[FF] You Are Miracle For Me (Chapter 7)

Annyeong United, mianhaeyo posting FF ini lama. Sengaja sih aku tunda beberapa waktu untuk memberi jarak dengan FF ku yang lainnya. Semoga ceritanya semakin nyambung yah. Happy reading, jangan lupa RCL.

 

[FF] You Are Miracle For Me (Chapter 7)

 

Title : You Are Miracle For Me

Author : Choi Hyun Mi/@Nita_Rahayu22

Main Cast :     

  • Choi Siwon (Super Junior)
  • Im Yoon Ah (SNSD)

Other Cast :    

  • Nickhun (2PM)
  • Uee (After School)
  • Kangta
  • Choi Minho/Im Minho (SHINee)
  • Etc…..

Genre: Friendship, Romance.

Rating : General

~~

Dalam posisi yang masih sama, kedua insan ini belum berkutik sama sekali. Siwon dengan sabar menunggu jawaban Yoona, menunggu apakah cintanya akan di terima atau di tolak. Siwon mengembuskan nafas berat sebagai tanda betapa kesalnya dia menunggu jawaban dari Yoona.

“Jawab aku Yoona” pinta Siwon pelan. Yoona kembali menelan ludahnya sendiri, entah sudah keberapa kali hal ini di lakukannya, dia tak dapat mengeluarkan sepatah katapun yang ada hanya satu kalimat yang dari tadi terus menerus berputar di otaknya “Apa yang harus aku jawab”.

“Aku…aku…”

Deringan keras yang berasal dari ponsel Yoona membuat Siwon melepaskan tangannya yang memegang tangan Yoona, keduanya terlihat kiku seakan tersadarkan kembali. Yoona segera merogoh isi tasnya untuk mengambil ponselnya.

“Minho” gumam Yoona melihat nama si pemanggil.

“Yeoboseo, ada apa Minho?” tanya Yoona pelan. Supaya Siwon tak mendengarnya.

“Noona…appa…appa….hiks..hiks….” terdengar suara isakan di sebrang sana.

“Minho kenapa kau menangis, cepat katakan ada apa?” ucap Yoona sedikit berbisik. Siwon memandang Yoona penuh tanya.

“Appa…kritis, Appa harus segera di operasi sekarang Noona”

Tutttt…..tutt….tut…………..

Yoona langsung mematikan sambungan tersebut secara sepihak, dadanya kembali sesak mendapat sebuah kabar yang sangat menyayat ulu hatinya. “Appa…” lirih Yoona. matanya sudah berkaca-kaca, tapi segera ia tahan untuk tidak menangis karena di sebelahnya ada Choi Siwon.

“Kau kenapa?” tanya Siwon bingung.

“Maaf, sepertinya aku harus segera pulang sekarang. Terimakasih atas wawancaranya” Yoona meraih tasnya lalu berdiri dari duduknya.

“Tunggu, apa terjadi sesuatu pada Ayah mu?” tanya Siwon yang sebenarnya tadi mendengar apa yang di katakan Minho di telpon.

“Itu bukan urusan mu” Yoona menghempaskan tangan Siwon lalu kembali berjalan, tapi kembali tangan Siwon menahannya. “Biar ku antar” tawar Siwon tulus.

“Tidak usah, aku bisa pulang sendiri” tolak Yoona yang sudah tergesa-gesa.

“Ini sudah malam, lagi pula menuju rumah sakit membutuhkan waktu lama kalau kau naik kendaraan umum” ujar Siwon yang membuat langkah Yoona terhenti. Siwon mengerti dengan berhentinya Yoona “Tunggu sebentar, aku ambil kunci mobil” Siwon segera berlari kearah nakas, tempat kunci mobilnya tergeletak.

“Ayo..” Siwon menarik tangan Yoona lalu mereka berdua pun keluar dari kamar hotel.

~~

Siwon menghentikan mobilnya di pekarangan rumah sakit, tak menunggu lama Yoona segera membuka pintu mobil lalu turun dan berlari masuk ke dalam rumah sakit tanpa sedikit pun menoleh kearah Siwon. Siwon hanya menghela nafas lalu membuka sabuk pengamannya untuk turun, tapi tangannya segera tertahan saat dia mengingat sesuatu. “Akhhhh” desah Siwon lalu kembali menarik tangannya.

“Kalau aku masuk kedalam, pasti orang-orang akan mengenaliku” desah Siwon. Lalu sejenak dia terdiam memikirkan sesuatu. “Ahh aku tahu” ucapnya, Siwon turun dari mobil dan membuka pintu mobil belakang mengambil jaket hitamnya, serta masker dan topi hitamnya.

“Sepertinya tidak akan ada yang mengenali ku” tutur Siwon setelah mengenakan perlengkapannya. Tak lama, Siwon pun berjalan masuk ke dalam rumah sakit.

Siwon melangkahkan kakinya di koridor rumah sakit, mencari sosok Yoona yang dari tadi belum di temukannya. “Akhh mana dia…” desah Siwon sambil matanya mencari-cari sosok Im Yoona.

“Dokter tolong operasi ayah saya sekarang, bukankah keadaannya semakin kritis cepat Dokter”

Mendengar suara itu langkah Siwon terhenti, dia sangat mengenal suara itu. Siwon mundur dua langkah, matanya menangkap orang yang di carinya sedang berhadapan dengan seorang Dokter.

“Mianhae agaeshi, tapi operasi bisa di lakukan apabila administrasinya segera di lunasi sekarang” tutur Dokter itu penuh penyesalan.

“Jebal….nanti pasti akan ku bayar, tapi tolong selamatkan dulu ayahku. Dia sekarang sedang ada di ambang  kematian Dokter” lirih Yoona dengan mata yang sudah berkaca-kaca.

“Mianhae agaeshi, tapi ini sudah jadi prosedur rumah sakit. Kami tidak bisa melakukan apa-apa sebelum administrasinya di lunasi”

“Berapa biaya operasinya?”

Mendengar suara berat itu membuat Yoona, Dokter serta Minho dan Ny Im yang sedang duduk menundukan kepalanya mengalihkan perhatian mereka pada sosok namja yang sedang berjalan kearah mereka.

“Berapa biaya operasinya biar aku bayar” ulang Siwon lagi lalu membuka masker yang menutupi wajahnya. Yoona membulatkan mata mendengarnya.

“Silahkan anda ke resepsionis” jawab Dokter itu ramah.

“Baiklah, kalau begitu lakukan sekarang juga operasinya” titah Siwon. Tapi saat akan Dokter itu kembali kedalam ruangan, Yoona segera mencegahnya.

“Memangnya kau pikir siapa Hah? Jangan berpura-pura baik kepada ku Choi Siwon, aku tidak butuh akting mu” ketus Yoona yang membuat langkah Dokter itu terhenti dan kembali berbalik menatap Yoona heran.

“Aku tidak sedang berakting Im Yoona, aku benar-benar tulus menolong mu apa aku salah?’ tanya Siwon lalu mengangkat ke dua bahunya.

“Yah kau salah, dan sebaiknya kau pergi karena aku tidak butuh bantuan mu” ketus Yoona menatapnya  marah.

“Kau…..”

“Sudah..sudah…ini rumah sakit kalian jangan bertengkar di sini” ujar sang Dokter berusaha melerai adu mulut antara Yoona dan Siwon.

“Jangan di lakukan operasinya Dokter” ketus Yoona. sontak Minho dan Ny Im terkejut, mereka saling pandang satu sama lain.

“Noona….apa Noona akan membiarkan ayah dalam keadaan seperti ini, keadaan ayah sudah parah Noona ayah harus segera di operasi” sahut Minho lirih lalu remaja berusia 15 tahun itu menangis tak dapat membendung air matanya.

“Iya Yoona, ayah mu harus segera di operasi” ujar Ny Im pilu lalu merakul pundak Minho.

Mendengarnya hati Yoona seakan di hantam ton nan batu besar, sungguh sakit sampai dia dapat merasakan  dadanya kembali sesak. Air matanya siap keluar, tapi segera ia tahan karena tak mau menangis di depan laki-laki yang kini tengah memandangnnya harap-harap cemas. Pikirannya juga sedang kalut saat ini, Yoona tak dapat menyingkirkan egonya yang terlalu besar. Dia mengalihkan pandangan menatap Siwon, sungguh tatapan yang sulit di artikan.

“Baiklah, aku terima bantuan mu Choi Siwon” tutur Yoona pelan, lalu dia duduk di kursi dan segera menekuk wajahnya. Air mata yang sedari tadi Yoona tahan, kini tumpah sudah seiring dengan keputusannya.

Siwon tersenyum tipis, lalu memberi kode kepada Dokter untuk segera melakukan operasi. Dokter tersebut mengangguk lalu masuk ke dalam ruangan tempat Tuan Im di rawat.

“Semuanya akan baik-baik saja”

Siwon menepuk bahu Minho yang masih menangis, “Kamsahamnida Hyung” jawab Minho sambil menyeka air matanya. “Sudahlah, kalau begitu aku bayar dulu administrasinya” Siwon segera memakai kembali maskernya, lalu berjalan meninggalkan ketiganya.

Yoona yang dari tadi menangis segera menyeka air matanya, dan melihat punggung Siwon yang perlahan leyap dari penglihatannya. Terlihat dari raut wajah yang di tunjukan Yoona, bahwa dia sedang berpikir apakah keputusan yang baru dia ambil adalah yang terbaik atau bukan.

~~

Yoona duduk di bangku yang terdapat di taman sekitar rumah sakit sambil termenung menatap langit hitam yang di warnai dengan bintang bertaburan, operasi saat ini masih berjalan tapi Yoona enggan untuk menunggu di dalam karena ada Siwon yang berada disana. Entah apa yang sedang di pikirkan gadis pemilik mata indah ini, pandangannya lurus dan kepalanya sedikit menengadah ke atas melihat bintang yang  tak seperti biasanya sebanyak ini.

“Aku akan segera membayar hutangnya” ucap Yoona tiba-tiba yang ternyata sudah menyadari ada seseorang yang sedang duduk di sebelahnya.

“Tidak usah” sahut Siwon yang juga sedang memandang ke langit melihat bintang.

“Tapi yang namanya hutang harus di bayar” timpal Yoona.

“Tidak usah” kembali Siwon menyahut dengan jawaban yang sama.

“Kau pikir aku orang yang akan menerima bantuan seseorang tanpa mau membalasnya” ujar Yoona santai.

“Aku bilang tidak usah” jawab Siwon seakan tidak ada kata-kata lagi, hanya jawaban itu yang dia ucapkan.

“Ini hutang, dan aku akan segera membayarnya” tegas Yoona masih memandang bintang di langit.

“Oke kalau itu mau mu. Tapi aku tidak mau kau membayarnya dengan uang” tutur Siwon santai.

“Apa maksud mu?’ tanya Yoona yang juga belum menolehkan kepalanya menatap Siwon.

“Hutang mu akan ku anggap lunas jika kau membayarnya dengan hati mu”

Seperti di sadarkan dari lamunan, Yoona kaget begitu mendengar penuturan Siwon yang begitu terdengar jelas di telinganya. Yoona mengalihkan perhatiannya dari langit penuh bintang menjadi kearah Siwon yang ternyata sedang menengadahkan kepalanya melihat langit.

Yoona menatap Siwon dari samping, kembali otaknya berputar mencerna untaian demi untaian kata yang Siwon katakan padanya. Tapi, Yoona masih belum bisa menjabarkan semuanya sehingga satu kalimat tiba-tiba muncul di kepalanya “Tadi aku belum menjawabnya” batin Yoona, mengingat tadi saat di hotel Siwon sempat mengutarakan perasaan cinta padanya.

“Yah kau belum menjawabnya” sahut Siwon tiba-tiba yang seakan mendengar apa yang Yoona katakan dalam hati. “Jawab aku Im Yoona” kini untuk kesekian kalinya mata mereka bertemu, Siwon menatap dalam kedua mata Yoona “penuh harap” berharap gadis ini menerima cintanya dan bersedia menjadi kekasihnya.

“Tidak…..” jawab Yoona singkat. Sontak Siwon langsung merubah tatapannya menjadi penuh tanya  atas jawaban Yoona.

“Waeyo?” tanya Siwon pelan. Yoona mendesah pelan lalu kembali menatap langit.

“Kita berbeda Choi Siwon” ucap Yoona datar.

“Tentu saja, kau itu perempuan dan aku laki-laki” sahut Siwon lalu kembali memandang langit penuh bintang.

“Bukan itu….” ujar Yoona pelan.

“Lalu….”

“Lihatlah…..” Yoona menunjuk bintang-bintang yang bertaburan di langit. Siwon menoleh kearah Yoona lalu kembali menengadahkan kepalanya melihat bintang.

“Itu bintang, lalu apa hubungannya?” tanya Siwon bingung.

“Kau adalah bintang Choi Siwon, bintang yang tak bisa ku gapai,  dan bintang yang tak bisa ku sentuh karena kau terlalu jauh berada di atas langit. Tapi, saat kau mendekat cahaya mu begitu terang menyilaukan kedua mata ku sehingga aku tak bisa menggapai mu dan tak bisa menyetuh mu sedikit pun karena cahaya mu yang terlalu terang, mataku jadi terpejam untuk menghindari cahaya mu”

“Apa karena pekerjaan ku sebagai seorang artis dan kau….seorang wartawan” ucap Siwon yang sudah mengerti arah pembicaraan Yoona.

“Choi Siwon, kau selalu mendapatkan cinta yang tulus dari semua orang terutama para fans mu. Ribuan bahkan jutaan fans mu bermimpi menjadi kekasih ataupun istri mu, mereka mengidolakan mu, mereka menjadikan mu sebagai laki-laki type ideal mereka bahkan ada yang sampai tergila-gila pada mu. Mereka akan kecewa, kalau tahu bahwa di antara jutaan tak ada satu pun yang kau pilih. Malah kau memilih aku, yang jelas-jelas aku bukan fans mu” tutur Yoona panjang lebar, Siwon hanya mendengarkan sambil terus menatap langit.

“Aku tahu itu, aku juga sangat mencintai para fans ku, mereka adalah nyawa kedua ku. Tanpa mereka aku tidak akan menjadi seorang aktor ternama seperti saat ini. Tapi, aku punya kehidupan pribadi Im Yoona, aku juga ingin mencintai dan di cintai apa itu salah? Ku rasa itu manusiawi”  jawab Siwon dengan raut wajah yang sulit di artikan.

“Tapi kau salah memilih perempuan, aku tidak tepat untuk mu Choi Siwon” lanjut Yoona namun kali ini dia menundukan kepalanya.

“Aku tidak pernah salah memilih Im Yoona, apa kau ragu menjadi kekasih ku? Karena takut kau di serang fans ku lagi?” tanya Siwon kali ini dia menoleh kearah Yoona yang masih menundukan kepalanya. Yoona terdiam, tak menjawab pertanyaan Siwon. Siwon mengerti diamnya Yoona adalah jawaban “iya” atas pertanyaannya. Siwon mengeser duduknya untuk lebih dekat dengan Yoona, tangannya mulai mengangkat kedua belah pipi Yoona dengan kedua telapak tangannya. Dapat Siwon lihat raut wajah Yoona yang sedang menyembunyikan “sebuah kebenaran”

“Kau bilang aku adalah bintang? Kau tak bisa menggapai ku, kau tak bisa menyetuh ku karena aku terlalu jauh berada di langit, dan saat aku dekat dengan mu kau bilang kau tak bisa menggapai ku, kau tak bisa menyetuh ku karena cahaya ku menyilaukan mata mu sehingga kau terpejam untuk menghindari cahaya ku. Im Yoona aku adalah bintang, saat ini aku sedang berada di depan mu buka mata mu, lihat aku, gapai aku, dan sentuh aku maka kau akan tahu kalau aku begitu mencintai mu. Tak ada sedikit pun kebohongan di dalam hati ku, bukalah matamu dan lihat bintang yang ada di depan mu sekarang Im Yoona” tutur Siwon pelan.

Yoona menahan air matanya yang siap keluar mendengar penuturan Siwon, mulutnya masih terkunci belum mengatakan sepatah kata pun. Hanya gelengan pelan yang dapat Yoona lakukan.

“Cahaya mu terlalu terang aku tak bisa menggapai mu” jawab Yoona di sertai isakan tangisnya, karena air matanya sudah tak dapat dia control.

Yoona berdiri dari duduknya, lalu menyeka air matanya cepat. “Maaf Siwon, aku tidak bisa” ucap Yoona lalu bersiap pergi meninggalkan Siwon, tapi dengan sigap Siwon menahan tangan Yoona.

“Apa kau meragukan ketulusan ku, aku tidak sedang berakting Im Yoona” tutur Siwon lalu berdiri dari duduknya.

Yoona terdiam mendengar penuturan Siwon lalu melepaskan genggaman tangan Siwon “Iya aku meragukan mu” jawab Yoona lalu pergi meninggalkan Siwon yang menatap nanar kepergiannya.

~~

Siwon terlihat murung sambil terus membuka lembar demi lembar scenario tanpa dia baca sedikit pun, Nickhun yang menyadari sikap Siwon yang tak seperti biasanya langsung menghampiri Siwon dan menawarkan sebotol soft drink “Apa kau haus, ambil ini”

Siwon hanya menggelengkan kepalanya sebagai jawabannya, tanpa menoleh kearah Nickhun. Nickhun menghela nafas berat lalu menaruh botol soft drink tersebut di atas meja.

“Bagaimana wawancara mu dengan Im Yoona apa berjalan lancar?” tanya Nickhun membuka pembicaraan.

“Lancar” jawab Siwon singkat.

“Kenapa orang ini” gumam Nickhun dalam hati melihat tingkah Siwon yang aneh dimatanya.

“Lalu, kapan tabloidnya keluar?” tanya Nickhun lagi.

“Molla” sahut Siwon, lalu berdiri dari duduknya dan berjalan ke luar ruangan untuk kembali syuting. Nickhun memasang muka bingung melihat Siwon yang bersifat tak seperti biasanya.

“Sepertinya ini ada hubungannya dengan Yoona?” gumam Nickhun mengambil kesimpulan, Nickhun berpikir sejenak lalu sebuah ide muncul di otaknya.

“Aku tahu apa yang harus ku lakukan” ucap Nickhun tersenyum, lalu mengambil ponselnya untuk mengirim pesan pada seseorang.

Siwon berdiri sambil memperhatikan Lee Seunggi dan Uee yang sedang beradu akting, sebenarnya dia sedang menunggu gilirannya untuk take. Karena Siwon berperan sebagai pemain pendukung maka bagiannya sangat sedikit di film ini.

“Siwon-ssi, kau di cari sutradara Kim”

Ujar seorang kru yang membuat Siwon sedikit kaget. “Ahh baiklah, terimakasih” tutur Siwon berusaha tersenyum lalu menghampiri sebuah tenda tempat Sutradara Kim.

“Anda mencari ku sutradara?” tanya Siwon ketika sudah masuk kedalam tenda putih tersebut.

“Ahh Siwon, ayo duduklah” sambut sutradara Kim sambil menepuk kursi yang ada di sebelahnya. Siwon hanya tersenyum lalu duduk di kursi tersebut.

“Ada apa sutradara, kenapa anda mencari ku?” tanya Siwon.

Sutradara Kim membuka kacamata hitamnya lalu memandang Siwon “Begini, peran mu di film ini adalah menjadi orang ketiga dalam hubungan Uee dan Seunggi, ku rasa sebagai orang ketiga kau harus ekstra keras untuk mendapatkan cinta Uee, aku sudah berdiskusi dengan penulis cerita film ini bahwa adegan mu dengan Uee akan di tambah beberap sin”

Tutur sutradara Kim, Siwon mengangguk mengerti “Baiklah aku siap, kalau begitu mana naskah baru untuk ku”

Sutradara Kim menyerahkan naskah untuk Siwon “Ini bacalah terlebih dahulu dan hayati peran mu” Siwon mengambil naskah tersebut lalu membacanya. Tiba-tiba mata Siwon terbelalak saat membaca sebuah adegan yang harus ia lakukan bersama Uee.

“Sutradara, kenapa disini aku dan Uee harus beradegan ciuman?” tanya Siwon sedikit kaget.

“Memangnya kenapa, apa ada masalah?” tanya Sutradara Kim menaikan alisnya satu.

“Tapi kenapa di sin ini aku harus beradegan ciuman dengan Uee, bukankah ini sinnya Lee Seunggi-ssi?” tanya Siwon memastikan.

“Iya kau benar, tapi film ini menceritakan kisah cinta segitiga jadi bagaimana pun juga yang namanya cinta segitiga pasti akan sulit dan banyak konflik. Jadi, konflik kau dan Seunggi akan di mulai saat Seunggi melihat kau dan Uee berciuman” tutur Sutrada Kim panjang lebar. Siwon hanya mengehal nafas berat tanda keberatan, tapi apa boleh buat. Sebagai seorang aktor dia harus menerima konsekuensi dan harus menjalankan sesuai dengan scenario.

“Arraseo, kalau begitu aku siap-siap dulu. Permisi Sutradara” ucap Siwon lalu berdiri dari duduknya dan menundukan kepalanya sebelum dia pergi.

~~

Yoona duduk di sofa, dia tersenyum melihat Ayahnya sudah siuman dari operasi semalam. Sekarang Tuan Im sedang disuapi buah-buahan oleh Minho.

“Yoona, kemarilah” ucap Tuan Im, Yoona langsung berdiri dari duduknya lalu berjalan kearah ayahnya.

“Appa, setelah makan istirahatlah jangan banyak bergerak” ucap Yoona ketika sudah berada di pinggir ranjang Tn Im.

“Iya Appa tahu, Yoona terimaksih kau sudah menyelamatkan Appa, appa tidak tahu kalau tidak segera di operasi mungkin, appa…….”

“Sudahlah Appa, yang penting sekarang Appa sudah sembuh. Masalah uang operasi, biar itu jadi urusan ku” potong Yoona lalu memegang tangan ayahnya.

“Noona, bukannya Siwon Hyung bilang kau tidak usah…….”

“Minho…” Ucap Yoona lalu menginjak kaki Minho.

“Siwon Hyung, maksud mu Siwon yang aktor itu?’ tanya Tn Im menatap Minho bingung.

“Akhh appa, jangan dengarkan Minho dia salah bicara” tutur Yoona lalu merangkul pundak Minho. Minho menahan sakit kakinya akibat di injak oleh Yoona.

“Iya kan Minho…” ucap Yoona tersenyum pada adiknya itu, senyum yang menandakan ‘awas kalau bilang pada Appa’

“Yah Appa, tadi aku salah bicara” jawab Minho memastikan.

“Ohh, ku kira ada apa” ucap Tn Im sambil tersenyum pada kedua anaknya itu.

Tuan Im kembali merebahkan tubuhnya untuk tidur, setelah memastikan ayahnya sudah tidur Yoona segera menarik tangan Minho keluar dari ruangan.

“Yah Noona apa yang kau lakukan?” ucap Minho pelan sembari tangannya di seret Yoona untuk keluar.

“Dasar anak bodoh kenapa mulut mu itu seperti perempuan tidak bisa di ajak kompromi” gerutu Yoona saat sudah keluar ruangan tempat ayahnya di rawat.

“Mian Noona, habisnya kenapa Noona menyuruh aku dan ibu menyembunyikan kebenaran bahwa Siwon Hyunglah yang membayar operasi ayah” ucap Minho sambil memajukan bibirnya.

“Justru karena Siwon yang bayar jadi ayah tidak boleh tahu” jawab Yoona lalu duduk di kursi tunggu.

“Tapi kenapa Noona berbohong pada Appa, padahal Siwon Hyung juga bilang kalau itu bukan hutang, melainkan dia benar-benar tulus membantu kita” tutur Minho lalu duduk di sebelah Yoona.

“Tulus kau bilang, yah sangat-sangat tulus…” ketus Yoona lalu memalingkan wajahnya dari Minho. Minho menggerutu pelan melihat tingkah kakaknya..

Dret…..dret…..dret…..

Tiba-tiba ponsel Yoona bergetar, menandakan sebuah pesan masuk.

“Nickhun…”

Gumam Yoona melihat nama si pengirim pesan, Yoona segera membaca isi pesan dari Nickhun.

“Ada perlu apa dia?”

Gumam Yoona lagi, yang membuat Minho menoleh kearahnya.

“Ada apa Noona?’ tanya Minho

“Ada urusan mendadak, Noona harus pergi dulu. Kau jaga appa disini, dan awas kalau bilang pada appa soal uang operasi itu, kalau kau berani bilang pada Appa lihat saja nanti” ancam Yoona pada Minho, Minho kembali memajukan bibirnya sambil mengangguk mengerti.

“Arraseo, pergilah” ketus Minho lalu berdiri dari duduknya dan kembali masuk kedalam ruangan Tn Im. Yoona menghela nafas melihat Minho, lalu segera pergi untuk menemui Nickhun.

~~

Siwon tengah di make up oleh seorang make up artis, sementara dia terlihat fokus menghapal dialognya sambil sesekali mendesah pasrah ketika dia membayangkan bagaimana jika dia berciuman dengan Uee. Meskipun ini bukanlah adegan ciuman pertama baginya, tapi entah kenapa Siwon merasa dia tidak bisa jika harus melakukan adegan ciuman dengan Uee. Tapi, bagaimana pun juga Siwon harus tetap melaksakan adegan tersebut sesuai dengan alur didalam scenario.

“Ku dengar kau akan beradegan ciuman dengan Uee” seru Nickhun tiba-tiba.

Siwon langsung menolehkan perhatiannya pada Nickhun “Iya” jawab Siwon singkat.

“Tuan sudah selesai” ujar perias tersebut. Siwon tersenyum ramah, sambil menganggukan kepalanya.

“Aku tidak mengerti kenapa jadi seperti ini alur ceritanya?” ucap Nickhun lagi, sambil membuka-buka sebuah tabloid pria.

“Molla, kau tanyakan saja sendiri pada penulis ceritanya” jawab Siwon sekenanya sambil berjalan kearah cermin rias, Siwon berdiri di depan cermin berukuran sedang itu lalu membenarkan rambutnya yang sedikit berantakan.

Nickhun terlihat memikirkan sesuatu, lalu melihat Siwon yang sedang sibuk membenarkan rambutnya.

“Apa kau merasa kesulitan melakukan adegan ini?” tanya Nickhun tiba-tiba. Siwon langsung terdiam, lalu menolehkan kepalanya melihat Nickhun.

“Sangat kesulitan, aku tidak tahu apakah aku akan berhasil atau tidak” jawab Siwon terlihat bimbang.

“Yah…yah…yah…aku tahu masalah mu. Tapi kau tenang saja, aku punya cara supaya kau bisa beradegan ciuman dengan natural dan terlihat menikmati adegan tersebut” ujar Nickhun yang membuat Siwon menarik alis satu. “Cara? Apa caranya?” tanya Siwon penasaran.

“Kau pasti tidak ingin kan melakukan adegan ciuman yang berulang-ulang, makannya aku punya triknya Choi Siwon” lanjut Nickhun bertele-tele.

“Cepat katakan apa caranya, bertele-tele sekali kau ini” ketus Siwon tak sabar.

“Oke dengerkan aku Choi Siwon. Kalau kau ingin adegan ciuman mu dengan Uee berhasil dan tidak di ulang-ulang, maka caranya adalah bayangkan bahwa Uee adalah wanita yang kau cintai, aku yakin adegan ciuman mu dengan Uee tidak akan di ulang-ulang” ucap Nickhun santai sambil bersandar di sofa.

“Membayangkan wanita yang ku cintai?” tanya Siwon mematikan. Nickhun tersenyum sambil menganggukan kepalanya.

“Kau yakin itu akan berhasil?” tanya Siwon lagi.

“Akan sangat berhasil, percayalah padaku” Nickhun tersenyum pada Siwon lalu kembali membuka-buka majalah yang ada ditangannya. Siwon berbalik kembali menatap dirinya di dalam cermin. “Wanita yang ku cintai” ucap Siwon pelan.

“Yah aku tahu, kau pasti bisa Choi Siwon” ucap Siwon menatap dirinya di dalam cermin.

Nickhun tersenyum puas, lalu kembali fokus pada majalahnya.

~~

Yoona sudah sampai di lokasi syuting Siwon, tadi Nickhunlah yang menyuruhnya untuk datang entah apa maskudnya Yoona sendiri pun tidak tahu. Yoona mencari Nickhun dengan kedua matanya, tapi orang yang dicarinya pun tak ada malah mata Yoona menangkap sosok Siwon yang sedang berbicara dengan sutradara Kim yang tidak jauh dari tempatnya berdiri. Yoona menghentikan langkahnya, melihat Siwon dari kejauhan. Tiba-tiba Yoona keget saat Siwon memalingkan kepala kearahnya, dan melihatnya. Kini keduanya saling pandang dengan tatapan yang sulit diartikan, tak lama Yoona melihat laki-laki yang berdiri disebalah Siwon merangkulnya dan mengajaknya pergi.

Siwon tersenyum pada orang yang merangkulnya, yaitu sutradara Kim. Lalu berjalan untuk memulai syutingnya. Yoona hanya bisa melihat kepergian Siwon yang perlahan mulai menjauh dari pandangnya.

“Yoona-ssi sudah lama menunggu ku” ujar seseorang membuat Yoona kaget dibuatnya.

“Akhh Manager, kau mengagetkan ku saja” ucap Yoona sambil menepuk-nepuk dadanya. Nickhun tersenyum sedikit menyesal atas perbuatannya pada Yoona “Mianhae, oh yah sudah lama menunggu ku?”

“Anio aku baru datang, oh yah ada apa manager menyuruh ku datang kemari?” tanya Yoona yang membuat Nickhun bingung harus menjawab apa.

“Ahhhh…emmmm….” Nickhun menggaruk-garuk kepalanya yang tak gatal.

“Waeyo manager?” tanya Yoona bingung.

“Ahhh membahas hasil wawancara Siwon tadi malam” jawab Nickhun bohong. Yoona tak mengerti atas jawabannya. “Maksud mu?”

“Yoona-ssi bagaimana kalau kita sambil berjalan-jalan di sekitar sini, seharian ini aku suntuk sekali” tawar Nickhun mencari alasan.

“Bailklah kalau begitu ayo” jawab Yoona langsung, sebenarnya dia masih bingung kenapa Nickhun menyuruhnya datang ke lokasi syuting Siwon.

Nickhun terus berjalan, dia sengaja membawa Yoona ke tempat lokasi syuting Siwon yaitu di sebuah taman. Sebenarnya Nickhun sengaja membawa Yoona kemari, untuk melihat proses syuting Siwon. Sepanjang perjalanan Nickhun terus mengajak Yoona bicara, meskipun arah pembicaraan mereka tidak menjurus ke pekerjaan. Yoona sedikit bingung dengan tingkah Nickhun yang terlihat aneh, tapi Yoona tetap menjawab pertanyaan Nickhun yang sebenarnya tidak bermutu.

“Manager, kenapa kita bisa sampai disini?” tanya Yoona kebingungan saat menyadari bahwa Nickhun mengajaknya ke lokasi syuting Siwon.

“Ahhh iya kenapa kita bisa berjalan kearah sini, padahal tadinya aku ingin menjauhi lokasi syuting” jawab Nickhun pura-pura.

“Kalau begitu kita cari tempat lain saja untuk ngobrol” ajak Yoona yang langsung di cegah Nickhun.

“Yoona-ssi bagaimana kalau kita istirahat dulu disini, kaki ku pegal, dari tadi kita terus berjalan. Apalagi semalam aku jatuh dari tangga” bohong Nickhun dengan wajah memelasnya.

Yoona menatap Nickhun aneh, lalu mengiyakan ajakan Nickhun.

“Nah gitu dong, ayo kita kesana di sini panas” Nickhun berjalan kearah sebuah pohon besar yang tidak jauh dari tempat lokasi syuting.

“Kenapa orang itu, aneh sekali” gumam Yoona heran lalu berjalan menghampiri Nickhun yang sudah berteduh di bahwa pohon besar tersebut.

~~

Siwon tengah bersiap untuk beradegan ciuman dengan Uee, kini keduanya saling berhadapan.

“Bayangkan bahwa Uee adalah wanita yang kau cintai”

Kata-kata Nickhun terlintas di benak Siwon, Siwon menatap kedua bola mata Uee dalam sembari mengumpulkan emosinya sebagai Kim Hee Sung.

“Camera rolling action…………..” teriak sutradara Kim.

Siwon menatap mata Uee dalam.

“Bayangkan bahwa Uee adalah wanita yang kau cintai”

Tiba-tiba sosok Uee berubah dimata Siwon, sosok itu di gantikan oleh Yoona. Betapa jelas, Siwon menatap bola mata Uee lekat. “Jung Hee aku sangat mencintai mu, percayalah pada ku”

“Siwon memang aktor yang hebat, natural sekali aktingnya” gumam Sutradara Kim memuji akting Siwon di balik layar kecil.

Siwon dan Uee saling pandang satu sama lain, tapi dimata Siwon gadis yang kini tengah berdiri di hadapannya bukanlah Uee melainkan Yoona. Siwon menarik tubuh Uee untuk mendekat kearahnya dan langsung mencium bibir mungil Uee. Uee sedikit kaget dengan akting Siwon tapi segera dia memejamkan matanya dan merasakan bibirnya yang dilumat habis oleh Siwon.

Nickhun yang melihatnya tercengang, apalagi Yoona yang tiba-tibanya dadanya sesak melihat pemandangan yang ada di depannya saat ini.

“Dia melakukan seperti apa yang ku katakan” gumam Nickhun pelan lalu menolehkan kepalanya kesamping kiri melihat Yoona, tergambar dengan sangat jelas raut cemburu dari wajah Yoona dan itu membuat Nickhun mengulum senyum keberhasilan “Yes…rencanaku berhasil” ucap Nickhun dalam hati lalu kembali melihat Siwon yang masih beradegan ciuman.

 

Siwon terus melumat bibir Uee, dengan perasaan yang timbul dari dalam hatinya karena bagi Siwon, kini dia sedang mencium wanita yang dicintanya yaitu Im Yoona.

“Cut…………”

Teriak sutradara Kim, yang langsung mendapat tepukan tangan dari para kru dan juga sutradara Kim. Siwon langsung melapaskan ciumannya dengan Uee, dan tiba-tiba sosok Yoona menghilang dari pandangannya dan kembali tergantikan oleh Uee.

Siwon menatap Uee dengan tatapan yang sulit di artikan lalu membalikan badannya, dan tanpa sepatah kata pun meninggalkan Uee, tapi langkah Siwon terhenti saat melihat ‘Yoona asli’ yang tengah berdiri menatapnya. Menyadari Siwon menatapnya Yoona segera pergi dari tempat tersebut meninggalkan Nickhun. Siwon menghela nafas berat, lalu berjalan menuju ruang istirahat.

~~

Yoona berjalan di sekitar taman, sambil berusaha menenangkan perasaannya yang kembali kacau setelah melihat adegan ciuman Siwon-Uee yang membuatnya sedikit shook. Dihirupnya sedikit oksigen untuk mengisi paru-parunya, seteleh berjalan cukup lama Yoona memutuskan untuk duduk di sebuh bangku panjang berwarna coklat.

“Cemburu? benarkah aku cemburu?” batin Yoona bertanya pada dirinya sendiri.

Yoona melamun sejenak sambil duduk di bangku sendirian, merasa jenuh dia bangkit dari duduknya lalu kembali berjalan untuk menangkan hatinya yang sedang gundah.

~~

Siwon memutuskan untuk mencari udara segar di sekitar taman, waktu sudah menunjukan pukul 17.00 KST. Terik matahari yang dari tadi merajai siang, kini berubah menjadi redup karena sang surya sudah mulai turun untuk kembali keperaduaanya. Siwon berjalan santai ditaman tersebut yang mulai terlihat sepi, tiba-tiba langkah Siwon terhenti saat melihat seorang yeoja yang sedang duduk di tanah sambil memegangi kakinya.

“Yoona..”gumam Siwon. Lalu segera berlari menghampiri wanita tersebut.

~~

Yoona merintih kesakitan akibat kaki kanannya yang terkilir “Ahhh paboya…” desah Yoona sembari memegangi kakinya yang terasa sakit.

“Yoona, gwenchanayo?” seru seseorang, Yoona terdiam mendengar suara itu suara yang sangat di kenalnya. Yoona tahu itu suara Siwon, makannya dia enggan untuk menengadahkan kepalanya.

“Yoona, gwaenchanayo?” tanya Siwon lagi, kini dia berjongkok di depan Yoona. Dengan ragu Yoona memandang Siwon, entah apa yang terjadi kini keduanya jadi canggung seakan baru pertama kali kenal.

“Aku tidak apa-apa” jawab Yoona singkat lalu akan berdiri tapi kakinya terlalu sakit untuk di gerakan.

“Apa kaki mu terkilir, coba ku lihat”

“Tidak usah, aku tidak apa-apa” cegah Yoona reflexs Siwon menatapnya heran.

“Kau tidak bisa berdiri, apalagi berjalan. Tolong hilangkah dulu ego mu itu, aku hanya ingin membantu mu” ucap Siwon. Yoona menundukan kepalanya mendengar kata-kata Siwon yang memang benar.

“Naiklah” Siwon menepuk punggungnya agar Yoona naik ke atasnya.

Tapi Yoona hanya diam menatap punggung Siwon “Yah Im Yoona ayo naik, ini hampir malam” ucap Siwon lalu berbalik menatap Yoona.

“Tapi aku pakai rok bagaimana aku bisa naik?” ucap Yoona bingung. Siwon melihat rok Yoona yang sedikit di atas lutut lalu menghela nafas berat.

Siwon membuka jasnya lalu memberikannya pada Yoona “Ikatkan di pinggang mu, pasti akan tertutupi” perintah Siwon. Yoona langsung mengambil jas tersebut lalu mengikatkan di pinggangnya.

“Naiklah” lanjut Siwon kini dia membalakangi Yoona. Yoona sedikit ragu, tapi apa boleh buat akhirnya dia naik kepunggung Siwon.

~~

Siwon berjalan sambil menggendong Yoona di belakang, dari tadi tak ada sepatah kata pun yang keluar dari bibir keduanya. Keduanya sama-sama terdiam, dan bingung harus memulai pembicaraan dari mana.

“Akan ku obati dulu kaki mu, setelah itu ku antar kau pulang” ujar Siwon setelah lama bibirnya terkunci rapat.

“Terimakasih, tapi aku bisa pulang sendiri” sahut Yoona pelan.

“Jangan menolak kebaikan seseorang itu tidak baik” ucap Siwon menimpali, Yoona hanya diam tak bersuara lagi. Entah kenapa hatinya terasa tenang berada di dekat Siwon seperti ini, Yoona bisa menghirup aroma tubuh Siwon yang wangi sehingga membuatnya terlarut dalam diam. Tanpa Yoona sadari, dia menjatuhkan kepalanya di bahu Siwon. Yah Yoona tertidur.

Siwon yang menyadari Yoona tidur hanya bisa tersenyum tipis, lalu semakin mempercapat jalannya.

~~

Siwon merebahkan Yoona di ranjangnya, kini waktu sudah menujukan pukul 19.30 KST. Siwon membuka 2 kancing kemeja atasnya sambil berjalan menuju kamar mandi, tak berapa lama Siwon keluar dari kamar mandi dengan membawa handuk kecil serta air hangat untuk mengompres kaki Yoona.

Siwon duduk di ujung ranjang, lalu meraih kaki kanan Yoona yang terlihat bengkak.

“Bengkak sekali kakinya” gumam Siwon pelan lalu mulai mengompres kaki Yoona dengan air hangat. Tapi, mata Siwon menangkap kaki Yoona yang lecet “Apa ini?” heran Siwon bergumam pelan. Siwon meraih kaki kiri Yoona yang ternyata juga sama lecet.

“Sepatu” Siwon mengambil sepatu Yoona yang tergeletak di bawah. Siwon memperhatikan sepatu Yoona lalu mengukurkan sepatu tersebut dengan kaki Yoona.

“Pantas saja kakinya lecet, sepatunya sudah kekecilan seperti ini” ucap Siwon lalu kembali meletakan sepatu tersebut dan kembali mengompres kaki Yoona.

~~

Setelah selesai mengompres kaki Yoona, Siwon duduk bersandar di sofa sambil memperhatikan dengan seksama Yoona yang sedang terlelap tidur. Siwon merenung mencoba memikirkan kembali perasaannya pada Yoona. setelah cukup lama melamun Siwon berdiri dan berjalan menuju ranjang, Siwon duduk di pinggir ranjang dan melihat wajah damai Yoona yang sedang terlelap.

“Aku tidak salah memilih mu Yoona, yah kau keajaiban untuk ku, kau bisa merubah semuanya dalam hidup ku bahkan sifatku kau bisa merubahnya” ucap Siwon pelan.

Siwon menatap Yoona lekat, lalu perlahan mendekatkan wajahnya ke wajah Yoona yang masih terlelap tidur. Kini jarak mereka semakin dekat tinggal menyisakan beberapa senti saja, jantung Siwon berdegup cepat saat memandang wajah Yoona dari dekat.

“Jatuh cinta, yah inilah rasanya jatuh cinta jantung ku berdetak cepat” ucap Siwon dalam hati.

Hembusan nafas Siwon yang menerpa permukaan wajah Yoona, membuat Yoona perlahan mulai terbangun dari tidurnya. Yoona  kaget saat Siwon berada di atasnya, kini jantunggnya pun berdetak 2 kali lebih cepat. Tangan Yoona mencengkram sprai mencoba menenangkan dirinya yang benar-benar gugup.

Tapi, Yoona buru-buru menutup kembali matanya. Melihat Yoona yang kembali terpejam, Siwon semakin mempersempit jarak tak berapa lama bibir mereka pun bertemu. Siwon mulai memejamkan matanya, dan perlahan mulai melumat bibir merah Yoona pelan. Tapi sayang Siwon melepaskan pautan bibirnya, yang membuat Yoona perlahan kembali membuka matanya. Kini keduanya saling menatap satu sama lain.

“Kenapa kau bohongi perasaan mu Im Yoona?” tanya Siwon pelan.

Yoona terdiam sejenak mendengar pertanyaan seperti itu. “Karena…karena aku takut kau meninggalkan ku lagi” jawab Yoona pelan.

“Mana mungkin aku meninggalkan mu lagi, aku tidak akan melepasmu sampai kapan pun juga” ucap Siwon meyakinkan.

Yoona hanya diam mendengar penuturan dari Siwon.

“Tadi kau melihat adegan ciuman ku dengan Uee, apa kau cemburu?” tanya Siwon, tapi Yoona hanya diam menatap Siwon. Siwon mengerti diamnya Yoona adalah jawaban ‘iya’ atas pertanyaannya.

“Baiklah, kau juga akan mendapatkannya sekarang. Tapi berbeda dari yang tadi, tadi aku sedang berakting dan sekarang akan ku lakukan dengan rasa cinta yang miliki untuk mu Im Yoona”

Tutur Siwon pelan , lalu kembali meraih bibir Yoona. Yoona sedikit kaget dengan perlakuan Siwon dia kembali memejamkan matanya. Siwon semakin memperdalam ciumannya dan terus melumat bibir Yoona dengan irama pelan.

Entah magnet apa yang menarik tangan Yoona untuk naik ke leher Siwon sehingga membuat Siwon semakin memperdalam ciumannya, tak mau diam di permainkan Siwon seperti ini, akhirnya Yoona pun membalas ciuman Siwon sesuai dengan irama yang Siwon ciptakan.

~~

Presdir Kangta tersenyum kecut setelah membaca artikel mengenai salah satu artisnya, siapa lagi kalau bukan Choi Siwon, dia menaruh tabloid terbitan hari ini dengan santai  keatas meja.

“Jadi benar posisinya sebagai pemeran utama di gantikan oleh Lee Seunggi?” tanya Presdir Kangta pada manager Jung.

“Iya Presdir, di film ini Siwon berperan sebagai pemeran pendukung dan sinnya sangat sedikit sekali”

“Lalu, bagaimana dengan kontrak-kontrak CF-nya?” tanya Presdir Kangta lagi.

“70% kontrak CF Choi Siwon dibatalkan Presdir, dan 30% nya lagi para produser sedang mempertimbangkannya”

“Lalu, bagaimana dengan promosi film dia di Jepang?” tanya Presdir Kangta dinging.

“Promosi untuk filmnya tetap dijalankan, tapi produser film enggan untuk membawa Siwon ke Jepang. Karena akibat skandal ini popularitasnya di Jepang menjadi turun *Amit-amit*.

Presdir Kangta memandang lantai lalu kembali menampakan senyum acuhnya. “Apa aku bilang, dalam hitungan hari saja popularitasnya sudah menurun bak roda yang menggelinding di jalan yang curam”

“Yah seperti itulah Presdir” sahut manager Jung lemah.

“Lalu apa yang akan anda lakukan Presdir?” lanjut manager Jung.

“Kapan kontrak Siwon berakhir?” tanya Presdir Kangta santai.

“Setahu ku 5 tahun lagi Presdir, waeyo?” heran manager Jung.

“5 tahun lagi……kalau karir dia terus menerus seperti ini, agensi ku bisa hancur karenanya” gumam Presdir Kangta sambil memikirkan sesuatu.

“Jadi, apa yang akan anda lakukan Presdir?” tanya manager Jung penasaran.

“Kita lihat saja nanti, dia sudah berani melanggar peraturan yang ada didalam kontrak berarti sama saja dia sudah berani melawan ku” gumam Presdir Kangat tersenyum menakutkan.

Manager Jung mengangkat alisnya, heran dan tak mengerti apa maksud ucapan Presdir Kangta.

“Dengan satu kali ku tiup, karir Choi Siwon akan redup selama-lamanya, tunggu tanggal mainnya”

Kembali senyum yang menandakan perang akan segera di mulai terpancar dari wajah Presdir Kangta, manager Jung terkejut mendengarnya dan tak menyangka bahwa Presdir Kangta akan menyatakan hal ini pada Choi Siwon, yang merupakan artis penghasil uang terbayak di dalam agensinya.

 

 

To Be Countinued

Hohoho……chapter ini kelar juga *sujud syukur*. Tadinya FF ini aku mau posting minggu-minggu depan, tapi karena tiap hari aku dapat sms dari united yang nagih FF ini jadi sekaranglah ku posting. Oh yah mianhae bagi united yang sms nya tak ku balas.😀

 

Oke deh jangan lupa RCL yah……

Kamsahamnida…… 🙂

Tinggalkan komentar

144 Komentar

  1. Unhibitedly

     /  Agustus 4, 2013

    akhirnya yoona mau jujur ma perasaannya sendiri,,
    sebel ma presdirnya,, bukannya membantu malah mau ngehancurin karir siwon -___-

    Balas
  2. Anita harahap

     /  Oktober 23, 2013

    Kyaaa…….
    Akhirny yoona eonni mengakui perasaanny….
    Daebak…

    Balas
  3. nunung

     /  Oktober 27, 2013

    Kangta tega

    Balas
  4. huaaaa akhirnya yoong eonni udh mau mngakui perasaan nya ma wonppa,,,,iiih kangta jhat bnget sich,,,!!

    Balas
  5. Merisa Hermina putri

     /  Desember 18, 2013

    Aduhhh akhirnya jadiaan juga , bagus bagus ceritanyaa

    Balas
  6. Relly

     /  Desember 22, 2013

    Akhirnya Yoona menerima cinta Wonpa…. eeeeehhhhh jadi cemburu… hehehehe

    Balas
  7. ayu dian pratiwi

     /  Januari 24, 2014

    Makin seru aja nih

    Balas
  8. Dasar Kangta-ssi licik sekali dia-_-”
    KerennnnnnnnnnnN

    Balas
  9. Ciee YW ehem,,,asik dah??

    Aishh kangta menyebalkan ya?? >_<

    Balas
  10. Hilyana Rahma

     /  Mei 20, 2014

    Aissssss kejam banget ya presdirnya,,,,,
    Next

    Balas
  11. wulandari

     /  Juni 24, 2014

    Baguuuus makin seru,,, di lnjutin eonjie,,, klo ada seribu jempol aku kasih sayangnya cuman ada 4 hehehe,,, lnjut

    Balas
  12. Golok mana golok :v ? Gue bunuh juga tu presedir :3

    Balas
  13. Wah… Akhirnya Yoona membalas perasaan Siwon ya, benar2 romantis bgt. Tpi kasihan bgt wonppa hanya dpt peran sampingan, sepertinya Presdir Kang punya niat jahat sama wonppa. Aduh gimana ini??

    Balas
  14. seperti’y yoona mulai menerima wonpa, tp gmn dgn karir wonpa slanjut’y, tu knp presdir’y jahat bgt sich.. q doain bangkrut tu prusahaan..

    Balas
  15. Kasihan Siwon…jadi pengusaha muda ajah Wonnie

    Balas
  16. Tuh kan yoong eonni ngbhongin prsaan sndri
    Mana ada orng hampir sempurna kyk choi siwon ditolak😀
    Kren bngt ffnyA

    Balas
  17. nadud

     /  Desember 9, 2014

    so sweet >,<

    Balas
  18. Cemburu tandanya cinta……untung siwon punya manager yg lbh pintar Dr dia hihihi….
    Selamat deh yoonwon akhirnya bersatu

    Balas
  19. dedewjasmin

     /  Januari 21, 2015

    Untung aj ada siwon yg bantu yoona membayar biyaya operasi..klu tidak?tapi knh orang tua siwon tidak dceritakan lgh???aduh yoona gengsi bngt dia tinggal blng aj klu dia sk sm siwon susah bngt..

    Balas
  20. marsiah

     /  April 6, 2015

    Siwon oppa ngikutin apa yang di sarankab nichun oppa hahahaha(ikut ngetawain siwon oppa bareng nichun oppa)hehehehe

    Balas
  21. Susi

     /  April 20, 2015

    Akhirnya yoona bisa juga jujur sama ,,,
    Siwon nya bener-bener udah jatuh cinta banget sama yoona ta terelakkan lagi,,😊

    Owh presdirx gitu banget ya,,
    Kejjam banget sama artis nya padahal merekakan mesin uang nya…

    Balas
  22. Nur khayati

     /  Mei 25, 2015

    Penghayatan bgt Siw0n nyium Uee, krna saran dr Nickhun yg nyuruh bayangin wajah wanita yg dia cintai.,
    Hm, dgn Y00nW0n kisseu2, apa arti.a Y00na nerima cinta.a Siw0n??
    Lanjut baca next Chap,.]

    Balas
  23. Akhirnya yoona mau jujur juga ma perasaanya..
    Jd sebel kalo baca pas presdir kangtanya karna dia licik bgt..

    Balas
  24. park ra chan

     /  Desember 28, 2015

    Gitu dong yoonggie eonnie jujur sm perasaan mu

    Balas

United, Leave a Coment Here

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: