[FF] MY LOVE PART 2

MY LOVE PART 2

AUTHOR:  C.I ONE

GENRE: ROMANCE, FRIENDSHIP.

Hello semua.. part dua datang.. jjiang.. sebelum baca mohon yakinkan hati anda untuk baca.. sebelum anda baca lalu menyesal.. saya peringatkan ini ff gaje.. dari si author amatir  its me..

Banyak yang protes.. mengapa harus HIV.. author sendiri juga ga tau kenapa harus HIV.. *tetot* tapi author ga ada niat untuk ralat ribet soalnya, dapet feelnya HIV aja gitu.. gara gara baca berita kursi bioskop ada jarun HIVnya itu loh.. sebenernya part 2 udah kelar lama.. tapi waktu author baca kaya jelek banget.. jadi author hapus semua.. eh waktu mau nulis lagi author kena diare, jadi ga fokus.. sama aja gaje deh.. *tetot ngenes banget*

Author jamin ini party terburuk dalam perjalanan ff my love ino..soalnya sekarang author lagi agak sakit.. author kena diare.. mohon maaf ya… author sungguh udah ga sanggup ng ACC lagi.. moga nanti part 3nya bisa lebih baik oke?

Don’t like..

Don’t read..

Don’t bash..

Reader please coment.. make me better okay..?!

CAST: IM YOON AH.

           CHOI SIWON

           SEOHYUN.

           KYUHYUN

          KIM SOOHYUN.

           LEE DONGHAE         

           TIFFANY HWANG     

          HEECHUL.

           TAEYEON, SUZY.

          NY. CHOI.

 

NEXT: KWON YURI.

>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>MY LOVE<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<

yoona pov.

Aaku berjinjit berusaha menggapai kotak tersebut.

“sebenarnya sudah tak sakit.. tapi untuk jaga jagalah.. lagian aku sudah berdiri.. bukan suatu pekerjaan mudah..” yoona bergumam.

Aku berjinjit setinggi mungkin.

“grrhh.. gatal sekali” kaki gatal sekali, lutut ku digigit nyamuk.

Kugaruk lututku dengan telapak kakiku. Tak mungkin kulakukan dengan tangan kan?

“nyamuk sayang..jangan menggangguku arraso..” gumamku yang masih berusaha menjatuhkan kotak itu dengan kemoceng.

Tiba tiba saat kotak itu sedikit lagi aku capai seorang pria berteriak membuatku terkejut.

“NUGUUYAA..?” teriaknya.

Aku menoleh. Aku sangat terkejut. Dia terlihat terperangah dengan posisiku seperti itu (x_X).

Aku sangat gugup. Tiba tiba kotak yang sedari tadi membuatku melarat itu (?) jatuh dan mengenai kepalaku , satu detik kemuadian aku kehilangan keseimbanganku. Kursi yang kunaiki bergoyang dan terjatuh.

“kau..”  teriaknya.

“wa.. wa..” teriaku. Dia memelototkan matanya.

Aku memejamkan mataku pasrah dengan keaadaanku, ataupun badanku yang remuk karena terjatuh.

Aku sedikit lama menutup mata, kok tidak sakit? Apa aku sudah meninggal.

Author pov.

“kau..,” siwon melototkan matanya.

Bruk.. yoona terjatuh dengan posisi bridal style digendongan siwon.. siwon sangat terkejut.. jantungnya berdetak hebat melihat wajah yona begitu dekat dengannya, dengan ekspresi ketakutan yang konyol dan sedikit menggigit bibir bawahnya.

“kau..” siwon teriak marah. Bukan untuk menggertak yoona tapi 95 persen karena dia sangat gugup.

“hhhhh..” yoona masih ketakutan dan menutup matanya.

“buka matamu sekarang.. dan..” perkataan siwon terpotong.

“huhuhu.. kau bodoh.. biarkan dulu aku menutup dan menenangkan diriku.. aku sangat terkejut.. huwaaa.. aku takut.” Yoona menangis seperti anak kecil sabil memukul mukul dada siwon.

“heh.. kau ini siapa.. sudah jangan menangis hentikan pukulanmu kau masih hidup..dan cepat berdiri” gertak siwon dengan nada lebih rendah dari tadi walaupun masih dengan nada tinggi. Dia masih menggendong yoona.

“a aku im yoon ah.. aku yoona.. doktermu.. doktermu choi siwon..” teriak yoona.

Yoona pov.

“a aku im yoon ah.. aku yoona.. doktermu.. doktermu choi siwon..” teriak ku.

Hah.. aku dokternya.. dan dia choi siwon.. apa apaan dokter seperti ini. Untuk menjaga martabatku sebagai dokternya aku langsung loncat dari gendongannya, sambil menahan malu.

“mian.. jongso.. jongsohamnida..” yoona membungkuk 90 derajat pada siwon, entah apa yang membuat yoona mengetahui itu adalah siwon.

Siwon merasa heran dengan tingkah wanita yang konon akan menjadi dokter pribadinya ini, siwon hanya menatap yoona dengan tatapan aneh sambil memicingkan matanya.

“hh… sudah cepat ganti pakaian mu.. aku lapar” lalu siwon langsung berlalu dia menuju kamarnya.

Sedangkan yoona hanya mematung mlihat siwon berlalu, sungguh dirinya kini diliputi oleh rasa malu yang memang langsung dengan kuat menjalar keseluruh tubuhnya. Yoonapun melangkahkan kakinya kedalam kamarnya dengan lesu.

“hhh.. hancurlah martabatmu sebagai dokter yoona..” kata kata itu diliputi seribu kegelisahan akan kejadian yang dia anggap sangat memalukan untuk terjadi di antara pasien dan dokter sekalipun dokter pribadi.

Siwon pov.

Apa sebenarnya yang ibu pikirkan? Bisa bisanya ibu menjadikan wanita itu menjadi dokterku, dia terlalu kekanak kanakan, aku kini baru sadar manfaat kedewasaan dalam dunia pendidikan dan dunia kerja.

Kurebahkan tubuhku diatas kasur berlapis sprei putih ini, sungguh aku penat sekali hari ini, tapi walaupun begitu kini otaku berputar mengelilingi seluk beluk wanita aneh itu.

Dia mengingatkanku pada yuri sosok wanita yang telah menjadi hartakarun rahasia dalam hidupku, setidaknya begitulah menurutku sekarang. Yaa.. benar kata ibu secara fisik dia mirip yuri, bahkan sangat mirip walaupun wajah yoona terlihat lebih kekanak kanakan dari yuri tapi kuakui mereka berdua sangat mirip. Badannya, dia sedikit lebih pendek dari yuri badannyapun terlihat jauh lebih kurus dari yuri. Oh tuhan hal ini malah membuatku semakin merindukan sosok yuri yang takkan tergantikan oleh siapapun dalam hidup daan hatiku tuhan, aku tak bisa berbuat apapun untuk yuri yang kumau tuhan tolong lindungi dirinya.

Saat otakku kalut pada kemiripan mereka berdua dan kerinduanku pada yuri tiba tiba telfonku berdering.

“ne eomma..” angkatku sedikit malas.

“aisshh.. jinjja anak eomma yang satu ini mengapa terdengar sangat lesu? Apa kau lelah?? O ya bagaimana yoona? Benarkan dia sangat mirip dengan yuri?” tanya eomma bertubi tubi.

“eomma.. bisakah kau tidak bertanya dengan bertubi tubi bagian mana yang aku harus jawab?” aku sungguh bertambah lesu dengan serangan pertanyaan dari ibu tercintaku ini.

“bagaimana dengan yoona? Dia mirip yuri kan?” tanyanya ulang.

“molla.. kami belum banyak bicara tadi kami hanya brtegur sapa saja..” jelasku sambil mengambil handuk didalam lemari.

“oh begitu.. lalu apakah dia mirip dengan yuri?” akhirnya eommaku meluncurkan pertanyaan yang sedaritadi kuhindari.

Aku terdiam sejenak mempertimbangkan jawaban yangpas untuk kulontarkan.

“mengapa kau diam? Palli.. pulsa eomma tidak banyak..” aiss.. eommaku ini.

“wajanya memang mirip..” akhirnya kujawab juga yang dapat kupastikan eommaku disana tersenyum penuh kemenangan.

“lalu bagaimana kau tidak lupakan dengan janjimu?” tanya eomma yang membuatku memutar kembali ingatanku.

Flashback.

“eomma jangan bercanda.. tidak ada wanita manapun yang mirirp apalagi kembar dngan yuri..” kataku saat mendenan penuturan ibuku tentang gadis bernama yoona.

“heh eomma tak bercanda… mereka benar benar mirip.. eomma bertemu dengannya sepekan yang lalu saat kau dirumah sakit..” tegas eommaku lalu duduk di sofa ruang kerjaku.

“tak akan eomma..” aku tetap keukeh dengan pendirianku kuberinya segelas jus jambu biji.

“hmm.. baiklah kita taruhan.. kalau memang dia tidakmirip yuri kau boleh melakukan perawatan diseuol tapi kalau mirip… jadikanlah dia kekasihmu..” eomma malah menantangku.

Tanpa pikir panjang dan tanpa memikirkan akibatnya kusetujui saja tawaran eomma.

Flashback end.

“yah,.. eomma.. kemiripan itu bukan hanya raganya saja tapi juga sifatnya.. siapa tahu merka berbeda bagai mana.?” Aku mencoba berkilah.

“halah.. eomma yakin kurang dari 1 tahun kau sudah jatuh hati padanya..” eommaku percaya dirisekali mengatakan ini padaku.

“will see eomma.. sudah ya.. aku mau mndi.. bye bye eomma..” taa jawaban darinya aku langsung memutus sambngan telephone dan masuk kedalam kamar mandi.

Author pov.

Yoona keluar dari kamarnya setelah selesai berganti baju. Dia menggunakan baju tidur lengan dan celana pnjang berwarna biru dengan rambutnya yang ia biarkan tergerai.

Yoona berjalan kearah dapur dia bersiap membuatkan sup sosis yang sosisnya ia buat sendiri untuk siwon.

“sup sajalah.. yang bergizi dan cenderung cepat waktu memasaknya..” yoona pun memulai memasak, benar saja 20 menit kemudian masakannya matang dan sudah tersaji di atas meja.

“sudah siap.. nasi sudah soup sudah telur dadar juga sudah.. lengkap yoona!!” yoona mengecek semuanya lalu duduk disalah satu kursinya mengunggu siwon. Tidak lupa makanan tadi dia beri obat rahasianya.

Yoona pov.

Tiba tiba pikiranku berputar pada kejadian sekitar 1 jam yang lalu. Aku nyaris jatuh dari kursi yang tingginya sekitar 1 m itu. Tapi syukurlah disitu aku ditolong oleh siwon, kalau tak ada dia pasti tulang tulangku sudah patah. Tapi.. aku tidak akan jatuh kalau dia tidak mengaggetkanku, dia berteriak seolah ada pencuri dan itu membuatku sangat kaget. Dan kini aku berpikir untuk menyalahkannya dalam peristiwa ini tapi… aku bersumpah demi apapun itu kejadian paling memalukan dalam hidupku… andwe.. yoona stoppp.. jangan pikirkan itu, come on yoona jangan pikirkan itu.

Author pov.

Siwon yang baru keluar kamar sengaja menuju kemeja makan dahulu untuk mengecek ada makanan atau tidak. Ternyata dimeja makan sudah ada yoona yang sepertinya menunggu siwon, menyadari kehadiran siwwon yoona mengangkat kepalanya dan tersenyum.

“ayo makanlah.. “ tawar yoona dengan senyum manisnya, tetapi siwon hanya menangkat alisnya dan duduk dibangku depan yoona.

Mengetahui senyumnya tidak dibalas yoona menjadi dongkol, diapun menarik nafas panjang dan menghembuskannya untuk membuatnya lebih tenang. ‘sabar yoona fighting’ batin yoona.

“wae?” tanya siwon yang heran melihat tingkah yoona yg terlihat menyabar nyabarkan diri sendiri.

“aniyo..” yoona menjawab singkat lalu menuang lauk kedalam piringnya.

Sampai makan selesai Tak ada percakapan sama sekali diantara mereka, siwon memang bertipe cuek dan tidak peduli sedangkan yoona tak tahu apa yang harus ia katakan.

“baiklah aku duluan dokter im..” pamit siwon yang sudah selesai makan meninggalkan meja makan, sedangkan yoona hanya mendengus sebal.

Yoona pov.

Tuhhaaannn… aku bisa mati kalo seperti ini terus. Mengapa ada manusia seperti itu, dingin sekali sifatnya, aku bisa mati kedinginan bila begini terus.

Sampai aku selesai mencuci piring aku masih sibuk ngedumel, sungguh aku dongkol sekali demi apapun dia manusia terdingin yang ia temui. Dokter jung kakak tingkatku juga kalah dingin sifatnya dari choi siwon.

Aku segera menyelesaikan pekerjaan mencuci piring ini dan bergegas menuju kamarku tiba tiba saat menuju kekamarku sebuah suara terdengar memanggilku.

“im yoon ah kemari kau..”seru seseorang sepertinya aku mengenalnya.

Benar saja dia choi siwon dia memanggilku dari arah kolam renang.

Setengah hati aku berjalan kearahnya lalu aku duduk dibangku tepi kolam renang tepat disebelahnya.

“wae?” tanyaku menoleh padanya.

“aku tau kau mau pergi kesini merawatku karena adikmu yang sakit itukan?” kata kata itu meluncur dari bibirnya dia tak menoleh kearahku sama sekali.

Aku jujur agak kaget dengan yang ia katakan. Apa sebenarnya maksud dan keinginannya. Mngtahui aku tak menjawab dia melankutkan kalimatnya.

“sudah kita to the point saja.. pulanglah keseuol tak usah merawatku aku akan membiayai semua biaya adikmu.. soal eomma kau tenang saja..” kalimatnya ini sungguh membuat hantaman keras didadaku. Dia memang lelaki yang tidak terduga.

“hh.. itu semua urusanku tn.choi.. dia adiku dia tanggung jawabku.. aku akan menjaganya dengan tangan ku sendiri..” aku menjawab tanpa memandang kearahnya ku palingkan mukaku kekolam renang.

“bukankah kalau kau pulang keseuol kau bisa menjaganya sedangkan jika kau disini kau tidak dapat menjaganya..” kurasa dia mulai menoleh kearahku tapi aku tetap memandang lurus kedepan.

“hentikan choi siwon… apakah kau tak sadar telah menginjak injak harga diriku sebagai dokter..” entah mengapa mataku menjadi panas, nada bicaraku meninggi aku menoleh kerahnya yang sedang menoleh kearahku, wajah kami berhadapan.

“apakah kau tak merasa aku berbahaya? Jangan buat hidupku semakin tak berguna karena menularkan penyakit ini.. bukankah kau sudah mengetahuinya?” nadanya merendah tatapanya berubah sayu dengan sedikit butiran yang mengisi pelupuknya.

“aku tak bodoh..aku sudah melindungiku sendiri, tentu dengan cara medis.. tak usah pikirkan aku.. fokuslah pada penyembuhanmu dahulu.. walaupun aku disini bukan semata mata untukmu melainkan untuk adikku tapi akan kuusahakan yang terbaik untukmu.. aku permisi” entah apa yang membuatku sedikit marah dengannya padahal dia terang2an menghawatirkanku.

Saat aku beranjak tiba tiba dia mencegahku.

“kau jangan mengira aku memiliki perasaan tertentu terhadapmu.. aku lelah kau tahu?. Percuma saja kau mrawatku disini.. lebih baik kau pulang keseuol dan merawat adikmu.. dia lebih memungkikan selamat daripada diriku.. bukankah kau tahu ada 99 persen aku tidak akan bertahan lebih dari 5 tahun arena penyakit ini.. pulanglah jangan sia siakan hidupmu.. kejarlah karirmu..” kata kata itu meluncur penuh emosi dari mulutnya.

Aku membalikan tubuhku.

“nothing imposible in this world.. kau tahu aku baru saja mengenalmu.. tapi ini bukan pertama kali aku bertemu dengan orang orang pengidap HIV yang kehilangan semangatnya.. tapi kau tahu mereka bangkit mereka berusaha dengan sekuat tenanga mereka untuk mengilhami sisa sisa hidup mereka.. walaupun akhirnya tuhan berkata lain dan memanggil mereka.. tapi setidaknya mereka tidak mati konyol, mereka mati masih dengan semangat hidup mereka yang menggebu gebu.. mereka meningalkan dunia dengan tersenyum, bukan dengan muka penuh kegagalan..” tess.. sebulir cairan itu terjun dari mataku saat kuingat kedua pasien kembar penyidap HIV itu meningal, mereka saudara kembar yang sangat manis yang berjuang bersama melawan penyakit mereka, aku sangat dekat dengan mereka saat aku menjalani KKN disebuah rumah sakit dijepang. Mereka meninggal setelah berjuang mati matian setelah 8 tahun melawan penyakit itu bersamaan, selisih waktu meninggal mereka hanya 2 pekan.

“kau tahu aku hanyalah manusia biasa… aku manusia lemah.. tolong pergilah..” katanya bangkit dari duduknya.

“apa bedanya kau dengan mereka? Sama sama penyidap HIV.. “

“sudah!! aku lelah berdebat denganmu.. jangan salahkan aku bila aku taklagi bersikap baik padamu..” ancamnya sambil berlalu dari hadapanku

“kau terlalu malas choi siwon.. heh..aku akan buktikan itu.. dengan segala resikoku..” lirihku melirik kepergiannya.

My love.

Author pov.

Yoona terbangun dari mimpinya semalaman ini. Dia beranjak bangun dan segera membersihkan dirinya. Dia harus bangun pagi dan membuatkan sarapan untuknya dan untuk siwon. Kejadian semalam membuatnya semakin tertantang untuk mengembalikan semangat hidup siwon.

Dia keluar dengan celana jeans pendek selutut dengan kaos kuningnya, rambutnya ia biarkan terurai. Dia berjalan menuju kamar siwon untuk mengecek keberadaan siwon. Dia menilai dari kejadian semalam siwon akan membrontak padanya.

Dengan hati hati dia menginti kedalam, dia melihat seorang namja masih tertidur dengan pulasnya tanpa pakaian atau apapun dibadannya yang diselimuti selimut. Yoona kaget dan langsung mengluarkan kepalanya.

Pemandangan tadi membuat yoona sedikit gugup dirinya sibuk sendiri menenangkan dirinya.

“laki laki selalu tidur seperti itu yoona.. huss… mengapa kau seperti ini.. sudah hentikan.. ayoo memasak..” dirinya langsung berjalan cepat menuju dapur minimalisnya itu.

Setelah 30 mnit berkutat didapurnya akhirnya selesai juga sarapan buatannya nasi omelate.

Dia menunggu siwon keluar dari kamar.

“mana orang itu aku sudah menunggunya 30 menit mengapa tak keluar kluar..” yoona kesal sekali karena dia lama menunggu siwon.

“bagaimana kalau aku kekamarnya untuk menjemputnya”

“ah.. andwe yoona..aku tunggu jika 10 menit lagi tak datang aku aan makan duluan.”

10 menit kemudian.

“argh,,, dia benar benar.. sudahlah aku makan dahulu.” Yoona pun memakan 1 porsi nasi omelete dihadapannya itu.

Yoona pov.

‘Kemana orang itu mengapa tak muncul muncul’ batinku heran, dia belum muncul juga sampai aku sudah selesai mencuci piring. Apakah dia belum bangun? Tapi ini sudah siang aku sudah menaruh alarm di kamarnya.

Karena rasa penasaranku sudah memuncak akhirnya kuputuskan untuk memeriksanya dikamarnya.

Kubuka dengan sangat hati hati pintu kamarnya, aku intip.. tidak ada siaapa siapa.. kasurnya kosong begitu juga kamar mandinya.

“hello.. choi siwon apa kau didalam?” aku mencoba memanggilnya.

Tapi hening.. hanya adagema suaraku saja dikamar besarnya ini.

“tak ada orang dimana dia??” aku mengecek kekamarnya benar tak ada siapa siapa.

“choi siwon.. kau dimana sarapanlah dahulu.” Aku mencarinya kesudut sudut rumah ini tapi hasilnya nihil, ku misscall hpnya tapi ternyata hpnya ia tinggal di kamarnya.

‘hu.. kau kemana choi siwon.. kau belum sarapan.. bisa bisa kau kambuh lagi..’ aku sungguh khawatir, dia belum makan sama artinya dia belum minum obat rahasiaku, aku takut terjadi apa apa bila telat sebentar saja.

Akhirnya kuputuskan menuju rumah bibi jang, siapa tahu dia kesana, kuraih mantel merahku dan syal coklat ku, aku melangkah menuju rumah sederhana tak jauh dari temat ini. Ya,, rumah bibi jang.

Bibi jang terlihat akan keluar dari rumahnya sepertinya dia akan menuju rumah keluarga choi itu, dia memang bagian merawat kebersihan rumah itu sejak 20 tahun lalu.

“anyanyeonghaseyo ahjjuma..” sapaku.

“anyanyeong.. ah.. noona.. ada apa?” dia tersenyum ramah.

“apakah siwon kemari bi? Dia tdk ada dirumah..” tanyaku to the point.

“iya tadi dia kesini..tapi baru saja dia pergi bersama donghae..” jelas bibi jang, kim soohyun oppa adalah tetangga bibi jang aku juga sudah berkenalan dgnya kemarin.

“oh.. begitu ya.. memangnya mereka pergi kemaana bi?”

“sepertinya kedanau.. ” jawab bibi.

“oh.. yasudah aku akan kesana aku duluan ya bi..” aku menunduk sedikit memberi salam.

“hati hati noona..” dia tersenyum ramah.

Danau danau danau.. benarkah danau itu? Danau yang pernah aku datangi bersama tiffany dan nari, ohya baiklah choi siwon aku berangkat, walaupun jalan menuju danau sangat sulit aku akan berangkat kau kira aku takut hah?.

Dengan menenteng box makanan ditangan kiriku aku memnjelajahi jalanan yang waktu itu kulalui bersama nari dan tiffany, nari kim nari adalah adik dari soo oppa.

“unnie..” panggil seseorang padaku.

Akupun menoleh, kulihat seorang gadis memakai seragam yang tak asing berlari kearahku.

“nari.. “ dia mendekatiku.

“unnie kau mau kemana? “ tanyanya masih dengan nafas yang tak teratur.

“unnie akan pergi kedanau.. mengapa kau belum berangkat?” tanyaku heran inisudah pukul 9.

“aku masuk siang eon nanti jam 10.. mau apa unnie pergi kedanau dan apa itu?” tanyanya sambil menunjuk box makanan yag ku bawa.

“oh.. ini.. ini untuk..mmm.. choi siwon..” akhirnya aku jujur sungguh aku gengsi menyebutkan membawa makanan untuk lelaki itu.

“hah? Choi siwon? Siwon oppa? Dia sudah datang? Aku ikut ya?” tanyanya bertubi tubi.

“ya.. dia memang sudah datang, sudah aku berngkat sendiri saja.. kau sekolah saja sana..” aku menolak.

“unnie…” rengeknya.

“narii.. kau bisa bertmu dengannya setelah kau pulang nanti arra?” tolakku.

“hh.. ara.. anyeong..” dia berlalu dengan melambaikan tangannya akupun membalasnya.

“hati hati..”

Aku melanjutkan perjalananku, jalan yang ku tempuh berliku.. naik turin semak.. lengkap pokoknya awas kau choi siwon ku beri racun baru tau kau.

Akhirnya setelah 30 menit perjalanan aku sampai, dengan masih terus ngedumel aku mencarinya disekitar danau. Tapi danau ini sangat hening sepi tak ada orang.

“ototkhe.. dimana lelaki itu..” aku sudah mencari disekitar danau tak ada orang sama sekali, dan akhirnya aku terduduk dibangku danau.

“kau mencari siapa? Choi siwon?” sebuah suara mengagetkanku.

“oppa.. soohyun oppa.. “ aku mengangguk.

“dia baru saja pulang..” jelas soo oppa duduk disamping ku.

“mworago?” lelaki itu benar benar.

“aishh.. lelaki itu benar benar!!” dia hanya terkekeh melihat kekesalanku.

“lalu kau akan bagaimana?” tanyanya.

“molla oppa..aku masih lelah..” aku sungguh kesal dengan lelaki itu.

“yasudah istirahatlah dahulu.. nanti akan ku antar kau dengan sepeda..”

“gomawo oppa..” aku tersenyum padanya.

Setelah 1 jam.

Aku melihat box dipangkuanku, omo! Aku lupa makanannya!! Aku terlalu kesal padanya itu membuatku lupa tentang makanan ini.

“oppa.. kajja kita pulang.” Aku bangun dari tempatku.

Dia terlihat terkejut kami yang sedar tadi mengobrol dan bercanda tiba tiba bangun dengan suara mengagetkan.

“heh kau ini.. arra.. kajja..” kami pun pulang soohyun oppa memboncengku dengan sepeda laki lakinya, aku duduk distang karena memang tak ada boncengan, jadi kini kami berhdap hadappan sangat lucu, kami harus memutar melewati jalanan aspal berbeda dg sebelumnya tadi aku menerobos.

“oppa.. kau yakin dengan posisiku?” tanyaku dia masih fokus mengendarai sepedanya.

“kau sendiri tak yakin?” dia menjawab tanpa melihat kearahku.

“baiklah, baiklah aku yakin.. “ dia terkekeh mendengan jawabanku

Dia benar benar seperti oppa oppaku yang ada diseuol, kyu dan heechul oppa, walaupun soohyun oppa tak seaneh kedua oppaku yang berada diseuol itu.

“choi siwon dia pasienmu?” tanyanya.

“ne,.. mengapa memangnya?”

“kau harus hati hati agar tak terpikat pada pesonanya!!” tiba tiba dia mengatakan itu tanpa melihatku.

“hah.. yang benar saja oppa.. dia manusia dingin yang bagiku tak memiliki pesona” aku menyanggah.

“kau ini.. semalam bibi jang bercerita kepada kami bahwa kau jatuh dipelukan choi siwon” tiba tiba dia mengatakan itu andwe… kami??? Nari, donghae oppa, fanny unnie?.

“oh itu.. aku terjatuh oppa.. jatuh dipelukannya adalah arti sebenarnya bukan sebuah kata mutiara..” aku berusaha menjelaskan.

“apapun itu kalian terlihat cocok..” kali ini dia tersenyum jahil kearahku, aku hanya dapat memanyunkan bibirku tanda kesal.

Kim soohyun oppa, dia sangat baik dia bertindak sebagai oppa yang baik untuku dia jauh lebih dewasa dariku walau selisih umur kami hanya sekitar 2 tahun kami seperti selisih 5 th.

Ditengah perjalanan tiba tiba ia berhenti mengayuh sepedanya.

“waeyo?” tanyaku yang sedikit kaget.

“bodoh oppa lupa harus kepasar membeli kue nari yang oppa makan kemaren..” katanya tepok jidat.

“arra arra.. aku pulang jalan kaki sajja..” kataku dengan pura pura kesal.

“ah.. ania yoona ya.. kau akan kuantar dulu lalu aku baru pergi kepasar..” katanya saat melihattku turun.

“tak usah.. rumah tidak terlalu jauh.. sudah, oppa pergi saja.. sana sana..” usirku.

“benarkah?”

“iya.. pergi pergi..” akhirnya dia pun mengontel sepedanya dengan kecepatan yang lumayan tinggi, aku hanya tersenyum melihatnya.

“dia membuatku rindu pada oppa oppaku.. hee oppa kyu oppa sarangheyo..” tiba tiba ada sesuatu yang jatuh dari langit yak.. hujan.

Aku berlari menuju tempat berteduh.

“ais.. mengapa harus hujan..” pakaianku belum basah karena aku tdk terlambat berteduh.

Kring.. ha dul shit..call phone call phone..

Tiba tiba hpku berbunyi, ah ini siwon.

“yoboseyo..” ini siwon kan? Mengapa suara yeoja?. Kucek kembali layar hpku ternyata benar siwon.

“yoboseyo, choi siwon? Nuguya?” tanyaku.

“aku tiffany.. teman siwon, dokter cepatlah pulang siwon menggigil dan sedari tadi tak sadarkan diri..”

Aku sungguh kaget mendengarnya, astaga yang benar saja ni pukul 10.30.

Tanpa menjawab lagi kututup sambungan telfonku lalu berlari sekencan kencangnya, jarak sini – rumah memang tidak begitu jauh, tetapi jalannya menanjak, aku berlari tersenggal senggal berberapa kali aku harus jattuh karena terpeleset dan tersandung batu, tapi entah aku seolah tak menghiraukannya seolah kutaruhkan hidup matiku kini.

Tanpa mengetok pintu aku menerobos pintu dan langsung masuk kedalam rumah, aku langsung berlari menuju kamar lelaki itu.

Aku berhenti diambang pintu, didalam sana ada bibi jang, donghae dan tiffany.

“yoona..” semuanya menoleh kearahku kecuali siwon yang memang tak sadarkan diri.

Aku langsung berlari menuju ranjang ssiwon.

“berapa lama dia pingsan?” tanyaku.

“15 menit lalu..” bibijang menjawab.

Ku pegang keningnya kupegang pergelangan tangannya untuk memastikan ia baik baiksaja, aku sungguh khawatir, bukan bukan itu khawatirku pada seorang pasien.

Kubuka kelopak matanya terlihat sangat pucat.

“yoona apakah tidak sbaiknya kau ganti pakaian dahulu.. pakaianmu basah kuyup..” donghae oppa menasehatiku yang malah untuku itu nasehat konyol dalam kondisi seperti ini.

“tak usah pikirkan itu.. kau ambil infus beserta peralatannya dikamarku.. dan kau donghae ambil obat dan alat suntik yang berada dilaci kamarku..” gertaku. Tapi mereka malah menatapku aneh.

“heh.. cepat!! Apakah kalian mau melihat sahabat kalian mati!!” gertakku akhirnya mereka bertiga keluar termasuk bibi jang mungkin dia tidak mau menggangguku.

“hhh.. sebenarnya siapa yang salah choi siwon.. kau pergi tanpa izinku!! Bodoh kau..”aku mulai memasangi oksigen yang memang berada di kamarnya.

Aku menghangatkannya 2 selimut tebal ku tarik untuknya, penghangat ruangan kunyalakan, panik menyerubuk pikiranku kini.

Tok tok tok..

“masuk..” sudah kudua ternyata mereka berdua.

Ku raih seluruh yang berada ditangan mereka, saat semua sudah berpinah tangan padaku aku menatap mereka, mereka seolah menatapku aneh sekali, astaga aku baru ingat mereka tak tau penyakit yang siwon derita namun bibijang tau mungkin bibi jang menjaga rahasia ini.

Aku tersenyum pada mereka “ gomawo.. tunggulah diluar..”.

“noona, ini gantimu..kau dapat berganti baju dikamar mandi tuan..” bibijang berlari kecil kearahku dan menyerahkan 1 stel baju hangat.

“terimakasih bi… buatkan minuman hangat untukmereka dan siwon..” aku pun menutup pintu dan bergegas memasangkan infus dibadan siwon.

Aku memasang infus ditangan kirinnya, tidak sulit sepertinya memang dia sering disuntik bagian ini entah sunti terapi atau lainnya, setelah memastikan alirannya lancar aku menyuntikan obat itu pada selang infusnya. Kusintikan berberapa macam obat dibadannya, aku baru kali ini menyentuh badannya entah apa yang membuatku bergetar.

Entah jurus apa yang kulakukan dalam sekejap semua alat sudah terpasang ditubuhnya, entah karena terlalu panik atau bagaimana aku tergeletak lemas dilantai sisi ranjangnya, aku hanya bertumpu pada lututku aku panik dan taktau apa yang kini harus ku lakukan.

“hhhhh.. fighting yoona..” dengan menarik nafas panjang aku bangun kembali dan segera melanjutkan pekerjaanku.

Karena peralatan yang terbatas aku harus melakukannya secara manual, ku periksa aliran darahnya menggunakan tensimeter, akupun mengecek frekuensi nafasnya melalui dadanya saat aku menyentuh dadanya serasaaku aku meneranfer seluruh tenagaku padanya kurasakan henbusan nafasnya melalui kembang kempis dadanya yang bidang itu. Setelah itu tak lupa ku periksa gula darahnya.

Aku terduduk disofa kamarnya lumayan lama, aku tak boleh meninggalkannya sebelum 30 menit, dia terlihat beik tak lagi kejang dan menggigil seperti tadi. Aku tersenyum lalu bangkit menuju kamar mandi.

Kubersihkan badanku danmengganti bajuku dengan 1 stel baju hangat berwarna coklat ini, aku keluar dengan rambut yang basah, kulihat siwon masih belum sadarkan diri, ku sentuh tangannya hmm.. dia terlihat lebih baik.

Aku keluar kamar, kulihat 2 pemuda dengan wajah yg terlihat panik.

“bagaimana keadaannya?” tanya sang wanita.

“hmm.. membaik.. “ jawabku sambil mengambil 1 cangkir coklat hangat dan 1 cankir teh hangat.

“lain kali jangan tinggalkan dia..” kata wanita itu lagi.

“dan kau lain kali jangan mengajaknya keluar tanpa izinku..” ucapku sinis kearah wanita bernama tiffany itu.

Aku berlalu menuju kamar siwon.

Kutatap kosong lelaki yang sedang tertidur pulas itu, pikiranku melayang pada kejadian barusan, mengapa aku sangat panik barusan, memang dia pasienku tapi aku rasa ada yang aneh dengan persaanku padanya, ani, ani, ani.. aku tidak suka ataupun cinta padanya tidak sama sekaali.

Ada sebuah perasaan tulus menyeruak dihatiku, aku beru mengenalnya kemarin dan dia sukses membuatku khawatir.. omo.. tuhan tolong aku..

TBC.

Ye ye udah selese.. kan author bilang apa part ini itu jelek super jelek, ga ada inti ceritanya sama sekali.. maaf maaf ya..

Sumpah author minta maaf yang sebesar besarnya..

Oiya. Author juga mengucapkan selamat IDUL FITRI 1433 H dan mohon maaf lahir dan batin bagi yang merayakan.

Berhubungan ini adalah bulan suci jangan lupa RCLnya ya readers.. please.. beri aku kritik dan saran.. dan dimohon dengan bahasa yg sopan..

Dadah.. kita berjumpa setelah lebaran..

Iklan
Tinggalkan komentar

113 Komentar

  1. KimcHi eQ

     /  Agustus 22, 2012

    ❤ YoonWon ❤

    Lanjutkan 🙂

    Balas
  2. aaa YoonWon jjang!!

    Balas
  3. huwaah apa yoona eonni udah care ne ama siwon oppa ?
    ciee yaelah, next chap bikin pasangan sejati ini kasmaran aja thor

    Balas
  4. kezia

     /  Agustus 25, 2012

    Ahhh, yoong eonni udahh mulai ada rasa (?) Sama won oppa ><
    Seruuu ceritanya thor..
    Dan semakin penasaran sma cerita selanjutnya…

    Balas
  5. yoonwonited1

     /  Agustus 25, 2012

    d tggu part 3 nya

    Balas
  6. Dtggu part selanjutny

    Balas
  7. sakura

     /  Agustus 28, 2012

    da baca part 2 tp part 1 blm baca

    Balas
  8. mery

     /  September 1, 2012

    wuduh yoona nya udah ada tanda” cinta …. heheheh

    Balas
  9. Yoora the SonElf

     /  September 6, 2012

    cieee … yoong eonnie jtuh cinta ama won oppa …
    cieecieeciee … ahhahaaiii .. *apaan sih?*
    won oppa jgn dingin” dong ama yoong eonnie …

    ttp smangat 😉

    Balas
  10. Yoona falling in love tuh ma Siwon… Cieciecie…. 🙂

    Balas
  11. lia Via

     /  November 13, 2012

    lanjutkan………

    Balas
  12. onedear

     /  Desember 2, 2012

    bagus kok thor

    Balas
  13. lanjut thor, 🙂

    Balas
  14. Aku nggak terlalu ngerti sma jln ceritanya…

    Balas
  15. aat yoonwon

     /  Juli 24, 2013

    Yoong eonni kepincut duluan ne

    Balas
  16. Bagus bgt lanjut ÐƠ̴̴͡.̮Ơ̴̴͡ñƘ part’a jngan lama2 ea

    Balas
  17. Cie2 yg udah mulai suka.. Hmm moga siwon oppa bisa sembuh trus jadian ma yoona eonni

    Balas
  18. Anggun YoonAdidict SY

     /  Mei 13, 2014

    *Next Thor*

    Jdi critanya ya ne yoona ounnie ada rasa sma wonppa ({})……

    Balas
  19. Any

     /  Juli 2, 2014

    Keliatannya Yoona yg suka duluan. tiffany dateng2 main semprot aje….

    Balas
  20. hahaha , , Tanda” tuh Yoona unnie 😀 , Woonpa jangan bandel yaa 😀 ckckck

    Balas
  21. Mia

     /  Juli 16, 2014

    Yes critaxa makin seru nih hore.

    Balas
  22. Choi Han Ki

     /  Desember 23, 2014

    Ohh ternyata temen2 siwon juga gk tau penyakit siwon… Aduh2 yoona kayanya ada yg panik bgt pas denger siwon sakit 🙂 padahal baru juga bertemu

    Balas
  23. yoona unnie sudah mulai suka sama siwon oppa…

    Balas

United, Leave a Coment Here

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: