[OS] You and My Love

Title : You and My Love

Author : putresty

Genre : Romance , Friendship

Length : Oneshoot

Main Cast : Im Yoona

Choi Siwon

Hwang Tifanny

Others

Disclaimer : ff ini sebenernya cerita di komik serial cantik. Cuma karena aku suka sama ceritanya jadi sekalian sharing aja cerita ini sama yang lain dan aku buat jadi YoonWon version. Di cerita ini semua Pov-nya itu Yoona jadi semuanya diceritain menurut pandangan Yoona semua.

Semoga kalian suka..

++++

Kenapa manusia harus jatuh cinta?

“Kenalkan Yoona, ini temanku waktu SMP, Choi Siwon. Kuharap kalian juga bisa berteman.”

Begitu masuk SMA, Tifanny adalah orang pertama yang jadi sahabatku. Dia memperkenalkan aku dengannya. Sejak SMP, Tifanny sudah punya pacar dan pacarnya adalah teman Siwon sejak kecil.

+++

“Siwon suka Tifanny yah?” Tanyaku dengan berani saat Siwon sedang di balkon lantai 2 sekolah dan Siwon terus memperhatikan Tifanny dari atas yang sedang bercanda dengan siswi lain.

“Iya, Aku suka” Jawabnya

‘Jujur sekali’ Batinku

“Tapi aku tak ingin merusak hubungan mereka. Jangan bilang siapa-siapa ya”

“Kalau begitu, sampai kapanpun tak akan terbalas. Apa serunya . . .”

Sungguh bodoh. Tapi, Ada yang lebih bodoh lagi. Aku, yang saat itu langsung jatuh cinta padanya.

+++

Musim gugur kelas 1 SMA . . .

“Lagi?” Ucapku dan Siwon bersamaan.

“Iya, kali ini oleh murid kelas 3” Ucap Tifanny sedikit gugup.

“Kenapa menyatakan cinta pada yeoja yang sudah punya pacar, ya?” Siwon bertanya dengan gaya santai-nya dan pertanyaannya itu sama sekali bukan pertanyaan menurutku. itu bukanlah sebuah pertanyaan yang perlu di jawab.

“Nggak tahu, tuh!” Ucap ku memberi tanggapan pertanyaan bodoh Siwon.

“Yah… dia bilang sih, hanya ingin menyampaikan perasaannya saja”  Ungkap Tifanny

Sejak aku mengenalnya, Tifanny memang sangat populer. Meski punya pacar, masih banyak cowok yang nekat nembak dia.

“Nichkhun enggak marah ya?” Ucap Siwon dengan wajah tanpa dosanya.

“Ya! Nggak usah bilang-bilang Nichkhun! Jangan sampai dia tahu ya?”

“Iya, deh”

Nichkhun, pacar Tifanny, adalah teman Siwon sejak kecil. Kami berbeda sekolah dan aku tak pernah ketemu dia. Tapi aku pernah melihat fotonya. Kelihatannya dia cukup keren dan membuktikan bahwa Tifanny punya selera bagus.

“Aku pulang duluan, ya! Bye! Bye!” Ucap Tifanny meninggalkan aku dan Siwon.

Suasana menjadi hening sepeninggal Tifanny. Aku dan Siwon memang masih sedikit canggung untuk ngobrol.

“Apa, dia mau kencan ya?” Tanya Siwon memecah keheningan.

“Mungkin. Hari ini peringatan jadiannya”

“Hem. Kau tidak pulang?”

“Masih ada waktu 30 menit lagi sebelum kereta tiba, aku disini saja sebentar.”

“Kalau begitu aku temani.” Aku terkejut mendengar ucapannya sekaligus senang bisa berduaan dengannya lebih lama lagi. Karena biasanya kami selalu bertiga jarang sekali ada moment berdua seperti ini.

“Ta… tapi Nichkhun pasti bingung, ya. Punya pacar semanis itu…” Ucapku untuk membuat sedikit percakapan dengannya.

“Yah, begitulah.Tapi dia bilang padaku. Jaga jangan sampai pacarnya diganggu cowok lain”

“Padahal, justru Siwon yang paling berbahaya, kan?”

“Hah?”

“Ah… enggak” Aku menutupi wajahku dengan buku di hadapanku dan aduh, kau bodoh Im Yoona kenapa bisa keceplosan gitu .

“Kadang-kadang aku tidak mengerti ucapanmu Yoona” Ucap Siwon sembari menggunakan jari telunjuknya untuk menyingkirkan buku dari wajahku. “Kalau Yoona? Dulu kau bilang sedang bertepuk sebelah tangan. Apakah ada perkembangan ?”

‘DEG!’

Kenapa kau bertanya seperti itu Siwon, Kau tahu dia yang sedang bertepuk sebelah tangan itu KAU!!

“Engaak ada … Sama sekali …”

“Hem. Kau enggak bermaksud menyampaikannya?” Kenapa terus bertanya seperti itu.

“…” Karena … aku tak bisa bilang, kaulah orangnya.

+++

“Nah… lalu kami beli strap ponsel kembar” Sekarang Tifanny sedang menceritakan kencannya kemarin bersama Nichkhun kepada Siwon. Dan aku hanya bisa menunduk melihat keakraban mereka.

“Asyik, dong” Siwon menanggapinya dengan tersenyum manis, apa dia tidak sakit hati mendengarnya. Aku saja yang hanya membayangkannya mungkin akan sakit hati.

“Ah… kau mau lihat? Nanti aku kasih lihat ya”

“Kalian sangat akrab, ya” Ucap Kyuhyun teman laki-laki Siwon. Dan sekali lagi aku hanya bisa diam mendengar dan melihat keakraban mereka berdua.

“Pasangan 2-2, latihan tangkap bola” teriak Guru olahraga kami .

“Wah, Donghae~ssi tidak bisa jadi pasanganku, nih…” Ucap Tifanny

“Tidak apa-apa,”

“Ah … Yoona!” Sepertinya aku dipanggil oleh Tifanny “Tolong dong, bisa gantikan aku, enggak?” Ucapnya dari belakang. Karena posisiku yang sedang membelakanginya dan aku pura-pura tak mendengar ucapannya

“Sooyoung~ssi kita latihan di sana saja” Ucapku mengabaikan Tifanny. Kuakui aku memang jadi cuek padanya dan itu entah kenapa, apakah aku cemburu?

‘BUUUK!’

“Suaranya kencang sekali, Kau tak apa-apa?” Donghae pasangan Tifanny bermain merasa bersalah tapi aku juga lebih merasa bersalah lagi.

“Tifanny~ssi” Ucap Sooyoung

“Ah.. Aku ke ruang kesehatan dulu, ya” Tifanny pun pergi ke ruang kesehatan dengan wajah senangnya yang aku tahu pasti dia sedang menahan kesakitan itu dengan wajah yang dia tunjukkan seolah-olah senang.

“Maaf, Aku pergi sebentar” Ucapku pada Sooyoung

“Heh,” Sepertinya Sooyoung terkejut dengan perubahan mimik di wajahku yang sekarang merasa bersalah pada Tifanny.

‘Harusnya aku menggantikannya’ Batinku. Dan aku terus berlari menuju balkon belakang sekolah karena yang aku tahu Tifanny tidak suka dengan ruang kesehatan.

Saat aku sampai di balkon dan melihat Tifanny sedang membelakangiku.

“Tif..”

‘DEG!’

Ucapanku berhenti saat melihat Siwon datang menghampiri Tifanny dan dengan cepat aku bersembunyi di balik tembok dan sedikit mengintip mereka dari balik tembok ini

‘Kau baik-baik saja?’

‘Iya, Cuma luka ringan kok’

‘Mau kutemani?’

‘Enggak usah, sebentar juga selesai’

‘Makasih ya’

Meski aku tak bisa mendengar suara mereka, aku tahu apa yang dia katakan. Karena tergambar dari wajahnya. Apakah pantas aku memendam perasaan pada Siwon?

*Kantin

“Ah! Wah…”

‘PRAANG!’

“Pasti susah pegang sumpit dengan tangan luka begitu” Ucap seseorang pada Tifanny

“Ah, Bu Guru memang berlebihan” Balas Tifanny padanya

“Tifanny, aku punya garpu. Tukaran saja, ya” Ucapku yang merasa kasihan karena dia tidak bisa menggunakan Sumpit.

“Eh, Boleh nih?”

“Iya”

“Makasih, Yoona” Tifanny tersenyum sangat manis apalagi dengan eyesmile-nya itu. Dia masih bisa tersenyum padaku setelah apa yang aku lakukan padanya. Ini hukuman untukku.

“Untuk tugas ini, dikerjakan berkelompok. 1 grup terdiri dari 3 orang lelaki dan perempuan” Ucap Pa Guru memberi tugas pada kami.

“Tifanny~ssi pasangan dengan kami ya!” Ucap Eunhyuk~ssi pada Tifanny untuk mengajak sekelompok dengan Siwon dan Kyuhyun.

‘Bukan saatnya murung’ batinku

“Yang mau ikut grup kami, siapa ya?” Ucapku seceria mungki dihadapan yang lain.

“Tentu aku mau” Ucap Kyuhyun pelan tapi masih bisa kudengar

‘Bersikap saja seperti biasa’ Bantinku lagi. Cukup asalkan aku bisa melihat Siwon.

“Setuju! Yoona yang bikin ya?” Ucap Sooyoung padaku.

“Dia pintar, juga manis” Puji tifanny padaku

“Memang Benar, Kan?” Ucapku biasa agar perasaanku sedih ku ini tidak terlihat “Puji lagi, dong” Sekarang aku sedikit bercanda pada mereka.

“Jangan geer!” Ucap Sooyoung

Drrrtt, Drrrtt

‘Eh… SMS?’

14:46

From : Choi Siwon

Kau sehat?

‘DEG!’

Apa… apa ini…

‘Aku sehat kok, kenapa?’

‘Sejak pelajaran olahraga sepertinya kau murung. Tapi baguslah kalau kau sehat-sehat saja’

Aku memberanikan diriku untuk melihat ke arah Siwon yang duduk berhadapan dengan Sooyoung. Tepatnya di sebalah ujung, jadi aku di ujung kiri dan Siwon di ujung kanan tapi bersebrangan. Saat aku melihatnya, dia juga melihatku dan dia tersenyum manis di balik tangannya.

‘GLEP’

“Aku mau ke toilet dulu” ucapku

Jangan. Jangan terlena. SMS ini pasti tak punya arti khusus.

+++

“Bertengkar dengan Nichkhun? Kenapa?” Ucapku pada Tifanny yang sedang menceritakan Nichkhun padaku.

“Malu Bilangnya, pokoknya konyol deh.” Ucapnya

“…” Aku tidak bisa memberi tanggapan apapun

“Tapi kalau sama Siwon. Dia pasti akan tegur temannya” Ucapnya lagi “Yoona.. Aku belum pernah bilang siapa-siapa… Tapi, Sebelum pacaran dengan Nichkhun, sebetulnya aku suka Siwon, Lho”

‘DEG!’

“Tapi Siwon kayaknya cuek. Dia sama sekali tak meladeniku”

Apa…

“Lalu Nichkhun nembak aku. Aku berusaha untuk melupakan Siwon dan pacaran dengan temannya, Tentu saja aku tak menyesali pilihanku” Ucapnya lagi dengan santai dan tersenyum manis “Coba kalau Yoona pacaran sama Siwon, ya” Cukup Tifanny “Tertawalah, kalau kalian jadian aku senang. Kita bisa kencan ganda kan”

‘Tifanny tak tahu apa-apa’

“Kurasa Siwon tidak keberatan…”

“Jangan sembarangan ngomong!” Ucapanku sekarang sedikit berteriak padanya “Tifanny… Terlalu lamban, tak memikirkan perasaan orang. Kau…”

‘DEG!’

Ucapanku terhenti setelah melihat Siwon yang melihat kami sedang bertengkar.

“Ma… Maaf Yoona. Aku…” Sekarang Tifanny menangis karena aku bentak. Dan tanpa mendengarnya berbicara lebih baik aku pergi dari sini tapi  tangan Siwon menahan pergelangan tanganku sehingga menghentikan langkahku.

“Ada apa? Kalian ribut?” Tanya Siwon pada Tifanny “Sudah, berbaikan saja”

“Aku yang salah, Ngomong seenaknya tanpa pikir panjang membuat Yoona marah”

Bukan… Hentikan, Jangan lanjutkan bicaramu…

Aku pun melepaskan tangan ku dari cengkraman tangan Siwon dan menjauh dari mereka berdua.

Siwon menghibur Tifanny yang menangis. Curang, Selalu saja Tifanny. Selalu Tifanny! Aku tak mau, tak tahan menanggung beban ini. Lupakan saja.

+++

“Maaf ya Tifanny!” Ucapku pada Tifanny “Kemarin … aku kesal karena sedang PMS. Akhirnya jadi marah, deh. Maaf ya, kau kaget?”

“Enggak… Aku yang salah” Balas Tifanny “Aku enggak peka. Dan mengucapkan hal yang menyinggungmu kan?” Ucapnya lagi ”Jangan sampai Yoona membenciku” Ucapnya lagi dan memelukku dengan erat seperti anak kecil.

“Jangan berlebihan” Ucapku datar padanya.

+++

“Eh? Dengan SMA SHINHWA?!”

“Iya kita kumpul-kumpul dengan mereka. Masih kurang 2-3 orang lagi nih. Siapa mau ikut?” Yuri mengajak kami untuk datang di acara pesta kumpul-kumpul dengan SMA SHINHWA.

“AKU!” Ucap yang lain, yang sepertinya bersamangat dengan acara seperti ini.

“Yoona gimana?” Tanya Yuri padaku

“Hem. . Boleh deh kucoba.” Balasku padanya. Dan mereka cukup terkejut mendengar jawabanku yang jarang mengikuti acara seperti ini.

“Tumben. Kok mau ikutan?”

“Heh? Mumpung ada kesempatan, hehe …”

Sepulang sekolah …

“Yoona aku tunggu di gerbang ya.” Terisk Yuri dari pintu

“Iya” Balasku berteriak juga padanya yang sudah jalan duluan menungguku di gerbang.

“Kau mau ikut pesta kumpul-kumpul?” Tanya Siwon padaku yang juga masih di dalam kelas, sama denganku. Dan kami hanya berdua.

“Iya” Jawabku sekenanya

“Kenapa? Akhir-akhir ini Yoona aneh. Gimana dengan cowok yang kamu taksir?”

“Ah, Soal itu aku sudah menyerah”

“Hah?”

“Habis berat sekali. Makin kupikirkan makin tak kesampaian, cari cowok lain saja”

“Harusnya kau tidak begitu kan? Memangnya kau orang seperti itu?” Sakit Siwon, ucapanmu membuat hatiku secara tidak sadar kau menyakiti hatiku.

“Maaf aku memang orang seperti ini. Memangnya kenapa Siwon… kau bilang begitu padahal kau tak pernah melihatku” Aku tidak bisa menahan air mata ini untuk keluar saat mengatakannya. Lebih baik aku pergi.

“Maksudnya … Apa sih …” Ucap Siwon yang masih bisa kudengar.

Bodoh, Siwon sama sekali tak mengerti. Mungkin aku memang harus menyerah.

+++

Mungkin lebih baik menjauh saja.

“Bye bye”

“Nanti kita main lagi ya”

“Yoona~ssi” Taecyeon menyadarkan lamunanku

“Heh? Terimakasih, hari ini menyenangkan”

“Iya! Hari ini kau sama sekali tidak bicara” Itu semua karena yang ada di pikiranku hanya Siwon sekarang “Aku juga tidak banyak bicara sih” Lanjutnya lagi. Tapi ada orang yang aku kenal seperti mencari seseorang berada di belakang Taecyeon “Lain kali kita kumpul lagi ya. Lebih asyik sih kalau berdua saja” Ah dia Siwon. Sedang apa dia di sini dan dia melihatku disini. Aku harus pergi “Eh? Yoona~ssi” Ucapan Taecyeon aku abaikan.

“Yoona!” Aku mendengarnya memanggilku “Tunggu!” untuk apa? Dia disini?

Aku bersembunyi di gang untuk menghindarinya tapi aku merasakan Siwon ada di sini dari suara napasnya. Kenapa … Dia mencariku? Tidak … Tak mungkin … Siapa tahu dia marah. Tapi kalau saja, dia memang cemas dan mencariku.Aku berniat keluar dari persembunyianku. Tapi …

‘KRIIING’

“Halo?” Ucapnya di telpon

“Tifanny, Kenapa?” Tifanny? “Eh, Kau menangis? Bertengkar lagi ya?” Lagi-lagi di saat begini. Aku kehilangan keberanian.

“Nichkhun bicara begitu?”

“…”

“Ah, tapi dia kan…”

Aku..

Kalau saja aku tak tahu tentang mereka berdua…

“Aku suka dia” Ucapan Tifanny terngiang di ingatanku

“Aku tak ingin merusak hubungan mereka. Jangan bilang siapa-siapa ya” Dan sekarang ucapa Siwon yang memenuhi ingatanku.

Mungkin saat ini mereka punya masa depan yang berbeda. Bagiku, hanya saat ini satu-satunya kesempatanku. Tapi aku harus begerak demi diriku sendiri.

“Pergilah, Siwon.” Aku keluar dari tempatku tadi.

“Ah .. Yoona”

“Tifanny dalam masalah, kan? Orang yang kau sukai sedang butuh bantuan. Pergilah” Ucapku lagi. Kau harus kuat Im Yoona “Kurasa .. Kau masih punya kesempatan Siwon~ssi, kalau di saat begini kau menemaninya, mendukung Tifanny saat dia butuh bantuan. Semua pasti akan berjalan lancar”

“Tapi …”

“Memang sih, aku tak memikirkan perasaan Nichkhun. Tapi mau apa lagi aku kan bukan teman Nichkhun. Dia orang asing bagiku” Kau harus kuat Yoona “Meski semua orang bilang dia baik. Bagiku, Siwon masih lebih baik. Bagiku, Siwon jauh lebih baik” Dan aku akhiri dengan senyuman ucapan panjang lebarku ini

Apa yang kulakukan …

“…” Sepertinya telponnya masih tersambung

“Aku mengerti” Ucap Siwon

Lebih baik begini.

“Tifanny” Dengan begini semuanya berakhir … Dengan inidah

“Begini. Lebih baik kalian bicarakan masalah kalian berdua. Jangan sampai ada salah paham”

Hah?

“Ya … jangan selalu mengandalkan aku tiap kali kau punya masalah” Apa maksud Siwon? Aku kira dia mengerti.

“Tung … Apa yang kau lakukan … Dengar kataku …” Ucapanku terputus saat Siwon tiba-tiba memelukku.

“Yang kusukai bukan Tifanny” Ucapnya di telingaku

“Apa… Katamu …” Sepertinya Siwon terkejut dan tidak menyadari maksud ucapannya dan langsung melepaskan pelukannya.

“Ah .. Maaf!”

“Kau tak menghawatirkan Tifanny?”

“Habis … Tadi kau bilang ‘Orang yang kau sukai sedang butuh bantuan’ langsung terpikir olehku bukannya ‘Ingin pergi ke tempat Tifanny’… Tapi ‘Tak meninggalkan Yoona’… Lalu tadi siang kau bilang sudah tak mau mengejar cintamu yang tak terbalas itu … apa kau bersedia mempertimbangkan aku sebagai gantinya … Kalau Yoona mau”

Tanpa basa-basi lagi aku langsung memeluknya.

“Eh… Yoona?”

2 perasaan menyatu, hari-hari indah tak akan jauh dari jangkauan …

THE END

Iklan
Tinggalkan komentar

86 Komentar

  1. walaupun sedih awalnya tapi menyenangkan akhirnya,,,
    yoonwon lanjut…

    Balas
  2. Walau awalnya agak nyesek tapi endingnya bikin happy^^

    Balas
  3. Yoora the SonElf

     /  Oktober 6, 2012

    rumit amt sii kisah cinta mreka …
    hampir aja aq nangis bca.a ….
    happy ending aq suka 🙂

    ttp smangat 😉

    Balas
  4. Ternyata Yoona slah paham ya…. Siwon jga suka ma Yoona… 🙂
    Bagus FF nya… ^^

    Balas
  5. Minhae nih thor , FFnya bagus tapi kok kata” nya kepelilit gitu -_-V. Minhae tor kalo kata”nya kurang suka

    Balas
  6. Ceritanya bagus,,q suka..
    Tpi kadang q bingung siapa yg ngomong..
    Mianhae thor klo nyinggung..
    Jeongmal mianhae..

    Balas
  7. hania

     /  April 18, 2013

    Ku kira wonppa suka sama fany taunya sama yoong
    Chukae yoong perasaanmu terbalas
    Ditunggu ff lainnya

    Balas
  8. nee gaya tulisa ny mirip2 ma komik atawn novel jepang ea…..

    Balas
  9. aat yoonwon

     /  Juni 28, 2013

    Hahaha lucunya sikap siwon

    Balas
  10. miyoon

     /  Juli 3, 2013

    Agakk bingung mianhae thor ;(

    Balas
    • jessica sonelf

       /  Mei 3, 2014

      So sweet… 🙂

      Apalgi pas bagian siwon bilang : “Habis … Tadi kau bilang ‘Orang yang kau sukai sedang butuh bantuan’ langsung terpikir olehku bukannya ‘Ingin pergi ke tempat Tifanny’… Tapi ‘Tak meninggalkan Yoona’… Lalu tadi siang kau bilang sudah tak mau mengejar cintamu yang tak terbalas itu … apa kau bersedia mempertimbangkan aku sebagai gantinya … Kalau Yoona mau”

      Hahaha itu lucuu bangeett. . Siwon ga nyadar yaa kalo yg dimaksud yoona itu yaa dia sendiri haha…
      Romantis 😀

      Balas
      • jessica sonelf

         /  Mei 3, 2014

        Salah tempat komeen hehe… mianhae 🙂

        Balas
  11. Cikha Choi

     /  Agustus 28, 2013

    sbnerx critax bgus.tp dialogx yg brntakn.gk tw cpa yg bicara.jd intix bhsax sngat berbelit2.sulit dphami

    Balas
  12. chingu mian bgt aku bingung bacanya..
    maaf ..
    sebel dch sllu gtu uri yoong jdo korban perasaan huuh

    Balas
  13. Jujur, aku bingung baca nya gimana? Gak konek sama bahasanya nih otakku .____.
    Itu gimana alurnya dan ceritanya?
    So confusing :S

    Balas
  14. tia risjat

     /  Februari 15, 2014

    ceritanya bagus, tapi mungkin penyampaiannya harus lebih di ff-kan lagi. jadi ga kaya komik banget..

    Balas
  15. aat yoonwon

     /  Maret 2, 2014

    Keren

    Balas
  16. ayu dian pratiwi

     /  Maret 24, 2014

    maaf bingung sama ceritanya

    Balas
  17. jessica sonelf

     /  Mei 3, 2014

    So sweet… 🙂

    Apalgi pas bagian siwon bilang : “Habis … Tadi kau bilang ‘Orang yang kau sukai sedang butuh bantuan’ langsung terpikir olehku bukannya ‘Ingin pergi ke tempat Tifanny’… Tapi ‘Tak meninggalkan Yoona’… Lalu tadi siang kau bilang sudah tak mau mengejar cintamu yang tak terbalas itu … apa kau bersedia mempertimbangkan aku sebagai gantinya … Kalau Yoona mau”

    Hahaha itu lucuu bangeett. . Siwon ga nyadar yaa kalo yg dimaksud yoona itu yaa dia sendiri haha…
    Romantis 😀

    Balas
  18. Minhae tapi aku rada bingung bacanya..

    Balas
  19. Evi

     /  Agustus 2, 2014

    Ceritanya bgus kok author aku udah nangkep alurnya cman kalimat aku kurang ngerti ^^
    saran aku lbh di perbaikin penatanaan kalimat aja sama feelnya ^^
    sekedar saran aja ^^

    Balas
  20. Evi

     /  Agustus 2, 2014

    Ceritanya bgus kok eonni aku udah nangkep alurnya cman kalimat aku kurang ngerti ^^
    saran aku lbh di perbaikin penatanaan kalimat aja sama feelnya ^^
    sekedar saran aja ^^

    Balas
  21. Evi

     /  Agustus 2, 2014

    Ceritanya bgus kok eonni aku udah nangkep alurnya cman kalimat aku kurang ngerti

    Balas
  22. jujur aku msh blum pham

    Balas
  23. melani

     /  April 30, 2016

    Akhirnya happy ending.. tapi gaya bahasanya agak aneh jadi bingung sendiri..

    Balas
  24. Hendra Choi

     /  Oktober 19, 2016

    Endingny kurang kena bangett sihh buat sequelnya dongg:3

    Balas

United, Leave a Coment Here

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: