[FF] SISTER’S OF MIRROR Part.6

SISTER’S OF MIRROR Part.6

 

Judul                : Sister’s of Mirror

Type                 : Sequel ( Part. 6 )

Author             : Ulanchoi Hyoyoon / Twitter : @Lovelyulan

Genre               : Romance,Tragedy,Action,Sad,ect

Ratting             : PG – 17                                                               

Main Cast        : Yoona SNSD, Siwon SUJU, Sulli F(X), Yunho Tvxq

Other Cast       : Kangin, Minho SHINee, Taeyeon,SooyoungEct

 

 

Waktu di antara mereka seakan berhenti dan malah berputar mundur mengingatkan kembali ingatan dimasa lalu. Ingatan dimana mereka dulu selalu hidup bersama dan berbagi bersama dan bahkan yoona masih sangat ingat kejadiaan yang terakhir kali yaitu disaat Yunho meninggalkannya ke jepang. Dan Yunho menyakiti hatinya dan membuatnya menangis dan tersia-sia. Tapi kini takdir mempertemukan mereka lagi sesuai harapan yunho yang ingin bertemu yoona lagi suatu saat nanti dan ingin memperbaiki kesalahannya yang dulu sempat membuatnya menyesal.

“neneun yoona Geuliwo!!” seru Yunho bilang ia rindu yoona dan langsung menarik yoona kedalam pelukannya dan nasi box yang ditenteng yoona terjatuh dari tangannya karna saking terkejutnya dan tubuhnya jadi melemas begitu saja.

Yoona mendorong dada Yunho dengan sekuat tenaga dan melepaskan pelukan antara mereka. Wajah yoona sudah merah menahan emosi menatap tajam ke bola mata Yunho yang juga menatapnya dengan pandangan tak mengerti. Yoona mengepal kedua tangannya urat-urat tangannya sampai terlihat jelas. Ia sangat memendam emosi masa lalu terhadap Yunho yang dulu seenaknya menghilang disaat ia susah. Padahal dulu ia banyak berharap dengan Yunho, tapi kenapa lelaki ini baru muncul sekarang? Yoona tak kuasa membendung perasaannya yang sudah campur aduk. Ia jatuh berjengkok sambil menangis sejadi jadinya.

“Yoona? Aku.. minta maaf..” Yunho pun ikut berjongkok dan menenangkan yoona yang menangis.

“Oppa..jahat! mana janji oppa yang bilang bahwa akan selalu bersama dengan aku dan membantu aku menghadapi dunia? Oppa Bohong!!nyatanya oppa tidak ada disaat aku susah. Oppa tak tau bagaimana setiap hari aku selalu nangis dan ingin mati!oppa tidak tau!!” teriak yoona meluapkan segala kekesalannya terhadap yunho sambil menangis.

“Yoona..maaf kan aku.” Yunho terus saja berusaha meminta maaf terhadap yoona.

“Maaf? Hanya maaf saja? Kau tidak tau susahnya aku oppa.. aku tidak punya siapa-siapa lagi sekarang oppa..aku..sendiri dengan hidup ketidak pastian. Aku..” Yoona terdiam sesaat. Ia memandang wajah yunho, wajah itu masih sama dengan wajah dua belas tahun yang lalu, wajah tenang bagai air, mata bercahaya menghanyutkan dan entah kenapa hanya pada Yunho seorang ia bisa jujur, luluh dan meluapkan segala yang ada diisi hatinya dengan terang-terangan.

“Eomma Taeyeon, Sulli dan Appa.. mereka semua meninggalkan aku! Eomma taeyeon pisah dengan appa dan sulli ikut eomma, sedangkan appa, ia meninggal enam tahun lalu di Amerika..dan aku sekarang tidak punya siapa-siapa..aku benar-benar ingin mati oppa!!kau tidak tau kan?” Tanya yoona beruarai air mata.

Yunho terkejut mendengar uraian dari yoona. Tanpa sadar ia juga menitikan airmata dan ikut menangis. Ternyata selama dua belas tahun ia tidak bersama yoona, hidup sahabat yang ia cintai ini sudah banyak kesulitan dan kesakitan yang ia tak tau dan tak ia rasakan. Yunho kembali mendekatkan diri dan membawa yoona kedalam pelukannya meletakan kepala yoona didadanya dan mencium puncak kepala yoona. Mereka berdua menangis dalam haru.

“Maafkan aku. Aku janji mulai sekarang untuk menebus dosa dan  kesalahanku aku akan selalu disampingmu menjaga dan menemanimu baik suka dan duka.” Ucap yunho sungguh-sungguh ditengah tangisannya.

“Aku tak mau kau berjanji apapun terhadapku. Aku sangat takut kau akan mengingkarinya lagi oppa!” jawab yoona sambil membenamkan dirinya kepelukan yunho lebih dalam dan memeluk bahu yunho yang terasa hangat. Ia sudah memaafkan Yunho.

 

~***~

Yoona celingak-celinguk masuk kedalam rumah siwon yang Nampak selalu sepi. Ia melanjutkan langkahnya kedalam pintu rumah dan ingin mengentuk pintu tapi tiba-tiba pintu sudah terbuka dan terlihatlah Siwon yang memakai kaos warna putih dilapisi jaket abu-abu,celana jeans hitam serta topi pucung dikepalanya yang menutupi hampir semua rambutnya.

“Kenapa lama sekali? Kau telat 40 menit 20 detik!”  ucap Siwon sambil menunjukan jam tangannya didepan wajah yoona.

“Mwo? Kau menghitung waktu hanya untuk menunggu ku?” Tanya yoona diiringi seringaian candanya. “Mianhae aku harus menyelesaikan tugas mengantarkan Koran pagi kesemua rumah dulu dan mengembalikan sepeda lalu baru kesini. Oh..iya ini koranmu!” jelas yoona, lalu mengeluarkan Koran dari dalam tasnya dan diserahkan ke siwon.

Siwon menatap Koran yang ada ditanganya.”apa ini? Aku tidak butuh ini tapi aku butuh si pengantar Koran yang jelek ini!” siwon melempar korannya kedalam rumah dan langsung memeluk yoona.

“Aaaiishh..kau!lepaskan….” yoona merontak-rontak didalam pelukan siwon dan siwon akhirnya melepaskan pelukannya dan tersenyum lebar mengejek yoona.

“Hahaha..Lucu sekali!” Siwon tertawa mengejek yoona yang rambutnya jadi berantakan gara-gara ulahnya.

“Awas kau!” ancam yoona sambil membenarkan kuciran rambutnya yang diikat buntut kuda. “Emangnya hari ini kau ingin mengajakku kemana?” Tanya yoona menatap siwon.

“Aku kan sudah bilang ketaman hiburan..kita bersenang-senang seharian..oke!” jelas siwon lalu mengunci pintu rumahnya dan menuntun yoona berjalan kemobilnya yang terpakir manis didepan pagar.

 

~***~

 

“Kenapa ramai sekali?” Tanya yoona heran begitu sampai arena Lotte World yang memang cukup ramai karna hari ini adalah hari sabtu.

“sudah jangan banyak komentar.. ayo kita bermain..kau mau naik wahana apa?” Tanya siwon sambil menunjukan semua letak wahawa yang terlihat mata.

Yoona mengedarkan pandangannya keluruh taman hiburan itu banyak permainan yang menguji anderalin dan banyak juga wahana yang hanya untuk senang-senang. Yoona tersenyum begitu melihat roller coaster raksasa yang lumayan jauh dari tempatnya berdiri.

“Naik itu saja!” bilang yoona sambil menunjuk kearah roller coaster.

“Mwoo??!!” Siwon tersendak kaget.”itu?ya..kita baru sampai, naik komedi putar saja.” Tawar siwon karna merasa tidak siap.

“Tidak mau!” ucap yoona dan langsung menuntun siwon kearah letak dari si roller coaster tersebut.

Siwon dan yoona sudah duduk bersampingan di bangku panas nan menegangkan itu. Tangan siwon Nampak sedikit gemeteran. Tapi yoona terlihat sangat bahagia sekali. ini adalah permainan kesukaannya bersama amber dulu waktu di amerika. Saat liburan ia selalu pergi persama amber ketaman hiburan dan naik roller coaster berkali-kali sampai mereka puas dan pusing.

Dalam hitungan ketiga kereta coasterpun berjalan perlahan lalu menanjak kepuncak,Yoona menggenggam tangan kiri siwon yang terasa dingin, dan tiba-tiba kereta terjun kedalam lintasan curam yang dalam dan melilit-litit serta memutar balikan grafitasi bumi dengan kecepatan super kilat dan mendebarkan setiap jantung penumpangnya dan berhenti sempurna dan meninggalkan kesan mendalam bagi penumpangnya.Tak terkucuali Siwon.

“Hahaha…kau payah! Katanya Intelijen!masa naik roller coaster saja takut? Bagaimana kalau ternyata penjahatnya naik itu dan kau takut lalu kehilangan jejaknya?” ledek yoona begitu turun dari arena dan melihat siwon yang Nampak lemas,pusing dan mual bersandar dipagar pembatas jalan.

“Mana.. ada yg seperti itu..” jawab siwon dengan wajah lesuhnya, sambil meletakkan telapak tangannya kewajah konyol yoona.

Iya yoona sudah tau bahwa pekerjaan siwon adalah Intelijen Negara korea selatan.waktu itu saat ia melihat foto dan mendali siwon dikamar siwon empat hari lalu secara tidak sengaja dan Siwon jadi menceritakan semuanya awalmula ia tertarik dengan dunia kepolisian hingga sampai ia terpilih sebagai salah satu intelijen Negara. Dan satu lagi yoona juga tahu saat melihat foto keluarga siwon, ia tahu bahwa ibu-ibu yang sebulan lalu ia tolong adalah ibunya siwon. Tapi yoona masih merahasiakan itu dari siwon.

Sebelumya ia agak sedikit takut mengetahui pekerjaan siwon itu, ya karna ia mempunyai banyak pengalaman pahit dengan para polisi dan intelijen. Ya karna mereka ia harus kehilangan ayah dan sahabatnya dan serta merasakan kesakitan didalam jeruji besi. Tapi melihat siapa sosok siwon dihadapannya ia merasa tidak perlu takut karna siwon juga tidak tau masa lalunya yang kelam. Karna ia sekarang ini ada Im yoonah yang baru yang mulang bangkit dari ketepurukannya dan berusaha untuk hidup baik pada siapapun disekitarnya. Bukan Mischa yang seorang pembunuh bayaran, dingin dengan orang dan banyak berurusan dengan masalah apapun.

 

“Kau mau makan?” Tanya siwon sambil memandangi yoona yang asik menjilati kembang gula.

“Hemm..aku kan lagi makan ini, kau mau?” Tanya yoona sambil menunjukan lollipop yang bekas di emutnya.

“Aiihsshh..Jorok! kau ini sudah 25 tahun kenapa saat ketemu permen kau jadi seperti anak 12 tahun?” Tanya siwon tidak percaya melihat tingkah yoona yang menggemaskan saat ini dihadapannya.

“Aku ini masa kecilnya kurang bahagia, jadi wajar saja kalau aku seperti ini. Kau jangan banyak protes.” Jawab yoona asal, sambil mempelototi siwon. Siwon hanya membalasnya dengan senyuman manisnya lalu merangkul bahu yoona dan mengajaknya ketempat makan.

 

Yoona dan siwon duduk berhadapan dimeja Restoran siap saji McD. Yoona melahap nasi dan Fried chikennya dengan lahap, dan diselingi dengan Fried Photato yang celelupi ke saus pedas. Siwon yang juga sedang makan masih menyempatkan memperhatikan setiap cara makan yoona yang unik.

“Apa kau sangat lapar?”  Tanya siwon memberhentikan makannya dan menatap yoona.

“Huh?” Yoona juga memberhentikan makanya, tapi mulutnya masih penuh dengan nasi dan daging ayam. “Lapar? Ya tentu.kan tadi kita sudah banyak berteriak-teriakan”

“Pantas saja cara makanmu liar sekali.”

“Mwoo??!!” yoona terkejut dan tersendah.”uhuk-uhuk..”

Siwon langsung panik milihat yoona yang tersendak makannya dan wajahnya langsung merah serta matanya berair. Siwon mengulurkan segelas coke ke yoona dan yoona langsnung meminumnya perlahan.

“Oppa..kau!” omel yoona begitu acara tersendaknya berhasil selesai menyiksanya.

“heheh…Mianhaeyo..” ucap siwon diringin senyuman menyesalnya.

“Aku paling tidak bisa jika sedang makan diajak bicara. Jadi seperti itu!” jelas yoona memberitahu.

“Okee..lain kali aku tidak akan mengulangi lagi.” Jawab siwon lalu melanjutkan makannya kembali. Dan yoona juga kembali makan.

Piring dihadapan mereka sudah kosong hanya ada tulang ayam, gelas coke juga sudah tinggal sepongkah es batu. Siwon dan yoona masih numpang duduk disana dan berbicara satu sama lain.

“Yoona, apa kau pernah punya kekasih?” Tanya siwon tiba-tiba. Dan yoona membelalakan lebar matanya.

“Kekasih?” Tanya yoona balik bertanya.dan siwon mengangguk. “Heemm..aku pernah beberapa kali menyukai seorang pria tapi aku belum pernah sama sekali berpacaran. Jadi aku belum pernah punya kekasih. Lalu kau sendiri seberapa banyak kekasihmu?” Tanya yoona dengan tatapan menyelidik.

“Kau kira aku pria playboy?! Aku..hemm..kenapa kau ingin tahu?” siwon tidak jadi menjawab pertanyaan yoona karna tiba-tiba ia ingat wajah Sulli dipikirannya.

“Kenapa? Ya sudah kalau tidak mau kasih tau..bukan urusanku!” jawab yoona lalu memalingkan wajahnya ke arah lain.

“Aku juga sama aku pernah suka pada wanita,. Tapi hanya satu wanita dan sangat menyukainya. Tapi aku tidak tau apa dia suka aku,dan aku tidak berani bilang padanya kalau aku menyukainya.” Jawab siwon serius sambil memandangi yoona yang tak sedang menatapnya.

Yoona membalikan wajahnya kewajah siwon lagi. “mana dia tahu kalau kau tak pernah bilang? Apa kau perlu bantuanku agar wanita itu tau kau sangat menyukainya?” Tanya yoona dengan wajah serius walau dihatinya tidak serius.

“Tidak perlu..biar waktu yang akan membenarkan perasaan kami.” Jawab siwon sambil membelai kepala yoona.

Andai kau tahu bahwa wanita itu adalah kau yoona. Aku sangat menyukaimu! Ucap siwon dalam hati dan menatap yoona dengan lekat.

Sepertinya kau benar-benar telah menyukai wanita lain? Kenapa dadaku terasa sakit mengetahui semua ini? Apa aku cemburu? Tidak mungkin. Ucap Yoona dalam hati dan menatap wajah tampan siwon. Dan mereka bertukar pandangan dengan pikiran mereka yang sibuk sendiri.

 

“Apa oppa benar-benar bisa main icesketing ini?” Tanya yoona tidak yakin begitu siwon mengajaknya bermain diarena icesketing di Lotte world sebelum mereka akan pulang dan mengakhiri kebersamaan mereka hari ini.

“Kau meremehkanku?aku ini dulu atlet Hokey..jadi permainanku pasti sangat bagus!kau lihat ini!” siwon sedikit kesal karena yoona daritadi selelu meragukan kemampuannya. Dengan gerak cepat siwon meluncur diatas lantai ice dan berputar-putar disitu lalu mengelilingi arena ice dan balik lagi kehadapan yoona yang sedang ternyanya kagum melihat aksi Siwon tadi.

“Bagaimana?Kerenkan?” Tanya Siwon narsis.

Yoona tak menjawab, dia ikut berdiri disamping siwon dan perpegangan pada kedua tangan siwon.

“Mau apa kau?” Tanya siwon heran.

“Ayoo jalan..” ternyata yoona berpegangan pada siwon agar siwon menuntunnya mengelilingi arena ice seperti yang siwon lakukan tadi.

Siwon tersenyum dan langsung berseluncurkan kakinya dengan lihai diatas lantai ice tangan yoona yang menggenggam tangannya jadi ikut terseret mengikuti kemanapun siwon berseluncur.

“Kau tidak bisa bermain ini ya?” Tanya siwon disela-sela mereka berseluncur.

“Bisa.. Cuma aku malas saja.. beginikan lebih seru..hehhe..”

“Bilang saja kalau tidak bisa.” Siwon memberhentikan langkahnya ditengah arena dan memutar badannya berhadapan dengan yoona tangan mereka masih berpegangan.

“Aku bisa… coba kau lihat ini ya..” baru saja yoona melepas tangan siwon tapi ada seorang pria yang sedang bermain ice sketing tanpa bisa mengkedalikannya mendekati yoona dan siwon.

“Awas…minggir..awass!!” pria itu berteriak-teriak memperingati yoona dan siwon yang berdiri berhadapan ditengah jalan.

Belum sempat yoona menoleh dan menghindar tiba-tiba.

~Brruukk..~

“Aaahhhh….!!!”

~Beuukk…~

Yoona terbentur bahu lelaki itu hingga terdorong kedepan, dengan sigap siwon menangkap tubuh yoona kedalam pelukannya tapi ia tidak bisa terus menjaga keseimbanganya berdiri dengan sepatu roda diatas ice. Maka ia terpelincir dan mengakibatkan Siwon dan yoona jatuh bersamaan dengan posisi siwon tertidur diice dan yoona yang dipelukan siwon berada diatas tubuh siwon dan wajah yoona jatuh tepat di wajah siwon sehingga bibir yoona menyentuh pipi siwon. Dan si penaprak yoona tadi juga jatuh tersungkur mencium lantai ice yang sangat dingin.

Baik Yoona maupun siwon sama-sama terkejut dengan kejadiian itu hingga membuat mereka tak mampu berkutik dan bibir yoona masih menempel dipipi siwon. Orang-orang yang sedang berada di arena ice sketing berdatangan mengerubuni mereka dan membicarakan aksi mereka. Siwon buru-buru sadar dari shocknya walau sebenarnya ia senang karena yoona tidak sengaja jadi mencium pipinya lama sekali. Siwon mendorong bahu yoona. Dan yoona jadi tersadar dan segera bangkit bangun dan berdiri. Siwonpun ikut berdiri. Siwon dan yoona terjebak puluhan orang yang membicarakan mereka dan melihat mereka dengan tatapan meledek. Siwon segera menarik tangan yoona dan mengajak yoona berlari meninggalkan kerumunan orang dan keluar dari arena icesketing.

 

Yoona menutupi wajahnya yang merah dengan kedua telapak tangannya,siwon yang sedang menyetir mobil terus-terusan tersenyum dan menggoda yoona atas kejadiian tadi.

“Jadi sekali lagi terimakasih ya, sudah mencium pipiku!” upap siwon menggoda Yoona.

“Ahh!!Sudah..diam kau!itu murni tidak sengaja tau.. jangan anggap aku sengaja ingin menciummu!” cetus yoona dengan tatapan marah.

“Okee..aku tau tapi tetap saja, kau menciumku!” ledek siwon lagi.

“Berriiissikk!!!” kini tanganya beralih menutup telinga dan matanya ia pejamkan agar tidak melihat muka siwon yang menyebalkan saat tersenyum mengejeknya.

“Baiklah..baiklahh…” Siwonpun akhirnya memberhentikan menggoda dan meledek yoona ia tapi masih cenge-ngesan melihat tingkah yoona apa lagi mengingat adegan tadi benar-benar membuat Siwon bahagia.

“Dari sini rumahmu kearah mana?” Tanya siwon begitu berhenti dilampu merah.

Yoona membuka matanya dan melihat sudah sampai dimana ia sekarang. “oh..dari sini lurus lalu ada perempatan kedua belok kanan dan belok kiri melewati tiga gang dari rumahmu!”

“Kau serius tinggal diperumah situ? Terakhir kali aku berhasil menangkap pengendap minuman keras dikawasan situ loh..” ucap siwon mengingat kejadian yang lalu. Ituloh saat terakhir kali ia numpang makan di warung milik bibi yang menampung yoona.

“Ah..benarkah?berati perumahanku tidak aman ya?” Tanya yoona.

“Sekarang sudah aman karena ada aku.” Jawab siwon membanggakan diri.

“Ciiihh..” cibir yoona.

Siwon hampir saja melupakan sesuatu yang ingin ia berikan kepada yoona. Tapi ia segera ingat dan menyuruh yoona membuka daskboard mobilnya.

“Tolong buka daskbordnya didalam ada box warna putih, ambil itu buat kamu.”

Yoona membuka daskboard itu dan menemukan box kecil berwarna putih. Yang ternyata pas yoona buka didalamnya terdapat satu buah handphone galaxy S3 berwarna putih.

“Handphone untukku?” Tanya yoona tak percaya.

“Iya..itu untukmu sudah ada sim card nya juga. Habisnya aku susah sekali untuk menghubungimu karna kau tak punya ponsel. Sekarang kau punya ponsel jadi aku akan lebih mudah menemuimu!” terang siwon.

“Gomawo..” jawab yoona pelan.dalam hatinya senang. Jadi ia tidak perlu mengeluarkan uang gajinya untuk membeli ponsel.

“disitu hanya ada nomorku yang tersimpan.” Jelas lagi siwon. “Gunakanlah ponsel itu dengan benar!”

“Iyaa..pasti!” jawab yoona semangat.

 

~***~

 

Yunho berdiri mondar mandir didepan mobilnya yang terpakir di depan kedai milik bibi yang tinggal bersama yoona. Ia sudah berada disitu hampir dua jam menunggu yoona untuk pulang. Tapi yoona belum juga pulang.

“Kau..yakin tak mau masuk? Udara sangat dingin, tunggu saja didalam.” Suara bibi mengagetkan yunho.

Yunho tersenyum ramah memandang bibi yang baik hati itu yang sudah menjaga yoona seperti anaknya sendiri. “tidak apa-apa bi..aku akan menunggunya sepuluh menit lagi,jika yoona belum pulang maka aku akan pulang dan kembali lagi besok.”

“Ah.. gadis itu sebenarnya kemana bibi tidak tau, tadi ia hanya berpamitan untuk pergi bersama temannya tapi sampai malam begini belum pulang.”

Ucapan bibi mengejutkan yunho.”Teman? jadi yoona sudah punya teman lain?” Tanya yunho ingin tau.

“Iya.. ia bilang teman waktu di Amerika. Tapi bibi tidak kenal, karna yang pertama kali ia bawa kerumah inikan kau.” Jawab bibi terus terang.

Yunho memanggutkan kepalanya dan tersenyum. Tak lama sebuah mobil hitam berhenti tepat dibelakang mobil yunho lampu mobil itu menyilaukan mata yunho dan bibi yang berdiri dekat situ. Dan setelah itu keluarlah yoona dan seorang lelaki tampan berbadan kekar bersamaan dari dalam mobil. Wajah yoona terlihat sangat senang sekali. Yoona sangat terkejut melihat Yunho dan bibi yang sedang memperhatikannya.

“Oh..Yunho oppa. Bibi sedang apa kalian?” Tanya yoona heran. Lalu menarik lengan siwon untuk menghampiri mereka.

“Kau dari mana saja? Yunho sudah lama menunggu disini.” Jawab bibi dengan wajah cemas.

Yoona masih terlihat sangat senang karna senyumnya yang masih saja mengembang. “Aku ke Lotte World di ajak dia bi..” jelas yoona sambil menunjuk siwon yang berdiri disampingnya. “Bibi..oppa.. kenalkan Ini siwon oppa. Temanku!” ucap yoona mengenalkan Siwon pada bibi dan Yunho.

Yunho memandangi Siwon dan yoona bergantiian, matanya menatap tajam kearah siwon melihat sosok siwon dari ujung kepala hingga ujung kaki. Siwon yang sadar dipandang seperti itu ikut memandang Yunho dengan tatapan yang sama. Mereka ternyata sama-sama tidak senang mengetahui Yoona mempunyai teman lelaki lain selain diri mereka sendiri.

“Siwon,, ini yunho oppa, sahabat kecilku” Yoona memecahkan pandangan kedua lelaki yang Nampak tidak bersahabat itu.

Siwon mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan dengan Yunho dan yunho segera membalas jabatan tangan siwon. Mereka berjabat tangan dengan sangat erat dan mata mereka sama-sama terpancar tanda perang. Lalu melepaskan tangan dengan cepat dan tidak senang.

“Oh.. Yoona sepertinya aku harus segerea pulang. Besok datang lagi ya…” ucap siwon sengaja memancing perasaan yunho. Siwon tersenyum ramah pada yoona dan bibi dan siwon mengacak-acak sedikit rambut dipuncak kepala yoona dan berlalu dari situ masuk kedalam mobil dan menjalankan mobilnya mundur meninggalkan tempat itu.

“Oh..kalian masih ingin berbicara? Bibi masuk kedalam dulu ya.. mau nutup kedai.” Ucap bibi memecah keheningan setelah siwon pergi.

“Iya bi..” jawab yunho dan Yoona bersamaan.

“Kau..tidak memberitahuku, ternyata punya teman lelaki.” Tanya yunho mulai pembicaraan.

“itu tadi aku memberitahumu.” Jawab yoona.

“Kau kenal dia dimana? Apa dia orang yang baik?” yunho terus menanyakan siwon kepada yoona.

“hee..tujuh tahun lalu saat di Amerika. Dia sangat baik!” jawab yoona singkat dan jelas.

“Oh..seperti itu?” akhirnya yunho tidak mau menanyakan lebih lanjut soal siwon. Karna ternyata dihatinya terbesit rasa cemburu dan tidak suka yoona berteman dengan siwon.

“Ah..oppa. mau apa kau datang kesini? Sudah lama menunggu ya?” Tanya yoona.

“Ohh..ini. aku mau memberikanmu hadiah.” Ucap yunho lalu membuka pintu mobilnya dan mengambil paperbag berukuran sedang lalu ia berikan ke yoona.

“Apa ini? Tanya yoona sambil mengintip dalam paper bag tersebut.

“Itu ponsel untukmu.. aku sengaja memberikanmu itu agar aku mudah menghubungimu. Jadi aku tidak perlu menunggu dua jam seperti ini hanya untuk menemuimu.” Jalas yunho dengan maksudnya memberikan Yoona ponsel.

Yoona terdiam. Kenapa hari ini ia bertuntung sekali mendapat dua ponsel sekaligus dari dua teman lelaki yang selalu ada disampingnya. Yoona jadi tersenyum sendiri.

“Kenapa tersenyum?” Tanya Yunho heran,

“Tidak.. hanya saja tadi Siwon oppa juga memberikanku ponsel.ini!” jawab yoona sambil menunjukan ponsel yang ia ambil dari saku jeans nya.

Yunho terdiam ternyata lagi-lagi ia harus kalah star dengan lelaki bernama siwon itu. “Jadi kau mau mengambil ponsel ku juga atau tidak?”

“Aku ambil. Ponsel darimu hanya khusus untuk menelponmu!iyakan?” Tanya yoona diiringi senyuman.

“Iya..!!” jawab Yoonho sambil membelai puncak kepala yoona.

“Oh,, Yoona besok kau mau ikut denganku?” Tanya Yunho, begitu ia ingat ucapan siwon yang menyuruh yoona untuk datang lagi.

“Kemana?” Tanya Yoona penasaran.

“Heemm… ada deh..pokoknya ini tempat terindah..kau mau?” Tanya yunho lagi.

“Heeemm.. tapi berangkatnya usai aku mengantar Koran saja ya?”

“Baiklah..” jawab yunho diiringi senyum terbaiknya.

“Aku lelah. Dan ingin mandi. Oppa mau menungguku atau gimana?” Tanya yoona memberitahu sebenarnya ia ingin mandi dan segera tidur.

“Aku akan pulang..tidurlah istirahat besok kita akan melakukan perjalanan jauh.” Jawab yunho.

“Baiklah.. selamat malam.”

Yunho masuk kedalam mobilnya dan meninggalkan yoona yang masih berdiri di depan kedai. Yoona menguap. Ia menenteng paperbag dari Yunho dan pergi masuk kedalam rumah.untuk mandi dan beristirahat.

 

~**~

 

Dilam ruang kerjanya siwon sedang memeriksa dokumen-dokumen perkara dengan perasaan tidak tenang. Pasalnya tadi pagi yoona tidak datang kerumahnya sekedar mengantar Koran apalagi main. Pikirannya benar-benar hanya tertuju pada yoona. Tidak bisa dibohongi kalau perasaan sukanya dan cintanya terhadap yoona kian bertambah besar.

Ia mengambil Ponselnya dan menghubungi nomor ponsel yoona yang kemarin ia beri. Hanya ada suara dering tunggu, tapi siempunya ponsel tak juga mengangkat ponselnya. Dan kian menambah kegalauan hatinya. Ia cemas, takut yoona sakit karna seharian kemarin ia bermain ditaman hiburan bersama.

Ia terus memandangi ponselnya berharap yoona membalas menelponnya. Tapi ternyata tidak. Dan Siwon pun berusaha menepis rasa cemasnya dan kembali ke perkerjaannya yang menumpuk diatas meja tentang kasus-kasus yang perlu diselidiki.

Tiba-tiba ponselnya akhirnya berbunyi panggilan telepon. Dengan  segera ia melepas dokumennya dan meraih ponselnya. Tapi begitu melihat siapa pemanggil telpon tersebut ia langsung kecewa. Ternyata bukan Yoona tapi Sulli. Dengan perasaan malas, siwonpun mengangkat teleponnya.

“Yoboseyo?”

“Oppa..apa kau sedang sibuk?”

“Iya aku sangat sibuk hari ini ada apa?”

“Hemm..tidak, tadinya aku ingin mengajakmu mengantarkan aku ke Mall. mencari hadiah untuk temanku yang akan ulang tahun lusa.”

“Mianhae Sulli~ah, oppa tidak bisa meninggalkan kantor hari ini, bisa kau pergi dengan minho saja?”

“Minho oppa? Aku sebel kalau harus pergi dengannya ia sangat cerewet dan tidak asik.”

“Bukankah kalian sama cerewetnya?kaliankan adik kakak jadi bersikaplah damai.”

“Ya.. sudah kalau oppa tida bisa..Maaf mengganggu mu!”

~tut..tutt..tut..~

Sulli pun memutuskan panggilan teleponnya. Siwon mengusap wajahnya dengan telapak tangannya. Ia tahu ia telah berkata salah terhadap sulli, dan ia tahu pasti kalau Sulli pasti marah terhadapnya. Tapi entah kenapa ia malas sekali menghubungi Sulli untuk sekedar meminta maaf.

Pikiran siwon benar-benar kacau sekarang. Sulli dan Yoona dua wanita itu kini berkecamuk dipikirannya, Sulli akan segera bertunangan dengannya tapi Yoona selalu ia cintai. Ia sebenarnya bisa saja menentang pertunangan ini sebelum terjadi. Tapi sayang ia belum bisa mengetahui apakah yoona juga mencintainya atau tidak?  Tapi tetap apapun yang ia ambil nanti pasti akan ada yang tersakiti.

Siwon menutup berkasnya dan menyandarkan kepalanya pada sandaran kursi. Ia benar-benar bingung akan semua jalan hidupnya ini.

 

~***~

 

Yoona berdiri kaku dengan air muka yang muak dan kesal menatap sebuah rumah dihapannya kini bersama Yunho. Ternyata rumah itu adalah rumahnya yang lalu rumah masa kecilnya di daerah GangWon. Walaupun rumah itu sudah bukan miliknya karna telah disita tapi bangunan rumah itu tetap sama hanya saja warna catnya yang dulu putih kini berwarna kuning, Tanganya mengepal geram, sekilas ingatan-ingatan dimasa lalunya terlihat jelas di depannya. Seakan ia sedang menonton video-video documenter pribadinya sendiri.

Ia melihat di depan rumahnya ada dirinya yang masih berusia limatahun sedang dibonceng sepeda oleh appanya dan sang eomma dengan sabar berdiri dibawah pohon besar sambil memegang mangkuk nasi untuk menyuapi yoona kecil yang malas makan. Saat itu adalah saat-saat dimana kehidupan normal yoona yang sangat bahagia.

Lalu ia melihat ayah dan ibunya yang Nampak dingin memperhatikan yoona kecil yang sedang berlatih taekwondo. Yoona ingat hari itu ayah dan ibunya sedang bertengkar entah masalah apa, dan dulu yoona sama sekali tidak tahu, dan sekarang yoona tahu kalau dulu ayah dan ibunya bertengkar karna sang ayah berselingkuh,

Lalu tiba-tiba ingatannya berganti dengan pemandangan ketika pertama kali ayahnya pulang membawa Taeyeon dan sulli kerumahnya. Lalu ketika mereka berempat bermain bersama di teras rumah. Dan terakhir ingatan yang muncul dihadapannya adalah ketika kepergian Taeyeon dan Sulli dengan seorang lelaki bernama kangin dan tiba-tiba mobil yang membawa sulli dan taeyeon pergi berjalan menghapirinya. Yoona langsung panic dan berteriak-teriak.

“Ahh… tolong jangan pergi!!! Berhenti-berheti…!!! Kumohong berhenti jangan pergi!!!”

Yunho menatap Yoona miris yang sedang berjongkok sambil menangis dan berteriak-teriak ketakutan akan masa lalunya .

Yoona menutup telinganya ketika ingatannya mendegar suara-suara orang-orang yang pernah ada di dekatnya. Dan suara yang paling jelas terdengar adalah suara Yunho.

“Yoona..!!Yoon!!” Yunho memanggil nama yoona dan mengguncang-guncangkan tubuh yoona agar yoona segera tersadar dari pikirannya sendiri.

“Yoona.. sudahlah!” Yunho meraih yoona kedalam pelukannya. “Ternyata seperah inikah rasa troma mu? Ternyata sejauh inikah aku telah kehilangan cerita hidupmu? Ternyata setelat inikah aku untuk menolongmu?”

Yoona makin sesegukan dalam tangisnya. “Kukira dengan aku berpura-pura lupa akan masa laluku ini semua akan hilang. Ternyata tidak mereka justru kian menyiksaku oppa!”

Yunho hanya memanggutkan kepala mengerti maksud yoona. “Bagaimanapun kenangan akan tetap menjadi kenangan. Mau sejauh mana kita berlari tetap saja ia bersama kita. Jadi kau harus menghadapinya. Ini kenyataan. Dan kau seharusnya mengiklaskan segalanya.”

Yunho sengaja mengajak Yoona kemasa lalunya. Karna selama beberapa hari ia bertemu kembali dengan yoona dalam waktu yang lama. Ia merasa yoona sangat berbeda. Tatapan matanya sudah tak sehangat dulu dan tingkahnya juga seolah-olah dibuat bahwa ia kuat untuk menghadapi semua ini. Walau ia hanya mendengar sedikit cerita masa lalu yoona dari tetangga yang menempati rumahnya setelah yunho pindah ke jepang. Tapi ia sedikit paham kalau jiwa yoona pasti sangat terguncang dengan kejadian-kedian masa lalunya.

“Eomma meninggalkanku, appa meninggalkanku, sulli dan Taeyeon eomma juga meninggalkanku. Apa aku harus iklas? Aku sebenarnya sudah tahu beradaan Sulli dan Taeyeon, sebenarnya aku ingin masuk kembali kedalam hidupnya, tapi aku takut mereka tidak menerimaku. Jadi kau tahu setiap hari aku menerornya dengan mengirimkan surat ancaman kepadanya. Hanya ancaman dan aku tidak akan benar-benar melalukan semua ancaman yang aku tulis di surat itu.” Cerita yoona dalam isak tangisnya.

Ia berkata jujur dari dalam hatinya. Ia ia hanya bisa bercerita semua itu hanya kepada Yunho. Entah kenapa memang hanya Yunho yang menurutnya pastas mendengar ceritanya ini.

“Kau tak seharusnya melakukan itu!”

“Aku.. tahu! Tapi itu satu- satunya yang terlintas dipikiranku ,agar mereka tahu kalau aku ada disekitarnya.”

“bagaimana ia akan tahu kalau caramu salah? Hentikan kegiatanmu itu!”

“Tidak..oppa.. tidak bisa…”

“itu konyol!” cetus yunho marah. Bagaimanapun ia menyesal tidak bersama yoona dalam waktu yang lama sehingga yoona berubah jadi seperti ini ia tidak bisa mengendalikannya.

“Baik lakukanlah apa yang kau mau, aku akan selalu melindungimu.”

Yoona tak menjawab hanya terus menangis.

 

~**~

 

Malam harinya Siwon. Menunggu kepulangan yoona didepan rumah bibi, ia berdiri dengan cemas didekat mobilnya menunggu yoona pulang.

Bibi menggeleng-gelengkan kepalanya dengan apa yang ia lihat kini, pemandangan ini sama persis dengan kemarin malam. Tapi hanya saja kemarin malam pria yang berdiri cemas menunggu yoona pulang adalah Yunho dan kini siwon yang menunggunya.

“Siwon.. apa tidak lebih  baik menunggu didalam kedai saja?” tawar bibi.

Siwon menoleh ke bibi yang berdiri di depan pintu kedai. Siwon memberikan senyum ramahnya. “Tidak usah bi.. aku akan menunggunya disini aja..bibi masuklah kedalam cuaca sangat dingin.”

“Karna cuaca dingn maka kau masuk jugalah dan menunggu sambil meminum teh hangat.” Bujuk bibi lagi.

“Baiklah bi.. kedengarannya enak..” siwonpun akhirnya menyerah dan kini ikut masuk kedalam kedai yang dulu pernah tidak sengaja ia membeli makan disini.

Siwon duduk dibangku pelanggan, bibi sedang sibuk membuatkan teh hijau hangat untuk siwon.

“Heemm.. Jadi kau mengenal yoona saat di Amerika?” Tanya bibi memulai pembicaraan.

“Iya.. bisa di katakan itu adalah pertemuan petama kami.” Jawab siwon sambil menoleh kebibi. “Tadinya aku pikir kami tidak akan bertemu lagi, tapi ternyata takdir berkata lain. Dan itu sangat membuatku bahagia.”

Bibi Tersenyum, teh hijau hangat sudah selesai ia buat dengan segera ia membawa segelas teh tersebut kemeja siwon dan ikut duduk berhadapan dengan siwon.

“Jadi bisa dikalian kau menyukainya dari pandangan pertama bukan?”

Siwon tersenyum malu, ternyata bibi dapat membaca keadaan. “Benar. Aku menyukainya dari pandangan pertama bi. Entah kenapa aku merasa senang dan nyaman jika melihat dan didekat yoona.”

“Itulah yang namanya cinta..” ucap bibi sambil tersenyum.

Siwon meraih gelas teh hijaunya dan meminum setengah isinya. “Jadi bagaimana ceritanya akhirnya Yoona bisa tinggal bersama bibi? Kukira bibi adalah keluarga yoona. Tapi ternyata hanya baru kenal begitu yoona tiba di Seoul.”

“Iya.. waktu itu ia pulang bersama suamiku,karna naik taksi suamiku dan ia bilang ia butuh sewa kamar yang murah di sekitar seoul, karna ia tidak punya siapa-siapa dan baru pertama kali ke seoul. Akhirnya suamiku dan juga aku memutuskan untuk membiarkan ia tinggal bersama kami. Ia sangat baik dan manis. Tapi sayang nasibnya tak secantik wajahnya.”

“Maksud bibi apa?” seru siwon terkejut.

“Apa kau tidak tau ia hanya sebatang kara?ayah dan ibunya meninggal dunia.dan dulu ia bilang ia pernah dipenjara juga.” Jelas bibi dengan air muka murung.

“Dipenjara??” lagi-lagi siwon terkejut.

“Iya.. dia bilang ia terlibat kasus besar di Amerika tujuh tahun lalu. Dan ia punya banyak sekali trauma. Aku kasihan dengan gadis itu.”

Siwon terdiam pikirannya melayang. Ternyata selama ini yoona hampir selalu disisinya ternyata ia tidak tahu banyak tentang yoona, yang ia tahu yoona adalah gadis pekerjakeras dan periang. Bukan seorang gadis seperti yang diceritakan oleh bibi tadi.

Memikirkan trauma. Siwon jadi ingat kejadian satu minggu lalu saat yoona masuk kekamarnya dan melihat pistol-pistol siwon yang tertata rapi dilaci kaca. Dari situ siwon mendapati exspresi muka yoona yang terlihat dingin dan ketakutan. Apakah ada hubungannya dengan hal yang menyebabkan ia dipenjara.

Dikepala siwon ia jadi memikirkan hal-hal tentang yoona. Ia membuat analisa sendiri tentang siapa sebanarnyanya Park Im yoona atau Yoon Mischa. Siwon sangat penasaran sebanarnya siapa sosok Mischa di Amerika dan Siapa yoona di korea. Apakah yoona mempunyai kepribadian ganda?.

Lamunana siwon tentang analisanya berhenti ketika bibi menepuk bahunya. “Sepertinya yoona sudah pulang, coba kau temui diluar.”

“Oh.. iya bi…” Siwon segera bangkit dari duduknya dan keluar kedai menemui yoona.

Siwon terkejut melihat yoona yang dikeluar dari dalam mobil sedan hitam dipapah oleh lelaki yang ia tahu bernama Yunho teman masa kecil Yoona. Siwon mengetahui kalau Yoona tidak dalam keadaan baik. Terlihat jelas wajah kecil milik gadis itu sangat pucat dan tubuhnya lemas. Siwon segera menghampiri yoona dan ikut memegangi lengan yoona.

“Kau baik-baik saja?”

Yoona mengangkat kepalanya dan mentap siwon lalu tersenyum. “Aku tidak apa-apa aku hanya kecapean. Kau sudah lama disini?”

“Heemm.. satu jam tidak masalah.”

“Permisi aku akan mengantarnya kedalam.” Sela Yunho yang Nampak tidak senang dengan adanya siwon yang ikut-ikutan memapah lengan yoona.

“Biar aku saja kau pulanglah.” Siwon tetap kekeh dengan sikapnya yang peduli dengan keadaan yoona.

Yunho mempelototi Siwon dan siwon balas membelalakan matanya ke yunho. Yoona yang sudah sangat lelah dan lemah karna perjalanan jauh dan juga dipaksa untuk kembali mengenang masa lalunya akhirnya ambil sikap tegas.

“SUDAH!!!aku bisa masuk sendiri, kalian pulang saja. Aku lelah..”  omel yoona lalu melepaskan diri dari genggaman dua laki-laki yang saling tidak bersahabat.

Yoona pun berjalan sempoyongan masuk rumah meninggalkan siwon dan yunho yang memandanginya dari belakang. Begitu yoona menghilang dibalik pagar. Yunho kembali menatap Siwon dengan pandangan sinis.

“Jadi ini Choi Siwon yang selalu diceritakan Yoona. Lelaki amerikanya?” cetus Yunho.

“Oh..jadi kau Jung Yunho, teman masa kecil, orang masalalu yoona?” balas siwon tak kalah sinis.

“Ciihh..Yoona itu milikku, sebaiknya kau jangan mengganggunya!” Perintah Yunho.

“Apa?milikmu? yang benar saja? Ia tidak pernah cerita kalau dia adalah milikmu! Kau hanya orang masa lalu. Sekarang yoona sedang memandang masa depan. Dan aku adalah orang masa depannya!” balas siwon tak mau kalah.

Yunho geram telapak tangan kanannya sudah mengepal keras karna emosi. “Katanya kau juga jogo taekwondo? Apa lain waktu kau ingin turun tanding denganku untuk memperbutkan yoona.?”

Siwon menaikan sebelah alisnya. “Aku terima tantanganmu, tapi yoona bukan barang sehingga diperebutkan. Tapi ia pasti akan aku miliki!”

Yunho dan siwon saling memandang satusama lain dengan tatapan tajam. Dalam hitungan ketiga mereka sama-sama kembali masuk kedalam mobil mereka masing-masing. Lalu meninggalkan perkarangan rumah bibi dengan perasaan yang sama-sama kacau.

Yunho akan berusaha mengajak Yoona kembali kemasa lalunya dan memperbaiki semua yang salah dimasa lalu.

Sedangkan Siwon akan membawa yoona kemasa depan dan menata hal-hal yang baru dimasa depan.

Sedangkan Yoona kini berada disisi tengah antara masa lalu dan masa depan. Disatu sisi ia bersikap seolah-olah ia baik-baik saja tapi didalam lubuk hatinya ia banyak menyimpan luka.

 

~***~

~TBC~

 

Akhirnya part 6 keposting juga😀 *Alhamdulilah* tapi maaf ya lagi-lagi disaat tegang aku bersambungin ceritanya hehhee..biar pada kepo semuanya😛 *Btw author ulan sibuk magang ney..heheh* jadi menghilang lebih dari 2 minggu…*kangenkan?😛 * oya.. Reader ada yang nonton SMTownIna gak?? Aku udah PO tiket di Tribun 2😦 soalnya duitnya ga cukup buat VIP atau Fest😀 Yang penting nonton. Pengen liat SNSD!!!😀 kan klo SUJU,SHINee aku udah liat jadi pengen liat aslinya SNSD sekarang plus paket hemat serba komplit deh😀 SEMOGA ada YoonWon Moment tar klo ada aku certain deh jadiin FF klo perlu😀 *Udah ah jadi Curcol x) * See You…!!! ^_^

 

Tinggalkan komentar

132 Komentar

  1. Cha'chaicha

     /  Oktober 20, 2014

    Wah wah yoona cy seharus’y milih masa depan..

    Balas
  2. tiffany

     /  Desember 21, 2014

    B.A.G.U.S…konfliknya menegangkan…D.A.E.B.A.K

    Balas
  3. Sumpah makin seru,Jejak yoona sebagai mischa spertinya bentar lg terkuak semoga hal itu tdk menyurutkan cinta siwon
    Siapa yg akan di pilih yoona?siwon atau yunho?

    Balas
  4. Kra” cp yg akn dplih yoona…

    Balas
  5. HanA

     /  Februari 5, 2015

    Waaah 2 pria merebutkan yoona eonni

    Balas
  6. sdhifakhri

     /  Maret 21, 2015

    Konflik pun kini sudah berdatangan, hehe.

    Balas
  7. Ada cinta segitiga nih… WonPa dah mulai tau masa lalu nya Yoong Eonni kayaknya.Suka lihat momentnya YoonWon

    Balas
  8. Zhahra

     /  Mei 11, 2015

    Gawat kalau sampai wonpa tau tentang kisah masa lalu yoona unni,
    kenapa yoona unni sma yunho cerita tpi sma wonpa gag siiih….
    Apapun yang akan terjadi nanti semoga wonpa dapat menerima yoona unni wlaupun unni mantan narapidana
    tpi sekarang yoona unni kan sudah bukan lgi seorang mafia

    Balas
  9. anna

     /  September 30, 2015

    huuuasasa tambah seru ya

    Balas
  10. paris

     /  November 17, 2015

    Yoona sama siwon aja kan masa depan, kalau sam yunho sih masa lalu hehe, apa siwon bakal mengetahui siapa yoona sebenarnyaaa?

    Balas
  11. Yoona enak yaa direbutin dua lki2 ganteng^^ wkwkw yoona smpai bingung tuh hahah kira2 apa yv trjdi slnjtny yaa?

    Balas

United, Leave a Coment Here

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: