[3S] Hello Baby (My Dad with Your Mom are Mate) 1

[3S] Hello Baby (My Dad With Your Mom are Mate)

GEE Storyline

***

Chapter 1

“Yeobeoseyo?… ne.. algeseumnida.. aku akan segera sampai di kantor satu jam lagi… tidak usah sajangnim, aku sudah melesaikan semuanya dan siap untuk di presentasikan… ah, ne”, seorang wanita menutup panggilan dari ketua manager di kantor nya tempat ia bekerja dengan senyuman yang terkesan dibuat-buat. Refleks ia melempar ponselnya ke sofa dan berkacak pinggang. Oh hampir gila‼!

 

Exp: Im Yoona, berusia 30 tahun. Janda beranak satu, suaminya telah meninggal dunia akibat kecelakaan 4 tahun yang lalu.

“Eommaaaaa….”, tak lama tiba-tiba terdengar suara tangis dari kamar putranya.

“Ah, apa lagi ini?”, gumamnya mengela nafas berat lalu melangkah kearah pintu kamar. “Iya sayang, ada apa?”, tanyanya menghampiri seorang anak laki-laki yang tengah mengguling-gulingkan diri diatas tempat tidur dengan tangis yang tak kunjung berhenti.

 

“Leo, berhenti menangis. Sekarang sudah waktunya berangkat kesekolah. Ayo anak pintar, bangun”, Yoona mencoba menggendong putra semata wayangnya itu lalu membawanya kekamar mandi.

“Kenapa menangis sayang?”, tanya Yoona sambil berjalan.

“Eomma, tadi aku mimpi buruk”, cerita Leo dengan manjanya masih dalam gendongan Yoona.

“Tidak apa-apa, itu kan hanya mimpi. Eomma ada disini”, ujarnya seraya menyeka air matanya lalu menutup pintu kamar mandi.

***

Seorang pria tengah tertidur begitu lelap di kamarnya yang masih terlihat gelap akibat gorden kamar yang bahkan masih tertutup, padahal jam sudah menunjukkan pukul 8. Beberapa saat kemudian seorang anak perempuan berkepang dua berlari memasuki kamar lalu menaiki tempat tidur.

Ia terdiam sesaat, pria yang ia lihat sekarang memang benar-benar tengah tertidur dengan damai. Kemudian sang anak semakin mendekat lalu mencium kening sang ayah.

“Appa, irona palli!”, ujarnya dengan lembut.

Tak butuh panggilan beberapa kali, ayah anak ini membuka matanya perlahan lalu tersenyum.

 

(Exp: Choi Siwon, berusia 34 tahun. Status nya single… parents ._. Ia bercerai dengan istrinya dua tahun yang lalu karna ketidak cocokkan. Mantan istrinya terlalu disibukkan dengan pekerjaan.)

“Lauren-ah”, sapanya lalu mencoba untuk bangkit dan mengubah posisinya menjadi duduk.

“Selamat pagi appa”, sapa Lauren dengan gaya imutnya.

“Aigooo… yepputaaa”, Siwon mengangkat tubuh Lauren tinggi-tinggi membuat gadis kecil itu tertawa begitu renyahnya.

Beberapa saat ia pun menuruni tubuhnya masih dalam gendongan Siwon. “Lauren sudah mandi?”, tanyanya dan Lauren mengangguk. “Sudah makan?”, tambah Siwon dan lagi-lagi putrinya itu hanya menjawab dengan anggukan kepala. “Huah, benar-benar anak appa yang paling pintar”, Siwon merapikan rambut sang anak dengan gemas.

“Appa, cepatlah mandi dan sarapan juga. Appa harus segera mengantarkan Lauren ke sekolah”, ucapnya polos.

Siwon tertawa, “Baiklah tuan putri. Appa akan mandi dan sarapan dengan kilat. Sekarang, Lauren tunggu dibawah dengan bibi Yong, ne?”.

“Araso appa”, jawab Lauren tersenyum manis. Karna tak tahan melihat kelucuan putrinya itu Siwon pun mencium pipinya berkali-kali membuat Lauren kembali tertawa. Kemudian ia turunkan tubuh mungil Lauren dari gendongannya.

“Tunggu dibawah ya”.

Lauren mengangguk lalu berjalan keluar kamar, sementara Siwon mengambil handuknya di sudut ruangan lalu pergi membersihkan diri.

***

Yoona menuntun tangan Leo saat keduanya baru memasuki gerbang sekolah playgroup dimana putranya itu bersekolah. Leo terlihat begitu lucu dengan seragam sekolah berwarna biru bercorak kotak-kotak dan tas gendong bergambar tokoh-tokoh di film Finding Nemo kesukaannya. Sementara Yoona seperti biasa terlihat elegant dengan penampilannya, kemeja hitam dibalut blazer cream muda membuat ia terlihat semakin anggun.

Disaat mereka tengah berjalan santai tiba-tiba sebuah mobil hitam berhenti tepat dibelakang keduanya membuat mereka terkaget seraya menghentikan langkah dengan bersamaan lalu menoleh kebelakang.

Tak lama sang pemilik  mobil keluar dari dalamnya bersamaan dengan seorang gadis kecil yang berpakaian sama percis dengan seragam Leo. Sesaat keluar dari mobil Lauren langsung berlari menghampiri Leo.

“Annyeong”, sapa Lauren tersenyum lebar yang tentu dibalas oleh Leo.

“Lauren, kita masuk bersama-sama ne?”, ajak Leo. Lauren setuju, mereka berpegangan tangan berjalan bersama memasuki sekolah mereka tanpa menghiraukan orangtua masing-masing.

Siwon dan Yoona bergedik geli melihat sikap anak-anak mereka, lalu mata keduanya bertemu.

Siwon melepas kacamatanya seraya memamerkan senyuman genitnya. “Annyeonghaseyo nona Im”, sapanya.

Yoona hanya berdengus jijik melihatnya tanpa menjawab lalu berjalan dengan dingin kearah mobilnya. Siwon menggelengkan kepala sambil tertawa geli melihat tinggah judes Yoona, lalu kembali masuk kedalam mobilnya dan mengikuti mobil Yoona dari belakang.

Yoona tengah fokus mengendarai mobilnya menuju kantor, tiba-tiba ponselnya berbunyi. Ia segera memakai earphone lalu mengangkat panggilan.

“Ye sajangnim, aku sedang dalam perjalanan. 5 menit lagi pasti sampai…. Ne…. Araso”.

Ia menghela nafas lalu melihat jam tangannya sekilas. “Huh, jangan sampai terlambat”. Ia tancap gas semakin kencang, namun tiba-tiba saja kecepatan mobilnya semakin lambat sampai akhirnya terhenti ditempat.

“Ada apa ini?”, gerutu Yoona panik, pasalnya sudah tak ada waktu lagi untuknya. Beberapa menit lagi akan dilakukan meeting dan bahan yang akan di presentasikan berada padanya.

Yoona keluar dari mobil untuk memeriksa mesin mobilnya. Ia kebingungan sendiri, jujur saja ia sama sekali tak mengerti soal mesin.

Beberapa saat kemudian sebuah mobil yang lewat menghidupkan klakson nya lalu berhenti tepat didepan mobil Yoona. Choi Siwon—sang pemilik mobil keluar lalu berjalan menghampiri Yoona.

“Perlu bantuan?”, tanyanya yang sontak saja membuat Yoona kaget melihat Siwon yang sudah berada tepat disampingnya sekarang.

“Tidak terimakasih”, tutur Yoona dengan dingin tanpa balik menoleh dan hanya menatap mesin mobil dengan pandangan bingung.

Tiba-tiba Siwon tertawa, “Yoona-ssi, dalam keadaan seperti ini kau masih saja bersikap jaim padaku”, ucapnya dengan nada menggoda membuat Yoona semakin kesal dan tetap tak menghiraukannya. Siwon lirik jam ditangannya kemudian berkata, “Omo, sudah pukul 10 kurang. Meeting akan dimulai 15 menit lagi ya, sepertinya aku harus segera pergi. Im Yoona-ssi, aku duluan ya.. bisa gawat jika sampai terlambat”, tambah Siwon sok-sok-an tengah terburu-buru.

Yoona menggigit bawah bibirnya dengan bingung, mobilnya pasti harus dibawa ke bengkel, sedangkan ia sudah tak punya banyak waktu lagi. Melihat Siwon yang mulai berjalan kearah mobilnya Yoona pun berteriak.

“Choi Siwon-ssi‼”.

Refleks Siwon tersenyum masih memalingkan wajah dari Yoona, kemudian ia berbalik sambil mengubah ekspresinya menjadi datar. “De? Waegeurae?”, tanyanya sambil memasukkan kedua tangannya kedalam saku celana.

“Aku..

***

“Tolong kirim mobil derek ke jalan ****, disana ada mobil bmw merah yang mogok. Sore nanti aku kesana… ne, terimakasih”, Siwon melepas earphone nya sambil tetap fokus menyetir. Ia lirik kearah sampingnya, Yoona terlihat bad mood sambil menoleh kearah jendela mobil.

“Tak mengucapkan terimakasih? Keterlaluan sekali”, ketus Siwon membuat pandangan Yoona beralih padanya.

“Arayo, gomapta”, timpal Yoona dengan singkat membuat Siwon tersenyum geli.

Kurang lebih setengah jam menempuh perjalanan akhirnya keduanya sampai di tempat mereka bekerja. Mereka memang bekerja di sebuah perusahaan periklanan yang sama, namun sepertinya hubungan mereka terlihat kurang baik dan tak akur. Sering terjadi pertengkaran kecil layaknya anak-anak.

Setelah memparkirkan mobil di pakiran yang di khususkan untuk karyawan keduanya keluar mobil lalu berjalan beriringan walau sedikit menjaga jarak.

Eunhyuk, yang juga salah seorang karyawan disana terlihat sedikit kaget saat melihat Yoona keluar dari mobil Siwon. Mereka berangkat bersama? Pikirnya tak percaya.

“Yah! Apa yang sedang kau lihat? Serius sekali..”, gertak Donghae tiba-tiba.

Eunhyuk menarik leher Donghae dengan lengannya, “Lihatlah! Si ‘Duda Kece’ dan ‘Janda Manis’ berangkat ke kantor bersama”.

“Benarkah? Kau yakin mereka berangkat bersama? Mustahil sekali”, ujar Donghae pelan. Keduanya begitu terfokus mengintipi Siwon dan Yoona yang tengah berjalan kearah pintu masuk kantor.

“Kau pikir aku berkata bohong? Tadi aku lihat Yoona keluar dari mobil Siwon”.

Beberapa saat kemudian Yoona dan Siwon masuk ke arah lobby kantor membuat EunHae langsung berdiri tegap dan berjalan dengan senyuman aneh mencoba bersikap biasa-biasa saja.

“Annyeong Siwon-ssi, Yoona-ssi”, sapa keduanya sambil menundukkan kepala. Merasa tak biasa Yoona dan Siwon saling bertatapan heran dan hanya balik menyapa.

Tak lama seseorang berteriak, “YOONA-SSI, KAU DIPANGGIL SAJANGNIM‼”, teriak Kangin dari arah lift.

Keempatnya menoleh, Yoona pun balik menjawab. “ARASO!”.

“Semuanya aku duluan”, pamit Yoona menunduk yang di susul oleh anggukan kepala dari EunHae. Yoona segera menghampiri Kangin lalu keduanya masuk kedalam lift.

Sementara Siwon yang tanpa sadar tengah melihat kepergian Yoona langsung di gertak oleh Eunhyuk. “Choi Siwon, katakan padaku dengan jujur. Tadi kalian berangkat bersama bukan?”.

“Euh? Kenapa kau tahu?”, timpal balik Siwon heran.

Eunhyuk tersenyum menyeringai, “Hhh.. tentu saja, aku ini indigo, melihat aura kalian saja pagi ini aku sudah mengetahuinya”.

Tiba-tiba Donghae menggetok kepala Eunhyuk lumayan keras, “Indigo apa? Matamu yang suka kau pakai untuk mengintip dan mulut yang pintar merumpi itu?”.

“Aish Lee Donghae‼”, Eunhyuk menatap kearah Donghae layaknya seekor badak yang tengah mengamuk.

“Astaga, kalian berdua ini begitu kekanak-kanakkan”, Siwon yang baru saja akan melangkah langsung ditahan kembali oleh keduanya.

“Heh, kau belum selesai kami introgasi”, tahan Eunhyuk. “Kenapa bisa kau berangkat bersama dengannya?”.

“Apa perlu aku jawab? Sudahlah, ini bukan sesuatu yang penting”.

“Heh, tunggu dulu. Kalian kencan ya?”, tanya Donghae dengan tatapan innocent nya.

“Mwo?”, Siwon terbelalak mendengar pertanyaan aneh itu. Detik itu juga ia langsung tertawa, “mana mungkin aku berpacaran dengan wanita seperti dia”.

“Sesuatu hal didunia ini tak ada yang tak mungkin Choi Siwon”, ucap Donghae terlihat serius.

“Ya, aku setuju dengannya”, tambah Eunhyuk.

Lagi-lagi Siwon tertawa, “Yak duo badut Eunhae [?], ucapan kalian lama-lama semakin ngawur saja. Sini biar aku jelaskan secara rinci, tadi saat aku selesai mengantarkan putriku ke sekolah aku melihat Yoona tengah berteriak-teriak histeris minta tolong. Sontak saja aku kaget, langsung ku hentikan mobilku lalu menghampirinya. Kutanya, ‘Yoona-ssi, kau kenapa?’. sesaat melihat ku matanya langsung berbinar-binar, segera ia menghampiriku dan melingkarkan tangannya pada lenganku dengan manja…”.

“Dia memegang lenganmu?”, tanya Eunhyuk seperti orang bodoh.

Dan dengan pintarnya Siwon mengangguk mengiyakan kemudian lanjut bercerita, “Ya, dan kemudian ia berkata, ‘Oppa, mobilku tiba-tiba saja tak bisa dihidupkan. Bagaimana ini? Bantulah aku oppa, bolehkah aku ikut denganmu’, pintanya begitu memelas”.

“Di..dia memanggilmu oppa?”, tanya Donghae membulatkan matanya sempurna.

Lagi-lagi Siwon mengangguk, “Aku tak langsung menjawab, tapi tiba-tiba saja dia memegang kedua tanganku sambil berkata, ‘Oppa, apapun akan ku lakukan jika kau mengijinkanku untuk ikut bersamamu’. Ia benar-benar menggodaku saat itu, bahkan ia sempat mengemut bibirnya seksi sampai basah dan membuka satu kancing kemejanya”.

“Lalu… lalu apa yang terjadi?”, sepertinya Eunhyuk kelewat penasaran. Pandangannya itu yang sangat ‘yadong’. -_-

“Tentu aku menahan diri, bagaimanapun juga aku ini adalah pria baik-baik. Aku hanya mengiyakan permintaannya, jadi kami pun berangkat bersama. Hanya itu saja”, ujar Siwon membanggakan dirinya.

Tiba-tiba seseorang memegang pundaknya dari belakang, “Pintar sekali kau mengarang cerita Choi Siwon”.

Merasa kenal dengan suara itu Siwon langsung berbalik dan..

BLUK~

Tepat sebuah kempalan tangan mendarat dengan mulus kearah perut Siwon. Im Yoona pemilik tangan itu..

“Mana kunci mobilmu? Proposalku ketinggalan disana”, pinta Yoona dingin sambil berkacak pinggang.

Sementara Siwon yang tengah menahan sakit dan ditahan oleh Eunhyuk dan Donghae langsung menyodori kunci mobilnya pada Yoona tanpa berkomentar.

Yoona meraihnya dengan kasar. Setelah mendapatkan apa yang ia mau Yoonapun pergi keluar kantor menuju parkiran tempat mobil Siwon terparkir.

“Ah tuhan, perutku”, ringik Siwon saat merasakan sebuah denyutan hebat disekitar perutnya.

“Itulah balasan akibat kau membohongi kami berdua. Choi Siwon bodoh”, gerutu Donghae.

“Hkk… dia benar-benar wanita liar”, erang Siwon menatap kepergian Yoona.

“Liar maksudmu?”, tanya Eunhyuk.

“Kau tak lihat betapa galaknya dia melebihi seorang atlit sumo? Hhh sakit sekali”.

“Tubuhmu besar tapi bisa kalah oleh seorang wanita saja, hh payah sekali. ayo kita keruanganmu”, gerutu Eunhyuk seraya menbantu memapah Siwon bersama Donghae tentunya.

“Aku yakin dulu saat ia bercerai dengan suaminya dikarnakan kasus KDRT”, ucap Siwon mulai ngawur. “Tak bisa dibayangkan, mengerikan sekali”.

“Jangan berkata seperti itu, hati-hati kau malah jatuh hati padanya”, ketus Donghae.

“Tidak mungkin, dia bukan tipeku”.

***

Siwon begitu serius didepan layar komputer sambil mengetik beberapa lembar kerjanya. Tak lama seseorang menyimpan sebuah kunci mobil diatas mejanya. Siwon mendongakkan kepala, terlihat Yoona yang tengah melipatkan tangannya didada serasa enggan untuk melihat kearahnya.

Siwon melepas kacamatanya, “Yak! Kau tak bertatak rama sekali, jika ingin mengembalikan sesuatu yang telah dipinjam kembalikanlah dengan baik dan lembut”, gertaknya.

“Terserah apa maumu, sekarang beri aku alamat tempat bengkel yang membawa mobilku”, ucap Yoona.

“Tidak tahu, cepatlah keluar. Aku sibuk”, jawabnya kembali menatap layar laptop.

“Yah Choi Siwon, jangan seperti itu. Aku harus segera menjemput anakku”.

Siwon kembali mendelangah kearah Yoona lalu ditatapnya jam yang berada diatas meja. “Kuberikan kau satu syarat untuk bisa mendapatkan alamat bengkel yang kau maksud”.

“Syarat? Untuk mendapatkan alamat saja kau sampai memberiku syarat? Oh bodoh sekali”, gerutu Yoona kesal.

“Yasudah jika kau tak mau”.

“Ah baiklah-baiklah. Apa syaratnya?”.

“Kau tahu kan aku masih banyak kerjaan disini, jadi aku ingin memintamu untuk menjemput anakku juga”.

“MWOYA?”.

“Waegeurae? hanya menjemput saja, lagipula anak kita satu sekolah dan bahkan satu kelas bukan. Hhe, setelah itu anakku pasti perlu makan siang, jadi kau ajak dia pergi ke restoran ya”, ujar Siwon tersenyum nakal. “Sepertinya aku harus segera memberikan laporanku pada manager, aku tinggal dulu. Jangan lupa dengan amanatku ne? Aku akan menyusul kalian nanti. Oh iya lupa, kau membawa ke restoran disamping kantor kita saja ara? Biar aku tak repot membawa anakku nantinya”, ia berjalan keluar ruangan sambil tersenyum penuh kemenangan.

Sementara didalam Yoona terlihat begitu geram, ia menghentak-hentakkan kakinya frustasi. “Dia bilang hanya menjemput saja…? Oh michosso.. michosso.. MICHOSSOOOO”.

***

Setelah mengambil mobilnya dari bengkel Yoona langsung pergi ke sekolah anaknya. Di gerbang sana sudah terlihat banyak orangtua murid yang menjemput anak mereka dan mulai bertebaran keluar pintu masuk.

Membuat Yoona sedikit kewalahan untuk mencari putranya. Akhirnya ia meminta bantuan kepada seorang guru disana. Tanpa membuang waktu lama ia pun bertemu Leo yang tengah bermain bersama teman-teman laki-lakinya.

Sesaat melihat Yoona, Leo langsung berlari kearahnya, “Eomma datang”, teriaknya lalu memeluk Yoona.

“Ah anak eomma yang tampan ini, sudah lama menunggu?”.

“Aniyo eomma”, jawab Leo menggeleng.

“Baiklah”. Lalu pandangannya kembali berputar ke arah sekitar mencari seseorang.

“Eomma, ayo kita pulang”, ajak Leo menarik tangan eomma nya itu.

“Sebentar, Lauren dimana?”.

“Kenapa eomma mencari Lauren?”, tanya Leo yang semakin dibuat bingung.

Yoona berjalan kedalam kelas Leo sambil menuntun tangannya. Ia melihat di bangku baris kedua dekat tembok sana Lauren yang sedang membereskan buku-bukunya. Seketika Yoona memanggilnya. “Lauren-ah”.

Lauren menoleh, ia langsung mengambil tas nya lalu berjalan menghampiri.

“Waegeurae ahjumma?”, tanyanya dengan pandangan bingung.

“Lauren pulang bersama ahjumma ne? Appamu masih di kantor dan tak bisa menjemput Lauren”, jelas Yoona.

Lauren terdiam sesaat, ia alihkan pandangannya pada Leo.

“Ayo Lauren kita pulang bersama”, ajak Leo. Sedetik kemudian Lauren pun mengangguk setuju.

Kurang lebih setengah jam akhirnya ketiganya sampai disebuah restoran bergaya Amerika disekitar wilayah yang tak jauh dari kantor Yoona dan Siwon. Setelah memparkirkan mobilnya Yoona pun menyusul berjalan menghampiri Leo dan Lauren yang tengah menunggunya didepan restoran.

“Ayo kita masuk”, ujar Yoona sambil tangan kanannya menuntun tangan Leo sedangkan tangan yang satunya lagi menuntun Lauren. Mereka bertiga masuk kedalam restoran beriringan.

Saat acara makan siang bersama—Leo dan Lauren malah bertengkar, Leo selalu merebut semua makanan milik Lauren. Hal itu tentu sama membuat Lauren kesal, ia mencoba untuk merebutnya kembali dari piring milik Leo namun Leo malah balik marah dan memukul Lauren.

Yoona mencoba memisahkan keduanya, ia menggendong Lauren kedalam pangkuannya. “Leo-ya, jangan seperti itu. Lauren kan perempuan”, ucap Yoona memarahi putranya itu. Lauren sudah hampir menangis saat itu. “Mana yang sakit Lauren?”, tanyanya lembut.

Sementara Leo terlihat sangat kesal saat ibunya itu lebih perhatian pada Lauren dibanding dirinya. Ia menyilangkan kedua tangannya dengan wajah cemberut.

Yoona yang sudah mengerti dengan gelagat anaknya itu langsung duduk disamping Leo masih menggendong Lauren, “Leo jangan seperti itu. Ayo minta maaf pada Lauren!”.

Leo mengangkat pundaknya tanda tak mau, “Baiklah, jika Leo tak mau berarti eomma tak akan membelikan Leo mainan lagi”.

Mendengar ancaman dari Yoona, Leo pun akhirnya luluh. “Araso, mianhae Lauren”, ucapnya.

“Ayo bersalaman”, titah Yoona. Leo mengulurkan tangannya yang disambut welcome oleh Lauren. Mereka bersalaman cukup lama sambil saling tukar tawa.

Yoona tersenyum sambil geleng-geleng melihat tingkah mereka.

Tak lama seseorang langsung duduk disamping Yoona sambil mengangkat tubuh Leo—membiarkannya duduk dipangkuannya. Seketika pandangan ketiganya teralihkan.

“Appa”, teriak Lauren yang saat itu masih duduk dilahunan Yoona.

Sementara Leo yang masih kaget hanya berdongak kearah Siwon yang tengah memeluk pinggangnya. Ia sedikit ketakutan kelihatannya, segera ia alihkan tatapannya pada Yoona seperti meminta tolong.

“Kita seperti sedang bertukar anak saja”, ketus Siwon memecahkan keheningan.

Tanpa banyak berkata segera Yoona mengembalikan Lauren pada Siwon sementara ia membawa anaknya dari pangkuan Siwon. “Kenapa baru datang? Kau sengaja ingin membuatku kerepotan hah?”, kesal Yoona.

“Galak sekali. Jika memang iya lalu kenapa? Lagipula mengerjaimu itu ternyata sangat menyenangkan”, jawab Siwon dengan senyuman jahil dan tentu saja semakin membuat Yoona naik darah.

“Terserah”.

Tanpa mereka sadari anak mereka memperhatikan perbincangan keduanya. “Eomma sendiri tadi yang mengatakan jangan bertengkar. Tapi kenapa sekarang eomma malah jadi bertengkar dengan Siwon ahjussi?”, tanya Leo dengan polosnya.

“Euh..?? Eomma…”, Yoona sudah tak tahu lagi harus menjawab apa.

“Tidak Leo, eomma mu dan ahjussi hanya sedang akting saja. Kami ini adalah teman dekat, jadi mana mungkin bertengkar.. ya kan?”, tiba-tiba Siwon merangkul pundak Yoona dengan senyuman genitnya membuat mata  Yoona melotot sempurna. Siwon memberikan isyarat sambil mengedipkan sebelah matanya. Agar Leo dan Lauren dapat percaya, Yoona pun tersenyum dengan dibuat-buat.

“Iya, mana mungkin bertengkar”.

“Appa dan Yoona ahjumma seperti orang yang sedang berpacaran saja”, ucap Lauren yang sukses membuat keduanya saling menjauh.

Karna suasana yang mulai tak mengenakan [?], Yoona pun segera berdiri lalu menarik tangan Leo dan Lauren. “Lebih baik segera pulang saja. Ini semua belum ku bayar, oleh kau saja ya. Lagipula aku belum gajihan. Leo, Lauren, ayo kita tunggu diluar”,

Siwon termanga melihat Yoona yang sudah menuntun Leo dan Lauren kearah pintu keluar.

“Apa hubungannya mentraktir dengan gajihan? Yah Im Yoona, kenapa jadi aku yang harus membayar ini semua?”, teriak Siwon.

Namun Yoona berpura-pura tak mendengar dan lanjut melangkah keluar.

Donghae, Eunhyuk, Sooyoung, dan Yuri barusaja hendak pulang bekerja. Mereka berjalan beriringan keluar melewati lobby kantor. Sesampainya di halaman..

“Hari ini bagaimana jika pergi menonton? Kulihat banyak sekali film baru yang bagus”, tanya Eunhyuk.

“Ah benar, ayo kita refreshing sedikit dengan jalan-jalan. Sudah lama rasanya”, jawab Sooyoung bersemangat.

Namun Donghae dan Yuri hanya terdiam daritadi.

“Umm… aku sepertinya tidak bisa ikut. Hari ini akan mengantarkan istriku kerumah ibu mertua. Kalian bertiga saja yang pergi, mungkin lain kali”, ujar Donghae.

Yuri bertimpal, “Aku juga tidak bisa. Suamiku akan pulang cepat, jadi harus lebih dulu datang kerumah. Maaf”.

“Kalian ini tidak seru sekali”, gerutu Sooyoung melipatkan tangannya didada.

“Tak usah kecewa seperti itu, kan masih ada aku”, ketus Eunhyuk dengan tatapan menggoda.

Sooyoung mendelik, “Tidak usah repot-repot. Aku sudah kapok diajak ke bioskop olehmu jika harus menonton film yang liar [?] seperti waktu itu”.

“Aish Choi Sooyoung”, Eunhyuk menggerak-gerakkan bibirnya kesal.

“Sudahlah, kalian benar-benar kekanak-kanakkan sekali. Jadi pergi tidak?”, tanya Donghae menghentikan perdebatan diantara mereka.

Dengan cepatnya Sooyoung menggelengkan kepala. “Tidak. Jika kalian tak ikut berarti aku juga tidak”.

“Yasudah, lagipula aku juga tak mau mengajakmu”, timpal Eunhyuk lagi.

“Ish benar-benar membuat kepalaku pusing saja”, ringis Yuri memegang kepalanya menanggapi tingkah keduanya.

“Tunggu, itu Yoona kan?”, ujar Donghae tiba-tiba sambil mengarahkan pandangannya kearah restoran diujung sana. Pandangan Sooyoung, Eunhyuk, maupun Yuri pun ikut teralihkan. Terlihat Yoona yang baru keluar restoran sambil menuntun dua anak. “Kukira ia punya satu putra, lalu siapa gadis kecil yang satunya lagi itu?”.

Tak selang beberapa lama seorang pria ikut menyusul keluar, dan mereka yakini dan bisa dipastikan dengan benar bahwa pria itu adalah.. “Choi Siwon??”.

“Wah..wah..wah.. ada apa ini?”, Eunhyuk mulai heboh sendiri.

“Anak laki-laki itu memang benar anak Yoona, dan gadis kecil yang satunya bisa ku pastikan adalah anak Siwon”, ucap Yuri.

“Mereka pergi makan siang bersama, kompak sekali”, kali ini Sooyoung pun ikut berujar.

“Ini bukan kompak, tapi memang disengaja. Aku sudah mengira semua ini. Tadi pagi mereka berangkat ke kantor bersama, dan tadi Yoona sempat ijin untuk pulang lebih awal, kalian juga lihat tadi Siwon terlihat terburu-buru sekali, ternyata sudah janjian bertemu. Si ‘duda kece’ itu memang sedang kencan dengan si ‘janda manis’”, tambah Eunhyuk mulai main simpul sendiri.

“Bahkan sekarang mereka sudah saling akrab dengan anak masing-masing. Kupastikan sebentar lagi undangan pernikahan akan segera tiba”, ucap Donghae ikut-ikutan.

Yuri dan Sooyoung menatap aneh kearah keduanya. “Kalian ini pria tapi senangnya merumpi seperti perempuan”, ketus Sooyoung.

“Siapa yang sedang merumpi, kami sedang mengatakan kebenaran. Jika tidak percaya lihat saja nanti”, seru Eunhyuk dengan nada menantang.

***

“Appa..”, suara gadis kecil itu tiba-tiba terdengar memecahkan keheningan saat Siwon tengah terduduk santai di balkon kamarnya. Segera Siwon menengok kebelakang, senyumannya langsung mengembang seketika seraya mengangkat tubuh gadis kecil itu dan melahunnya.

“Tuan putri appa belum tidur kah? Lauren belum mengantuk?”, tanya Siwon menatap gemas.

Lauren menggeleng, “Malam ini Lauren ingin tidur bersama appa”, jawabnya bergelayut manja sambil menenggelamkan kepalanya kedada bidang milik Siwon.

“Tumben sekali, Lauren kenapa?”.

“Lauren merindukan eomma. Appa bilang eomma pergi ke Amerika hanya sebentar, tapi kenapa eomma tak datang juga menemui Lauren. Apa eomma sudah tak sayang lagi pada Lauren?”, ujar Lauren menatap appa nya lekat-lekat menunggu jawaban.

Sementara Siwon dibuat bisu, mulutnya mendadak tak bisa mengeluarkan sepatah kata pun.

“Appa, kenapa hanya diam. Kapan eomma pulang?”, tutur Lauren kembali membuyarkan lamunan Siwon.

Siwon menghela nafasnya dalam-dalam, lalu balik menatap Lauren sambil tersenyum. “Lauren, dengarkan appa. Eomma mu pasti sangat menyayangi Lauren, hanya saja eomma punya kesibukan sendiri, jadi tak bisa menemui Lauren untuk waktu-waktu sekarang”.

“Lalu kapan Lauren bisa bertemu dengan eomma lagi?”.

“jadi Lauren begitu ingin bertemu dengan eomma?”. Lauren mengangguk sigap menyusul pertanyaan dari appa nya itu. “Baiklah, besok appa akan menelphone eomma dan meminta untuk segera menemui Lauren secepatnya”.

“Appa janji?”, tanya Lauren membuktikan.

Siwon mengangguk pasti. Wajah murung Lauren pun hilang seketika dan tergantikan oleh senyuman manisnya.

“Sudah larut, sekarang waktunya tuan putri ini untuk tidur”, Siwon mengangkat tubuh Lauren tinggi-tinggi seraya berlari memasuki kamar membuat Lauren tertawa begitu renyah.

“EOMMAAAAAA…”.

Teriakan itu kembali menerjang gendang telinga Yoona untuk kesekian kalinya. Ia hampir frustasi, tak ada selembaranpun pekerjaannya yang dapat ia selesaikan akibat ulah putra nya yang super duper aktif itu.

“Leo-yang, cepatlah tidur. Eomma pusing melihat leo tak bisa diam daritadi”, ujar Yoona melengguh lemah sambil melepas kacamata nya lalu duduk disamping Leo.

“Ayo eomma, main PS dengan Leo”, ajaknya menarik tangan Yoona memaksanya untuk berdiri.

“Tidak Leo, eomma lelah. Sekarang sudah malam, sebaiknya Leo cepat tidur”.

“Shireo!! Ayo eomma kita main”, kini Leo semakin kuat menarik tangan Yoona.

Yoona pun kehabisan kesabaran. “Leo! Dengarkan eomma. Sekarang sudah larut, besok Leo sekolah. Jadi sekarang harus cepat-cepat tidur, jika kesiangan bagaimana, Leo pasti tak ingin sekolah. Eomma pusing, Leo kenapa nakal sekali”.

Yang dimarahi malah balik cemberut sambil melipatkan tangannya didada. “Habisnya daritadi eomma malah sibuk sendiri. Tak ada waktu bermain dengan Leo”, ucapnya pelan lalu perlahan matanya mulai berkaca-kaca. Air mata itu akhirnya turun dari mata bulatnya. “Leo ingin bermain ditemani eomma, Leo ingin makan ditemani eomma, Leo juga ingin tidur bersama eomma. Leo tidak ingin selalu sendiri”.

Yoona menatap iba, segera ia memeluk tubuh Leo erat-erat. Sepertinya Yoona baru menyadari satu hal, selama ini putranya itu kesepian. Ia terlalu sibuk dengan pekerjaannya sampai lalai untuk mengurusi putranya setiap saat. namun sebagai single parent, ia pun tak bisa berbuat apa-apa lagi, yang mencari nafkah untuk kehidupannya bersama putranya tentu ada dibawah tanggung jawab Yoona.

Perlahan Yoona semakin merengangkan pelukannya lalu menatap Leo sambil menyapu semua air mata yang berjatuhan membasahi pipi tembem nya. “Maafkan eomma, bukan maksud eomma membuat Leo menjadi kesepian. Tapi satu hal yang perlu Leo tahu, eomma sangat menyayangi Leo”.

“Leo juga sangat menyayangi eomma”.

Yoona tersenyum haru, ia kembali memeluk putranya itu sambil mencium puncak kepalanya sayang.

***

“Ish betapa kasihannya anakmu, sudah kubilang lebih baik kau segera mencari pria lain lalu menikah”, komentar Yuri yang saat itu tengah mendengarkan curhatan Yoona diruangan kerja mereka.

Yoona balik menatap, “Mencari pria yang pantas menjadi pengganti suamiku itu tak segampang membalikkan telapak tangan. Lagipula aku merasa tak terlalu menginginkan itu. Leo ada disampingku juga aku sudah merasa cukup”.

“Kau tidak tapi tetap saja Leo membutuhkan sesosok ayah”, timpal Yuri lagi.

“Sosok seperti apa? Aku bisa menjadi ibu sekaligus ayah untuk putraku”.

Yuri berdengus, beberapa kali diberitahu Yoona memang tetap kekeh akan pendiriannya.

Pandangannya beralih pada sesosok pria yang tengah melepas tawa bersama teman-temannya dibalik kaca yang membatasi tiap ruangan pegawai. “Hey, aku tahu sebenarnya kau sudah menemukan pria itu bukan?”.

“Pria apa maksudmu?”, Yoona ikut mengalihkan pandangannya kearah beberapa karyawan pria.

Dalam hitungan detik Yuri sudah menarik pundak Yoona lalu berbisik, “Pria yang disana, calon suamimu. Kalian sudah berkencan kan?”.

“Berkencan apa?”, refleks Yoona melepaskan rangkulan tangan Yuri kemudian lanjut berkata. “Dan siapa pria yang kau maksud? Aku tak mengerti”.

Seketika Yuri tertawa geli, “Eiii, jangan menyangkal seperti itu. Aku sudah tahu semuanya”.

“Sungguh Kwon Yuri, aku sama sekali tak mengerti semua yang kau katakan tadi”.

Yuri mengerucutkan bibirnya dan berdiri. “Huh, pintar akting sekali kau. Sudahlah mengaku saja, kemarin aku memergokimu habis makan siang bersama Siwon dan anak-anak kalian direstoran sebrang sana, ya kan?”.

“Ah? Makan siang?”, Yoona dibuat bingung sendiri sambil mencoba mengingat-ingat perkataan Yuri.

“Yoong, aku akan langsung keintinya saja”, lagi-lagi Yuri merangkul pundak Yoona dan kembali memperhatikan Siwon yang sekarang sudah kembali duduk di kursi kerjanya. “Kau perhatikan dia baik-baik, buka matamu lebar-lebar.  Dibalik semua sikap buruknya, kukira Siwon juga tak terlalu buruk. Lihatlah, wajahnya, postur tubuhnya, senyumnya, dan karismanya… dia tampan bukan?”.

Yoona terbawa sendiri kedalam alam bawah sadar nya [?]. ya, Siwon memang sangat tampan, pikirnya.

“Kau sepertinya juga sangat terpikat olehnya Yoong”, ucapan Yuri barusan menyadarkan lamunan Yoona.

Ia langsung menggeleng-gelengkan kepalanya mencoba membuang pikiran-pikiran anehnya tadi. “Kwon Yuri, biar aku jelaskan. Kemarin itu aku terpaksa makan siang dengannya, maksudku makan siang dengan putrinya. Eh tidak, aku hanya menjemput putrinya sekalian menjemput putraku.. eh bukan..bukan.. dia sendiri yang memaksaku untuk..”.

“STOP!”, dengan sekali hentakan Yuri menyela ucapan tak jelas Yoona. “Apapun alasannya, yang jelas kemarin itu kalian jalan bersama”.

“Aish, kukatakan yang sebenarnya pun kau tak akan mengerti. Sudahlah, aku lelah berdebat denganmu, yang jelas aku sama sekali tak ada hubungan apa-apa dengan pria menyebalkan itu”. Karna kesal Yoona segera bergegas keluar meninggalkan Yuri.

“Yah Im Yoona, jangan marah seperti itu”, teriak Yuri tanpa menyusulnya.

Yoona terus berjalan sambil menghentak-hentakkan kakinya tanpa arah, sampai akhirnya ia bertubrukkan dengan seseorang.

“Ah!”, teriak keduanya bersamaan.

“Hey, terlihat terburu-buru sekali. Kau akan kemana?”.

‘Suara itu’, Yoona tak berani mengangkat kepalanya dan diam mematung. Entah kenapa jantungnya berdetak dua kali lebih cepat dari biasanya. Ada apa ini?

Pria itu—Choi Siwon, menggerakkan-gerakkan telapak tangannya tepat dihadapan Yoona. “Ya! Kau mendengarku?”.

“Hhh?? Ne”, jawab Yoona seraya memamerkan senyuman kakunya.

Siwon menatap heran, “Ada apa denganmu? Terlihat aneh sekali”.

“Tidak kenapa-kenapa. aku… harus pergi..”, detik itu juga Yoona berlari terbirik menjauh. Sementara Siwon menggeleng-gelengkan kepalanya sambil menatap kepergian Yoona yang mulai menghilang.

***

Dimeja kerja Yoona, terlihat begitu berantakan dengan berbagai dokumen yang terkapar disana tak tertata. Yoona hanya bisa menghela nafas dalam-dalam menatapi pekerjaannya yang sangat menumpuk hari ini. Ia tatap jam ditangannya, sudah menunjukkan pukul 2 waktu setempat. Leo pasti sudah pulang sekolah, sepertinya hari ini ia tidak bisa menjemputnya.

Segera ia raih ponselnya dimeja lalu menghubungi seseorang.

“De eonnie, waegeurae?”, jawab seorang wanita disebrang sana.

“Soojung, sekarang kau sudah pulang kuliah?”, tanya Yoona.

“Baru saja kelas berakhir, memangnya ada apa?”.

“Eonnie ingin meminta bantuanmu. Jemput Leo disekolah ya, dikantor benar-benar banyak sekali kerjaan yang belum eonnie selesaikan, tak ada waktu untuk menjemput Leo dulu”.

“Begitukah? Ya, baiklah. Aku akan menjemputnya”.

“Gomawo”.

Yoona tersenyum lega seraya mematikan sambungan telephone nya bersama adik nya itu.

***

“Telephone dari siapa?”.

Soojung berdongak sambil menggigit bawah bibirnya. “Yoona eonnie”.

“Lalu?”, tanya Minho.

“Umm.. oppa, sepertinya aku tak bisa mengantarmu ke toko buku. Eonnie menyuruhku untuk menjemput keponakanku disekolah. Tak apa kan?”, tanya Soojung mulai tak enak.

“Menjemput?”, tanya balik Minho dan Soojung mengangguk. “Yasudah, kita pergi bersama saja”.

“Tak usah, aku bisa pergi sendiri. Lagipula bukankah oppa akan mencari buku untuk bahan skripsi”.

“Itu masalah gampang, besok juga masih bisa. Kajja”, saat itu Minho langsung menarik tangan Soojung dan berjalan beriringan kearah halaman belakang kampus tempat motor Minho terparkir.

“Mworago? Leo sudah pulang? Pulang bersama siapa?”, pekik Soojung panik saat sang wali kelas Leo, Nam sonsaengnim mengatakan bahwa Leo sudah pulang setengah jam lalu setelah kelas dibubarkan.

“Iya agassi, anda bisa memeriksanya sendiri, semua siswa kelas A memang sudah pulang. Untuk masalah siapa yang menjemput Leo saya sendiri juga kurang tahu”.

“Anda wali kelas nya, mengapa dalam masalah seperti ini saja tidak tahu. Bagaimana jika keponakanku diculik, siapa yang akan bertanggung jawab akan semua ini”, nada suara Soojung semakin tinggi. Disampingnya Minho mencoba menenangkan.

“Mohon maaf nona, tapi saya benar-benar tidak tahu”.

“Sudahlah Soojung, lebih baik kita tanyakan dulu pada Yoona noona”, Minho merangkul pundak Soojung lalu berpaling pada sang guru. “Sonsaengnim, kami permisi”.

Setelah itu Soojung bersama Minho segera pergi menuju kantor Yoona untuk memberitahu masalah ini. sesaat tahu bahwa anaknya hilang Yoona benar-benar panik. Rasa takut terjadi sesuatu hal yang tak diinginkan pada anaknya sungguh membuat dada Yoona terasa sesak.

Pikirannya kalut, bahkan sekarang ia tak tahu harus menghubungi siapa. Perasaannya benar-benar tak tenang.

***To Be Countinued***

Udah sekian lama ga bikin FF lagi… sekarang saya datang dengan 3shot pertama^^

Gimana part 1 nya? Membosankan ga? Maaf ya kalo bikin boring :33

Sebenernya part 2 nya udah selesai, tapi besok aja mungkin ya di publish nya..

Please coment!!

Salam United^^

Iklan
Tinggalkan komentar

228 Komentar

  1. im yoo ra

     /  September 14, 2014

    Wah… yoona eonni udah mulai terpesona ama wonppa iakan eonni *lirik yoona.
    Pasti leo pulang bareng ama wonppa iakan…

    Balas
  2. Aku suka semuanya.daebbak eonn

    Balas
  3. Shatia

     /  Oktober 6, 2014

    Ceritanya keren,, istilah Janda manis dan duda kece bikinan Eunhyuk bikin ngakak *si abang masih ajah iseng..nunjuk” Eunhyuk*
    Sebenarnya apa penyebab Yoona_Siwon sering berantem,,kayak anjing dan kucing,,saling meledek dan membenci..Awas lho, nanti lama-lama malah jadi saling suka dan cinta hehehe…
    Luchu banget sama tingkah Leo dan Lauren, jadi pengen nyubit pipi keduanya 🙂

    Balas
  4. ayhu

     /  November 9, 2014

    Benar2 YoonWon klo ktemu bertengkar mulu.
    Pasangan Duda dan Janda yg lucu.

    Balas
  5. yoona

     /  Desember 2, 2014

    Bagus ff … bikin yg lebih seru lagi ya

    Balas
  6. mila

     /  Desember 19, 2014

    Wkwkwk….luucu banget waktu siwon mengarang cerita tntang yoona. Leo dan Lauren pasti lucu banget .

    Balas
  7. tiffany

     /  Desember 21, 2014

    Hahahaha…lucu ya siwon dan yoona…

    Balas
  8. Nur Khayati

     /  Januari 24, 2015

    Aigoo, Wonppa nyebut Yoona ‘liar’,, Tp kalo mereka lg sama anak2 nya, jd serasi bgt, he he..

    Balas
  9. Atri

     /  Februari 14, 2015

    Leo kau kemana nak???
    Kkkk…kerjaan Wonnie oppa nih pastinya😜😜😜

    Balas
  10. marsiah

     /  Februari 25, 2015

    Janda manis dan duda kece pangilan yang sangat cocok untuk setatus yoonwon yg sama2 menjadi singel peren.

    Balas
  11. Ya ellah.. Palingan Leo sama wonppa.. Wkwkwkk… Setuju deh sama Leo yg bilang kok eomma malah berantem sama siwon ahjussi.. Ngakakk.. Wkwk.. Lanjutt

    Balas
  12. sdhifakhri

     /  Mei 10, 2015

    Si duda kece dan janda manis, aigoo 🙂
    Leo hilang? Ah, pasti itu kerjaannya wonppa, haha 😀

    Balas
  13. jessica sonelf

     /  Agustus 8, 2015

    Kangen ff author gee 😄

    Ayolah jadian aja duda kece dan janda manis wkwkwk ..
    Thor ditunggu ff brunya please ramaikan ywk lg hiksss 😥

    Balas
  14. Ceritanya menarik, yoona udah mulai terpesona tuh sama siwon, penasaran sebenernya leo pulang sama siapa apa sama siwon..

    Balas
  15. ciee yg terpesona sama wonie#colekyoona..

    Balas
  16. mia

     /  September 22, 2015

    pasti udah di jemput siwon oppa

    Balas
  17. paris

     /  November 10, 2015

    Yoona eonni gak banget sama siwon oppa hehe
    Mereka tingkahnyaa kaya kucing sama tikus berantem terus 🙂 , siwon juga ada2 aja pake ngarang cerita, jadinyaa kena pukul kan tuh dari yoona eonni hehe

    Balas
  1. Hello Baby (My Mom With Your Dad are Mate) | YoonG-fanfic

United, Leave a Coment Here

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: