[FF] You Are Miracle For Me (Chapter 6)

Annyeong….si author pacarnya Siwon balik lagi *dibunuh Siwonest* aku balik lagi nih bawa chapter 6. Eumm tapi sebelumnya ada yang menunggu FF WITB chapter akhir gak? Kalau gak ada nanti akhh aku postingnya, heheheh….ya sudah sebagai gantinya aku bawa FF ini. Tapi ada yang nunggu FF ini gak? Semoga ceritanya nyambung, dan maaf kalau nemu typo aku udah baca beberapa kali nih FF. Mata author min jadi harap di maklumi kalau nemu typo yang gak enak dibaca.

Happy Reading United jangan lupa RCL oke😉

 

[FF] You Are Miracle For Me (Chapter 6)

 

Title : You Are Miracle For Me

Author : Choi Hyun Mi/@Nita_Rahayu22

Main Cast :

  • Choi Siwon (Super Junior)
  • Im Yoon Ah (SNSD)

Other Cast :

  • Kwon Yuri (SNSD)
  • Kim Ryeowook (Super Junior)
  • Nickhun (2PM)
  • Jessica Jung (SNSD)
  • Choi Minho/Im Minho (SHINee)
  • Etc…..

Genre: Friendship, Romance.

Rating : General

 

“Tubuh mu dingin sekali, apa kau tidak kedinginan? Ucap Siwon lembut namun Yoona masih terkejut dengan ke adaan seperti ini.

“Gadis cantik aku merindukan mu, apakah kau juga merindukan ku?” lanjut Siwon yang sukses membuat Yoona membulatkan mata mendengarnya.

You Are Miracle For Me – Chapter 6

Yoona POV

“Ga…ga..dis cantik. Panggilan ini…”

Siwon masih memeluk ku, kini dapat ku rasakan pelukannya semakin erat. Entah apa yang terjadi kenapa aku jadi diam tak bergeming seperti ini. Kembali memori ingatan ku melayang pada saat usia ku 9 tahun, dimana aku sering mendapat panggilan itu dari seorang laki-laki yang tak ku ketahui namanya.

“Im Yoona kau tidak apa-apa? Kau baik-baik saja?” tanya Siwon sambil mengibas-ngibaskan kedua tangannya di depan wajah ku.

“Si…si..Siwon…kau tadi bilang apa? Ga…gadis cantik? Maksud mu?” tanya ku terbata-bata masih tak mengerti dengan ke adaan seperti ini. Siwon menghembuskan nafas berat entah apa maksudnya “Nanti ku jelaskan, sekarang biarkan aku masuk ke apartement mu. Di sini dingin sekali” ujarnya sambil memeluk tubuhnya sendiri.

“Baiklah, ayo masuk” ajak ku lalu memimpin jalan terlebih dahulu.

End of Yoona POV

 

Author POV

Yoona memutar knop pintu lalu melepas sepatu dan menggantinya dengan sandal rumah, tak lupa Siwon juga mengikutinya. “Duduklah, aku ambil minum dulu” seru Yoona yang terlihat gugup. Siwon hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban lalu duduk di sofa seperti yang di perintahkan Yoona. Mata Siwon menelusuri setiap sudut apartement Yoona dengan seksama.

“Apa ini pantas di sebut apartement?” ujarnya bergumam pelan. Apartement Yoona memanglah apartement sederhana, jelas karena terdapat di kawasan menengah ke bawah. Di dalam apartement yang tak terlalu luas itu hanya terdapat satu kamar, satu kamar mandi berukuran kecil, satu dapur yang tak terlalu besar dan ruang tamu yang tak terlalu luas dan hanya terdapat 2 buah sofa kecil dan satu meja. Siwon masih dengan seksama melihat setiap sudut apatemant Yoona dengan pandangan herannya.

“Kau lihat apa?” tanya Yoona lalu duduk berhadapan dengan Siwon sambil meletakan secangkir coffe panas di atas meja. Siwon menolehkan kepalanya kearah Yoona “Jadi ini apartement mu, kecil sekali?” ujar Siwon enteng.

“Tentu saja kecil, apartement ku tidak sebesar dan semahal apartement mu” ketus Yoona lalu membuang muka.

“Iya..iya jangan marah aku hanya bercanda” ucap Siwon sambil terus matanya menyapu setiap sudut apartement Yoona.

Tiba-tiba terjadi keheningan, keduanya sibuk dengan pikiran masing Yoona terlihat gugup sementara Siwon terus mengamati apartement Yoona.

“Ma…mau apa kau datang kemari?” tanya Yoona memecah keheningan Siwon mengalihkan perhatiannya pada Yoona “Aku ingin menemui mu” jawab Siwon singkat lalu menyesap coffe panasnya.

“Hanya itu?” tanya Yoona lagi.

“Tidak, aku hanya ingin bertemu gadis cantik ku” tutur Siwon santai lalu menyandarkan tubuhnya pada sandaran sofa.

Yoona terdiam sesat lalu kembali menelan ludahnya “Kau ini kenapa sih dari tadi gadis cantik-gadis cantik, yang kau maksud itu siapa?” tanya Yoona memandang Siwon intens. Siwon mengulum senyum lalu beralih duduk menjadi di samping Yoona.

“Tentu saja diri mu, oh tak ku sangka sekarang kau sudah tubuh dewasa yah tapi kau masih sama seperti dulu masih terlihat cantik” ujar Siwon menatap kedua bola mata Yoona. Yoona menaikan alisnya satu masih tak mengerti apa yang di ucapkan Siwon padanya.

“Apa…kau..laki-laki Busan itu?”

Siwon tersenyum lalu menganggukkan kepalanya pasti “Ne, bagaimana kabar mu lama tidak berjumpa” Siwon langsung menarik tubuh Yoona kedalam pelukannya. Yoona tersentak tapi dia tak berkutik sedikit pun.

“Ja…ja..jadi kau benar laki-laki itu…laku-laki yang dulu meninggalkan ku..?” tanya Yoona memastikan.

“Eumm kenapa kau lupa padaku?” tanya Siwon pelan.

Yoona melepaskan pelukannya lalu menatap Siwon penuh tanya “Benar dia orangnya, ya Tuhan kenapa jantung ku berdetak begitu cepat, apa karena aku juga merindukannya” gumam Yoona tanpa melepas pandangannya menatap Siwon. Seakan mendengarnya Siwon pun segera menjawabnya “Yah, aku adalah orangnya. Apa kau tidak merindukan ku?”

Yoona segera membuang muka menyadari Siwon membalas tatapannya, “Ahh….kau ini bicara apa, sudahlah pulang sana ini sudah malam” ucap Yoona lalu berdiri dari duduknya.

“Arraseo, lagi pula aku akan segera pulang. Besok aku kembali syuting lagi, selamat malam” Siwon berjalan ke pintu utama meninggalkan Yoona yang menatap punggungnya.

Yoona kembali menjatuhkan tubuhnya sambil menghela nafas berat “Ada apa dengan ku, kenapa laki-laki itu harus Choi Siwon”

End of Author POV

 

Siwon POV

Sungguh seperti mimpi rasanya, aku kembali bertemu dengan teman masa kecil ku. Yah memang selama ini aku ingin sekali bertemu dengannya, mungkin aku juga merindukannya. Terakhir kali aku bertemu dengannya saat aku memutuskan untuk menetap di Seoul, sebelumnya aku tinggal dan lahir di Busan. Tapi, karena ayahku mengurus perusahaan di Seoul jadi terpaksa aku harus ikut pindah ke Seoul, dan semenjak aku meninggalkan Busan pada saat usia ku 13 tahun aku tak pernah lagi kesana. Karena pada saat usia 14 tahun aku menjalini masa pelatihan di sebuah agensi ternama di Korea Selatan untuk menjadi seorang artis. Waktu ku banyak tersita karena hampir setiap hari terus berlatih dan berlatih, sampai akhirnya setelah 5 tahun menjalani masa pelatihan akhirnya aku memulai debut ku sebagai seorang cameo di sebuah drama, dan berkat aktingku di darma tersebut sejak saat itulah aku menjadi seorang artis yang selalu mendapat job pekerjaan terutama mendapat peran utama di sebuah drama ataupun film.

Ku ambil photo Yoona kecil yang tersimpan manis di atas meja kerja ku, senyumannya, matanya, hidungnya, bibirnya masih sama seperti dulu tak pernah berubah sedikit pun.

Kembali kenangan-kenang indah bersamanya terlintas di pikiran ku, sungguh sebuah keajaiban kini aku bisa lagi bertemu dengannya. Walapun cara pertemuan kami yang terbilang aneh, dan mungkin satu sama lain saling membenci. Aku tersenyum melihat ekspresinya di dalam photo yang begitu menggemaskan “Kau sudah kemasi barang-barang mu?” suara seseorang membuyarkan lamunan ku.

“Nickhun” seru ku melihat manager ku yang sedang berdiri di ambang pintu.

“Kau sedang memikirkan seseorang?” tanyanya lalu berjalan ke arah ku.

“Tidak, aku sedang menghapal scenario untuk besok syuting” jawab ku asal.

Nickhun hanya meresponnya dengan “OH” lalu duduk di pinggir ranjang.

“Besok kita ke Busan, dan kita harus berangkat pagi-pagi karena kau ada di sin 1” lanjutnya lalu membuka-buka majalah.

“Iya aku tahu, cepat sana pergi kau. Aku ingin istirahat” ucapku lalu merebahkan tubuh ku di kasur.

“Rupanya kau sedang jatuh cinta, ini bukan diri mu Choi Siwon” ujarnya sebelum meninggalkan kamar ku.

“Maksud mu?”

“Lupakan, biar hati mu saja yang menjawabnya” lanjutnya lalu menutup pintu kamar ku.

“Jatuh cinta, apa aku jatuh cinta pada Im Yoona?’ gumam ku pada diri sendiri.

End of Siwon POV

 

Author POV

Suasana tegang kembali terasa di ruangan Jessica, Yoona berdiri di hadapan istri Lee Donghae ini sambil menggigit bibir bawahnya. Jessica dari tadi terus menatapnya intens tanpa sedetik pun mengalihkan perhatiannya. Yoona tahu betul Jessica memanggilnya untuk menanyakan apakah dia sudah berhasil untuk mewawancarai Choi Siwon. Makannya dia terlihat begitu tegang dan takut menghadapi bosnya ini.

“Mana laporan mu tentang wawancara Choi Siwon Im Yoona?” tanya Jessica sontak Yoona membulatkan mata mendengarnya.

“Matilah aku…..” runtuk Yoona dalam hati..”Euhh Nona..itu..itu..aku tidak bisa mewawancarai Choi Siwon” ucap Yoona lemah. Jessica membuang nafas kasar” Kau ini bagaimana, kau itu di suruh untuk mewawancarainya tapi malah terlibat skandal dengannya?” tanya Jessica lagi.

“Nona masih ada waktu satu hari lagi bukan, kalau begitu berikan aku satu kesempatan lagi yah. Jebal…” ucap Yoona memelas pada bosnya ini.

“Kesempatan apa lagi, kau itu sudah aku beri beberapa kesempatan tapi selalu saja tidak di pergunakan, pokoknya aku tidak mau tahu sekarang angkat kaki dari kantor ku” ketus Jessica lalu menyilangkan kedua tangannya di dada.

“Nona, tolonglah ayah ku sedang sakit sekarang kalau aku di pecat bagaimana dengan ayah ku” ucap Yoona memohon. Jessica menatap Yoona bimbang ada perasaan iba melihat Yoona seperti itu “Hari ini Siwon ke Busan, kalau kau tidak ingin di pecat kejarlah dia sekarang” ucap Jessica tiba-tiba yang langsung membuat mata Yoona berbinar.

“Benarkah Nona, Siwon ke Busan….?” Ucap Yoona tak percaya. “Ini tandanya aku bisa sekalian melihat kondisi Appa” riang Yoona dalam hati.

Jessica menyerahkan 1 lembar kertas pada Yoona “Apa ini Nona?” tanya Yoona lalu mengambil kertas tersebut. “Itu daftar pertanyaan yang harus kau tanyakan pada Choi Siwon, aku yakin kau pasti belum membuat daftar pertanyaan untuk di tanyakan padanya nanti bukan? Jadi aku sengaja buatkan untuk mu, ingat Im Yoona ini kesempatan terakhir mu jangan sia-siakan mengerti” Yoona menganggukkan kepalanya cepat lalu menjabat tangan Jessica. “Terimakasih Nona, aku pasti akan berusaha” ucap Yoona lalu memasukkan kertas yang berisi pertanyaan tersebut ke dalam tasnya tanpa membacanya terlebih dahulu.

“Akhhhhhhh hari ini aku ke Busan…..”jerit Yoona yang membuat semua karyawan merasa terganggu dengan teriakkannya.

“Yah Yoong, kau ini kenapa sih keluar dari ruangan Nona Jessica teriak-teriak gak jelas” sahut Yuri lalu menghampiri Yoona.

“Iya kau itu kenapa sih” ujar Ryeowook menimpali.

“Hari ini aku akan ke Busan Oppa, Yuri” girang Yoona lalu memeluk mereka berdua secara bergantian.

“Ke Busan, kau cuti?” terka Ryeowool bingung.

“Anio Oppa, aku akan mewawancarai Choi Siwon sekaligus melihat keadaan Ayah ku di rumah sakit”

“Mwo rumah sakit, ayah mu kenapa Yoong?” pekik Yuri kaget. Yoona menggaruk-garuk kepalanya yang tak gatal sambil cengengesan gak jelas “Heheheh mianhae Oppa Yuri aku tidak memberi tahu kalian, sebenarnya ayah ku sedang di rawat di ruamh sakit, penyakitnya kambuh lagi dan Dokter bilang harus segera di operasi” ucap Yoona yang mulai kembali bersedih.

“Ahhh Yoong kenapa kau tidak bilang pada kami mungkin kami bisa membantu mu, apa kau sudah punya uang untuk operasi Ayah mu?” tanya Ryeowook yang mendapat anggukkan kepala dari Yuri.

Yoona sedikit bimbang harus menjawab apa “Eummm sudah Oppa, aku pinjam dari paman dan bibi” ucap Yoona berbohong.

“Oh syukurlah tadinya kita mau membantu mu iya kan Yuri”

“Iya Oppa, Yoona kalau begitu cepat kau berangkat ke Busan. Tadi aku dapat berita Siwon juga sudah pergi ke sana katanya dia mau syuting di lokasi………..ahhh taman hiburan, cepat kau kesana”

“Yuri kau tahu dari mana kalau Siwon sudah berangkat ke Busan dan hari ini dia syuting di taman hiburan?” tanya Ryeowook bingung.

“Yah Oppa, aku ini kan Siwonest setiap detik selalu mengikuti perkembangan berita dari Siwon. Melalui ini…” Yuri menunjukkan tabletnya yang sedang online di fanspage Siwon…

Yoona menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah Yuri yang begitu tergila-gila pada Choi Siwon “Ya sudah aku pergi dulu sampai jumpa nanti” kembali Yoona memeluk kedua sahabatnya itu secara bergantian sebelum pergi.

“Yoong semangat….sampaikan salam ku pada Choi Siwon” Yuri berteriak pada Yoona yang sudah mulai menjauh dari pandangan. Sementara Yoona hanya mengangkat tangan kirinya tanda siap.

“Ihh Siwon lagi….Siwon lagi…tidak pernah bosan kau membicarakan dia” ketus Ryeowook lalu kembali pada pekerjaannya. Yuri mengembungkan pipinya kesal lalu kembali fokus pada tabletnya.

()

Siwon kini tengah bersiap untuk syuting hari pertamanya, benar apa kata Yuri. Siwon memang syuting di salah satu taman hiburan di Busan. Siwon kini tengah bersiap dengan kostum badutnya. “Kenapa harus pake baju kuda…” runtuk Siwon sedikit tak suka dengan kostum yang sekarang sudah menempel di tubuhnya.

“Cepat pake kepala kudanya syutingnya akan segera di mulai” ucap Nickhun lalu duduk di sebelah Siwon.

“Ini terlalu berat, kepala ku pusing memakainya” ucap Siwon sambil terus memperhatikan kepala kuda kostum badutnya.

“Inilah resikonya kau jadi pemeran sampingan, coba kalau jadi pemeran utama mungkin sekarang kau sedang berakting dengan mengenakan tuxedo hitam kemaja putih serta dasi hitam dan duduk dengan gagahnya di kursi presdir” ucap Nickhun mengejek Siwon.

“Akhh tanpa berakting pun nanti juga aku akan seperti itu. Apa kau lupa aku adalah anaknya Choi Kiho penerus perusahaan Hyundai mengerti” ketus Siwon lalu berjalan keluar meninggalkan Nickhun yang terkiki geli dengan tingkahnya. “Dasar ada-ada saja anak itu”

 

Camera rolling action

Siwon mulai memerankan perannya sebagai Kim Hee Sung, yaitu pemuda biasa yang bekerja sebagai badut di taman hiburan. Semua fans Siwon melihat syuting tersebut dengan tertib, meskipun wajah tampan Siwon di selimuti oleh kelapa kuda tapi tetap saja teriakkan histeris dari para fansnya begitu jelas terdengar.

Saat ini Siwon sedang berakting dengan anak-anak kecil, Siwon membagi-bagikan balon berbentuk hati dengan riangnya.

“Lihatlah aktingnya natural sekali” puji Sutradara Kim pelan sambil terus melihat Siwon berakting. Nickhun yang mendengarnya tersenyum lalu kembali melihat Siwon yang sedang berakting.

Siwon mensejajarkan tubuhnya pada seorang anak kecil berusia 3 tahun yang sedang menangis

“Anak tampan kenapa menangis?” tanya Siwon tanpa membuka kepala kudanya.

Anak itu semakin menangis melihat Siwon yang ada di depannya. Sontak Siwon panik lalu segera membuka kepala kudanya, yang langsung sukses membuat semua fans Siwon yang sedang menyaksikan dia berakting berteriak histeris “Yak….jangan berisik Siwon sedang berakting, kalau kalian ingin menonton menontonlah dengan tenang” tegur salah seorang kru.

“Hyung punya permen untuk mu ini ambil?” Siwon memberikan permen lollipop yang berdiameter 15 cm kepada anak tersebut. Lalu kembali memakai kepala kudanya.

“Jangan menangis lagi yah sekarang ayo kita bermain” ajak Siwon. Anak itu pun mengangguk mengerti lalu menggandeng tangan Siwon.

Cut…….

Suara Sutradara Kim sedikit berteriak menandakan akting untuk sin pertama sudah selasai “Yah istirahat dulu nanti syutingnya kita lanjutkan” lanjutnya lalu berjalan ke tempat yang teduh untuk beristirahat.

Siwon menghela nafas lega lalu kembali membuka penutup kepalanya “Akting mu bagus sekali” puji Siwon pada anak yang tadi berakting menangis “Aku belajar dari Hyung” jawab anak itu polosnya sambil tersenyum.

“Kau ini bisa saja, ayo kita istirahat” Siwon mengangkat tubuh anak itu dan menggendongnya untuk beristirahat.

()

Yoona sampai di Busan, dia turun dari bis dengan senyum yang tak pernah hilang dari wajahnya “Busan…aku merindukan mu” ucap Yoona sambil merentangkan tangannya.

“Ahhh aigo…….jam berapa ini” panik Yoona lalu melihat arloji yang melingkar di tangan kirinya.

“Jam 2…akhh aku harus segera ke taman hiburan itu” Yoona segera berjalan ke tepi jalan untuk menghentikan taxi. Tak lama taxi yang di tunggu pun datang, Yoona segera naik ke dalam taxi tersebut lalu tak berapa lama taxi tersebut sudah melesat menuju taman hiburan.

Yoona sampai di tempat tujuannya, setelah membayar taxi Yoona kembali melangkahkan kakinya menelusuri taman hiburan itu yang terlihat sangat ramai “Mentang-mentang ada Choi Siwon di sini taman hiburan ini jadi sangat ramai” gumam Yoona sambil terus berjalan menuju lokasi syuting.

“Akhhhh” tiba-tiba Yoona berteriak kaget melihat badut yang sudah berada di hadapannya.

End of Author POV

 

Siwon POV

Break syuting cukup lama, ku putuskan untuk berkeliling taman hiburan untuk sekedar mencari udara segar dan supaya lebih aman ku putuskan untuk kembali memakai kepala kuda ini supaya tidak ada yang mengenali ku yah walaupun terasa berat tapi apa boleh buat hanya inilah satu-satunya cara untuk menghindar dari para fans ku yang masih berkeliaran di sekitar sini.

Aku berjalan sambil membawa balon-balon berbentuk hati sisa tadi syuting, mungkin ini adalah penyamaran yang paling jitu yang pernah aku lakukan. Karena semua orang tak ada yang mengenali ku sama sekali. Ku temui anak-anak yang sedang bermain lalu memberi mereka balon satu-satu. Tapi, tiba-tiba mata ku menangkap seorang wanita semampai tengah berjalan seperti sedang mencari seseorang “Im Yoona” gumam ku yang baru menyadari bahwa wanita yang berdiri tak jauh di depan ku adalah Im Yoona. tiba-tiba ide jahil melintas di pikiran ku, aku berjalan mendekatinya dan langsung berdiri di depannya.

“Akhhhh” jeritnya terkejut melihat ku yang tiba-tiba ada di depannya. Aku tersenyum melihat ekspresinya lalu mengacungkan tangan ku ke atas memberi kode bahwa aku minta maaf.

End of Siwon POV

 

Author POV

Yoona terlihat kaget dengan ke datangan Siwon yang tiba-tiba, dia menepuk-nepuk dadanya sambil mengatur nafas.

“Nuguya..?” tanya nya memandang orang berkostum kuda yang berdiri di depannya.  Siwon mengambil ballpoint serta secarik kertas dari dalam sakunya dia terlihat menulis sesuatu.

“Nama ku Simba” tulis Siwon di kertas tersebut.

“Simba?” Yoona menaikan alis satu masih bingung dengan orang yang mengenakan kostum badut kuda ini. Kembali Siwon menulis di atas kertas “iya nama ku samba”

“Simba? Seharusnya Horse kau kan pake kostum kuda. Kenapa nama mu Simba?” tanya Yoona lagi kembali Siwon menulis di atas kertas. “Karena lari ku cepat seperti Simba”

Yoona tertawa geli melihat jawaban dari Siwon “Oh jadi kalau orang yang larinya cepat mereka namanya Simba yah? Orang yang larinya cepat kan bukan kau saja, tapi masih banyak yang lain juga.

“Selain lariku cepat aku juga punya wajah yang tampan kau juga pasti akan menyukai ku”tulis Siwon lagi.

“Oh yah, coba buka topeng mu itu” Yoona akan menarik kepalanya badut kuda yang Siwon gunakan namun segera tangan Siwon menangkisnya. “Waeyo?” tanya Yoona heran.

Siwon kembali menulis di dalam kertas tapi kali ini kertas tersebut di berikan kepada Yoona.

“Saranghaeyo” sontak Yoona membulatkan matanya tak percaya dengan apa yang baru di bacanya dalam kertas itu. Yoona mendongakkan kepalanya menatap Siwon yang masih menutupi wajahnya. Di balik topeng kuda Siwon mengulum senyum lalu memberikan balon berbentuk hati itu kepada Yoona. “Untuk ku?” tanya Yoona menunjuk dirinya sendiri. Siwon menganggukkan kepalanya. Lalu menyerahkan balon berbentuk hati itu kepada Yoona. Siwon membungkukkan badannya 90 derajat lalu pergi meninggalkan Yoona yang masih melongo melihatnya.

“Apa ini……..” gumam Yoona sambil memandang punggung badut berkostum kuda itu yang semakin menjauh dari pandangannya.

()

Yoona menggaruk-garuk kepalanya yang tak gatal, matanya masih membaca tulisan dalam kertas tersebut tanpa Yoona sadari di bertabrakan dengan seseorang.

“aww…..maaf..maaf aku tidak sengaja” Yoona membungkukkan badannya meminta maaf kepada orang yang di tabraknya.

“Nona Im Yoona, kenapa kau ada di sini”

Yoona mendongakkan kepalanya mendengar suara tersebut dan terdapatlah Nickhun yang memandang Yoona penuh tanya.

“Akkhhh manager, kau rupanya aku pikir siapa” tutur Yoona lalu kembali menegakkan badannya.

“Kau sedang apa di sini Nona Im Yoona?” tanya Nickhun lagi.

“Eumm akhh kebetulan sekali. Begini kau kan managernya Siwon, bisa tidak atur jadwal Siwon untuk di wawancarai oleh ku tidak akan lama kok, mungkin sekitar 1 jam” ucap Yoona sedikir ragu.

“Ohh jadi kau datang kemari hanya untuk menjalankan tugas awal mu yaitu mewawancarai Choi Siwon?” tanya Nickhun memastikan.

“Yah, tolong aku yah manager. Kalau aku tidak mewawancarai Choi Siwon aku bisa di pecat dari pekerjaan ku” ucap Yoona sedikit memelas. Nickhun sedikit menimbang-nimbang tawaran Yoona lalu beberapa saat kemudian menganggukkan kepalanya “Oke, tapi aku minta persetujuan Choi Siwon dulu. Nanti aku atur jadwalnya”

“Yah menager kalau bisa hari ini yah, ini hari terakhir aku tidak punya kesempatan lagi”

“Hari ini?” Nickhun menaikan alisnya satu. “Tapi Siwon sedang sibuk syuting sekarang, jadwalnya hari ini padat”

“Ayolah manager bantu aku yah, hanya menghabiskan 1 jam saja tidak lebih jebal” ujar Yoona sambil memohon-mohon pada Nickhun.

“Akan ku usahakan, ini kartu nama ku itu ada nomer ponselnya” Nickhun memberikan kartu namanya pada Yoona. “Nanti hubungi aku yah, sekarang aku harus pergi dulu syuting akan segera di mulai” lanjut Nickhun lalu pergi meninggalkan Yoona yang sedang berbinar-binar karena akan segera mentuntaskan pekerjaannya.

“Sekarang aku harus segera ke rumah sakit” Yoona segera memasukkan kartu nama Nickhun ke dalam tasnya lalu berlari untuk pergi ke rumah sakit.

()

Siwon duduk santai sambil membaca scenario, tapi pikirannya tak fokus dan dari tadi laki-laki bertubuh jangkung ini terus tersenyum yang membuat para kru yang melihatnya mengangkat alis bingung.

“Hai….apa kau sakit?” tanya Nickhun yang ternyata dari tadi memperhatikan Siwon yang terus senyum-senyum. Siwon mengangkat kepalanya melihat Nickhun yang berdiri di hadapannya. “Anio” jawab Siwon singkat masih dengan mengembangkan senyumannya. Nickhun menghela nafas sejenak lalu duduk di sebelah Siwon. “Apa hari ini kau mau menerima pekerjaan?’

“Pekerjaan apa?’ sahut Siwon tanpa menolah pada Nickhun.

“Diwawancarai” jawab Nickhun singkat.

“Tidak mau, hari ini aku syuting sampai pukul 10 malam, aku lelah mau langsung tidur” jawab Siwon sambil terus membaca scenario. Nickhun mengeliat sambil mengulum senyum “Akhhhh sayang sekali sepertinya aku harus menghubungi Im Yoona kalau Siwon tidak mau di wawancarai” Nickhun mengambil ponselnya dan berpura-pura akan menghubungi Yoona.

“Tunggu kau bilang siapa? Im Yoona?” kali ini Siwon menolehkan kepalanya menatap Nickhun.

Nickhun menganggukkan kepalanya sambil berpura-pura mengetik pesan singkat untuk Yoona.

“Nona Im maaf sekali ternyata Siwon tidak mau di wawancarai oleh mu, katanya dia lelah butuh istirahat” Nickhun berpura-pura mengetik pesan untuk Yoona dan sengaja membacanya keras di hadapan Siwon. Siwon langusng merebut ponsel Nickhun “Arraseo……aku mau. Kapan? Dimana? Ucap Siwon sedikit gugup.

Nickhun mengulum senyum lagi “Oke, kau mau jam berapa dan dimana?”

“Eummm jam 8 malam saja, tempatnya……” Siwon sedikit memikirkan tempat yang cocok untuk wawancara nanti.

“Akhhh di hotel tempat ku menginap saja, jadi kita tidak perlu menyewa kamar lagi wawancaranya di lakukan di kamar ku saja” lanjut Siwon setelah berpikir senejak.

“Jam 8? Bukannya kau bilang syutingnya beres jam 10?” tanya Nickhun dengan senyum yang sedikit menggoda Siwon.

“Akhhh kau ini, tadi aku salah bicara. Cepat hubungi Im Yoona aku tidak mau nanti dia terlambat” tutur Siwon sedikit gugup lalu berdiri dari duduknya dan langsung meninggalkan Nickhun yang sedang gelang-gelang kepala melihat tingkahnya “Apa aku bilang, kau pasti jatuh cinta padanya” gumam Nickhun melihat punggung Siwon yang perlahan semakin tak terlihat.

()

Yoona berjalan di koridor rumah sakit, dia mencari kamar tempat ayahnya di rawat.

“Mana yah…..?”

Tak berapa lama akhirnya Yoona sampai di kamar bernomer 224, yang merupakan kamar tempat ayahnya di rawat. Yoona memutar knop pintu secara perlahan lalu masuk kedalam.

“Noona….” Seru Minho adiknya.

Yoona tersenyum lalu kembali berjalan kearah Minho.

“Kapan Noona kesini?’

“Noona baru saja sampai di Busan, bagaimana kondisi Ayah?’ tanya Yoona lalu melihat seorang laki-laki paruh baya yang sedang tertidur tenang di atas ranjang.

“Begitulah, dokter bilang ayah harus segera di operasi” jawab Minho lemas.

“Ohhh” respon Yoona singkat. Dia tak tahu harus menjawab apa lagi, pasalnya sekarang otaknya sedang berputar bagaiamana cara mendapatkan uang untuk bisa segera mengoprasi ayahnya.

“Eomma mana?” tanya Yoona lagi.

“Eomma baru saja pulang ke rumah, semalamam Eomma tidak tidur makannya aku suruh pulang” jawab Minho lalu duduk di pinggir ranjang. “Oh yah Noona, apa uang untuk operasi Appa sudah ada?”

Yoona terdiam mendengar pertanyaan dari adiknya ini. “Noona kau tidak apa-apa?’ tanya Minho menatap kakaknya itu penuh tanya.

“Minho-ya…Noona belum mendapatkan uangnya, Noona….” Yoona tak dapat lagi melanjutkan kata-katanya. Tubuhnya kali ini menjadi lemas, Minho segera merangkul bahu kakak satu-satunya ini.

“Noona, aku tahu ini pasti sangat sulit. Aku mengerti Noona, aku juga sudah berusaha mencari uang untuk pengobatan ayah tapi selama beberapa hari ini aku tak mendapat sepeser pun” tutur Minho lalu kembali matanya berkaca-kaca.

“Sudahlah Minho kau jangan menangis, kau itu laki-laki Noona akan berusah mencari uang untuk operasi ayah” ujar Yoona lalu menepuk-nepuk punggung adiknya itu.

Tiba-tiba Yoona teringat sesuatu, dia segera merogoh tasnya dan mengambil kartu nama Nickhun. Yoona memencet deretan nomer ponsel Nickhun untuk mengubunginya.

……….

………..

“Yeoboseo” suara itu akhirnya bersahut setelah cukup lama Yoona menunggu..

“Managar apa Siwon mau di wawancarai oleh ku?” tanya Yoona langsung pada tujuannya menghubungi Nickhun.

“Ahhh ini Im Yoona….ya dia bersedia nanti malam pukul 8” jawab Nickhun yang langsung membuat mata Yoona berbinar.

“Jinja…tempatnya dimana manager?”

“Nanti tempatnya aku beri tahu maaf Im Yoona, aku putus dulu telponnya ya”

Nickhun menutup sambungan secara sepikah. Tapi, Yoona tidak marah malam dia menggenggam erat ponselnya dengan kedua tangannya. “Akhirnya, aku harus segera bersiap-siap” gumam Yoona dengan mata yang berbinar-binar.

“Minho tolong jaga Appa Noona pulang yah, Noona ingin menemui Eomma dulu. Setelah itu Noona akan berangkat bekerja kalau ada sesuatu cepat hubungi Noona arraseo” ucap Yoona pada adiknya itu.

Minho menganggukkan kepalanya sambil tersenyum”Semoga pekerjaan mu sukses Noona fighting”

“Fighting” balas Yoona dengan senyum lebarnya.

Yoona keluar dari kamar tempat ayahnya di rawat setelah sebelumnya berpamitan pada Minho dan tak lupa mencium dulu kening ayahnya.

End of Author POV

 

Siwon POV

Kulirik arloji yang melingkar di tangan kiri ku, waktu sudah menunjukkan pukul 19.35. tapi Yoona juga belum kunjung datang ke kamar ku “Apa dia tidak tahu nomer kamar ku yah?’ gumamku sambil terus mondar-mandir menunggunya.

Entah kenapa aku jadi bersemangat seperti ini, padahal aku sangat membenci yang namanya sesi wawancara. Apalagi wawancara secara pribadi seperti ini karena bagi ku yang namanya seorang wartawan pasti selalu melebihlebihkan apa yang ku katakan nanti. Tapi, saat Nickhun menyebut nama Im Yoona entah kenapa aku tak bisa menolaknya.

Ku lihat diriku di dalam cermin, ku benarkan dasiku yang sedikit bengkok dan tak enak bila di lihat mata. Ku lihat diriku di dalam cermin dari ujung kaki hingga ujung kepala. Penampilan ku begitu rapi padahal ini hanya wawancara singkat dan tidak di tanyakan di tv tapi kenapa aku berpakaian seperti ini. Itulah pertanyaan yang dari tadi berputar-putar di otak ku. Tapi, aku sendiri juga tidak tahu apa jawabannya. Yang aku tahu adalah aku hanya ingin tampil rapi di hadapan Im Yoona.

“Choi Kiho…Choi Kiho…lihatlah putra mu ini begitu tampan. Wanita mana yang tidak akan terpesona padaku” gumamku lalu tersenyum menatap cermin.

End Of Siwon POV

 

Author POV

Yoona menghembuskan nafasnya sebelum mengetuk pintu kamar Siwon, dia terlihat mengenakan rok di atas lutut yang di padu padankan dengan baju berwarna biru serta sepatu berwarna hitam. Sebanarnya sepatu itu sudah tidak layak pakai karena salah satu talinya sudah copot ditambah sepatu tersebut sudah kekecilan untuk Yoona gunakan sehingga membuat kaki Yoona menjadi lecet. Tapi dengan PD-nya Yoona mengenakan sapatu tersebut karena alasan dia tidak punya sepatu lain.

Tokk…tok…tok….

Yoona mengetuk pintu berwarna hitam itu 3 kali untuk memanggil orang yang mengisi kamar bernomer 2207 itu. Tak lama pintu itu pun terbuka dan terdapatlah Siwon di ambang pintu, Yoona sedikit terperangah melihat Siwon yang sudah berdiri di hadapannya.

“Masuklah” titah Siwon lalu memimpin jalan. Yoona merasa sedikit kiku mengikuti langkah Siwon lalu secara perlahan kakinya mulai masuk kedalam mengikuti Siwon.

Siwon duduk di sofa tunggal di ikuti Yoona yang duduk di sofa sebelahnya.

Tiba-tiba suasana menjadi canggung, keduanya sama-sama diam dan tak bersuara. Siwon terlihat gugup melihat Yoona yang duduk tak jauh darinya, Siwon melihat penampilan Yoona dari ujung kepala hingga ujung kaki. Tiba-tiba mata Siwon menangkap kaki Yoona..

Siwon menaikan alisnya satu seperti sedang memikirkan sesuatu saat memandang kaki atau lebih tepatnya sepatu yang Yoona pakai.

“Yah kau lihat apa?”tanya Yoona memandang Siwon. Siwon mengalihkan pandangannya menatap Yoona.

“Aku tidak lihat apa-apa,  ayo kita mulai wawancaranya” ujar Siwon kali ini dia sedikit tenang.

Yoona bersiap-siap dengan ballpointnya serta catatan kecilnya untuk mencatat jawaban yang akan Siwon ungkapkan dan tak lupa Yoona mengeluarkan secarik kertas yang merupakan daftar pertanyaan yang di buat oleh Jessica.

“Kenapa kau tidak pakai perekam suara saja?” tegur Siwon. Yoona mendelikkan matanya kearah Siwon.

“Jangan banyak bertanya, yang penting kau jawab saja pertanyaan ku” ketus Yoona.

“Arraseo…” jawab Siwon singkat.

Kini suasananya mulai serius Yoona mulai membuka lipatan kertas pertanyaan tersebut. Seulas senyum tipis tertarik dari kedua sudut bibirnya melihat daftar pertanyaan yang ternyata hanya 10 pertanyaan.

“Oke sebelumnya saya akan memperkenalkan diri dulu, nama saya Im Yoona saya adalah wartawati dari majalah hiburan ternama SJM”

Siwon mengangguk mengerti. “Aku sudah tahu cepat berikan pertanyaannya” ketus Siwon. Yoona hanya menghela nafas berat mencoba menenangkan dirinya.

“Baiklah…Tuan Choi Siwon bisa anda ceritakan bagaiamana perjalanan karir anda dari mulai masa pelatihan hingga sekarang anda menjadi salah satu aktor terbaik dan kemampuan akting anda sudah tidak bisa di ragukan lagi..”

Siwon menarik nafas sejenak lalu mulai menjawab pertanyaan dari Yoona, dengan cekatan Yoona menulis jawaban Siwon dalam sebuah cacatan kecil yang sudah ia sedikan tadi.

Pertanyaan demi pertanyaan terus Yoona lontarkan kepada Siwon, dan Siwon juga dengan santai menjawabnya. Meskipun Suasana terasa sedikit kaku tapi wawancara ini berlangsung serius. 7 pertanyaan sudah Yoona lontarkan pada Siwon, ketujuh pertanyaan tersebut semuanya mengenai perjalanan karir Choi Siwon dan tiba saatnya 3 pertanyaan yang menjurus ke kehidupan pribadi Siwon.

“Baiklah sekarang saya akan menanyakan pertanyaan selanjutnya…” Yoona segera membaca pertanyaan nomer 8. Tapi senejak Yoona terdiam membaca pertanyaan yang Jessica tulis..

“Pertanyaan apa?’ ucap Siwon menunggu Yoona yang belum juga melanjutkan sesi wawancara..

“Akhh baiklah pertanyaannya apa anda pernah jatuh cinta, lalu bagaimana kisah cinta pertama anda Tuan Choi Siwon” Yoona berusaha menenangkan dirinya dengan bersikap seperti biasanya.

Siwon menaikan alisnya satu dia merasa heran Yoona menanyakan hal ini padanya.. “Eummm apa perlu aku jawab?”

“Mungkin ini pertanyaan mengenai masalah pribadi anda, jadi apa anda tidak keberatan?” tanya Yoona balik sedikt ragu.

“Oke cepat kau catat yah, karena aku tidak mau mengulanginya lagi…” Yoona mulai menyiapkan ballpointnya bersiap-siap untuk menulis jawaban dari Siwon.

“Tentu saja aku pernah jatuh cinta karena itu adalah hal yang wajar bagi setiap manusia, cinta pertama? Eumm sama seperti laki-laki pada umumnya aku juga punya cinta pertama, mungkin sampai sekarang pun kadang aku masih memikirkannya. Cinta pertama ku terjadi pada saat aku berusia 13 tahun, saat itu aku begitu sangat menyayangi seorang gadis kecil berusia 9 tahun. Awalnya aku merasa kalau perasaan yang ku rasakan adalah hal biasa yah seperti seorang kakak menyayangi adiknya. Tapi lama-kelamaan aku menyadarinya bahwa aku sangat mencintainya, aku suka  cara bicaranya, aku suka senyuman indahnya, aku suka tingkahnya, aku suka kepribadiannya, aku suka semua yang ada dalam dirinya. Dia….dia adalah cinta pertamaku…..”

Ballpoint yang Yoona pegang hampir jatuh kelantai, dari tadi dia sama sekali tak menulis jawaban dari Siwon malah Yoona menyimak setiap untaian kata yang terluncur dari bibir namja yang kini tengah tersenyum kedepan. Siwon sedang mengingat-ngingat yeoja yang di maksudnya..

Yoona segera menepis pikiran yang tiba-tiba muncul di otaknya di segera membaca kembali pertanyaan nomer 9 namun kembali Yoona terkejut membaca pertanyaan tersebut…
“Pertanyaan selanjutnya….” Ujar Siwon lalu melihat kearah Yoona.

“Pertanyaan selanjutnya… adalah….apakah sekarang kau masih mencintainya? Pertanyaan Yoona sedikit membuat Siwon terkejut. Siwon menatap Yoona heran.

Sedetik kemudian Siwon menjawab…”Tentu saja, aku masih mencintainya dan cinta ku masih sama seperti saat aku mencintainya saat usia 13 tahun” jawab Siwon lalu tersenyum pada Yoona.

Yoona menundukkan kepalanya dan berpura-pura menulis jawaban yang Siwon ucapkan, padahal sebenarnya dia sedang berpikir apa yang dia dengar itu tidak salah..

“Satu pertanyaan lagi bukan….ayo cepat waktu ku tidak banyak lagi” ucap Siwon.

Yoona kembali membuka lipatan kertas yang berisikan pertanyaan itu. Yoona menghela nafas lega setelah membaca pertanyaan nomer 10.

“Oke,,,pertanyaan terakhir sebelum berakhirnya wawancara ini” ujar Yooan kembali bersikap seperti di awal-awal tadi…

“Biasanya setiap bintang hallyu itu selalu mendapat julukan atau sebutan nama yang di berikan oleh para fansnya, bisa anda sebutkan julukan anda dan kenapa anda bisa mendapat julukan itu?”

Siwon mengulum senyum mendengar pertanyaan itu “Apakah aku harus menjawab pertanyaan seperti itu?” tanya Siwon.

“Tentu saja, aku rasa setiap bintang hallyu selalu memiliki julukan. Ada yang di beri julukan Ice princess, evil magnae, fishy, angel, topu, ada juga yang di beri julukan charming…….dan…..”

“Simba…, julukan ku simba…”

Ballpoint yang Yoona pegang seketika langsung jatuh ke lantai, Yoona menatap Siwon sambil otaknya terus mencerna apa yang baru Siwon katakan..

“Bisa kau ulangi…?’ pinta Yoona pelan.

“Simba, aku di beri julukan simba” tutur Siwon kali ini lebih jelas.

Yoona menelan ludahnya sendiri masih tak percaya apa yang baru di dengarnya, pikiran Yoona melayang pada kejadian tadi siang saat seorang badut berkostum kuda memperkenalkan dirinya “Simba” dan menulis kata “Saranghaeyo” di atas kertas serta memberikannya balon berbentuk hati.

“Alasannya?” tanya Yoona masih memandang Siwon.

“Alasannya….Karena lari ku cepat seperti Simba dan selain lariku cepat aku juga punya wajah yang tampan kau juga pasti akan menyukai ku”

Bagikan di sambar petir di malam hari Yoona membulatkan matanya tak percaya dengan apa yang baru di dengarnya, dia menatap namja yang kini tengah tersenyum manis kepadanya.

Yoona tak dapat membuka mulutnya untuk berbicara apalagi menulis jawaban yang Siwon lontarkan, rasanya seluruh sendi-sendinya mati dan darahnya jadi membeku. Mereka berdua masih menatap satu sama lain, Siwon tersenyum menampakan lesung pipinya kepada Yoona sementara Yooan menatap Siwon dengan tatapan yang sulit di artikan.

“Saranghaeyo Im Yoona” kata itu akhirnya meluncur begitu lancar dari bibir Siwon yang membuat Yoona kembali tertegun mendengarnya.

“Apa…apa…kau orang yang tadi siang, si ba..dut ber..kos..tum…ku.ku..da..?” tanya Yoona terbata-bata.

“Ne, aku orangnya. Aku mencintai mu Im Yoona” lanjut Siwon masih menatap Yoona dengan senyumannya. Siwon beralih tempat duduk menjadi di samping Yoona, di raihnya tangan Yoona yang sudah dingin itu. “Apa kau menerima cintaku?” tanya Siwon lagi yang langsung membuat tubuh Yoona bagaikan tersengat listrik.

Yoona tak dapat berbuat apa-apa lagi,  untuk berkedip pun rasanya sangat berat untuk di lakukannya, yang ada dia hanya manatap wajah Siwon yang tersenyum manis menatapnya.

 

To Be Countinued

Alhamdulilah akhirnya chapter ini beres juga…*ngelap keringat di dahi*

United bagaimana chapter ini? Bagi yang sudah membaca tinggalkan jejak oke😉 kalau gak mau chapter selanjutnya DIPROTEKSI. Aku lihat dari chapter-kechapter yang komentar bervariasi jumlahnya? Kenapa yah? Apa FF ini gak seru? Geje? membosankan *itu pasti*.

Oke deh kalau gitu sampai berjumpa di chapter selanjutnya…

Jeongmal kamsahamnida, yang sudah membaca RCL oke😉

Tinggalkan komentar

184 Komentar

  1. Nur khayati

     /  Mei 25, 2015

    Terima.. Terima.. Terima.._
    Tp cara.a Siw0n nembak kurang r0mantis,,

    Balas
  2. Akhirnya siwon udah jujur ma perasaannya, ayo yoona terima aja siwon..

    Balas
  3. park ra chan

     /  Desember 28, 2015

    Yoona cuma bilang ne
    Min chapter selanjutnya jgn di protect ne…

    Balas
  4. melani

     /  Januari 3, 2016

    Ahh akhirnya siwon jujur juga sama perasaannya kalo dia suka sama yoona bahkan udah suka dr dulu.. berharap yoona nerima cinta siwon..

    Balas

United, Leave a Coment Here

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: