[FF] You Are Miracle For Me (Chapter 5)

Annyeong YoonWonited, saya comeback bawa ff ini untuk sekedar mengobati kesedihan akibat Siwon update selca bareng Tiffany yang sukses membuat saya galau tingkat dewa *maaf curhat dikit*

It’s oke YOONWON IS REAL, kita jangan larut dalam kesedihan ya readers dan semoga ff ini bisa sekeder menghilangkan sedikit legalauan terutama para YoonWonited yang haus akan YoonWon moment *termasuk saya*

Happy Reading YoonWonited jangan lupa tinggalkan jejak Oke 😉

 

[FF] You Are Miracle For Me (Chapter 5)

 

Title : You Are Miracle For Me

Author : Choi Hyun Mi/@Nita_Rahayu22

Main Cast :

  • Choi Siwon (Super Junior)
  • Im Yoon Ah (SNSD)

Other Cast :

  • Kwon Yuri (SNSD)
  • Kim Ryeowook (Super Junior)
  • Nickhun (2PM)
  • Uee (After School)
  • Kangta
  • Etc…..

Genre: Comedy, Friendship, Romance.

Rating : General

 

Author POV

Yoona menutup ke dua matanya untuk menemukan sebuah jawaban yang tepat. Saat ini, dia harus menentukan pilihan yang sangat sulit. Dia dihadapkan pada dua pilihan yaitu harga dirinya atau ayahnya. Jika dia memilih harga dirinya, maka nyawa ayahnya tak mungkin terselamatkan tapi jika dia memilih ayahnya mau di taruh dimana harga dirinya sebagai seorang wanita.

Yoona masih memejamkan matanya mencari sebuah jawaban yang tepat, sementara ketiga laki-laki yang berada di hadapannya sedang menunggu jawabannya dengan was-was. Cukup lama Yoona memejamkan matanya, akhirnya secara perlahan dia membuka matanya. Yoona menarik nafas dalam-dalam sebelum menjawab tawaran dari laki-laki yang kini mengulum senyum kemenangan.

“Bagaimana Nona? Kau menerimanya?” tanya Presdir Kangta lalu melipat kedua tangannya di dada.

“Presdir anda sudah keterlaluan, sudah ku bilang biar aku yang tanggung jawab. Ini semua adalah kesalahan ku” seru Siwon kali ini sedikit kesal.

“Oh yah? Jadi kau ingin bilang pada public bahwa benar kau melakukan itu pada Nona Im?” tanya Presdir Kangta enteng.

“Yah aku akan bilang pada public, karena ini adalah kesalahan ku. Jadi tolong anda jangan libatkan wanita ini dalam masalah ku” jawab Siwon sedikit tegas dengan perkataannya.

“Lalu bagaimana dengan karir mu? Setahu ku, kalau karir mu menurun ayah mu akan marah besar, dan dia akan menyeret mu ke perusahannya? Apa kau tidak takut?” Presdir Kangta tersenyum menampakan kelicikannya. Siwon terdiam mendengar perkataan yang sangat ia takuti selama ini, ia tidak mau mengurus perusahaan ayahnya sekarang. Dia masih ingin menikmati pekerjaannya sebagai seorang artis.

“Aku menyetujuinya” suara parau Yoona membuat ke tiga laki-laki tersebut menoleh menatapnya. “Aku menyetujuinya Presdir, aku akan bilang pada semua wartawan bahwa kejadian itu adalah kesalahan ku” Yoona melanjutkan kata-katanya namun kali ini sedikit berat.

“Yoona apa kau sudah gila, kau bicara apa?” pekik Siwon tak percaya mendengar ucapan gadis yang saat ini menatap lurus kedepan dengan menahan air mata yang sudah siap keluar.

“Bagus, sudah ku sangka kau akan menyetujuinya” ujar Presdir Kangat tersenyum penuh kemanangan.

Yoona menarik nafas dalam-dalam lalu tangannya meraih amplop berwarna coklat yang tergeletak di atas meja. Dibukanya amplop tersebut dengan berat lalu melihat isinya.

“Bagaimana apa itu cukup?” suara Presdir Kangta membuat Siwon menoleh menatapnya kesal.

“Apa anda menghargai harga diri ku dengan uang sebesar ini?” tanya Yoona lalu menatap mata Presdir Kangta.

“Apa itu kurang untuk mu Nona, berapa yang kau butuhkan?” tanya Presdir Kangta enteng.

“10 Juta Won lagi, cepat berikan padaku?” ujar Yoona dengan suara paraunya yang membuat Siwon dan Nickhun menatapnya terkejut.

“Ohh tak ku sangka ternyata kau begitu hebat dalam berbisnis, baiklah ini 10 Juta Won untuk mu Nona” Presdir Kangta mengeluarkan amplop lagi dari saku jasnya lalu menaruhnya di atas meja.

Dengan berat hati Yoona mengambil uang tersebut yang membuat Presdir Kangta semakin tersenyum penuh kemenangan.

“Baiklah, kalian bertiga tunggu di sini. Aku akan segera mengumumkan bahwa sebenatar lagi ada jumpa pers. Siapkan diri mu Nona” ujar Presdir Kangta lalu meninggalkan mereka bertiga yang sama sekali tak meresponnya.

“Apa-apaan kau ini, cepat serahkan uang itu. Kau mau di bilang wanita murahan” pekik Siwon kesal.

“Kau yang menjadikan ku sebagai wanita murahan” jawab Yoona masih memandang lurus kedepan.

“Im Yoona….” namun kata-kata Siwon di potong Yoona.

“Kau tidak mengerti di mana posisi ku saat ini, kau tahu aku melakukan ini bukan karena aku wanita murahan. Tapi,……kau tidak akan mengerti, orang seperti mu tidak akan mengerti”

Yoona tak dapat lagi menahan air mata yang sudah mengumpul di pelupuk matanya, kini dia menangis lalu menundukan kepalanya dalam-dalam.

“Apa yang terjadi? Apa sesuatu terjadi pada mu, sehingga kau harus menerima uang itu?” tanya Siwon namun Yoona masih mengunci mulutnya.

“Orang seperti mu tidak akan mengerti, jadi diamlah” ucap Yoona di sela-sela isakan tangisnya.

Siwon mengela nafas berat lalu menyandarkan tubuhnya pada sofa. “Kenapa jadi serumit ini”

“Gara-gara kau semuanya jadi seperti ini” ucap Nickhun lalu ikut menyandarkan badannya pada sofa.

End of Author POV                                 

 

Yoona POV

Apa yang harus ku lakukan sekarang, bagaimana dengan diri ku nanti. Apa semua orang akan membanci ku dan merendahkan ku sebagai seorang wanita. Ku usap kedua pipi ku yang basah kerena air mata, sungguh rasanya ini pilihan yang sangat sulit. Aku tak mau melihat ayah terus bergelut dengan penyakitnya, selama ini ayah sudah cukup menderita karena penyakit yang bersarang di tubuh rentanya. Mungkin, sudah saatnya aku membalas semua pengorbanan dan kasih sayang yang telah ayah berikan padaku. Hanya ini yang bisa ku lakukan, meskipun aku harus merelakan harga diriku di jual. Tapi, demi ayah apa pun akan ku lakukan. Sekalipun itu membuat harga diri ku hancur.

End of Yoona POV

 

Siwon POV

Aku berdiam diri melihat para wartawan yang sudah mulai berdatangan ke kantor agensi ku dari lantai 9. Tatapan ku lurus kebawah menyaksikan lalu lalang orang yang begitu ramai. Apa yang harus ku lakukan sekarang, rasanya aku terlalu pengecut kalau aku membiarkan Yoona menanggung masalah yang ku buat sendiri. Tapi jika aku menolong Yoona , bagaimana dengan karir ku? Aku tidak mau perjuangan ku selama bertahun-tahun menjalani masa pelatihan sia-sia , bahkan untuk masuk kedunia hiburan pun aku harus bersih tegang dulu dengan ayah yang tak merestui jalan yang ku pilih ini. Ayah ingin aku fokus pada kuliah agar kelak aku menjadi penerus perusahannya. Tapi, jiwa seni yang sudah mendarah daging sejak aku masih kecil membuat ku semakin bertekad untuk masuk ke dunia hiburan.

“Oh Tuhan, kenapa jadi seperti ini?” batin ku dalam hati.

“Jumpa persnya sebentar lagi, apa yang akan kau lakukan?”  Suara Nickhun terdengar di belakang ku. Aku menoleh ke arahnya yang sedang duduk di sofa lalu berjalan mengampirinya.

“Apa yang harus ku lakukan Nickhun, ini pilihan yang sulit untuk ku” jawab ku lalu duduk berhadapan dengannya.

“Turuti saja kata hati mu, itu akan lebih baik” ujarnya tersenyum padaku.

“Tapi taruhannya adalah karirku, kau tahu kan bagaimana perjuangan ku selama ini? aku tidak mau karir ku hancur begitu saja” ujarku lalu menundukan kepala.

“Yoona juga sudah mempertaruhkan harga dirinya untuk menolong mu, apa kau tidak mau menolongnya?” pertanyaan itu membuat ku tersentak.

“Aku rasa terjadi sesuatu pada Yoona, makannya dia menerima uang itu. Walaupun aku baru mengenalnya, tapi aku yakin dia adalah perempuan baik-baik” lanjut Nickhun yang membuat ku memikirkan sesuatu.

End of Siwon POV

 

Author POV

Tiba-tiba pikiran Siwon melayang entah kemana, dia mencoba membuka kembali memori ingatannya setelah mendengar ucapan dari Nickhun yang mengingatkannya pada seseorang.

 

Flashback…..

“Oppa kenapa kau begitu baik pada ku” tanya seorang anak kecil sekitar berusia 9 tahunan pada

laki-laki berusia sekitar 13 tahunan.

“Karena aku tidak punya teman, teman ku hanya diri mu seorang” jawab laki-laki tersebut yang tak lain adalah Choi Siwon.

“Tapi kan Oppa baru mengenal ku kemarin, bahkan kita tidak tahu nama kita masing-masing” tanya gadis kecil itu polos. Siwon tersenyum manis lalu membelai sayang rambut panjang gadis kecil itu.

“Walau pun aku baru mengenal mu, tapi aku yakin kamu adalah perempuan baik-baik, jadi kamu tidak keberatan menjadi teman ku kan?” tanya Siwon yang membuat senyum gadis itu mengembang di wajah cantiknya yang di barengi dengan anggukan kepala.

End of Flashback….

“Siapa gadis kecil itu” gumam Siwon berusaha mengingat-ngingat.

“Gadis kecil? Siapa maksud mu?” tanya Nickhun bingung.

“Ah, tidak kau salah dengar” ujar Siwon yang terbangun dari lamunan.

“Jadi bagaiman dengan keputusan mu, apa yang akan kau lakukan di jumpa pers nanti?” tanya Nickhun yang membuat  Siwon bingung harus menjawab apa.

“Aku masih bingung, kita lihat saja nanti” jawab Siwon lalu berdiri dan melangkahkan kakinya ke luar ruangan.

Semua wartawan dari media cetak maupun elektronik sudah berkumpul di ruangan jumpa pers. Tak terkecuali wartawan dari majalah tempat Yoona bekerja, majalah SJM. Acara Jumpa Pers sendiri sengaja di siarkan secara live di berbagai stasiun televisi maupun live streaming lewat internet bagi di luar Korea. Yuri, Ryeowook yang mengetahui bahwa Choi Siwon akan mengadakan Jumpa Pers segera bersia-siap di depan televisi untuk menyaksikan acara Jumpa Pers tersebut.

“Apa yah yang akan Yoona katakan, apa dia akan mengakui bahwa dia yang telah menggoda Siwon terlebih dahulu” ejek Eunjung yang membuat Yuri menatap wanita berambut pendek itu dengan tatapan membunuh. “Diam kau, memangnya Yoona wanita murahan apa? Jaga bicara mu Ham Eunjung atau ku sumpel mulut mu itu”

“Sumpel saja kalau berani, kita taruhan Kwon Yuri?” tantang Eunjung yang membuat Yuri tersenyum sinis.

“Taruhan kau bilang, asalkan kau tahu Ham Eunjung aku sudah mengenal Yoona jadi aku tahu siapa dia, awas kalau kau bicara seperti itu lagi. Ku hajar kau”

“Hai sudahlah jangan ladeni dia, cepat kemari acaranya sudah di mulai” seru Ryeowook lalu menarik tangan Yuri.

“Awas kau” Yuri mengepalkan tangannya tepat di depan wajah Eunjung.

“Hai kau Kwon Yuri, memangnya aku takut pada mu hahh?” pekik Eunjung kesal.

—-

Siwon berjalan dengan langkah pasti menuju ruangan tempat jumpa pers berlangsung, terlihat dari raut wajahnya tampak tegang. Sementara Yoona mengikuti langkah Siwon di belakang dengan menundukan kepalnya mencoba menghilangkan ketegangan yang menghinggapi dirinya. Para wartawan mulai mengambil foto Siwon dan Yoona saat mereka berdua duduk di kursi yang sudah di sediakan, kilauan cahaya kamera membuat Siwon sedikit menundukan kepalanya. Acara segera di mulai, semua wartawan sibuk menyiapkan beberapa pertanyaan yang akan di tanyakan pada dua orang yang kini telah siap duduk di depan.

“Sebelumnya, saya ingin mengucapkan banyak terimaksih kepada semua teman-teman wartawan karena telah mau hadir pada acara jumpa pers ini” Siwon memulai pembicaraan yang membuat ruangan yang tadinya sedikit gaduh mulai tenang. Siwon menarik nafas sejenak berusaha menengakan dirinya. “Baiklah, silahkan kalian berikan pertanyaan pada saya ataupun pada gadis yang duduk di sebelah saya” ucapan Siwon membuat semua wartawan berlomba-lomba mengacungkan tangan untuk segera memberikan pertanyaan seputar skandal yang menimpa mereka. Seorang wartawan wanita mendapat giliran pertama.

“Choi Siwon, sebenarnya apa hubungan mu dengan gadis yang kini duduk di sebelah mu. Apa dia teman kencan mu?” beberapa saat Siwon terdiam setelah mendengar pertanyaan dari seorang wartawan wanita berkacamata minus itu.

“Perlu ku jelaskan, wanita yang berada di sebalah ku..dia bukan siapa-siapa aku” jawaban Siwon yang menggantung membuat semua wartawan tak puas.

“Lalu apa hubungan mu dengan gadis itu? dan kenapa kau bisa terlibat skandal dengannnya?” tanya salah seorang wartawan laki-laki bertubuh gemuk.

“Itu hanya kesalah pahaman saja” lagi-lagi jawaban Siwon membuat semua wartawan tak puas. Di sebrang, Presdir kangta berdecak kesal mendengar jawaban dari Siwon yang seakan membela Im Yoona.

“Aku ingin bertanya?” seorang wartawan bertubuh mungil tiba-tiba berdiri membuat semua semua mata memandang ke arahnya.

“Aku Lee Hyuk Jae wartawan dari majalah SJH” serunya yang membuat Siwon mengepalkan kedua tangan menahan emosi melihantnya.

“Silahkan Tuan Lee Hyuk Jae” ketus Siwon dingin.

“Kalian tertangkap basah sedang berciuman dan foto-foto yang tersebar di internet sudah di nyatakan bahwa foto itu asli. Bisa kalian jelaskan siapa yang memulai semua itu” pertanyaan dari EunHyuk membuat Siwon semakin menatapnya tajam, Siwon mengepalkan kedua tangannya di atas meja dengan emosi yang hampir memuncak.

“Aku yang memulainya, aku yang menggoda Siwon. Aku memaksa Siwon untuk melakukan itu padaku” pernyataan dari Yoona membuat semua wartawan dan Siwon memandang ke arahnya terkejut sementara Predir Kangta tersenyum penuh kemenangan mendengarnya.

“Benarkah bisa anda jelaskan Nona Im Yoona” kembali EunHyuk melontarkan pertanyaan yang membuat Siwon semakin tersulut api kemarahan.

“Aku sangat terobsesi menjadi seorang artis, makanya aku mengambil jalan pintas yaitu dengan cara mendompleng popularis Choi Siwon dengan terlibat skandal dengannya. Aku yang menggoda Choi Siwon, aku yang salah” Yoona menundukan kepalanya dalam-dalam mencoba menahan air mata yang sudah terkumpul di kedua sudut matanya, hatinya begitu sangit saat menyatakan hal yang akan merendahkan harga dirinya sebagai seorang wanita. Semua wartawan meneriaki dan mecemooah Yoona dengan tindakannya yang tak pantas dan di anggap sangat kampungan.

“Semua itu bohong” tegas Siwon yang membuat semua wartawan menoleh kearahnya. Siwon bangkit dari duduknya dan segera menarik tangan Yoona untuk berdiri. Yoona sedikit terkejut dengan perlakuan Siwon yang menarik tangannya cukup kasar. Kini Siwon dan Yoona sudah berdiri di depan, Siwon masih mencengkram erat pergelangan tangan Yoona dengan kedua bola matanya memadang seorang laki-laki berkacamata yang tak lain adalah Presdir Kangta dengan tajam. Sementara Yoona di buat bingung dengan sikap Siwon yang berubah tiba-tiba.

“Akulah yang memulainya, skandal ini terjadi karena aku. Semua yang dikatakan oleh Im Yoona adalah bohong, aku yang telah menjerumuskannya ke dalam skandal ini. jadi aku harap kalian bisa percaya” ucap Siwon sambil terus memandang Presdir Kangta dengan tatapan tajamnnya, Predir Kangta menyilangkan tangannya di dada dan menunjukan sebuah senyum yang menandakan pertarungan akan segera di mulai. Siwon menghela nafas sejenak, lalu berbalik menghadap Yoona.

“Nona Im, maafkan atas kesalahan ku. Aku benar-benar menyesal telah melakukan itu pada mu” Siwon mundur sau langkah ke belakang lalu berlutut di hadapan Yoona. Sontak semua wartawan mengambil gambar, Yoona tekejut melihat Siwon yang kini tengah berlutut meminta maaf kepadanya.

“Apa yang kau lakukan, cepat bangun” ucap Yoona sedikit berbisik.

“Tidak, ini adalah kesalahan ku. Jadi biarkan aku yang menyelesaikan semua ini” jawab Siwon lalu mendongak kan kepalnya menatap Yoona. Tiba-tiba memori Yoona seakan terputar kembali pada saat usianya  9 tahun.

 

Flashback….

“Gadis cantik tunggu, aku ingin minta maaf padamu” seorang laki-laki mengejar Yoona yang kala itu berusia 9 tahun. Yoona kecil tak menghiraukan teriakan laki-laki yang sudah rapi dengan kemeja berwarna birunya itu yang terus mengejarnya, Yoona terus berlari di tepi pantai sambil sesekali menyeka air mata yang terus membasahi kedua pipinya.

“Gadis cantik tunggu aku” dengan susah payah akhirnya laki-laki itu dapat meraih tangan kecil Yoona.

“Lepaskan aku Oppa, lepaskan aku” teriak Yoona sambil berusaha melepaskan tangannya yang di genggam erat oleh laki-laki tersebut.

“Gadis cantik tolong maafkan aku, aku pergi tidak akan lama hanya sebentar” ujarnya sambil terus memegang pergelangan tangan Yoona erat.

“Sudahlah Oppa, sebaiknya kau pergi saja aku tidak butuh kau lagi” kini tangis Yoona semakin deras membasahi kedua pipinya. Laki-laki tersebut mundur satu langkah dan melepaskan tangannya yang mencengkaram erat tangan Yoona, tak berapa lama dia berlutut di hadapan Yoona yang membuat Yoona tersentak kaget melihatnya.

“Gadis cantik, maafkan atas kesalahan ku. Aku benar-benar minta maaf karena telah menyakiti hati  mu” ujarnya lalu menunduk kan kepalanya. “Aku berjanji, setelah sekolah ku di Seoul selesai aku akan kembali lagi ke sini, aku akan menemui mu lagi gadis cantik” lanjutnya sambil mendongak kan kepala menatap Yoona.

“Oppa, benarkah kau akan kembali lagi ke sini” ucap Yoona dengan suara paraunya. Laki-laki itu tersenyum lalu menganggukkan kepalanya. “Aku berjanji akan kembali lagi ke Busan, karena Busan adalah tempat kelahiran ku, dan aku juga berjanji akan segera menemui mu jika sekolah ku di Seoul sudah selesai”

Yoona menyeka air matanya lalu menarik tangan laki-laki itu untuk bangun.

“Aku pegang janji mu Oppa” ucap Yoona berusaha tersenyum.

“Oke, oh yah kita sudah lama saling kenal. Tapi, kita sama sekali tidak tahu nama kita masing-masing. Boleh kita berkenalan” ujarnya sambil mengulurkan tangan kanannya pada Yoona. dengan senang hati Yoona menyambut uluran tangan laki-laki tersebut.

“Im Yoona, nama ku Im Yoona. Nama Oppa siapa? Aku sangat penasaran sekali”

“Im Yoona, Im Yoona nama yang cantik sama seperti orangnya” godanya yang membuat pipi Yoona merona merah. “Kau ingin tahu nama ku?” tanyanya yang membuat Yoona mengangguk antusias.

“Namaku adalah…..”

“Tuan Muda…cepat pulang, kita akan segera berangkat ke Seoul” suara teriakan laki-laki paruh baya terdengar di sebarang sana.

“Iya paman tunggu sebentar, Im Yoona maaf aku harus segera pergi” tanpa menunggu persetujuan dari Yoona dia pun pergi meninggalkan Yoona yang masih berdiri di tempat. “Oppa, jangan lupakan aku” teriak Yoona sangat keras, tapi sayang laki-laki itu sudah mulai jauh meninggalkannya. Kembali Yoona mengeluarkan cairan bening dari kedua sudut matanya.

End of Flashback….

Saat ini Yoona dan Siwon saling pandang satu sama lain mereka berdua sama-sama terdiam terlarut dalam pemikiran masing-masing, rasanya kejadian seperti ini pernah mereka alami sebelumnya.

“Ekspresi wajah ini, kenapa aku merasa tidak asing melihat wajah ini. Siapa sebenarnya Choi Siwon” batin Yoona dalam hati sambil terus menatap Siwon.

“Im Yoona, benarkah ini kau? Benarkah ini Im Yoona yang ku kenal 13 tahun yang lalu” Siwon juga bergumam dalam hatinya mencoba mengingat kembali masa lalunya.

Setelah cukup lama dalam ke adaan seperti ini, akhirnya Siwon kembali berdiri dan menghadap para wartawan yang memandang mereka berdua heran.

“Sekali lagi maafkan aku, ini semua adalah kesalahan ku. Jadi aku mohon dengan sangat jangan bawa-bawa Nona Im lagi dalam kasus ini” ucap Siwon tegas lalu menundukan kepalanya sontak semua wartawan di ruangan tersebut bertepuk tangan kecuali wartawan yang bernama EunHyuk yang semakin geram karena dengan hal ini terjadi maka skandal tentang Siwon akan segera berakhir.

“Sialan kenapa jadi seperti ini” gerutu EunHyuk kesal.

Siwon kembali mendongak kan kepalanya lalu berbalik menghadap Yoona yang berdiri di sebelahnya. Siwon menatap bola mata Yoona dengan tatapan yang sulit di artikan lalu tanpa permisi berjalan meninggalkan Yoona yang masih berdiri di tempat semula.

“Acaranya sudah selesai dan aku harap skandal ini juga segera berakhir, terimakah untuk semua media yang sudah meliput jumpa pers ini” ujar Nickhun menutup acara lalu berjalan keluar mengikuti langkah Siwon.

Seorang laki-laki berkacamata dengan menyilangkan tangan di dada tersenyum kecut melihat apa yang telah Siwon lakukan “ Karir mu akan segera hancur Choi Siwon, karena kau telah mempermalukan agensi ku” gumam Presir Kangta menabuh gong pertarungan. “Kita lihat saja beberapa minggu lagi tidak akan ada nama mu di daftar actor terbaik” lanjutnya lalu berjalan meninggalkan ruangan jumpa pers.

Siwon terduduk di sofa tengah memikirkan keputusan yang baru saja di ambilnya, jelas keputusan yang baru saja di ambilnya sangat beresiko menurunkan popularitasnya sebagai seorang actor ternama. Tapi, dengan berani Siwon mengatakan yang sebenarnya kepada public.

“Kenapa jadi serumit ini” gumamnya lalu menyadarakan tubuhnya pada sofa. Nickhun yang dari tadi memperhatikannya hanya bisa menghela nafas berat lalu pergi meninggalkan Siwon.

 

“Aktor Choi Siwon secara langsung meminta maaf kepada gadis yang bernama Im Yoona pada saat jumpa pers”

“Choi Siwon mengakuai bahwa skandal yang melibatkan dirinya adalah kesalahannya sendiri”
“Di cap sebagai aktor yang tak pernah mendapatkan skandal, rupaya gelar itu akan segera terhapus dari seorang Choi Siwon”

 

Beberapa media cetak memberikan judul pada cover majalah, tabloid ataupun koran mengenai berita jumpa pers yang di gelar Choi Siwon hari kemarin. Tak hanya media cetak yang ramai memperbincangkan skandal yang melibatkan seorang aktor ternama ini. Tapi, juga media elektronik yang juga ramai membicarakan skandal ini.

Semua kontrak CF Siwon untuk sementara di hentikan dari penayangan di tv, ataupun acara-acara yang melibatkan Siwon untuk sementara di cut dari penayangan di tv. Akibat skandal ini juga menyebabkan promisi untuk drama terbarunya yang syuting di Jepang sementara waktu di hentikan.

 

 

Brakk….

Tn Choi membanting tabloid yang memberitakan tentang skandal anaknya ke meja, di tariknya nafas berat lalu membuangnya dengan kasar. Ny Choi yang melihat tingkah suamianya ini hanya bisa geleng-geleng kepalanya di buatanya.

“Siwon sedang terlibat masalah apa yang akan kau lakuakan Yeobo” tanya Ny Choi menatap mata suaminya serius. Kembali Tn Choi menarik nafas berat sebelum membuka mulut.

“Sesuai dengan perjanjian jika karir Siwon menurun maka dia harus segera meninggalkan pekerjaannya sebagai seorang aktor” jawab Tn Choi enteng.

“Tapi apa kau yakin Siwon mau melakukannya, sementara perjuangannya untuk mencapai puncak tidaklah mudah yeobo” ucap Ny Choi yang membuat suaminya tersenyum kecut.

“Sesuai dengan perjanjian jika Siwon tak dapat menjadi seorang aktor yang mendunia maka dia harus segera meninggalkan dua entertainer dan harus mengurus perusahaan”kambali jawaban dari Tn Choi enteng. Ny Choi hanya menghembuskan nafas mendengar penuturan dari suaminya ini lalu beranjak berdiri dari duduknya dan pergi meninggalkan Tn Choi.

End of Author POV

 

Yoona POV

Kulangkahkan kaki ku menuju tempat ruangan ku bekerja, dapat ku lihat semua karyawan yang berpapasan dengan ku memandang ku heran dan ada juga yang menciribku dengan omongannya yang membuatku rasanya ingin memberikan pelajaran kepadanya. Sejak kejadian kemarin entah kenapa aku merasa di kucilkan dalam dunia perkerjaan ku, semua orang tiba-tiba memusuhi ku  dan menjauhiku. Ku jatuhkan tubuhku di kursi lalu menutup wajahku dengan buku.

“Hai Yoong….” Suara seorang wanita yang sangat ku kenal tiba-tiba menyadarkan.

“Yuri” sambutku dengan wajah kusut tak bersemangat. Yuri menyernyitkan dahinya menatapku bingung “Yoong kau tidak apa-apa, kenapa wajah mu kusut sekali”

“Aku tidak apa-apa Yul hanya saja kurang bersemangat” jawab ku enteng.

“Yoona, bisa kau jelaskan kenapa Siwon bisa melakukan itu padamu” gertak Yuri tiba-tiba yang membuat mood ku semakin buruk.

“Yuri bisa tidak kita tidak bahas itu sekarang, rasanya aku lelah” bohong ku pura-pura menghindar.

“Ayolah Yoong, bagaimana rasanya berciuman dengan Choi Siwon”

“YURI” pekikku dengan suara keras yang membuatnya sedikit terkejut.

“Nanti ku jelaskan, sekarang aku harus pergi ke suatu tempat dulu” segera ku ambil tasku lalu bangkit dari duduk ku.

“Kemana?” tanya Yuri mencegah kepergiaan ku.

“Mengembalikan uang kepada Presdir yang tidak punya hati itu” jawab ku asal lalu segera pergi meninggalkan sahabatku Yuri yang masih berdiri tak mengerti ucapan ku.

 

Ku lihat isi tasku yang berisi uang dari Presdir Kangta, sebenarnya ada rasa berat untuk mengembalikan uang ini. Karena saat ini aku sedang membutuhkan banyak uang untuk pengobatan ayah ku yang terbaring di rumah sakit. Tapi, apa boleh buat Siwon sudah mengatakan yang sebenarnya dan aku tak dapat berbuat apa-apa saat jumpa per itu. Ku alihakan pandanganku melihat keramaian kota Seoul dari jendela bis tiba-tiba terbesit bayangan Siwon di pikiran ku. Kembali memoriku memutar pada saat usiaku ku 9 tahun dimana aku mengenal seorang laki-laki tapi aku tidak tahu siapa namanya. Aku bertemunya dengannya di tempat kelahiran ku di Busan, tapi bodohnya aku pada saat itu aku tak pernah menanyakan siapa namanya sampai pada suatu hari dia harus pergi meninggalkan ku dan sejak saat itu aku tidak pernah bertemu dengannya ataupun mendapat kabar tentangnya.

“Siapa sebenarnya laki-laki itu?” gumamku sambil terus melihat keramaian kota Seoul dari balik jendela bis.

End of Yoona POV

 

Author POV

Siwon seperti biasa datang ke kantor agensinya bersama menagernya Nickhun. Kali ini dia datang ke kantor untuk rapat dengan sutradara Kim untuk membicarakan film yang akan di bintanginya.

“Aku takut kalau sutradara Kim akan menggantikan posisi mu sebegai pemeran utama di filmnya” ujar Nickhun saat berjalan di koridor.

“Itu tidak akan terjadi” jawab Siwon datar.

“Tapi, aku takut akibat skandal mu ini akan berpengaruh pada proses syuting film terbaru mu. Buktinya semua CF mu di hentikan sementara waktu dan beberapa acara di televisi juga mengcut bagian mu, apa kau….”

“Sudahlah, semuanya akan baik-baik saja. Sebagai managerku seharusnya kau mendukungku semuanya akan baik-baik saja” Siwon menghentikan langkah lakiknya lalu berbalik menghadap Nickhun. “Tenanglah semuanya bisa ku atasi” Siwon menepuk bahu Nickhun lalu kembali melangkahkan kakinya menuju ruangan rapat.

Rapat di mulai semua pemain yang akan bermain di film besutan sutradara Kim Jong Won yang berjudul” Somenday” telah berkumpul di ruangan. Terlihat ada Choi Siwon, Uee, Lee Seung Gi, Krystal serta beberapa pemain lainnya sudah bersiap-siap.

“Semuanya sudah berkumpul mari kita mulai” ujar Sutradar Kim membuka rapat. Sejenak terjadi keheningan yang cukup lama, semua pemain sibuk dengan pikirannya masing-masing tak terkecuali dengan Siwon yang hanya melamun dengan tatapan datar tanpa ekspresi.

“Pada awalnya pemeran utama laki-laki dari film ini adalah Choi Siwon” ujar sutradara Kim yang langsung semua mata memandang ke arah Siwon. “Tapi, setelah terjadinya skandal yang melibatkan Choi Siwon maka…..pemeran utama untuk laki-laki akan saya ganti” seketika semua orang yang berada di ruang rapat itu terkejut mendengarnya tak terkecuali dengan Siwon yang memandang sutradara Kim tak percaya.

“Sutradara kenapa harus di ganti, bukankah karakter di film itu cocok di perankan oleh Choi Siwon?” protes sang Produser. “Saya tahu tapi ini sudah jadi kesepakatan saya dan Nona Jung selaku penulis naskah dari film ini, apa kata media jika Choi Siwon menjadi pemeran utama dalam film ini, apa anda mau film ini tak mengasilkan uang” cetus Sutradara Kim. Produser Park menarik nafas sejenak mencoba untuk menenangkan diri. “Baiklah, jadi siapa yang akan menggantikan Choi Siwon”

“Lee Seung Gi-ssi, dan pemeran utama wanitanya adalah Uee-ssi. Itu sudah jadi keputasan kami berdua” ujar Sutradara Kim yang membuat Siwon terdiam mendengarnya.

“Sutradara, jadi maksud anda Siwon akan menjadi pemeran pendukung dalam film sebesar ini?” tanya Uee tak percaya. Sutradara Kim mengangguk kan kepalanya sebagai jawaban.

“Baiklah, di depan kalian sudah ada naskah dan alur ceritanya kalian sudah mengetahuinya. Jadi, lusa kita mulai syuting dan untuk pengambilan gambar pertama kalian sudah tahu kan hari pertama kita akan syuting di Busan, siapkanlah diri kalian” ujar Nona Jung menutup rapat yang sangat singkat itu.

 

“Siwon-ssi maaf, aku tidak tahu jika akan seperti ini” ujar Seung Gi saat rapat sudah usai. Siwon memalingkan wajahnya memandang Seung Gi yang duduk di sebelahnya. “Aku tahu ini akan terjadi, aku yakin kau lebih hebat dari ku selamat Lee Seung Gi-ssi, Siwon menjulurkan tangan dengan senang hati Lee Seung Gi menyambut tangan Siwon untuk berjabat tangan.

“Ya sudah kalau begitu aku duluan, sampai bertemu di Busan”pamit Seung Gi lalu pergi meninggalkan Siwon yang masih duduk di tempat semula.

“Siwon, sebenarnya apa yang terjadi dengan mu. Apa karena perempuan itu kau jadi seperti ini” seru Uee tiba-tiba lalu duduk di sebelah Siwon. “Maksudmu?” tanya Siwon enteng.

“Seharusnya kau menutupi kebenarannya pada media saat jumpa pers kemarin, kenapa kau malah membela wanita itu?” tanya Uee yang mulai emosi.

“Menutupi semuanya, untuk apa? Aku tidak seperti dirimu, yang berkilah saat terlibat skandal, berani berbuat berarti harus berani bertanggung jawab” ujar Siwon lalu berdiri dan pergi meninggalkan Uee yang tak percaya dengan ucapannya.

“Apa kau menyukainya?’ teriak Uee yang sukses membuat langkah Siwon terhenti. Siwon terdiam sejenak lalu kembali melangkahkan kakinya tanpa menjawab pertanyaan dari gadis yang terlihat emosi itu. “Im Yoona, siapa kau sebenarnya? Kau ingin merebut Siwon dari ku, hah tak akan ku biarkan itu terjadi” Uee menghentakan kakinya geram lalu bangkit berdiri dan pergi dari ruangan rapat.

End of Author POV

 

Siwon POV

“Apa kau menyukainya?’ kata-kata itu terus terngiang-ngian di telinga ku, rasanya otak ku tak dapat menjabarkan kata-kata yang di ucapakan Uee, entah itu hanya kebetulan saja atau memang itu lah perasaan yang kini kurasakan. Bayangan Yoona dan gadis kecil itu selalu membayangi pikiran ku, aku merasa dialah sosok yang ku rindukan selama ini. Ku rogoh saku celana ku untuk mengambil sebuah photo yang lama ku simpan, yah photo gadis kecil itu aku masih menyimpannya selama 13 tahun ini.

“Im Yoona, benar kau  Im Yoona. 13 tahun tak bertemu rupanya kau masih sama seperti dulu” gumamku sambil memandang photo Yoona yang kala itu berusia 9 tahun.

“Apakah kau masih mengingat ku gadis cantik?”

End of Siwon POV

 

Author POV

Yoona berjalan gontai di trotoar jalan dengan tatapan kosong ke depan, ucapan Presdir Kangta terus menakuti dirinya di tambah dengan ucapan Min Ho adiknya yang menyatakan bahwa kondisi ayahnya semakin memburuk, hatinya benar-benar sakit saat mendengar kabar yang membuatnya merasa bersalah karena lebih mementingkan harga dirinya dari pada keselamatan ayahnya.

“Demi mempertahankan harga diri kau bahkan rela membiarkan Ayah mu berada di ambang pintu kematian, sungguh anak tak tau teriamaksih”

“Aku yakin karena skandal ini kau jadi di kucilkan dan di benci semua orang, tapi tenanglah Nona Im kau tidak sendiri karena Choi Siwon juga akan bernasib sama dengan mu. Karirnya akan segera hancur dalam hitungan hari”

Kembali percakapannya dengan Presdir Kangat terbesit di pikirannya, Yoona tak dapat lagi menopang tubuhnya sendiri, lutunya bergetar hebat dan kakinya terasa berat untuk melangkah, akhirnya Yoona berjongkok sambil menangis di pinggir jalan tak perduli dengan tatapan orang yang melihatnya Yoona terus menangis terisak  tak dapat membendung semua perasaan yang berkecamuk di dalam dirinya.

Malam di kota Seoul semakin dingin, membuat semua orang ingin segera pulang dan tidur di bawah selimut tebal yang membuat tubuh menjadi hangat. Namun Yoona masih berjalan dengan langkah gontai menuju apartemantnya, kini dia tak menangis lagi yang ada hanya rasa penyesalan yang menghujam dirinya. Tiba-tiba langkah Yoona terhenti saat melihat sebuah mobil berwarna hitam yang terparkir di depan apartemantanya, Yoona mengerutkan keningnya lalu kembali melangkahkan kakinya mendekat ke arah mobil itu. Namun, kembali langkahnya terhenti saat melihat seorang namja tinggi tengah berdiri sambil memeluk tubuhnya sendiri karena menahan rasa dingin, namja tersebut terlihat memakai jaket hitam serta tak lupa sarung tangan dan shal yang membelit lehernya.

“Choi Siwon” gumum Yoona pelan melihat namja itu yang tak lain adalah Siwon. Siwon memalingkan kepalanya ke belakang dan keduanya terdiam saat mata mereka bertemu. Cukup lama dalam ke adaan seperti ini, akhirnya Siwon membalikan tubuhnya dan berjalan menghampiri Yoona. Kini mereka berdua sudah berhadapan. “Kau kemana saja ini sudah jam 11 aku sudah 2 jam menunggu mu di sini” ucap Siwon namun Yoona masih menatapnya dengan tatapan yang sulit di artikan.

“Kenapa memandangku seperti itu?” tanya Siwon heran.

Kembali Yoona tak menjawab pertanyaan Siwon dia masih sibuk dengan pikirannya sambil terus menatap Siwon. Tiba-tiba Yoona tersentak kaget saat Siwon membawanya kedalam pelukan hangatnya.

“Tubuh mu dingin sekali, apa kau tidak kedinginan?” Ucap Siwon lembut namun Yoona masih terkejut dengan ke adaan seperti ini.

“Gadis cantik aku merindukan mu, apakah kau juga merindukan ku?” lanjut Siwon yang sukses membuat Yoona membulatkan mata mendengarnya.

 

To Be Countinued

Saya potong dulu ya readers, jangan lupa tinggalkan jejak bagi yang sudah membaca ingat bulan puasa lho jangan silent reads oke. Dan sebelumnya saya minta maaf atas keterlambatan ff ini, maklumlah saya harus menyelesaikan 3 ff sekaligus jadi satu-satu dulu di postingnya…

Gomawo semuanya…..#bow bareng YoonWon…

Iklan
Tinggalkan komentar

183 Komentar

  1. melani

     /  Januari 3, 2016

    Jd mereka pernah temenan di masa lalu n akhirnya mereka ketemu lagi..
    Makin penasaran sama kelanjutan ceritanya n miga setelah ini siwon mau bantu yoona ngadepi masalahnya..

    Balas

United, Leave a Coment Here

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: