[FF] The Right Woman For Me (Chapter 3)

[FF] The Right Woman For Me (Chapter 3)

Title : The Right Woman For Me

Type : Sequel

Author : Choi Hyun Mi/@Nita_Rahayu22

Main Cast :

  • Choi Siwon (Super Junior)
  • Im Yoon Ah (SNSD)

Other Cast :

  • Cho Kyuhyun (Super Junior)
  • Tiffany Hwang (SNSD)
  • Song Jieun (Secret)
  • Shin Min Ah/Choi Min Ah

Genre: Romance , Sad, Family

Rating : PG 15+

******

“Jamshi nun gamgo neol tteo ollyeo. You’re so beautiful girl neon ppunya”

“Aku menutup mata ku sejenak, dan kau datang kepikiran ku. Kamu adalah gadis yang sangat cantik, hanya kamu”

A-Day (Donghae Part)

 

Author POV

Yoona terlihat gusar sambil kakinya melangkah masuk ke pekarangan panti asuhan yang terlihat banyak anak-anak yang sedang bermain, perasaannya gundah dan pikirannya hanya tertuju pada satu nama yaitu Lee Yoon Mi putri kesayangannya. Yoona memutar knop pintu dan berjalan masuk mencari Jieun masih dengan wajah panik nya.

“Im Yoona kau sudah datang” teriak Jieun dari arah kamar. Yoona menoleh kearah Jieun lalu berjalan mendekatinya.

“Jieun Yoon Mi mana, apa Yoon Mi baik-baik saja?” seru Yoona saat sudah berhadapan dengan Jieun yang baru menutup pintu kamar.

“Yoon Mi sudah tidur, tadi dia terus menangis” ujar Jieun lalu berjalan ke arah sofa.

“Benarkah, apa yang terjadi dengan Yoon Mi apa badanya panas?” tanya Yoona lalu ikut duduk di sofa. Jieun menarik nafas sejenak sebelum menjawab pertanyaan dari sahabatnya itu.

“Yoong, ada hal yang ingin aku bicarakan dengan mu?” ucap Jieun dengan nada suara seriusnya.

“Ada apa Jieun katakan saja” jawab Yoona dengan wajah yang penasaran. Jieun bangkit dari duduknya lalu duduk di sebelah Yoona. Jieun meraih tangan hangat Yoona dan menatap manik mata sahabatnya itu dengan tatapan sendu.

“Jieun ada apa?” tanya Yoona pelan.

“Yoong, apa kau tidak berniat mencari ayah untuk Yoon Mi?” suara pelan Jieun membuat dada Yoona kembali sesak matanya mulai panas dan kembali seluruh tubuhnya terasa dingin. Yoona menarik nafas lalu sedikit menunduk kan kepalanya mencoba menyembunyikan kesedihannya pada Jieun.

“Yoong aku bisa mengerti perasaan mu, pasti ini sangat sulit untuk mu. Tapi, kau harus ingat Yoong, Yoon Mi membutuhkan sosok ayah, dia membutuhkan kasih sayang seorang ayah. Aku tahu Yoong, kasih sayang yang kau berikan kepada Yoon Mi sangatlah besar, bahkan melebihi apa pun. Tapi, itu tidak cukup Yoong, bagaimana pun juga kau adalah sorang wanita kau tak bisa berperan sebagai seorang ayah” Yoona terisak sambil terus menundukan kepalanya, hatinya benar-benar belum bisa menerima ucapan yang di katakan sahabatnya itu, dadanya sesak dan sekujur tubuhnya lemas. Air matanya terus keluar dari kedua sudut matanya, Yoona tak dapat lagi membendung kesedihan yang menyelimuti dirinya.

“Yoong, maaf bukannya aku lancang. Tapi, aku hanya ingin kau merubah semuannya. Yoong Min Ho sudah bahagia di tempatnya, dia pasti akan merasa sedih jika kau terus seperti ini” ucap Jieun lalu merangkul tubuh Yoona ke dalam pelukan hangatnya.

Yoona kembali terisak di dalam pelukan Jieun “Jieun, tapi aku belum siap. Aku takut, aku takut tak ada yang bisa menerima kehadiran Yoon Mi. Jieun, aku ini seorang janda, aku seorang janda…” air mata Yoona semakin tak terbendung Yoona terus menangis di pudak Jieun mengeluarkan semua kesedihannya selama ini. Jieun ikut menangis meratapi nasib sahabatnya ini, di elusnya punggung Yoona untuk sedikit menenangkan sahabatnya itu.

“Yoong kau jangan bicara seperti itu, percayalah akan ada laki-laki yang menerima kehadiran Yoon Mi sebagai anak mu, dan percayalah akan ada laki-laki yang menerima mu apa adanya. Kau jangan bilang seperti itu, kau ini masih muda, kau seorang dokter dan kau juga cantik. Jadi percayalah padaku Yoong.”

“Tapi status ku sebagai janda, aku tidak yakin akan ada laki-laki yang mencintai ku dan menerima ku apa adanya” Yoona melepaskan pelukannya lalu menatap Jieun lirih. Jieun tersenyum tipis lalu menghapus air mata di pipi Yoona. “Percayalah Yoong, percayalah padaku” kembali Jieun merangkul tubuh Yoona kedalam dekapannya.

******

Siwon berjalan menaiki anak tangga menuju lantai 2 tepatnya menuju kamar ibunya. Hari ini hatinya benar-benar sedang berbunga-bunga, setelah mendengar penuturan dari ayahnya yang sangat ia harapkan selama ini. Siwon berdiri di depan pintu kamar sang ibunda tercinta lalu dengan pelan di bukanya pintu dan masuk ke dalam kamar yang cukup luas itu. Siwon berjalan mendekati ranjang di mana tempat ibunya terbaring koma, dia lalu duduk di pinggir ranjang sambil menatap sendu wajah ibunya yang terpasang selang oksigen.

“Eomma bagaimana kabarmu?” ucap Siwon lalu meraih tangan hangat ibunya.

“Eomma hatiku benar-benar bahagia, Eomma tahu kenapa? Appa, appa telah mengijinkan ku untuk mencari calon istri ku sendiri hati ku benar-benar lega Eomma, akhirnya Appa mempercayakan semuanya padaku” ucap Siwon pelan sambil terus memegang tangan ibunya.

“Eomma, sepertinya aku sudah menemukan wanita yang tepat untuk mendampingi hidup ku. Dia seorang dokter , dia cantik, baik, lemah lembut aku benar-benar jatuh cinta kepadanya Eomma. Dia juga akan menggantikan Dokter Yesung untuk sementara waktu, Eomma pasti akan menyukainya aku benar-benar baru menemukan wanita seperti dia Eomma” Siwon menceritakan sosok Yoona, wanita yang di cintainya kepada sang ibunda tercinta. Hatinya memang benar-benar berbunga-bunga saat ini, senyum tak pernah hilang dari paras tampannya. Kegundahannya selama ini terjawab sudah Siwon telah memantapkan hatinya untuk memilih Yoona sebagai pendamping hidupnya.

Siwon tersenyum memandang wajah sendu ibunya lalu dia mengecup kening sang ibu penuh dengan kasih sayang “Eomma, cepat sadarlah aku ingin segera memperkenalkan Dokter Yoona kepada mu” ucap Siwon lalu kali ini mencium punggung tangan sang ibunda tercinta.

******

“Yoon Mi-ah mau beli baju?” tanya Yoona pada putri kecilnya yang berada di gendongannya. Saat ini Yoona sedang berjalan menuju sebuah Dapartement Stor yang terletak di jantung kota Seoul. Yoon Mi terlihat lucu dengan mengenakan baju pink serta topi yang berwarna senada membuatnya tampak cantik di tambah di sepanjang perjalanan Yoon Mi terus bergumam mengajak Yoona untuk bicara. “Hari ini kita jalan-jalan yah, Yoon Mi mau beli apa?” tanya Yoona kembali namun Yoon Mi hanya bergumam lalu tersenyum manis. “Ohh anak Eomma kau cantik sekali, Yoon Mi senang yah hari ini?” tanya Yoona namun kembali Yoon Mi hanya meresponnya dengan senyuman.

Yoona mulai memasuki sebuah Dapartemant Stor yang memiliki beberapa lantai itu, seketika semua mata memandangnya. Ada yang heran melihat seorang wanita yang masih terlihat muda sudah menggendong seorang bayi, namun ada yang terkagum-kagum melihat seorang wanita muda menggendong seorang bayi. Yoona menyadari orang-orang yang melihatnya kini tengah memperhatikannya dengan tatapan yang berbeda-beda, namun Yoona tetap acuh tak memperdulikan omongan orang lain yang mencibirnya.

Yoona memasuki sebuah toko pakaian bayi, kemudian dia berjalan ke deretan pakaian perempuan yang di dominasi oleh warna pink. “Yoon Mi coba lihat ini, kau suka?” tanya Yoona pada anaknya yang dari tadi matanya memandang tempat yang baru di datanginya ini.

“Ya sudah Eomma ambil ini yah sayang” ujar Yoona lalu kembali memilih pakaian yang lainnya.

Setelah selesai membeli baju serta perlengkapan untuk Yoon Mi, Yoona kembali melangkahkan kakinya menuju supermarket yang berada di lantai 2. Dia berniat untuk membeli kubutuhan dapur serta susu untuk Yoon Mi yang sudah habis, Yoona mendorong kereta belanja lalu memasukan makanan-makanan yang di butuhkannya “Fiuhh semuanya sudah beres, sekarang tinggal membeli susu untuk mu Yoon Mi” Yoona lalu melangkah kan kakinya menuju deretan susu formula. Dia mengambil beberapa susu formula yang biasa di minum oleh Yoon Mi lalu memasukkan nya ke dalam kereta belanjaan.

“Ohh cantik sekali siapa nama mu baby?” seru seorang wanita berambut coklat yang berdiri di sebalah Yoona. Yoona menolehkan kepalanya ke samping kanan dan terdapatlah Tiffany yang sedang tersenyum manis kepadanya.

“Yoon Mi, Lee Yoon Mi” jawab Yoona di sertai senyum di wajahnya.

“Oh nama yang cantik, secantik kakaknya” ujar Tiffany lalu mengelus pipi Yoon Mi gemas.

“Oh maaf Nona saya bukan kakaknya, tapi saya ibunya” jawab Yoona yang membuat Tiffany memandangnya bingung.

“Maksudnya dia anak mu?” tanya Tiffany ragu.

“Ne, dia anak ku. Anak kandung ku” jawab Yoona memastikan.

“Owhh” Tiffany tersenyum kaku mendengar penuturan dari Yoona yang membuatnya terkejut matanya memandang Yoona dari kepala hingga kaki untuk menyakinkan. “Maaf, saya kira bayi cantik ini adik anda Nona”

“Tidak apa-apa Nona, Nona sepertinya saya harus duluan permisi” Yoona membungkuk kan sedikit badannya lalu berjalan meninggalkan Tiffany yang masih memandanganya aneh.

“Anaknya, apa dia tidak bercanda. Euhhh wanita jaman sekarang dari hubungan pacaran pun bisa menghasilkan anak” terka Tiffany tersenyum remah lalu kembali melangkah kan kakinya.

******

Siwon berjalan memasuki rumah sakit tempat Yoona bekerja, hari ini dengan keberanian yang sudah terkumpul Siwon akan mencoba untuk lebih mengenal siapa Yoona. Wajahnya terus mengeluarkan senyum yang tak pernah leyap sejak ayahnya mengijinkan untuk mencari calon istri sendiri. “Maaf suster, apa aku bisa bertemu dengan Dokter Im Yoona?” tanya Siwon pada salah seorang suster yang di temuinya.

“Maaf Tuan, tapi Dokter Im tidak ada katanya ada urusan mendadak jadi hari ini beliau tidak masuk” jawaban dari suster yang membuat raut wajah Siwon sedikit kecewa.

“Oh begitu yah tapi…..”

“Suster” tiba-tiba seorang Dokter berkacamata berteriak memangil suster yang tengah berbicara dengan Siwon.

“Dokter Cho” ucap sang suster memanggil marga sang Dokter yang tak lain adalah Cho Kyuhyun.

“Dokter Im tidak ada di ruangannya, apa kau tahu kemana dia?” tanya Kyuhyun dengan nada suara yang sedikit cemas.

“Dokter Im tadi menghubungi ku, katanya ada urusan mendadak jadi hari ini Dokter Im  tidak akan datang ke rumah sakit” jawab sang suster yang membut Kyuhyun mengangguk-nganggukkan kepalanya mengerti.

“Apa ini ada hubungannya dengan Yoon Mi?” gumam Kyuhyun pelan namun terdengar oleh Siwon yang berdiri di sebelahnya.

“Yoon Mi siapa dia?” tanya Siwon tiba-tiba. Kyuhyun membalikan kepalanya menatap Siwon yang memandangnya bingung.

“Eumm maaf anda siapa Tuan?” tanya Kyuhyun bingun melihat keberadaan Siwon.

“Saya pasiennya Dokter Im” jawab Siwon cepat.

“Pasien?” tanya Kyuhyun masih bingung.

“Maksud ku, Dokter Im yang merawat ibuku yang sedang koma ” lanjut Siwon menjelaskan.

“Ohh begitu yah, kalau begitu aku permisi dulu” Kyuhyun sedikit membungkuk kan kepalanya lalu kembali berjalan meninggalkan Siwon yang masih tak mengerti dengan ucapannya.

“Tuan maaf saya juga harus kembali bekerja” tak lama suster itu pun ikut pergi meinggalkan Siwon yang masih sibuk dengan pikirannya sendiri.

“Ada apa dengannya, tadi dia kelihatannya panik sekali? Yoon Mi? siapa dia”Siwon bergumam sendiri lalu kembali melangkahkan kakinya.

******

Waktu berjalan begitu cepat, sudah hampir 1 minggu ini Yoona selalu datang ke rumah  Siwon untuk mengecek kondisi Ny Choi. Siwon yang tadinya selalu pulang ke apartemantnya sekarang setiap pulang bekerja pasti selalu menyempetkan diri untuk pulang ke rumahnya, selain menjenguk sang ibu ada tujuan tertentu yang mendorongnya untuk pulang ke rumah. Selama 1 minggu ini Siwon masih belum berhasil mendekati Yoona, enatah apa yang terjadi pada dirinya. Namun, saat berada di dekat Yoona entah kenapa tiba-tiba keberaniannya menghilang, tubuhnya terasa kaku untuk di gerak kan bahkan mulutnya pun sulit untuk berbicara.

Yoona dengan telaten mengurus Ny Choi dan selalu rutin mengontrol kesehatannya, meskipun selama 1 minggu ini Ny Choi belum menampakan reaksi apa pun.

“Dokter bagaiamana ke adaan ibu saya?” seru Min Ah saat Yoona sudah mengecek kesehatan ibunya.

“Keadaan Nyonya masih sama seperti kemarin” jawab Yoona ramah. Min Ah tersenyum getir lalu menundukan kepalanya mancoba meredam rasa sedih yang kembali menyerang hatinya.

“Nona, percayalah ibu anda pasti akan segera sadar” ucap Yoona mencoba menegarkan hati Min Ah. “Terimakasih Dokter” jawab Min Ah masih tertunduk menahan tangis.

******

Siwon berdiri di dekat pintu kamar ibunya menunggu Yoona yang juga belum keluar, dia terlihat gusar dan tak sabar namun tiba-tiba pintu kamar terbuka yang sedikit mengejutkannya.

“Tuan Choi, anda tidak masuk kedalam” sapa Yoona sambil menutup pintu kamar.

“Euhh tidak, tadi aku sudah menjenguk ibu” jawab Siwon lalu menampakan senyum khasnya.

“Oh ya sudah kalau begitu aku pulang dulu”

“Ehh tunggu, bolehkan aku mengantar mu Dokter?” tawar Siwon sedikit ragu karena takut tawarannya di tolak.

“Kalau anda tidak keberantan baikalah” seketika senyum Siwon merekah mendengar jawaban dari Yoona yang membuat hatinya kembali berbunga-bunga. “Mari Dokter” ujar Siwon lalu mereka berdua berjalan beriringan menuruni tangga.

“Aww” rintih Yoona kesakitan saat menuruni anak tangga.

“Do.. Dokter anda kenapa?” panik Siwon melihat Yoona yang meringis kesakitan.

“Beberapa hari yang lalu kaki ku terkilir, dan sekarang tiba-tiba sakit lagi” rintih Yoona menahan sakit yang menyerang kaki kanannya.

“Apakah benar-benar sakit, kalau begitu biar aku bantu anda berjalan” tawar Siwon. Yoona tersenyum mendengar tawaran dari Siwon lalu mengangguk kan kepalanya. Siwon segera memapah Yoona untuk berjalan menuruni satu persatu anak tangga sampai akhirnya mereka sampai di anak tangga terakhir Siwon segera memapah Yoona berjalan ke arah sofa lalu menduduk kan tubuh Yoona. “Aku ambil air hangat dulu, Dokter tunggu di sini sebentar yah” ujar Siwon namun dengan sigap Yoona menahan lenganny yang cukup membuat Siwon sedikit terkejut “ Aku tidak apa-apa Tuan, kau tidak usah repot-repot” ucap Yoona berusaha menyakin kan.

“Tidak, kaki anda sakit Dokter. Aku akan segera kembali tunggu aku” Siwon melepas tangan Yoona lalu berjalan menuju dapur. Yoona menatap punggung Siwon dengan tatapan tak percaya. Di dalam hatinya dia sangat kagum akan kebaikkan yang di tunjukan oleh Siwon. “Kenapa sifat dan kelakukannya hampir sama  dengan Min Ho Oppa” gumam Yoona sambil memorinya mengingat kembali masa-masa bahagianya saat bersama suaminya Lee Min Ho.

Siwon kembali dari dapur sambil membawa air hangat dan handuk “ Boleh buka sepatu anda Dokter” titah Siwon sedikit ragu.

“Tuan Choi aku bisa melakukannya sendiri, anda tidak usah repot-repot” elak Yoona yang justru membuat Siwon tersenyum menatapnya.

Deg….

Untuk pertama kalinya mata mereka saling bertemu saling memandang, Siwon masih tersenyum dengan wajah tampannya ke arah Yoona yang sukses membuat  semua sendi-sendi Yoona terasa kaku untuk di gerakan, debaran jantungnya kini terpacu cepat, lidahnya terasa kelu untuk kembali mengeluarkan penolakan atas bantuan Siwon.

“Yoona ada apa dengan dirimu, kenapa kau seperti ini” bisiknya dalam hati sambil terus memandang wajah Siwon yang masih tersenyum kepadanya.

“Kalau begitu biar aku saja yang melepas sepatu anda” ujar Siwon yang membuat Yoona tersentak dari lamunannya. Yoona segera memalingkan wajahnya kesembarang arah untuk menghilangkah gugup yang tiba-tiba menyerang dirinya. Siwon melepas sepatu Yoona lalu mencelupkan handuk ke dalam air hangat dan memijit kaki kanan Yoona.

“Awww” Yoona meringis kesakitan saat Siwon memijit bagian kakinya yang bengkak.

“Sakit ya Dokter? Maaf kan saya” sesal Siwon lalu kembali memijit kaki Yoona namun dengan irama yang lebih pelan.

“Terakhir kali aku merasakan ada debaran di hati ku adalah saat aku jatuh cinta pada Min Ho, dan sekarang aku kembali merasakannya lagi. Apa yang sebenarnaya terjadi padaku, kenapa perasaan ku menjadi tak karuan seperti ini” batin Yoona dalam hati sambil terus memandang Siwon yang sibuk memijit kakinya.

*****

Tiffany memarkirkan mobilnya tepat di depan rumah Siwon, tak lama dia keluar lalu membuka kacamata hitamnya sambil melihat rumah besar dan megah itu dengan perasaan bangga.

“Rumah ini, kapan aku bisa menempati rumah ini” bisiknya percaya diri. Dengan langkah pasti Tiffany masuk ke dalam rumah bergaya eropa itu. Dia terus melangkahkan kakinya menuju ruang tengah dengan senyum yang mengembangkan di wajahnya, tapi tiba-tiba senyum itu lenyap saat melihat Siwon yang tengah berjongkok memijit kaki seorang wanita.

“Siapa wanita iu?” bisiknya pelan, lalu dia mencoba menghampiri mereka berdua.

“Siwon sedang apa kau?” gertak Tiffany to the point sontak Siwon dan Yoona memalingkan kepala menatapnya.

“Fany, sedang apa kau disini?” tanya Siwon balik. Tiffany malah mengerutkan dahinya memandang Siwon yang terlihat aneh di matanya lalu dia mengalihkan pandangannya pada Yoona yang menatapnya bingung.

“Kau, bukan kan kah kita pernah bertemu sebelumnya?” Tiffany mencoba mengingat-ngingat pertemuannya dengan Yoona.

“Iya, seminggu yang lalu kita bertemu di super market Nona” jawab Yoona lalu tersenyum ramah pada Tiffany.

“Oh yah aku ingat, waktu itu kau menggendong bayi kan?” ujar Tiffany yang membuat Siwon terkejut mendengarnya.“Bayi, maksud mu apa Fany”

“Ahh tidak lupakan sajalah itu bukan urusan mu Siwon, oh yah kenapa kau bisa mengenal Siwon?” tanya Tiffany yang di tujukan untuk Yoona.

“Saya seorang Dokter Nona, dan sudah lebih satu minggu ini saya yang merawat ibunya Tuan Choi Siwon?” jawab Yoona yang membuat Tiffany tercengang mendengarnya.

“Mwoo?? Dokter???” pekik Tiffany tak percaya.

“Fany memangnya kenapa?” heran Siwon memandang Tiffany aneh.

“Ahh tidak, eumm baiklah kalau begitu aku pulang dulu” Tiffany segera melangkahkan kakinya meninggalkan Siwon dan Yoona yang masih bingung melihat tingkahnya.

“Kenapa dia, aneh sekali” gumam Yoona bingung.

“Dia teman ku, dia memang selalu begitu” seru Siwon lalu melanjutkan memijit kaki Yoona.

*****

Tiffany berjalan cepat keluar meninggalkan rumah Siwon dengan segudang kecurigaan yang menyelimuti pikirannya.dia lalu menghentikan langkah kakinya tepat sebelum keluar. “Dokter, apa-apaan ini, sebenarnya siapa dia, apa jangan-jangan….ahh tidak Siwon jangan sampai menyukainya , apa Siwon sudah tahu kalau dia sudah punya anak, euhhh” Tiffany menghentakan kakinya ke lantai kesal lalu kembali melangkahkan kakinya keluar dari rumah Siwon.

End of Author POV

 

Yoona POV

Perasaan ini kembali lagi, perasaan yang dulu pernah ku rasakan saat melihat Min Ho Oppa. Jantung ku berdetak tak seperti biasanya, aliran darahku terasa mengalir begitu cepat tapi rasanya semua sendi-sendi ku sangat kaku untuk di gerakan apa yang sebenarnya terjadi padaku kenapa perasaan seperti ini harus kembali muncul di hatiku. Ku buang muka agar menghindari bertatapan dengan Tn Choi yang saat ini masih memijit kaki ku, entah kenapa ada rasa canggung tapi aku merasa sangat nyaman dengan ke adaan seperti ini. segera ku buang jauh-jauh pikiran yang tidak-tidak dari otak ku, tak mungkin hal itu terjadi ini hanyalah perasaan ku.

“Dokter Im sudah selesai” serunya yang membuatku sedikit tersentak kaget. ku alihkan pandangan ku menatapnya yang kini sibuk membereskan kotak obat “Terimakasih Tn Choi, saya sudah merepotkan anda. Sekali lagi terimakasih” “Jangan bilang seperti itu, aku jadi merasa tidak enak” jawabnya lalu menyunggingkan sebuah senyum di bibirnya. “Oh yah anda mau pulang, mari saya antar Dokter” lanjutnya lalu duduk di sofa.

“Tidak Tn, saya bisa pulang naik taxi lagi pula ini sudah malam anda harus istirahat” Dia terlihat memikirkan sesuatu lalu tak berapa lama bangkit dari duduknya. “Baiklah, kalau begitu aku antar anda sampai kedepan mari” ujarnya lalu berjalan terlebih dahulu.

End Yoona POV

 

Author POV

Setelah taxi yang di tumpangi Yoona sudah tak terlihat lagi, Siwon segera masuk ke dalam rumahnya sambil bersiul gembira menampakan senyum bahagianya. Tanpa ia sadari, kakaknya Min Ah sedang memperhatikannya dari lantai 2. “Laki-laki yang sedang jatuh cinta” gumamnya sambil tersenyum melihat tingkah adik laki-laki satu-satunya itu.

“Ahhhh aku sudah jatuh terlalu dalam, aku benar-benar sudah jatuh hati padanya. Sifatnya, senyumannya dia begitu cantik” ucap Siwon berbicara sendiri sambil memejamkan kedua matanya. “Im Yoona, saatnya ku utarakan perasaan ku padamu” lanjutnya kembali lalu tersenyum lebar..

 

*****

Siwon menuruni satu persatu anak tangga, terlihat dia sudah rapi dengan kemeja putihnya serta dasi hitam yang tergantung di lehernya. “Noona, Seung Gi Hyung sudah berangkat kerja?” seru Siwon pada kakaknya yang sedang sibuk menyiapkan sarapan pagi.

“Ah ne, tadi dia sudah berangkat katanya ada rapat penting” jawab wanita berambut panjang itu tanpa menoleh kearah Siwon. “Oh begitu yah” respon Siwon singkat lalu menarik kursi dan duduk siap menyantap sarapannya.

“Appa juga sudah berangkat ke kantor?” lanjut Siwon sambil tangannya sibuk mengambil makanan. “Iya tadi Appa juga sudah berangkat, sama-sama dengan Seung Gi. Eumm Siwon ada sesuatu yang ingin Noona bicarakan dengan mu” ujar Min Ah lalu duduk berhadapan dengan Siwon yang sibuk melahap makanannya.

“Katakan saja” jawab Siwon dengan mulut yang masih penuh dengan makanan. Min Ah sedikit menarik nafas sebelum membuka mulutnya. “Ini soal kecelakaan yang menimpa Eomma, kau ingatkan pada saat itu Eomma tidak kecelakaan sendiri tapi dengan sebuah mobil” seru Min Ah yang membuat Siwon menghentikan kegiatan makannya.

“Ne aku ingat Noona, waeyo?” heran Siwon menatap bola mata kakaknya itu serius.

“Apa kau tahu bagaimana ke adaan si pengemudi mobil yang bertambarak dengan Eomma, apa dia masih hidup?” tanya Min Ah yang membuat Siwon terdiam.

“Entahlah Noona, tapi menurut kepolisian mobil yang bertabrakan dengan Eomma itu terbakar. Aku tidak tahu apa si pengemudinya itu masih hidup atau sudah meninggal” jawab Siwon lalu kembali melanjutkan makannya.

“Bagaimana kalau dia sudah meninggal” ucap Min Ah cepat yang membuat Siwon tersedak mendengarnya. “Siwon gwanchanayo?” panik Min Ah.

“Noona, uhuk…uhuk….jangan bilang seperti itu. Lagi pula kecelakaan mobil itu bukan kesalahan Eomma, Eomma juga korban” jawab Siwon setelah menetralkan kembali suaranya.

“Tapi tetap saja Noona merasa bersalah pada keluarganya” ujar Min Ah pelan.

“Sudahlah, aku berangkat kerja dulu. Kalau ada apa-apa segera hubungi aku Noona, sampai jumpa” Siwon segera pergi sambil menjingjing tas kerjanya.

“Apa yang harus ku lakukan sekarang” gumam Min Ah pelan lalu tertunduk lesu.

*****

“Jieun aku titip Yoon Mi lagi yah, maaf aku selalu merepotkan mu” ucap Yoona berpamitan pada sahabatnya itu.

“Kau tidak usah sungkan Yoong, kita sudah seperti saudara. Cepatlah pergi nanti kau terlambat” ujar Jieun sambil menggendong Yoon Mi yang sudah cantik dengan baju berwarna pink serta bando berwarna senada.

“Yoon Mi-aah, Yoon Mi jangan rewel ya sayang, Eomma pergi tidak akan lama. Hanya sebentar” Yoona mencium pipi malaikat kecilnya itu cukup lama sebelum pergi.

“Dadah Eomma” Jieun melambaikan tangan Yoon Mi saat taxi yang di tumpangi Yoona sudah mulai berjalan dari pekarangan panti asuhan.

*****

Tiffany berjalan menuju ruangan Siwon yang berada di lantai 13, pikirannya masih tertuju pada kejadian tadi malam dimana dia bertemu dengan Yoona. Otaknya terus bertanya-tanya apa hubungannya Siwon dengan Dokter wanita itu. “Tokk…tokk…tokk…” di ketoknya pintu berwarna coklat itu tiga kali untuk memanggil si pemilik ruangan. “Masuklah” tak lama sebuah suara yang di kenalnya menyambutnya. Dengan segera Fany memutar knop pintu dan berjalan masuk kedalam.

“Siwon, apa aku menggangu mu?” serunya saat sudah berada di depan meja kerja Siwon. Sang pemilik nama yang tadi sibuk dengan berkas-berkas yang di kerjakannya segera mendongak kan kepalanya ke sumber suara. “Tiffany, kau rupanya” ujar Siwon lalu bangkit dari duduknya.

Tiffany tersenyum tanggung lalu mengikuti Siwon yang akan duduk di sofa. “Ada apa datang ke ruangan ku” lanjut Siwon lalu duduk di sofa yang di ikuti Fany. “Ada hal yang ingin ku tanyakan padamu?” ujar Tiffany langsung pada tujuan awalnya menemui Siwon.

“Apa?” heran Siwon menyernyitkan dahinya.

“Dokter Im, maksud ku Dokter Im Yoona. Kenapa kau bisa mengenalnya?” tanya Tiffany to the point.

“Ohh itu rupanya, kenapa memangnya?” tanya Siwon balik. “Anio, aku hanya ingin tahu saja” jawab Tiffany sedikit kikuk.

“Dokter Im adalah dokter pribadi ibuku, sudah 1 minggu dia yang merawat ibuku, memangnya kenapa Fany? Sepertinya ada hal yang kau sembunyikan dari ku?” terka Siwon yang membuat Tiffany sedikit terkejut mendengarnya. “Ahh itu, begini aku hanya ingin bilang kalau Yoona sudah punya anak” seketika tawa Siwon pecah mendengar ucapan dari gadis yang duduk di hadapannya.”hahahahh, kau ini bicara apa, usia Dokter Im baru 23 tahun. Mana mungkin dia sudah punya anak, apalagi menikah”

“Siwon aku serius, aku bernah bertemu dengannya saat di super market. Waktu itu dia sedang belanja kebetuhan dapur bersama anaknya” lanjut Tiffany berusaha menyakinkan Siwon yang masih terkiki geli mendengarnya.

“Kau ini bicara apa sih, bicara mu aneh sekali dari tadi malam” ujar Siwon menahan tawanya yang akan kembali pecah. Tiffany mendengus kesal melihat Siwon yang tak mempercayainya “Nama anaknya Lee Yoon Mi, Yoona sendiri yang bilang. Kalau kau tidak percaya silahkan tanyakan saja padanya” lanjut Fany yang kali ini sukses membuat tawa Siwon berhenti.

“Jadi maksud mu Dokter Im sudah menikah?” tanya Siwon yang mulai bingung dengan arah pembicaraan Fany. “Sepertinya begitu, tapi aku tidak yakin mungkin itu anak hasil hubungannya dengan kekasihnya” ujar Tiffany santai yang membuat Siwon terdiam mendengar penuturannya.

“Ya sudah, aku pegi dulu. Terserah kau mau percaya atau tidak, tapi yang ku katakan semuanya itu benar. Siwon aku hanya tidak mau kau di tipu oleh wajah polosnya, bisa saja saat ini dia sedang membohongi mu” ujar Tiffany lalu bangkit dari duduknya dan tak lama kemudian berjalan pergi meninggalkan Siwon yang masih terdiam dalam lamunannya.

End of Author POV

 

Siwon POV

“Nama anaknya Lee Yoon Mi”

“Yoon Mi nama itu pernah ku dengar waktu aku pergi ke rumah sakit sekitar beberapa hari yang lalu” gumamku berusaha mengingat-ngingat pertemuan ku dengan seorang suster dan dokter saat aku ingin menemui Yoona.

“Dokter Im tadi menghubungi ku, katanya ada urusan mendadak jadi hari ini Dokter Im  tidak akan datang ke rumah sakit”

“Apa ini ada hubungannya dengan Yoon Mi?”

“Benarkah apa yang di katakan Fany, lalu apa hubungan Yoona dengan Dokter laki-laki itu” gumamku saat mengingat kata-kata seorang Dokter yang tak sengaja bertemu dengan ku beberapa hari lalu. Ku ambil ponsel  yang tergeletak di atas meja lalu menekan deratan angka untuk menghubungi Pak Song.

“Pak Song, bisa berikan alamat apartement Dokter Im” ujar ku menghubungi supir primadi ibu ku yang pernah mengantar Yoona pulang.

“……………..”

“Ya terimakasih Pak Song”

Klik….ku tutup telpon saat sudah mendapat alamat apartement Yoona.

“Malam ini akan ku pastikan kebenarannya” ujarku sambil memandang secarik kertas yang bertuliskan alamat apartement Yoona.

End of Siwon POV

 

Author POV

Yoona berjalan beriringan dengan Kyuhyun sambil mendekap Yoon Mi yang sepanjang perjalanan bergumam ria.

“Yoon Mi-ahh kau bahagia sekali” ujar Kyuhyun sambil memandang Yoon Mi yang di gendong Yoona. “Iya sepertinya Yoon Mi sangat senang karena hari ini kita jalan-jalan Oppa, iya kan sayang” sahut Yoona yang membuat Yoon Mi tersenyum seakan mengerti apa yang di katakan ibunya. Hari ini Yoona memang tak datang ke rumah Siwon untuk melihat kondisi Ny Choi, makannya waktu luangnya ia sempatkan untuk mengajak malaikat kecilnya untuk berjalan-jalan bersama Kyuhyun yang selalu setia menemani mereka berdua.

Kyuhyun menekan daretan angka untuk membuka pintu apartement Yoona, sementara di belakangnya Yoona sibuk mengajak Yoon Mi bercanda.

“Ayo masuk” seru Kyuhyun saat pintu sudah terbuka. Kyuhyun pun memberi jalan kepada ibu dan anak ini untuk masuk terlebih dahulu. “Oppa, bisa kau gendong Yoon Mi dulu, aku ambil minum dulu di dapur” dengan senang hati Kyuhyun segera mengambil Yoon Mi dari gendongan Yoona. “Uhhh apa berat badan Yoon Mi bertambah lagi, berat sekali” ujar Khuyun saat sudah menggendong anak yang kini sudah menginjak usia 4 bulan itu, sementara Yoona hanya tersenyum mendengar penuturan Kyuhyun lalu berjalan kearah dapur.

*****

Siwon memarkirkan mobilnya di basement apartement Yoona, tak berapa lama dia membuka pintu lalu keluar dari mobil kesayangannya itu. Dengan langkah pasti dia melangkahkan kakinya menuju sebuah apartemant yang di tujunya. Di tekannya tombol berangka 9 untuk menuju apartement yang akan dia datangi.

Ting…pintu lift terbuka dengan segera Siwon berjalan mencari sebuah apartement bernomer 307 dengan teliti. Sampai akhirnya dia menemukan sebuah angka 307 yang terpangpang jelas di pintu berwarna hitam itu.

Dengan perasaan ragu Siwon menekan bel yang terdapat di sebelah pintu, tak berapa lama pintu pun terbuka.

“Tuan Choi….” Sambut Yoona dengan wajah terkejutnya.

“A…a…annyeong Dokter Im” jawab Siwon gugup saat melihat wanita yang di cintainya kini berada di depannya.

“Siapa Yoona….” suara seorang laki-laki terdengar dari dalam yang membuat Siwon terkejut mendengrnya. Yoona hanya diam sambil melihat ekspresi wajah Siwon yang sulit untuk ia artikan.

“Yoona siapa yang datang” sontak Siwon terkejut membulatkan matanya sempurnya tak kala melihat seorang laki-laki yang berdiri di belakang Yoona sambil mengendong seorang bayi perempuan..

“Banarkah dia anak Yoona? Lalu siapa laki-laki itu? Apa dia suaminya?…..Im Yoona siapa kau sebenarnya?”

 

To Be Countinued

 

 

Tinggalkan komentar

156 Komentar

  1. mia

     /  September 22, 2015

    siwon oppa jadi salah paham deh

    Balas
  2. paris

     /  Desember 3, 2015

    Wah siwon salah paham tuh, pasti nyangkanyaa kyu suami nyaa deh 😦
    Yaaa tuhan jangan sampai fany ngehancurin hubungan yoona siwon, kan fany suka banget sama siwon, apa lagi sekarang siwon sama yoona kayanyaa udah saling jatuh cinta 🙂

    Balas
  3. acha

     /  Desember 15, 2015

    Aduhhh siwon salah paham !! Bkn seperti itu kok keadaannya 😭 yoonwon kpn mereka nyatunya sih ? Ayo dongg klian kan udh sling sukakan ? Ah jdi tmbh rumit next thor 😄

    Balas
  4. park ra chan

     /  Desember 21, 2015

    Siwon jgn salah paham

    Balas
  5. diah fibri

     /  Januari 24, 2016

    next chapter….. seruuu….

    Balas
  6. . Knf cikh fanny eonnie smpe sgtu y ma yoongi , 🙅
    . Please siwon oppa jgn slh pham n jauhi yoongi… 😢

    Balas

United, Leave a Coment Here

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: