[OS] Don’t Say Goodbye

Annyeong adakah yang masih ingat saya?? Setelah lama gak muncul akhirnya saya kembali muncul di blog YoonWonited dengan menyuguhkan One Shoot lagi. Huhh sekarang blognya tambah rame percaya deh sekarang gak ada silent reads yang masih berkeliaran. LOL. Untuk yang nunggu FF ku yang lain harap sabar 😀 masih dalam proses gak mungkin semuanya di posting bareng-bareng kan? 😀

Kebetulan ini OS ke dua ku, seperti biasa MIANHAE kalau ceritanya geje abis dan gak nyambung. Oh yah kalau ada yang ingin di sampaikan pesan-pesan atau apalah itu *ribet bgt gue* follow aja twitter ku: @Nita_Rahayu22 nanti kita tukeran pin bb deh *itu juga kalau ada yang berminat :D*

Opening sama promisinya udah yah heheh 😀 sekali lagi maaf kalau ceritanya geje dan untuk admin Gee gomawo sudah mau posting karyaku yang abal-abal ini.

Happy Reading YoonWonited………

 

[OS] Don’t Say Goodbye

 

Title : Don’t Say Goodbye

Type : One Shoot

Author : Choi Hyun Mi/Nita Rahayu

Main Cast :

  • Choi Siwon (Super Junior)
  • Im Yoon Ah (SNSD)

Genre: Romance , Sad, Tragedy

Rating : PG 15+

Author POV

Langit kota Seoul mulai berubah menjadi warna hitam pekat, gerimis mulai membasahi ibu kota Negara Korea Selatan ini, semua orang berlomba-lomba mencari tempat untuk berteduh. Namun tidak bagi seorang Im Yoona yang tenang duduk di halte menunggu kedatangan bis. Pikirannya melanglangbuana entah kemana, tatapannya begitu kosong kedepan dan kedua tangannya mengepal seperti menahan rasa takut yang menyerang dirinya.

Bis yang di tunggu pun datang, Yoona bangkit dari duduknya lalu beranjak naik ke dalam dengan langkah pelan. Dia mencari tempat duduk yang nyaman untuk mengistirahatkan tubuhnya, setelah matanya mencari tempat duduk yang tepat, berhentilah dia di sebuah kursi kosong yang berada di tengah-tengah. Yoona menjatuhkan tubuh kurusnya disalah satu kursi lalu di alihkan pandangannya ke luar melalu jendela bis yang basah karena air hujan. Tak lama bis pun kembali melaju menerobos hujan yang semakin lebat.

Siwon memarkirkan mobil BMW hitamnya di bagasi, tak lama dia keluar dari dalam mobil dengan menenteng tas kerjanya.

“Yeobo aku pulang” teriak Siwon memanggil seseorang saat sudah membuka pintu rumahnya. Tak berapa lama keluarlah wanita paruh baya dari arah dapur masih mengenakan celemek berwarna merah. “Tuan anda sudah pulang” sambutnya dengan berjalan sedikit tergopoh-gopoh menuju tempat Siwon berdiri.

“Iya bi, hari ini aku tidak lembur. Oh yah mana Yoona, kenapa dia tidak menyambut ku” Siwon mengedarkan pandangannya ke semua sudut rumahnya yang cukup besar itu.

“Nyonya pergi ke rumah sakit Tuan” ujar Kim Ahjumma lalu sedikit menundukan kepalanya.

“Kenapa dia tidak bilang padaku, padalah aku bisa mengantarnya” gerutu Siwon sambil merogoh saku celana untuk mengembil ponsel. Siwon menekan nomer ponsel Yoona berniat untuk menghubunginya.

“Aku pulang….” Suara seorang wanita yang baru membuka pintu membuat laju ponsel yang akan menepel ke daun telinga Siwon terhenti.

“Yeobo, kau kemana saja aku sangat khawatir pada mu” Siwon berjalan ke arah istrinya yang masih berdiri di ambang pintu. Yoona tersenyum lalu menutup pintu “Aku dari rumah sakit memeriksakan kandungan ku”.

“Kenapa kau tidak bilang pada aku, padalah aku bisa mengantar mu” ujar Siwon saat sudah berhadapan dengan Yoona. Yoona tersenyum mendengar nada bicara suaminya ini yang merengek-rengek seperti anak kecil. “Aku bisa sendiri Yeobo, kau tidak usah khawatir” ucap Yoona lalu melepas dasi yang melingkar di leher Siwon.

“Lalu bagaimana dengan bayi kita?” tanya Siwon antusias. Perlahan senyum Yoona hilang dari wajah cantiknya, jari-jari lentiknya yang dari tadi sibuk membuka ikatan dasi suaminya berhenti seketika. Lidahnya kelu untuk mengeluarkan jawaban. Siwon menyernyitkan keningnya lalu mengibas-ngibaskan tangannya tepat di depan wajah istrinya. “Yeobo kat tidak apa-apa?”

Yoona tersentak kaget lalu berusaha tersenyum pada Siwon yang masih menatapnya bingung.

“Yeobo kau pasti lelah kan? Bagaimana kalau kau mandi dulu, setelah itu kita makan” Yoona segera mengambil tas kerja Siwon lalu pergi meninggalkannya yang masih bingung .

“Kenapa dia, apa dia marah padaku” Siwon bergumam pelan lalu  kembali melangkahkan kakinya menuju kamar.

Siwon menghampiri Yoona yang tengah tertidur di ranjang, di peluknya dari belakang tubuh kurus istrinya itu lalu tangannya mengelus-ngelus perut Yoona yang masih rata.

“Yeobo” bisik Siwon tepat di telinga Yoona.

“Eummm” jawab Yoona dengan lenguhannya.

“Kau belum tidur” Siwon menyandarkan kepalnya di punggung Yoona sambil terus tangannya mengelus-ngelus perut Yoona yang masih rata.

“Belum, aku belum mengantuk” jawab Yoona pelan. Siwon bangkit dari tidurnya lalu membalikan tubuh Yoona. Di dekatkan kepalnya pada perut istrinya itu. “Annyeong, bagaimana kabar mu disana. Ini Appa, tidurlah yang nyenyak baby biarkan Eomma mu istirahat” Siwon berbicara pada calon anaknya lalu dia mengecup perut Yoona lama. Yoona tersenyum tipis mendapat perlakuan dari suami nya ini.

“Tidurlah yeobo kau harus istirahat” ucap Siwon lalu mengecup puncak kepala Yoona sayang sambil mencium aroma rambut istrinya yang ia sukai.

Siwon berusaha memejamkan matanya sambil terus tangan kanannya mengelus-ngelus perut Yoona yang masih rata, sementara Yoona pikirannya melayang pada kejadian tadi sore dimana ia pergi ke dokter kandungan. Kembali tubuhnya melemas jika mengingat kata-kata dokter yang membuatnya takut, tanpa Yoona sadari kembali air matanya keluar membasahi kedua pipinya.

Kebahagiaan kini menghinggapi keluarga kecil Choi Siwon, dimana pernikahan yang baru berjalan 6 bulan Tuhan telah menghadiahkan sebuah kado terindah bagi pasangan Choi Siwon dan Im Yoona, kado indah tersebut tak lain adalah di rahim Yoona telah tumbuh Siwon junior, buah cinta mereka. Ini adalah kehamilan yang paling di tunggu-tunggu mereka berdua maupun keluarga masing-masing.

Hari ini usia kandungan Yoona sudah menginjak 1 bulan, dan seperti biasa dia pergi ke dokter kandungan untuk memeriksa ke adaan calon anaknya. Namun, dia sedikt sedih karena suaminya, Choi Siwon kembali tak bisa menemaninya karena alasan pekerjaan kantor.

Sepulangnya dari rumah sakit Yoona seakan kehilangan separuh dari nyawanya setelah Dokter memvonis bahwa tak seharusnya Yoona mengandung. Dokter memvonis Yoona mengidap penyakit kanker rahim dan itu sangat membahayakan bagi dirinya, Yoona di beri dua pilhan yang mungkin ini adalah pilihan yang sangat sulit bagi dirinya. Pilihan pertama, jika dia terus mempertahankan kandungannya maka nyawa nya akan terancam dan mungkin tak akan terselamatkan. Pilihan kedua, jika Yoona ingin tetap hidup, maka rahimnya harus di angkat dan harus segera menggugurkan kandungannya sebelum beranjak besar.

Yoona bangkit dari tidurnya lalu mengusap air mata yang membasahi kedua pipinya, di lihatnya Siwon yang sudah terlelap dalam tidur damainya. Di tatapnya wajah sendu suaminya itu dengan perasaan bersalah. “Maafkan aku yeobo, aku memang istri yang tidak berguna. Tapi, demi mu aku rela jika harus mempertaruhkan nyawaku. Aku berjanji, aku benjanji akan menjaga kandungan ini sampai nanti saatnya lahir. Maaf kan aku yeobo, maafkan aku” Yoona terisak pelan menahan tangis yang tak dapat di bendungnnya lagi, dirinya benar-benar kacau saat ini.

 

5 Bulan Kemudian………..

Waktu terus berjalan begitu cepat, tak terasa kini usia kandungan Yoona sudah menginjak 5 bulan. Perutnya yang semula tampak rata kini mulai membuncit, Siwon tampak bersemangat menunggu kelahiran anak pertamanya ke dunia yang tinggal beberapa bulan lagi. Tapi tidak bagi Yoona, selama 5 bulan ini dia masih merahasiakan tentang penyakitnya pada Siwon. Yoona seakan tak mau membuat luka di hati Siwon dan mengecewakannya, dan selama 5 bulan ini dia selalu merasakan rasa sakit di perutnya yang luar biasa dan itu tanpa di ketahui Siwon.

“Yeobo minumlah ini, ini baik untuk kandungan mu” Siwon menyerahkan segelas susu khusus ibu hamil rasa strawberry  kepada Yoona yang sedang sibuk memakan rotinya. Tak menunggu lama Yoona segera mengembil gelas tersebut lalu meminumnya dengan cepat. Namun tiba-tiba Yoona merasakah sakit kembali di perutnya yang membuatnya berlari ke kamar mandi untuk memuntahkan semua makanan di dalam perutnya.

“Yeobo kau tidak apa-apa?” cemas Siwon lalu segera berlari mengejar Yoona.

“Uohhhhh,uohhhh” Yoona terus muntah sambil tangannya terus memegang perutnya yang kembali terasa sangat sakit.

“Yeobo…ayo kita ke rumah sakit” ucap Siwon lalu merangkul pundak Yoona.

“Tidak, aku tidak apa-apa. Ini sudah biasa terjadi, aku tidak apa-apa yeobo” elak Yoona berusaha menutupi semuanya.

“Kau yakin, tapi wajah mu pucat yeobo. Ayo kita ke rumah sakit” ucap Siwon sambil mengelap keringat dingin yang mulai membasahi kening Yoona. Yoona berusaha tersenyum untuk menyembunyikan sakit yang masih menyerang perutnya. “Yeobo, aku tidak apa-apa mngkin aku kelelahan, minum obat dan istirahat saja itu sudah cukup untuk ku”

“Kau yakin yeobo?” tanya Siwon dengan wajah cemasnya.

“Iya aku yakin” jawab Yoona dengan senyum tipisnya.

“Baiklah, aku antar kau ke kamar yah” Siwon merangkul pundak Yoona lalu memapahnya untuk berjalan menuju kamar mereka yang berada di lantai 2.

“Yeobo kau yakin tidak apa-apa, aku bisa mengantar mu kerumah sakit” ujar Siwon saat sudah membaringkan Yoona di ranjang.

“Aku tidak apa-apa yeobo, cepat pergilah bekerja. Bukannya sekarang kau ada rapat dengan investor dari Jepang” jawab Yoona dengan suara pelannya. Namun, Siwon tak menjawab dia malah menatap lihir wajah pucat Yoona. di hatinya ada rasa takut untuk meninggalkan Yoona, dia tak tega bila harus meninggalkan Yoona dalam ke adaan seperti ini. Tapi, benar apa kata Yoona hari ini ada pertemuan denga investor dari Jepang tak mungkin ia menghindar dari rapat sepenting  ini. Siwon kembali mengusap keringat dingin yang keluar dari dahi Yoona lalu di kecupnya kening Yoona dengan segenap rasa cintanya, tangannya juga ikut bergerak mengelus perut Yoona.

“Yeobo, kalau ada apa-apa hubungi aku jangan buat aku khawatir” uajr Siwon menatap sendu mata Yoona. “Baby, kau jangan membuat Eomma mu seperti ini lagi yah, janji”

Air mata Yoona sudah mengumpul di kedua sudut matanya, cairan bening itu siap keluar membasahi pipi Yoona yang terlihat pucat. Hatinya begitu gembira ternyata Siwon sangat mencintai dirinya dan calon buah hati mereka. Tapi, ini membuat Yoona semakin takut untuk menyakiti perasaan Siwon, Siwon begitu bersemangat menunggu kelahiran anak pertama mereka hal inilah yang semakin membuat Yoona yakin dengan pilihannya bahwa ia lebih memilih mempertahankan kandungannya meskipun dia tahu taruhannya adalah nyawanya sendiri.

 

Yoona POV

Kembali sakit ini menyerang perut ku, sakit yang sangat luar biasa. Dan kembali untuk kesekian kalinya aku menyembunyikan hal ini dari suami ku Choi Siwon. Setelah Dokter memvonis bahwa aku mengidap penyakit kanker rahim, sudah kuputuskan bahwa aku akan mempertahan kan kandungannya. Semua ini aku lakukan karena aku tak mau membuat suami ku kecewa, bagaimana pun juga aku harus memberikan keturunan untuknya. Aku tidak tahu, berapa lama lagi aku hidup mendampingi suami ku. Yang pasti aku percaya jika aku pergi aku telah memberikannya seorang keturunan, dan itu akan membuatku merasa tenang jika kelak aku pergi meninggalkannya. Ku buka laci berwarna coklat untuk mengembil sesuatu, sebuah amplop berwarna coklat yang selama ini selalu ku sembunyikan dari suami ku.

Usia kandungan ku sudah menginjak 5 bulan dan Siwon belum sama sekali mengantar ku pergi ke dokter kandungan, aku tahu dia begitu sibuk dengan pekerjaannya. Tapi, aku juga yakin bukan berarti dia tidak memperhatikan ku, Siwonlah yang membeli semua peralatan bayi mulai dari hal terkecil sampai dengan mendesain kamar untuk calon anak kita. Waktu untuk istirahannya pun di gunakannya untuk mendesain kamar dan berbelanja peralatan bayi.

Rasanya aku sudah lelah, karena hampir setiap hari rasa sakit di perut ku terus terjadi. Tapi, aku tidak boleh menyerah ini sudah menjadi pilihan ku dan aku harus kuat menjalaninya.

“Baby, maaf jika nanti kau lahir ke dunia ini mungkin Eomma tidak bisa berada di samping mu, Eomma mungkin tidak bisa memberikan mu kasih sayang. Tapi kau jangan takut, masih ada Appa. Percayalah pada Eomma, Appa akan menyayangi mu seperti Appa menyanyai Eomma, kau akan menjadi anak yang paling beruntung karena di sayangi oleh Appa mu, percayalah Appa akan menyayangi mu sepenuh hati”. Lirih ku sambil mengusap-ngusap perut ku lemah.

End of Yoona POV

 

Siwon POV

Ku jalankan mobil ku dengan kecepatan sedang menelusuri jalanan kota Seol yang sedikit padat dengan kendaraan, mata ku terus fokus ke jalanan tapi pikiran ku melayang pada istri ku Im Yoona. Sudah beberapa hari ini aku merasakan ada keganjilan pada kehamilannya, entah ini perasaan ku atau memang benar. Aku tahu ini pasti akan terjadi pada semua ibu hamil, tapi hampir setiap malam Yoona selalu mengiris kesakitan pada perutnya. Jujur itu membuat ku khawatir, tapi Yoona selalu menolek jika aku mengajaknya kerumah sakit.

“Tidak, itu tidak mungkin” segera ku buang jauh-jauh pikiran buruk yang selalu menghantui diri ku . Tak mungkin sesuatu yang berbahaya menghinggapi Im Yoona.

“Ya Tuhan, lindungilah istri ku” batinku dalam hati.

End of Siwon POV

 

Author POV

Yoona masih meringis kesakitan di atas tempat tidur, keringan dingin membasahi seluruh tubuhnya matanya terus terpejam mencoba menahan rasa sakit yang terus menyerang perutnya. Tubuhnya lemas dan tangannya bergetar hebat, Yoona berusaha membuka matanya tapi pandangannya menjadi tak jelas semua benda yang di lihatnya seakan mempunyai bayangan, kini dia mulai merasakan sakit yang luar biasa di kepala. Yoona tak dapat lagi menahan rasa sakit, akhirnya pertahannya runtuh dia jatuh pingsan di tempat tidur.

Siwon terus berlari di koridor rumah sakit dengan wajah cemas, saat ini pikirannya hanya tertuju pada Yoona. Pirasat yang ia rasakan sejak tadi pagi akhirnya terjawab sudah, setelah mendapat telpon dari Kim Ahjjuma bahawa Yoona tak sadarkan diri membuat Siwon kalang kabut dibuatnya, dengan segera dia berlari dari rapat yang sangat penting untuk pergi kerumah sakit.

Siwon berhenti di sebuah ruang perawatan, dilihatnya seorang wanita paruh baya tengah tertunduk menangis sambil duduk di kursi tunggu, dengan langkah berat Siwon menghampiri Kim Ahjjuma dan duduk di sebelahnya.

“Bibi, bagaimana ke adaan Yoona” ucap Siwon dengan suara seraknya.

Kim Ahjjuma mendongak kan kepala menatap majikannya itu dengan tatapan sendunya “Nyonya masih di periksa Dokter Tuan”

Siwon mengela nafas berat lalu menyandarkan tubuhnya pada kursi, dia mengusap wajah dengan kedua tepalak tangannya untuk sedikit menenangkan perasaannya.

Setelah dua jam periksaan akhirnya Dokter Lee pun keluar dari ruanagnnya, dengan segera Siwon dan Kim Ahjjuma bangkit dari duduknya.

“Dokter bagaimana ke adaan istri saya” seru Siwon dengan raut wajah cemas. Dokter Lee melepas masker yang di pakainya lalu menghela nafa berat.

“Apakah anda Tuan Choi?” tanya Dokter Lee.

“Iya, saya Choi Siwon. Saya suaminya Im Yoona”

“Baiklah, ikuti aku” ujar Dokter Lee lalu memimpin jalan. Siwon terdiam sejenak lalu mengikuti langkah Dokter berkacamata itu.

“Dokter apa yang terjadi dengan istriku, dia baik-baik sajakan?” tanya Siwon dengan rentetan pertanyaan yang membuat Dokter Lee terdiam mendengarnya. “Dokter cepat katakan apa yang terjadi dengan istriku” pekik Siwon kali ini sedikit menaikan volume suaranya.

“Apa selama ini istri anda menyembunyikan penyakitnya?” tanya Dokter Lee sontak membuat Siwon menatapnya bingung. “Penyakit? Penyakit apa Dokter?”

“Tuan Choi Siwon, saya harap anda kuat mendengar semua ini” ujar Dokter wanita ini berusaha tenang.

“Dokter jangan buat aku berpikir yang tidak-tidak, cepat katakan apa yang terjadi dengan istri ku” ucap Siwon dengan mata yang mulai memerah. Dokter Lee mengeluarkan sebuah amplop berwarna coklat dari dalam laci lalu menaruhnya di hadapan Siwon.

“Apa ini Dokter?” tanya Siwon heran.

“Istri anda mengidap penyakit kanker rahim”

Deg….

Siwon menatap Dokter yang kini menatapnya dengan mata yang berkaca-kaca itu, tubuhnya menjadi lemas, lidahnya kelu dan otaknya tak dapat mencerna kata-kata yang baru di dengarnya. Kini Siwon mulai merasakan sesak di dada, matanya sudah benar-benar berkaca-kaca.

“Dokter apa kau bilang?” ucap Siwon dengan suara seraknya.

“Tabahkan dirimu, ini semua ujian” ujar Dokter Lee tegar. Siwon mengepalkan kedua tangannya, kini rasa bersalah, sedih berkecamuk di dalam dirinya. Di tundukan kepalanya dalam-dalam mencoba menguatkan dirinya, matanya semakin memanas dia tak dapat lagi menahan air matanya, pertahanan Siwon runtuh sudah dia terisak menangis sejadi-jadinya. Hatinya terus mengutuk dirinya sendiri, rasa bersalah kini menyerang dirinya Siwon semakin menangis dan berpikir dia tak pantas menjadi seorang suami yang baik bagi Yoona.

Siwon menatap lirih Yoona yang terbaring di atas tempat tidur, hati nya benar-benar sakit melihat wanita yang selalu mengurus dirinya selama ini kini terbaring tak sadarkan diri dengan berbagai peralatan medis yang menempel di tubuh kurusnya. Kembali Siwon meneteskan air matanya, saat pikirannya melayang pada percakapannya dengan Dokter tadi sore.

“Jika tetap istri anda mempertahankan kandungannya, maka taruhannya adalah nyawa istri anda. Tapi, jika istri anda ingin selamat satu-satunya cara yang bisa di tempuh adalah mengangkat rahim istri anda” ucap Dokter itu lirih.

“Tapi Dokter usia kandungan istri ku sudah 5 bulan, apalagi jabang bayinya sudah mempunyai nyawa. Apa itu tidak membahayakan”

“Aku tahu Tuan, tapi penyakit istri anda sudah sangat parah. Ini juga akan menyiksa bayinya, yang aku takutkan adalah jika terus seperti ini maka ini akan membahayakan bagi ibu maupun bayinya”

“Jadi, maksud Dokter bayi yang ada dalam kandungan istriku akan terganggu” tanya Siwon menahan tangisnnya.

“Iya” jawab Dokter Lee singkat.

Siwon terdiam sejenak memikirkan keputusan yang akan di ambilnya, keputusan yang mungkin akan menyakitkan baginya. Siwon harus memilih antara calon anaknya atau isrtinya, jika dia memilih calon anaknya maka dia akan kehilangan istri yang sangat ia cintai. Tapi, jika dia memilih istrinya maka tandanya ia tak akan mempunyai keturunan.

Siwon menarik nafas berat lalu kembali menundukan kepalnya, keputusan sudah diambilnya “Selamatkan istriku apa pun caranya” ujarnya yakin.

“Yeobo, kenapa kau menyembunyikan peyakitmu dari ku, kenapa kau harus menyiksa dirimu, maaf, maaf karena aku tak bisa menjadi suami yang baik untuk mu. Aku memang suami tak berguna, aku tidak pernah tau selama ini kau selalu menahan sakit di perut mu. Aku terlalu mementingkan pekerjaan ku, aku terlalu egois” kembali Siwon menitikan air matanya.. Kim Ahjjuma memegang tangan hangat Siwon berusaha menenangkan majikannya ini yang prustasi. “Tuan, tegarkan dirimu. Yakinlah, ini adalah keputusan yang terbaik” ujar Kim Ahjjuma yang semakin membuat Siwon tak kuasa menahan air matanya.

1 jam menjelang operasi pengangkatan rahim akan segera di lakukan dengan setia Siwon menemani Yoona yang masih terbaring tak sadarkan diri, Siwon membacakan sebuah novel yang sangat di sukai Yoona sesekali Siwon terisak menangis sambil membaca kata demi kata yang tertulis di novel tersebut. Tiba-tiba mata Siwon menangkap sebuah kalimat yang di yakini bahwa Yoona sengaja memberikan tanda berwarna merah.

“Hidup seorang wanita akan menjadi lebih sempurna jika mampu melahirkan seorang anak dari rahimnya”

Siwon kembali menitikan air matanya membaca untaian kalimat yang di beri tanda oleh Yoona, di pegangnya tangan hangat Yoona lalu di tatapnya wajah Yoona yang semakin hari semakin kurus itu dengan tatapan sendu.

“Yeobo, meskipun kau tak memberikan keturunan untuk ku. Tapi di mataku, kau tetap wanita yang paling sempurna di dunia ini” Siwon mengecup punggung tangan Yoona sambil terus terisak tangis, hati kecilnya terus mengutuk dirinya sendiri. Siwon telah berjanji dalam hatinya, bahwa dia akan menjaga dan membahagiakan Yoona dengan kasih sayang dan cintanya yang besar.

“Yeobo, saat operasi selesai nanti. Berjanjilah kau akan kembali mendampingi ku dan berjanjilah menjadi Im Yoona yang dulu ku kenal, Im Yoona yang periang, Im Yoona yang selalu membuatku tertawa, dan Im Yoona istri yang baik. Berjanjilah Yeobo, berjanjilah”

6 bulan kemudian….

Waktu terus berjalan dengan cepat, hari demi hari Yoona melewatkannya dengan berdiam diri di kamar. Setelah mengetahui bahwa rahimnya telah di angkat Yoona menjadi prustasi, dia merasa tidak ada gunanya lagi untuk hidup, karena satu-satunya harta yang paling berharga bagi dirinya telah hilang untuk selamanya. Dan sejak kejadian itulah, Yoona berubah menjadi orang lain dia tidak pernah berbicara sekalipun pada suaminya Choi Siwon, semua ini Yoona lakukan  bukan karena membenci suaminya tapi, dia membenci dirinya sendiri yang tak bisa memberikan keturuan, kadang Yoona kehilang kendali dia pernah berusaha untuk bunuh diri dengan menyayat urat nadinya atau mencoba gantung diri. Tapi, usahanya selalu di gagalakan Siwon. Selama Yoona mengalami depresi, Siwon selalu setia menjaganya dan merawatnya. Bahkan sekarang pekerjaan utama Siwon bukan lah di kantor melainkan di rumah mengurus dan menjaga Yoona. Dengan sabar, Siwon selalu menemani hari-hari Yoona. walaupun Yoona selalu mengacuhkannya bahkan tak pernah berbicara sekalipun padanya.

Siwon bersenandung ria sambil menyiapakan makanan kesukaan Yoona, hari ini dia memasak bubur abalon serta susu rasa strawberry kesukaan istinya. Seperti inilah kegiatan Siwon setiap pagi, yaitu bangun lebih awal dan menyiapakan makanan untuk sarapan Yoona. Siwon tak mau jika Kim Ahjumma yang menyiapakan sarapan untuk istrinya.

Dengan langkah pelan Siwon masuk kedalam kamarnya, di edarkan padangannya untuk mencari seseorang. Siwon tersenyum setelah melihat orang yang di carinya tengah berdiri di dekat jendela.

“Yeobo, ayo kita makan. Aku sudah masak bubur abalon untuk mu” Siwon memeluk Yoona dari belakang, yah memang seperti inilah hal yang selalu di lakukannya. Siwon percaya bahwa dengan hal inilah Yoona bisa cepat sembuh dari depresinya.

“Yeobo, ayo kita makan” rengek Siwon sambil mengeratkan pelukannya. Akhirnya Siwon melepas pelukannya dan membalikan tubuh Yoona. Siwon merapikan rambut Yoona yang sedikit berantakan lalu di kecupnya kening Yoona lama. Siwon melepakan ciumannya lalu memandang manik mata Yoona dengan tatatap sendu.

“Yeobo, ayo kita makan” ucap Siwon lalu menuntun tangan Yoona untuk berjalan.

Kini mereka sudah duduk di meja makan, Siwon duduk di samping Yoona sambil tangannnya sibuk menyiapkan makanan untuk Yoona. sementara Yoona hanya diam dan tatapannya kosong kedepan. “Yeobo, buka mulutmu” perintah Siwon sambil mengambil sesendok bubur abalon untuk Yoona. Namun Yoona tetap tidak bergeming, dia masih diam tak membuka mulutnya. Siwon menghela nafas sejenak lalu membalikan tubuh Yoona, di tatapan wajah sendu istrinya itu. “Yeobo, kau harus makan sekarang buka mulutmu” ucap Siwon dengan suara lembutnya. Perlahan Yoona mulai membuka mulutnya, Siwon tersenyum senang lalu menyuapi Yoona.

Malam menjeleng, Siwon dan Yoona berbaring di ranjang yang sama. Jam dinding sudah menunjukan pukul 00.36 KST tapi mereka berdua belum sama sekali memejamkan mata. Siwon menatap punggung Yoona dengan tatapan datar, hatinya begitu sakit melihat ke adaan istinya yang tak kunjung sembuh. Padahal selama ini dia selalu menjaganya dan merawatnya dengan baik, hati Siwon semakin sakit tak kala keluarganya menyuruhnya untuk memasukan Yoona ke rumah sakit jiwa. Siwon tak mau hal itu terjadi, dia yakin Yoona akan segera sembuh dan dia juga yakin bahwa istrinya tak mengalami gangguan jiwa.

Tak jauh beda dengan Siwon, Yoona juga belum terlelap, matanya terus memandang lurus kedepan dengan tatapan kosong, pikirannya melayang entah kemana sayup-sayup mata sendunya tak menunjukan reaksi apa pun.

Malam semakin larut, Siwon merasa lelah dengan hari ini. Akhirnya dia terlelap dalam tidur damainya, Yoona bangkit dari tidurnya dan berubah menjadi posisi duduk. Di lihatanya Siwon yang sudah terlelap tidur, perlahan Yoona beranjak turun dari ranjang dan berjalan ke luar kamar. Yoona menutup pintu kamar pelan supaya Siwon tak mendengarnya, kembali dilangkahkan kakinya kali ini menuju dapur. Yoona berjalan menuju lemari pendingin dan mengambil sebuah botol kecil di dalamnya. Di pandangnya botol yang berisi racun serangga itu dengan seksama, perlahan Yoona mulai membuka tutup botol tersebut dan siap meminumnya.

Siwon terbangun dari tidurnya, dan mendapati Yoona sudah tak berada di sampingnya. Dengan segera Siwon turun dari tempat tidur dan menuju arah kamar mandi.

“Yeobo kau di mana?” teriak Siwon saat membuka kamar mandi. Namun, hasilnya nihil Siwon tak menemukan Yoona. kembali raut wajah panik tergambar di wajahnya, Siwon berlari ke luar kamar untuk mencari Yoona. “Yeobo kau di mana?” Siwon mencari Yoona ke ruang tamu, namun hasil yang sama dia tak menemukan Yoona, Siwon kembali berlari ke taman belakang namun dia juga tak menemukan Yoona.”Yeobo kau di mana” teriak Siwon prustasi. Kembali Siwon berlari namun kali ini menuju arah dapur.

 

Yoona siap meneguk racun serangga untuk mengakhiri hidupnya, namun

Brakkk~~~~~

Botol yang terbuat dari kaca itu seketika jatuh dan pecah di lantai. Seketika tangan Yoona bergetar hebat merasakan ketakutan yang biasa, di alihkan padangannya ke samping melihat Siwon yang berdiri menatapnya dengan mata yang sudah memerah. Yoona menundukan kepalanya lalu kembali air mata yang selama ini tak pernah keluar akhirnya tumpah sudah. Siwon membawa Yoona kedalam pelukan hangatnya,

“Yeobo, kenapa kau lakukan ini lagi. Apa kau benar-benar ingin meninggalkan ku” lirih Siwon pelan. Siwon tak menangis lagi yang ada kini matanya merah merasakan dadanya yang terasa sesak melihat istrinya kembali mencoba bunuh diri.  Yoona semakin tersisak di dalam dekapan Siwon, hatinya juga benar-benar sakit dengan ke adaan seperti ini. dibalasnya pelukan Siwon dengan tangannya yang masih bergetar hebat, ada rasa takut tapi ada rasa tenang di dalam dirinya.

“Maaf, maafkan aku” akhirnya kata-kata itu meluncur dari bibir mungilnya, Yoona meluapkan semua emosi dan tangisnya selama ini kepada Siwon.

Siwon melepaskan pelukannya lalu mengusap air mata Yoona dengan ibu jarinya.

“Yeobo, jangan pernah lakukan ini lagi. Mengerti” ujar Siwon lembut. Yoona menganguk kan kepala sebagai jawabannya lalu kembali memeluk Siwon.

Pagi hari yang cerah menyinari ibu kota Negara Korea Selatan ini, kicauan burung yang berterbangan dilangit biru membuat suasana indah semakin terasa. Semenjak kejadian semalam membuat Yoona sadar bahwa sikapnya selama ini ternyata salah, perlahan dia mulai merubah semuanya. Pagi ini dia bangun lebih awal dari Siwon. Dengan semangat 4-5 Yoona segera bergegas ke dapur untuk menyiapakan sarapan. Kim Ahjjuma tampak bahagia melihat majikannya kembali seperti dulu.

“Bibi tolong siapkan ini di meja makan ya, aku bangun kan Siwon dulu” Yoona melepas celemeknya lalu segera meninggalkan Kim Ahjjuma.

Yoona tersenyum tipis melihat Siwon yang masih terlelap tidur, dia duduk di pinggir ranjang sambil terus memperhatikan setiap lekuk wajah suaminya itu dengan seksama. Perlahan Yoona mulai mendekatkan wajahnya dan mengecup pipi Siwon sekilas. “Yeobo ayo bangun, ini sudah siang” bisik Yoona tepat di telinga Siwon.

Siwon melenguh lalu perlahan membuka matanya, dia tersenyum melihat istrinya yang sudah kembali seperti dulu. Siwon bangkit dari tidurnya lalu sedikit merenggangkan otot-ototnya yang sedikit kaku.

“Apa tidur mu nyenyak Yeobo?” tanya Yoona sambil menatap Siwon.

Siwon tersenyum lalu merapikan rambut Yoona yang sedikt berantakan” Tentu saja, tidur ku sangat nyenyak Yeobo”

“Ya sudah sekarang kau mandi, aku sudah masak untuk mu” ujar Yoona lalu berdiri.

“Kau masak Yeobo? Kenapa kau masak seharuanya kau istirahat saja” cemas Siwon yang membuat Yoona tersenyum tipis.

“Aku baik-baik saja yeobo, kau tidak usah mengkhawatirkan ku. Sekarang cepat mandi aku tunggu di bawah” jawab Yoona lalu meninggalkan Siwon yang masih duduk di ranjang.

“Terimakasih Tuhan, kau telah mengembalikan senyumannya” gumam Siwon tersenyum bahagia lalu bangkit dan berjalan menuju kamar mandi.

Yoona berdiri di balkon rumah sambil matanya memandang langit sore yang mulai menyelimuti Seoul, pandangannya lurus ke atas menatap burung-burung yang beterbangan kembali ke sarangnya. Angin sepoi-sepoi berhembus ke wajah cantiknya membuatnya semakin terlarut dalam lamunan.

“Yeobo ayo masuk sebentar lagi malam” suara lembut Siwon membangunkannya dari lamunan panjang. Yoona menoleh ke samping kiri dan terdapatlah Siwon tengah tersenyum manis padanya.

“Yeobo” ujar Yoona pelan menatap wajah suaminya itu dengan seksama.

“Ne” jawab Siwon dengan senyum khasnya.

“Terima kasih karena sudah mau menerima ku sebagai istri mu, dan terimakasih karena sudah mau merawat ku selama ini. jujur saja aku merasa menjadi wanita yang paling beruntung di dunia ini karena aku bisa memiliki suami seperti mu” ucap Yoona dengan air mata yang sudah memupuk di kedua sudut matanya.

Siwon tersenyum lalu membelai puncak kepala Yoona dengan segenap rasa cintanya. “Yeobo memang seharusnya aku melakukan itu kepada mu, aku sudah berjanji di hadapan Tuhan akan selalu mencintai mu dalam ke adaan suka maupun duka, sakit ataupun sehat  aku sudah mengucapkan janji itu dan aku tidak boleh mengingkarinya”

Yoona tak kuasa menahan lagi air matanya mendengar penuturan dari Siwon yang membuat hatinya kembali tersentuh ”Tapi aku tidak bisa memberikan keturunan untuk mu Yeobo, aku wanita yang tidak berguna”

Siwon meraih tubuh Yoona lalu membawanya ke dalam dekapan hangatnya “Yeobo jangan katakan itu lagi aku mohon, aku percaya ini semua sudah menjadi takdir hidup kita walau bagaimana pun juga dimataku kau tetap wanita yang sempurna, masalah keturunan aku tidak mempermasalahkannya  lagi yeobo. Kita bisa mengadopsi anak di panti asuhan bagi ku itu tidak masalah asalkan kau berada di samping ku, menemani ku dan merawatku. Dan aku mohon jangan pernah meninggalkan ku ataupun mengucapakan kata selamat tinggal lagi karena bagi ku kau adalah nyawa ku, nyawa yang menentukan apakah aku bisa hidup atau pun tidak” Siwon mengecup puncak kepala Yoona lembut yang membuat Yoona merasakan kebahagiaan yang luar biasa.

“Aku berjanji yeobo, aku tidak akan pergi meninggalkan mu kecuali maut yang memisahkan kita” lirih Yoona di sela-sela isakannya. Kembali Siwon semakin mengeratkan pelukannya kepada Yoona.

Sebuah mahligai rumah tangga memanglah akan terasa sempurna jika ada sosok malaikat kecil yang membuat kebahagiaan semakin kumplit. Tapi, takdir manusia sudah di tentukan oleh sang pencipta. Tak ada yang lebih kuasa dari pada-NYA.

Kunci kebahagiaan rumah tangga adalah saling mencintai kelebihan ataupun kekurangan pasangan dan tentunya harus saling melengkapi. Kekuatan cinta ternyata memanglah sangat dahsyat, dengan kekuatan cinta kita bisa menerima dan mencintai pasangan kita apa adanya.

 

THE END

Whaaa bagaimana reads ceritanya author bingung ini sad ending apa happy ending ya?  Tentuin sendiri aja deh heheh….

Sekali lagi mianhae kalau cerita OS ini geje, tapi semoga para YoonWonited terhibur ya.

Jangan lupa TINGGALKAN JEJAK bagi yang sudah membaca dan semoga saja kalau author masih punya ide semoga OS ini ada sequelnya yah, itu juga kalau ide author gak mentok heheh…

Gomawo yang sudah menyempatkan baca sampai bertemu di OS atau FF ku yang lain #Bow bareng YoonWon#

Iklan
Pos Berikutnya
Tinggalkan komentar

143 Komentar

  1. ole

     /  September 13, 2013

    TOP banget thor.
    Sedih, bahagia, cinta, pengorbanan. Lengkap, semuanya ada 🙂

    Balas
  2. dina

     /  Oktober 10, 2013

    Sedih membahagiakan..cinta yoonwon begitu kuat…dan abadi..

    Balas
  3. kasian yoonwon g akan pnya baby..
    ah author kjam ma uri yoonwon

    Balas
  4. wuihh.. terharu banget bacanya 🙂
    Daebakk thor 😉

    Balas
  5. keren,thor q bacanya sampai nangis

    Balas
  6. Anita harahap

     /  Desember 29, 2013

    Sungguh teganya dirimu thor..
    Aduh jd nangis dh..
    Salut sm siwon oppa,,,

    Balas
  7. tia risjat

     /  Februari 15, 2014

    sedikit khawatir dengan ff ini. kalo ada sequelnya tidak akankah keluarga choi menuntut penerus? oh no..
    tidak! jangan sampe kejadian yoonwon berpisah gara-gara masalah itu!

    Balas
  8. Srie_Wonnie407

     /  Februari 23, 2014

    hiks..hiks….sdh bgd^^ Iya sih klo wnta itu tdk akan smpurna klo tdk bs mbrikan kturunan. Salut bgd sm Siwon yg bs nrima Yoona apa adanya.

    Balas
  9. aat yoonwon

     /  Maret 2, 2014

    Ada nilai penting di dalm ff ne keren2

    Balas
  10. Sumpah terharu bgt sma cerita ini. Daebak thor

    Balas
  11. Chanyeol's Wife

     /  April 21, 2014

    bagus chingu (y), tpi kurang nyesek. Ah iya, aku enggak terlalu suka Yoona, jadi enggak terlalu mood bacanya, maaf ya #DigamparAuthor -.-

    Balas
  12. any

     /  Mei 8, 2014

    Cinta memang indahhhhh… keren thorr.

    Balas
  13. anisya putri karina

     /  Mei 30, 2014

    DAEBAKKK thor…!!! serasi bnet yoonwon nya…. 🙂

    Balas
  14. Fikinurasiha

     /  Juni 15, 2014

    Ceritanya Sedih;( tapi ceritanya bagus bikin pmbaca nangis kreatip:)
    ditunggu cerita lainnya:)

    Balas
  15. merrychoi

     /  Agustus 4, 2014

    keren 😉 salut buat siwon oppa.. setia banget sama yoongie :”)

    Balas
  16. sella mvp

     /  September 1, 2014

    hiks hiks hiks.. sedih cerita.a. tp mengharukan jg.. daebak deh cerita.a..

    Balas
  17. Hidup manusia emang tdk ada yg sempurna, tapi percaya cuma manusia makhluk hidup yg paling sempurna. FF nya bgs kok Chingu

    Balas
  18. Anggun YoonAddict SY

     /  Oktober 27, 2014

    Daebak ff nya
    😥 😥 😥 😥

    Balas
  19. aku sangt teharu dgn perjuangan wonpa.. demi kesembuhan yoona..
    ff’y keren sangat mnyentuh..

    Balas
  20. fitria

     /  Oktober 30, 2014

    “Hidup seorang wanita akan menjadi lebih sempurna jika mampu melahirkan seorang anak dari rahimnya”
    kata-kata itu membuatku menitikan air mata…

    Balas
  21. Choi Han Ki

     /  November 24, 2014

    Ff nya bikin aku nangis… Demi untuk memberi keturunan kepada siwon yoona menyembunyikan penyakitnya ya walaupun akhirnya siwon tau dan memilih untuk mengangkat rahim yoona

    Balas
  22. Siwon super baikk bgt deh,trus sabar jarang yg sifatnya kaya siwon,dari skian banyak ff yg kubaca ini yg rasanya tuh nyentuh bgtt,daebak buat author yg satu ini dtnggu ff yoonwon lainnya

    Balas
  23. author keren.

    Balas

United, Leave a Coment Here

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: