[FF] The Humorous Love (Chapter 6)

[FF] The Humorous Love part 6

 

Title                : The Humorous Love

Author           : Umi Khasanah Elf

Main cast     : *Choi Siwon “Super Junior”

                         *Im Yoon Ah “SNSD”

                         *Chan Sung “2PM”

                         *SunHwa “Secret”

                         *Cho Kyuhyun “Super Junior”

                         *Kwon Yuri “SNSD”

Genre            : happy,sad,romance,comedy

Rating            : general

Note               : buat readers yang nggak suka sama ff ku, tolong nggak usah dibaca kalo emang nggak suka dan jangan coment kalo emang nggak suka sama ff saya.

Assalammualaikum…. Chinguuu oh chinnguuu..annyeong haseyoo…

Annyeong YoonWonited ^_^, author lelet  datang lagi, hehe~. Seneng deh baca semua coment YoonWonited tentang ff ku. Bikin semangat buat lebih bagus. And aku juga mau ngucapin Gomawo sama semua readers yang udah baca ff ku yang nggak jelas ini. Dipart 6 ini nanti kayaknya bakalan banyak konfliknya,hehe~. Tapi tenang pasti YoonWon momentnya ada kok, hehe~. Yaudah kebanyakan ngomong nih authornya, langsung aja baca ffnya.

 

Let’s Go……

Don’t like?

Don’t read!

Don’t bash !

Warning Banyak Typo !

 

Happy Reading

 

 

“I Think I Love You”

 

Siwon POV

Mataku terbelak saat melihat photo yang baru saja diperlihatkan oleh manager kang. Terlihat seorang namja dan yeoja yang sedang berjalan bersama

“manager ige mwoya..?” tanyaku tidak percaya

“aku juga tidak tahu, aku mendapatkannya dari salah satu kru yang ada disini dan aku rasa photo-photomu itu sudah beredar luas,” jawab manager kang

“ini tidak mungkin, padahal tadi aku merasa tidak ada orang yang memperhatikanku dengan yoona,” ujarku masih dengan tidak percaya

“ingat siwon-ssii walaupun kau merasa tidak memperhatikanmu, tapi kau harus tau bahwa masih banyak orang yang mungkin tidak suka padamu, mungkin saja ini salah satu cara mereka untuk menghancurkan karirmu,” jelas manager kang

“lalu apa yang harus aku lakukan?” tanyaku

“aku tidak tau apakah ini cara yang terbaik atau tidak, yang jelas kau harus segera mengatakan kepada public bahwa yoona itu adalah kekasihmu, agar tidak terjadi kesalah pahaman, kau tau kan bagaimana akibatnya? Pasti yoona akan menjadi bulan-bulanan fansmu,” jelas manager kang lagi, aku hanya bisa menghela nafas.

Setelah selesai, aku bergegas keluar dari ruangan manager kang dan berjalan menuju ruangan make up. Aku masih terpikirkan dengan perkataan manager kang tadi,

“aku tidak tau apakah ini cara yang terbaik atau tidak, yang jelas kau harus segera mengatakan kepada public bahwa yoona itu adalah kekasihmu, agar tidak terjadi kesalapahaman, kau tau kan bagaimana akibatnya? Pasti yoona akan menjadi bulan-bulanan fansmu,”

“haaah apa yang harus kulakukan? Bagaimana kalau berita ini benar-benar tersebar???” kesalku sambil merebahkan diri dibangku

“berita apa siwon-sii?” Tanya seseorang

“ah…yuri..kau mengagetkanku saja, anni, bukan berita apa-apa,” jawabku gugup

“jinjja? Tapi sepertinya tadi kau…”

“ah sudahlah itu bukan berita penting, kau tenang saja,” ucapku memotong ucapannya

“yasudah, cepat siap-siap, sebentar lagi syuting akan segera dimulai,” ujar yuri dan aku hanya mengangguk seraya terseyum.

Kulihat yuri keluar dari ruanganku, melihat yuri aku jadi teringat seseorang, ya yoona, bagaimana keadaannya sekarang? Apa dia sudah mengetahui tentang photo-photo ini? Dengan segera kuambil I-Phone ku dan menghubunginya.  setelah beberapa saat tidak ada jawaban

“aiissh dia itu kemana sih? Kenapa tidak mengangkat teleponku?” kesalku.

Siwon POV end

Yoona POV

Hari ini produser cho mengajakku bertemu untuk membahas siapa pemain yang nantinya akan bermain dalam naskahku. Dengan ditemani beberap sutradar ternama, aku dan produser cho sibuk menentukan pemain

“ah! Bagaimana kalau Choi Siwon saja yang menjadi pemeran utama namjanya?” usul sutradar kim, membuatku tersentak

“mwo? Apakah tidak ada aktor lain selain dia sutradar?” tanyaku, jujur aku sama sekali tidak ada minat jika yang memainkan naskahku ini adalah Choi Siwon, si aktor pabbo

“wae yoona-sii? Bukankah bagus jika siwon yang bermain dan perlu kita ketahui sekarang nama choi siwon sedang melambung, jadi kalau kita menjadikannya sebagai pemeran utama pasti film ini akan sangat sukses. Lagipula kemampuannya dalam bidang acting sudah tidak bisa diragukan lagi, benarkan produser cho?” jelas sutradara kim lagi

“aku setuju setuju saja, sekarang keputusan ada ditangan yoona, bagaimana yoona-ssii?” Tanya produser cho

“ehmm.. akan aku pertimbangkan terlebih dahulu produser,” jawabku, jujur aku masih belum setuju kalau si aktor pabbo itu yang bermain dalam naskahku ini.

“baiklah, kalau begitu rapat hari in selesai, khamsahamnida telah hadir dalam rapat hari ini dan untuk nona Im Yoona mian kalau kami menganggu waktumu hari ini,” ujar prodruser mengakhiri rapat.

Satu persatu orang keluar dari ruangan rapat, hanya tinggal aku dan produser cho. Aku masih sibuk merapihkan berkas-berkasku tadi,

“yoona gwencana?” Tanya poduser cho tiba-tiba

“eh? Ah ye gwencanayo,” jawabku tersenyum

“aku tau apa alasanmu menolak siwon sebagai pemeran utama naskahmu,” ucap produser cho

“mwo? Produser..eh maksudku apa maksudmu kyuhyun-sii?” tanyaku kaget

“haha~ tidak usah kaget seperti itu, lagipula kau dan siwon itu saling tidak suka bukan?” tanyanya lagi dan aku hanya mengangguk

“sudahlah, lupakan tentang itu dulu, lagipula kalau dipikir-pikir acting seorang choi siwon bagus juga,” ujar produser cho lagi dan lagi-lagi aku hanya mengangguk

“yasudah kalau begitu kajja kita keluar, oh iya, kau pulang dengan siapa?” Tanya produser cho

“aku? Ah sehabis ini aku masih ada urusan, jadi kau duluan saja,” jawabku saat teringat kalau setelah ini aku harus kelokasi syuting siwon

“baiklah kalau begitu, aku duluan ya, annyeong~” pamitnya

“hati-hati dijalan~” ucapku dan dia hanya mengangguk.

Setelah selesai, aku bergegas keluar dari gedung ini. Sebelumnya aku melihat ponselku terlebih dahulu, ada 6 panggilan tidak terjawab dan semua itu dari..

“siwon?” kagetku sambil mengangkat satu alisku

“kenapa ia menghubungiku sampai sebanyak ini? Tumben sekali,” kutaruh lagi ponselku kedalam tas dan bergegas pergi kelokasi syuting .

16.30 KST

Sekarang sudah pukul 16.30, tidak terasa sudah sesore ini. Sekarang aku berada didalam taksi menuju kelokasi syuting siwon. Sebenarnya aku malas untuk kesana, tapi mau bagaimana lagi aku sedang tidak berdebat dengannya saat ini. Lampu merah, kualihkan sedikit pandanganku keluar jendela, Nampak orang-orang yang berlalu lalang diluar sana. Namun, tiba-tiba mataku memandang sebuah majalah dengan gambar seorang yeoja dan namja, kutajamkan lagi penglihatanku

“haah bukankah itu aku dan siwon?” kagetku sambil menutup mulutku, dimajalah itu terlihat seorang namja dan yeoja sedang berjalan bersama memasuki sebuah caffe

‘omona, benarkah itu aku?’ batinku, dengan segera kubuka kaca jendala taksi itu dan memanggil si penjual majalah itu,

“ajjushhii, boleh kulihat majalah yang itu?” Tanyaku sedikit berteriak dan ajjushii itu mengangguk lalu membawakan majalah itu

“ini nona,” ucapnya seraya memberikan majalah itu, aku tau kalau saat ini dia sedang memandangiku

“ajjushiii ini uangnya, gomawo,” ucapku langsung dan dengan segera kututup lagi kaca jendelku setelah membayar majalah ini.

Dengan segera kubuka majalah itu, dan benar saja bahwa yang ada didalam gambar ini adalah aku dan siwon

“ini tidak mungkin,” ucapku tidak percaya. Kuhela nafasku sejenak untuk merilekskan pikiranku.

Yoona POV end

Author POV

Proses syuting baru saja selesai, siwon dan yuri yang baru saja selesai melakukan take pengambilan adegan terakhir untuk episode 15 nampak sangat kelelahan. Mereka berdua masuk kedalam ruangan make up dan segera duduk dibangku santainya masing-masing.

“hari ini benar-benar melelahkan,” ucap yuri dan dijawab anggukan oleh siwon

“oh ya, siwon nanti kita jadi kan makan malam bersama?” Tanya yuri tiba-tiba  membuat siwon sedikit kaget

“nde? Ah….ye…..tentu,” jawab siwon gugup

“waeyo siwon-sii? Apa kau tidak bisa lagi?” Tanya yuri

“annio, tentu aku bisa kau, sudah kau tenang saja,” balas siwon tersenyum membuat yuri lega

“ehm bagaimana kalau kita berangkat sekarang saja? Ottho?” tawar yuri, siwon sempat berpikir dan akhirnya menerima tawaran yuri.

~~

Sementara itu, yoona yang masih dalam perjalan menuju lokasi syuting siwon masih sibuk memikirkan tentang berita yang ada dimajalah itu. Beberapa kali ia melihat kearah I-Phonenya berharap siwon menghubunginya dan menanyakan tentang masalah ini

“aiissh dia itu! Kenapa tidak menghubungiku sama sekali? Atau jangan-jangan dia belum tau tentang berita ini? Haaah anniyo! Itu tidak mungkin!” ucap yoona frustasi lalu menundukkan kepalanya.

Setelah beberapa saat, akhirnya taksi yang ia tumpangi sampai dilokasi syuting siwon. Yoona lantas keluar dari taksi itu, ia sempat bingung melihat lokasi syuting yang sudah mulai berbenah. Yoona melangkahkan kakinya, sampai ada salah satu kru yang menyapanya

“wah yoona-ssii! Kau datang!” seru salah satu kru yang melihat yoona

“ye, aku kesini untuk menemui siwon, apa syuting sudah selesai?” Tanya yoona

“ne, syuting sudah selesai dari 30 menit yang lalu, oh iya tadi kau bilang kesini untuk menemui siwon?” Tanya kru itu

“ne, apa dia ada?” Tanya yoona balik

“dia baru saja keluar dengan yuri, mereka bilang mereka mau makan bersama ,” jawab kru itu, entah apa yang terjadi raut wajah yoona seketika berubah dan yoona pun terdiam

“yoona-ssii gwencana?” Tanya sang kru sambil memegang pundak yoona

“ye? Ah gwencanayo,,” jawab yoona

“haha~ aku tau kau pasti cemburu, kau tenang saja siwon bilang mereka tidak akan lama, jadi kau bisa menunggunya,” ujar sang kru dan yoona hanya bisa mengangguk seraya tersenyum tipis.

Dengan malas yoona berjalan menuju ruangan make up siwon, terlihat tas siwon yang masih ada diatas meja riasnya. Yoona hanya bisa menghela nafasnya dan memejamkan matanya, raut wajahnya kini berubah menjadi kesal

“haaah! Namja itu, dia yang menyuruhku datang kesini, tapi dia malah meninggalkanku! Choi Siwon kau sungguh menyebalkan! Kalau tau seperti ini, lebih aku tidak datang!” kesal yoona sambil menundukkan kepalanya.

Untuk beberapa saat yoona masih terus menundukkan kepalanya, dia benar-benar tidak tau apa yang harus ia lakukan sekarang.

“aiishh untuk apa aku menunggu orang yang sama sekali tidak penting seperti dia! Lebih baik aku pulang!” kesal yoona lalu bangkit dari duduknya dan keluar dari ruangan make up siwon dengan wajah kesal, sesekali ia menghentak-hentakkan kakinya ketanah.

Author POV end

Siwon POV

Sore ini yuri mengajakku makan bersama, tadinya aku ingin menolak. Tapi, itu mungkin pasalnya kemarin aku sudah janji untuk menemaninya makan malam. Aku dan yuri memilih sebuah restorant kecil yang ada didekat lokasi syuting kami. Ini pertama kalinya aku makan bersama yuri dan hanya berdua. Jujur, saat ini aku sama sekali tidak bernafsu makan.

“siwon, ehm menurutmu bagaimana aktingku tadi?” Tanya yuri disela-sela makan

“ehm actingmu bagus, kau sangant berbakat yuri-ah,” pujiku dan seketika ia tersenyum dengan manisnya, melihat senyumannya itu aku jadi teringat oleh seseorang, Ya Yoona! Aiggoo apa dia sudah sampai dilokasi syutingku!

“kau tidak apa-apa?” Tanya yuri

“nde? Ye, aku tidak apa-apa..” jawabku bohong dan yuri hanya mengangguk.

Dengan segera ku buka I-Phoneku dan membuka kontak teleponku. Ku tekan tombol hijau untuk menghubungi yoona. Kutunggu beberapa saat, tapi tidak ada tanggapan hanya terdengar suara operator.

“aissh kemana dia?” runtukku kesal, lalu mencoba menghubunginya lagi tapi tetap tidak ada jawaban, aku kembali masuk kedalam

“kau menelfon siapa siwon?” Tanya yuri

“ah..bukan siapa-siapa, sudah kita lanjutkan saja makannya,” ajakku dan hanya dibalas anggukan olehnya.

Akhirnya kami selesai makan dan segera bergegas menuju lokasi syuting lagi. Untungnya saja restorant ini jaraknya tidak begitu jauh dari lokasi syuting kamu, jadi kami lebih memilih berjalan kaki. Aku melirik yuri yang hanya diam saja dari tadi, kuedarkan mataku kesekeliling sampai aku menangkap sesosok yeoja yang sedang berjalan dengan kesal. Aku mengenali yeoja itu, ya dia Yoona.

“ehm yuri, kau duluan saja, aku ada urusan sebentar, annyeong..” pamitku langsung meninggalkannya yang masih bingung.

Kulangkahkan kakiku cepat sampai akhirnya aku berdiri tepat didepannya, seketika ia mendongkakan kepalanya, lalu menatapku. Ia menatapku dengan kesal,

“wae? Kenapa kau menatapku seperti itu?” tanyaku bingung

“masih bertanya? Harusnya kau tau apa kesalahanmu!” balasnya kesal lalu berjalan meninggalkanku, dengan cepat kutarik tangannya.

“YAK! Kau mau membawaku kemana?” teriaknya sambil memukul lenganku, tapi tidak aku hiraukan, aku tetap menarik tangannya

“aissh, sudah diam saja, aku tidak akan menculikmu!” omelku karena sedari tadi ia berteriak.

Aku menariknya jauh dari tempat lokasi syuting, aku membawanya kesebuah Lapangan Hijau nan luas (?) yang ada disekitar sini. Masih dalam keadaan menggenggam tangannya, kutuntun ia hingga berada ditengan lapangan ini.

“kenapa kau membawa ku kesini?” tanyanya

“apa kau sudah tau tentang photo itu?” tanyaku sambil menengok kearahnya, dia sedikit terkejut

“kau sudah mengetahuinya?” tanyanya balik

“ne, kau?” kini kami saling lempar pertanyaan

“ne, aku juga sudah tau, tapi bagaimana itu bisa terjadi? Bukankah tadi pagi tidak ada yang memperhatikan kita? Paling hanya fans-fansmu itu!” ujarnya

“molla~, aku juga tidak tahu, padahal tadinya aku pikir itu semua tidak akan terjadi,” ucapku sambil menghela napas panjang

“ini semua salahmu, kau yang memasukan ku kedalam masalah ini, jadi cepat atau lambat kau harus mengatakan semuanya pada semua orang!”ucap yoona dengan sedikit kesal

“aku tau itu, tapi itu semua tidak mudah, kau taukan bagaimana resikonya?” tanyaku

“dulu kau mengatakan kalau kita berpacaran dengan sangat mudah, tapi kenapa sekarang hanya mengatakan yang sebenarnya kau tidak bisa?” tanyanya

“itu….itu….arrrggghhh!” teriakku dan langsung terduduk dirumput hijau sambil menundukkan kepala.

Siwon POV end

Yoona POV

Ternyata benar dia sudah mengetahui semuanya, ya tuhan kenapa masalahnya jadi serumit ini. Aku sama sekali tidak tau harus berbuat apa, Choi Siwon kau yang memasukkan ku kedalam masalah besar ini. Kulirik ia yang masih terduduk dirumput hijau dengan menundukkan kepalanya, aku hanya bisa menghela napas melihat keadaan seperti ini. Kini kami sibuk dengan pemikiran masing-masing, hingga

TIK TIK TIK TIK TIK

Kurasakan tetesan air mulai turun dan mengenai kemejaku,

“apa hujan?” kagetku dan siwon langsung mendongakakkan kepalanya

“aiishh kita harus segera mencari tempat teduh!” teriakku dan reflek aku langsung menarik tangannya, dia hanya menurut.

Kami berlari melawan hujan untuk mencari tempat teduh, tapi nihil. Tentu saja, ini lapangan luas dan jauh dari pemukiman, yang ada disini hanyalah pepohonan rindang

“kita berteduh dipohon itu saja!” ajaknya dan kini berbalik dia yang menarik tanganku.

Kami berteduh disebuah pohon besar yang rindang dan dedaunannya cukup rapat, jadi cukup untuk tempat kami berteduh. Ini sudah kedua kalinya aku kehujanan seperti ini. Kulirik namja yang ada disebelahku, dia diam saja sambil memasukkan tangannya kedalam saku jakcetnya.

Tidak ada perbincangannya yang terjadi, kami berdua memilih untuk diam sambil menunggu hujan reda, hingga aku merasakan dingin pada tubuhku.

‘aiissh aku lupa membawa jacketku!’ batinku, lalu mengeratkan kemejaku untuk sekedar mengurangi rasa dinginnya, tapi tiba-tiba kurasakan ada sebuah jacket yang menempel pada pundakku

“pakailah ini, aku tau kau kedinginan,” ucapnya datar sambil menaruh jacketnya ketubuhku

“lalu…bagaiman denganmu?” Tanyaku gugup

“aku ini namja, kau tenang saja, namja lebih kuat dari yeoja,” ucapnya percaya diri

“kau yakin?” tanyaku lagi dan ia hanya mengangguk.

Aku dan siwon kembali terdiam dan pada pemikiran kami masing-masing. Entah apa yang kurasakan, kini aku benar-benar merasa nyaman didekat siwon, benarkah aku menyukainnya? Benarkah apa kata pepatah, kalau benci bisa menjadi cinta?. Kuhela napasku sejenak untuk sekedar menenangkan pikiranku sejenak.

Sudah lebih dari 30 menit kami menunggu hujan reda, tapi hujan belum juga reda. Malah semakin deras, dan sekarang aku merasa kalau pohon ini sudah tidak bisa meneduhkan kami lagi.

“kenapa hujan semakin deras?” tanyaku dengan panik

“molla~, lalu apa yang harus kita lakukan?” tanyanya, kulihat siwon yang nampaknya sudah amat kedinginan, aku jadi merasa bersalah karena memakai jacketnya

“kita coba telfon manager kang, kita minta dia untuk menjemput kita?” usulku dan ia hanya mengangguk tanda “IYA”. Dengan segera ia langsung menghubungi manager kang,

“yeoboseyo…”

“…..”

“manager ini aku siwon, tolong jemput kami manager, kami terjebak karena hujan,” ucapnya, sedangkan aku hanya memperhatikan ia bicara

“……”

“ne, tentu saja aku dan Yoona, cepat jemput kami manager,” ucapnya lagi

“……”

“baiklah aku tunggu, annyeong…” ucapnya untuk yang terakhir kalinya, lalu ia memasukkan ponselnya lagi kedalam saku kemejanya.

“bagaimana?” tanyaku penasaran

“ne, dia akan menjemput kita,” jawabnya datar dan akhirnya kini aku bisa bernafas lega.

Yoona POV end

Author POV

Siwon dan Yoona masih menunggu dijemput oleh manager kang. Mereka menunggu dengan lemas, dan keduanya kini terduduk direrumputan, untungnya rumput yang mereka duduki tidak basah. Mereka menyenderkan tubuh mereka pada batang pohon besar itu. Terlihat keduanya yang sudah amat sangat kedinginan, terutama siwon,wajahnya Nampak terlihat pucat. Yoona yang menyadarinya sedikit khawatir

“siwon, gwencana?” Tanya yoona pelan

“nde? Ah gwencana..” balas siwon pelan

“kau kedinginan? Pakailah ini jacketmu, aku kan sudah bilang harusnya kau saja yang memakainnya,” omel yoona sambil melepaskan jacket siwon

“yak! Apa yang kau lakukan? Aku kan sudah bilang pakai saja! Lagipula kau itu yeoja, bagaimana kalau kau sampai kau sakit? Aku tidak mau kalau harus mengantarkanmu pulang dan merawatmu,” ujar siwon

“apa kau bilang? Jelas-jelas kau sendiri yang mau! Memangnya aku menyuruhmu untuk menjagaku?” balas yoona tak mau kalah

“aiiish, kau benar-benar yeoja yang tidak tau terima kasih!” kini siwon juga tidak mau kalah, dengan cepat yoona langsung melempar jacket milik siwon,

“itu! Aku tidak butuh itu!” kesal yoona lalu beranjak dari duduknya, dengan cepat siwon menarik tangan yoona dengan kuat, hingga membuat yoona terjatuh tepat diatasnya.

Mereka saling menatap satu sama lain, terlihat ada rasa canggung diantara keduanya. Dengan cepat siwon langsung mendekatkan wajahnya kewajah yoona. yoona yang masih mengerjap-ngerjapkan matanya, sedikit kaget namun sedetik kemudian yoona memejamkan matanya. Siwon menarik tubuh yoona untuk lebih dekat dengannya, sedetik kemudian siwon berhasil mendaratkan bibirnya dibibir yoona. Siwon mulai melumat kecil bibir yoona, ia menghisap kecil bibir bawah yoona. Yoona juga melakukan apa yang dilakukan siwon. Kini mereka berciuman dibawah pohon hijau besar sambil diselimuti hujan, mereka masih terus berciuman, hingga terdengar suara klakson mobil

TIIIN TIIIN TIIIIN

Dengan terpaksa mereka mengakhiri ciuman mereka dengan perlahan, terlihat yoona yang masih memejamkan matanya, sementar siwon hanya tersenyum melihat wajah yoona yang memerah. Menyadari posisi mereka yang masih seperti tadi, dengan segera yoona bangkit dan terlihat sedikit salah tingkah. Sedangkan, siwon dia hanya bangun dengan santainya, karena jujur ini lah yang ia tunggu-tunggu. Kini pandangan mereka tertuju pada sebuah mobil yang sudah ada dihadapan mereka, terlihat seorang namja dan yeoja keluar dari mobil itu sambil membawa payung masing-masing.

“aigoo, apa kami datang terlalu lama? Hingga kalian sepucat ini?” panik sunhyun sambil memayungi yoona, sedangkan manager kang menghampiri siwon

“yak! Lagian kalian ini, kenapa bisa ada disini hah?” Tanya manager kang kesal, sedangkan yang ditanya hanya menggaruk kepalanya

“sudahlah manager, kalau kau mau memarahi mereka nanti saja kalau kita sudah sampai dilokasi syuting, kau tidak lihat mereka sudah amat sangat kedingin? Sekarang kau masih mau memarahi mereka!” omel sunhyun

“ya, ya, ya, baiklah, kajja kita masuk kedalam mobil,” suruh manager kang, lalu mereka berjalan kearah mobil manager kang.

Sesampainya dimobil, siwon dan yoona duduk dibangku belakang, sedangkan manager kang dan sunhyun didepan.

“yoong~ pakailah jacket ini, dan ini untukmu siwon,” suruh sunhyun sambil memberikan jacket kepada siwon dan yoona

“ne, gomawo unnie~” balas yoona.

Manager kang mulai menyalakan mesin mobilnya, selama dalam perjalan sama sekali tidak ada perbincangan diantara mereka berempat. Yang terdengar hanyalah suara mesin mobil dan suara rintik hujan yang mengenai jendela mobil mereka. Tanpa disadari, siwon yang nampaknya sangat kedingan tadi langsung tertidur dan tanpa disadari kepala siwon langsung jatuh kepundak yoona. Yoona yang kaget hanya menoleh kearah siwon yang terlelap dipundaknya, ada perasaan senang, tapi ada rasa bersalah juga. Dilihatnya wajah siwon yang nampaknya lebih pucat dibanding ia. Kini yoona hany bisa menghela napas dengan apa yang terjadi.

~~

Akhirnya mereka sampai dilokasi syuting, untung saja saat hujan mulai reda dan hanya titik air yang jatuh. Yoona yang tadi ternyata ikut tertidur, kini bangun Karena menyadari kalau mereka sudah sampai, dilihatnya siwon yang masih terlelap dipundaknya.

‘apa dia sakit? Kenapa ia belum bangun juga?’ batin yoona

“omona! Siwon belum bangun?” Tanya sunhyun langsung

“nde? Ah belum unnie,” jawab yoona gugup

“yak! Manager ini semua salahmu, kalau kita tidak telat tadi pasti siwon tidak akan seperti ini!” kini sunhyun malah memerahi manager kang

“kau! Kenapa memarahiku? Lagipula itu kan salah dia!” balas manager kang tidak mau kalah, kini perdebatan mulai terjadi antara manager kang dan sunhyun. Yoona yang melihatnya hanya bisa memutar kedua bola matanya

“yoona~, coba kau bangunkan siwon,” suruh manager kang

“mwo? Aku?” Tanya yoona sedikit kaget

“ne, kau cepat bangunkan dia, aku tunggu diluar,” balas manager kang, lalu keluar dari mobilnya

“aiissh dia itu selalu seenaknya!” gumam sunhyun kesal

“yoong~ coba kau bangunkan dia dulu,” suruh sunhyun lalu keluar dari mobil dan yoona hanya bisa mengangguk pasrah

“siwon-ssii, siwon-ssii, palli irona! Kita sudah sampai! Palli irona!” ucap yoona pelan, namun siwon belum juga bangun

“yak! Tuan choi! Palli irona!” ucap yoona lagi tapi siwon tetap tidak bergeming,

“aigoo, kenapa dia belum bangun juga?” bingung yoona, dengan memberanikan diri, yoona menyentuh dahi siwon

“omona! Panas sekali! Apa dia sakit?” kaget yoona saat menyentuh dahi siwon yang panas

“aiisshh! Yak choi siwon, kumohon jangan sakit, haaah otthokke?” panik yoona, dengan cepat ia membuka kaca jendela mobilnya dan memanggil beberapa kru untuk membantunya membopong siwon.

“nona Im, sebenarnya siwon kenapa?” Tanya seorang kru yang kini tengah membantu yoona membopong tubuh siwon kedalam mobil siwon

“aku rasa dia sakit, tadi dia kehujanan” jawab yoona parau

“jinjja? Aiggoo bagaimana itu bisa terjadi?” Tanya kru itu lagi dan yoona hanya menggelengkan kepalanya.

Akhirnya mereka sampai dimobil siwon, tiba-tiba sunhyun datang sambil membawa beberapa barang-barang siwon yang masih ada didalam.

“yoona! Ini kunci mobil siwon, kau yakin bisa menyetir? Keadaanmu saat ini juga sama seperti siwon, tapi apa kau yakin?” Tanya sunhyun khawatir

“eonnie tenang saja, aku tidak apa-apa kok,” jawab yoona seraya tersenyum

“baiklah kalau begitu hati-hati dijalan ya…” nasihat sunhyun dan dibalas anggukan oleh yoona.

Yoona mulai menyalakan mesin mobil siwon, diliriknya siwon yang masih terlelap. Yoona benar-benar khawatir melihat keadaan siwon dan kini dia juga merasa bersalah

“mianhae…mianhae…” ucap yoona tertunduk lalu kembali terfokus menyetir.

~~

Akhirnya mereka sampai dirumah siwon, yoona langsung melepas beltnya dan keluar dari mobil. Ia membukakan pintu sebelah kiri, dilihatnya siwon yang masih saja terlelap dari tadi,

“bagaimana caraku untuk membawanya masuk?” pikir yoona, yoona menyentuh dahi siwon lagi

“aahh,kenapa suhu tubuhnya makin bertambah panas?” kaget yoona, seketika siwon mulai tersadar dari lelapnya

“siwon, kau sudah bangun? Huft~ syukurlah,” ucap yoona

“aku ada dimana?” Tanya siwon bingung masih mengerjap-ngerjapkan matanya

“kau dirumahmu, makannya cepat ayo turun, kau pasti sangat lelah,” jawab yoona tersenyum dan siwon hanya mengangguk. dengan segera yoona membantu siwon untuk berjalan.

Mereka akhirnya sampai dipintu rumah siwon, yoona mendudukan siwon dibangku yang ada diteras rumah siwon. Kini yoona tengah sibuk mencari kunci rumah siwon,

“kuncinya yang mana?” bingung yoona

“yak! Siwon, kunci rumahmu yang mana? Yang ini? Yang ini? Atau yang ini?” Tanya yoona sambil menunjukkan tiga buah kunci

“yang itu,” tunjuk siwon pada sebuah kunci yang bergantung tulisan “S&Y”

“Ah ne,” ucap yoona mengangguk lalu mulai membuka pintu rumah siwon, yoona sedikit terdiam saat melihat gantungan kunci siwon yang bertuliskan huruf “S&Y”

“S&Y? ehm apa maksudnya?” pikir yoona,

“atau jangan-jangan “S&Y” adalah Siwon&Yoona?” pikir yoona, dengan cepat ia menggeleng-gelengkan kepalanya

“annio,annio, itu tidak mungkin, jangan berpikiran yang tidak-tidak Im Yoona,” ucap yoona, lalu akhirnya pintu itu berhasil terbuka

“kajja, kita masuk,” ajak yoona sambil memopoh badan siwon kedalam rumah dan yoona mendudukan siwon disofa ruang tamu.

“aku mau mengambil air panas terlebih dahulu, kau istirahat saja disini,” ujar yoona.

Yoona segera melangkahkan kakinya menuju kamar mandi siwon, lalu membuka keran air panas siwon.setelah itu, yoona mengambil kompresan (?). yoona segera kembali keruang tamu, dilihatnya siwon yang mulai tertidur lagi. Yoona berjalan mendekati siwon, lalu duduk dipinggir sofa untuk mengompres dahi siwon. Yoona mulai memeras kain kompressan dan meletekkannya didahi siwon dengan hati-hati. Yoona tidak ingin kalau siwon sampai terbangung, setelah meletakkan kain kompressan itu, yoona menoleh kearah siwon. Sedikit ada rasa bersalah, karena gara-gara Ia siwon jadi sakit.

“kau pabbo choi siwon, pabbo, aku kan sudah bilang harusnya kau saja yang memakai jacket itu, tapi kenapa malah kau berikan padaku?” omel yoona, tapi siwon sama sekali tidak bergeming. Yoona hanya bisa menghela nafas, lalu menundukkan kepalanya. Yoona mendongkakkan kepalanya untuk melihat siwon, dilihatnya setiap inci wajah siwon, kini yoona benar-benar baru menyadari kalau siwon itu sangat tampan

“kau memang tampan,” ucap yoona tiba-tiba sambil terus  memandangi wajah siwon

“apakah ini yang namanya Rival menjadi cinta, aiiish apakah aturan itu masih berlaku sekarang?” pikir yoona. Yoona masih terus sibuk memikirkan masalahnya, diam-diam siwon menyadari keberadaan yoona dan tidak sengaja mendengar kata-kata yoona. Siwon hanya bisa tersenyum kecil mendengar setiap pertanyaan-pertanyaan aneh dari mulut yoona. Ia tidak menyangka kalau yoona itu benar-benar lucu.

‘Im Yoona, Kini aku akui bahwa aku Menyukai,bahkan mencintaimu. Sungguh, mungkin ini terlalu cepat, tapi aku akan berusaha menjadi yang terbaik untukmu, Saranghae Im Yoona’ ucap siwon dalam hati

Dan tanpa siwon sadari kini yoona sudah tertidur disampingnya, disentuhnya puncak kepala yoona. Siwon membelai lembut rambut yoona, ia melakukannya dengan pelan-pelan agar tidak membangunkan yoona

“Annyeong Jumuseyo Deer, tidurlah yang nyenyak…” ucap siwon lalu ikut tertidur dengan keadaan tangannya yang masih berada dikepala yoona.

 

TBC~~~

Yeeee, akhirnya author lelet bisa menyelesaikan part 6’a. neomu neomu mianhae ya reader kalau ff lama banget diselesaiinya L dan buat Gee, gomawo ya udah mau ngepost ff ku ini, mianhae kalau sering ngerepotin J.

GOMAWO ALL…

Iklan
Tinggalkan komentar

135 Komentar

  1. yuli

     /  Maret 2, 2014

    ff-nya bagus banget di lanjutin y kakak, g sabar baca cerita selanjutnya……
    semangat

    Balas
  2. ayu dian pratiwi

     /  Maret 24, 2014

    seru ff nya . tapi sayang sampe sekarang blm ada lanjutannya.

    Balas
  3. azzryia noer hayyati

     /  Maret 25, 2014

    Bener drh nih ff kereeeb bgt tp cepet tbc… Author yg baik…(biassa ada maunya hehehe) lanjutannya jgn lama2 ya…

    Balas
  4. azzryia noer hayyati

     /  April 3, 2014

    Kereeen bgt lanjutannya akhirnya siwon mulai jatuh cinta ma yoona, ayo dong yoong bales perasaan siwon…
    Lanjuut…

    Balas
  5. rinabere

     /  April 18, 2014

    good job
    q tunggu nexs nya

    Balas
  6. Rhiiyoonah

     /  April 24, 2014

    Kerennn…..

    Balas
  7. Hilyana Rahma

     /  Mei 20, 2014

    So sweetttttttttttt bingitttt,,
    Please lanjutin lagi dong ffnya!!!!!!!!!
    Please next!?

    Balas
  8. itu tidur satu ranjang 😮 ckck kok gak dilanjutin thor, ini udah 2014 lhoo :3 plis plis plis lanjutin dongss 😉

    Balas
  9. Ommo!? Romantis bgt yh

    Balas
  10. belum ada lanjutannya ya?ceritanya seruuu…lanjutin dong….

    Balas
  11. Dwi sivi fatmwati

     /  Januari 12, 2015

    eon ff ini keren dan udh mulai ke titik terang kalo mereka berdua saling suka, jdi aku mohon lanjutin ya eon

    Balas
  12. puspa

     /  Januari 12, 2015

    keren eonn. part slnjtnya pasti keren
    dilanjtin ya eonni, ditngu part slnjtnya…

    Balas
  13. oxygen123

     /  Januari 17, 2015

    Kyaaaa >< dua"nya ud saling sukaaaaa ….. ffnya seru banget author.suka banget sama ceritanya… Lanjutin yaaa author ….aku lihat banyak yang komen ud ada yang dari tahun 2013 tapi blum ada lanjutannya TT_TT…..Aku tunggu kelanjutan ceritanya yaaa author….Oh iya satu lagi tetap S-E-M-A-N-G-A-T yaaaa author untuk ngelanjutin ceritanya ….mungkin selanjutnya boleh ditambahin konfliknya sedikit ahahaha

    Balas
  14. azzryia noer hayyati

     /  Agustus 1, 2015

    Duh so sweeeeett gantian nih ceritanya jagain and ngerawat siwon oppa yg sakit…cieeeee

    Balas

United, Leave a Coment Here

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: