[FF] Who Is The Beloved (Chapter 12/END)

[FF] Who Is The Beloved (Chapter 12/END)

Title : Who Is The Beloved

Tipe : Sequel

Author : Choi Hyun Mi/Twitter : @Nita_Rahayu22

Main Cast :

  • Choi Siwon (Super Junior)
  • Im Yoon Ah (SNSD)

Other Cast :

  • Lee Donghae (Super Junior)
  • Jessica Jung (SNSD)
  • Stella Kim
  • Etc…

Genre: Romantic, Sad, Family

Rating : 17+

Who Is The Beloved – End

“Jodoh dan maut itu adalah rahasia Tuhan, dan tak ada satupun  manusia yang tahu siapa jodohnya dan kapan maut akan menjemputnya. Semuanya adalah rahasia Tuhan, semuanya adalah takdir yang telah di tentukan-NYA”

 

Author POV

Siwon serta anggota keluarga Choi dan Im sedang menunggu di luar, sementara di dalam ruang perawatan Yoona tengah di tangani oleh Dokter Lee dan beberapa Suster. Ny Im sudah tak dapat lagi membendung kesedihannya, kini putri satu-satunya tengah berada di ambang pintu kematian. Sementara Tn Im hanya bisa duduk sambil menundukan kepalanya menahan air mata yang sudah keluar membasahi kedua pipinya. Tuan Choi dan Ny Choi berusaha menenangkan kedua calon besannya yang sudah tampak putus asa. Siwon hanya bisa melihat pemandangan di depannya dengan tatapan nanar, tak sepatah kata pun keluar dari bibirnya. Hanya ada satu nama yang kini ada dalam pikirannya yaitu Im Yoona.

1 jam berlalu begitu cepat, pintu berwarna putih gading itu akhirnya terbuka, dan keluarlah Dokter Lee dengan wajah yang di tekuk. Sontak semua yang telah menunggu pun berdiri dari duduknya.

“Dokter Lee bagaimana ke adaan anak ku?” gertak Tuan Im sambil memegang kedua bahu sahabatnya ini. Dokter Lee hanya diam tak mengeluarkan jawaban sedikit pun.

“Lee Junho bagaimana ke adaan putri ku? CEPAT KATAKAN?” bentak Tuan Im tak dapat mengontrol emosinya. Dokter Lee membuka maskernya, tergambar dengan jelas di wajah tuanya sebuah kesedihan. “Seolung….” Lirih Junho pada Tuan Im..

”Junho, cepat katakan apa yang terjadi dengan putri ku, dia baik-baik saja kan?” lirih Tuan Im dengan mata yang kembali berkaca-kaca.

“Seolung aku sudah berusaha sekuat tenaga, maaf…..” Dokter Lee tak dapat melanjutkan ucapannya dia tertunduk menahan air mata yang siap keluar.

“Dokter apa yang terjadi dengan calon istri ku, CEPAT KATAKAN…” kini giliran Siwon yang tak bisa mengontrol emosinya. Tangis Ny Im semakin menjadi, akhirnya Ny Im tak dapat menopang tubuhnya sendiri, Ny Im jatuh terduduk di lantai.

“Eomma…” lirih Sungmin merangkul Ny Im yang sudah tak mempunyai tenaga  untuk berdiri.

“Yoona sudah meninggalkan kita semua……” ujar Dokter Lee cepat, seketika tangis Ny Im semakin pecah setelah mendengar ucapan singkat yang sangat menusuk ulu hatinya. Tuan Im menggeleng-gelengkan kepalanya tak percaya dengan apa yang baru di dengarnya.” Tidak Junho, anak ku masih hidup..dia masih hidup..DIA MASIH HIDUP…” bentak Tuan Im sambil mencengkram kuat kerah kemeja Dokter Lee geram. Dokter Lee hanya bisa menundukkan kepalanya lalu cairan bening itu keluar dari matanya.

“Tidak Dokter, Im Yoona masih hidup…dia masih hidup, jangan bohongi aku..Im Yoona masih hidup…” air mata Siwon tumpah sudah dia tak bisa menerima kenyataan yang baru saja di dengarnya.

“Maaf Siwon, maaf…” lirih Dokter Lee pelan.

 

“IM YOONA MASIH HIDUP…DIA MASIH HIDUP..IM YOONA JANGAN TINGGALKAN AKU..JANGAN TINGGALKAN AKU IM YOONA….”

“Siwon gwaenchanayo..Siwon..bangun sayang kau bermimpi…Siwon….”

“IM YOONA…..” Siwon bangun dari tidurnya dengan nafas yang tersenggal-senggal, keringat dingin membasahi seluruh tubuhnya. Ny Choi meraih tangan dingin Siwon dengan lembut. “Kau mimpi buruk Siwon-ahh, Yoona baik-baik saja” ujar Ny Choi pelan.

“Eomma…” lirih Siwon memandang wajah sendu ibunya. “Aku bermimpi Yoona pergi meninggalkan ku, aku takut Eomma…aku takut” lirih Siwon dengan mata yang mulai berair. Ny Choi merangkul putra kebanggaannya itu dengan lembut “Siwon-ahh, Yoona akan baik-baik saja. Sebaiknya, sekarang kau pergi kerumah sakit. Jenguk dia. Arra” ujar Ny Choi lembut sambil mengelus-ngelus punggung Siwon.

“Ne Eomma, kalau begitu aku pergi sekarang” jawab Siwon setelah melepaskan pelukan ibunya.

“Hati-hatilah di jalan, Eomma tidak mau kau kenapa-kenapa. Jangan banyak pikiran mengerti” ucap Ny Choi sambil menyeka keringat di pelipis Siwon.

“Ne Eomma aku mengerti….”

^^

Jessica menatap layar Iphonenya dengan tatapan nanar, Iphone berwarna pink itu menunjukan wallpaper dirinya bersama Donghae yang sedang tersenyum kearah kamera.

“Oppa, bisakah aku hidup tanpa mu? Sanggupkah aku melanjutkan hidup ku yang baru di tanah kelahiran ku? Aku merindukan mu Oppa, aku mencintai mu..” air mata itu akhirnya keluar sudah. Jessica berlinang air mata sambil terus memandangi layar Iphone yang menunjukan selca dirinya bersama laki-laki yang di cintainya.

“Maaf Nona, bisa anda matikan ponsel anda” suara seorang pramugari mengagetkan Jessica. Dengan gerak cepat Jessica mengusap pipinya lalu berusaha tersenyum pada pramugari tersebut.

“Iya, akan ku matikan sekarang…” ujar Jessica sopan lalu segera mematikan ponselnya.

“Semoga kau bahagia dengan kehidupan baru mu tanpa aku Oppa” lirih Jessica lalu memasukkan Iphonennya ke dalam tas.

^^

Donghae terus berlari menelusuri setiap sudut bandara Internasional Incheon, matanya begitu lincah menyapu setiap sudut untuk mencari sosok wanita yang di cintainya.

“5 menit lagi, Sica ku mohon jangan pergi” lirih Donghae sambil terus berlari mencari sosok Jessica yang belum di temukannya.

“Sica, tolong jangan pergi ku mohon….”

“Maaf, anda salah orang” ujar seorang gadis berambut pirang.

“Maaf, saya kira anda Jessica” sesal Donghae dengan wajah sedihnya karena dia menyangka wanita yang sedang duduk adalah Jessica padalah dia orang lain yang mempunyai warna rambut sama dengan Jessica.

Donghae kembali melanjutkan berlari untuk mencari Jessica. Namun, Donghae menghentikan  larinya saat melihat di layar besar bahwa pesawat untuk keberangkatan Los Angeles Amerika sudah lepas landas meninggalkan Korea 5 menit yang lalu.

Donghae menghela nafas kekecewaan lalu duduk di salah satu kursi tunggu.

“Sica semarah itukah kau padaku, sebenci itukah kau padaku. Sampai kau tak memberi tahuku kalau kau akan pergi, Sica padalah aku ingin bilang kalau aku mencintai mu. Kenapa kau meninggalkan ku? Sica aku merasa aku adalah Choi Hyunsu, Choi Hyunsu yang tak bisa menggapai cintanya *film First Love yang di bintangi Donghae, ingat kan?*.

“Sica, saranghae jeongmal saranghae…” Donghae tak kuasa menahan air mata kesedihan yang sudah menumpuk di kedua pelupuk matanya. Dia tertunduk sambil meratapi dirinya dan kisah cintanya yang malang.

^^

Yoona masih terbaring lemah tak sadarkan diri dengan berbagai peralatan medis yang menempel di tubuhnya. Ny Im dengan setia berada di samping Yoona menjaganya setiap hari tanpa kenal lelah. Siwon menepuk bahu calon ibu mertuanya itu pelan.

“Siwon-ahh” panggil Ny Im setelah membalikan kepalanya.

“Eomma, apa Eomma lelah istrihatlah. Hari ini biar aku yang menjaga Yoona” ucap Siwon lembut. Ny Im menggelengkan kepalanya lemah sebagai tanda tak mau.

“Eomma, Eomma juga harus butuh istrirahat. Nanti kalau Yoona siuman aku akan segera menghubungi Eomma” bujuk Siwon lembut.

“Eomma ingin di sini menemani Yoona sampai siuman, Eomma ingin melihat Yoona siuman” ucap Ny Im kukuh dengan pendiriannya.

“Tapi Eomma juga harus istirahat, nanti kalau Yoona siuman tapi Eomma sakit bagaimana, Yoona pasti akan sedih. Eomma tidak mau kan melihat Yoona sedih?” bujuk Siwon lagi, kali ini Ny Im mengangguk mengerti lalu segera mengambil tasnya yang tergeletak di atas sofa.

“Kalau Yoona siuman segera hubungi Eomma ya?’ pinta Ny Im sebelum meninggalkan ruangan.

“Ne, kalau begitu Eomma hati-hati di jalan yah” ujar Siwon tersenyum ramah pada Ny Im. Ny Im mengangguk kan kepalanya mengerti lalu melangkahkan kakinya keluar ruang perawatan. Siwon menghela nafas berat lalu berbalik melihat Yoona yang masih tenang dalam tidurnya.

“Yoona, sadarlah sayang apakah kau tidak lelah terus tidur seperti ini?” ujar Siwon lirih memandang wajah calon istrinya sedih.

“Yoona, maaf aku memang tidak bisa melindungi mu. Aku memang bodoh, aku tidak merasa kalau hal bahaya akan menimpa mu” lanjut Siwon dengan tatapan nanarnya.

“Tapi aku berjanji, saat kau sadar nanti, aku akan selalu melindungi mu dan tidak akan membiarkan hal ini terjadi lagi” ucap Siwon lalu meraih tangan hangat Yoona.

“Yoona, sadarlah sayang. Bukanlah sebentar lagi hari pernikahan kita, kita akan memulai kehidupan baru. Aku mohon bertahanlah demi ku, bertahanlah Im Yoona. Jangan tinggalkan aku, jangan tinggalkan aku” Siwon mengecup punggung tangan Yoona dengan linangan air mata di pipinya. Kembali mimpi buruk yang baru saja di alaminya yang membuatnya semakin takut akan kehilangan sosok Yoona, Siwon tak kuasa lagi menahan semua kesedihan di dalam hatinya. Hatinya begitu sakit melihat wanita yang di cintainya terbaring koma tak sadarkan diri

^^

Donghae menjatuhkan tubuh lelahnya di atas ranjang, sayup-sayup matanya begitu lelah seakan menunjukkan sebuah kepasrahan. Hatinya benar-benar hancur saat wanita yang di cintainya pergi begitu saja tanpa memberi tahunya. Kembali cairan bening itu keluar dari kedua sudut matanya saat ingatannya melayang pada saat-saat bahagia bersama dengan wanita yang di cintainya – Jessica Jung.

“Apakah ini hukaman bagi diriku, kenapa semua orang yang ku cintai meninggalkan ku begitu saja. Apa ini karma karena aku pernah meninggalkan Yoona begitu saja, kenapa Tuhan tidak adil pada ku, kenapa Tuhan membiarkan ku tersiksa seperti ini….Jessica…aku mencintai mu, maafkan aku…” Donghae menutup kedua matanya mencoba meredam kesedihan yang saat ini menyelimuti dirinya. Kembali untuk kesekian kalianya air mata itu keluar membasahi kedua pipinya.

^^

Stella duduk di sudut sel penjara dengan pandangan matanya menatap lantai. Kosong, tatapan mata itu begitu kosong entah apa yang sedang ada dipikirannya. Dia sudah tak menangis lagi yang ada hanya  segudang penyesalan yang kini menumpuk di dalam dirinya. Kini Stella hanya bisa meratapi dirinya yang begitu malang, hidup seorang diri di Seoul tanpa sanak saudara ataupun kedua orang tua. Apalagi, kini dia harus menjadi salah satu penghuni sel tahanan kepolisian Seoul atas khasus percobaan pembunuhan kepada Im Yoona.

Kini Stella menunggu hari-harinya hanya meratapi nasibnya, menunggu persidangan yang sebentar lagi akan berlangsung. Persidangan yang akan menentukan nasib hidupnya.

“Kau jahat Stella, kau jahat…kenapa kau lakukan itu pada Im Yoona..kenapa” kembali air mata penyesalan itu turun untuk kesekian kalinya, Stella menekuk wajahnya sambil terus meratapi nasibnya yang malang.

^^

5 hari menuju hari H, yaitu hari pernikahan Siwon dan Yoona. Namun, Yoona masih juga belum terbangun dari komanya dan selama hampir 1 minggu ini tak ada tanda-tanda Yoona untuk sadar. Semua perawatan yang terbaik telah di lakukan, tapi tak membuahkan hasil sedikit pun. Mata Yoona seakan enggan untuk kembali terbuka, dan kondisinya tak pernah menunjukan ada kemajuan.

Siwon duduk di salah satu kursi gereja, kali ini dia siap untuk memanjatkan doanya.

“Kau di sini rupanya” seru Donghae yang sudah berada di sebelah Siwon. Siwon menolehkan kepalanya ke samping kiri saat mendengar suara yang tak asing baginya “Donghae, kau rupanya”

“Ne, aku datang ke sini untuk berdoa dan kebetulan aku melihat mu, jadi aku duduk disini menghampiri mu” ujar Donghae dengan senyum khasnya. Siwon menganggukkan kepalanya mengerti lalu membalas senyuman Donghae.

Kini suasana berubah menjadi hening, hanya suara detakan jantung 2 namja ini yang terdengar di dalam geraja. Kini Siwon dan Donghae sama-sama berdiri bersebelahan sambil memejamkan mata mereka masing-masing dan memanjatkan doa di dalam hati meraka.

“Tuhan, jika memang Jessica adalah jodoh ku. Kelak pertemukanlah kami lagi, tapi jika Jessica bukanlah jodoh ku maka datangkanlah seorang laki-laki yang bisa membahagiakannya dan bisa membuatnya selalu tersenyum setiap saat” doa Donghae dalam hatinya.

“Tuhan, aku percaya pada takdir mu. Jodoh dan maut hanya kau lah yang mengaturnya. Tuhan, aku sudah pernah kehilangan orang yang ku cintai, dan kali ini aku tak mau kehilangan untuk yang kedua kalinya. Maka dari itu, berikanlah kesembuhan pada calon istri ku, ijinkan kami hidup bersama Tuhan dan ijinkan kami untuk meraih kebahagiaan bersama”doa Siwon dalam hatinya.

^^

Yoona masih tertidur di bawah alam sadarnya, layar kecil yang terdapat di sebelah kirinya menunjukan detak jantungnya yang masih berfungsi dengan normal. Perlahan jari-jari tangannya mulai bergerak menunjukan Yoona akan kembali sadar seperti semula.

“Eomma, palli Yoona sudah bangun” seru Sunny membangunkan Ny Im yang sedang terlelap tidur di sofa.

“Benarkah, cepat panggil Dokter Lee” ujar Ny Im lalu bangun dari tidurnya dan segera bergegas menghampiri Yoona.

“Iya Eomma, tunggu sebentar” ujar Sunny lalu berlari keluar ruangan.

“Yoona, sayang kau sudah bangun…Yoona” Ny Im memegang tangan hangat Yoona berusaha membangunkan Yoona yang masih berat untuk membuka matanya.

“E..eomma…” lirih Yoona dengan lemahnya..

“Sayang, kau sudah bangun ini Eomma…Yoona” Ny Im tak kuasa menaha air mata kebahagiaan melihat putri kesayangannya sudah sadar dari komanya.

“Ny biar saya periksa dulu kesehatan Yoona, silahkan anda tunggu di luar” ujar Dokter Lee saat memasuki ruangan tempat Yoona di rawat.

“Baiklah Dokter…”ujar Ny Im lalu segera keluar.

“Eomma, bagaimana ke adaan Yoona apa dia baik-baik saja…” seru Sungmin pada Ny Im yang baru keluar dari ruangan tempat Yoona berada.

“Iya yeobo, bagaimana ke adaan Yoona. Apa dia baik-baik saja?” seru Tuan Im tak kalah khawatir.

“Yoona sudah sadar, tadi dia sudah mengenali ku. Sekarang Dokter Lee sedang memeriksa kondisinya” ujar Ny Im dengan linangan air mata bahagia.

Sungmin dan Tuan Im melepas nafas lega mendengar kabar baik tentang Yoona. “Sungmin cepat kabari Siwon, dia harus tahu kalau Yoona sudah sadar.” Ujar Tuan Im yang langsung mendapat anggukan dari Sungmin.

“Ne appa, akan ku hubungi sekarang” jawab Sungmin lalu meraih ponselnya dan menekan deretan angka untuk menghubungi Siwon.

“…………..”

“Yeoboseo” akhirnya suara itu terdengar setelah cukup lama Sungmin menunggu.

“Siwon kau dimana sekarang”

“Aku di jalan menunju rumah sakit, ada apa Hyung”

“Cepat kemari Yoona sudah sadar”

“Mwo, baiklah Hyung aku segera ke sana sekarang”

Klik…Siwon pun memutus sambungan secara sepihak dan langsung menambah kecepatan mobilnya.

“Im Yoona, terimakasih kau mau bertahan hidup” gumam Siwon dengan senyum bahagianya.

^^

Siwon berlari di koridor rumah sakit menuju ruangan tempat Yoona di rawat, kini hatinya benar-benar senang setelah mendapat sebuah kabar yang sangat ia harapkan selama beberapa hari ini.

Siwon segera menghentikan langkah kakinya saat berhenti di depan pintu bernomer 1104 yang tak lain adalah ruangan tempat Yoona di rawat. Segera Siwon membuka pintu ruangan tersebut dan terdapatlah kedua orang tua Yoona serta Sungmin dan Sunny yang sedang mengelilingi Yoona.

“Siwon-ahh ayo kemari, Yoona ingin bertemu dengan mu” seru Tuan Im pada Siwon yang masih berdiri di ambang pintu. Siwon tersenyum lalu segera menutup pintu secara perlahan dan berjalan kearah Yoona. Di lihatnya Yoona yang sedang duduk di atas ranjang dengan wajah yang masih pucat.

“Yoona, terima kasih kau mau bertahan hidup” ujar Siwon saat sudah berada di pinggir ranjang.

Yoona tersenyum lalu merentangkan kedua tanganya “Ayo peluk aku, aku sangat merindukan mu” ucap Yoona pelan. Siwon segera merangkul tubuh lemas Yoona ke dalam dekapan hangatnya. “Maaf, karena aku kau seperti ini. Aku benar-benar minta maaf” lirih Siown pelan.

“Kau tidak salah, justru aku yang tidak berhati-hati. Sudahlah sekarang aku sudah sadar, kau senang kan” ujar Yoona dengan mengembangkan senyum di bibirnya. Siwon melepas pelukannya lalu menatap kedua bola mata Yoona dalam. “Kau tahu, aku takut kau pergi meninggalkan ku. Aku takut Im Yoona” ucap Siwon lembut.  Yoona menggelangkan kepalanya sebagai jawaban “Aku tidak akan meningalkan mu Choi Siwon, pegang lah janji ku” ucap Yoona lalu kembali memeluk Siwon.

Kedua orang tua Yoona serta Sungmin dan Sunny hanya tersenyum melihat kebahagiaan yang di rasakan sepasang calon suami istri ini.

^^

Siwon berdiri dengan gagahnya di altar pernikahan dengan memakai tuxedo berwarna putih serta rambutnya yang hitam kelam seakan membuat paras tampannya semakin bercahaya. Gereja yang sudah di sulap menjadi warna serba putih itu membuat suasana menjadi begitu tenang serta damai. Para tamu undangan sudah duduk di kursi yang sudah di sediakan dan siap menyambut sang mempelai wanita – Im Yoona.

Setelah menunggu cukup lama akhirnya pintu gereja pun terbuka dan tak lama berjalanlah sosok Im Yoona yang di gandeng oleh Tuan Im berjalan menuju altar pernikahan, Siwon menolehkan kepalanya lalu seulas senyum terpancar dari wajah tampannya melihat sang calon istri yang sedang berjalan dengan anggun ke arahnya.

Perlahan Yoona semakin mendekat ke tempat Siwon berdiri membuat jantung Siwon kembali berdegup cepat.

“Siwon-ahh ku serahkan putri ku padamu, bahagiakanlah dia” Tuan Im menyerahkan tangan Yoona pada Siwon dengan senang hati Siwon meraih tangan Yoona. “Ne Appa” jawab Siwon singkat.

Kini keduanya sudah berdiri di altar pernikahan, pendeta yang akan menyatukan cinta mereka sudah siap. “Choi Siwon apakah kau bersedia menjadi suami bagi Im Yoona, mencintainya dalam ke adaan suka maupun duka sehat ataupun sakit dan apakah kau bersedia menjadi suami yang baik bagi Im Yoona”

“Yah saya bersedia” jawab Siwon tegas.

“Dan Im Yoona apakah kau bersedia menjadi istri bagi Choi Siwon, mencintainya dalam ke adaan suka maupun duka sehat ataupun sakit dan apakah kau bersedia menjadi istri yang baik bagi Choi Siwon”

Yoona menarik nafas sejak “Yah saya bersedia” jawab Yoona pasti yang membuat senyum Siwon seketika merekah.

“Di hadapan Tuhan kalian sudah resmi menjadi sepasang suami istri silahkan tukar cincin dan apabila berkenan silahkan kalian berciuman” ujar pendeta Kim. Siwon dan Yoona pun saling berhadapan lalu keduanya saling melempar senyum kebahagiaan. Siwon memasuk kan cincin ke jari manis Yoona begitu pun sebaliknya. “Im Yoona, aku sungguh bahagia bisa menikah dengan mu” ucap Siwon pelan.

“Aku juga bahagia bisa menikah dengan mu Choi Siwon” jawab Yoona lalu menunjukkan senyum terbaiknya. Siwon juga tersenyum lalu segera menarik tubuh Yoona agar lebih mendekat ke arahnya. Di kecupnya bibir istrinya itu dengan perasaan cinta yang amat besar. Yoona segera memejamkan matanya dan membalas ciuman yang Siwon berikan padanya. Semua tamu undangan bertepuk tangan melihat pertunjukkan yang ada di hadapan mereka saat ini.

Donghae tersenyum bahagia melihat kedua pasangan yang masih mempertunjukan cinta mereka.

“Bahagialah bersamanya Yoong”gumam Donghae pelan.

^^

Kini Yoona dan Siwon sudah siap untuk melempar sebuket bunga mawar putih, semua orang sudah bersiap-siap untuk mendapatkan bunga yang akan di lempar oleh pengantin baru itu.

“Hana….deul…set…..” dan sebuket bunga mawar itu terlemper ke belakang sontak semua orang saling berlomba-lomba untuk segera mendapatkan sebuket bunga mawar putih itu.

Tapi lemparan Yoona dan Siwon sedikit jauh dari jangkauan orang-orang tersebut sehingga bunga yang di lempar mereka mengarah pada seorang namja yang sibuk dengan ponselnya. Yah namja tersebut adalah Donghae, Donghae segera mendongakkan kepalanya saat mendengar teriakan orang-orang yang berlomba untuk mendapatkan sebuket bunga yang mengarah ke tempatnya berdiri. Donghae menengadahkan kepalanya ke atas lalu secara tak sadar tangannya menangkap sebuket bunga tersebut. Siwon dan Yoona saling tukar pandang lalu melempar senyum satu sama lain.

Donghae terlihat bingung dengan dirinya sendiri kenapa dia bisa menangkap bunga itu.

“Kenapa jadi aku yang menangkap bunga ini?” tanya Donghae pada dirinya sendiri.

“Whaa Hyung kau mendapatkannya sepertinya kau juga akan segera menyusul Yoona Noona dan Siwon Hyung” seru Taemin lalu menghampiri Donghae yang masih terlihat bingung.

“Donghae Oppa chukkayo, sepertinya kau akan segera menyusul kami” seru Yoona yang entah sejak kapan sudah berada di hadapan Donghae.

“Chukkayo Donghae-ssi” sambung Siwon yang juga sudah ada di hadapan Donghae. Donghae hanya tersenyum lalu mengangkat kedua bahunya bingung.

^^

Siwon menghentikan mobil yang di kemudinya tepat di depan rumahnya. Yah, rumah yang sudah di siapkannya untuk memulai kehidupan barunya bersama Yoona sebagai sepasang suami istri. Siwon melepas salt bet lalu menolehkan pandangannya kearah Yoona yang ternyata sudah tertidur. Siwon melihat arloji yang melingkar di tangan kirinya, ternyata jarum jam sudah menunjukkan pukul 22.13 KST. Tanpa basa basi Siwon membuka pintu mobilnya dan sedikit berlari kecil untuk membuka pintu mobil tempat Yoona duduk.

Siwon membuka pintu mobilnya dan segera melepaskan sabuk pengaman yang melingkar di badan istrinya itu. Siwon menarik sebuah senyum melihat Yoona yang juga tak terjaga dari tidurnya.

Dia membopong tubuh Yoona lalu menutup pintu mobil dengan kakinya, Siwon menggendong tubuh Yoona yang masih mengenakan gaun pengantin itu berjalan dengan langkah santai menuju lantai 2 tempat kamar mereka berdua berada.

Siwon membuka pintu berwarna coklat tua itu lalu menutup secara perlahan dengan kakinya, dia kembali berjalan menuju ranjang dan segera merebahkan tubuh Yoona di ranjang berukuran king size itu. Siwon tersenyum sambil menghembuskan nafas lega. Setelah itu di segera membuka ikatan dasi di lehernya dan segera membuka tuxedonya, Siwon berjalan menuju kamar mandi untuk menyegarkan tubuhnya yang teras penat.

Selang beberapa menit Siwon keluar dari kamar mandi dengan handuk yang melilit di pinggangnya, dia berjalan menuju lemari pakaian untuk mengambil bajunya. Siwon mengambil sebuah t-shirt berwarna abu-abu serta sebuah celana panjang. Setelah selesai berpakaian dia memalingkan pandangannya ke ranjang, Yoona masih tertidur dengan pulas. Siwon tersenyum lalu naik ke ranjang dan menyentuh puncak kepala Yoona. “Yeobo kau tidak mau mandi?” ucap Siwon pelan. Yoona mengeluh manja lalu berusaha membuka matanya yang masih mengantuk “Kenapa aku ada disini?” ucap Yoona aneh karena tadi dia tidur di mobil sekarang sudah berada di kamar.

“Tadi kau tidur jadi aku tak tega membangunkan mu” ucap Siwon lalu menyelimuti kakinya.

“Kau sudah mandi?” tanya Yoona lalu bangkit dari tidurnya.

Siwon menganggukkan kepalanya “Iya, apa kau mau mandi juga?” tanya Siwon lalu mengambil ponselnya yang tergeletak di samping ranjang di atas nakas.

“Aku merasa tubuh ku penat, kalau begitu aku mandi dulu” Yoona turun dari ranjang lalu berjalan ke kamar mandi. Sementara Siwon masih sibuk memainkan jari-jarinya di layar Iphone.

^^

Yoona keluar dari kamar mandi, dia sudah mengenakan piyama tidurnya dengan rambutnya yang di bungkus dengan handuk. sementara Siwon yang dari tadi fokus pada ponselnya langsung mengalihkan perhatiannya pada Yoona. Yoona berjalan menuju meja rias untuk mengeringkan rambutnya, tanpa Yoona sadari sepasang mata Siwon terus mengawasi setiap gerak-geriknya.

Siwon meletakkan kembali ponselnya di atas nakas tapi matanya tak lepas terus memperhatikan setiap gerak-gerik Yoona. Yoona menyisir rambutnya yang basah perlahan, setelah itu dia sedikit memoles wajahnya dengan bedak tipis. Yoona juga menyemprotkan parfum ke lehernya dan juga baju yang di gunakannya. Setelah itu Yoona sedikit memberi lipstick berwarna pink muda pada bibirnya. Yoona tersenyum puas setelah melihat hasil riasannya yang memuaskan. Yoona bangkit dari duduknya lalu berjalan kearah ranjang. Siwon masih memandang Yoona, sampai akhirnya dia tersadar setelah hidungnya mencium aroma parfum Yoona yang menggelitik indra penciumannya.

Yoona naik ke atas ranjang lalu menarik selimut selutut, “Waeyo?” heran Yoona saat melihat Siwon yang memandangnya seperti itu. Siwon menggelengkan kepala “Kau cantik” ucapnya tanpa melepas pandangannya menatap Yoona. Semberaut merah tergambar jelas di kedua pipi Yoona setelah Siwon mengatakan itu padanya. Siwon menggeser duduknya semakin dekat kearah Yoona, diangkatnya dagu Yoona untuk melihat lebih jelas wajah istrinya itu.

“Kau jangan malu, sekarang kau sudah menjadi milik ku seutuhnya Choi Yoona” ucap Siwon lembut yang membuat detak jantung Yoona kembali terpacu hebat. Yoona menatap bola mata Siwon dengan wajahnya yang sudah benar-benar merah karena malu. Siwon mendekatkan wajahnya kearah Yoona, detakan jantung Yoona semakin terpacu hebat. Yah tanpa menunggu lama akhirnya sentuhan itu membuat Yoona memejamkan matanya.

Siwon mengulum bibir Yoona mesra seakan mengajaknya untuk larut dalam sebuah permainan yang tiada tara. Siwon melepaskan ciumannya dan kini kembali menatap Yoona lekat. Kini giliran Siwon yang merasakan jantungnya terpacu hebat “Choi  Yoona, malam ini dan seterusnya kau milik ku seutuhnya” kembali Siwon mencium bibir mungil Yoona. Ciuman itu semakin dalam membuat Yoona semakin rapat memejamkan matanya. Lidah Siwon juga mulai masuk ke dalam mulut Yoona, menjelajahi setiap inci rongga mulut Yoona sehingga mereka berperang lidah dan saliva mereka bersatu. Tangan kanan Siwon tak tinggal dia, tangan kekar itu menyentuh bahu Yoona dan perlahan mendorong tubuh Yoona untuk tertidur. Yoona seakan tak berdaya dia segera menjatuhkan kepalanya di atas bantal, Siwon melepaskan pagutan bibirnya. Namun, ciuman itu turun menjelajahi leher jenjang milik Yoona. Yoona semakin rapat memejamkan matanya sambil menggigit bibir bawahnya, kedua tangannya mengepal merasakan geli di sekitar lehernya. Bibir Siwon terus menjelajahi setiap inci leher Yoona, menghisapnya sampai meninggalkan beberapa bercak kemerahan sebagai tanda cintanya yang begitu dalam.

Siwon melepaskan ciumannya dan mengatur nafasnya yang tersenggal-senggal, semantara Yoona masih memejamkan matanya rapat-rapat. Siwon tersenyum  menyeringai lalu kembali mencium bibir merah Yoona masih dengan irama pelan.

Kini tangan Siwon tak tinggal diam, tangan itu kini mulai menjelajahi perut Yoona terus naik sampai tangan Siwon kini meraba dada Yoona. Siwon mulai membuka satu persatu kancing piyama Yoona masih dengan aktifitas utamanya yaitu terus mencium bibir Yoona.

Siwon semakin memperdalam ciumannya, kini bibirnya beralih lagi menelusuri leher Yoona.

“Ahhh……….”Yoona mendesah pelan saat bibir Siwon mencium salah satu buah dadanya.

Mendengar desahan Yoona, Siwon semakin bersemangat di buatnya, Siwon terus menuntun Yoona masuk ke dalam sebuah kenikmatan yang belum sama sekali di rasakannya.

*Berhubung aku masih polosss…….#Hiyaaaaaa ditendang readers wkwkwkwk# jadi lanjutin sendiri dengan imajinasi kalian oke…..tinggal di lanjutin aja….kekekekkk*

^^

 

Sorot matahari menusuk mata Yoona yang masih terpejam, dia berusaha mengumpulkan kembali raganya yang masih melayang di alam mimpi. Yoona sedikit menggerakkan tubuhnya namun dia merasakan seluruh tubuhnya kaku. Pikiran Yoona melayang pada kejadian tadi malam dimana dia telah di jamah oleh laki-laki yang tertidur pulas di sebalahnya.

Yoona bangun dari tidurnya dia menarik selimut untuk menutupi tubuhnya yang polos tanpa sehelai benang pun. Di alihkan pandangannya menatap suaminya, Choi Siwon yang masih pulas tidur. Seluas senyum tertarik dari kedua sudut bibirnya mengingat semalam laki-laki yang sedang tidur di sebelahnya memberikan sebuah kenikmatan padanya.

Yoona segera membuyarkan lamunannya mengingat kejadian semalam, dia lalu turun dari ranjang dengan selimutnya dan segera menutupi tubuh Siwon yang juga polos dengan sprai. Setelah itu Yoona berjalan menuju kamar mandi, dan tak berapa lama gemericik air sudah terdengar dari dalam kamar mandi.

^^

Stella menangis saat vonis hukaman untuk khasusnya telah di jatuhkan, dia duduk di sudut sel tahanan sambil terus terisak. Matanya tak henti-hentinya mengeluarkan cairan bening asin itu.

“Nona Stella ada yang ingin bertemu dengan mu” ujar seorang polisi sambil membuka sel tahanan. Stella segera bangkit dari duduknya lalu berjalan menghampiri polisi tersebut.

“Nuguya?’

“Dia tidak menyebutkan nama, cepat ikut” perintah polisi tersebut lalu memimpin jalan terlebih dahulu. Stella segera menyeka air matanya lalu berjalan mengikuti langkah polisi tersebut.

“Donghae…..” gumam Stella pelan saat melihat seorang namja berkemeja biru tua sedang duduk di kursi. Donghae menolehkan kepalanya menatap Stella lalu bangkit dari duduknya.

Kini Donghae dan Stella sudah duduk berhadapan di meja khusus untuk menjenguk tahanan, waktu yang di berikan adalah 10 menit.

“Bagaimana kabar mu Stella?’ Donghae memulai pembicaraan lalu meletakan kedua tanganya di atas meja.

“Kabar ku baik” jawab Stellla datar dengan tatapan kosongnya ke lantai.

“Ku dengar kau di vonis 2 tahun penjara apa itu benar?’ tanya Donghae. Stella hanya bergumam sebagai jawaban.

“Ku harap ini bisa jadi pelajaran bagi mu Stella” lanjut Donghae.

“Ku dengar Siwon dan Yoona sudah menikah?’ tanya Stella tiba-tiba.

“Ne, 2 hari yang lalu” jelas Donghae. Tak terasa air mata Stella kembali keluar. Donghae iba melihat keadaan Stella yang terlihat sangat rapuh dan putus asa.

“Seandainya kau menuruti apa yang ku katakan, mungkin sekarang kau tidak akan seperti ini” ucap Donghae menatap Stella iba.

Stella menundukkan kepalanya dalam-dalam mencoba menahan air matanya. “Aku menyesal Donghae, aku menyesal….”ucapan penuh penyesalan itu akhirnya meluncur dari bibir Stella. Wanita berambut hitam itu begitu rapuh, Donghae menarik nafas mencoba menenangkan dirinya yang terhanyut dalam keadaan Stella.

“Penyesalan memang selalu datang paling akhir, tapi percayalah ini adalah pelajaran yang paling berharga dalam hidup mu” ujar Donghae menguatkan hati Stella.

“Kita mungkin bernasib sama Stella, tapi jalan kita berbeda. Kita sama-sama di tinggalkan orang yang kita cintai” lirih Donghae mengingat gadis nan jauh di sana Jessica Jung.

“Stella, Siwon sudah  bahagia bersama Yoona, relakanlah dia. Kau juga pasti akan sangat bahagia jika melihat kebahagiaannya” tutur Donghae meyakinkan. “Dan…Jessica mungkin juga sudah bahagia dengan laki-laki lain di luar sana” lanjut Donghae berucap dalam hatinya.

^^

Yoona menuangkan susu untuk suaminya Siwon, sementara Siwon masih fokus pada tablet nya untuk mengecek jadwal kerjanya hari ini.

“Apa hari ini kau lembur lagi?” tanya Yoona lalu menarik kursi dan duduk di samping Siwon.

“Sepertinya iya” ucap Siwon lalu menaruh tabletnya dan meminum susunya.

“Pasti sampai malam lagi” ucap Yoona sedikit kesal karena Siwon selalu meninggalkannya padalah mereka baru menikah 2 hari dan sama sekali tak ada waktu untuk menghabiskan waktu bersama. Siwon menggeser kursinya supaya lebih dekat dengan Yoona “Aku akan minta cuti pada Appa, jadi bersabarlah” ucap Siwon tersenyum meyakinkan.

Yoona mengembungkan pipinya kesal “Kapan?”

“Eummm aku tidak tahu” ucap Siwon lalu menghela nafas berat.

“Resiko menjadi seorang istri Choi Siwon, selalu di tinggal pergi padalah baru menikah 2 hari” runtuk Yoona. Siwon hanya mengulum senyum lalu kembali meminum susunya.

^^

Yoona terus mundar-mandir melihat jam dinding, dia terlihat kesal karena terus berada di rumah sebesar ini tanpa di temani siapa pun “Masih jam 10 pagi, kenapa lama sekali” gerutu Yoona lalu menjatuhkan tubuhnya duduk di sofa. Tak berapa lama ponselnya pun bergetar menandakan satu pesan masuk.

“Donghae Oppa?’ gumam Yoona melihat nama si pengirim pesan.

Tak berapa lama Yoona segera bangkit dari duduknya lalu berjalan menuju kamarnya untuk berganti pakaian dan menemui Donghae.

 

Donghae mengetuk-ngetuk meja dengan jarinya sambil menunggu seseorang yang ingin di temuinya.

“Oppa” panggil seorang yeoja yang sangat Donghae kenal siapa pemilik suara itu. Donghae menengokkan kepala ke sumber suara dan sebuah senyum hangat menyambutnya.

“Maaf lama menunggu, tadi di jalan macet” seru yeoja tersebut yang siapa lagi kalau bukan Yoona. Yoona menarik kursi dan duduk berhadapan dengan Donghae.

“Gwenchanayo” ucap Donghae singkat sambil menunjukkan senyumnya.

“Oppa belum pesan minum?”

“Belum, aku menunggu mu. Kau mau pesan apa?’ tanya Donghae lalu memanggil seorang waiters wanita.

“Cappucino Oppa” jawab Yoona lalu si waiters wanita pun menulis pesanan Yoona.

“Aku juga cappucino” jawab Donghae memilih pesanannya. Tak berapa lama waiters itu pun pergi untuk mengambil pesanan mereka berdua.

“Oh Oppa, ada apa ingin menemui ku?” tanya Yoona memulai pembicaraan.

“Apa kau sedang sibuk yah?” tanya Donghae.

“Tidak, kebetulan aku sedang kesal berada rumah. Siwon tidak ada dia sudah kembali bekerja di kantor” ucap Yoona sambil jari-jarinya memainkan kotak tissue.

“Rupanya dia sangat sibuk sekali” ujar Donghae. Yoona hanya menganggukkan kepalanya sambil fokus memainkan kotak tissue dengan jari-jarinya.

Akhirnya pesanan yang di tunggu pun datang, Yoona segera meraih gelas cappucinonya dan meyesapnya sedikit.

“Yoona, aku mau pergi wamil” ujar Dongahe tiba-tiba. Yoona menaikan sebelah alisnya menatap Donghae dengan tatapan bingung.

“Maksud Oppa?’ tanya Yoona lalu menaruh gelas cappuniconya kembali.

“Aku mau berangkat wamil” kali ini Donghae memperjelas ucapannya. Yoona hanya terdiam sambil mencerna apa yang di katakan Donghae.

“Wamil?” ucap Yoona pelan. Donghae tersenyum lalu menganggukkan kepalanya “Usiaku sudah cukup untuk berangkat wamil, lagi pula kontrak ku dengan agensi ku sudah berakhir. Jadi aku memutuskan untuk pergi wamil sekarang” ujar Donghae lalu menyesap cappucinonya.

“Oppa ada sesuatu yang ingin aku katakan padamu?” ucap Yoona. Donghae hanya mengangguk sambil memperhatikan busa cappuccino yang ada di gelasnya.

“Jessica Eonni sangat mencintai mu” tutur Yoona pelan tapi begitu jelas terdengar di telinga Donghae sehingga membuat Donghae menatap Yoona terkejut.

“Beberapa bulan sebelum Jessica Eonni pergi dia menitipkan ini padaku” Yoona menaruh sebuah kotak berukuran sedang berwarna orange di hadapan Donghae. “Jessica Eonni bilang dia tidak boleh menyerahkan ini pada mu Oppa, tapi aku rasa kau juga harus mengetahuinya” lanjut Yoona. Donghae hanya terpaku manatap kotak orange itu dengan tatapan bertanya-tanya.

^^

Yoona merebahkan tubuhnya di ranjang, di pejamkan matanya lalu Yoona memijit pelipisnya yang terasa pusing. Malam sudah menunjukkan pukul 23.45 menit tapi Siwon juga tak kunjung pulang. Yoona terlihat kesal di buatnya, di tambah seharian ini Siwon sama sekali tak menghubunginya “Saat kita bertunangan dia tidak sesibuk ini. Tapi kenapa setelah menikah dia jadi super sibuk, bahkan tidak ada waktu untuk sekedar menelepon ku” runtuk Yoona kesal lalu kembali memejamkan matanya untuk tidur.

Yoona merasa jenuh terus berada di kamar, akhirnya dia memutuskan untuk bangun dan turun dari ranjang. Yoona berjalan menuju balkon dan berdiri sambil bertopang dagu.

Yoona melihat langit kota Seoul yang hitam pekat, tak ada satu bintang pun yang menghiasi.

“Kalau dia tidak pulang seharusnya dia menghubungi ku” runtuk Yoona yang kesal dengan suaminya itu. Yoona terus melamun sambil menatap langit malam.

“Kau belum tidur” sebuah suara terdengar jelas di telinganya. Yoona tahu siapa pemilik suara itu.

“Marah padaku?” lanjutnya yang tenyata adalah Siwon. Siwon memeluk Yoona dari belakang lalu menyandarkan dagunya di bahu Yoona. “Mianhae” ucap Siwon singkat tapi Yoona tak bergeming dia tidak memperdulikan Siwon sama sekali. Siwon melepas pelukannya lalu membuka jasnya, dia memakainya jas itu pada Yoona sembari memeluknya lagi dari belakang.

“Aku punya sesuatu untuk mu?’ bisik Siwon pelan. Lalu merogoh saku celananya.

“Taraa…..” Yoona melihat dengan seksama 2 lembar kertas yang Siwon pegang.

“Apa itu?” tanya Yoona heran.

“Siwon melepaskan tangan kirinya yang melikar di pinggang Yoona lalu kedua tanganya membuka salah satu kertas itu. Yoona membulatkan matanya sempurna saat melihat tulisan yang sangat jelas didepan matanya.

“Bulan…. Madu…. Keliling…… Eropa…..” Yoona mengeja tulisan yang terpangpang di kertas tersebut.

Siwon tersenyum lalu membalikkan tubuh Yoona. “Ne, bulan madu keliling Eropa kau suka?” tanya Siwon lalu memperlihatkan 2 tiket pesawat yang sudah ada di tangannya. Yoona masih memandang Siwon dengan tatapan tak percaya “Jadi….selama 2 hari ini kau sengaja menyiapkan ini untuk ku?” tanya Yoona memandang Siwon. Siwon menggelengkan kepalanya “Anio, buka 2 hari tapi 1 minggu” ucap Siwon yang membuat Yoona semakin tak mengerti.

“Tapi, kita baru menikah 2 hari?” tanya Yoona bingung.

“Aku menyiapkan ini sebelum kita menikah Choi Yoona, kau suka…eumm sekarang ayo senyum aku tidak suka wajahmu yang cemberut” ujar Siwon lalu mencubit pipi Yooan gemas.

“Kenapa kau tidak bilang dari awal mungkin aku tidak akan marah padamu” ucap Yoona lalu mengerucutkan bibirnya sebal.

“Hai Choi Yoona, jangan menggodaku seperti itu. Apa kau mau aku mencium mu di sini hah?” tantang Siwon.

“Yah Choi Siwon, kita memang sudah menikah tapi jangan seenaknya melakukan itu di sini” ketus Yoona yang membuat Siwon menatapnya intens.

“Ke…ke..kenapa menatap ku seperti itu?” tanya Yoona gugup.

“Kau panggil aku apa? Choi Siwon?” tanya Siwon sambil mendekati Yoona yang mundur berjalan kebelakang. Yoona menghentikan langkah kakinya lalu memandang Siwon yang semakin mendekat ke arahnya “Ne…w..waeyo?” tanya Yoona memberanikan diri.

Siwon menyilangkan tangannya di dada lalu mengulum senyum “Panggilan mu kepada ku kenapa selalu berubah-ubah?”

“Maksud mu?” heran Yoona.

Siwon melangkahkan kakinya satu langkah kearah Yoona “Saat malam pertama kau memanggil ku yeobo, panggilan itu begitu mesra sekali, kenapa kau tidak panggil aku seperti itu lagi” ucap Siwon dengan nada yang sedikit menggoda Yoona. Wajah Yoona bersemu merah saat mengingat malam pertamanya.”A…a..arayo y…..yeobo” kata itu terlontar dari mulut Yoona. Siwon tersenyum penuh kemenangan lalu tiba-tiba Siwon menggendong Yoona ala bridal style yang membuat Yoona terkejut dengan perlakuannya.

“Waeyo?” tanya Yoona memandang Siwon penuh tanya.

“Aku ingin mendengar kau memanggil ku Yeobo di tempat tidur” ucap Siwon lalu tersenyum menyeringai seperti menginginkan “sesuatu”. Tanpa menunggu lama Siwon segera berjalan menuju kamarnya.

^^

Ruangan kamar itu terlihat begitu rapi dan enak di pandang, jejeran figura menghiasi kamar minimalis itu. Figura satu di isi oleh photo 2 sejoli yang sedang tersenyum ke kamera dengan view menara Effel, figura 2 di isi oleh photo 2 sejoli yang juga tersenyum menghadap kamera dengan view kincir angin besar menandakan bahwa photo itu mereka ambil di Negara Belanda. Yah itulah sederetan photo bulan madu Yoona dan Siwon ke beberapa Negara Eropa yang sebenarnya masih banyak lagi terpasang di dinding kamar mereka.

Namun terdapat figura yang tergantung di dinding, figura tersebut cukup besar dan isi oleh photo seorang bayi yang sedang tersenyum manis menghadap kamera. Di sebelah photo bayi tersebut terdapat sebuah figura yang di isi oleh photo Yoona dan Siwon. Siwon sedang menggendong seorang bayi laki-laki yang kira-kira berusia satu setengah tahun dan Yoona yang tersenyum manis ke kamera. Yah photo itu mereka ambil saat liburan di pulau Maldives beberapa waktu lalu.

 

“Eomma…..” lenguhan bayi laki-laki yang sudah mulai terbangun dari tidurnya. Sang ibu yang tidur di sebelahnya langsung membuka matanya saat mendengar lenguhan manja dari anaknya.

“Annyeong anak Eomma, sudah bangun yah…” seru Yoona lalu mengucek-ngucek matanya yang masih terasa berat.

Bayi laki-laki itu segera bangun dari tidurnya lalu merubah posisi menjadi duduk “Appa…bangun…appa…” teriak bayi berusia satu setengah tahun itu tepat di telinga laki-laki yang dia panggil “Appa”

“Ahh Yongwon jangan ganggu Appa, Appa masih mengantuk” bayi yang bernama Choi Yongwon itu segara menindih tubuh ayahnya agar cepat bangun. “Yah.. Appa…. Palli….” rengek Yongwon sambil menarik-narik hidung Siwon yang merupakan Ayahnya.

“Yah…yah Appa bangun akhh kau menggangu saja” Siwon mendesah. Dengan mata yang masih terpejam dia terpaksa harus bangun.

“Eomma…Appa…?’ Yongwon memandang Yoona dan Siwon secara bergantian.

“Wae?” tanya Yoona lembut.

“Akhh Eomma tahu Yongwon ingin jalan-jalan kan?” tanya Yoona yang langsung di respon Yongwon dengan anggukan kepala penuh semangat.

“Arraseo sekarang Yongwon mandi, setelah itu sarapan dan kita pergi ke taman huburan” riang Yoona yang membuat putranya itu tersenyum lebar.

“YAH APPA WAKE UP…..….” Pekik Yongwon yang melihat Siwon kembali menjatuhkan tubuhnya untuk tidur.

“Oke..oke..my prince i know” ucap Siwon lalu segera memeluk tubuh mungil Yongwon dan kembali menjatuhkan tubuhnya ke ranjang. Siwon menggelitik perut anaknya itu sampai Yongwon berontak untuk melepaskan diri. Yoona hanya bisa tersenyum melihat tingkah ayah dan anak ini yang selalu seperti ini saat bangun tidur.

^^

Stella memandang gedung kantor polisi tempatnya di tahan selama 2 tahun terakhir. Kini 2 tahun telah berlalu dan Stella sudah bisa menghirup udara bebas, banyak pelajaran hidup yang dia dapatkan saat menghabiskan hari-harinya sebagai orang pesakitan. Stella memejamkan kedua matanya lalu menghirup oksigen sebanyak-banyaknya sehingga paru-parunya mengembang..

“Uhhhhh aku bebas…” Stella menghembuskan nafas sambil tersenyum lega.

“Saatnya aku memulai kehidupan baru ku” lanjutnya lalu secara perlahan dia mulai pergi meninggalkan gedung yang sudah 2 tahun di tinggalinya itu.

^^

Donghae mengemasi barang-barangnya, tugasnya untuk mengabdi kepada Negara telah usai selama 2 tahun. Kini dia tengah sibuk mengemasi kembali barang-barangnya di camp pelatihan.

“Donghae-ya ada yang menjemputmu” seru Eunhyuk yang merupakan temannya. Donghae menghentikan aktifitasnya lalu mengerutkan keningnya heran “Nuguya?”

Eunhyuk mengangkat kedua bahunya tanda tak tahu “ Mollayo, dia tidak menyebutkan namanya, sebaiknya kau temui dia aku duluan yah keluarga ku sudah menunggu ku” ujar Eunhyuk lalu pergi meninggalkan Donghae.

“Siapa yang mencari ku” gumam Donghae heran.

^^

Donghae keluar dari gerbang tempat dia di latih militer selama 2 tahun terakhir, dia begitu terlihat gagah dengan topi hitamnya serta ransel besar yang menempel di pungungnya. Donghae tersenyum melihat rekan-rekannya yang di jemput oleh sanak saudara mereka. Ada rasa sedih di hatinya karena tak ada satu orangpun yang meyambutnya saat dia berhasil menjalankan tugasnya selama 2 tahun mengabdi untuk Negara.

“Donghae Oppa…”

Donghae menghentikan langkah kakinya saat mendengar sebuah suara yang lama tak dia dengar, dengan ragu Donghae memutar badannya untuk melihat orang yang memanggil namanya.

Dan…..Dongahe tertegun melihat sosok yang sangat di rindukannya selama ini. Dia terlihat begitu cantik dengan mengenakan rok balon di atas lutut serta baju berwarna merah. Rambutnya masih sama seperti 2 tahun yang lalu, pirang dan panjang.

“S..s…sicca” tiba-tiba Dongahe tidak jelas melihat sosok Jessica yang berdiri di hadapannya, yah karena mata Dongahe sudah terhalang oleh buliran air matanya yang siap keluar.

“Jessica” gumam Donghae memastikan bahwa wanita yang kini tersenyum menatapanya adalah wanita yang selama 2 tahun tak bertemu dengannya. Perlahan Dongahe berjalan mendekati Jessica yang berdiri tak jauh di depannya.

“Benarkah kau…benarkah kau Jessica….”

“Ne…Oppa, aku Jessica”

“Jessica aku merindukan mu” Donghae tak kuasa lagi menahan kesedihan dan kerinduan di dalam hatinya dia memeluk tubuh Jessica erat lalu menangis di bahu wanita bermarga Jung itu.

“Oppa gwaenchanayo…” lirih Jessica menepuk-nepuk punggung Donghae.

“Bogoshipo Sicca…..bogoshipoyo..…” lirih Donghae disela-sela isakannya.

“Nado bogoshipo Oppa” ujar Jessica. Donghae langsung melepas pelukannya.

“Sicca, mianhae”

“Seharusnya aku yang minta maaf Oppa, karena aku telah meninggalkan mu begitu saja. Aku benar-benar minta maaf” ucap Jessica pelan.

“Anio kau tidak salah Jessica, aku yang bersalah aku yang telah menyakiti hati mu, maafkan aku”

“Sudahlah Oppa aku sudah memaafkan mu” jawab Jessica menunjukkan senyum terbaiknya.

“Sicca…saranghae, jeongmal saranghae. Maukah kau menerima ku kembali?’ tanya Donghae dengan linangan air mata di pipinya. Jessica menganggukkan kepalanya lalu merangkul tubuh Donghae. Kini giliran Jessica yang menangis di bahu Donghae “Oppa, nado saranghae…..terimakasih karena kau telah menunggu ku” ucap Jessica di barengi dengan isakan tangisnya.

Keduanya semakin mengeratkan pelukan, dan sama-sama manangis melepas kerinduan selama 2 tahun tak bertemu.

Dongahe hanya menganggukkan kepalanya lalu membalas pelukan hangat Jessica.

^^

Yoona bertopang dagu, dia sedang asik menyaksikan Siwon yang berlari-lari mengejar Yongwon di halaman. Seulas senyum tertarik dari kedua sudut bibirnya melihat betapa bahagianya Siwon dan Yongwon.

“Yah kena kau, ayo mau lari kemana lagi hah” Siwon mengangkat tubuh mungil Yongwon ke udara. Yongwon hanya tertawa riang di perlakukan seperti itu oleh ayahnya.

 

Stella memandang rumah kokoh Siwon dari sebrang jalan melalui jendela mobil taxi yang di tumpanginya. Rona bahagia terpancar dari wajahnya melihat kebahagiaan Siwon, Stella menyaksikan Siwon sedang berlari-lari mengejar anak kecil.

“Tampan sekali putra mu Siwon, kau benar-benar bahagia berada di samping Yoona. Maaf Siwon aku tidak sanggup bertemu dengan mu apalagi Im Yoona, aku adalah orang paling jahat di dunia ini. Siwon aku akan kembali lagi ke Amerika, sekali lagi maafkan aku dan semoga kau terus bahagia berada di samping Im Yoona selamanya”

Stella berbicara pelan sambil terus menyaksikan Siwon yang sedang bermain dengan putranya, kini Yoona juga sudah bergabung ikut bermain bersama Siwon dan Yongwon “Im Yoona, kau perempuan hebat aku iri padamu. Tapi aku yakin kau bisa membuat Siwon bahagia” Setelah mengucapkan kalimat itu Stella tersenyum lalu menutup kaca jendela mobil.

“Jalan pak” perintah Stella pada supir taxi. Dan tak berapa lama mobil taxi yang Stella tumpangi sudah mulai menjauh dari rumah Siwon.

^^

Yoona menidurkan putra kesayangannya dengan hati-hati supaya tidak membangunkannya, setelah itu Yoona menyelimuti Yongwon dengan bad cover. “Kau pasti lelah seharian bermain, tidurlah sayang” Yoona mengecup pipi Yongwon cukup lama. Setelah itu Yoona berjalan kearah pintu untuk keluar lalu menutup pintu secara perlahan.

Yoona melangkahkan kakinya kearah balkon rumah, malam ini memang tidak begitu dingin karena musim panas akan segera menghampiri bumi Korea Selatan. Yoona duduk di kursi sambil menyesap minumannya dengan nikmat, pandangannya menatap langit malam kota Seoul yang gelap. “Apa Yongwon sudah tidur?” bisik seseorang sambil melingkarkan kedua tangannya di leher Yoona. Yoona tahu betul siapa pemilik tangan kekar ini “Sudah, sepertinya Yongwon lelah karena seharian terus bermain” tutur Yoona lalu meletakan mug di atas meja. “Apa kau lelah yeobo?” tanya Siwon.

Yoona berfikir sejenak sebelum menjawab pertanyaan suaminya ini. “Eumm memangnya ada apa?’ tanya Yoona balik lalu memalingkan pandanganya pada Siwon.

“Emm….. kalau kau tidak lelah ayo kita buat adik untuk Yongwon” ujar Siwon sedikit berbisik

Yoona sedikit menimbang-nimbang permintaan suaminya ini, tapi apa boleh buat bagaimana pun juga dia harus “melayani” suaminya walau pun tubuhnya begitu lelah hari ini.

“Baiklah” jawab Yoona lalu di iringi senyuman tulusnya. Siwon tersenyum lalu melepaskan tangannya yang dari tadi melingkar di leher Yoona.

“Y..yeobo apa yang kau lakukan?” kaget Yoona dengan perlakuan Siwon yang tiba-tiba menggendongnya ala bridal style.

“Aku hanya ingin memanjakan istri ku saja” jawab Siwon lalu melangkah masuk kedalam.

“Tapi nanti ada yang lihat” ucap Yoona sedikt berbisik.

“Semua pelayan sudah tidur, jadi kau tidak usah takut yeobo”

“Tapi…..”

Perkataan Yoona di potong karena Siwon sudah membekapnya dengan sebuah ciuman, rupanya Siwon sudah memulai start terlebih dahulu sebelum Yoona memberikan aba-aba. Tanpa pikir panjang Yoona segera membalas ciuman Siwon yang kali ini sedikit agresif. Tangan Yoona meraih knop pintu lalu membukanya secara perlahan, setelah masuk kedalam Siwon segera menutup pintu kamar dengan kakinya. Tanpa melepaskan pautan bibirnya dengan sang istri.

Siwon merebahkan tubuh Yoona lalu melepaskan bibirnya untuk memberikan Yoona bernafas sejenak, Yoona membuka matanya sambil mengatur nafasnya.

“Malam ini akan panas sekali yeobo, apa kau siap?” tanya Siwon dengan nada sededuktif mungkin. Yoona hanya menganggukkan kepalanya pelan sebagai jawaban. Tak mau lama menunggu, Siwon kembali mencium bibir Yoona, ciuman itu semakin lama semakin dalam, lidah Siwon mulai menjelajahi rongga mulut Yoona sehingga menyebabkan Yoona mendesah pelan akibat permainan Siwon yang agresif ini.

Peluh mulai membasahi tubuh keduanya, di tambah ac yang tidak di hidupkan semakin membuat udara terasa panas.

Kembali Yoona mengeluarkan desahan yang terdengar merdu di telinga Siwon, Siwon semakin memperdalam ciumannya dan kini kedua tangannya pun tak tinggal diam mulai menjelajahi lekuk tubuh istrinya.

Dan……………malam pertama di musim panas pun di lewatkan dengan bercinta oleh kedua insan manusia ini

 

THE END

Bagaimana chapter end ini? Apa memuaskan? Apa happy ending?

Yeyeyeye akhirnya FF geje ini beres juga, ada yang senang FF ini beres, atau sedih karena FF ini beres? Oh yah aku udah siapin FF baru pengganti WITB castnya YoonWonHae “lagi” *eh maksudnya YoonWon ada yang mau baca???hohoho….

Jujur aku paling semangat nulis chapter ini, kenapa? Ya karena ini chapter akhir. Walaupun sedikit telat postingnya. Jeongmal mianhae readers, karena minggu-minggu kemarin aku lagi sibuk jadi gak ada waktu buat kirim e-mail ke admin gee.

Aku sudah berusaha semaksimal mungkin untuk chapter end ini, semoga endnya memuaskan dan tidak membuat readers kecewa. Tapi semuanya adilkan? *author banyak ceramah*

Aku juga mau mengucapkan banyak-banyak terimakasih kepada united yang sudah setia mengikuti FF geje ini dari chapter 1-12, dan selalu memberikan komentar di setiap chapternya baik itu saran, pujian, ataupun kritik sekali lagi aku mengucapkan terimakasih. Tanpa komentar dari united semua mungkin FF ini gak bakal beres sampai chapter akhir.

SPECIAL FOR ADMIN GEE: Jeongmal Gomawo sudah mau posting FF ku yang geje ini, dan maaf aku selalu merepotkan heheheh…..

United sampai berjumpa di FF ku yang lainnya….Annyeong……J *bow bareng semua cats di FF ini*

Tinggalkan komentar

219 Komentar

  1. Cha'chaicha

     /  November 1, 2014

    yey happy ending, semua berakhir bahagia, dah deg degan aja diawal ku kira yoona eonni bnr” meninggal ternyata cuma mimpi…

    Balas
  2. Ai juariah

     /  November 3, 2014

    Wah….happy ending…bahagianya…jadi ikutan bahagia moga az mereka real….

    Balas
  3. Akhirnya happy ending…..
    Awalnya tadi ngira kalo yoona eonni itu meninggal -,- 😂😂 daebakk eon
    Lanjutkan dgn yg lainnya 😘😚😙

    Balas
  4. Waduh sempet kaget baca awal chapternya kirain bakalan sad ending…
    Puas banget deh,keren abis Ga nyesel deh bacanya
    Ditunggu FF keren lainnya eonni..

    Balas
  5. Yeeee akhirnya skrg bisa baca lengkap Ga ada chapter yg dilewat.seneeeeng banget.
    Makasih nita pw nya dan FF nya keren Ga bikin bosen meskipun baca berkali2.
    Ditunggu FF keren lainnya…

    Balas
  6. jessica natasya

     /  Agustus 4, 2015

    Bagus sihhh, tp kok part HaeSica digantung sih?? Kurang asyik jdnya walaupun gk gantung2 amat. But all over its good😊

    Balas
  7. yeay happy ending…baca part haesica terharu banget…yoonwon udah married nih..stella juga udah keluar..cie yongwon mau punya dongsaeng

    Balas
  8. YoongNna

     /  Desember 29, 2015

    Akhrnya yoonwon hidup dg bhagia..

    Balas
  9. park ra chan

     /  Desember 30, 2015

    Daebak……
    Happy ending…

    Balas

United, Leave a Coment Here

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: