[FF] Who Is The Beloved (Chapter 11)

[FF] Who Is The Beloved (Chapter 11)

Title : Who Is The Beloved

Tipe : Sequel

Author : Choi Hyun Mi/Twitter : @Nita_Rahayu22

Main Cast :

  • Choi Siwon (Super Junior)
  • Im Yoon Ah (SNSD)

Other Cast :

  • Lee Donghae (Super Junior)
  • Jessica Jung (SNSD)
  • Stella Kim
  • Etc…

Genre: Romantic, Sad, Family

Rating : General

 

“Menuju sebuah kebahagiaan memanglah tidak semudah membalikan telapak tangan, banyak krikil-krikil tajam yang selalu menjadi penghalang di saat kita melangkah untuk meraih kebahagiaan itu. Karena kelengahan ku semua ini terjadi, bisakah aku hidup bersama mu?”

~~~

“Aku tidak mabuk, tapi aku sudah gila Im Yoona. Aku gila karena Choi Siwon, Choi Siwon yang telah membuat ku seperti ini, Choi Siwon yang telah menolak cinta ku dan Choi Siwon yang telah menyakiti perasaan ku. Karena kehadiran mu Choi Siwon jadi membenci ku, dia sangat membenci ku. Maka tidak akan ku biarkan kau hidup bahagia bersamanya, CHOI SIWON MILIK KU IM YOONA, DIA MILIK KU” Stella berteriak histeris lalu kembali mengangkat pisaunya ke udara.

“JANGAN STELLA JANGAN AAAAAHHHHH…………………”

 

“Akhhhh” jeritan Yoona terdengar semakin keras, buliran-buliran bening dari kedua sudut matanya sudah terjatuh membasahi pipi pucatnya. Stella semakin menjadi seakan mendapatkan sebuah bisikan yang menyuruhnya untuk membunuh Yoona, akal sehatnya sudah leyap dari dalam pikirannya, hati dan jiwanya sudah di butakan oleh cintanya yang amat besar kepada seorang Choi Siwon.

“Im Yoona, INILAH AJAL MU”

“Ahhhhhh………” teriakkan Yoona perlahan semakin melemah di saat pisau dapur yang di pegang Stella sudah menusuk perut Yoona.

“S..s.ste.stella akhhh” Yoona terkapar di lantai dengan tangannya memegangi pisau yang menancap di perutnya. Lantai apartement Siwon yang berwarna coklat muda seketika berubah menjadi warna merah yang berasal darah Yoona. Stella mundur satu langkah melihat Yoona yang sudah terkapar di lantai, tubuhnya bergetar hebat dan matanya merah menahan tangis.

“A..apa yang sudah ku lakukan” suara Stella bergetar ketakutan melihat Yoona yang sudah berlumuran darah terkapar lemah di lantai. Stella mulai menangis, tubuhnya masih bergetar ketakutan segera dia mundur beberapa langkah untuk meninggalkan Yoona yang masih tersadar namun dengan ke adaan lemah.

“Yoona aku pulang” Stella tersentak kaget mendengar suara yang sangat ia kenal, seketika langkahnya terhenti.

“Stella kau sedang……IM YOONA…”ucapan Siwon terpotong saat matanya melihat calon istrinya yang sudah terkapar di lantai dengan berlumuran darah.

“Stella apa yang kau lakukan” pekik Siwon lalu menjatuhkan kantong belanjaannya dan segera berlari menghampiri Yoona. “Im Yoona bertahanlah, Im Yoona. Stella kau membunuh Im Yoona, kau membunuh Im Yoona. Yoona, Yoona bangun” Siwon berteriak histeris sambil mengguncang-guncang tubuh Yoona yang sudah lemas, sementara Stella sudah terisak dalam tangisnya.

“Yoona bertahanlah aku akan membawamu ke rumah sakit” ucap Siwon sambil terus terisak tangis.

“Si…Si..Siwon ma..maafkan aku..aku benar-benar tidak ti..dak ku..kuat”perlahan Yoona mulai menutup matanya seketika Siwon semakin histeris lalu memandang Stella dengan api kemarahan yang sudah memuncak.

“Pembunuh….kembalikan Im Yoona, kembalikan Im Yoona” Stella semakin terisak menangis kini rasa bersalah serta penyesalan menyinggapi dirinya “Maaf..maafkan aku Siwon”

“Maaf kau bilang, aku tidak akan pernah memaafkan mu Stella. Kau akan mendapatkan balasan yang setimpal” Siwon segera menyeka air matanya lalu menggendong tubuh Yoona. perasaannya benar-benar kacau saat ini, dia lebih memilih lebih mementingkan Yoona dari pada menghadapi Stella.

^^

Tn Im dan Ny Im berjalan dilorong rumah sakit dengan sedikit tergesa-gesa, setelah mendapat telpon dari Siwon, Ny Im terus menangis tiada henti memikirkan putri satu-satu yang sedang dalam keadaan bahaya, sementara Sungmin dan Sunny melapor ke pihak berwajib untuk menangkap Stella Kim.

“Siwon-ah bagaimana ke adaan Yoona” seru Ny Im pada Siwon yang duduk lemah di kursi sambil menekuk wajahnya.

“Aku tidak tahu Eomma, kita doakan yang terbaik untuk Yoona” ucap Siwon lalu berdiri dari duduknya.

“Siapa pelakunya, kenapa dia membunuh anak ku” pekik Tn Im yang sudah tersulut emosi.

“Appa maafkan aku, ini semua kesalahan ku kalau saja aku tidak meninggalkan Yoona sendiri mungkin ini semua tidak akan terjadi, maafkan aku Appa”ucap Siwon penuh penyesalan lalu menundukan kepalanya berusaha menahan tangis.

“Sudahlah Yeobo, Sungmin dan pihak berwajib sedang menangkap orang yang sudah melakukan ini kepada Yoona, sekarang kita berdoa semoga Yoona baik-baik saja” ucap Ny Im menenangkan suaminya yang sedang terbakar api emosi.

“Tapi kalau sampai terjadi sesuatu pada Yoona bagaimana?” pekik Tn Im tak dapat mengontrol emosinya. Ny Im tertunduk menangis mendengar penuturan dari suaminya ini, penuturan yang tak mau di dengarnya sama sekali Siwon merangkul calon ibu mertuanya itu untuk menenangkannya. “Eomma Appa, maafkan aku. Tapi aku berjanji aku akan mengurus semua ini, karena semua ini adalah kelalayan ku” ucap Siwon berusaha menenangkan kedua orang tua Yoona. Tn Im menarik nafas berat lalu menjatuhkan tubuh di kursi “ Lihat saja nanti aku akan menuntutnya, dia harus mendapatkan hukuman yang berat” ujar Tm Im lalu mengusap wajah dengan kedua telapak tangannya.

^^

Stella terduduk lemah di atas tempat tidurnya, tubuhnya bergetar hebat dan matanya tak henti-hentinya terus menangis. Kini rasa takut menyerang dirinya, Stella menaikan kedua kakinya ke atas ranjang lalu di peluknya untuk sedikit menenangkan dirinya.

“Tidak, aku tidak mau masuk penjara. Aku tidak mau masuk penjara, apa yang telah kau lakukan Stella, apa yang sudah kau lakukan….”tangis Stella semakin pecah, dirinya benar-benar kalut saat ini memikirkan tindakannya yang sangat kejam kepada Yoona. Stella mengambil ponselnya yang tergeletak di atas nakas lalu menekan deretan angka yang akan di hubunginya.

“Siapakan 1 tiket pesawat ke Amerika untuk keberangkatan malam ini, cepat” ucap Stella pada orang yang di hubunginya.

“Baiklah Nona” jawabnya di sebrang sana.

Stella memutus sambungan secara sepihak lalu bangkit dari duduknya dan berjalan menuju lemari untuk mengemasi pakaiannya. Stella mengambil pakaian yang di butuhkannya setelah itu dia segera keluar dari kamarnya. Namun saat membuka pintu untuk keluar, terdapatlah 2 orang polisi serta Sungmin dan Sunny yang tepat berada di depannya.

“Nona Stella anda tidak bisa kabur, anda sudah di kepung” ujar salah seorang polisi tegas.

“Setelah kau burusaha membunuh adik ku, kini kau mau kabur. Tak akan ku biarkan kau hidup Stella Kim” ujar Sungmin sambil mengepalkan kedua tangannya menahan emosi.

“Nona Stella, atas tuduhan pembunuhan kami harus menangkap anda” kedua orang polisi itu langsung memborgol tangan Stella. “Aku tidak membunuh Im Yoona, aku tidak membunuh Im Yoona. lepaskan aku, lepaskan aku” Stella meronta saat tangannya akan di borgol oleh kedua polisi berbadan tegap itu.

“Jangan lakukan pembelaan di sini, lakukan pembelaan di kantor polisi” tegas salah seorang polisi sambil menggiring Stella Kim berjalan yang di ikuti oleh Sungmin dan Sunny di belakang.

^^

Jessica melihat barang-barang yang akan di bawanya ke Amerika, ada rasa sedih untuk meninggalkan Korea Selatan negera yang telah memberikan banyak kenangan indah baginya. Di lihatnya tiket yang sudah tercantum tanggal keberangkatannya. “Hanya tingga satu hari lagi aku menikmati udara Korea Selatan, Selamat tinggal Korea Selatan aku akan sangat merindukan mu” ucap Jessica dengan senyum getir di bibirnya.

“Sica, kau sudah siap?” seru Tuan Jung lalu duduk di sebelah putri kesayangannya itu.

“Ne Appa, semuanya sudah aku siapakan. Tinggal berangkat lusa” jawab Jessica berusaha tersenyum pada ayahnya itu.

“Eumm bagus, oh yah kau tidak mau memberitahu Donghae soal kepergiaan mu ke Amerika?” tanya Tuan Jung yang membuat senyum Jessica seketika leyap.

“Aku tidak ingin dia tidak tahu Appa” jawab Jessica lemas.

Tuan Jung menghela nafas melihat kesedihan yang masih menyelimuti putri satu-satunya ini” Appa mengerti perasaan mu, semoga ini yang terbaik untuk mu Sica” Tuan Jung menepuk-nepuk pundak Jessica untuk meyakinkan dirinya supaya tidak salah memilih keputusan, tak lama Tuan Jung bangkit berdiri lalu pergi meninggalkan Jessica yang masih tertunduk lesu.

“Ini adalah keputusan yang terbaik untuk ku Appa” lirih Jessica pelan lalu merebahkan tubuhnya untuk tidur.

^^

Siwon dan kedua orang tua Yoona masih duduk menunggu hasil pemeriksaan Dokter yang belum selesai, resah, gelisah, cemas dan takut membayangi diri ke 3 orang yang mencintai Yoona itu. Tak lama pintu berwarna putih itu terbuka dan keluarlah Dokter Lee, seketika Siwon  dan ke dua orang Yoona bangkit berdiri “Dokter bagaimana ke adaan anak ku, dia baik-baik saja kan?” seru Tuan Im lalu menghampiri Dokter yang sudah lama di kenalnya itu. Dokter Lee melepas masker, lalu menarik nafas sejenak. “Yoona kehilangan banyak darah, keadaanya kritis” jawab Dokter Lee lemah.

“Dokter cepat selamatkan Yoona, apa pun caranya cepat selamatkan Yoona” sambung Siwon setelah mendengar kondisi Yoona.

“Saya sudah berusaha tapi keadaan Yoona tetap lemah, harus segera di lakukan operasi secepatnya”

“Lakukan saja Dokter, lakukan yang terbaik untuk anak ku. Lee Junho, aku mohon kau adalah sahabatku, jadi selamatkanlah putri ku” ucap Tn Im Seolung kepada Dokter Lee.

“Baiklah, aku akan berusaha dengan sekuat tenaga untuk menyelamatkan putri mu” Dokter Lee menepuk-nepuk bahu sahabatnya itu untuk sedikit menenangkannya.

^^

Stella duduk berhadapan dengan dua orang polisi yang siap untuk mengintrogasinya, sementara Sungmin dan Sunny duduk di belakang Stella sambil terus mengawasi setiap garak gerik Stella, tangis Stella kini sudah reda tapi tubuhnya terus gemetaran merasakan takut yang saat ini menyerang dirinya.

“Nona Stella, apa benar anda telah melakukan percobaan pembunuhan dengan Nona Im Yoona” tanya salah seorang polisi dengan tatapan seriusnya. Namun, Stella tidak menjawab pertanyaan dari polisi tersebut.

“Nona Stella anda bisa bicara tidak” tegas polisi yang satunya lagi.

“Aku tidak membunuhnya, aku tidak melakukannya” jerit Stella kini air matanya mulai keluar kembali.

“Tapi anda adalah satu-satu orang di tempat itu, jadi siapa lagi kalau bukan anda pelakunya” tegas polisi dengan wajah seriusnya.

“Im Yoona yang memcoba membunuh ku, lagipula sidik jari di pisau itu sidik jari Im Yoona, jadi dia yang berusaha membunuh”

“Apa-apaan kau ini, adik ku bukan orang seperti itu. Cepat mengakulah, atau kau mau aku membunuh mu HAH” bentak Sungmin yang sudah terbakar api kemarahan yang langsung bangkit dari duduknya.

“Tuan Sungmin, tenanglah anda jangan emosi” pinta salah seorang polisi berusaha menenangkan Sungmin yang siap menghajar Stella.

“Oppa, sabar kita serahkan semuanya pada polisi” ucap Sunny lalu merangkul bahu suaminya itu.

Sungmin mengacak-ngecak rambutnya prustasi lalu kembali duduk.”Awsa kau Stella, aku tidak akan membiarkan mu hidup”

“Oppa, jangan bicara seperti itu”ujar Sunny berusaha menenangkan Sungmin yang masih tersulut emosinya.

“Sudahlah Nona Stella, ada tidak bisa berkutik lagi. Sekarang ikut kami ke sel” dengan gerak cepat kedua polisi itu mengangkat tubuh Stella untuk berdiri dan kembali memborgol tangan gadis berambut panjang itu.

“Lepaskan aku, aku bukan pembunuh lepaskan aku…..” jerit Stella meronta-ronta namun, sayang tenaganya terlalu kecil untuk menghadapi tenaga 2 orang polisi berbada tegap itu.

End Author POV

 

Siwon POV

Marah, kesal, sedih perasaan itulah yang kini ku rasakan. Entah apa yang harus ku lakukan saat ini, semua ini kerena kesalahan ku. seandainya aku tidak pergi meninggalkan Yoona sendiri mungkin hal ini tak akan terjadi. Ku kecup punggung tangan Yoona dengan perasaan bersalah yang terus memojokan diriku, rasanya aku ingin segera membalas semua perbuatan yang telah Stella lakukan pada calon istri ku ini. Tapi, tak mungkin aku meninggalkan Yoona dalam ke adan seperti ini.

“Yoona, bangunlah…bangunlah” hanya kata itu yang dapat ku ucapkan rasanya hati ku sakit melihatnya dalam ke adan seperti ini.

“Siwon-ahh” panggil seorang wanita yang sangat ku kenal suaranya. Ku tolehkan kepalaku ke sumber suara” Eomma” lirih ku pelan melihat ibuku yang sudah berdiri di belakang ku.

“Kenapa ini bisa terjadi pada calon istri mu?” tanya ibuku pelan. Ku tundukan kepala untuk menyembunyikan rasa bersalah yang tergambar di wajah ku “Ini semua kesalahan ku Eomma” ujar ku pelan.

Eomma merangkul pundak ku hangat, mungkin berusaha untuk menenangkan kegundahan yang kini bersarang di dalam diriku.

“Tuhan akan memberikan keselamatan pada calon istri mu, yakinlah Siwon-ahh” ucap Eomma dengan suara lembutnya. “Gomawo Eomma” jawab ku pelan berusaha tersenyum menyembunyikan kesedihan ku.

End of Siwon POV

 

Author POV

Donghae mematut dirinya sendiri di cermin rias, dia terlihat rapi dengan setelan tuxedo berwarna hitam serta celana yang berwarna senada. “Ini tudak terlalu buruk” ujarnya lalu menunjukan senyum khasnya.

Dret…..dret….dret…

Donghae meraih ponselnya yang tergeletak di atas nakas..”Siwon, ada apa dia menghubungi ku” gumamnya saat melihat nama yang memanggilnya. Dengan segera di tekannya icon berwarna hijau utuk mengangkat telpon yang ternyata dari Siwon.

“Yeoboseo” jawab Donghae memulai pembicaraan..

“…………….”

“Ne, waeyo..?”

“……………………”

“Mwo, jinjja? Lalu bagaimana ke adaan Yoona sekarang?” panik Donghae setelah mendapat sebuah kabar dari Siwon..

“……………….”

“De, aku segera kesana sekarang”

Klik…sambungan pun terputus, Donghae segera mengambil kunci mobil yang tergeletak di atas tempat tidur tak lama dia segera berlari keluar dari apartementnya.

^^

Siwon duduk di halaman sekitar rumah sakit tempat Yoona di rawat, tatapan matanya begitu kosong ke depan serta pikirannya melayang entah kemana. Di teguknya coffe panas kesukaannya untuk sedikit membasahi kerongkongannya yang kering.

“Sudah lama menunggu?” tiba-tiba suara seorang namja membuat Siwon terperanjat, di tolehkan kepalanya ke sumber suara. “Anio, duduklah” sambut Siwon dengan senyum terbaiknya. “Mau coffe” Siwon menyerahkan salah satu gelas pada namja tersebut yang tak lain adalah Donghae, dengan senang hati Donghae meneima coffe yang di berikan Siwon lalu sedikit menyesapnya.

Kini ke duanya sama-sama terdiam dalam lamunan masing-masing, belum ada kata lagi yang terucap dari mulut keduanya. Diri mereka berdua memang sedang duduk bersama-sama tapi, raga mereka melayang entah kemana. Cukup lama dalam keadaan seperti ini Donghae akhirnya membuka kembali pembicaraan.

“Keadaan Yoona masih kritis” ujarnya pelan namun Siwon mendengarnya dengan sangat jelas.

“Iya, padahal operasinya sudah di lakukan semalam” ucap Siwon dengan suara seraknya. Donghae menghela nafas berat lalu merangkul bahu Siwon. “Semuanya akan baik-baik saja” ujarnya menyakinkan Siwon. “Kalau sampai terjadi sesuatu pada Yoona, aku tidak akan memaafkan diriku sendiri” ucap Siwon yang kembali mengutuk dirinya.

“Mana Siwon yang ku kenal, Siwon yang bisa melindungi Yoona. Siwon yang selalu  optimis, Siwon yang selalu menghadapi masalah apapun dengan kepala dingin, dan mana Siwon yang kuat” tegas Donghae sedikit meninggikan nada suaranya. Siwon menekuk kepalanya ke bawah mencoba menyembunyikan kesedihannya dari Donghae yang duduk di sebelahnya.

“Aku tak bisa menjaga Im Yoona” lirih Siwon pelan yang membuat Donghae tiba-tiba tersulut api kamarahan. Donghae meraih kerah kemeja Siwon geram setelah mendengar penuturan darinya.

“Kau bilang apa, dasar pengecut”

Buggg…….

Donghae menghajar pipi kiri Siwon dengan kuat,seketika Siwon tersungkur di tanah.

“Jadi sekarang kau menyerah HAH???? Mana janji mu, janji mu untuk membahagiakan Im Yoona dan selalu menjaganya, MANA JANJI MU??” bentak Donghae dengan emosi yang sudah meledak.

“Pukul aku, pukul aku. AYO PUKUL AKU LAGI, aku memang tidak pantas untuk Yoona, aku selalu membuat hidup Yoona menderita” pekik Siwon pasrah, kini matanya sudah merah, air mata yang seharusnya keluar tak dapat keluar karena rasa bersalah yang masih bergelayut di dalam dirinya.

Donghae menghembuskan nafas dengan kasar lalu berjongkok di hadapan Siwon yang masih terduduk di tanah. “Dasar pengecut, kenapa kau jadi seperti ini” tegas Donghae menatap Siwon yang menundukan kepalanya.

“Aku hanya takut terjadi sesuatu pada Yoona, hanya itu.. hanya itu… tidak lebih, seandainya aku tidak meninggalkan Yoona sendirian, mungkin hal ini tidak akan terjadi” lirih Siwon dengan suara paraunya. Kembali Donghae menghembuskan nafas kasar, mencoba meredam emosinya” Kenapa kau jadi menyalahkan diri sendiri, seharusnya Stella yang kau salahkan dia yang telah berusaha membunuh Yoona” tegas Donghae masih dengan nada tingginya.

“Aku tahu, makannya aku merasa bersalah karena telah menjerumuskan Yoona dalam lingkar masa lalu ku, aku terlalu lalayai dengan semuai ini, aku bodoh Donghae aku bodoh” ucap Siwon prustasi.

“Jadi kau akan tetap seperti ini, apa yang akan kau lakukan sekarang” ujar Donghae kini dia mulai menurunkan voulume suaranya.

“Aku tidak tahu apa yang harus ku lakukan saat ini, rasanya aku tidak pantas menjadi suami untuk Yoona”

Buggg……..

Kembali Donghae menghajar pipi Siwon untuk ke dua kalinya, Siwon mengerang sakit sambil memegangi sudut bibirnya yang mulai mengeluarkana darah segar.

“Aku tidak mau  mendengar kau mengucapkan itu lagi, jadi tutup mulut mu” ucap Donghae lalu bangkit berdiri. “Bangunlah” Donghae menjulurkan tangannya pada Siwon yang tersungkur di tanah. Perlahan Siwon menerima uluran tangan Donghae lalu bengkit berdiri.

“Obati dulu luka mu, baru kita ke kantor polisi” ujar Donghae lalu melangkahkan kakinya meninggalkan Siwon. Siwon hanya bisa mengikuti langkah Donghae dari belakang dengan gontai.

^^

Operasi telah dilakukan, namun keadaan Yoona masih kritis seakan tak menandakan Yoona akan segera sadar secepatnya, sebuah layar kecil di sebelah kanan Yoona manandakan detak jantungnya yang masih berfungsi namun dengan irama yang pelan. Ny Im tak henti-hentinya terus menangisi putri kesayangannya yang masih terbaring lemah edngan peralatan medis yang menempel di tubuhnya.

“Sebaiknya bibi pulang saja, biar aku yang menjaga Yoona” ucap Jessica sambil merangkul bahu Ny Im.

“Tidak Sica, bibi ingin di sini. Bibi ingin melihat Yoona saat siuman” ujar Ny Im dengan isakan tangisnya.

“Yeobo, benar apa kata Sica. Kau pulanglah, nanti kau sakit biar aku dan Sica yang menjaga Yoona”sambung Tn Im yang mendapat anggukan dari Jessica.

“Iya bi, bibi juga harus istrihat. Nanti kalau Yoona sadar, aku akan segera menghubungi bibi” lanjut Jessica.

Ny Im menerima saran dari Jessica dan suaminya lalu bengkit berdiri “Yoongie sadarlah nak, Eomma merindukan mu” bisik Ny Im di telinga Yoona lalu di kecupnya kening putri kesayanganya itu dengan segenap kasih sayangnya. Tak berapa lama Jesssica mengatar Ny Im keluar dari ruangan Yoona.

^^

Stella meringkuk di sel penjara, pandangannya begitu kosong ke depan dan entah apa yang sedang ia pikirkan saat ini.

“Nona, ada yang ingin bertemu dengan mu” ujar seorang polisi yang membuat Stella sedikit terperanjat.

“Siapa?” tanya Stella bingung.

“Ikut saja aku” jawab polisi itu lalu membuka kan pintu sel untuk Stella. Stella keluar dari sel lalu berjalan mengikuti langkah polisi itu menuju ruangan para tahanan di jenguk. Tapi, langkah Stella seketika terhenti saat melihat namja yang di cintainya tengah duduk di kursi. Namja tersebut yang tak lain adalah Siwon segera bangkit dari duduknya setelah melihat Stella. Kini tatapan mata Siwon berubah menjadi tatapan penuh kebencian.

“Tuan waktunya 10 menit, silahkan mulai pembicaaran kalian” ujar polisi tersebut pada Siwon.

Dengan perasaan takut dan ragu Stella pun duduk di kursi yang sudah di siapkan, begitu pun dengan Siwon yang juga ikut duduk berhadapan dengan Stella. Stella masih menundukan kepalanya mencoba menghindari tatapan yang menakutkan dari Siwon.

“Dasar pembunuh” ketus Siwon sontak Stella mengangkat kepalanya kaget.

“S…S…Siwon…” ucap Stella tak percaya dengan apa yang Siwon katakan padanya.

“Apa kau pikir dengan kau melakukan hal ini, kau bisa mendapatkan ku hah? Kau salah besar Stella, justru aku semakin membenci mu” ketus Siwon lagi.

“Siwon, sungguh aku tidak tahu kenapa aku harus melakukan hal sebodoh ini, aku tidak tahu…” Stella kembali menundukan kepalanya dan kembali air matanya keluar.

“Kau memang sudah di butakan oleh cinta Stella” ujar Siwon masih dengan tatapan tajam menatap gadis yang kini sudah menangis di hadapannya.

“Kalau sampai terjadi sesuatu pada Yoona, seumur hidup aku tidak akan pernah memaafkan mu dan kau harus mendapatkan balasan yang setimpal atas perbuatan mu ini” tegas Siwon lalu mengepalkan kedua tangannya geram.

“Siwon, aku tidak mau di penjara… aku takut, aku tidak mau di penjara” rintih Stella sambil terus terisak tangis. Siwon tersenyum kecut lalu membuang muka.

“Sebentar lagi hari persidangan, akan ku pastikan kau akan menjadi penghuni sel tahanan” Siwon bangkit dari duduknya lalu siap pergi meninggalkan Stella tapi dengan sigap Stella menghadang kepergiaanya. “Aku mencintai mu Choi Siwon, aku mencintai mu” emosi Siwon mulai meledak dengan segera dia melepaskan tangan Stella yang memegang lengannya.

“Omong kosong, rupanya kau juga harus menjadi penghuni rumah sakit jiwa” ketus Siwon lalu pergi meninggalkan Stella yang masih menangis. Stella hanya bisa meratapi kepergian Siwon dengan tatapan nanar.

^^

Jessica melihat Yoona yang masih terbaring lemah di atas tempat tidur dengan tatapan sedih, di raihnya tangan dingin Yoona sambil terus melihat sahabat sekaligus dongsaeng yang sangat ia sayangi. “Yoong, kenapa ini bisa terjadi padamu?” lirih Jessica pelan. “Bangunlah Yoong” lanjut Jessica kini matanya mulai berkaca-kaca.

“Yoongie, hari ini aku akan pergi. Padahal harapanku, kau akan mengantarku ke bandara tapi kenapa kau malah terbaring lemah di sini, Yoongie, saat aku ada di Amerika nanti, berjanjilah kau akan bangun secepatnya” kini air mata kesedihan itu sudah mulai turun membahasi kedua pipi Jessica, Jessica merangkul tubuh Yoona dan memeluknya erat.

“Bangunlah Yoongie, bangunlah..” lirih Jessica sambil terus menangis di pekukan Yoona.

^^

“Maaf bibi tidak bisa mengantar  mu ke bandara” ujar Ny Im sebelum Jessica membuka pintu mobilnya.

“Tidak apa-apa bi, bibi jaga saja Yoona. Kalau Yoona sudah sadar, cepat kabari aku yah” ucap Jessica dengan senyum terbaiknya.

“Tentu, bibi akan segera mengabari mu” Ny Im merangkul tubuh kecil Jessica memberikan sebuah pelukan perpisahan. “Jaga diri mu baik-baik, dan ingat kau harus menjadi wanita yang sukses, kau harus sama seperti ibu mu Sica” ucap Ny Im dengan mata yang sudah berkaca-kaca. Jessica tak dapat membendung air matanya saat pendapat pelukan hangat dari seorang ibu, yah Jessica memang merindukan pelukan seperti ini. Sebab, sang ibunda tercinta telah pergi meninggalkannya. “Bibi, boleh aku memanggil mu Eomma?” ucap Jessica di sertai isakan tangisnya.

Ny Im mengelus rambut pirang Jessica dengan segenap kasih sayangnya. “Tentu saja, bibi sudah menganggap mu seperti anak sendiri, panggilah aku Eomma jangan sungkan Sica”

“Eomma…Eomma” Jessica semakin terisak dalam pelukan hangat Ny Im merasakan hangatnya pelukan dari seorang ibu yang sangat di rindukannya.

^^

Siwon berdiri di dekat jendela tempat ruangan Yoona di rawat, dia melihat dengan tatapan sedih calon istrinya itu dari balik kaca. Sayup-sayup mata Siwon masih menandakan kesedihan dan penyesalan yang amat dalam, perasaannya kini berkecamuk menjadi satu. Segera di tepisnya pikiran buruk tentang calon istrinya itu yang kembali menyinggapi dirinya.

“Kau tidak masuk ke dalam?” seru Donghae yang sudah berdiri di sebelah Siwon.

Namun Siwon tak bergeming, dia masih terus melihat Yoona tak memperdulikan keberadaan Donghae.

“Yoona sekarang butuh diri mu, dia butuh laki-laki yang kuat seperti diri mu” lanjut Donghae namun Siwon juga belum meresponnya.

“Gomawo” kata singkat itu terluncur dari bibir Siwon. Donghae menolehkan kepalanya menatap Siwon bingung “Untuk apa?”

“Atas bentak kan mu, dan pukulan mu, gomawo” lanjut Siwon namun dia tidak menoleh kearah Donghae.

“Dan terimakasih karena telah menyadarkan ku, kau benar Yoona sekarang membutuhkan ku, aku tidak boleh seperti ini” ujar Siwon lalu menolehkan kepalanya menatap Donghae. Donghae tersenyum senang lalu Siwon pun juga tersenyum kearah Donghae.

“Aku seperti ini karena Im Yoona, bahagiakanlah Im Yoona Choi Siwon, dan jagalah dia” ujar Donghae lalu menepuk-nepuk pundak Siwon.

“Kalau aku melanggar itu kau boleh memukul ku lagi, aku tidak akan melawan mu” ucap Siwon yang membuat keduanya tertawa bersama-sama.

“Donghae kau tidak ke bandara?” ucap Siwon di sela-sela tawanya. Donghae mengerutkan keningnya bingung. “Bandara, untuk apa?”

“Jadi Jessica tidak memberi tahu mu?” tanya Siwon balik.

“Jessica, maksud mu apa?”tanya Donghae semakin tak mengerti.

“Jessica pergi ke Amerika, apa dia tidak memberi tahu mu?” tanya Siwon heran.

“Mwo, Jessica ke Amerika?” pekik Donghae kaget. Siwon mengangguk kan kepalanya memberikan jawaban.

“Jadi ini yang dia maksud kemari” gumam Donghae.

“Jadi benar Jessica tidak memberi tahu mu?” tanya Siwon meyakinkan.

“Dia sama sekali tidak memberi tahu ku” jawab Donghae lemas.

“Masih ada waktu, cepat kau kejar dia. Pesawatnya akan berangkat 1 jam lagi” ujar Siwon  seketika wajah Donghae berseri-seri mendengarnya.

“Benarkah, baiklah terimakasih sudah memberi tahu ku” Donghae segera berlari keluar rumah sakit untuk mengejar Jessica.

“Semoga kau bisa mengejarnya” gumam Siwon pelan melihat kepergian Donghae.

^^

Jessica melihat arloji yang terpasang manis di pergelangan tangannya, pesawat yang akan di tumpanginya 35 menit lagi akan segera meninggalkan Korea Selatan. Kini dia tengah duduk santai di kursi tunggu sambil menunggu ayahnya membeli minuman.

“Appa lama sekali” rengek Jessica yang sudah mulai kesal. Tak berapa lama seorang laki-laki mengagetkannya dari belakang.

“Hai, sudah menunggu lama yah?” ucap Tn Jung di sertainya canda tawanya.

Jessica mengembungkan pipinya kesal lalu bersikap pura-pura marah “Appa lama sekali, tadinya aku mau meninggalkan mu di sini”

“Mianhaeyo, sudahlah jangan cemberut gitu nanti kecantikan mu hilang” goda Tuan Jung pada putri semata wayangnya ini.

“Ini ambil, kau hauskan” lanjut Tuan Jung menyerahkan sebotol soft drink untuk Jessica.

“Gomawo appa” ucap Jessica sembari menunjukan aegyonya.

“Pesawat untuk keberangkatan Los Angeles Amerika, 20 menit lagi akan segera terbang. Para penumpang di harapkan segera memasuki pesawat terimaksih”

 

Donghae segera menambah kecepatan larinya untuk segera menemui Jessica. Maaf saya tidak sengaja, maaf..” ujar Donghae saat tak sengaja menabrak orang-orang yang di lewatinya.

 

“Appa ayo, pesawatnya akan segera terbang” ajak Jessica lalu bangkit dari duduknya.

“Arraseo, Kajja” Tuan Jung ikut bangkit dari duduknya lalu berjalan beriringan dengan Jessica.

 

“15 menit lagi, Jessica….Jessica…kau dimana” teriak Donghae sambil terus matanya menyapu semua sudut bandara internasional incheon. “Sica, ku mohon jangan pergi.. kau dimana..JESSICA” teriak Donghae prustasi karena tidak menemukan orang yang di cintainya.

^^

Dengan setia Siwon duduk di dekat Yoona menunggunya yang juga belum kunjung sadar, setelah operasi selesai Dokter Lee selaku Dokter yang merawat Yoona menyatakan bahwa Yoona koma, dan tak tahu kapan akan segera sadar. Siwon mengecup kening Yoona dengan segenap cintanya, “Chagiya sadarlah, aku mohon sadarlah. Bukankah kita akan segera menikah, cepat sadarlah” kembali Siwon mengecup kening Yoona kini buliran air matanya telah jatuh membasahi kening Yoona. Siwon tak dapat lagi menahan kesedihan yang berkecamuk di dalam dirinya.

Yoona masih tertidur di bawah kesadarannya, matanya masih tertutup rapat seakan enggan untuk kembali terbuka. Kini raganya melayang pada suatu tempat yang sangat asing. Tiba-tiba detak jantungnya tak seimbang membuat layar kecil yang berada di sebelahnya menunjukan hampir garis lurus, Siwon segera terperanjat dari dari duduknya dan segera memanggil Dokter Lee.

“Im Yoona, Yoona.. bertahanlah, Im Yoona bertahanlah…” Siwon berusaha membangunkan Yoona dengan sedikit mengguncang-guncang bahu Yoona.

“Tet…tet…tet..tet..tet…………….” perlahan detakan jantung Yoona semakin melemah.

 

To Be Countinued

Apakah Yoona akan bertahan hidup? Lalu, bagaiamana dengan kisah cinta Donghae dan Jessica? dan bagaimana pula nasib Stella Kim?

Semua jawaban itu ada di chapter terakhir Who Is The Beloved…*kaburrrr author bikin kepo tingkat dewa* hahahah…..

Hayo-hayo united, chapter 12 adalah chapter end gak mau kan di proteksi? Maka dari itu ayo berikan komentar kalian, kalau sedikit yang komentar author mungkin akan memproteksinya *ngacam nih author kaya Stella*

Okedeh sampai berjumpa di kisah selanjutnya..

Annyeong…………J

Tinggalkan komentar

226 Komentar

  1. Mia

     /  Juli 12, 2014

    Jangan pergi yoona

    Balas
  2. ika indra

     /  Juli 15, 2014

    Akhirnya yg salah masuk penjara juga… Bagaimana sama yoona selanjutnya ya…😀

    Balas
  3. Micka yoon A

     /  Agustus 10, 2014

    Menegangkan pake bingitt ;-(

    Balas
  4. Aigo……… Semakin menegangkan aja ni kisah mereka, apakah Yoona akan selamat

    Balas
  5. haduh itu yoona kenapa, semoga yoona masih selamat ..

    Balas
  6. Relly

     /  September 21, 2014

    Semoga Yoona tdk apa2 dan akan segera sadar…

    Balas
  7. Dwi Sivi Fatmawati

     /  Oktober 20, 2014

    waduh jgn sampek yoona eonni knapa2, knpa jga stella jahat banget smpek nusuk pke pisau.. cpet sdar yoona eonni, siwon oppa menunggumu

    Balas
  8. Cha'chaicha

     /  November 1, 2014

    Yah jgn sampe jdi sad ending, yoona hrus sadar, dan donghae bisa ketemu sica..

    Balas
  9. Ai juariah

     /  November 3, 2014

    Waduh….toona jangan tinggalin siwon donk……
    Jesika tingguin donghae donk……
    Duh….dua2nya d ambang kehancuran hbungan nich…..

    Balas
  10. Dedewjasmin

     /  November 19, 2014

    Kasian bngt yoona smpei koma.semua ini ulah stella……….siwon selalu berada dsamping yoona sedih lihatnya…kira2 apa yg akan terjd sm yoona yah?

    Balas
  11. Jangan sampe….yoona Ga boleh pergi kasian siwon.
    Baca chapter ini bikin perih mata (nangis mulu).
    Beneran keren nih FF, Ga sad ending kan????

    Balas
  12. Ya semoga yoona dapat bertahan hidup jesica am donghae bersatu dong jadi klop kan pasangan yg bahagia, tp yoona cepet sadar kesian siwon nya, siwon merasa bersalah ngt ya padahal kan dia gak salah,yg salah stella biar aj dia dipenjara yg lama bgt coz dia udah jahat am yoona

    Balas
  13. Chap yg menguras air mata,meskipun udah yg kesekian kalinya aku baca…

    Balas
  14. ahhh yoona gak apa2 kan??ayolah yoonwon mau married….stella jaht ya??hae kejar sica….

    Balas
  15. YoongNna

     /  Desember 29, 2015

    Yoonaaa ayoo brthan jgn nyerahh…
    Mdh2n yoona bsa sdara dan sehat lagi kshan siwon psti akan sngt menyesl kalau trjdi apa2 pd yoona..
    Mdh2n donghae jg bsa ngejar jessica sblm sica brgkt

    Balas
  16. park ra chan

     /  Desember 30, 2015

    Yoona bertahanlah

    Balas

United, Leave a Coment Here

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: