[FF] Y Saranghae (Chapter 1 – A Goodbye)

Annyeong United….yah nongol lagi aku di blog ini dengan membawa FF baru *semoga tidak bosan yah dengan author ini kekek* United aku mau nepatin janji nih yaitu membawa FF baru yang castnya YoonWonHae ‘lagi’. Seperti biasa genrenya romance, sebenarnya nih FF udah rampung sejak beberapa bulan lalu tapi baru sekarang ku posting.

Oke deh semoga ceritanya menghibur, tidak membosankan dan yang terpenting YoonWonited terhibur dengan karya ku yang abal-abal ini.

Oh yah kalau FF ini responnya banyak aku lanjut deh ke chapter 2nya. Tapi, kalau sedikit? Mungkin tidak akan di lanjut xD……

Happy Reading United jangan lupa RCL yoh……

 

[FF] Y Saranghae (Chapter 1 – A Goodbye)

Title : Y Saranghae

Type : Sequel

Author : Choi Hyun Mi/Twitter: @Nita_Rahayu22

Main Cast :

  • Choi Siwon (Super Junior)
  • Im Yoon Ah (SNSD)
  • Lee Donghae (Super Junior)

Other Cast :

  • Changmin (TVXQ)
  • Krystal Jung (fx)

Genre: Romance , Sad, School

Rating : PG 15+

 

 

 

^^

“Maaf………..Aku tahu kata itu tak dapat mengobati luka yang pernah ku tinggalkan di hati mu. Tapi, tak pernah terbesit sedikit pun dalam benak ku untuk pergi meninggalkan mu. Apalagi melupakan sosok yang sangat ku cintai yaitu diri mu. Beri aku satu kesempatan untuk kembali memperbaiki diri dan beri aku satu kali kesempatan lagi untuk mengisi relung hati mu kembali 

Y Saranghae……….”

 

“Cinta………Aku tak percaya dengan cinta. Karena setiap kali aku mencintai seseorang pasti dia akan pergi meninggalkan ku sendiri dalam sebuah cerita kehidupan yang sangat kejam. Tapi, Tuhan telah mendatangkan seorang malaikat yang dapat membantu ku saat aku terjatuh dalam sebuah jurang kehidupan yang begitu dalam. Kini tak akan ku biarkan cinta itu pergi meninggalkan ku lagi, karena dia adalah tulang rusuk ku, dia adalah pelita hidup ku dan dia adalah nyawa keduaku

Y Saranghae……….”

 

“Jika kehidupan adalah sebuah pilihan maka begitu pula dengan cinta. Ku syukuri karena telah mengenal dirimu dan masuk dalam kehidupan mu. Tapi, kau pernah menorehkan luka di dasar hati ku dan kata maaf pun tak dapat mengobatinya. Tuhan memang adil saat kau pergi, Tuhan mengirimkan seseorang berhati lembut dalam kehidupan ku, aku nyaman berada di sampingnya. Tapi aku telah terjebak dalam sebuah lingkar permainan yang menyebabkan aku harus memilih mana yang terbaik untuk hidup ku kelak.

Tuhan…..aku mencintainya”

^^^

Y Saranghae

“Choi Siwon….Choi Siwon….Choi Siwon…”

Teriakan sekumpulan yeoja begitu histeris saat melihat sang kapten basket Choi Siwon mendribble bola dan begitu lincah meliak-liuk menghadang tim lawan.

“Horeee………….”

Teriakan sekumpulan yeoja serempak saat Siwon berhasil mencetak 3 angka sekaligus, yang membawa tim Siwon menjadi pemanang dalam pertandingan kali ini. Wasit meniup peluit tanda pertandingan usai, sontak semua pendukung tim Siwon saling loncat-loncat gembira karena tim kebanggaannya kembali memenangkan pertandingan. Siwon dan teman satu timnya saling berpelukan atas kemenangan mereka.

“Kerja yang hebat kawan” ujar Siwon lalu berhigh five ria dengan teman-temannya.

“Siwon Oppa, ini minuman untuk mu” seru seorang yeoja yang merupakan salah satu fansnya.

“Gomawo” ujar Siwon singkat lalu mengambil botol soft drink yang di serahkan yeoja yang rambutnya di kepang 2 itu. Siwon kembali melangkahkan kakinya, sambil matanya menyapu seluruh lapangan basket mencari seseorang.

“Apa dia tidak menonton pertandingan ku” Siwon bergumam heran setelah memastikan orang yang di carinya tak ada.

“Siwonie ayo kita rayakan kemenangan ini dengan berpesta” seru Changmin yang merupakan salah satu teman Siwon.

“Ahhh, aku tidak bisa kau pergi saja sendiri” elak Siwon menolak tawaran Changmin.

“Yah Siwonie setiap tim kita menang kau selalu tak ikut untuk merayakan kemenangan tim kita, ayolah Siwonie kali ini saja” rengek Changmin pada sahabatnya ini.

“Mianhae Changmin aku tidak bisa, sampaikan saja salam ku pada yang lainnya arraseo. Aku pergi dulu” Siwon berlari meninggalkan Changmin yang masih berdiri di tempat semua.

~~

Choi Siwon adalah salah satu siswa SMA di sekolah SM High School yang merupakan salah satu sekolah terbaik di Negara Korea Selatan. Dia merupakan seorang kapten dari tim basket SMA SM High School, maka tidak heran popularitasnya begitu terkenal khususnya di kalangan para siswa perempuan. Di tambah dengan parasnya yang tampan, serta berasal dari keluarga konglomerat membuatnya menjadi idaman wanita manapun juga *termasuk authornya*.

Siwon berjalan menuju taman belakang sekolah masih mengenakan baju tim basketnya. “Kemana dia, apa dia sudah pulang” gumam Siwon sambil terus mencari orang yang ingin di temuinya. Namun, langkahnya terhenti saat matanya menangkap seorang yeoja dengan seragam sekolah yang sama dengannya tengah tertidur di atas rerumputan dengan beberapa buku sebagai bantalnya.

“Di sini dia rupanya” gumam Siwon pelan lalu kembali melangkahkan kakinya menuju yeoja yang sedang tertidur itu. Siwon mengibas-ngibaskan kedua tangannya tepat di wajah yeoja cantik itu, namun hasilnya nihil yeoja itu sama sekali tak berkutik.

“Ahh dasar ceroboh, diakan perempuan tidur dimana saja” ucap Siwon sambil terus melihat yeoja itu dengan seksama.

End of Author POV

 

Yoona POV

Bel istirahat telah berbunyi, ku putuskan untuk menghabiskan istirahatku dengan tiduran di taman belakang sekolah. Dengan beberapa buku sebagai alas kepalaku, angin sepoi-sepoi menerpa wajahku, membuatku semakin terlarut dalam ke adaan seperti ini. Sampai pada akhirnya rasa ngantuk menyerang diriku dan akupun terlelap tidur.

“Kenapa alas kepala ku jadi seperti ini” gumamku yang mulai terjaga dari tidur singkat ku. Perlahan aku mulai membuka mataku lalu menolehkan kepalaku kekiri dan terdapatlah seorang namja berhidung mancung tengah tertidur di sisiku.

“Oppa, apa yang kau lakukan disini” pekik ku kaget saat melihat namja chingu ku Siwon Oppa yang ternyata sedang tertidur bersama ku.

“Tidur bersama mu” jawabnya singkat tanpa membuka mata.

“Apa ini?” heran ku yang baru menyadari bahwa kepalaku sudah tertidur di tangan kekarnya.

“Buku itu untuk di baca bukan untuk di jadikan bantal” ujarnya namun kali membuka matanya dan menoleh kearah ku. Aku tersipu malu mendengar penuturannya yang memang benar. “Oppa apa pertandingannya sudah selesai?” tanya ku mengalihkan pembicaraan.

“Kenapa kau tidak lihat pertandingan ku, malah enak-enakan tidur di sini” ketusnya dengan wajah serius.

“Kan sudah banyak yeoja yang menyemangati mu mereka selalu meneriakkan Choi Siwon…Choi Siwon…Choi Siwon..apa tidak cukup?” tanya ku sambil memandangnya.

“Tapi kau itu yeoja chingu ku setidaknya kau harus memberi semangat padaku, bukannya malah tidur di sini” ketusnya lalu membuang muka.

“Ne, mianhae Oppa aku berjanji kalau Oppa main lagi aku pasti menontonnya” seru ku untuk membuatnya tidak marah.

“Janji?” tanyanya sambil mengacungkan jari kelingkingnya.

“Janji…” sambut ku lalu menggaetkan jari kelingking ku dengan jari kelingkingnya. Siwon Oppa tersenyum manis padaku lalu sedetik kemudian tangan kekarnya memeluk tubuh ku.

“Oppa apa yang kau lakukan cepat lepaskan aku” ucapku sambil berusaha melepaskan pelukanya.

“Yah Im Yoona, ini hukuman untuk mu karena kau tak menonton pertandingan ku” jawab nya sambil memejamkan kembali matanya.

“Tapi tubuh mu bau keringat, cepat lepaskan aku” ujarku sontak Siwon Oppa melepaskan pelukannya.”Benarkah?”tanya nya dengan ekspresi lucu lalu mencium tubuhnya sendiri.

“Enak saja bau keringat, justru tubuh ku wangi” gerutu Siwon Oppa sambil terus menciumi tubuhnya sendiri.

Aku bangkit dari tidur ku lalu melihatnya dengan seksama “Apa Oppa lapar?” tanya ku yang membuatnya menghentikan aktifitasnya.

“Tentu saja, tadi di lapangan tenaga ku sudah terkuras habis jadi aku sangat lapat, apa kau bawa makanan untuk ku?” tanyanya riang.

“Iya, tapi bersihkan dulu badan Oppa, bau keringat” ketusku yang membuatnya mendelikan mata kearah ku.

“Arraseo…arrseo..rusa jelek. Jangan kemana-keman tunggu aku” Siwon Oppa bangkit dari tidurnya lalu berlari menuju kelas. Aku hanya bisa tersenyum melihat tingkahnya yang seperti anak kecil.

Kembali ku jatuhkan tubuh ku tertidur di atas rerumputan hijau, angin sepoi-sepoi masih dapat ku rasakan menerpa wajah ku. Mataku memandang birunya langit kota Seoul serta awan putih seakan ikut menari mengikuti arah angin, tempat ini adalah tempat favorit ku dengan Siwon Oppa kadang kami selalu menghabiskan waktu istirahat di sini dengan bercanda, mengerjakan PR, mendengarkan lagu ataupun makan siang bersama dan hal itu sudah sejak 2 tahun terakhir kami lakukan sama-sama.

Yah, Siwon Oppa adalah namja chingu ku. Sudah 2 tahun kami menjadi sepasang kekasih yang saling melengkapi. Mungkin aku adalah wanita yang paling beruntung karena bisa menjadi pacar dari seorang Choi Siwon yang bisa di bilang cukup terkenal di kalangan para wanita. Aku tidak tahu sebenarnya apa yang menarik dari ku kenapa seorang Choi Siwon bisa mencintai ku. padalah aku hanya seorang gadis di kalangan biasa yang hanya hidup dengan paman dan bibi, sementara Siwon dia hidup dengan kedua orang tua yang lengkap dan di besarkan dari keluarga terpandang.

Banyak orang yang bilang, bahwa aku hanya ingin memanfaatkan seorang Choi Siwon supaya hidup ku terjamin. Tapi, semua sangkaan itu salah besar, aku mencintai Siwon dengan setulus hati ku dan tak memandang status, ataupun wajah tampannya. Aku juga tidak mengerti kenapa aku bisa jatuh hati padanya bahkan sampai tergila-gila padanya, tapi apa mau di kata inilah takdir Tuhan. Takdir yang tak bisa di elakan oleh semua manusia termasuk diri ku dan Siwon Oppa.

End Of Yoona POV

 

Author POV

Donghae termenung hanya sendiri di dalam kelasnya, sayup-sayup matanya begitu datar tak menampakan ekspresi apapun. Pikirannya melayang pada kejadian dimana dia harus menerima kenyataan bahwa sang Ayah tercinta telah pergi meninggalkan dirinya untuk selama-lamanya. Kejadian itu terjadi 1 bulan yang lalu, dimana sang ayah tercinta menghembuskan nafas terakhir di hadapannya dengan linangan darah segar mengucur dari kepalanya.

“A…a..appa…appa…” pertahanan kukuh Donghae akhirnya runtuh sudah, dia terisak menangis lalu membenamkan wajahnya pada tas. Akibat insiden kecelakaan yang menyebabkan nyawa ayahnya terenggut membuat Donghae menjadi sosok yang pendiam dan murung.

Ny Lee hanya bisa melihat putra semata wayangnya itu dengan linangan air mata dari luar kelas, wanita paruh baya itu tak kuat melihat ke adaan anak kesayangannya itu yang belum bangkit dari kesedihannya. Walaupun kejadian itu sudah 1 bulan berlalu tapi nyatanya Donghae masih terlarut dalam kesedihan yang berkepanjangan.

“Nyonya Lee” suara seorang wanita mengangetkan ibu Donghae. Segera Ny Lee menghapus air mata yang membasahi kedua pipinya.

“Park songsaengnim” sapa Ny Lee pada orang tersebut yang tak lain adalah wali kelas Donghae. Park songsaengnim tersenyum ramah pada Ny Lee lalu mensejajarkan berdiri dengan Ny Lee sambil melihat Donghae yang masih menangis di dalam kelas.

“Aku merasa prihatin dengan keadaan Donghae, bagaimana pun juga dia harus segera bangkit dari semua kesedihan ini” ucap Park songsaengnim pelan. Ny Lee hanya menganggukkan kepalanya mengerti.

“Sebagai wali kelas Donghae dan ibu Donghae di sekolah aku punya usul Ny Lee” Park songsaengnim lalu memalingkan kepalanya kearah Ny Lee.

“Usul” Ny Lee mengerutkan keningnya tak menegeri. “Usul apa?” lanjut Ny Lee.

“Pindahlah ke Seoul” ucap Park songsaengnim singkat yang membuat ibu Donghae semakin tak mengerti “Maksud anda Park songsaengnim?” Park songsaengnim menarik nafas sejenak sebelum melanjutkan ucapannya “Banyak kenangan manis yang Donghae ciptakan bersama ayahnya di sini, jadi kalau Donghae pindah ke Seoul mungkin secara perlahan Donghae akan bisa melupakan kesedihannya dan mungkin bisa menerima bahwa ayahnya telah pergi untuk selamanya” ujar Park songsaengnim yang seketika membuat air mata Ny Lee kembali terjatuh. “Nyonya Lee” Park songsaengnim lalu merangkul pundak wanita paruh baya itu. “Anda tidak mau kan melihat Donghae terus seperti ini, mungkin inilah cara satu-satunya”

“Saya juga sempat berpikir seperti itu, tapi apa Donghae mau meninggalkan Mokpo dan pindah Ke Seoul” tanya Ny Lee parau.

“Tentu saja, saya akan membantu anda Ny Lee. Saya akan bilang pada Donghae” ucap Park songsaengnim menyakinkan ibu Donghae

~~

“Oppa…” pekik Yoona mengagetkan Siwon yang sedang duduk di kursi taman.

“Ahh Yoong, kau mengagetkan ku saja. Apa kau mau jantung ku copot” sergah Siwon sambil menepuk-nepuk dadanya kaget. Yoona hanya senyum-senyum gak jelas lalu duduk di samping Siwon “Oppa menunggu ku?” tanya Yoona lalu memegang lengan Siwon manja.

“Iya kenapa lama sekali, kau terlambat 15 menit” ketus Siwon dengan wajah marahnya.

“Mianhae tadi pelajaran matematika jadi keluarnya selalu telat” sesal Yoona lalu menunduk kan kepalanya.

“Arraseo, sekarang ayo kita pulang” ajak Siwon lalu bangkit dari duduknya. Yoona hanya menganggukkan kepalanya lalu ikut berdiri. “Hai kenapa cemberut begitu?” tanya Siwon heran melihat wajah Yoona yang di tekuk.

“Oppa, mau mengantar ku tidak?” tanya Yoona sedikit ragu.

“Mengantar mu kemana?” tanya Siwon sambil menyilangkan tangannya di dada.

“2 hari lagi Krystal ulang tahun, apa Oppa mau mengantar ku membeli kado untuknya” tanya Yoona sambil memegang lengan Siwon. Sejenak Siwon terdiam memikirkan ajakan Yoona lalu tak berapa lama menganggukkan kepalanya yang sukses membuat Yoona tersenyum lebar “Oke, tapi ada syaratnya” ucap Siwon santai.

“Syarat apa?” tanya Yoona bingung.

“Hari ini kita berkencang bagaimana?” tawar Siwon sedikit mencondongkan badannya kearah Yoona.

“Berkencan?” tanya Yoona memastikan. Siwon menganggukkan kepalanya cepat sebagai jawaban. “Oke, tapi antar aku beli kado untuk Krystal yah” pinta Yoona sambil menunjukan aegyonya.

“Arraseo, kajja kita pergi sekarang” ajak Siwon lalu menggandeng tangan Yoona menuju parkiran tempat motornya terparkir.

~~

Ny Lee membuka pintu kamar Donghae dengan sangat pelan supaya tak mengganggu penghuni kamar yang sedang terlelap tidur. “Donghae-ahh makanlah nak, dari kemarin kau belum makan” ujar Ny Lee pelan sambil meletakan nampan berisi makanan kesukaan anaknya itu di atas meja belajar. Namun Donghae masih tak bergeming dia masih menutup kepalanya dengan bantal tak memperdulikan ibunya.

“Donghae….”lirih Ny Lee pelan.

Akhirnya Donghae pun bangkit dari tidurnya dan segera merubah posisi menjadi duduk “Aku tidak lapar bu” ketus Donghae datar tanpa ekspresi.

“Donghae tapi dari kemarin kau belum makan sayang, nanti kau sakit” bujuk Ny Lee lembut.

“Biarkan saja aku sakit, suapaya aku mati bu” ketus Donghae dingin. Ny Lee tak kuasa lagi membendung air matanya mendengar penuturan dari anak kesayangannya itu yang membuat hatinya bagainya tersayat silet. “Donghae…”

“Ibu..” potong Donghae lalu memalingkan pandangnnya kearah Ny Lee yang sudah mengeluarkan air mata  kesedihan.

“Ayah meninggal karena aku kan bu?” tanya Donghae singkat matanya sudah berkaca-kaca. Ny Lee menggelengkan kepalanya sebagai jawaban tapi Donghae merasa tak puas dengan jawaban ibunya “Ibu, Ayah meninggal karena aku kan bu” pekik Donghae kini air mata itu sudah keluar membasahi kedua pipinya. Ny Lee juga terisak menangis mendapat pertanyaan dari anak semata wayangnya ini.

“Jawab aku bu, jawab aku bu….” Ucap Donghae sambil mengguncang-guncang bahu Ny Lee menunggu jawaban. Tapi Ny Lee tetep mengunci mulutnya rapat.

“Ibu……jawab aku bu..jawab aku…” lirih Donghae dengan linangan air mata di pipinya. Ny Lee merangkul tubuh putranya itu ke dalam pelukan hangatnya. Kini ke duanya sama-sama terisak meratapi kesedihan kehilangan sosok suami yang di cintai dan ayah yang sangat di sayangi.

~~

“Pakai helm nya” Siwon menyerahkan helm berwarna pink pada Yoona dengan senang hati Yoona segera menerimanya. Dan tak lama motor sport berwarna hitam itu pun sudah melesat meninggalkan parkiran sekolah SM High School.

“Pegangan yang kuat aku akan menambah kecepatan” ujar Siwon sedikit berteriak pada Yoona yang dia bonceng di belakang.

“Iya Oppa” jawab Yoona singkat lalu segera memeluk pinggang Siwon erat. Motor yang Siwon kendarai pun dengan cepat melesat membelah jalanan kota Seoul yang terlihat lengang.

~~

Yoona dan Siwon memasuki sebuah toko ponsel yang terletak di salah satu pusat perbelanjaan di kota Seoul “Yoong, kenapa kita ke toko ponsel? Apa ponsel mu rusak?” tanya Siwon bingun karena Yoona mengajaknya ke toko ponsel. “Anio Oppa?” jawab Yoona sambil menggelengkan kepalanya. “Aku ingin membelikan hadiah ponsel untuk Krystal” lanjut Yoona lalu menarik tangan Siwon untuk berjalan. “Mwo? ponsel? Yoona, Krystal kan usiainya baru 7 tahun, kenapa kado ulang tahunnya ponsel?” tanya Siwon bingung. Yoona menghentikan langkah kakinya lalu menghadap Siwon sambil mengembungkan pipinya kesal “Oppa, cerewet sekali. Nanti juga kau tahu ayo ikut aku” Yoona pun berjalan mendahului Siwon. “Ahh gadis itu ada-ada saja” ucap Siwon sambil menghembuskan nafasnya lalu berjalan mengikuti langkah Yoona.

Yoona terlihat serius sedang memilih-milih ponsel yang cocok untuk keponakannya Krystal, sememtara Siwon hanya bisa geleng-geleng kepalanya melihat kekasihnya ini yang dari tadi sibuk dengan kegiatannya.

“Pelayan aku pilih ponsel ini” ucap Yoona sambil menunjuk ponsel berwarna pink.

“Baiklah Nona ini ponselnya” pelayan tersebut menyerahkan ponsel yang Yoona tunjuk.

“Berapa harganya?” tanya Yoona sambil mengambil dompetnya di dalam tas.

“I juta won Nona” jawab sang pelayang ramah..

“Biar aku saja yang bayar” sambut Siwon lalu menyerahkan kartu kredit dari dalam dompetnya.

“Oppa, biar aku saja yang bayar” ucap Yoona sambil memandang Siwon bingung.

“Kau simpan saja uang itu, bukankah itu uang tabungan mu”ujar Siwon singkat lalu menunjukkan senyum terbaiknya. Yoona hanya bisa diam lalu kembali memasukkan dompetnya kedalam tas.

“Sudah beras yah, sekarang ikut aku” ajak Siwon lalu menarik tangan Yoona keluar dari toko ponsel itu.

“Kita pergi kemana Oppa?” tanya Yoona bingung.

“Sekarang waktunya kita berkencan, aku ingin ke Myungdong. Kajja” tanpa menunggu persetujuan dari Yoona, Siwon segera menarik tangan Yoona.

“Kencan di Myungdong? Apa kau sakit Oppa?”tanya Yoona sambil memeriksa dahi Siwon untuk memastikan. Siwon segera menjauhkan tangan Yoona dari dahinya “Aishh gadis ini, memangnya aku sedang sakit apa? Aku sehat-sehat saja Im Yoona, memangnya kenapa kalau kita berkencang di Myungdong?’

“Oppa kan orang kaya, jadi…”

“Akhhh bisa tidak kau tidak bawa-bawa status ku. Kan sudah kubilang yang kaya itu kedua orang tua ku bukan aku Im Yoona, dan ingat aku adalah Choi Siwon si anak SMA yang sama dengan remaja yang lainnya” ujar Siwon panjang lebar Yoona hanya menganggukkan kepalanya mengerti lalu mengget lengan Siwon. “Aku mengerti Oppa, ayo kita habiskan waktu kita seharian di sini” ajak Yoona manja yang langsung mendapat anggukan dari Siwon.

Siwon menggandeng tangan Yoona erat, kini mereka berdua berjalan sambil bergandengan tangan menenusuri setiap jalanan Myungdong yang padat dengan kalangan muda. Senyum tak pernah hilang dari wajah keduanya yang terlihat begitu menikmati kencang mereka saat ini.

“Eh Yoong coba kesini” Siwon menarik tangan Yoona ke sebuah toko pernak-pernik. Siwon mengambil sebuah jepit rambut berwarna biru muda lalu menempelkan di rambut Yoona. “Oppa apa ini?” tanya Yoona sambil memegang jepitan rambut berwarna biru itu. “Ini untuk mu jangan dilepas” jawab Siwon sambil tersenyum lalu membayar jepitan rambut seharga 5 ribu won itu.

“Ahh Yoona ayo kemari” kembali Siwon menarik tangan Yoona menuju sebuah rak yang terdapat berbagai macam pernak-pernik untuk ponsel. Siwon mengambil gantungan ponsel berbentuk boneka yang sedang membawa hati “Ahjjuma berapa harganya?” tanya Siwon pada pedagang pernak-pernik itu.

“10 ribu won 2” jawab sang ahjjuma lalu menghampiri mereka berdua.

“Ini uangnya” Siwon menyerahkan uang 10 ribu won dari sakunya. “Yoona, ayo kita pergi ajak Siwon lalu menggandeng tangan Yoona keluar dari toko tersebut.

“Oppa buat apa Oppa beli gantungan ponsel itu?” tanya Yoona heran.

“Mana ponselmu?” ucap Siwon meminta ponsel Yoona.

“Untuk apa?’ tanya Yoona sambil mengeluarkan ponsel dari sakunya.

“Nah, 1 gantungan buat kamu dan ini buat aku” ujar Siwon sambil memasangkan gantungan boneka kecil yang sedang memegang hati itu.

“Nah lucu kan?’ tanya Siwon sambil mengangkat ponselnya dan ponsel Yoona ke udara.”Ini simpan lagi, awas kalau sampai hilang mengerti” lanjutnya lalu memasukkan ponselnya kembali ke dalam tas. “Sekarang kita kemana Oppa?” tanya Yoona sambil memegang lengan Siwon.

“Eumm kita makan saja, aku lapar Yoong…” jawab Siwon sedikit manja.

“Oke, ayo kita makan Oppa” sambut Yoona sumringah dan dengan senyum lebarnya.

~~

“Donghae, kita pindah ke Seoul yah?” suara pelan Ny Lee membuat Donghae mengangkat kepalanya terkejut.

“Mwo ke Seoul, apa maksud Eomma kita pindah ke Seoul?” tanya Donghae tak percaya. Ny Lee mengangguk lemah lalu meraih tangan dingin Donghae dengan lembut.

“Eomma tidak mau melihat mu terus terpuruk dalam kesedihan Donghae, Appa mu sudah tenang di surga. Mari kita lanjutkan kehidupan ini dengan semangat yang baru” ujar Ny Lee menyakinkan. Donghae menggelengkan kepalanya singkat “Tidak bu, aku tidak mau pindah ke Seoul aku ingin tinggal di sini bu, aku tidak mau pindah ke Seoul” jawab Donghae pelan.

“Tapi Donghae, Mokpo terlalu banyak menyimpan kenangan yang indah tentang ayah mu. Ayolah Donghae, kita bangun kehidupan kita yang baru di Seoul” bujuk Ny Lee terus menyakinkan Donghae.

“Tapi bu…aku tidak mau meninggalkan Mokpo, aku tidak mau melupakan ayah” lirih Donghae pelan. Ny Lee segera merengkuh tubuh Donghae ke dalam dekapan hangatnya “Donghae, bukan berarti kita pindah ke Seoul melupakan ayah mu. Justru ayah akan sedih jika terus melihat mu dalam ke adaan seperti ini, percayalah pada ibu ayah mu sudah bahagia di sana” kembali Donghae menitikan air matanya mendengar penuturan dari ibunya yang membuat hatinya kembali tersentuh. “Baiklah Eomma, kita pindah ke Seoul “ jawab Donghae sedikit berat saat mengatakan hal tersebut.

~~

Siwon dan Yoona sedang menikmati angin sore di tepi sungai han yang membuat mereka terlarut dalam pikiran masing-masing, keduanya sama-sama terdiam merasakan sejuknya air sungai han yang seakan menari mengikuti arah angin. “Yoona” ucap Siwon pelan pada gadis yang berdiri di sebelahnya. “Eummm” gumam Yoona lalu memalingkan kepalanya kearah Siwon.

“Menikahlah dengan ku” ucap Siwon cepat seketika Yoona membulatkan matanya kaget.

“M..maksud Oppa?”tanya Yoona bingung.

“Menikahlah dengan ku Im Yoona” ulang Siwon lalu menghadapkan tubuhnya kearah Yoona. kini keduanya saling berhadapan, dan mata meraka bertemu. “Apa Oppa bercanda, kita masih sekolah Oppa” ujar Yoona pelan.

“Aku tahu, tapi setelah kita keluar sekolah kita menikah Im Yoona” lanjut Siwon menjelaskan perkataannya. Yoona menarik nafas sejenak sebelum kembali berbicara “Banarkah Oppa ingin menikah dengan ku?” tanya Yoona menyakinkan Siwon. Siwon tersenyum mendengar pertanyaan dari gadis yang ia cintai ini. “ Tentu saja, aku sangat mencintai mu Im Yoona” ucap Siwon lalu memeluk tubuh Yoona erat.

Yoona menyandarkan kepalanya di dada bidang milik kekasihnya ini “Oppa tidak bohongkah?”tanya Yoona memastikan. “Aku tidak pernah berbohong, aku benar-benar tulus mencintai mu dan aku benar-benar ingin menikahi mu jika kelak kita sudah keluar sekolah” ucap Siwon lalu semakin mempererat pelukannya. Yoona menghirup aroma tubuh kekasihnya itu lalu tak lama melepaskan pelukannya “Apa buktinya kalau Oppa mencintai ku?” tanya Yoona menatap bola mata Siwon serius. “Kau butuh bukti?” tanya Siwon balik yang membuat Yoona menganggukkan kepalanya cepat.

Siwon mengambil sesuatu dari dalam saku celananya lalu menunjukkan sebuah kalung kepada Yoona. “Pakailah ini” ujar Siwon sambil menunjukan sebuah kalung berwarna putih yang berliontingkan hati. “Untuk ku?” tunjuk Yoona pada dirinya sendiri.

“Tentu saja” jawab Siwon singkat lalu memakaikan kalung itu di leher Yoona.

“Cantik” gumam Siwon sambil tersenyum.

“Oppa, apa ini kenapa ada tulisan “S Love Y” tanya Yoona saat melihat tulisan di belakang liontin berbentuk hati itu.

“Itu artinya Siwon cinta Yoona” jawab Siwon singkat.

“Ohh, apa Oppa sengaja buat ini untuk ku” tanya Yoona lagi.

“Iya, aku sengaja karena aku mencinta mu Im Yoona. Aku sangat mencintai mu” jawab Siwon sambil memandang Yoona lekat.

“Eumm….karena dengan adanya kalung ini serta tulisannya berarti aku hanya bisa menikah dengan Oppa, dan Oppa secara tidak langsung melarang ku untuk menikah dengan laki-laki lain?” tanya Yoona polosnya.

“Iya….karena kau adalah milik ku. Milik ku seutuhnya, dan hanya aku yang akan menikahi mu Im Yoona…” jawab Siwon pelan sambil menatap kedua mata Yoona lekat

“Oppa…” panggil Yoona pelan.

“Ne?”  jawab Siwon pelan

“Oppa tidak akan meninggalkan ku kan, selamanya Oppa akan ada di sisi ku” tanya Yoona serius. Siwon tersenyum mendengar pertanyaan itu lalu menarik leher Yoona dan mencium bibir mungil Yoona singkat. “Aku tidak akan meninggalkan mu Im Yoona, aku akan selalu ada di sisi mu. Karena aku mencintai mu, aku sangat memcintai mu”

“Janji” tanya Yoona pelan. Siwon menganggukkan kepalanya pelan lalu kembali menarik leher Yoona dan mendekatkan wajahnya ke wajah Yoona. Yoona segera menutup kedua matanya rapat. Tak lama bibir mereka pun bertemu Siwon mencium bibir merah Yoona begitu pelan agar Yoona merasakah besarnya cinta yang dia berikan padanya. Angin semakin berhembus kencang membuat keduanya seakan termakan suasana yang membuatnya lama dalam ke adaan seperti itu.

~~

Donghae menaruh sebuket bunga lili di atas pusara ayahnya tercinta, tak lama dia memejamkan kedua matanya untuk memanjatkan doa pada sang kuasa.

Setelah selesai memanjatkan doa, Donghae kembali membuka matanya lalu berlutut di depan pusara Tuan Lee dengan mata yang sudah berkaca-kaca. “Appa, aku akan pindah ke Seoul bersama dengan Eomma” lirih Donghae palan sambil memegang batu nisan yang bertuliskan nama Ayahnya. “Appa, seandainya malam itu kau tak menjemput ku mungkin saat ini kau masih ada di samping ku dan Eomma” Donghae semakin tak kuasa menahan air matanya dan air mata itu sudah kembali keluar membasahi kedua pipinya.”Appa…..maafkan aku..maafkan aku…”Donghae terduduk lemah di depan pusara ayah tercintanya sambil terus terisak tangis. Sementara, dari kejauhan Ny Lee hanya bisa menangis melihat anak kesayanganya itu begitu rapuh setelah kepergiaan suaminya.

~~

Siwon menghentikan motor yang di kendarainya tepat di depan gerang rumah Yoona. “Ini helmnya, apa Oppa mau masuk dulu” tawar Yoona sambil menyerahkan helmnya kepada Siwon.

“Tidak, ini sudah malam lagi pula besok kita harus sekolah kan, jadi lain kali saja” ucap Siwon halus menolak tawaran kekasihnya ini. “Baiklah kalau begitu hati-hati di jalan, jangan ngebut”ujar Yoona sebelum Siwon pergi. “Im Yoona” panggil Siwon pelan. “Yah Oppa”

Siwon turun dari motornya lalu berdiri di hadapan Yoona, di kecupnya kening Yoona lama yang sukses membuat Yoona sedikit terkejut dengan perbuatannya “Jangan lupa mimpikan aku” lanjut Siwon setelah melepas ciumannya. Yoona tersenyum tipis lalu menganggukkan kepalanya mengerti. “Baiklah, selamat malam rusa jelek” ujar Siwon sambil mengacak-ngacak poni Yoona lalu tak lama motor sportnya sudah meninggalkan halaman rumah Yoona.

Yoona tersenyum bahagia sambil tangannya memegang kalung yang Siwon berikan padanya. Tak lama Yoona pun segera melangkahkan kakinya masuk kedalam rumah.

~~

Pagi yang begitu cerah mewarnai langit kota Seoul, seperti biasa Yoona sudah siap untuk berangkat ke sekolah, dia mematut bayangannya sendiri di cermin rias. Yoona tersenyum puas saat melihat penampilannya yang terlihat begitu cantik, dia mengenakan jepitan rambut berwarna biru pemberiaan dari Siwon seta rambutnya yang sengaja di biarkan terurai panjang.

“Oke sudah siap, sekarang waktunya berangkat” Yoona segera mengambil tas sekolahnya yang tergeletak di atas ranjang lalu keluar dari kamarnya.

“Bibi kotak bekal ku mana?” tanya Yoona pada bibi Jung yang sedang sibuk menyiapkan sarapan.

“Itu di meja makan, apa kau buatkan lagi untuk Siwon?” tanya bibi Jung lalu sekilas menoleh kearah Yoona.

“Iya bi, Siwon Oppa dia suka sekali dengan masakan ku” jawab Yoona malu-malu. Bibi Jung tersenyum melihat keponakannya ini yang terlihat malu-malu, lalu menyerahkan 2 kotak bekal ke pada Yoona.”Ya sudah, kalau begitu cepat berangkat sekolah nanti kau terlambat”

:Iya bi kalau begitu aku berangkat dulu, sampai jumpa” Yoona mencium pipi bibinya itu singkat lalu berjalan keluar. “Eonni” teriak seorang gadis berusia 7 tahun yang ternyata adalah Krystal Jung.
“Krystal, waeyo?” tanya Yoona lalu menghampiri gadis kecil yang baru bangun tidur itu. Krystal  mengeluarkan sebuah kotak berwarna pink dari balik badannya “Eonni bisa berikan ini pada Siwon Oppa?” tanya Krystal sedikit ragu. Yoona meraih kotak kecil itu “Apa ini?”

“Itu coklat Eonni, tolong berikan coklat ini pada Siwon Oppa yah?” perintah Krystal dengan polosnya.

“Arraseo, nanti Eonni berikan pada Siwon Oppa. kalau begitu Eonni berangkat dulu yah, annyeong” Yoona mencium pipi Krystal sekilas lalu segera pergi berangkat sekolah.

~~

Bel istirahat sudah terdengar semua siswa keluar dari kelasnya dan segera menuju kantin untuk makan siang, seperti biasa Yoona sudah duduk di salah satu bangku taman belakang sekolah untuk menunggu sang pujaan hatinya – Choi Siwon, untuk makan siang bersama. Dengan sabar Yoona menunggu kedatangan Siwon sambil mendengarkan lagu kesukaannya dari ponsel.

10 menit sudah berlalu, tapi Siwon juga belum datang, dan itu membuat Yoona terlihat sangat kesal. “Siwon Oppa kemana sih, kenapa belum datang” gerutu Yoona sebal lalu segera menghubungi nomer ponsel kekasihnya itu. Namun hanya kekecewaan yang di dapatkannya karena ponsel Siwon tak bisa di hubungi. Yoona mengembungkan pipinya kesal lalu bel masuk pun sudah kembali terdengar “Awas kau Siwon Oppa, tak akan ku beri ampun” pekik Yoona berkacak pinggang karena kesal dari tadi menunggu Siwon yang juga tak kunjung datang. Yoona segera membereskan kembali bekal makanannya yang dari tadi tak di sentuhnya sedikit pun lalu segera pergi menuju kelasnya.

~~

Bel istirahat kedua pun akhirnya berbunyi dengan segera Yoona membereskan buku-bukunya lalu segera berlari menuju kelas Siwon yang berada di lantai 3. Yoona berjalan menelusuri kelas dimana tempat kekasihnya itu belajar. “Mana Siwon Oppa?” gumam Yoona saat melihat dari luar kelas melalui kaca jendela. Yoona mengalihkan pandangannya ke tempat Siwon biasanya duduk di pojok sebelah kanan “Tasnya tidak ada, apa dia tidak sekolah?” gumam Yoona heran lalu segera pergi meninggalkan kelas Siwon menuju lapangan basket.

Yoona mencari sosok yang ingin di temuinya dengan teliti, namun sayang kembali kekecewaan yang Yoona rasakan, dia tak menemukan Siwon di lapangan basket.

“Siwon Oppa, kemana kau. Apa kau tidak sekolah?” Yoona bergumam sambil menunjukan wajah sedihnya.

~~

1 minggu berlalu begitu cepat, dan selama 1 minggu Siwon tak pernah ada di sekolah bahkan tak pernah menghubungi Yoona. Yoona memandang sedih loker Siwon lalu menempelkan sepucuk surat di depan pintu loker Siwon. Tak berapa lama dia kembali melangkahkan kakinya dengan langkah gontai.

Yoona hanya memandang ponsel serta bekal makan siangnya tanpa ekspresi, sudah berpuluh-puluh kali Yoona mencoba menghubungi Siwon tapi hanya suara operator yang terdengar. “Siwon Oppa, kemana kau. Apa kau marah padaku, tapi apa salah ku Oppa?” ucap Yooma lemas lalu menundukkan kepalanya sedih. Yoona meraih kalung yang Siwon berikan kepadanya 1 minggu lalu. Di tatapnya kalung itu dengan mata yang sudah berkaca-kaca.

“Oppa, aku merindukan mu. Kau dimana?” lirih Yoona pelan lalu air mata itu pun akhirnya keluar juga membasahi kedua pipinya.

~~

Donghae sedang berkemas-kemas untuk kepergiaanya ke Seoul, semua pakaianya dia masukan ke dalam koper tak lupa sebuah pigura kecil yang terdapat di atas nakas yang merupakan photo dirinya bersama ayahnya tercinta “Appa, aku akan memulai kehidupan baru ku di Seoul. Tapi aku janji, aku tidak akan pernah melupakan Mokpo” gumam Donghae pelan lalu segera memasukkan photo itu kedalam kopernya.

“Donghae kau sudah siap?” seru Ny Lee lalu berjalan menghampiri anaknya itu.

“Ne Eomma, ayo kita pergi sekarang” jawab Donghae sambil tersenyum ramah pada ibunya.

~~

Yoona duduk melamun di pinggir lapangan basket sambil menyaksikan teman-teman Siwon yang sedang berlatih, biasanya Yoona selalu bersorak gembira tak kala Siwon berhasil memasukan bola dan menciptakan point bagi timnya. Tapi, semuanya itu pupus sudah kini tak ada lagi senyum di wajahnya yang ada selama 1 minggu Yoona terus murung dan tampak sedih.

“Hai Yoong mau minum?” tawar Changmin lalu duduk di samping Yoona, dengan lemas Yoona menggelengkan kepalanya tanda tak mau. Changmin tersenyum lalu meneguk soft drink yang ada di tangannya “Ahh lelah sekali, coba kalau ada Siwon pasti latihan ini jadi menyenangkan” gumam Changmin pelan yang langsung membuat Yoona menoleh ke arahnya.

“Memangnya Siwon Oppa kemana?” tanya Yoona antusias berharap Changmin akan segera menjawab pertanyaannya. Changmin mengerutkan keningnya bingung “Jadi dia tidak memberi tahu mu?” tanya Changmin balik.

“Memberi tahu ku? Siwon Oppa tidak bilang apa-apa padaku” jawab Yoona tak kalah bingung.

“Ahh anak itu, ku kira dia sudah memberi tahu mu” desah Changmin lalu kembali meneguk minumnya.

“Memangnya Siwon Oppa kenapa?’ tanya Yoona lagi. Changmin langsung terdiam mendengar pertanyaan itu lalu menaruh botol soft drink dan menolehkan kepalanya ke samping kiri menatap Yoona.

“Hari ini Siwon pergi ke Jerman” ucapan singkat itu meluncur dari bibir Changmin membuat mata Yoona seketika panas mendengarnya. “Mwo…….je..je..Jerman?’ tanya Yoona parau dengan mata yang sudah berkaca-kaca. Changmin menganggukkan kepalanya pelan sebagai jawaban. “Ku pikir dia sudah memberi tahu mu” lanjut Changmin singkat.

“Jadi Siwon Oppa tidak memberi tahu ku kalau dia akan pergi meninggalkan ku ke Jerman?” tanya Yoona dengan linangan air mata di pipinya. Changmin hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban. Yoona segera bangkit dari duduknya lalu menyeka air matanya “Yoong kau mau kemana?” tanya Changmin kaget melihat sikap Yoona yang tiba-tiba berubah.

“Aku ingin mengejar Siwon Oppa sekarang, mana boleh dia meninggalkan ku begitu saja” ucap Yoona lalu segera berlari meninggalkan Changmin “Yoona…Yoona….akhhh kenapa Siwon tidak memberi tahunya”Changmin prustasi lalu mengacak-ngacak rambutnya kesal.

~~

Siwon berdiri menatap lantai dengan tatapan datar sambil menunggu keberangkatannya ke Jerman yang tinggal beberapa menit lagi. “Pak Han sudah siapkan semuanya?” tanya Ny Choi pada pelayan Han. Laki-laki paruh baya itu mengangguk sebagai jawabannya.

“Baguslah, oh Siwon ayo kita pergi sekarang. Pesawat akan segera terbang” ajak Ny Choi pada anaknya.

“Tunggu sebentar Eomma” jawab Siwon dingin tanpa menoleh kearah ibunya.

“Kau menunggu siapa, ayo pergi sekarang” Ny Choi sedikit menaikan volume suaranya yang membuat Siwon mengangguk lemah “Baiklah Eomma…” Siwon pun segera berjalan sambil menyeret kopernya dengan langkah berat.

~~

“Siwon Oppa….Siwon Oppa…kau dimana…kau dimana…” teriak Yoona mencari sosok Siwon di bandara incheon. Dengan sisa tenaganya Yoona terus berlari mencari laki-laki yang di cintainya itu.

“Siwon Oppa…Siwon Oppa…” teriak Yoona kencang memanggil nama Siwon sambil terus berlari.

“Yoona…” ucap Siwon pelan lalu menghentikan langkah kakinya mendengar suara yang sangat di kenalnya.

Nafas Yoona masih tersenggal-senggal kerena dari tadi terus lari mengejar Siwon sampai akhirnya Yoona melihat punggung seorang namja tinggi yang dia yakini adalah punggung kekasihnya – Choi Siwon. Sebuah senyum lega terpancar dari wajah cantiknya, Yoona segera berlari mendekat kearah Siwon yang masih berdiri membelakanginya.

“Siwon cepat pesawatnya akan segera terbang” gertak Ny Choi menyadarkan Siwon dari lamunan. Siwon menatap bola mata ibunya dengan sebuah harapan yang terpancar dari matanya. Seakan mengerti apa keinginan putranya, Ny Choi menggelengkan kepalanya tegas yang membuat Siwon menghela nafas kecewa “Ne Eomma” jawab Siwon singkat lalu kembali melangkahkan kakinya dengan berat. Sontak Yoona yang dari tadi berlari mengejar Siwon langsung menghentikan langkah kakinya tak kala melihat Siwon yang pergi begitu saja meninggalkannya dan tak menghiraukannya.

Yoona berdiri tak percaya sambil melihat punggung namja yang di cintainya kini perlahan mulai hilang dari pandangannya, rasanya kakinya kali ini berat untuk kembali melangkah mengejarnya dan mulutnya rasanya kaku untuk memanggil namanya. Kini Yoona hanya merasakan air matanya sudah benar-benar tumpah membasahi kedua pipinya

“Oppa…apa kau tidak mendengar ku? atau……. kau pura-pura tidak mendengar ku?” lirih Yoona pelan air matanya sudah jatuh membasahi kedua pipinya. Laki-laki yang sangat di cintainya pergi begitu saja meninggalkan dirinya tanpa sepatah kata pun. Yoona menjatuhkan dirinya duduk di kursi sambil otaknya mencerna apa yang baru saja Siwon lakukan padanya.

“Kalau memang Siwon Oppa tidak mendengarku, kenapa dia berhenti berjalan? Tapi, kalau Siwon Oppa mendengar ku, kenapa dia pergi begitu saja meninggalkan ku? Kenapa dia tidak berbalik menghadap ku? Siwon Oppa kau jahat…kau jahat…kenapa kau ingkari janji mu sendiri, kenapa kau meninggalkan ku begitu saja, kenapa..kenapa…kenapa Oppa” Yoona terisak menangis tak perduli semua mata memandangnya heran yang ada kini hanya kesedihan yang berkecamuk di dalam hatinya karena sosok yang di cintainya pergi begitu saja meninggalkanya tanpa sepatah katapun terucap dari mulutnya.

 

 

To Be Countinued

Chapter 1 beres. Gimana….gimana…gimana….? ceritanya geje ya?gak nyambung?terlalu lebay?kaya sinetron?

United harap berikan komentar kalian jika sudah membaca chapter ini oke, aku sangat membutuhkan suntikan(?) semangat dari readers sekalian. Berikan pendapat kalian tentang chapter ini oke, uhuhuhu mianhae kalau cerita FF ini jelek……aku masih harus banyak belajar…kalau nemu typo maaf…xD

Oh yah FF you are miracle for me sama the right woman for me juga udah beres, ada yang menunggu FF itu kah? Kalau tidak ada……nanti saja yah aku postingnya…..*aku jadi minder gini* 😀

Oke deh jeongmal gomawoyo yang sudah membaca..RCL..RCL..RCL…*author bawel*

 

Tinggalkan komentar

201 Komentar

  1. any

     /  Mei 18, 2014

    Sudah firasat tadi kok diawal2 manis bgt. Ternyata yoonwon harus pisah. Apa nanti donghae jadi pengganti siwon. Hadeuhh..bagus thor, ceritanya masih part. 1 sudah bikin penasaran.

    Balas
  2. umu salaamah

     /  Juni 26, 2014

    ceritanya bikin penasaran .good job 🙂

    Balas
  3. Kasian bgt yoona maen ditinggal aza,jahat banget siwon,kasihan jg ma donghae yg trus tertekan.

    Balas
  4. Kalo jadi yoona, sakitnya tuh disini *nunjukhati* 😥

    Balas
  5. Dahlia GaemGyu

     /  Juli 31, 2014

    kenapa yoona ditinggal?
    kasian yoona

    Balas
  6. Mia

     /  Agustus 2, 2014

    Tega bgt siwon oppa

    Balas
  7. anas irwandi

     /  Agustus 19, 2014

    hi,aku readerss baru aku suka sama donghae oppa jadi aku cari ff saat di tengah jalan aku ketemu ff ini lalu aku membacanya sudah mau lanjut ke chapter 2 nya bagus deh thor ff nya

    Balas
  8. imshanty_

     /  September 5, 2014

    Annyeonghaseyo, shanty imnida :). Aku reader baru disini thor, sebenernya aku udah baca ff mu ini tapi dulu waktu belum bisa komen, sekarang aku baca lagi karna udah bisa komen :). Mianhae ne thor?
    Kesan pertama baca ff ini bikin senyum2 gaje bisa ngerasain gimana rasanya saling mencintai tanpa harus memandang dari segi materi T,T
    Eh tambah lagi gimana rasanya ditinggal seseorang yang sangat memberi arti dihidup kita. Huwaa 😥 *lebayy*
    Aku ijin baca lagi chapter 2 nya yah thor. Mian reader kebanyakan tingkah 😀

    Balas
  9. Micka yoon A

     /  September 10, 2014

    Kasian yoona eonnie ;-(

    Balas
  10. Omo… Kenapa begitu tiba-tiba sih?!?! Aduh.. Mudah2an yoona ttp menunggu wonppa sampai wonppa kembali.. Dan jga mudah2an donghae tidak suka dgn yoona amin… Lanjut baca.

    Balas
  11. Choi Han Ki

     /  Januari 24, 2015

    Yahh kasihan yoona di tinggalin siwon tanpa bilang apa2… Donghae mau pindah ke seoul nanti bisa ketemu yoona tuh…

    Balas
  12. marsiah

     /  Februari 27, 2015

    Kenapa siwon oppa pergi ke jerman dan ningalin yoona tanpa mengucapkan kata perpisahan.

    Balas
  13. Hay eonni aku reader baru dsini.salam kenal :).ceritanya nyentuh bgt eonni.tersentuh jdinya.smoga yoonwon bsa bersatu kmbali.aku jdi pngen nangis bacanya.daebakkk

    Balas
  14. kasian yoonanya sdh dibuat seneng2 eh dihempaskan langsung gitu/senengnya dijatuhin 😥

    Balas
  15. RhyanDhini

     /  Juni 29, 2015

    Nama fb author apa?? Nanti q add

    Balas
  16. wiwin

     /  Juli 2, 2015

    Oh…siwon.

    Balas
  17. Racheoll Dm

     /  Juli 19, 2015

    Aduh… Sedih banget ngelihat yoonwon, waktu baca summary nya aku kira yoona yang ninggalin siwon, eh malah sebaliknya… Tapi kenapa siwon kok ninggalin yoona…?

    Balas
  18. Awalnya senyum-senyum gaje baca YoonWon moment, tapi endingnya bikin nyeseeekkkkkkk!!! Siwon oppa jahat banget ninggalin YoonA eonni!! Alasannya apa coba?

    Balas
  19. raratya19

     /  Oktober 20, 2015

    sbenarnya siwon knapa? apa karena ga diizinin ortu siwon makanyya siwon harus pergi ke jerman?

    Balas
  20. Swari kartika

     /  Maret 30, 2016

    Ya ampun jahatnyaaaa wonppa tp aku yakin ada alasan wonppa knp dy gg blg2 sma yoona oennie… hiks

    Balas

United, Leave a Coment Here

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: