[OS] Sweet Memories in Macau

( OS ) Sweet Memories in Macau

 

Annyeonghaseyo ^_^ Ulan’s back…!!! Aku bawa ff oneshoot baru ney..ada yang kangen sama Aku &karya aku ga?? Heueheu *Narsis*. maaf ya baru nongol lagi –“ soalnya aku kerja(sambil nunggu kuliah mulai+ buat modal nonton SMTownINA)#GakNanya! :D…jadi asal pulang kerja bawaannya udah malas banget nyentuh Laptop tapi karna aku Kangen YoonWon(karna d’LEDEK SiFany Shipper jg 😦 gara2 CF 12plus). Tarraa..jadilah FF ini! ^^ semoga hasilnya ga mengkecewakan ya..??Dan terasa lagi diMacau sama YoonWon 😛 selamat lebaran (eh??) SELAMAT MEMBACA & JANGAN LUPA KOMENTARNYA YA^_^

 

 

Judul              : Sweet Memories in Macau

Type               : One Shoot (OS)

Author            : UlanChoi Hyoyoon / Twitter : @Lovelyulan

Genre              : PG-16

Main Cast      : Im Yoona SNSD, Choi Siwon SUJU

Other Cast     : Sooyoung,Tiffany SNSD, & Ulan

 

 

 

Yoona berjalan tanpa semangat sendiri di koridor Apartement mewah yang dimana disitu ada satu ruang besar sebagai Dorm SNSD. Yoona baru saja tiba di Korea karna usai melaksanakan Press Conference drama Love Rain di Jepang. Yoona menekan tombol sandi untuk membuka pintu, setelah tombol sandi benar maka pintu terbuka secara otomatis. Yoona masuk kedalam suasana di dalam sangat sepi. Ia melirik jam yang ada dipergelangan tangannya ternyata jam baru menunjukan pukul dua siang,mungkin saja member snsd lain sedang diluar sibuk dengan single job masing-masing. Ia menutup kembali pintu apartement dan berjalan masuk kedalam sambil menenteng Highheels yang sudah mulai menyiksa kaki indahnya.

Yoona Membuka gagang pintu kamarnya dan terkejut begitu melihat didalam kamarnya ada Sooyoung dan Tiffany yang sedang mengutak-atik kotak rahasianya.

“Eonni!!!”

Jeritan Yoona mengejutkan Sooyoung dan Tiffany. Sooyoung langsung melepas benda yang sedang dipegangnya dan tiffany pun sama. Yoona berjalan dengan gusar dan segera merebut kotak rahasia kesayangnya.

Yoona memeluk kotaknya dan matanya manatap tajam kearah Sooyoung dan Tiffany.

“Apa yang sedang kalian lakukan dikamarku,hah?” Tanya yoona sedikit terdengar kasar.

“Kau sudah pulang yoongie?” Bukannya menjawab Tiffany malah tersenyum kaku dan balik bertanya. Sedangkang Sooyoung hanya bisa diam sambil geleng-geleng kepala.

“Kenapa kalian seenaknya mengutak-atik barang orang? Itu tidak sopan eonni!” Yoona pun juga tak menjawab ia malah memojoknya sooyoung dan Tiffany.

Tiffany berdiri disamping yoona, sooyoung mengikutinya. “Mianhae kami telah lancang melihat-lihat barang milikmu tanpa seizin mu.” Ucap Sooyoung memberi penjelasan kepada yoona yang Nampak mulai marah. “Tadinya kami masuk karna hanya kamar kalian yang tidak dikunci. Dan hari ini kami tugas bersih-bersih dorm, jadi masuk kekamar kau dan tidak sengaja melihat kotak unik itu dan aku penasaran jadi aku membukanya. Mianhae..” wajah Sooyoung benar Nampak menyesal.

Yoona melirik vacum cleaner di sudut ruangan, ternyata sooyoung tidak berbohong. Yoona menarik napas berusaha meredam amarahnya yang hampir meluap. “Lain kali eonni tidak boleh seperti itu!”

“Iya.. janji” ucap Tiffanya dan Sooyoung bersamaan.

“Ouh..Yoona? didalam kotak itu apa itu hadiah dari siwon oppa semua?” Tanya Sooyoung ingin tahu.

“Hee-emm..” jawab yoona sambil memanggutkan kepalanya.

“Wahh.. banyak sekali ya.. heii, kau kapan ke Macau bersama oppa?” Tanya Tiffany, ia tadi melihat potongan tiket pesawat dan bon restoran yang ada tulisan Macaunya.

“Tahun lalu.. ternyata kalian juga tidak mencurigaiku ya? Hah..baguslah..hehee” jawab yoona.

“Hah? Satu tahun lalu, apakah bulan September lalu? Bingo! Aku sudah curiga! Kau pergi dihari yang sama dan waktu yang sama dengan siwon oppa, tapi kau bilang kau akan ke afrika, dan siwon akan ke hawai. Ternyata kalian kemacau?” jelas Sooyoung dengan analisanya selama ini.

“Iya..ehehhe.. habisnya kalau kami bilang kami akan berlibur bersama pasti kalian heboh. Iya kan?”

“Bukan Heboh! Tapi kami juga ingin ikut yoona!!” seru Tiffany.

“Hahh.. lain kali kita pergi bersama saja oke? Disana sangat bagus dan indah. Persis seperti di drama BBF..” cerita yoona penuh semangat.

“Yahh.. setidaknya kami tidak akan nyasar karna sudah ada orang yang berpengalaman.” Ledek Sooyoung.

Yoona meletakan kotaknya tadi diatas kasur. Ia mengapit lengan sooyoung dan Tiffany dan menyeret langkah eonninya kearah keluar pintu kamar.

“Eoenni ku sayang keluarlah dari kamarku aku lelah ingin istirahat!” seru Yoona sambil terus menyeret Sooyoung dan tiffany sampai depan pintu.

Lalu yoona berbalik lagi mengambil vacuum cleaner yang tertinggal dikamarnya dan menyerahkan pada Tiffany. Ia tersenyum dan segera menutup pintu kamarnya dan menguncinya dari dalam.

“Berani sekali kau mengusirku! Setelah ini tolong jaga dorm aku akan kelokasi shooting The Third Hospital!” seru Sooyoung berteriak dibalik pintu.

“Aku juga akan pergi dengan Seohyun dan Taeyeon eonni!” jerit tiffany memberi tahu yoona juga.

“Nee,Arraseo!!!!” jawab yoona dengan teriakan juga dari dalam kamar.

 

~**~

 

Yoona meraih kotak berukuran sedang yang terbuat dari kardus-kardus daur ulang yang berwarna klasik. Ia membuka tutup kotak itu dan melihat isinya. Ia tersenyum melihat semua benda yang ada didalam situ. Ia merindukan sekali sosok kakasihnya yang sangat ia sayangi karna sudah hapir dua minggu ia tak bertatap muka dengannya. Choi siwon sekarang lelaki itu sedang sibuk pembuatan drama terbarunya yang belum kelar di Taiwan dan belum lagi promosi produk terbaru di Thailand. Itu membuat mereka terpaksa harus Long distance Relationship.

Yoona mengambil kotak music klasik yang diberikan siwon sebulan yang lalu. Ia menekan tombol hijau pada pinggir kotak dan munculah sepasang cupid cinta yang berpegangan dengan love dan menari disitu diiringin alunan music rohani klasik. Yoona memejamkan matanya dan ia dapat merasakan ada wajah siwon yang tengah tersenyum kepadanya. Dan ia juga jadi ingat dengan Tuhan yang selalu memberinya kebahagian dalam hidup. Tepat sesuai harapan siwon saat ia memberikan kotak music itu kepada Yoona.

Yoona membuka matanya dan menatap isi dalam kotak itu. Ia melihat ada bracelet couple, ring couple,kacamata couple, kalung couple dan Kalung berliontin tulisan china kuno yang diberikan siwon sebagai hadiah ulang tahunnya. Dan ada kancing kemeja siwon saat siwon diwisudah. Ada photo dirinya dan Siwon, ada botol parfum siwon. Ada boneka jari, ada banyak potongan tiket nonton, bon makan dan tiket-tiket lokasi tamasya. Terakhir pandangannya jatuh pada sebuah gantungan kunci berbentuk perahu Gondola di macau yang bertulisan dibadan gondola tersebut ‘Yoongie & Woonie always love’ Senyum yoona merekah melihat benda itu.

Ia merebahkan tubuhnya diatas kasur sambil memandangi gantungan kunci tersebut dan music dari kotak music masih melantun damai. Dan membawa yoona masuk kedalam lamunannya mengingat kejadian tahun lalu saat ia liburan hanya berdua dengan siwon.

 

~***~

 

Flashback….

 

Siang itu dibulan September tahun 2011 Yoona dan Siwon menginjakankan kakinya di  Macau Internasional Airport dengan perasaan senang dan bebas. Mereka sengaja melakukan liburan dua hari dimakau dengan diam-diam tanpa sepengetahuan siapapun. Orang lain hanya tahu kalau mereka pergi berlibur bersama keluarga masing-masing bukan secara bersama-sama seperti ini.

Ditengah padatnya jadwal mereka sebagai public figure mereka memang sudah lama merencanakan menghabiskan waktu bersama jauh dari orang-orang yang mereka kenal dan dapat menggangu kebersamaan mereka. Kebetulan siwon mendapatkan jatah libur dua hari dari Shooting drama Poseidon. Dan Yoona baru saja menyelesaikan pembuatan MV The Boys untuk comeback terbarunya bersama full member SNSD. Maka mereka sangat tidak menyia-nyiakan kesempatan itu.

Siwon merangkul bahu yoona dan mereka berjalan dikerumunan orang dibandara. Mereka sama-sama mengenakan kacamata hitam. Takut-takut ada yang mengenalinya bahwa mereka adalah idola Hallyu. Siwon mengambil peta lokasi macau yang disediakan dekat pengambilan koper. Yoona menarik koper kecilnya dan siwon juga sama. Terpaksa mereka harus melepaskan rangkulan mereka sejak tadi dan melanjutkan perjalanan mereka keluar dari bandara menuju halte Free Shutlle bus.

Yoona duduk berdampingan didalam Shutlle bus Venetian yang akan membawa mereka ke  Hotel  class mewah berbintang, yaitu The Venetian Hotel. Mereka akan menginap di hotel tersebut yang jaraknya tidak terlalu jauh dari bandara.

Yoona meletakan kepalanya di bahu Siwon. Mereka lemas karna naik pesawat tadi. Siwon dengan sabar membiarkan kekasihnya tetap seperti itu dibahu kekarnya sambil dirinya mengusap-usap rambut halus Yoona.

Tak lama Merekapun tiba di The Venetian Hotel seorang pelayan hotel langsung menyambut mereka dengan ramah dan membantu membawakan koper mereka dengan roda khusus pengangkut barang yang terlihat seperi sangkar burung raksasa berwarna gold menuju receptionis untuk membooking kamar.

“Can I help you sir?” Tanya seorang receptionis wanita bule dengan ramah.

“I Want to occupy two rooms with single bed for one full night.” Jawab siwon dengan kemampuan bahasa inggrisnya yang lumayan baik. Sedangkan yoona hanya berdiri disampingnya sambil memandang kagum kepada siwon.

“Well, Please you to the room with the number 695 and 696 on the seventh floor.” Ucap receptionis sambil menyerahkan dua kartu elektronik kepada siwon.

“Oh.. okey..” jawab siwon sambil meraih kartu elektronik untuk membuka pintu kamar tersebut.

“else can we help you sir?” Tanya receptionis itu kembali.

“I guess not, emm.. How I have to pay for all?” Tanya siwon seraya mengeluarkan dompet dari saku celana jeans-nya.

“Yo have to pay MOP680”

Siwon segera mengeluarkan uang dengan mata uang makau dan menyerahkan uang sebanyak yang disebutkan oleh receptionis.

“Thanks You..Enjoy Our Services and Facilities..”

Siwon dan Yoona hanya membalas dengan senyuman dan segera berjalan mengikuti pelayan pembawa koper mereka ke lantai tujuh menuju kamar hotel mereka akan menginap seharian penuh.

“Istirahatlah sejenak. Dua jam kemudian kita baru keluar untuk menikmati suasana sore .” perintah siwon setelah ia membukan pintu untuk yoona.

“Baiklah.. kau juga istirahatlah..” jawab yoona lalu mengecup pipi kiri siwon dan meninggalkan siwon masuk kedalam kamar.

Siwon masih terpaku di depan kamar yoona yang pintunya sudah tertutup dengan seutas senyumnya yang merekah diwajah tampannya. Ia pun akhirnya memilih ikut masuk juga kedalam kamarnya sendiri dan beristirahat sejenak melepaskan lelah atas perjalanan yang cukup jauh didalam pesawat tadi.

 

~***~

 

Yoona mengenakan Hot pants jeans yang menampilkan kaki indah dan jenjangnya. Serta kaos oblong berbawna putih. Rambutnya ia kuncir satu seperti buntut kuda dan poninya ia jepit keatas. Ia mengambil platshose dari dalam koper dan memakainya. Ia memandang pantulan dirinya dicermin diringin senyumkepuasannya.

“Tidak terlalu buruk.” Ucapnya seraya bicara sendiri pada cermin.

Ia berlari lagi ke koper dan menyemprotkan parfume ke leher dan lengannya.

~Ting—Tong~

Suara bell ruangannya berbunyi itu menandakan ada seseorang di depan pintu. Yoona segera meraih tas selempang kecilnya dan berlari untuk membukakan pintu. Begitu  pintu terbuka nampaklah siwon diambang pintu dengan stelan yang sama dengannya celana jeans selutut, kaos oblong putih dan topi hitam.

“Sudah siap?” Tanya siwon sambil tersenyum melihat yoona yang sudah rapi dan wangi di hadapanya kini.

“Sudah..ayo kita jalan.” Jawab yoona riang. Ia pun meraih lengan kiri siwon dan memeluk lengan itu dengan manja. Yoona menutup pintu kamarnya dan mencabut kartu elektrik dan memasukan dalam tasnya.

 

Yoona duduk bersampingan dengan siwon diatas private gondola. Dimana perahu itu mereka sewa hanya untuk mereka berdua saja ditemani seorang penyayuh perahu yang di import langsung  dari Italy, suasana jadi semakin romantic dikala Si pengayuh gondola terus mengayuh gondola dengan pelan mengaruni Kanal yang mengitari gedung the venetian sambil menyanyikan lagu klasik ala eropa. Suasana yang tercipta sungguh seperti berada di Venice Italia.

“Apa kau senang?” Tanya siwon pada yoona yang tak bisa menyembunyikan senyum kebahagiannya dari siwon.

“Tentu sangat senang.Ini indah sekali oppa.” Jawab yoona dengan mata berbinar-binar dan memeluk pinggul siwon. Siwonpun membalas dengan memeluk bahu yoona.

“Ah.. rasanya ini memang benar-benar indah. Duduk berdua seperti ini dengan orang yang sangat aku sayangi.” Seru siwon lalu ia mengecup kening yoona dengan lembut.

 

Siwon memperhatikan si pengayuh gondola yang sedang bernyayi untuknya dan yoona. Siwon pun tiba-tiba ikut bernyanyi seperti yang dinyanyikan oleh si pengayuh. Suara baritone siwon yang memang agak sedikit nge-bass memang cocok menyanyikan lagu seperti itu.

Seduti insime in un bellissimo fiume e Molto bella venezia, figuriamoci con un uomo che amo, il mondo girare Lentamente con voi il mio amore…~ duduk berdua ditepi sungai  Venice sangatlah indah, apalagi dengan seorang yang kucinta. Dunia berputar lambat bersamamu kekasihku.”

Siwon ikut berdiri membentangkan kedua tanganya di udara melantunkan lagu Amore yang berbahasa italia itu dengan perasaan gembira. Yoona masih duduk di bangku gondola hanya menatap kagum kawajah kekasihnya,

Siwon mengulurkan lengan kanankan kehadapan yoona menyuruh yoona bangun dan ikut berdiri. Yoonapun bangun dan berdiri berhadapan dengan siwon. Siwon mebawa yoona kedalam pelukannya dan berhenti bernyanyi.tapi ia membuat tubuhnya dan yoona bergoyang-goyang ke kiri dan kekanan mengikuti irama nyanyian si pengayuh gondola. Seakan akan mereka sedang berdansa.

“ Ti amo, Amore mio “ bisik siwon ditelinga yoona.

Yoona mendongak menatap wajah siwon, mata siwon terpejam tapi senyumnya merekah. “Tadi kau bilang apa? Aku tidak mengerti.” Ucap yoona polos.

Siwon membuka  matanya dan menatap yoona dengan pandangan yang dibuatkan seolah-olah kasihan dengan yoona yang begitu polos.

Yoona mengerutkan bibirnya “Aku kan tidak pandai berbahasa asing!”

Siwon tertawa dan kembali mengeratkan pelukannya. “Nae Sarang dangsin-eul saranghaeyo ~ Aku cinta kamu kekasihku!” bisik siwon kembali ditelinga yoona.

Yoona tersenyum senang dan makin mempererat pelukan mereka. “ Nae nado sarang dangsin-eul saranghaeyo.” Balas Yoona membisikan siwon.

Dan mereka terus hanyut dalam sausana perjalanan kanal selama lima belas menit itu serasa dunia hanya milik mereka berdua.

 

~***~

 

Yoona dan Siwon melanjutkan kembali perjalanan mereka di kota Macau. Sekarang mereka sedang berada di kawasan taman sosial terbuka bernama Senado square. Tempat ini sangat indentik dengan bangunan-bangunan bersejarah dan penuh ukiran arsitektik klasik. Dan sangat indah dipandang.

Yoona tak henti-hentinya takjub melihat pemandangan didepan matanya saat ini bahkan mulutnya sampai susah tertutup karna saking kagum dirinya terhadap keindahan seni yang disajikan mentah-mentah didepan matanya. Apalagi sekarang ia menikmati semua ini bersama dengan orang yang ia cintai. Itu sangatlah special moment yang tak mungkin ia lupakan sampai kapanpun.

Siwon membuka-buka brosurnya untuk melihat-lihat lokasi mana lagi yang harus ia kunjungin. Tiba-tiba matanya berhenti di sebuah gambar pada brosur dan ia tersenyum kecil.

“Ayoo ikut aku.” Siwon menggandeng tangan yoona menyeretnya ke tempat yang tadi ia lihat didalam brosur.

Akhirnya hanya dua menit mereka pun tiba di depan sebuah bangunan klasik berwarna dominan putih tulang dan krem. Tapi yoona sudah tau kalau saat ini mereka berada didepan sebuah gereja kuno. Karna ia dapat melihat diatap bangunan itu terdapat symbol salip. Lagi pula ia sangat mengenal siwon. Kemanapun ia pergi pasti kekasihnya itu selalu tertarik dengan Gereja. Hampir setiap negera yang ia kunjungi pasti salalu menyempatkan diri untuk berdoa didalam kereja tersebut,

“ini adalah gereja kono st.Dominic. bagus bukan?”

“Iya bagus sekali.” Jawab Yoona.

Siwon mengajak yoona memasuki gereja, suasana khidmat  begitu terasa begitu mereka menapakan kaki diatas lantai marmer dan dihadapan mereka berjejer rapi kursi-kursi panjang untuk para jama’ah gereja. dan 20meter dari tempatnya berdiri terpangpang jelas altar dan symbol salib.

Siwon berkacak pinggak sebelah kiri “ Ayo..kita mulai pernikahan kita” ucap siwon seraya tersenyum malu.

Yoona membelalakan matanya dan tak lama ia pun mengerti maksud siwon tersebut yang mengajaknya untuk bermain nikah-nikahan didalam gereja ini. Yoona pun segera memasukan lengan kananya dan mengait lengannya dengan lengan kiri siwon.

Mereka berjalan beriringan seakan-akan memang sedang melaksanakan hari sumpah janji di pernikahan sampai pada altar besar tersebut. Mereka berdiri berhadapan dan saling berpegangan tangan,

“Im Yoona. Apakah kau bersedia hidup bersama dengan choi siwon selamanya baik suka dan duka?” Tanya siwon dengan wajah serius menatap yoona.

Yoona hanya dapat tersenyum malu dan tak berani memandang langsung mata siwon.

“Ne..” jawab yoona pelan.dan membalas menatap siwon akhirnya.

“Aiihhss.. kenapa pengantin wanitanya seperti ini?jelek sekali.!” Ucap Siwon tidak serius dan tertawa meledek yoona yang hatinya sudah tidak karuan dari tadi karna deg-degan dan juga senang.

Wajah yoona langsung berubah murung dan kakinya segera menendang kaki kanan siwon.

“Aauuhh!!” jerit siwon berbarengan tendangan dari yoona melayang dikakinya.

“Menyebalkan sekali! Mana boleh menikah seperti itu?tidak lucu!” Yoona melepas tangannya dari tangan siwon dan menjadi bersedekap didadanya lalu menatap wajah siwon yang masih meringis kesakitan dengan wajah galaknya.

“Aigoo.. Rupanya kau benar-benar ingin menikah denganku?” Tanya siwon dan yoona masih manyun. “Ahh..baiklah aku akan bilang appa bahwa aku akan melamar gadis jelmaan ini.” Lanjut siwon.

“Apa gadis jelmaan?” yoona Nampak terkejut disebut gadis jelmaan oleh siwon.

“Iya..!dari luar kau terlihat seperti wanita bak bidadari tapi didalamnya kau adalah seperti devil!” ledek siwon. “jadi berdoalah minta ampunan pada Tuhan!” siwon menarik badan yoona mendekat lebih dekat dengannya.

“Lantunkanlah doamu.” Ucap siwon dengan suara lembut. Dan ia memejamkan matanya dan segera berdoa. Yoona tersenyum melihat siwon seperti itu tak menunggu lama akhirnya iapun ikut memejamkan mata dan berdoa.

 

Seusai keluar dari gereja mereka melanjutkan berjalan sore hari disekitan situ melewati pusat-pusat perbelanjaan dan rumah makan yang berderet sepanjang jalan setapak yang naik-turun dan meliku-liku.

Mereka berhenti di penjual makanan khas macau yaitu egg tart. Dan mereka membeli serta memakannya disitu. Setalah cukup kenyang menyantap egg tart mereka melanjutkan ke toko Baleno dimana disitu termasuk pusat fashion di makau.

“Oppa.. lihat ini..” Yoona menjerit gembira mendapati kacamata yang unik disitu.

Siwon menghampirinya dan melihat kacamata yang dimaksudkan Yoona. “Love Glasses?” Tanya siwon tidak percaya. Jangan-jangan yoona menyuruhnya membelikan love glasses couple tersebut.

“Aku ambil yang warna merah, kau putih! Aku yang bayarnya tenang saja,” ucap yoona gembira. Lalu ia memakaikan kaca mata berbentuk love itu ke siwon dan ia juga sudah memakainya.

“Ambil selca ya…!”

Merekapun melakukan foto bersama di depan toko tersebut sambil mengenakan kaca mata lucu berbentuk love tersebut. Dan yoona tersenyum puas melihat hasil foto tersebut.

Mereka melanjutkan mencari pernak-pernik lain yang bisa dibeli. Dan siwon berhenti di sebuah gantungan kunci. Dan menemukan gantungan kunci berbentuk gondola yang tadi mereka naiki.

“Ah..oppa, ini kan yang tadi kita naiki? “ Tanya yoona memastikan.

“Iya ini Gondola cinta Yoonwon.” Jawab Siwon seraya menggoda yoona. Pipi yoona langsung bersemu merah.

“Tuan..aku mau yang ini dua..apakah bisa diukir nama kami dibadan miniature gondola itu?” Tanya siwon dengan berbahasa mandarin kepada pemilik toko tersebut.

“Tentu.. kau ingin ukiran dengan kata apa?” Tanya si penjual, yang sudah mencopotan miniature tersebut dari etalase dan siap untuk diukir dengan atas khusus.

“Heemm.. Tolong tulis.. Yoongie & Siwonie Always Love” jawab Siwon.

“Oh.. sepasang kekasih selalu melakukan hal yang sama. Baiklah tunggu sepuluh menit.” Ucap si penjual memberitahu dan langsung mulai mengerjakan pesanan Siwon.

Sepuluh menitpun berlalu.

“Ini sudah jadi” sipenjual menyerahkan gantungan kunci miniature gondola yang sudah diukir sesuai keinginan siwon kepada yoona.

“Thank you mister…” ucap yoona, dan matanya langsung berbinar-binar melihat benda ditangannya itu.

Siwon memberikan uang kepada penjual dan langsung meninggalkan tempat itu bersama yoona.

“Simpanlah itu satu baik-baik.” Ucap siwon, dan dia mengambil satu gantungan kunci itu untuknya.

“Iya.. pasti akan aku simpan baik-baik.” Jawab yoona yakin.

Siwon tersenyum senang disamping Yoona, Yoona menoleh kearah siwon. Dan yoona jadi ikutan tersenyum senang seperti siwon.

 

~***~

 

Siwon mentidurkan tubuhnya diatas rerumputan hijau, Yoona juga tiduran disebelah siwon, Kepalanya beralaskan tangan siwon yang besar dan kekar. Mereka melepaskan lelah ditaman indah senado park, didekat bangunan tua seperti castel, dibawah langit sore menjelang malam.

Yoona memejamkan kedua matanya menikmati setiap sentuhan angin yang bertiup menerpa wajah cantiknya. Siwon tak henti-hentinya memandangi wajah Yoona disisinya dengan perasaan kagum.

“Apa kau lelah?” Tanya siwon tiba-tiba.

Yoona membuka matanya dan menoleh menatap Siwon. “Kenapa harus lelah? Ini sangat indah dan menyenangkan.”

Siwon mengecup kening yoona. “Gomawo, sudah ada di sampingku.”

Yoona hanya memanggutkan kepalanya dan tersenyum pada siwon.

“Ouwwhh! Who this is?”

Suara pekikkan seorang gadis mengejutkan yoona dan siwon yang sedang bermesraan. Yoona dan siwon kompak menoleh keatas dan melihat ada seorang gadis berdiri tepat didekat kepalanya yang sedang tiduran dirumput.

“You…Yoona eonni and Siwon oppa?” lagi-lagi suara gadis itu seperti menjerit menahan senang.

Yoona dan siwon segera bangun dan berdiri berhadapan dengan seorang gadis yang Nampak asing tapi mengenali diri mereka.

“Annyeonghaseyo..Ulan Imnida, I’m Sone,Elf from Indonesian, Nice to meet you” seru gadis yang ternyata bernama ulan tersebut memperkenalkan diri. (AuthorNongol :p )

Siwon dan yoona bertukar pandang tidak mengerti, lalu menatap ulan dengan pandangan aneh. Ternyata sedari tadi mereka berkeliaran di makau ada juga orang yang mengenalinya dan bahkan memergoki kebersamaan mereka. Mereka takut jangan-jangan orang yang bernama ulan ini mengikutinya dari tadi dan lalu akan menyebarkan informasi tentang mereka yang sedang berkencan.

“Ahh.. senang sekali bisa bertemu idolaku disini dan sedekat ini!!” ulan langsung histeris dan memeluk yoona dan siwon bergantian. *hahaa..pengen tuh..:P *

“Apa kau mengikuti kami dari tadi?” Tanya siwon curiga.

“Mengikuti kalian? Tidak, aku tadinya hanya sedang berada di sini dengan keluarga ku lalu aku melihat kalian yang mirip dengan siwon dan yoona jadi aku datang menemui kalian yang sedang bersama,heheh maaf aku mengganggu.” Jelas ulan dengan polosnya.

“Oh..apakah kalian sedang berkencan? Jadi benar kalian adalah sepasang kekasih? Wahhh… senangnya aku mengetahui kenyataan ini.” Seru ulan gembira.

“Emm.. tidak kami hanya sedang berliburan bersama saja.” Jawab yoona malu-malu;

“Ahh.. tak perlu bohong. Aku senang jika memang kalian pacaran! Kalian perlu tahu, aku ini adalah pendukung plus pelindung hubungan kalian. Jadi jangan khawatir.” Jelas ulan sambil menepuk-nepuk bahu yoona.

“Oke.. jadi misalnya berita ini sampai tersebar, aku tahu pasti kau orangnya yang menyebarkannya.” Ucap siwon.

“Mwoo!!! Kenapa aku?” ulan nampak terkejut. Tapi setelah itu ia cengengesan dan memeluk siwon dengan erat. “hahah.. ini akan aman, tenang saja,”

“Heeii.. kau memeluknya terlalu kencang.”  Marah yoona dan menarik ulan yang sedang memeluk siwon.

“Opps..Kau cemburu?hahahah..” ledek ulan dan membuat wajah yoona memerah.

Siwon hanya tertawa melihat tingah fansnya yang aneh itu.

“Oh.. iya, aku tidak boleh menyia-nyiakan kesempatan bagus ini.”  Ulan mengutak atik tas punggungnya dan mengeluarkan kamera digital dari dalam tasnya.”Please kita foto bersama okee?” ulan mengambil posisi di antara yoona dan siwon, kedua tangannya ia kedepankan untuk mengambil gambar. “A-yo senyum..1..2..3..” dan tersimpanlah gambar mereka bertiga didalam kamera tersebut. “ ini akan jadi dokumen privatku.”

“Iya jangan sampai itu tersebar dan media.” Ucap siwon memperingatkan.

“Siap oppa!!” jawab ulan sambil menaruh tangannya di pelipis keningnya membuat sikap hormat.

Yoona dan siwon tertawa melihat tingkah ulan. Dan ulan juga ikutan  tertawa karna ditertawai oleh idolanya.

Ulan memasukkan kamera tadi kedalam tasnya lagi. “Baiklah.. senang sekali bisa sedekat ini sama kalian..aku harus pergi sepertinya keluargaku sudah meninggalkanku.” Ulan berjabat tangan dengan yoona dan siwon lalu memeluk yoona dan memberikan lambaian tangan.

“Terimakasih sudah menjadi fans yang baik!!” seru yoona sambil mengancungkan kedua jempolnya.

Ulan hanya tersenyum dan segera berlari mencari keberadaan keluarganya yang sudah mengilang karna terlalu lama menunggu dirinya yang asik-asikan menemui idolanya.

“Bukankah ia fans yang aneh?” Tanya siwon begitu ulan sudah hilang dari pandangan mereka.

“Iya.. aneh sekali. Heheehe. Tapi ia cukup lucu dan manis.” Jawab yoona. 😛

“Huft.. aku hampir saja jantungan saat ia tahu siapa kita.”

“Aku juga.”

“Ya.. sudah kita pergi dari tempat ini saja,, aku takut kalau ia akan kembali lagi kesini.” Siwon menarik lengan yoona dan mengajakanya meninggalkan taman tersebut kembali menuju pusat kota.

 

~***~

 

Langit sudah berubah warna menjadi hitam, sang mataharipun sudah berganti dengan sang rembulan dan anak-anak bintang yang bertaburan dilangit luas. Di depan taman umum Hotel Whynn terlihat Yoona dan Siwon duduk berdua di bangku taman sambil menikmati ice cream. Yoona terus saja menyuapkan ice creamnya kedalam mulutnya yang lebar. Dan siwon hanya tersenyum senang disamping yoona memperhatikan yoona yang sedang melahap ice cream seperti anak kecil.

“Kenapa kau terus melihatku? Aku tau.. aku memang wanita cantik di Korea, tapi kalau kau menatapku seperti itu, aku jadi risih.” Ucap yoona tanpa menoleh dan memberhentikan makannya.

“Benarkah? Hehehe.. mana ada wanita cantik, makannya seperti itu.” Ledek siwon.

Yoona menaruh mangkuk ice creamnya dan menunjuk-nunjuk wajah siwon dengan sendok ice cream yang dipegangnya. “Kauu..ini, tidak pernah mau mengakui aku cantik ah?”

“Iya.. kau cantik! Sangat cantik tapi setelah ibu dan adikku.”

Yoona memanggutkan kepalanya setuju tapi bibirnya tetap manyun.

Siwon mencubiti kedua pipi yoona dengan perasaan gemas. “Lucu sekali wanitaku ini!”

“Ahhh..Sakit oppa!” Siwon melepaskan cubitannya dan yoona segera mengelus-elus pipinya yang terasa sedikit panas.

“Rasanya aku tidak ingin ini berakhir. Dan besok juga aku masih tidak rela kita harus balik KeKorea.” Ucap siwon tiba-tiba dan air mukanya langsung berubah menjadi muram.

Yoona meletakan kepalanya di atas bahu siwon. Dan tangannya memeluk lengan siwon. “Aku juga.. aku ingin kita terus berhubungan sebebas ini.”

Lalu untuk beberapa waktu mereka tetap dalam posisi seperti itu tanpa ada yang mengeluarkan suara sedikitpun. Mereka sangat menikmati kebersamaan mereka. Karna mereka sangat sibuk maka jarang sekali punya waktu berdua dan sebebas seperti ini.

~DooAaaarrr…aarrr…Duaarr..aarr!!!~

Tiba-tiba suara letusan kembang api yang cantik dilangit mengagetkan mereka. Dan tiba-tiba gedung Hotel Wynn seketika berubah menjadi pementasan germerlap lampu cantik pada badan gedung dan air mancur juga menjadi air mancur pelangi yang indah serta lampu-lampu laser yang bergoyang mengikuti irama rytme sound music. Sungguh suasana yang indah dan cantik dipandang.

“Wahhh..Bagus sekali.. sungguh indah.” Yoona tergagum-kagum melihatnya.

“Iya kerenkan? Aku sengaja ngajak kamu kesini, karna aku tahu kalau malam hari disini selalu indah seperti ini.” Jelas siwon, dengan wajah penuh kagum juga.

Lalu mereka berdua terdiam sama-sama terlarut dalam pemandangan didepan mata mereka yang sangat menabjubkan.

Tiba-tiba yoona menolehkan wajahnya menghadap Siwon dan dengan waktu yang sama siwon juga menolehan wajahnya menghadap Yoona. Pandangan merekapun bertemu lalu mereka tersenyum malu. Siwon mendekatkan wajahnya kewajah yoona. Dekat…Dekat, sangat dekat bahkan nafas dingin yang ditimbulkan dari hidung mereka sama-sama dapat dirasakan menerpa wajah mereka masing-masing. Siwon perlahan tapi pasti mendekatkan bibirnya menuju bibir yoona, Yoona perlahan-lahan memejamkan matanya. Dan bertemulah bibir keduanya dan mereka berciuman dengan mesra dengan view cahaya germerlap lampu warna-warni dan air mancur yang terus menari.

 

~***~

 

Yoona dan siwonpun akhirnya menutuskan berjalan kaki untuk pulang kehotel Venetian tempat mereka menginap yang hanya berjarak 1km dari hotel Whynn. Jam sudah menunjukan hampir tengah malam, tapi makin malam justru suasana jalanan kota Macau kian ramai dengan turis-turis yang berkeliaran dijalan.

“Oppa.. aku capek..” keluh yoona di tengah jalan masih menggandeng tangan siwon.

Siwon memberhentikan langkahnya dan menoleh ke Yoona. “Capek? Tadi aku Tanya mau naik taksi atau jalan. Kau memilih jalan.. kalau kita naik taksi dari sini. Terlalu dekat dan ongkosnya jadi mahal.”

“Ahhh..Mianhae.. aku tidak tau kalau akan secapek ini kaki ku. Tapi kalau oppa mau menggendongku, ku rasa aku akan baik-baik saja.” Yoona memanyunkan bibir imutnya.

“Aiishh..Benar-benar gadis ini!” Siwonpun akhir berjongkok dihadapan Yoona. “Ayoo.. Naik!” perintah siwon sambil menepuk bahunya sendiri.

Yoona langsung tersenyum senang. Tanpa paksaan ia pun langsung menaruh posisi tangannya melinghari leher siwon. Dan kaki nya melingkari pinggang siwon. Siwonpun berdiri dan tangannya menjaga tubuh Yoona. Lalu melanjutkan perjalanan mereka kembali.

“Gomawo oppa!” ucap yoona.

“Emang ini mau mu kan?” Tanya siwon ketus,tapi sebenarnya ia juga terlihat senang.

“Hehehe…Oppakan besar,kuat.. sedangkan aku kurus dan lemah jadi sudah seharusnya oppa menggendongku seperti inikan?”

“He-emm.. walau kau memang terlihat kurus dan lemah tapi kau tahu badanmu ini sangat berat.”

“Benarkah? Apa karna aku terlalu banyak makan akhir-akhir ini ya?” cetus yoona berpura-pura terkejut. “Ah.. kasian sekali kudaku ini kalau begitu..hehhe” ledek yoona.

Siwonpun akhirnya tidak bisa lagi menyembunyikan rasa senangnya bersama yoona. Sepanjang jalan ia menggendong yoona wajahnya tidak terlihat lelah sama sekali justru senyumnya terus merekah.

“Yoona..Apa kau akan selalu mencintai oppa? Walau oppa tidak akan selalu didekatmu, bersamamu, atau oppa digosipan dengan wanita lain?” Tanya Siwon. Tapi setelah ia menunggu, Yoona tak juga menjawab pertanyaannya.

Siwon menutar kepalanya kebahu sebelah kirinya di mana disitu kepala yoona menempel dibahunya dan matanya terpejam, ternyata yoona sudah tertidur. Siwon langsung tersenyum malu. Ternyata ia berbicara sendiri. Tapi kekasihnya sudah tertidur.

“Aku harap kau akan selalu setia dan percaya kepadaku apapun yang terjadi. Karna aku akan terus mencintaimu dan percaya padamu.” Siwon melanjutkan bicaranya lagi. Dan tetap tidak mendapat respon dari yoona yang sudah terlelap.

 

~ ***~

 

Bias-bias cahaya matahari pagi masuk melalui celah-celah jendela yang tertutup gorden. Yoona mengerjap-ngerjapkan matanya yang terkena silauan matahari. Ia mengucek-ucek matanya dan perlahan membuka kedua matanya. Lalu menguletkan badannya yang terasa pegal. Tidak sengaja tangannya menyentuh sesuatu yang membuatnya terkejut. Dengan segera ia menoleh melihat apa yang tadi ia sentuh. Ternyata itu wajah siwon yang sedang tertidur disampingnya.

Yoona langsung bangun dan duduk dikasur dengan perasaan terkejut. Ia melihat keadaan tubuhnya  segera dan ternyata ia masih memakai pakaian lengkap seperti kemarin ia keliling macau. Yoonapun menghebuskan nafas legahnya. Dan ia menoleh lagi keSiwon yang masih tidur sambil memeluk guling. Ternyata lelaki itu itu sudah berganti pakaian dengan piyama berwarna biru tua. Dan yoona mengedarkan pandangan disekelilingnya. Ternyata ini kamar hotel Siwon bukan kamar hotelnya.

Yoona tersenyum senang. Ternyata siwon memang tidak melakukan apapun terhadapnya. Dan lagi pula ia sangat tahu kekasihnya itu tidak mungkin melakukan hal yang dilarang agama sebelum menikah.

Lagi-lagi yoona tersenyum, tapi kali ini senyuman evilnya yang keluar. Terlintas ide jahat dikepalanya untuk menggoda  dan mengganggu siwon.

“Opppaaa!!!!” teriak yoona melengking tepat ditelinga Siwon.

“Eeerr..rr..” Siwon menyeringai kesal karna ada yang menggangu tidurnya. Dengan segera ia menarik gulingnya untuk menutupi telinganya.

Yoona terkekeh melihat tingkah siwon. Dan niat jahatnya itu makin menjadi-jadi.”Opaa..Opppa..Oppppaaaa!!!!” lagi-lagi ia berteriak. Kali ini sambil menampar-nampar bokong siwon dan merebut guling siwon dan membuangnya kelantai.

“Yaa..Im YoonA!!” Tiba-tiba saja Siwon bangun dan duduk berhadapan dengan yoona sambil berteriak dan menatap wajah yoona dengan galak. Yoona langsung Shock melihatnya dan ia tak dapat bertingkah jahil lagi.

Yoona menundukan kepala dan matanya berkaca-kaca. Karna merasa telah dimarahi oleh siwon “Kenapa oppa menggentakku dan memarahiku?”

Siwon mengacak-acak rambutnya sendiri dengan frustasi. Dalam hatinya berkata siapa yang memarahinya? Dan lagi pula siapa yang memulai mengganggu deluan. Dan sekarang siapa yang mengambek deluan dasar Yoona.

“Aku tak memarahimu! Tapi kau ini keterlaluan membanguni aku dengan cara seperti itu. Tidak ada romantis-romantisnya sama sekali.” Jelas siwon, sambil mengangkat wajah yoona yang menunduk.

Siwon dan yoona saling betatap-tatapan. “Seharusnya kau membangunkan aku dengan mesra. Memanggil namaku denga lembut dan penuh kasih sayang, lalu menciumi aku dengan mesra. Bukannya malah berteriak-teriak dan memukuli bokongku!”

Yoona memanyunkan mulutnya. Matanya masih berkaca-kaca dengan airmata yang bernaung dimata indahnya. “Aku memang kekasih yang payah, aku bahkan tidak punya pikiran seperti itu untuk membangunkanmu. Pasti oppa sangat kecewa. Ternyata aku seperti ini. Aku wanita jahil dan kasar, tidak mesra apalagi romantic.” Dan perlahan air mata yoonapun jatuh membasahi pipinya. Ia menangis karna kebodohannya sendiri.

“Astaga! Kenapa kau jadi sesensitiv  seperti ini? Kau tidak salah. Aku tahu ini ciri khas Im YoonA yang aku cintai. Jadi aku tahu kelak jika kita menikah nanti kau akan membangunkan aku dengan cara seperti ini dan aku sudah siap dengan suara melengkingmu dan pukulannmu!” jelas siwon sambil menghapus air mata di pipi yoona.

“Oppa sedang meledekku?”

“Siapa yang sedang meledekmu?aku tadi berkata jujur chagi-ah..apapun yang ada didirimu aku menyukainya”

Yoona tersenyum tenang dan segera memeluk siwon. Siwonpun membalas pelukakannya. “Kelak kalau aku menjadi istrimu, aku pasti akan belajar bersikap seperti yang tadi kau bilang.” Ucap yoona yakin didalam pelukan siwon.

“Heemm.. ternyata kau benar-benar telah bercita-cita untuk menjadi istriku dan hidup bersama denganku.huh?” ledek siwon. Sambil membelai-belai kepala yoona.

Yoona melepaskan dirinya dari dalam pelukan siwon. Dan wajahnya jadi merah malu. Ia tidak menanggapi ucapan siwon soal cita-citanya tadi. Tapi ia mengalihkan pembicaraa lain.

“Oppa. Bagaimana aku bisa tidur disini? Kan kita sudah memesan kamar yang berbeda? Tahu begini, kemarin tidak usah menyewa dua kamar ya?”

“Kau tidak ingat bahwa diperjalanan pulang kau terus saja tidur? Lalu saat aku mau memasukkan kau kekamar hotelmu aku tidak tahu kau menarus kuncinya dimana. Jadi aku memutuskan menaruhmu di kamarku saja.”

“Tapi oppa tidak melakukan apapun terhadapkukan?”

Siwon langsung tersenyum jahil mendengar pertanyaan dari kekasihnya itu. “Hee—emm kalau aku melakukan apapun memangnya kau tahu?” pancing siwon menggoda yoona.

“Oppa.. aku serius!” jerit yoona wajahnya semakin merah.

“Heemm..aku hanya melakukan hal-hal yang wajar terhadapmu saja.”

“Ahh..oppaa!!!” rengek yoona sambil menarik-narik piyama siwon. Meminta jawaban siwon yang serius.

“Aku hanya melakukan ini!” jawab siwon akhirnya dengan wajah serius. Dan sambil mendaratkan bibirnya kekening yoona. “Tidak lebih..hanya itu saja.”

Yoona pun tersenyum legah. Ternyata benar siwon memang tidak akan melakukan hal-hal aneh terhadapnya.

“Sudah sana kembali kekamarmu! Mandi dan beres-beres…nanti siang setelah makan siang kita akan segera kembali ke Korea.”

“Hah.. kenapa cepat sekali berlalu ya?” keluh yoona. Dan siwon hanya menaikan kedua bahunya.karna tidak ada jawaban yang harus dijawab.

Yoona memegangi kedua belah pipi siwon. Dan bibirnya dengan cepat mengecup bibir siwon. “Saranghae!” dan dengan gerak cepat yoona turus dari kasur siwon dan berlari keluar dari kamar hotel siwon. Meninggalakn siwon yang masih terdiam diatas kasur memegangi bibirnya yang dicium yoona dipagi hari seperti ini.

 

~FlashBack END~

 

Lamunan Yoona pun akhirnya berhenti ketika ia mendengar suara dering ponsel yang ia letakkan di dekat kepalanya. Yoona meraih ponselnya dan melihat nama sipemanggil telepon ternyata Siwon yang menelponnya. Yoona segera nekan tombol hijau untuk menjawab telpon.

“Yoboseyo…” ucap yoona.

“ Jeongmal beogeoshippo chagi-ah..” terdengar suara siwon di sebrang telepon.

“Nado Jeongmal beogeoshippoyo…” balas yoona.

“sedang apa kau? Apa sedang memikirkanku?” tebakan siwon tepat. Yoona memang baru saja usai memikirkannya dan mengingat kenangan mereka tahun lalu.

“Heemm..bagaimana oppa tahu?”

“Ah.. ternyata benar ya?? Baguslah kalau begitu. Aku juga sedang memikirkanmu sambil memandangi gantungan kunci gondola macau.”

Yoona terdiam sesaat bagaimana. Bagaimana bisa ia dan siwon bisa memikirkan hal yang sama dan juga sedang memegang benda yang sama dalam tempat yang berbeda.

“Benarkahkah oppa?”

“Ne..”

“Oppa, kapan kau pulang?”

“Aku minggu depan akan ke Thailand. Mungkin setelah dari Thailand aku akan kembali kekorea untuk ikutan SMtown Jepang dan bersiapan comeback Spy bersama super junior lagi.”

“Lama sekali…”

“Asalkan kau tetep sabar menunggu. Oppa pasti akan kembali.”

“Aku selalu menunggu oppa.”

Mereka pun terus berbincang-bincang ditelepon membicarakan banyak hal dan melepaskan rasa kangen mereka satu sama lain. Jarak bukanlah kendala lagi bagi sepasang sejoli yang sedang dimabuk cinta ini. Kenangangan manispun adalah obat penenang rindu mereka dan sekarang mod percintaan mereka memang sedang membaik. Tapi entah untuk nanti apakah mereka akan berselisih paham lagi akan adanya seseorang yang diantara hubungan mereka? Who’s know?

 

~END~

 

Selesai, seperti biasa one shoot ini pasti akan ada lanjutannya lagi yang saling terkait dengan kehidupan nyata mereka (YoonWon). Jadi sabar menunggu ya.. ^_^  Jangan lupa komentar,kritik dan saran kalian.. See You next Time!! ~_~”

Tinggalkan komentar

107 Komentar

  1. Shina Lee

     /  Februari 20, 2013

    so sweet

    Balas
  2. Shina Lee

     /  Februari 20, 2013

    kyaa…
    so sweet bgd…

    Balas
  3. aat yoonwon

     /  Juni 23, 2013

    Bner2 sweet memories

    Balas
  4. miyoon

     /  Juli 4, 2013

    Kyyaaaa sosweet bgt^^

    Balas
  5. KieWonkyu

     /  Juli 5, 2013

    bnr” sweet memories ,, yoona unnie mnja bgt n siwon oppa sllu ngrti n sllu memanjakannya dgn snang hati ..

    Balas
  6. Huaaaa…benar2 sweeeettt
    ehh tadii author’y ikut ambil bagian 😀 g’mna prsaan’y ktemu yoonwon ?? 😀

    Balas
  7. Wah so sweet..
    Squel ÐƠ̴̴͡.̮Ơ̴̴͡ñƘ eonni..

    Balas
  8. yoonwonalways

     /  Desember 26, 2013

    neomu kyeopta thor.

    Balas
  9. Riwoon

     /  Januari 24, 2014

    Wahhhh romantisssssssss banget…siwon oppa emang idaman semua gadis..*ngalur
    mau dong jdi yoona eonnie…:) *peace

    Balas
  10. tia risjat

     /  Februari 15, 2014

    aih.. wonpanya sweet banget sich..
    tapi,, kenapa tidak terjadi “sesuatu” di sana? hi3

    Balas
  11. ayu dian pratiwi

     /  Februari 26, 2014

    Feelnya dapet tuh

    Balas
  12. aat yoonwon

     /  Maret 2, 2014

    Keren

    Balas
  13. nina

     /  April 25, 2014

    so sweet…..

    Balas
  14. Always romantic and I like it . . . .
    I want Yoonwon again . . .

    Balas
  15. Romantis banget

    Balas
  16. Kren eon
    so sweet bget m0ment yoonwon jadi pengen ikutn ke macau juga
    hehehe
    ditunggu cerita yg laenx eon

    Balas
  1. kumpulan Link FF YoonWon By Ulanchoi | UlanChoi Style

United, Leave a Coment Here

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: