[2S] What Should I Do? (Chapter 2/END)

Author             :  Choi Reri

Judul               :  What should I Do ? Chapter 2 {END}

Main cast        : Choi Siwon, Im Yoona

Support Cast   : Cho Kyuhyun, Lee Donghae, Jessica, Yesung

Genre              : Romance, Sad, Friendship

Rate                : G

Length             : Twoshot

Disclaimer       :

semua cast dalam cerita ini merupakan tokoh real

namun alur ceritanya MURNI dan ASLI  hasil imajinasiku.

DON’T BE A PLAGIATOR !!!

Reri say           :

Annyeong chingu, Choi Reri here.

Buat chingudeul yang udah baca chapter sebelumnya bisa lanjut baca tapi buat yang belum silahkan baca terlebih dulu biar nggak bingung.

FF ini pernah juga publish di FFL, SujuFF and my own blog at http://wp.me/p22BOH-27  dengan beberapa perubahan.

Happy Reading  chingudeul !!!

Hari-hari berlalu dengan cepat dan Siwon sunbae semakin gencar mendekatiku. Bahkan sekarang Ia sudah setiap pagi menjemputku. Terang saja aku menolaknya tapi Ia bersekongkol dengan Eomma. Entah sejak kapan Ia akrab dengan Eomma. Eomma sampai tega menyita mobilku agar aku mau pergi dengan Siwon sunbae. Benar-benar menyebalkan. Rutukku dalam hati.

Tidak hanya itu, Ia juga selalu mengirimiku puluhan, ah aniyo, bukan puluhan tapi ratusan sms dalam sehari. Padahal tak ada satu smspun yang kubalas tapi Ia tetap rajin menanyakan pertanyaan-pertanyaan yang tak pernah Ia dapatkan jawabannya. Awalnya, aku hanya bersikap dingin dan membiarkan ini semua. Aku berharap ia menyerah dan melupakanku. Tapi tidak. Itu tidak akan terjadi jika melihat sikapnya saat ini.

Princess, kita makan dulu ya. Aku sangat lapar.”

“Terserah kau saja. Lakukan apa yang kau inginkan. Aku tak peduli. Anggap saja aku bonekamu,” Acuhku, kali ini aku sangat kesal dan memanggilnya dengan ‘kau’. Aku tidak peduli jika Ia menganggapku sangat tidak sopan. Ia mengerem mobilnya dengan tiba-tiba.

“Apa kau benar-benar membenciku Yoona –ssi” deg, baru kali ini aku mendengarnya memanggil namaku dengan formal seperti ini.

Ne, aku memang membencimu. Aku benci dengan semua sikapmu selama ini. Aku benci, benci dan teramat benci,” Teriakku histeris di depan wajahnya.

Wae?”

“Tidak ada alasan. Aku hanya membencimu.”

“Apakah sudah tak ada kesempatan untukku? Apakah kau masih memikirkannya? Aku lebih dulu mengenalmu Yoona-ssi daripada Cho Kyuhyun, tapi kenapa kau memilihnya. SELALU memilihnya bahkan hingga sekarang saat Ia telah setahun lebih tak ada di dunia ini lagi, kau tetap memilihnya,” Teriaknya tak kalah kencang.

“Itu bukan urusanmu Siwon-ssi. Jangan katakan kalau Ia sudah tak ada di dunia ini lagi. Aku tak mau mendengarnya.” Aku menutup telingaku dengan kedua tanganku.

“Berhentilah menganggap Ia masih ada di dunia ini. Kau harus menerima kenyataan Yoona-ssi. Jika kau terus seperti ini, hanya akan menyakiti dirimu sendiri dan juga Kyuhyun. Aku yakin Kyuhyun tak ingin melihatmu seperti ini.”

Shirreo, shirreo, shirreo, Aku akan tetap memikirkannya. Kau tak punya hak untuk mengatur hidupku Siwon-ssi dan darimana kau yakin bahwa Kyuhyun Oppa tak ingin melihatku seperti ini. Cihh, berhentilah sok tahu Siwon-ssi,” Kataku penuh emosi.

“Arrrggggg… Apa yang harus kulakukan agar kau mau melihatku Im Yoona?” Ucapnya frustasi.

“Kau tak perlu melakukan apapun karena aku tak akan pernah melihatmu.” Aku keluar dari mobilnya dan menghentikan taksi yang lewat dihadapanku.

Napasku memburu menahan amarah. Aku semakin membencimu Siwon-ssi. Kau tak berhak berkata begitu tentang Cho Kyuhun. Aku membencimu, sangat membencimu. Aku tak akan pernah memaafkanmu.

oOo

Aku meminta supir taksi tadi mengantarkanku ke tempat ini. Tempat dimana jasad orang yang sangat kucintai dimakamkan. Kupandangi makamnya. Aku tak dapat menahan air mataku. Aku terduduk dan menangis sejadinya-jadinya.

Wae?

Kenapa kau meninggalkanku, Oppa?

Kenapa kau tak mengajakku pergi bersamamu?

Kenapa kau membuatku merasakan rasa sakit ini, Oppa?

Kenapa kisah cinta kita harus berakhir tragis seperti ini, Oppa?

Teriakku histeris tapi tak ada satupun jawaban dari seorang Cho Kyuhyun. Sepertinya Ia tertidur dengan sangat nyaman dibawah gundukan tanah ini.

Kau mengingkari semua janjimu. Kau berjanji akan selalu ada disampingku. Kau berjanji akan selalu mencintaiku dan tidak akan pernah membuatku terluka. Tapi kenapa sekarang kau membuat luka yang mendalam dihatiku Oppa? Bahkan seorang dokter terhebat di dunia ini pun tak mempunyai obat untuk luka yang kurasakan sejak kau meninggalkanku.

Kau bahkan berjanji akan melamarku jika aku telah lulus kuliah dan kita akan pergi ke paris untuk melaksanakan bulan madu. Kau memberiku harapan indah itu Oppa. Kemana semua janji itu Oppa? Aku bertanya dengan lirih berharap kali ini ia akan menjawabku. Aku menunggu sejenak tapi tetap tak ada jawaban itu, hanya kebisuanlah yang kutemukan.

Kuatur napasku, kuhapus air mata yang menggenang di pipiku. Kupukul dengan pelan dada kiriku. Tapi tetap kurasakan rasa sesak itu. Kuhembuskan kembali napasku lewat mulut dan perlahan kutegakkan tubuhku. Kupandangi lagi makamnya saat aku telah merasa sedikit tenang dan mampu mengontrol emosi yang memburuku tadi.

Aku kembali berkata lirih. What should I Do??? tolong katakan apa yang harus kulakukan sekarang Oppa. Aku tak ingin melupakanmu tapi aku sadar aku tak bisa terus-terusan seperti ini. Aku ingat semua nasehatmu dulu Oppa, aku tidak boleh egois, tidak boleh mementingkan kesenangan sendiri dan menyakiti orang lain. Aku masih mengingat semuanya Oppa.

Memori otakku seolah tahu apa yang kuinginkan saat ini. Semua kenangan tentang kita terukir jelas di kepalaku. Pertemuan pertama kita di perpustakaan, kala itu aku terjatuh karena terlalu banyak mebawa novel. Kau  membantuku sekaligus membawakan beberapa novel itu untukku. Senyummu kala itu begitu indah oppa. Begitu mempesona dan mengikatku untuk selalu melihatmu. Kebahagiaanku semakin bertambah ketika kau memintaku menjadi yeojachingumu. Sejak itu, semakin banyak kenangan indah yang kita ukir berdua. Tapi sayang, kebahagiaan itu tak bertahan lama. Kau memberiku satu tahun yang sangat membahagiakan dan kau juga memberiku satu tahun yang begitu sulit kulewati setelah kecelakaan tragis itu merenggut nyawamu. Aniyo, bukan hanya nyawamu tapi juga nyawaku karena kepergiaanmu turut merenggut kebahagiaanku, nyawa terbesar dalam hidupku.

Kembali hanya hening yang kudapatkan. Tak ada balasan darinya. Aku sangat merindukanmu Oppa. Rindu akan sikap jahilmu, rindu akan canda tawamu dan rindu akan cintamu yang hanya untukku. Aku berjanji Oppa, ini yang terakhir kau melihatku rapuh dihadapanmu. Kelak, aku akan kembali dengan senyum merekah di wajahku dan aku juga berjanji untuk menyayangi diriku lagi. Tak akan aku sia-siakan lagi hidupku Oppa. Aku akan bangkit dan membuktikan padamu bahwa yeojachingumu ini adalah yeoja yang kuat.

Perlahan aku melangkah meninggalkan makan namja yang sangat kucintai ini. Aku menoleh sekali lagi, tunggu aku Oppa. Aku akan kembali saat aku benar-benar telah menemukan kebahagiaanku dan dapat tersenyum lagi untukmu dan semua orang yang kusayangi dalam hidupku.

oOo

Sudah satu bulan sejak kejadian aku bertengkar dengan Siwon sunbae dan meluapkan perasaanku pada makam Kyuhyun Oppa. Sejak saat itu juga, aku berusaha untuk move on. Ternyata tak sesulit yang kubayangkan selama ini. Aku hanya perlu menerima kenyataan, seperti ucapan Siwon sunbae waktu itu.

Siwon sunbae, tiba-tiba nama itu memenuhi pikiranku. Selama satu bulan ini, Ia tidak pernah lagi menggangguku. ‘mengganggu’. Entahlah, setelah merenungi semua hal yang terjadi antara kami berdua. Aku sadar, dia tidaklah menggangguku. Semua itu Ia lakukan hanya untuk menarik perhatianku dan berniat mengembalikan aku yang dulu.  Karena berkat pertengkaran kami dahulu lah aku kembali tersadar. Bukan aku yang menutup diri dan terkesan dingin yang diinginkan Kyuhyun Oppa. Aku yakin dan sadar yang diinginkan Oppa adalah kembali melihatku ceria dan bahagia seperti dulu.

“Yoong, berhentilah melamun seperti itu.” Jessica menyadarkan lamunanku.

Aniyo, Jess, aku hanya memikirkan sesuatu,” Balasku dengan senyuman.

“Emmm.. Aku tak bermaksud mencampuri urusanmu dengan Siwon Oppa. Tapi aku benar-benar tidak tega melihatnya murung selama sebulan ini Yoong dan aku melihat kau pun begitu. Apakah kau yakin, kau tidak mempunyai perasaan yang lebih ke Siwon Oppa?”

Molla… Aku sendiri bingung dengan hati dan perasaanku saat ini, Jess.”

“Kau yang tahu apa isi hatimu Yoong. Coba kau renungkan kembali dan tanyakan pada hatimu. Apa yang sebenarnya kau rasakan dan jangan membohongi perasaanmu sendiri Yoong!”

Gomawo, Jess. Akan ku pikirkan lagi.”

Cheonmaneyo, hanya nasihat itu yang bisa kuberikan padamu sebagai sahabatmu Yoong. Aku tak ingin kau terluka lagi. Aku ingin Yoong yang dulu. Yoong yang selalu penuh dengan keceriaan. Benar-benar keceriaan. Bukan hanya pura-pura ceria seperti yang kau lakukan setahun ini.” Ucapnya tulus. Aku terharu mendengar kata-kata dari Jessica. Aku tahu dia sangat menyayangiku. Bodohnya aku jika mengingat kelakuanku setahun ini.

oOo

Kuambil ponselku yang bergetar dengan malas. One message. Kubuka dan mataku langsung membulat ketika melihat nama pengirimnya.

From : Siwon Sunbae

Yoong, bisakah kau keluar sebentar?

Aku ada di depan rumahmu.

Kumohon untuk terakhir kalinya.

Tanpa berpikir dua kali. Kuambil jaket dan berlari keluar rumah. Tak kuhiraukan Eomma yang berteriak memanggil namaku.

Hosh hosh hosh

Ternyata berlari dari kamar sampai depan rumah cukup membuat napasku tersengal. Kuatur napasku dan keluar dari pagar. Kulihat ia bersandar di depan mobilnya. Menundukkan kepala memandangi kakiknya yang menyilang. Perlahan ia mendongak ketika aku telah ada di hadapannya.

“Apakah kau tak keberatakan jika kita berbicara di tempat lain?” Aku hanya menggangguk dan seperti biasa, Ia membukakan pintu mobil untukku. Perlakuannya ini membuat jantungku berpacu lebih kencang.

Kami sampai disebuah taman yang malam ini terlihat sepi. Hanya terlihat sepasang kekasih yang duduk diujung taman. Aku melihat Siwon sunbae duduk di bangku taman yang mengarah ke kolam kecil. Pemandangan yang indah. Pikirku. Ia menepuk bangku yang ada disampingnya dan aku mulai duduk disana. Awalnya terasa sangat canggung. Ia diam dan begitu juga denganku. Kuberanikan untuk memulai pembicaraan.

“Apa sunbae mengajakku bertemu hanya untuk diam-diaman seperti ini?”

Kudengar ia menghembuskan nafas. “Mianhae, mianhae karena sikapku selama ini yang terus mengganggumu. Aku melakukan itu hanya untuk menarik perhatianmu. Aku sangat mencintaimu. Aku tak tahan melihatmu terus berpura-pura ceria setelah kepergian Kyuhyun. Aku ingin mengembalikan lagi senyum indahmu tapi aku sadar, caraku salah.” Ia menatap tepat pada manik mataku. Aku melihat ketulusan disana.

Aniyo.. bukan Oppa yang salah. Tapi aku lah yang salah. Aku yang selalu menutup diri dan selalu bersikap kasar. Mianhae untuk semua kata-kata yang menyakiti Oppa bulan yang lalu. Mianhae, jeongmal mianhae.” Kulihat Ia membulatkan matanya mendengar kata-kataku tadi.

Oppa, Apa tadi kau memanggilku oppa?” Tanyanya tak percaya.

Ne, aku tadi memanggil Siwon Oppa dengan sebutan Oppa dan mulai saat ini aku akan memanggil Oppa dengan sebutan itu. Aku tak peduli walau Oppa tak menyetujuinya. Hahaha…” Aku tertawa untuk mencairkan suasana tegang diantara kami berdua.

Jinjja?”

Ne.”

Gomawo princess, emm.. Apa oppa boleh bertanya sesuatu?”

“Tentu saja Oppa

“Im Yoona, maukah kau menjadi princessku. Menjadi orang yang selalu ada disampingku. Dan maukah kau mengizinkanku untuk mengisi ruang dihatimu. Aku berjanji atas nama Tuhan akan mencintaimu dan menyayangimu selamanya.”

“Aku tak ingin menjadi princessmu Oppa, aku hanya bersedia jika kau menjadikanku ratumu. Hanya aku. Maka akan kujawab Ia untuk semua pertanyaanmu.”

Ne, kau lah princessku dan kelak akan menjadi ratu dalam hidupku.”

Yakso?”

Yakso.” Kami menautkan jari kelingking dan menempelkan ibu jari sebagai janji dari perasaan kami.

“Kumohon, tetaplah ada dalam jarak pandangku chagi agar aku selalu bisa menggapaimu dengan rasa cintakum” Bisik Siwon Oppa ditelingaku dan ia menarikku kedalam pelukannya. Aku mebalas pelukannya dengan erat. Ia membelai rambutku kemudian mengecup keningku dengan lembut.

oOo

Jinjja?” Jessica berteriak histeris saat Yesung sosaengnim menjelaskan business managemen *lagi* dan Yesung sosaengnim dengan senang hati menghadiahi kami berdua tatapan mematikan. Tak hanya itu, kami berdua juga dikeluarkan dengan tidak hormat karena telah mengganggu konsentrasinya dalam mengajar.

“Jessica, barbieku sayang… kenapa kau harus histeris seperti tadi, Hah?” Ucapku sebal.

“bagaimana aku tak histeris, kau JADIAN dengan Siwon Oppa. JADIAN,” Tekannya pada kata ja-di-an.

“Kurasa kau tak perlu seheboh itu Jess.” Aku menggelengkan kepala melihat kelakuannya.

“Akhirnya perjuangan Siwon Oppa tidak sia-sia. Tapi aku sedikit kasihan padanya, harus mendapatkan yeoja sepertimu Yoong,” Ucapnya dengan nada yang seakan-akan sangat iba kepada Siwon Oppa.

“Hah? Apa maksudmu?” Ternyata dikeluarkan dari kelas tak membuatnya kapok. Baik akan kuberi kau hadiah yang paling menarik Jess. Batinku.

“Hey, kenapa kau menatapku seperti itu Yoong? kau membuatku takut.” Tak kuhiraukan kata-katanya tadi, langsung kugelitiki hingga ia memohon ampun. Rasakan kau barbieku sayang.

“Yoong.. su-dah Yoong.. a-ku tak ta-han la-gi,” Pintanya terbata-bata.

“hahaha… Rasakan, siapa suruh menggoda nyonya Choi”

“Huahahaaa… Nyonya Choi… percaya diri sekali kau akan menjadi nyonya Choi.” Aku menatap Jessica lagi sambil mengangkat sepuluh jariku untuk menakutinya.

Ara, ara. Aku tak akan menggodamu lagi nyonya Choi. Aku menyerah. Jauhkan jari-jarimu itu dari perutku!”

Kami pun berjalan ke kantin untuk menemui Donghae Oppa dan Siwon Oppa. Terimakasih Yesung sosaengnim telah memberi kami waktu bebas untuk mengobati rasa rindu dihati bertemu pacar tercinta. Hahaha…..

oOo

Aku mengunjungi makam Kyuhyun Oppa, tapi kali ini aku tak datang sendiri. Siwon Oppa menemaniku. Kami membawa sebuket mawar putih untuk Kyuhyun Oppa. Selain biru, putih adalah warna favoritnya. Kuletakkan bunga itu dan aku mulai berkata dalam hati dan menutup mataku. Membayangkan wajahnya dan seolah-olah berbicara padanya langsung. Oppa, aku menepati janjiku kan? Aku mengunjungimu dengan senyum indah di wajahku. Aku bahagia Oppa karena aku telah menemukan orang yang mampu mengembalikan senyumku. Kurasa aku tak perlu mengenalkannya lagi padamu Oppa, kau sudah sangat mengenalnya. Ya, dia adalah Choi Siwon. Sahabatmu dan Donghae Oppa. Aku tahu kau pasti menyetujuinya karena dia sangat mencintaiku. Sama seperti cintamu padaku. Kubuka kembali mataku dan memutar badanku mengahadap namja yang selalu menatapku dengan senyum manis di wajahnya.

Aku terus tersenyum ketika meninggalkan makam Kyuhyun Oppa. Siwon Oppa menarik pinggangku dan merangkulnya erat. Seolah ia meyakinkan Kyuhyun Oppa bahwa Ia akan melindungiku selamanya.

Terimakasih Kyuhyun Oppa untuk cintamu selama ini dan mulai saat ini aku berjanji mencintai namja disampingku ini secara maksimal seumur hidupku. Semoga kau bahagia disana dan doakan kami agar selalu bahagia disini.

END…

Gimana chingu?

Masih gaje kyk ff chapter pertamanya kah?

Mianhae mianhae..

Gomawo for RC ^^

Ayo, tebakan siapa yang benar tentang tokoh yang *dirahasiakan* ?

 

Tinggalkan komentar

141 Komentar

  1. crt’a bgs neh,cuma kependekan

    yes tbkan drku benar *naekturuninalis

    Balas
  2. miyoon

     /  Desember 29, 2012

    Bguus

    Balas
  3. oooooooowwww sooo sweet

    Balas
  4. merry-ssi

     /  April 25, 2013

    gomawo tHor
    Crtanya sangAt mnyentUh dan mmbuat senang
    Krena yOonwon lagi2 bersatu…
    He…

    Balas
  5. chagi

     /  Mei 21, 2013

    oooooooooooooooo bagus eonn

    Balas
  6. oh…kyuhyun toh pacarnya yoong
    siwon bahagia banget tuh bisa dapetin yoong hehe

    Balas
  7. aat yoonwon

     /  Juli 13, 2013

    Akhir yang bahagia

    Balas
  8. arahajeng

     /  Agustus 14, 2013

    Sweet ending!
    ><
    Tapi ini kependekan ._.

    Balas
  9. kerennnnn
    ahhh aku paling suka klu cast nya ada kyuhyun ><

    Balas
  10. yakk… kenapa endingnya gak sampe nikah chingu, seharusnya YoonWon nikah dulu baru ending tp ceritanya tetep daebak kok chingu ^_^

    Balas
  11. nunung

     /  November 10, 2013

    Wah akir yang bahagia

    Balas
  12. Atikah YoonWonited

     /  Februari 8, 2014

    owh akhirnya yoong eon nerima juga cintanya wonppa😀

    Balas
  13. ayu dian pratiwi

     /  Februari 11, 2014

    Terlalu pendek chingu alurnya. Tapi ttep bagus kok

    Balas
  14. tia risjat

     /  Februari 15, 2014

    omo! sweet end! gitu dong yoong.. move on lah. karna dengan begitu kamu akan enemukan kebahagiaan yang lain..

    Balas
  15. yuli

     /  Maret 5, 2014

    oh…. happy ending

    Balas
  16. Any

     /  Mei 6, 2014

    Akhirnya happy end. dari awal aku takut sad end hehehe. tapi singkat bgt thor… bagus looo…

    Balas
  17. Anggun YoonAdidict SY

     /  Mei 23, 2014

    Akhirya happy end

    Balas
  18. Suka2 suka. Akhirnya yoona eonni ngasih kesempatn buat wonpa. Aku kira sad ending…

    Balas
  19. Mia

     /  Juli 5, 2014

    Kyuhyun oppa & ceritaxa bgs bngt xentuh ke hati

    Balas
  20. akhir.nya cinta siwon terbalaskan ..
    untung cerita.nya happy ending ..

    Balas
  21. Imfloe

     /  September 6, 2014

    Jadi Kyuhyun orang yang dirahasiakan?
    Akhirnya Yoona mau menerima Siwon, so sweet❤
    FF-nya bagus banget lho, EYD-nya udah hampir pas. Keep writing ne🙂

    Balas
  22. Aaaaahhh so sweeeet ….

    Balas
  23. Jd org yg selalu di ingat yoona itu kyuhyun dan dia udah meninggal,setia banget yoona tp syukur deh akhirnya yoona bs move on dan membalas perasaan siwon.
    Romantic dan menyentuh

    Balas
  24. marsiah

     /  Maret 13, 2015

    Ternyata penantian dan kesabaran siwon oppa gak sia2 untuk dapat kan hati dan cinta yoona.

    Balas
  25. Ternyata mantannya yoona itu kyuhyun n dia udah meninggal kasihan juga tapi karna itu yoonwon bersatu jd gak sia” perjuangan siwon buat dapetin yoona..
    Di tunggu ff yg lainnya..

    Balas
  26. farzana

     /  November 15, 2015

    Best…tapi sedih😢

    Balas

United, Leave a Coment Here

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: