[FF] Who Is The Beloved (Chapter 10)

[FF] Who Is The Beloved (Chapter 10)

Title : Who Is The Beloved

Tipe : Sequel

Author : Choi Hyun Mi/Nita Rahayu

Main Cast :

  • Choi Siwon (Super Junior)
  • Im Yoon Ah (SNSD)

Other Cast :

  • Lee Donghae (Super Junior)
  • Jessica Jung (SNSD)
  • Stella Kim
  • Lee Sungmin (Super Junior)
  • Sunny (SNSD)
  • Lee Taemin (SHINee)

Genre: Romantic

Rating : General

 

“Aku ingin tetap seperti ini, bersamanya dan selalu bersamanya hingga maut memisahkan kami”

 

Author POV

Tamu undangan sudah mulai memasuki sebuah gereja yang sangat megah yang sudah di hias dengan berbagai bunga dan hiasan lainnya. Seorang laki-laki yang berdiri di altar pernikahan dari tadi sibuk menenangkan dirinya dari gugup yang luar biasa. Keringat dingin mulai membasahi kulit putihnya.

“Upacara pernikahan akan segera di mulai, tamu undangan harap berdiri” suara seorang mc menggema di ruangan yang cukup besar itu. Tak lama pintu gereja pun terbuka dan muncullah seorang wanita cantik yang di gandeng laki-laki paruh baya berjalan tampak anggun menunju altar pernikahan. Semua tamu undangan tersenyum bahagia melihat sang mempelai wanita yang nampak cantik dengan mengenakan gaun pengantin yang memiliki ekor itu.

“Sunny Eonni cantik ya” gumam Yoona sambil matanya terus melihat sang mempelai wanita, Sunny yang berjalan menuju altar pernikahan.

“Nanti kau juga akan seperti itu”sahut seseorang yang berdiri di sampingnya. Yoona menolehkan kepalanya pada seorang laki-laki berparas tampan yang mengenakan setelan jas hitam di sebelahnya.

“Tentu saja, kau juga akan terpesona pada kecantikan ku” sambung Yoona yang membuat laki-laki itu yang tak lain adalah Choi Siwon mengulum senyum mendengarnya.

Sungmin melihat Sunny yang berjalan semakin mendekat ke arahnya, di tariknya nafas untuk sedikit menenangkan dirinya. Tak lama Sunny pun sudah berdiri di hadapan Sungmin, Tuan Lee selaku ayah dari Sunny menyerahkan tangan Sunny yang di gandengnya kepada Sungmin.

“Bahagiakanlah anak ku, aku percaya pada mu” ucap nya lembut lalu tersenyum pada calon menantunya itu. Kini Sungmin dan Sunny sudah berdiri di altar dan siap mengucapkan janji suci pernikahan di depan seorang pendeta.

Tak berapa lama mereka berdua pun sudah mengucapkan janji suci sehidup semati sebagai sepasang suami istri. Semua tamu undangan bertepuk tangan bahagia melihat pasangan yang saat ini masih terlihat gugup walaupun sudah mengucapakan janji suci pernikahan.

“Sekarang kalian sudah sah menjadi pasangan suami istri, silahkan tukar cincin dan  berciuman”

Meraka berdua pun saling berhadapan, Sungmin mengambil cincin putih dan segera memasukannya pada jari manis Sunny begitu pula sebaliknya. Setelah tukar cincin, Sungmin dan Sunny saling melepar senyum kebahagiaan.

“Silahkan kalian berciuman” ucap sang pendeta yang membuat pipi Sunny merona merah. Sungmin tersenyum lalu perlahan mulai mendekatkan wajahnya pada wajah istrinya. Dan di kecuplah bibir Sunny singkat. Seketika semua tamu undangan bertepuk tangan melihat kejadian gratis itu. Sunny menunduk kan kepalanya karena malu sementara Sungmin juga terlihat malu dengan apa yang barusan di lakukannya.

“Hyung, ciumannya kurang lama. Sebentar sekali” teriak Siwon yang membuat Yoona menoleh menatapnya tajam.

“Waeyo, bukan kah tadi kurang lama. Seharusnya mereka berciuman seperti kita berciuman saat hujan pada malam itu, lama sekali bukan?” goda Siwon yang sukses membuat pipi Yoona bersemu merah.

“Ihh kau ini, jangan bicarakan itu di sini” Yoona menekan kata-katanya lalu mengalihkan pandangannya ke depan.

“Chagi, kapan kita menikah? Bukankah kita ingin mempunyai empat anak” bisik Siwon di telinga Yoona yang membuat bulu kuduk gadis itu meremang mendengarnya.

“Kau pikir membuat anak itu seperti membuat adonan kue” ketus Yoona lalu sedikit mencubit perut Siwin kesal.

“Awww, ahh kau sengaja yang mencubit perut ku. Euhh mencari kesempatan dalam kesempitan” ucap Siwon dengan nada mengodanya.

“Mwo kesempatan? Kesempatan apa?” Yoona mengerutkan dahinya bingung.

“Menyentuh ABS ku” bisik Siwon dengan nada menggoda di telinga Yoona. Yoona mendelik kan matanya menatap Siwon yang tersenyum penuh kemanangan. Wajah putihnya kini benar-banar berubah menjadi seperti tomat yang sudah matang benar-benar merah. Yoona membuang tatapannya melihat Siwon lalu mengembungkan pipinya kesal.

“Kau tampak semakin cantik kalau seperti itu” ledek Siwon lalu melipat tangannya di dada.

“Ihh kau ini, maksud ku bukan mau itu, akhh sudahlah pikiran mu memang sudah melayang kemana-mana” Yoona berdiri dari duduknya lalu berjalan dengan sedikit menghentakan kakinya. Siwon tertawa pelan melihat tingkah Yoona yang malu-malu.

***

Keluarga Choi, Im dan Lee berkumpul di sebuah ruangan khusus di hotel ternama. Mereka terlihat sangat menikmati berbagai macam makanan yang terhidang di meja bundar yang cukup besar itu.

“Hyung selamat kalian sudah menikah, oh yah rencana bulan madu kalian mau kemana?” seru Siwon tiba-tiba.

“Emmm bulan madu?? Kami berdua belum membicarakan itu” jawab Sungmin lalu mengesap minumannya.

“Kenapa belum di rencanakan? Kita saja yang belum menikah sudah merencanakannya” ketus Siwon yang membuat semua mata memandangnya heran.

“Kenapa? Apa aku salah bicara?” Siwon mengangkat kedua bahunya bingung.

“Ahh tidak, jangan dengarkan Siwon. Dia itu hanya bercanda” sahut Yoona lalu sedikit menyenggol lengan Siwon dengan sikunya.

“Tidak aku tidak bercanda, ada beberapa Negara yang ingin sekali kita kunjungin untuk berbulan madu” sambung Siwon yang membuat Yoona geram menahan kesal.

“Jinjayo, kemana saja Siwon?” sahut Taeyeon tiba-tiba.

“Eumm…Italy, Belanda, Inggris, Paris, Indonesia, dan pulau Jeju. Eumm aku masih bingung harus pilih yang mana” Siwon menepuk-menepuk bibirnya dengan telunjuk sambil memikirkan satu tempat yang akan mereka kunjungi.

“Sebanyak itukah, hebat sekali” puji Tn Lee yang dari tadi sibuk memakan makanannya.

“Iya, tapi kita belum menentukan kemana kita akan berbulan madu Ahjjusi”

“Masalah pernikahan kalian” tiba-tiba suara Tn Choi bersambut yang membuat semua tertuju padanya.

“Kenapa Appa?” tanya Siwon heran.

“Sudah kami putuskan, pernikahan kalian akan segera di laksanakan” ujar Tn Im tiba-tiba seketika Siwon tersenyum lebar dan Yoona terkejut mendengarnya.

“Ayah, apa ayah tidak salah bicara?” seru Yoona lalu meletakan garpu dan pisau yang di pegangnya.

“Iya, jadi bersiap-siaplah. Eomma juga sudah minta Key untuk merancang gaun pengantin kalian berdua. Dan besok, datanglah ke butik Key arra?” sambung Ny Im di sertai senyum bahagianya.

“Whaaa Sungmin dan Sunny sudah menikah, kalian juga akan menyusulnya. Ahjjusi Ahjumma sepertinya sebentar lagi kalian akan mendapat banyak cucu” sahut Lee Teuk yang membuat semua tertawa mendengarnya.

 

***

Lee Donghae turun dari mobil van warna hitam yang di kawal beberapa bodygardnya, hari ini adalah hari perilisan film yang di bintanginya berjudul “Firs Love”. Ratusan fans menyerbunya dan tak lupa meneriaki namanya. Tempat perilisannya memang di salah satu gedung bioskop ternama yang berada di pusat kota Seoul sekaligus menjadi hari perdana penayangannya. Setelah bersusah payah melewati ratusan fansnya, akhirnya Donghae berhasil masuk ke dalam gedung dengan keringat yang sudah membasahi wajahnya.

“Hyung, kau datang. Ayo ikut aku” Taemin menepuk pundak Donghae yang membuat laki-laki yang masih mengenakan kacamata itu sedikit terkejut.

“Taemin kau mengagetkan ku saja, bailklah ayo” Donghae berjalan mendahului managernya itu.

“Hyung aku dengar dari Sutradara Jung kalau Jessica Noona juga akan hadir hari ini” ucap Taemin yang membuat langkah Donghae terhenti dan membalikan badan mengahadapnya.

“Benarkah? Kau tidak bohong?” tanya Donghae lalu membuka kacamata hitamnya.

“Iya tadi sutradara Jung yang bilang” ujar Teamin memastikan. Seketika raut wajah Donghae berubah menjadi senang lalu kembali memakai kacamatanya dan berjalan santai sambil bersiul ria.

“Orang yang sedang jatuh cinta” gumam Taemin menggeleng-gelengkan kepalanya lalu berjalan mengikuti langkah Donghae.

***

Siwon memarkirkan mobilnya tepat di depan gedung megah yang tak lain adalah Dapartement Stor milknya. Siwon keluar terlebih dahulu dari dalam mobil lalu membuka kan pintu untuk Yoona.

“Kenapa kau mengajak ku kesini lagi” tanya Yoona sambil matanya melihat gedung yang memiliki lebih dari 5 lantai itu..

“Ayolah masuk” ucap Siwon lalu menarik tangan Yoona.

Tanpa mereka berdua sadari sepasang mata tengah memperhatikan mereka dengan tatapan kebencian. “Cuih…seharusnya Dapartement Stor itu menjadi milik ku Im Yoona, kau tidak pantas menjadi Ny Choi. Tapi tenang saja, kebahagiaan yang kau rasakan saat ini hanyalah sementara akan ku rebut apa yang seharunya menjadi milik ku. Choi Siwon adalah milik ku dan akulah yang lebih pantas menjadi Ny Choi.” dengan emosi yang hampir meledak Stella segera menghidupkan mesin mobil dan tak berapa lama mobil BMW merahnya sudah meluncur meninggalkan gedung megah tersebut.

Siwon terus menarik tangan Yoona menuju deretan tas yang memajangkan tas-tas bermerk dan berharga tinggi. “Choi Siwon apa yang kau lakukan, cepat lepaskan aku” rengek Yoona berusaha melepaskan pegangan tangan Siwon yang memegang pergelangan tangannya. Siwon menghentikan langkah kakinya lalu berbalik menghadap Yoona.

“Sudah lama aku tidak melihat mu berbelanja tas, sepatu, pakaian dan yang lainnya. Jadi hari ini kita berbelanja sepuasnya” Yoona melongo memandang kekasihnya yang kembali bertingkah aneh.

“Berbalanja SEPUASNYA kau bilang?” tanya Yoona menekan kata “Sepuasnya” Siwon tersenyum lalu mengangguk kan kepalanya pasti.

“Kajja, kita cari pakaian dulu” kembali Siwon menarik pergelangan tangan Yoona. Yoona hanya bisa menghela nafas lalu berjalan mengikuti langkah Siwon.

Siwon berjalan menuju deretan pakaian wanita yang mulai dari pakaian untuk bersantai sampai pakaian pesta. Setelah lama berjalan Siwon menghentikan langkah kakinya di deretan pakaian sehari-hari yang tergantung.

“Coba kau pakai ini, ini sepertinya nyaman sekali di pakai, dan sepertinya kau juga cocok memakainya” Siwon menyerahkan dress berwarna pink di bawah lutut yang terlihat simple untuk di pakai sehari-hari.

“Aku tidak suka, aku lebih suka yang ini” Yoona mengambil sebuah dress berwarna merah.

“Cocok kan?” ujar Yoona sambil memperlihatkan bajunya di depan Siwon.

“Aku tidak suka, itu tidak cocok dengan mu” Siwon mengambil dress tersebut lalu mengambil dress pilihannya dan kembali berjalan sambil menggaet tangan Yoona. Yoona hanya bisa mendengus kesal lalu mengikuti langkah Siwon.

“Pelayan aku ambil ini, ini, ini, ini, dan….. ini” Siwon menyerahkan beberapa pakaian pada seorang pelayan.

“Choi Siwon, apa aku akan membuka butik? Banyak sekali” ucap Yoona sambil matanya melihat pada tumpukan baju yang berada di tangan seorang pelayan wanita yang tampak kesusahan.

“Sudahlah kau jangan banyak bicara, ini Dapartement Stor milik ku, aku tidak akan bengkrut hanya dengan mengambil baju sebanyak itu” ucap Siwon menyombongkan dirinya.

“Iya, iya dasar sombong” ketus Yoona lalu mengembungkan pipinya.

“Tapi kau suka kan?” goda Siwon pada Yoona lalu kembali menggandeng tangan Yoona yang kini wajahnya sudah bersemu merah. Siwon kembali melangkah kan kakinya menuju deretan pakaian pesta lalu berhenti dan mengambil beberapa baju pesta.

“Coba kau lihat ini, ini cocok sekali di tubuhmu” ujar Siwon sambil membolak-balik gaun pesta berwarna coklat muda yang tampak elegan. Yoona memandang gaun tersebut dengan seksama lalu menggelengkan kepalanya tanda tak setuju.

“Waeyo, gaun ini cocok untuk mu?” tanya Siwon bingung.

“Aku tidak suka warnanya, aku lebih suka yang ini” Yoona mengambil sebuah dress berwarna abu-abu di atas lutut yang terdapat taburan manik-manik di bagian dadanya yang terlihat bling-bling.

“Aku ambil ini, cantik sekali” ucap Yoona tersenyum senang tapi dengan segera Siwon mengambilnya tak setuju. “Tidak bisa kau tidak boleh memakai ini”

“Kenapa aku suka baju itu?” tanya Yoona bingung.

“Dress ini terlalu menonjolkan lekuk tubuh mu, mana bagian punggungnya tak tertutupi lagi, di atas lutut dan dress ini aku rasa sedikit mempertontonkan bagian dada mu” ujar Siwon lalu kembali menaruh dress tersebut di tempat semula.

“Apa kau bilang, tapi kan di bagian dadanya ada manik-manik dan juga ada pita ini tidak terlalu terbuka menurutku” ujar Yoona membela diri.

“Yah tidak terlalu terbuka menurut mu, tapi menurut orang yang melihatnya? Terus menurut laki-laki lain? Mereka pasti akan bilang waw tubuh mu sexy?”

“Bukannya kau juga suka, ayolah aku mau baju itu” Yoona memegang tangan Siwon merengek seperti anak kecil. Siwon menggelengkan kepalnya tegas. “Yah aku memang suka, tapi aku lebih suka jika kau mempertontonkan ke sexy an mu itu hanya kepada ku seorang, tidak boleh kepada orang lain dan hanya aku yang boleh bilang “Wow so sexy” Siwon melipat tangannya di dada sembari menggoda kembali.

“Arraseo, terserah kau saja” ketus Yoona lalu memalingkan wajahnya.

“Istri yang baik selalu menuruti apa kata suami, aku semakin jatuh cinta padamu” Siwon mengacak-ngacak rambut Yoona gemas.

“Pelayan aku ambil ini” Siwon menyerahkan gaun pilihannya lalu kembali menggandeng tangan Yoona dan berjalan ke deretan sepatu.

 

******

Donghae terlihat gusar, Saat ini dia sedang menunggu kedatangan Jessica di depan pintu bioskop. Tapi orang yang di tunggu belum juga menampakan diri. “Kemana dia, katanya dia juga datang” Donghae bergumam sendiri sambil melihat arloji yang melingkar di tangan kirinya.

“Hyung film nya akan segera di putar ayo masuk” suara Taemin menyadarkan Donghae dari kecemasannya.

“Euhh tapi Jesssica…..”

“Jessica Noona sudah ada di dalam, ayo cepat masuk” Teamin segera menarik tangan Donghae memasuki tempat pemutaran film.

Suasana di dalam bioskop sudah mulai ramai oleh para fans Donghae yang beruntung untuk melihat film “Firs Love” perdana di putar. Dongahe tersenyum ramah menyapa para fansnya yang berteriak memanggil namanya. Donghae terus turun untuk duduk di kursi paling depan, tapi tiba-tiba matanya menangkap seorang wanita berambut pirang yang duduk di barisan kursi tengah. Donghae tahu betul siapa pemilik rambut pirang itu, dengan yakin dia duduk di sebelah gadis tersebut.

“Appa, lama seka….”

“Hai Sica…..” Donghae tersenyum manis pada wanita yang kini memandangnya terkejut. Tanpa meminta izin pada Jessica, Donghae segera duduk di kursi kosong tepat disebelah Jessica.

“Donghae Oppa?” Jessica masih menatap Donghae dengan tatapan tak percaya.

“Jangan memandang ku seperti itu, lihatlah ke depan filmnya akan segera di mulai” ucap Donghae tersenyum lembut pada gadis yang masih menatapnya. Lampu bioskop mun segera di matikan dan di mulailah pemutaran film perdana Donghae “Firs Love”.

***

Siwon dan Yoona berjalan keluar dari Dapartement Stor yang di ikuti empat orang pelayan wanita yang masing-masing menenteng tas belanjaan.

“Masukanlah ke sini” perintah Siwon sambil membuka pintu belakang mobilnya. Ke empat pelayan wanita itu menganggukkan kepalanya sedikit lalu memasuk kan tas belanjaan yang lebih dari 10 buah itu. tak berapa lama ke empat pelayan wanita itu kembali ke dalam Dapartemant Stor meninggalkan Siwon dan Yoona yang masih berdiri di tempat semula.

“Masuklah, kita akan pergi ke butiknya Key” Siwon berjalan sambil membuka kan pintu untuk Yoona.

“Siwon, kau menyuruhku untuk membuka butik. Banyak sekali belanjaannya” ujar Yoona lalu berjalan kearah Siwon

“Itu semua keperluan mu, baju, sepatu, tas. Seharusnya kau suka. Asalkan kau tahu semua barang-barang itu ber merk, dan harganya sangat tinggi” ucap Siwon lalu mendorong tubuh Yoona masuk kedalam mobil. Tak berapa lama mobil sport Siwon sudah meninggalkan area parkir Dapartement Stor.

“Siwon tapi kau tak usah membelikan semua itu untuk ku” ucap Yoona melanjutkan topik pembicaraan yang tadi di potong Siwon.

“Sudahlah, yang penting sepeser pun kau mengeluarkan uang, kan sudah ku bilang meskipun aku mengambil baramg sebanyak itu Dapartement Stor ku tak akan bangkrut” tukas Siwon dengan nada sombongnya.

“Sifat Sombong mu keluar lagi” sahut Yoona lalu membuang muka.

“Bukan kah sudah lama aku tidak bersikap seperti ini” ucap Siwon tersenyum bangga.

“Yah, kalau sifat aneh mu itu tetap di pelihara itu sama saja kau membunuh ku pelan-pelan, aku tidak suka sifat mu yang suka berubah-rubah” ketus Yoona tanpa memandang Siwon.

“Yang penting aku bisa membuat mu bahagia dan membuat mu jatuh cinta kepada ku, buktinya saat ku tunjukan pulau pribadi ku di Maldives kau sangat terkejut sekaligus terpesona pada ku kan, karena sifat sombong yang ada dalam diri ku bisa membuat jantung mu berdetak hebat” ucap Siwon dengan nada menggodanya, seketika raut wajah Yoona bersemu merah  karena yang di katakan Siwon adalah fakta.

******

Stella meneguk botol wine prustasi, lalu menggebrak meja dengan botol yang di pegangnya. Matanya terlihat sembab dan merah akibat terlalu lama menangis. Di tunduk kan kepalanya dalam-dalam, tak berapa lama kembali isakan tangis terdengar di ruangan yang terlihat sangat hening. Perlahan dia mulai menaikan kepalanya masih dengan isakan tangisnya. Tangannya mulai merogoh saku blazer merahnya dan menemukan sebuah foto di dalamnya.

“Choi Siwon, kau pikir kau bisa hidup bahagia dengannya. Kau sudah menyakiti perasaan ku, kau sudah mencampakan aku. Kau harus menebus semua kesalahan mu, aku tidak akan membiarkan kau hidup dengan im Yoona, akan ku buat kau menyesal karena telah mencampakan ku. Choi Siwon, aku terpaksa mengambil jalan pintas. Aku akan buat kau hidup sengsara, dan karena kelakukan mu kepada ku ,Yoona lah yang akan jadi korbannya” bisikan jahat mulai merasuki diri wanita berambut panjang itu, dengan emosi yang sudah meledak-ledak, Stella meremas foto Siwon dengan sekuat tenaga, dan membuangnya ke lantai.

“Im Yoona, bersiaplah karena ajal akan segera menjemput mu”

 

******

Siwon memenggut-menggutkan kepalanya mendengarkan lagu yang di dengarnya melalui Iphone, saat ini dia sedang menunggu Yoona yang sedang mencoba gaun pernikahan yang akan di pakai saat mereka menikah nanti. Setelah cukup lama menunggu, akhirnya tirai berwarna coklat pun terbuka dan munculah seorang wanita tinggi dengan mengenakan gaun pengantin yang terlihat sangat cantik. Mata Siwon terbelalak kaget melihat Yoona yang sekarang sedang berdiri tak jauh di depannya. Yoona mulai melangkah kan kakinya mendekati Siwon.

“Apa gaun ini cocok untuk ku?” tanya Yoona pada Siwon yang saat ini memandangnnya dari ujung kaki hingga ujung kepala.

“Siwon kenapa?” Yoona mengibas-ngibaskan tangannya di depan wajah Siwon.

“Aku benar-benar tidak salah memilih calon istri” gumam Siwon lalu menarik tubuh Yoona ke dalam dekapannya. Yoona terperanjat kaget mendapatkan pelukan tiba-tiba dari calon suaminya ini.

“Siwon di sini banyak orang cepat lepaskan aku” bisik Yoona pelan sambil berusaha melepaskan pelukan erat Siwon.

“Tunggu sebentar, aku masih ingin memeluk mu” pinta Siwon lalu kembali mengeratkan pelukannya. Tangan kekar Siwon mengelus punggung halus Yoona sayang, lalu di hirupnya aroma yang sangat ia sukai dari rambut Yoona yang membuatnya semakin terbuai. Yoona merasa risih mendapat perlakuan seperti ini, apalagi bulu kuduknya meremang saat hidung Siwon mencium aroma helernya. “Siwon jangan lakukan di sini” kembali Yoona berbisik pelan.

“Kau pikir aku kan mencium leher mu, aku tahu ini bukan tempat yang tepat untuk kita melakukannya” Siwon melepaskan pelukan nya dengan Yoona.

“Ja jadi tadi kau mau apa?’ tanya Yoona sedikit terbata-bata.

“Hanya menghirup wangi tubuh mu saja, tidak lebih. Dan mungkin….”

“Dan mungkin apa?” potong Yoona. Siwon tersenyum menggoda lalu memajukan wajahnya ke arah Yoona dan membisik kan sesuatu di telinga Yoona yang membuat wajah Yoona seketika merah menahan malu.

“Kau sangat cantik, cepat ganti baju lagi. Kita akan pergi berkencang” lanjut Siwon lalu meninggalkan Yoona yang masih berdiri dengan wajah yang masih merah merona.

“Ya Tuhan, kenapa dia bicara seperti itu lagi. Aku benar-benar takut, dia terlalu agresif. Bagaimana nanti?” Yoona bergidik takut lalu kembali ke dalam untuk berganti pakaian.

******

Semua penonton fokus melihat akting Donghae bersama lawan mainnya dalam film “Firs Love”. Film yang mengisahkan tentang cinta pertama namun tidak berujung bahagia, Donghae memainkan peran sebagai Lee Hyun Su yang jatuh cinta pada seorang wanita bernama Choi Hyun Mi yang di peran kan oleh aktris Moon Geun Young. Di dalam film di ceritakan bahwa kisah cinta mereka tidak lah semudah membalikan telapak tangan, banyak rintangan dan banyak yang tidak menyetujui cinta mereka . Di akhir Film ini sang pemeran wanita yaitu Hyun Mi memutuskan untuk pergi mengikuti ayahnya pindah ke Italia, dan memutuskan untuk melupakan orang yang di cintainya yaitu Hyun Su. Saat Hyun Mi akan pergi ke Italia, Hyun Su lari dari hari pernikahannya untuk mengejar Hyun Mi ke bandara. Tapi, hanya kekecewaan yang di dapatkannya, karena Hyun Mi sudah pergi ke Itali meninggalkannya begitu saja. Dan tak pernah kembali lagi ke Korea. Meskipun mereka berdua saling mencintai tapi takdir berkata lain Tuhan tak mempersatukan cinta mereka. Film “Firs Love” ini memang berakhir sad ending, karena cinta Lee Hyun Su dan Choi Hyun Mi tidaklah bersatu.

Semua penonton menangis saat melihat dengan susah payah Hyun Su mengejar Hyun Mi ke bandara, namun hanya kekecewaan yang di dapatkan Hyun Su.

Jessica dengan serius menonton dan memperhatikan akting Donghae yang banar-banar total itu, lalu cairan bening mulai turun dari salah satu sudut matanya.

“Kisah ini akan aku alami sendiri” bisik Jessica dalam hati lalu dengan cepat menghapus air matanya. Donghae yang menyadari Jessica menitikan air mata segera mengeluakan sapu tangan dari saku celananya dan menyodorkannya pada Jessica.

“Ambil lah ini” ucap Donghae lembut. Jessica memalingkan kepalanya ke arah Donghae, mata mereka saling memancarkan rasa rindu yang tergambar jelas di wajah masing-masing. Dongahe tersenyum menatap Jessica lalu meraih tangan dingin wanita berambut pirang itu dan menyerahkan sapu tangan berwarna abu-abu pada Jessica yang masih memandangnya.

“Filmnya sudah selesai, aku ingin bicara dengan mu” tanpa menunggu persejutuan dari Jessica Donghae menarik tangannya dan berjalan keluar dari bioskop.

******

Yoona berjalan pelan memasuki rumah Siwon, malam ini Siwon menyuruhnya untuk datang ke rumah yang akan mereka tinggali nanti. Suasana rumah yang sangat sepi membuat Yoona menyernyitkan dahinya keheranan karena tak biasannya rumah ini terlihat sepi. “Kemana orang-orang di rumah ini?” gumamnya sambil terus melangkahkan kakinya pelan. Mata indahnya terus berputar melihat setiap sudut rumah untuk mencari orang yang akan di temuainya. “Kemana dia” Kembali Yoona bergumam kebingungan tapi tanpa ia sadari seorang pelayan sudah berdiri di depannya yang sedikit membuat Yoona terlonjak kaget.

“Nona silahkan menuju taman belakang” ucapnya lalu menundukan kepalanya dan pergi meninggalkan Yoona. “Taman, ada apa ini?” kembali Yoona melangkahkan kakinya menuju taman belakang. Saat kaki panjangnya mulai melangkah menuju taman, Yoona menangkap kelopak-kelopak bunga mawar yang berceceran di lantai serta jajaran lilin yang menyala terang menggantikan sinar lampu. Yoona terdiam sejenak memikirkan sesuatu lalu kembali melangkah kan kakinya menuju tempat yang di maksud. Saat Yoona sudah memasuki area taman belakang dirinya di kejutkan dengan suasana yang begitu romantis dengan terdapat dua orang pemusik yang sedang memainkan lagu kesukaannya, taman ini kini sudah di hias menjadi begitu indah dengan lilin-lilin yang berjajar indah, kelopak-kelopak bunga mawar berserakan di mana-mana dan alunan musik yang menenangkan hati semakin menambah aura ke romantisan. Yoona tersenyum tipis melihat semua ini, dia tahu betul Siwon lah yang menyulap semua ini. Tanpa Yoona sadari seseorang sedang memperhatikannya dengan tatapan seksama dan melipat kedua tanganya di dada.

“Saking terpesona dengan semua ini kau jadi lupa pada ku, bahkan kau tidak melirik ku sedikit pun” seru Siwon yang berdiri tak jauh di depan Yoona. Yoona melihat Siwon yang menatapnya sedikit kesal lalu dia tersenyum lebar melihat Siwon.

“Palli, aku sudah lama menunggu mu” teriak Siwon dengan tampang kesalnya. Dengan segera Yoona berjalan kearah Siwon lalu berdiri di depannya.

“Oh kau jangan cemberut, sudah tampan begini masa wajah mu kusut seperti itu” goda Yoona sembari memegang lengan Siwon. Siwon menarik nafas sejenak lalu berusaha memamerkan senyum terbaiknya pada Yoona.

“Tanpa kau bilang pun aku tahu, aku ini sangat tampan” ucap Siwon PD lalu menarik tangan Yoona dan berjalan ke arah meja makan yang di atasnya terhidang berbagai macam menu makanan “Duduklah” lanjut Siwon sambil  menarik salah satu kursi untuk Yoona.

Yoona melongo melihat semua menu makanan yang terhidang di atas meja makan bulat itu, lalu dia melihat kearah Siwon yang sibuk membenarkan dasinya. “Kau sengaja menyiapakan semua ini untuk ku?” tanya Yoona dengan mata yang menatap Siwon dengan tatapan bingung.

Siwon mendongakkan kepalanya menatap Yoona yang masih menatapnya bingung. “Waeyo, tentu saja ini untuk mu. Kau suka kan?”

“Eumm dekorasinya indah, aku suka” jawab Yoona lalu tersenyum lebar.

Siwon dan Yoona menikmati makan malam romantic mereka dengan iringan suara biola yang semakin menambah suasana romantic. Sesekali mereka saling melempar senyum bahagia yang terpancar di wajah mereka.

******

Angin malam menerpa wajah mulus Jessica yang dari tadi hanya diam seribu bahasa, begitu pun dengan Donghae yang berdiri di sebelahnya hanya memandang kerlap-kerlip lampu kota Seoul di atap gedung. Mereka berdua terlihat canggung harus memulai pembicaraan dari mana.

“Oppa ingin bicara dengan ku, cepat katakan waktu ku tidak banyak” suara Jessica memecahkan keheningan.

“Sica, aku tahu kata maaf pun tidak bisa membayar semua kesalahan yang ku perbuat terhadap mu. Aku tahu aku ini begitu bodoh menyakiti gadis baik seperti mu. Tapi, aku tidak tahu harus berbuat apa lagi selain minta maaf pada mu” Donghae memutar tubuhnya menghadap Jessica yang masih menatap lurus kedepan.

“Sica, mau kah kau memulainya dari awal” tanya Donghae dengan nada penuh harap. Tapi gadis yang di ajak bicara masih menatap lurus kedepan.

“Sica”

“Oppa, aku sudah lelah dengan semua ini. aku takut kau hanya menjadi kan ku sebagai pelarian saja, jadi jangan bicara seperti itu lagi. Sejak kejadian di Maldives sudah ku putuskan aku akan pergi dari kehidupan mu, kalau perlu aku tidak akan kembali lagi” ujar Jessica dengan mata yang mulai memerah menahan tangis.

“Sica, maksud mu kau akan pergi meninggalkan ku?”Donghae terkejut mendengar penuturan dari gadis yang masih enggan bertatap mata dengannya.

“Sudahlah Oppa, itu tidak penting untuk mu. Aku rasa pembicaraan kita sudah selesai, aku pergi dulu” namun saat Jessica akan pergi dengan sigap Donghae menahan kepergiannya.

“Sica maafkan aku” lirih Donghae penuh penyesalan. Jessica berusaha melepas tangan Donghae yang mencengkram erat tangannya.

“Sica, jawab aku” lirih Donghae menatap Jessica dengan mata yang mulai berair.

“Mianhaeyo, Oppa aku harus pergi” perlahan Jessica melepaskan tangan Donghae dan segera berjalan meninggalkan Donghae yang masih berdiri di tempat semula. Jessica tak dapat lagi menahan air matanya, seketika cairan bening itu meluncur deras membasahi kedua pipinya. Begitu pun dengan Donghae, dia manatap nanar kepergian Jessica dengan air mata yang juga sudah mulai turun dari kedua sudut matanya.

“Aku tidak mau kau tahu kalau aku akan pergi. Maafkan aku Oppa” lirih Jessica dalam tangisnya.

******

Siwon dan Yoona tengah berdansa bersama di iringi alunan musik dari biola yang begitu romantis. Dari tadi mata mereka tak lepas satu sama lain saling memandang dengan mengembangkan senyum. Kedua tangan Siwon berada di pinggang Yoona dan kedua tangan Yoona digantungkan di leher Siwon. Mereka berdua tampak menikmati kencang yang sangat romantis itu. Tiba-tiba Siwon menghentikan dansa di antara mereka.

“Ada apa? Kenapa berhenti?” tanya Yoona bingung. Namun, Siwon hanya tersenyum manis lalu tangan kanannya merogoh saku celananya dan mengambil sebuah kotak kecil berwarna  merah. Siwon mundur satu langkah dan tak lama dia berlutut di hadapan Yoona, sontak Yoona terkejut melihat kelakuan Siwon yang tanpa di duga-duga.

“A-apa yang kau lakukan?”

“Im Yoona, aku tahu kita memang sudah bertunangan dan aku juga sudah melamar ku. Tapi, entah kenapa hati ku masih ragu karena pada saat itu, kau terlihat sangat keberatann untuk bertuangan dengan ku. Maka dari itu, malam ini aku akan melamar mu dengan hati ku dan aku ingin mendengar sendiri kau menerima lamaran ku” Siwon membuka kotak kecil berwarna merah itu dan di dalamya terdapat sebuah cincin mutiara putih yang sangat indah.

“Im Yoona maukah kau menikah dengan ku? Maukah kau menjadi istri ku? Dan mau kah kau mendampingin hidup ku untuk selamanya, dan hanya mautlah yang memisahkan kita”

Yoona tersenyum bahagia melihat laki-laki yang di cintainya secara langsung melamarnya dengan cara seperti ini, cara yang sama sekali tak pernah di bayangkannya.

“Tentu saja aku mau menikah dengan mu, aku juga siap menjadi istri mu dan aku juga siap mendampingi hidup mu untuk selamanya, sampai mau memisahkan kita” ucap Yoona lalu air mata bahagia tak terasa keluar begitu saja dari kedua mata indahnya. Siwon tersenyum bahagia, lalu melepas cincin tunangan yang terpasang di jari manis Yoona dan menggantikannya dengan cincin mutiara yang terdapat di kotak kecil itu. Di ciumnya dengan penuh kasih sayang punggung tangan Yoona lalu kembali berdiri. Siwon menarik tubuh Yoona dan mendekapnya dengan penuh cinta.

“Terimakasih, terimakasih karena kau sudah menerima ku. Aku berjanji akan menjadi suami yang akan membahagia kan mu dan menjaga mu” Siwon semakin mendekap erat tubuh calon istrinya itu dengan penuh kasih sayang.

“Aku percaya padamu, aku serahkan seluruh hidup ku hanya pada mu Choi Siwon” ucap Yoona lalu melepas pelukannya.

“De, peganglah janji ku” jawab Siwon lalu mencium puncak kepala Yoona dengan penuh kasih sayang.

******

Stella menginjak gas dalam-dalam, mobil merah yang di kendarainya melesat dengan cepat membelah jalanan kota Seoul yang terlihat cukup ramai dari lalu lalang kendaraan. Matanya terus memancarkan api kemarah dan kebencian, sesekali dia tersenyum licik saat memikirkan apa yang terjadi pada Siwon jika rencananya ini berhasil.

“Kebahagiaan kalian akan berakhir pada malam ini” gumamnya lalu kembali tersenyum penuh kemenangan.

 

Siwon dan Yoona berjalan sambil bergandengan tangan di lorong menuju apartement Siwon, setelah makan malam selesai mereka berdua memutuskan untuk pergi ke apartement milik Siwon.

“Aigoo, aku lupa membeli minuman” Siwon menghentikan langkah kakinya saat sudah berada di depan pintu apartementnya.

“Kau ini bagaimana, biar aku saja yang beli” ketus Yoona lalu siap melangkah kan kakinya.

“Ini sudah malam, biar aku saja. Kau masuk saja duluan” Ucap Siwon menghadang kepergian Yoona .

“Baiklah, tapi jangan lama” ucap Yoona lalu menekan deretan angka untuk membuka pintu.

“Arraseo, tunggu aku sebentar” Siwon segera berlari pergi untuk membeli minuman di mini market yang tak jauh dari aptementnya.

Yoona masuk ke dalam apartement Siwon dan melepas sepatu nya lalu dia memakai sandal rumah yang sudah tersedia. “Uhh, lelah sekali rasanya” gumanya lalu di jatuhkan tubuhnya pada sofa sambil sedikit memijit-mijit kepalanya yang sedikit pening. Lalu di lihatnya cincin yang melingkah di jari manisnya, kembali sebuah senyum kebahagiaan terpancar dari paras cantiknya.

Klek…

Yoona terperanjat saat mendengar suara pintu terbuka. “Apa itu Siwon, cepat sekali dia sudah kembali” ucap Yoona lalu bangkit dari duduknya.

“Siwon kenapa cepat seka….STELLA” pekik Yoona terkejut saat melihat seorang wanita semampai yang tengah berdiri di ambang pintu dengan mengulum senyum di bibirnya.

“Rupanya kau ada disini, senang sekali bertemu dengan mu” Stella melepaskan sepatunya dan memakai sendal rumah yang ada di depannya. “Mana Siwon, aku ingin bertemu dengannya?” lanjutnya sambil berjalan ke arah Yoona.

“Siwon tidak ada, dia sedang keluar” ketus Yoona dingin.

“Owh begitu yah, baguslah”

“Maksud mu?” Yoona mengerutkan dahinya tak mengerti.

Stella terus berjalan mendekati Yoona yang berdiri mematung. “Apa yang lakukan?’ ketus Yoona memandang gadis yang kini tersenyum licik padanya.

“Im Yoona, kau juga seorang wanita kan? Kau pasti tahu bagaimana perasaan seorang wanita apabila di sakiti oleh orang yang di cintainya” Kini Stella sudah berdiri berhadapan dengan Yoona.

“Kau ini bicara apa, cepat pergi aku tidak mau berurusan dengan mu” ketus Yoona menatap Stella tajam

“Memangnya kau pikir aku akan melakukan apa padamu? Aku hanya ingin bilang, lepaskan Choi Siwon dia tidak pantas untuk mu Im Yoona. Siwon terlalu sempurna untuk wanita seperti diri mu, kau tidak pantas menyandang status sebagai Ny Choi. Aku lah yang pantas Im Yoona”

Tegas Stella kini dia memandang Yoona tajam. Yoona tersenyum remeh mendengar penuturan dari gadis semampai itu.

“Sebaiknya kau pulang dan tidur di rumah mu, percuma kau bilang seperti itu pada ku. Itu hanya akan menghabiskan energy mu saja” ketus Yoona tak mau kalah.

“Oh rupanya Nona Im ini begitu keras kepala, baiklah kalau ini memang mau mu jangan salah kan aku jka aku mengambil jalan pintas untuk merebut Siwon dari tangan mu” ujar Stella menatap Yoona tajam.

“Terserah apa yang akan kau lakukan, yang terpenting Siwon hanya mencintai ku seorang sebaiknya kau pergi dari kehidupan ku dan Siwon sebelum kau menyesal Stella” tegas Yoona yang tak mau kalah. Stella bagaikan tersulut api kemaraha yang membuatnya kehilangan kendali, dia tersenyum seperti ada bisikan setan yang merasuki jiwanya. Lalu tangan kanannya merogoh tas selempang berwarna hitam dan mengambil sesuatu di dalam.

“Im Yoona, tempat ini terlalu kejam untuk mu jadi aku akan mengirim mu ke tempat yang jauh lebih indah dan pastinya membuat ku nyaman” Stella mengeluarkan sebuah pisau dari dalam tas bermerknya itu yang membuat Yoona membulatkan matanya sempurna.

“Tadi kau bilang terserah aku mau melakukan apa pun terhadap mu, jadi inilah yang akan ku lakukan. Yaitu mengirim mu menjadi penghuni surga” Yoona mundur satu langkah melihat tangan kanan Stella mengangkat pisau ke udara.

“Stella, kau mabuk, atau kau sudah gila” pekik Yoona ketakutan sambil terus berjalan mundur ke belakang. Stella tersenyum menyerangai dan berjalan semakin mendekat ke arah Yoona.

“Aku tidak mabuk, tapi aku sudah gila Im Yoona. Aku gila karena Choi Siwon, Choi Siwon yang telah membuat ku seperti ini, Choi Siwon yang telah menolak cinta ku dan Choi Siwon yang telah menyakiti perasaan ku. Karena kehadiran mu Choi Siwon jadi membenci ku, dia sangat membenci ku. Maka tidak akan ku biarkan kau hidup bahagia bersamanya, CHOI SIWON MILIK KU IM YOONA, DIA MILIK KU” Stella berteriak histeris lalu kembali mengangkat pisaunya ke udara.

“JANGAN STELLA JANGAN AAAAAHHHHH…………………”

 

 To Be Countinued

Akhirnya beres juga chapter 10 nya, gimana pendapatnya?? Oh yah mianhae kalau postingnya rada lama soalnya saya lagi puasa jadi gak ada waktu buat pegang lappy deh heheheh😀

Oke deh jangan lupa tinggalkan jejak bagi yang sudah membaca..

Kamsahamnida….

 

Tinggalkan komentar

222 Komentar

  1. Dwi Sivi Fatmawati

     /  Oktober 20, 2014

    aduh yoona eonni mau diapain tuh sma stella dengan pisau yg tajam

    Balas
  2. Cha'chaicha

     /  November 1, 2014

    Ya ampun wonppa seharus’y cpt dtng, stella dikuasai emosi..

    Balas
  3. Ai juariah

     /  November 3, 2014

    Duh…moment yoonwon nya sangat indah…..
    Apa yang terjadi ma yoona jangan blang dia dibunuh m stela?
    Stela pergi az k neraka jahat ngt sih…selalu jd pghalang hubungan yoonwon.

    Balas
  4. Dedewjasmin

     /  November 19, 2014

    .senang lhat yoonwon slalu bersama…klu belanjaanya kbnykan sini donk ksh q satu hehehe…..Kira2 apa terjd sm yoona yah?

    Balas
  5. Oh tuhan apa yg dilakukan Stella?semoga yoona Ga knp2.
    Aku suka banget chap ini banyak moment yoonwon nya dan soooo romantic.
    Jd pengen diperlakukan kayak yoona…
    Lanjuuut…. Tambah seruuuu

    Balas
  6. Aduh yoona gak papa kan stella kenapa jadi kesetanan tuh, aduh dia mau bunuh yoona ya, siwpn mana sih lama bgt ya thor bikin ff kok ya keren bgt sih gemes ak bacax, lanjut baca dulu ya

    Balas
  7. Meskipun udah pernah baca tetep aja Senyum2 geje dan jg ikutan tegang ngeliat Stella yg kayak org kesetanan gitu,seren iiihh…
    Penggambaran suasana kencan romantic yoonwon jelas banget,daebak nita pinter merangkai katanya ,jd kita yg baca bisa ngbayangin suasana romantic itu. Lanjuut deh

    Balas
  8. wah stella mw bunuh yoona, oppa cpt pulang yoona dlm bahaya!! smga g apa2!!

    Balas
  9. Desiputu16

     /  Agustus 22, 2015

    Apa yg terjadi stella tusuk yoona ya?? Itu siwon mana sih? Knapa tinggalin yoona sendirian

    Balas
  10. cie yg makin sweet#colekyoonwon..wwonie kok lama banget sih…aigoo yoona gak apa2 kan

    Balas
  11. YoongNna

     /  Desember 29, 2015

    Mdh2n yoona gk kenapa2 dEeehhh..
    Stella udh gila niii dg nyelakain yoona gra2 siwon gk cinta ma dia

    Balas
  12. park ra chan

     /  Desember 30, 2015

    Stella gila apha…ya jelas jelas yoona yg milik ny siwon yonna yg pantes jd ny choi. Yg pantes ya km stella
    Daebak ff nya

    Balas

United, Leave a Coment Here

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: