[FF] Wife For My Husband (Chapter 2)

Title : Wife for My Husband

 

Author: kkezzgw / Kezia Gabriella Winoto

 

Facebook: http://www.facebook.com/keziagw

 

Twitter: https://twitter.com/#!/kkezzgw

 

Cast:

  • Im Yoona (SNSD)
  • Choi Siwon (Super Junior)

Other Cast

  • Tiffany Hwang (SNSD)
  • Kim Kibum (Super Junior)
  • Krystal Jung ( fx)
  • Choi Minho ( SHINee)
  • Taeyeon & Leeteuk
  • Choi Sulli ( fx )
  • Kwon Yuri (SNSD)

Genre: Family, Sad, Tragedy, Romance

 

Length:  Chapter

 

Rated: PG-13

 

Author’s note:

ANNYEONG HASEYO!!! *teriak pake toa masjid* *author koplak* Mianhae.-. ini FF baru muncul, udh brp lama y? 2 bulan ya? Mian2 *bow brg YoonWon* author semi hiatus soalnya, dulu sekolah cumin 5 hari, skrg, sabtu jg tambahan materi UN, udh gtu minggu musti ibadah brg Siwon lgi-,- jadi setiap hari author skolah skrg😥 *yeee malah curcol ini author* #plak

 

Oke anyway awas ad busway, author jujur, liat bbrp komen di FF part 1 ini agak bingung, karna ada bbrp yg ngmng ini mirip film india (?) emg bnr ya? Author aja kgk tau tu pilem.-. jadi klo ad yg ngmng ini ngecopy film India, author klarifikasi, INI MURNI DARI PIKIRAN AUTHOR, AND MUNGKIN ALURNY SAMA AJA😀

 

Yang kedua, ada bbrp reader yg marah2 karna di part 1 itu berasa baca FF SiFany, oke ya jadi gini, tu kn hny permulaan, lagian emg author gk nyesek ap bikinny? Jadi jangan ad lgi yg nny “ini ff yoonwon ap sifany sih? , “mian thor klo part 2 kyk gini lgi aku gk mw baca” deesbelah, oke ini penjelasannya^^

Dan yang terakhir, tentunya semoga menikmati (?) FF ini yo^^ author bikinny tiap hari loh mpe jam 12 malem klo gk ad ulangan.-. jadi hargai ya wkwk..

 

HAPPY READING, YOONWONITED^^

READ, COMMENT, LIKE^^

 

——————————————————

 

AUTHOR POV

Sepanjang perjalanan, Siwon dan Yoona hanya diam membisu, Siwon konsen menyetir sedangkan Yoona hanya menolehkan pandangannya kearah jendela sambil menatap jalanan Seoul yang cukup ramai saat itu, Siwon menoleh kearah Yoona dan menatapnya bingung, dari sorot matanya terlihat Siwon sangat membenci Yoona, dan banyak sekali pertanyaan yang sudah siap dia tanyakan pada yeoja berparas cantik di sebelahnya ini, “Kau kenal Tiffany darimana?” tanya Siwon pada Yoona dengan nada ketus, akhirnya dia bisa menanyakan ini.

Yoona menoleh singkat, “Hmm…di sebuah café….” Kata Yoona.

“Lalu kenapa kau menerima tawarannya?” kata Siwon jauh lebih ketus dari sebelumnya.

Mendengar pertanyaan itu, mulut Yoona langsung terkunci rapat, dia tidak mungkin mengatakan yang sebenarnya, dia tidak mau di bilang memanfaatkan orang lain, “Aku juga tidak tahu…” kata Yoona berbohong. Siwon berdecak kesal mendengarnya.

“Apa kau yakin akan melakukan hal itu? Apa kau mau menjanda setelah bercerai dariku, heuh?” tanya Siwon lagi.

“Menjanda? Bercerai? Im Yoona, sudah kubilang apa, jangan terlalu berharap, bahkan pernikahan ini sangat di benci olehnya..” kata Yoona dalam hati.

“Yak, aku bertanya padamu..” ketus Siwon pada Yoona.

Yoona bingung harus menjawab apa, dia tidak tahu harus mengatakan apa untuk pertanyaan ini, mulutnya tetap bungkam, lagi – lagi Siwon mentapanya kesal sambil berdecak panjang.

‘Urin kyumo-do chego skill-do chego mwodeunji chego animyeon andwae Super Junior-neun wonrae maen jaman ppajin ireum hamyeo himsen tori SuperMan’

Terselamatkan oleh ringtone ponsel Siwon yang berbunyi, Siwon mengambil ponselnya dan terpampanglah si penelpon dari sebrang sana, senyuman manis terukir dari bibir merah Siwon, dengan cepat Siwon langsung mengangkat telpon itu.

KLIK~

“Yak! Akhirnya kau menelponku juga…hha…bagaimana kabarmu?”

“……….”

“Gurae? Syukurlah kalau begitu….”

“…………”               

“MWO? JINJJAYO? APA KAU TAK BERCANDA?”

Yoona menoleh kearah Siwon dengan tatapan bingung, bagaimana tidak, namja yang dia kira sangat tampan, cool, dan berwibawa, saat telponan dengan temannya layaknya ahjumma – ahjumma arisan yang hobi bergossip.

“………….”

“Arasseo, aku akan menunggumu…”

“………..”

“Okey, Bye!”

KLIK~

Siwon tersenyum riang mendapat telpon dari saudaranya itu, dia tersadar saat bola matanya menangkap mata Yoona yang sedang menatapanya dengan tatapan bingung, seketika itu juga raut mukanya berubah menjadi dingin kembali, “Waeyo?” ketus Siwon.

Yoona tersadar lalu menggeleng, “Aniyo…aku hanya…” kata Yoona terbata, “Hanya apa?” ketus Siwon.

“Ani…aniyo…” katanya lagi. Siwon melirik Yoona kesal.

Girls’ Generation make you feel da’ heat

Tiba – tiba ponsel Yoona berbunyi, dengan cepat Yoona mengambilnya dan melihat si penelpon, “Rumah Sakit…” gumamnya yang sukses membuat Yoona kaget.

“Siwon oppa, kau bisa turunkan aku disini…” kata Yoona dengan panik.

“Kenapa harus disini?” tanya Siwon bingung.

Yoona semakin panic, “Aniyo, aku ada urusan sebentar, jebalyo turunkan aku disini, aku ada urusan yang sangat penting..” kata Yoona panic.

“A..arayo..” kata Siwon lalu segera memarkirkan mobilnya ke sisi kiri jalan, “Gomawo oppa…annyeong..” kata Yoona cepat dan keluar dari mobil, tanpa babibu lagi, dia langsung berlari kearah bus.

Siwon memperhatikan Yoona dari kaca spionnya, “Aneh sekali..” cela Siwon.

“Tapi, kenapa dia se-panik itu?” tanya Siwon masih berfikir.

“Apa ada sesuatu yang terjadi padanya?”

“Atau apa?”

“Yak, untuk apa aku memikirkannya?” gerutu Siwon yang menyadarinya.

**

New York, Amerika Serikat, 2012

“Oppa, kau benar – benar akan pulang ke Korea?” kata seorang yeoja pada namja yang masih memasukkan pakaiannya ke dalam koper – koper itu.

“Ne, sudahlah, kita akan bertemu lagi suatu saat, ara?” kata namja itu berusaha menenangkan yeoja yang masih bergelayut manja di lengannya. Namja itu melumat bibir yeoja di depannya itu dengan nafsu, sedangkan yeoja di hadapannya hanya membalasnya dengan tak kalah nafsu sambil mengalungkan tangannya di leher namja itu.

“Besok aku akan berangkat, kau bisa mengantarku, ara?” yeoja itu tersenyum.

**

Seoul

Yoona berlari – lari di lorong rumah sakit yang sepi itu, dia sangat khawatir mendapat kabar bahwa Mr. Im mulai kritis lagi, tanpa banyak berfikir, dia langsung berlari dan berjalan keruangan ICU.

“Dok, bagaimana keadaan appa?” tanya Yoona khawatir.

Dokter itu menggeleng lalu menepuk pundak Yoona, “Kau harus banyak berdoa, kondisi Mr. Im tadi pagi memang membaik, tapi entah kenapa kondisi tubuhnya langsung drop dan membuatnya kritis sampai sekarang…” Yoona mengacak –ngacak rambutnya frustasi, dia memegang kedua bahu dokter itu, “Dokter Lee, jebalyo, tolong sembuhkan appaku, jebalyo..aku akan melakukan cara apapun agar dia bisa sembuh, jebalyo dokter…” kata Yoona nanar.

“Banyak berdoalah, Agasshi…saya permisi…” kata Dokter itu sopan. Yoona langsung ambruk sambil menangis di kursi rumah sakit, “Appa…jangan tinggalkan aku……hikss…hiksss..” kata Yoona sambil menangis sesegukan.

**

“Lebih baik aku memanjakan dan menenangkan diri disini, lupakan masalah tadi, Mrs. Choi.” Kata Tiffany lalu menunduk dan mengangkat kepalanya lagi, mukanya yang semula terlihat kesal dan cemberut sekarang tersenyum ramah dan mulai menapaki kedua telapak kakinya itu menuju sebuah spa terkenal di Korea..”

“Annyeong hasseyo, agasshi, ada yang bisa saya bantu?” kata pelayan disana sopan.

“Lakukan seperti biasanya…” kata Tiffany yang ternyata adalah pelanggan setia spa disini, pelayan itu mengangguk dan mengantar Tiffany menuju ruangannya.

“Agasshi, gantilah pakaian anda dengan ini…” kata pelayan itu sambil menyerahkan baju handuk berwarna putih. Tiffany segera meraihnya dan menggantinya di kamar mandi.

Setelah Tiffany memakai handuk itu, pelayan tadi memanggil anak buahnya dan langsung memulai pekerjaannya, setelah berkutat selama 30 menit, datanglah 2 orang pelanggan dan 2 orang pelayan tentunya yang akan memijat mereka.

Tiffany bersikap acuh pada mereka, karena mereka tidak kenal sama sekali. Tiffany memejamkan matanya sambil menikmati sentuhan dibagian punggungnya, “Ya, Eunji, kau tahu tidak?” kata salah satu perempuan yang berusia sekitar 20 tahun.

“Eunhee-ah, baboya…bagaimana aku tahu jika kau tak memberitahuku?” ketus temannya itu, “Hhe..kau benar, kau tahu? Bibinya Sooyeon mandul!” kata Eunhee yang sukses membuat Tiffany mengalihkan pandangannya kearah 2 remaja itu.

“Omo! Jinjjayo? Kau tahu darimana?” kata temannya itu.

“Kemarin dia bilang padaku, dia sangat sedih, karena bibinya ini sangat baik dan sangat menyukai anak – anak, usianya juga terbilang muda, 24 tahun dia sekarang.”

“Mwo? 24 tahun? Dia seumuran….denganku?” gumam Tiffany dalam hati.

“Aish jinjja? Aku pasti tertinggal banyak gossip..”

“Dan kau tahu yang lebih parahnya apa? Mertuanya atau neneknya Sooyeon sejak awal memang tidak suka padanya, dan sekarang neneknya Sooyoen sedang mencari cara  supaya…PAMAN DAN BIBINYA SOOYEON BERCERAI!” pekik Eunhee yang dijawab dengan ekspresi kaget

“Kenapa….kisah hidupnya sama sepertiku?” gumam Tiffany lagi yang merasakan dadanya sesak mendengar itu semua.

“Kalau sudah mandul seperti itu, seorang wanita memang sudah tidak berguna lagi…” celetuk Eunji yang sukses membuat Tiffany melotot.

“Ne, kau benar, seorang wanita akan menjadi sempurna jika bisa menghasilkan keturunan, kalau mandul, untuk apa lagi dia hidup? Lebih baik pergi…benar tidak?” celetuk Eunhee.

“Jika aku menjadi orang – orang yang madul, lebih baik aku meninggalkan suamiku dan membiarkannya menikah dengan yeoja lain…” kata Eunhee.

Tiffany benar – benar hancur mendengarnya, emosi, dan tidak bisa mengontrol kepahitannya, dia pun bangkit dari duduknya lalu menghadap kearah 2 yeoja itu dengan tatapan marah, “SUDAH CUKUP KALIAN MENGHINA YEOJA MANDUL!!!” murka Tiffany yang sukses membuat 2 yeoja yang tadi sedang tertawa berhenti dan menatap bingung kearahnya.

“KALIAN TIDAK TAHU KAN RASANYA? KALIAN TIDAK TAHU KAN BETAPA MENYEDIHKANNYA NASIB ORANG MANDUL? APA KALIAN TIDAK MENYADARI MULUT KALIAN ITU SANGAT SANGAT TIDAK BISA DIJAGA? TIDAK ADA SEORANG WANITA PUN YANG MAU MENGALAMI HAL TERKUTUK ITU! SEMUA WANITA INGIN MENJADI SEMPURNA DENGAN MELAHIRKAN!” jerit Tiffany frustasi dan keluar dari tempat itu, mengambil bajunya dan bergegas pergi ke ruang ganti.

“Yak….dia kenapa?” gumam Eunji ketakutan dan bingung.

“Mollayo, apa dia mandul?” tebak Eunhee asal.

Dengan langkah kesal Tiffany berjalan meninggalkan tempat itu, “Apa – apaan mereka? Mereka tidak mengalaminya, jadi mana mungkin mereka tahu rasanya bagaimana?” gerutu Tiffany lalu masuk ke dalam mobilnya.

**

“Eomma…Appa jangan tinggalkan aku…hiks….hiks….jika eomma dan appa pergi, siapa yang akan menjagaku? Hiks…hiks…” Yoona menangis melihat Eomma dan Appanya yang sekrang tersenyum kearahnya, Mrs. Im mengenggam tangan Yoona lembut lalu menghapus air mata anaknya itu dengan penuh kasih sayang.

“Yoona-ah, ini bukan dirimu, Yoona itu kuat, tidak cengeng dan manja..” kata Mr. Im.

“Hiks..hajiman…aku takut….hikss..” kata Yoona lagi.

“Kau tak akan sendirian, Yoong….Kau sudah menemukan pasangan hidupmu yang sebenarnya….sekarang, kami harus pergi….” Kata Eomma Yoona lagi.

Yoona menggelengkan kepalanya, ‘Andwae, andwae, Andwaeyo!!”

“Andwae…andwae…andwa…andwae…”

“Agasshi, agasshi bangun…” tegur salah satu suster yang tampak cemas melihat keadaan Yoona, “Gwaenchana?” kata suster itu sambil menyerahkan segelas air putih.

Yoona langsung menggapainya dan meminumnya, “Gomawo, suster…” katanya lagi.

Suster itu pamit setelah selesai mengecheck keadaan Mr. Im, ternyata Yoona hanya bermimpi. Dia mengenggam erat kedua tangan dingin Mr.Im lalu menciumnya, “Appa….jangan tinggalkan aku sampai aku mendapatkan suami, ara?” kata Yoona sambil mengelus – ngelus dahi Mr.im yang mengerut, badannya dingin sekali.

TOKTOKTOK~

“Permisi, apa agasshi keluarga dari Mr.Im Seulong?” tanya suster berambut blonde itu, “Ne, benar..ada apa?” tanya Yoona.

“Agasshi dipanggil keruangan Dokter Lee…” Yoona mengangguk, “Appa, aku tinggal sebentar ya…” kata Yoona lalu mencium kening Mr.Im dan berjalan ke luar ruangan diikuti suster itu.

**

Sulli tampak bosan di dalam rumahnya sendiri, tidak ada Taeyeon, Siwon, ataupun teman, dia benar – benar bosan sekarang, “Huft…aku bosan…” kata Sulli sambil memanyunkan bibir merahnya itu.

“Ah! Bagaimana kalau aku ke kamar umma?” Sulli mendapat ide cemerlang dan langsung keluar dari kamarnya menuju kamar orangtuanya.

TOKTOKTOK~

“Eomma…” sapa Sulli pada Krystal yang sedang membaca majalah, “Sulli, waeyo chagi?” tanya Krystal lembut.

“Ayo kita bermain, eomma…aku bosan..” kata Sulli, Krystal menghembuskan nafasnya, “Jinri-ah, bukannya eomma tidak mau, hajiman, eomma sangat lelah sekarang, lagian kau ini sudah besar, masa masih seperti anak kecil. Bagaimana kalau nanti? Kita shopping bersama, Eomma dengar ada diskon tas!” kata Krsytal yang berusaha mebujuk Sulli.

Sulli menggeleng, “Aku bosan……” keluh Sulli.

“Lalu eomma harus melakukkan apa?” tanya Krystal bingung.

Sulli tampak berfikir sejenak, “EOMMA! BOLEHKAH AKU MENGINAP DI RUMAH SIWON OPPA SAMPAI HARI PERNIKAHANNYA?”

Krystal tampak memikirkannya sejenak, “Jebalyo, eomma…” kata Sulli membujuk Eommanya dengan mengeluarkan aegyonya.

“Hmm…arayo, nanti eomma tanyakan pada appa, arasseo?” Sulli mengangguk senang.

**

“Masuklah, Yoona-sshi…” kata Dokter Lee mempersilahkan Yoona duduk.

“Ada apa dokter memanggilku? Apa ada sesuatu pada appa?” tanya Yoona khawatir.

“Pembengkakan jantung stadium akut…” kata Dokter Lee mengawali pembicaraan, “Maksud dokter, apa?” tanya Yoona bingung.

“Ya, ternyata bukan hanya ginjal Mr.Im yang mengalaminya, tetapi jantungnya juga…”

“Apa yang harus saya lakukkan untuk mengatasinya, dok?” kata Yoona yang sudah siap untuk menangis, tapi dia tahan.

“Mr. Im harus dirawat di rumah sakit dan tidak tahu kapan akan sembuh, karena penyakitnya ini benar – benar sudah parah….” Kata Dokter Lee yang membuat Yoona tak kuasa lagi menahan cairan bening itu keluar dari pelupuk mata indahnya.

“Dokter, tolong lakukan apapun agar appa bisa sembuh, saya rela membayarnya asal appa sembuh, jebalyo dokter….”

Dokter Lee mengangguk, “Pasti, saya akan berusaha yang terbaik untuk Mr.Im..”

**

Siwon dan Tiffany sedang duduk di ruang tamu berdua, Siwon dengan iPadnya sedangkan Tiffany dengan majalah majalah fashion yang dia sedang lihat sambil memasangkan earphone di kedua telinganya membuat mereka asik dengan dunia masing – masing sampai akhirnya….

“AHHHHH ANNYEONG!!” pekik seorang yeoja imut dari balik pintu yang membuat Siwon dan Tiffany mengalihkan pandangannya kearha pintu yang terbuka, SiFany kaget sedangkan yeoja itu hanya tersneyum manis.

“Yak, Sulli, apa yang kau lakukan disini? Kenapa kau membawa koper, heuh?” tanya Siwon ketus pada adik bungsunya itu.

“Yah oppa! Kau kejam sekali pada adikmu ini, aku akan menginap disini sampai kau menikah dengan Yoona…” celetuk Sulli yang membuat Siwon melongo, “MWOYA? SAMPAI AKU DAN DIA MENIKAH? MAKSUDMU SATU MINGGU?” kaget Siwon.

“Ne, kau benar oppa hhe…” kata Sulli sambil cengengesan (?)

“Pulang..pulang..oppa tak mau kau tinggal disini, kau itu sangat merepotkan kalau kau tahu, heuh..” ketus Siwon yang membuat Sulli cemberut.

“Sudahlah oppa, biarkan saja dia disini….toh hanya satu minggu, benarkan Sulli?” kata Tiffany yang langsung dijawab anggukkan manis Sulli.

Pasrah, itulah yang di lakukan Siwon sekarang, “Arayo, kau boleh menginap disini…” kata Siwon tak ikhlas. Tiffany tersenyum, “Aku akan menyuruh Hong Ahjumma untuk menyiapkan kamar untuk Sulli.” Kata Tiffany lalu berlalu meninggalkan dua kakak beradik ini.

Sulli tersenyum penuh kemenangan kearah Siwon lalu menjulurkan lidahnya, “Ishh kau menyebalkan seperti eomma..” ketus Siwon.

“Mwo? Oppa? Kau bilang apa?” tanya Sulli, Siwon yang sadar langsung mengelak, “Aniya, sudahlah kau diam, berisik sekali, ck.”

**

“PENUMPANG JURUSAN NEW YORK – SEOUL HARAP MENUNGGU DI GATE F, KARENA PESAWAT AKAN SEGERA BERANGKAT, TERIMAKASIH”

Terdengar di seluruh penjuru bandara menyadarkan lamunan seorang namja yang memang sedang menunggu keberangkatan pesawat itu tanpa berfikir panjang langsung bangkit dari duduknya dan membawa barang – barangnya menuju ke tempat yang di perintahkan.

“Aku pulang, aku pulang……” kata namja itu lalu tersenyum manis membuat semua wanita yang melihatnya pasti akan terpesona dengan ketampanannya.

**

Yoona yang memutuskan untuk pulang kerumah, atau lebih tepatnya rumah SiFany pun baru pulang sekitar jam 11.30 KST. Lampu sudah dimatikkan dan suasana sudah hening menandakkan semua yang ada di dalam rumah itu sudah berangkat kea lam mipinya masing – masing.

“Sepi sekali….” Kata Yoona. Yoona merasa tenggorokkannya kering, tanpa berfikir panjang dia langsung berjalan kearah dapur.

“Mianhaeyo, chagi…eomma belum bisa pulang sekarang…hiks…”

DEG.

Yoona terdiam mendengar suara itu, “Bukankah itu suara Hong Ahjumma?” Yoona menengok kearah dapur dan benar, terlihat seorang ahjumma bertubuh subur sedang mengenggam ponselny sambil berdiri di dekat kursi makan, “Kenapa Hong Ahjumma menangis?”

“Ne..mianhae, eomma belum bisa menengok cucuku yang sedang sakit…ne…”

“Cucunya sakit?” gumam Yoona.

“Arata, selamat tidur…”

Terlihat Hong ahjumma yang mematikkan ponselnya dan seketika itu menangis sedih, Yoona merasa iba dengannya lalu menghampiri Hong Ahjumma, “Ahjumma…..” panggil Yoona.

“Omo…agasshi…kau membuatku kaget saja…” katanya cepat lalu menghapus air matanya.

“Ahjumma, ada apa dengan cucumu??” kata Yoona. Hong ahjumma yang mendengar itu langsung menangis karena tak dapat menahan rasa sedihnya, “Ada masalah dalam pernafasannya hiks…”

Yoona dengan cepat langsung merangkul Hong ahjumma yang sedang benar – benar sedih mendengar cucunya sedang sakit, “Ahjumma, uljima…pasti semua ada jalan keluarnya, ne?” kata Yoona menghibur Hong ahjumma yang membuatnya tersenyum manis.

Tanpa mereka sadari, seseorang sedang memperhatikan mereka dari balik tembok, “Ah sudahlah tak usah minum…” kata namja tadi, Siwon, lalu segera naik ke kamarnya kembali.

**

“SULLI-AH!!! AYO CEPAT!! KITA SUDAH HAMPIR TERLAMBAT!!” jerit Siwon dari bawah untuk memanggil adik bungsunya itu.

“NE! CHAKAMAN! AKU LUPA PAKAI BEDAKK!!” samar – samar teriakan Sulli dari atas. Siwon berdecak kesal, “YAKK!! KAU INI MEREPOTKAN KAU TAHU!!”

“OPPA PIKIR KAU TAK MEREPOTKAN, HEUH?” balas Sulli tak mau kalah.

“Sudahlah yeobo, namanya juga perempuan…semua perempuan pasti seperti itu…” kata Tiffany berusaha menenangkan suaminya itu.

Sulli berlari dari tangga, “Oppa, aku sudah selesai…” kata Sulli tanpa perasaan bersalah.

“Kau ini,lelet sekali, kau tahu hari ini ad rapat penting dengan perusahaan Italia? Heuh?” omel Siwon pada adiknya, “Mianhae…” kata Sulli sambil mengerucutkan bibirnya.

“Yeobo aku berangkat ya..” kata Siwon lalu mencium kening Tiffany singkat dan pergi bersama Sulli keluar, terlihat kedua kakak beradik itu masih perang mulut.

Tiffany masuk ke dalam rumah dan melihat Yoona dengan pakaian rapi turun dari atas kamarnya, “Yoona, mau kemana?” tanya Tiffany.

Yoona yang tadi melamun langsung mengalihkan pandangannya, “Heuh? Aku ingin pergi ke rumah sakit, seperti biasa eonnie…”

“Tidak bisa, Eomma akan segera datang…kau tunggu disini…”

Yoona kaget, “Hajiman, eonnie, aku…..”

“Tidak ada alasan, tunggu disini sampai eomma datang, arasseo?” Yoona hanya bisa pasrah.

**

Siang harinya, “Lelahnya…” Siwon yang baru selesai meeting itu merenggangkan otot – ototnya yang terasa kaku dan duduk di kursinya.

 ‘Urin kyumo-do chego skill-do chego mwodeunji chego animyeon andwae Super Junior-neun wonrae maen jaman ppajin ireum hamyeo himsen tori SuperMan’

Siwon yang baru saja duduk di kagetkan oleh ponselnya yang berbunyi secara tiba – tiba, dia mengambil ponselnya dan langsung tersenyum semangat melihat nama yang terpampang di layar pinsel touch screenya itu, “Fany-ah..” katanya semangat lalu mengangkat telpon dari Tiffany.

“Yoboseyo? Chagi, wae?”

“Hmm..oppa…bisa kau pulang sekarang?”

“Memang ada apa, Fany-ah?”

“Kau belum fitting baju untuk pernikahanmu 2 minggu lagi oppa…”

Mendengar itu, ekspresi Siwon yang tadinya senang langsung berubah datar, “Ahh..nanti saja kalau masalah itu, bisa kapan – kapan…” ketus Siwon.

“Yeobo! Kau ini apa – apaan, kau akan menikah 2 minggu lagi, sudah cepat kesini, kau ke butik milik Yuri ya…”

Siwon berdecak kesal, “Arayo, aku akan segera kesana….”

KLIK~

Rasanya ingin sekali dia membanting ponselnya sekarang juga, “Apa – apaan ini, aku dipaksa menikah dengan yeoja yang sama sekali tidak kucintai, menyebalkan sekali.” Gerutu Siwon kesal lalu segera membereskan barang – barangnya dan pergi ke butik yang disuruh Tiffany.

@SiFany’s Home

“Bagaimana, Fany-ah, apa dia akan kesana sekarang?” tanya Krystal pada Tiffany. Tiffany mengangguk, “Arayo, ayo Fany & Yoona ,kita berangkat ke butik langganan kita.” Ajak Krystal. YoonFany hanya mengangguk dan segera masuk mobil yang disetir oleh pak Han.

“Kalau tahu seperti ini, lebih baik aku tetap pergi ke rumah sakit…” kata Yoona dalam hati.

@Butik Yuri

Yoona, Tiffany, dan Krystal sampai di depan butik milik Yuri dan segera masuk ke dalamnya.

KRING KRING KRING~

Terdengar bunyi bel diatas pintu masuk butik Yuri, membuat karyawan disana langsung berdiri tegak dan memberi hormat pada mereka bertiga, “Mana Yuri?” tanya Krystal dengan nada sombong pada karyawan – karyawan itu, “Sangjanim ada di lantai 2, di ruangannya..” kata pelayan itu. Krystal langsung meninggalkan pelayan itu tanpa mengucapkan terima kasih, pelayan disana sudah terbiasa dengan sikap Krystal, Tiffany pun melakukan hal yang sama. Yoona yang melihat itu merasa tak enak, “Gomawoyo..” kata Yoona yang membuat karyawan itu sedikit kaget, sedetik kemudian dia tersenyum, “Ne, agasshi..” katanya.

Yoona tersenyum dan berjalan meninggalkan karyawan yang berjumlah 6 orang itu, “Lihat nona itu, dia berbeda dari yang lainnya, sepertinya dia baik….” Kata pelayan tadi.

“Ne, kau benar, tidak seperti Krystal-sshi dan Tiffany-sshi, mereka sangat sombong..” celetuk pelayan yang lainnya, sedangkan yang lainnya hanya mengangguk setuju.

KRING KRING KRING~

Tak berapa lama, pintu masuk pun terbuka lagi, dan munculah sesosok lelaki tampan memakai jas berwarna hitam masuk ke butik Yuri lagi.

“Dimana Yuri?” tanyanya. Pelayan itu gugup, “Hmm..hmm..sangjanim di lantai 3..” kata karyawan itu sedikit gugup. Karyawan yang lain menggetok kepala karyawan itu, “Aniyo, Sangjanim ada di lantai 2, di kantornya…” kata karyawan yang lainnya.

Namja yang bernama Siwon itu tersenyum sampai menunjukkan dimplenya, “Arayo, gomapta..” katanya cepat dan langsung meninggalkan ke 6 karyawan yang terpesona dengan ketampananya.

“Yak! Babo ya…kenapa kau bilang lantai 3?” tanya karyawan yang menggetok temannya, “Habis, namja itu tampan sekali, aku terlalu terpesona dan gugup di tanya olehnya…” ketus karyawan tadi.

“Ya…dia memang tampan sekali,ahh seandainya aku bisa menikah dengannya…’ kata karyawan yang lain. “Yak! Jangan bermimpi, dia sudah punya istri, istrinya itu Tiffany-sshi, kalian tahu?” kata karyawan yang lain yang membuat semua karyawan disana kaget, “Jinjja? Kau tahu darimana?” tanya karyawan itu. “Kalian lupa? 5 bulan yang lalu kan mereka memesan baju disini juga…” , “Aish tidak cocok sekali mereka…” , “Nde! Bahkan mukanya saja tidak ada mirip – miripnya, kenapa bisa jadi couple? Huh..” , “Aku lebih suka namja itu dengan yeoja yang ramah tadi, mereka sama – sama baik, cantik & tampan, ramah pula, kenapa mereka tidak bersama saja?” celetuk karyawan yang lain.  “Kau benar, mereka cocok sekali, seandainya mereka artis, mungkin aku akan jadi shipper mereka, hha..”

“Ish kalian ini ada –ada saja sudahlah, kita doakan saja supaya mereka menikah hha…” karyawan yang lain setuju dan tertawa bersama.

*jiwa yoonwonited author kambuh-_-*

@Yuris’ Room

TOK TOK TOK~

“Ne, masuklah…” teriak Yuri yang masih membuat pola untuk rancangannya.

YoonFany & Krystal masuk kedalam dan membuat Yuri mendongakkan kepalanya, “Annyeong hase…” kata Yuri terpotong. Seketika itu juga mata YoonYul bertemu, mereka sama – sama kaget, “YOONA?” “YURI?” pekik mereka bersamaan.

Krystal dan Tiffany bingung melihatnya, “Kalian..saling kenal?” tanya Tiffany bingung. “Ne, dia sahabatku di SMP..” kata Yuri pelan. Suasana menjadi hening sekarang, “Yuri-sshi, kami ingin memesan gaun pengantin..” kata Krystal berusaha memecahkan keheningan.

Yuri tersadar, “Hmm..mianhae, silahkan duduk, Mrs. Choi..” katanya, Krystal & YoonFany pun duduk di hadapan meja Yuri, lebih tepatnya di sofa.

“Konsep apa yang kalian inginkan?” tanya Yuri pada mereka bertiga. “Putih, simple, elegan, dan seksi” kata Krystal. Yuri mencatat lagi.

“Hmm..arayo, lalu apa lagi?” tanya Yuri sambil mencatat semua pesanan mereka, “Jangan lupa beri taburan berlian di bagian dadanya…” “Ara, lalu bagaimana dengan yang laki – laki?” tanya Yuri. “

“Kau atur agar terlihat cocok dengan yang  laki – laki” kata Krystal lagi.

“Dan untuk keluarganya?” tanya Yuri. “Untuk keluarga mungkin cream lebih baik…” kata Krystal lagi. Yuri mencatat semua yang Krystal katakaan, sedangkan YoonFany hanya bisa pasrah dengan kata – kata Krystal.

TOKTOKTOK~

Mereka berempat mengalihkan perhatiannya kearah pintu, “Masuklah…” kata Yuri.

CLEK~

Siwon muncul dari balik pintu, Krystal tersenyum lega melihatnya, sedangkan Siwon memasang ekspresi datar dan langsung duduk di samping Yoona, karena satu – satunya tempat yang kosong hanya disitu. Tiffany melihatnya dengan tatapan sebal.

“Arayo, aku sudah tahu konsep yang terbaik untuk pernikahan ini…” kata Yuri. “Kalau boleh tahu, siapa yang akan menikah?” tanya Yuri pada Krystal, Krystal tersenyum, “Yoona dan Siwon..” mendengar itu, Yuri kaget bukan main sampai menjatuhkan pulpennya ke lantai, dia melirik Yoona dengan tatapan penuh tanya, sedangkan Yoona hanya menunduk.

“Yuri-sshi, waeyo?” tanya Krystal. Yuri tersadar, “A…ani..aniyo, kalau begitu kita akan mulai pengukurannya dari Yoona, silahkan Yoona….Yoona-sshi..” kata Yuri terbata, mengambil pulpennya yang jatuh, dan mempersilahkan Yoona masuk ke ruang fitting.

Saat YoonYul sudah masuk ke ruangan lain, “Siwon, apa kau suka dengan konsep yang Eomma buat?” tanya Krystal. “Aku tidak perduli dengan semua ini, bukankah pernikahan ini hanya untuk menghasilkan keturunan? Untuk yang lainnya aku tidak perduli..” ketus Siwon pada Krystal. Krystal hanya diam lalu tersenyum licik, sedangkan Tiffany? Mungkin hatinya seperti dicabik – cabik sekarang..

@Fitting Room

YoonYul sampai di ruangan itu, dengan gesit Yuri mengambil semua keperluannya untuk mengukur ukuran tubuh Yoona, sedangkan Yoona hanya diam sambil menunduk, “Yoong..” kata Yuri sambil mengukur pinggang Yoona.

“Hmm??” Gumam Yoona, “Kenapa kau menikah dengannya, bukankah Siwon sudah menikah?” tanya Yuri pada Yoona.

“Aku membutuhkan banyak uang..” kata Yoona berusaha tegar. Yuri menghentikan aktifitasnya dan menoleh kearah Yoona, “Uang? Kau ini kenapa? Ini bukan Yoona yang kukenal…” kaget Yuri mendengar kata – kata Yoona.

“Yul…aku bisa jelaskan semuanya…” gumam Yoona.

“Appaku sekarang sedang sakit, dia dirawat di rumah sakit, kurasa dia koma, aku butuh banyak uang untuk mengobatinya, hari itu aku di pecat di 2 tempat kerjaku, aku diusir dari rumah kontrakkan sampai akhirnya aku bertemu dengan Tiffany, tiba – tiba dia menawariku untuk menjadi penggantinya karena dia mandul…” kata Yoona terpotong.

“MWO? MANDUL?” pekik Yuri kaget. “Yoona mengangguk, “dan dia menawariku untuk menjadi penggantinya, penghasil keturunan untuk Siwon dan Tiffany, tadinya aku menolak keras, tapi dia menjanjikankku 1 juta won, bahkan lebih, aku menolakknya dengan keras, tapi entah kenapa, appaku pingsan di hotel yang dia sewakan, aku membawanya kerumah sakit dan dokter mengatakan appaku harus mendapat perawatan yang layak..dan…dan..aku akhirnya menerima tawaran Tifffany…hiks..hikss..” isak Yoona.

Yuri merasa tersentuh dengan perkataaan Yoona, dia langsung memeluk sahabatnya itu dengan erat, “Yoong, mianhae, waktu itu aku pergi meninggalkanmu untuk kuliah di Amerika, kau tahu kan imipianku menjadi seorang desaigner, kalau tahu sahabatku akan seperti ini, aku pasti akan membantumu, tapi mau bilang apa? Kau sudah terlanjur menerimanya…” kata Yuri lagi.

“Pernikahan ini akan berjalan hanya 1 tahun..” kata Yoona. “Maksudmu setelah 1 tahun, kau akan bercerai dengannya? KAU BUKAN BONEKA IM YOONA!” geram Yuri. “Tidak masalah asal aku bisa membiayai pengobatan appaku..hiks..” kata Yoona sambil terisak.

Yuri menggerutu, “Yoong, ini masalah harga diri dan…dan..keperawananmu, kau yakin akan melepasnya?” tanya Yuri. “Aku sudah rela, demi Appaku…” katanya lagi.

Yuri menarik nafas dalam, “Lalu bagaimana dengannya yang masih setia mencintaimu?” tanya Yuri.

“Dia tidak mencintaiku Yul, dia selingkuh, aku sangat membencinya, mungkin jodohku bukan dia…”

“Aku menyerah, Kapan kalian menikah?” tanya Yuri. “1 minggu lagi..”

“Arasseo, aku akan konsen mengerjakan ini dulu, setelah itu, kita baru bisa ngobrol..” kata Yuri lalu segera konsen mengerjakan tugasnya.

Di sisi lain….

“MWO? EOMMA, BISA KAU ULANGI PERKATAANMU?” tanya Siwon masih tak percaya.

“Ne, kau dan Yoona akan menikah di Kaledonia, pulau yang sudah Eomma sewa, eomma tidak mau pernikahan kalian ini ada yang tahu, karena bisa merusak nama baik keluarga….” Kata Krystal lagi.

“Kaledonia? Bukankah itu tempat yang sangat romantis?” gumam Tiffany dalam hati.

“Bahkan waktu aku dan Tiffany menikah, pesta pernikahannya saja tidak seromantis ini!” geram Siwon pada Krystal.

Krystal menyeringai, “Mwo? Tidak romantis kau bilang? Bulan madumu saja ke New York, apa kurang puas?” tanya Krystal pada Siwon yang sudah geram pada Eommanya sendiri.

“Ne, kami memang ke New York, tapi aku dan Yoona akan ke Paris!” pekik Siwon ketus.

Krystal menggelengkan kepalanya, “Setuju atau tidak, kau dan Yoona akan tetap menikah di Kaledonia.” Siwon berdecak kesal, sedangkan Tiffany masih menahan rasa cemburunya.

10 menit kemudian…

Yuri selesai mengukur semuanya, “Yoong, boleh aku minta nomor ponselmu?” tanya Yuri. Yoona tersenyum, “Kau ini, tentu saja…ini no’nya…” kata Yoona lalu menunjukan nomor telponnya kehadapan Yuri. Yuri mencatat nomor Yoona di ponselnya.

“Arasseo, bisakah kita bertemu nanti?” tanya Yuri. Yoona pun mengangguk setuju.

YoonYul masuk ke dalam kantor Yuri lagi dan mendapati SiFany & Krystal yang sibuk dengan urusan mereka masing – masing, “Mianhae menunggu lama…” sesal Yuri.

“Gwaenchana…” kata Krystal.

“Arayo, sekarang Siwon-sshi..” kata Yuri. Siwon pun dengan malas bangkit berdiri dan berjalan mengikuti Yuri ke dalam ruang fittingnya. “Oh iya, Siwon-sshi, karena kau namja, untuk pengukurannya, akan ditangani oleh asistenku..” kata Yuri yang hanya dijawab anggukan Siwon.

“Mrs. Choi, sekarang kau bisa diukur…” kata Yuri lagi. Krystal pun mengangguk lalu bangkit dari duduknya. Yuri, Krystal, dan Siwon masuk ke fitting room, sedangkan Yoona duduk di tempat Siwon tadi.

Terjadi keheningan diantara YoonFany, Tiffany melirik Yoona dengan tatapan cemburu, “Yoona…” panggilnya. Yoona menoleh, “Nde? Wae Fany eonnie?” tanyanya.

Tiffany mendongakan kepalanya, “Jangan berharap lebih pada Siwon..” ketusnya.

DEG~

Rasanya Yoona ingin pingsan mendengar kalimat itu, “Apa maksudmu, eonnie?” tanya Yoona bingung.

“Kau jangan pernah berharap Siwon akan mencintaimu, ingat! Kau menjadi istrinya hanya untuk menghasilkan keturunan untukku dan dia, bukan untuk menjadi istrinya untuk selamanya, pernikahan kalian hanya berjalan 1 tahun…kau harus ingat itu.” Kata Tiffany.

Hati Yoona serasa dilempari berratus – ratus duri mendengarnya, harga dirinya merasa terinjak – injak, dia mengepalkan tangannya menahan emosi, rasanya dia ingin menampar pipi mulus Tiffany itu dengan telapak tangannya, tapi dia teringat akan uang yang Fany berikan padanya, “Fany eonnie, kau tenang saja…” kata Yoona ketus.

Tiffany hanya diam mendengar jawaban itu, sedangkan Yoona masih berusaha menahan emosinya, belum menikah saja sudah seperti ini, bagaimana nanti?

Hampir 1 jam keluarga Choi menghabiskan waktu di butik milik Yuri, mereka pun pamit pada Yuri, “Yuri-sshi, terimakasih sudah membantu kami, tolong usahakan gaun itu cepat selesai, karena waktunya sangat sempit..” kata Krystal. Yuri tersenyum, “Pasti, Mrs. Choi” kata Yuri yang dijawab senyuman Krystal.

Saat mereka ingin pamit pulang, “Hmm…Mrs. Choi, boleh aku menghabiskan waktu dengan Yoona sebentar?” tanya Yuri. Mereka bertiga melirik YoonYul dengan tatapan bingung, “Aku ingin bernostalgia dengannya..” kata Yuri. Krystal pun mengangguk yang membuat Yuri tersenyum riang, “Gomawo…” katanya.

“Kalau begitu kami pamit dulu ya, Yuri-sshi..” kata Siwon. Mereka bertiga pergi meninggalkan YoonYul berdua di depan toko butik Yuri. Yoonyul pun tersenyum riang dan saling berpelukkan, “AHHH!! RUSA JELEK!! AKU MERINDUKANMU!!!” pekik Yuri sambil memeluk Yoona. Yoona menggetok kepala Yuri, “Mwo? Jelek? Aku cantik tahu seperti image GB SNSD!” kata Yoona.  *itu ente yoona-_-* “Huh! Aku mirip image seksi SNSD dong!” kata Yuri tak mau kalah. *author ngaco bgd-_-*

“Aishh terserahlah, ayo kita jalan – jalan, Yoong!’ kata Yuri semangat dan langsung menyeret Yoona masuk ke dalam mobilnya.

**

Sepanjang perjalanan, Tiffany dan Krsytal hanya saling berdiam diri, tak ada yang memulai pembicaraan, mereka memang tidak akur dari sebelum SiFany menikah, Krystal ngotot menolak Tiffany, tapi akhirnya dia pasrah entah karena apa, Krystal tidak menyukai Tiffany sama sekali, jika ditanya, akan sangat banyak alasan yang dia berikan. Tiffany menoleh kearah ibu mertuanya itu dengan tatapan nanar, ada 1 pertanyaan yang sangat ingin dia tanyakan, tapi dia urungkan niatnya dan kembali menoleh kearah jendela.

“Ada yang ingin kau bicarakan, Tiffany Hwang?” tanya Krystal yang membuat Tiffany kaget dan menoleh kearahnya, “Eomma…” dia bingung mengapa Krystal  bisa membaca pikirannya.

“Apa ada yang ingin kau bicarakan padaku, Tiffany Hwang?” tanya Krystal lagi.

Tiffany menunduk, “Hmm…hmm…ne, eomma…” katanya lagi. Krystal menoleh kearahnya, “Cepat katakan, Eomma tak punya banyak waktu untuk meladenimu..” ketusnya.

Tiffany menoleh kearah Krystal sambil menahan tangis, “Eomma…” kata Tiffany terpotong. Dia menutup matanya dan keluarlah setetes air mata dari kedua mata indahnya, “Eomma, apa kau membenciku?” Krystal menoleh kaget kearah Tiffany yang masih menangis, “Apa yang kau bicarakan..?” tanya Krystal.

“Dari gerak – gerik eomma, eomma terlihat sangat membenciku, apa memang eomma membenciku?” tanya Tiffany.

“Kau sudah tahu kan jawabannya?” tanya Krstal yang membuat perasaan Tiffany hancur seketika itu juga, dia sudah menduga hal ini, “Waeyo, eomma….Waeyo?” tanya Tiffany layaknya orang yang frustasi.

“Karena kau, Siwon menolak perjodohan itu, dan semua rencana suamiku untuk membuat proyek dengan perusahaan itu gagal total, itulah alasannya, sudah jangan bahas itu lagi…” ketus Krsytal.

Tiffany hanya bisa menangis mendengar jawaban dari ibu mertuanya yang begitu menyakitkan itu, sedangkan Krystal hanya menarik nafas dengan berat.

**

Sepanjang hari, Yoona dan Yuri menghabiskan waktu dengan bermain, berjalan, bersenang – senang kesana kemari bernostalgia dengan masa SMA mereka, bermain di taman hivuran, membeli es krim satu untuk berdua, berfoto bersama, membuat kerajinan tangan seperti yang mereka lakukan dulu, semua sudah mereka lakukkan, mereka senang bisa bertemu dengan sahabat yang mereka yakini tak akan bertemu lagi.

“Huft, Yul, aku lelah…” kata Yoona lalu duduk di bangku di jalan. Yuri menggelengkan kepalanya, “Aniyo, kita belum selesai, masih banyak yang belum kita lakukan, termasuk ke Namsan Tower!” kata Yuri semangat.

“Mwo? Namsan Tower? Aniyo, Love Lockers itu pembohong, aku tidak akan percaya pada hal bodoh seperti itu..” kata Yoona yang membuat Yuri cemberut.

“Aku tidak mau thau, ayo kita ke Namsan Tower, sekarang!” kata Yuri lalu segera menarik Yoona kedalam bus yang barusan berhenti.

@Namsan Tower

Yuri masih sibuk mencari gemboknya yang waktu itu dia tuliskan bersama Yoona sekitar 7 tahun yang lalu, ribuan gembok terpasang disana tak menciutkan semangat Yuri untuk mendapatkan gembok itu yang sudah memakan waktu hampir 1 jam.

“Yul! Kita membuang waktu disini!” gerutu Yoona pada sahabanya.

“AHH! DAPAT YOONG DAPAT!” kata Yuri riang lalu segera memegang gemboknya.

“Untuk apa gembok itu , heuh?” tanya Yoona.

“Ini untuk membuktikan padamu bahwa apa yang tertulis disini memang benar!” kata Yuri, Yoona pun melihat gembok itu.

“Aku, Kwon Yuri, berharap bisa menjadi seorang designer terkenal dan menikah dengan seorang dokter muda…”

“Yesung seorang dokter?” tanya Yoona pada Yuri yang hanya dijawab anggukan Yuri.

“Aku seorang designer, dan nampyeonku seorang dokter, jadi ini semua benar!”

“Itu kan kamu, bukan aku. Buktinya permintaanku tak dikabulkan…” kata Yoona lagi.

Yuri menghembuskan nafasnya dan mengambil gembok yang baru dengan design yang tentu jauh lebih unik dari 7 tahun yang lalu, “Ayolah, tulis permintaanmu….”

Yoona melirik gembok dan spidol itu, menghembuskan nafasnya, dan mengambil kedua benda itu dari tangan Yuri, “Arayo, aku akan mencobanya lagi..”

Yuri tersenyum mendengarnya, dia mempersilahkan Yoona untuk menulis sementara dia menjaga jarak sedikit dari Yoona.

“Sudah…” kata Yoona, “Boleh aku liat?” kata Yuri sambil tersenyum manis, “Andwae! Ini rahasiaku…” kata Yoona.

Yuri mencondongkan tubuhnya kedepan, “Apa tentang dia?”

Gee gee gee gee, baby baby baby baby, gee gee gee gee, baby baby baby baby!~

Ponsel Yuri berbunyi, “Kim Joong Won :*”

“Omo! Nampyeonku menelpon..” kata Yuri, Yoona pun mempersilahkan Yuri untuk menjauh darinya.

“Yeoboseyo, yeobo, waeyo?………….sekarang?……….hmm, arayo..”

KLIK

“Apa katanya?” tanya Yoona pada Yuri, “Yoong, mianhae, Yesung menyuruhku untuk ke rumah sakit, entahlah kenapa, mianhae aku tidak bisa menjenguk appamu..” kata Yuri penuh penyesalan.

Yoona tersenyum manis, “Gwaenchana, lagi pula aku harus segera pulang ke rumah..”

“Baiklah aku akan mengantarkanmu pulang….”

Yuri yang kebetulan pernah datang ke rumah Siwon pun tahu jalan pulang kerumah mereka, Yoona turun dari dalam mobil, “Gomawo Yul kau telah mengantarku..”

“Kau ini, sudah seperti dengan orang asing saja…aku duluan yam bye~”

Yoona melambaikan tangannya dan masuk ke dalam rumah SiFany.

**

Malam harinya, Siwon sampai di rumahnya setelah pulang kerja, tanpa basa basi dia langsung melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumah raksasanya itu, “Fany-ah…” Panggil Siwon sambil merenggangkan dasinya itu lalu duduk di sofa rumahnya itu.

“Oppa, kau sudah pulang….” Sapa seorang yeoja dari arah belakang, Siwon menoleh kebelakang, “Kata eommaku, orang yang baru pulang kerja pasti sangat lelah, jadi aku bawakan air putih untuk menenangkan oppa, minumlah oppa…” Kata Yoona sambil meletakkan segelas air putih di meja,

Siwon hanya diam sambil memandangi Yoona, dia mulai luluh dengan Yoona karena sikapnya yang baik dan lembut, “Oppa, ayo diminum..” Tegur Yoona yang membuat Siwon tersadar, “Hmm..ne, gomapta…” Kata Siwon lalu meneguk air dihadapannya.

Dan apa yang dikatakan Yoona memang benar, rasanya lelah Siwon hilang perlahan – lahan, “Eotte?” Tanya Yoona pada Siwon.

“Kau benar, Yoona. Rasanya lebih enak, gomawo…” Kata Siwon yang membuat Yoona tersenyum manis.

“Oh ya, Fany mana? Aku merindukannya…” Kata Siwon.

DEG~

Hati Yoona terasa sakit mendengarnya, dadanya terasa sesak, ya dia lupa satu hal, Siwon mencintai Tiffany, Siwon suami Tiffany, Siwon milik Tiffany, ya dia harus sadar akan hal itu.

“Oppa, aku harus ke kamar, annyeong…” Kata Yoona cepat dan langsung berlari ke tangga.

Siwon mengeritkan dahinya bingung, “Ada apa dengannya?” Bingung Siwon.

“Eh, oppa, sudah pulang? Kapan sampai?” Tanya Tiffany yang baru pulang dari mana, entah.

“Mungkin 20 menit yang lalu, kau sendiri darimana?” Tanya Siwon.

“Hmm..aku..aku tadi pergi bersama chingudeulku hhe…” Kata Tiffany tersenyum garing, seperti menyembunyikan sesuatu.

“Lalu mengapa matamu sembab begitu?” Tanya Siwon lagi.

“Hmm..tadi…itu..hmm…kami menonton film bersama yang benar – benar sukses membuat kami menangis…”

“Yasudah, ayo kita naik…” Kata Siwon, Tiffany mengangguk dan mengikuti langkah Siwon, mereka berjalan beriringan menaiki tangga.

**

Sulli baru selesai mandi, dia pun mengeringkan rambutnya yang basah itu dengan handuk sambil membuka jendela kamarnya, dan keluar dari kamarnya lalu berdiri menatap sekelilingnya lewat balkon di kamarnya.

Sulli mengedarkan pandangannya kearah kanan dan terlihatlah di balkon di sebrang, Yoona juga melakukan hal yang sama, tapi dia terlihat menangis, sedari tadi bahunya terus bergetar dan jari – jari lentiknya sesekali menghapus air mata yang keluar, “Ada apa dengannya?” Bingung Sulli.

“Apa aku menghiburnya?” gumam Sulli bingung, “Aih andwae, aku kan tidak suka padanya….” Kata Sulli lagi.

Sedangkan Yoona masih menangis, dia sangat sedih mengingat perkataan Siwon tadi, entah kenapa, mungkin dia mulai menyukai Siwon.

**

Pintu kedatangan luar negeri mendatangkan puluhan orang dari berbagai negara di siang hari yang cerah ini, tak terkecuali seorang namja tampan yang datang dari Amerika. Celana panjang hitam, kaos oblong berwarna putih, kacamata hitam, topi berwarna senada dan senyum yang melengkapinya membuat setiap wanita yang melihatnya pasti akan terpesona dan mengakui bahwa dia tampan, tak lama munculah sebuah taxi berwarna orange, dan tanpa berfikir panjang dia langsung masuk ke dalamnya.

“Pak, tolong antarkan saya ke alamat ini..” kata namja itu sambil menyerahkan secarik kertas kecil pada supirnya.

“Baik tuan…” perlahan supir itu menjalankan mobilnya.

Namja itu melihat sekeliling Seoul dengan senyuman yang terus mengembang di bibirnya, “Sudah 9 tahun aku meninggalkan negeri ini..” katanya.

“Aku akan segera mencarinya….harus…menjelaskan semuanya secara baik – baik, ya harus!”

**

“Agasshi, biar ahjumma saja….” Kata Hong ahjumma berusaha mengambil pisau yang dipakai Yoona untuk memotong sayur – sayuran.

“Aniya ahjumma, biar aku saja..” Hong ahjumma tersenyum melihat kebaikan hati Yoona dan mengerjakan pekerjaan yang lain.

Yoona yang sedang membantu Hong Ahjumma menyiapkan makan siang pun dikejutkan oleh sebuah tangisan seorang yeoja dari pintu masuk , ya, dia Sulli, adik bungsu Siwon yang baru pulang sekolah. Entah kenapa dia menangis sangat kencang dari depan pintu.

“WUHAA!! HIKSS….HIKSS…”

“HIKSS….HIKSS…….”

Yoona kaget, “Sulli?”

“Hiks…hiks….WUHAAAA!!!” jerit Sulli.

“Sulli, waegurae? Kenapa menangis…? Sulli? SUlli?” Yoona berusaha mengejar Sulli yang dengan cepat masuk ke kamarnya dan membanting pintu dengan keras, untuk sesaat Yoona menghentikan langkahnya melihat kejadian itu, apa yang terjadi dengannya?

“Ada apa dengannya?” gumam Yoona plean. “Apa aku harus mengihiburnya?” Yoona masih berfikir tentang jalan terbaik yang harus dia ambil.

“Hmm…sepertinya aku harus menenangkannya..” tekad Yoona dan langsung berjalan mendekati pintu kamar bercat putih susu itu.

TOK TOK TOK~

“Hiksss…hiksss…..”

TOKTOKTOK~

“Sulli-ah…” TOKTOKTOK~

“NUGU!?? HIKS…HIKSS…”

“Ini aku Yoona, Sulli-ah, cepat buka pintunya…”

Clek~

“Yoona…hikss…hikss….sedang apa kau disini?” ketus Sulli sambil menangis.

Yoona tersenyum lembut, “Wae gurae? Kenapa pulang sekolah kamu sudah nangis seperti ini?” tanya Yoona.

Sulli masih menangis sedih dan reflex dia langsung memeluk Yoona erat, Yoona sedikit kaget mendapat perlakuan itu, tapi dia dengan cepat langsung menenangkan Sulli yang masih menangis deras, “Uljima…uljima..” kata Yoona menenangkan Sulli dan tersenyum lembut.

@Taman Belakang Rumah SiFany

“Hikss…..hikss….Yoona, kau jangan, beritahu siapapun ya…hikss..” kata Sulli masih sambil menangis.

“Jadi, namjachingumu berpacaran dengan yeoja lain dan dia pergi ke Amerika sekarang?” tanya Yoona yang dijawab anggukan oleh Sulli.

Yoona berusaha tenang mendengarnya, “Sulli-ah, kita pernah mengalami hal yang sama…” kata Yoona pada Sulli yang membuat Sulli langsung berhenti menangis, “Jinjjayo? Kau juga pernah mengalaminya, Yoona?” tanya Sulli yang hanya dijawab anggukan Yoona.

“Ceritakan padaku, ceritakan padaku, Yoona…” kata Sulli lagi.

Yoona menoleh kearah Sulli lalu tersenyum, “Arayo, tapi kau juga jangan memberitahu siapapun, janji?” kata Yoona sambil mengacungkan jari kelingkingnya. Jari kelingking Sulli mengait di jari kelingking Yoona,  “Janji”

Yoona tersenyum, “Arayo…aku akan menceritakannya..”kata Yoona. Sulli langsung merubah posisi duduknya dan menghapus air matanya.

Yoona mulai bercerita, “Saat aku masih duduk di bangku SMP sepertimu, “ kata Yoona, “Aku mulai tertarik berpacaran, dan ternyata, ada seorang namja yang menyatakan cintanya padaku, aku dengan cepat menrimanya, karena , kau tahu? Dia adalah namja yang aku sukai juga~!” kata Yoona yang membuat Sulli melongo tak percaya, “Jinjjayo? Wahhh kau benar – benar beruntung Yoona, lanjutkan terus..” kata Sulli semangat mendengar cerita Yoona.

Yoona pun melanjutkannya, “Kami akhirnya berpacaran selama 6 bulan, kami melewati masa – masa pacaran yang sangat indah, sampai akhirnya…….” Kata Yoona menggantung, raut ekspresi Yoona berubah menjadi sedih, “Aku melihatnya berciuman dengan yeoja lain, dia juga memanggil yeoja itu dengan sebutan ‘chagi’, miris bukan? Itu kata – kata yang dia pakai untuk memanggilku…” kata Yoona menggantung, Sulli pun manggut – manggut mengerti, “Lalu?” tanya Sulli yang sepertinya terlalu penasaran dengan lanjutan cerita ini.

“Lalu aku melabraknya dan menampar pipinya dengan sangat keras, dia pun meminta maaf padaku dan aku tidak memperdulikannya, sampai suatu saat dia mengirimiku pesan singkat, dia bilang dia akan terbang ke Amerika untuk melanjutkan pendidikannya, jujur…Waktu itu aku masih menyayanginya, tapi sekarang? Hanya ku anggap pengalaman buruk…” kata Yoona lagi.

“Lalu kau masih mencintainya?” tanya Sulli. Yoona menggeleng, “Tentu saja tidak..” kata Yoona lalu  tersenyum kecut.

“Huh! Namja menyebalkan, jika aku bertemu dengannya, aku pasti akan mematahkan tulang lehernya untukmu Yoona, menyebalkan sekali…..” ketus Sulli yang membuat Yoona tertawa, “Biarkanlah, toh, aku tak akan pernah bertemu dengannya lagi…” kata Yoona tersenyum, Sulli pun menoleh kearahnya, “Bahkan aku pun tak rela jika dia bertemu denganmu, Yoona…” katanya ketus.

Yoona hanya tersenyum lembut melihatnya.

Author’s note: Kenapa Sulli manggil Yoona dengan sebutan nama bukan Eonnie? Karna Sulli masih gak nganggep Yoona itu calon istri Siwon, previem ke part 1 yg ending2, author kn udh blg Sulli natap yoona sinis^^ dia kan gak suka sama Yoona, okay, jadi jangan bingung.^^

“CHOI SULLI!” teriak seorang namja dari arah belakang.

DEG~!

Yoona merasa mati rasa mendengar suara itu, dia sangat kenal dengan suara itu, ah ani, ini tidak mungkin, dia pasti hanya salah dengar, ya, itu tidak mungkin….

Sulli menoleh kearah belakang dan langsung tersenyum sumringah, sedangkan namja di belakang itu juga tersenyum riang melihat Sulli, “Kibum Ahjussi!!” teriaknya lalu bangkit dari kursi taman itu dan berlari mendekati namja yang diketahui bernama Choi Kibum itu, mereka berpelukan riang.

“MWO? KIBUM? Oh Tuhan, aku mohon bukan Choi Kibum…” gumam Yoona dalam hati.

“Apa yang sedang kau lakukan di taman sendirian?” tanya Kibum pada Sulli. Sulli cemberut, “Yak! Dasar ahjussiku yang satu ini  benar – benar pabo! Apa kau tak melihat yeoja itu!?” tunjuk Sulli pada Yoona dari arah belakang.

Kibum menoleh singkat kearah Yoona, dia merasa mengenalnya, tapi tidak, mungkin ini hanya perasaanya, “Hahaha ne ne ne, kau memang yang paling pintar..” ledek Kibum.

“Nugu?” tanya Kibum pada Sulli. “Heuh? Yeoja itu? Dia calon istri kedua Siwon oppa..” katanya lagi. “Istri kedua?” tanya Kibum bingung, Sulli mengangguk.

“Yak! Yoona-ah, palli, ini ada Kibum ahjussi, sepupu Siwon oppa…” katanya yang membuat Kibum melotot mendengarnya, “Yoona..bukan Im Yoona kan?” gumam Kibum dalam hati.

“Aishh…Choi Sulli, kenapa kau menyuruhku kesana…” gumam Yoona kesal.

“YOONA-AH!” teriak Sulli kencang.

Dengan berat hati, Yoona pun perlahan memutar badannya kearah Sulli, dan seketika itu juga, matanya menangkap bola mata seorang namja yang sangat dia kenali, ya,, matanya membulat sempurna, begitu pun dengan Kibum.

“Kibum…” gumam Yoona kaget.

“Yoona…”gumam Kibum tak kalah kaget.

Mereka saling memandang karena terlalu kaget, benar – benar kaget, setelah 10 tahun tak bertemu, tiba – tiba mereka akan menjadi sebuah keluarga…

“Im Yoona…kau…” gumam Kibum masih tak percaya.

Sulli menatap polos kearah mereka, “YAK! Kalian kenapa??”

TO BE CONTINUE

 

KYAAAAA *tutup muka pake sepatu* gimana part 2nya?? Kalo makin gak jelas mian yah hhe^^

Oh iya, author bingung nih sama bbrp reader yg mnggil author eonnie, ad jg yang saeng.-. jadi author klarifikasikan (?) author itu 98lines, msh imut2 yaaa gk? ;;) *cipok reader atu2*

Ada yang nntn SMTOWN INA? Author nntn loh hohoho^^ trib 3-___- Eh2, tapi ada temen author nih, dy ad 2 tiket fest A, katany sih mw diksh author, dy gk jdi nntn hha…doain ya readerku sekalian biar author dpt tiketny and bs ngerekam yoonwon moment wkwk (GEE: ayo saeng, berjuang bersama^^ *lewat)

Oke deh, sampai berjumpa di part 3 ya hha…author USAHAKAN gak selama part 2 seperti ini, oke2?-_- (GEE: janji author kezia kita pegang ya teman-teman.. awas kez kelamaan lagi!!! :p)

 

GOMAWO YANG UDAH MELUANGKAN WAKTU BACA FF YANG JAUH DARI BAGUS INI YA HHE^^ SALAM CIPOK :**

Tinggalkan komentar

542 Komentar

  1. riri

     /  Juli 6, 2015

    yaaah kayaknya si yoona udah mulai suka ni ma si siwon.. lama2 mulai sebel juga ma si fanny.. kuatkan hatimu yoona *peluk2yoona*😀
    dateng ni si kibum.. apa nantinya jadi penghalang yoonwon.. lanjut saeng

    Balas
  2. Anstlfrdaa

     /  Juli 7, 2015

    Tiffany parasit yaa

    Balas
  3. Cie cie ktmu.. aigoooiii bagaimana nantinya nasib yoona

    Balas
  4. Akhirnya ketemu jga ni blog, kez gw suka banget ama ni ff knapa ga di taro di flying nc kez kaya ff lu yg lain. Padahal ni ff keren tau, gw smpet baca yg versi kyu cuma bru smpe chap 3 kalo disini dah ampe chap10 ya. Yah walaupun bukan kyu tak apa yg pnting isi critanya wkwk. Oh iye ijin baca kez thanks, i’ll put my coment as well in every ff who i read

    Balas
  5. susi

     /  Juli 12, 2015

    Yoona cepet banget suka nya sama siwon kan kasian dianya, siwon nya masih benci sama dia dan masih cuek banget sama dia,,
    Tapi siwon nya sekarang mulai bisa bersikap baik sedikit ama yoona walaupun masih sering menatap yoona dengam siniss…

    Jadi kibum mantan yoona dan berpisah karna kibum selingkuh dan sekarang setelah sekian tahun mereka bertemu lagi sebagai calon anggota keluarga baru,,
    Dan kaya’x kibum nya masih cinta deh ama yoona dan masih berharap bisa bersama yoona..

    Balas
  6. Fenilam

     /  Juli 14, 2015

    Makin seru aja ni ff, semangat ya thor buat lanjutin nya
    fighting !!

    Balas
  7. Rostina fince manalu

     /  Juli 20, 2015

    Ffny seru …
    Bacany ngacak nih-_-
    Lanjut ya eon.
    Fighting^^

    Balas
  8. Yoona dh mulai suka nih ma siwon..
    Berharap aja mereka bersama selamanya..

    Balas
  9. jessica natasya

     /  Agustus 2, 2015

    Daebakkk. Ffnya seru bgt thor. Fighting!

    Balas
  10. sica

     /  Agustus 3, 2015

    wahh yoona cepet banget suka ma siwon bgaimana slanjutnya

    Balas
  11. Hyunie

     /  Agustus 5, 2015

    Oh nooo, bakalan tambah lg penderitaan yoona,,
    tp kasian jg sm tiffany,,

    Balas
  12. kikikuk

     /  Agustus 12, 2015

    yoona yg sabar ya..
    siwon benci bgt ya ke yoona??
    tpi kayanya prhatian gitu deh
    atau trtarik dg yoong??
    moga sulli bisa deket dg yoong
    jdi nanti klo ada apa2 kan ada yg belain yoong
    jdi mantan yoona itu kibum??
    wah parah bgt kelaluannya kibum
    pasti suasananya canggung bgt sma mantan pacar yg skrang jdi satu kluarga
    g enaknya itu status yoona sbgai istri ke2 sepupu mantan pacar..

    Balas
  13. Sari96

     /  Agustus 20, 2015

    Meskipun aku sedih atas kehilangan anak sifany.tapi aku senang ini awal yoonwon

    Balas
  14. Sari96

     /  Agustus 20, 2015

    Apa yang akan terjadi dengan yoona dan kibum?

    Balas
  15. nayoon

     /  Agustus 22, 2015

    Ish udah sih wonppa cerain aja si fany mending nikah beneran sama yoona..
    Omoo yuri udah nikah sama yesung
    Ada kibum oppa juga ^_^

    Balas
  16. YoonaChoi

     /  September 18, 2015

    Aah kasian yoong eonninya harus jdi yg kedua, semoga yoonwon cepet bersatu

    Balas
  17. mmsyaoran

     /  Oktober 9, 2015

    ibu siwon ini aneh.. gak suka ma fany ma yoona jg gak suka.. trus sukanya siwon sama siapa? sama aku yak.. hihihi

    Balas
  18. af

     /  Oktober 20, 2015

    Semoga siwon jadinya sama yoona amiin wkwk😀
    Kibumbya kesian hoho
    Makin sini makin penasaran lanjut terus thor (y) (y)

    Balas
  19. YoongNna

     /  Oktober 24, 2015

    Untung ada yuri yg nnti bsa temenin yoona..
    Aduuuh gmn niii kimbum plng lg bkalan makin seru niii crtnya

    Balas
  20. Yoona unnie suka sama wonpa🙂 cieee ketemu sang mantan :p Daebak Thor, walaupun baru baca T.T aku terkesan😀 #Fighting thor

    Balas
  21. Sebenernya kasian yoona dan tiffany juga disini, mereka jadi sama2 terluka, yoona harus merelakan dirinya diceraikan setelah melahirkan, dan tiffany harus merelakan suaminya menikah lagi dengan yoona, yang pastinya nanti akan membuat dia selalu merasa cemas, jikalau nanti tumbuh perasaan cinta antara yoona dan siwon..

    Balas
  22. ambarwati

     /  Februari 20, 2016

    Kenapa yoona gak ketemu yuri dulu ya hahaha
    Bngung koment apa bagus min

    Balas
  23. yeee yoona udah mulai ada rasa ya, tapi kasian kalo harus jadi yang kedua😦 next chapter ya thor🙂 makin penasaran

    Balas
  24. yoona udh mulai ada rasa suka sama siwon dan apa lah maunya eomma siwon.. dua2nya gak di suka sama dia.. jadi sebel.. heheh..

    aku baca yg selanjutnya

    Balas
  25. fanyaaa

     /  April 24, 2016

    Hahaha…. Fany jealous sm yoona
    Kibum mntanya yoona.. Ntar lgi dia dtg dan jdi penghalang yoonwon

    Keren

    Balas
  26. Yoona90

     /  Mei 1, 2016

    Yoona mulai suka siwon tuh…

    Balas
  27. Tina Han

     /  Mei 6, 2016

    wah, ternyata seru juga baca yg versi yoonwon😀 g terasa udh mau bca part 3

    Balas
  28. waahh makin seru ^-^
    gak sabar buat baca part selanjunya ^_^

    Balas
  29. sahwa purem

     /  Agustus 6, 2016

    makin seruuu….
    lanjut bacaa…
    hehee

    Balas
  30. Ditasiwonest'clouds

     /  September 20, 2016

    omo! Kibum mantannya eonni ku harap kibum tidak menghancurkan pernikahan yoona eonni dengan siwon oppa

    Balas

United, Leave a Coment Here

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: