan…..”

Suara Kim songsaengnim kembali menggema di ruangan kelas itu yang membuat semua anak-anak didiknya serempak membuka buku paket untuk memulai pelajaran pertama.

~~

Jam istirahat kembali datang, Yoona memutuskan untuk menghabiskan waktu istirahatnya dengan tiduran di taman belakang sekolah. Seperti biasa dengan tumpukan buku paket sebagai alas kepalanya, yeoja bermata indah ini memejamkan matanya. Sepertinya dia memang tertidur karena terbuai dengan suasana taman belakang yang memang sepi.

“Buku itu untuk di baca bukan untuk di jadikan bantal”

Tiba-tiba Yoona membuka matanya, kaget. Dia kaget ketika kata-kata itu terdengar dengan sangat jelas di telinganya. Yoona segera bangun dan memperhatikan sekitarnya, tapi tak ada seorang pun di sana kecuali dirinya seorang.

Sejenak Yoona terdiam, dan beberapa menit kemudian gadis ini menghela nafas kasar karena baru menyadari bahwa kata-kata itu selalu Siwon katakan saat dia tidur dengan buku sebagai bantalnya. Yoona melihat tumpukan buku-buku paket yang dia gunakan sebagai alas tidurnya, lalu mengambil salah satunya. Yoona membuka-buka halaman demi halaman buku paket matematika tersebut dengan pelan entah apa maksudnya. Tiba-tiba mata Yoona melihat secarik kertas yang terlipat dan terselip di halaman buku paket tersebut, tanpa pikir panjang Yoona segera membuka lipatan kertas tersebut lalu membaca isinya.

“Im Yoona aku mencintai mu”

Yoona terpaku membaca tulisan tersebut, Yoona tahu betul tulisan di dalam kertas tersebut adalah tulisan tangan Siwon. Tapi, entah sejak kapan Siwon menyelipkannya di dalam buku paket matematika milik Yoona.

Yoona tak bereaksi apapun, bahkan kini dia tak mengeluarkan air mata lagi. Bagi Yoona, air matanya sudah kering dan tak dapat di keluarkan lagi. Yoona memasukkan kertas tersebut ke dalam saku seragamnya. Tak berapa lama bel masuk kembali terdengar, dengan malas Yoona segera bangkit berdiri sambil membawa tumpukan buku-buku paket dan berjalan gontai menuju kelasnya.

~~

Sungmin bercerita tentang banyak hal mengenai sekolah SM High School kepada Donghae, Donghae hanya menyimak sambil sesekali tersenyum  melihat Sungmin yang begitu semangat menceritakan sekolah barunya ini.

“Ku dengar sekolah ini selalu menang setiap kali ada perlombaan basket apa itu benar?” tanya Donghae saat Sungmin bercerita tentang berbagai macam kegiatan ekstra kulikuler di sekolahnya ini.

“Iya, bahkan sekolah ini bisa mempertahankan juara berturut-turut selama 5 tahun” jawab Sungmin sambil mengacungkan ke lima jarinya.

“Whaaa daebak…..lalu apa kau salah satu dari anggota tim basket di sini?’ tanya Donghae lagi.

“Ahhh anio, aku tidak bisa basket aku mengikuti ekstra kulikuler di bidang kesenian seperti menyanyi, dan menari”

“Ohhh ku pikir kau kapten basketnya” canda Donghae yang membuat Sungmin tergelak tawa.

“Yahh kau ini ada-ada saja, mana mungkin kulit kapten basket seputih aku” cibir Sungmin sambil mengerucutkan bibirnya

“Lalu siapa kapten basketnya?”

“Choi Siwon….tuh kelasnya bertetangga dengan kita, tapi aku merasa pesimis dengan tim basket sekolah kita” tutur Sungmin sambil bertopang dagu.

“Waeyo, bukankah ada Choi…Choi…Siwon” heran Donghae.

“Siwon sudah tidak ada di sekolah ini, dia sudah pindah ke Jerman beberapa minggu lalu” jawab Sungmin tanpa menoleh pada Donghae.

“Ohh…kenapa harus pindah?’ tanya Donghae lagi.

“Entahlah, aku juga tidak tahu. Kepindahannya begitu mendadak bahkan kepala sekolah dan guru-guru pun tidak tahu” ujar Sungmin yang terlihat sedih.

“Ohhhh” respon Donghae singkat mendengar jawaban dari teman barunya ini. Tak lama Jang songsaengnim masuk ke kelas yang membuat semua murid segera duduk rapi tak terkecuali Donghae dan Sungmin yang langsung mengakhiri obrolan mereka.

~~

“Ayo Yoong, kita habiskan hari ini untuk bersenang-senang”

Kyuhyun menarik tangan Yoona sedikit paksa untuk memasuki area Myungdong yang terlihat sangat ramai oleh para pemuda pemudi yang sedang menghabiskan waktu mereka untuk berbelanja, ataupun berjalan-jalan.

“Iya Yoong, biar Kyuhyun yang teraktir” riang Yuri yang juga ikut manarik tangan kiri Yoona.

Yoona terlihat tak bergeming, gadis ini tak merespon ajakan kedua sahabatnya ini dia hanya bisa menghela nafas berat sambil berjalan dengan sedikit terpaksa.

Kyuhyun dan Yuri manarik tangan Yoona ke sebuah toko pernak-pernik, tapi Yoona segera menghentikan langkah kakinya saat akan memasuki toko tersebut.

“Waeyo Yoong?” heran Kyuhyun menyernyitkan keningnya.

“Aku tidak mau masuk kedalam…” tutur Yoona dingin.

“Tapi, kenapa Yoong di dalam banyak pernak-pernik yang lucu kau pasti…..”

“Sudah ku bilang aku tidak mau Yul…” potong Yoona sedikit membentak Yuri. Yuri dan Kyuhyun sama-sama menatap Yoona bingung.

“Apa kalian sengaja mengajak ku datang kemari hah?” tanya Yoona menatap kedua temannya itu secara bergantian. Yuri dan Kyuhyun yang tadinya menatap Yoona kini mereka berdua menundukkan kepalanya takut, melihat tatapan Yoona yang terlihat marah.

“M…mianhae Yoong, kami berdua tidak tahu…” ucap Yuri pelan. Yoona membuang nafas kasar “Arraseo, kalau begitu aku pulang dulu” Yoona melepaskan tangan Yuri dan Kyuhyun yang memegang pergelangan tangannya lalu melangkahkan kakinya untuk pergi.

“Yoong…” panggil Kyuhyun yang membuat Yoona menghentikan langkah kakinya.

“Apa kau marah pada kami?” tanya Kyuhyun dengan wajah penuh penyesalan.

Yoona membalikkan badannya menghadap Kyuhyun dan Yuri “Anio” jawab Yoona singkat lalu berusaha tersenyum pada sahabatnya itu.

“Aku pulang duluan, maaf mungkin lain kali saja kita jalan-jalannya” lanjut Yoona lalu kembali membalikkan badannya dan mulai melangkahkan kakinya.

“Ku bilang apa Kyu rencana mu tidak akan berhasil” ucap Yuri lemas sambil melihat kepergiaan Yoona.

“Mianhae, aku hanya ingin membantu Yoona untuk bangkit dari kesedihan tapi ternyata malah jadi seperti ini” sesal Kyuhyun.

“Ya sudah, sebaiknya kita pulang. Besok kita minta maaf pada Yoona”

Kyuhyun menganggukkan kepalanya lalu berjalan mengikuti Yuri.

~~

Yoona melangkahkan kakinya menuju taman belakang sekolah, seperti biasa dia akan menghabiskan waktu istirahatnya untuk tidur di tempat sepi itu. Tapi, langkah Yoona terhenti saat melihat seorang murid laki-laki yang sedang duduk di kursi tempat biasanya dia bersama Siwon. “Siapa dia?” pikir Yoona dalam hati. Lalu kembali melangkahkan kakinya menuju murid pria tersebut.

“Maaf kau siapa?”tanya Yoona saat sudah berdiri di depan siswa tersebut.

Donghae….siswa tersebut, menengadahkan kepalanya menatap Yoona.

“Kau siapa?” tanya Donghae balik. Yoona menghela nafas lalu duduk bersebelahan dengan Donghae “Ini tempat ku kenapa kau kemari?” tanya Yoona dingin.

“Tempat mu? ini taman belakang sekolah lagi pula aku juga siswa disini” jawab Donghae sekenanya lalu kembali membaca bukunya.

“Untuk apa kau datang kemari?”tanya Yoona lagi masih dengan nada dinginnya.

“Merenung” jawab Donghae singkat. Mendengar jawaban Donghae, Yoona menolehkan kepalanya kesamping melihat Donghae yang masih membaca buku, Yoona sedikit mengintip buku yang sedang Donghae baca.

“Kau itu laki-laki, kenapa baca novel seperti itu” ketus Yoona lalu kembali menatap lurus kedepan.

“Ceritanya bagus, menyentuh, dan…cerita di novel ini seperti kehidupan ku” jawab Donghae masih fokus membaca.

“Seperti kehidupan mu? Setauku cerita di novel itu mengisahkan tentang seorang laki-laki yang kehilangan orang-orang tercintanya lalu dia mengidap penyakit yang sangat mematikan” tutur Yoona panjang lebar.

“Iya kau benar” jawab Donghae singkat.

“Jadi…kau juga punya penyakit mematikan?” tanya Yoona yang sudah mulai tertarik dengan arah pembicaraan ini.

“Aniya, aku tidak punya penyakit apa pun. Hanya saja, aku selalu di tinggal oleh orang-orang yang ku cintai” jawab Donghae yang membuat ekspresi Yoona berubah murung.

“Memangnya kau di tinggal siapa?”

“Ayah ku sudah meninggal dan itu membuatku sangat terpukul” jawab Donghae lalu menutup  novel tersebut dan menatap lurus ke depan.

“Kalau begitu kita senasib, ahh ….tidak aku lebih parah dari mu” ujar Yoona lalu kembali menatap lurus ke depan.

“Maksud mu?” tanya Donghae memalingkan pandangannya pada Yoona.

“Kedua orang tua ku sudah tidak ada, mereka berdua sudah meninggal saat aku berusia 5 tahun. Aku pikir hal seperti itu tidak akan terjadi lagi padaku, ternyata aku salah, aku di tinggalkan oleh seseorang yang amat sangat ku cintai. Dia…pergi meninggalkan ku tanpa sepatah katapun, ataupun ungkapan perpisahan. Bahkan…saat aku mengejarnya ke bandara, dia sama sekali tak menoleh pada ku padalah aku yakin dia pasti mendengar ku. Tapi aku sadar, hidup ku tak tergantung olehnya dan sekarang aku mulai bisa menerima kenyataan bahwa ini yang terbaik untuk diri ku dan dirinya”

Donghae terkesima mendengar penuturan dari Yoona yang seakan menyadarkannya dari keterpurukan selama ini.

“Kau….” Yoona memalingkan pandangannya kearah Donghae lalu melihat name tag yang terpasang di blazer Donghae.

“Lee Donghae, kau itu laki-laki, kau harus bangkit dari kesedihan kalau kau terus seperti ini mungkin ayah mu akan sedih di surga sana. Percayalah ini yang terbaik, kehidupan mu berjalan dan akan banyak sekali cerita-cerita yang akan kau lalui…jadi bangkitlah…” lanjut Yoona lalu menunjukknya sebuah senyum penuh semangat. Tapi, Donghae hanya diam sambil terus memandang Yoona.

“Bel sudah berbunyi, kalau begitu aku duluan”..

Yoona bangkit dari duduknya lalu sedikit berlari menuju kelasnya, karena bel tanda masuk sudah berbunyi.

Donghae memandang kepergian Yoona dengan hati yang tenang serta perasaan kagum pada sosok wanita yang kini sudah mulai tak terlihat dari pandangannya. Lalu, sebuah senyum terukir tipis di wajahnya. Senyum yang sejak kematian ayahnya tak pernah Donghae tunjukan, tapi kali ini senyum itu kembali entah siapa yang telah mengembalikan senyuman itu.

Tak berapa lama Donghae bangkit dari duduknya lalu berlari menuju kelasnya.

~~

Semenjak pertemuannya di taman belakang sekolah dengan Yoona, entah magnet apa yang menempel di tubuh namja bermarga Lee ini, setiap istirahat pasti selalu turun ke lantai 2 menuju kelas Yoona berada, untuk sekedar lewat sekaligus curi-curi pandang.

Dan waktu sudah berjalan 1 minggu, dan selama 1 minggu ini Donghae seakan pindah profesi yang tadinya sebagai seorang pelajar kini dia bertindak sebagai seorang mata-mata yang selalu memperhatikan setiap gerak-gerik Yoona.

Dan pada suatu hari di hari jumat, kembali Donghae bertemu dengan Yoona namun kali ini di perpustakaan. Dengan ragu Donghae menghampiri Yoona yang sedang duduk dan terlihat sedang mengerjakan tugas.

“Ada yang bisa aku bantu?”

Tawar Donghae saat sudah duduk di sebelah Yoona. Yoona memalingkan kepalanya dan terdapatlah Donghae dengan senyum tulusnya. “Emmmm….aku tidak mengerti pelajaran matematika bisa kau bantu?” tanya Yoona sedikit ragu.

“Oh matematika, bukankah kau temannya Kyuhyun? Dia kan jago matematika, setauku 2 hari yang lalu dia menang olimpiade di China bukan? Apa dia tidak membantu mu?” tanya Donghea heran.

“Tuh lihat”

Yoona menunjuk kursi yang ada di pojok, terlihat 2 orang yang sedang asik mendengarkan lagu dari MP3 milik kekasihnya.

“Di perpustakaan pacaran…” ujar Donghae tak percaya melihat Kyuhyun dan Seohyun yang sedang asik memanggut-manggutkan kepalanya secara bersamaan sambil berpandangan dan tersenyum.

“Itulah Cho Kyuhyun si evil penggila game. Tapi aku heran, kenapa dia jago matematika padahal setiap pelajaran matematika dia tak pernah memperhatikannya sekalipun bahkan dia malah sibuk bermain game” ucap Yoona heran.

“Karena dia pintar…” jawab Donghae sedikit bergurau.

“Jadi secara tak langsung kau bilang aku bodoh?’ tanya Yoona sedikit tak terima dengan ucapan Donghae.

“Aniya, aku hanya bercanda jangan marah Im Yoona” tanpa sadar Donghae mengacak-ngacak poni Yoona gemas yang membuat Yoona tertegun menatapnya.

“M…ma.maaf”  ucap Donghae terbata saat menyadari tindakannya.

Seakan kembali teringat, bayangan Siwon kembali berkelebat di pikirannya. Segera Yoona buang jauh-jauh wajah dan nama itu dari pikirannya.

“Baiklah, katanya kau mau membantu ku cepat bantu aku mengerjakan soal ini” Yoona menyodorkan buku catatannya pada Donghae.

“Arraseo, tapi bisa kau panggil aku Oppa. Bagaimana pun juga aku ini adalah kakak kelas mu” pinta Donghae yang kembali membuat Yoona teringat kepada Siwon, yang juga pernah memintanya permintaan seperti ini.

“Arraseo Oppa….” ucap Yoona pelan. Donghae tersenyum lalu mengambil buku catatan Yoona dan segera menjelaskan soal-soal matematika tersebut.

Dengan sabar Donghae menjelaskan satu-persatu soal-soal matematika tersebut, tapi tak ada satu pun yang masuk ke dalam otak Yoona. Dari tadi gadis yang rambutnya di kepang dua ini hanya memandang wajah Donghae yang terlihat serius menjelaskan soal-soal matematika.

Dulu, Siwonlah yang selalu duduk di sebalahnya sambil menjelaskan soal-soal matematika yang tak di mengertinya, tapi kini sosok itu telah pergi dari kehidupannya. Kembali, pikiran Yoona melayang pada Siwon. Entah kenapa laki-laki yang kini tengah duduk di sampingnya sambil menjelaskan soal-soal matematika berubah menjadi laki-laki yang di cintanya, dan di rindukannya – Choi Siwon. Tiba-tiba mata Yoona berkaca-kaca, melihat wajah Siwon yang begitu dekat di hadapannya, “Siwon Oppa, aku tidak mengerti” ucap Yoona pelan yang membuat Donghae langsung menghentikan penjelasannya dan beralih menatap Yoona yang ternyata sedang memandangnya dengan linangan air mata.

“Siwon Oppa?” tanya Donghae bingung.

Yoona tersentak lalu segera menyeka air mata di pipinya “Ahh aniya, maksdu ku…Donghae Oppa aku masuk dulu ke kelas terimakasih atas penjelasannya” Yoona segera merapikan buku-bukunya lalu berjalan sedikit cepat keluar dari perpustakaan meninggalkan Donghae yang menatap bingung kepergiaannya.

“Siwon Oppa…, apa dia orang yang Yoona maksud 1 minggu yang lalu” gumam Donghae penuh tanya.

~~

Yoona duduk di kursi taman belakang, sambil terus menangis tiada henti, air mata itu entah kenapa malah kembali keluar membasai kedua pipinya. Padahal, sudah hampir 2 minggu ini Yoona tak pernah menangis karena Choi Siwon. Tapi ternyata pertahannya runtuh sudah, gadis ini kembali menangis saat teringat pada orang yang telah meninggalkannya begitu saja.

“Aku tidak boleh merindukkan mu, aku tidak boleh merindukkan mu”

Air matanya semakin deras keluar, kini di sertai isakan yang sedikit keras. Seseorang berdiri melihat Yoona dengan tatapan nanar, entah kenapa hati Donghae begitu sakit saat Yoona menangis karena seorang laki-laki. “Im Yoona, aku akan membawa mu bangkit dari semua ini.

~~

Bak roda yang terus berputar, waktu berjalan begitu cepat tak terasa kini sudah  6 berlalu semenjak kepergian Siwon. Dan selama itu pula, tak ada kabar ataupun berita tentang Siwon baik itu kepada sahabat-sahabatnya apa lagi kepada Yoona. Yoona juga sudah beberapa kali menghubungi nomer ponsel Siwon, tapi nihil hanya suara operator yang menyambutnya. Mengirim e-mail pun sudah pernah Yoona lakukan beberapa kali, tapi hasilnya mengecewakan Siwon tak pernah membalas pesan e-mailnya. Dan semejak Siwon pergi, hati Yoona kosong entah dia harus tetap mencintai Siwon atau membencinya yang pasti hanya satu kata yang Yoona akan berikan kepada Siwon yaitu KECEWA. Kecewa akan janji-janji yang Siwon lontarkan, kecewa akan sikap manis dan baik Siwon selama ini, kecewa semua yang telah  Siwon lakukan padanya karena bagi Yoona itu hanya bualan semata.

6 bulan memang bukan waktu yang panjang, tapi entah kenapa waktu tersebut begitu panjang bagi Yoona di tambah dengan kehadiran Donghae yang selama 6 bulan ini selalu menemani hari-harinya. Donghae selalu berusaha mendekati Yoona dengan berbagai macam cara, tapi Yoona juga tidak pernah menghindar malah menyambut kehadiran Donghae dengan tangan terbuka.

Kebersamaan mereka selama 6 bulan menumbuhkan rasa cinta di hati Donghae, namja tampan ini begitu terpikat dengan kepribadian Yoona dan sikap Yoona yang menurutnya berbeda dari perempuan mana pun juga. Dan kali ini Donghae memberanikan diri untuk mengutarakan perasaannya kepada Yoona.

~~

Semua murid SMA SM high School berbondong-bondong ke halaman depan sekolah, setelah mendengar seorang murid yang akan mempertunjukkan ke ahliannya. Yoona Yuri dan Kyuhyun yang sedang berjalan di koridor terlihat bingung dengan keadaan seperti ini.

“Ada apa Yul?” tanya Yoona heran. Yuri mengangkat bahunya tanda tak tahu.

“Aigoooo………lihat itu, bukankah itu Donghae murid kelas 3?  Sedang apa dia?” tunjuk Kyuhyun kebawah. Yoona dan Yuri segera melihat dari jendela dan mendorong Kyuhyun untuk bergesar “Apa Donghae Oppa mau mengadakan pertunjukan musik?” gumam Yuri heran.

“Seperti begitu?” sahut Yoona sekenanya.

“Yak…kalian berdua ayo kita ke bawah, kita lihat anak baru itu mau mempertunjukkan apa?” ketus Kyuhyun lalu menarik tangan kedua sahabatnya itu.

“Hai kau evil, tidak sopan sekali kau bagaimana pun juga Donghae Oppa itu kakak kelas mu jadi panggil di Hyung” cerocos Yuri dengan cepatnya.

“Akhh bawel kau, kajja Yoong”

Kyuhyun menarik tangan Yoona lalu melepaskan tangan Yuri dan meninggalakan Yuri yang terlihat murka padanya “Awas kau Choi Kyuhyun” jerit Yuri lalu berjalan mengejar Kyuhyun dan Yoona yang sedang menuruni anak tangga.

~~

Donghae sudah duduk di kursi sambil memegang sebuah gitar dan siap untuk memainkan sebuah lagu.

Donghae’s Song ~ Beautiful

You’re like a queen and beautiful
I just can’t be without you girl
You’re complete and beautiful
i just can’t be without you girl

Cheoum boatdeon geu moseub kieok haeyo
sujubeun miso eosaehan malddu chagabdeon
keu so
… haru jongil geudaeui saenggakeuro
amugeotdo halsu ga eobseo (michigesseona)

Nuneul ddelsu jocha eobseo
geujeo babocheoreom nege bbajo deuleoga
pyeongsaengeul hamkeh balmachueo naga
naega jikyeojulke saranghaeyo oh love

Coz you are so beautiful
nal sumsuiga haneun ne ibseul saranghandanmal oh
Coz you are so beautiful
nae geoteman meomulreo (keudae namanui)
My beautiful , my beautiful oh-oh

Shigani heulreoddo naiga deuleodo
saranghae saranghae kamsahae kamsahae
ddaeroneun datugo
geudaeyege nunmuleuljugo ibeul machumeo

Coz you are so beautiful
nal sumsuiga haneun ne ibseul saranghandanmal oh
Coz you are so beautiful
nae geoteman meomulreo (keudae namanui)

Namaneui geunyeo modeun geoljulge
yeongwonhui nan neoruel saranghae oh
Coz you are so beautiful
keudae ibsureun naman baragi
Coz you are so beautiful
ddak jabeun duson itjianheulge oh

~~

Semua orang begitu kagum sekaligus tersentuh dengan lagu yang Donghae nyanyikan di sertai petikan gitarnya yang merdu. Donghae berdiri dari duduknya lalu meletakan gitarnya di atas meja.

“Lagu yang baru saja ku nyanyikan, lagu itu khusus untuk seseorang” ujar Donghae yang membuat semua orang kebingungan siapa orang yang di maksudnya.

“Orang tersebut adalah, seorang wanita yang membuat aku bangkit dari kesedihan, yang membuat aku menjadi Donghae yang kembali ceria, Donghae yang kembali menemukan hidupnya yang dulu pernah hilang karena terpuruk dalam kesedihan”

Semua siswa semakin tak mengerti dengan apa yang Donghae katakan, Dongahe tersenyum lalu perlahan berjalan menuju kerumunan siswa-siswa yang ada di depannya. Sontak semua murid pun memberi jalan pada Donghae. Dongahe terus berjalan, sampai akhirnya dia berhadapan dengan Yoona yang berdiri tepat di depannya. Yoona menatap Donghae bingung, perlahan Donghae berlutut di depan Yoona yang sontak membuat semua orang tak terkecuali Yoona keget melihatnya “O…O..oppa, apa yang kau lakukan?” tanya Yoona terbata-bata.

“Im Yoona, kaulah orangnya, kau telah mengembalikan aku menjadi Donghae yang dulu, kau telah mengembalikan dunia ku, dunia ku yang dulu pernah terkubur karena aku jatuh begitu dalam pada sebuah kesedihan, kau juga adalah orang yang telah mengembalikan semua semangat hidup ku. Yoona Saranghae”

Dunia Yoona seakan berhenti pada saat itu juga, dia tak percaya Donghae akan mengungkapkan cinta padanya, padahal mereka baru saling mengenal 6 bulan. Memang tak bisa di pungkiri, selama Yoona bersedih Donghae lah yang selalu setia menemaninya dan menghiburnya dan lama kelamaan hubungan mereka pun terjalin begitu akrab. Tapi, Yoona tak pernah membayangkan hal ini terjadi.

Kembali Choi Siwon muncul dibenaknya, kenangan-kenangan itu kembali muncul di otak Yoona. Entah kebetulan atau apa, Siwon juga melakukan ini saat mengatakan cinta padanya. Memainkan gitar, bernyanyi yang menggambarkan perasaan cintanya. Dan mengatakan “Yoona Saranghae”  serta berlutut di hadapannya. Pada saat itu Yoona segera menyambutnya, dan menerima cinta Siwon. Tapi, saat ini Yoona sedang bergelut dengan hatinya apakah dia akan menerima laki-laki yang kini berlutut di depannya atau menolaknya.

“Apa yang harus ku lakuan” itulah perkataan yang saat ini berputar di dalam otak Yoona, Yoona tak bisa mengelak, dia juga merasa nyaman berada di samping Donghae, tapi hati Yoona bimbang apakah rasa nyaman itu adalah tanda cinta atau hanya sekedar perasaan nya karena dia tengah bersedih di tinggal oleh sosok Choi Siwon.

Yoona masih berpikir, hati dan perasaannya seakan tak menentu. Kini sebuah keputusan harus segera di ambilnya, menerima cinta Donghae berarti dia harus melupakan Siwon. Tapi, jika dia menolak Donghae laki-laki yang selama 6 bulan ini begitu baik dan sangat perhatian padanya. “Sungguh tega ” kata itu tiba-tiba terlintas di pikiran Yoona. Yoona terus diam sambil berpikir jika menolak Donghae berarti dia tak memikirkan perasaan Donghae, dan itu sama artinya Yoona malah memikirkan orang nan jauh di sana yang belum tentu sama sekali memikirkannya.

“Apa yang harus aku lakukan, menerimanya atau menolaknya”

To Be Countinued

Whaaaa Siwon mana, Siwon mana, Siwon mana?

Untuk chapter ini Siwon aku sembuyikan dulu, next chapter Siwon pasti bakal muncul. Ada yang kecewa karena di chapter ini tidak ada sama sekali YoonWon moment?

Aku udah kurangin lho Yoonhae momentnya, tadinya mau di tambah tapi karena takut di gorok united, jadi di kurangi deh. Kekekekek……..

Yang sudah baca harap RCL yah united, maaf kalau ceritanya bikin galau atau nyesek atau apalah. Oh yah ini hanya fanfict semata, jadi kalau yang mau mengkeritik Donghae jangan terlalu berlebihan kasian haeppa…..*cup……cup…cup……*

Sampai bertemu di chapter 3……*gandeng tangan Siwon dari Jerman*……….

Pos Sebelumnya
Tinggalkan komentar

146 Komentar

  1. kerennnn
    next chapter

    Balas
  2. nunung

     /  November 7, 2013

    Tidaaaaaa…………siwon oppa dimana?dimana……….belum dijelasin ngapain dia kabur ga pamit2 juga………..

    Balas
  3. tia risjat

     /  Maret 10, 2014

    apakah wonppa pergi untuk berobat karena dia sakit?
    changmin tahu kan alasan kenapa wonppa pergi, kenapa dia ga bilang aja sama yoona sich? udah gitu yoona ujung2nya pasti nerima haeppa karna ga tega. tuch, kan.. konflik batin dech..

    Balas
  4. Dede

     /  Maret 16, 2014

    Sebenarnya apa alasan oppa siwon ninggalin yoona.bukan hanya yoona yg galau q juga galau!!galau tingkat tinggi….

    Balas
  5. yeona

     /  Maret 31, 2014

    Ottokhe? Apa yang akan yoona onni pilih?
    Semoga itu jalan yang terbaik ya onni

    Balas
  6. ndashof

     /  April 1, 2014

    keren…🙂

    Balas
  7. ndashof

     /  April 1, 2014

    keren…🙂
    tapi sedkit kecewa sih,karna wonppa gak nongol di sini…

    Balas
  8. Rhiiyoonah

     /  Mei 4, 2014

    Ottokhe ?? Donghae nyatain cinta ke yoona…omo,galau tingkat akut ini mah…wonppa kmna lgy ?

    Balas
  9. nina

     /  Mei 4, 2014

    andweeee,,,yoona gx boleh pcrn sm donghae oppa……pokokn hrs sm siwon oppa….
    siwon oppa kmu dmna??????…..

    Balas
  10. any

     /  Mei 18, 2014

    Chapt. ini sukses bikin aku juga yoona galau hehehe. Masa nanti yoona jadian sama donghae. Ohh no…tidaaaaaaakkkkkk!!!!!!!!!!!!

    Balas
  11. umu salaamah

     /  Juni 28, 2014

    good job *prokprok

    Balas
  12. Wah….donghae romantis juga yah,enak jd yoona yg bsa dicintai dg tlus oleh 2 namja….akh…kmana siwon knapa beri kabar….

    Balas
  13. Kalo donghae gak ketrima, sakitnya sih nggak seberapa. Tapi… Malunya itu loh :v

    Balas
  14. Dahlia GaemGyu

     /  Juli 31, 2014

    andwae, jangan smpe yoona jdian ama donghae

    Balas
  15. Mia

     /  Agustus 2, 2014

    Ga’ rela

    Balas
  16. anas irwandi

     /  Agustus 19, 2014

    chap,ini bikin aku bermimpi sama seperti chapter/ff ini mau tau kelanjutanya nih gak sabar lagi

    Balas
  17. Micka yoon A

     /  September 10, 2014

    Jd sebel jg sih ama wonpa😐

    Balas
  18. Eonnie HARUS menolaknya… Hrs!! Oalah knp lh wonppa ke jerman tanpa memberitahu yoona??

    Lanjut

    Balas
  19. Choi Han Ki

     /  Januari 24, 2015

    Wah donghae nembak yoona… Kira2 di terima gk ya?? Llu sebenernya apa alasan siwon pergi ??

    Balas
  20. marsiah

     /  Februari 27, 2015

    Kira2 yoona nerima atau nolak donghae ya,

    Balas
  21. Nonononooooooo.Wonpa kmna?tolong jlaskan pda yoona eonni knpa oppa prgi tnpa pamit dlu.huahhhhh sedih tpi kerennnnnnn (y)

    Balas
  22. wiwin

     /  Juli 2, 2015

    Ah knapa gitu zih…siwon…kembalillah…

    Balas
  23. Racheoll Dm

     /  Juli 19, 2015

    Lumayan sebel juga, soalnya chapter ini full yoonhae moment, tapi yaudah deh namanya juga ff. Terus udah jelas main cast nya yoonwon berarti endingnya ma yoonwon. Semoga yoonwon segera dipertemukan j…😀

    Balas
  24. Alasan Siwon oppa pergi apa sih? Kok Changmin oppa ga ngasih tau yang sebenernya ke YoonA eonni. Sumpah makin penasaran!
    Feelingku sih YoonA eonni nerima Donghae oppa.

    Balas
  25. raratya19

     /  Oktober 20, 2015

    vhangmin tau alasan siwon pergi, sbnrnya apa yang disembunyiin siwon dari yoona? duuh semoga di ch selanjutnya ada moment yoonwon

    Balas
  26. Swari kartika

     /  Maret 30, 2016

    Yaaak donghae yg menggantikan posisi siwon.. lagian wonppa kmn sih bkin pnasaran.. ngilang gtu aj aaaak..

    Balas

United, Leave a Coment Here

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: