[FF] Sister’s of Mirror (Chapter 8)

SISTER’S OF MIRROR Part.8

 

Judul                : Sister’s of Mirror

Type                 : Sequel ( Part. 8 )

Author             : Ulanchoi Hyoyoon / Twitter : @Lovelyulan

Genre               : Romance,Tragedy,Action,Sad,ect

Ratting             : PG – 17                                                               

Main Cast        : Yoona SNSD, Siwon SUJU, Sulli F(X), Yunho Tvxq

Other Cast       : Kangin, Minho SHINee, Taeyeon,SooyoungEct

 

 

Minho memapah tubuh sulli yang lemah masuk kedalam rumah mereka. Sulli tidak dapat menghentikan tetesan air matanya karena kejadian yang baru saja ia alami. Minho mengajak Sulli sampai ke ruang keluarga dan disana ada kangin dan juga Taeyeon yang sedang duduk santai sambil menonton Televisi. Tapi begitu mereka menyadari kehadiran Sulli dan Minho mereka langsung memusatkan perhatian mereka kepada kedua anaknnya itu. Terlebih mereka melihat kondisi Sulli yang Nampak kacau.

“Sulli-ah..ada apa denganmu?” khawatir Taeyeon dan segera menghampiri Sulli diikuti dengan Kangin dibelakangnya.

Sulli menatap wajah ibunya lalu berjalan memeluk taeyeon dan ia semakin menangis dipelukan Taeyeon. Taeyeon Nampak semakin bingung dengan sikap sulli yang seperti ini.

“Hey..ada apa dengamu?” Tanya Taeyon sambil membelai sayang rambut Sulli.

“Eomma..hiks..bisakah kau membawaku..hiks..kekamarku?” bisik sulli disela isak tangisnya.

Taeyon segera mengerti, sepertinya masalah yang sedang dihadapi putrinya sangatlah sensitive sehingga memungkinkan baik Minho ataupun kangin tidak boleh tahu masalah ini.

“Aku akan  membawanya kekamar dan mencoba menenangkannya. Kalian tunggu saja disini dan tidak perlu khawatir.” Ucap Taeyeon pada Kangin dan Minho.

“Oh..iya mungkin lebih baik seperti itu.” Kanginpun memberi izin.

Setelah itu Taeyeon segera membatu sulli untuk menaiki anak tangga menuju kamar Sulli dilantai dua.

“Ada apa dengannya?” kangin mendekati minho yang masih berdiri kaku.

“Hemm.. aku juga kurang mengerti. Tapi ia jadi seperti itu setelah bertemu dengan seorang Nuna didepan rumah tadi. Dan sepertinya mereka saling mengenal dulunya. Tapi nampaknya hubungan mereka kurang baik sekarang. Dan satu lagi Siwon hyung juga mengenal nuna tadi.” Jelas Minho.

Kangin terdiam mendengar ucapan Minho tadi. Dan berpikir keras maksud dari perkataan Minho.

“Jadi seperti itu? Aneh sekali.. siapa ya wanita itu?” Tanya kangin.

“Hemm.. yang sempat aku dengar Sulli menyebutnya YoonA eonnie.”

Kangin terkejut mendengar nama YoonA. Nama itu tidak asing di ingatannya. Tapi ia sedikit lupa pernah bertemu dan mendengar nama itu dari siapa. Iya benar-benar lupa.

“Appa..kau tidak  apa-apa?” Minho mengejutkan kangin.

“Oh..tidak,aku hanya sedang berpikir sebentar.” Kilah kangin, lalu pergi meninggalkan Minho sendiri menuju kamarnya.

 

~**~

 

“Aku tahu eomma siapa orang dibalik surat-surat itu..” ucap sulli begitu ia sudah sedikit tenang dan duduk diatas kasurnya.

“Apa? Siapa dia?” Taeyeon Nampak terkejut tapi sedikit tertarik dengan ucapan Sulli.

“Dia YoonA..YoonA eonni..!!”  jawab Sulli cepat.

Mulut Taeyeon terbuka lebar seiring dengan keterkejutan dirinya atas ucapan Sulli tadi. “Apa?kau bilang siapa?” Taeyeon bertanya lagi seakan-akan ia belum yakin dengan pendengarannya sendiri.

“Eomma dia YoonA eonni yang meneror kita..”

“Dia ada disini? Dia sudah kembali kesini?” Tanya Taeyeon dengan wajah panik.

“Apa maksud eomma?di kembali?jelas-jelas ia mungkin dari dongwon lalu ke Seoul Cuma untuk melakukan ini?”

“Dia sudah lama tidak di Dongwon. Ia dan ayahnya sudah lama tinggal di Amerika.”

“Appa??!!Amerika?apa eonni juga sekolah disana?”

“Entahlah.. tapi ternyata mereka benar-benar kembali dengan selamat.”

“Eomma..aku tidak mengerti maksud eomma? Kenapa omma bicara hal aneh. Kenapa eomma tidak marah-marah mendengar hal ini. Jelas-jelas ia ingin menghancurkan keluarga kita.dan ia berniat merebut Siwon oppa dariku eomma!!”

Taeyoen menggeleng-gelengkan kepalanya lalu ia berjalan dan duduk disebalah sulli serta memeluk sulli.

“Belum saatnya kau mengetahui maksud eomma.dan eomma harap kau tenang dan tidak perlu takut seperti ini, eomma yakin YoonA pasti punya alasan tersendiri melakukan ini. Kemarin-kemarin eomma cemas setiap kali surat itu datang tapi begitu eomma tahu sekarang siapa pengirim surat itu. Hati eomma sedikit legah, berarti mereka tidak pernah melupakan kita.”

“Tapi omma…jika yang kutakutkan benar terjadi bagaimana?” sulli Nampak masih takut dan khawatir dengan kehidupannya nanti.

“Jika Siwon mencitai mu dengan tulus maka ia akan selalu dipihakmu.” Nasehat taeyoen dan ia memberi senyum kepada sulli.

 

~***~

 

 

Usai mengantar YoonA pulang Yunho segera kembali kekantornya. Tapi suasana hatinya menjadi tidak nyaman saat ini karna sikap yoonA. Ia merasa benar-benar bingung dengan jalan pikiran dan perasaan yoona. Bagaimana bisa ia tahu keberadaan ibu dan adik tirinya tapi bukannya menemuinya dengan baik-baik tapi ia malah melakukan hal aneh seperti itu dan Yunho makin galau karna perkataan yoona yang menyatakan ia disakiti dan dicampakan oleh lelaki, tapi ia tidak tahu siapa lelaki itu, dan ia benar-benar merasa kecolongan untuk kesekian kalinya.

Yunho bersandar di kursi kerjanya kedua telapak tangannya menutupi matanya yang terpejap. Ia sekarang benar-benar merasa mulai pusing hanya karna memikiran masalah YoonA. Semangat untuk menyelesaikan pekerjaannya pun terasa menghilang begitu saja.

-Tok..tok…tok..-

Terdengar suara pintu ruangan yang diketuk dari luar berkali-kali. Tapi Yunho tidak mendengarnya.

“Permisi pak..”

Seorang wanita cantiK bertubuh tinggi muncul dari balik pintu. Ia celingukan didepan pintu. Tapi begitu ia melihat sosok Yunho yang sedang duduk dikursi kerjanya sambil menutup matanya ia segera tersenyum dan berjalan masuk keruangan mendekati Yunho.

“Pakk..pak Yunho..” wanita itu menepuk nepuk pelan lengan Yunho.

Yunho terkejut,dan tersadar dari lamunannya. “Oh..Sekretaris Sooyoung?”

“Maaf aku menggangu anda pak. Tapi saya hanya ingin mengingatkan dua jam lagi bapak akan ada rapat dengan perusahaan Hyundai.” Jelas wanita bernama Sooyoung yang berjabat sebagai sekretaris Yunho itu dengan sikap ramahnya.

“ oh..iya, aku hampir saja melupakannya. Terimakasih kau telah mengingatkanku.” Ucap Yunho dan ternyum.

“Heem.. ada bapak ada masalah? Nampaknya bapak sedikit berbeda.”

“Heem..boleh aku minta pendapatmu?” Tanya yunho

Sooyoung memanggutkan kepalanya. “Tentu.”

“Duduklah dulu” perintah Yunho mempersilakan Sooyoung  yang sejak tadi hanya berdiri disampingnya untuk duduk dikursi yang berhadapan dengannya.

“bagaiman jika orang yang kau cinta sejak dulu telah berpaling keorang lainnya yang telah mencampakkannya?apa yang akan kau lakukan?”

Sooyoung menyerutkan dahinya berusaha menangkap maksud dari ucapan Yunho.

“yang aku ketahui ada 3 jenis sikap seseorang dalam mencitai. Satu, dia akan mengucapkan kata-kata cintanya dengan berani kepada orang yang ia cintai walau bahkan mungkin orang yang ia cintai sudah mempunyai kekasih tapi siapa tahu ia masih punya kesempatan di hati orang yang ia cintai. Kedua, ada seseorang yang hanya memantau segala sesuatu tentang orang yang ia cintai baik dari jauh atau dari orang lain dan ia belum punya keberanian besar untuk menyatakannya walaupun ia tahu kalau ia terlambat sedikit saja ia akan menyesal. Dan ketiga…” Sooyoung menghentikan ucapannya dan tersenyum.

“Ketiga?” Yunho Nampak begitu penasaran.

“Ketiga.. Ada cinta tanpa syarat.walaupun bagimanapun keadaan orang yang ia cintai itu ia akan selalu mencintainya. Walaupun nanti ia tidak memilikinya ia akan selalu bahagia asalkan orang yang ia cintai bahagia. Jadi kau termasuk pencinta tipe keberapa?”

Yunho menghela nafasnya.

“aku? Hemm..entahlah .”

“Wanita itu pasti beruntung telah dapat cintamu.” Ucap sooyoung seraya tersenyum tipis.

“Tapi ia tidak menyadari itu.” sahut yunho.

Sooyoung hanya terdiam.

“Oh..Sooyoung ssi. Kau sudah menyiapkan keperluan rapatku?”

“Iya.. sudah.”

“Baiklah.. kita siap-siap berangkat. Kukira perjalan setengah jam cukup untuk sampai dilokasi tepat waktu.”

“Iya pak..”

Sooyoung bangun dari kursi dan berjalan menuju pintu keluar. Tapi wajah cerahnya segera berubah menjadi muram setelah mendengar pertanyaan Yunho.

“Aku menyukaimu pak Yunho tapi aku hanya bisa menjadi orang tipe ke dua dalam mencintaimu” ucap Sooyoung dalam hatinya.

 

~***~

 

 

Hari ini adalah hari ketujuh setelah pertengkaran hebat antara Sulli YoonA dan Siwon tempo hari.

Yoona memberhentikan sepedanya tepat di depan pagar rumah Siwon. Ia mengambil sisa Koran didalam keranjang. Matanya menatap sedih pintu pagar yang cukup tinggi itu selalu tertutup rapat semejak lima hari lalu. Yoona merasa kangen dimana saat ia datang dipagi hari membawa Koran dengan perasaan senang kerumah ini, pasti pintu pagar atau pintu bangunan utama rumah itu selalu terbuka untuknya. Dan selalu ada seorang pria tampan dan seekor anjing kecil yang senantiasa menyambut kedatangannya dengan hangat. Tapi semenjak kekacauan yang dibuatnya sendiri kini yoona merasa rumah ini benar-benar telah tertutup rapat untuk dirinya dan bahkan sipenyambutpun mungkin sudah tidak sudih bertemu dengannya.

Yoona menghela nafas beratnya. Ia melangkahkan kaki lebih mendekat ke pagar. Disana ada lubang pintu dan yoona dapat mengintip keadaan didalam sana. Sangat sepi. Tidak ada seorangpun disana. Yoona berjinjit dan segera melemparkan korannya kedalam rumah siwon.

“Selamat membaca Koran pagi!” ucap yoonA pelan.

Yoona memandang sedih rumah siwon sekali lagi. Tapi tidak sengaja matanya tertuju pada tempat sampah didepan rumah siwon. Disana terdapat banyak gulungan Koran-koran yang setiap pagi yoonA antarkan kesini. YoonA menutup mulutnya, dan air matanya jatuh membasahi pipinya.

“Sebenci inikah kau terhadapku?”

YoonA berjalan kearah tempat sampah dan mengangkat semua gulungan Koran yang masih utuh karena mungkin belum dibaca sama sekali sama siwon. YoonA memasukkan semu gulungan Koran itu kekeranjang sepedanya.

“Setiap pagi aku memberanikan diri selalu datang kesini untuk meminta maaf, tapi sepertinya percuma. Mulai besok aku tidak akan datang kesini. Hiduplah dengan tenang.”

YoonA menghapus sisa air mata kesedihannya. Ia meraih stang sepedanya dan menaiki sepedanya lalu segera meninggalkan rumah siwon dengan segenap perasaan kacau.

 

~***~

 

“Kau yakin ingin berhenti bekerja?” Tanya sipemilik agen itu kepada yoonA.

YoonA hanya tersenyum kecil dan berkata. “Iya. Aku ingin berhenti cukup sampai disini. Aku merasa gagal bekerja sebagai pengantar Koran.”

Pemilik agen itu mengkerutkan dahinya. “Tapi selama hampir tiga bulan kau bekerja belum ada yang pelanggan kami yang komentar buruk tentang mu?”

Yoona tersenyum lagi.”tapi ada satu pelanggan yang tidak membaca sama sekali Koran-koran yang telah aku antar.” Yoona menunjukkan jarinya kearah keranjang sepeda yang terpakir di depan kios.

“Heemm.. baiklah ini keputusan dan hakmu. Mungkin juga kau lelah bekerja setiap pagi seperti ini. Padahal awalnya aku senang segali punya pegawai wanita yang penuh semangat dan ceria sepertimu datang kesini memohon diberikan pekerjaan dan setelah ku berikan kau selalu datang tepat waktu. Aku pasti akan merindukanmu.”

“Ohh..Ajjussi, aku tidak lelah melakukan ini hanya saja aku ingin membantu bibi berkerja di kedai.”

“Anak yang baik. Ini gaji terakhirmu.” Pemilik agen Koran itu menyerahkan lima ratus won kepada yoona “ ambilah.. itu kerja mu selama sepuluh hari terakhir.”

YoonA meraih uang itu. “Kamsahamnida.” Yoona membungkukkan tubuhnya.

“Aku pulang dulu ya.. jika Ajjussi kangen padaku mampirlah kekedai kami. Maka aku akan memberi Ajjussi makan dan menum gratis.”

“Benarkah?”

“Iya..tapi tidak berlaku kelipatan.”

“Hahahha..kau ini, ya sudah sana pulanglah dengan hati-hati.”

YoonA memanggutkan kepalanya dan segera keluar dari kios agen Koran tersebut.

 

~***~

 

Tepat sepuluh menit YoonA berlalu dari rumah siwon. Mobil siwon muncul dari tikungan gang dan berhenti didepan rumahnya. Ternyata ia baru saja balik dari tugasnya yang ditugaskan ke makpo dari kemarin pagi.

Siwon membuka pintu mobilnya. Dan matanya tertuju pada tempat sampah didepan rumahnya. Ia menyadari Koran-koran yang ia letakan di situ sudah tidak ada. Tapi ia sedikit aneh. Kenapa petugas kebersihan hanya mengambil korannya saja lalu sampah yang lain dibiarkan.aneh. tapi siwon tidak peduli ia sudah cukup lelah dengan tugasnya selama duapuluh empat jam nonstop itu. lantas ia segera membuka gembok kunci pagarnya dan masuk kedalam rumah.

Begitu ia masuk kedalam pekarangan rumahnya.ia tidak sengaja menginjak gulungan Koran yang tergeletak di atas rumput. Siwon mengambil Koran itu dan menatap Koran itu dengan datar.

“Ternyata kau masih mengantarnya kesini?”

Siwon meletakan kembali Koran itu pada tempat semula lalu meninggalkan Koran itu masuk kedalam rumah. Begitu masuk siwon langsung disambut oleh gonggongan Moppy yang berlari-lari menghampirinya,

“Heyy..Anjing hebat. Kau baik-baik saja?”

Siwon menggendong Moppy dan mengajak kekamarnya. Sesampai dikamar moppy entah kenapa melompat-lompat di depat pintu rasahia yang sedikit terbuka. Siwon menaikan sebelah alisnya melihat sikap anjingnya yang seperti ingin menunjukan sesuatu didalam rungan itu.

“Ada apa disana? Kau lihat sesuatu?”

Siwon membuka pintu rahasia dibalik dinding itu dan masuk kedalam mengkuti moppy. Ternyata dibalik dinding itu ada tiga monitor kamera CCV yang terpasang rapi dirumahnya. Dan ada banyak macam juga keperluan pekerjaan siwon yang amat rahasia yang orang lain tidak berhak tau selain dirinya.

Moppy naik keatas kursi dan matanya menatap ke layar monitor nomor dua. Disana ada sebuah rekaman limabelas menit yang lalu.

Siwon mendekat ke Moppy. Dan ikut mengamati rekaman pada monitor tersebut. Dan terlihatlah yoona yang berdiri didepan pagarnya sambil mengintip, lalu melempar Koran.

“YoonA..” ucap siwon pelan.

Tiba-tiba gambar menampilkan yoona yang terlihat menangis saat ia melihat gulungan Koran ditempat samapah dan ia mengambilnya.

“Apa yang mau ia lakukan?”

Setelah itu yoona pergi dari rekaman dicctv itu. dan moppy tak henti-hentinya menggonggong.

“Hey..kau berisik sekali.” Siwon menepuk-nepuk kepala Moppy, memperintahkan Moppy untuk berhenti menggonggong. Tapi Nampaknya Moppy tidak mau mendengarnya. Dan terus menggonggong.

“Kau kangen dengan gadis jelek itu ya?” Tanya siwon pada Moppy. “Gadis itu tidak akan pernah bertemu dengan mu jadi diamlah.”

Siwon mengajak moppy keluar dari ruangan itu tapi moppy masih terus menggonggong.

“Aiiishh..berisik sekali, sebenarnya kau peliharaan siapa sih? Aku atau dia?!” Siwon akhirnya jadi kesal sendiri dengan prilaku anjing peliharaannya itu. dan mengeluarkan Moppy dari dalam kamarnya. Lalu menunci kamarnya.

“Gadis itu… benar-benar telah membuatku hampir gila! Baik aku ataupun Moppy sama-sama belum bisa melupakannya ternyata.”

Siwon merebahkan tubuhnya diatas kasur dan berusaha memejapkan matanya . tapi begitu ia memejapkan mata, selalu muncul wajah yoona yang menangis saat di cctv tadi. Ia membuka matanya lagi. Dan mengguling-gulingkan dirinya diatas kasur agar ingatannya tentang Yoona segera lenyap. Tapi bukannya lenyap ia malah jadi beban pikiran siwon. Kenapa yoona menangis didepan rumahnya dan mengambi Koran yang telah ia buang?.

 

 

~***~

 

Yoona berjalan lesu dipinggir jalan menuju jalan pulang. Niatnya ia ingin naik bus agar lebih cepat sampai rumah. Tapi karena perasaannya yang sedang tidak baik maka ia memutuskan untuk berjalan kaki melewati toko-toko pinggir jalan.

“Heii.. kau.. Aggassi!”

Ketika ditengah perjalanan Ada sebuah mobil berwarna silver berhenti di sampingnya. Dan pemilik mobil itu melongokkan kepalanya dari jendela bangku belakang. YoonA menolehkan kepalanya kearah sumber suara. Dan betapa terkejutnya yoona melihat siapa yang telah memanggilnya. Seorang wanita setangah baya tersenyum padanya sambil melambaikan tangan. Orang itu adalah eommanya siwon. Orang yang pernah yoona tolong tempo hari lalu dan orang yang yoona liat didalam foto keluarga siwon.

Yoona menjadi sedikit gugup. Tapi ia menghampiri kemobil tersebut yang telah dibukakan pintunya.

“Haeii..kau masih mengingatku? Aku orang yang kecopetan itu, yang telah kau tolong. Kita belum sepat berkenalan.” Ucap eomma siwon antusias.

Yoona sedikit merapikan anak rambutnya yang panjang terurai, lalu tersenyum kepada eomma Siwon. “Iya..aku masih mengenal nyonya..” jawab yoona ramah.

“Heemm.. masuklah..tidak enak bicara seperti ini!” eomma siwon menarik lengan yoona agar YoonA tidak perlu sungkan untuk masuk kedalam mobilnya.

Akhirnya tanpa YoonA harus berusaha menolak, YoonA pun ikut masuk kedalam mobil dengan perasaan malu dan tegang. Tapi beda dengan eommanya siwon yang Nampak begitu senang disamping Yoona.

“Pak tolong bawa kami kerumah makan langganan saya ya yang di Apgujeong.” Perintah eomma siwon kepada supir pribadinya yang terbilang masih cukup muda dan bertubuh kekar.

Eomma siwon tersenyum dan memusatkan perhatiannya kembali ke YoonA yang terlihat jelas ia Nampak masih sangat risih.

“Maaf aku bertingkah seenakku saja.. dan membuatmu sedikit tidak nyaman. Jadi siapa namamu? Agar kita bisa lebih mengenal.”

“Aku..emm.. Im YoonA.” Jawab yoonA gugup.

“Oh..Im YoonA.” Eomma siwon seperti bergumam menghapal nama YoonA. “Aku, kau panggil saja choi Ajjuma. Bagaimana?”

“Nee..Choi Ajjuma.”

“Tadi kau sedang apa berjalan sedirian seperti itu. kau seperti ada masalah. Aku sejak tadi mengikutimu tapi sepertinya kau melamun sehingga tidak sadar ada yang mengikutimu ya? Lain kali kau tak boleh seperti itu dijalan karena berbahaya.” Jelas eomma siwon.

“Anio. Aku hanya baru saja berhenti dari pekerjaanku.” Jawab yoona sedikit ragu.

“Jeongmal? Memangnya kau kerja apa?” eomma siwon itu nampaknya selalu ingin tahu lebih sosok yoonA.

“Aku hanya pengantar Koran pagi. Pekerjaan yang terbilang rendah tapi bagiku itu adalah pekerjaan yang cukup mulia. Mengantarkan informasi penting setiap pagi kepada pembaca. Itu sangat mengenangkan.” Cerita YoonA tak luput dari senyumnya.

“Kau memang gadis yang beda. Pertama kali bertemu kau menolongku dan menghajar preman-preman itu, sekarang kau bercerita soal pekerjaanmu sebagai pengantar Koran pagi. Aku kira kau wanita yang tangguh.” Eomma siwon Nampak bangga dengan pribadi yoona.

“Hehehe.. itu karna aku mendalami ilmu taekwondo dan masalah perkerjaan mungkin aku tidak akan mendapat pekerjaan baik karna aku tidak punya surat kelulusan sekolah.” Ucap yoona dengan suara rendah.

“Maksudmu kau putus sekolah? Lalu sekarang bagaimana dengan keluarga mu?” eomma siwon makin tertarik dengan cerita YoonA.

Yoona menghela nafas berat, dan ia bercerita semua masa lalunya, entah kenapa untuk  kali ini ia merasa ibu siwon memang perlu tahu siapa sebenarnya dia dan lagi pula dia sudah malas berbohong. Jika setalah ini ibu siwon akan marah padanya ini mamang sudah harus seperti itu.

“ibuku meninggal saat aku berusia tujuh tahun. Lalu ayahku menikah lagi dengan wanita yang sudah punya anak berusia empat tahun. Tapi setahun kemudian mereka berpisah. Aku ikut dengan ayahku pindah ke Amerika dan aku sekolah disana. Tapi ternyata ayahku salah bekerja dan aku juga hidup sebagai pribadi yang didik keras dalam segala hal, hingga akhirnya pekerjaan kami diketahui kepolisian dan ayahku mati tertembak. Dan aku dipenjara selama tujuh tahun. Lalu aku dikembalikan ke korea dan tidak punya siapa-siapa yang aku kenal. Hingga akhirnya seorang supir taksi menolongku untuk tinggal dirumahnya secara Cuma-Cuma dan akhirnya aku sekarang tinggal bersamanya.” Yoona terdiam dan berwajah datar.

Sedangkan eomma siwon juga terdiam karena sedikit terkejut dengan penuturan Yoona tadi. Eomma siwon Nampak tidak menyangka kalau kehidupan gadis seperti yoona seperti itu. jadi yoona sebenarnya adalah sebatang kara. Tapi ia masih bisa hidup tegar seperti ini.

“apa choi ajjuma terkejut? Aku memang seperti ini, aku memang menyedihkan. Tapi saat aku kembali ke korea aku bertekat akan hidup dengan baik dan tak akan seperti masa lalu. Tapi ada seseorang yang begitu mengetahui masa lalu ku yang kelam dia menjauhiku.”

“Oh..iya? kenapa seperti itu? aku memang terkejut tapi aku bisa memakluminya. Karena kau sudah punya niat tulus untuk berubah dan menjadi gadis baik bukan?”

“Iya.. aku ingin kembali menjadi gadis baik seperti eommaku.”

“Oh… manis sekali!” Eomma siwon menarik yoona kedalam pelukannya dan yoona membelalakan matanya terkejut dengan perlakukan eomma siwon.

 

~***~

 

@Restoran di Apgujung Hyundai Department store.

 

“Kau ingin makan apa?” Tanya eomma siwon yang menyodorkan buku menu kehadapan yoona yang duduk berhadapan dengannya.

“Aku ingin makan..Soondubu Jiggae, boleh?” Tanya yoona ragu-ragu. “tapi yang medium saja.” Yoona meminta yang ukuran mangkuk medium karena begitu ia melihat harganya ternyata sangat mahal. Walaupun ia ditrakrit tapi ia tidak mungkin meminta mangkok jumbo karena itu sangat mahal.

“Kau juga mengukai itu? aku juga suka. Ya sudah kita pesan dua mangkuk jumbo saja. Soondubu jeggae disini paling enak.”

“Ahh..tapi..”

“Tidak perlu sungkan. Nikmati saja. Aku sedang berbalas budi.hehehe”

Sambil menunggu makanan datang mereka terus berbicara membahas keidupan yoona dan eomma siwon juga membahas siwon. Rasanya lucu sekali. Yoona sudah cukup mengenal siwon tapi kini ibunya sendiri yang menjelaskan sosok siwon kepadanya.

Limabelas menit kemudian hidangan datang kemeja mereka. Asap mengepul dari atas mengkuk. Segera menggugat selera makan yoona yang memang sejak tadi kelaparan. Dengan segera yoona menyantap soondubu pesannanya. Eomma siwon hanya bisa tersenyum melihat yoona yang makan dengan lahap.

“He-em..kau bisa memasak ?” Tanya eomma siwon disela makannya.

Yoona memberhentikan makannya dan menjawab. “Bisa, ya walau tak seenak masakan Restoran.”

“Kau mau kerja tidak? Aku jamin pekerjaamu ini tidak terlalu buruk dan aku akan membayarmu sesuai dengan pekerjaanmu.”

“Apa itu?” Tanya yoona dan menyuap satu sendok soodubu kemulutnya.

“Kau jadi Assisten pribadi anakku choi Siwon.” Jawab Eomma siwon antusias.

“Uhuk..uhuk..uhuk..” Yoona yang mendengarnya langsung tersendak hingga terbatuk batuk.

“Kau tidak apa-apa?” Tanya eomma siwon sambil menyodorkan segelas air putih kepada Yoona.

“Oh..tidak” perlahan yoona meminum airnya.

“Iya..bagaimana kau mau tidak. Membantu aku mengurus anakku? Dia itu tinggal sendiri dirumah yang ia beli dengan uangnya sendiri dan hidup sangat mandiri. Tapi ia payah memasak ia terlalu sibuk berkerja sehingga tidak sempat mengurus rumahnya. Ku kira orang sepertimu cocok. Anakku wataknya sangat keras misalnya ia memarahimu kau bisa adu taekwondo padanya. Hahhaha.”

Yoona mengerutkan dahinya mendengar penuturan eomma siwon yang semangat sekali ingin menjadikannya pengasuh siwon. Sebenarnya yoona tidak masalah sih. Tapi yang jadi masalah sekarang ia sedang berselisih paham dengan siwon. Yoona jadi bingung harus bagaimana.

“Kenapa kau diam? Mau yaa? Calon tunangannya itu tidak dapat diandalkan karna masih kekanak-kanakan. Aku juga bingung kenapa appa siwon dapat memutuskan akan menjodohkan siwon dengan Sulli itu..Ah..astaga lagi-lagi aku terlalu banyak bicara..hehhe”

Yoona terdiam menangkap ucapan eomma siwon. Ternyata siwon dan Sulli baru akan bertunangan bukan sudah bertunangan. Dan mereka hanya dijodohkan bukan karena saling suka.

“YoonA…Kau mau ya? Tolonglah aku..”

“Baa…baaiikklah…” jawab yoona akhirnya.

“Oh..aku tahu kau memang yang terbaik!” besok aku akan menjeputmu dan meminta izin kepada orang yang telah menolongmu agar kau tinggal dirumah anakku.

“Mwoo??!!” sontak yoona menjerit kaget.

“Kenapa? Dirumah anakku ada dua kamar. Dan satunya kosong kamarnya juga beras dan bagus. Jadi kau akan lebih nyaman tinggal disana. Ayolah yoona. Tapi kalau kau bosan kau boleh main dan berkunjung ke rumah orang yang menolongmu itu.”

Yoona memanggut-manggutkan kepalanya pasrah dengan sikap eomma siwon yang selalu mendesaknya. Alhasil ia tidak dapat membuat pembelaan banyak. Lagi pula eomma siwon memang sudah berhasil membuat yoona nyaman, dan yoona pikir eomma siwon memang orang yang baik dan tulus terhadapnya. Jadi tidak salah kalau ia menerima tawaran yang diberikan oleh eomma siwon untuknya. Dan semoga ada jalan keluar untuk masalah ia dan siwon yang belum selesai.

 

~***~

 

Ke esokan harinya…

 

Yoona keluar dari mobil eomma siwon sambil menenteng koper kecil miliknya yang berisikan pakaian untuk tinggal dirumah siwon selama masa kerjanya mengurusi keperluan siwon. Eomma siwon yang memang punya kunci cadangan rumah siwon segera membuka kunci gembok pada pagar rumah siwon putranya. Begitu pintu terbuka eomma siwon mengajak yoona masuk kedalam rumah menuju pintu utama. Dan pintu utama rumah juga berhasil dibuka oleh eomma siwon, dan terlihatlah isi rumah siwon yang cukup besar tapi Nampak sangat sepi.

“Kemana anak itu? kenapa sudah siang begini masih sepi? Apa ia sedang tugas?” ucap eomma siwon seraya menutup kembali pintu rumah.

Yoona tersenyum dapat masuk dan melihat isi rumah ini lagi. Rasanya kangen sekali. Apalagi saat kebersamaannya dengan siwon disini.

Eomma siwon berjalan kearah kamar siwon dan mebuka pintu kamar yang tidak terkunci itu. suasana kamar sangat gelap tapi hawa sejuk dan dingin dari AC  segera menerpa. Eomma siwon menekan stopcontak yang menenpel didinding dan lampu menyala. Dan terlihatlah pula bahwa kamar itu ada penghuninya yang bersembunyi dibalik selimut.

“Astaga! Apa dia masih tidur?” eomma siwon terus bicara sendiri, sedangkan yoona tidak  ikut masuk kedalam kamar.

Eomma siwon menarik selimut yang menutupi seluruh tubuh siwon. Dan terlihatlah siwon yang sedang tertidur nyenyak mengenakan piama biru tua bermotif kepala beruang yang pernah dibelikan eommanya. Melihat itu eommanya jadi tersenyum geli.

“Ya!!! Kapten Siwon choi!! Bangun kau!!” teriak eomma siwon sambil menepuk-nepuk bokong siwon.

“Errghh..” erang siwon merasa tidurnya terganggu.

“Bangun anak manja!!!” eommanya berteriak lagi kali ini sambil memukuli siwon dengan bantal guling.

Siwon membuka matanya perlahan. Walaupun kesadarannya dari tidur belum sepenuhnya tapi ia tahu betul kalau itu suara eommanya.

“Eomma!!” erang siwon tidak suka.

“Bangun ini sudah siang!”

Siwon terpaksa bangun dan duduk dikasurnya memandangi eommanya dengan tatapan sedikit kesal.

“Hey..berani kau menatap eomma seperti itu?!”

“Eomma.. kau selalu saja datang kerumahku dan menggangguku seenakmu saja.” Siwon merubah air mukanya jadi lebih lembut.

“Rumah inikan punya anakku kenapa aku harus izin?” bela eomma siwon yang memang selalu tidak mau kalah dari siwon.

“Eomma, ada perlu apa kesini?” Tanya siwon tothepoint.

“Sesuai pembicaraan kita semalam. Hari ini eomma akan membawakan seorang pekerja yang akan membantu-bantumu dirumah.”

Siwon terkejut. “Mwo?? Aku kan sudah bilang tidak mau! Aku bisa mengurusi diriku sendiri.”

“Mengurusi diri sendiri? Lihat kamarmu ini berantakan sekali. Dan rumahmu penuh debu. Dan kau selalu makan Ramyun apa itu yang kau namakan mengurus diri?” cecar eomma siwon.

Siwon berdiri dan memegangi tangan eommanya. “Ku mohon, aku tidak perlu siapapun yang mengurusiku!”

“Tidak bisa!” tegas eommanya. “Ayoo aku kenalkan, dia sudah ada disini.”

Eomma siwon menarik lengan siwon menuju keluar kamar untuk mengenalkan siwon kepada YoonA yang akan berkerja dirumahnya. YoonA yang saat itu memakai long dress hijau tua rambut panjangnya dikuncir kuda dan sedang memunggungi siwon dan eommanya tidak menyadari bahwa siwon dan eommanya telah berdiri dibelakangnya.

“YoonA.. ini anakku siwon..!”

Mendengar ucapan eommanya siwon lantas terkejut dan lebih terkejut lagi begitu yoona memutar tubuhnya dan menampakkan wajahnya yang cantik sambil tersenyum kecil.

“Annyeonghaseyo!”

Siwon masih terpaku dalam keterkejutannya melihat yoona ada didalam rumahnya apalagi eommanya yang telah bawa yoona kesini.

“siwon, dia YoonA yang akan tinggal dan kerja disini. Dia wanita yang dulu eomma ceritakan yang telah menolong eomma saat dicopet.”

Siwon hanya terdiam dan bermuka masam terhadap yoona. Melihat expresi siwon yoonapun ikut-ikutan bermuka masam juga.

“Kalian hiduplah yang akur. Eomma sudah telat kekantor hari ini ada meeting penting jadi siwon tolong perlakukan yoona dengan baik. Eomma pergi dulu.”

Pamit eomma siwon tak lupa mencium pipi kanan siwon. Dan yoona yang melihat itu jelas menahan tawa. Bagaimana tidak? Sekarang cowok yang dulu ia kenal sangat dewasa kini memakai piyama boneka warna biru dan dicium oleh eommanya yang bawel itu.

Siwon yang tahu yoona pasti akan mentertawainya segera mempelototi yoona. Dan yoona mencibirinya.

Siwon dan yoona mengantarkan eomma siwon sampai depan pintu utama sampai eomma siwon benar-benar pergi. Dan suasana menjadi hening. Benar-benar hening.

“Aku akan menaruh pakaianku dulu, setelah itu aku akan membuatkan sarapan untukmu.” Ucap yoona membuka pembicaraan ditengah keheningan.

“Kenapa bisa kau?” Tanya siwon tidak mengerti kenapa eomanya bisa-bisanya menyuruh yoona yang jadi penguruh rumahnya.

“Tananyakan saja pada eommamu. Ia yang memaksaku!” jelas yoona.

“Oh ya? Apa ini juga salah satu taktikmu mendekati eommaku? Sebenarnya apa yang kau cari? Kau butuh banyak uang? Aku akan memberimu duaratus ribu won dan kau pergilah dari sini!” ketus siwon sambil memandang rendah yoona.

~Plakkk~

Satu tamparan keras dari tangan yoona mulus mendarat di pipi kiri siwon. YoonA sudah benar-benar habis kesabaran, siwon ternyata masih saja merendahkannya dan mencurigainya.

“Kenapa kau menamparku?!!” teriak siwon kesal.

“Karena kau pantas mendapatkannya!” jawab yoona juga sambil berteriak.

“Kau..!!!” teriak siwon sambil menatap yoona tajam.

Yoona benar-benar takut ditatap seperti itu oleh siwon. Matanya sudah berkaca-kaca bibirnyapun sudah bergetar karena ketakutan.

“Apa eommaku tahu bagaimana kehidupan orang baru yang telah ia percayai ini? Heem..dia memang awalnya saja terlihat menarik dan Nampak manis tapi aku yakin jika eommaku tahu siapa kau sebenarnya kau pasti akan di tendang oleh eommaku!” ucap siwon terus-terusan menggunakan kata-kata yang menyakitkan bagi yoona.

Yoona sudah tak mampu menahan rasa kesedihannya. Akhirnya iapun menangis. “Aku sudah menceritakan sebagian kehidupanku dan keluargaku pada eommamu.dan aku tidak berniat jahat padanya.” Ucap yoona sambil menangis.

Siwon terdiam.

“Aku ingin meminta maaf padamu atas kesalah pahaman yang telah aku ciptakan makanya aku menerima tawaran eommamu.” Jelas yoona masih menangis. “Aku sudah tidak bekerja mengantar Koran. Dan aku ketemu eommamu tiba-tiba dan ia menawariku pekerjaan ini. Awalanya aku ragu karena aku takut bertemu denganmu tapi setelah aku berpikir aku takut denganmu karena kau marah padaku. Aku ..akuu benar-benar menyesal telah bicara seperti itu. aku tidak ada niat sama sekali untuk meneror sulli dan eomma tiriku. Dan lagi pula  aku tidak tahu kalau kau akan bertunangan dengan sulli. Bukankah kau tidak pernah memberitahuku selama ini? Dan aku juga tidak mencari tahu itu. jadi bagaimana bisa aku akan merebut kau dari sulli dengan sengaja dan jika aku benar-benar meneror sulli berlebihan pasti ia sudah mengadu padamukan.. tapi.. aku..aku..emm..”

Belum selesai yoona berbicara menjelaskan semua duduk perkara  masalahnya tiba-tiba siwon menarik tubuhnya dan memeluknya sangat erat. YoonA begitu terkejut tidak menyangka kalau siwon akan memeluknya seperti ini. Apakah siwon sudah tidak marah dan sudah memaafkannya?.

“Oppa??emm.. kau sudah tidak marah padaku?” Tanya yoona masih didalam pelukan siwon.

“Menurutmu? Dasar gadis jahat!” siwon melepas pelukakannya dan menjitak kening yoona. Yoona meringis kesakitan.

Tapi setelah itu ia tersenyum “Gomawo.. Gomawo.. aku benar-benar takut kalau kau sampai marah kepadaku. Aku.. sejak hari itu.. aku menyadari sesuatu, sepertinya aku menyukai oppa…” ucap yoona pelan dan kepalanya menunduk malu.

Siwon lagi-lagi terkejut mendengar apa yang baru saja diucapkan yoona. Yoona menyukainya? Siwon tersenyum senang. Dan menggoda yoona.

“Apa.. kau bilang apa tadi? Kau gila? Aku ini akan bertunangan dengan adik tirimu Sulli.”

Yoona mengangkat kepalanya menatap siwon. “Aku tahu. Tapi apakah kau menyukainya? Bukankah kau dan Sulli dijodohkan oleh appa mu?”

“Heii..bagaimana kau tau?” Tanya siwon penasaran.

“Dari eomma mu.”

“Astaga! Sebenarnya sudah seberapa banyak yang dibeberkan eommaku tentangku?” Tanya siwon terlihat shock.ternyata eommanya benar-benar sudah mempercayai yoona. Karena ia tahu betul eommanya itu sedikit bicara dengan orang baru atau yang tidak ia percayai. Tapi jika ia sudah mempercai seseorang dan senang dengan orang itu maka eomanya adalah tipe orang yang sangat terbuka.

“Ya sudah kalau kau menyukai sulli bertunganganlah dengannya. Kan aku hanya mengira kalau aku suka kau. Jadi aku akan menarik kembali kata-kata suka ku tadi.”

“Heii..mana boleh seperti itu! sudah akui saja kalau kau menyukaikukan?” goda siwon sambil menunjukan senyum mautnya.

“Tidak jadi!” jawab yoona singkat.

“Tapi aku Sangat menyukaimu sejak pertama kali bertemu!” sahut siwon dan sukses membuat Yoona terkejut.

“Mwo? Jeongmal?” pekik yoona terkejut.

Siwon memanggutkan kepalanya pertanda ucapannya tadi serius. Yoona Tersenyum tapi air matanya menetes lagi. Tapi kali ini air mantanya mengandung makna yang berbeda dari yang tadi. Yoona mendekatkan dirinya kesiwon dan memeluk siwon dengan erat. Siwon balas memeluknya.

Siwon merenggangkan pelukan mereka. Kedua telapak tangan siwon kini berapa di pipi yoona. Mengelus wajah yoona dengan lembut. Sedangkan tangan yoona melingkari pinggang siwon. Siwon mendekatkan wajahnya kewajah yoona , bibirnya sedikit ia majukan mendekati bibir yoona. Jarak wajah mereka benar-benar sudah dekat, bahkan nafas mereka sudah saling bertukaran menerpa wajah masing-masing dan jantung mereka sama-sama berdetak hebat. Yoona menutup perlahan matanya ketika ia merasa bibir siwon telah menyentuh bibirnya dan mulai mencium bibir yoona dengan lembut dan yoona membalas ciuman yang diberikan siwon. Dan ini adalah ciuman pertama untuk mereka.

 

Siwon dan yoona melepas ciuman mereka bersamaan akhirnya setelah mereka merasa sedikit sesak nafas. Yoona tersenyum malu dan Siwon juga  tersenyum kikuk. Jantung mereka sama-sama berdetak kencang tidak karuan setelah itu.

“Saranghae Park Im YoonA..Jadilah Yeoja chinguku.” Ucap siwon serius.

“Nado jeongmal saranghae!!” jawab yoona tapi dengan bonus ia mencubit hidung siwon dengan gemas sampai ujung hidung siwon  sedikit merah.

“Kau..!!!” Erang siwon dan berniat membalas dendam tapi yoona keburu kabur sambil tertawa terbahak-bahak.

“Ya!Yoona!! sini kau..akan tidak kuberi ampun!” kejar siwon tapi dengan gesit yoona yang bertubuh kecil itu menghindari siwon.

Tapi saat yoona sedang berlari menghindari kejaran Siwon didepannya Moppy juga ikut berlari menghampiri yoona mau tidak mau yoona berhenti dan menggendong Moppy. Dan siwon berhasil menangkapnya, siwon memeluk yoona dari belakang yang sedang menggendong Moppy.

“Moppy…aku rindu kamu!” ucap yoona sambil mengelus-elus Moppy.

“Moppy kau mengganggu saja!” ucap siwon tapi malah mengelus-elus rambut yoona.

“Moppy, dia akan tinggal disini bersama kita! Kau senang?” Tanya siwon pada Moppy dan disauti suara gonggongan dari Moppy.

Yoona dan Siwonpun tertawa bersama.

 

 

~****~

 

 

~TBC~

 

Note : Hahahha…Lagi senyum-senyum malah bersambung :p gimana buat part yang ini gak bikin Readers mewek lagi kan? 😀 aku berniat bikin ff ini sampai part 10 doang terus END deh.. ini gak terasa udah part 8 aja.. semoga benar-benar sampai part 10 aja ya? Apa mau lebih panjang? 🙂 oke deh Aku ucapin terimakasih buat kalian yang antusian sama FF buatan aku dan setia nunggu,baca dan komentar Terimakasih 🙂

Iklan
Tinggalkan komentar

139 Komentar

  1. Tadinya di part sebelum sebelumnya nangis tersedu sedu bahkan meja berceceran tisu, dan sekarang nggak nangis lagi moga” aja nggak ada konflik yang bisa merenggangkan hubungan mereka. Yang jadi masalahnya sulli mengacaukan semuanya…

    Balas
  2. Tria

     /  Januari 14, 2014

    Ini yang di tunggu” akhirnya mereka mengungkapkan perasaan masing
    uhh so sweet bngt

    Balas
  3. Yeona

     /  Februari 26, 2014

    Ahh,kiyeowo….
    Nomu chua….

    Balas
  4. Kim Eun Kyo

     /  April 4, 2014

    Ahhhh akhirnyaa semuanya kembaliiiii

    Balas
  5. tami indri

     /  April 26, 2014

    Senyum2 sendiri baca nya..hehehe

    Balas
  6. Any

     /  Mei 12, 2014

    Ya Allah… sweet banget hehehe. habis tegang2an trus skrang sweet2nya hmmm. “Moppy…aku rindu kamu!” ucap yoona sambil mengelus-elus Moppy.“Moppy kau mengganggu saja!” ucap siwon tapi malah mengelus-elus rambut yoona.”Moppy, dia akan tinggal disini bersama kita! Kau senang?” Tanya siwon pada Moppy dan disauti suara gonggongan dari Moppy.Yoona dan Siwonpun tertawa bersama. bisa dibayangin lucu n sweet banget.

    Balas
  7. yeyeye.. yoonwon baikan.. dn saling mnyukai.. slamat ya yoonwon..

    Balas
  8. Akhirnya kesalah pahaman Yoonwon terselesaikan jg,
    eommanya wonppa kelihatannya orgnya terbuka bgt dan menerima Yoona apa adanya, benar2 sweet………

    Balas
  9. mutiaraananda

     /  Agustus 22, 2014

    Moppy lucu ya hahaha akhirnya yoonwon baikan!

    Balas
  10. akhirnya udah lebir clear konfliknya xD

    Balas
  11. Cha'chaicha

     /  Oktober 20, 2014

    sweet bgt yoonwon’y..

    Balas
  12. tiffany

     /  Desember 21, 2014

    Aaahhhhhhh…sweett…

    Balas
  13. Aaaaahhh so sweet seneng deh akhirnya yoonwon bersama…. Eomma siwon lucu ya…. Selain mopy,eomma siwon jg penghubung antara siwon dan yoona.

    Balas
  14. Snag bnget ..akhir.a yoonwon akur lg

    Balas
  15. HanA

     /  Februari 5, 2015

    Cpt bgt reda marahanx, he.he.he

    Balas
  16. Riska Calistha Lee

     /  Februari 8, 2015

    So sweet.. YoonWon bersatu ya.

    Balas
  17. sdhifakhri

     /  Maret 21, 2015

    Yeayy, Yoowon bersatu kembali.

    Balas
  18. OMG…So Sweet 🙂 Akhirnya YoonWon baikan lagi…yeay…Romantis bgt thor sampe terharu aku 🙂

    Balas
  19. paris

     /  November 17, 2015

    Akhirnyaaaa yoona bersama juga sama siwon, semoga ini awal dari kebahagiaan mereka 🙂

    Balas

United, Leave a Coment Here

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: