[FF] Sister’s Of Mirror (Chapter 7)

SISTER’S OF MIRROR Part.7

 

Judul                : Sister’s of Mirror

Type                 : Sequel ( Part. 7 )

Author             : Ulanchoi Hyoyoon / Twitter : @Lovelyulan

Genre               : Romance,Tragedy,Action,Sad,ect

Ratting             : PG – 17                                                               

Main Cast        : Yoona SNSD, Siwon SUJU, Sulli F(X), Yunho Tvxq

Other Cast       : Kangin, Minho SHINee, Taeyeon,SooyoungEct

 

 

Begitu siwon sampai dirumah ia langsung masuk kedalam kamar dan mengganti kemejanya kerjanya dengan T-shirt oblong warna putih. Perasaannya sekarang jadi benar-benar kacau karna Yoona. Ia kesal Yoona seharian tak ada kabar dan ia terus memikirkan yoona, lalu ternyata Yoona pergi dengan lelaki bernama Yunho teman masa kecilnya. Dan terakhir ia merasa bodoh karna selama ini ia hanya terlalu fokus dengan Yoona bukan hidup yoona. Sehingga ia tidak mengetahui atau mencari tahu asal-usul yoona dan kehidupan yoona. Sampai akhirnya ia mengetahui kejanggalan-kejanggalan pada diri Yoona dari ucapan bibi tadi saat dikedai.

Siwon membuka laptop diatas kasur, dengan raut wajah serius ia memandangi deskop laptop yang sedang proses input, lalu ketika loading selesai, Siwon langsung membuka web browser dan mengetik kata sandi rahasia milik dokumen pribadinya. Tak menunggu lama semua dokumen yang dimilikinya sudah dapat diakses. Di kolam serch siwon mengklik username “Park Im Yoona” dan muncullah data pribadi dengan nama yang sama sebanyak lebih dari sepuluh.

Siwon membaca satu persatu data pribadi tersebut dari sekian banyak data hanya ada satu nama “Park Im Yoona” tanpa update informasi terbaru dalam hidupnya, keterangannya pun tidak jelas, dia pindah,buron atau meninggal juga tidak ada laporan. Lalu siwon mencari data detail tersebut dan munculah nama ayah Park Im Yoona yang bernama Park Jung soo dan Ibunya bernama Seo Joo Hyun dan mereka berasal dari Provinsi Gangwon. Lalu siwon mengetik kata sandi lainnya dan muncullah foto-foto dari nama tersebut. Siwon sedikit terkejut begitu melihat poto gadis berusia lima tahun dan sepuluh tahun dengan nama Park Im Yoona dan gadis itu memiliki kesamaan dengan wajah Yoona.

Siwon mengerutkan keningnya, “Ternyata benar ia adalah Park Im Yoona, dia berasal dari Gangwon, tapi sepertinya ia memang sudah lama tidak tinggal disana.. oh iya tepat update-an terakhir mungkin Yoona dan keluarganya telah pindah ke Amerika tanpa mengusur surat keterengan kepindahan Negara. Tapi kalau tidak diusur mana mungkin ia dapat masuk dan bertempat di Di Amerika selama itu? Ini benar-benar mencurigakan apakah yoona dan keluarganya masuk melalui jalur ilegal?” siwon berbicara sendiri memaparkan analisa plus kecurigaannya tentang Yoona. “Oh.. Iya Yoon Mischa, itu nama amerikanya, apa dia berganti nama dan berpura-pura menjadi warga asli Amerika?”

Siwon mengetik lagi sandi rahasia dan mengetik nama Yoon Misha. Dan lagi-lagi siwon terkejut. Kali ini yang muncul hanya satu data yaitu tentang Markas agen mirror di Amerika. Siwon menyerngit tidak mengerti.

“Mirror?? Apa hubungannya dengan mirror??”

Siwon mengklik sandi pada kotak password dan dokumen Agen mirrorpun terbuka. Dan disitu terisi foto-foto dan biodata semua Anggota Mirror dari yang sudah mati maupun dihukum penjara. Siwon meneliti satu persatu dan akhirnya matanya berhenti pada data enam tahun lalu yaitu data anggota Mirror yang masih hidup dan ditahan. Dan disana ada foto yoona yang berambut pendek dan kriting dan disamping foto tersebut tertulis nama Yoon Misha, 19 Yo, agen muda status dipenjara enam tahun.

“Jadi benar dia pernah dipenjara dan dia adalah anggota Mirror??” siwon terasa disambar petir begitu mengetahui kenyataan kalau yoona menghilang dari gangwon dan tinggal di Amerika menjadi agen Mirror markas terbesar pada masanya waktu itu, ia sangat tidak menyangka yoona yang terlihat manis dan menyenangkan ternyata mempunyai sisi gelap sebagai pembunuh bayaran dan pengedar barang-barang seludupan.

Siwon mengambil ponselnya yang ia letakan di atas meja lampu tidur. Ia berniat ingin menelepon Yoona dan meminta yoona jujur padanya akan kenyataan yang baru ia ketahui sekarang ini. Tapi  niatnya langsung ia hentikan. Ia tidak tega mengganggu istirahat Yoona. Dan ia terdiam sebentar dan berpikir keras apa yang selanjutnya ia harus lakukan? Ia adalah seorang intelijen Negara  yang tugasnya mengamankan Negara dari orang-orang seperti Yoona. Tapi ternyata Yoona malah hidup di dalam kehidupannya dengan bebas.

“Apa yang harus aku lakukan sekarang?” siwon Nampak frustasi. “Aku akan memastikan sendiri. Dan aku harus menyelidiki Yoona lebih dalam.” Siwon menutup laptopnya dan merebahkan tubuhnya kekasur. “Yoon Misha, Park Im Yoona?? Apa yang harus aku lakukan?”

~***~

Yoona berdiri didepan cermin sambil mengeringkan rambutnya yang basah dengan handuk usai keramas. Ia menatap pantulan wajahnya sendiri yang Nampak lelah dan pucat dengan pandangan sedih. Lalu tersenyum getir. Seakan mengejek dirinya sendiri.

“Gadis malang! Kapan kau akan menemukan jalan kebahagianmu sendiri?huh..” yoona berbicara dengan pantulan dirinya di cermin, Ia terlihat tidak sehat. Akhir-akhir ini banyak sekali yang menjadi beban pikirannya.

Rambut Yoona sudah setengah mongering, ia mejemur handuk yang demak di gantungan  baju yang menempel didinding kamar. Lalu mengambil tas selempangnya dan berjalan keluar kamar.

“Oh.. Yoona sudah akan berangkat kerja?” tegur bibi yang sedang sarapan dengan paman di meja depan tivi.

Yoona tersenyum dan menghampiri mereka. “Iya..”

“Sarapan dulu ada susu dan roti bakar cukup untuk mengisi stamina mu.” Ajak paman.

“Tidak, aku tidak lapar, aku langsung ingin berangkat kerja, hari ini gaji pertamaku. Aku sudah tudak sabar.”

“Sudah dua bulan kerja baru menerima gaji?” Tanya bibi heran.

“Ia, akukan memang kerja seperti itu, oh iya bi kau ingin apa? Aku akan membelikannya dengan gajiku.” Tanya yoona terlihat antusias dan gembira.

“Aku tidak ingin apa-apa. Sebaiknya uangnya kau simpan baik-baik saja.” Jawab bibi ramah.

“Ahh.. bibi.. ya sudah pokoknya bibi dan paman harus menerima apapun yang nanti akan aku berikan kekalian.” Cetus yoona dan langsung menyelonong pergi keluar rumah.

~***~

Yoona menatap pintu pagar rumah Siwon , sudah tiga hari ia hanya mengantar Koran tidak main kedalam rumah ini, karna selama tiga hari kemarin siwon sedang dinas di pulau jeju. Yoona turun dari sepedanya dan mengintip dari celah pagar yang sedikit terbuka. Keadaan rumahnya masih tetap sepi. Apa siwon belum pulang.

“He-em… apa yang kau lakukan?”

Suara siwon mengejutkan yoona, yoona memegangi dadanya karna kaget dan segera menengok kesumber suara. Dan dilihatlah siwon yang memakai celana selutut dan kaos oblong putih yang sudah terceplak keringatnya dan disampingnya terlihat Moppy yang sedang melet-melet melihat yoona.

“Annyeong…Siwon oppa, dan Moppy??” seru yoona seraya sedikit berlutut untuk mengusap bulu halus Moppy.

Siwon memandang yoona dengan tatapan hampa. Setiap melihat yoona pikirannya jadi kacau, yang terngiang dipikirannya hanyalah yoona seorang agen mirror dan mempunyai sisi gelap dalam hidupnya dan yoona menyembunyikannya dari siwon.

Siwon berusaha menepis pikiran yang membebaninya. Ia mengalihkan pandangnya pada sepeda ranjang yoona yang sudah tidak terisi Koran.

“Kau sudah selesai mengantar Koran?” Tanya siwon.

“Iya..” jawab yoona, lalu ia menyodorkan gulungan Koran terakhir ke siwon. “Ini Koran pagi mu.”

“Gomawo.” Jawab siwon.

“Oppa, hari ini aku sudah menerima gaji loh..oppa mau aku traktir makan apa?” Tanya yoona dengan riang.

“Ah.. benarkah?? Aku ingin di traktir makan Pizza, minum Soju dan makan ice cream.” Jawab siwon dan seraya tersenyum.

“Kenapa banyak sekali?” Tanya yoona bingung.

“Pokoknya harus semuanya! Aku tidak mau tahu!”

Siwon membuka pintu pagarnya dan berjalan deluan sambil diikuti Moppy. “Ayoo masuk..” ajak siwon.

Yoona memanggutkan kepalanya. Dengan segera ia mendorong sepeda masuk kedalam pagar tapi tiba-tiba ia merasa perutnya mual, sakit, dan kepalanya terasa sangat pusing. Tangannya mulai gemetar hebat. Dan matanya jadi berbayang ia menatap punggung siwon yang seakan-akan menjadi dua dan tiga siwon. Lalu dunianya seakan berputar. Tangannya lemas dan stang sepeda yang digenggamnya terlepas dari tangannya dan jatuh.

Siwon menoleh begitu mendengar suara dentuman, dan siwon melihat sepeda Yoona yang tergeletak dan  di sampingnya yoona berdiri sambil memegangi kelapanya dan wajahnya Nampak meringis kesakitan. Siwon segera menghampiri Yoona.

“Kau baik-baik saja?” Tanya siwon.

Mata yoona jadi makin tak jelas untuk melihat dan kepalanya kian semakin pusing dan seketika kesadarannya hilang, Yoona jatuh pingsan. Untung dengan sigap siwon menangkap tubuh yoona.

“Yoona!!!Yoona!! sadarlah!!” siwon benar-benar panic dan berteriak-teriak histeris.

Siwon segera menggendong tubuh yoona dan membawanya kedalam mobilnya yang terpakir di luar rumah. Dan membawa yoona segera kerumah sakit. Dalam perjalanan kerumah sakit, siwon tak henti-hentinya berdoa untuk kesembuhan yoona. Ia menatap yoona yang pingsan tertidur di jok belakang dengan tubuh yang Nampak sangat pucat. Siwon menambah kecepatan laju mobilnya agar cepat sampai kerumah sakit.

~***~

Siwon mundar-mandir didepan ruangan bertuliskan ICCU, Sudah lebih satu jam ia menunggu dokter yang sedang memeriksa keadaan yoona untuk keluar dari dalam ruangan. Akhirnya sang dokter yang ditunggu siwon keluar dari ruangan. Siwon segera menghapirinya.

“Apakah anda keluarga pasien Im YoonA?” Tanya dokter muda yang memakai kacamata tersebut.

“Iya..aku keluarganya, aku..heemm.. aku kekasihnya.” Jawab siwon, walau Nampak sediit ragu, tapi akhirnya ia berbohong mengatakan kalau ia adalah kekasih Yoona.

“Baiklah ikutlah denganku, keruannganku.” Ajak dokter muda itu dan siwon mengikuti dokter itu pergi dari belakang.

~***~

“Ini adalah semacam penyakit langkah. YoonA aggashi mengalami semacam syndrome trauma yang cukup akut. Aku yakin ahir-akhir ini ia mempunyai beban pikiran dan perasaan yang sangat berat sehingga membuat kerja syaraf otaknya terganggu. Dan apakah Yoona pernah mengalami kecelakan parah sebelumnya?” jelas dokter muda tersebut dan terakhir suaranya terdengar pelan seperti tidak yakin atas ucapannya sendiri.

Siwon mengkerutkan keningnya. Dan terdiam sejenak mencerna ucapan sang dokter. “Kecelakaan? Aku tidak begitu tahu.. apakah ini ada sangkutpautnya dengan keadaan yoona sekarang?”

Dokter itu membuka kaca matanya dan menatap siwon dengan pandangan redup. “ aku mendapatkan banyak luka di bagian fatal organ tubuhnya saat aku meriksanya tadi.”

“Maksud dokter?” siwon Nampak tidak mngerti.

“Dikepalanya terdapat bekas luka yang cukup serius.. lalu di punggungnya terdapat juga bekas luka seperti luka tembak… dan dikakinya ada luka yang cukup parah ku rasa, karna luka kakinya belum bisa dikatakan sembuh tapi itu harus lebih dapat perawatan insentif..”

Siwon tak percaya mendengar penuturan dokter itu. Tapi ingatannya kembali saat ini mengetahui data pribadi yoona sebagai Yoon Mischa seorang agen mirror. Dan siwon yakin ini pasti ada kaitannya dengan masalalunya. Jelas pekerjaan seperti itu adalah pekerjaan yang menguras pikiran dan fisik. Siwon lagi-lagi merasa kecolongan akan kepribadian yoona. Ia sama sekali tidak tahu kalau yoona mempunya luka-luka bekas tembakan pada tubuhnya.

“heemm.. tuan untuk hasil yang lebih jelasnya akan keluar besok dari laboraturium. Sekarang anda boleh menenui pasien.” Ucap dokter itu begitu melihat wajah siwon yang Nampak shock.

Siwon bangkit dari duduknya dan berjalan lemah keluar rungan. Begitu sampai diluar ia tida langsung keluar tapi ia bersandar didinding. Dadanya terasa sesak. Ia harus tau fakta tentang orang yang sangat ia sukai bahkan cintai seperti ini dan secara bertubi-tubi.

~***~

Disudut ruang gelap dua orang gadis memakai pakaian hitam dan memakai kacamata hitam sedang berjalan mengendap endap diruangan pribadi seseorang target mereka.

“Mischa bisa kau tolong untuk mencopot akses cctv diatas sana.” Perintah wanita yang satunya yang berambut bondol.

“Baik..oh.. Amber lebih baik kau periksa saja semua laci disana.” Perintah juga yoona kepada temannya bernama Amber.

Yoona naik keatas kursi dan memukul kamera CCTV yang terdapat disudut ruangan  dengan pukulan baseball yang ia bawa sejak tadi. Sekali pukulan keras kamera kecil itupun pecah dan rusak sehinga tidak dapat mengambil gambar mereka yang sedang beraksi didalam ruangan itu.

Amber mencoba mengutak-atik peti berangkas yang terdapat didalam laci berukuran sedang. Tapi kode yang ia masukan selalu salah. Dan peti masih tertutup rapi.

“Minggir! sepertinya aku tahu kombinasinya apa!” yoona segera berjongkok disisi Amber dan mencoba memutar knop kode sandi pada berangkas. Dan terbukalah berangkas tersebut.

“Cerdas! Bagaimana kau bisa tahu!” heran Amber.

Yoona tersenyum bangga. “aku hanya mencari angka kesukaannya dan sejak aku berada didalam rumah ini sebagai keponakan palsunya aku banyak tau ia menggunakan angka 456740 dan aku mengingatnya. Dan ternyata benar bukan?”

“Hebat! Logikamu memang yang terbaik!” puji amber. “Oh iya emasnya!” mereka hampir saja melupakan misi utama mereka masuk kedalam kamar ini. Yaitu mencuri emas yang sangat antic yang disembunyikan orang yang mempuyai ruangan ini.

“AH…!Banyak sekali!” pekik yoona terkejut begitu melihat emas dalam peti tersebut.

“Cepat masukan kedalam tas!” dengan gerak cepat yoona membuka tas renselnya dan amber memasukan emas tersebut dengan hati-hati dan selesai. Yoona segera mensretling tas tersebut dan memakainya.

“Ayoo kita pergi!” ajak amber.

Yoona dan amber berjalan keluar ruangan megah dan besar itu yang sangat gelap karna penerangan sengaja mereka matikan. Agar tidak ada yang mencurigai.

“Apa yang sedang kalian lalukan!” teriak seseorang di rungan utama dari rumah tersebut. Amber dan yoona tampak terkejut ternyata mereka tertangkap basah.

Yoona dan amber berdiri saling memunggungi dan siap-siap mengeluarkan pestol mereka. Lampu ruanganpun menyala terang dan ternyata yoona dan amber telah dikepung oleh lima orang lelaki bodyguard boss besar si pemilik rumah.

“Kau! Apakah kau benar.. kau Kwon Yuri palsu?!” Tanya salah satu bodyguard  begitu mengenali wajah yoona yang memang kemarin-marin  menyamar sebagi keponakan dari boss besar bereka yaitu sebagai Kwon Yuri.

Yoona tersenyum meremehkan. “Bagus! Jadi sekarang kalian baru sadar sudah seminggu ini aku tipu?hahaha”

-Dooorr~

Satu peluru pestol melesat dari pestol salah satu bodyguard yang mengepung yoona dan Amber. Tapi beruntung yoona dan amber segera mengelak. Dan dengan gerakan cepat Amber menembak kepala bodyguard didepannya.

~Door~~

Tembakan jitu amber langsung menketakaparkan satu bodyguard didepannya.

Yoona yang membawa emas itu menjadi incaran yang lebih penting dan segera berlari mencari jalan keluar.

Tapi sial didepan sudah ada bodyguar lain yang masuk dan menutup akses jalan keluar yoona. Dengan sigap yoona mengambil ancang-ancang kuda. Dan begitu dua bodyguard menghampirinya yoona segera menendang wajah kedua bodyguard itu bergantian. Dan menghempaskan peluru ke dada dan perut bodyguard yang menghalagi langkahnya.

“Mishca cepat lewat sini!” teriak Amber memberi perintah. Dan yoona segera berlari menghampiri amber dan sial ternyata masih ada satu bodyguard yang tersisa dan akhirnya berhasil menembak punggung yoona.

“Aaarrgghh!!” yoona menjerit kesakitan begitu peluru menembus kulit  punggungnya.

Amber terkejut ternyata yoona sudah jatuh terduduk sambil berusaha menahan sakit dipunggungnya.

“Damn!!!” teriak Amber emosi dan segera merebut pistol yoona dan menembaki orang yang telah menembak yoona secara bertubi-tubi. Sehingga orang itupun terkapar tak berdaya.

Amber menarik lengan yoona dan meletakannya dibahunya. Dan menuntun yoona keluar melalui jendela. “Thank you so much.” Ucap yoona.

Amber hanya tersenyum dan terus memapah yoona keluar dari rumah target mereka dan mereka berhasil membawa emas curian itu untuk diserahkan oleh kepala agen mirror.

~**~

“Amber-ah… Amber-ah…Amber-ah.. jangan pergi tolong aku!”

Siwon sedang duduk melamun disamping yoonA jadi terkejut begitu mendengar teriakan yoona. Ternyata yoona hanya mengigau. Dan setelah siwon menggengam tangannya yoonapun perlahan merasa tenang dan tak berteriak histeris lagi. Yoona ternyata telah bermimpi tentang masa lalunya bersama Amber.

“Apakah seburuk ini kenangan masa lalumu?” siwon berbicara seakan-akan yoona mendengarkan ucapannya. “Apalagi yang aku tidak ketahui setelah ini?”

Siwon memandang lekat-lekat wajah yoona yang terlelap dalam tidurnya,wajah itu Nampak sedih dan ketakutan saat tertidur. Lagi-lagi siwon merasakan dadanya sesak. Seakan-akan luka yoona adalah lukanya juga. Sehingga ia bisa merasakan pedihnya perasaan yoona.

***

Yoona membuka matanya perlahan-lahan dan mendapati sebuah cahaya putih dan bau yang sangat ia benci. Dan ia tahu dimana ia sekarang begitu melihat tanganya sudah digelangi selang infusan. Ini adalah rumah sakit.. ya rumah sakit adalah tempat yang paling yoona benci.

Yoona membuka matanya sempurna dan mendapati diruangan itu hanya ada dirinya sendiri. Lagi-lagi tangannya gemetar hebat. Ia merasa rumah sakit ini menyeramkan. Baginya rumah sakit adalah tempat terburuk dalam hidupnya. Iya.karna ia melihat ibunya meninggal dirumah sakit, dan berkali-kali juga ia keluar masuk rumah sakit karna harus operasi bekas luka tembak atau pukul saat ia menjalankan missinya.

Yoona benar-benar tak tahan berada disini. Dengan perasaan kacau. Yoona mencabut jarum suntiknya dan menarik selang yang menutupi hidungnya. Tangannya lekas mengeluarkan darah segar dan tentu itu sangat sakit. Yoona turun dari kasur dan berjalan pelan menuju pintu keluar.

Tapi belum sempat yoona meraih gagang pintu. Pintu sudah terbuka lebih dulu. Dan munculah siwon disana.

“Oh..Yoona apa yang kau lakukan?”

Yoona tidak menanggapi pertanyaan siwon. Tatapannya Nampak kosong. Ia terus berjalan dan melewati siwon yang berdiri dihadapannya. Ia terus berjalan seperti orang kehilangan kesadaran.

Siwon segera berlari menyusul yoona dan memeluk yoona dari belakang. “Kau mau kemana?”

“aku ingin pulang!” ucap yoona dengan suara terdengar lemah dan lirih.

Siwon membalik tubuh yoona dan mengguncangnya berkali-kali agar yoona tersadar dari ketakutannya “Yoona!!Yoona!! lihat aku! Ini  aku siwon!!”

Yoona menatap wajah siwon dihadapannya. Dan ia tersenyum kecil. Sepertinya ia sudah berhasil keluar dari sedikit rasa panic dan takutnya “Oppa!!!” rintih yoona lalu segera memeluk Siwon dan membunyikan wajahnya di dada siwon.

“Bawa aku keluar dari sini. Aku tidak suka berada disini. Kumohon!” yoona kini menangis dipelukan siwon.

“Iya.. tapi kau harus mengobati tangamu dulu. Kau mau kehabisan darah?” siwon dengan sabar menenangkan Yoona dan membawa yoona kembali keruang rawat. Dan menunggu perawat datang dan mengurus surat kepulangan untuk yoona.

~***~

YoonA berdiri di depan rumah kelurga Sulli. Sudah seminggu  semenjak ia dirawat dirumah karna sakit ia tidak kesini dan tidak mengirimi Sulli dan Taeyeon surat. Yoona mencari-sari amplop surat yang ada didalam tas selempangnya. Tapi tak juga ketemu. Dan ia terus mencari surat itu didalam tas.

Karena sibuk mencari sebuah surat yoona sampai tidak sadar bahwa ada sebuah mobil yang sedang mendekat kearahnya. Dan sekarang mobil itu berhenti tepat di depan ia berdiri. YoonA tersenyum akhirnya menemukan surat yang semalam telah ia siapkan. Yoona mengangkat kepalanya dan akan memasukan surat itu kedalam korak surat.

“Jadi kau yang selalu meneror keluarga kami?!”

YoonA terkejut dibuatnya. Sontak surat yang ada ditangannya terhempas dan jatuh kejalan.

Ternyata suara itu adalah milik Sulli dan disebalah Sulli ternyata sudah ada Siwon dan minho yang juga sedang bingung memandang yoona.

Sulli dengan geram berjalan menghampiri YoonA. YoonA menundukan kepalanya. Nampaknya Sulli belum mengenali yoonA. Siwon yang sudah mengenali Yoona hanya berdiri bersama Minho karna mereka sama-sama tidak tahu menahu soal ini, mereka hanya menunggu apa yang akan dilakukan Sulli setelah ini.

Sulli berjongkok memungut surat yoonA yang terjatuh. Dan segera membuka amplopnya dan melihat isinya dan tulisan itu sangat dikenal oleh Sulli. Tulisan itu adalah tulisan yang sama dengan surat-surat yang sebelum-sebelumnya. Sulli berdiri berhadapan dengan Yoona, Sulli mengeluarkan surat-surat yang sama dari dalam tasnya yang memang sengaja ia kumpulkan untuk dijadikan barang bukti kelak.

“Jadi kau benar orangnya?!” Tanya Sulli mulai kesal. Bagaimana ia tidak kesal, selama ini ia selalu dikirimi surat yang isinya hanya menakut-nakuti dia dan ibunya.

Sulli, menyentuh dagu Yoona dan mengangkat wajah yoona agar ia dapat melihat jelas siapa pelaku peneroran itu. Betapa terkejutnya Sulli begitu ia melihat wajah Yoona.

“YoonA eonni?” ucap Sulli lirih dan terdengar ragu.

Yoona hanya terdiam dengan wajah angkuhnya.

“Apa kau benar YoonA eonni?” sulli bertanya lagi pada yoona untuk meyakinkan dirinya lagi bahwa orang dihadapannya in benar-benar eonninya dimasa lalu.

“Jika kau YoonA eonni kenapa kau melakukan ini?” Tanya Sulli sambil menunjukan surat-surat dari yoona.

“Kau, benarkah kau akan balas dendam..? benar kau akan merebut semua yang kumiliki?” Tanya Sulli mulai emosi, karena sedari tadi pertanyaanya diabaikan oleh Yoona.

“JAWAB AKU!!!” Jerit Sulli seraya melemparkan semua surat-surat itu ke wajah yoona.

Dan Yoona hanya masih terdiam.

“Sulli Yoona sudah hentikan!”

Sulli terkejut begitu dengar siwon mengucapkan namanya dan yoona. Ternyata wanita ini memang yoona. Tapi yang membuat sulli lebih terkejut adalah. Ternyata siwon telah mengenal yoona. Tapi siwon tidak pernah bercerita kepada. Seingga ia tidak tahu.

Siwon dan minho berjalan menghampiri Sulli dan Yoona.

“Jadi kau mengenal Yoona eonni?” Tanya sulli mulai matanya berkaca-kaca.

“Yoona eonni?” siwon balik Tanya tidak mengerti.

“Dia adalah Yoona kakak tiri dimasa laluku oppa!!” jerit Sulli sambil menangis. Ia sedih ternyata lelaki yang akan bertunangan dengannya dan ia sangat mencintainya tidak jujur kalau ia sedang dekat dengan wanita lain. Dan terlebih wanita itu ada yoona kakak tirinya.

“Atau jangan-jangan ini adalah salah satu rencanamu? Kau akan merebut tunanganku juga? Iyakan!!”

Pertanyaan sulli kali ini mampu membuat yoona  terkejut. Ternyata siwon adalah tunangan Sulli? Bagaimana bisa Siwon tidak cerita sama sekali soal ini kepadanya?.

“Kau..benar-benar akan membalas dendam padaku?” Tanya sulli sambil memegang bahu yoona.

Yoona menatap kearah siwon dengan pandangan galak. Setelah itu ia beralih ke sulli lagi.” Iya kau benar!! Aku akan mengambil apapun sekarang yang kau punya dan termasuk tunanganmu!” ucap Yoona seakan-akan ucapannya itu sungguhan.

Sulli terdiam dan makin menangis. “Apa salahku?!! Sehingga kau berbuat seperti ini?”

“Kau dan Ibumu penghancur keluargaku!!!” jerit yoona sambil mendorong Sulli. Hampir saja membuat sulli terjatuh untung dengan sigap minho menahan tubuh Sulli dari belakang.

“Apa kau bilang?!”

~Plakk…~ Sulli menampar pipi kanan yoona.

Yoona tersenyum sinin dihadapan sulli, ternyata kini sulli sudah berani menanparnya.

“Kau pergi dari sini!!! Pergi!!” teriak sulli sambil mulai menarik-narik rambut yoona dan mencakari yoona.

Siwon segera melerainya ia menarik lengan yoona dan mengajak yoona masuk kedalam mobilnya. Sedangkan sulli yang masih menangis masih ditenangkan oleh minho.

Sulli menatap sedih kepergian mobil siwon bersama Yoona. Dan sekarang ia mulai benar-benar takut akan ancaman yoona. Ia takut kalau nanti Yoona akan benar-benar merebut kebahagian hidupnya dan Siwon.

~***~

Didalam perjalanan didalam mobil. Yoona dan siwon sama sekali tidak berbicara mereka masing- masing terdiam dalam pikiran mereka sendiri. Siwon akhirnya memutuskan untuk menghentikan mobilnya di pinggir badan jalan yang tidak terlalu ramai kendaraan.

Mereka masih betah dalam diam untuk beberapa menit setelah mobil berhenti. Siwon memutar kepalanya menatap wajah Yoona yang terlihat datar tanpa ekspresi apapun yang dapat dibaca.

“Kau…” akhirnya Siwon mengeluarkan suara pertamanya setalah sejak tadi memilih diam.

“Kau.. kenapa begitu banyak hal yang rumit dalam hidupmu dan aku baru mengetahuinya sekarang?” Ucapan Siwon terdengar begitu berat.

Yoona masih saja dengan diam dengan muka datarnya.

“Bagaimana bisa aku tidak curiga sama sekali kepadamu saat di Amerika ternyata kau adalah seorang Teroris?” lanjut siwon.

Setelah mendengar ucapan siwon tadi, akhirnya yoona bereaksi. Wajahnya terlihat Nampak terkejut.

“Dan dari data yang kuperoleh juga, walau kau masih dibilang anak buah agen tapi kerjamu cukup baik. Berapa banyak Emas,perak,mutiara yang telah kau curi? Berapa banyak orang yang telah kau bunuh dan berapa banyak orang yang telah kau tipu? Apakah aku adalah orang yang sedang kau tipu? Apa aku termaksud targetmu??” pertanyaan Siwon begitu bertubi-tubi dan begitu menyakitkan bagi yoona.

Yoona mencengkram kedua tangannya kuat-kuat untuk berusaha mengendalikan emosinya.

“Aku juga baru tau kau sangat berani ternyata, kau mempunyai luka serius di hampir setiap bagian tubuhmu, tapi kau selalu seakan bersikap kau baik-baik saja. Dan seberapa besar traumamu dimasa lalu kupikir kau tak akan melakukannya lagi. Dan aku berusa membantumu keluar dari traumamu. Tapi ternyata.. ada satu rahasia lagi yang harus aku ketahui.”

Yoona semakin mengkunci mulutnya rapat-rapat. Entah kenapa ia merasa tubuhnya mulai akan begetar hebat. Tangannya semakin kencang ia cengkram. Sampai-sampai buku-buku jarinya memucat.

“Bagaimana bisa ternyata kau adalah kakak tiri Sulli? Dan bagaimana bisa ternyata kau masih menjadi teroris bahkan kau meneror keluargamu sendiri dan ingin merebut kebahagian adikmu sendiri?aku benar-benar tidak habis pikir dengan jalan hidupmu yang amat rumit ini.”

Yoona akhirnya memberanikan diri memutar kepalanya dan menatap wajah siwon. Mereka kini saling bertatap-tatapan.

“Kau memang tidak tau segalanya tentang hidupku yang sangat kacau ini. Karna kau bukahkah tidak mau tau? Aku takut jika kau tau, kau akan menjauh dariku. Entah kenapa aku merasa membutuhkanmu.” Ucap yoona sungguh-sungguh.

Sedetik kemudian mereka kembali berada dalam kesunyian, tapi mata mereka masih saling natap-mentap. Dan dari situ pula hati mereka terasa lebih bergejolak dari biasanya. Apalagi yoona, ia sampai berpikir kalau ada yang salah dengan dirinya. Kenapa kini ia merasa setiap ucapan siwon adalah tusukan jarum baginya dan tatapan siwon yang nanar adalah penyakit bagi hatinya?.ia mulai merasaka perasaan yang aneh terhadap siwon.

Siwon menghembuskan nafas berat. Lalu memalingkah wajahnya kestir mobil. “Apa masih ada rahasia lagi yang belum aku ketahui dalam hidupmu? Apa kau akan terus meneror sulli? Apa kau benar akan mendekatiku karna kau ingin membalas dendam padanya?!”

Yoona tertunduk dan terdiam. Ia memikirkan semua ucapan siwon barusan. Sebenarnya ia tidak bermaksud benar-benar meneror Sulli, tapi ia hanya ingin mencari sedikit perhatian terhadap Taeyeon dan Sulli, lagipula semenjak ia menginjakkan kakinya di Korea lagi ia sudah berjanji akan merubah jalan hidupnya, dan itu ia sungguh-sungguh menjalaninnya. Dan kini kenapa jadi rumit? Bahkan siwon sampai salah paham terhadapnya. Ia bahkan tidak tau kalau ternyata Sulli dan siwon saling mengenal dan bahkan mereka telah bertunangan, seperti yang dibilang Sulli tadi. Tapi untuk saat ini entah kenapa yoona merasa semua semakin kacau karna dirinya dan ia merasa malas untuk memperbaikinya.

“Kenapa kau diam saja?JAWAB AKU..!!!” Teriakan Siwon mengejutkan Yoona.

Mata Yoona Langsung berkaca-kaca. Entah kenapa hatinya terasa semakin sakit, bahkan sakit yang ini sungguh lebih sakit dari rasa sakit yang pernah ia rasakan sebelumnya. Siwon membentaknya? Dan itu membuat yoona sakit dan sedih.

“JAWAB AKU YoonA..!!” teriak Siwon sekali lagi.

Yoona berusaha menguatkan dirinya sendiri. Ia akhirnya menatap kembali wajah Siwon. “IYA!!! Apa yang kau ucapkan tadi benar semuanya. Aku memang belum berubah, aku masih sipeneror. Dan sekarang targetku adalah Sulli dan kau!” bohong Yoona. “Kau pasti sangat malu dan kesal. Ternyata seorang intelligent Negara seperti kau tertipu mentah-mentah denganku? Heh..Inilah aku, Park Im YoonA yang sebenarnya. Kau terkegut?” Yoona berucap seolah-olah dia memang benar-benar licik. Tapi sesungguhnya ia berucap seperti ini karna  ia merasa bingung harus berbuat bembelaan apa, sedangkan semuanya sudah terlanjur kacau.

“Kau…!!!” siwon Nampak mulai terpancing dengan ucapan yoona barusan. Ia mengepalkan tangannya dengan geram. Dan air mukanya berubah keras karna kesal. “Kau..!!! keluar dari mobilku!!! Dan jangan pernah temui aku ataupun sulli mulai detik ini. Jika kau masih berani menjalankan aksimu! Aku tidak akan segan-segan menjebloskan mu dalam hukum Negara!”

Yoona kini terdiam lagi mendengar ucapan siwon.

“KELUAR…!!” Teriak Siwon memperingati yoona yang masih diam duduk di sampingnya.

Yoona akhirnya membuka pintu mobil dan keluar dari mobil siwon dan begitu yoona keluar siwon menutup pintu mobilnya dengan keras dan langsung memacu mobilnya dijalan dengan kecepatan tinggi. Dan Yoona masih berdiri kaku di pinngir jalan.

Yoona memutarkan badannya perlahan. Dan ia dapat melihat mobil siwon yang sudah melaju pergi meninggalkannya sendirian dipinggir jalan.

“Siwon oppa!!!!” teriak yoona setelah itu. “SIWON OPPPA!!!” Teriak yoona histeris sambil berlari untuk mengejar mobil siwon yang sudah berada jauh dari pandangannya.

“Siwon oppa!!!Mianhae…Jeongmal Mianhaeyo??” Yoona masih terus berlari, dan kini air mata yang sudah menumpuk dipelupuk matanya terjatuh juga, membasahi dua belah pipinya. “Oppa..!!Siwon oppa…Tunggu  aku… maafkan aku!!!”

Yoona masih saja terus berlari dan menangis dipinggir jalan. Ia tidak peduli sudah berapa mobil yang memplakson mobilnya untuk memperingatkan yoona agar jangan seperti itu dipinggir jalan raya. Tapi yoona tak memperdulikannya. Yang kini ia rasakan adalah kehancuran. Ia merasa dirinya benar-benar hancur sekarang. Ternyata selama ini ia menyukai siwon. Tapi ia baru sadar tadi dan kini siwon pergi dan memperingatkatnya untuk jangan kembali di hadapannya lagi itu benar-benar membuatnya sakit apalagi ternyata siwon adalah tunangan Sulli. Ia semakin rapuh dan terluka dalam.

Setelah lelah berlari yoona akhirnya roboh, ia jatuh terduduk di pinggir badan jalan. Ia menangis sejadi-jadinya disitu, menyesali dengan semua ucapannya tadi. Andai saja ia tidak termakan emosi pasti tidak akan seperti ini jadinyakan?.

Ketika sudah cukup lama yoona menangis dipinggir jalan. Ada sebuah mobil berhenti tepat disampingnya. Yoona tau bahwa ada mobil disampingnya. Dan ia berharap mobil itu adalah mobil siwon. Ia berjanji akan meminta maaf dan menjelaskan semua masalah kesalahpahaman ini terhadap siwon sekaligus meminta agar siwon jangan pergi darinya.

Yoona mengangkat wajahnya tepat dengan seseorang didalam mobil itu keluar.

“Yoona-ah..?”

“Yunho oppa?”

Yoona langsung kembali lemah dan menangis ternyata orang itu bukan Siwon ternyata Yunho.

“Apa yang sedang kau lakukan disini?” Tanya Yunho khawatir, ikut berlutut menyamai posisinya dengan yoona.

“Apakah aku orang jahat oppa?” Tanya Yoona disela tangisnya.

Yunho Nampak semakin bingung dengan ucapan YoonA.terlebih yoona terlihat sangat kacau saat ini dan menangis dipinggir jalan seperti ini. Sebenarnya ada masalah apa dengan yoona?.

“Ada apa dengamu, kenapa kau bertanya seperti itu?” Tanya Yunho.

“Aku jahat terhadap Sulli,oppa. Dan aku dituduh ingin merebut tunangannya.karna selama ini aku menerornya? Padahal aku hanya bercanda saja.. kenapa ia terlihat begitu marah terhadapku? Dan lelaki itu juga marah terhadapku?ehehhe..Yoona bodoh!Yoona si teroris.” Yoona kini terus meracau seperti orang gila. Ia bahkan mengucapkan itu sambil menangis dan sesekali tertawa.

“Kau sudah bertemu dengan Sulli? Dimana kau bertemu? Kenapa kau bilang kau bercanda dengan sulli dengan cara menerornya? Aku tidak mengerti?”

“Oppa.. Aku sakit hati!!! Dulu kau yang membuatku sakit hati! Sekarang lelaki itu!! Ahh.. kenapa hidupku sangat menyebalkan?? Bahkan ingin matipun susah.” Yoona masih tidak peduli dengan pertanyaan yunho ia masih saja meracau, sepertinya ia benar-benar kacau dan kehilangan kesadarannya sementara.

“Siapa lelaki yang kau maksud?” Tanya Yunho penasaran.

“Kau tak perlu tau! Kau sama-sama telah melukaiku!!! Kalian semuanya telah melukaiku!! Aku ingin mati!!!” yoona berteriak-teriak sambil berusaha bangun dan berjalan sempoyongan kearah tengah jalan.

“Yoona, apa yang kau lakukan?” teriak yunho begitu melihat yoona yang ingin berjalan ketengah jalan seolah-olah menantang ingin ditambrak mobil yang melintas.

“Aku ingin MATI!!!” Teriak yoona sambil melambai-lambaikan tangannya frustasi. “Aku benar-benar telah lelah dengan banyak luka disini.” Ucap yoona sambil menunjuk dadanya,hulu hatinya.

Yunho masih berdiri ditempatnya ia ikut merasa sedih melihat sahabat masa kecilnya sekaligus orang yang ia cintai jadi seperti ini. Tepat saat Yunho memalingkan muka kearah jalan. Yunho melihat sebuah mobil sedan melaju dengan kecepatan tinggi. Dan ia beralih memandang yoona. Yang makin terus berjalan ketengah jalan. Tanpa tunggu waktu. Yunho langsung berlari kearah yoona dengan panik dan menarik tangan yoona kepinggir jalan dan memeluknya dengan sangat erat. Dan saat itu mobil sedan itu melaju kencang melewati mereka.

“Bodoh!!!lepaskan aku!!” teriak yoona sambil merontak dipelukan Yunho.

“Tidak akan pernah kulepaskan! Kau tidak boleh seperti itu!” ucap yunho semakin erat lagi memeluk yoona.

Yoona akhirnya terdiam dan kembali menangis. “Oppa..eottokhe..apa yang harus aku lakukan?” Tanya yoona dalam isaknnya.

“Tenangkan dirimu sekarang. Aku janji akan membantumu menyelesaikan semua masalahmu, asalkan kau menceritakannya padaku.” Yunho melepas pelukannya dan memandang wajah yoona.

“Aku..takut oppa..”

“Tidak ada yang perlu kau takuti.. jadi tenanglah,dan jangan seperti ini lagi.” Yunho tersenyum dan meletakan tangan kanannya kekepala yoona dan mengacak-acak sedikit rambut yoona.

“Ayoo masuk, aku antar kau pulang.” Yunho membukakan pintu mobilnya untuk yoona.

Tanpa perlu dipaksa Yoona akhirnya masuk sendiri kedalam mobil. Walau sekarang yoona sudah terlihat lebih tenang, tapi sesungguhnya pikirannya masih sangat kacau dan hatinya masih amat sakit ia rasakan.

~***~

Di lain tempat…

Siwon dengan perasaan marah melempari, membuang semua apa saja yang ada di dalam kamarnya. Ia benar-benar sedang marah atas kejadian konflik yang sudah menimpahnya.

Ia benar benar merasa kacau. Terlebih ucapan yoona terus saja terngiang ditelingnya. Dan itu sangat menyakitkan.

“IYA!!! Apa yang kau ucapkan tadi benar semuanya. Aku memang belum berubah, aku masih sipeneror. Dan sekarang targetku adalah Sulli dan kau! Kau pasti sangat malu dan kesal. Ternyata seorang intelligent Negara seperi kau tertipu mentah-mentah denganku? Heh..Inilah aku, Park Im YoonA yang sebenarnya. Kau terkegut?”

Ya, itulah kata-kata yang sangat menggangu perasaan siwon. Kata-kata itu benar-benar telah membuat siwon kacau.

“Yoon Mishca..Im YoonA…!!! Kau keterlaluan!! Aku mencintaimu sejak lama. Tapi ternyata kau seperti ini! Kau wanita jahat!! Aku membencimu!!” kini siwon beteriak-teriak didepan cermin. Dan ketika dicermin itu muncul halusinasi wajah yoona yang sedang tersenyum untuknya tiba-tiba siwon mencekal tangan kanannya dan meninju cermin dihadapannya, seolah-olah ia ingin menghancurkan yoona dari pikirannya.

“Aaaarrggghhh!!!!” teriak siwon sangat kerasa seraya kerasnya pukulan tangannya terhadap cermin itu dan membuat tangan kanannya terluka dan mengeluarkan darah segar. Tapi sepertinya siwon tidak begitu peduli dengan sakit pada tangannya karna mungkin baginya yang paling sakit saat ini adalah hatinya.

Tapi sayang siwon tidak tahu. Bukan hanya dia saja yang merasa tersakiti atas semua kejadian ini dan kesalah pahaman ini. Disana ada yoona yang juga merasa tersakiti. Dan mereka sama-sama tidak dapat berbuat apa-apa lagi untuk saat ini.

~***~

…TBC….

Note :  Mianhada,saranghada…(loh?) heheh..Maaf ya Author ulan baru muncul lagi. Ini semua karna kesibukan yang aku buat sendiri menjelang masa Galau Smtown.dan lagian Flashdisk aku sempat hilang –“ lupa naronya. Sekarang udah ketemu ~^_^/ aku juga sekarang lagi masa Ospek ney.. 🙂 oh iya aku udah beli Tiket Smtown tp di Tribun 2B. padahal maunya di VIP/ Festival tapi tenyata duit tidak mendukung dan ortu melarang saya membuang uang gaji kerja saya untuk selembar tiket – -“ tapi sekarang aku jadi Fix nonton ^_^ ada yang nonton juga? Aku udah beli LS baru SNSD,Suju, dan Shinee!! Hehe, soalnya aku suka sama mereka bertiga jadi aku berlaku adil. Dan aku sudah bikin poster Fanart yang akan aku bawa nanti dan sekarang lagi mencari pinjaman handicam untuk merekam moment2 diatas stage tapi belum dapat ney..ada yang mau pinjamin? Siapa tau ada YoonWon moment?? Hehe.. ya sudah ya segitu dulu cerita saya. Maaf ceritanya jadi semakin galau ney FF.. tapi jangan bosan tunggu kelanjutannya..Jangan lupa comentar see you! *PelukREADERS*

Iklan
Tinggalkan komentar

140 Komentar

  1. Kim Eun Kyo

     /  April 4, 2014

    Rumitttt banget thorrr kasian yoona nya

    Balas
  2. tami indri

     /  April 26, 2014

    Nyesekk nya dpt bgd di part ini… 😥

    Balas
  3. Any

     /  Mei 12, 2014

    Kasian banget sama yoona. aduh thor, chapt. ini menegangkan mmeskipun tanpa adegan tembak2an. mbrebes hikhik

    Balas
  4. Ya tuhan knp jadi kaya gini. Hiks2 wonpa sma yoong eonni harus bersatu pokoknya..
    Bkin happy end y

    Balas
  5. yoonwon brantem’y jgn lama2, kn kasian yoona’y..
    suli ko jd gt, sm yoona, moga slah paham di antra merek cpet slesai..

    Balas
  6. Kya… Kenapa ceritanya mendebarkan begini?
    Apalagi aksi teror Yoona di ketahui oleh Sully, di tambah lg kenapa Yoona bgitu Bodoh dan berbohong??
    Sepertinya di antara mereka semua terjadi kesalah pahaman
    ini FF benar2 luar biasa

    Balas
  7. mutiaraananda

     /  Agustus 22, 2014

    Kangen sama ff iniiii

    Balas
  8. my feeling come true…

    Balas
  9. Cha'chaicha

     /  Oktober 20, 2014

    Rumit..

    Balas
  10. tiffany

     /  Desember 21, 2014

    Kalau ff ini difilmkn?aku orang pertama yg akan menontonnya…WOW..

    Balas
  11. Akhirnya setelah chapter 1 air mata ini keluar lg di chapter 7 ini.
    Knp hidup yoona selalu buruk
    Semoga siwon cpt sadar klo yoona adalah org yg paling menderita dlm hal ini.

    Balas
  12. Aq jd pngen nngis ni….ksan bnget ma yoonwon….

    Balas
  13. HanA

     /  Februari 5, 2015

    Wah, kueurren buanget, he.he bnr thor ini keren. Kasihan bgt YoonWon

    Balas
  14. sdhifakhri

     /  Maret 21, 2015

    Huaaa! Pengen nangis rasanya , nyesek bgt bacanya, kasian yoona..

    Balas
  15. Aigoo… kasihan banget sih nasibnya Yoong Eonni :”( Kenapa jadi serumit ini ya masalahnya…WonPa jangan tinggalin Yoong Eonni

    Balas
  16. Zhahra

     /  Mei 11, 2015

    Huuuuuuuuuuaaaaaah…aku nyesek baca part yang ini unn
    kenapa wonpa sma sulli langsung nuduh gitu
    wonpa juga seenaknya percya sma sulli
    kenapa kehidupan yoona unni selalu menderita siiih
    kpan unni bakalan bahagia hidupnya

    Balas
  17. anna

     /  September 30, 2015

    percayakah kau thor aku menangis, kenapa hidup sangat tidak adil bagi yoona

    Balas
  18. occ_yoonwon

     /  November 14, 2015

    Bagus bget ceritanya… Konflikny jg bgus…

    Balas
  19. paris

     /  November 17, 2015

    Kasihan yoona, kenapa yoona harus bohong kalau dia mau rebut siwon dari sulli 😦

    Balas
  20. Yoona hidupnya malang sekali 😥 apa siwon bnar2 membenci yoona?smoga saja tidak

    Balas

United, Leave a Coment Here

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: