[FF] My Love (Chapter 1)

My love

Chapter 1.

AUTHOR:  C.I ONE

GENRE: ROMANCE, FRIENDSHIP.

Hello semua.. ini termasuk ff amatir dari author C.I ONE.. ini terinspirasi dari khayalan aku pribadi.. hanyalah sebuah ff gaje dari author amatir yang berusaha menuangkan ide.. sebaiknya pikirkan dulu sebelum membaca. Sebelum menyesal telah membuang buang tenaga membaca ff ini okay.. saya peringatkan ini ff gaje!! Typo bertebaran..udah deh author bingung mau ngomong apa.. DONT FORGET  RCL  OKAY.. J

CAST: IM YOON AH.

           CHOI SIWON.

           SEOHYUN.

           KYUHYUN

           HEECHUL.

           TAEYEON, SUZY.

          NY. CHOI.

NEXT: KWON YURI.

HIDUP ADALAH SEBUAH PILIHAN.

SELALU MENCOBA MEMILIH YANG TERBAIK DARI YANG PALING BAIK..

TAPI APA DAYA JIKA PILIHAN ITU TIDAK ADA?

APA DAYA JIKA KEKUATAN KITA SUDAH DILUMPUHKAN OLEH KEADAAN?

APA DAYA JIKA TERNYATA TUHAN TAK BERKEHANDAK…

Chapter 1.

Yoona’s place.

Yoona belari terpogoh pogoh dengan 3 temannya mengikutinya dari belakang dengan wajah cemas juga khawatir.

“suster dimana ruangan adik saya? Im seohyun?”tanya yoona pada resepsionis.

“ ny. seohyun masih berada di ICU” jawab suster itu setelah melihat di buku besarnya.

Yoona lemas seketika, para sahabatnya memegang pundaknya supaya ia lebih tegar.

“ kamsahamnida suster…” yoona pun berlalu dan menuju ICU.

Didepan ruangan terlihat seorang pria jangkung yang menundukan kepalanya frustasi.

“oppa bagaimana keadaannya?” tanya yoona langsung terduduk dikursi seebelah kyuhyun.

Dengan lemas kyuhyun hanya menggelengkan kepala. Seketika butir butir air mengalir dari mata indah yoona.

“dongsaeng…” rintihnya.

“yoong.. percayalah dia akan baik baik saja..” kata taeyeon menenangkan.

Yoona hanya tertunduk lemas.

“yoona, tenanglah adikmu pasti dapat bertahan.. soal biaya budget dan simpanan cafe bisa dipake dulu untuk seo..” kata heechul menenangkan.

“mianhae.. karena aku tak dapat memenuhi kebutuhan adikku kalian jadi ikut terbebani..maaf..” yoona semakin terisak dalam tangisnya.

“jangan seperti itu yoong.. itu milik kita bersama..”ujar suzy angkat bicara.

“aku lebih mengingiinkan ucapat terimakasih dari pada permintaan maaf” ujar heechul dengan nada bercanda yang malah garing dan mendapat pelototan dari suzy dan taeyeon.

“hehe.. mianhae.. yoong kau tak usah sedih kami disini bersamamu..” ucapan heechul tentu membuat yoona dkk menoleh kepadanya dan terkaget dengan sifatnya yang tiba tiba berubah menjadi normal.

Awalnya yoona heran dengan perubahan lelaki yang sudah seperti oppanya sendiri itu.. tapi akhirnya ia tersenyum tak Cuma yoona tapi kyuhyun yang sedari tadi bungkam ikut menoleh dan tersenyum.

Im yoon ah yang biasa disapa yoona adalah kakak tiri dari seohyun,  mereka adalah saudara yatim piatu yang hidup dengan sederhana. yoona mahasiswa yang mendapat beasiswa kedokteran dia masuk kelas akselerasi, dia baru lulus 3 minggu yang lalu, spesialis kanker , sedangkan seohyun adik yoona yang memang dari kecil menderita sakit leukimia ini yang mendorong yoona ingin mendapat beasiswa itu dulu, dia siswi kelas 2 sma yang terpaksa keluar karena keadaannya. Sedangkan taeyeon dan heechul adalah kakak kelas 2 tingkat yoona sekaligus sahabat mereka, suzy satu tingkat dengan yoona mereka diuniversitas yang sama beda jurusan, suzy berada dijurusan hukum dan sudah berteman sejak sma dia adik dari taeyeon, sedangkan kyuhyun adalah teman dekat yang diam diam menyimpan perasaan pada seohyun, dia kakak kelas 1 tingkat dengan yoona. Mereka semua berkuliah di universitas yang sama.

2 jam kemudian dokter keluar dari ruangan.

Yoona yang sedari tadi khawatir langsung berdiri berbarengan dengan kyuhyun, sedangkan suzy yang terkantuk kantuk dipundak eonninya langsung tersadar karena taeyeon bangun dari duduknya. Heechul yang sedari tadi fokus dengan hpnya kini beranjak.

“bagaimana keadaannya dokter?” yoona mewakili lainnya.

“hhh.. keluarga nona seohyun mohon ikuti saya..” kata dokter itu lemas.

Kyuhyun dan yoona mengikuti dokter sedangkan lainnya masuk keruangan seohyun.

“bagaimana keadaannya dok?” yoona langsung bertanya ketika sudah duduk diruangan dokter.

“dia harus dioperasi secepatnya jika dia tidak dioperasi dalam jangka 2 minggu ini dia dapat meninggal..” kata dokter yang bernama dokter jang.

“lalu mengapa dokter tidak melaakukannya…” nada suara kyuhyun meninggi.

“oppa..” yoona menenangkan kyuhyun, sedangkan kyuhyun hanya mendesah kesal.

“begini biaya operasi sangat besar, dan itu harus dibayar dimuka. Operasi ini penuh dengan resiko anda tau sendiri kan ny. Im?.” jelas dokter.

Kyuhyun semakin memanas.

“dokter ini nyawa manusia.. apakah dokter rela mempertaruhkannya demi uang dokter..” emosi kyuhyun tidak terkendali.

“oppa tenanglah..” yoona kembali menenangkan.

“yoona tapi ini nyawa adikmu yoona..” kyuhyun merenadahkan nada bicaranya dan berhadapan muka langsung dengan yoona.

Yoona memegang tangan kyuhyun.

“aku tahu oppa, tapi semua ada jalannya.. sabar oppa…” yoona kembali menoleh ke dokter.

“berapa besar dokter?” tanya yoona.

“7 juta won..” jawaban yang tentu membuat mereka terkaget.

“tidakkah ada keringanan untuk menyicilnya setelah operasi dokter?”

Dokter hanya menggeleng.

Siwon place.

Siwon kini memandang kosong kalung yang ia pegang.. YS.. huruf yang tertera di kalung itu, butir butir air menetes deras dari matanya, hari ini tepat 6 bulan sejak kejadian naas itu, kecelakaan yang menewaskan cinta pertamanya.. kwon yuri.. dia dan keluarganya mengalami kecelakaan yang mengakibatkan seluruhnya meninggal. Yuri sempat menghilang.. tapi syal yang ia kenakan berada di samping sungai yang diketahui terdapat banyak buaya..

Pikirannya melayang pada kejadian 12 tahun lalu saat usianya 10.

Flashback.

“oppaa.. kambalikan bonekaku..” yuri berteriak saat siwon merebut bonekanya.

“haha.. kalo bisa kejar aku..” yuri lalu mengejar siwon keluar rumah. Tidak disadari kini mereka sudah berada di danau dekat rumah.

“ah.. yul hentikan aku cape” siwon berhenti menyerah.

“huh.. oppa siapa suruh nakal padaku”uja yuri cemberut.

Mereka terduduk dibangku dekat danau.

“kau sudah punya namja chingu?” siwon bertanya kepada yuri.

“yaak.. kau oppa.. kita masih kecil pikiranmu sudah sampai situ..”kata yuri memukul siwon dengan bonekanya.

“yayaya.. sudah hentikan pukulanmu.. aku dengar leeteuk hyung” kata siwon serius.

“kau ini, leeteuk oppa itu sudah besar jangan bandingkan denganmu arraso?. Kau itu masih kecil…” ujar yuri.

“kau itu sok dewasa.. tapi ngomong ngomong mau tidak saat sudah besar kau menjadi kekasihku?” tanya siwon nakal.

Yuri mendelik mendengar itu dari siwon.

“cie cie.. choi siwon..” suara tiba tiba muncul dari semak semak.

“hyung..” siwon tak kalah kaget dengan yuri.

“kalian ini lucu sekali.. heh kau choi siwon ayoo appa memanggilmu” kata leeteuk sambil cengar cengir.

Skip>>>>

“kami pulang dulu sampai jumpa..”ujar tuan choi pada keluarga kwon.

“oppa tunggu.. ini untukmu..” yuri berlari menyerahkan kalung kesiwon siwon hanya tersenyum dan..

“khamsakhamida.. aku akan tunggu kau diseuol..”

Huruf YS didalam gambar hati?..  siwon terheran2 tak mengerti.

“kau tak mengerti?” tanya leeeteuk melihat wajah sengsara adiknya.

“iya hyung aku tak mengerti..” ujar siwon.

“ Yuri Siwon itu maksudnya..”

“lalu gambar hati ini?” tanyanya lagi.

“dia mungkin menyukaimu” ujar leeteuk akhirnya.

“benarkah hyung?” siwon bertanya seperti orang bodoh.

“kau ini bodoh sekali..” ujar leeteuk siwon hanya manyun.

“kau beruntung kami berniat menjodohkan kalian.”ujar leeteuk nakal.

“kami masih kecil hyung.. tapibenarkah itu appa..?”

“ne..” jawab appanya singkat.

“tapi itu sekitar 15 tahun lagi.. saat yuri diperkirakan sudah lulus universitas” ujar ny. Choi.

Flashback end.

“nak.. ayo makan jangan melamun terus..” ujar ny.choi eomma siwon.

Siwon pun tersadar dari lamunannya.

Dia kini berada dirumah sakit karena kecelakaan yang menimpaya. Itu semua terjadi kerana dia tidak memperhatikan jalan karena memikirkan yuri.

“hhh.. kau ini.. ayo makan.”bujuk ibundanya.

“ah.. aku tak ingin eomma… nanti saja ya..” siwon menolak.

“yasudah.. eomma akan mengurus administrasinya dahulu.. ka baik baik “ eomma siwon pun keluar ruangan dan berlalu menuju bagian administator.

Yoona place.

“benar benar tidak bisa dilakukan terlebih dulu?” yoona masih memohon mohn pada petugas administator.

“tidak noona.. operasi ini dilakukan dengan biaya yang besar dan penuh resiko ini sudah prosedur” jelas suster itu.

“suster.. ini nyawa manusia.. kami berjanji akan segera melunaskannya.. tolong beri keringanan” heechul yang menggantikan kyuhyun yang sudah tak sanggup menahan emosi pun mulai memuncak amarahnya.

“oppa.. tenang..”

“sus.. tidakkah ini berbentuk uang muka? Mengapa harus……….”

Belum selesai bicara yoona sudah dipotong oleh seorang ahjjuma.

“yuri..” ahjjuma itu memegang lengan yoona, yoona sangat terkejut.

“maaf agashi.. saya yoona bukan yuri.. anda salah orang..” yoona memberi penjelasan.

Ahjjuma itu hanya diam menatap tidak percaya.

“baiklah suster tolong beri kebijakan pada kami.. ini nyawa adik saya.. kalo tidak segera dioperasi bahaya sus…saya tidak mungkin mempunyai uang 7 juta won sekarang.. berilah kami keringanan sus.. kami janji akan melunasinya” yoona melanjutan negonya.

Suster hanya menggeleng.

“lakukan operasi itu sekarang sus.. biayanya saya tanggung..” sontak pernyataan ahjjuma yang beru bertemu dengan yoona berberapa menit lalu membuat yoona terkejut.

“jongsohamnida aggashi.. apa maksud anda.. saya yoona im yoon ah bukan yuri seperti yang anda maksud tadi..” yoona menoleh ke ahjjuma itu.

“ya.. saya mengetahuinya.. tapi bukankah adikmu akan meninggal bila tidak cepat cepat dioperasi??.” Ahjjuma itu meminta surat pernyataan dan sedang menulis cek.

“7 juta won..” ahjjuma itu menyerahkan cek kepada suster.

“seohyun.. nama yang cantik, pasti dia cantik sepertimu” ahjjuma itu tersenyum mengetahui nama seohyun.

“yoong aku kembali..” pamit heechul yang sudah tak dapat berkata apa apa.

“apa yang saya dapat lakukan untuk menebus hutang saya aggashi?” tanya yoona saat berada ditaman bersama ahjjuma itu.

 

“nanti aku jelaskan.. aku ny.choi.. suamiku sudah meninggal.. dia pemilik hyundai corp. Aku memiliki 2 orang putra.. putra pertamaaku bernama choi leeteuk putra keduaku choi siwon…”

Sejenak dia menarik nafas.

“choi siwon sibungsu kini dirawat disini karena kecelakaan.. kau ingat tadi ku mengira dirimu yuri?”

Yoona mengangguk.

“yuri, kwon yuri adalah cinta masalalu ah anio.. cinta masa kecil siwon.. dia tinggal diLA.. siwon memelihara dengan baik cintanya pada yuri.. pertemuan mereka terjadi 12 tahun yang lalu.. dan mereka kembali bertemu 5 tahun lalu.. siwon sangat mencintai yuri.. tapi takdir berkata lain yuri meninggal 6 bulan lalu.. karena kecelakaan.. seharusnya minggu depan adalah pertunangan mereka.”

Yoona mendengarnya dengan seksama. Cerita cinta yang malang pikirnya. Seperti apa choi siwon sebenarnya? Lelaki yang dapat memelihara cinta 12 tahun lamanya semenjak dia kecil.. dan seperti apa kwon yuri itu, gadis yang dapat membuat siwon jatuh hati..

“lalu?” yoona masih belum mengerti.

“apa pekerjaanmu?” ahjjuma bertanya.

“ saya mahasiswi kedokteran baru lulus 3 minggu yang lalu..”

“kedokteran??” ahjjuma choi heran kalo dia mahasiswa kedokteran pastilah orang tuanya berada kedokteran itu memerlukan biaya besar.

“beasiswa, ahjjuma..” yoona menjawab seakan akan tahu apa yang dipikirkan choi ahjjuma ini.

“tepat sekali..” ahjjuma itu melonjak gembira.

Yoona hanya mengerutkan dahinya.

“ choi siwon dia menderita… hhh,, HIV… dia terlalu stres dan hidupnya berubah.. dia mulai ke club malam dan lain lain.. ada seseorang yang jahat telah menaruh suntikan penyebar virus hiv dikursi bar VIP yang telah ia pesan… 3 bulan lalu dia dinyatakan terinfeksi virus HIV” choi ahjjuma menunduk menahan tangis.

Yoona memegang kedua pundak choi ahjjuma.

“ahjjuma..” yoona berusaha menabaahkanya.

“tapi aku percaya, dia anak baik baik kau percaya bukan.. setelah vonis itu ia tak pernah pergi ke bar ataupun tempat lain sepulang kantor dia selalu dirumah.. dia hanya berubah sedikit lebih dingin, kau percayakan?”

“ne ahjjuma saya percaya..” mata yoona berkaca kaca saat ahjjuma memegang lembut tangannya. ‘aku rindu ini dari seorang ibu’ batin yoona.

“kau mau ya merawat choi siwon?”

Yoona terkejut.

“saya akan tanggung semua biaya pengobatan adikmu.. rencananya saya akan mengirim siwon kepedesaan.. saya fikir suasana perdesaan lebih baik untuknya..”

Yoona diam dan memikirkannya…

“bagaimana?”

“ahjjuma janji?” yoona tampak berkaca kaca.

“ne.. yakso..” ahjjuma dengan yakin.

“baiklah ahjjuma aku terima..”

Senyum ahjjuma itu merekah dengan sempurna.

Choi ahjumma POV.

“aku bukan hanya memintamu menjadi dokter semata..” aku menatap langit nan cerah itu.

Dia sontak menoleh ke arahku.

“apa maksud ahjjuma?” tanyanya.

“kau harus bisa menghapus semua bayang bayangnya tentang yuri.. dan membuatnya bangkit.. kau memiliki banyak kesamaan fisik dengannya.. cara bicaramu pun tak jauh berbeda dangan yuri..” jelasku tanpa menatapnya.

“tapi ahjjuma apa kau yakin aku bisa?” pertanyaannya dipenuhi seribu keraguan.

“aku pribadi yakin.. umur kalian mungkin hanya terpaut sekitar 5 atau enam tahun sama seperti umur yuri.. tapi semua kembali ketanganmu..” kurasakan dia memalingkan muka dariku dan menunduk.

Aku ingin sekali menjadikkannya ibu untuk cucuku dimasa depan. Aku ingin dia menjadi menantuku.. ini berdasarkan pemantauanku seminggu terakhir saat dia berada dirumahsakit.

Aku merasa sesuatu yang baik akan terjadi karena gadis ini semuga firasatku benar.

Yoona POV.

Aku menyetujui tawaran dari ahjjuma itu. Ini demi kelangsungan hidup adikku, dialah satu satunya yang paling berharga dihidupku.. eomma appa bantu aku.. doakan aku ya..

Aku masih berada ditaman, ahjjuma itu sudah kembali setelah dia menerima nomor ponsel dan alamatku.. aku terdiam menatap langit sore nan indah itu.. ingatanku melayang pada kejadian saat aku remaja.. sekitar 5-7 tahun lalu.. saat kejadian naas itu belum menimpa keluargaku.. kami bercocok tanam bersama, pergi belanja dipasar bersama, makan malam bersama. Walau sederhana itu membuatku sangat bahagia.

Tapi kini aku harus berjuang seorang diri. Sebenarnya tak sendiri, tapi apa bedanya adik tersayang yang aku punya sedang berada diujung tanduk. Dialah sumber kekuatanku. Sahabatku.. mereka selalu ada disampingku.. mereka sumber kekuatanku selanjutnya..mereka yang menemaniku disegala keadaan..

Saat matahari akan terjun dari bumi seuol aku melangkahkan kakiku menuju tempat sahabat sahabatku.

“unnie,kau darimana saja?” tanya suzy keluar dari sebuah ruangan.

Yoona hanya menggeleng.

Taeyeon muncul dari dalam ruangan.

“yoong, kau kenapa.. menghilang lama sekali” tegurnya.

Lama sekali??.. memangnya ini jam berapa.. astaga jam 18.00 kst. Tadi aku keresepsionis pukul 10.00.. huh yang benar saja..

“aku ada urusan sebentar diluar.. bagaimana keadaannya?” tanyaku mengalihkan pembicaraan 2 sahabatku ini.

“operasinya baru berakhir 15 menit yang lalu..” jelas tayeon unnie kepadaku.

“tenang saja unnie.. operasinya lancar 30 menit lagi sudah bisa dipindahkan keruang perawatan..” suzy menepuk punggungku.

Syukurlah..

Aku tersenyum mendengarnya..

“heh.. ayoo palli kita makan,,” tiba tiba heechul oppa muncul entah dari mana. Bersama kyu oppa yang berwajah lebih terang dari tadi pagi.

“hey yoong.. pallii.. ayoo.. bukannya kau seorang shiksin?” ledeknya saat melihatku tak bergeming di tempat sedangkan yang lain sudah siap melangkah.

“ais.. ne oppa..” aku yang sedikit kesal mencubit lengannya.

“yak.. im yoon ah..” dia berteriak memanggilku yang sedikit berlari, yang sukses mendapat plototan suster yang berada disitu dia hanya tersenyum kikuk.

Sahabat sahabatku hanya menahan tawa mereka. Sedangkan diriku? Tentu tersenyum puas penuh kemenangan (evil style :p)

“awas kau im yoon ah..” mungkin kalimat itu yang kini ada di benaknya.

Author pov.

Mereka berlima yang duduk dimeja kafetaria rumah sakit sudah siapmenyantap makanan masing masing.

Tak perlu waktu lama mereka segera menyantapnya.

“ yoong.. jelaskan kami apa yang terjadi..” seorang lelaki angkat bicara disela sela makan malam mereka itu.

“apa maksudmu oppa?” yang ditanya tidak begitu memperhatikan dia malah balik bertanya dengan mulut penuh makanan.

“darimana biaya operasi itu..?” nemja yang bernama kyuhyun itu mempertegas pertanyaannya.

Seketika yoona menghentikan aktifitasnya untuk mencerna apa yang harus ia keluarkan (?). dia menengguk air mineralnya dengan perlahan.

“ ada seseorang yang baik hati mau membayarnya.. asalkan aku mau menjadi dokter pribadi anaknya..”

‘kau berhasil mencernanya im yoon ah..’ batin yoona sambil melihat kyuhyun yang kembali menyuap nasi dihadapannya.

Setelah itu..

“kau yakin hanya itu..?” tanyanya penuh selidik.

‘tidak.. ternyata kau kurang berhasil im yoon ah..’ batin yoona setelah menerima tatapan penuh selidik dari sahabt sahabatnya.

“um.. iya.. dokter pribadi.. ahjjuma itu menyuruhku ikut kedesa dimana anaknya nanti tinggal..” jelas yoona sambil menggigit sendoknya. (auah gelap)

“berapa umurnya?” tanya taeyeon.

“sekitar 26 atau 25 tahun unnie.. selisih 5 tahun denganku..” yoona mulai sedikit tenang karena tatapan mereka tak setajam tadi.

Semuanya melanjutkan makannya.

“memangnya dia sakit apa unnie?” tanyaa suzy.

“HIV..”

Ekh ekh.. ekh.. pletak.. tar..

Ucapan yoona tadi sontak membuat taeyeon tersedak. Membuat sendok heechul terlepas dari kendali heechul seihungga jaduh ke piring lalu jatuh lagi ke lantai. Sedangkan kyuhyun yang tadinya hendak memegang gelas untuk minum pun malah dengan tidak sengaja menumpahkan air mineral itu kemeja kayu itu, dan dengan cekatan yoona mencegah lebh banyak air lagi yang tumpah.

“ KAU GILA IM YOON AH??..” mereka semua berteriak pada gadis cantik ini.

Para pengunjung dan pegawai kafetaria menatap mereka dengan heran.

Yoona hanya celingukan dan tersenyum memohon maaf.. sudah ia duga ini reaksi mereka.

“oppa.. unnie, suzy.. bisakah kalian merendahkan volume suara kalian..”yoona merendahkan kepalanya dengan memberi kode ‘itu banyak yang memperhatikan kita’.

“kau tahu hah seberapa besar resikonya hah dokter bodoh?” heechul bertanya seolah ‘kau bodoh sekali yoona’.

“oppa.. aku tahu.. tapi kalian juga tahu kan bagaimana keadaanku.. tolong mengertilah..” yoona memelas.

Para sahabatnya hanya memandang yoona dengan penuh rasa simpatik.

“hh.. mungkin aku tidak dapat merawat seohyun dengan semestinya aku mohon bantuannya ya..” yoona sambil memnundukan kepalanya juga menahan tangisnya.

“percayalah kepada kami yoona…” taeyeon menepuk punggung yoona disambut oleh yang lain.

>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>MY LOVE<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<

5 sekawan itu mengelilingi seorang gadis yang sudah  terbaring 2 hari dengan alat kesehatanya.

“seo.. unnie berangkat ya.. kau baik baik disini.. doakan unnie agar berhasil ya sayang.. maafkan unnie tidak dapat merawatmu dengan tangan unnie.. mianhamnida seohyun ah.. unnie berangkat ya.. kau cepat sembuhnya.. disini ada oppa, unnie dan sahabatmu baik baik ya sayang..” gadis yang menggunanakan kaos putih dan jeans hitam panjang dengan rambut coklatnya yang ia kucir itu mencium kening adiknya dengan lembut lalu perlahan keluar ruangan.

“oppa, unnie, suzy.. aku titip seo ya..” yoona berkata sambil berkaca kaca.

“kau tenang saja..” kata salah satu dari mereka taeyeon.

Yoona memeluk kyuhyun.

“oppa.. titip seo ya.. kirimi aku kabar intens tentangnya” kata yoona dalam pelukannya.

“pasti nyonya rusa..” katanya jahil mengacak acak rambut yoona.

“yak. Kau tuan evil..” yoona sedikit kesal lalu tersenyum dan memeluk sahabatnya itu sekali lagi.

Lalu heechul.

“kau oppa.. jangan terlalu jahil pada seo maupun siapapun arraso.. dan cepat nyatakan perasaanmu pada taeyeon unnie.. (apa apaan sih ini heechul sama taeyeon)” yoona terdengar dengan nada sangat meledek.

“kau.. nenek rusa menyebalkan..” katanya menyentik kening yoona.

“aku yakin pekan depan kau sudah merindukan keningku oppa.. hahah” kata yoona sambil berpindak tempat didepan suzy.

Sedangkan heechul hanya memanyunkan bibirnya x_x

Kini suzy.

“kau dongsaengku.. unnie titip seohyun ya..tetaplah menjadi sahabatnya arraso” kata yoona lembut.

“arra unnie..” suzy menjawab.

Kini taeyeon.

“unniee..” yoona beringsut kepelukan (?) taeyeon.

“aku titip seo.. marahi dia jika dia rewel ya unnie..  anggap dia itu adikmu..”

“tanpa kau minta yoona…” taeyeon mengelus rambut yoona.

“cepatlah jadian dengan hee ppa” yoona menyeringgai.

“kau..” taeyeon melotot yoona hanya tersenyum jahil.

Mereka mengantarkann yoona kedepan rumah sakit. Mereka bertemu ahjjuma itu. Mereka menunduk sopan  dan tersenyum kepada ahjjjuma itu lalu dibalas dengan sopan dan antusias pula oleh ahjjuma itu.

“sudah siap yoona” tanya ahjjuma itu.

“ne.. ahjjuma..” yoona menunduk sopan.

“kau tenang saja.. aku akan memberikan perawatan terbaik untuk adikmu..” mendengar itu yoona hanya tersenyum.

Yoona memasuki mobil hitam itu, ia akan langsung menuju desa dengan supir kepercayaan keluarga choi itu.

“unnie.. oppa suzy.. yoona berangkat..” yoona pamit.

“ne.. hati hati..” kata mereka semua.

Yoona melempar senyumnya untuk keluarganya (setidaknya itu yang ia anggap sekarang) dan choi ahjjuma.

Mobil yang ia tumangipun mulai merangkak menjauhi kota seuol yang nampak lengang itu. Yoona menatap keluar jendela mobil itu.

Kristal dimatanya kini sudah meleleh cairan bening itu menuntut terjun dari mata indah gadis cantik itu. Menyapu pipi halus gadis berambut panjang itu. Ingatannya berputar pada saat ia, adiknya dan para sahabatnya pusing membuat proposal ijin membuka cafe. Mereka berkerja dengan sangat keras. Ingatannya berpusat pada adiknya, adiknya yang tak kenal menyerah, adiknya yang sangat dewasa menyikapi apapun, adiknya yang selalu kuat walau fisiknya diterpa oleh virus virus mematikan, adiknya yang selalu tersenyum, memang hanyalah saudara tiri tapi ikatan perasaan mereka melebihi saudara kandung.

Matanya mulai lelah menyapu jalan yang dilewati.. ia pun mulai menutup matanya dan memasuki alam mimpinya yang semoga lebih baik.

>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>MY LOVE<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<

Yoona pov.

Sebelum matahari menghilang aku sudah menapaki kakiku didesa nan indah ini, supir yang. Aku berdiri menatap rumah mungil yang sangat minimalis.. dengan keadaanku sekarang gadis memakai jeans hitam dengan kaos putih rambut dikucir dua dengan menenteng satu koper sedang dan satu tas coklatku..

Ku akui rumah ini indah.. memang tak begitu besar tapi ini sangat cantik.. memang agak jauh jaraknya dengan rumah terdekat, dan posisi rumah ini sedikit berada diatas.. dikelilingi alam pedesaan dengan halaman penuh tanaman hijau semakin memper cantik rumah berwarna putih bermotif batu alam hitam ini (kaya rumah rumah mini malis gitu) ini..

Kulankahkan kakiku kedalam. Kubuka pagar kayu yang tidak melampaui tinggi badanku.. kulihat sejenak halaman ini sungguh asri nan indah.. aku suka termpat ini..

Aku menekan bel rumah itu..

Ting tong ting tong..

Seorang ahjjuma membukakan pintu dia menunduk sopan padaku.. aku pun membalasnya.

“apakah anda dokter im? Dokter im yoon ah?” tanya bibi tadi dengan halus.

“ne bibi.. anyonghaseyo im yoon ah imnida” aku memperkenalkan diriku.

“anyonghaseyo.. jang aina imnida..” dia ikut memperkenalkan dirinya.

“jang ahjjuma..” senyumku.

“panggilan yang bagus noona.. ayo masuk kau pasti lelah..” dia mempersilahkanku masuk.

“ini kamar anda noona.. saya permisi kedapur..” bibi itu menunjukan kamarku lalu tersenyum dan menunduh sopan padaku.

Aku membalas senyum ahjjuma itu.

Aku memasuki kamarku.. masih dengan suasana minimalis yang elegant.. kamarku berwarna coklat. Sedikit remang remang karena saat ini yang nyala hanyalah lampu meja.. aku mencari tombol lampu utama saat kunyalakan kamar ini menjari terang benderag yang justru malah didominasi warna putih.

“uggh.. lelahnya..” aku merebahkan diriku diatas kasur empuk ini.

Aku memejamkan mataku sejenak 15 menit.

Aku segera terbangun mengingat aku belum membersihkan tubuhku.. segera kuraih andun dalam koperku lalu masuk kekamar mandi yang berada didalam kamarku masih suasana sangan ilegant dan minimalis.

>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>MY LOVE<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<

1 minggu kemudian.

Author pov.

Siwon place

“hati hati dijalan nak..” sang ibu melambaikan tangannya kepada anak bungsunya choi siwon.

Hari ini adalah waktu dimana siwon diperintah ibunya untuk pergi kedesa.. tepatnya tujuh hari setelah yoona pergi ke desa lebih dulu.

“semoga kau bahagia eomma akan merindukanmu..” mata sang ibu berkaca kaca. Pemuda yang sedari tadi didekatnya merangkul pundak sang ibu tercinta.

“eomma.. dia akan baik baik saja..” katanya lembut.

“iya teukie.. eomma yakin dia bahkan akan lebih baik..” sang ibu menatap lembut anak sulungnya yang bernama choi leeteuk.

Yoona place.

Yoona manatap dirinya yang berbalut baju handuk di cermin kamar mandi.. dia mengingat apa yang dia lakukan selama seminggu ini. Bibi jang mengajaknya keliling kampung suaya aku mengetahui seluk beluk desa ini. Dia  menyukainya.. warga disini sangatlah ramah, banyak pula tempat yang ia sukai.. danau, taman bermain dan panti asuhan menjadi objek faforite nya. Dia tersenyum sendiri. Kemarin ia menerima kabar tentang adiknya keadaannya berangsur membaikk walau belum siuman, yoona sangat senang mendengar ini..

pikirannya asik berjalan jalan mengupas kejadian satu minggu yang lalu dan kalut dalam kebahagiaan karena adiknya berangsur membaik, dia kini terduduk di bangku meja riasnya.

Lelaki itu.. choi siwon..

pikirannya tiba tiba mengarah pada sosok lelaki misterius sibungsu dari keluarga choi yang kaya raya itu.. dia akan datang malam nanti, begitulah eomma siwon memberitahu yoona yoona semakin penasaran..

Yoona bangkit dari duduknya dan berjalan menuju lemari..

“arggh,,,” tiba tiba rasa perih menyeruak diperut yoona. Yoona pun langsung terduduk di kasurnya.

“yak.. kau belum makan sejak tadi siang im yoon ah.. lihatlah maagmu kambuh” runtuknya pada diri sendiri.

Saat sakitnya sedikit mereda dia mencari obat mag di tasnya namun nihil.

Srek.. srek.. terdengar suara bibi jang sedang menyapu..(terdengar sepatu kuda yang..<gatau lanjutannya>) X_X.

Yoona menongolkan (?) kepalanya keluar jendela kamarnya.

“bibi..” yoona membuat bibi jang kaget.

“astaga nona.. “ bbi mengelus dadanya karena kaget.

“jongsohamnida bibi.. gwenchana?”yoona menjadi sedikit khawatir.

“ah.. gwenchana nona.. ada apa?” seketika bibi jang tersenyum ramah.

“apakah bibi punya obat maag?” tanya yoona tak lupa dengan senyumnya.

“maag? Ah iiya ada.. dikotak p3k diatas lemari dapur” jelasnya.

“nona gwenchana, apakah nona baik baik saja?” tanyanya.

“gwenchana bibi.. hanya telat makan.. gomawo bibi jang” yoona pun menuju dapur hanya menggunakan baju handuk (bentuk dress) dia sudah menggunakan celana dalam.

Yoona menaiki kursi kayu yang cuku tinggi, karena dia sendiri tak cukup tinggi menggapai kotak diatas lemari gantung itu tingginya sekitar 2 kali tinggi yoona.

“bagaimana bisa menaruh kotak p3k setinggi ini bagaimana kalau keadaannya benar benar darurat”runtuk yoona saat berusaha menaiki kursi yang cukup tinggi itu dan berusaha berdiri diatasnya.

“nona.. perlu saya bantu?” tawar bibi jang dengan memegang handuk, dia baru saja akan mandi rupanya.

Yoona menoleh kebibi jang. Yoona masih terduduk belum dapat berdiri.

“annio bibi.. gwenchana.. sudah bibi mandi saja, hari sudah gelap.. memangnya bibi tidak merasa dingin mandi disaat seperti ini? Tanpa air hangat?” tanya yoona penasaran.

“saya sudah biasa nona..” bibi jang tersenyum.

“kau hebat bibi..” yoona tersenyum bibi jang pun membalas senyumnyalalu berlalu menuju kamar mandi belakang.

Yoona masih tertegun.

“ototkhe.. “ yoona masih tak tau bagai mana caranya berdiri diatas kursi.

Perlahan yoona berusaha jongkok,

“hufft…. c’mon yoona..”

Yoona berusaha berdiri, dengan berpegangan pada tembok, dia merangkak mncoba berdiri. Dan akhirnya berhasil.

“huh.. huh..akhirnya..” yoona memegang dadanya menenangkan dirinya sendiri.

Siwon place.

Siwon pov.

“sudah tinggalkan aku..” aku berkata pada supirku.

“tapi tuan..” dia mengelak.

“tidak ada tapi tapian..” aku merebut koperku dari tangannya.

Dia tidak bergeming sedikit pun.

“HEYYY.. KAU SEDANG APA BERDIRI DISITU CEPAT PERGI.. AKU TIDAK AKAN KABUR..” gentaku dengan suara keras.

Dia langsung berkeringat dingin dan ciut. Dia lalu pergi berlalu dengan mobil hitam itu.

Aku langsung saja memasuki rumah itu.

“huh sepi sekali..” aku merebahkan badanku disofa favorite ku.

10 menit tak bergeming akupun membuka mataku yang terpejam.

“mana bibi jang?”

Aku sengaja tak memanggilnya, aku ingin membuatkan kejutan untuknya dia yang merawatku seperti putra sendiri aku merindukannya.

“mungkin dia didapur..” dengan langkah semangat aku menuju dapur, saat didekat dapur aku mulai jalan mengendap endap.

Saat aku hampir memasuki dapur tiba tiba aku mendengar suara yeoja yang terdengar itu bukan suara bibi jang.

“uggh.. susah sekali.. aish gatal sekali kakiku.. nyamuk nakal jangan menggangguku dulu arraso!!” suara itu terdengar suara seseorang yang sedang sangat kesal.

Akupun memasuki dapur.

Aku sangat terkejut, seorang yeoja dengan baju handuknya sedang berdiri disebuah kursi yang dapat dibilang termasuk kursi yang tinggi.

Yang membuatku terperangah adalah dia mengenakan pakaian anduk dress pendek diatas lutut, dengan posisi telapak kaki kirinya berada dilutut kaki sebelah kanannya dia sedang menggaruk lututnya itu.

Aku sangat terkejut dengan posisinya, satu detik kemudian aku berteriak.

“NUGUYAAA???!!!!”

Dia menoleh kearahku kaget, dan dia…

TBC

Iklan
Pos Sebelumnya
Tinggalkan komentar

119 Komentar

  1. Aaah.. ceritanya seru!!!

    Lanjut thor,, ditunngu yaa

    Balas
  2. Meongg

     /  Agustus 13, 2012

    bagus thor ..
    tapi siwon koq kena HIV sih ..
    kan kasian ..
    moga2 aja bisa sembuh ..
    penasaran ??
    di tunggu part selanjutnya ..

    Balas
  3. kikkik

     /  Agustus 14, 2012

    tinggalin jejak,
    bingung ceritanya, ibunya siwon pgen dpet cucu dri siwon, tpi siwon kena HIV?!
    gakpapa lah d tunggu ceritanya, penasaran FIGHTING!

    Balas
  4. Choi Mutie

     /  Agustus 14, 2012

    lanjooott…

    ksian Wonppa kena penyakit kek gtu..

    moga Wonppa cpat sembuh.. n’ Yoonnie bsa jd pnyemangatnya dia..

    Balas
  5. daebak…
    ceritanya keren thor….
    ditunggu chapt selanjutnya…

    Balas
  6. keren…. makin penasaran nie…

    Balas
  7. devira

     /  Agustus 15, 2012

    Kereeennn,
    di tnggu chapter selanjut nya ya 🙂

    Balas
  8. santi

     /  Agustus 20, 2012

    ceritanya menarik..masak sih wonppa kena hiv….
    penasaran ama part selanjutanya…lanjut…..

    Balas
  9. kezia

     /  Agustus 25, 2012

    Kasian yoong eonni adiknya sakit 😦
    Tapi dari sini bisa ketemu won oppa deh 😀

    Balas
  10. Yoora the SonElf

     /  Agustus 27, 2012

    duuhhh… ksian won oppa,, uda d’tinggal cinta prtma.a, pke kena HIV sgala lgi…
    tpi ad bagus.a jga tu won oppa sma seo eonnie sakit.. kn yoong eonnie jdi bsa ktmu won oppa dehh…

    ttp smangat 😉

    Balas
  11. mery

     /  September 1, 2012

    waw ….
    knp harus HIV ? kasian itu mah kaga bisa sembuh atuh ..

    Balas
  12. aul

     /  September 15, 2012

    wah HIV ya kasian oppa 😦

    Balas
  13. Seruuu…. tp knpa oppa hrs kena HIV :(..
    Yoona pasti bsa menyembuhin…. Next ^^

    Balas
  14. onedear

     /  Desember 2, 2012

    bagus thor menarik

    Balas
  15. Cerita nya seru..
    🙂
    Tapi kesian wonppa kna pnyakit kya gtoan..

    Balas
  16. daebak thor,

    Balas
  17. Bagus sih bagus…
    .
    .
    Tapi alurnya kuran jelas dan terlalu cepat..tapi msh menarik untuk di baca kok…

    Balas
  18. aat yoonwon

     /  Juli 23, 2013

    Seru

    Balas
  19. yeo naya

     /  Agustus 10, 2013

    kok HIV???? lalu bagaimana endingnya???

    Balas
  20. Anita harahap

     /  September 18, 2013

    Astaga…
    Yoona eonni dan siwon oppa pasti sama2 kaget…

    Balas
  21. Anggun YoonAdidict SY

     /  Mei 13, 2014

    Kasian kli wonppa kena penyakit HIV, semoga ada yoona ounnie wonppa cpet sembuh,,,,,,,,,,,,,

    *amin*……….

    Balas
  22. Any

     /  Juli 1, 2014

    kenapa HIV???seakan2 gak ada masa depannya buat yoonwon.

    Balas
  23. wuahhh . . . Makinn seru dehh 😀 Yoonwon *teriaakk

    Balas
  24. Mia

     /  Juli 16, 2014

    Pasti seru nih ceritaxa udah membuat penasaran nih

    Balas
  25. Choi Han Ki

     /  Desember 23, 2014

    Yaampun siwon kena HIV ??? Ternyata selain jadi dokter ny choi juga ingin yoona jadi menantunya…

    Balas
  26. marsiah

     /  April 14, 2015

    Omg,kenapa siwo oppa harus mengidap hiv si,kira2 yoona bisa gak ya bantu siwon oppa nyembuin virus hiv yang bersarang di tubuh siwon oppa

    Balas
  27. Zhahra

     /  Mei 17, 2015

    Waaaaaaaa, ketemu lgi sma FF yoonwon
    senangnya…

    Balas
  28. seru banget cerita nya… bikin penasaran…
    lanjut baca chapter selanjutnya…

    Balas

United, Leave a Coment Here

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: