[OS] Sweet as Our Problem

Sweet asOur Problem

 

Note    : Ayyeonghaseyo.. Ulan comeback.. Minal Aidin walfaizin ya mohon maaf lahir dan batin 🙂 Auhtor baru nongol lagi neh bawa FF baru lagi 😀 (ini juga karna banyak Readers yg nagih x) ) Jadi maafin ulan atas kelamaan posting ff-nya.. Benar ya kalau udah kerja, waktu kita jadi seakan hanya sebentar.sampe-sampe aku gak sempet deh pulang-pulang buka laptop lalu nulis..bawaanya udah males bgt 😀 Padahal ide menumpuk tapi apadaya aku sangat dilanda kemalasan –“  tapi sekarang aku memutuskan menyudahi kerja kontrakku karna tiket SMTOWN sudah kebeli ^_^.. dan aku mau fokus kuliah aja..semoga ada waktu buat terus berkaya nulis FF ya.. Amin 🙂

Ya udah aku kebiasaan ney curhat mulu… semoga kali ini,ff ku ini menjawab kelanjutan ff yang kemaren2 DAN konflik di kehidupan nyata bagi Yoonwon juga 🙂 Happy READING!!jangan lupa komentarnya YAAA!!!

Judul               : Sweet as our Problem

Type                : ( OS )  Oneshoot

Author             : UlanChoi HyoYoon / Twitter : @Lovelyulan

Genre              : Romance and other

Ratting                        : PG-15

Main Cast        : Im YoonA (SNSD), Choi Siwon (SUJU)

Other Cast       : Yesung, Tiffany, Donghae, Kyuhyun, Eunhyuk, and Other SMtown Family

@Backstage SMTOWN in Seoul After Show

 

Yoona duduk didepan kipas angin besar ditengah-tengah para namja yang juga sedang duduk dan bersendau gurau menghilangkan keringat dan lelah mereka usai melalukan show yang terbaik selama dua hari di Seoul bersama keluarga besar management mereka yaitu SMTOWN.

“Yaa.. Yoona kenapa kau terus disini, kau tidak pergi berkumpul dengan para Yeoja?” ucap Kyuhyun yang sejak tadi memperhatikan sikap yoona yang cuek duduk didekat para namja dengan gaya memakan angin dari kipas angin.

“Oh? Memangnya kenapa? Apakah aku mengganggu kalian?” jawab yoona polos dan masih tetap pada posisinya.

“Kau tidak mengganggu, tapi kau membuat kami risih!” Balas Changmin menanggapi pertanyaan Yoona.

Yoona terdiam. Bibir kecilnya ia manyunkan. Tanganya di letakan dipinggang, matanya terbelalak mempelototi changmin dan Kyuhyun dengan tatapan galak.

“Yaa!! Kalian kenapa kalian jadi risih padaku? Yang lain saja tidak masalah, iyakan?” cetus yoona dan terakhir ia menatap para namja yang duduk didekatnya yaitu Yesung, Yunho, Donghae, Eunhyuk dan Leeteuk. Yoona meminta dukungan dari mereka yang tersisa.

“Ya.. Yoona-ah..kami memang tidak risih kau disini.hanya saja, kau ini aneh sekali.. tidak seperti biasa kau ikut kumpul bersama kami seperti ini. Sedangkan tidak ada yeoja disini.” Sahut Leeteuk dengan bijak menjelaskan.

“Aku ingin saja..!!” jawab yoona singkat.

“Ku dengar kau ada masalah ya? Dengan…” belum selesai Eunhyuk berbicara tiba-tiba Siwon muncul dan memotong ucapannya.

“Chagi-ah.. kau disini rupanya? Aku mencari-carimu, ku kira kau sedang bersama SNSD.” Ucap siwon bersikap biasa saja dan langsung menghampiri yoona dan memeluknya dari belakang.

“Aiiishh… Lepaskan aku!!” jerit yoona dan meronta keluar dari pelukan siwon

Siwon Nampak terkejut dengan perlakuan dan ucapan yoona terhadapnya. Tapi ia berpikir sejenak. Ada yang berubah dengan yoona semenjak ia kembali ke korea dan lalu di Tokyo dan sejak kemarin tingkahi yoona memang berubah dan seperti menjauh darinya.

Mereka kontan menjadi bahan tontonan orang-orang yang ada disitu.

Eunhyuk menyenggol donghae. Dan berbisik pada donghae. “Kata Hyoyeon, Yoona sedang kesal dengan siwon akhir-akhir ini” Donghae memanggutkan kepalanya dan telah mengerti situasi sekarang.

“ada apa denganmu?” Tanya siwon sambil menatap yoona yang terus saja memasang muka tidak bersahabat.

Yoona malah tidak menjawab. Tapi ia menarik lengan yesung yang memang duduk disebelah ia berdiri. “Oh.. oppa tadikan kau mengajakku untuk selca bersama..ayoo aku mau, nanti posting ke Twitter yaa oppa!” ucap yoona dengan nada manja.

“Sekarang?” Tanya yesung memastikan.

“Iyaa opaa…” jawab yoona sambil diiringin senyum manisnya. “Gaemgyu…boleh aku pinjam kacamatamu?yang itu” ucap yoona sambil menunjuk kacamata kyu yang menempel pada saku kemeja putihnya.

“Ini? Untuk apa?” Kyuhyun Nampak bingung dengan tingkah yoona.

“Untuk aku pakai saat selca..pinjam ya.. nanti aku kembalikan lagi..” belum sempat kyuhyun member izin dengan lancang yoona sudah menarik kacamata dari saku kyuhyun.

“Dasar kau ini!!” cetus Kyuhyun pura-pura marah. Yoona hanya senyum-senyum saja.

Siwon Nampak geram kini memperhatikan tingkah kekasihnya yang tak perduli kepadanya tapi malah berbicara dan bercanda dengan yang lain.

Kini siwon sedang memperhatikan Yoona dan yesung yang sedang mengambil selca bersama dengan pose dan kacamata yang sama walaupun yoona meminjamnya dari Kyuhyun.

“Mana oppa..aku lihat hasilnya” yoona merebut ponsel yesung dan melihat foto mereka tadi. “Wahh..bagus.. kau terlihat tampan disampingku oppa.kekeke..” ledek yoona bercanda.

Yesung menarik lengan yoona dan merangkulnya. Ia sempat melirik kearah siwon yang ternyata masih memperhatikan mereka dengan tatapan tidak suka. Yesung mendekatkan wajahnya kewajah yoona. Yoona Nampak terkejut dan menjauhkan wajahnya dari wajah yesung. Tapi yesung menahan kepala yoona dan berbisik pada yoona.

“Bukankah kau mau balas dendam dengan siwon?”

Pertanyaan Yesung membuat yoona terkejut. Bagaimana ia bisa tau modus yoona meminta selca bersama dengannya?.

“Ne..oppa, eh..tapi bagaimana oppa bisa tahu?”

“Heemm..ini hanya tebakanku saja. Kemarin kau sengaja selca bersama dengan kyuhyun dan sooyoung dan memeluk kyuhyun. itu pasti ada alasannya juga kan?”

“Aku jadi malu..” jawab yoona sambil menundukan kepalanya.

“Dasar kau ini! Coba kau lihat dia..aku takut ia akan membantingku!mengerikan!”

“Biarkan saja.. biar ia rasakan juga apa yang aku rasakan!”

Yesung melepas rangkulannya dari yoona. Dan mengambil ponselnya dari yoona. “Aku pasti akan posting ke twitter. Ini pasti akan jadi berita bagus, iyakan?”

Yoona memanggutkan kepalanya. “Akan ada shipper YeYoon kah?hahha”

“Bukan tapi yang ada itu KyuNa YoonHae always Forever!!!” teriak Kyuhyun menimpali percakapan yesung dan yoona.

Dan kompak membuat yang lain jadi tertawa. Tapi hanya satu orang disana yang tidak tertawa dan tidak merasa itu lucu. Yaitu Siwon. Ia justru kesal dengan permainan mereka. Mata siwon seakan-akan menyala. Dengan cepat ia menghampiri yoona dan yesung lalu mendorong bahu yesung sampai yesung hampir terjatuh, untung saja ada yoona yang dengan sigap menarik lengan yesung.

“Oh, oppa kau tidak apa-apa?” Tanya yoona pada yesung.

“Tidak aku tidak apa-apa.” Jawab yesung memastikan.

“Siwon oppa, kau harus meminta maaf pada yesung oppa!” omel yoona pada siwon.

“Kenapa harus aku yang meminta maaf, sedangkan kalian yang membuatku kesal!” jerit siwon frustasi.

“Kau yang mulai oppa!” balas yoona berteriak.

“Kau..!!!” Siwon segera menarik lengan yoona menggengamnya dan mengajak yoona mengikutinya dengan secara paksa keluar dari ruangan.

Yesung dan yang lain terbengong-bengong menatap kepergian sepasang kekasih yang usai bertengkar secara terang-terangan didepan mereka.

“Aku akan menelpon Hyoyeon, aku akan bilang bahwa yoona dan siwon akan bertarung.” Ucap Eunyuk lalu langsung pergi.

“Yaa kau lee hyuk jae pabo!!! Jangan berbicara yang berlebihan!” teriak Leeteuk dan donghae bersamaan.

~***~

Ternyata Siwon menarik yoona ke Hall depan Stadion yang memang sudah sepi. Napas mereka sama-sama terdengar keras dan tidak beraturan. Yoona menarik tanganya dari kenggaman siwon dan berhasil. Ia menatap pergelangan tangannya yang sedikit mememar karna siwon terlalu kencang menggengamnya.

Siwon membasuh wajahnya dengan kedua telapak tangannya. Setelah itu ia  memandang yoona dengan tatapan memelas. “Yoona-ah, kenapa kau jadi aneh akhir-akhir ini? Apakah ada yang salah dengan hubungan kita?”

Yoona mengangkat wajahnya dan menatap Siwon dengan pandangan mata tajamnya. “Kenapa? Kau bilang kenapa aku aneh?” yoona malah balik bertanya keSiwon.

“Iya kau aneh! Kau seperti menjauh dariku menghindariku dan tadi kau malah sengaja bermain-main dengan yang lain. Aku tidak bisa terima setuasi ini terus menerus YoonA..!” Jelas Siwon panjang lebar dengan emosi yang hampir meluap keluar.

“Cihh.. kau pura-pura tidak tau atau memang kau tidak pekah terhadapku?” cibir yoona lalu membuang muka kearah lain.

“Maksudmu?” siwon makin dibuat bingung dengan ucapan-ucapan yoona yang menggantung.

“OPPPAAA…!!!!” Teriak Yoona kesal, dalam hatinya ia berpikir kenapa kekasihnya yang satu ini bodoh sekali sih?.

Siwon menggaruk-garuk kepala yang tidak gatal. “Apa salahku? Jelaskanlah..”

“Kau…dan…” baru yoona mau menjelaskan duduk masalahnya, tiba-tiba ada yang mengganggu dan memotong pembicaraannya.

“Oh…Siwon oppa dan Yoong disini? Aku mencari kalian..”

Tiffany yang tidak tau situasi sekarang sedang memanas datang tiba-tiba dan dengan riang menghampiri yoona dan siwon.

“Sedang apa kalian disini?” Tanya tiffany lalu meraih lengan yoona dan menggandengnya.

Tidak ada satupun antara siwon dan yoona yang menjawab pertanyaan Tiffany. Apa lagi yoona, terlihat jelas diraut wajahnya Nampak kekesalan yang memuncak.

“Heemm.. apakah aku mengganggu kalian?” Tanya Tiffany lagi.

Yoona melepaskan tangannya dari gandengan Tiffany. “Tidak eonni tidak mengganggu. Apakah eonni ada perlu dengan Siwon oppa?”

“Sebenarnya sih ada.. tapi tidak terlalu mendesak dan penting hanya ingin menyampaikan pesan dari PD CF. Jadi jika aku menggangu lebih baik aku pergi saja.” Jawab tiffany merasa bersalah muncul tidak tepat waktu sepertinya.

“Tidak apa-apa, aku sudah selesai…” jawab yoona.

“Selesai apanya? Kau bahkan belum menjelaskan duduk perkaranya?” protes Siwon tidak terima.

“Kalian..hemm. sedang ada masalah? Selesaikanlah masalah kalian sekarang juga.” Lagi-lagi tiffany ikut campur pembicaraan YoonWon.

Yoona memasang wajah jenuh. Dan tiba-tiba jadi emosinya meledak. “Kalian berdua benar-benar membuatku hampir GILA!!! Aku sudah berusaha menahan semua amarahku ini, tapi percuma. Eonni!apakah kau masih menyukai Siwon oppa?”

Tiffany Nampak sangat terkejut mendengar ucapan dongsaeng-nya itu. “Apa maksud mu?” Tanya Tiffany shock.

“Sudahlah eonni aku sudah tau semuanya!kau masih menyukai Siwon oppa, dan Siwon oppa, juga ku rasa hanya perlu waktu sebentar tanpaku, ia juga akan bisa mencintaimu!” lagi-lagi yoona berbicara penuh emosi bahkan bening air mata sudah menumpuk dipelupuk matanya seakan-akan siap untuk terjun bebas.

Tiffany terdiam tidak percaya. Ia sedih kenapa yoona bisa berbicara seperti itu dan seakan-akan menuduhnya sebagai orang ketiga dalam hubunganya? Tiba-tiba air mata Tiffany jatuh, Ia menangis.

“Yoong.. aku…heemm, yang kau ucapkan tadi tidak benar..” bela tiffany ditengah isak tangisnya.

“Aku mendengarnya sendiri kau bicara seperti itu dengan Taeyeon eonni!” dan kini yoona ikut menangis. Ia sudah tak mampu menahan perasaannya yang hancur dan emosinya yang meluap.

Siwon hanya terdiam tidak mengerti. Kenapa keadaanya sekarang jadi kacau seperti ini? Dua wanita yang ia sayangi menangis dan berselisih didepannya. Ia bingung harus menenangkan siapa dulu, Yoona kekasihnya atau Tiffany dongsae kesayangannya?

“Kau salah paham yoong! Benar aku memang masih ada rasa dengan Siwon oppa. Tapi aku ingin belajar membuat rasa ini menjadi perasaan adik ke kakaknya, bukan seorang wanita dengan pria!” jerit Tiffany dan semakin menangis.

Yoona menarik kerah kemeja hitam yang dipakai siwon. Dan menatap siwon dengan penuh penyesalan. “Kau dengar!! Fanny eonni menyukaimu! Menyayangimu! Aku jahat, aku telah menyakiti perasaan eonniku karna kau!”

Tiffany memeluk yoona dari belakang, memeluk pinggang yoona dengan erat, sedangkan tangan yoona masih menarik kerah kemeja siwon. “Aku yang salah, tidak seharusnya aku memendam, perasaan yang tak semestinya. Dan membuat hubungan cinta dongsaeku kacau seperti ini.. maafkan aku yoong!”

Yoona menarik nafas sejenak menahan emosinya dan melepaskan tangannya dari kerah kemeja siwon.  Dan juga melepas pelukan Tiffany. “Aku cemburu dengan kalian, aku cemburu dengan kedekatan kalian selama shoting CF diThailand! Aku melihat dan mendengar banyak pemberitaan tentang kalian. Dan aku Iri Siwon oppa menjadi orang pertama yang mengucapkan ulang tahun padamu, sedangkan aku ia menjadi yang terakhir mengucapkannya. Dan bahkan siwon oppa membuat Selca denganmu dan mengunggahnya ke Twitter. Kau tau dampak dari itu sangat besar, semua semakin mencurigai bahwa kalian berhubungan dekat seperti layaknya kekasih!”

Siwon dan Tiffany terdiam mendengar penuturan dari penjelasan Yoona. “SiFanny? Kalian terlihat cocok bersama. Dan itu melukaiku!! Dan kau!” Yoona menatap siwon dengan mata berkaca-kaca. “Kau kenapa tidak peka dengan perasaanku? Aku melalukan selca dengan Kyuhyun oppa, jalan dengan Donghae oppa, bertemu dengan jang geun suk ssi dan bahkan dengan berani aku menggoda Yesung oppa dan meminta melakuan selca bersama dan menyuruhnya mengunggahnya juga keTwitter. Tapi kau tak juga mengerti?!”

Yoona roboh setelah semua kekesalnya yang mengganjal hatinya telah ia utaran di depan dua orang yang menjadi beban pikirannya akhir-akhir ini. Ia semakin menangis, ia menutupi wajahnya dengan kedua telapak tanganya dan berjongkok dilantai. Bahkan tubuhnya sampai bergetar karna kejadian ini.

“Yoong…” ucap Siwon dan Tiffany bersamaan.

Siwon dan Tiffany bertatap – tatapan, mereka benar-benar merasa bersalah terhadap yoona.

Tiffany membelai rambut yoona. “Yoong, maafkan aku. Aku mengaku salah.. aku tidak akan pernah merebut Siwon oppa darimu. Itu tidak ada dipikiranku sama sekali yoong. Aku hanya ingin kau bahagia.”

Yoona tak menjawab ia masih terus menangis.

Kini giliran Siwon yang menenangkan Yoona. “Yoongie.. Maafkan aku, aku memang kekasih yang bodoh, kau wajar marah padaku. Aku yakin jika kau yang diposisiku, aku pasti akan lebih bersikap sama denganmu. Tapi ku mohon maafkan aku dan Tiffany. Aku sayang padamu aku sangat mencintaimu.”

Suasana hening.. hanya terdengar isak tangis Yoona dan Tiffany dan hembusan napas yang berat dari hidung siwon.

Setelah lama terdiam dan menangis yoona akhirnya mengangkat kepalanya dan menatap siwon penuh pandangan yang susah diartikan. Tapi setelah itu ia berganti memandang Tiffany dan memeluknya.

“Maafkan aku eonni…Aku sayang eonni!” ucap yoona tulus.

Ia melepaskan pelukannya dengan Tiffany dan sekarang ia meraih tangan siwon dan menggenggamnya. “Aku minta maaf oppa.. aku, hemm.. aku rasa, kita.. kau dan aku cukup sampai disini..aku tidak bisa bersama mu lagi..”

Siwon mematung. Ia seakan-akan baru tersambar petir di siang bolong mendengar ucapan yoona tadi. Dadanya langsung sesak.

“Tidak yoong…aku tidak bisa…!” ucap siwon.

“Kau tidak boleh menyudahi hubunganmu dengan Siwon oppa. Jika kau berani memutuskannya aku akan membencimu Yoong, dan aku akan merasa bersalah atas semua ini.” Ucap Tiffany juga tidak terima keputusan yoona yang menurutnya tidak masuk akal.

“Tapi eonni..” Yoona berusaha menjelaskan tapi tiffany lebih dulu berdiri dan menarik yoona juga untuk berdiri. Siwon juga ikut berdiri.

“Aku ingin dongsaeku terus ceria dan penuh cinta.jadi tetaplah seperti dulu. Dan masalah itu.. tolong lupakanlah. Aku dan siwon oppa hanya ingin menunjukan yang terbaik dalam berkerja tidak lebih. Jadi kumohon jangan cemburu kepadaku.”

Yoona tersenyum mendengar ucapan Tiffany yang begitu dewasa. Yoona langsung memeluk tiffany lagi. “Gomawo eonni.. aku sayang eonni.”

“Aku juga sayang kau.” Tiffany melepas pelukannya.

“Ku rasa kalian harus menyelesaikan masalah ini segera dan aku pergi dulu ya..” tanpa mendapat izin dari yoona tiffany sudah berjalan sendiri meninggalkan Yoona dan siwon.

Tiffany berjalan sambil menyeka air matanya yang siap jatuh lagi. Tapi ia menahannya dan menggantinya dengan senyuman tegar miliknya. “Ini adalah yang terbaik! Kau hebat Fany telah mengambil keputusan yang tepat!” ucapnya untuk dirinya sendiri.

~***~

Setelah kepergian Tiffany suasan kembali hening. Baik siwon maupun yoona tidak ada yang berani membuka pembicaraan. Lagi-lagi hanya suara deru nafas mereka yang terdengar diruang hampa dan besar ini.

“Heemm..Yoongie Wonnie “ sekalinya berbicara mereka mengucapkan kalimat secara bersamaan.

“Kau duluan..” kata Siwon mempersilakan Yoona berbicara deluan.

“Oppa saja..” balas yoona justru menyuruh Siwon deluan.

Siwon berdehem dan merapikan kerah kemejanya yang sedikit berantakan karna habis di tarik oleh yoona. “I LOVE YOU!!”

Yoona membelalakan mata bulatnya, dan menatap heran ke Siwon.

“Tadi kau memutuskanku? Jadi aku sekarang menyatakan Cintaku kembali kepadamu dan kau telah menjadi kekasihku lagi.”

“Hah? Aku belum menjawabnya..”

“Tidak perlu dijawab, aku tau kau masih sangat menyukaiku kan?” goda siwon sambil mencubit pipi yoona. Lalu menarik Yoona kedalam pelukannya.

“YoonA.. neol Sarangheyo!!” bisik siwon ditelingan Yoona.

“Nado saranghae oppa!!” balas yoona ditelinga siwon juga.

Siwon memegang wajah yoona dan menatapnya lekat-lekat. Ia tersenyum melihat wajah cantik yoona yang usai menangis karnanya. Siwon mendekatkan wajahnya kewajah yoona. Jarak bibirnya dengan yoona tinggal beberapa senti lagi dan Siwon mencium Yoona dengan lembut. Tapi ciuman  itu berlangsung tidak lama. Karna harus ada pengacau yang datang mengganggu.

“Aiggoo.. Siwon dan YoonA.. apa yang kalian lakukan disini?” ucap Hyoyeon membuat Yoona dan siwon terkejut dan segera melepas ciuman mereka.

“Ah.. Anniyo..” elak yoona nampak malu-malu karna tertangkap basah oleh Hyoyeon dan Eunhyuk.

“Bravo! Uri Siwon sipeoJunio sudah pandai mengambil situasi dimanapun..” ledek Eunhyuk lalu diiringi tertawaan.

“Kalian dicari dari tadi.. kami semua akan segera kembali kedorm. Ayo cepat ke bus. Nanti ditinggal.” Ajak Hyoyeon lalu menggandeng tangan Yoona.

Nampak diwajah siwon ketidak relaan dipisahkan waktu kebersamaannya bersama yoona.

Eunhyuk merangkul siwon dan mengajaknya juga berjalan menuju bus.

“Heii.. masalahmu sudah selesai? Cepat sekali.” Bisik Eunhyuk.

“Kau tahu Hyung?” Tanya Siwon heran.

“Aku tau, Yoona cemburu buta dengan Tiffany dan sebenarnya yang menyuruh Tiffany menyusul kalian disana tadi adalah aku dan Hyoyeon. Dan ternyata rencanaku dan Hyoyeon berhasilkan?” jelas Eunhyuk.

Jadi ternyata Eunhyuk dan Hyoyeon segera mengikuti siwon dan yoona begitu YoonWon berjalan keluar. Lalu mereka sudah tau bahwa yoona akan marah besar terhadap siwon. Dan kebetulan saat Hyohyuk sedang mengintip Yoonwon Tiffany lewat jadi Eunhyuk menjelaskan kalau yoona marah dengan siwon karna dirinya. Dan hyoyeon menyuruh tiffany kesana dan agar membuka hati yoona untuk jujur dan terang-terangan. Dan ternyata berhasil.

“Kau.. ahm hyung tadi benar benar-benar kacau!”

“Aku sudah tau..”

“Jangan-jangan kau menguping ya?” curiga siwon.

“Bukan tapi aku sengaja mengintip..ehhehe..”

“Hyung!!kau ini…” kesal siwon dan belagak mencekik leher Eunhyuk.

“Hyonie!!Lihat aku.. Siwon Membully ku!!” teriak Eunhyuk minta tolong pada kekasihnya yang sudah jalan depanan bersama yoona.

Hyoyeon menengokan kepalanya kebelakang “Siwon oppa, seharusnya kau berterima kasih bukan seperti itu!” omel Hyoyeon.

Siwon melepaskan tangannya dari leher eunhyuk dan segera mengembangkan senyumnya ke Hyoyeon.

“Terimakasih untuk apa eonni?” Tanya yoona heran.

“Bukan apa-apa…ayoo jalan lagi.” Hyoyeon tidak mau memberi tahu soal rencana dia dan eunhyuk tadi kepada yoona.

~***~

Disebuah Dorm didalam kamar yang sumpek tanpa cahaya matahari yang masuk kekamarnya yang diterangi dua lampu tidur dan udara yang sejuk dari pendingin ruangan. Masih terlihat dua wanita cantik tertidur nyenyak diatas super double bed. Dua wanita itu adalah Yoona dan Yuri. Dering tone ponsel sudah terdengar sejak sepuluh menit yang lalu membuat gaduh kamar yang sunyi itu. Tapi baik yuri ataupun yoona tidak ada yang merasa terganggu atau lebih tepatnya mereka mengabaikan suara bising yang ditimbulkan dari sebuah ponsel yang diletakan di atas meja dekat lampu tidur.

Tapi seakan tidak menyerah ponsel itu terus berdering melantunkan lagu SNSD yang berjudul Complete. Yoona akhirnya merasa suara ponsel itu telah mengganggunya dari tidur nyenyaknya tapi ia tidak segera bangun dan mencari sumber suara, tapi ia justru memeluk yuri seperti guling.

“Eonni…itu suara apa?? Apa kita sedang show…?aku lupa harus menyanyikan bagianku setelah siapa?” igau yoona sambil matanya terpejam.

Yuri mengulet “Itu??kau setelah Seororo..” Yuri pun juga menjawab dalam keadaan tidak sadar.

Yoona mengucek-ucek matanya dan perlahan pikirannyapun masuk kealam sadar. “Oh..eonni..kita sedang tidur?”

“Iya kau pikir kita sedang apa?? Hehehe..” jawab yuri asal lalu mengulet lagi dan tidak sengaja menendang yoona hingga terpental jatuh dari atas kasur.

“Auuuhh..!!!” jerit yoona. Dan kini ia telah benar-benar sadar dari tidurnya.

Yuri juga terkejut begitu mendengar suara jeritan yoona dan segera bangun terduduk diatas kasur. Ia mencari-cari yoona. Kenapa yoona tak ada diatas kasur. “Yoong kau dimana?”

“Eonni aku disini..auuhh..” sahut yoona sambil melambai-lambai tangan.

Yuri melototkan matanya melihat tangan kecil dan panjang yoona dari  kasur. Lekas yuri segera turun dari kasur dan menghampiri yoona. “Yoong!!kau sedang apa?” Tanya Yuri polos.

“Eonni!! Kau yang menjatuhkan aku dari kasur. Kenapa masih bertanya?” omel yoona pada yuri. Sudah tau ia terjatuh dari kasur bukannya segera menolong malah banyak Tanya.

“Oh..minhae aku tidak sengaja..” yuri menarik lengan yoona membantu yoona berdiri. “Apa ada yang sakit atau terluka?” Tanya yuri panik. Sambil memeriksa seluruh tubuh yoona.

“Eonni aku tidak apa-apa..” sela yoona menghentikan yuri yang terlalu berlebihan.

Ajido mon mi raeye irige jiman guide goomi anigi.

Just one love oori doori goro ganeun giri

Gagireul baraeyo

Good morning mae il achimen halgae ooneun guedaye jonhwa….

 

Lagi-lagi suara tone ponsel yang sama terdengar. Yoona dan yuri segera mencara sumber suara. Begitu mereka menemukan sumber suara itu ternyata berasal dari ponsel yang diletakan dekat lampu tidur.

“Ommooo!! Ponselku..” yoona segera mengambil ponselnya yang ternyata sejak tadi membuat gaduh.

Yoona memandang nama yang tertera pada layar, lalu langsung menerima panggilan tersebut. “Yoboseyo siwon oppa.”

“Kenapa lama sekali mengangkat teleponnya?sudah hampir setengah jam..” omel siwon si penelpon dari seberang saluran telepon.

“Mianhae..”

“Apa kau baru bangun tidur..?”

“Ne..”

“Astaga!ini sudah jama 10 siang! Kenapa kau jadi selalai ini.”

“Kenapa oppa, terus memarahiku?”

“Kau lupa punya janji denganku jam 9?”

Yoona terdiam sejenak.lalu ia menepuk keningnya.ternyata ia telah melupan sebuah janji untuk pergi bersama siwon pagi ini.

“Mianhae oppa..aku lupa..mianhae..”

“Sudah sana kau mandi dan siap-siap, aku masih menunggu dibawah.”

“Ohh..iya.. tunggu 15 menit saja..oke?”

Yoona memutuskan teleponnya dan setelah itu ia segera mencari handuknya dan bergegas untuk mandi.yuri hanya memandangi yoona sambil menggelengkan kepala.

~***~

“Oppa!!kenapa kau mengajakku kesini??aku tidak mau!!” keluh yoona begitu ia tahu ternyata siwon membawanya kerumah orangtua siwon.

“Kalau aku bilang. Kau selalu mempunyai 1001 alasan untuk menolaknya.” Siwon turun dari mobilnya begitu pelayan rumahnya membukakan pintu untuknya dan Yoona.

Siwon melongo kedalam mobil, melihat yoona yang tak juga mau keluar dari dalam mobil dan masih duduk sambil memegang seltbelt.

“Ayoolahh..Yoong, adikku dan eomma ingin bertemu dengan kita.” Rayu siwon sambil berusa membukan seltbelt.

“Aku belum siap…”

“Aku sudah kangen dengan adik dan orang tuaku.. jadi sekalian saja aku ajak kau. Ayo turun!” siwon menarik yoona dengan paksa sampai akhirnya YoonA mau keluar juga dari dalam mobil.

“Matilah kau Choi Siwon!!!” cetus yoona kesal.

Sedangkan Siwon hanya tersenyum-senyum mendapati yoona yang kesal dan gugup karna dia.

Siwon menggenggam tangan yoona dan mengajaknya masuk kedalam rumahnya yang besar bak sebuah istana.

Lagi-lagi seorang pelayan melayani yoona dan siwon dengan membukakan pintu rumah.

“Eomma!!!Appa!! Ji Won-ah…” teriak siwon sambil mencari-cari diman keluarganya berada didalam rumah yang sangat besar itu.

“Oppa!!!” teriak Jiwon yang ternyata sedang menonton televise bersama kedua orang tuanya diwaktu luang. Ji Won langsung berlari menghampiri Siwon dan Yoona.

“Oh..kau membawa YoonA??” Ji Won tersenyum menyambut hangat kedatangan yoona. Ji Won merangkul YoonA layaknya ia dan YoonA sudah seperti kenal lama.

“Eomma Appa..lihat Siwon oppa, bawa siapa??” Ji won menuntun YoonA ke ruang televise untuk di tunjukan ke kedua orang tuanya.

“YoonA-ssi..” sambut Appa dan eomma siwon antusias. Yoona membungkukan tubuhnya dan tersenyum manis.

“Lama sekali tidak bertemu, kau makin cantik saja. Lebih cantik dari di televisi.” Puji eomma siwon.

“Kamsahamnida.” Balas yoonA dengan sikap rendah hatinya.

“Kau pasti belum makankan?? Ayoo-ayoo kita makan siang bersama.. sebentar lagi meja makan akan siap.” Ajak Appa siwon sambil merangkul yoonA layak sebagai anaknya.

Yoona menolehkan wajahnya kesiwon yang sedang tersenyum memandang YoonA yang ternyata telah diterima baik di keluargannya. Yoona balas tersenyum pada siwon. Dan sekarang rasa takut dan gugupnya hilang seketika.

~***~

YoonA terdiam, memberhentikan kegiatan makannya. Entah kenapa ia merasa benar benar terharu berada di tengah-tengah keluarga siwon seperti ini. Sejak tadi ia selalu diperlakukan baik oleh kedua orang tua siwon. Dan ia juga terharu melihat berapa rukunnya keluarga siwon ini. Walaupun orang tua mereka adalah orang terpenting dalam pekerjaan mereka dan dijamin mereka adalah orang sibuk. Tapi ternyata keluarga mereka tetap harmonis. Mereka bahkan saling mendukung.

Tapi di lain sisi YoonA jadi sedih, ia jadi memikirkan sosok sang ibu yang sejak kecil belum pernah ia lihat sama sekali. Ia berpikir seperti andai saja ia juga mempunyai sebuah keluarga harmonis seperti Siwon itu.

“YoonA…Kenapa kau tak menghabiskan makanannya?” Tanya eomma siwon.

“Ahh..iya aku akan menghabiskannya. Ini sangat enak.” Jawab yoona dengan suara pelan.

“Kau tak perlu sungkan, anggaplah kami ini bagian keluarga mu juga.” Ucap appa siwon.

Yoona terharu dan akhirnya menitikan air mata bahagianya. “Kamsahamnida.”

“Appa..Eomma!! kau membuat kekasihku menangis!” canda Siwon lalu manarik yoona yang duduk disebelahnya kedalam pelukakannya.

“Hahahha..kalian benar-benar memang serasi.kapan kalian akan segera menikah” Goda Choi Ji won adik siwon.

“Mwo?? Itu… tergantung kapan appa akan mengizinkan aku melamar YoonA..” Jawab siwon yang juga diiringi candaan.

YoonA akhirnya tersenyum dan sedikit tertawa. “Kau harus izin juga ke Appa dan Nouna ku!”

Siwon hanya terdiam dan setelah itu dia menjawab “Tunggu saja tanggal mainnya..”

~***~

…THE END…

EndNote : Disini ada yang nonton SmtownINa? Atau ada yang ikut SMGathering_Ina ? ketemuan donk sama aku 🙂 klo di  SMTown aku di seat Tribune 2B nunggu di pintu X dari jam 1 siang…kalau di SMGath aku akan datang dari jam Sembilan di bagian silver.. 🙂 kemungkinan aku bawa 3 LS yaitu SNSD,SUJU, And SHINee…so.. see You..YoonWon Shipper!! (Tanya-tanya lebih lanjut Follow my Twitter @Lovelyulan ^_^ )

Tinggalkan komentar

125 Komentar

  1. Zhahra

     /  Mei 13, 2015

    Ooooooooo….ternyata cuma salah sangka dong tooooh,
    tpi pantes aja yoona unni cemburu

    Balas
  2. Seru bget eon
    lucu dech yoonyul ge mengigau terus tanpa sadar yuri eonni menendang yoona eonni sampai terjatuh dari tempat tidur
    hahaha lucu bget
    eonni bikin sequel aja ya ya ya

    Balas
  3. Dwi swarnita

     /  Juli 23, 2015

    Ahhhhh jinjja, akhirnya manis sekali, tapi saya kurang suka sma penyelesaian masalahnya masa tiffany ngaku gitu aja, kurang seru thor.. hehe

    Balas
  4. Makin berharap yoonwon kayak gini di kehidupan nyata setelah baca ceritanya.. di tunggu ff yg lainnya yg lebih keren lagi..

    Balas

United, Leave a Coment Here

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: